Artikel Ilmiah : F1A018040 a.n. SEKAR AJENG PANGESTI
| NIM | F1A018040 |
|---|---|
| Namamhs | SEKAR AJENG PANGESTI |
| Judul Artikel | PERSEPSI MAHASISWA MENGENAI PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL TWITTER SEBAGAI RUANG SPEAK-UP KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI KAMPUS (STUDI PADA MAHASISWA FISIP UNSOED) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kekerasan seksual di perguruan tinggi masih sering terjadi, namun trauma, stigma, dan relasi kuasa yang timpang membuat banyak korban memilih diam. Twitter muncul sebagai ruang alternatif bagi korban untuk speak-up, sementara mahasiswa sebagai pengguna aktif media sosial turut membentuk wacana sosial terhadap isu ini. Penelitian ini bertujuan mengkaji persepsi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman (FISIP Unsoed) terhadap pemanfaatan Twitter sebagai media speak-up korban kekerasan seksual di kampus. Metode kualitatif deskriptif digunakan dengan purposive sampling terhadap mahasiswa aktif dalam lembaga yang fokus pada isu gender dan kekerasan seksual. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dianalisis menggunakan model interaktif dengan triangulasi untuk validitas. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa memandang Twitter sebagai media strategis yang memperluas jangkauan, memberi dukungan emosional, dan menciptakan tekanan publik untuk respons cepat penanganan kasus. Namun, terdapat ambivalensi karena risiko pelecehan digital dan stigma sosial, serta ketidakpercayaan terhadap mekanisme formal penanganan kekerasan seksual. Oleh karena itu, meskipun media sosial berpotensi sebagai alat advokasi, penggunaannya memerlukan pendampingan untuk melindungi dan memberdayakan korban secara optimal. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Sexual violence in higher education institutions remains prevalent, yet many victims choose to remain silent due to trauma, stigma, and unequal power relations. Twitter has emerged as an alternative space for victims to speak up, while students, as active social media users, contribute to shaping the social discourse around this issue. This study aims to examine the perceptions of students from the Faculty of Social and Political Sciences at Jenderal Soedirman University (FISIP Unsoed) regarding the use of Twitter as a platform for sexual violence victims to speak up on campus. A descriptive qualitative method was employed, using purposive sampling of students active in organizations focusing on gender and sexual violence issues. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using an interactive model with triangulation to ensure validity. Findings reveal that students view Twitter as a strategic medium that broadens reach, provides emotional support, and generates public pressure for a faster institutional response to cases. However, ambivalence exists due to risks of digital harassment and social stigma, as well as distrust in formal mechanisms for handling sexual violence. Therefore, while social media holds potential as an advocacy tool, its use requires proper guidance to effectively protect and empower victims. |
| Kata kunci | Persepsi Mahasiswa, Speak-Up di Twitter, Kekerasan Seksual |
| Pembimbing 1 | Wiman Rizkidarajat |
| Pembimbing 2 | Tri Rini Widyastuti |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 22 |
| Tgl. Entri | 2025-08-13 11:11:42.008364 |