Artikel Ilmiah : H1B021048 a.n. LAROYBAFIH AL ABIYYU

Kembali Update Delete

NIMH1B021048
NamamhsLAROYBAFIH AL ABIYYU
Judul ArtikelStudi Parametrik Perkuatan Daerah Momen
Negatif Balok T-Beton Bertulang dengan Steel
Wire Rope (SWR) dan Tulangan Tekan
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kegagalan struktur disebabkan oleh berbagai macam faktor, salah satunya ialah perubahan fungsi bangunan
tersebut dan peningkatan beban. Kegagalan struktur dapat menyebabkan keruntuhan suatu bangunan. Salah satu upaya
pencegahan kerusakan adalah dengan melakukan perkuatan struktur untuk memperkuat elemen struktur lama yang
sudah tidak memenuhi persyaratan, salah satunya yaitu dengan memperkuat pada daerah momen negatif menggunakan
steel wire rope. Perkuatan struktur dengan steel wire rope diharapkan dapat meningkatkan kinerja struktural dari balok
beton bertulang tampang T. Penelitian ini bertujuan untuk mengembakan penelitian eksperimental yang telah dilakukan
dengan studi paramterik untuk mengetahui pengaruh variasi perlakuan pada benda uji diantaranya diameter steel wire
rope, mutu layer mortar, dan kuat tekan beton dengan pendekatan elemen hingga menggunakan software ATENA. Hasil
yang dibandingkan adalah perilaku lentur balok yaitu kapasitas beban lentur, daktilitas, kekakuan, penyerapan energi,
dan pola keretakan pada balok. Penelitian ini menggunakan 17 benda uji yaitu CB (balok tanpa perkuatan), SB1 (balok
dengan perkuatan SWR), SB2 (balok dengan perkuatan SWR dan tulangan tekan) SB1-4D8 (Balok dengan perkuatan
SWR diameter 8 mm), SB2-4D8 (Balok dengan perkuatan SWR diameter 8 mm dan tulangan tekan), SB1-4D12 (Balok
dengan perkuatan SWR diameter 12 mm), SB2-4D12 (Balok dengan perkuatan SWR diameter 12 mm dan tulangan
tekan), SB1-35 (Balok perkuatan satu dengan mutu layer mortar 35 MPa), SB2-35 (Balok perkuatan dua dengan mutu
layer mortar 35 MPa), SB1-65 (Balok perkuatan satu dengan mutu layer mortar 65 MPa), SB2-65 (Balok perkuatan dua
dengan mutu layer mortar 65 MPa), CB-17,5 (Balok tanpa perkuatan dengan kuat tekan beton 17,5 MPa), CB-60 (Balok
tanpa perkuatan dengan kuat tekan 60 MPa), SB1-17,5 (Balok perkuatan satu dengan kuat tekan 17,5 MPa), SB2-17,5
(Balok perkuatan dua dengan kuat tekan 17,5 Mpa), SB1-60 (Balok perkuatan satu dengan kuat tekan 60 MPa) dan SB2-
60 (Balok perkuatan dua dengan kuat tekan 60 MPa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi perlakuan pada benda
uji dapat meningkatkan kapasitas beban lentur, daktilitas ultimit, kekakuan awal, dan penyerapan energi tetapi
mengalami penurunan daktilitas ultimit dan failure. Pola keretakan yang terjadi secara umum adalah kombinasi retak
lentur geser. Pada variasi diameter SWR, penggunaan material SWR berdampak paling signifikan pada peningkatan
kapasitas beban lenturnya hingga 217% pada benda uji SB2-4D12.
Abtrak (Bhs. Inggris)Structural failure is caused by various factors, one of which is changes in the function of the building and
increased loads. Structural failure can cause a building to collapse. One way to prevent damage is to reinforce the
structure to strengthen old structural elements that no longer meet requirements, one of which is by reinforcing the
negative moment area using steel wire rope and compression reinforcement. Structural reinforcement with steel wire
rope is expected to improve the structural performance of T-shaped reinforced concrete beams. This study aims to
develop experimental research that has been conducted with parametric studies to determine the effect of treatment
variations on test objects, including steel wire rope diameter, mortar layer quality, and concrete compressive strength
using a finite element approach using ATENA software. The results compared were the flexural behavior of the beams,
namely flexural load capacity, ductility, stiffness, energy absorption, and crack patterns in the beams. This study used
seventeen test specimens, namely CB (unstrengthened beam), SB1 (strengthened beam with SWR reinforcement), SB2 (strengthened beam with SWR reinforcement and compression reinforcement) SB1-4D8 (strengthened beam one with 8
mm diameter SWR reinforcement), SB2-4D8 (strengthened beam two with 8 mm diameter SWR reinforcement and
compression reinforcement), SB1-4D12 (strengthened beam one with 12 mm diameter SWR reinforcement), SB2-4D12
(strengthened beam two with 12 mm diameter SWR reinforcement and compression reinforcement), SB1-35
(strengthened beam one with mortar layer strength of 35 MPa), SB2-35 (strengthened beam two with mortar layer
strength of 35 MPa), SB1-65 (strengthened beam one with mortar layer strength of 65 MPa), SB2-65 (strengthened
beam two with mortar layer strength of 65 MPa), CB-17.5 (unstrengthened beam with concrete compressive strength
of 17.5 MPa), CB-60 (unstrengthened beam with compressive strength of 60 MPa), SB1-17.5 (strengthened beam one
with compressive strength of 17.5 MPa), SB2-17.5 (strengthened beam two with compressive strength of 17.5 MPa),
SB1-60 (strengthened beam one with compressive strength of 60 MPa) and SB2-60 (strengthened beam two with
compressive strength of 60 MPa). The results showed that variations in the treatment of the test specimens could
increase the flexural load capacity, ultimate ductility, initial stiffness, and energy absorption but resulted in a decrease
in ultimate ductility and failure. The fracture pattern that occurred in general was a combination of shear flexural
cracks. In the SWR diameter variation, the use of SWR material had the most significant impact on increasing the
flexural load capacity by up to 217% in the SB2-4D12 test specimen.
Kata kunciPerkuatan balok beton bertulang tampang T, Daerah Momen Negatif, Steel wire rope, Studi Parametrik, Perilaku lentur balok.
Pembimbing 1Dr. Ir. Gathot Heri Sudibyo, S.T., M.T., IPU.
Pembimbing 2Dr. Ir. Paulus Setyo Nugroho, S.T., M.T.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman20
Tgl. Entri2025-10-27 06:48:55.389271
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.