Artikelilmiahs
Menampilkan 47.301-47.320 dari 48.726 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 47301 | 50703 | H1E021060 | USULAN STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS OLAHAN NANAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE BUSINESS MODEL CANVAS DAN SWOT | Di tengah persaingan ketat sektor olahan nanas di Purbalingga yang mengalami kejenuhan produk konvensional, UMKM Almeidah Food melakukan inovasi strategis dengan menciptakan Sambal Nanas untuk mampu menghadapi tantangan persaingan bisnis olahan nanas. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pemetaan model bisnis produk sambal , menganalisis strategi bisnis , dan memberikan usulan strategi pengembangan bisnis produk sambal nanas Almeidah Food. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Business Model Canvas (BMC) untuk memetakan model bisnis , metode SWOT dan QSPM untuk merancang strategi bisnis dari produk sambal nanas. Hasil penelitian ini di peroleh penelitian ini pemetakan model bisnis dan menganalisis faktor internal-eksternal. Sehingga diharapkan dengan pemetaan dan strategi yang di rancang dapat merumuskan strategi yang adaptif, berfokus pada penguatan proposisi nilai, optimalisasi pemasaran digital, dan perluasan kemitraan strategis untuk keberlanjutan dan daya saing UMKM olahan nanas. | In the midst of the tight competition in the pineapple processing sector in Purbalingga, which is experiencing saturation in conventional products, the Micro, Small, and Medium Enterprise (MSME) Almeidah Food is making a strategic innovation by creating Pineapple Chili Sauce (Sambal Nanas) to face the challenges of the processed pineapple business competition.The objectives of this research are to map the business model of the chili sauce product, analyze the development strategy, and propose a business development strategy for Almeidah Food's pineapple chili sauce product. The methods used in this study are the Business Model Canvas (BMC) to map the business model, and the SWOT and QSPM methods to design the business development strategy for the pineapple chili sauce product. The results of this research include the mapping of the business model and the analysis of internal-external factors. It is hoped that the designed mapping and strategy can formulate an adaptive strategy, focusing on strengthening the value proposition, optimizing digital marketing, and expanding strategic partnerships for the sustainability and competitiveness of the processed pineapple MSME. | |
| 47302 | 50704 | E1A021041 | PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA OLEH BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN (BNNK) BANYUMAS | Peredaran gelap narkotika di Indonesia merupakan ancaman transnasional yang semakin kompleks, termasuk di Kabupaten Banyumas yang menempati peringkat ketiga kasus narkotika di Jawa Tengah. Media sosial, selain berpotensi dimanfaatkan jaringan narkotika, juga digunakan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyumas sebagai sarana pencegahan dan penanggulangan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pemanfaatan media sosial oleh BNNK Banyumas serta hambatan yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah sosio-legal dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan aparat BNNK Banyumas dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial digunakan untuk edukasi publik, kampanye bahaya narkoba, interaksi masyarakat, pengaduan, dukungan intelijen, deteksi dini dan alternatif penyadapan. Kendala yang muncul meliputi keterbatasan sumber daya manusia, minimnya anggaran, kurangnya fasilitas pendukung, rendahnya literasi digital masyarakat, serta maraknya hoaks dan akun anonim. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial berperan penting dalam strategi non-penal BNNK Banyumas, tetapi pemanfaatannya belum optimal dan memerlukan penguatan lebih lanjut. | The illicit drug trade in Indonesia is an increasingly complex transnational threat, including in Banyumas Regency, which ranks third in drug-related cases in Central Java. Social media, while potentially exploited by drug networks, is also utilized by the Banyumas Regency Narcotics Agency (BNNK) as a tool for prevention and mitigation. This study aims to describe the utilization of social media by the Banyumas District Narcotics Agency and the challenges faced. The method used is socio-legal with a qualitative approach through interviews with BNNK Banyumas officials and literature review. The results of the study indicate that social media is used for public education, drug awareness campaigns, community interaction, complaints, intelligence support, early detection, and alternative surveillance. The challenges encountered include limited human resources, insufficient budget, lack of supporting facilities, low digital literacy among the public, and the prevalence of hoaxes and anonymous accounts. This study concludes that social media plays a crucial role in the BNNK Banyumas' non-criminal strategy, but its utilization is not yet optimal and requires further strengthening. | |
| 47303 | 50905 | A1A020005 | Determinan Minat Siswa SMK Negeri 1 Cipaku Kabupaten Ciamis untuk Bekerja dalam Bidang Pertanian | Sektor pertanian memiliki peranan penting dalam pembangunan ekonomi sekaligus penopang ketahanan pangan nasional. Namun, rendahnya minat generasi muda untuk bekerja di bidang pertanian menimbulkan tantangan serius bagi upaya regenerasi pertanian di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat minat siswa SMK Negeri 1 Cipaku untuk bekerja di bidang pertanian, dan (2) mengetahui pengaruh motivasi, persepsi, pendapatan orang tua, dan lingkungan sosial terhadap minat siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 1 Cipaku, Kabupaten Ciamis, dengan total responden sebanyak 89 responden. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah: analisis deskriptif dan analisis linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) minat siswa SMK Negeri 1 Cipaku pada kategori tinggi sebanyak 47 siswa (53%) dan sangat tinggi sebanyak 29 siswa (33%). Indikator perasaan senang, ketertarikan dan keterlibatan masing-masing memperoleh skor rata-rata pada kategori tinggi. (2) secara simultan, motivasi persepsi, pendapatan orang tua, dan lingkungan sosial berpengaruh signifikan terhadap minat. (3) secara parsial, variabel motivasi dan lingkungan sosial memiliki pengaruh yang positif signifikan terhadap minat siswa. Sebaliknya variabel persepsi dan pendapatan orang tua tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat siswa. | The agricultural sector plays an important role in economic development and serves as a pillar of national food security. However, the low interest of young generations in working in agriculture poses a serious challenge to the efforts of agricultural regeneration in Indonesia.This study aims to: (1) examine the level of interest of students at SMK Negeri 1 Cipaku in pursuing careers in agriculture, and (2) analyze the influence of motivation, perception, parental income, and social environment on students’ interest. The research method employed is a case study with a quantitative approach.The study was conducted at SMK Negeri 1 Cipaku, Ciamis Regency, with a total of 89 respondents. The data analysis techniques used in this study include descriptive analysis and multiple linear regression analysis. The results of the study show that: (1) the interest of student at SMK Negeri 1 Cipaku in working in the agricultural sector falls into high category for 47 students (53%) and the very high category for 29 students (33%). The indicators of enjoyment, attraction and involvement each obtained average score within the high category. (2) Simultaneously, motivation, perception, parental income, and social environment significantly influence students’ interest. (3) Partially, motivation and social environment have a positive significant effect on students’ interest, while perception and parental income do not significantly influence students’ interest. | |
| 47304 | 50940 | F1A022083 | REPRESENTASI SIMBOL - SIMBOL KELAS SOSIAL DALAM SERIAL KELUARGA SOMAT | Artikel ini merupakan penelitian yang menggambarkan simbol-simbol kelas sosial dalam serial film “Keluarga Somat” menggunakan teori Bourdieu. Serial ini menarik dikaji karena menampilkan ketimpangan sosial kehidupan masyarakat Indonesia dari kelas bawah hingga kelas atas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana simbol-simbol kelas sosial direpresentasikan melalui pakaian, status pekerjaan, kondisi tempat tinggal, gaya bicara, serta karakter tokoh dalam serial tersebut. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kuantitatif. Sampel diambil 250 episode dengan teknik sampel acak sederhana dari total 511 episode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini lebih banyak menggambarkan kehidupan keluarga kelas menengah ke bawah. Ada tujuh tokoh yang menggambarkan karakteristik masyarakat kelas menengah ke bawah ditandai memakai kaus, daster, rumah sempit, bekerja sebagai buruh pabrik, berkarakter pemalas dan suka bergosip. Empat tokoh dari kelas atas digambarkan dengan ciri selalu memakai kemeja, rumah luas, pekerjaan sebagai ketua RT atau pemilik toko, karakternya disiplin rajin dan peduli sesama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Serial ”Keluarga Somat” tidak hanya menjadi sarana hiburan tetapi juga media sosialisasi efektif era digital yang menampilkan ketimpangan kelas sosial dan pembentukan stereotip. | This article is a study that describes social class symbols in the film series “Keluarga Somat” using Bourdieu's theory. This series is interesting to study because it depicts social inequality in Indonesian society from the lower class to the upper class. The purpose of this study is to analyze how social class symbols are represented through clothing, employment status, living conditions, speech patterns, and character characteristics in the series. This study uses quantitative content analysis. A total of 250 episodes were selected using simple random sampling techniques from a total of 511 episodes. The results show that this film mostly depicts the lives of lower-middle-class families. There are seven characters that depict the characteristics of the lower-middle class, marked by wearing T-shirts, pajamas, living in cramped houses, working as factory workers, being lazy, and liking to gossip. Four characters from the upper class are depicted as always wearing shirts, living in spacious houses, working as neighborhood association leaders or shop owners, as well as being disciplined, diligent, and caring towards others. This study concludes that the “Keluarga Somat” series is not only a means of entertainment but also an effective medium of socialization in the digital era that highlights social class inequality and the formation of stereotypes. | |
| 47305 | 50708 | D1A021149 | Rasio Daun Batang dan Jumlah Klorofil Daun Red Napier (Pennisetum purpureum cv. Purple) Berbasis Sistem Tanam Campuran dengan Gamal (Gliricidia sepium) pada Umur Potong Berbeda | Intensifikasi lahan melalui sistem tanam campuran merupakan salah satu solusi dalam penyediaan hijauan pakan berkualitas. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh sistem tanam campuran rumput Red Napier (Pennisetum purpureum cv. Purple) dengan legum Gamal (Gliricidia sepium) dan perbedaan umur potong terhadap rasio daun batang Red Napier dan jumlah klorofil daun Red Napier. Penelitian dilaksanakan di Experimental Farm, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman dari bulan Maret 2024-Januari 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola Split Plot. Main plot adalah sistem tanam (monokultur dan campuran) dan sub plot adalah umur potong (42, 56, dan 70 hari). Variabel yang diteliti adalah rasio daun batang dan jumlah klorofil daun Red Napier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur potong berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap rasio daun batang Red Napier, dengan nilai tertinggi diperoleh pada umur potong 42 hari, sedangkan sistem tanam tidak memberikan pengaruh signifikan (P>0,05) terhadap rasio daun batang Red Napier, perlakuan sistem tanam maupun umur potong tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan (P>0,05) terhadap jumlah klorofil daun Red Napier. Disimpulkan bahwa umur potong 42 hari merupakan waktu panen optimal untuk mendapatkan rasio daun batang Red Napier terbaik, sedangkan jumlah klorofil relatif stabil hingga umur potong 70 hari pada kedua sistem tanam. | Land intensification through an intercropping system is one solution for providing high-quality forage. This study aimed to evaluate the effect of intercropping Red Napier grass (Pennisetum purpureum cv. Purple) with Gamal legume (Gliricidia sepium) and different cutting ages on the leaf-stem ratio and leaf chlorophyll content of Red Napier grass. The research was conducted at the Experimental Farm, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, from March 2024 to January 2025, using a Randomized Complete Block Design (RCBD) in a split-plot arrangement. The main plot consisted of the cropping systems (monoculture and intercropping), and the sub-plot consisted of the cutting ages (42, 56, and 70 days). The observed variables were the leaf-stem ratio and leaf chlorophyll content of Red Napier grass. The results showed that cutting age had a highly significant effect (P<0.01) on the leaf-stem ratio of Red Napier grass, with the highest value obtained at 42 days of cutting age. Meanwhile, the cropping system did not have a significant effect (P>0.05) on the leaf-stem ratio. The cropping system and cutting age treatments did not show any significant effect (P>0.05) on the leaf chlorophyll content of Red Napier grass. It was concluded that a cutting age of 42 days is the optimal harvesting time to obtain the best leaf-stem ratio of Red Napier grass, while the chlorophyll content was relatively stable up to 70 days of cutting age in both cropping systems. | |
| 47306 | 50707 | H1D021076 | PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM MONITORING PERANGKAT JARINGAN BERBASIS ZABBIX WEB SERVER TERINTEGRASI DENGAN BOT NOTIFIKASI TELEGRAM | Instansi pemerintah, seperti Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Banyumas, sangat bergantung pada infrastruktur jaringan yang andal untuk mendukung layanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi sistem pemantauan perangkat jaringan menggunakan Zabbix Web Server yang terintegrasi dengan bot notifikasi Telegram guna meminimalkan waktu henti (downtime). Metode penelitian mengikuti alur kerja yang sistematis, mulai dari perancangan sistem hingga pengujian fungsionalitas melalui simulasi gangguan pada host Mikrotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil memantau metrik kinerja secara real-time dengan akurasi tinggi. Analisis kuantitatif menunjukkan bahwa jaringan berada dalam kondisi sangat baik, ditandai dengan pemakaian CPU stabil sebesar 3%, pemakaian memori sebesar 76,5%, kehilangan ICMP sebesar 0%, dan rata-rata waktu respons ICMP sebesar 3,85 ms. Uji skenario gangguan, termasuk “SNMP agent is not available” dan “Internet connection is Down”, membuktikan bahwa sistem mampu mengirimkan notifikasi “PROBLEM” dan “RECOVERY” ke Telegram secara instan dalam hitungan detik setelah gangguan terdeteksi. Dapat disimpulkan bahwa integrasi antara Zabbix dan Telegram menghasilkan sistem pemantauan yang cepat, akurat, dan responsif, sehingga meningkatkan kecepatan respons tim IT serta menjamin keberlangsungan operasional. | Government agencies, such as the Department of Livestock and Fisheries of Banyumas Regency, heavily rely on a dependable network infrastructure to support public services. This research aims to design, implement, and evaluate a network device monitoring system using Zabbix Web Server integrated with a Telegram notification bot to minimize downtime. The method follows a systematic workflow, from system design to functionality testing through disturbance simulations on a Mikrotik host. The results demonstrate that the system successfully monitors real-time performance metrics with high accuracy. Quantitative analysis shows that the network maintains excellent health, indicated by a stable 3% CPU utilization, 76.5% memory utilization, 0% ICMP loss, and an average ICMP response time of 3.85ms. Disturbance scenario tests, including "SNMP agent is not available" and "Internet connection is Down," confirmed that the system is capable of instantly sending "PROBLEM" and "RECOVERY" notifications to Telegram within seconds of detection. It is concluded that the integration of Zabbix and Telegram provides a fast, accurate, and responsive monitoring system, effectively improving the IT team's response time and ensuring operational continuity. | |
| 47307 | 50709 | D1A021209 | HUBUNGAN PENDIDIKAN, UMUR PETERNAK, DAN LAMA BETERNAK DENGAN PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN PADA PETERNAKAN DOMBA SAKUB DI KABUPATEN BREBES | Pranaja Razan Scirea. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 21 sampai dengan tanggal 27 April 2025 di Desa Pandasari, Kecamatan Paguyangan dan Desa Wanareja, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. Tujuan penelitian ini adalah 1). Mengetahui pendidikan, umur, dan lama beternak pada peternak domba Sakub Kabupaten Brebes, 2). Mengetahui pelaksanaan protokol kesehatan ternak di peternakan domba Sakub Kabupaten Brebes, dan 3). Menganalisis hubungan antara pendidikan, umur, dan lama beternak dengan penerapan protokol kesehatan ternak di peternakan domba Sakub Kabupaten Brebes. Metode penelitian yang digunakan adalah metode wawancara dan observasi. Penetapan wilayah dilakukan secara purposive sampling yaitu dengan memilih masing-masing satu desa di Kecamatan Paguyangan dan Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes karena memiliki jumlah ternak domba Sakub terbanyak di Kabupaten Brebes dan sebagai sentra pengembangan domba Sakub. Penetapan responden dilakukan secara acak, sebanyak 115 peternak terpilih, yaitu 82 peternak dari Desa Pandansari dan 33 peternak dari Desa Wanareja. Kuisioner dilakukan uji validitas dan reliabilitas yang kemudian data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif serta uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). Peternak Domba Sakub di Kabupaten Brebes umumnya memiliki tingkat pendidikan sekolah dasar, berada pada kelompok usia produktif, dan telah menjalankan usaha ternak dalam jangka waktu yang cukup lama, 2). Pelaksanaan protokol kesehatan ternak di peternakan Domba Sakub Kabupaten Brebes berada pada kategori sedang, dan 3). Pendidikan, umur, dan lama memiliki hubungan yang cukup kuat dengan penerapan protokol kesehatan domba Sakub di Kabupaten Brebes | Pranaja Razan Scirea. This research was conducted from April 21 to April 27, 2025, in Pandasari Village, Paguyangan District, and Wanareja Village, Sirampog District, Brebes Regency. The objectives of this study were: 1) to determine the education level, age, and farming experience of Sakub sheep farmers in Brebes Regency; 2) to identify the implementation of livestock health protocols in Sakub sheep farms in Brebes Regency; and 3) to analyze the relationship between education level, age, and farming experience with the application of livestock health protocols in Sakub sheep farms in Brebes Regency. The research employed interview and observation methods. The study locations were selected using purposive sampling, by choosing one village each from Paguyangan and Sirampog Districts because they have the largest population of Sakub sheep in Brebes Regency and serve as the center of Sakub sheep development. A total of 115 farmers were randomly selected as respondents, consisting of 82 farmers from Pandansari Village and 33 farmers from Wanareja Village. The questionnaire was tested for validity and reliability, and the data were analyzed using descriptive analysis and the Spearman rank correlation test. The results showed that: 1) Sakub sheep farmers in Brebes Regency generally have a primary school education level, fall within the productive age group, and have been engaged in livestock farming for a relatively long period; 2) the implementation of livestock health protocols in Sakub sheep farms in Brebes Regency is categorized as moderate; and 3) education level, age, and farming experience are moderately correlated with the application of livestock health protocols among Sakub sheep farmers in Brebes Regency. | |
| 47308 | 50710 | D1A020033 | Pengkajian Penerapan Good Diary Farming Practice Peternakan Sapi Perah Di Kecamatan Baturraden Dan Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas | Good Diary Farming Practice (GDFP) merupakan pedoman pemeliharaan ternak sapi perah yang baik dalam menjalankan usaha peternakan sapi perah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan Good Dairy Farming Practice (GDFP) pada peternakan sapi perah di Kecamatan Baturraden dan Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner, observasi, dan mewawancarai 19 peternak di Kecamatan Batturaden dan 25 peternak di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas sebagai sampel respoden dalam penelitian ini. Ada delapan aspek GDFP yang digunakan dalam penelitian ini merujuk kepada penelitian Muarifah et al. (2023), yaitu : pembibitan dan reproduksi, kesehatan ternak, manajemen pemerahan ternak, nutrisi (pakan dan air), pengelolaan, kadang dan peralatan, sosial ekonomi, dan kesejahteraan ternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai GDFP di Kecamatan Baturraden sebesar 3,03 dan di Kecamatan Cilongok sebesar 3,02 yang masuk dalam kategori baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan GDFP peternakan sapi perah di Kecamatan Batturaden dan Kecamatan Cilongok tergolong baik. | Good Dairy Farming Practice (GDFP) is a guideline for proper dairy cattle management in operating a dairy farming business. This study aims to evaluate the implementation of Good Dairy Farming Practice (GDFP) in dairy farms located in Baturraden and Cilongok Districts, Banyumas Regency. The research used a survey method with a simple random sampling technique. Data were collected through questionnaires, observations, and interviews with 19 farmers in Baturraden District and 25 farmers in Cilongok District as a respondents. The reasearch was based on eight aspects of GDFP: breeding and reproduction, livestock health, milking management, nutrition (feed and water), farm management, housing and equipment, socio-economics, and animal welfare. The results showed that the average GDFP score in Baturraden District was 3.03 and in Cilongok District was 3,02. The study concludes that the implementation of GDFP in dairy farms in Baturraden and Cilongok Districts is generally good. | |
| 47309 | 50711 | L1B021032 | FERMENTASI PAKAN KOMERSIAL DAN PROBIOTIK TERHADAP KADAR PROTEIN DAN PERFORMA PERTUMBUHAN IKAN LELE (Clarias gariepinus) | Ikan lele (Clarias gariepinus) merupakan salah satu komoditas perikanan budidaya air tawar yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak diminati masyarakat. Dalam kegiatan budidaya, pakan merupakan komponen utama yang menyumbang sekitar 60–70% dari total biaya produksi. Kualitas pakan, terutama kandungan proteinnya, sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan. Salah satu upaya untuk meningkatkan nilai gizi pakan adalah melalui proses fermentasi dengan penambahan probiotik yang dapat memperbaiki kecernaan dan kandungan protein pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik pada pakan komersial berprotein rendah terhadap kadar protein, pertumbuhan, dan sintasan ikan lele (Clarias gariepinus). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan, yaitu pakan tanpa probiotik (kontrol), serta pakan dengan penambahan probiotik masing-masing sebesar 5 mL/kg, 10 mL/kg, dan 15 mL/kg. Penelitian dilaksanakan selama 30 hari, dengan parameter yang diamati meliputi Pertumbuhan Bobot Mutlak (PBM), Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS), Feed Conversion Ratio (FCR), Efisiensi Pakan (EP), Survival Rate (SR), serta analisis proksimat pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik mampu meningkatkan kadar protein pakan dari 10,24% menjadi 17,90%. Perlakuan terbaik diperoleh pada dosis 15 mL/kg, dengan nilai PBM sebesar 17,19 ± 5,18 g dan LPS sebesar 2,72 ± 0,02%/hari. Sementara itu, parameter FCR, EP, dan SR tidak menunjukkan perbedaan yang nyata antarperlakuan. Kata kunci : Ikan Lele, Fermentasi Pakan, Probiotik, Kadar Protein, Performa Pertumbuhan | The African catfish (Clarias gariepinus) is one of the most important freshwater aquaculture commodities with high economic value and market demand. In aquaculture activities, feed is the main production cost, accounting for about 60–70% of total expenses. Feed quality, particularly its protein content, greatly affects fish growth and feed utilization efficiency. One of the efforts to improve feed nutritional value is through fermentation with probiotics, which can enhance digestibility and increase protein content. This study aimed to determine the effect of probiotic supplementation in low-protein commercial feed on protein content, growth performance, and survival rate of African catfish (Clarias gariepinus). The experimental design used was a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments and three replications: feed without probiotics (control) and feed supplemented with probiotics at doses of 5 mL/kg, 10 mL/kg, and 15 mL/kg. The rearing period lasted for 30 days, with observed parameters including Absolute Weight Gain (AWG), Specific Growth Rate (SGR), Feed Conversion Ratio (FCR), Feed Efficiency (FE), Survival Rate (SR), and feed proximate analysis. The results showed that probiotic supplementation increased feed protein content from 10.24% to 17.90%. The best performance was obtained at the 15 mL/kg dosage, with AWG of 17.19 ± 5.18 g and SGR of 2.72 ± 0.02%/day. Meanwhile, FCR, FE, and SR showed no significant differences among treatments. Keywords : Catfish, Feed Fermentation, Probiotics, Protein Levels, Growth Performance | |
| 47310 | 50713 | L1B021047 | Pengaruh Pemuasaan Terhadap Laju Pertumbuhan Ikan Nila, Ikan Nilem Dan Ikan Tawes Yang Dibudidayakan Dengan Sistem Polikultur | Penelitian ini berjudul Pengaruh Pemuasaan Terhadap Laju Pertumbuhan Ikan Nila, Ikan Nilem Dan Ikan Tawes Yang Dibudidayakan Dengan Sistem Polikultur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemuasaan terhadap laju pertumbuhan ikan nila, ikan nilem, dan ikan tawes yang dibudidayakan dengan sistem polikultur. Penelitian dilakukan selama 40 hari, bertempat di Pokdakan Mina Mandiri, Desa Serayu Larangan, Purbalingga, menggunakan kolam tanah berlapis mulsa dengan ukuran 1,5 × 1,5 m dan 1,5 × 2,5 m dengan kedalaman kolam 80 cm. Setiap kolam ditebar 20 ekor benih per spesies dengan perbandingan 1:1:1. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan, yaitu pemuasaan satu hari (P1), dua hari (P2), dan tiga hari (P3) per minggu, masing-masing tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan panjang mutlak, berat mutlak, laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan kelangsungan hidup (SR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuasaan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap laju pertumbuhan spesifik ikan nila dan nilem, serta panjang mutlak ikan nila, nilem, dan tawes, sedangkan pada pertumbuhan berat mutlak berpengaruh nyata hanya pada ikan nilem. Tingkat kelangsungan hidup ketiga spesies tetap tinggi (95–100%) pada seluruh perlakuan. | ABSTRACT This research entitled The Effect of Feeding on the Growth Rate of Tilapia, Nilem Fish, and Tawes Fish Cultivated Using a Polyculture System. The purpose of this study is to determine the effect of feeding on the growth rate of tilapia, catfish, and tawes fish cultivated using a polyculture system. The study was conducted over 40 days at Pokdakan Mina Mandiri, Serayu Larangan Village, Purbalingga, using mulched earthen ponds measuring 1.5 × 1.5 m and 1.5 × 2.5 m with a depth of 80 cm. Each pond was stocked with 20 fingerlings per species in a 1:1:1 ratio. The method used was a completely randomized design (CRD) with three treatments, namely one day (P1), two days (P2), and three days (P3) of feeding per week, each with three replicates. The parameters observed included absolute length growth, absolute weight, specific growth rate (SGR), and survival rate (SR). The results showed that feeding had a significant effect (P<0.05) on the specific growth rate of tilapia and nilem, as well as the absolute length of tilapia, nilem, and tawes, while it had a significant effect on absolute weight growth only in nilem. The survival rate of the three species remained high (95–100%) in all treatments. | |
| 47311 | 51073 | I1J022025 | THE RELATIONSHIP BETWEEN SOCIAL COMPARISON AND ACADEMIC BURNOUT AMONG STUDENTS CONDUCTING UNDERGRADUATE THESIS | Latar Belakang: Mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi seringkali dihadapi dengan beban akademik yang berpotensi menjadi kejenuhan akademik yang ditandai dengan kelelahan emosional, sinisme, dan penurunan efikasi akademik. Perbandingan sosial menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kondisi ini, khususnya ketika mahasiswa membandingkan progress skripsi mereka dengan orang lain. Penelitian ii bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perbandingan sosial dengan kejenuhan akademik pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi di Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan cross-sectional yang melibatkan 125 mahasiswa yang dipilih melalui teknik cluster sampling. Instrumen penelitian ini antara lain Academic Social Comparison Scale (ASCS) untuk mengukur perbandingan sosial dan Thesis Burnout Scale untuk mengukur kejenuhan akademik. Data kemudian dianalisis dengan Spearman Rank. Hasil: Hasil analisis menunjukkan hubungan signifikan dengan sifat positif antara perbandingan sosial dengan kejenuhan akademik (p < 0,001; r=0,327). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara perbandingan sosial dengan kejenuhan akademik pada mahasiswa yang mengerjakan skripsi. Semakin tinggi kecenderungan perbandingan sosial, semakin tinggi pula kejenuhan akademik yang dialami. | Background: Students conducting their undergraduate thesis often face high academic demands, which may lead to academic burnout characterized by emotional exhaustion, cynicism, and reduced academic efficacy. Social comparison is one of the factors that may influence this condition, especially when students compare their thesis progress with others. This study purposes to determine the relationship between social comparison and academic burnout among students conducting undergraduate thesis at the Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman. Methodology: This study used a quantitative design with a correlational and cross-sectional approach involving 125 students selected through cluster sampling. The research instruments included Academic Social Comparison Scale (ASCS) to measure social comparison and Thesis Burnout Scale to measure academic burnout. The data were analyzed using Spearman Rank Correlation test Results: The analysis showed a significant positive correlation between social comparison and academic burnout (p < 0,001; r=0,327). Conclusions: There is a significant relationship between social comparison and academic burnout among students conducting their undergraduate thesis. The higher the tendency in social comparison, the higher the level of academic burnout experienced. | |
| 47312 | 51229 | C1A022105 | Pengaruh PDRB per kapita, RLS, TPAK, dan Belanja Modal terhadap Tingkat Kemiskinan di Provinsi NTT tahun 2017-2024 | Pendahuluan. Meneliti fenomena tingginya tingkat kemiskinan di 22 Kabupaten/Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur pada tahun 2017 hingga 2024. Metode Penelitian. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang terdiri atas 176 observasi. Analisis Data. Analisis yang digunakan analisis regresi data panel, yang menggabungkan data cross section dan time series melalui Eviews12. Hasil dan Pembahasan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Secara bersama-sama PDRB Per Kapita, RLS, TPAK, dan belanja modal berpengaruh negatif signifikan terhadap tingkat Kemiskinan. (2) Secara parsial PDRB Per Kapita, Rata-rata Lama Sekolah (RLS), TPAK, dan belanja modal berpengaruh negatif signifikan terhadap tingkat kemiskinan. (3) Variabel yang memiliki pengaruh paling besar terhadap tingkat kemiskinan adalah PDRB Per Kapita. Kesimpulan dan Saran. Penelitian selanjutnya dianjurkan untuk menambahkan variabel independen tambahan, untuk menjelaskan dan memperdalam analisis. Penambahan variabel baru diharapkan mampu menghasilkan pemahaman yang lebih menyeluruh dan relevan terkait faktor lain yang berpengaruh terhadap kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi NTT. | Introduction. This study examines the phenomenon of high poverty rates in 22 regencies/cities in East Nusa Tenggara Province from 2017 to 2024. Research Methodology. A quantitative approach was used with secondary data consisting of 176 observations. Data Analysis. The analysis used panel data regression analysis, combining cross-sectional and time series data using Eviews12. Results and Discussion. The results of this study indicate that (1) GRDP per capita, RLS, TPAK, and capital expenditure collectively have a significant negative effect on poverty levels. (2) Partially, GRDP per capita, Average Years of Schooling (RLS), TPAK, and capital expenditure have a significant negative effect on poverty levels. (3) The variable with the greatest influence on poverty levels is GRDP per capita. Conclusions and Recommendations. Further research is recommended to add additional independent variables to clarify and deepen the analysis. The addition of new variables is expected to yield a more comprehensive and relevant understanding of other factors influencing poverty in regencies/cities in NTT Province | |
| 47313 | 50725 | H1C021067 | ANALISIS KARAKTERISTIK HIDROGEOKIMIA FLUIDA PANAS BUMI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP MODEL KONSEPTUAL SISTEM GEOTERMAL DI SEKTOR CANDRADIMUKA, SILERI, DAN SIKIDANG, DIENG | Kawasan Dieng merupakan salah satu wilayah dengan potensi panas bumi paling signifikan di Indonesia. Pemahaman mengenai hubungan hidrologis antara tiga sektor manifestasi utamanya (Candradimuka, Sileri, dan Sikidang) masih memerlukan pendalaman untuk menentukan apakah ketiganya merupakan sistem yang terhubung atau terpisah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik hidrogeokimia fluida dan kondisi geologi permukaan untuk membangun sebuah model konseptual terintegrasi yang mampu menjelaskan hubungan sistem panas bumi di ketiga sektor tersebut. Metode penelitian meliputi analisis geomorfologi dan struktur geologi berbasis data DEMNAS, serta analisis hidrogeokimia komprehensif. Sampel fluida dari manifestasi di ketiga sektor dianalisis di laboratorium untuk ion utama (Cl⁻, SO₄²⁻, HCO₃⁻, Na⁺, K⁺, Ca²⁺, Mg²⁺) dan unsur jejak (Sr). Data diinterpretasikan menggunakan diagram Tipe Air (Cl-SO₄-HCO₃), diagram kesetimbangan (Na-K-Mg), dan plot geoindikator. Hasil analisis geologi menunjukkan bahwa lokasi kemunculan manifestasi di ketiga sektor dikontrol kuat oleh struktur geologi (sesar dan rekahan) dengan arah dominan Barat Laut - Tenggara (NW- SE) dan Timur Laut - Barat Daya (NE-SW), yang berfungsi sebagai jalur permeabel. Analisis hidrogeokimia berhasil mengidentifikasi dua sistem fluida utama yang berbeda. Pertama, sistem fluida asam sulfat (acid-sulphate) yang bersifat asam (pH rendah), yang mencirikan manifestasi kawah di permukaan Sektor Candradimuka, Sileri, dan Sikidang. Fluida ini terbentuk dari proses pemanasan uap (steam-heated) di mana uap panas kaya H2S naik dan berkondensasi di lingkungan dangkal. Kedua, sistem fluida netral-alkali-klorida (neutral-alkali-chloride) yang bersifat lebih matang, yang diinterpretasikan sebagai fluida reservoir utama di kedalaman, dan diwakili oleh sampel outflow (D12/Tuk Bimo Lukar). Kesimpulannya, Sektor Candradimuka, Sileri, dan Sikidang diinterpretasikan terhubung ke satu sistem reservoir utama yang sama di kedalaman, yang didominasi oleh fluida netral-alkali-klorida. Model konseptual yang diusulkan adalah sistem panas bumi dengan zonasi vertikal, di mana manifestasi kawah asam sulfat di permukaan merupakan ekspresi dangkal dari zona upflow dan pendidihan yang berasal dari satu reservoir tunggal yang lebih dalam dan luas. | The Dieng region is one of the areas with the most significant geothermal potential in Indonesia. However, the understanding of the hydrological relationship between its three main manifestation sectors Candradimuka, Sileri, and Sikidang still requires further investigation to determine whether they are connected or separate systems. This research aims to analyze the hydrogeochemical characteristics of fluids and the surface geological conditions to build an integrated conceptual model capable of explaining the geothermal system relationships between these three sectors. The research methodology includes geomorphological and geological structure analysis based on DEMNAS data, as well as comprehensive hydrogeochemical analysis. Fluid samples from manifestations in all three sectors were analyzed in the laboratory for major ions (Cl⁻, SO₄²⁻, HCO₃⁻, Na⁺, K⁺, Ca²⁺, Mg²⁺) and trace elements (Sr). The data were interpreted using Water Type (Cl-SO₄-HCO₃) diagrams, equilibrium (Na-K-Mg) diagrams, and geo- indicator plots. Geological analysis results indicate that the location of manifestations in all three sectors is strongly controlled by geological structures (faults and fractures) with dominant Northwest-Southeast (NW- SE) and Northeast-Southwest (NE-SW) orientations, which function as permeable pathways. Hydrogeochemical analysis successfully identified two different main fluid systems. First, an acid-sulphate fluid system, which is acidic (low pH) and characterizes the surface crater manifestations in the Candradimuka, Sileri, and Sikidang Sectors. This fluid is formed from a steam-heated process where hot, H2S-rich steam ascends and condenses in a shallow environment. Second, a neutral-alkali-chloride fluid system, which is more mature, interpreted as the main reservoir fluid at depth, and represented by the outflow sample (D12/Tuk Bimo Lukar). In conclusion, the Candradimuka, Sileri, and Sikidang Sectors are interpreted to be connected to the same single main reservoir system at depth, which is dominated by neutral-alkali-chloride fluid. The proposed conceptual model is a geothermal system with vertical zonation, where the acid-sulphate crater manifestations at the surface are the shallow expression of an upflow and boiling zone originating from a single, deeper, and more extensive reservoir. . | |
| 47314 | 50715 | C1C021067 | Pengaruh Ukuran Pemerintah Daerah dan Belanja Modal Terhadap Kinerja Keuangan Daerah dengan Pertumbuhan Ekonomi sebagai Variabel Mediasi (Studi Pada Provinsi Di Indonesia) | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Ukuran Pemerintah Daerah dan Pengeluaran Modal terhadap Kinerja Keuangan Daerah dengan Pertumbuhan Ekonomi sebagai Variabel Mediasi: Studi Pada Provinsi di Indonesia” Penelitian ini menguji bagaimana ukuran pemerintah daerah dan pengeluaran modal mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan kinerja keuangan daerah, serta menguji apakah pertumbuhan ekonomi berperan sebagai variabel perantara dalam hubungan tersebut. Menggunakan data sekunder dari 22 provinsi di Indonesia yang dikumpulkan antara tahun 2020 dan 2023, penelitiann ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi panel data dan berbagai uji statistik untuk menganalisis dampak di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional dan tantangan fiskal yang semakin meningkat bagi daerah. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa ukuran pemerintah daerah dan pengeluaran modal secara langsung mempengaruhi kinerja keuangan daerah, dan pertumbuhan ekonomi tidak dapat berfungsi sebagai mediator yang signifikan dalam hubungan ini. Hal ini menunjukkan pentingnya faktor internal seperti pemerintahan yang baik, pengelolaan anggaran yang efisien, dan kualitas institusi dalam meningkatkan kinerja keuangan lokal, daripada hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi sebagai perantara. Pemerintah daerah sebaiknya memprioritaskan penguatan kapasitas internal dan optimalisasi alokasi belanja modal secara langsung untuk meningkatkan kinerja keuangan dan layanan publik. | This study titled “The Effect of Local Government Size and Capital Expenditure on Local Financial Performance with Economic Growth as a Mediating Variable: A Study of Provinces in Indonesia” investigates how local government size and capital expenditure impact economic growth and regional financial performance, examining whether economic growth mediates this relationship. Using secondary data from 22 Indonesian provinces collected between 2020 and 2023, the study employs quantitative methods with panel data regression analysis and various statistical tests to analyze the effects amidst slowing national economic growth and increasing fiscal challenges for regions. The conclusion of this study is that the size of local government and capital expenditure directly affect local financial performance, and economic growth cannot serve as a significant mediator in this relationship. This shows the importance of internal factor such as good government, efficient budget management, and institutional quality in improving local financial performance, rether than relying solely in economic growth as an intermediary. Local governments should prioritize strengthening internal capacity and optimizing capital expenditure allocation directly to improve finansial performance and public services. | |
| 47315 | 50731 | J1C021014 | Variasi Penggunaan Keishou (Kata Panggilan Penghormatan) di Lingkungan Kerja Taiyo Ushibuka: Kajian Sosiolinguistik | Penelitian ini membahas variasi penggunaan keishou (kata panggilan penghormatan dalam bahasa Jepang) di lingkungan kerja Supermarket Taiyo Ushibuka, Jepang. Latar belakang penelitian ini adalah suasana kerja di Taiyo yang bersifat non-formal dan kekeluargaan, yang membuat pola penggunaan keishou menjadi lebih fleksibel dibandingkan tempat kerja Jepang pada umumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan variasi keishou yang digunakan dan menganalisis pengaruh faktor sosial seperti hierarki jabatan, kedekatan hubungan, serta situasi interaksi terhadap pemilihannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode sosiolinguistik. Data diperoleh melalui teknik simak libat cakap dan observasi partisipan terhadap interaksi alami 23 staf. Analisis dilakukan dengan teori keishou dari Niyekawa (1991) dan model SPEAKING dari Hymes (1974). Hasil penelitian menunjukkan empat variasi utama keishou yang digunakan, yaitu gelar jabatan (tenchou, manējā), -san, -chan, dan -kun. Pemilihan keishou dipengaruhi secara dinamis oleh tiga faktor sosial tersebut. Hierarki menjadi acuan dasar, tetapi kedekatan sosial seringkali menjadi faktor paling kuat yang memungkinkan penggunaan bentuk akrab seperti -chan bahkan melampaui batas jabatan. Selain itu, situasi interaksi berperan dalam peralihan antara bentuk formal dan informal. Kesimpulannya, sistem keishou di Taiyo Ushibuka bersifat fleksibel dan adaptif, mencerminkan dinamika komunikasi di lingkungan kerja Jepang modern yang cenderung egaliter. Rasa hormat terhadap struktur formal tetap dipertahankan, tetapi keakraban hubungan antarstaf menciptakan variasi bahasa yang lebih luwes dan natural. | This study discusses the variation in the use of keishou (honorific forms of address in Japanese) in the workplace environment of Taiyo Ushibuka Supermarket, Japan. The background of this research lies in Taiyo's non-formal and family-like work atmosphere, which makes the patterns of keishou usage more flexible compared to typical Japanese workplaces. The aim of this study is to describe the variations of keishou used and to analyze the influence of social factors such as hierarchical position, interpersonal closeness, and situational context on their selection. This research employs a descriptive qualitative approach with a sociolinguistic method. The data were collected through participant observation and conversational participation involving natural interactions among 23 staff members. The analysis is based on Niyekawa's (1991) theory of keishou and Hymes' (1974) SPEAKING model. The findings reveal four main variations of keishou used in the workplace: job titles (tenchou, manējā), -san, -chan, and -kun. The choice of keishou is dynamically influenced by the three social factors mentioned. Hierarchy serves as the basic reference, but social closeness often becomes the strongest factor, allowing the use of familiar forms such as -chan even across rank boundaries. In addition, the interactional situation plays a role in shifting between formal and informal forms. In conclusion, the keishou system at Taiyo Ushibuka is flexible and adaptive, reflecting the dynamics of communication in modern Japanese workplaces that tend toward egalitarianism. Respect for formal structures is maintained, yet the closeness among staff fosters a more relaxed and natural linguistic variation. | |
| 47316 | 50735 | D1A020169 | EVALUASI PENGGUNAAN ALBENDAZOLE PADA KASUS TREMATODIASIS DI KELOMPOK PETERNAK SAPI POTONG JATI MULYO KECAMATAN SUMBANG, KABUPATEN BANYUMAS | Evaluasi Penggunaan Albendazole pada Kasus Trematodiasis di Kelompok Peternak Jati Mulyo Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi trematodiasis, mengetahui jenis cacing trematoda, menganalisis penggunaan albendazole pada kasus trematodiasis ternak sapi potong di Kelompok Peternak Jati Mulyo Kecamatan Sumbang. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 4 Juli sampai 30 November 2023 di Kelompok Peternak Jati Mulyo Susukan Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 23 sampel. teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian yaitu menggunakan teknik convenience sampling dan dilanjutkan dengan uji laboratorium. Sampel feses di periksa di Laboratorium Kesehatan Ternak Tipe-B Purwokerto, Kabupaten Banyumas secara kualitatif maupun kuantitatif menggunakan metode sedimentasi. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah prevalensi trematoda, jenis trematoda, dan keefektifan albendazole pada sapi potong. Data penelitian di analisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis Chi-Square. Hasil identifikasi trematoda menunjukan bahwa terdapar 2 jenis cacing trematoda, yaitu Fasciola sp dan Paramphistomum sp. Prevalensi trematodiasis pada sapi potong di Kelompok Peternak Jati Mulyo sebelum perlakuan sebesar 73,91% dan hari ke-15 setelah perlakuan sebesar 43,37%, hari ke-30 sebesar 39,13%, dan hari ke-60 sebesar 49,94% sehingga persentase prevalensi trematodiasis di Kelompok Peternak Jati Mulyo sebesar 48,86% dari 23 sampel. Analisis data menggunakan uji chi-square menunjukan hasil P>0,05 yang berarti pemberian albendazole tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian trematodiasis pada sapi potong di Kelompok Peternak Jati Mulyo Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian albendazole tidak berpengaruh terhadap kejadian trematodiasis pada sapi potong di Kelompok Peternak Jati Mulyo Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. | Evaluation of Albendazole Use in Trematodiasis Cases in Jati Mulyo Cattle Breeders Group, Sumbang District, Banyumas Regency. The objectives of this study were to determine the prevalence of trematodiasis, identify the types of trematode worms, and analyze the use of albendazole in trematodiasis cases in beef cattle in Jati Mulyo Cattle Breeders Group, Sumbang District. This study was conducted from July 4 to November 30, 2023, in Jati Mulyo Susukan Cattle Breeders Group, Sumbang District, Banyumas Regency. The number of samples used was 23 samples. The sampling technique used in the study was convenience sampling and continued with laboratory tests. Fecal samples were examined at the Purwokerto Type-B Animal Health Laboratory, Banyumas Regency qualitatively and quantitatively using the sedimentation method. The variables observed in this study were the prevalence of trematode, the type of trematode, and the effectiveness of albendazole in beef cattle. The research data were analyzed using descriptive analysis and Chi-Square analysis. The results of trematode identification showed that there were 2 types of trematode worms, namely Fasciola sp and Paramphistomum sp. The prevalence of trematodiasis in beef cattle in the Jati Mulyo Breeders Group before treatment was 73.91% and on the 15th day after treatment was 43.37%, on the 30th day was 39.13%, and on the 60th day was 49.94% so that the percentage of trematodiasis prevalence in the Jati Mulyo Breeders Group was 48.86% of 23 samples. Data analysis using the chi-square test showed a result of P>0.05, which means that the administration of albendazole did not significantly affect the incidence of trematodiasis in beef cattle in the Jati Mulyo Breeders Group, Sumbang District, Banyumas Regency. The conclusion of this study is that the administration of albendazole did not affect the incidence of trematodiasis in beef cattle in the Jati Mulyo Breeders Group, Sumbang District, Banyumas Regency. | |
| 47317 | 50714 | C1A020045 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH PRODUKSI SABUT KELAPA DI CLUSTER CILACAP PT. UBA UHUD INTERNATIONAL | Indonesia Indonesia adalah negara berkembang yang terus melakukan pembangunan di segala sektor, termasuk pertanian dan perkebunan. Sektor pertanian merupakan salah satu komoditas perkebunan utama adalah kelapa. Kabupaten Cilacap, yang menjadi fokus penelitian ini, adalah salah satu daerah penghasil kelapa terbesar di Jawa Tengah. Namun, tingginya permintaan pasar global akan produk olahan sabut kelapa belum sejalan dengan tingkat produksi di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor faktor yang memengaruhi produksi sabut kelapa pada cluster PT. Uba Uhud International di Kabupaten Cilacap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda berdasarkan model fungsi produksi Cobb-Douglas, serta uji hipotesis F dan t. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh dari 35 pemilik cluster mitra PT. Uba Uhud International di Cilacap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modal, teknologi, dan peralatan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah produksi sabut kelapa. Sebaliknya, tenaga kerja dan ketersediaan bahan baku tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Modal merupakan faktor paling dominan dalam menentukan jumlah produksi. Hal ini mengindikasikan bahwa modal adalah kunci untuk meningkatkan output produksi. Implikasi dari penelitian ini sangat penting. Bagi cluster, temuan ini menjadi acuan untuk memprioritaskan investasi pada modal, peralatan, dan teknologi modern. Bagi pemerintah, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk merumuskan kebijakan bantuan, seperti program permodalan, pengadaan teknologi, dan peralatan, untuk membantu cluster sabut kelapa meningkatkan efisiensi dan produksi. Penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya dalam mengkaji faktor-faktor produksi di industri sejenis. Kata Kunci: Tenaga Kerja, Modal, Teknologi, Bahan Baku, Peralatan | Indonesia is a developing country that continues to carry out development in all sectors, including agriculture and plantations. The agricultural sector is one of the main plantation commodities, namely coconut. Cilacap Regency, which is the focus of this research, is one of the largest coconut-producing areas in Central Java. However, the high global market demand for processed coconut fiber products is not in line with the level of production in Indonesia. The purpose of this study is to analyze the factors that influence the production of coconut fiber in the cluster of PT. Uba Uhud International in Cilacap Regency. This research uses a quantitative approach with multiple linear regression analysis based on the Cobb-Douglas production function model, as well as F and t hypothesis tests. The data used is primary data obtained from 35 owners of PT. Uba Uhud International's partner clusters in Cilacap. The results of this study show that capital, technology, and equipment have a positive and significant influence on the amount of coconut fiber production. Conversely, labor and availability of raw materials do not have a significant influence. Capital is the most dominant factor in determining the amount of production. This indicates that capital is the key to increasing production output. The implications of this research are very important. For clusters, these findings serve as a reference for prioritizing investment in capital, equipment, and modern technology. For the government, the results of this study can be used as a basis for formulating assistance policies, such as capital programs, provision of technology, and equipment, to help coconut fiber clusters increase efficiency and production. This research can also be a reference for future researchers in examining production factors in similar industries. Keywords: Labor, Capital, Technology, Raw Materials, Equipment | |
| 47318 | 50716 | E1B021041 | INTERNATIONAL LAW REVIEW OF NON USE OF FORCE PRINCIPLE (Case Study on Justification of Russian Intervention in Donbass Region of Ukraine in 2022) | Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan organisasi internasional yang memiliki tujuan utama untuk menjaga perdamaian dan keamanan dunia. Salah satu prinsip fundamental yang diatur dalam Piagam PBB adalah larangan penggunaan kekuatan bersenjata yaitu dalam Pasal 2 ayat (4). Prinsip ini bertujuan untuk mencegah tindakan sepihak antarnegara yang dapat mengancam stabilitas internasional. Dalam praktiknya prinsip larangan penggunaan kekuatan bersenjata kerap menghadapi tantangan karena adanya berbagai bentuk justifikasi penggunaan kekuatan oleh beberapa negara, baik atas pertahanan diri, alasan kemanusiaan, maupun mandat dari Dewan Keamanan PBB. Intervensi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, menjadi salah satu peristiwa hukum internasional kontemporer karena menimbulkan perdebatan mengenai legitimasi penggunaan kekuatan bersenjata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan penggunaan kekerasan menurut hukum internasional serta menganalisis klaim justifikasi Rusia dalam intervensinya di Ukraina. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan pendekatan Undang-undang, pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Penelitian ini menggunakan sumber data sekunder yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Metode analisis yang digunakan adalah normatif kualitatif dan disajikan dalam bentuk teks naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip larangan penggunaan kekerasan telah diatur dalam pasal 2 ayat (4) Piagam PBB yang menyatakan bahwa semua anggota harus menghindari ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik negara lain, atau dengan cara apa pun yang bertentangan dengan tujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Terdapat pengecualian atas penerapan prinsip tersebut, yaitu pembelaan diri yang sah, intervensi berdasarkan mandat Dewan Keamanan dan juga intervensi kemanusiaan. Klaim Rusia atas justifikasi terkait penggunaan kekerasan tidak memenuhi kriteria pembelaan diri sebagaimana diatur dalam Pasal 51 Piagam PBB. Demikian pula, dalil intervensi kemanusiaan ditolak secara luas karena tidak memenuhi unsur genosida menurut standar hukum internasional. Dengan demikian, tindakan militer Rusia dikategorikan bertentangan dengan norma jus contra bellum dan melanggar prinsip dasar hukum internasional. | The United Nations (UN) is an international organization whose primary objective is to maintain global peace and security. One of the fundamental principles stipulated in the UN Charter is the prohibition on the use of armed force (non-use of force), as stated in Article 2 paragraph (4). This principle aims to prevent unilateral actions between countries that could threaten international stability. However, in practice, the principle of non-use of force often faces challenges due to various forms of justification for the use of force by several States, whether for self-defense, humanitarian reasons, or mandates from the UN Security Council. Russia's intervention in Ukraine in February 2022 became one of the contemporary international legal events because it gave rise to debate regarding the legitimacy of the use of armed force. This study aims to determine the regulation of the use of force under international law and analyze Russia's justification for its intervention in Ukraine. The research method used is normative juridical, with a statute approach, a conceptual approach, and a case approach. This study utilizes secondary data sources collected through literature review. The analysis method used is qualitative normative and is presented in narrative text. The research results show that the principle of non-use of force has been regulated in Article 2 paragraph (4) of the UN Charter which states that all members must avoid the threat or use of force against the territorial integrity or political independence of other states, or in any way contrary to the Purposes of the United Nations. There are exceptions to the application of the principle of non-use of force, namely legitimate self-defense, intervention based on a Security Council mandate and also humanitarian intervention. Russia's claim for justification related to the use of force does not meet the criteria of self-defense as stipulated in Article 51 of the UN Charter because there was no actual armed attack from Ukraine on Russian territory. Similarly, the argument for humanitarian intervention is widely rejected because it does not fulfill the elements of genocide according to international legal standards. Thus, Russia's military actions are categorized as contrary to the norm of jus contra bellum and violate the basic principles of international law. | |
| 47319 | 50717 | C1A021106 | Pengaruh Ekspektais Inflasi, Pendapatan, Literasi Keuangan, dan Kepercayaan Platform Digital terhadap Keputusan Investasi Reksa Dana Mahasiswa Purwokerto | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekspektasi inflasi, pendapatan, literasi keuangan, dan kepercayaan terhadap platform digital terhadap keputusan investasi reksa dana mahasiswa di Purwokerto. Fenomena ketimpangan antara jumlah penduduk usia produktif dan investor reksa dana menunjukkan bahwa minat investasi mahasiswa masih rendah meskipun akses digital semakin mudah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner dan analisis regresi linier berganda. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling, yaitu mahasiswa perguruan tinggi di Purwokerto yang telah atau sedang berinvestasi reksa dana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap keputusan investasi reksa dana. Secara parsial, pendapatan, literasi keuangan, dan kepercayaan terhadap platform digital berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan ekspektasi inflasi tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa keputusan investasi mahasiswa lebih banyak dipengaruhi oleh kemampuan finansial, pengetahuan keuangan, serta kepercayaan terhadap platform digital dibandingkan faktor makroekonomi seperti inflasi. | This study aims to analyze the influence of inflation expectations, income, financial literacy, and trust in digital platforms on mutual fund investment decisions among university students in Purwokerto. The gap between the number of productive-age individuals and mutual fund investors indicates that students’ investment interest remains low despite the increasing accessibility of digital investment platforms. The research employs a quantitative approach using a survey method through questionnaires and multiple linear regression analysis. The sample was determined using purposive sampling, consisting of university students in Purwokerto who have invested or are currently investing in mutual funds. The results show that all independent variables simultaneously have a significant effect on mutual fund investment decisions. Partially, income, financial literacy, and trust in digital platforms have a positive and significant effect, while inflation expectations have no significant effect. These findings indicate that students’ investment decisions are more strongly influenced by financial capacity, financial knowledge, and trust in digital platforms rather than macroeconomic factors such as inflation. | |
| 47320 | 50718 | A1A019121 | ANALISA KELAYAKAN USAHATANI MELON HIDROPONIK PADA KELOMPOK TANI RADEN KELURAHAN PABUARAN KECAMATAN PURWOKERTO UTARA KEBUPATEN BANYUMAS | Kelompok Tani Raden merupakan salah satu kelompok pertanian yang difokuskan dalam pembangunan greenhouse modern serta pengembangan hortikultura komoditas buah melon. Tujuan analisis tersebut untuk menentukan besar biaya penerimaan dan pendapatan serta kelayakan usahatani melon hidroponik pada Kelompok Tani Raden. Kelompok Tani Raden menunjukkan bahwa biaya tetap sebesar Rp1.924.000,00 per musim tanam, biaya variabel menunjukkan hasil sebesar Rp24.635.333,00 per musim tanam. Penerimaan yang diperoleh usahatani melon hidroponik pada Kelompok Tani Raden sebesar Rp40.097.000,00 per musim tanam, sedangkan pendapatan usahatani melon hidroponik pada Kelompok Tani Raden sebesar Rp15.461.667,29 per musim tanam. Pada hasil Break Even Point (BEP), usahatani melon hidroponik memperoleh BEP produksi sebesar 164 kg per musim tanam, BEP Harga sebesar Rp16.363,80/kg, dan BEP Rupiah Rp4.437.368,71, sedangkan untuk hasil Revenue Cost Ratio (RC) memperoleh hasil 1,6 yang berarti usahatani melon hidroponik pada Kelompok Tani Raden layak untuk dijalankan. | Raden Farmers Group is one of the agricultural groups focused on the development of modern greenhouses and the cultivation of horticultural melon commodities. The purpose of this analysis is to determine the total costs, revenue, and feasibility of hydroponic melon farming in the Raden Farmers Group. The Raden Farmers Group shows that the fixed costs amount to IDR 1.924.000,00 per planting season, while the variable costs result in IDR 24.635.333,00 per planting season. The revenue obtained from hydroponic melon farming in the Raden Farmers Group is IDR 40,097,000.00 per planting season, while the income from hydroponic melon farming in the Raden Farmers Group is IDR 15.461.667,29 per planting season. At the Break Even Point (BEP), hydroponic melon farming achieves a production BEP of 164 kg per planting season, a price BEP of Rp16,363.80/kg, and a monetary BEP of Rp 4.437.368,71, while the Revenue Cost Ratio (RC) result is 1.6, which means that hydroponic melon farming in the Raden Farmers Group is feasible to operate. |