Artikelilmiahs

Menampilkan 46.361-46.380 dari 48.733 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4636149748H1A020073 ANALISIS KINERJA BATERAI PADA AXIS TURBIN ANGIN UNIT 1
KOTA HOUHOKUCHO, PERFEKTUR YAMAGUCHI,
CLEAN ENERGY FACTORY CO., LTD.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja baterai yang
digunakan dalam sistem pitch control pada turbin angin horizontal (horizontal
axis wind turbin) Unit 1 yang terletak di Kota Houhokucho, Prefektur Yamaguchi,
milik CLEAN ENERGY FACTORY Co.,Ltd. Baterai pada sistem ini tidak
berfungsi sebagai penyimpan energi listrik hasil pembangkitan, melainkan
digunakan secara khusus untuk menggerakkan bilah turbin melalui sistem pitch
kontrol berbasis elektrik.
Analisis dilakukan berdasarkan parameter teknis baterai seperti
kapasistas, tegangan, arus, dan daya tahan, serta mempertimbangkan kondisi
lingkungan seperti suhu, kelembaban, dan kecepatan angin. Selain itu, dibahas
pula pola penggunaan baterai dalam pengoperasian turbin serta beban daya yang
diberikan oleh sistem pitch kontrol terhadap baterai. Penelitian ini diharapkan
dapat memberikan gambaran tentang efisiensi dan ketahanan baterai dalam
kondisi operasional sebenarnya dan menjadi bahan pertimbangan dalam
pengelolaan pemeliharaan turbin.
This study aims to analyze the perfomance of batteries used in the pitch
control system of the horizontal axis wind turbin (HAWT) unit 1 located in
Houhokucho City, Yamaguchi Prefecture, owned by CLEAN ENERGY FACTORY
Co.,Ltd. The battery in this system does not serve as an energy storage for
generated electricity but is specifically used to operate the turbine blades through
a fully electric pitch control mechanism.
The analysis is conducted based on technical parameters of the battery
such as capacity, voltage, current, and durability, while also taking into account
enviromental conditions such as temperature, humidity, and wind speed. In
addition, the study discusses the usage pattern of the battery during turbine
operation and the electrical load imposed by the pitch system. The results are
expected to provide insight into the battery’s efficiency and endurance under
actual operating conditions and to support maintenance planning for wind turbine
systems.
4636249749H1D021060Sistem Informasi Geografis dan Manajemen Jasa Service Handphone Menggunakan Algoritma A-Star di Kabupaten BanyumasMeningkatnya Penggunaan handphone di masyarakat mendorong meningkatnya kebutuhan akan layanan servis handphone yang cepat dan terpercaya. Pengguna sering mengalami kesulitan dalam menemukan tempat servis yang sesuai karena kurangnya informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Informasi Geografis dan Manajemen Jasa Servis Handphone Menggunakan Algoritma A-Star di Kabupaten Banyumas ini dirancang untuk membantu masyarakat menemukan tempat servis yang terpercaya sekaligus menjadi platform bagi pelaku usaha servis handphone untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. Pengembangan aplikasi dilakukan menggunakan metode Waterfall, yang terdiri dari tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Teknologi yang digunkan meliputi framework Laravel pada sisi backend, Vue.js pada frontend, serta Inertia.js sebagai penghubung antara dua teknologi tersebut. Sistem juga memanfaatkan OpenStreetMap dan Leaflet untuk visualisasi peta secara interaktif. Algoritma A-Star digunakan untuk menentukan rute terdekat. Fitur utama dalam sistem meliputi pencarian lokasi terdekat, penentuan rute tercepat, pemesanan layanan servis secara online, pembuatan iklan, serta fitur ulasan pelanggan. Hasil implementasi menunjukan bahwa sistem mampu meningkatkan efisiensi pencarian layanan servis dan memperluas jangkauan promosi bagi pemilik usaha.The increasing use of mobile phones in society has driven a growing demand for fast and reliable phone repair services. Users often face difficulties in finding suitable repair shops due to a lack of information. This study aims to develop a Geographic Information System and Mobile Phone Repair Service Management System using the A-Star Algorithm in Banyumas Regency. The system is designed to help the public find trustworthy repair services while also serving as a platform for mobile phone repair business owners to reach more customers. The application development follows the Waterfall method, which consists of requirement analysis, system design, implementation, testing, and maintenance stages. The technologies used include the Laravel framework for the backend, Vue.js for the frontend, and Inertia.js as the bridge between the two. The system also utilizes OpenStreetMap and Leaflet for interactive map visualization. The A-Star algorithm is applied to determine the shortest route. The main features of the system include finding the nearest location, determining the fastest route, booking repair services online, creating advertisements, and customer review features. The implementation results show that the system can improve the efficiency of finding repair services and expand promotional reach for business owners.
4636349750L1B021078KELIMPAHAN DAN KARAKTERISTIK BAKTERI DARI HEPATOPANKREAS UDANG VANNAME (Litopenaeus Vannamei) YANG MENGALAMI KEMATIAN PADA BUDIDAYA INTENSIF DI NUSAWUNGU KABUPATEN CILACAPKematian massal pada udang vannamei merupakan permasalahan serius dalam budidaya intensif, salah satunya disebabkan oleh infeksi bakteri patogen yang menyerang organ vital seperti hepatopankreas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan karakteristik bakteri yang diisolasi dari hepatopankreas udang vannamei yang mengalami kematian di tambak intensif di Nusawungu, Kabupaten Cilacap. Metode penelitian dilakukan melalui observasi langsung, isolasi bakteri dengan media TSA, penghitungan kelimpahan menggunakan metode Total Plate Count (TPC), serta uji biokimia untuk karakterisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan bakteri berkisar antara 16,56×10⁶ hingga 45,30×10⁶ CFU/g. Karakteristik koloni bakteri yang ditemukan bervariasi, dengan dominasi bentuk circular, elevasi flat dan convex, serta warna koloni kuning dan putih. Hasil uji biokimia menunjukkan lima isolat bersifat gram positif dan lima lainnya gram negatif, dengan variasi kemampuan dalam fermentasi karbohidrat, aktivitas enzim katalase, oksidase, serta produksi enzim protease. Penelitian ini menunjukkan potensi adanya infeksi bakteri yang dapat memicu kerusakan organ dan kematian udang, sehingga diperlukan tindakan preventif dan diagnostik yang lebih lanjut untuk mendukung keberhasilan budidaya intensif.Mass mortality in vannamei shrimp is a serious problem in intensive aquaculture, one of which is caused by pathogenic bacterial infections that attack vital organs such as the hepatopancreas. This study aims to determine the abundance and characteristics of bacteria isolated from the hepatopancreas of vannamei shrimp that died in intensive ponds in Nusawungu, Cilacap Regency. The research methods included direct observation, bacterial isolation using TSA medium, abundance counting using the Total Plate Count (TPC) method, and biochemical tests for characterization. The results showed that bacterial abundance ranged from 16.56×10⁶ to 45.30×10⁶ CFU/g. The characteristics of the bacterial colonies varied, with a dominance of circular shapes, flat and convex elevations, and yellow and white colony colors. Biochemical test results indicated that five isolates were Gram-positive and five were Gram-negative, with variations in carbohydrate fermentation ability, catalase and oxidase enzyme activity, and protease enzyme production. This study highlights the potential for bacterial infections that could cause organ damage and shrimp mortality, necessitating further preventive and diagnostic measures to support the success of intensive aquaculture
4636450435J1A020051The Portrayal of Sisterhood in Pilcher’s A Call to Spy (2019)Penelitian yang berjudul “The Portrayal of Sisterhood in Pilcher’s A Call to Spy (2019)” ini termasuk dalam penelitian kajian budaya yang berfokus pada sisterhood dalam gerakan feminis. Dengan menerapkan teori feminis, khususnya konsep sisterhood dari Bell Hooks dan tema-tema sisterhood dari Cohen dkk., penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk sisterhood yang digambarkan oleh tokoh-tokoh perempuan dalam A Call to Spy (2019). Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan teori feminisme dari Bell Hooks. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dan hasil penelitian disajikan dengan metode deskriptif. Data yang diambil berasal dari tokoh utama, dialog, dan shot kamera dalam bentuk tangkapan layar. Adapun sumber data utama berasal dari film A Call to Spy (2019). Hasil analisis mengungkapkan bahwa film tersebut memiliki empat bentuk sisterhood, yaitu, rasa memiliki dan hubungan interpersonal di antara perempuan, dukungan dan dorongan dari para perempuan, tanggung jawab kolektif perempuan, dan penolakan terhadap patriarki sebagai tujuan bersama. Secara keseluruhan, hasil penelitian menekankan bahwa penggambaran sisterhood dapat dilihat dalam film A Call to Spy (2019), dengan memperhatikan kekuatan dan tindakan kolektif perempuan.The phenomenon of sisterhood, defined as the emotional connections and unity among women, has become a growing focus in film, especially in narratives depicting women’s roles in contexts of conflict and struggle. A Call to Spy is (2019) is an American historical drama movie written by Sarah Megan Thomas and directed by Lydia Dean Pilcher. The movie depicts the real-life stories of tree courageous women who served as spies for the Allied forces during World War II. They are Virginia Hall, Noor Inayat Khan, and Vera Atkins. This research used feminist theory, particularly Bell Hooks’ concept of sisterhood and Cohen et al.’s themes of sisterhood. This research aims to examine the portrayal of sisterhood and its forms depicted in A Call to Spy (2019). Using a qualitative descriptive method, the study collects data from the main characters, the dialogue, and the camera shot in the movie. The analysis reveals that the movie contains four forms of sisterhood, namely, belonging and interpersonal connection among women, women encouragement and support, women collective responsibility, and resisting patriarchy as a shared purpose. Overall, the result highlights women's unity, emotional connections, and acts of mutual support as key elements of its story. The research emphasizes how female characters explore their identities and form alliances within the male-dominated world of war and espionage.
4636549752F1A018099ISTRI DAN SUAMINYA YANG MEROKOKMerokok merupakan kebiasaan yang sangat umum di Indonesia dan berdampak buruk pada kesehatan, tidak hanya bagi perokok aktif tetapi juga perokok pasif (terutama istri dan anak). Di Dukuh Losari, banyak suami yang merokok, bahkan di dalam rumah, sehingga istri dan anak-anaknya terpapar asap rokok. Istri sebagai perokok pasif memiliki peran penting dalam melindungi kesehatan keluarga, termasuk mendorong suami untuk mengurangi atau berhenti merokok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengetahuan istri mengenai bahaya perokok pasif dan mengungkap sikap dan tindakan istri terhadap suaminya yang merokok. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dengan melakukan wawancara terhadap istri berusia 20–50 tahun, sudah menikah lebih dari 2 tahun, suaminya perokok aktif lebih dari 2 tahun, dan pendidikan minimal SD hingga sarjana. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua informan dalam penelitian ini mengetahui bahaya yang ditimbulkan dari perilaku merokok terhadap perokok pasif. Namun, pengetahuan yang dimiliki tiap informan bervariatif sehingga menimbulkan sikap dan tindakan istri yang bervariatif pula tergantung pada tingkat pemahaman, pengalaman pribadi, dan kondisi sosial serta keluarga. Pengetahuan istri tentang bahaya merokok bervariasi, mulai dari pemahaman umum hingga pemahaman mendalam yang didasarkan pada pengalaman pribadi atau otoritas medis. Namun, pemahaman yang mendalam tidak selalu mengarah pada tindakan intervensi yang tegas.Smoking is a very common habit in Indonesia and has detrimental effects on health, not only for active smokers but also for passive smokers (especially wives and children). In Dukuh Losari, many husbands smoke, even inside the house, exposing their wives and children to cigarette smoke. Wives, as passive smokers, play a crucial role in safeguarding their family's health, including encouraging their husbands to reduce or quit smoking. The objective of this research is to explain wives' knowledge about the dangers of passive smoking and to explore their attitudes and actions toward their smoking husbands. The research method used is qualitative with a case study approach. The sampling technique employed was purposive sampling, involving interviews with wives aged 20–50 years, married for more than two years, whose husbands had been active smokers for over two years, and with an educational background ranging from elementary school to bachelor's degree. The results of the study indicate that all informants in this research were aware of the dangers posed by smoking behavior toward passive smokers. However, the level of knowledge varied among informants, leading to differing attitudes and actions depending on their level of understanding, personal experiences, and social and family conditions. Wives' knowledge about the dangers of smoking ranged from general awareness to in-depth understanding based on personal experiences or medical authority. Nevertheless, deeper understanding did not always translate into firm intervention actions.
4636649754J1E021007STUDY TIME ALLOCATION AND EXTRACURRICULAR ACTIVITY
INVOLVEMENT: THEIR EFFECT ON STUDENTS’ GPA
(A Comparative Study using Two-Way ANOVA on English Education Students of the
2022 Cohort in Jenderal Soedirman University)
Penelitian ini menganalisis dampak alokasi waktu belajar dan kegiatan ekstrakurikuler
terhadap kinerja akademik mahasiswa di Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini
menggunakan Two-Way ANOVA dan metodologi perbandingan kuantitatif untuk meneliti efek
utama dan interaksi dari variabel-variabel ini. Sampel terdiri dari 36 mahasiswa Pendidikan
Bahasa Inggris dari angkatan 2022, yang dipilih menggunakan metode pengambilan sampel
sampel bertingkat dengan kombinasi teknik, yang menggabungkan pengambilan sampel kuota
dan purposif untuk keterwakilan populasi. Data IPK dikonsultasikan dari catatan akademik
institusi dan kuesioner digunakan untuk mengklasifikasikan tingkat aktivitas ekstrakurikuler peserta serta alokasi waktu belajar. Hasil menunjukkan bahwa jumlah waktu yang dihabiskan
siswa untuk belajar memiliki dampak yang signifikan secara statistik terhadap IPK mereka,
hal ini menunjukkan bahwa siswa yang menghabiskan lebih banyak waktu untuk belajar
biasanya berprestasi lebih baik secara akademis. Namun, partisipasi dalam kegiatan
ekstrakurikuler tidak memiliki dampak signifikan terhadap IPK, yang menunjukkan bahwa
keterlibatan dalam organisasi atau kegiatan mahasiswa tidak memiliki dampak langsung dan
konkret terhadap kinerja akademis. Penelitian ini juga mengungkapkan tidak adanya efek
interaksi yang signifikan antara kegiatan ekstrakurikuler dan alokasi waktu belajar, yang
menunjukkan bahwa pengaruh satu variabel tidak tergantung pada tingkat variabel lainnya.
Temuan ini menyoroti pentingnya perilaku alokasi waktu belajar dalam mendorong
pencapaian akademik, tetapi juga menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler tidak selalu
menghasilkan kinerja akademik yang lebih baik.
This study investigates the impact of study time allocation and extracurricular activities
on students' academic performance at Jenderal Soedirman University. The study uses Two-Way
ANOVA and a quantitative comparison methodology to investigate the main and interaction
effects of these variables. The sample consisted of 36 English Education students from the 2022
cohort, selected using hybrid multistage sampling for representativeness. GPA data was
consulted from institutional academic records and a questionnaire was used to classify
participants' levels of extracurricular activity and study time allocation. Results show that the
amount of time students spend studying has a statistically significant impact on their GPA,
indicating that students who put in more study time typically perform better academically.
However, participation in extracurricular activities has no significant impact on GPA,
suggesting that involvement in student organizations or activities has no direct and concrete
impact on academic performance. The study also reveals no significant interaction effect
between extracurricular activity and study time allocation, indicating that the influence of one
variable is independent of the other's level. These results highlight the importance of study
allocation time behaviour in fostering academic achievement, but also suggest that
extracurricular activities may not always result in better academic performance.
4636749753F1A018040PERSEPSI MAHASISWA MENGENAI PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL TWITTER SEBAGAI RUANG SPEAK-UP KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI KAMPUS
(STUDI PADA MAHASISWA FISIP UNSOED)
Kekerasan seksual di perguruan tinggi masih sering terjadi, namun trauma, stigma, dan relasi kuasa yang timpang membuat banyak korban memilih diam. Twitter muncul sebagai ruang alternatif bagi korban untuk speak-up, sementara mahasiswa sebagai pengguna aktif media sosial turut membentuk wacana sosial terhadap isu ini. Penelitian ini bertujuan mengkaji persepsi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman (FISIP Unsoed) terhadap pemanfaatan Twitter sebagai media speak-up korban kekerasan seksual di kampus. Metode kualitatif deskriptif digunakan dengan purposive sampling terhadap mahasiswa aktif dalam lembaga yang fokus pada isu gender dan kekerasan seksual. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dianalisis menggunakan model interaktif dengan triangulasi untuk validitas. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa memandang Twitter sebagai media strategis yang memperluas jangkauan, memberi dukungan emosional, dan menciptakan tekanan publik untuk respons cepat penanganan kasus. Namun, terdapat ambivalensi karena risiko pelecehan digital dan stigma sosial, serta ketidakpercayaan terhadap mekanisme formal penanganan kekerasan seksual. Oleh karena itu, meskipun media sosial berpotensi sebagai alat advokasi, penggunaannya memerlukan pendampingan untuk melindungi dan memberdayakan korban secara optimal. Sexual violence in higher education institutions remains prevalent, yet many victims choose to remain silent due to trauma, stigma, and unequal power relations. Twitter has emerged as an alternative space for victims to speak up, while students, as active social media users, contribute to shaping the social discourse around this issue. This study aims to examine the perceptions of students from the Faculty of Social and Political Sciences at Jenderal Soedirman University (FISIP Unsoed) regarding the use of Twitter as a platform for sexual violence victims to speak up on campus. A descriptive qualitative method was employed, using purposive sampling of students active in organizations focusing on gender and sexual violence issues. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using an interactive model with triangulation to ensure validity. Findings reveal that students view Twitter as a strategic medium that broadens reach, provides emotional support, and generates public pressure for a faster institutional response to cases. However, ambivalence exists due to risks of digital harassment and social stigma, as well as distrust in formal mechanisms for handling sexual violence. Therefore, while social media holds potential as an advocacy tool, its use requires proper guidance to effectively protect and empower victims.
4636849755F1A018083Makna dan Motif Ibu-ibu Memberikan Parfum “Duar” ke Balita
(Studi di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah)
Parfum telah mengalami pergeseran fungsi dari sekadar pengharum tubuh menjadi simbol status sosial, identitas pribadi, serta representasi gaya hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna dan motif ibu-ibu kelas menengah ke bawah di Kabupaten Purworejo dalam memberikan parfum merek Duar kepada balita mereka. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tujuh informan yang dipilih secara purposif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori tindakan sosial Max Weber untuk mengkategorikan motif-motif tindakan yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan parfum tidak hanya berfungsi sebagai alat kosmetik, tetapi juga mengandung makna sosial, emosional, dan budaya yang kompleks. Parfum dimaknai sebagai bentuk peran ibu dalam membentuk identitas sosial anak, menjaga citra keluarga, serta memenuhi norma dan ekspektasi sosial di lingkungan sekitarnya. Dalam kerangka tindakan sosial Weber, ditemukan empat motif utama: (1) motif instrumental (Zweckrational), yakni penggunaan parfum demi kebersihan, penghematan, dan penyesuaian sosial; (2) motif nilai (Wertrational), sebagai wujud tanggung jawab moral dalam pengasuhan; (3) motif afektif, sebagai ekspresi kasih sayang; dan (4) motif tradisional, yang dilandasi kebiasaan dan budaya keluarga. Temuan ini memperlihatkan bahwa praktik sehari-hari yang tampak sederhana dapat menjadi sarana penting dalam membangun relasi sosial dan emosional di masyarakat.Perfume has shifted from being merely a body fragrance to becoming a symbol of social status, personal identity, and lifestyle representation. This study aims to explore the meanings and motives behind lower-middle-class mothers in Purworejo Regency giving Duar-brand perfume to their toddlers. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews with seven purposively selected informants. The data were analyzed using Max Weber’s theory of social action to categorize the emerging motives. The findings reveal that perfume use is not limited to cosmetic purposes but also holds diverse social, emotional, and cultural meanings. For these mothers, perfume represents their role in shaping their children's social identity, maintaining family image, and adhering to social norms and expectations within their community. According to Weber’s framework, four categories of social action motives were identified: (1) instrumental-rational (Zweckrational) motives, where perfume is used for hygiene, saving money, and social adjustment; (2) value-rational (Wertrational) motives, where perfume use is seen as a moral responsibility in parenting; (3) affective motives, where perfume expresses affection and emotional closeness; and (4) traditional motives, based on long-standing family habits and cultural practices. These findings illustrate how simple daily practices like perfume use can serve as a medium for expressing emotional bonds and fulfilling social roles in society.
4636949756F1A018066FAKTOR DETERMINAN ANGKA MELEK HURUF DI INDONESIA TAHUN 2024Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi angka melek huruf di Indonesia tahun 2024, dengan fokus pada variabel jenis kelamin, lokasi geografis (desa-kota), akses teknologi, serta tingkat partisipasi pendidikan di setiap provinsi. Fenomena ketimpangan pendidikan antarwilayah terus menjadi isu strategis dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. Penelitian mengguanakan metode analisis data sekunder dengan memanfaatkan data dari BPS. Data diuji dengan uji Chi-Square sebagai alat analisis hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan signifikan dalam akses teknologi, khususnya internet, telepon seluler, dan komputer, antara wilayah perkotaan dan pedesaan yang berdampak langsung pada tingkat literasi. Hal ini mengindikasikan bahwa pemerataan pembangunan digital belum berjalan optimal di seluruh wilayah. Disparitas gender juga ditemukan; angka melek huruf laki-laki sedikit lebih tinggi dibanding perempuan, yang dipengaruhi faktor budaya dan sosial-ekonomi. Budaya patriarki masih berperan dalam penentuan keputusan keluarga terhadap akses pendidikan bagi anak perempuan. Partisipasi pada jenjang pendidikan dasar (SD) menunjukkan hubungan signifikan terhadap tingkat melek huruf, sementara jenjang SMP dan SMA tidak memberikan pengaruh yang signifikan secara statistik. Temuan ini sejalan dengan teori bahwa fondasi literasi dibentuk paling kuat pada tahap awal pendidikan formal. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan literasi dasar diperoleh terutama pada tahap pendidikan dasar. Kebijakan berbasis bukti sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa intervensi pendidikan tepat sasaran dan berkelanjutan. Oleh karena itu, peningkatan infrastruktur pendidikan dan teknologi di wilayah tertinggal, kebijakan pendidikan yang inklusif, serta redefinisi indikator literasi menjadi hal penting dalam upaya meningkatkan angka melek huruf secara merata di Indonesia.
This study aims to analyze the determinants influencing literacy rates in Indonesia in 2024, focusing on variables such as gender, geographic location (urban-rural), technology access, and educational participation rates across provinces. Educational inequality across regions continues to be a strategic issue in Indonesia's human capital development. Using a quantitative approach with secondary data analysis from BPS (Statistics Indonesia), the research examines the correlation between these factors and literacy levels through Chi-Square tests. The findings show significant disparities in access to technology, especially internet, mobile phones, and computers, between urban and rural areas, which subsequently influence literacy outcomes. This suggests that digital development has not yet been equally implemented across regions. Gender disparities are also noted, with literacy rates among males slightly higher than females, driven in part by cultural and socio-economic influences. Patriarchal cultural norms still influence family decisions regarding girls’ access to education. While participation in primary education (SD) has a significant relationship with literacy levels, the same does not apply to secondary (SMP) and high school (SMA) levels. This finding aligns with theories that foundational literacy is most strongly built during early formal education. This suggests that basic literacy is primarily acquired in early education, while higher levels of education may not directly impact basic literacy indicators. Evidence-based policymaking is crucial to ensure that educational interventions are targeted and sustainable. The study concludes that enhancing infrastructure and digital access in rural areas, ensuring inclusive educational policies, and redefining literacy metrics beyond basic reading and writing are essential for bridging literacy gaps in Indonesia.
4637049757E1B020025PERAN UNIT PELAYANAN PEREMPUAN DAN ANAK DALAM PENCEGAHAN TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL (STUDI DI KEPOLISIAN RESOR SALATIGA)Penelitian ini membahas peran Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (Unit PPA) dalam penanggulangan tindak pidana kekerasan seksual di wilayah hukum Polres Salatiga. Latar belakang penelitian ini didasari oleh tingginya angka kekerasan seksual di Indonesia, khususnya di Salatiga, serta pentingnya peran kepolisian sebagai garda terdepan dalam sistem peradilan pidana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran Unit Pelayanan Perempuan dan Anal dalam upaya penanggulangan tindak pidana kekerasan seksual serta menganalisis faktor-faktor yang menjadi hambatan dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis, dengan pendekatan kualitatif melalui studi kasus di Polres Salatiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelidik dan penyidik Polres Salatiga telah menjalankan peran pre-emtif, preventif, dan represif dalam penanggulangan kekerasan seksual, namun masih terdapat berbagai hambatan seperti keterbatasan sumber daya, kurangnya pemahaman masyarakat, serta kendala budaya dari masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu hukum pidana, serta menjadi referensi bagi optimalisasi penanggulangan tindak pidana kekerasan seksual di lingkungan kepolisian dan masyarakat.This study examined the role of the Women and Children Service Unit (Unit PPA) in addressing sexual violence crimes within the jurisdiction of the Salatiga Police Resort (Polres Salatiga). The background of the study was based on the high rate of sexual violence in Indonesia, particularly in Salatiga, and the critical role of the police as the frontline of the criminal justice system. The study aimed to determine how the Women and Children Service Unit contributed to efforts to combat sexual violence crimes and to analyze the obstacles hindering its implementation. The research employed a socio-legal method with a qualitative approach through a case study at Polres Salatiga. The findings indicated that the investigators at Polres Salatiga had carried out pre-emptive, preventive, and repressive roles in addressing sexual violence. However, several challenges remained, including limited resources, lack of public awareness, and cultural barriers within the community. This study was expected to contribute to the development of criminal law science and serve as a reference for optimizing efforts to combat sexual violence crimes within law enforcement and society.
4637149764J1B021015FENOMENA PENGGUNAAN KOLOKIAL PAKSEL (NGAPAK JAKSEL) SEBAGAI KREATIVITAS LINGUISTIK GENERASI Z PURWOKERTOKolokial Paksel (Ngapak Jaksel) merupakan bentuk kreativitas linguistik yang muncul dari perpaduan dialek ngapak dan gaya tutur Jakarta Selatan yang digunakan generasi Z Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk kolokial Paksel sebagai variasi bahasa yang mencerminkan dinamika gaya tutur generasi Z Purwokerto saat ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari tuturan langsung dan unggahan media sosial Tiktok @raflychaniag0 dan X @unsoedmfs. Analisis data dilakukan dengan metode padan referensial. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 41 bentuk kolokial yang diklasifikasikan ke dalam kategori single word, clipped word, short picturesque word of technical term, contruction, verb adverb combination, serta bentuk lain yang melibatkan perubahan fonem. Penelitian ini menunjukkan adanya perpaduan antara unsur lokal dan global dalam berbahasa yang mencerminkan identitas, kreativitas, dan adaptasi generasi muda terhadap komunikasi digital. Paksel (Ngapak Jaksel) colloquial language is a form of linguistic creativity that emerges from the blend of the ngapak dialect and with the urban Jakarta Selatan speaking style used by Generation Z in Purwokerto. This study aims to identify and analyze the forms of Paksel colloquial language as a language variety reflecting the speech dynamics of Generation Z in Purwokerto today. This research employs a qualitative descriptive method. The data were collected from direct utterances and social media posts on TikTok @raflychaniag0 and X @unsoedmfs. data analysis was conducted using the referential matching method. The results show that there are 41 colloquial forms classified into the categories of single word, clipped word, short picturesque word of technical terms, contraction, verb-adverb combination, and other forms involving phoneme changes. This study indicates a blend of local and global elements in language use, reflecting the identity, creativity, and adaptation of young people in digital communication.
4637249765J1E021006The Effectiveness of Using Animation Videos from English Singsing Channel for Young Learners to Improve Students’ Vocabulary MasteryBelakangan ini, sumber daya multimedia semakin berperan penting dalam pembelajaran bahasa, terutama bagi pelajar muda. Video animasi yang memadukan elemen visual dan audio mampu membuat pembelajaran kosakata menjadi lebih menarik dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan persepsi siswa terhadap penggunaan video animasi dari kanal YouTube English Singsing dalam meningkatkan kosakata siswa kelas 5C di SDN 1 Grendeng tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain satu kelompok pre-test dan post-test. Sampel penelitian terdiri dari 24 siswa. Instrumen penelitian meliputi tes kosakata dan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan uji paired sample t-test dan skala Likert. Hasil tes menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 48.13 pada pra-tes menjadi 77.50 pada pasca-tes, dengan uji-t sampel berpasangan menghasilkan nilai signifikansi 0.000 (p < 0.05). Kuesioner mengungkapkan bahwa sebagian besar siswa memiliki persepsi positif terhadap penggunaan video animasi, menganggapnya menyenangkan, menarik, dan membantu dalam mengingat kosakata baru. Dengan demikian, (1) penggunaan video animasi dari saluran English Singsing efektif meningkatkan penguasaan kosakata siswa, dan (2) siswa menunjukkan persepsi positif terhadap media ini. Guru disarankan untuk menggunakan video animasi sebagai alat pendukung dalam pengajaran kosakata.Recently, multimedia resources have become essential in language learning, especially for young learners. Animation videos, combining visual and auditory elements, make vocabulary learning more engaging and effective. This research aimed to investigate the effectiveness and students’ perception of the use of animation videos from the English Singsing YouTube channel in improving vocabulary in grade 5C students at SDN 1 Grendeng in the academic year 2024/2025. The research employed a quantitative approach with a one-group pre-test and post-test. The samples were 24 students. The research instruments included vocabulary tests and questionnaire. Data were analyzed using a paired sample t-test and a Likert scale. The test results showed that the average score improved from 48.13 in pre-test to 77.50 in post-test. The paired sample t-test result showed the significance value of 0.000 (p < 0.05). The questionnaire results also revealed that students had positive perceptions toward the use of animation videos; most students found the videos enjoyable, engaging, and helpful in remembering new vocabulary. Thus, it can be concluded that (1) the use of animation videos from the English Singsing channel effectively improves students’ vocabulary mastery; (2) most students had positive perceptions, finding animation videos enjoyable, engaging, and helpful for understanding and remembering new vocabulary. It is suggested that teachers are encouraged to use animation videos as supportive tool in vocabulary instruction.
4637349759C1L021036Pengaruh Literasi Keuangan, Perilaku Keuangan, dan Kemajuan Teknologi terhadap Minat Investasi Mahasiswa FEB UNSOED di Pasar ModalPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan, perilaku keuangan, dan kemajuan teknologi terhadap minat investasi mahasiswa FEB UNSOED di pasar modal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa aktif FEB UNSOED angkatan 2021-2022 yang berjumlah 830 mahasiswa, dan sebanyak 270 mahasiswa dijadikan sebagai sampel dengan rumus Taro Yamane. Data diperoleh dari penyebaran kuesioner dengan menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Selanjutnya dilakukan uji instrumen dan uji asumsi klasik. Pengujian hipotesis menggunakan metode analisis regresi linear berganda melalui software SPSS 26. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan literasi keuangan berpengaruh positif terhadap minat investasi mahasiswa, perilaku keuangan berpengaruh positif terhadap minat investasi mahasiswa, sedangkan kemajuan teknologi tidak berpengaruh terhadap minat investasi mahasiswa.This study was conducted to determine the effect of financial literacy, financial behavior, and technological advancement on the investment interest of FEB UNSOED students in the capital market. This study used quantitative methods. The population in this study were 830 active FEB UNSOED students from the 2021-2022 intake, and 270 students were sampled using the Taro Yamane formula. Data were obtained from distributing questionnaires using the Proportionate Stratified Random Sampling technique. Furthermore, instrument testing and classical assumption testing were conducted. Hypothesis testing used multiple linear regression analysis using SPSS 26 software. The results of the study partially showed that financial literacy had a positive effect on student investment interest, financial behavior had a positive effect on student investment interest, while technological advancement had no effect on student investment interest.
4637449761L1C021020PERBANDINGAN PRODUKSI TELUR LOBSTER PASIR (Panulirus homarus Linnaeus, 1758) PADA MUSIM KEMARAU DENGAN MUSIM PENGHUJAN DARI PERAIRAN PANTAI TELUK PENYU KABUPATEN CILACAPLobster pasir (Panulirus homarus Linnaeus, 1758) merupakan komoditas
perikanan bernilai ekonomi tinggi yang tersebar di perairan tropis, termasuk Teluk
Penyu, Kabupaten Cilacap. Penelitian ini bertujuan membandingkan produksi telur
lobster pasir pada musim kemarau dan musim penghujan, serta menganalisis
hubungan dan perbedaan parameter morfometrik tubuh dengan produksi telur
lobster pasir. Sampel lobster pasir bertelur dikoleksi secara purposive sampling dari
nelayan setempat, dengan parameter yang diamati meliputi berat tubuh, panjang
karapas, panjang abdomen, dan jumlah telur. Produksi telur dihitung menggunakan
metode gravimetrik, yaitu dengan menimbang total massa telur, mengambil sub-
sampel seberat 1 g menghitung jumlah telur dalam sub-sampel secara manual, dan
menghitung total berdasarkan berat keseluruhan. Penelitian dilaksanakan pada Juni
dan Desember 2024, sedangkan analisis data dilakukan di Laboratorium Pescica
Marina Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Jenderal Soedirman.
Hasil penelitian diperoleh produksi rata-rata telur pada musim penghujan lebih
tinggi yaitu 128.401 butir dibanding musim kemarau yaitu 101.630 butir. Pada
musim kemarau, panjang karapas dan berat tubuh berkorelasi negatif terhadap
produksi telur, sedangkan panjang abdomen berkorelasi positif. Sebaliknya, pada
musim penghujan semua parameter morfometrik berkorelasi positif dengan
produksi telur. Uji independent sample t-test diperoleh tidak terdapat perbedaan
antara kedua musim (p = 0,186 > 0,05). Guna menjaga stok dapat diakses jangka
panjang maka lobster bertelur di musim kemarau tidak ditangkap sehubungan
musim ini kondisi lingkungan kurang mendukung lobster dalam produksi telur
dibanding musim penghujan.
The scalloped spiny lobster (Panulirus homarus Linnaeus, 1758) is a high-value
fishery commodity distributed in tropical waters, including Teluk Penyu, Cilacap
Regency. This study aimed to compare egg production of P. homarus between the dry and rainy seasons, as well as to analyze the relationships and differences
between body morphometric parameters and egg production of schalloped spiny
lobsters. Barried scalloped spiny lobster samples were collected using purposive
sampling from local fishermen, with observed parameters including body weight,
carapace length, abdomen length, and egg production Egg numbers were
determined using the gravimetric method by weighing the total egg mass, taking a
1 g subsample, manually counting the eggs in the subsample, and extrapolating the
total based on overall weight. The study was conducted in June and December
2024, and data analyses were performed at the Pescica Marina Laboratory,
Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Jenderal Soedirman University. Results
showed that average egg production was higher in the rainy season namely 128,401
eggs compared to the dry season namely 101,630 eggs. In the dry season, carapace
length and body weight showed a negative correlation with egg production, while
abdomen length was positively correlated. Conversely, in the rainy season, all
morphometric parameters were positively correlated with egg production. An
independent sample t-test indicated no significant difference between the two
seasons (p = 0.186 > 0.05). To ensure sustainable stock availability, it is
recommended that berried females in the dry season should not be harvested, as
environmental conditions during this period are less favorable for egg production
compared to the rainy season.
4637549763J1B021003Analisis Struktur dan Prinsip Kerja Sama Pragmatik dalam Wacana Serial Animasi Trungtung Manusia menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi secara lisan maupun tulisan. Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk mencapai pemahaman bersama antara penutur dengan mitra tutur. Pemahaman bersama yang baik dapat dilihat dari pemenuhan prinsip-prinsip tuturannya. Prinsip-prinsip komunikasi yang digunakan oleh penutur dan mitra tutur dalam cabang ilmu bahasa pragmatik dituangkan dalam prinsip kerja sama Grice. Komunikasi tidak hanya terdapat dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi juga terdapat pada wacana serial animasi. Wacana yang efektif dapat dilihat dari struktur wacananya. Brown dan Yule menuangkan struktur-struktur wacana dalam analisis struktur wacana. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur dan prinsip kerja sama pragmatik yang terdapat dalam wacana serial animasi Trungtung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini bersumber dari wacana serial animasi Trungtung yang ditayangkan pada kanal YouTube @NussaOfficialSeries. Data diambil dari episode perdana dan episode 1. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode simak. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode padan pragmatis. Metode penyajian hasil analisis data yang digunakan yaitu metode informal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan struktur wacana yang ditemukan pada episode perdana dan episode 1, yaitu struktur tema yang berbeda, namun proses tematisasinya sama-sama ada pada judul, bagian batang wacana dan penutup, serta struktur penahapan yang ada pada bagian pembuka, batang wacana, dan penutup. Hasil prinsip kerja sama pragmatik ditemukan 17 data yang terdiri dari 12 data mematuhi prinsip kerja sama dan 5 data melanggar prinsip kerja sama.Humans use language as a means of communication, both verbally and in writing. Language is a communication tool used to achieve a shared understanding between speakers and conversation partners. Good mutual understanding can be seen from the fulfillment of the principles of speech. The communication principles used by speakers and conversation partners in the branch of pragmatics are outlined in Grice’s cooperative principle. Communication is not only found in everyday life, communication is also found in animated series discourse. Effective discourse can be seen from its discourse structure. Brown dan Yule poured discourse structure analysis. So this study aims to describe the structure and principles of pragmatics cooperation contained in the discourse of the Trungtung animated series. This study uses a qualitative descriptive method. The data source in this study comes from the discourse on the Trungtung animated series broadcast on the YouTube channel @NussaOfficialSeries. Data taken from the premiere episode and episode 1. The data collection method used is the observation method. The data analysis method used is the pragmatics matching method. The method of presenting the results of data analysis used is the informal method. The results of this study show the discourse structure found in the first episode and episode 1, namely a different theme structure, but the thematization process is the same in the title, the main discourse and closing sections, as well as the staging structure in the opening, main discourse and closing sections. The results of the pragmatics cooperation principle found 17 data consisting of 12 data complying with the cooperation principle and 5 data violating the cooperation principle.
4637649766D1A021208PERBEDAAN PERFORMA PRODUKSI AYAM BROILER FASE
STARTER PADA KEPADATAN KANDANG YANG BERBEDA
(Studi Kasus Di Kandang Riswiyadi Farm Kebumen)
Latar Belakang. Penelitian ini berjudul “Perbedaan Performa Produksi Ayam
Broiler Fase Starter pada Kepadatan Kandang yang Berbeda di Kandang
Riswiyadi Farm Kebumen” Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan
performa produksi ayam broiler fase starter dengan kepadatan kandang yang
berbeda pada kandang Riswiyadi. Penelitian ini dilaksanakan selama 40 hari
pada tanggal 17 September s.d 27 Oktober 2024 di kandang closed house
Riswiyadi, Desa Wonosari, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, Jawa
Tengah. Materi dan Metode. Materi yang digunakan yaitu ayam broiler strain
cobb dengan populasi 54.439 ekor, pakan yang digunakan yaitu pre-starter S00
pada umur 1-11 hari dan starter S11 pada umur 12-21 hari. Metode Analisis yang
digunakan pada penelitian ini yaitu independent T-Test. Variabel yang diteliti
yaitu Feed Convertion Ratio (FCR), Mortalitas dan Bobot badan. Hasil. Hasil
pengukuran menunjukkan bahwa rata-rata nilai FCR selama fase starter pada
kandang dengan kepadatan 46 ekor/m2 sebesar 1,14+0,08 sedangkan pada
kepadatan 44 ekor/m2 sebesar 1,06+0,13. Hasil pengukuran mortalitas pada fase
starter kandang dengan kepadatan 46 ekor/m2 adalah 0,90+0,49% sedangkan
pada kepadatan kandang 44 ekor/m2 sebesar 0,87+0,44%. Hasil pengukuran
bobot badan selama fase starter pada kepadatan kandang 46 ekor/m2 sebesar
537+375,33 g sedangkan pada kepadatan kandang 44 ekor/m2 menunjukan hasil
sebesar 533,4+373,65 g. Simpulan. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji
T, dapat disimpulkan bahwa kepadatan kandang berpengaruh signifikan
terhadap nilai Feed Conversion Ratio (FCR) ayam broiler fase starter, di mana
kepadatan 46 ekor/m² menghasilkan FCR yang lebih tinggi dibandingkan 44
ekor/m². Sementara itu, tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap
angka mortalitas dan bobot badan antara kedua tingkat kepadatan tersebut.
Background. This research is entitled "Differences in Starter Phase Broiler
Chicken Production Performance at Different Cage Densities in Riswiyadi Farm
Kebumen" This research aims to examine the differences in starter phase broiler
chicken production performance with different cage densities in Riswiyadi's
cage. This study was conducted for 40 days from September 17 to October 27,
2024 in a closed cage at Riswiyadi's house, Wonosari Village, Kebumen District,
Kebumen Regency, Central Java. Materials and Methods. The analysis method
used in this study is the independent T-Test. The materials used were broiler
strain cobb chickens with a population of 54,439, the feed used was pre-starter
S00 at the age of 1-11 days and starter S11 at the age of 12-21 days. The variables
studied were Feed Conversion Ratio (FCR), Mortality and Body Weight. Results.
The measurement results showed that the average FCR value during the starter
2
phase in a cage with a density of 46 birds/m2 was 1.14+0.08 while at a density of
44 birds/m2 it was 1.06+0.13. The results of mortality measurements in the
starter phase of the cage with a density of 46 birds/m2 were 0.90+0.49% while
at a density of 44 birds/m2 it was 0.87+0.44%. The results of body weight
measurements during the starter phase at a cage density of 46 birds/m2 were
537+375.33 g while at a cage density of 44 birds/m2 showed results of
533.4+373.65 g. Conclusion. Based on the results of the t-test analysis, it can be
concluded that cage density has a significant effect on the Feed Conversion Ratio
(FCR) of broiler chickens during the starter phase, where a density of 46
birds/m² resulted in a higher FCR compared to 44 birds/m². In contrast, there
were no significant differences in mortality rate and body weight between the
two density levels.
4637749762L1C021071Optimalisasi Tahap Demineralisasi Pada Ekstraksi Kitosan dari Cangkang Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Dengan Menggunakan Variasi Suhu dan Waktu ReaksiProduksi udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di Indonesia menghasilkan limbah cangkang dalam jumlah besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Cangkang ini mengandung kitin yang dapat dikonversi menjadi kitosan, biopolimer serbaguna dengan berbagai aplikasi. Salah satu tahap penting dalam produksinya adalah demineralisasi, yang dipengaruhi oleh suhu dan waktu reaksi. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan demineralisasi untuk menghasilkan kitosan berkualitas tinggi. Metode yang digunakan meliputi variasi suhu (30, 60, 90°C) dan waktu (1, 2 jam) pada tahap demineralisasi, diikuti karakterisasi kitosan meliputi rendemen, viskositas, berat molekul, kadar abu, kadar air, kadar protein, derajat deasetilasi (DD), serta sifat fisik. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan B1 (60°C, 1 jam) merupakan kondisi optimal dengan DD sebesar 87,48% (MO) dan 83,22% (Conway), rendemen 20,6%, viskositas 9,04 cP, berat molekul 439,88 kDa, kadar abu 0,61%, kadar air 6,27%, kadar protein 2,30%, serta warna putih, tidak berbau, dan berbentuk serbuk. Berdasarkan hasil tersebut, perlakuan B1 (60°C, 1 jam) dapat ditetapkan sebagai kondisi demineralisasi optimal yang menghasilkan kitosan berkualitas tinggi dengan kombinasi karakteristik fisikokimia terbaik serta memenuhi standar kualitas.The production of vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) in Indonesia generates a large amount of shell waste that remains underutilized. These shells contain chitin, which can be converted into chitosan, a versatile biopolymer with various applications. One crucial stage is demineralization process, which is influenced by reaction temperature and time. This study aimed to optimize the demineralization process to produce high-quality chitosan. The method involved varying temperatures (30, 60, and 90°C) and reaction times (1 and 2 hours) during demineralization, followed by chitosan characterization, including yield, viscosity, molecular weight, ash content, moisture content, protein content, degree of deacetylation (DD), and physical properties. The results showed that treatment B1 (60°C, 1 hour) was the optimal condition, producing chitosan with a DD of 87.48% (MO) and 83.22% (Conway), yield of 20.6%, viscosity of 9.04 cP, molecular weight of 439.88 kDa, ash content of 0.61%, moisture content of 6.27%, protein content of 2.30%, and white colour, odorless, powder form. Based on these findings, treatment B1 (60°C, 1 hour) can be designated as the optimal demineralization condition for producing high-quality chitosan with the best combination of physicochemical characteristics and meeting quality standards.
4637849767C1L018036PENGARUH PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN FLIPBOOK TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI PESERTA DIDIK KELAS XMAN 2 BANYUMASPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh media pembelajaran Flipbook terhadap hasil belajar ekonomi peserta didik. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 190 responden yang merupakan peserta didik kelas X MAN 2 Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design dengan bentuk non-equivalent control group design yang pada prosesnya menggunakan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik purposive sampling yang penentuan sampelnya didasarkan atas kriteria-kriteria tertentu. Berdasarkan teknik tersebut, diperoleh sampel sebanyak 76 peserta didik kelas X RISET dan X SENI yang diuji dengan menggunakan instrumen berbentuk pilihan ganda sebanyak 18 soal. Penelitian ini menggunakan analisis uji independent sample t-test dan uji regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil analisis penelitian ini menunjukkan: (1) terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik yang menerapkan media pembelajaran Flipbook dengan yang menerapkan media konvensional, (2) media pembelajaran Flipbook berpengaruh positif terhadap hasil belajar peserta didik.This study employs a quantitative approach to examine the effect of Flipbook-based learning media on students’ economics learning outcomes. The research population comprised 190 tenth-grade students at MAN 2 Banyumas. A quasi-experimental design with a non-equivalent control group was adopted, involving an experimental class and a control class. Participants were selected using purposive sampling based on predetermined criteria, resulting in a sample of 76 students from classes X RISET and X SENI. Learning outcomes were assessed through an 18-item multiple-choice test. Data were analyzed using an independent-samples t-test and simple linear regression. The findings reveal that: (1) students taught using Flipbook-based learning media achieved significantly higher learning outcomes compared to those taught with conventional media, (2) Flipbook-based learning media exert a positive influence on students’ performance.
4637949768C1L018005PENGARUH EFIKASI DIRI, KECERDASAN EMOSI, RELIGIUSITAS TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI MA MA’ARIF NU AL-HUDA KARANGMONCOLPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei mengenai motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran ekonomi di MA Ma’arif NU AL-HUDA Karangmoncol. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya motivasi belajar pada mata pelajaran ekonomi peserta didik MA Ma’arif NU AL-HUDA Karangmoncol tahun ajaran 2024/2025. Populasi pada penelitian ini adalah keseluruhan peserta didik MA Ma’arif NU AL-HUDA Karangmoncol yang berjumlah 67 peserta didik. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh yaitu keseluruhan populasi dijadikan sampel. Jumlah responden pada penelitian ini yaitu 67 responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan SPSS menunjukkan bahwa: 1) Efikasi diri berpengaruh positif terhadap motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran ekonomi di MA Ma’arif NU AL-HUDA Karangmoncol. 2) Kecerdasan emosi berpengaruh positif terhadap motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran ekonomi di MA Ma’arif NU AL-HUDA Karangmoncol. 3) Religiusitas berpengaruh positif terhadap motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran ekonomi di MA Ma’arif NU AL-HUDA Karangmoncol. This research is a quantitative study using a survey method regarding students' learning motivation in economics subjects at MA Ma'arif NU AL-HUDA Karangmoncol. The purpose of this study is to analyze the factors that cause low learning motivation in economics subjects of MA Ma'arif NU AL-HUDA Karangmoncol students in the 2024/2025 academic year. The population in this study was all students of MA Ma'arif NU AL-HUDA Karangmoncol, totaling 67 students. The sample used in this study was a saturated sample, meaning the entire population was sampled. The number of respondents in this study was 67 respondents. Based on the results of research and data analysis using SPSS, it shows that: 1) Self-efficacy has a positive effect on students' learning motivation in economics subjects at MA Ma'arif NU AL-HUDA Karangmoncol. 2) Emotional intelligence has a positive effect on students' learning motivation in economics subjects at MA Ma'arif NU AL-HUDA Karangmoncol. 3) Religiosity has a positive effect on students' learning motivation in economics subjects at MA Ma'arif NU AL-HUDA Karangmoncol.
4638049770J1E021010THE USE OF CODE-MIXING BY THE ENGLISH TEACHER OF SMKN 2 PURWOKERTO IN THE ENGLISH TEACHING PROCESSPenelitian ini membahas penggunaan campur kode (code-mixing) sebagai strategi pengajaran oleh seorang guru Bahasa Inggris di SMKN 2 Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis code-mixing yang paling dominan digunakan dalam proses pembelajaran serta mengeksplorasi bagaimana guru tersebut mengimplementasikannya dalam kegiatan mengajar. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan satu guru sebagai sampel yang dipilih secara purposive dari lima guru di SMKN 2 Purwokerto. Data dikumpulkan melalui observasi kelas non-partisipan, rekaman audio, dan wawancara. Analisis data dilakukan menggunakan model Descriptive Qualitative Analysis menurut Creswell (2012). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan tiga jenis code-mixing, yaitu insertion (112 ujaran), alternation (61 ujaran), dan congruent lexicalization (30 ujaran), dengan insertion sebagai jenis yang paling dominan. Dari segi alasan pedagogis, guru menggunakan code-mixing untuk beberapa tujuan, yaitu menekankan poin penting, memperkenalkan topik tertentu, mengulang untuk memperjelas, dan bertujuan memperjelas penyampaian materi. Alasan-alasan ini konsisten dengan teori yang dikemukakan oleh Hoffmann (1991). Penelitian ini menyimpulkan bahwa code-mixing berfungsi sebagai alat pengajaran yang efektif untuk menjembatani kesenjangan bahasa dan meningkatkan pemahaman siswa dalam konteks kelas multibahasa. Disarankan agar guru Bahasa Inggris secara bertahap meningkatkan penggunaan bahasa Inggris dalam proses pembelajaran dengan tetap menjaga kejelasan. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengeksplorasi dampak code-mixing terhadap perkembangan bahasa, motivasi, dan keterlibatan siswa di kelas.

Kata kunci: campur kode Muysken, kelas multibahasa, , pembelajaran di kelas, pengajaran Bahasa Inggris, strategi pembelajaran

This research deals with the use of code-mixing as a teaching strategy by an English teacher at SMKN 2 Purwokerto. It aims to identify the dominant type of code-mixing used in classroom instruction and explore how the teacher implements it in the teaching process. A descriptive qualitative design was employed in this research, with one teacher selected as the sample through purposive sampling from five teachers at SMKN 2 Purwokerto. The data were collected through non-participant classroom observation, audio recordings, and interviews. The data were analyzed using Creswell's (2009) Descriptive Qualitative Analysis Model. The findings show that the teacher used three types of code-mixing: insertion (112 utterances), alternation (61 utterances), and congruent lexicalization (30 utterances), with insertion being the most dominant type used by the teacher. In terms of pedagogical reasons, the teacher used code-mixing for several purposes: emphasizing key points, introducing particular topics, repeating for clarification, and the intention of clarifying speech. These reasons are consistent with the reasoning proposed by Hoffmann (1991). This research concludes that code-mixing serves as an effective instructional tool to bridge linguistic gaps and enhance student comprehension in a multilingual classroom context. It is recommended that English teachers gradually increase English use in the teaching process while maintaining clarity. Future researchers are encouraged to explore the impact of code-mixing on students’ language development, motivation, and classroom engagement.

Keywords: classroom instruction, English teaching, multilingual classroom, Muysken’s code-mixing, teaching strategy