Artikel Ilmiah : F1A018083 a.n. FARAH RAHMANINGRUM
| NIM | F1A018083 |
|---|---|
| Namamhs | FARAH RAHMANINGRUM |
| Judul Artikel | Makna dan Motif Ibu-ibu Memberikan Parfum “Duar” ke Balita (Studi di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Parfum telah mengalami pergeseran fungsi dari sekadar pengharum tubuh menjadi simbol status sosial, identitas pribadi, serta representasi gaya hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna dan motif ibu-ibu kelas menengah ke bawah di Kabupaten Purworejo dalam memberikan parfum merek Duar kepada balita mereka. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tujuh informan yang dipilih secara purposif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori tindakan sosial Max Weber untuk mengkategorikan motif-motif tindakan yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan parfum tidak hanya berfungsi sebagai alat kosmetik, tetapi juga mengandung makna sosial, emosional, dan budaya yang kompleks. Parfum dimaknai sebagai bentuk peran ibu dalam membentuk identitas sosial anak, menjaga citra keluarga, serta memenuhi norma dan ekspektasi sosial di lingkungan sekitarnya. Dalam kerangka tindakan sosial Weber, ditemukan empat motif utama: (1) motif instrumental (Zweckrational), yakni penggunaan parfum demi kebersihan, penghematan, dan penyesuaian sosial; (2) motif nilai (Wertrational), sebagai wujud tanggung jawab moral dalam pengasuhan; (3) motif afektif, sebagai ekspresi kasih sayang; dan (4) motif tradisional, yang dilandasi kebiasaan dan budaya keluarga. Temuan ini memperlihatkan bahwa praktik sehari-hari yang tampak sederhana dapat menjadi sarana penting dalam membangun relasi sosial dan emosional di masyarakat. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Perfume has shifted from being merely a body fragrance to becoming a symbol of social status, personal identity, and lifestyle representation. This study aims to explore the meanings and motives behind lower-middle-class mothers in Purworejo Regency giving Duar-brand perfume to their toddlers. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews with seven purposively selected informants. The data were analyzed using Max Weber’s theory of social action to categorize the emerging motives. The findings reveal that perfume use is not limited to cosmetic purposes but also holds diverse social, emotional, and cultural meanings. For these mothers, perfume represents their role in shaping their children's social identity, maintaining family image, and adhering to social norms and expectations within their community. According to Weber’s framework, four categories of social action motives were identified: (1) instrumental-rational (Zweckrational) motives, where perfume is used for hygiene, saving money, and social adjustment; (2) value-rational (Wertrational) motives, where perfume use is seen as a moral responsibility in parenting; (3) affective motives, where perfume expresses affection and emotional closeness; and (4) traditional motives, based on long-standing family habits and cultural practices. These findings illustrate how simple daily practices like perfume use can serve as a medium for expressing emotional bonds and fulfilling social roles in society. |
| Kata kunci | makna, motif, penggunaan parfum, dan tindakan sosial |
| Pembimbing 1 | Dr. Tyas Retno Wulan, S.Sos., M.Si. |
| Pembimbing 2 | Dr. Nanang Martono, S.Sos., M.Si. |
| Pembimbing 3 | Dra. Tri Rini Widyastuti, M.Si. |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2025-08-13 11:24:46.045339 |