Artikelilmiahs

Menampilkan 47.201-47.220 dari 48.726 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4720150598C1L021003PENGARUH FASILITAS SEKOLAH, SELF DIRECTED LEARNING, SELF REGULATED LEARNING DAN LITERASI DIGITAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 3 PURWOKERTOPenelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi yang menunjukkan 76,51% siswa yang belum tuntas memenuhi nilai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dalam mata pelajaran ekonomi. Hal ini dapat di pengaruhi faktor internal (karakter siswa, sikap, motivasi, konsentrasi, mengolah bahan ajar, menggali hasil belajar, rasa percaya diri, kebiasaan belajar) dan faktor eksternal (peran guru, teman sebaya, kurikulum sekolah, sarana dan prasarana). Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fasilitas sekolah, self directed learning, self regulated learning, dan literasi digital terhadap hasil belajar siswa di SMA Negeri 3 Purwokerto.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah siswa kelas X di SMA Negeri 3 Purwokerto yang berjumlah 396 siswa. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 199 siswa dengan teknik random sampling. Teknik pengambilan data dalam penelitian menggunakan kuesioner tertutup dan studi dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan SPSS.
Hasil penelitian dan analisis data menggunakan SPSS menunjukkan bahwa (1) fasilitas sekolah berpengaruh positif signifikan terhadap hasil belajar, (2) self directed learning berpengaruh positif signifikan terhadap hasil belajar, (3) self regulated learning berpengaruh positif signifikan terhadap hasil belajar, dan (4) literasi digital berpengaruh positif signifikan terhadap hasil belajar.
Implikasi untuk meningkatkan hasil belajar (1) Fasilitas sekolah yang tersedia dimanfaatkan secara efektif dalam pembelajaran, (2) self directed learning siswa memiliki inisiatif untuk belajar secara mandiri, merencanakan target, dan mengevaluasi hasil belajar, (3) self regulated learning mampu meningkatkan inisiatif siswa dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses belajarnya, (4) penguasaan literasi digital membuka akses terhadap sumber belajar yang lebih luas.
This study was motivated by observations showing that 76.51% of students did not meet the Learning Achievement Criteria Learning Achievement Criteria (KKTP) in economics. This can be influenced by internal factors (student character, attitude, motivation, concentration, processing teaching materials, exploring learning outcomes, self-confidence, learning habits) and external factors (the role of teachers, peers, school curriculum, facilities and infrastructure). Therefore, this study aims to analyze the effect of school facilities, self-directed learning, self-regulated learning, and digital literacy on student learning outcomes at SMA Negeri 3 Purwokerto.
This study is a descriptive quantitative study. The population in this study was 396 tenth-grade students at SMA Negeri 3 Purwokerto. The sample in this study consisted of 199 students using random sampling. The data collection techniques used in this study were closed questionnaires and documentation studies. Data analysis in this study used SPSS.
The results of the research and data analysis using SPSS show that (1) school facilities have a significant positive effect on learning outcomes, (2) self-directed learning has a significant positive effect on learning outcomes, (3) self-regulated learning has a significant positive effect on learning outcomes, and (4) digital literacy has a significant positive effect on learning outcomes.
Implications for improving learning outcomes (1) Available school facilities should be utilized effectively in learning, (2) self-directed learning encourages students to take the initiative to learn independently, set targets, and evaluate learning outcomes, (3) self-regulated learning can increase students' initiative in planning, implementing, and evaluating their learning process, (4) mastery of digital literacy opens access to a wider range of learning resources.
4720250899F2C022007SINERGISITAS STAKEHOLDER DALAM PENANGGULANGAN DERADIKALISASIAbstrak
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan: (1) Latar Belakang program sinergisitas dalam
penanggulangan deradikalisasi, dan (2) peran sinergisitas stakeholder dalam penanggulangan
deradikalisasi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripstif kualitatif. Lokasi
penelitian di Kota/Kabupaten wilayah sasaran Kegiatan Sinergisitas Antar Kementerian/Lembaga
Program Penanggulangan Terorisme Tahun 2018-2022 (Kab Poso, Provinsi Sulawesi Tengah dan Kab
Bima, Provins Nusa Tenggara Barat). Sementara, subjek penelitian adalah Peneriman Manfaat Kegiatan
Sinergisitas Antar Kementerian/Lembaga Program Penanggulangan Terorisme Tahun 2018-2022, yang
memiliki indikasi terpapar radikalisme terorisme. Teknik pengumpulan data yang terdiri dari: (1)
observasi, (2) wawancara mendalam, (3) studi dokumen, dan (4) studi pustaka. Analisis dilakukan
dengan cara (1) induksi ketika di lapangan dengan pola triangulasi, (2) holistik yang dilakukan pasca-
lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, kemiskinan dapat menjadi latar belakang
seseorang memilih untuk menjadi seorang teroris. Kedua, peran sinergisitas kementerian/lembaga
sangat penting dalam penanggulangan deradikalisasi.
Kata Kunci; Sinergisitas; Deradikalisasi; Terorisme.
The purpose of writing this article is to explain: (1) the background of the synergy program in
countering deradicalization, and (2) the role of stakeholder synergy in countering deradicalization.
The approach used in this research is qualitative descriptive. The research location is in the target
city/district of the Inter-Ministerial/Institutional Synergy Activities of the Counterterrorism Program
Year 2018-2022 (Poso District, Central Sulawesi Province, and Bima District, West Nusa Tenggara
Province). Meanwhile, the research subjects are beneficiaries of the Inter-Ministerial/Institutional
Synergy Activities of Counterterrorism Program 2018-2022, who have indications of being exposed to
radical terrorism. Data collection techniques consist of: (1) observation, (2) in-depth interviews, (3)
document study, and (4) literature study. The analysis was conducted by (1) induction while in the field
with a triangulation pattern, (2) holistic conducted post-field. The research results show that: First,
poverty can be the background of a person choosing to become a terrorist. Second, the role of
ministry/agency synergy is very important in countering deradicalization.
Keywords; Synergy; Deradicalization; Terrorism.
4720350599A1H023009Kajian Unsur Hara Fosfor, Serapannya Oleh Tanaman, dan Hasil Tanaman Padi Sawah di Das Serayu Tengah Wilayah Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten PurbalinggaProduktivitas padi sawah di DAS Serayu Tengah, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara fosfor (P) dalam tanah yang berperan penting dalam pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran fosfor tersedia pada lahan sawah, hubungan antara fosfor dan serapannya oleh tanaman dengan hasil padi, serta rekomendasi pemupukan fosfor yang tepat. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2024 hingga Mei 2025 menggunakan metode survei dan analisis laboratorium dengan parameter yang diamati meliputi sifat kimia tanah (pH H₂O, pH KCl, DHL, potensial redoks, dan P tersedia), serapan fosfor tanaman (daun, gabah, dan tanaman utuh), serta hasil panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan fosfor tersedia berkisar 6–29 ppm P₂O₅ dengan rata-rata pada kedalaman 0–25 cm sebesar 13 ppm P₂O₅ (sedang) dan 25–50 cm sebesar 9 ppm P₂O₅ (rendah). Korelasi antara fosfor tersedia pada kedalaman 0–25 cm dengan hasil padi memiliki nilai r = 0,498 (sedang), sedangkan korelasi serapan fosfor gabah dengan hasil padi mencapai r = 0,513 (sedang). Rekomendasi pemupukan optimum adalah 14,0 kg P₂O₅/ha atau setara dengan 37,9 kg SP-36/ha, 30,3 kg TSP/ha, atau 90,9 kg NPK Phonska/ha untuk meningkatkan hasil padi sawah secara berkelanjutan.The productivity of lowland rice in the Serayu Tengah Watershed, Karangmoncol District, Purbalingga Regency, is highly influenced by the availability of soil phosphorus (P), which plays a critical role in plant growth and yield. This study aimed to investigate the spatial distribution of available phosphorus in paddy fields, analyze the relationship between soil phosphorus, plant phosphorus uptake, and rice yield, and determine the optimal phosphorus fertilization recommendation. The research was conducted from October 2024 to May 2025 using a survey method combined with laboratory analyses. The observed parameters included soil chemical properties (pH H₂O, pH KCl, electrical conductivity, redox potential, and available P), plant phosphorus uptake (leaf, grain, and whole plant), and crop yield. The results showed that the available phosphorus content ranged from 6 to 29 ppm P₂O₅, with an average of 13 ppm P₂O₅ (moderate) at a depth of 0–25 cm and 9 ppm P₂O₅ (low) at a depth of 25–50 cm. A moderate positive correlation was found between available phosphorus at 0–25 cm depth and rice yield (r = 0.498), while the correlation between grain phosphorus uptake and rice yield was also moderate (r = 0.513). The recommended optimal phosphorus fertilization rate is 14.0 kg P₂O₅/ha, equivalent to 37.9 kg SP-36/ha, 30.3 kg TSP/ha, or 90.9 kg NPK Phonska/ha, to improve rice productivity sustainably.
4720450770A1D021076Biodiversitas Serangga Hama dan Musuh Alami pada Fase Generatif Pertanaman Padi (Oryza Sativa L.) Inpago Unsoed Protani di Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten BrebesPenurunan produksi padi umumnya disebabkan oleh tekanan biotik, khususnya serangan hama serangga. Pengendalian populasi hama dapat dilakukan melalui penerapan pengendalian hama terpadu yang memanfaatkan peran musuh alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intensitas serangan hama, keanekaragaman, keseragaman, serta kelimpahan hama dan musuh alami pada varietas Inpago Unsoed Protani di Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Brebes. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2024 – Februari 2025 di Desa Majasari, Kabupaten Purbalingga dan Desa Pakujati, Kabupaten Brebes. Metode pengambilan sampel meliputi sweep net, perangkap kuning, dan pengamatan langsung pada 20 rumpun tanaman per lokasi. Variabel pengamatan untuk penelitian ini meliputi intensitas serangan, indeks keseragaman, indeks keanekaragaman dan kelimpahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas serangan hama mengalami peningkatan di kedua lokasi, dengan intensitas serangan hama di lokasi Desa Pakujati lebih tinggi. Indeks keanekaragaman hama di Desa Majasari rendah (H’=0,89) dan musuh alami sedang (H’=1,72), sedangkan di Desa Pakujati keanekaragaman hama sedang (H’=1,57) dan musuh alami tinggi (H’=1,93). Indeks keseragaman hama di Desa Majasari rendah (E=0,49) dan musuh alami tinggi (E=0,78), sedangkan di Desa Pakujati keseragaman hama sedang (E=0,68) dan musuh alami tinggi (E=0,87). Kelimpahan hama didominasi oleh Leptocorica sp. di kedua lokasi, sedangkan musuh alami di Desa Majasari didominasi oleh Coccinella transversalis, sedangkan di Desa Pakujati didominasi oleh Sepedon sp.The decline in rice production is often caused by biotic stress, particularly insect pest infestations. Integrated pest management utilizing natural enemies is an effective approach to maintain agroecosystem stability. This research was conducted from October 2024 to February 2025 at Majasari Village, Purbalingga Regency, and Pakujati Village, Brebes Regency. Sampling methods included sweep nets, yellow traps, and direct observations at 20 sampling plant clumps per location. The results showed that pest attack intensity was higher in Pakujati than in Majasari. The pest and natural enemy diversity indices in Majasari were low (H’=0.89) and moderate (H’=1.72), respectively, while in Pakujati they were moderate (H’=1.57) and high (H’=1.93). Pest evenness in Majasari was low (E=0.49) and natural enemy evenness was high (E=0.78), while in Pakujati they were moderate (E=0.68) and high (E=0.87), respectively. The dominant pest in both locations was Leptocorisa sp., while dominant natural enemies were Coccinella transversalis in Majasari and Sepedon sp. in Pakujati.
4720550904I1E021068PEMANFAATAN OBJEK WISATA ALAM KEBUN BUAH
BATUR AGUNG SEBAGAI PRASARANA
AKTIVITAS LUAR KELAS
Pendidikan jasmani berperan penting dalam proses pendidikan untuk mengembangkan kebugaran, keterampilan, dan karakter siswa melalui aktivitas fisik. Salah satu cakupannya adalah pembelajaran di luar ruangan yang memberikan pengalaman langsung, melibatkan interaksi dengan alam, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Aktivitas ini membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai. Destinasi wisata dapat dimanfaatkan sebagai alternatif karena menyediakan fasilitas yang mendukung pembelajaran di luar ruangan. Wisata Alam Kebun Buah Batur Agung di Kecamatan Kedungbanteng memiliki potensi ini, dengan fasilitas seperti kolam renang, area outbound, perkemahan, dan edukasi tanaman buah. Namun, pengamatan menunjukkan bahwa pemanfaatannya oleh guru pendidikan jasmani di sekolah-sekolah sekitar masih terbatas. Kondisi ini mendorong penelitian tentang potensi objek wisata ini sebagai infrastruktur pembelajaran di luar ruangan.Physical education plays an important role in the educational process in developing students' fitness, skills, and character through physical activities. One of its scopes is outdoor learning which provides direct experience, involves interaction with nature, and fosters environmental responsibility. These activities require adequate facilities and infrastructure. Tourism destinations can be utilized as alternatives because they provide facilities that support outdoor learning. Batur Agung Fruit Garden Nature Tourism in Kedungbanteng District has this potential, with facilities such as swimming pools, outbound areas, camping sites, and fruit plant education. However, observations indicate that its utilization by physical education teachers in surrounding schools remains limited. This condition encourages research on the potential of this tourist attraction as outdoor learning infrastructure.
4720650909F1A021021Analisis Isi Kasus Pembunuhan dalam Keluarga Inti pada Berita Online Kompas.com Tahun 2022 – 2024 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kasus pembunuhan dalam keluarga inti berdasarkan pemberitaan online Kompas.com selama periode tahun 2022-2024. Fokus penelitian ini meliputi karakteristik pelaku dan korban pembunuhan seperti jenis kelamin, kelompok usia, relasi keluarga antara pelaku dan korban, tempat kejadian perkara dan jumlah pelaku, serta motif utama pembunuhan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan analisis isi. Diperoleh data sebanyak 123
berita kasus pembunuhan dalam keluarga inti yang dianalisis menggunakan teknik sampel jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pelaku pembunuhan berjenis kelamin laki-laki yaitu sebesar (69,9%), dominasi laki-laki menjadi pelaku pembunuhan berkaitan dengan aspek gender dan ekonomi. Pembunuhan dalam keluarga banyak terjadi dalam relasi orang tua dan anak, serta umunya dilakukan secara individu di rumah sebanyak 105 kasus. Motif pembunuhan dalam keluarga disebabkan oleh faktor ekonomi (42,3%), motif sosial (21,1%), dan psiko-sosial (35%). Penelitian ini menghasilkan bahwa pembunuhan dalam keluarga inti bukan sekedar sebagai suatu tindakan kriminal yang individual, tetapi juga menunjukkan adanya kompleksitas permasalahan yang berkaitan dengan dinamika keluarga, seperti masalah ekonomi, disfungsi keluarga, dan tekanan peran dalam konstruksi sosial.
This study aims to analyze cases of murder within the nuclear family based on online reports from Kompas.com during the period 2022-2024. The focus of this study includes the characteristics of the perpetrators and victims of murder, such as gender, age group, family relationship between the perpetrator and victim, location of the incident, number of perpetrators, and the main motive for the murder. The research method used is quantitative with a content analysis approach. A total of 123 news reports on homicide cases within the nuclear family were obtained and analyzed using a saturated sample technique. The results show that the majority of perpetrators were male (69.9%), with male dominance as perpetrators of homicide related to gender and economic aspects. Murder within the family often occurred in parent-child relationships and was generally committed individually at home in 105 cases. The motives for murder within the family were economic factors (42.3%), social motives (21.1%), and psychosocial factors (35%). This study found that murders within the nuclear family are not merely individual criminal acts, but also indicate the complexity of problems related to family dynamics, such as economic problems, family dysfunction, and role pressures in social construction.
4720750601J1B021056SINGKATAN SEBAGAI STRATEGI EFISIENSI KOMUNIKASI DI LINGKUP KERJA PT PARTNER IMPIAN MILENIAL (SCHOTERS) YOGYAKARTATulisan ini mengkaji penggunaan singkatan dalam lingkungan profesional PT Partner Impian Milenial (Schoters), sebuah perusahaan di Yogyakarta yang bergerak di bidang pendidikan global. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis bentuk abreviasi singkatan yang digunakan pekerja dalam komunikasi kerja sehari-hari sebagai strategi efisiensi dalam penyampaian informasi. Data dikumpulkan melalui proses menyimak penggunaan bahasa tanpa terlibat secara langsung dalam proses pembicaraan. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat ragam bentuk singkatan yang berasal dari bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Dalam bentuk singkatan bahasa Inggris, ditemukan dua jenis singkatan yaitu singkatan bahasa Inggris yang penulisan dan pelafalannya sesuai kaidah ejaan bahasa Inggris dan singkatan bahasa Inggris yang penulisan dan pelafalannya menggunakan kaidah ejaan bahasa Indonesia. Secara keseluruhan, tulisan ini memberikan kontribusi terhadap efisiensi komunikasi serta memberikan pemahaman tentang bagaimana bahasa secara kreatif diadaptasi dalam konteks profesional di Indonesia.This paper examines the use of abbreviations in the professional environment of PT Partner Impian Milenial (Schoters), a company in Yogyakarta that operates in the global education services. This paper aims to identify and analyze the forms of abbreviations commonly used by employees in daily work communication. Data were collected through the process of observing language use without being directly involved in the conversation. Results show that there are various forms of abbreviations derived from English and Indonesian. In terms of English-based abbreviations, two types were identified: those whose writing and pronunciation follow the phonetic conventions of English, and pronunciation use the phonetic rules of Indonesian spelling. Overall, this paper contributes to the efficiency of communication and provides an understanding of how language is creatively adapted in the professional context in Indonesia.
4720850603A1A021018PENGARUH ZAKAT PRODUKTIF, MODAL USAHA, BIAYA PRODUKSI, DAN TENAGA KERJA TERHADAP PENDAPATAN UMKM BERBASIS AGRIBISNIS BINAAN LAZISMU KABUPATEN BANYUMAS
Penyebab kemiskinan di Kabupaten Banyumas yang cukup tinggi salah satunya karena banyaknya pengangguran. UMKM merupakan sektor yang dapat mengatasi masalah tersebut. Namun, masih banyak UMKM yang mengalami kendala dalam mengakses permodalan. Pendayagunaan zakat produktif menjadi alternatif yang mampu membantu UMKM dalam mendapatkan modal usaha. LAZISMU Banyumas adalah lembaga nirlaba tingkat kabupaten yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan secara produktif dana zakat, infak, wakaf dan dana keagamaan dengan penghimpunan dan penyaluran terbesar di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh zakat produktif, modal usaha, biaya produksi, dan tenaga kerja terhadap pendapatan UMKM berbasis agribisnis binaan LAZISMU Kabupaten Banyumas.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode survey dengan desain explanatory survey. Penelitian dilakukan di Kabupaten Banyumas pada tanggal 1 Mei – 1 Juni 2025. Data penelitian dikumpulkan adalah data primer dan sekunder melalui penyebaran kuisioner, wawancara dan studi dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 167 pemilik UMKM berbasis agribisnis yang telah menerima manfaat program zakat produktif. Sampel yang dipilih sebanyak 63 pemilik UMKM menggunakan teknik simple random sampling. Alat analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis regresi berganda.
Karakteristik responden penelitian meliputi umur, jenis kelamin, jenis usaha, dan lama usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zakat produktif, modal usaha, biaya produksi, dan tenaga kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM. Secara parsial zakat produktif, modal usaha, dan biaya produksi berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM, sedangkan tenaga kerja secara parsial tidak berpengaruh terhadap pendapatan UMKM berbasis agribisnis binaan LAZISMU Banyumas.
One of the reasons why poverty in Banyumas Regency is quite high is because there is a lot of unemployment. MSMEs are a factor that can overcome this problem. However, there are still many MSMEs that experience obstacles in accessing capital. Productive zakat utilization is an alternative that can help MSMEs in obtaining business capital. LAZISMU Banyumas is a district-level non-profit organization that serves in community empowerment through productive utilization of zakat, infaq, waqf and religious funds with the largest collection and distribution in Banyumas Regency. This study aims to analyze how productive zakat, business capital, production costs, and labor affect the income of agribusiness-based MSMEs assisted by LAZISMU Banyumas Regency.
The type of research used is quantitative research using a survey method with an explanatory survey design. The research was conducted in Banyumas Regency on May 1 - June 1, 2025. The research data collected were primary and secondary data through the distribution of questionnaires, interviews and documentation studies. The population in this study amounted to 167 agribusiness-based MSME owners who had received the benefits of productive zakat programs. The sample selected was 63 MSME owners using simple random sampling technique. The analytical tools used are descriptive analysis and multiple regression analysis.
The characteristics of research respondents include age, gender, type of business, and length of business. The results showed that productive zakat, business capital, production costs, and labor together had a significant effect on MSME income. Partially, productive zakat, business capital, and production costs have a significant effect on MSME income, while labor partially has no effect on the income of agribusiness-based MSMEs assisted by LAZISMU Banyumas.
4720950920G4A022030HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN KECEMASAN PADA PASIEN CAD DI POLI JANTUNG RSUD BANYUMAS
4721050921F2C023012Pengaruh Kualitas Pelayanan Aplikasi TW Mobile dan Kepuasan Pengguna Terhadap Brand Awareness Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Wijaya Kabupaten CilacapAbstrak
Penelitian ini membahas pengaruh kualitas pelayanan aplikasi
TW Mobile dan kepuasan pengguna terhadap brand awareness
Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Wijaya
Kabupaten Cilacap. Transformasi digital yang terjadi di era globalisasi
menuntut organisasi pelayanan publik untuk beradaptasi dengan
perkembangan teknologi, salah satunya melalui implementasi aplikasi
mobile. Perumdam Tirta Wijaya, sebagai perusahaan daerah yang
bergerak di bidang penyediaan air bersih, telah meluncurkan aplikasi
TW Mobile untuk mempermudah transaksi dan meningkatkan kualitas
pelayanan kepada pelanggan. Namun, data menunjukkan adanya
ketimpangan antara jumlah pengguna yang mengunduh aplikasi (7.776
user) dan pengguna aktif (1.936 user), serta banyaknya keluhan
masyarakat terkait kualitas pelayanan aplikasi ini. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis secara
simultan dan parsial pengaruh kualitas pelayanan dan kepuasan
pengguna terhadap brand awareness aplikasi TW Mobile. Fokus
penelitian diarahkan pada bagaimana persepsi kegunaan, kemudahan
penggunaan, serta pengalaman pengguna memengaruhi keterlibatan
pelanggan dan pengenalan merek. Selain itu, penelitian ini juga
menyoroti pentingnya brand awareness sebagai fondasi strategi
pemasaran, yang dapat memperkuat loyalitas pelanggan dan
meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital
Perumdam Tirta Wijaya. Temuan penelitian diharapkan dapat
memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan literatur e-
government dan brand awareness di sektor pelayanan publik, serta
menawarkan rekomendasi strategis bagi Perumdam Tirta Wijaya dalam
mengoptimalkan aplikasi TW Mobile. Penelitian ini juga menambah
wawasan mengenai pentingnya perbaikan kualitas aplikasi, edukasi
pengguna, dan strategi pemasaran digital untuk membangun brand
awareness yang kuat. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan
bahwa peningkatan kualitas pelayanan dan kepuasan pengguna
merupakan faktor kunci dalam memperkuat posisi perusahaan di era
digital serta dalam membangun hubungan jangka panjang dengan
pelanggan melalui inovasi layanan publik berbasis teknologi.
Kata Kunci : Kualitas Pengguna, Kepuasan Pengguna, Brand
Awareness, Perumdam Tirta Wijaya
Abstract
This study examines the influence of the TW Mobile application
service quality and user satisfaction on brand awareness at the Tirta
Wijaya Regional Drinking Water Company (Perumdam) in Cilacap
Regency. The digital transformation occurring in the globalization era
requires public service organizations to adapt to technological
developments, one of which is through the implementation of mobile
applications. Perumdam Tirta Wijaya, as a regional company engaged in
the provision of clean water, has launched the TW Mobile application to
facilitate transactions and improve the quality of service to customers.
However, data shows an imbalance between the number of users who
have downloaded the application (7,776 users) and active users (1,936
users), as well as many public complaints regarding the quality of this
application's service. This study uses a quantitative approach to
simultaneously and partially analyze the influence of service quality and
user satisfaction on brand awareness of the TW Mobile application. The
research focuses on how perceptions of usefulness, ease of use, and user
experience influence customer engagement and brand recognition. In
addition, this study also highlights the importance of brand awareness as
a foundation for marketing strategies, which can strengthen customer
loyalty and increase public trust in Perumdam Tirta Wijaya's digital
services. The research findings are expected to provide theoretical
contributions to the development of e-government and brand awareness
literature in the public service sector, as well as offer strategic
recommendations for Perumdam Tirta Wijaya in optimizing the TW
Mobile application. This research also provides insight into the importance
of improving application quality, user education, and digital marketing
strategies to build strong brand awareness. Therefore, this study confirms
that improving service quality and user satisfaction are key factors in
strengthening a company's position in the digital era and in building long-
term relationships with customers through technology-based public
service innovation.
Keywords: User Quality, User Satisfaction, Brand Awareness, Perumdam
Tirta Wijaya
472115939A1L009038POTENSI BIO-P60 TERHADAP PENYAKIT LAYU PANAMA PADA BIBIT PISANG RAJA BULU KUNING IN PLANTAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan cara aplikasi Bio-P60 yang efektif untuk mengendalikan penyakit Layu Panama pada bibit pisang. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan rumah kaca Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, pada bulan September 2012– April 2013. Rancangan Percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 8 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang dicoba terdiri atas kontrol, fungisida, rendam Bio-P60 10, 20, dan 30 menit, rendam Bio-P60 10, 20, dan 30 menit dengan disiram Bio-P60. Variabel yang diamati analisis kandungan fenol, masa inkubasi, keparahan penyakit pada daun dan akar, kepadatan Fusarium akhir, tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang semu, jumlah akar, bobot segar akar, serta bobot kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bio-P60 mampu mengendalikan penyakit Layu Panama pada bibit pisang dalam skala rumah kaca. Teknik aplikasi Bio-P60 yang baik untuk mengendalikan penyakit Layu Panama pada bibit pisang adalah dengan cara perendaman akar selama 20 menit. Bio-P60 mampu mengimbas ketahanan bibit pisang dengan adanya peningkatan senyawa fenol. Bio-P60 belum mampu meningkatkan pertumbuhan pada bibit pisang dalam skala rumah kaca.This research aimed at determining potency and effective application of Bio-P60 in controlling the Panama Wilt on banana seedlings. The research was conducted at the Laboratory of Plant Protection and the greenhouse of Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto from September 2012 to April 2013. Randomized Block Design was used consisted of eight treatments and 4 replicates. The treatments were control, fungicide, soaking in Bio-P60 for 10, 20, and 30 minutes, and soaking in Bio-P60 for 10, 20, and 30 minutes, with pouring Bio-P60). Varibles observed were analysis of phenolic compound, incubation period, severity of disease on leaves and roots, late population density of Fusarium, plant height, number of leaves, pseudo-stem diameter, number of roots, root fresh weight, and root dry weight. The results showed that the Bio- 60 was able to control the disease on banana seedlings in greenhouse scale. The appropriate aplication of Bio- P60 to control the disease was by soaking the roots for 20 minutes. Bio-P60 was able to induce resistance of banana seedlings with increasing phenolic compounds. Bio-P60 has not been able to increase the seedling growth in greenhouse scale
4721250605H1D020029ANALISIS PERBANDINGAN PERFORMA
LARAVEL INERTIA DAN LARAVEL BLADE
PADA WEBSITE SISTEM INFORMASI PROFILE ORGANISASI
Internet saat ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan membuat semua aspek kehidupan telah memulai memanfaatkan fasilitas internet. Organisasi saat ini telah menggunakan internet untuk mendapatkan kemudahan dalam memberikan layanan dan informasi. Ranting Muhammadiyah Panggungharjo 1 sebagai organisasi islam Muhammadiyah tingkat ranting setingkat desa, membutuhkan media informasi yang efektif untuk mendukung kegiatan dakwah dan interaksi dengan masyarakat, sehingga berencana membangun sebuah Sistem Informasi Profile Organisasi berbasis website untuk meningkatkan efisiensi penyebaran informasi. Sistem informasi profil organisasi berbasis website harus mampu menampilkan data yang akurat, responsif, efisien, dan skalabel untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Oleh karena itu, Penelitian ini menggunakan framework Laravel, yang menyediakan dua pendekatan utama, yaitu Laravel Blade dengan server-side rendering (SSR) dan Laravel Inertia untuk pengembangan Single Page Application (SPA). Analisis perbandingan performa kedua pendekatan diperlukan karena setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan terkait efisiensi, responsivitas, dan kompleksitas. Metode Rational Unified Process (RUP) diterapkan sebagai panduan pengembangan sistem. Pada fase Construction dan Transition, kedua pendekatan dibandingkan dalam hal rendering halaman, skalabilitas, serta kebutuhan sumber daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Laravel Blade cenderung lebih unggul dalam hal performa teknis, terutama pada kecepatan pemuatan awal, stabilitas, dan konsistensi ketika menghadapi beban tinggi. Di sisi lain, Laravel Inertia memiliki kelebihan sebagai Single Page Application (SPA) dan menunjukkan performa throughput yang lebih baik pada beban rendah hingga menengah, meskipun aspek UX tidak diuji secara langsung dalam penelitian ini. Dengan demikian, pemilihan pendekatan yang lebih optimal bergantung pada kebutuhan organisasi, apakah lebih menekankan pada kestabilan performa untuk beban besar (Blade) atau pada interaktivitas pengguna dalam skenario beban lebih ringan (Inertia).The internet has become an inseparable part of daily life, enabling various aspects of society to utilize its facilities. Organizations today increasingly rely on the internet to facilitate the delivery of services and information. Ranting Muhammadiyah Panggungharjo 1, as a local Islamic Muhammadiyah branch organization at the village level, requires an effective information medium to support its da’wah activities and community engagement. Therefore, it plans to develop a web-based Organizational Profile Information System to improve the efficiency of information dissemination. The web-based organizational profile information system must be capable of presenting accurate, responsive, efficient, and scalable data to meet user needs. For this reason, this study applies the Laravel framework, which provides two main approaches: Laravel Blade with server-side rendering (SSR) and Laravel Inertia for developing Single Page Applications (SPA). A comparative performance analysis of these two approaches is necessary, as each has its strengths and weaknesses regarding efficiency, responsiveness, and complexity. The Rational Unified Process (RUP) method was implemented as a guideline in the system development. During the Construction and Transition phases, both approaches were compared in terms of page rendering, scalability, and resource requirements. The findings indicate that Laravel Blade tends to perform better in terms of technical performance, particularly in initial loading speed, stability, and consistency under high-load conditions. On the other hand, Laravel Inertia offers advantages as a Single Page Application (SPA) and demonstrates better throughput performance under low to medium loads, although the user experience (UX) aspect was not directly tested in this study. Thus, the choice of a more optimal approach depends on the organization’s needs—whether prioritizing performance stability under heavy loads (Blade) or emphasizing user interactivity in lighter load scenarios (Inertia).
4721350606A1A021017Dampak Sertifikat Halal Terhadap Pendapatan UMKM di Kabupaten BanyumasSertifikat halal merupakan dokumen resmi dari BPJPH yang menjamin kehalalan produk melalui sistem jaminan produk halal. Sertifikasi ini memberikan berbagai manfaat bagi produsen, seperti meningkatkan daya saing, memperluas akses ke pasar global, serta memperbaiki sistem dokumentasi dan administrasi perusahaan. Kewajiban sertifikasi halal di Indonesia diatur dalam UU No. 33 Tahun 2014 dan PP No. 39 Tahun 2021 seiring dengan meningkatnya permintaan produk halal baik dari konsumen muslim maupun non muslim. Implementasi sertifikasi masih menghadapi kendala, terutama terkait kesadaran, biaya, dan waktu yang diperlukan UMKM dalam mengurus sertifikat halal. Peneltian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui rata-rata pedapatan UMKM sebelum dan sesudah memiliki sertifikat halal, 2) mengetahui perbedaan rata-rata pendapatan UMKM sebelum dan sesudah memiliki sertifikat halal.
Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Banyumas pada bulan April hingga Mei 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan teknik snowball sampling pada pengambilan sampel. Sampel yang digunakan sebanyak 68 yang kemudian di analisis dengan metode analisis biaya dan pendapatan serta uji t berpasangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan UMKM di Kabupaten Banyumas sesudah memperoleh sertifikat halal meningkat sebesar Rp1.845.183 atau sekitar 27%, dari semula Rp8.239.941 sebelum sertifikasi menjadi Rp10.085.123 setelah tersertifikasi halal. Hasil penelitian secara statistic juga menunjukan adanya perbedaan rata-rata pendapatan UMKM di Kabupaten Banyumas sebelum dan sesudah memperoleh sertifikat halal.
Halal certification is an official document from BPJPH that guarantees the halal status of products through a halal product assurance system. This certification provides various benefits for producers, such as increasing competitiveness, expanding access to global markets, and improving company documentation and administration systems. The obligation of halal certification in Indonesia is regulated in Law No. 33 of 2014 and Government Regulation No. 39 of 2021 in line with the increasing demand for halal products from both Muslim and non-Muslim consumers. The implementation of certification still faces obstacles, especially related to awareness, costs, and the time required for MSMEs to obtain halal certificates. This study aims to: 1) determine the average income of MSMEs before and after obtaining halal certification, 2) determine the difference in the average income of MSMEs before and after obtaining halal certification.
This research was conducted in Banyumas Regency from April to May 2025. The research method used was a survey method using snowall sampling technique for sample collection. A total of 68 samples were used and then analyzed using cost and income analysis methods and paired t-tests.
The results of the research show that the average income of MSMEs in Banyumas Regency after obtaining halal certification increased by IDR1.845.183 or around 27%, from IDR8.239.941 before certification to IDR10.085.123 after halal certification. Statistically, the results of the study also show a difference in the average income of MSMEs in Banyumas Regency before and after obtaining halal certification.
4721450607H1D021041TEXT MINING USING TEXTRANK EXTRACTION METHOD AND NAIVE BAYES CLASSIFIER FOR WEB-BASED CLASSIFICATION OF INFORMATICS JOURNALS BASED ON ABSTRACTPerkembangan teknologi informasi telah menghasilkan lonjakan besar dalam jurnal publikasi ilmiah, yang menyebabkan tantangan dalam menemukan informasi relevan secara cepat dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem klasifikasi jurnal otomatis berbasis web menggunakan metode Textrank dan Naive Bayes Classifier. Metode Textrank digunakan untuk mengekstraksi kata knci penting dari abstrak jurnal, sedangkan Naive Bayes digunakan untuk mengklasifikasikan jurnal ke dalam enam kategori bidang informatika yaitu Kecerdasan Buatan, Rekayasa Perangkat Lunak, Jaringan Komputer, Keamanan Informasi, Sistem Informasi, dan Data Science. Data yang digunakan terdiri dari 180 jurnal sebagai data latih dan 60 jurnal sebagai data uji. Proses klasifikasi melibatkan pra-pemrosesan teks, ekstraksi kata kunci sebanyak 25 kata, dan penghitungan probabilitas menggunakan teorema Bayes. Sistem diuji menggunakan metode black box dan dievaluasi menggunakan confusion matrix. Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi metode Textrank dan Naive Bayes mampu mengklasifikasikan jurnal dengan tingkat akurasi sebesar 93%, presisi sebesar 82%, dan recall sebesar 81%. Sistem ini diharapkan dapat membantu pengguna dalam menemukan jurnal yang relevan dengan lebih cepat dan efisien.The rapid advancement of information technology has led to a significant increase in scientific publications, creating challenges in efficiently and accurately retrieving relevant information. This study aims to develop a web-based automatic journal classification system using the Textrank and Naïve Bayes Classifier methods. The Textrank method is used to extract important keywords from journal abstracts, while the Naive Bayes Classifier is employed to categorize journal into six informatics-related categories: Artificial Intelligence, Software Engineering, Computer Networks, Information Security, Information Systems, and Data Science. The dataset consists of 180 journals for training and 60 journals for testing. The classification process involves text preprocessing, keyword extraction (up to 25 keywords), and probability calculation using Bayes theorem. The system was tested using the black box method and evaluated through a confusion matrix. The results show that the combination of Textrank and Naive Bayes methods can classify journals with an accuracy of 93%, precision of 82%, and recall of 81%. This system is expected to assist users in finding relevant journals more quickly and efficiently.
4721550608C1C021001Pengaruh Literasi Keuangan, Inovasi dan Penggunaan Teknologi Informasi terhadap Kinerja Keuangan UMKM di Kabupaten BanyumasPenelitian ini merupakan penelitian pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM) yang berada di Kabupaten Banyumas dengan tujuan penelitian
untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, inovasi dan penggunaan teknologi
informasi terhadap kinerja keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Jenis data yang digunakan
penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner.
Metode yang digunakan dalam pemilihan sampel penelitian yaitu non-probability
sampling yang menggunakan kombinasi teknik convenience sampling dan
purposive sampling. Sampel yang digunakan berdasarkan rumus Slovin sebanyak
100 pelaku UMKM yang berlokasi di Kabupaten Banyumas. Metode pengukuran
variabel menggunakan skala likert pada variabel kinerja keuangan, literasi
keuangan, inovasi, dan penggunaan teknologi informasi. Berdasarkan hasil
penelitian dan analisis data menggunakan Statistical Package for the Social
Sciences (SPSS) memberikan bukti bahwa: (1) literasi keuangan berpengaruh
positif signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM, (2) inovasi berpengaruh
positif signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM, (3) penggunaan teknologi
informasi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM.
This study is a research on Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs)
located in Banyumas Regency with the aim of analyzing the effect of financial
literacy, innovation, and information technology use on financial performance. This
study uses a quantitative approach with a survey method. The type of data used in
this study is primary data obtained from a questionnaire distribution. The method
used in selecting the research sample was non-probability sampling, which used a
combination of convenience sampling and purposive sampling techniques. The
sample used was based on the Slovin formula, consisting of 100 MSME actors
located in Banyumas Regency. The variable measurement method used a Likert
scale for the variables of financial performance, financial literacy, innovation, and
information technology use. Based on the results of research and data analysis
using the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS), there is evidence that:
(1) financial literacy has a significant positive effect on the financial performance
of MSMEs, (2) innovation has a significant positive effect on the financial
performance of MSMEs, (3) the use of information technology has a significant
positive effect on the financial performance of MSMEs.
4721650609K1B021032IDENTIFIKASI POLA PEMBELIAN ASOSIASI DAN TRANSISI DENGAN MARKET BASKET ANALYSIS DAN MARKOV CHAIN
PADA E-COMMERCE SHOPEE TOKO “NC”
ABSTRAK. Persaingan yang ketat pada platform e-commerce menuntut pelaku usaha untuk memahami perilaku konsumen secara mendalam guna menyusun strategi pemasaran yang efektif. Salah satu pendekatan untuk mendapatkan pemahaman tersebut adalah dengan menganalisis data transaksi historis untuk mengungkap pola-pola pembelian yang tersembunyi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola pembelian asosiasi dan transisi pada data transaksi Toko "NC" di Shopee selama tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan hibrida yang mengkombinasikan Market Basket Analysis (MBA) dengan algoritma Apriori dan Markov Chain. Hasil analisis MBA berhasil mengidentifikasi 9 aturan asosiasi signifikan dengan aturan terkuat adalah {'Garut', 'PS'} → {'RJ'} yang memiliki nilai lift ratio sebesar 1,268173. Analisis Markov Chain berhasil membentuk matriks probabilitas transisi dan mengidentifikasi produk 'RJ' dan 'Garut' sebagai recurrent state yang menunjukkan loyalitas pelanggan yang tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sintesis kedua metode memberikan kerangka rekomendasi yang lebih komprehensif diantaranya seperti membuat paket bundling {'Garut', 'PS', 'RJ'}, menerapkan cross-selling aktif untuk 'RJ', menjalankan kampanye retargeting prediktif, dan memprioritaskan stok untuk produk-produk inti yang terbukti dapat mempertahankan loyalitas pelanggan.ABSTRACT. The intense competition on e-commerce platforms requires entrepeneur to deeply understand consumer behavior to formulate effective marketing strategies. One approach to gain this understanding is by analyzing historical transaction data to uncover hidden purchasing patterns. Therefore, this research aims to identify both association (simultaneous purchases) and transition (sequential purchases) patterns within the transaction data of "NC" Store on Shopee during 2024. The research adopts a hybrid approach that combines Market Basket Analysis (MBA) using the Apriori algorithm and Markov Chain analysis. The MBA analysis successfully identified 9 significant association rules, with the strongest being {'Garut', 'PS'} → {'RJ'}, which achieved a lift ratio value of 1.268173. The Markov Chain analysis successfully constructed a transition probability matrix and identified 'RJ' and 'Garut' as recurrent states, indicating high customer loyalty. This study concludes that the synthesis of both methods provides a more comprehensive recommendation framework, including strategies such as creating bundling packages {'Garut', 'PS', 'RJ'}, applying active cross-selling for 'RJ', implementing predictive retargeting campaigns, and prioritizing inventory for core products proven to sustain customer loyalty.
4721750610H1D021039Perbedaan Penggunaan Metode Reinforcement Learning dan Metode Finite-State Machine terhadap Kepuasan Pengguna (Studi Kasus: Pengembangan Game Mecha Runner)Non-Playable Characters (NPC) berperan penting dalam menciptakan tantangan, interaksi, serta realisme permainan yang dapat meningkatkan maupun menurunkan kualitas pengalaman bermain. Penelitian ini membandingkan metode Finite-State Machine (FSM) sebagai pendekatan konvensional dan Reinforcement Learning (RL) sebagai pendekatan adaptif modern dalam pengembangan NPC pada permainan “Mecha Runner”. Tujuannya adalah mendeskripsikan proses perancangan dan pelatihan NPC dengan kedua metode, serta menganalisis pengaruhnya terhadap kepuasan dan pengalaman pemain. Permainan dikembangkan menggunakan Game Development Life Cycle (GDLC), dengan NPC RL dilatih menggunakan algoritma Multi-Agent Posthumous Credit Assignment (MA-POCA) melalui Unity ML-Agents untuk memungkinkan perilaku yang lebih dinamis dan responsif. Evaluasi kepuasan pemain dilakukan menggunakan Game Experience Questionnaire (GEQ) terhadap 12 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NPC berbasis RL lebih unggul dibanding FSM dalam aspek flow, ketegangan, tantangan, serta pengaruh positif dan negatif, sementara FSM sedikit lebih baik pada aspek kompetensi. Secara keseluruhan, pendekatan RL terbukti lebih efektif dalam menciptakan pengalaman bermain yang imersif dan memuaskan pada game “Mecha Runner”.Non-Playable Characters (NPCs) play an important role in creating challenge, interaction, and realism in games, which can either enhance or diminish the overall gameplay experience. This study compares the Finite-State Machine (FSM) method as a conventional approach and Reinforcement Learning (RL) as a modern adaptive approach in the development of NPCs in the game “Mecha Runner.” The purpose of this research is to describe the design and training process of NPCs using both methods and to analyze their impact on player satisfaction and experience. The game was developed using the Game Development Life Cycle (GDLC) framework, with RL-based NPCs trained using the Multi-Agent Posthumous Credit Assignment (MA-POCA) algorithm through Unity ML-Agents, enabling more dynamic and responsive behavior. Player satisfaction was evaluated using the Game Experience Questionnaire (GEQ) with 12 respondents. The results show that RL-based NPCs outperform FSM-based NPCs in terms of flow, tension, challenge, and positive and negative affect, while FSM performs slightly better in competence. Overall, the RL approach proves to be more effective in creating a more immersive and satisfying gameplay experience in “Mecha Runner.”
4721850611E1A021213KARAKTERISTIK KORBAN DAN PELAKU DALAM KASUS KEKERASAN BERBASIS GENDER ONLINE (KBGO) DI PURWOKERTOKekerasan terhadap perempuan kian berkembang mengikuti perubahan zaman, salah satunya tampak melalui bentuk kekerasan yang terjadi di ruang digital. Fenomena Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) semakin meningkat seiring perkembangan teknologi digital yang membuka peluang besar bagi pelaku melakukan kejahatan di dunia maya. Penelitian ini berfokus untuk menganalisis
pola KBGO yang terjadi di Purwokerto serta mengidentifikasi karakteristik korban dan pelaku dalam kasus tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan spesifikasi deskriptif analitis. Data diperoleh dari data primer berupa wawancara dan data sekunder seperti peraturan perundang-undangan, Putusan No. 46/Pid.Sus/2021/PN PWT, Putusan No. 71/Pid.Sus/2021/PN PWT,
dan Putusan No. 48/Pid.Sus/2023/PN PWT, serta literatur terkait masalah yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola KBGO yang muncul meliputi sextortion, revenge porn, dan malicious distribution yang dilakukan melalui berbagai platform digital dengan motif ekonomi maupun emosional. Karakteristik korban didominasi oleh perempuan, terutama anak-anak, yang lebih rentan karena keterbatasan literasi digital dan minimnya pengawasan keluarga, sementara pelaku umumnya laki-laki dewasa yang memiliki relasi dekat dengan korban serta menggunakan ancaman untuk memenuhi kehendaknya. Aparat penegak hukum perlu mempelajari pola-pola KBGO dari putusan pengadilan maupun data statistik kriminal untuk merumuskan kebijakan yang berorientasi pada perlindungan korban. Selain pemidanaan, pelaku KBGO perlu menjalani rehabilitasi agar kondisi psikologisnya membaik, sedangkan korban harus memperoleh restitusi guna memulihkan kerugian materiil dan immateriil yang dialami.
Violence against women continues to evolve along with social changes, one of which is reflected in the form of violence occurring in digital spaces. The phenomenon of Online Gender-Based Violence (OGBV) has been increasing in line with the rapid development of digital technology, which provides wide opportunities for perpetrators to commit crimes in cyberspace. This study focuses on analyzing the patterns of OGBV in Purwokerto and identifying the characteristics of victims and perpetrators in these cases. The research method used is empirical juridical with a descriptive-analytical specification. Data were obtained from primary sources in the form of interviews and secondary sources such as legislation, Court Decision No. 46/Pid.Sus/2021/PN PWT, Court Decision No. 71/Pid.Sus/2021/PN PWT, Court Decision No. 48/Pid.Sus/2023/PN PWT, as well as literature related to the analyzed issues. The result show that OGBV patterns include sextortion, revenge porn, and malicious distribution carried out through various digital platforms with both economic and emotional motives. The victims are predominantly women, especially children, who are more vulnerable due to limited digital literacy and lack of parental supervision, while the perpetrators are generally adult men who have close relationships with the victims and use threats to fulfill their desires. Law enforcement authorities need to study OGBV patterns from court decisions and criminal statistics in order to formulate policies oriented toward victim protection. In addition to punishment, OGBV perpetrators should undergo rehabilitation to improve their psychological condition, while victims must receive restitution to recover from the material and immaterial losses they have suffered.
4721950612G1A021037HUBUNGAN KEPARAHAN JERAWAT (Acne vulgaris) DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI PADA SISWA SMA NEGERI 5 PURWOKERTO
Latar belakang: Acne vulgaris merupakan gangguan kulit berupa peradangan kronis pada folikel pilosebasea yang ditandai dengan gejala berupa munculnya komedo, papula, pustula, nodula, dan kista di kulit. Prevalensi Acne vulgaris secara global sebesar 85% pada remaja usia 12-25 tahun. Di Indonesia, angkanya mencapai 87,5% sehingga menjadi masalah dermatologis yang serius. Meskipun tidak membahayakan secara fisik, kondisi ini dapat menimbulkan dampak psikologis seperti penurunan rasa percaya diri. Kepercayaan diri merupakan sikap positif terhadap kemampuan dan nilai diri, yang dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal. Beberapa penelitian menunjukkan hasil berbeda terkait hubungan antara Acne vulgaris dengan tingkat kepercayaan diri, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. SMA Negeri 5 Purwokerto dipilih sebagai lokasi penelitian karena tingginya jumlah kasus Acne vulgaris serta belum adanya penelitian dengan topik serupa di sekolah tersebut
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keparahan Acne vulgaris dengan tingkat kepercayaan diri pada siswa SMA Negeri 5 Purwokerto.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan teknik consecutive sampling, serta analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat.
Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan Acne vulgaris paling banyak dialami oleh siswa kelas X berusia 16 tahun dan didominasi perempuan. Tingkat kepercayaan diri pada perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan negatif dengan kekuatan lemah antara keparahan Acne vulgaris dengan tingkat kepercayaan diri (p = 0,038; r = -0,260).
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara keparahan Acne vulgaris dengan tingkat kepercayaan diri pada siswa SMA Negeri 5 Purwokerto.
Kata kunci: Acne vulgaris, kepercayaan diri, siswa SMA
Background: Acne vulgaris is a skin disorder characterized by chronic inflammation of the pilosebaceous follicles, presenting with symptoms such as comedones, papules, pustules, nodules, and cysts. The global prevalence of Acne vulgaris is 85% among adolescents aged 12–25 years, while in Indonesia it reaches 87.5%, making it a serious dermatological problem. Although it does not pose a direct physical threat, the condition can cause psychological impacts such as decreased self-confidence. Self-confidence is a positive attitude toward one’s abilities and self-worth, influenced by both internal and external factors. Previous studies have shown varying results regarding the relationship between Acne vulgaris severity and self-confidence, highlighting the need for further research. SMA Negeri 5 Purwokerto was selected as the research site due to the high number of students affected and the absence of prior studies on this topic at the school.
Aim: This study aims to determine the relationship between the severity of Acne vulgaris and the level of self-confidence among students of SMA Negeri 5 Purwokerto.
Method: This study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach and consecutive sampling technique, with data analyzed using univariate and bivariate methods.
Result: The univariate analysis showed that Acne vulgaris was most common among 16- year-old grade X students and was predominantly found in females. Female students demonstrated higher self-confidence levels than males. Bivariate analysis indicated a weak negative correlation between Acne vulgaris severity and self-confidence (p = 0.038; r = -0.260).
Conclution: There is a significant relationship between the severity of Acne vulgaris and self-confidence among students of SMA Negeri 5 Purwokerto.
Key words: Acne vulgaris, self-confidence, high school students
4722050615H1B021049STUDI PARAMETRIK PENGARUH PERKUATAN NEAR SURFACE MOUNTED (NSM) PELAT BAJA 3 mm TERHADAP PERILAKU LENTUR BALOK BETON BERTULANG PERSEGISebagai negara berkembang, Indonesia terus mendorong pembangunan infrastruktur berkelanjutan seperti jembatan, jalan, dan gedung, dengan beton bertulang sebagai material utama karena kekuatan serta fleksibilitasnya dalam desain. Namun, banyak struktur beton bertulang mengalami penurunan kinerja akibat faktor usia dan kurangnya perawatan, khususnya pada elemen balok yang berfungsi menyalurkan beban ke kolom penopang. Salah satu metode perkuatan yang efisien dan inovatif untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah Near Surface Mounted (NSM) dengan pelat baja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perkuatan NSM menggunakan pelat baja 3 mm terhadap perilaku lentur balok beton bertulang persegi melalui pendekatan eksperimental dan numerik berbasis metode elemen hingga menggunakan perangkat lunak GID dan ATENA. Pengujian laboratorium dilakukan pada tiga jenis balok, yaitu balok kontrol (BK), balok dengan perkuatan pelat baja lebar 20 mm (BP2D), dan lebar 40 mm (BP4D), dengan parameter uji meliputi kapasitas lentur, daktilitas, penyerapan energi, dan pola keruntuhan. Validasi model numerik dilakukan menggunakan metode Normalized Mean Square Error (NMSE), kemudian dilanjutkan dengan studi parametrik terhadap variasi kuat tekan beton serta strategi perkuatan. Penelitian ini menggunakan 11 benda uji yaitu BNK (balok tanpa perkuatan), BNP2D (balok perkuatan pelat baja tebal lebar 20 mm), BNP4D (balok perkuatan pelat baja lebar 40 mm), BNK-17, 5 (balok tanpa perkuatan dengan kuat tekan beton 17,5 MPa), BNP2-17, 5 (balok perkuatan pelat baja lebar 20 mm, kuat tekan beton 17,5 MPa), BNP4-17,5 (balok perkuatan pelat baja lebar 40 mm, kuat tekan beton 17,5 MPa), BNK-50 (balok tanpa perkuatan dengan kuat tekan beton 50 MPa), BNP2-50 (balok perkuatan pelat baja lebar 20 mm, kuat tekan beton 50 MPa), BNP4-50 (balok perkuatan pelat baja lebar 40 mm, kuat tekan beton 50 MPa), BNP-SP2 (balok dengan perkuatan pelat baja lebar 20 mm di sisi samping balok), serta BNP-SP4 (balok dengan perkuatan pelat baja lebar 40 mm di sisi samping balok). Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan kuat tekan beton dan lebar pelat baja berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kapasitas beban ultimit, kekakuan, serta penyerapan energi balok. Penempatan pelat baja pada sisi bawah daerah tarik menghasilkan peningkatan kekakuan paling efektif, meskipun sedikit menurunkan daktilitas. Balok dengan mutu beton 50 MPa dan pelat baja berlebar 20 mm menunjukkan peningkatan kapasitas beban lentur hingga 66%.As a developing country, Indonesia continues to promote sustainable infrastructure development such as bridges, roads, and buildings, with reinforced concrete serving as the primary material due to its strength and design flexibility. However, many reinforced concrete structures experience performance degradation as a result of aging and insufficient maintenance, particularly in beam elements that function to transfer loads to supporting columns. One efficient and innovative strengthening method to address this issue is Near Surface Mounted (NSM) reinforcement using steel plates. This study aims to investigate the effect of NSM strengthening with 3 mm steel plates on the flexural behavior of rectangular reinforced concrete beams through both experimental and numerical approaches based on the finite element method using GID and ATENA software. Laboratory tests were conducted on three types of beams, namely control beams (BK), beams strengthened with 20 mm wide steel plates (BP2D), and beams with 40 mm wide steel plates (BP4D). The test parameters included flexural capacity, ductility, energy absorption, and failure patterns. Numerical model validation was carried out using the Normalized Mean Square Error (NMSE) method, followed by a parametric study on variations in concrete compressive strength and strengthening strategies. This research utilized 11 specimens: BNK (unstrengthened beam), BNP2D (beam strengthened with 20 mm wide steel plate), BNP4D (beam strengthened with 40 mm wide steel plate), BNK-17.5 (unstrengthened beam with 17.5 MPa compressive strength), BNP2-17.5 (beam strengthened with 20 mm wide steel plate, 17.5 MPa compressive strength), BNP4-17.5 (beam strengthened with 40 mm wide steel plate, 17.5 MPa compressive strength), BNK-50 (unstrengthened beam with 50 MPa compressive strength), BNP2-50 (beam strengthened with 20 mm wide steel plate, 50 MPa compressive strength), BNP4-50 (beam strengthened with 40 mm wide steel plate, 50 MPa compressive strength), BNP-SP2 (beam strengthened with 20 mm wide steel plate on the beam’s side), and BNP-SP4 (beam strengthened with 40 mm wide steel plate on the beam’s side). The results indicated that increasing concrete compressive strength and steel plate width significantly enhanced the ultimate load capacity, stiffness, and energy absorption of the beams. Placement of steel plates on the tensile zone at the bottom of the beam yielded the most effective improvement in stiffness, although with a slight reduction in ductility. Beams with 50 MPa concrete strength and 20 mm wide steel plates demonstrated an increase in flexural load capacity of up to 66%.