Artikelilmiahs

Menampilkan 47.281-47.300 dari 48.726 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4728150681H1D020079Development of a Seminar Management System for Seminar Nasional Informatika dan Komputer (SENIKO) Based on Next.js and Performance Analysis of the System in Native and Containerized EnvironmentsSeiring dengan berjalannya waktu, teknologi pun turut berkembang, hal ini ditandai dengan adanya penggunaan sistem informasi untuk pengelolaan data. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah sistem informasi untuk pengelolaan Seminar Nasional Informatika dan Komputer (SENIKO) guna mengatasi keterbatasan yang ada pada penggunaan Google Form. Sistem ini dikembangkan menggunakan metode Waterfall, dengan memilih Next.js sebagai framework, Typescript sebagai bahasa pemrograman, dan PostgreSql sebagai database. Pengembangan sistem ini tidak hanya berfokus pada fungsionalitas, tetapi juga pada analisis kinerja di tiga environment berbeda yaitu Native, Docker, dan Podman. Pengujian performa dilakukan menggunakan k6 dengan skenario ramp up untuk mengukur performa runtime waktu respons, throughput, dan penggunaan sumber daya (CPU dan memori). Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem yang dijalankan pada environment native memiliki performa paling optimal dengan waktu respons rata-rata sekitar 8.4 ms. Sementara itu, performa pada Docker dan Podman menunjukkan sedikit penurunan, dengan waktu respons rata-rata masing-masing sekitar 15.9 ms dan 16 ms. Meskipun terdapat penalti kinerja, platform containerized seperti Docker dan Podman menawarkan kemudahan dalam hal portabilitas dan isolasi lingkungan, sementara performa antara keduanya hampir identik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sistem pengelolaan SENIKO berhasil dibangun dan fungsional, serta hasil analisis kinerja memberikan referensi bagi yang ingin menggunakan teknologi terkontainerisasi.As time goes by, technology also develops, as evidenced by the use of information systems for data management. This research aims to develop an information system for managing the National Seminar on Informatics and Computers (SENIKO) to overcome the limitations of using Google Forms. This system was developed using the Waterfall method, selecting Next.js as the framework, Typescript as the programming language, and PostgreSql as the database. The development of this system focused not only on functionality but also on performance analysis in three different environments, namely Native, Docker, and Podman. Performance testing was conducted using k6 with a ramp-up scenario to measure runtime performance in terms of response time, throughput, and resource usage (CPU and memory). The analysis results show that the system running on the native environment has the most optimal performance with an average response time of around 8.4 ms. Meanwhile, performance on Docker and Podman showed a slight decline, with average response times of approximately 15.9 ms and 16 ms, respectively. Despite the performance penalty, containerized platforms such as Docker and Podman offer ease of portability and environment isolation, while the performance between the two is nearly identical. The conclusion of this study is that the SENIKO management system has been successfully built and is functional, and the performance analysis results provide valuable references for anybady that want to use containerized technology.
4728250685D1A021174Hubungan Antara Uji Alkohol Dan Uji Reduktase Terhadap Jumlah Bakteri Pada Susu Kambing SaperaKambing Sapera merupakan salah satu kambing perah Indonesia dari hasil persilangan antara kambing Saanen jantan dengan kambing Peranakan Etawa betina. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji hubungan antara uji alkohol dan uji reduktase terhadap jumlah bakteri pada susu kambing Sapera di Kabupaten Wonosobo dan Banyumas. Materi yang digunakan yaitu susu dari 30 ekor kambing Sapera menggunakan teknik purposive sampling, PCA, aquadest, alkohol 70%, methylene blue 1%. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif, korelasi pearson, regresi linier, serta uji-T untuk mengetahui perbedaan dua farm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara uji alkohol dan uji reduktase terhadap jumlah bakteri susu pada Siliwangi Farm dan Gaza farm (P>0,05). Hasil nilai rata-rata, minimun, maksimum secara berurutan pada sampel pagi alkohol (1;1;1), reduktase (6,6;3;9), jumlah bakteri (3.479.667;280.000;9.400.000), sedangkan sampel pagi alkohol (1;1;1), reduktase (7;4;9), jumlah bakteri (2.984.667;500.000;9.660.000). Alkohol dengan jumlah bakteri susu terdapat hubungan (positif), sedangkan hubungan uji reduktase dengan jumlah bakteri terdapat hubungan negatif antara uji reduktase jumlah bakteri susu kambing Sapera pada sampel pagi (r = -0,85) dan sampel sore (r = -0,83).The Sapera goat is one of Indonesia's dairy goats, a cross between a male Saanen goat and a female Etawa crossbred goat. This study was conducted to examine the relationship between alcohol and reductase tests on the number of bacteria in Sapera goat milk in Wonosobo and Banyumas Regencies. The material used was milk from 30 Sapera goats using purposive sampling techniques, PCA, distilled water, 70% alcohol, and 1% methylene blue. This study was conducted using descriptive analysis, Pearson correlation, linear regression, and T-test to determine the differences between the two farms. The results showed that there was no statistically significant difference between the alcohol and reductase tests on the number of milk bacteria at Siliwangi Farm and Gaza Farm (P>0.05). The average, minimum, and maximum values, respectively, for the morning sample were (1;1;1), reductase (6.6;3;9), and bacterial count (3,479,667;280,000;9,400,000), while the morning sample was (1;1;1), reductase (7;4;9), and bacterial count (2,984,667;500,000;9,660,000). There is a positive relationship between alcohol and the number of milk bacteria, while there is a negative relationship between the reductase test and the number of bacteria in Sapera goat milk in the morning sample (r = -0.85) and the afternoon sample (r = -0.83)
4728350686F1D022076KEGAGALAN PELAYANAN PUBLIK DALAM LIRIK LAGU "BAYAR, BAYAR, BAYAR": Representasi Kritik Gratifikasi dan Pungutan Liar terhadap Aparat Kepolisian di IndonesiaArtikel ini bertujuan untuk: 1) Memahami dan mendeskripsikan kegagalan pelayanan publik dalam lirik lagu “Bayar, Bayar, Bayar” karya Sukatani. 2) Mengetahui dan menjelaskan kritik gratifikasi dan pungutan liar terhadap aparat Kepolisian di Indonesia yang direpresentasikan pada lirik lagu “Bayar, Bayar, Bayar”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan perspektif pascastrukturalis dan paradigma dekonstruksionisme melalui pendekatan semiotika. Representasi kritik gratifikasi ditunjukan oleh pemberian uang yang sengaja dilakukan masyarakat atas dasar kepentingan tertentu kepada aparat Kepolisian. Sedangkan kritik pungutan liar ditunjukkan dengan permintaan uang kepada masyarakat yang dilakukan oleh aparat Kepolisian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan penanda dan makna dalam lagu “Bayar, Bayar, Bayar” telah merefleksikan realitas kegagalan pelayanan publik oleh institusi Kepolisian di Indonesia, akibat adanya patologi birokrasi berupa praktik gratifikasi dan pungutan liar. Kondisi tersebut muncul akibat mekanisme struktur birokrasi di institusi Kepolisian yang berada pada pelanggaran berjenjang mulai dari lapisan bawah hingga atas, yang mendorong terjadinya praktik uang informal atas penyalahgunaan kekuasaan, sehingga berdampak pada penurunan kualitas institusi Kepolisian di Indonesia.This article aims to: 1) Understand and describe the failure of public services in the lyrics of the song “Bayar, Bayar, Bayar” by Sukatani. 2) Identify and explain the criticism of gratification and illegal levies against the Indonesian police as represented in the lyrics of the song “Bayar, Bayar, Bayar”. This study uses a qualitative method with a poststructuralist perspective and a deconstructionist paradigm through a semiotic approach. The representation of criticism of gratuities is shown by the deliberate giving of money by the community based on certain interests to the police. Meanwhile, criticism of illegal levies is shown by the police's demand for money from the community. The results of the study show that the use of signs and meanings in the song “Bayar, Bayar, Bayar” reflects the reality of the failure of public services by the police institution in Indonesia, due to the bureaucratic pathology of gratification and illegal levies. This condition arises due to the bureaucratic structure mechanism in the police institution, which is characterized by hierarchical violations from the lower to upper levels, encouraging informal money practices through abuse of power, thereby impacting the decline in the quality of the police institution in Indonesia.
4728450687F1F021007Kegagalan Gerakan Fridays for Future dalam Mempengaruhi Kebijakan Iklim di Jerman Tahun 2018-2024Fridays for Future merupakan Gerakan sosial lingkungan yang lahir atas inisiatif dari Greta Thunberg dan berkembang menjadi fenomena global. FFF Jerman menarik perhatian publik dan memobilisasi ribuan massa. Namun FFF Jerman tidak mampu untuk memberikan dampak signifikan terhadap perubahan kebijakan iklim. Penelitian ini menggunakan Resource Mobilization Theory (RMT) untuk menganalisis faktor yang menjadi kegagalan FFF sebagai sebuah gerakan sosial, yang mencakup aspek organisasi, kepemimpinan, sumber daya, jaringan, serta kapasitas masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif eksplanatif dengan pengumpulan data dari studi pustaka sumber akademik dan laporan media internet. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegagalan FFF Jerman disebabkan lemahnya struktur organisasi yang tidak terkoordinasi, absennya figur pemimpin yang kuat, serta kurangnya strategi politik terhadap pembuatan kebijakan. FFF tidak memiliki sumber daya yang kuat untuk mengubah kebijakan secara konkret. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukan bahwa semangat moral dan partisipasi masif tidak selalu cukup untuk menciptakan perbuahan kebijakan tanpa adanya struktur organisasi yang kuat, strategi politik yang matang, dan kepemimpinan yang efektif.
 
Fridays for Future (FFF) is an environmental social movement that was born out of the initiative of Greta Thunberg and developed into a global phenomenon. FFF Germany attracted public attention and mobilized thousands of people. However FFF Germany was unable to deliver a significant impact on climate policy change. This research uses the Resource Mobilization Theory (RMT) to analyze the factors contributing to the failure of FFF as a social movement, encompassing aspects of organization, leadership, resources, networks, and community capacity. The research uses an explanatory qualitative research method with data collected from academic literature studies and internet media reports. The results indicate that the failure of FFF Germany was caused by a weak uncoordinated organizational structure, the absence of a strong leadership figure, and a lack of political strategy regarding policy-making. FFF did not possess the strong resources needed to concretely change policy. Overall, this research demonstrates that moral spirit and massive participation are not always sufficient to create policy change without a strong organizational structure, mature political strategy, and effective leadership.
4728550688L1B021039EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PURPLE NON-SULFUR BACTERIA SEBAGAI PROBIOTIK DALAM PRODUK NITRO-FIX DAN NITRO-BIO UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN IMUNITAS UDANG VANAMEUdang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan komoditas akuakultur unggulan dengan nilai ekonomi tinggi. Permintaan pasar yang tinggi mendorong pembudidaya menerapkan sistem intensifikasi budidaya. Namun, sistem ini dapat menyebabkan stres dan meningkatkan risiko penyakit jika tidak dikelola dengan baik. Salah satu upaya preventif yang potensial adalah suplementasi probiotik Purple Non-Sulfur Bacteria (PNSB) dari genus Rhodocista sp. PNSB diketahui mampu meningkatkan pertumbuhan dan imunitas melalui produksi senyawa bioaktif (vitamin B12 dan senyawa antivibrio) mengandung nutrisi tinggi, dan mampu meningkatkan kualitas air. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas PNSB dalam produk Nitro-Fix dan Nitro-Bio terhadap pertumbuhan dan imunitas udang vaname. Penelitian eksperimental ini dilakukan selama 14 hari dengan kepadatan udang 2000 ekor/m³, yang menggambarkan sistem budidaya super intensif. Tiga perlakuan dengan tiga ulangan diterapkan, yaitu kontrol tanpa PNSB (K), Nitro-Fix 100 mL/kg pakan (NF), dan Nitro-Bio 460 mg/kg pakan (NB). Hasil menunjukkan bahwa PNSB berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan (FCR, ADG, SR) dan imunitas (THC, prophenoloxidase). Uji lanjutan LSD test menunjukkan bahwa Nitro-Fix dan Nitro-Bio tidak berbeda signifikan dalam parameter pertumbuhan, namun Nitro-Fix meningkatkan imunitas secara signifikan dibandingkan Nitro-Bio (THC 2,8 × 10⁷ sel/mL; ProPO 3,8 ± 0,51 unit/mL). Selama penelitian, kualitas air berada dalam rentang yang mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang.Pacific white shrimp (Litopenaeus vannamei) is a leading aquaculture commodity with high economic value. Increasing market demand has led farmers to adopt intensive farming systems, which can induce stres and increase susceptibility to disease if not managed properly. A promising preventive approach is probiotic supplementation using Purple Non-Sulfur Bacteria (PNSB) from the genus Rhodocista sp. PNSB are known to enhance shrimp growth and immunity by producing bioactive compounds (vitamin B12 and antivibrio coumpond), high nutrient content, and improving water quality. This study aimed to evaluate the effectiveness of PNSB in the form of Nitro-Fix and Nitro-Bio products on the growth and immunity of L. vannamei. A 14-day experimental trial was conducted at a density of 2000 shrimp/m³, simulating a super-intensive culture system. Three treatments with three replicates were applied: control without PNSB (K), Nitro Fix at 100 mL/kg feed (NF), and Nitro-Bio at 460 mg/kg feed (NB). Results showed that PNSB significantly affected growth (FCR, ADG, SR) and immune responses (THC, prophenoloxidase activity). Post hoc analysis (LSD test) revealed no significant differences in growth between NF and NB, but NF significantly enhanced immune parameters (THC 2.8×10⁷ cells/mL; ProPO 3.8±0.51 units/mL). Water quality remained within optimal ranges for shrimp growth and survival.
4728650690C1M023002THE EFFECT OF VLOGGER CREDIBILITY AS MARKETING MEDIA ON CUSTOMER PURCHASE DECISION WITH BRAND
IMAGE AS MODERATION VARIABLE
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kredibilitas vlogger pada platform YouTube terhadap keputusan pembelian, dengan Brand Image sebagai variable moderasi (Studi pada Eiger dengan Fiersa Besari sebagai vlogger). Penelitian ini berfokus pada konsumen pada semua kalangan usia dan pernah membeli atau menggunakan produk Eiger dan suka atau mengikuti konten pendakian Fiersa Besari di channel YouTube. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM-PLS) melalui Smart-PLS versi 4.0, melibatkan 210 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner online.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Physical Attractiveness berpengaruh positive terhadap Vlogger Credibility, Attitude Homophily berpengaruh positive terhadap Vlogger Credibility. Sedangkan Vlogger Credibility menyatakan memiliki pengaruh atau positive terhadap Purchase Decision. Selain itu, Brand Image terbukti t memoderasi hubungan antara Vlogger Credibility dan Purchase Decision.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa daya tarik (attractiveness), seperti gaya komunikasi, kepercayaan diri yang baik, dan ketangguhan menjadi factor utama yang meningkatkan Vlogger Credibility, sedangkan penilaian atau persepsi tentang kemiripan (homophily) tidak berpengaruh langsung untuk membuat seseorang (vlogger) terlihat kredibel. Vlogger Credibility juga terbukti menjadi pertimbangan yang kuat ketika calon konsumen hendak memutuskan pembelian pada suatu produk. Brand Image mampu menjadi penengah yang relative penting yang mampu menguatkan dampak kredibilitas seseorang terhadap keputusan pembelian.
This study aims to test the influence of vloggers' credibility on the YouTube platform on purchase decisions, with Brand Image as the moderation variable (Study on Eiger with Fiersa Besari as vlogger). This study focuses on consumers of all ages who have bought or used Eiger products and liked or followed Fiersa Besari's climbing content on the YouTube channel. This study uses a quantitative method with the Structural Equation Modelling (SEM-PLS) approach through Smart-PLS version 4.0, involving 210 respondents selected by purposive sampling technique. Data was collected through the distribution of online questionnaires.
The results of the study show that Physical Attractiveness has a positive effect on Vlogger Credibility, Attitude Homophily has positive effect on Vlogger Credibility. Meanwhile, Vlogger Credibility stated that it has positive influence or on the Purchase Decision. In addition, Brand Image has been shown moderates the relationship between Vlogger Credibility and Purchase Decision.
This study concluded that attractiveness, such as communication style, good confidence, and toughness are the main factors that increase Vlogger Credibility, while judgment or perception of similarity (homophily) have a direct effect on making a person (vlogger) looks credible. Vlogger Credibility is also has a strong consideration when potential consumers want to decide to buy a product. Brand image been able to become an important mediator or shield that can strengthen the impact of a person's credibility on a purchase decision.
4728750692E1B021004COMPARATIVE STUDY OF CYBERBULLYING REGULATIONS IN INDONESIA & FRANCEKejahatan cyberbullying saat ini semakin marak terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia dan Prancis. Hal ini dapat terjadi karena seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat, canggih, dan mudah diakses, namun tidak diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaturan mengenai cyberbullying di Indonesia dan Prancis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis komparatif dengan spesifikasi penelitian hukum perbandingan. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang dikumpulkan dengan metode studi pustaka dan diolah menggunakan metode deskriptif. Data disajikan dalam bentuk narasi dan tabel, serta analisis data dilakukan secara normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cyberbullying di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2024, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6905). Sementara itu, di Prancis diatur dalam Penal Code Pasal 222-33-2-2. Pengaturan tersebut memiliki kesamaan dalam perlindungan hukum di kedua negara, seperti hak atas perlindungan korban terhadap kekerasan cyberbullying dan hak atas bantuan hukum. Namun, terdapat pula perbedaan dalam hal pengaturan, seperti adanya definisi yang lebih jelas dan tegas terkait istilah cyberbullying, adanya perlindungan bagi kelompok rentan, dan ketentuan lainnya. Pengaturan terkait cyberbullying di Prancis dirasa lebih lengkap dibandingkan dengan di Indonesia, hal ini terlihat dari bagaimana Prancis lebih memperhatikan dampak kerugian psikologis yang mungkin timbul pada korban, tidak hanya mencari unsur-unsur dari tindakan cyberbullying.Cyberbullying crimes are currently increasingly prevalent in various countries, including Indonesia and France. This can happen because along with the development of technology that is getting faster, more sophisticated, and easily accessible but not balanced with ready human resources. This study aims to find out how cyberbullying is regulated in Indonesia and France. The method used in this study is comparative juridical with the specification of comparative legal research. The data source used is secondary data collected by the literature study method and processed using the display method. Data is presented in the form of narratives and tables, and data analysis is carried out normatively qualitatively. The results of the study show that cyberbullying in Indonesia is regulated in Law of the Republic of Indonesia Number 1 of 2024 concerning the Second Amendment to Law Number 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions (Statute Book of the Republic of Indonesia Number 1 of 2024, Supplement to Statute Book of the Republic of Indonesia Number 6905). Meanwhile, in France it is regulated in the Penal Code Article 222-33-2-2. The arrangement has similarities in legal protections in both countries, such as the right to victim protection against cyberbullying violence and the right to legal assistance. However, there are also differences in terms of regulation such as, there is a clearer and more explicit definition related to the term cyberbullying, the existence of protection for vulnerable groups, and other provisions, the regulation related to cyberbullying in France is felt to be more complete when compared to Indonesia, it can be seen how France pays more attention to the impact of psychological losses that may arise on victims not only looking for elements of cyberbullying.
4728850689F1C021026PENGARUH EFEKTIVITAS AKUN INSTAGRAM @FISIPUNSOED_OFFICIAL
TERHADAP PENYEBARAN INFORMASI AKADEMIK PADA MAHASISWA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
Media sosial memiliki peran penting dalam mendukung efektivitas komunikasi dan
penyebaran informasi di lingkungan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh efektivitas akun Instagram @fisipunsoed_official terhadap
penyebaran informasi akademik pada mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik Universitas Jenderal Soedirman. Teori yang digunakan adalah New Media
Theory oleh Pierre Levy dan Media Richness Theory yang menekankan pada interaksi
sosial melalui suatu media. Variabel efektivitas media diukur melalui empat indikator:
atraktivitas media, kejelasan informasi, kelengkapan informasi, dan kemudahan
akses; sedangkan variabel penyebaran informasi diukur melalui lima indikator: user,
medium, context, content, dan source. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif
deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner daring kepada 97
responden mahasiswa FISIP UNSOED angkatan 2021–2024. Hasil uji validitas dan
reliabilitas menunjukkan seluruh item pernyataan valid dan reliabel. Analisis regresi
linear sederhana menunjukkan pengaruh positif dan signifikan antara efektivitas
akun Instagram terhadap penyebaran informasi akademik, dengan nilai koefisien
regresi 0,916 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar
0,578 mengindikasikan bahwa efektivitas akun Instagram menjelaskan 57,8% variasi
penyebaran informasi akademik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas akun
Instagram @fisipunsoed_official dalam aspek atraktivitas, kejelasan, kelengkapan,
dan kemudahan akses, memiliki pengaruh signifikan dalam penyebaran informasi
akademik kepada mahasiswa. Disarankan agar pengelola akun terus meningkatkan
konsistensi visual, kejelasan isi pesan, dan interaktivitas konten agar komunikasi
akademik lebih optimal.
Social media plays an essential role in supporting effective communication and
information dissemination within academic environments. This study aims to analyze
the influence of the effectiveness of the Instagram account @fisipunsoed_official on the
dissemination of academic information among students of the Faculty of Social and
Political Sciences, Universitas Jenderal Soedirman. The theory used is the New Media
Theory by Pierre Lévy and the Media Richness Theory, which emphasizes social
interaction through a medium. The effectiveness variable was measured through four
indicators: media attractiveness, message clarity, information completeness, and
accessibility; while the information dissemination variable was measured through five
indicators: user, medium, context, content, and source. This study used a quantitative
descriptive method with data collected through an online questionnaire distributed to
97 students from the 2021–2024 cohorts of FISIP UNSOED. The results of validity and
reliability tests indicated that all items were valid and reliable. A simple linear
regression analysis revealed a positive and significant influence between the
effectiveness of the Instagram account and the dissemination of academic information,
with a regression coefficient value of 0.916 and a significance level of 0.000 < 0.05. The
coefficient of determination (R²) value of 0.578 indicates that the effectiveness of the
Instagram account explains 57.8% of the variation in academic information
dissemination. This study concludes that the effectiveness of the Instagram account
@fisipunsoed_official in terms of attractiveness, clarity, completeness, and ease of access
has a significant influence on the dissemination of academic information to students. It
is recommended that the account administrators continue to enhance visual consistency,
message clarity, and content interactivity to achieve more optimal academic
communication
4728950693I1A019117Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Produktivitas Kerja pada Perawat Perempuan Bagian Rawat Inap di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo PurwokertoPersaingan yang semakin ketat dalam sumber daya manusia, khususnya di kalangan perawat menjadi tantangan besar bagi rumah sakit karena setiap pekerjaan menuntut peningkatan kualitas kerja yang berkelanjutan. Produktivitas kerja tenaga kesehatan sangat penting untuk mengevaluasi dan meningkatkan kinerja rumah sakit serta mutu pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan produktivitas kerja perawat wanita sebagai dasar untuk menilai persepsi mereka terhadap produktivitas kerja. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional yang dilakukan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto, dengan populasi sebanyak 291 perawat wanita usia subur yang bekerja di ruang rawat inap dan memenuhi kriteria inklusi serta eksklusi. Sebanyak 79 perawat dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen meliputi usia, pendidikan, status pernikahan, status kepegawaian, lama bekerja, sindrom pramenstruasi, dan presenteeism, sedangkan variabel dependen adalah produktivitas kerja. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis wawancara dan dianalisis menggunakan uji univariat (distribusi frekuensi) dan bivariat (uji chi-square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50,6% perawat memiliki produktivitas kerja tinggi; sebagian besar berusia ≤ 35 tahun (58,2%), lulusan diploma (62%), menikah (72,2%), berstatus pegawai tidak tetap (62%), telah bekerja lebih dari 3 tahun (59,5%), mengalami sindrom pramenstruasi berat (67,1%), dan memiliki tingkat presenteeism tinggi (58,2%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara produktivitas kerja dengan usia, status pernikahan, lama bekerja, dan sindrom pramenstruasi, namun tidak terdapat hubungan signifikan dengan pendidikan, status kepegawaian, atau presenteeism. Kesimpulannya adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan produktivitas kerja pada perawat perempuan bagian rawat inap di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto meliputi usia, status pernikahan, lama bekerja, dan sindrom pramenstruasi.The increasing competition in human resources, particularly among nurses, presents a major challenge for hospitals as every job requires continuous improvement in work quality. Work productivity among healthcare workers is essential for evaluating and improving hospital performance and service quality. This study aimed to identify factors associated with work productivity among female nurses as a basis for assessing their perceptions of productivity. This quantitative study used a cross-sectional design conducted at Prof. Dr. Margono Soekarjo General Hospital, Purwokerto, with a population of 291 reproductive-age nurses working in inpatient wards who met the inclusion and exclusion criteria. A total of 79 nurses were selected using purposive sampling. Independent variables included age, education, marital status, employment status, length of employment, premenstrual syndrome, and presenteeism, while the dependent variable was work productivity. Data were collected using an interview-based questionnaire and analyzed using univariate (frequency distribution) and bivariate (chi-square) tests. The results showed that 50.6% of nurses had high work productivity; most were ≤ 35 years old (58.2%), diploma graduates (62%), married (72.2%), non-permanent employees (62%), had worked for more than 3 years (59.5%), experienced severe premenstrual syndrome (67.1%), and had high presenteeism (58.2%). Bivariate analysis indicated significant associations between work productivity and age, marital status, length of employment, and premenstrual syndrome, but not with education, employment status, or presenteeism. In conclusion, factors associated with work productivity among female inpatient nurses at Prof. Dr. Margono Soekarjo General Hospital, Purwokerto, include age, marital status, length of employment, and premenstrual syndrome.
4729050695D1A021059pH dan Jumlah Asam Laktat Kefir dengan Penambahan Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.)Kayu secang mempunyai kelebihan yaitu sebagai pewarna alami dan sumber antioksidan dengan karakteristik asam yang dapat dievaluasi dari pH dan jumlah asam laktat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak kayu secang (Caesalpinia sappan L.) dengan jumlah yang berbeda (0.1; 0.3; 0.5; 0.7; 0.9%) terhadap pH dan asam laktat kefir. Penelitian dilakukan secara eksperimental, data yang diperoleh dianalisis menggunakan Anava dan dilanjutkan uji lanjut Orthogonal Polinomial. Penambahan ekstrak kayu secang 0.1 – 0.9% berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap pH dan jumlah asam laktat, dengan rataan pH sebesar 4.60 ± 0.0059. pH tertinggi diperoleh dengan penambahan ekstrak kayu secang (Caesalpinia sappan L.) sebanyak 0.9% dengan hasil 4.74 ± 0.0074. Jumlah asam laktat mempunyai rataan 7.77 ± 0.161 g/L. Jumlah asam laktat tertinggi diperoleh dengan penambahan ekstrak kayu secang (Caesalpinia sappan L.) sebesar 0.1% dengan hasil 9.66 ± 0.121 g/L. Kesimpulan penelitian yaitu penambahan ekstrak kayu secang (Caesalpinia sappan L.) pada kefir mempengaruhi pH dan jumlah asam laktat.Sappan wood has the advantage of being a natural colorant and a source of antioxidants with acidic characteristics, which can be evaluated from pH and the amount of lactic acid. This study was conducted to determine the effect of adding different concentrations of sappan wood extract (Caesalpinia sappan L.) (0.1; 0.3; 0.5; 0.7; 0.9%) on the pH and lactic acid content of kefir. The research was conducted experimentally, and the data obtained were analyzed using ANOVA followed by Orthogonal Polynomial testing. The addition of sappan wood extract at concentrations of 0.1 – 0.9% significantly affected (P<0.01) the pH and lactic acid content, with an average pH of 4.60 ± 0.0059. The highest pH was achieved with the addition of 0.9% sappan wood extract, resulting in 4.74 ± 0.0074. The average lactic acid content was 7.77 ± 0.161 g/L. The highest lactic acid content was obtained with the addition of 0.1% sappan wood extract, yielding 9.66 ± 0.121 g/L. The conclusion of this study is that the addition of sappan wood extract (Caesalpinia sappan L.) to kefir affects both the pH and lactic acid content.
4729150696K1C021072Relokasi Hiposenter Gempa Bumi Daerah Di Wilayah Banten
Periode Januari – Desember 2024 Menggunakan
Metode HypoDD (Double Difference)
Abstrak – Indonesia berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama sehingga rentan terhadap gempa bumi, dengan penentuan hiposenter sebagai salah satu tantangan utama. Penelitian ini merelokasi hiposenter gempa bumi di wilayah Banten periode Januari–Desember 2024 menggunakan metode double-difference dengan algoritma HypoDD. Dari sekitar 2.500 kejadian gempa dalam katalog BMKG, ± 2.300 dipilih untuk direlokasi. Hasil menunjukkan nilai RMS residual yang semula menyebar menjadi terkonsentrasi mendekati nol (–0.1s hingga 0.1s), menandakan peningkatan akurasi lokasi. Sebaran episenter setelah relokasi lebih rapat dan konsisten mengikuti zona subduksi Indo-Australia di selatan Banten. Sebagian besar hiposenter berada pada kedalaman dangkal <60 km, dengan jumlah lebih sedikit pada kedalaman menengah–dalam. Secara keseluruhan, relokasi ini meningkatkan presisi data seismisitas dan memberikan kontribusi penting bagi analisis seismotektonik, pemetaan mikrozonasi, serta mitigasi bencana berbasis risiko di wilayah Banten.Abstract – Indonesia lies at the convergence of three major tectonic plates, making it highly prone to earthquakes, with hypocenter determination remaining a major challenge. This study relocates earthquake hypocenters in the Banten region from January to December 2024 using the double-difference method with the HypoDD algorithm. From ~2.500 events in the BMKG catalog, about 2.300 qualified for relocation. Results show that RMS residuals, initially scattered, became concentrated around zero (–0.1 to 0.1s), indicating improved location accuracy. The relocated epicenters are more tightly clustered and align with the Indo-Australian subduction zone south of Banten. Most hypocenters occur at shallow depths (<60 km), with fewer at intermediate–deep depths. Overall, the relocation process enhances the precision of seismicity data and provides important contributions to seismotectonic analysis, microzonation mapping, and risk-based disaster mitigation in the Banten region.
4729250697H1B021079SIMULASI TSUNAMI MENGGUNAKAN CORNELL MULTI-GRID COUPLED TSUNAMI DAN PENENTUAN RUTE EVAKUASI TERDEKAT MENGGUNAKAN ALGORITMA DIJKSTRA UNTUK KECAMATAN PALABUHANRATUTsunami akibat gempa tektonik sering terjadi pada daerah yang berdekatan dengan zona subduksi aktif seperti Indonesia. Permasalahan ini penting untuk mengurangi kerugian ekonomi sampai ke korban jiwa. Salah satu nya adalah upaya mitigasi dengan membuat rute evakuasi terdekat menuju tempat evakuasi sementara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu kedatangan tsunami (ETA) dan menentukan rute terpendek menuju tempat evakuasi sementara. Simulasi dilakukan untuk mendapatkan nilai ETA (Estimated Time Arrival) Tsunami lalu mengolah data tersebut menjadi jarak jangkauan yang nantinya akan dibandingkan dengan perhitungan menggunakan algoritma dijkstra. Jalur evakuasi yang sudah dihitung menggunakan algoritma dijkstra lalu dievaluasi Kembali apakah jalur tersebut melebihi batas maksimum jarak tempuh atau tidak. Apabila melebihi, dapat dilakukan pembuatan alternatif baru dengan tempat evakuasi sementara yang baru. Bedasarkan peta sebaran dalam penelitian sebelumnya dan proyeksi penduduk pada tahun 2030, dibutuhkan minimal delapan jalur evakuasi yang tersebar di Kecamatan Palabuhanratu. Dengan melakukan perhitungan menggunakan algoritma dijkstra pada titik observasi yang tersebar Desa Palabuhanratu, Desa Citepus, dan Desa Jayanti, maka didapatkan rute evakuasi pada tiap titik observasi sebanyak 20 alternatif jalur. Didapat waktu evakuasi sekitar 16,08 sampai 17,91 menit dan jarak tempuh yang beragam berkisar 390,3 meter sampai 1038,19 meter. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi bencana tsunami.Tsunamis caused by tectonic earthquakes frequently occur in areas near active subduction zones, such as in Indonesia. It's crucial to pay closer attention to this issue to reduce economic losses and loss of life. One mitigation measure is establishing the shortest evacuation route to temporary evacuation sites. This study aims to determine the tsunami arrival time (ETA) and determine the shortest route to temporary evacuation sites. Simulations are conducted to obtain the ETA (Estimated Time of Arrival) for the tsunami, then process the data into a range, which will then be compared with calculations using the Dijkstra algorithm. Evacuation routes calculated using the Dijkstra algorithm are then re-evaluated to determine whether they exceed the maximum distance. If they do, a new alternative route can be created with a new temporary evacuation site. By calculating the Dijkstra algorithm at observation points spread across Palabuhanratu, Citepus, and Jayanti villages, 20 alternative evacuation routes were obtained at each observation point. Evacuation times were approximately 16,08 to 17,91 minutes, and distances varied from 390,3 meters to 1.038,19 meters. This research is expected to provide recommendations for improving community and government preparedness in facing tsunami disasters.
4729350694J0B022020PEMBUATAN VIDEO PROMOSI “DAY AND NIGHT AT KOTA TUA JAKARTA” BERBAHASA MANDARIN UNTUK MENINGKATKAN DAYA TARIK WISATAWAN TIONGKOK: MODEL PRAKTIK VOKASI BERBASIS PROJECT-BASED LEARNINGKota Tua Jakarta merepresentasikan warisan Batavia dan ruang sosial urban masa kini. Meski berpotensi sebagai destinasi wisata sejarah, promosi bagi wisatawan Tiongkok masih terbatas karena kurangnya konten digital berbahasa Mandarin. Penelitian ini menghasilkan video promosi berbahasa Mandarin berjudul “Day and Night at Kota Tua Jakarta” melalui pembelajaran vokasi berbasis proyek yang menggabungkan riset, penerjemahan, dan produksi audiovisual. Metode yang digunakan adalah deskriptif terapan melalui observasi, wawancara, dokumentasi visual, dan kajian literatur. Narasi dialihbahasakan secara komunikatif untuk menjaga makna dan daya tarik emosional. Video berdurasi ±4 menit menampilkan suasana siang dan malam Kota Tua dengan nuansa nostalgia dan voice over Mandarin. Hasilnya menunjukkan bahwa pendekatan vokasi berbasis proyek efektif menghasilkan media promosi kreatif yang mendukung pariwisata heritage Indonesia bagi wisatawan Tiongkok.The Making of “Day and Night at Kota Tua Jakarta” Mandarin Promotional Video Kota Tua Jakarta represents the heritage of Batavia as well as a contemporary urban social space. Although it has strong potential as a historical tourism destination, promotion for Chinese tourists remains limited due to the lack of digital content in Mandarin. This study produced a Mandarin-language promotional video titled “Day and Night at Kota Tua Jakarta” through project-based vocational learning that integrates research, communicative translation, and audiovisual production. The applied descriptive method was employed through observation, interviews, visual documentation, and literature review. The narration was translated communicatively to maintain clarity of meaning and emotional resonance. The ±4-minute video presents both daytime and nighttime atmospheres of Kota Tua with nostalgic visuals and a Mandarin voice-over. The results indicate that project-based vocational learning is effective in producing creative promotional media that support Indonesia’s heritage tourism for Chinese visitors.
4729450700D1A021004HUBUNGAN ANTARA LAMA BETERNAK, JUMLAH TERNAK, DAN PENDAPATAN PETERNAK DENGAN MINAT PETERNAK MELANJUTKAN USAHA DOMBA SAKUB
DI KABUPATEN BREBES

Penelitian dilaksanakan pada tanggal 17 April sampai dengan tanggal 20 Juni 2025 di Desa Pandasari, Kecamatan Paguyangan dan Desa Wanareja, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui lama beternak dan rata-rata jumlah ternak peternak domba Sakub di Kabupaten Brebes, 2) Mengetahui rata-rata pendapatan peternak domba Sakub di Kabupaten Brebes, 3) Mengetahui minat peternak untuk melanjutkan usaha peternakan domba Sakub di Kabupaten Brebes, dan 4) Menganalisis hubungan lama beternak, jumlah ternak, dan pendapatan dengan minat peternak melanjutkan usaha domba Sakub di Kabupaten Brebes. Metode penelitian yang digunakan adalah metode wawancara dan observasi. Penetapan wilayah dilakukan secara purposive sampling yaitu dengan memilih masing-masing satu desa di Kecamatan Paguyangan dan Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes karena memiliki jumlah ternak domba Sakub terbanyak di daerahnya masing-masing dan daerah tersebut sebagai sentra pengembangan domba Sakub. Penetapan responden dilakukan secara acak, sebanyak 115 peternak terpilih, yaitu 83 peternak dari Desa Pandansari dan 32 peternak dari Desa Wanareja. Sebelum penelitian dilakukan kuisioner diuji menggunakan uji validitas dengan hasil valid dan reliabilitas dengan hasil Cronbach’s Alpha sebesar 0,765. Data yang telah didapatkan kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif yang kemudian dilakukan uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Rata-rata lama beternak peternak domba Sakub dalam menjalankan usaha di Kabupaten Brebes adalah 15,01 tahun dan jumlah ternak domba Sakub yang dimiliki peternak adalah 6,54 STK, 2) Rata-rata pendapatan peternak domba Sakub di Kabupaten Brebes adalah Rp 16.596.808/tahun, 3) Mayoritas peternak domba Sakub di Kabupaten Brebes menunjukkan tingkat minat yang rendah, dan 4) Hasil korelasi rank spearman menunjukan bahwa lama beternak, jumlah ternak, dan pendapatan peternak di Kabupaten Brebes berkorelasi signifikan dengan minat peternak melanjutkan usaha domba Sakub dengan koefisien korelasi lama beternak kuat, jumlah ternak dan pendapatan peternak lemah.The research was conducted from April 17 to June 20, 2025, in Pandasari Village, Paguyangan Sub-district, and Wanareja Village, Sirampog Sub-district, Brebes Regency. The objectives of this research are 1) To determine the length of time raising livestock and the average number of livestock owned by Sakub sheep farmers in Brebes Regency, 2) To determine the average income of Sakub sheep farmers in Brebes Regency, 3) To determine the farmers' interest in continuing the Sakub sheep farming business in Brebes Regency, and 4) To analyze the relationship between the length of time raising livestock, the number of livestock, and income with the farmers' interest in continuing the Sakub sheep business in Brebes Regency. The research methods used were interviews and observation. The determination of the research areas was carried out using purposive sampling, selecting one village each in Paguyangan and Sirampog Sub-districts of Brebes Regency because they have the highest number of Sakub sheep in their respective areas and are designated as centers for Sakub sheep development. The determination of respondents was done randomly, with a total of 115 selected farmers (83 farmers from Pandansari Village and 32 farmers from Wanareja Village). Before the research was conducted, the questionnaire was tested using a validity test (which yielded valid results) and a reliability test (which resulted in a Cronbach’s Alpha of 0.765). The results showed that 1) The average length of time Sakub sheep farmers have been running their business in Brebes Regency is 15.01 years, and the average number of Sakub sheep owned by farmers is 6.54 STK (Small Livestock Units), 2) The average income of Sakub sheep farmers in Brebes Regency is Rp 16,596,808/year, 3) The majority of Sakub sheep farmers in Brebes Regency demonstrate a low level of interest, and 4) The results of the Spearman's rank correlation test indicate that the length of time raising livestock, the number of livestock, and the farmers' income in Brebes Regency are significantly correlated with the farmers' interest in continuing the Sakub sheep business. The correlation coefficient for the length of time raising livestock was strong, while the correlation coefficients for the number of livestock and farmers' income were weak.
4729550699C1A021065PREFERENSI PEMBELIAN SKINCARE SECARA ONLINE PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANPenelitian ini dirancang dengan tujuan mengetahui pengaruh harga skincare online, harga skincare offline, pendapatan, persepsi kemudahan, dan variasi produk terhadap preferensi pembelian skincare secara online pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Teori yang digunakan adalah teori perilaku konsumen. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif D3 dan S1 FEB Unsoed. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, dan jawaban responden diperoleh dengan penyebaran kuesioner. Data dari 97 responden kemudian diolah menggunakan software IBM SPSS Statistic 27 dan Eviews 12. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa: (1) Harga skincare online berpengaruh negatif dan signifikan terhadap preferensi pembelian skincare secara online pada mahasiswa FEB Unsoed; (2) Persepsi kemudahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi pembelian skincare secara online pada mahasiswa FEB Unsoed; (3) Harga skincare offline, pendapatan, dan variasi produk tidak berpengaruh signifikan terhadap preferensi pembelian skincare secara online pada mahasiswa FEB Unsoed.This research is designed with the aim of determining the influence of online skincare prices, offline skincare prices, income, perceived ease of use, and product variety on the online skincare purchasing preferences of students at the Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). The theory used in this research is the theory of consumer behavior. The population in this study consists of active D3 (Diploma) and S1 (Bachelor's) students at FEB Unsoed. The sampling method used was purposive sampling, and respondent data were obtained through the distribution of a questionnaire. Data from 97 respondents were then processed using IBM SPSS Statistics 27 and Eviews 12 software. The results of this study indicate that: (1) Online skincare price has a negative and significant effect on the online skincare purchasing preferences of FEB Unsoed students; (2) Perceived ease of use has a positive and significant effect on the online skincare purchasing preferences of FEB Unsoed students; (3) Offline skincare price, income, and product variety do not have a significant effect on the online skincare purchasing preferences of FEB Unsoed students.
4729650701D1A021126HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DAN PERSEPSI PETERNAK DENGAN KENAIKAN ASET TERNAK PADA PETERNAKAN DOMBA SAKUB DI KABUPATEN BREBESPenelitian dilaksanakan pada tanggal 17 April sampai dengan tanggal 20 Juni 2025 di Desa Pandasari, Kecamatan Paguyangan dan Desa Wanareja, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui tingkat motivasi (intrinsik dan ekstrinsik) yang dimiliki peternak domba Sakub di Kabupaten Brebes, 2) Mengetahui persepsi peternak terhadap usaha domba Sakub di Kabupaten Brebes, 3) Mengetahui kenaikan aset ternak domba Sakub di Kabupaten Brebes, dan 4) Menganalisis hubungan antara motivasi (intrinsik dan ekstrinsik) dan persepsi peternak dengan kenaikan aset ternak domba Sakub di Kabupaten Brebes. Metode penelitian yang digunakan adalah metode wawancara dan observasi. Penetapan wilayah dilakukan secara purposive sampling yaitu dengan memilih masing-masing satu desa di Kecamatan Paguyangan dan Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes karena memiliki jumlah ternak domba Sakub terbanyak di Kabupaten Brebes dan sebagai sentra pengembangan domba Sakub. Penetapan responden dilakukan secara acak, sebanyak 115 peternak terpilih, yaitu 83 peternak dari Desa Pandansari dan 32 peternak dari Desa Wanareja. Sebelum penelitian dilakukan, kuesioner diuji terlebih dahulu menggunakan uji validitas dan reliabilitas, kemudian data yang sudah terkumpul dianalisis menggunakan analisis deskriptif serta uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Peternak Domba Sakub di Kabupaten Brebes memiliki tingkat motivasi sedang dengan indikator motivasi intrinsik lebih tinggi dari motivasi ekstrinsik, 2) Persepsi peternak domba Sakub di Kabupaten Brebes memiliki tingkat sedang terhadap usaha domba Sakub dengan indikator penyerapan, pemahaman, dan evaluasi, 3) Rata-rata kenaikan aset ternak yang dimiliki peternak domba Sakub di Kabupaten Brebes sebesar Rp. 13.602.609 ± 7.898.467,105, dan 4) Motivasi (intrinsik dan ekstrinsik) memiliki hubungan yang kuat dan persepsi peternak memiliki hubungan yang cukup dengan kenaikan aset ternak domba Sakub di Kabupaten Brebes.The research was conducted from April 17 to June 20, 2025 in Pandasari Village, Paguyangan District and Wanareja Village, Sirampog District, Brebes Regency. The objectives of this study were 1) To determine the level of motivation (intrinsic and extrinsic) of Sakub sheep farmers in Brebes Regency, 2) To determine the farmers' perceptions of Sakub sheep businesses in Brebes Regency, 3) To determine the increase in Sakub sheep livestock assets in Brebes Regency, and 4) To analyze the relationship between motivation (intrinsic and extrinsic) and farmers' perceptions with the increase in Sakub sheep livestock assets in Brebes Regency. The research method used was the interview and observation method. The determination of the area was carried out by purposive sampling, namely by selecting one village each in Paguyangan District and Sirampog District, Brebes Regency because they have the largest number of Sakub sheep livestock in Brebes Regency and are centers for Sakub sheep development. The determination of respondents was carried out randomly, with 115 selected breeders, namely 83 breeders from Pandansari Village and 32 breeders from Wanareja Village. Before the study was conducted, the questionnaire was tested first using validity and reliability tests, then the collected data were analyzed using descriptive analysis and Spearman rank correlation tests. The results of the study showed that 1) Sakub Sheep Breeders in Brebes Regency have a moderate level of motivation with intrinsic motivation indicators higher than extrinsic motivation, 2) The perception of Sakub sheep breeders in Brebes Regency has a moderate level of Sakub sheep business with absorption, understanding, and evaluation indicators, 3) The average increase in livestock assets owned by Sakub sheep breeders in Brebes Regency is Rp. 13,602,609 ± 7,898,467.105, and 4) Motivation (intrinsic and extrinsic) has a strong relationship and the perception of breeders has a sufficient relationship with the increase in Sakub sheep livestock assets in Brebes Regency.
4729750702F2B023001Corporate Social Responsibility PT Transportasi Jakarta dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Kelurahan Kebon Pala Jakarta TimurCSR mampu meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat. Partisipasi stakeholder mendukung program pemberdayaan CSR mencapai tujuan yang diinginkan. PT Transportasi Jakarta melaksanakan program Kampung Literasi Inggris sebagai bentuk etika bisnis untuk meningkatkan pemahaman literasi bahasa Inggris masyarakat di sekitar perusahaan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana PT Transportasi Jakarta sebagai perusahaan BUMD penyedia layanan transportasi umum Bus Rapid Transit (BRT) menjalankan program pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilaksanakan secara sistematis, dimulai dengan pemetaan, korrdinasi, pelaksnaan, dan evaluasi. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa CSR PT Transportasi Jakarta melalui kerja sama antarstakeholder berhasil meningkatkan minat literasi bahasa Inggris masyarakat melalui pemberdayaan berkelanjutan berbasis pendidikan.CSR is able to improve the social welfare of society. Stakeholder participation supports CSR empowerment programs to achieve their desired goals. PT Transportasi Jakarta implements the Kampung Literasi Inggris program as a form of business ethics to increase the understanding of English literacy in the community around the company. This community service aims to explain how PT Transportasi Jakarta as a BUMD company providing Bus Rapid Transit (BRT) public transportation services carries out an education- based community empowerment program to create community welfare. The method used in this community service is Corporate Social Responsibility (CSR) which is carried out systematically, starting with mapping, coordination, implementation and evaluation. The results of this program showed that PT Transportasi Jakarta CSR through collaboration between stakeholder has succeeded in increasing the community's interest in English literacy through education-based sustainable empowerment.
4729850705F1D0220464B Movement dan Wacana Penolakan Penindasan Kaum Perempuan dalam Jaringan Manosphere di Amerika Serikat Penelitian ini mengkaji 4B Movement dalam menolak penindasan sistemik terhadap perempuan, khususnya dalam konteks jaringan manosphere dan sebagai bentuk kekhawatiran terhadap kebijakan perempuan di Amerika Serikat pasca kemenangan Donald Trump tahun 2024. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, paradigma dekonstruksionisme, serta menggunakan pendekatan Discourse-Historical Approach (DHA) oleh Ruth Wodak. Urgensi penelitian ini terletak pada upaya untuk memahami dinamika gerakan sosial feminisme radikal yang muncul sebagai respons terhadap subordinasi perempuan dalam ruang publik digital, serta membongkar struktur wacana yang mendasari penindasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4B movement tidak hanya merepresentasikan bentuk perlawanan terhadap patriarki, tetapi juga menunjukan adanya kemunduran demokrasi. Gerakan ini melihat bahwa kekuasaan dapat bekerja melalui bahasa, kekerasan simbolik, dan kebijakan yang meminggirkan dan merugikan kaum perempuan.This study examines the 4B Movement in rejecting systemic oppression against women, particularly in the context of the manosphere network and concerns about women's policies in the United States after Donald Trump's victory. Using qualitative research methods, a deconstructionist paradigm, and Ruth Wodak's Discourse-Historical Approach (DHA), this study aims to understand the dynamics of radical feminist social movements that have emerged in response to the subordination of women in the digital public sphere, as well as to deconstruct the discourse structures that underlie oppression. The results of the study show that the 4B movement not only represents a form of resistance against patriarchy, but also indicates a decline in democracy. This movement sees that power can work through language, symbolic violence, and policies that marginalize and harm women.
4729950857A1A020087Peran Istri Nelayan Dalam Meningkatkan Pendapatan Keluarga di Kelurahan Cilacap, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Jawa TengahMasyarakat nelayan di wilayah pesisir di Kelurahan Cilacap menghadapi tantangan ketidakpastian pendapatan akibat ketergantungan pada musim dan hasil tangkapan laut. Ketergantungan tersebut menyebabkan tingkat kesejahteraan nelayan relatif rendah dan menimbulkan fenomena kemiskinan. Kondisi ini mendorong istri nelayan untuk berperan dalam kegiatan ekonomi keluarga melalui berbagai usaha produktif dalam sektor perikanan dan non perikanan. Fenomena ini menunjukkan adanya peran ganda istri nelayan sebagai ibu rumah tangga sekaligus penopang ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi sosial ekonomi masyarakat nelayan dan mengetahui kontribusi istri nelayan terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga nelayan di Kelurahan Cilacap.
Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Cilacap, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan survei. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan pusat aktivitas nelayan. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden 65 orang istri nelayan. Data penelitian terdiri atas data primer dan sekunder, dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis deskriptif, analisis biaya dan pendapatan, serta analisis kontribusi.
Hasil penelitian menunjukkan kehidupan nelayan di Kelurahan Cilacap masih dipengaruhi oleh ketidakpastian hasil tangkapan, rendahnya tingkat pendidikan, dan keterbatasan aset produktif. Kondisi tersebut mendorong istri nelayan dalam menjalankan kegiatan produktif seperti berdagang ikan, menjual sembako, dan lainnya. Pendapatan yang diperoleh istri nelayan pada kelompok nelayan Pandanarang berkisar antara Rp400.000 – Rp3.000.000, sedangkan pada kelompok Sentolokawatberkisar antaara Rp500.000 – Rp3.000.000. Kontribusi pendapatan istri nelayan terhadap pendapatan keluarga tergolong tinggi yaitu mencapai 58% pada kelompok Pandanarang dan 67% pada kelompok sentolokawat.
Fishing communities in the coastal area of Kelurahan Cilacap face income uncertainty due to their dependence on seasonal patterns and marine catch availability. This dependence leads to relatively low welfare levels and creates a poverty phenomenon among fishing households. These conditions encourage fishermen’s wives to participate in supporting household income through various productive activities in both fisheries and non-fisheries sectors. This phenomenon reflects the dual roles of fishermen’s wives as homemakers as well as economic contributors to their families. This study aims to examine the socioeconomic conditions of fishing communities and determine the contribution of fishermen’s wives to increasing household income in Kelurahan Cilacap.
The research was conducted in Kelurahan Cilacap, Cilacap Selatan District, Cilacap Regency, Central Java. The method used was a descriptive survey approach. The research location was selected purposively based on the consideration that the area is a center of fishing activities. Sampling was carried out using purposive sampling with a total of 65 fishermen’s wives as respondents. The data consisted of primary and secondary data collected through observation, interviews, and literature study. The analysis techniques used included descriptive analysis, cost and income analysis, and contribution analysis.
The results show that the lives of fishermen in Kelurahan Cilacap are still affected by uncertain fishing yields, low educational levels, and limited productive assets. These conditions encourage fishermen’s wives to engage in productive activities such as selling fish, running small grocery shops, and other livelihood efforts. The income earned by fishermen’s wives ranges from IDR 400,000 to IDR 3,000,000 in the Pandanarang group and from IDR 500,000 to IDR 3,000,000 in the Sentolokawat group. The contribution of fishermen’s wives to household income is considered high, reaching 58% in the Pandanarang group and 67% in the Sentolokawat group.
4730050564C1I019009THE EFFECT OF COMPETENCE AND ORGANIZATIONAL COMMITMENT ON THE ACCOUNTABILITY OF VILLAGE FUND MANAGEMENT IN BANYUMAS REGENCYPenelitian ini merupakan penelitian survey pada dana desa yang berada di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini mengambil judul “Pengaruh Kompetensi dan Komitmen Organisasi Terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa Di Kabupaten Banyumas”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan komitmen organisasi terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa di Kabupaten Banyumas. Latar belakang penelitian ini adalah adanya kekhawatiran bahwa pengelolaan dana desa belum sepenuhnya transparan dan akuntabel, mengingat kemampuan aparat desa yang berbeda-beda dalam mengelola keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian dan analisi data dengan menggunakan SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi aparat desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa, sedangkan komitmen organisasi tidak berpengaruh signifikan.This research is a survey of village funds in Banyumas Regency. The title of the study is "The Influence of Competence and Organizational Commitment on Accountability in Village Fund Management in Banyumas Regency”. This study aims to analyze the influence of organizational competence and commitment on accountability in village fund management in Banyumas Regency. The background to this study is the concern that village fund management is not yet fully transparent and accountable, given the varying abilities of village officials in managing finances. This study used a quantitative approach with a survey method. Data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression. Based on the research results and data analysis using SPSS (Statistical Package for the Social Sciences), the results showed that village official competence had a positive and significant effect on accountability in village fund management, while organizational commitment had no significant effect.