Artikelilmiahs
Menampilkan 47.241-47.260 dari 48.726 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 47241 | 50636 | L1B021073 | DAYA REKAT DAN TINGKAT PENETASAN TELUR IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) YANG DILAPISI DENGAN BAHAN BERBEDA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat daya rekat dan derajat penetasan telur ikan lele dumbo yang dilapisi dengan bahan yang berbeda. Pelapisan telur merupakan salah satu teknik untuk mengurangi daya rekat pada telur ikan lele agar daya tetas telur meningkat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan pelapisan yang menggunakan bahan berbeda yaitu: (T1) lumpur, T2 (tepung terigu), T3 (SKIM milk powder), T4 (larutan daun ketapang), T5 (larutan teh hijau), serta satu kontrol tanpa pelapisan. Parameter yang diamati meliputi derajat pembuahan (FR), daya rekat telur, dan tingkat penetasan telur (HR). Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik ANOVA pada taraf signifikansi 95%, dilanjutkan dengan uji lanjutan (Mann-whitney) apabila terdapat perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan pelapis berpengaruh nyata terhadap parameter yang diamati (p < 0,05). Hasil FR terbaik yang diperoleh yaitu: T1 (93,84%), persentase telur tidak menempel terbaik pada perlakuan T2 (96%), nilai HR terbaik pada perlakuan T2 (92,34%). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelapisan telur menggunakan bahan tertentu dapat meningkatkan keberhasilan penetasan telur ikan lele dumbo secara signifikan. Teknik ini dapat dijadikan alternatif dalam meningkatkan efisiensi produksi benih ikan lele di tingkat pembudidaya. | This study aims to determine the level of adhesion and hatching rate of African catfish eggs coated with different materials. Egg coating is a technique used to reduce the adhesive strength of catfish eggs in order to increase their hatchability. This study used an experimental method with a completely randomized design (CRD) consisting of five coating treatments using different materials, namely: (T1) mud, T2 (wheat flour), T3 (skim milk powder), T4 (ketapang leaf solution), T5 (green tea solution), and one control without coating. The parameters observed included fertilization rate (FR), egg adhesion, and egg hatchability (HR). Data analysis was performed using ANOVA statistical tests at a significance level of 95%, followed by a follow-up test (Mann-Whitney) if there were significant differences. The results showed that the type of coating material had a significant effect on the parameters observed (p < 0.05). The best FR results were obtained from T1 (93.84%), the best percentage of non-sticky eggs was obtained from T2 (96%), and the best HR value was obtained from T2 (92.34%). From these research results, it can be concluded that coating eggs with certain materials can significantly increase the hatching success rate of dumbo catfish eggs. This technique can be used as an alternative to increase the efficiency of catfish seed production at the farmer level. | |
| 47242 | 50637 | J1E020021 | THE IMPLEMENTATION OF ROLE PLAY AS A TEACHING STRATEGY FOR IMPROVING STUDENTS’ SPEAKING SKILLS (Pre-Experimental Study in XI-D Grade of SMA Negeri 2 Purbalingga in The Academic Year of 2024/2025) | Strategi mengajar role play atau bermain peran merupakan salah satu strategi mengajar yang interaktif dengan memainkan sebuah karakter yang ada di kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi seberapa signifikan strategy belajar role play dalam kelas memberikan dampak signifikan dalam peningkatan keterampilan berbicara, khususnya di Kelas XI-D SMAN 2 Purbalingga Tahun Ajaran 2024/2025. Penelitian ini bertujuan untuk:(1) menganalisis implementasi role play, (2) menemukan keefektifan role play terhadap kemampuan berbicara siswa dan (3) memahami respon siswa setelah mengikuti strategy belajar role play. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental, di mana 36 siswa Kelas XI-D dipilih sebagai sampel melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen seperti observasi, tes, dan kuesioner. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan teknik Statistik deskriptif dari Ary, Jacobs, Sorensen, and Razavieh (2010). Selain itu, perhitungan statistik dilakukan dengan menggunakan SPSS 25, termasuk pre-test dan post-test, menggunakan Skala Likert. Untuk menjawab pertanyaan penelitian pertama, berdasarkan hasil observasi, penerapan role-play berjalan secara sistematis dan efektif sesuai dengan kebutuhan siswa. Kemudian, hasil penelitian yang menjawab pertanyaan penelitian kedua, Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi role play cukup efektif dan memberikan dampak yang signifikan terhadap kemampuan berbicara siswa dari lima aspek penilaian berbicara siswa, yaitu: (1) accuracy, (2) hesitation, (3) intonation, (4) pronunciation, dan (5) language flows. Selain itu, untuk menjawab pertanyaan penelitian ketiga, yaitu respon siswa setelah mengikuti pembelajaran strategi role play, hasil penelitian juga menunjukkan respon siswa yang positif terhadap penerapan strategi role play di kelas. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa keterampilan berbicara siswa mengalami peningkatan serta strategi role play dapat terimplementasi secara kondusif berdasarkan kebutuhan siswa. | ABSTRACT Role play teaching strategy is one of the interactive teaching strategies by playing a character that exists in real life. This study explores how the role play learning strategy in the classroom significantly impacts improving speaking skills, especially in Class XI-D SMAN 2 Purbalingga in the 2024/2024 Academic Year. This study aims to: (1) analyze the implementation of role play, (2) find the effectiveness of role play on students’ speaking ability, and (3) understand students’ responses after following the role play learning strategy. This study used a pre-experimental design in which 36 students of Class XI-D were selected as samples through purposive sampling. Data was collected using instruments like observation, tests, and questionnaires. This research conducted data analysis technique the descriptive Statistical technique from Ary, Jacobs, Sorensen, and Razavieh (2010). In addition, statistical calculations were carried out using SPSS 25, including pre-tests and post-tests, employing a Likert Scale. To answer the first research question, based on observations, the implementation of role-play runs systematically and effectively according to students' needs. Then, the results of the study that answered the second research question, The results of the study showed that the role play Strategy was quite effective and had a significant impact on students' speaking ability from the five aspects of student speaking assessment, namely (1) accuracy, (2) hesitation, (3) intonation, (4) pronunciation and (5) language flows. In addition, to answer the third research question, namely student responses after participating in role-play strategy learning, the study results also showed positive student responses to implementing the role-play strategy in class. This research shows results that students speaking ability made improvement and role play strategy was implement in a conducive situation based on student’s needs. | |
| 47243 | 50638 | C1B022081 | The Role of Management Support in Enhancing IT Utilization for Employee Performance | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemanfaatan teknologi informasi terhadap kinerja pegawai dengan dukungan manajemen sebagai variabel moderasi. Permasalahan utama yang dibahas adalah seberapa besar pemanfaatan teknologi informasi dapat meningkatkan produktivitas pegawai, serta apakah kehadiran dukungan manajemen mampu memperkuat hubungan tersebut. Penelitian dilakukan pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jawa Tengah, dengan melibatkan 58 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda serta analisis interaksi moderasi dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Penggunaan aplikasi seperti SPAN, SAKTI, dan sebagainya mendukung efisiensi, kecepatan, dan ketepatan dalam penyelesaian tugas. Namun, dukungan manajemen tidak terbukti memoderasi secara signifikan hubungan antara pemanfaatan teknologi informasi dan kinerja pegawai. Temuan ini menunjukkan bahwa pengaruh teknologi terhadap kinerja tidak bergantung pada ada atau tidaknya dukungan dari manajemen. Dengan demikian, keberhasilan implementasi teknologi dalam lingkungan kerja lebih ditentukan oleh integrasi sistem kerja daripada intervensi struktural. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya keselarasan strategi organisasi dengan implementasi teknologi. Organisasi disarankan tidak hanya menyediakan alat dan sistem teknologi, tetapi juga mengoptimalkan penggunaannya melalui prosedur kerja yang jelas dan lingkungan kerja yang adaptif. Meskipun dukungan manajemen tetap memiliki peran, dampaknya terhadap peningkatan kinerja tidak langsung jika teknologi sudah menjadi bagian dari rutinitas kerja pegawai. Secara teoritis, hasil ini mendukung pandangan bahwa efektivitas sistem berasal dari integrasi fungsional, bukan semata dari dukungan hierarkis. Oleh karena itu, strategi organisasi ke depan perlu diarahkan pada penguatan penerapan teknologi secara operasional untuk menjaga dan meningkatkan kinerja pegawai. | This study aims to examine the influence of information technology utilization on employee performance, with management support as a moderating variable. The main issue addressed is how effectively the use of information technology enhances employee productivity, and whether the presence of managerial support can strengthen this relationship. The research was conducted at the Regional Office of the Directorate General of Treasury (DJPb) in Central Java Province, involving 58 respondents selected through purposive sampling based on specific criteria. Data were collected through a closed-ended questionnaire using a Likert scale and analyzed using multiple linear regression and moderation analysis with SPSS version 25. The results indicate that the utilization of information technology has a significant positive effect on employee performance. The use of applications such as SPAN, SAKTI, and MONSAKTI supports efficiency, speed, and accuracy in completing tasks. However, management support did not significantly moderate the relationship between information technology utilization and employee performance. This suggests that the influence of technology on performance is not dependent on the presence or absence of managerial support. Thus, the successful application of technology in the workplace may rely more on procedural integration than on structural reinforcement. The implications of this study emphasize the importance of aligning organizational strategies with technological implementation. Organizations are encouraged to not only ensure the availability of technological tools but also optimize their use through clear standard operating procedures and adaptive work environments. Although managerial support remains valuable, it may not directly enhance performance outcomes when technological tools are already embedded in daily operations. Theoretically, these findings support the view that system effectiveness stems from functional integration rather than hierarchical endorsement. Therefore, future strategies should focus on streamlining the application of technology to maintain and improve organizational performance. | |
| 47244 | 50639 | L1A019039 | Karakteristik Morfometrik dan Meristik Ikan Dewa di Daerah Aliran Sungai Serayu bagian Hulu | Penelitian ini berjudul “Karakteristik Morfometrik dan Meristik Ikan Dewa di Daerah Aliran Sungai Serayu bagian Hulu”. Ikan dewa merupakan ikan air tawar yang terdapat di Indonesia termasuk dalam familia Cyprinidae. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan karakteristik morfologi, morfometrik, dan meristik ikan dewa di DAS Serayu bagian hulu. Penelitian ini menggunakan metode observasi secara langsung. Analisis data secara deskriptif dan analisis diskriminan. Sebanyak 4 karakteristik morfologi, 25 karakteristik morfometrik, dan 21 karakteristik meristik untuk mengidentifikasi 57 ekor ikan dewa. Hasil penelitian diperoleh 4 kelompok spesies ikan dewa. Spesies 1, spesies 2, dan spesies 3 mengarah pada ciri Tor spp. sementara spesies 4 mengarah pada ciri Neolissochilus spp dengan garis dibawah mulut yang meruncing dan tidak memiliki median lobe. Karakteristik morfometrik spesies 1 cenderung mirip spesies 2, sedangkan spesies 3 dan spesies 4 hanya berdekatan karena berbeda genus. Ditemukan satu jari-jari keras pada sirip anal dan dorsal pada ikan spesies 4, sedangkan pada ketiga spesies yang lain tidak ditemukan jari-jari keras pada sirip anal. Kata kunci: jari-jari keras , median lobe, Neolissochilus spp., Tor spp., Wonosobo | This study is entitled “Morphometric and Meristic Characteristics of Dewa Fish in the Upper Serayu River Basin.” Dewa fish are freshwater fish found in Indonesia that belong to the Cyprinidae family. The purpose of this study is to determine the differences in the morphological, morphometric, and meristic characteristics of dewa fish in the upper Serayu River Basin. This study used direct observation methods. Descriptive data analysis and discriminant analysis were also used. A total of 4 morphological characteristics, 25 morphometric characteristics, and 21 meristic characteristics were used to identify 57 dewa fish. The results of the study identified 4 groups of dewa fish species. Species 1, species 2, and species 3 had characteristics similar to Tor spp., while species 4 had characteristics similar to Neolissochilus spp. with a tapered line under the mouth and no median lobe. The morphometric characteristics of species 1 tended to be similar to species 2, while species 3 and species 4 were only closely related because they belonged to different genera. One hard ray was found on the anal and dorsal fins of species 4, while no hard rays were found on the anal fins of the other three species. Keywords: hard fingers, median lobe, Neolissochilus spp., Tor spp., Wonosobo | |
| 47245 | 50640 | A1D021044 | Pengaruh Kasgot dan Pemberian PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kemangi (Ocimum basilicum L.) | Kemangi (Ocimum basilicum L.) merupakan salah satu jenis tanaman lokal yang memiliki aroma khas dan potensial untuk dikembangkan. Kasgot dan pemberian PGPR oleh Bio P60 (Pseudomonas fluorescens 60) berpotensi meningkatkan pertumbuhan dan hasil kemangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kasgot dan pemberian PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil kemangi. Percobaan dilakukan di Lahan percobaan Fakultas Pertanian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama meliputi K0 = kontrol (tanpa kasgot), K1 = pupuk standar petani (150 kg N/ha + 150 kg P2O5/ha + 150 kg K2O/ha), K2 = 10 ton kasgot/ha + pupuk standar petani, K3 = 20 ton kasgot/ha + pupuk standar petani, K4 = 30 ton kasgot/ha + pupuk standar petani. Faktor kedua meliputi P0 = kontrol (tanpa Bio P60), P1 = perendaman benih oleh Bio P60, P2 = penyemprotan lahan oleh Bio P60. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara aplikasi kasgot dan pemberian PGPR. Aplikasi kasgot dan PGPR berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, luas daun, dan hasil kemangi. Dosis kasgot mulai 10 ton kasgot/ha sudah mampu memberikan hasil yang signifikan sebesar 14,42 ton/ha dan pemberian PGPR melalui perendaman benih mampu memberikan hasil 15,27 ton/ha. | Ocimum basilicum L. is a type of local plant that has a distinctive aroma and potential for development. The application of maggot frass and the provision of PGPR Pseudomonas fluorescens have the potential to enhance the growth and yield of basil. This study was aimed to determine the effect of maggot frass and PGPR application on the growth and yield. The experiment was conducted in the experimental field of the Faculty of Agriculture using a Completely Randomized Block Design (CRBD) with 2 factors and 3 replications. The first factor includes K0 = control (without maggot frass), K1 = standard farmer fertilizer (150 kg N/ha + 150 kg P2O5/ha + 150 kg K2O/ha), K2 = 10 tons of maggot frass/ha + standard farmer fertilizer, K3 = 20 tons of maggot frass/ha + standard farmer fertilizer, K4 = 30 tons of maggot frass/ha + standard farmer fertilizer. The second factor includes P0 = control (without P. fluorescens), P1 = seed soaking with P. fluorescens, P2 = land spraying with P. fluorescens. The results of the study indicate that there is no Interaction between the application of maggot frass and the provision of PGPR. The application of maggot significantly affects plant height, number of leaves, number of branches, leaf area, and yield of basil. The application of PGPR also significantly affects plant height, number of leaves, number of branches, leaf area, and yield of basil. The maggot frass dose starting from 10 tons of maggot frass/ha was able to provide significant results of 14.42 tons/ha and the provision of PGPR through seed soaking was able to provide results of 15.27 tons/ha. | |
| 47246 | 50641 | H1D020019 | IMPLEMENTASI CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) PADA SISTEM PENJUALAN BUKU BERBASIS WEBSITE MENGGUNAKAN FRAMEWORK LARAVEL (STUDI KASUS RAYYA CREATIVA PURWOKERTO) | Perkembangan teknologi informasi mendorong pelaku usaha untuk mengubah model pelayanan menjadi lebih efisien dan berbasis digital. Namun, Rayya Creativa, sebuah UMKM di bidang penerbitan buku di Purwokerto, masih menjalankan proses operasional secara manual, terutama dalam pencatatan data pelanggan, transaksi penjualan, dan komunikasi dengan pelanggan. Kondisi ini menyebabkan pelayanan lambat, antrean pembeli, serta potensi menurunnya loyalitas pelanggan akibat keterbatasan sumber daya manusia dan sistem yang tidak terintegrasi. Studi terdahulu menunjukkan bahwa penerapan sistem Customer Relationship Management (CRM) dapat meningkatkan efisiensi operasional dan loyalitas pelanggan secara signifikan. CRM mampu mengotomatisasi manajemen pelanggan, mempermudah analisis data, serta memberikan layanan yang lebih personal dan responsif. Bahkan, kontribusi CRM terhadap peningkatan loyalitas pelanggan pada UMKM tercatat mencapai 85,6%. Dalam penelitian ini, dikembangkan sistem CRM berbasis website menggunakan framework Laravel sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan loyalitas pelanggan di Rayya Creativa. Sistem ini dirancang untuk menjalankan fungsi operasional, analitik, dan kolaboratif sesuai prinsip CRM. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap proses bisnis, wawancara dengan pihak perusahaan, serta penyebaran kuesioner kepada pelanggan untuk mengukur potensi pembelian ulang apabila sistem CRM diterapkan. Hasil pengujian menunjukkan sistem memiliki tingkat keberhasilan tinggi dengan nilai User Acceptance Test (UAT) sebesar 92,95%. Selain itu, proyeksi Repeat Purchase Rate (RPR) meningkat dari 60% menjadi 85% setelah penerapan sistem, menunjukkan adanya potensi peningkatan loyalitas pelanggan sebesar 25%. Dengan demikian, sistem CRM yang dikembangkan berpotensi efektif dalam meningkatkan efisiensi layanan dan mempertahankan pelanggan secara berkelanjutan. | The development of information technology has encouraged businesses to adopt more efficient and digital-based service models. However, Rayya Creativa, an MSME in the book publishing sector in Purwokerto, still operates manually, especially in customer data recording, sales transactions, and customer communication. This situation causes slow service, buyer queues, and potential decreases in customer loyalty due to limited human resources and an unintegrated system. Previous studies have shown that the implementation of Customer Relationship Management (CRM) systems can significantly improve operational efficiency and customer loyalty. CRM can automate customer management, facilitate data analysis, and provide more personalized and responsive services. Moreover, CRM’s contribution to increasing customer loyalty in MSMEs has been recorded as high as 85.6%. This study develops a web-based CRM system using the Laravel framework as a solution to improve operational efficiency and customer loyalty at Rayya Creativa. The system is designed to perform operational, analytical, and collaborative functions according to CRM principles. Data collection was conducted through direct observation of business processes, interviews with company personnel, and questionnaires distributed to customers to measure the potential for repeat purchases if the CRM system is implemented. Test results show the system has a high success rate with a User Acceptance Test (UAT) score of 92.95%. Additionally, the projected Repeat Purchase Rate (RPR) increased from 60% to 85% after system implementation, indicating a 25% potential increase in customer loyalty. Thus, the developed CRM system has the potential to effectively improve service efficiency and sustain customer retention. | |
| 47247 | 50585 | C1A019008 | Analisis Faktor yang Memengaruhi Pendapatan UMKM Olahan Carica di Kabupaten Wonosobo Tahun 2024 | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh Izin P-IRT terhadap perbedaan tinggi rendahnya tingkat pendapatan UMKM, (2) pengaruh Modal terhadap pendapatan UMKM, (3) pengaruh Tenaga Kerja terhadap pendapatan UMKM, (4) pengaruh Lama Usaha terhadap pendapatan UMKM, (5) pengaruh Volume Penjualan terhadap pendapatan UMKM. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Subyek penelitian ini adalah pelaku UMKM olahan carica di Kabupaten Wonosobo sebanyak 56 pelaku usaha. Metode pengambilan sampel penelitian menggunakan simple random sampling. Teknik analisis data yang digunakan yaitu regresi linear berganda dengan transformasi logaritma natural (ln). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh negatif izin P-IRT terhadap perbedaan pendapatan yang diperoleh setiap UMKM. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung < t tabel (1,486 < 1,676), (2) terdapat pengaruh positif modal terhadap pendapatan. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung > t tabel (5,841 > 1,676), (3) terdapat pengaruh positif tenaga kerja terhadap pendapatan. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung > t tabel (2,569 > 1,676), (4) terdapat pengaruh negatif lama usaha terhadap pendapatan. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung < t tabel (0,736 < 1,676), (5) terdapat pengaruh positif volume penjualan terhadap pendapatan. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung > t tabel (2,956 > 1,676). Secara simultan, izin P-IRT, modal, tenaga kerja, lama usaha, dan volume penjualan tidak berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap pendapatan. Hal ini dibuktikan dengan nilai F hitung > F tabel (22,67 > 2,38). | This study aims to determine: (1) the effect of P-IRT permits on differences in the level of income of MSMEs, (2) the effect of capital on MSME income, (3) the effect of labor on MSME income, (4) the effect of business duration on MSME income, (5) the effect of sales volume on MSME income. This type of research is quantitative research with a descriptive approach. The subjects of this study were 56 carica processed MSMEs in Wonosobo Regency. The research sampling method used simple random sampling. The data analysis technique used was multiple linear regression with natural logarithm transformation (ln). The results of this study indicate that: (1) there is a negative effect of P-IRT permits on differences in income obtained by each MSME. This is evidenced by the calculated t value < t table (1.486 < 1.676), (2) there is a positive effect of capital on income. This is proven by the calculated t value > t table (5.841 > 1.676), (3) there is a positive influence of labor on income. This is proven by the calculated t value > t table (2.569 > 1.676), (4) there is a negative influence of the length of business on income. This is proven by the calculated t value < t table (0.736 < 1.676), (5) there is a positive influence of sales volume on income. This is proven by the calculated t value > t table (2.956 > 1.676). Simultaneously, P-IRT permits, capital, labor, length of business, and sales volume do not have a significant effect together on income. This is proven by the calculated F value > F table (22.67 > 2.38). | |
| 47248 | 50644 | J0B022027 | Pembuatan Buklet Profil Berbahasa Mandarin Sebagai Media Promosi Di Museum Pusaka Keraton Kasepuhan Cirebon | Indonesia adalah salah satu negara yang kaya akan keanekaragaman budaya dan secara tidak langsung menjadi sorotan di mata dunia. Kita harus menjaga dan merasa bangga atas kekayaan dan keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia. Salah satu tempat yang menyimpan kekayaan dan keanekaragaman budaya di Indonesia adalah Museum Pusaka Keraton Kasepuhan Cirebon, namun sayangnya belum semua wisatawan baik lokal maupun mancanegara terutama wisatawan berbahasa Mandarin dapat mengetahui informasi lengkap tentang museum ini. Hal ini disebabkan belum tersedianya media promosi berbahasa Mandarin bagi wisatawan yang berbahasa Mandarin di Museum Pusaka Keraton Kasepuhan Cirebon. Untuk itu peneliti ingin meneliti tentang pembuatan buklet profil berbahasa Mandarin sebagai media promosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan buklet profil berbahasa Mandarin dalam upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan berbahasa Mandarin ke Museum Pusaka Keraton Kasepuhan Cirebon. Lokasi penelitian di Cirebon, dengan mengunakan metode kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, metode dokumentasi, metode wawancara dan metode jelajah kerja internet. Penulis juga menggunakan metode penerjemahan komunikatif yang bertujuan untuk menghasilkan terjemahan yang akurat secara bahasa dan, sesuai dengan konteks budaya, serta pemahaman dari pembaca sasaran. sertateknik penerjemahan teknik deskripsi, Penggunaan teknik deskripsi membantu penulis untuk menerjemahkan istilah-istilah budaya yang terdapat dalam buklet profil. Dengan adanya buklet profil ini, maka informasi tentang Museum Pusaka Keraton Kasepuhan Cirebon dapat secara lengkap dipahami dan meningkatkan kunjungan wisatawan berbahasa Mandarin | Indonesia is a country rich in cultural diversity and is indirectly in the spotlight of the world. We must preserve and be proud of the richness and diversity of culture in Indonesia. One place that preserves the richness and diversity of culture in Indonesia is the Kasepuhan Palace Heritage Museum in Cirebon. However, unfortunately, not all tourists, both local and international, especially Mandarin-speaking tourists, can find complete information about this museum. This is due to the lack of Mandarin-language promotional media for Mandarin-speaking tourists at the Kasepuhan Palace Heritage Museum in Cirebon. Therefore, the researcher wanted to research the creation of a Mandarin-language profile booklet as a promotional media. This study aims to determine the role of the Mandarin-language profile booklet in efforts to increase visits by Mandarin-speaking tourists to the Kasepuhan Palace Heritage Museum in Cirebon. The research location is in Cirebon, using a descriptive qualitative method. The data collection methods used are observation, documentation, interviews, and internet browsing. The author also uses a communicative translation method that aims to produce a translation that is linguistically accurate and appropriate to the cultural context and understanding of the target readers. and descriptive translation techniques. The use of descriptive techniques helps the author translate cultural terms contained in the profile booklet. With this profile booklet, information about the Kasepuhan Palace Heritage Museum in Cirebon can be fully understood and increase visits by Mandarin-speaking tourists. | |
| 47249 | 50645 | J0B022045 | PENERAPAN METODE PENERJEMAHAN KOMUNIKATIF DALAM PENERJEMAHAN PROSEDUR KETENTUAN BAGASI BERBAHASA MANDARIN DI PT KERETA API INDONESIA DAOP 5 PURWOKERTO | PT Kereta Api Indonesia DAOP 5 Purwokerto hingga saat ini belum memiliki dokumen prosedur ketentuan bagasi dalam bahasa Mandarin, sehingga penumpang penutur bahasa Mandarin mengalami kesulitan dalam memahami dan mematuhi aturan sebelum melakukan perjalanan dengan kereta api. Penelitian ini bertujuan menghasilkan dokumen prosedur ketentuan bagasi berbahasa Mandarin yang mudah dipahami dan relevan, sehingga dapat meningkatkan kepuasan penumpang terhadap layanan PT KAI. Proses penerjemahan menerapkan metode penerjemahan komunikatif untuk memastikan pesan dari teks sumber tersampaikan secara jelas, kontekstual, dan mudah dipahami. Hasil penelitian berupa dokumen prosedur ketentuan bagasi berbahasa Mandarin yang dipublikasikan dalam dua bentuk, yaitu informasi digital melalui akun Instagram @ka1perjalananpwt dan buklet cetak yang tersedia di pusat informasi Stasiun DAOP 5 Purwokerto. Temuan ini menunjukkan bahwa metode penerjemahan komunikatif efektif dalam menyajikan informasi prosedur ketentuan bagasi yang sesuai konteks dan mudah diakses oleh penumpang penutur bahasa Mandarin. | PT Kereta Api Indonesia DAOP 5 Purwokerto does not yet provide baggage regulation documents in Mandarin, which causes Mandarin speaker passengers to experience difficulties in understanding and complying with the rules prior to train travel. This study aims to produce Mandarin language baggage regulation documents that are accessible and contextually relevant, thereby improving passenger satisfaction with PT KAI services. The communicative translation method was applied in the translation process to ensure that the meaning of the source text is delivered clearly, effectively, and in accordance with the context. The results of this study include Mandarin language baggage regulation documents published in two formats: digital information through the Instagram account @ka1perjalananpwt and printed booklets provided at the information center of DAOP 5 Purwokerto Station. The findings demonstrate that the application of the communicative translation method is effective in presenting clear and contextually appropriate information, thereby supporting the needs of Mandarin speaker passengers and contributing to better service quality at PT KAI (Persero) DAOP 5 Purwokerto. | |
| 47250 | 50646 | J0B022049 | Pembuatan Buklet Produk dan Layanan Berbahasa Mandarin di Samabe Bali Suites&Villas sebagai Media Informasi | Artikel ini berjudul “Pembuatan Buklet Produk dan Layanan Berbahasa Mandarin di Samabe Bali Suites&Villas sebagai Media Informasi”. Samabe Bali Suites&Villas merupakan salah satu resort mewah di Bali yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara, termasuk wisatawan penutur bahasa Mandarin. Namun, hingga saat ini belum tersedia media informasi berbahasa Mandarin mengenai produk dan layanan yang ditawarkan, sehingga wisatawan pengguna bahasa Mandarin mengalami kesulitan dalam memperoleh informasi. Tujuan dari artikel ini adalah menghasilkan buklet produk dan layanan berbahasa Mandarin sebagai media informasi yang memudahkan wisatawan dalam memahami produk serta meningkatkan kualitas pelayanan di Samabe Bali Suites&Villas. Penulis menggunakan tiga metode pengumpulan data, yaitu jelajah internet, observasi, dan wawancara. Pada proses penerjemahan teks buklet, penulis menggunakan metode penerjemahan komunikatif karena menekankan penyampaian makna dari bahasa sumber ke bahasa sasaran agar informasi dapat lebih mudah dipahami oleh wisatawan penutur bahasa Mandarin. Hasil dari laporan praktik kerja ini adalah buklet produk dan layanan berbahasa Mandarin dalam bentuk softfile yang diberikan kepada pihak Samabe Bali Suites&Villas. Hasil buklet tersebut kemudian dicetak dan disediakan di depan Te.Ja.Co Lounge&Bar. Buklet tersebut ditujukan untuk wisatawan pengguna bahasa Mandarin guna memberikan akses informasi yang lebih baik terkait produk dan layanan di Samabe Bali Suites&Villas. | This article is titled “The Development of a Mandarin Product and Service Booklet as an Information Medium at Samabe Bali Suites & Villas.” Samabe Bali Suites & Villas is a luxury resort in Bali that attracts many international tourists, including Mandarin-speaking visitors. However, there is currently no Mandarin-language information medium available regarding the resort's products and services. As a result, Mandarin-speaking tourists face difficulties in accessing information during their stay. The aim of this article is to produce a Mandarin-language product and service booklet that serves as an informational tool to help Mandarin-speaking tourists better understand the resort’s offerings and to improve the quality of service at Samabe Bali Suites & Villas. The writer employed three data collection methods: internet research, observation, and interviews. In translating the booklet content, the writer used the communicative translation method, which focuses on conveying the meaning from the source language to the target language in a way that is easy for Mandarin-speaking tourists to understand. The final result of this project is a Mandarin-language product and service booklet, provided both in digital format and printed copies, which are made available at the Te.Ja.Co Lounge & Bar. The booklet is specifically intended to provide better access to information for Mandarin-speaking guests regarding the products and services offered at Samabe Bali Suites&Villas. | |
| 47251 | 50647 | H1A022019 | ANALISIS KINERJA MODEL RANDOM FOREST, EXTRA TREES, DAN XGBOOST DALAM PREDIKSI NILAI DAYA LISTRIK | Kemajuan teknologi 4.0 telah membawa perubahan signifikan di berbagai sektor, termasuk bidang industri, melalui penerapan machine learning (ML) yang mampu meningkatkan efisiensi serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat. Salah satu permasalahan penting dalam sektor energi adalah prediksi nilai daya listrik yang akurat untuk mendukung efisiensi operasional dan pemantauan energi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja tiga algoritma ensemble learning, yaitu Random Forest, Extra Trees, dan XGBoost, dalam memprediksi nilai daya listrik berdasarkan data primer yang diperoleh dari powermeter. Dataset yang digunakan berjumlah 3100 data yang memuat parameter listrik berupa daya, tegangan, arus, frekuensi, dan faktor daya. Penggunakan metode Split Data serta K-Fold Cross Validation (5-Fold dan 10-Fold). Evaluasi kinerja dilakukan menggunakan lima metrik regresi, yaitu MAPE, MAE, MSE, RMSE dan R². Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga model memiliki performa yang sangat baik dengan nilai MAPE < 1% dan R² > 0,98. Di antara ketiganya, Random Forest Regression menghasilkan kinerja terbaik dengan nilai error terendah dan R² tertinggi (0.9914) pada validasi 5-Fold, sehingga terbukti lebih unggul dibandingkan Extra Trees dan XGBoost. Saran penelitian selanjutnya adalah memperluas variasi dataset serta mengintegrasikan model terbaik ke dalam sistem monitoring energi real-time berbasis IoT guna mendukung implementasi industri cerdas. | The Advances 4.0 technology have brought significant changes to various sectors, including industry, through the application of machine learning (ML), which can improve efficiency and support more accurate decision-making. One important issue in the energy sector is the prediction of accurate electricity values to support operational efficiency and energy monitoring. This study aims to compare the performance of three ensemble learning algorithms, namely Random Forest, Extra Trees, and XGBoost, in predicting electrical power values based on primary data obtained from power meters. The dataset used consists of 3100 data points containing electrical parameters such as power, voltage, current, frequency, and power factor. The Split Data method and K-Fold Cross Validation (5-Fold and 10-Fold) were used. Performance evaluation was carried out using five regression metrics, namely MAPE, MAE, MSE, RMSE, and R². The results showed that all three models performed very well with MAPE values < 1% and R² > 0.98. Among the three, Random Forest Regression produced the best performance with the lowest error value and the highest R² (0.9914) in 5-Fold validation, proving to be superior to Extra Trees and XGBoost. Further research suggestions include expanding the dataset variation and integrating the best model into an IoT-based real-time energy monitoring system to support smart industry implementation. | |
| 47252 | 50648 | C1A021029 | Analisis Tingkat Kepemilikan Rumah di Indonesia Tahun 2010-2023 | Kepemilikan rumah di Indonesia masih menjadi isu penting, ditandai dengan backlog perumahan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Jumlah Penduduk, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Inflasi, dan Persentase Kepala Rumah Tangga terhadap Kepemilikan Rumah di Indonesia. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk 33 provinsi selama periode 2010–2023, dianalisis menggunakan regresi data panel dengan model Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jumlah Penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepemilikan rumah, mencerminkan peningkatan kebutuhan hunian seiring pertambahan penduduk. Inflasi dan Persentase Kepala Rumah Tangga berpengaruh negatif signifikan, karena kenaikan harga dan laju pembentukan rumah tangga baru yang tidak diimbangi kemampuan finansial menurunkan tingkat kepemilikan rumah. PDRB tidak berpengaruh signifikan, menandakan pertumbuhan ekonomi daerah belum sepenuhnya mencerminkan kemampuan masyarakat membeli rumah. Secara kolektif, keempat variabel tersebut berperan signifikan dalam menjelaskan variasi kepemilikan rumah antarwilayah. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya kebijakan perumahan yang memperhatikan kondisi demografi dan stabilitas harga, perluasan akses kredit rumah, serta strategi industri properti yang menyesuaikan penawaran dengan kemampuan masyarakat. Keterbatasan penelitian meliputi tidak diperhitungkannya faktor eksternal makroekonomi, pandemi Covid-19, perubahan kebijakan pemerintah, dan perilaku individu rumah tangga, yang dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya. | Home ownership in Indonesia remains a critical issue, marked by a high housing backlog. This study aims to analyze the effects of Population, Gross Regional Domestic Product (GRDP), Inflation, and Household Head Percentage on Home Ownership in Indonesia. Secondary data were obtained from the Central Bureau of Statistics and the Ministry of Public Works and Housing for 33 provinces during 2010–2023, analyzed using panel data regression with the Fixed Effect Model (FEM). The results indicate that Population has a positive and significant effect on home ownership, reflecting an increased demand for housing as population grows. Inflation and Household Head Percentage have a significant negative effect, as rising prices and the formation of new households without proportional financial capacity reduce overall home ownership levels. GRDP does not show a significant effect, suggesting that regional economic growth does not fully translate into the ability to purchase homes. Collectively, these four variables significantly explain the variation in home ownership across regions. The study implies the need for housing policies that consider demographic conditions and price stability, expand access to home ownership credit, and guide the property industry in adjusting supply according to market affordability. The study’s limitations include the exclusion of external macroeconomic factors, the COVID-19 pandemic, government policy changes, and household behavior, which could serve as directions for future research. | |
| 47253 | 50649 | J0A022043 | Creating a Bilingual Content Website for Banyumas Cluster of PT. Palawi Risorsis Baturaden | Laporan praktik kerja berjudul “Creating a Bilingual Content Website for Banyumas Cluster of PT. Palawi Risorsis Baturaden” disusun berdasarkan program magang yang dilaksanakan di PT. Palawi Risorsis Baturaden pada 6 Agustus hingga 20 Desember 2024 di divisi pemasaran dan ticketing. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah pengembangan situs web konten dwibahasa (Indonesia–Inggris) untuk menyediakan informasi yang lebih jelas dan mudah diakses bagi pengunjung domestik maupun internasional. Proses pengembangan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Pada tahap pra-produksi dilaksanakan observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi di lima lokasi wisata (Baturraden, Limpakuwus, Cipendok, Dieng, dan Gombong Selatan) guna mengidentifikasi kebutuhan pengunjung. Tahap produksi mencakup penulisan konten dan perancangan desain, sedangkan tahap pasca-produksi mencakup publikasi, pemantauan, serta persiapan pemeliharaan. Situs web dibuat menggunakan platform Carrd dan dirancang dengan teks dwibahasa yang disusun berdasarkan lokasi wisata, tipografi yang jelas untuk meningkatkan keterbacaan, serta elemen visual berupa logo, video promosi, dan foto-foto yang mencerminkan identitas Palawi. Skema warna yang didominasi hijau dan biru digunakan untuk melambangkan keharmonisan dengan alam, kepercayaan, dan kejelasan. Aktivitas utama yang dilakukan adalah penyusunan dan penyempurnaan konten dwibahasa, memerlukan ketelitian, konsistensi, dan kesesuaian dengan standar komunikasi perusahaan. Kendala berupa keterbatasan platform, tumpang tindih tanggung jawab, serta miss-comunication dalam desain diatasi melalui kolaborasi dan adaptasi. Hasilnya, situs web dwibahasa berhasil diluncurkan dan ditautkan pada Instagram Palawi, sehingga akses terhadap informasi yang dapat ditingkatkan dan memperkuat digital dari perusahaan. Aktivitas dominan dalam proses produksi yaitu penyusunan dan penyempurnaan konten dwibahasa. Ketelitian dan kejelasan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sangat diperlukan untuk menjamin konsistensi, keterbacaan, dan kesesuaian dengan standar. Berdasarkan masukan yang diterima, revisi dan penyesuaian dilakukan secara berkelanjutan, sehingga aktivitas ini menjadi bagian paling penting sekaligus paling menyita waktu dalam pencapaian tujuan proyek. | This job training report entitled “Creating a Bilingual Content Website for Banyumas Cluster of PT. Palawi Risorsis Baturaden” is based on an internship program conducted at PT. Palawi Risorsis Baturaden from August 6 to December 20, 2024, in the Marketing and Ticketing Division. The main objective was to create a bilingual (Indonesian–English) content website to provide clear and more accessible information for domestic and international visitors. The creation of the website was carried out in three stages: pre-production, production and post-production. During the pre-production stage, field observations, interviews and documentation were conducted at five tourist sites (Baturraden, Limpakuwus, Cipendok, Dieng and Gombong Selatan) to identify visitor needs. During the production stage, content writing, and design structuring were implemented, while publication, monitoring and maintenance preparation were conducted during the post-production stage. The website was created using Carrd platform and designed with bilingual text arranged by site location, clear typography for readability, and visual elements such as logos, promotional videos, and photographs reflecting Palawi's branding. A colour scheme dominated by green and blue was applied to symbolise harmony with nature, trust, and clarity. The main task was preparing and refining the bilingual content, which required accuracy, consistency and alignment with company standards. Despite platform limitations, overlapping responsibilities and design miscommunication, solutions were found through collaboration and adaptation. As a result, the bilingual website was successfully launched and linked to Palawi’s official Instagram account, enhancing access to reliable information and strengthening the company's digital presence. The dominant activity in the production process is the preparation and improvement of bilingual content. Accuracy and clarity in Indonesian and English are necessary to ensure consistency, readability, and alignment with communication standards, making these activities crucial. Based on feedback, continuous revisions and adjustments are made, meaning these activities are the most important and time-consuming in achieving the project objectives. | |
| 47254 | 50652 | A1D021083 | STUDI POPULASI Spodoptera frugiperda JE Smith (Lepidoptera: Noctuidae) DAN SERANGGA YANG BERASOSIASI PADA TANAMAN JAGUNG DI KABUPATEN PURBALINGGA, BANYUMAS, DAN CILACAP | Jagung (Zea mays) merupakan tanaman strategis bernilai ekonomi tinggi di Indonesia, namun budidayanya terkendala serangan hama invasif ulat grayak (Spodoptera frugiperda). Penelitian ini bertujuan mengetahui: (i) tingkat serangan S. frugiperda, (ii) presentase kerusakan tanaman, (iii) keanekaragaman serangga hama dan musuh alami, serta (iv) hubungan populasi dan kerusakan dengan agroklimatik di eks-Karesidenan Banyumas (Purbalingga, Banyumas, Cilacap). Survei dengan random sampling pola "W" dilakukan di enam lahan pada tiga kabupaten bervariasi ketinggian. Analisis data mencakup deskriptif, regresi, korelasi, dan Principal Components Analysis (PCA) Biplot. Hasil menunjukkan populasi dan kerusakan tertinggi di Desa Karanganyar, Cilacap (249 individu; 54%) dengan suhu 29.5°C, kelembapan 81%, dan angin 11.9 satuan. Populasi dan serangan meningkat seiring penurunan ketinggian, kenaikan suhu, dan kecepatan angin. Kerusakan bervariasi: ringan di Serang (Purbalingga) dan Ciberem (Banyumas) (0–27%/minggu), serta berat di Karanganyar (2–54%/minggu). Keanekaragaman hama (4-5 spesies) berfluktuasi antar-lokasi, sedangkan musuh alami stabil (8 spesies) dan berkorelasi negatif dengan S. frugiperda. Suhu dan angin berpengaruh positif terhadap peningkatan populasi dan kerusakan, sementara kelembapan berkorelasi negatif. | Corn (Zea mays) is a strategic crop with high economic value in Indonesia, but its cultivation is hampered by attacks from the invasive fall armyworm (Spodoptera frugiperda). This study aims to determine: (i) the level of S. frugiperda infestation, (ii) the percentage of crop damage, (iii) the diversity of pest insects and natural enemies, and (iv) the relationship between population and damage with agroclimatic conditions in the former Banyumas Residency (Purbalingga, Banyumas, Cilacap). A survey using random sampling with a “W” pattern was conducted on six plots across three districts with varying elevations. Data analysis included descriptive, regression, correlation analyses, and Principal Components Analysis (PCA) Biplot. Results showed the highest population and damage in Karanganyar Village, Cilacap (249 individuals; 54%) with a temperature of 29.5°C, humidity of 81%, and wind speed of 11.9 units. Population and damage increased with decreasing elevation, rising temperature, and wind speed. Damage varied: light in Serang (Purbalingga) and Ciberem (Banyumas) (0–27%/week), and severe in Karanganyar (2–54%/week). Pest diversity (4-5 species) fluctuates between locations, while natural enemies remain stable (8 species) and negatively correlated with S. frugiperda. Temperature and wind positively influence population increases and damage, while humidity is negatively correlated. | |
| 47255 | 50651 | A1A019004 | PENGARUH SOCIAL MEDIA MARKETING DAN CONTENT MARKETING TERHADAP MINAT BELI PRODUK BENIH SERIBUAN | Seiring dengan perkembangan zaman, minat belanja online di Indonesia semakin meningkat, terutama di tengah situasi saat ini, yang membuat masyarakat lebih percaya untuk bertransaksi di marketplace atau platform e-commerce. Maka dari itu para pelaku usaha harus dituntut memiliki ciri khas sendiri untuk menarik konsumen, untuk itu diperlukan inovasi pemasaran khususnya dalam media social sebagai sarana yang dapat digunakan untuk meningkatkan penjualan dan perluasan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik konsumen Benih Seribuan dan mengetahui pengaruh social media marketing dan content marketing terhadap minat beli produk Benih Seribuan. Metode dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan selama bulan Februari hingga Maret 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah Followers Benih Seribuan dan konsumen yang pernah membeli produk Benih Seribuan. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dengan bantuan aplikasi program SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik konsumen Benih Seribuan, ditemukan mayoritas konsumen adalah anak muda hingga dewasa sebanyak 62%, dengan latar belakang pekerjaan yang beragam, namun mempunyai kesamaan hobi atau ketertarikan pada kegiatan berkebun atau menanam. Hasil penelitian menunjukan Social media marketing dan content marketing memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli produk Benih Seribuan dan berdasarkan nilai koefisien regresi, content marketing menunjukkan pengaruh yang lebih dominan dibanding social media marketing, artinya upaya yang dilakukan Benih Seribuan dalam memanfaatkan platform media sosial untuk berinteraksi dengan konsumen, serta menciptakan konten yang relevan dan menarik (seperti tips berkebun, tutorial, atau informasi produk), terbukti efektif dalam menumbuhkan keinginan calon pembeli untuk memiliki produknya. | With the changing times, interest in online shopping in Indonesia is increasing, especially amidst the current situation, which has made people more trusting in transactions on marketplaces or e-commerce platforms. Therefore, businesses must develop their own unique characteristics to attract consumers. Marketing innovation, particularly in social media, is needed as a tool to increase sales and expand the market. This study aims to determine the characteristics of Benih Seribuan consumers and the influence of social media marketing and content marketing on purchasing interest in Benih Seribuan products. The research method used is a case study. The research was conducted from February to March 2025. The population consisted of Benih Seribuan followers and consumers who had previously purchased Benih Seribu products. The sample size was 100 respondents selected using a purposive sampling technique. Data collection was conducted by distributing questionnaires to respondents. The data analysis method used in this study was multiple linear regression analysis with the help of the SPSS program. The results of the study show that the characteristics of Benih Seribuan consumers, found that the majority of consumers are young people to adults as much as 62%, with diverse work backgrounds, but have the same hobby or interest in gardening or planting activities. The results of the study show that social media marketing and content marketing have a significant influence on the interest in purchasing Benih Seribuan products and based on the regression coefficient value, content marketing shows a more dominant influence than social media marketing, meaning that Benih Seribuan efforts in utilizing social media platforms to interact with consumers, as well as creating relevant and interesting content (such as gardening tips, tutorials, or product information), have proven effective in growing the desire of potential buyers to own their products. | |
| 47256 | 50655 | A1D021107 | Uji Empat Bakteri Endofit sebagai Pengimbas Ketahanan Tanaman Pisang terhadap Infeksi Banana Bunchy Top Virus (BBTV) | Penyakit kerdil pisang merupakan salah satu penyakit yang umumnya menginfeksi tanaman pisang dan disebabkan oleh Banana bunchy top virus (BBTV) dan ditularkan melalui vektor kutu daun pisang Pentalonia nigronervosa. Salah satu pengendalian yang dapat digunakan ialah dengan aplikasi bakteri endofit sebagai pengimbas ketahanan. Salah satu cara yang digunakan ialah dengan penyiraman larutan bakteri endofit pada sekitar perakaran tanaman. Beberapa bakteri endofit yang terindikasi mampu menekan infeksi dan meningkatkan ketahanan tanaman pisang terhadap infeksi BBTV diantaranya Bacillus sp., Serratia sp., Enterobacter sp., dan Stenotrophomonas sp. Penelitian ini dilakukan di Screenhouse dan Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, mulai Januari-Juli 2025. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan faktor dua kultivar pisang Cavendish dan Kepok dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Variable pengamatan terdiri atas parameter patosistem (masa inkubasi, intensitas penyakit), parameter agronomis (tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun dan warna daun), serta parameter ketahanan (perubahan biokimia tanaman, perubahan fisiologi tanaman dan nilai AUDPC). Hasil penelitian diperoleh yaitu 1. Aplikasi empat bakteri endofit tidak berpengaruh nyata pada parameter agronomis, tetapi pada parameter fisiologi dan biokimia terdapat perbedaan nyata dengan perlakuan kontrol walaupun tidak pada semua aspek; 2. Aplikasi bakteri endofit Stenotrophomonas sp. memiliki keefektivitasan tertinggi dalam meningkatkan ketahanan tanaman pisang. | Banana dwarf disease is a disease that commonly infects banana plants and is caused by Banana bunchy top virus (BBTV) and transmitted by the banana aphid vector Pentalonia nigronervosa. One control method that can be used is the application of endophytic bacteria as a resistance inducer. One method used is by watering the endophytic bacteria solution around the plant roots. Several endophytic bacteria indicated to be able to suppress infection and increase the resistance of banana plants to BBTV infection include Bacillus sp., Serratia sp., Enterobacter sp., and Stenotrophomonas sp. The purpose of this study was to determine the role of four endophytic bacteria in the resistance of banana plants infected with BBTV and to determine the potential of four endophytic bacteria in banana plant growth. This research was conducted at the Screenhouse and Plant Protection Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, from January to July 2025. The experimental design used in this study was a Completely Randomized Design with two factors, Cavendish and Kepok banana cultivars with 6 treatments and 4 replications. The results showed that Bacillus sp. bacteria were able to increase the content of plant peroxidase enzymes, Serratia sp. bacteria could increase the chlorophyll content in leaves, Enterobacter sp. bacteria were able to reduce the intensity of disease in Cavendish cultivars and Stenotrophomonas sp. bacteria were able to reduce the intensity of disease and AUDPC values by increasing the content of phenolic compounds, saponins and tannins as secondary metabolites of banana plants infected with BBTV. | |
| 47257 | 50653 | H1B021048 | Studi Parametrik Perkuatan Daerah Momen Negatif Balok T-Beton Bertulang dengan Steel Wire Rope (SWR) dan Tulangan Tekan | Kegagalan struktur disebabkan oleh berbagai macam faktor, salah satunya ialah perubahan fungsi bangunan tersebut dan peningkatan beban. Kegagalan struktur dapat menyebabkan keruntuhan suatu bangunan. Salah satu upaya pencegahan kerusakan adalah dengan melakukan perkuatan struktur untuk memperkuat elemen struktur lama yang sudah tidak memenuhi persyaratan, salah satunya yaitu dengan memperkuat pada daerah momen negatif menggunakan steel wire rope. Perkuatan struktur dengan steel wire rope diharapkan dapat meningkatkan kinerja struktural dari balok beton bertulang tampang T. Penelitian ini bertujuan untuk mengembakan penelitian eksperimental yang telah dilakukan dengan studi paramterik untuk mengetahui pengaruh variasi perlakuan pada benda uji diantaranya diameter steel wire rope, mutu layer mortar, dan kuat tekan beton dengan pendekatan elemen hingga menggunakan software ATENA. Hasil yang dibandingkan adalah perilaku lentur balok yaitu kapasitas beban lentur, daktilitas, kekakuan, penyerapan energi, dan pola keretakan pada balok. Penelitian ini menggunakan 17 benda uji yaitu CB (balok tanpa perkuatan), SB1 (balok dengan perkuatan SWR), SB2 (balok dengan perkuatan SWR dan tulangan tekan) SB1-4D8 (Balok dengan perkuatan SWR diameter 8 mm), SB2-4D8 (Balok dengan perkuatan SWR diameter 8 mm dan tulangan tekan), SB1-4D12 (Balok dengan perkuatan SWR diameter 12 mm), SB2-4D12 (Balok dengan perkuatan SWR diameter 12 mm dan tulangan tekan), SB1-35 (Balok perkuatan satu dengan mutu layer mortar 35 MPa), SB2-35 (Balok perkuatan dua dengan mutu layer mortar 35 MPa), SB1-65 (Balok perkuatan satu dengan mutu layer mortar 65 MPa), SB2-65 (Balok perkuatan dua dengan mutu layer mortar 65 MPa), CB-17,5 (Balok tanpa perkuatan dengan kuat tekan beton 17,5 MPa), CB-60 (Balok tanpa perkuatan dengan kuat tekan 60 MPa), SB1-17,5 (Balok perkuatan satu dengan kuat tekan 17,5 MPa), SB2-17,5 (Balok perkuatan dua dengan kuat tekan 17,5 Mpa), SB1-60 (Balok perkuatan satu dengan kuat tekan 60 MPa) dan SB2- 60 (Balok perkuatan dua dengan kuat tekan 60 MPa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi perlakuan pada benda uji dapat meningkatkan kapasitas beban lentur, daktilitas ultimit, kekakuan awal, dan penyerapan energi tetapi mengalami penurunan daktilitas ultimit dan failure. Pola keretakan yang terjadi secara umum adalah kombinasi retak lentur geser. Pada variasi diameter SWR, penggunaan material SWR berdampak paling signifikan pada peningkatan kapasitas beban lenturnya hingga 217% pada benda uji SB2-4D12. | Structural failure is caused by various factors, one of which is changes in the function of the building and increased loads. Structural failure can cause a building to collapse. One way to prevent damage is to reinforce the structure to strengthen old structural elements that no longer meet requirements, one of which is by reinforcing the negative moment area using steel wire rope and compression reinforcement. Structural reinforcement with steel wire rope is expected to improve the structural performance of T-shaped reinforced concrete beams. This study aims to develop experimental research that has been conducted with parametric studies to determine the effect of treatment variations on test objects, including steel wire rope diameter, mortar layer quality, and concrete compressive strength using a finite element approach using ATENA software. The results compared were the flexural behavior of the beams, namely flexural load capacity, ductility, stiffness, energy absorption, and crack patterns in the beams. This study used seventeen test specimens, namely CB (unstrengthened beam), SB1 (strengthened beam with SWR reinforcement), SB2 (strengthened beam with SWR reinforcement and compression reinforcement) SB1-4D8 (strengthened beam one with 8 mm diameter SWR reinforcement), SB2-4D8 (strengthened beam two with 8 mm diameter SWR reinforcement and compression reinforcement), SB1-4D12 (strengthened beam one with 12 mm diameter SWR reinforcement), SB2-4D12 (strengthened beam two with 12 mm diameter SWR reinforcement and compression reinforcement), SB1-35 (strengthened beam one with mortar layer strength of 35 MPa), SB2-35 (strengthened beam two with mortar layer strength of 35 MPa), SB1-65 (strengthened beam one with mortar layer strength of 65 MPa), SB2-65 (strengthened beam two with mortar layer strength of 65 MPa), CB-17.5 (unstrengthened beam with concrete compressive strength of 17.5 MPa), CB-60 (unstrengthened beam with compressive strength of 60 MPa), SB1-17.5 (strengthened beam one with compressive strength of 17.5 MPa), SB2-17.5 (strengthened beam two with compressive strength of 17.5 MPa), SB1-60 (strengthened beam one with compressive strength of 60 MPa) and SB2-60 (strengthened beam two with compressive strength of 60 MPa). The results showed that variations in the treatment of the test specimens could increase the flexural load capacity, ultimate ductility, initial stiffness, and energy absorption but resulted in a decrease in ultimate ductility and failure. The fracture pattern that occurred in general was a combination of shear flexural cracks. In the SWR diameter variation, the use of SWR material had the most significant impact on increasing the flexural load capacity by up to 217% in the SB2-4D12 test specimen. | |
| 47258 | 50656 | D1A021156 | Hubungan antara suhu,kelembaban dengan bobot badan dan mortalitas antara lantai 1,2 dan 3 | Sistem kandang bertingkat semakin populer dalam industri peternakan ayam broiler karena efisiensi penggunaan lahan dan kapasitas produksi yang lebih besar. Namun, perbedaan kondisi mikroklimat pada setiap tingkat lantai dapat mempengaruhi parameter lingkungan seperti suhu dan kelembaban yang berdampak pada performa dan mortalitas ayam. Masalah utama yang dihadapi peternak adalah tingginya variasi mortalitas antar lantai yang sulit diprediksi dan dikendalikan. Penelitian mengenai hubungan spesifik antara parameter lingkungan dengan mortalitas pada sistem kandang bertingkat masih terbatas, padahal informasi ini penting untuk optimalisasi manajemen pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara suhu, kelembaban, dengan bobot badan dan mortalitas ayam pedaging pada sistem kandang bertingkat tiga lantai. Metode penelitian eksperimental dengan materi 66000 ekor ayam broiler yang ditempatkan pada kandang bertingkat tiga lantai dengan 22000 ekor per lantai. Parameter yang diukur meliputi suhu, kelembaban, bobot badan, dan mortalitas harian. Data dianalisis menggunakan analisis regresi berganda dengan SPSS untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap mortalitas pada setiap lantai. Pengambilan data dilakukan selama periode pemeliharaan lengkap dengan pengukuran parameter lingkungan secara kontinu. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan tingkat mortalitas antar lantai, dengan lantai 2 memiliki mortalitas terendah (2,70%), lantai 1 sebesar (5,50) %, dan lantai 3 tertinggi (24,30%). Analisis regresi menunjukkan bahwa kelembaban berpengaruh signifikan terhadap mortalitas pada lantai 3 dengan koefisien determinasi tertinggi (24,3%). BB bervariasi ekstrem antar lantai, dengan lantai 3 mencapai 88 gram, lantai 2 sebesar 82,71 gram, dan lantai 1 sebesar 81,57-gram pada periods starter. Kesimpulannya sistem kandang bertingkat menunjukkan karakteristik mikroklimat yang berbeda pada setiap tingkat dengan implikasi yang signifikan terhadap mortalitas ayam broiler. Kelembaban merupakan faktor lingkungan yang paling konsisten mempengaruhi mortalitas, terutama pada lantai atas. | Multi-story cage systems are becoming increasingly popular in the broiler chicken farming industry due to their efficient use of land and greater production capacity. However, differences in microclimate conditions on each floor level can affect environmental parameters such as temperature and humidity, which impact chicken performance and mortality. The main problem faced by farmers is the high variation in mortality between floors that is difficult to predict and control. Research on the specific relationship between environmental parameters and mortality in multi-story cage systems is still limited, even though this information is important for optimizing rearing management. This study aims to analyze the relationship between temperature, humidity, body weight, and mortality of broiler chickens in a three-story multi-story cage system. An experimental research method with 66,000 broiler chickens housed in a three-story multi-story cage with 22,000 chickens per floor. Parameters measured included temperature, humidity, body weight gain, and daily mortality. Data were analyzed using multiple regression analysis with SPSS to determine the effect of independent variables on mortality on each floor. Data collection was carried out throughout the complete rearing period with continuous measurement of environmental parameters. The results showed significant differences in mortality rates between floors, with floor 2 having the lowest mortality (2.70%), floor 1 at (5.50)%, and floor 3 the highest (24.30%). Regression analysis showed that humidity significantly influenced mortality on floor 3 with the highest coefficient of determination (24.3%). BW varied significantly between floors, with floor 3 reaching 88 grams, floor 2 at 82.71 grams, and floor 1 at 81.57 grams during the starter period. In conclusion, the multi-level cage system showed different microclimate characteristics at each level with significant implications for broiler mortality. Humidity was the environmental factor that most consistently influenced mortality, especially on the upper floors | |
| 47259 | 50657 | A1A021054 | ANALISIS TREN IMPOR BERAS DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI IMPOR BERAS DI INDONESIA TAHUN 2020-2024 | Beras merupakan makanan pokok utama bagi masyarakat di Indonesia dan juga termasuk produk pangan yang dikhususkan oleh pemerintah untuk dijaga ketahanan pangannya, oleh sebab itu ketika permintaan beras tidak terpenuhi dari produksi dalam negeri maka pemerintah melakukan kebijakan impor. Volume impor beras Indonesia tahun 2020-2024 mengalami peningkatan yang signifikan. Namun produksi beras mengalami penurunan dan konsumsi beras terus mengalami peningkatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) Mengetahui tren volume impor beras di Indonesia selama 5 tahun terakhir; 2) Meramalkan volume impor beras di Indonesia pada 24 bulan mendatang (2025-2026); 3) Menganalisis pengaruh faktor produksi beras Indonesia, konsumsi beras Indonesia, harga beras domestik, harga beras internasional, dan kurs rupiah terhadap dollar AS terhadap impor beras di Indonesia. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu berupa data time series atau deret waktu dengan periode waktu bulan Januari tahun 2020 sampai bulan Desember tahun 2024. Data sekunder diperoleh melalui lembaga resmi seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Pertanian, World Bank, Trade Map, dan berbagai artikel maupun media yang terkait dengan impor beras di Indonesia. Analisis data yang digunakan yaitu analisis tren menggunakan analisis deskriptif, analisis proyeksi (forecasting) menggunakan metode ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average), dan analisis faktor yang menggunakan regresi linier berganda. Data dalam penelitian ini diolah menggunakan IBM SPSS Statistic 24 dan Minitab Statistical Software 22. Hasil penelitian menunjukan bahwa tren volume impor beras Indonesia secara keseluruhan menunjukkan bahwa periode 2020–2022 relatif stabil dengan volume impor rendah hingga sedang, sedangkan periode 2023–2024 mengalami lonjakan yang signifikan. Hasil peramalan (forecasting) volume impor beras Indonesia dengan model terbaik ARIMA (2,1,4) diproyeksikan mengalami tren peningkatan yang cukup signifikan, periode Januari 2025 berada pada 622.386 ton hingga yang tertinggi yaitu bulan Desember 2026 sebesar 1.642.796 ton. Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi volume impor beras Indonesia adalah produksi beras, harga beras domestik, dan harga beras internasional. | Rice constitutes the primary staple food for the Indonesian population and represents a strategic commodity prioritized by the government in ensuring national food security. Consequently, when domestic production is insufficient to meet national demand, rice importation becomes a policy instrument adopted by the government. The volume of rice imports in Indonesia exhibited a significant increase during the period 2020–2024, characterized by declining domestic production alongside a continuous rise in consumption. This study is intended to: (1) examine the trend of rice import volumes in Indonesia over the past five years; (2) forecast rice import volumes for the subsequent 24 months (2025–2026); and (3) analyze the influence of rice production, rice consumption, domestic rice prices, international rice prices, and the exchange rate of the Indonesian rupiah against the United States dollar on rice imports. The research employs a descriptive quantitative design. The study utilizes secondary data in the form of monthly time series covering the period from January 2020 to December 2024. The data were obtained from authoritative institutions such as Statistics Indonesia (BPS), the Ministry of Agriculture, the World Bank, Trade Map, as well as relevant academic articles and media sources related to rice imports in Indonesia. The analytical methods applied consist of trend analysis using descriptive statistics, projection analysis (forecasting) employing the ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average) model, and factor analysis using multiple linear regression. Data processing was conducted with IBM SPSS Statistics 24 and Minitab Statistical Software 22. The findings demonstrate that Indonesia’s rice import volumes remained relatively stable at low to moderate levels during 2020–2022, followed by a sharp increase in 2023–2024. The forecasting results, based on the best-fitting ARIMA (2,1,4) model, project a substantial upward trend, with import volumes estimated at 622.386 tons in January 2025 and reaching 1.642.796 tons by December 2026. Furthermore, the multiple linear regression analysis indicates that the key factors influencing rice import volumes in Indonesia are rice production, domestic rice prices, and international rice prices. | |
| 47260 | 50658 | A1D021134 | Aplikasi Bioaktivator Alami Kotoran Kambing dan Tongkol Jagung dalam Proses Pengomposan Kotoran Ternak | Produktivitas tanaman jagung sangat bergantung pada ketersediaan hara yang cukup dan seimbang di dalam tanah. Pupuk organik dapat dikombinasikan dengan pupuk anorganik seperti N, P, K untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Penggunaan bioaktivator dapat mempercepat proses pengomposan. Bioaktivator dapat berasal dari mikroorganisme lokal tongkol jagung ataupun kotoran kambing yang dapat menjadi bahan pengurai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor. Faktor pertama, yaitu bahan kompos (K1 = Kotoran sapi dan K2 = Kotoran kambing), serta faktor kedua, yaitu jenis bioaktivator (B1 = Kotoran kambing, B2 = Tongkol jagung, B3 = dekomposer pabrikan). Variabel yang diamati meliputi kualitas kompos dan hasil tanaman jagung manis. Kedua faktor dikombinasikan menjadi 6 perlakuan dan 3 ulangan. Analisis data dilakukan menggunakan Analisis Sidik Ragam pada taraf kepercayaan 95%. Apabila antarperlakuan terdapat hasil yang berbeda nyata, maka akan dilakukan uji dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Variabel yang diamati adalah suhu saat proses pengomposan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kotoran kambing menunjukkan kestabilan suhu yang lebih cepat, mengindikasikan bahwa proses dekomposisi telah lebih tuntas dan kompos lebih mendekati kondisi matang. | Corn productivity is highly dependent on the availability of sufficient and balanced nutrients in the soil. Organic fertilizers can be combined with inorganic fertilizers such as N, P, K to enhance plant growth. The use of bioactivators can accelerate the composting process. Bioactivators can be derived from local microorganisms in corn cobs or goat manure, which can serve as decomposing agents. The study used a randomized block design with two factors. The first factor was compost material (K1 = cow manure and K2 = goat manure), and the second factor was the type of bioactivator (B1 = goat manure, B2 = corn cobs, B3 = manufactured decomposer). The variables observed included compost quality and sweet corn yield. The two factors were combined2 into 6 treatments and 3 replicates. Data analysis was performed using Analysis of Variance at a 95% confidence level. If there were significant differences between treatments, the Duncan Multiple Range Test (DMRT) was performed at a 95% confidence level. The variable observed was the temperature during the composting process. The results showed that goat manure exhibited faster temperature stability, indicating that the decomposition process was more complete and the compost was closer to maturity |