Artikelilmiahs
Menampilkan 46.441-46.460 dari 48.727 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 46441 | 49845 | J1C020031 | TINDAK TUTUR PERLOKUSI DALAM PENGGUNAAN AISATSU DALAM LINGKUNGAN KERJA PERUSAHAAN THE NIDOM : KAJIAN PRAGMATIK | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tindak tutur perlokusi yang muncul dari penggunaan aisatsu (sapaan) dalam lingkungan kerja perusahaan Jepang, The Nidom. Fokus utama penelitian adalah mengidentifikasi bentuk-bentuk perlokusi yang ditimbulkan dari ujaran aisatsu serta respons petutur terhadap tuturan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori tindak tutur dari Austin (1963) dan klasifikasi verba perlokusi dari Leech (1983). Data diperoleh melalui observasi dan wawancara terhadap mahasiswa magang di The Nidom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aisatsu memiliki dampak sosial yang signifikan terhadap suasana kerja, seperti menciptakan rasa dihargai, meningkatkan semangat kerja, dan mempererat hubungan antarpekerja. Berdasarkan hasil analisis terhadap 30 data tuturan, ditemukan lima jenis efek perlokusi dominan, yaitu 1) pleasing, 2) encouraging, 3) impressing, 4) convincing, dan 5) informing, pleasing sebagai data yang paling banyak muncu dengan jumlah 20 data. Temuan ini menegaskan bahwa aisatsu tidak hanya berfungsi sebagai bentuk sopan santun, tetapi juga sebagai strategi komunikasi sosial yang efektif dalam menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif. Kata kunci: aisatsu, tindak tutur, perlokusi, pragmatik, The Nidom, budaya kerja Jepang | ABSTRACT This research aims to examine the perlocutionary acts arising from the use of aisatsu (greetings) in the Japanese company work environment, The Nidom. The main focus of the study is to identify the forms of perlocution elicited by aisatsu utterances and the addressees' responses to these utterances. This study employs a descriptive qualitative approach using speech act theory from Austin (1963) and Leech's (1983) classification of perlocutionary verbs. Data were obtained through observation and interviews with intern students at The Nidom. The research results indicate that the use of aisatsu has a significant social impact on the work atmosphere, such as fostering a sense of being valued, boosting work morale, and strengthening inter-employee relationships. Based on the analysis of 30 speech data, five dominant types of perlocutionary effects were found: 1) pleasing, 2) encouraging, 3) impressing, 4) convincing, and 5) informing, with 'pleasing' being the most frequently appearing data with 20 instances. These findings affirm that aisatsu not only functions as a form of politeness but also as an effective social communication strategy in creating a harmonious and productive work environment. | |
| 46442 | 49827 | L1A021075 | Strategi Pengelolaan Perairan di Daerah Irigasi Serayu Berdasarkan Komposisi serta Kepadatan Sampah Makro dan Meso | Daerah Irigasi Serayu memiliki potensi sumberdaya air yang melimpah, tetapi permasalahan sampah di Daerah Irigasi ini masih menjadi tantangan serius dalam pengelolaan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan, kepadatan dan komposisi sampah makro dan meso yang mencemari perairan dan merumuskan strategi pengelolaan sampah di Daerah Irigasi Serayu dengan melihat kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode purposive sampling untuk penentuan titik sampling. Data sampah dan kuesioner dianalisis secara kuantitatif dengan menghitung kelimpahan, kepadatan dan komposisi menggunakan rumus, serta analisis SWOT dengan pembobotan. Hasil total jumlah sampah yang paling banyak ditemukan adalah sampah dengan jenis bahan plastik sebanyak 1301 item dengan bobot 4446,45 g. Jumlah total sampah dengan jenis bahan lainnya yaitu 165 item namun memiliki bobot yang lebih berat dari sampah dengan jenis bahan plastik yaitu sebesar 5020,23 g. Hasil analisis SWOT didapatkan strategi utama yaitu strategi Strength-Threats (S-T) untuk mengatasi ancaman dengan kekuatan internal yang ada. | The Serayu Irrigation Area has abundant water resources, but the issue of waste in this irrigation area remains a serious challenge in water management. This study aims to determine the abundance, density, and composition of macro and meso waste polluting the water and to formulate waste management strategies in the Serayu Irrigation Area by identifying strengths, weaknesses, opportunities, and threats. The method used in this study is purposive sampling for determining sampling points. Waste data and questionnaires were analyzed quantitatively by calculating abundance, density, and composition using formulas, as well as SWOT analysis with weighting. The total amount of waste most frequently found was plastic waste, totaling 1301 items with a weight of 4446,45 g. The total number of other types of waste was 165 items, but they had a heavier weight than plastic waste, totaling 5020,23 g. The SWOT analysis yielded the main strategy, which is the Strength-Threats (S-T) strategy to address threats using existing internal strengths. | |
| 46443 | 49829 | H1D021070 | ANALISIS KINERJA WEB SERVER LARAVEL OCTANE PADA SISTEM DOKUMEN PENJAMINAN MUTU INTERNAL | Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berperan penting dalam menjaga mutu pendidikan tinggi melalui penerapan yang terstruktur dan berkelanjutan. Namun, proses pengelolaan dokumen di LP3M Universitas Jenderal Soedirman masih dilakukan secara manual dan kurang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengevaluasi kinerja modul aplikasi berbasis Laravel untuk mengelola dokumen SPMI, serta membandingkan tiga konfigurasi web server: Laravel Octane dengan Open Swoole, Laravel Octane dengan FrankenPHP, dan Nginx dengan PHP-FPM. Penelitian ini menggunakan pendekatan pengembangan prototype dan pengujian kinerja dengan k6 pada lima skenario: smoke, average-load, stress, spike, dan breakpoint. Metrik yang dianalisis meliputi throughput, waktu respons, total permintaan, serta pemanfaatan CPU dan memori. Hasil menunjukkan bahwa Laravel Octane dengan FrankenPHP mencapai throughput dan waktu respons terbaik, namun dengan penggunaan CPU dan memori yang lebih tinggi. Open Swoole menunjukkan kinerja sedikit lebih rendah dengan konsumsi sumber daya serupa, sedangkan Nginx dengan PHP-FPM stabil pada beban ringan tetapi kurang efektif pada beban berat. Penelitian ini memberikan panduan praktis bagi perguruan tinggi dalam memilih konfigurasi server yang optimal untuk aplikasi berbasis Laravel. | The Internal Quality Assurance System (SPMI) is crucial for maintaining higher education quality through structured and continuous implementation. However, the document management process at LP3M Universitas Jenderal Soedirman remains manual and inefficient. This study aims to design and evaluate the performance of a Laravel-based web application module for managing SPMI documents, and to compare three web server configurations: Laravel Octane with Open Swoole, Laravel Octane with FrankenPHP, and Nginx with PHP-FPM. The research uses a prototype development approach and k6 performance testing with five scenarios: smoke, average-load, stress, spike, and breakpoint. Metrics analyzed include throughput, response time, total requests, CPU, and memory utilization. Results indicate that Laravel Octane with FrankenPHP achieved the best throughput and response times but with higher CPU and memory usage. Open Swoole showed slightly lower performance but similar resource consumption, while Nginx with PHP-FPM was stable under light loads but less effective under heavy loads. This study provides practical guidance for higher education institutions in selecting optimal server configurations for Laravel-based applications. | |
| 46444 | 49828 | H1B021010 | Respon Properti Interior Bangunan Akibat Beban Gempa Berdasarkan Intensitas Gempa | Penelitian ini menganalisis respons properti interior terhadap beban gempa berdasarkan intensitas gempa. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi kerentanan elemen non-struktural ini dan memberikan dasar empiris untuk strategi mitigasi. Metode yang digunakan meliputi penentuan ambang batas percepatan keruntuhan (αcollapse) untuk enam sampel properti interior, yang mencakup variasi massa dan dimensi, serta analisis respons dinamis bangunan 3 lantai menggunakan perangkat lunak ETABS. Simulasi ini menggunakan input tiga jenis gempa yang mewakili sesar dangkal, Megathrust, dan Benioff. Hasilnya menunjukkan bahwa percepatan gempa asli, khususnya dari sesar Megathrust dan Benioff, secara signifikan melebihi ambang batas keruntuhan properti, yang memprediksi keruntuhan seluruh sampel. Melalui proses penskalaan gempa, ditemukan bahwa properti yang paling rentan (Rak Buku A) dengan αcollapse 1,76 m/s² dapat runtuh pada intensitas gempa serendah MSIL IV di lantai atas, sedangkan properti terkuat (Lemari B) dengan αcollapse 2,48 m/s² dapat runtuh pada intensitas MSIL V Lover hingga VII, bergantung pada jenis sesar dan elevasi lantai. Kerentanan properti terhadap guling, sebagai mekanisme dominan, meningkat seiring dengan kenaikan elevasi lantai karena efek amplifikasi percepatan. Studi ini menyimpulkan bahwa properti interior sangat rentan terhadap guncangan gempa, bahkan pada intensitas menengah, dan dapat menjadi sumber bahaya serius bagi penghuni. Temuan ini memberikan dasar penting untuk perancangan dan implementasi strategi mitigasi, seperti pengamanan properti ke struktur bangunan, yang esensial untuk meminimalkan risiko kerugian material dan cedera selama peristiwa gempa. | This study analyzes the response of interior properties to seismic loads based on earthquake intensity, aiming to identify the vulnerability of these non-structural elements and provide an empirical basis for mitigation strategies. The method involves determining the collapse acceleration threshold (αcollapse) for six interior property samples, covering various masses and dimensions, and conducting a dynamic response analysis of a 3-story building using ETABS software. The simulations used three types of earthquake inputs representing shallow, Megathrust, and Bemoff faults. The results show that original earthquake accelerations, particularly from Megathrust and Benioff faults, significantly exceed the property collapse thresholds, predicting the collapse of all samples. Through earthquake scaling, it was found that the most vulnerable property (Bookshelf A) with an αcollapse of 1.76 m/s² can collapse at an earthquake intensity as low as MSIL IV on the upper floors, while the strongest property (Cabinet B) with an αcollapse of 2.48 m/s² can collapse at intensities ranging from MSIL V Lower to VII, depending on the fault type and floor elevation. The vulnerability of properties to overturning, as the dominant mechanism, increases with higher floor elevation due to the acceleration amplification effect. The study concludes that interior properties are highly susceptible to seismic shaking, even at moderate intensities, and can pose a serious danger to occupants. These findings provide a crucial foundation for the design and implementation of mitigation strategies, such as securing properties to the building structure, which is essential to minimize the risk of material damage and injuries during an earthquake. | |
| 46445 | 49830 | D1A021143 | PENGARUH CELUP PUTING (TEAT DIPPING) IODIN 1% TERHADAP UJI REDUKTASE DAN PH SUSU SEGAR DI KECAMATAN PEKUNCEN, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH | Pengaruh Celup Puting (Teat Dipping) Iodin 1% Terhadap Reduktase dan Ph Susu Segar Di Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan atau membandingkan hasil susu segar dari sapi yang terkena mastitis pada sebelum dan setelah dilakukannya celup puting selama 7 hari. Penelitian ini dilaksanakan pada 9 Desember sampai dengan 23 Desember 2024, dengan pengambilan sampel susu sapi yang terkena mastitis dari peternak sapi perah di Kecamatan Pekuncen. Materi penelitian ini adalah susu segar pada sapi perah sebelum dan sesudah diberi perlakuan celup puting iodin 1%, kemudian susu dibawa ke Laboratorium Ternak Perah Fakultas Peternakan Unsoed untuk dilakukan pengujian. Penelitian dilakukan secara survei, kemudian jumlah sampel susu segar ditentukan berdasarkan rumus slovin, sehingga jumlah sampel yang diambil adalah susu segar yang berasal dari 26 sapi yang terindikasi mastitis subklinis. Susu segar pada sebelum dan sesudah dilakukan celup puting akan diuji menggunakan uji pH dan reduktase. Data yang terkumpul kemudian dilakukan uji t. Rataan hasil penelitian susu segar pada sebelum dan sesudah celup puting iodin 1% adalah sebagai berikut: a. pH 6,79 dan 6,73 b. reduktase 2,5 dan 3,9. Hasil analisis uji t menunjukan bahwa pH susu segar sebelum dan sesudah celup puting adalah tidak signifikan (P>0,05), sedangkan pada uji reduktase menunjukkan hasil yang signifikan (P<0,05). Dapat disimpulkan bahwa celup puting iodin 1% dapat menurunkan pH dan memperpanjang waktu reduktase, meskipun susu segar tersebut masih dalam kedaan normal sesuai dengan SNI 2011. | Effect of 1% Iodine Teat Dipping on Reductase and pH of Fresh Milk in Pekuncen District, Banyumas Regency, Central Java. The purpose of this study was to determine the differences or compare the results of fresh milk from cows affected by mastitis before and after teat dipping for 7 days. This study was conducted from December 9 to December 23, 2024, by taking milk samples from cows affected by mastitis from dairy farmers in Pekuncen District. The material of this study was fresh milk from dairy cows before and after being given 1% iodine teat dipping treatment, then the milk was taken to the Dairy Livestock Laboratory of the Faculty of Animal Husbandry, Unsoed for testing. The study was conducted by survey, then the number of fresh milk samples was determined based on the Slovin formula, so the number of samples taken was fresh milk from 26 cows indicated by subclinical mastitis. Fresh milk before and after teat dipping was tested using pH and reductase tests. The collected data was then subjected to a t-test. The average results of the fresh milk study before and after 1% iodine nipple dip are as follows: a. pH 6.79 and 6.73 b. reductase 2.5 and 3.9. The results of the t-test analysis showed that the pH of fresh milk before and after nipple dip was not significant (P>0.05), while the reductase test showed significant results (P<0.05). It can be concluded that 1% iodine nipple dip can lower pH and extend reductase time, even though the fresh milk is still in normal condition according to SNI 2011. | |
| 46446 | 49831 | D1A021182 | PENGARUH CELUP PUTING (TEAT DIPPING) IODIN 1% TERHADAP UJI REDUKTASE DAN pH SUSU SEGAR DI KECAMATAN CILONGOK, KABUPATEN BANYUMAS | Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh celup puting dengan iodin 1% terhadap pH dan reduktase susu segar di Kecamatan Cilongok. Materi dan Metode. Materi penelitian ini adalah susu segar pada sapi perah yang sebelum dan setelah diberi perlakuan celup puting iodin 1%, kemudian dibawa ke laboratorium untuk diuji. Penelitian dilakukan secara survei, kemudian jumlah sampel susu segar dibutuhkan berdasarkan rumus slovin, sehingga sampel yang diambil adalah susu segar yang berasal dari 21 sapi yang terindikasi mastitis subklinis, kemudian sapi tersebutdiberi perlakuan celup puting iodin 1% selama 7 hari sebelum dan setelah perlakuan celup puting yang akan diuji pH dan angka reduktasenya. Hasil. Data yang terkumpul kemudian dilakukan uji t. Rataan hasil uji pH sebelum dan setelah perlakuan celup puting adalah 6,7 dan 6,8, sedangkan angka reduktasenya adalah 4,19 dan 6,38. Hasil analisis uji t menunjukkan bahwa pH dan angka reduktase susu segar sebelum dan setelah teat dipping adalah berbeda nyata (p<0,05). Simpulan. Celup puting iodin 1% dapat meningkatkan angka reduktase dan meningkatkan pH, namun susu segar tersebut masih dalam keadaan normal sesuai SNI 2011. | Objective. This study aimed to examine the effect of 1% iodine teat dipping on the pH and reductase of fresh milk in Cilongok Sub-district. Materials and Methods. The research materials were fresh milk from dairy cows before and after they were treated with 1% iodine teat dipping, which was then taken to the laboratory for testing. The study was conducted as a survey, and the number of fresh milk samples needed was determined using the Slovin formula. As a result, samples were taken from 21 cows that were identified as having subclinical mastitis. These cows were treated with 1% iodine teat dipping for 7 days. The milk samples from both before and after the teat dipping treatment were then tested for pH and reductase value. Results. The collected data were analyzed using a t-test. The average pH values before and after the teat dipping treatment were 6.7 and 6.8, respectively, while the reductase values were 4.19 and 6.38. The results of the t- test analysis showed that the pH and reductase values of the fresh milk before and after teat dipping were significantly different (p<0.05). Conclusion. 1% iodine teat dipping can increase the reductase value and pH; however, the fresh milk is still considered normal according to SNI 2011 standards. | |
| 46447 | 49832 | L1A021085 | Strategi Pengelolaan Daerah Irigasi Tajum Berdasarkan Kelimpahan dan Komposisi Sampah Makro dan Meso | Daerah Irigasi (D.I) Tajum yang merupakan daerah irigasi untuk menunjang pertanian mempunyai luas potensial 3.200 Ha. Peningkatan aktivitas dan pemanfaatan saluran irigasi serta perilaku masyarakat Indonesia yang memiliki kebiasaan membuang sampah sembarangan menyebabkan kerusakan lingkungan. Sampah yang terbawa arus dan terkumpul di saluran irigasi menimbulkan permasalahan, debit air mengecil, saluran tersumbat hingga menyebabkan banjir menjadi permasalahan yang sering terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan komposisi sampah berukuran makro dan meso serta merumuskan strategi pengelolaan sampah pada D.I Tajum, dengan dua titik pengambilan sampel pada bulan Januari 2025. Analisis data yang dapat diaplikasikan dalam menganalisis strategi pengelolaan sampah adalah metode SWOT. Hasil penelitian menunjukan kelimpahan sampah makro dan meso (14,14 item/m³ - 0,01 item/m³ dan 0,18 item/m³ - 0,01 item/m³) dan komposisi sampah makro dan meso (65,72 g/m³ - 0,32 g/m³ dan 0,001 g/m³ - 0,015 g/m³). Strategi yang dapat diterapkan dari hasil analisis yaitu strategi Weakness-Opportunity (WO) atau strategi turnaround, strategi yang ditekankan pada upaya meminimalkan kelemahan untuk mengoptimalkan peluang. | The Tajum Irrigation Area which is an irrigation area that supports agriculture, has a potential area of 3,200 hectares. Increased activity and utilization of irrigation channels, coupled with the habit of Indonesians to dispose of waste indiscriminately, has caused environmental degradation. Waste carried by the current and accumulating in irrigation channels causes problems such as reduced water flow, channel blockages, and frequent flooding. This study aims to determine the abundance and composition of macro- and meso-sized waste, as well as formulate waste management strategies for the Tajum Irrigation Area, with two sampling points in January 2025. The data analysis method applied to analyze the waste management strategy is the SWOT method. The results of the study show the amount of macro- and mesosized waste (14.14 items/m³ - 0.01 items/m³ and 0.18 items/m³ - 0.01 items/m³) and the composition of macro- and meso-sized waste (65.72 g/m³ - 0.32 g/m³ and 0.001 g/m³ - 0.015 g/m³). The strategy that can be applied based on the analysis results is the WeaknessOpportunity (WO) strategy or reversal strategy, which emphasizes efforts to minimize weaknesses in order to optimize opportunities. | |
| 46448 | 49833 | F1A019072 | ANALISIS TENTANG PERILAKU KONSUMTIF GEN-Z DALAM PINJAMAN ONLINE DI KELURAHAN TANGKI, KECAMATAN TAMAN SARI, JAKARTA BARAT | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan pinjaman online (P2P lending) di masyarakat. Pinjaman online yang seharusnya menjadi modal bagi kegiatan produktif namun justru digunakan untuk kegiatam konsumtif. Fenomena ini ditandai dengan meningkatnya kredit macet dari tahun ke tahun berdasarkan laporan OJK. Fokus penelitian ini adalah menganalisis perilaku konsumtif Generasi Z sebagai salah satu dari dua generasi penyumbang kredit macet terbesar. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Tangki, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengambilan informan secara snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z di wilayah tersebut menunjukkan perilaku konsumtif dalam penggunaan pinjaman online. Hal ini tercermin dari kemahiran mereka dalam mengakses aplikasi pinjaman, penggunaan dana untuk kebutuhan non-produktif, serta makna konsumsi yang lebih bersifat tersier dan dipengaruhi oleh media sosial. Perilaku ini berdampak pada pengelolaan keuangan yang kurang sehat dan meningkatkan risiko gagal bayar. | This research is motivated by the increasing use of online loans (P2P lending) in society. Online loans, which should be used as capital for productive activities, are instead used for consumptive activities. This phenomenon is characterized by the increase in non-performing loans from year to year, according to the Financial Services Authority (OJK) report. The focus of this research is to analyze the consumptive behavior of Generation Z, as one of the two generations that contribute the most to non-performing loans. This research was conducted in Tangki Village, Taman Sari District, West Jakarta. The method used was qualitative with a snowball sampling technique. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman data analysis model. The results show that Generation Z in the region exhibits consumptive behavior in using online loans. This is reflected in their expertise in accessing loan applications, using funds for non-productive needs, and the meaning of consumption that is more tertiary and influenced by social media. This behavior impacts unhealthy financial management and increases the risk of default. | |
| 46449 | 49834 | F1D021072 | PENDEKATAN RODRIGO DUTERTE DALAM UPAYA RESOLUSI KONFLIK BANGSAMORO DI FILIPINA | Konflik Bangsamoro di Filipina Selatan berakar pada ketidakadilan historis dan marginalisasi menjadi salah satu konflik etnoreligius Asia Tenggara yang berlangsung cukup lama. Penelitian ini menganalisis pendekatan populis presiden Rodrigo Duterte sebagai aktor penting dalam mendorong upaya resolusi konflik melalui pengesahan kebijakan Bangsamoro Organic Law (BOL) dan pembentukan Bangsamoro Autonomous Region In Muslim Mindanao (BARMM). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus tunggal dan pendekatan analisis komparatif historis dengan teori populisme sebagai strategi politik untuk memahami upaya resolusi konflik dalam bingkai narasi populis. Teknik analisis menggunakan process tracing dan temporal sequencing untuk memahami dinamika naratif dan politik yang melandasi pembentukan BARMM. Data dikumpulkan dari literatur akademik, dokumen resmi kebijakan pemerintah Filipina, dan teks pidato Duterte. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan populisme hibrida Rodrigo Duterte memanfaatkan identitas lokalnya sebagai putra Mindanao sebagai strategi politik untuk membangun kepercayaan dan mengakomodasi negosiasi inklusif antara kelompok Moro dengan elit pemerintah. Hal tersebut berhasil mencapai konsensus politik berupa pengesahan BOL pada 2018 dan Referendum melalui Plebisit 2019 yang menghasilkan BARMM sebagai wilayah otonom. Temuan ini menggarisbawahi populisme dalam kerangka inklusif dan berorientasi rekonsiliasi, dapat menjadi strategi efektif untuk menyelesaikan konflik etnoreligius dengan memanfaatkan momen kritis sebagai peluang mencapai resolusi konflik. | The Bangsamoro conflict in the Southern Philippines, rooted in historical injustice and marginalization, is one of Southeast Asia's longest-running ethnoreligious conflicts. This research analyzes President Rodrigo Duterte's populist approach as an important actor in driving conflict resolution efforts through the passage of the Bangsamoro Organic Law (BOL) policy and the establishment of the Bangsamoro Autonomous Region In Muslim Mindanao (BARMM). This research uses a qualitative method with a single case study design and a historical comparative analysis approach with the theory of populism as a political strategy to understand conflict resolution efforts in the frame of populist narratives. The analysis technique uses process tracing and temporal sequencing to understand the narrative and political dynamics underlying the formation of BARMM. Data was collected from academic literature, official Philippine government policy documents, and Duterte's speech texts. The results show that Rodrigo Duterte's hybrid populism approach utilizes his local identity as a son of Mindanao as a political strategy to build trust and accommodate inclusive negotiations between Moro groups and government elites. This led to political consensus in the form of the passage of the BOL in 2018 and the Referendum through the 2019 Plebiscite that resulted in BARMM as an autonomous region. The findings underscore that populism, within an inclusive and reconciliation-oriented framework, can be an effective strategy to resolve ethnoreligious conflicts by utilizing critical moments as opportunities to achieve conflict resolution. | |
| 46450 | 49836 | L1B021043 | TELAAH KELIMPAHAN TOTAL DAN RASIO FITOPLANKTON-ZOOPLANKTON PADA TAMBAK INTENSIF UDANG VANAME DI NUSAWUNGU, CILACAP | Budidaya udang vaname semakin popular karena kemudahan dalam pemeliharaanya dan ketahanan yang tinggi terhadap penyakit. Sistem intensif yang menerapkan padat tebar dan pakan buatan tinggi diterapkan sebagai upaya memenuhi permintaan yang tinggi terhadap produksi udang vaname. Sistem ini berpotensi menurunkan kualitas air, sehingga perlakuan tambahan seperti mineral dan probiotik diperlukan. Plankton, yang berperan sebagai indikator kesuburan tambak, pakan alami udang, dan penyedia oksigen, akan turut terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan total dan rasio fitoplankton-zooplankton dalam tambak udang vaname. Metode yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil menunjukkan pada petak A9, kelimpahan tertinggi sebesar 18,8 x 105 sel/mL dan terendah sebesar 33,5 x 104 sel/mL, sedangkan pada petak B8, kelimpahan tertinggi sebesar 16,07 x 105 sel/mL, dan terendah sebesar 31,5 x 104 sel/mL, dengan dominansi fitoplankton yang jauh lebih tinggi dibandingkan zooplankton. Pada petak A9, didapatkan rasio sebesar 57:1, sedangkan pada petak B8 ditemukan rasio sebesar 51:1. | The cultivation of vannamei shrimp is becoming increasingly popular due to the ease of maintenance and high resistance to diseases. An intensive system that applies high stocking density and artificial feed is implemented as an effort to meet the high demand for vannamei shrimp production. This system has the potential to degrade water quality, thus requiring additional treatments such as minerals and probiotics. Plankton, which acts as an indicator of pond fertility, natural feed for shrimp, and oxygen providers, will also be affected. This study aims to determine the total abundance and the ratio of phytoplankton and zooplankton in vannamei shrimp ponds. The method used is purposive sampling. The results show that in plot A9, the highest abundance is 18.8 x 105 cells/mL and the lowest is 33.5 x 104 cells/mL, while in plot B8, the highest abundance is 16.07 x 105 cells/mL, and the lowest is 31.5 x 104 cells/mL, with a much higher dominance of phytoplankton compared to zooplankton. In plot A9, a ratio of 57:1 was found, while in plot B8, a ratio of 51:1 was found. | |
| 46451 | 49835 | E1A021044 | TINJAUAN YURIDIS PERNYATAAN BERAMA ANTARA INDONESIA DAN TIONGKOK DALAM KERJA SAMA MARITIM TAHUN 2024 BERDASARKAN UNITED NATIONS CONVENTION ON THE LAW OF THE SEA 1982 | Kerja sama maritim antara Indonesia dan Tiongkok mengalami dinamika baru melalui penerbitan joint statement tahun 2024. Pernyataan bersama, yang bersifat tidak mengikat, memuat frasa “…in areas of overlapping claims..” yang memunculkan pertanyaan mengenai potensi dampak hukumnya terhadap posisi Indonesia dalam sengketa Laut China Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis klaim ten-dash line oleh Pemerintah Tiongkok terhadap Laut China Selatan menurut United Nations Convention on the Law o the Sea (UNCLOS) 1982 dan akibat hukum joint statement yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Tiongkok di bidang maritim. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klaim ten-dash line bertentangan dengan UNCLOS 1982 pasal 56, 57, 74, 76, dan 83 yaitu mengenai zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen. Hal tersebut juga sudah tertuang dalam Putusan Mahkamah Arbitrase Permanen (PCA) 2016 yang secara tegas menolak klaim nine-dash line Tiongkok. Akibat hukum dari frasa …in areas of overlapping claims.. yang digunakan dalam joint statement berpotensi dimaknai sebagai pengakuan tersirat terhadap klaim Tiongkok, terutama terhadap wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di Laut Natuna Utara. | Maritime cooperation between Indonesia and China has entered a new phase with the issuance of a Joint Statement in 2024. Although non-binding, the statement contains the phrase “..in areas of overlapping claims..”, which raises concerns about its potential legal implications for Indonesia’s position in the South China Sea dispute. This study aims to analyze China’s ten-dash line claim over the South China Sea under the framework of the United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982, and to examine the legal consequences of the maritime joint statement signed between the Governments of Indonesia and China. The research employs a normative juridical method using statutory and conceptual approaches. The findings of this study indicate that the ten-dash line claim is inconsistent with the United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS)1982, specifically Articles 56, 57, 74, 76, and 83, which pertain to the exclusive economic zone and the continental shelf. This contradiction has been affirmed by the ruling of the Permanent Court of Arbitration (PCA) 2016, which explicitly rejected China’s nine-dash line claim. The legal implication of the phrase ..in areas of overlapping claims..” used in the joint statement may be interpreted as an implicit recognition of China’s claim, particularly with respect to Indonesia’s Exclusive Economic Zone (EEZ) in the North Natuna Sea. | |
| 46452 | 49837 | C1C021088 | Pengaruh Kepuasan Pelanggan, Proses Bisnis Internal, Inovasi, dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Usaha Batik di Kabupaten Banyumas | Penelitian ini menganalisis pengaruh kepuasan pelanggan, proses bisnis internal, inovasi, dan budaya organisasi terhadap kinerja usaha mikro batik di Kabupaten Banyumas dengan teori Balanced Scorecard (BSC) dan Resource Based View (RBV). Menggunakan metode kuantitatif melalui kuesioner kepada 48 responden dengan purposive sampling, data dianalisis menggunakan regresi linier berganda, uji F, R², dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan inovasi berpengaruh positif signifikan, proses bisnis internal berpengaruh signifikan namun negatif, sedangkan kepuasan pelanggan dan budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan. Temuan dari penelitian ini menegaskan bahwa pelaku usaha dan pembuat kebijakan perlu memperkuat inovasi, membenahi proses internal, serta memberikan pelatihan dan pembinaan berkelanjutan bagi pelaku usaha mikro, khususnya di sektor batik dan sektor mikro lainnya, untuk meningkatkan kinerja usaha secara berkelanjutan | This study analyzes the influence of customer satisfaction, internal business processes, innovation, and organizational culture on the performance of micro batik businesses in Banyumas Regency using the Balanced Scorecard (BSC) and Resource Based View (RBV) theories. Using a quantitative method through a questionnaire administered to 48 respondents via purposive sampling, the data were analyzed using multiple linear regression, F-test, R², and t-test. The results of the study indicate that innovation has a significant positive effect, internal business processes have a significant but negative effect, while customer satisfaction and organizational culture do not have a significant effect. The findings of this study emphasize that business actors and policymakers need to strengthen innovation, improve internal processes, and provide continuous training and guidance for micro-business actors, particularly in the batik sector and other micro-sectors, to enhance business performance sustainably. | |
| 46453 | 49696 | K1A021062 | Sintesis Membran Selulosa dari Limbah Kulit Nanas Termodifikasi Polietilen Glikol (PEG) untuk Adsorpsi Logam Kadmium (Cd) | ABSTRAK Pencemaran logam berat seperti kadmium (Cd) dalam perairan menjadi masalah serius karena bersifat toksik, non-biodegradable, dan mudah terakumulasi dalam rantai makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas membran selulosa termodifikasi polietilen glikol (PEG) dari limbah kulit nanas dalam mengadsorpsi logam Cd. Metode yang digunakan meliputi sintesis selulosa mikrobial (nata de pina) dari limbah kulit nanas, pembuatan membran selulosa dengan penambahan aditif PEG menggunakan teknik inversi fasa, karakterisasi menggunakan FTIR dan pengujian kinerja adsorpsi menggunakan AAS. Penambahan PEG dapat meningkatkan porositas dan sifat hidrofilik membran sehingga efisiensi penyerapan ion Cd meningkat. Kondisi optimum adsorpsi logam Cd diperoleh pada pH 5, waktu kontak 60 menit, dan konsentrasi larutan 20 mg/L dengan persentase penurunan kadar ion Cd mencapai 77,877% dan kapasitas adsorpsi yang diperoleh mencapai 6,5208 mg/g. Analisis isoterm adsorpsi mengikuti model Freundlich dengan koefisien determinasi (R2) mendekati 0,6697. Hal ini menunjukkan adsorpsi terjadi secara multilapis pada permukaan heterogen. Membran selulosa termodifikasi PEG dari limbah kulit nanas berpotensi sebagai bahan adsorben efisien untuk mengurangi pencemaran logam Cd, sekaligus memberikan solusi pemanfaatan limbah pertanian. | ABSTRACT Heavy metal pollution such as cadmium (Cd) in water is a serious problem because it is toxic, non-biodegradable, and easily accumulates in the food chain. This study aims to assess the effectiveness of polyethylene glycol (PEG) modified cellulose membranes from pineapple peel waste in adsorbing Cd metal. The methods used include the synthesis of microbial cellulose (nata de pina) from pineapple peel waste, the manufacture of cellulose membranes with the addition of PEG additives using phase inversion techniques, characterization using FTIR and testing the adsorption performance using AAS. The addition of PEG can increase the porosity and hydrophilic properties of the membrane so that the efficiency of Cd ion absorption increases. The optimum conditions for Cd metal adsorption were obtained at pH 5, contact time of 60 minutes, and a solution concentration of 20 mg/L with a percentage reduction in Cd ion levels reaching 77.877% and an adsorption capacity of 6.5208 mg/g. The adsorption isotherm analysis followed the Freundlich model with a coefficient of determination (R2) approaching 0.6697. This indicates that adsorption occurs in multiple layers on heterogeneous surfaces. PEG-modified cellulose membranes from pineapple peel waste have the potential to be efficient adsorbents for reducing Cd metal pollution, while also providing a solution for utilizing agricultural waste. | |
| 46454 | 49846 | H1C021070 | Geologi Dan Studi Tingkat Serpentinisasi Pada Batuan Ultramafik Terhadap Pengkayaan Nikel Pada Profil Laterit Di Pulau Pakal, Maluku Utara | Studi ini menyelidiki profil dan karakteristik geokimia endapan nikel laterit di Pulau Pakal, dengan fokus pada pengaruh komposisi batuan dasar dan derajat serpentinisasi. Profil laterit dibagi menjadi tiga zona utama: batuan dasar, saprolit, dan limonit. Batuan dasar terdiri dari dunite dan harzburgit, dengan olivin dan piroksen sebagai mineral dominan. Analisis petrografi menunjukkan bahwa olivin berubah menjadi serpentin dan magnetit melalui proses serpentinisasi. Zona saprolit, yang didominasi oleh serpentin dan klorit, menunjukkan akumulasi nikel yang signifikan, sedangkan zona limonit, yang terdiri dari goetit, hematit, dan maghemit, memiliki kadar Fe yang tinggi dan kadar Ni yang rendah. Analisis geokimia menunjukkan bahwa unsur-unsur yang mudah bergerak (SiO₂, MgO, CaO) meningkat ke arah bawah, sedangkan unsur-unsur yang tidak mudah bergerak (Fe₂O₃, Al₂O₃, Co) terkonsentrasi di lapisan atas, dengan kadar Ni tertinggi di zona saprolit. Dunite menunjukkan derajat serpentinisasi yang tinggi karena tekstur yang kaya olivin dan homogen, sehingga meningkatkan penetrasi fluida dan alterasi. Sebaliknya, harzburgit, yang didominasi oleh piroksen dan memiliki sedikit olivin, mengalami serpentinisasi yang terbatas dan tidak merata. Studi ini menyimpulkan bahwa derajat serpentinisasi memiliki pengaruh signifikan pada pengayaan nikel, dengan dunite yang sangat terserpentinasi lebih efektif melepaskan dan mempertahankan nikel dibandingkan dengan harzburgit. Oleh karena itu, komposisi mineral awal dan tekstur batuan memainkan peran penting dalam mengontrol intensitas serpentinisasi dan proses geokimia selanjutnya dari endapan nikel laterit. | This study investigates the profile and geochemical characteristics of laterite nickel deposits in Pakal Island, focusing on the influence of bedrock composition and the degree of serpentinization. The laterite profile is divided into three main zones: bedrock, saprolite, and limonite. The bedrock consists of dunite and harzburgite, with olivine and pyroxene as dominant minerals. Petrographic analysis reveals that olivine transforms into serpentine and magnetite through serpentinization. The saprolite zone, dominated by serpentine and chlorite, shows significant nickel accumulation, while the limonite zone, composed of goethite, hematite, and maghemite, contains high Fe and low Ni levels. Geochemical analysis indicates that mobile elements (SiO₂, MgO, CaO) increase downward, whereas immobile elements (Fe₂O₃, Al₂O₃, Co) concentrate in the upper layers, with the highest Ni content in the saprolite zone. Dunite exhibits a high degree of serpentinization due to its olivine-rich and homogeneous texture, enhancing fluid penetration and alteration. In contrast, harzburgite, dominated by pyroxene and with less olivine, undergoes limited and uneven serpentinization. The study concludes that the degree of serpentinization significantly influences Ni enrichment, with highly serpentinized dunite more effectively releasing and retaining Ni compared to harzburgite. Thus, initial mineral composition and rock texture play critical roles in controlling serpentinization intensity and the subsequent geochemical processes of lateritic nickel deposits. | |
| 46455 | 49802 | D1A020185 | Silase Daun Rami Dataran Rendah dan Rumput Gajah yang Mendapat Tambahan Tetes Tebu Terhadap Bahan Kering dan Bahan Organik | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan tetes tebu pada pembuatan silase daun rami dataran rendah dan rumput gajah terhadap kadar bahan kering dan bahan organik. Materi yang digunakan yaitu daun rami dataran rendah, rumput gajah, dan tetes tebu. Metode penelitian yanyg digunakan adalah experimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) pola searah. Perlakuan terdiri dari T.P0 (rumput gajah + 5% tetes tebu), T.P1 (rumput gajah + daun rami dataran rendah (1:1) + 5% tetes tebu), dan T.P2 (daun rami dataran rendah + 5% tetes tebu), masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan rataan bahan kering adalah silase T.P0: 20,88 ± 0,85%; T.P1: 27,20 ± 0,39%; dan T.P2: 34,78 ± 0,74% (P<0,01); serta nilai rata-rata bahan organik silase T.P0: 84,54 ± 0,99%; T.P1: 77,67 ± 0,26%; dan T.P2: 77,24 ± 0,70% (P<0,01). Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penambahan tetes tebu pada silase daun rami dataran rendah dan rumput gajah memberikan pengaruh nyata terhadap kadar bahan kering dan bahan organiknya. Kadar bahan kering terbaik pada perlakuan T.P2 (silase daun rami dataran rendah + tetes tebu) dan kadar bahan organik terbaik pada perlakuan T.P0 (silase rumput gajah + tetes tebu). | The research aims to determine the effect of adding sugarcane molasses to lowland ramie leaf silage and elephant grass on the levels of dry matter and organic matter. The materials used are lowland ramie leaves, elephant grass, and sugarcane molasses. The research method was experimental with a completely randomized design (CRD) in a single pattern. The treatments consisted of T.P0 (elephant grass + 5% sugarcane molasses), T.P1 (elephant grass + lowland ramie leaves (1:1) + 5% sugarcane molasses), and T.P2 (lowland ramie leaves + 5% sugarcane molasses), with each treatment repeated 5 times. The analysis results show that the average dry matter values were T.P0: 20.88 ± 0.85%; T.P1: 27.20 ± 0.39%; and T.P2: 34.78 ± 0.74% (P<0.01); and the average organic matter values were T.P0: 84.54 ± 0.99%; T.P1: 77.67 ± 0.26%; and T.P2: 77.24 ± 0.70% (P<0.01). Based on the results and discussion, it can be concluded that the addition of molasses to the silage of lowland ramie leaves and elephant grass has a significant effect on the levels of dry matter and organic matter. The best dry matter content in the T.P2 (lowland ramie leaf silage + molasses) and the best organic matter content in the T.P0 (elephant grass silage + molasses). | |
| 46456 | 49838 | K1B020064 | ANALISIS REGRESI NONPARAMETRIK SPLINE TRUNCATED UNTUK DATA TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2023 | Salah satu hal yang dapat menghambat kemajuan suatu daerah/negara adalah kemiskinan. Kemiskinan dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia akibat keterbatasan dalam mengakses pendidikan dan kesehatan yang berimbas melemahnya produktivitas. Pada Maret 2023, Provinsi Jawa Tengah menempati posisi dengan tingkat kemiskinan ketiga tertinggi di Indonesia. Dalam mendukung upaya untuk menurunkan tingkat kemiskinan, perlu diketahui faktor-faktor penyebabnya. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan pemodelan tingkat kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah menggunakan model regresi nonparametrik spline truncated. Adapun faktor-faktor yang diduga berpengaruh adalah Produk Domestik Regional Bruto, laju pertumbuhan ekonomi, laju pertumbuhan penduduk, rasio Gini, dan upah minimum kabupaten/kota. Pemilihan model terbaik didasarkan pada kriteria GCV (Generalized Cross Validation). Hasil penelitian menunjukkan model terbaik adalah model regresi nonparametrik spline truncated lima titik knot dengan kombinasi titik knot (1,5,3,3,2) dan nilai GCV minimum sebesar 2,713. Model regresi nonparametrik spline truncated menghasilkan nilai adjusted R2 sebesar 87,59%. | One of the things that can hinder the progress of a region/country is poverty. Poverty can reduce the quality of human resources due to limitations in accessing education and health, which results in weakened productivity. In March 2023, Central Java Province ranked third in terms of poverty rate in Indonesia. In supporting efforts to reduce the poverty rate, it is necessary to know the factors that cause it. Therefore, in this study, the poverty rate in Central Java Province was modeled using a spline truncated nonparametric regression model. The factors that are thought to influence this are Gross Regional Domestic Product, economic growth rate, population growth rate, Gini ratio, and district/city minimum wage. The best model selection is based on GCV (Generalized Cross Validation) criteria. The results showed that the best model was the five-point knot truncated spline nonparametric regression model with a combination of knot points (1,5,3,3,2) and a minimum GCV value of 2,713. The truncated spline nonparametric regression model produces an adjusted R2 value of 87.59%. | |
| 46457 | 49285 | H1C021046 | Geologi dan Analisis Daya Dukung Tanah Pada Pembuatan Bangunan Pengendali Sedimen (Check Dam) Bendungan Panglima Besar Soedirman, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah | Bendungan Panglima Besar Soedirman di Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, merupakan bendungan multifungsi yang beroperasi sejak 1989, melayani kebutuhan PLTA, irigasi, pariwisata, dan perikanan. Seiring berjalannya waktu, bendungan ini mengalami permasalahan sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan dan penurunan kapasitas operasional. Salah satu solusi teknis yang dapat diterapkan adalah pembangunan bangunan pengendali sedimen (check dam) untuk menahan dan mengatur laju sedimen agar tidak terbawa ke hilir. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik geologi dan menganalisis daya dukung tanah pada lokasi rencana pembangunan bangunan pengendali sedimen (check dam) agar konstruksi dapat berdiri stabil tanpa keruntuhan atau penurunan berlebih. Metode yang digunakan meliputi analisis data log bore (BH-05 hingga BH-08), uji laboratorium (SPT, triaxial UU, dan permeabilitas), serta interpretasi penampang litologi dan sifat teknis tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa litologi dominan adalah pasir, dengan variasi lanau dan lempung, serta persebaran yang dipengaruhi oleh dinamika kelokan Sungai Serayu. Berdasarkan hasil uji SPT, ditemukan bahwa sebagian besar tanah memiliki kepadatan sangat padat (very dense) dengan nilai N-SPT > 60, sehingga sangat mendukung untuk pondasi check dam. Meski tanah pasir umumnya memiliki porositas tinggi, kondisi very dense menunjukkan nilai kohesi dan sudut geser dalam yang besar, serta daya dukung yang optimal. | The Soedirman Dam in Bawang District, Banjarnegara Regency, is a multifunctional dam that has been operating since 1989, serving the needs of hydroelectric power, irrigation, tourism, and fisheries. Over time, this dam has experienced sedimentation problems that have caused shallowing and decreased operational capacity. One technical solution that can be applied is the construction of a sediment control structure (check dam) to hold and regulate the rate of sediment so that it is not carried downstream. This study aims to examine the geological characteristics and analyze the bearing capacity of the soil at the planned location for the construction of a sediment control structure (check dam) so that the construction can stand stably without collapse or excessive subsidence. The methods used include analysis of drill log data (BH-05 to BH-08), laboratory tests (SPT, triaxial UU, and permeability), and interpretation of lithology cross-sections and soil technical properties. The results of the study indicate that the dominant lithology is sand, with variations in silt and clay, and the distribution is influenced by the dynamics of the Serayu River bend. Based on the results of the SPT test, it was found that most of the soil has a very dense density with an N-SPT value > 60, so it is very supportive for check dam foundations. Although sandy soil generally has high porosity, very dense conditions show large cohesion and internal friction angle values, as well as optimal bearing capacity. | |
| 46458 | 49939 | A1D019071 | Karakter Pertumbuhan, Fisiologi, dan Hasil Tanaman Jagung Manis dengan Aplikasi Pupuk Organik Kotoran Kambing Berbasis Fermentor Alami | Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) merupakan jenis pangan sumber karbohidrat selain tanaman padi yang banyak mengandung kalori, serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang sehat. Oleh karena itu jagung manis merupakan komoditas komersial dengan potensi pasar yang potensial. Jagung manis adalah salah satu komoditas pangan yang populer di kalangan masyarakat dan memiliki nilai ekonomi yang signifikan. Tanaman ini berperan penting sebagai sumber makanan, bahan baku industri, serta pakan ternak, sehingga memiliki posisi strategis dalam mendukung perekonomian nasional.. Hasil penelitian menunjukan bahwa Perlakuan dosis pupuk NPK 100 % memberikan nilai terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis; pupuk organik kambing yang dikombinasikan dengan fermentor alami tidak memberikan pengaruh nyata terhadap fisiologi, dan hasil tanaman jagung manis; Fisiologis tanaman jagung manis tidak dipengaruhi oleh dosis NPK maupun pupuk organik kambing dengan fermentor alami. | Sweet corn (Zea mays saccharata Sturt) is a carbohydrate-rich food crop, aside from rice, that contains high levels of calories, fiber, vitamins, minerals, and healthy antioxidants. Therefore, sweet corn is a commercial commodity with strong market potential. It is one of the most popular food commodities among the public and holds significant economic value. This crop plays an important role as a food source, industrial raw material, and animal feed, making it strategically important in supporting the national economy. Research findings show that the application of 100% NPK fertilizer results in the best growth and yield performance of sweet corn plants. Meanwhile, the use of goat manure-based organic fertilizer combined with natural fermenters does not have a significant effect on the physiology or yield of sweet corn. The physiological traits of sweet corn are not influenced by either the NPK dosage or the goat manure organic fertilizer with natural fermenters. | |
| 46459 | 49839 | K1C019053 | IDENTIFIKASI KEDALAMAN AKUIFER MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER DI DESA MANDURAGA KABUPATEN PURBALINGGA | Kebutuhan air dalam kehidupan masyarakat semakin meningkat, dan berdampak pada berkurangnya cadangan air di wilayah resapan. Desa Manduraga, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, merupakan wilayah yang kerap mengalami krisis air selama musim kemarau. Dalam kondisi tersebut, sumber air tanah menjadi alternatif potensial yang dapat dimanfaatkan. Sebelum dilakukan eksploitasi, tahap eksplorasi terlebih dahulu dilakukan di permukaan. Untuk mengidentifikasi keberadaan akuifer, digunakan metode geolistrik dengan konfigurasi Schlumberger. Metode ini bertumpu pada analisis sifat resistivitas batuan bawah permukaan sebagai dasar interpretasi awal. Data akuisisi yang dikumpulkan kemudian diolah menggunakan dua perangkat lunak, yaitu Progress 3.0 dan IPI2WIN. Eksplorasi ini mencakup empat titik sounding dengan panjang lintasan masing-masing 400 meter. Pada titik 1 diperoleh tiga lapisan akuifer yaitu, pasir berkerikil (1,88 – 27,55 Ωm) dengan kedalaman 0.30 – 4.82m, pasir lempungan (4.73 – 72.68 Ωm) dengan kedalaman 5.16 – 123.46 m dan lapisan pasir (0,45 – 344,87 Ωm) dengan kedalaman 2.27 - >123,46 m. Lapisan ini diidentifikasikan sebagai lapisan akuifer bebas. Penelitian ini digunakan untuk acuan eksplorasi pengeboran pada pembuatan sumur bor di Desa Manduraga Kabupaten Purbalingga. | The need for water in everyday life is increasing, resulting in dwindling water reserves in catchment areas. Manduraga Village, Kalimanah District, Purbalingga Regency, is an area that frequently experiences water shortages during the dry season. Under these conditions, groundwater sources are a potential alternative. Prior to exploitation, exploration was conducted on the surface. To identify the presence of aquifers, a geoelectric method with a Schlumberger configuration was used. This method relies on the analysis of subsurface rock resistivity as the basis for initial interpretation. The collected acquisition data was then processed using two software programs: Progress 3.0 and IPI2WIN. This exploration included four sounding points with a path length of 400 meters each. At point 1, three aquifer layers were obtained, namely, gravelly sand (1.88 – 27.55 Ωm) with a depth of 0.30 – 4.82 m, clayey sand (4.73 – 72.68 Ωm) with a depth of 5.16 – 123.46 m and a sand layer (0.45 – 344.87 Ωm) with a depth of 2.27 - >123.46 m. This layer is identified as an unconfined aquifer layer. This research is used as a reference for drilling exploration in the construction of drilled wells in Manduraga Village, Purbalingga Regency. | |
| 46460 | 49841 | D1B023006 | Peningkatan Performa Produksi Telur Ayam Niaga Petelur Pada Kandang Open House dengan ketinggian lokasi 590 Mdpl di Wijaya Farm Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat | Studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis performa produksi ayam niaga petelur strain Lohmann Brown yang dipelihara di sistem kandang terbuka (open house) pada ketinggian 590 mdpl di Wijaya Farm, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Studi ini menggunakan data historis dari pencatatan produksi selama satu periode, dengan metode analisis deskriptif dan regresi linear sederhana untuk mengkaji hubungan antara umur ayam dengan Hen Day Production (HDP), produksi telur, dan Feed Conversion Ratio (FCR). Hasil menunjukkan bahwa rata-rata HDP selama umur 21–80 minggu sebesar 89%, dengan puncak produksi pada umur 39 minggu (HDP 93,78%). Produksi telur tertinggi terjadi pada minggu ke-30 hingga 40, dengan rata-rata 2645,1 butir per minggu dan HDP 92,57%. Nilai FCR rata-rata sebesar 2,12 dan berada dalam kisaran efisien. Namun, hasil analisis regresi menunjukkan bahwa hubungan antara umur dan ketiga parameter produksi bersifat lemah dan tidak signifikan secara statistik. Meskipun demikian, lokasi peternakan yang berada di ketinggian sedang (590 mdpl) memberikan kondisi mikroklimat yang mendukung, terutama dalam sistem kandang terbuka, sehingga berperan dalam menjaga performa produksi tetap optimal. | This study aimed to analyze the egg production performance of Lohmann Brown commercial laying hens raised in an open house system at an altitude of 590 meters above sea level at Wijaya Farm, Kuningan Regency, West Java. The research used historical production data from one production cycle, employing descriptive analysis and simple linear regression to examine the relationship between hen age and three key parameters: Hen Day Production (HDP), egg production, and Feed Conversion Ratio (FCR). The results showed an average HDP of 89% during the 21–80 week production period, with peak performance observed at 39 weeks of age (HDP 93.78%). The highest egg production occurred between weeks 30 and 40, averaging 2,645.1 eggs per week with an HDP of 92.57%. The average FCR was 2.12, indicating efficient feed utilization. However, regression analysis revealed weak and statistically insignificant relationships between age and production parameters. Nevertheless, the farm's altitude provides a favorable microclimate, which, when combined with proper management, supports optimal egg production performance in open house systems. |