Artikelilmiahs
Menampilkan 46.381-46.400 dari 48.733 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 46381 | 49771 | C1L018035 | Pengaruh Bentuk Pola Asuh Orang Tua, Media Sosial, dan Kultur Sekolah Terhadap Karakter Santun Siswa MA Negeri 2 Banyumas | Karakter santun merupakan salah satu pilar utama pendidikan karakter yang berperan dalam membentuk kepribadian siswa agar berperilaku sesuai norma sosial dan budaya. Perkembangan teknologi dan arus globalisasi memunculkan tantangan berupa degradasi moral di kalangan pelajar, sehingga diperlukan sinergi antara keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial untuk menguatkan pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pola asuh orang tua, penggunaan media sosial, dan kultur sekolah terhadap karakter santun siswa di MA Negeri 2 Banyumas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Sampel penelitian berjumlah 236 siswa kelas X yang dipilih dengan teknik simple random sampling dari populasi 498 siswa. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda menggunakan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua (thitung = 1,997; sig = 0,047), media sosial (thitung = 3,333; sig = 0,001), dan kultur sekolah (thitung = 25,583; sig = 0,000) berpengaruh positif terhadap karakter santun siswa. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap karakter santun siswa (Fhitung = 473,786; sig = 0,000) dengan kontribusi sebesar 86% (R² = 0,860). Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pembentukan karakter santun siswa dipengaruhi secara positif oleh pola asuh keluarga yang tepat, pemanfaatan media sosial yang bijak, dan kultur sekolah yang kondusif. Implikasi praktisnya, orang tua perlu menerapkan pola asuh demokratis, sekolah perlu menumbuhkan kultur positif melalui pembiasaan dan keteladanan, dan siswa diharapkan memanfaatkan media sosial untuk mendukung pengembangan karakter. | Polite character is one of the main pillars of character education that shapes students’ personalities to behave in accordance with social and cultural norms. The development of technology and the current of globalization pose challenges in the form of moral degradation among students, thereby requiring synergy between families, schools, and the social environment to strengthen character formation. This study aims to analyze the influence of parenting style, social media usage, and school culture on the polite character of students at MA Negeri 2 Banyumas.This research employed a quantitative approach with a survey design. The sample consisted of 236 tenth-grade students selected using a simple random sampling technique from a population of 498 students. The research instrument was a Likert-scale questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS. The results showed that parenting style (tcount = 1.997; sig = 0.047), social media usage (tcount = 3.333; sig = 0.001), and school culture (tcount = 25.583; sig = 0.000) had a positive influence on students’ polite character. Simultaneously, the three variabels had a significant effect (Fcount = 473.786; sig = 0.000) with a contribution of 86% (R² = 0.860). The study concludes that the formation of students’ polite character is positively influenced by appropriate family parenting, wise use of social media, and a conducive school culture. The practical implications suggest that parents should apply democratic parenting, schools should foster positive culture through habituation and exemplary behavior, and students are expected to utilize social media positively to support character development. | |
| 46382 | 49775 | J1C020009 | Invensi Formula Pada Genre Detektif Series Galileo Karya Keigo Higashino | Penelitian ini mengkaji mengenai invensi formula genre detektif yang terdapat pada novel series Galileo karya Keigo Higashino yang berjudul Yougisha X no Kensin dan Seijo no Kyuusai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan adanya invensi formula dalam pola yang menyusun novel detektif series Galileo karya Keigo Higashino. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi simak dan catat. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teori Formula genre John G. Cawelti. Hasil dari penelitihan menunjukan adanya invensi formula detektif pola tindakan yang memiliki enam fase dan empat tokoh diantaranya, (1) pengenalan detektif, (2) kejahatan dan kunci, (3) investigasi, (4) pengungkapan solusi, (5) penjelasan solusi, dan (6) kesudahan (akhir). Selanjutnya, untuk empat tokoh tersebut diantaranya adalah (1) tokoh korban, (2) tokoh pelaku kriminal, (3) tokoh detektif dan (4) mereka yang terancam oleh kejahatan, namun tidak mampu menemukan solusi. Selanjutnya, ditemukan invensi pada fase kunci dan kejahatan dan penjelasan solusi. Selain itu, invensi juga ditemukan pada tokoh pelaku kriminal dan tokoh detektif. Bentuk invensi yang terjadi pada novel detektif series Galileo adalah pengembangan dari teori formula detektif yang dijelaskan Cawelti. Invensi dapat terjadi sejalan dengan perkembangan zaman. Invensi dianggap sebagai cara penulis untuk memasukan ide kreatif dalam karya sastra. | This study examines the detective genre formula invention found in Keigo Higashino's Galileo series novels entitled Yougisha X no Kensin and Seijo no Kyuusai. This study aims to identify the formulaic invention in the patterns that compose Keigo Higashino's Galileo series detective novels. This research uses descriptive-qualitative method with data collection techniques of listening and note taking. The data obtained were analyzed using John G. Cawelti's genre formula theory. The results of the research show the invention of the detective action pattern formula which has six phases and four characters including, (1) introduction of the detective, (2) crime and key, (3) investigation, (4) solution disclosure, (5) solution explanation, and (6) denouement (end). Furthermore, the four characters include (1) the victim character, (2) the criminal character, (3) the detective character and (4) those who are threatened by the crime, but unable to find a solution. Furthermore, invention was found in the key phase and the crime and solution explanation. In addition, invention is also found in the criminal character and detective character. The form of invention that occurs in the Galileo series of detective novels is inconsistent with the detective formula theory described by Cawelti. Invention can occur in line with the times. Invention is considered as a way for writers to include creative ideas in literary works. | |
| 46383 | 49777 | D1A021155 | PENGARUH PENAMBAHAN PERSENTASE EKSTRAK KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) PADA KEJU BERBAHAN DASAR SUSU KAMBING TERHADAP TEKSTUR DAN pH | Penelitian dengan judul “Pengaruh Penambahan Persentase Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) Pada Keju Berbahan Dasar Susu Kambing Terhadap Tekstur Dan pH” bertujuan untuk mengkaji bagaimana penambahan ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmannii) memengaruhi tekstur dan tingkat keasaman (pH) keju yang dibuat dari susu kambing. Kayu manis dipilih karena kandungan senyawa aktif seperti cinnamaldehyde yang memiliki sifat antioksidan dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas keju. Penelitian dilakukan menggunakan lima persentase ekstrak kayu manis berbeda yaitu 0% (kontrol), 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%, dengan pengulangan sebanyak empat kali untuk tiap perlakuan. Tekstur keju diukur menggunakan alat Texture Analyzer sedangkan pH keju diukur dengan pH meter digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak kayu manis memberikan pengaruh yang tidak signifikan terhadap tekstur keju dengan nilai kekerasan (hardness) rata-rata sekitar 765,73 g/mm². Keju dengan 1% ekstrak kayu manis justru menunjukkan tekstur paling lunak dengan hardness terendah yaitu 592,19 g/mm². Sementara itu nilai pH keju dari semua perlakuan relatif stabil dan tidak berbeda secara signifikan dengan rata-rata pH 5,05. Kesimpulan, penambahan ekstrak kayu manis dengan persentase 0%-2% memberikan perubahan yang tidak signifikan terhadap tekstur dan pH keju berbahan dasar susu kambing. | The study titled “The Effect of Adding Cinnamon Bark Extract (Cinnamomum burmannii) Percentage on Goat Milk-Based Cheese Texture and pH” aims to examine how the addition of cinnamon bark extract (Cinnamomum burmannii) influences the texture and acidity level (pH) of cheese made from goat milk. Cinnamon was chosen due to its active compounds such as cinnamaldehyde, which have antioxidant properties and are expected to improve the quality of the cheese. The study was conducted using five different percentages of cinnamon bark extract: 0% (control), 0,5%, 1%, 1,5%, and 2%, with four replicates for each treatment. The cheese texture was measured using a Texture Analyzer, while the cheese pH was measured with a digital pH meter. The results showed that the addition of cinnamon bark extract had no significant effect on the cheese texture, with an average hardness value of around 765,73 g/mm². Cheese with 1% cinnamon bark extract showed the softest texture with the lowest hardness of 592,19 g/mm². Meanwhile, the pH values of cheese from all treatments remained relatively stable and did not differ significantly, with an average pH of 5,05. In conclusion, adding cinnamon bark extract in the range of 0%-2% caused no significant changes to the texture and pH of goat milk-based cheese. | |
| 46384 | 49773 | K1B018062 | Faktor-faktor yang memengaruhi jumlah kematian bayi di Kabupaten Banyumas tahun 2022 menggunakan Regresi Poisson | Angka kematian bayi (AKB) merupakan indikator penting untuk menilai tingkat kesehatan suatu wilayah. Kabupaten Banyumas mencatat 229 kasus kematian bayi pada tahun 2022 yang tersebar di 27 kecamatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi jumlah kematian bayi di Kabupaten Banyumas menggunakan regresi Poisson. Variabel respon yang digunakan adalah jumlah kematian bayi, sedangkan variabel prediktor terdiri dari kepadatan penduduk per km2, persentase BBLR, jumlah bayi asfiksia, jumlah tenaga kesehatan, jumlah fasilitas kesehatan, dan jumlah bayi gizi buruk. Hasil menunjukkan bahwa data jumlah kematian bayi mengikuti distribusi Poisson dan tidak mengalami overdispersi. Tiga variabel berpengaruh signifikan terhadap jumlah kematian bayi yaitu kepadatan penduduk per km2, jumlah tenaga kesehatan, dan jumlah gizi buruk. Variabel lainnya tidak berpengaruh secara signifikan. Model terbaik yang digunakan adalah regresi Poisson dengan AIC sebesar 142,85. | Infant Mortality Rate (IMR) is an important indicator to assess the health status of a region. In 2022, Banyumas Regency recorded 229 infant deaths distributed across 27 subdistricts. This study aims to analyze the factors affecting the number of infant deaths in Banyumas Regency using Poisson regression. The response variable is the number of infant deaths, while the predictor variables include population density, the percentage of infants with low birth weight (LBW), the number of asphyxia cases, the number of health workers, the number of health facilities, and the number of malnourished infants. The analysis results show that the count data of infant deaths follows a Poisson distribution and does not exhibit overdispersion. Three variables significantly affect infant mortality, namely population density, the number of health workers, and the number of malnourished infants. The other variables do not show a statistically significant effect. The best model used is Poisson regression with an AIC value of 142,85. | |
| 46385 | 49774 | B1A021013 | Karakteristik Anatomi dan Kandungan Flavonoid Pegagan (Centella asiatica L.Urb) pada Ketinggian Tempat Tumbuh Berbeda | Centella asiatica L. Urb atau sering disebut pegagan adalah tumbuhan yang banyak ditemukan pada daerah perkebunan, ladang, pematang sawah dan tepi jalan. Tumbuhan ini dapat tumbuh optimal pada ketinggian tempat sekitar 200-800 mdpl. Pegagan termasuk dalam tumbuhan herba yang termasuk dalam keluarga Apiaceae dengan bentuk daun yang seperti kipas dengan tepi daun bergerigi. Tumbuhan ini dapat diamati melalui karakter anatomi yang dimiliki seperti epidermis, palisade, kutikula, trikoma dan stomata. Pegagan juga memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang salah satunya adalah flavonoid. Karena kandungan senyawa tersebut, pegagan sering dimanfaatkan masyarakat untuk obat tradisional. Manfaat dari pegagan yaitu untuk menyembuhkan luka, sebagai antioksidan, anti tumor, anti proliferasi dan anti gastritis. Adanya ketinggian tempat yang berbeda dapat mempengaruhi karakter anatomi dan kandungan flavonoid pada pegagan. Hal tersebut terjadi karena adanya faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, pH tanah dan intensitas cahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik anatomi tumbuhan dan kandungan flavonoid pegagan pada ketinggian tempat tumbuh yang berbeda dan menentukan ketinggian tempat tumbuh pegagan yang optimal dalam menghasilkan kandungan flavonoid. Penelitian dilakukan pada bulan November 2024 - Mei 2025 menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara terpilih (purposive sampling). Pengambilan sampel dilakukan pada ketinggian yang berbeda yaitu Purwokerto Utara (200-400 mdpl), Kedung Banteng (401-600 mdpl) dan Baturraden (601-800 mdpl). Ketinggian tempat sebagai variabel bebas dan karakter anatomi serta kandungan flavonoid pegagan sebagai variabel terikat. Pengamatan karakter anatomi dilakukan dengan sampel preparat segar dan preparat awetan dengan metode embedding yang dimodifikasi. Uji kandungan flavonoid pegagan dilakukan dengan metode spektrofotometri. Data hasil penelitian berupa karakter anatomi dan kandungan flavonoid dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf uji 0,01 dan 0,05, dilanjutkan dengan uji Tukey pada taraf uji 0,05 dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian didapatkan bahwa karakter anatomi pegagan yang tumbuh pada ketinggian tempat berbeda memiliki ukuran stomata (panjang dan lebar) dan kerapatan stomata berbeda. Kandungan flavonoid tertinggi pegagan terdapat pada ketinggian 401-600 mdpl sebesar 142.37 mg QE/g. | Centella asiatica L. Urb, commonly known as pegagan, is a plant commonly found in plantations, fields, rice paddies, and roadside areas. This plant thrives optimally at elevations of approximately 200–800 metres above sea level. Pegagan belongs to the Apiaceae family of herbaceous plants, characterised by fan-shaped leaves with serrated edges. This plant can be observed through its anatomical characteristics, such as epidermis, palisade, cuticle, trichomes, and stomata. Pegagan also contains secondary metabolites, one of which is flavonoids. Due to these compounds, pegagan is often used by communities as traditional medicine. The benefits of pegagan include wound healing, antioxidant properties, anti-tumour effects, anti-proliferative effects, and anti-gastritis properties. Different altitudes can affect the anatomical characteristics and flavonoid content of pegagan. This occurs due to environmental factors such as temperature, humidity, soil pH, and light intensity. This study aims to determine the anatomical characteristics of the plant and the flavonoid content of pegagan at different altitudes and to determine the optimal altitude for pegagan to produce flavonoids. The research was conducted from November 2024 to May 2025 using a survey method with purposive sampling techniques. Sampling was conducted at different elevations: Purwokerto Utara (200–400 m above sea level), Kedung Banteng (401–600 m above sea level), and Baturraden (601–800 m above sea level). Elevation was the independent variable, while anatomical characteristics and flavonoid content of pegagan were the dependent variables. Anatomical characteristics were observed using fresh and preserved samples with a modified embedding method. Flavonoid content of pegagan was tested using spectrophotometry. The research data, consisting of anatomical characteristics and flavonoid content, were analysed using Analysis of Variance (ANOVA) at significance levels of 0.01 and 0.05, followed by Tukey's test at a significance level of 0.05 using SPSS. The results showed that the anatomical characteristics of pegagan growing at different altitudes had different stomatal sizes (length and width) and stomatal densities. The highest flavonoid content of pegagan was found at an altitude of 401–600 m above sea level, at 142.37 mg QE/g. | |
| 46386 | 49694 | H1D021015 | ANALISIS PERFORMA METODE NAÏVE BAYES, K-NEAREST NEIGHBORS (K-NN), DAN RANDOM FOREST UNTUK PREDIKSI CURAH HUJAN DI KABUPATEN CILACAP | Curah hujan merupakan elemen penting dalam sistem hidrologi yang berperan penting dalam ekosistem dan aktivitas manusia, khususnya sektor pertanian. Kabupaten Cilacap sebagai wilayah pesisir selatan Pulau Jawa sering mengalami dampak dari ketidakpastian curah hujan, seperti banjir dan kekeringan. Oleh karena itu, prediksi curah hujan yang akurat menjadi kebutuhan strategis untuk mendukung perencanaan dan pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan performa beberapa algoritma dalam machine learning, yaitu Naïve Bayes, K-NN, Random Forest, dan kombinasi ketiganya menggunakan stacking dalam prediksi curah hujan berdasarkan data BMKG Cilacap. Evaluasi performa dilakukan menggunakan metrik akurasi, precision, recall, dan F1-Score. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kombinasi ketiga model menggunakan stacking memiliki performa terbaik dengan akurasi sebesar 92.67%, diikuti oleh Random Forest sebesar 90.06%, K-NN sebesar 82.55%, dan Naïve Bayes sebesar 46.20%. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, kombinasi ketiga model menggunakan stacking memiliki akurasi terbaik, sehingga dapat direkomendasikan sebagai model prediksi yang paling akurat dalam kasus ini. | Rainfall is a vital component of the hydrological system, playing an important role in ecosystems and human activities, particularly in the agricultural sector. Cilacap Regency, located on the southern coast of Java Island, often experiences the impacts of rainfall uncertainty such as floods and droughts. Therefore, accurate rainfall prediction is a strategic necessity to support planning and decision-making. This study aims to analyze and compare the performance of several machine learning algorithms, namely Naïve Bayes, K-Nearest Neighbors (K-NN), Random Forest, and a combination of the three using stacking, based on rainfall data from BMKG Cilacap. The performance of each model was evaluated using accuracy, precision, recall, and F1-score. The results show that the stacked model achieved the highest accuracy at 92.67%, followed by Random Forest at 90.06%, K-NN at 82.55%, and Naïve Bayes at 46.20%. Based on these results, the stacked model can be recommended as the most accurate method for rainfall prediction in this case. | |
| 46387 | 49776 | A1D018196 | PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR URIN KELINCI PADA PERTUMBUHAN SERTA HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rappa L.) | Tanaman pakcoy merupakan tanaman hortikultura yang penting dalam memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia. Penurunan produktivitas akibat degradasi lahan dan penggunaan pupuk anorganik berlebihan mendorong perlunya alternatif pemupukan berbasis organik. Urin kelinci yang dapat digunakan sebagai pupuk organik pengganti pupuk kimia. POC urin kelinci digunakan berfungsi sebagai penyedia unsur hara makro dan mikro tanaman, penggemburan tanah, memperbaiki daya serap dan daya tampung air tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian POC urin kelinci terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy dan mengetahui dosis optimal pemberian POC urin kelinci terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini dilaksanakan selama 35 hari, dimulai pada bulan Februari 2025 sampai dengan bulan April 2025. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang hanya melibatkan satu faktor yaitu pemberian perlakuan POC urin kelinci dengan empat perlakuan dengan konsentrasi POC masing – masing perlakuan diantaranya 25 ml POC per-liter air, 50 ml POC per-liter air, 75 ml POC per-liter air, 100 ml per-liter air, dengan dosis pemberian perlakuan sebanyak 250 ml per-tanaman. Variabel pengamatan yang dikaji meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, kehijauan daun, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman, bobot basah akar, dan bobot basah akar. Hasil penelitian menghasilkan himpunan data yang kemudian dianalisis melalui pengujian ANOVA dengan tingkat signifikansi 95% dan kemudian dilakukan Uji DMRT tingkat signifikansi 95% jika pengaruhnya nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi POC urin kelinci dengan dosis 50 ml per-liter dapat meningkatkan jumlah daun, luas daun, tinggi tanaman, bobot segar tanaman. | Pakcoy is an important horticultural crop in meeting the consumption needs of the Indonesian people. Declining productivity due to land degradation and excessive use of inorganic fertilisers has prompted the need for organic-based fertiliser alternatives. Rabbit urine can be used as an organic fertiliser to replace chemical fertilisers. Rabbit urine POC is used in crop cultivation, functioning as a provider of macro and micro nutrients for plants, soil loosening, and improving soil water absorption and retention capacity. The objective of this study is to determine the effect of rabbit urine POC application on pakcoy plant growth and to identify the optimal dosage of rabbit urine POC application for pakcoy plant growth. This study was conducted on the land of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The study was conducted over 35 days, starting in February 2025 and ending in April 2025. The study was conducted using a Randomised Block Design (RBD) with only one factor, namely the application of rabbit urine POC, with four treatments at different POC concentrations: 25 ml POC per litre of water, 50 ml POC per litre of water, 75 ml POC per litre of water, and 100 ml POC per litre of water, with a treatment dose of 250 ml per plant. The observed variables included plant height, number of leaves, leaf area, leaf greenness, fresh weight of plants, dry weight of plants, fresh weight of roots, and fresh weight of roots. The research results yielded a dataset that was analysed using ANOVA testing at a 95% significance level, followed by DMRT testing at a 95% significance level if the effect was significant. The research results showed that the application of rabbit urine POC at a dose of 50 ml per litre could increase the number of leaves, leaf area, plant height, and fresh plant weight. | |
| 46388 | 49778 | H1E021010 | Penerapan Metode Life Cycle Cost Untuk Penentuan Umur Ekonomis Dan Total Biaya Siklus Hidup Mesin Ring Frame | Penelitian ini bertujuan untuk menentukan umur ekonomis dan biaya siklus hidup mesin serta melakukan perangkingan prioritas take out saprepart atau penggantian mesin menggunakan pendekatan Life Cycle Cost (LCC) dan metode Simple Additive Weighting (SAW). Penilaian dilakukan terhadap delapan unit mesin ring frame (mesin no 3 hingga no 10). Berdasarkan hasil analisis LCC, seluruh mesin menunjukkan umur ekonomis sama yaitu 7 tahun. Kesamaan ini disebabkan oleh karakteristik yang identik, meliputi tahun pembelian, jenis, dan tipe mesin. Meskipun mesin masih dapat digunakan setelah melewati umur ekonomis, biaya operasional tahunan cenderung akan meningkat. Total biaya LCC tertinggi terdapat pada mesin no 10 sebesar Rp. 411.458.083,62, diikuti oleh mesin no 8, no 9, no 7, no 5, no 6, no 4, dan yang terendah adalah mesin no 4 sebesar Rp. 398.939.451,15. Selanjutnya, metode SAW digunakan untuk menentukan urutan prioritas mesin yang akan dilakukan take out sparepart mesin atau pergantian. Hasil perangkingan menunjukkan urutan prioritas take out sparepart mesin atau pergantian dimulai dari mesin no 10, diikuti oleh mesin no 8, no 7, no 9, no 5, no 6, no 4, dan terakhir mesin no 3. Hasil ini dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan strategis terkait manajemen peralatan di industri manufaktur. | This study aims to determine the economic life and life cycle costs of machines and to rank the priority of taking out spare parts or replacing machines using the Life Cycle Cost approach and the Simple Additive Weighting method. The assessment was carried out on eight ring frame machines (machines no. 3 to no. 10). Based on the LCC analysis, all machines have the same economic life of 7 years. This similarity is due to identical characteristics, including purchase year, type, and model of the machine. Although the machines can still be used after exceeding their economic life, annual operational costs tend to increase. The highest total LCC was found in machine no. 10 at Rp. 411,458,083.62, followed by machines no. 8, no. 9, no. 7, no. 5, no. 6, no. 4, and the lowest was machine no. 4 at Rp. 398,939,451.15. Furthermore, the SAW method was used to determine the priority order for taking out spare parts or replacing engines. The ranking results indicate that the priority order for removing machine spare parts or replacements starts with machine no. 10, followed by machine no. 8, no. 7, no. 9, no. 5, no. 6, no. 4, and then no. 3. | |
| 46389 | 49772 | J1C020014 | Idiom Bahasa Jepang Yang Menggunakan Leksem Tsuki (Bukan): Kajian Morfosemantik | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji idiom dalam bahasa Jepang yang mengandung leksem 「月」tsuki (bulan) dengan fokus pada bentuk idiom, proses morfologis pembentukannya, serta makna leksikal dan idiomatikal yang dikandung. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan morfosemantik. Data penelitian berupa 20 idiom berleksem 「月」 tsuki yang dikumpulkan dari berbagai sumber literatur dan sumber daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa idiom berleksem tsuki terbentuk dalam berbagai struktur morfologis, seperti frasa verba, frasa nominal, dan bentuk paralel. Proses morfologis yang teridentifikasi meliputi pemajemukan, penggunaan partikel, dan pembentukan ungkapan tetap. Makna literal idiom merepresentasikan gambaran konkret, sedangkan makna idiomatik berkembang melalui asosiasi budaya, simbolisme alam, dan nilai filosofis masyarakat Jepang. Hubungan antara struktur morfologi dan makna idiomatik terlihat melalui bentuk idiom yang secara gramatikal mendukung terbentuknya makna kiasan. Selain itu, proses idiomatisasi terjadi melalui perluasan makna dari bentuk literal menjadi ekspresi dalam budaya Jepang. Dengan demikian, idiom berleksem tsuki tidak hanya memiliki nilai linguistik, tetapi juga mencerminkan cara pandang masyarakat Jepang terhadap alam, kehidupan, dan realitas sosial. | This study aims to examine Japanese idioms containing the lexeme 「月」tsuki (month) with a focus on idiom form, morphological process of formation, and lexical and idiomatic meanings. The method used is qualitative with morphosemantic approach. The research data are 20 idioms with 「月」 tsuki collected from various literature sources and online sources. The results show that tsuki idioms are formed in various morphological structures, such as verb phrases, nominal phrases, and parallel forms. The morphological processes identified include fusion, particle usage, and the formation of fixed expressions. The literal meaning of idioms represents concrete images, while the idiomatic meaning develops through cultural associations, natural symbolism, and philosophical values of Japanese society. The relationship between morphological structure and idiomatic meaning is seen through the form of idioms that grammatically support the formation of figurative meaning. In addition, the idiomatization process occurs through the expansion of meaning from literal forms to expressions in Japanese culture. Thus, tsuki idioms not only have linguistic value, but also reflect the way Japanese people view nature, life and social reality. | |
| 46390 | 49779 | C1C021099 | PENGARUH SUSTAINABILITY AWARENESS DAN TINGKAT PENDIDIKAN DEWAN DIREKSI TERHADAP EFISIENSI INVESTASI | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sustainability intention, sustainability integration, sustainability implementation, overall sustainability awareness, dan tingkat pendidikan dewan direksi terhadap efisiensi investasi pada perusahaan sub sektor oil, gas & coal yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2022 – 2023. Penelitian ini dilakukan berlandaskan pada teori stakeholder dan teori eselon atas. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari laporan keuangan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Sampel dalam penelitian ini dipilih berdasarkan metode purposive sampling sehingga menghasilkan sebanyak 49 perusahaan yang dijadikan sampel penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, uji asusmsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji kelayakan model, dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sustainability intention berpengaruh positif terhadap efisiensi investasi, sustainability integration tidak berpengaruh terhadap efisiensi investasi, sustainability implementation tidak berpengaruh terhadap efisiensi investasi, overall sustainability awareness tidak berpengaruh terhadap efisiensi investasi dan tingkat pendidikan dewan direksi tidak berpengaruh terhadap efisiensi investasi. | This study aims to analyze the influence of sustainability intention, sustainability integration, sustainability implementation, overall sustainability awareness, and the educational level of the board of directors on investment efficiency in oil, gas, and coal sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2022–2023 period. The research is grounded in stakeholder theory and upper echelon theory. The data used in this study are secondary data obtained from annual financial reports and corporate sustainability reports. The sample is selected using purposive sampling, resulting in a total of 49 companies included in the study. The data analysis techniques include descriptive statistical analysis, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, model feasibility tests, and hypothesis testing. The findings show that sustainability intention has a positive effect on investment efficiency. However, sustainability integration, sustainability implementation, overall sustainability awareness, and the educational level of the board of directors do not significantly affect investment efficiency. | |
| 46391 | 49780 | C1C021052 | PENGARUH INDEPENDENSI, ETIKA, DAN SISTEM PENGENDALIAN MUTU TERHADAP KUALITAS AUDIT PADA KANTOR BPKP PROVINSI JAWA TENGAH | Peran auditor internal sangat vital dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas keuangan negara, khususnya di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Kontroversi hasil audit dan keterlibatan BPKP dalam beberapa kasus korupsi mendorong perlunya evaluasi kualitas audit yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh independensi, etika auditor, dan sistem pengendalian mutu terhadap kualitas audit pada BPKP Provinsi Jawa Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik sensus terhadap seluruh auditor PNS BPKP Jawa Tengah yang berjumlah 161 orang. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan diperoleh 97 responden valid. Variabel independen meliputi independensi, etika auditor, dan sistem pengendalian mutu, sedangkan kualitas audit sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa independensi, etika auditor, dan sistem pengendalian mutu berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Ketiga variabel tersebut mampu menjelaskan 72,1% variasi kualitas audit auditor internal BPKP Provinsi Jawa Tengah. Implikasi penelitian menekankan pentingnya BPKP meningkatkan pelatihan etika profesi, memperkuat prinsip independensi auditor, serta membenahi sistem pengendalian mutu agar proses audit berjalan lebih objektif, kredibel, dan berkualitas tinggi. | The role of internal auditors is vital in maintaining transparency and accountability of state finances, particularly within the Financial and Development Supervisory Agency (BPKP). Controversies over audit results and BPKP's involvement in several corruption cases have prompted the need for evaluation of audit quality conducted. This study aims to analyze the influence of independence, auditor ethics, and quality control systems on audit quality at BPKP Central Java Province. The research employed a quantitative approach with census technique on all 161 civil servant auditors of BPKP Central Java. Primary data were collected through questionnaires and obtained 97 valid respondents. Independent variables include independence, auditor ethics, and quality control systems, while audit quality serves as the dependent variable. The research results show that independence, auditor ethics, and quality control systems have positive effects on audit quality. These three variables are able to explain 72.1% of the variation in audit quality of internal auditors at BPKP Central Java Province. The research implications emphasize the importance of BPKP to enhance professional ethics training, strengthen auditor independence principles, and improve quality control systems so that the audit process runs more objectively, credibly, and with high quality. | |
| 46392 | 49781 | H1E021011 | USULAN PERAWATAN PADA MESIN CARDING DI PT WATUSALAM TEXTILE DENGAN METODE RISK BASED MAINTENANCE(RBM) | Kondisi mesin sangat penting dalam menunjang kelancaran proses produksi pada industri manufaktur. PT Watusalam Textile(WASTEX) saat ini menghadapi tingginya frekuensi kerusakan pada mesin carding, khususnya nomor 3, 7, dan 8, akibat tidak adanya perawatan preventif. Kerusakan ini menimbulkan risiko kehilangan performa sistem berupa kerugian kehilangan produksi serta timbulnya biaya perbaikan maupun penggantian. Penelitian ini bertujuan menyusun usulan perawatan preventif dan interval waktu perawatan dengan menganalisis nilai risiko akibat kerusakan untuk memfokuskan perawatan pada subsistem yang memiliki nilai risiko terbesar dari hasil evaluasi dengan metode RBM. Melalui integrasi metode Risk-Based Maintenance (RBM) dan Reliability-Centered Maintenance II (RCM II) dapat disusun usulan perawatan preventif dengan mempertimbangkan subsistem yang dianggap kritis berdasarkan hasil analisis risiko serta mode kegagalan yang terjadi. Hasil analisis menunjukkan nilai risiko tertinggi pada mesin carding 3 sebesar Rp185.283.570, mesin 7 sebesar Rp163.157.671, dan mesin 8 sebesar Rp165.028.711, melebihi ambang batas risiko perusahaan (0,8%). Usulan interval perawatan adalah: mesin 3—Main cylinder 9 hari, licker in 6 hari, FBK 8 hari; mesin 7—FBK 11 hari, Main cylinder 10 hari, doffer 9 hari; mesin 8—licker in 8 hari, Main cylinder 11 hari, FBK 8 hari. | PT Machine condition is crucial to ensuring smooth production processes in the manufacturing industry. PT Watusalam Textile (WASTEX) faces a high frequency of failures in carding machines, particularly units No. 3, 7, and 8, due to the absence of preventive maintenance. These failures lead to system performance losses, including production loss and repair or replacement costs. This study aims to develop preventive maintenance proposals and determine optimal maintenance intervals by analyzing risk values of failures, focusing on subsystems with the highest risk levels using the Risk-Based Maintenance (RBM) method. The RBM results are integrated with Reliability-Centered Maintenance II (RCM II) to identify critical subsystems and define preventive maintenance actions based on failure modes. Analysis shows that the highest risk values occur in carding machine 3 (Rp185,283,570), machine 7 (Rp163,157,671), and machine 8 (Rp165,028,711), all exceeding the company’s risk acceptance threshold of 0.8%. The proposed maintenance intervals are: machine 3—Main cylinder (9 days), licker-in (6 days), FBK (8 days); machine 7—FBK (11 days), Main cylinder (10 days), doffer (9 days); machine 8—licker-in (8 days), Main cylinder (11 days), FBK (8 days). | |
| 46393 | 49782 | L1A020065 | Pertumbuhan dan Reproduksi Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata Bleeker 1936) di Waduk Penjalin Brebes Growth and Reproduction Betutu fish (Oxyeleotris marmorata Bleeker 1936) in the Penjalin Brebes Reservoir | Penelitian pertumbuhan dan reproduksi ikan betutu (Oxyeleotris marmorata Bleeker 1936) di Waduk Penjalin, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah dilaksanakan sejak bulan Juni, Juli dan Agustus 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai pertumbuhan yaitu panjang berat faktor kondisi ikan betutu, aspek reproduksi ikan betutu diantaranya rasio kelamin, tingkat kematangan gonad, indeks gonadosomatik dan fekunditas. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dan kuantitatif berupa metode proposive random sampling dan data yang diperoleh menggunakan bantuan software Ms. Excel untuk perhitungan. Hasil penelitian ini mendapatkan 21 ikan betutu jantan dan 26 ikan betutu betina. Nilai panjang dan berat ikan betutu jantan dan betina menunjukkan nilai b=3,04 jantan dan b=3,41 pada betina (isometrik) karena b=3. Faktor kondisi bulan Juni pada ikan betutu nilai rata- rata dan standar deviasinya sebesar 1,985 ± 0,37 jantan dan 2,643 ± 0,45 pada betina, bulan Juli 2,164 ± 0,32 jantan, 2,269 ± 0,35 betina dan bulan Agustus 2,355 ± 0,17 jantan dan 2,430 ± 0,23 pada betina. Rasio kelamin 1 :1,31. Berdasarkan uji chi aquare pada taraf 0,05 diperoleh hasil 0,433 < 5,99 yang diartikan rasio kelamin seimbang. TKG pada bulan Juni didominasi TKG I dan TKG II tetapi, pada bulan Agustus penelitian ini ditemukan TKG III dan TKG IV dengan nilai IGS pada bulan Juni sebesar 0,2% untuk ikan betutu jantan, 0,1% ikan betutu betina, bulan Juli mendapatkan nilai IGS yang sama sebesar 0,1% sedangkan bulan Agustus 0,1% pada ikan betutu jantan, 0,9% pada ikan betutu betina. Fekunditas nilai kisaran 283-3.543 butir dan rata- rata 1.918 pada TKG III dengan jumlah individu 3 ekor ikan betutu, sedangkan pada TKG IV dengan jumlah individu 3 nilai kisarannya 4.927-13.641 dan rata- rata fekunditas 8.622. | Research on the growth and reproduction of betutu fish (Oxyeleotris marmorata Bleeker 1936) in Penjalin Reservoir, Brebes Regency, Central Java was conducted in June, July, and August 2024. This study aims to determine growth parameters such as lengthweight relationships and condition factors of the marbled goby, as well as reproductive aspects including sex ratio, gonadal maturity level, gonadosomatic index, and fecundity. The study employed descriptive and quantitative methods, including propositional random sampling, with data analyzed using Microsoft Excel software for calculations. The study yielded 21 male and 26 female marbled gobies. The length and weight values of male and female betutu fish showed values of b=3.04 for males and b=3.41 for females (isometric) because b=3. The condition factor for June in betutu fish had an average value and standard deviation of 1.985 ± 0.37 for males and 2.643 ± 0.45 for females, July 2.164 ± 0.32 for males, 2.269 ± 0.35 for females, and August 2.355 ± 0.17 for males and 2.430 ± 0.23 for females. The sex ratio was 1:1.31. Based on the chi-square test at the 0.05 level, the result was 0.433 < 5.99, indicating a balanced sex ratio. In June, TKG I and TKG II dominated, but in August, TKG III and TKG IV were found. The IGS value in June was 0.2% for male betutu fish and 0.1% for female betutu fish. In July, the IGS value was the same at 0.1%, while in August, it was 0.1% for male betutu fish and 0.9% for female betutu fish. Fecundity ranged from 283 to 3,543 eggs, with an average of 1,918 in TKG III, which had three betutu fish individuals. In TKG IV, which also had three individuals, the range was 4,927 to 13,641 eggs, with an average fecundity of 8,622 | |
| 46394 | 49783 | E1A021235 | TANGGUNG JAWAB PT. INDIUM DINAMIKA SOLUSINDO ATAS PERBUATAN MELAWAN HUKUM KARYAWAN OUTSOURCING DI PT. BANK MEGA SYARIAH (Studi Putusan Nomor 726/Pdt.G/2024/PA.JS) | Tanggung jawab majikan merupakan bagian konsep hukum perdata dimana majikan dapat dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh karyawannya selama menjalankan tugasnya, sesuai dengan Pasal 1367 ayat (3) KUHPerdata. Salah satu contoh kasusnya yaitu terdapat pada Putusan Nomor 726/Pdt.G/2024/PA.JS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam menetapkan perbuatan Para Tergugat memenuhi kualifikasi perbuatan melawan hukum dan menganalisis dalam menetapkan tanggung jawab majikan atas perbuatan melawan hukum yang dilakukan karyawannya. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif analitis. Sumber data yang digunakan sumber data sekunder yang dilakukan dengan studi kepustakaan, dengan menggunakan metode analisis normatif kualitatif. Dalam pertimbangannya, Hakim menyatakan bahwa Tergugat I yaitu PT. Indium Dinamika Solusindo dan Tergugat II selaku karyawan outsourcing PT. Indium Dinamika Solusindo telah melakukan perbuatan melawan hukum. Hasil penelitian menunjukan bahwa kriteria perbuatan melawan hukum terpenuhi, di mana perbuatan Tergugat I yang tidak memverifikasi latar belakang karyawan memenuhi kriteria bertentangan dengan kepatutan yang diindahkan dalam masyarakat, sedangkan perbuatan Tergugat II memenuhi kriteria melanggar hak orang lain berupa melangar hak-hak kekayaan milik nasabah serta Tergugat II dan kriteria bertentangan dengan kewajiban hukumnya sendiri karena telah melanggar Pasal 374 KUHP. Majelis Hakim memutuskan bahwa Tergugat I bertanggung jawab atas perbuatan melawan hukum karena memiliki hubungan kerja dengan Tergugat II yang melakukan penggelapan dana saat menjalankan tugasnya, sehingga memenuhi unsur Pasal 1367 ayat (3) KUHPerdata. Disamping itu, Majelis Hakim juga mempertimbangkan bahwa tanggung jawab Tergugat I juga timbul dari kelalaian karena tidak memperhatikan isi perjanjian kerjasama, sehingga tanggung jawab Tergugat I juga berdasarkan Pasal 1365 KUHPERDATA | responsible for unlawful acts committed by its employees in the course of performing their duties, as stipulated in Article 1367 paragraph (3) of the Indonesian Civil Code. One example of such a case can be found in Decision No. 726/Pdt.G/2024/PA.JS. This research aims to analyze the judges’ legal considerations in determining that the Defendants’ actions met the qualifications of an unlawful act, as well as to analyze the determination of employer liability for unlawful acts committed by its employees. This research is normative juridical in nature, with a prescriptive analytical research specification. The data sources used are secondary data obtained through literature study, applying a qualitative normative analysis method. In its considerations, the court stated that Defendant I, PT. Indium Dinamika Solusindo, and Defendant II, as an outsourced employee of PT. Indium Dinamika Solusindo, had committed an unlawful act. The research findings indicate that the criteria for an unlawful act were met: Defendant I’s failure to verify the employee’s background met the criterion of being contrary to the propriety recognized in society, while Defendant II’s actions met the criterion of violating the rights of others by infringing on the property rights of customers, as well as the criterion of acting contrary to his own legal obligations for violating Article 374 of the Indonesian Criminal Code. The Panel of Judges ruled that Defendant I was liable for the unlawful act because of the employment relationship with Defendant II, who committed embezzlement while performing his duties, thus fulfilling the elements of Article 1367 paragraph (3) of the Indonesian Civil Code. In addition, the Panel of Judges also considered that Defendant I’s liability arose from negligence in failing to observe the provisions of the cooperation agreement. Therefore, Defendant I’s liability was not solely based on the unlawful act committed by Defendant II, but also on Defendant I’s own unlawful act pursuant to Article 1365 of the Indonesian Civil Code. | |
| 46395 | 49786 | K1A021027 | AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIINFLAMASI PEPTIDA BIOAKTIF HASIL HIDROLISIS PROTEIN IKAN GABUS (Channa striata) OLEH PROTEASE BAKTERI Bacillus subtilis B209 | Ikan gabus (Channa striata) merupakan ikan air tawar yang terkenal karena kandungan protein yang tinggi sekitar 25,2% dalam 100 gram dagingnya. Kandungan protein yang melimpah, terutama albumin, menjadikan ikan gabus berpotensi sebagai bahan baku untuk menghasilkan peptida bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat hidrolisat protein dari ikan gabus (Channa striata) secara enzimatis menggunakan ekstrak kasar enzim protease dari bakteri B. subtilis B209 dan menganalisis aktivitas antioksidan dan antiinflamasi dari hidrolisat protein ikan gabus yang dihasilkan. Tahapan penelitian meliputi produksi isolat protein ikan gabus dan produksi ekstrak kasar enzim protease B. subtilis B209, serta pengujian karakterisasi enzim berdasarkan suhu dan pH. Hidrolisis dilakukan dengan menginkubasi isolat protein ikan gabus dengan variasi waktu 10, 20, 30, 40, 50, dan 60 menit pada kondisi optimum. Hidrolisat protein yang diperoleh, ditentukan derajat hidrolisisnya, kemudian diuji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, uji antiinflamasi menggunakan metode denaturasi protein, dan uji hemolisis. Analisis isolat protein ikan gabus dan hidrolisat protein menggunakan SDS-PAGE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas spesifik ekstrak kasar enzim sebesar 0,012 U/mg yang bekerja pada suhu optimum 40 oC dan pH optimum 8. Nilai derajat hidrolisis tertinggi diperoleh pada waktu hidrolisis 60 menit sebesar 76%. Persentase inhibisi tertinggi terhadap radikal DPPH terjadi pada waktu inkubasi 10 menit sebesar 35,3%. Hidrolisat protein ikan gabus diperoleh nilai IC50 sebesar 1280,95 ppm dan AAI sebesar 0,015 menunjukkan aktivitas antioksidan lemah. Aktivitas antiinflamasi tertinggi ditunjukkan oleh hidrolisat protein ikan gabus pada konsentrasi 0,09 mg/mL dengan persentase inhibisi sebesar 48%. Persentase hemolisis diperoleh sebesar 3,2% menunjukkan bahwa hidrolisat protein ikan gabus sedikit lisis terhadap sel darah merah. Hasil analisis SDS-PAGE menunjukkan bahwa bobot molekul hidrolisat protein ikan gabus lebih rendah dibandingkan isolat protein ikan gabus. | Snakehead fish (Channa striata) is a freshwater species known for its high protein content, approximately 25.2% per 100 grams of meat. Its abundant protein, particularly albumin, makes it a promising raw material for the production of bioactive peptides with potential health benefits. This study aimed to produce protein hydrolysate from snakehead fish (Channa striata) through enzymatic hydrolysis using crude protease extract from Bacillus subtilis B209 and to analyze the antioxidant and anti-inflammatory activities of the resulting hydrolysate. The research included the production of protein isolate from snakehead fish, crude enzyme extract from B. subtilis B209, and characterization of enzyme activity based on temperature and pH. Hydrolysis was conducted by incubating the protein isolate at various durations (10, 20, 30, 40, 50, and 60 minutes) under optimum conditions. The degree of hydrolysis was determined, followed by antioxidant activity analysis using the DPPH method, anti-inflammatory testing using protein denaturation assay, and hemolysis assay. Protein profiles of the isolate and hydrolysate were analyzed using SDS-PAGE. Results showed that the specific activity of the crude enzyme extract was 0,012 U/mg, with an optimum temperature of 40 °C and pH 8. The highest degree of hydrolysis (76%) was obtained after 60 minutes. The highest DPPH radical inhibition (35.3%) occurred at 10 minutes of incubation. The IC50 value of hydrolyzed protein was 1280.95 ppm and the AAI was 0.015, indicating weak antioxidant activity. The highest anti-inflammatory activity was observed at a hydrolysate concentration of 0.09 mg/mL with 48% inhibition. Hemolysis percentage was 3.2%, indicating low lytic activity against red blood cells. SDS-PAGE analysis revealed that the molecular weight of the hydrolysate was lower than that of the protein isolate, indicating protein fragmentation. | |
| 46396 | 49784 | F1A021091 | UPAYA PASANGAN PERNIKAHAN DINI DALAM MENJALANKAN FUNGSI KELUARGA DI DESA BANTERAN KECAMATAN SUMBANG | Pernikahan dini merupakan fenomena yang masih marak terjadi di Indonesia, terutama di wilayah pedesaan seperti Desa Banteran. Angka dispensasi nikah di desa Banteran tergolong tinggi, tercapat pada tahun 2024 terdapat 7 pasangan pernikahan dini. Penelitian ini bertujuan untuk memahami motif terjadinya pernikahan dini, tantangan yang dihadapi pasangan, serta upaya mereka dalam menjalankan fungsi keluarga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan utama terdiri dari lima pasangan pernikahan dini yang telah menikah lebih dari dua tahun dan memiliki anak. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan teori Aksi Talcott Parson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan dini berasal dari motif orangtua dan motif diri sendiri. Setelah menikah, pasangan menghadapi tantangan dalam fungsi keluarga. Namun, mereka tetap berupaya menjalankan fungsi keluarga, termasuk fungsi biologis, ekonomi, psikologis, edukasi, dan sosiokultural, meskipun dalam keterbatasan. Pembagian peran dalam keluarga masih dominan mengikuti pola patriarkal, namun sebagian pasangan mulai menerapkan pola kerjasama dan mengandalkan dukungan keluarga luas. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendampingan dan edukasi pasca nikah bagi pasangan muda untuk meningkatkan kapasitas dalam membangun keluarga yang stabil dan harmonis. Temuan ini menjadi dasar bagi perumusan kebijakan pemberdayaan keluarga muda, serta penguatan peran kader dan program seperti BKB, BKR dan PIK-R. | Early marriage is a phenomenon that is still widespread in Indonesia, especially in rural areas such as Banteran Village. The number of marriage dispensations in Banteran Village is relatively high, with 7 couples in early marriages in 2024. This study aims to understand the motives for early marriage, the challenges faced by couples, and their efforts in carrying out family functions. The study used a qualitative approach with descriptive methods. The key informants consisted of five early marriage couples who had been married for more than two years and had children. Data collection techniques included in-depth interviews, observation, and documentation, and were analyzed using Talcott Parson's Action Theory. The results showed that early marriage stems from both parental and personal motives. After marriage, couples face challenges in family functioning. However, they continue to strive to carry out family functions, including biological, economic, psychological, educational, and sociocultural functions, despite limitations. The division of roles within the family still predominantly follows a patriarchal pattern, but some couples have begun to implement cooperative patterns and rely on the support of their extended family. This study emphasizes the importance of post-marital mentoring and education for young couples to increase their capacity to build stable and harmonious families. These findings form the basis for formulating policies for empowering young families, as well as strengthening the role of cadres and programs such as BKB, BKR and PIK-R. | |
| 46397 | 49785 | F1C021011 | ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK PADA KOMPAS.COM DAN REPUBLIKA.CO.ID | Kekerasan seksual terhadap anak sampai saat masih terjadi, hal itu dapat dilihat dari banyaknya berita mengenai kasus tersebut yang beredar di berbagai media online. Kompas.com & Republika.co.id menjadi salah satu media online yang turut memberitakan kasus kekerasan seksual terhadap anak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana media Kompas.com dan Republika.co.id membingkai kasus kekerasan seksual terhadap anak pada pemberitaan periode September-Oktober 2024. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan analisis framing model Robert N Entman, yang didasari pada penyeleksian dan penonjolan isu yaitu Define Problem, Diagnose Cause, Make Moral Judgment, dan Treatment Recommendation. Hasil penelitian menunjukan Kompas.com dan Republika.co.id memiliki bingkai yang sama dalam memberitakan kasus kekerasan seksual terhadap anak, yakni melihatnya sebagai masalah serius yang membutuhkan penanganan negara. Perbedaan justru terlihat dalam pembingkaian fenomena, pemilihan diksi, serta pengaruh ideologi masing-masing media. Kompas.com cenderung membingkai kekerasan seksual terhadap anak dari sisi hukum dengan narasi yang tegas dan lugas, selaras dengan ideologi humanisme yang menekankan pada perlindungan korban dan penegakan hukum bagi pelaku. Sementara itu, Republika.co.id membingkai isu dengan menonjolkan lemahnya implementasi kebijakan perlindungan anak oleh negara dengan menggunakan diksi yang lebih halus dan berhati-hati, serta menekankan nilai moral dan sosial, sejalan dengan ideologi Islam yang dianutnya. | Sexual violence against children is still occurring, as can be seen from the many news stories about these cases circulating in various online media. Kompas.com & Republika.co.id are online media that also report cases of sexual violence against children. This research aims to examine how Kompas.com and Republika.co.id media framed cases of sexual violence against children in their reporting during the September-October 2024 period. The research method used in this study is a qualitative approach with Robert N Entman's framing model analysis, which is based on the selection and highlighting of issues that is, Define Problem, Diagnose Cause, Make Moral Judgment, and Treatment Recommendation. The results of the study show that Kompas.com and Republika.co.id share a similar perspective when reporting on cases of child sexual violence, viewing it as a serious problem requiring state action. The differences are evident in the framing of the phenomenon, the choice of diction, and the influence of the ideology of each media. Kompas.com tends to frame sexual violence against children from a legal perspective with a firm and straightforward narrative, in line with the ideology of humanism, which emphasizes the protection of victims and law enforcement for perpetrators. Republika.co.id frames the issue by highlighting the weak implementation of child protection policies by the state, using more subtle and careful diction, and emphasizing moral and social values, in line with the Islamic ideology it adheres to. | |
| 46398 | 49789 | A1D021174 | Aplikasi Pupuk Organik Cair dan Pupuk N,P,K Dosis Rendah Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Cabai Rawit (Capsicum flutescens) Pada Cekaman Abiotik | Cabai rawit merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta tingkat konsumsi yang cukup besar di Indonesia, bahkan cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Namun, produktivitasnya masih tergolong rendah, terutama akibat penerapan teknologi budidaya yang kurang optimal dan cekaman abiotik. Cekaman abiotik menyebabkan kondisi yang tidak menguntungkan bagi tanaman seperti suhu ekstrim, intensitas cahaya tinggi, dan kekurangan nutrisi. Selain itu, penggunaan pupuk sintesis secara berlebihan dapat merusak lingkungan dan tanah, sehingga dibutuhkan alternatif seperti pupuk organik cair (POC) yang lebih ramah lingkungan dan mudah diserap tanaman. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan kombinasi tiga dosis pupuk N, P, K (0%, 50%, dan 100% dari rekomendasi) dan tiga konsentrasi POC (0 ml/l, 10 ml/l, dan 20 ml/l per polybag). Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95% untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik cair mampu meningkatkan rerata tinggi tanaman, jumlah cabang tanaman, kehijauan daun, kehijauan daun, jumlah buah per-tanaman, berat buah per-buah, dan berat buah per-tanaman. Dosis pupuk N,P,K mampu meningkatkan rerata jumlah daun dan diameter batang. Kombinasi pupuk organik cair dengan pupuk N,P,K tidak terjadi interaksi dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit. | Cayenne pepper is a horticultural commodity that has high economic value and a fairly large consumption rate in Indonesia, and is even increasing year by year. However, its productivity is still relatively low, mainly due to the use of suboptimal cultivation technology and abiotic stress. Abiotic stress causes unfavorable conditions for plants, such as extreme temperatures, high light intensity, and nutrient deficiencies. Additionally, excessive use of synthetic fertilizers can damage the environment and soil, necessitating alternatives like liquid organic fertilizer (LOF), which is more environmentally friendly and easily absorbed by plants. The study was conducted using a completely randomized block design (CRBD) with a combination of three doses of N, P, and K fertilizers (0%, 50%, and 100% of the recommended rate) and three concentrations of POC (0 ml/l, 10 ml/l, and 20 ml/l per polybag). Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at a 95% confidence level to determine the effect of the treatments. The results showed that liquid organic fertilizer concentrations could increase the average plant height, number of branches, leaf greenness, number of fruits per plant, fruit weight per fruit, and fruit weight per plant. The N, P, K fertilizer dose increased the average number of leaves and stem diameter. The combination of liquid organic fertilizer with N, P, K fertilizer did not interact in enhancing the growth and yield of chili plants. | |
| 46399 | 49790 | H1E021007 | Analisis Risiko dan Usulan Perbaikan Alat Pelindung Diri dengan Pendekatan Ergonomi Partisipatori Petani Nanas di Kecamatan Karangreja, Purbalingga | Petani nanas di Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, berisiko tinggi mengalami kecelakaan kerja akibat tertusuk duri nanas, terutama karena alat pelindung diri (APD) yang digunakan belum sesuai dengan kondisi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keluhan dan penyebab kecelakaan kerja, serta menyusun usulan perbaikan APD yang relevan, nyaman, dan mudah diterapkan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, pengisian kuesioner Nordic Body Map (NBM) dan perilaku penggunaan APD oleh 93 responden, serta wawancara terhadap beberapa petani yang bersedia. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar petani mengalami cedera di bagian tangan, kaki, dan wajah karena tertusuk duri nanas, serta minimnya penggunaan APD akibat ketidaknyamanan desain dan material yang digunakan. Mayoritas responden berusia 41–50 tahun dengan pengalaman kerja lebih dari lima tahun. Berdasarkan analisis data dan partisipasi petani, disusun enam usulan perbaikan APD, yaitu: sarung tangan tahan duri dan lentur, sepatu boot ringan dan anti-selip, wearpack sejuk dan tahan sobek, masker ringan yang mudah bernapas, kacamata pelindung dari duri dan debu, serta topi leher panjang. Usulan ini diharapkan mampu meningkatkan perlindungan dan keselamatan kerja petani secara efektif. | Pineapple farmers in Karangreja Subdistrict, Purbalingga Regency, are at high risk of workplace accidents due to pineapple thorns, particularly because the personal protective equipment (PPE) used is not suitable for the working conditions. This study aims to analyze complaints and causes of workplace accidents, as well as propose improvements to PPE that are relevant, comfortable, and easy to implement. Data collection was conducted through direct observation, completion of the Nordic Body Map (NBM) questionnaire and PPE usage behavior by 93 respondents, as well as interviews with several farmers who were willing to participate. The results indicate that most farmers suffer injuries to their hands, feet, and faces due to pineapple thorns, and there is minimal use of PPE due to the discomfort caused by the design and materials used. The majority of respondents are aged 41–50 years with over five years of work experience. Based on data analysis and farmer participation, six recommendations for PPE improvements were developed: thorn-resistant and flexible gloves, lightweight and slip-resistant boots, cool and tear-resistant workwear, lightweight and breathable masks, protective goggles against thorns and dust, and long-neck hats. These recommendations are expected to effectively enhance farmers' protection and workplace safety. | |
| 46400 | 49788 | H1E021074 | Integrating ANP and Benchmarking to Evaluate Mindi Wood Suppliers | Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pemasok kayu mindi di PT. Kayu Lima Utama dengan menggunakan metode Analytic Network Process, sebuah pendekatan pengambilan keputusan multikriteria yang mempertimbangkan keterkaitan antar kriteria. Dalam industri manufaktur furnitur, kinerja pemasok sangat berpengaruh terhadap kelancaran produksi, kualitas, dan kepuasan. Penelitian ini mengidentifikasi enam kriteria utama dan tiga belas subkriteria melalui kajian pustaka dan validasi ahli, yang mencakup aspek kualitas, harga, pengiriman, pelayanan, dan ketersediaan material. Data dikumpulkan melalui kuesioner perbandingan berpasangan kepada pengambil keputusan perusahaan, lalu dianalisis menggunakan perangkat lunak Super Decisions. Hasil perhitungan bobot dan supermatriks terbatas menunjukkan urutan prioritas kinerja dari lima pemasok utama. Supplier B menempati peringkat tertinggi karena kinerjanya dalam subkriteria berdampak besar seperti harga dan ketepatan pengiriman. Sementara itu, Supplier E memiliki skor terendah dan membutuhkan perbaikan signifikan. Melalui pendekatan benchmarking, pemasok yang kurang unggul dibandingkan dengan pemasok terbaik pada masing-masing subkriteria untuk memberikan rekomendasi perbaikan yang terarah. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi perusahaan dalam meningkatkan efektivitas evaluasi pemasok dan pengambilan keputusan strategis dalam rantai pasok. | This study aims to evaluate the performance of mindi wood suppliers at PT. Kayu Lima Utama using the Analytic Network Process, a multi-criteria decision-making method that accounts for interdependencies among evaluation criteria. In the furniture manufacturing industry, supplier performance has a significant impact on production continuity, product quality, and customer satisfaction. The research identified six main criteria and thirteen subcriteria through literature review and expert validation, covering aspects such as quality, price, delivery, service, and material availability. Data were collected through structured pairwise comparison questionnaires administered to company decision-makers and analyzed using the Super Decisions software. The resulting weights and limiting supermatrix were used to determine the performance ranking of five key suppliers. Supplier B ranked highest due to strong performance in high-weighted subcriteria such as price and delivery punctuality, while Supplier E received the lowest score and requires substantial improvement. A benchmarking approach was applied by comparing each supplier’s lowest-performing subcriteria with the best-performing counterparts, enabling targeted improvement recommendations. The findings offer practical insights for PT. Kayu Lima Utama in identifying supplier strengths and weaknesses and serve as a strategic decision-support tool for ongoing supplier evaluation and development. |