Artikelilmiahs
Menampilkan 46.081-46.100 dari 48.741 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 46081 | 49448 | I1B021049 | HUBUNGAN KOPING RELIGIUS DENGAN RESILIENSI PADA PENYINTAS BENCANA TANAH LONGSOR DI DESA SRIDADI KECAMATAN SIRAMPOG KABUPATEN BREBES | Latar Belakang: Indonesia merupakan negara rawan bencana alam, salah satunya tanah longsor. Bencana yang datang secara tiba-tiba menimbulkan dampak psikologis bagi masyarakat. Resiliensi atau kemampuan untuk bangkit kembali dari kesulitan dan trauma, menjadi faktor penting dalam pemulihan pascabencana. Strategi koping merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi resiliensi. Koping religius merupakan strategi koping dengan menggunakan pendekatan keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara koping religius dengan resiliensi pada penyintas. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif korelasional dengan responden penyintas bencana tanah longsor di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes berusia ≥ 18 tahun. Jumlah sampel 133 responden, diperoleh dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu The Brief RCOPE dan The Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) yang mengukur koping religius dan resiliensi. Analisis data menggunakan uji statistik deskriptif dan korelasi Spearman. Hasil Penelitian: Terdapat hubungan positif dan signifikan antara koping religius positif dengan tingkat resiliensi dengan nilai koefisien korelasi sebesar (ρ=0,390) dan nilai signifikansi (p=0,000). Sedangkan untuk koping religius negatif dengan resiliensi diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar (ρ=0,107) dengan nilai signifikansi (p=0,220) menunjukan tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik meskipun arah korelasinya positif. Kesimpulan: Penggunaan koping religius tidak selalu berdampak positif, tergantung bagaimana seseorang menggunakannya. Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara koping religius positif dan resiliensi, sedangkan koping religius negatif tidak menunjukkan hubungan yang berarti. | Background: Indonesia is a country prone to natural disasters, one of which is landslides. Disasters that come suddenly have a psychological impact on the community. Resilience, or the ability to bounce back from adversity and trauma, is an important factor in post-disaster recovery. Coping strategy is one of the factors that influence resilience. Religious coping is a coping strategy using a religious approach. This study aims to determine the relationship between religious coping and resilience in survivors. Methodology: This study used a quantitative correlational research design with respondents of landslide survivors in Sridadi Village, Sirampog Sub-district, Brebes Regency aged ≥ 18 years. The sample size was 133 respondents, obtained by simple random sampling technique. The instruments used were The Brief RCOPE and The Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) which measured religious coping and resilience. Data analysis used descriptive statistical tests and Spearman correlation. Research Results: There is a positive and significant relationship between positive religious coping and the level of resilience with a correlation coefficient value of (ρ=0.390) and a significance value (p=0.000). As for negative religious coping with resilience, the correlation coefficient value of (ρ=0.107) with a significance value (p=0.220) shows that there is no statistically significant relationship even though the direction of the correlation is positive. Conclusion: The use of religious coping does not always have a positive impact, depending on how a person uses it. This study shows that there is a significant relationship between positive religious coping and resilience, while negative religious coping shows no significant relationship. | |
| 46082 | 49449 | I1C021045 | FORMULASI PATCH TRANSDERMAL EKSTRAK ETANOL DAUN DELIMA (Punica granatum L.) SEBAGAI ANTIJERAWAT | Jerawat akibat infeksi Cutibacterium acnes (C. acnes) yang terjadi di lapisan sebasea pada dermis dapat diatasi menggunakan patch transdermal sebagai inovasi efektif penghantaran zat aktif, dimana daun delima yang mengandung elagitanin memiliki aktivitas antibakteri terhadap C. acnes, sehingga penelitian ini bertujuan mengembangkan patch transdermal ekstrak daun delima serta mengetahui karakteristik fisik dan aktivitas antibakterinya melalui formulasi dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol daun delima F0 (0%), F1 (0,1%), F2 (0,5%), F3 (1%) menggunakan metode solvent evaporation yang kemudian dievaluasi sifat fisik dan diuji aktivitas antibakteri terhadap C. acnes, dimana hasilnya menunjukkan seluruh formula memenuhi persyaratan sifat fisik dengan F1, F2, dan F3 menunjukkan aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat sebesar 0,3; 4,7; dan 5,3 mm, sehingga dapat disimpulkan bahwa formula F1, F2, dan F3 memenuhi persyaratan sifat fisik dan menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap C. acnes dengan formula F3 menunjukkan aktivitas antibakteri tertinggi dengan kekuatan daya hambat sedang. | Acne caused by Cutibacterium acnes (C. acnes) infection occurring in the sebaceous layer of the dermis can be treated using transdermal patches as an effective innovation for active substance delivery, where pomegranate leaves containing ellagitannins have antibacterial activity against C. acnes, therefore this study aimed to develop transdermal patches of pomegranate leaf extract and determine their physical characteristics and antibacterial activity through formulation with varying concentrations of pomegranate leaf ethanolic extract F0 (0%), F1 (0.1%), F2 (0.5%), F3 (1%) using the solvent evaporation method which were then evaluated for physical properties and tested for antibacterial activity against C. acnes, where the results showed that all formulas met the physical property requirements with F1, F2, and F3 demonstrating antibacterial activity with inhibition zone diameters of 0.3, 4.7, and 5.3 mm respectively, thus it can be concluded that formulas F1, F2, and F3 met the physical property requirements and showed antibacterial activity against C. acnes with formula F3 showing the highest antibacterial activity with moderate inhibitory strength. | |
| 46083 | 49450 | I1B021039 | GAMBARAN RISIKO LOKASI MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDS) PADA PERAWAT INSTALASI GAWAT DARURAT DAN INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD R.A.A TJOKRONEGORO PURWOREJO | Latar Belakang : Perawat memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit. Mereka melakukan banyak kegiatan fisik seperti mengangkat pasien, memindahkan ranjang, serta pelayanan kesehatan lain yang menimbulkan tingginya risiko Musculoskeletal disorders (MSDs), terutama di IGD serta IBS. Prevalensi keluhan ini lumayan besar secara global. Posisi yang tidak ergonomis, serta durasi kerja panjang jadi penyebab utama. Keluhan nyeri punggung, leher, serta lengan berakibat pada kualitas hidup serta layanan keperawatan. Data menunjukkan perawat IGD serta IBS kerap mengalami keluhan yang lumayan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran risiko lokasi Musculoskeletal disorders (MSDs) pada perawat Instalasi Gawat Darurat dan Instalasi Bedah Sentral di RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo. Metodologi : Menggunakan desktiptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Menggambarkan populasi tertentu tanpa meneliti korelasi antar variabel. Teknik sampling menggunakan total sampling sebanyak 41 perawat IGD dan IBS. Hasil Penelitian : Rentang usia perawat IGD 25-52 tahun, sedangkan perawat IBS 27-59 tahun. Rentang masa kerja perawat IGD 1-5 tahun, pada IBS 1-4 tahun. Mayoritas jenis kelamin perawat IGD dan perawat IBS yaitu perempuan 80% dan 56,3%. Mayoritas IMT perawat IGD dan perawat IBS yaitu normal 68% dan 50%. Mayoritas unit kerja berada pada unit IGD 61%. Mayoritas Musculoskeletal disorders (MSDs) pada perawat IGD pada kategori sedang 52%, sedangkan perawat IBS pada kategori rendah 81,3%. Kesimpulan : Mayoritas Musculoskeletal disorders (MSDs) pada perawat IGD pada kategori sedang sebanyak 52%, sedangkan perawat IBS pada kategori rendah sebanyak 81,3%. | Background: Nurses play an important role in health services in hospitals. They carry out various intense physical activities such as carrying patients, moving beds, and other medical procedures that pose a high risk of musculoskeletal problems, especially in the emergency room and IBS. The prevalence of this complaint is quite large globally. Unergonomic activities and long working hours are the main triggers. Complaints of back, neck and arm pain have an impact on quality of life and nursing services. Field information shows that ER and IBS nurses often face quite a high number of complaints every day. This study aims to determine the risk description of the location of musculoskeletal disorders (MSDs) among nurses in the Emergency Room and Central Surgery Installation R.A.A Tjokronegoro Hospital, Purworejo. Methodology: Using quantitative descriptive with a cross sectional approach. Describes a specific population without examining correlations between variables. The sampling technique used a total sampling of 41 nurses from the Emergency Room and Central Surgery Installation. Results: The age of Emergency Room nurses ranges from 25-52 years, Central Surgery Nurses range from 27-59 years. The work period for nurses in the Emergency Department is around 1-5 years, in the Central Surgery Installation it is around 1-4 years. The majority of nurses in the Emergency Room and Central Surgery Installation are women namely 80% and 56.3%. The majority of BMI of Emergency Room Nurses and Central Surgery Nurses is normal at 68% and 50%. The majority of work units are in the Emergency Unit at 61%. The majority of Musculoskeletal disorders (MSDs) in Emergency Room nurses are in the medium category 52%, while Central Surgery Nurses are in the low category 81.3%. Conclusion: The majority of Musculoskeletal disorders (MSDs) in Emergency Room nurses are in the medium category 52%, while Central Surgery Installation Nurses are in the low category 81.3%. | |
| 46084 | 49451 | C1I018022 | The Role Of Fund Allocation For Investing In Social Media Marketing To Improve Sales (Case Study At Janma Coffee project) | Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran alokasi dana dalam investasi pemasaran media sosial terhadap peningkatan kinerja penjualan dan penguatan ekuitas merek pada Janma Coffee Project, sebuah usaha mikro di sektor makanan dan minuman. Dengan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi langsung, dokumentasi keuangan, dan wawancara semi-terstruktur dengan tujuh informan internal. Selanjutnya, data tersebut dianalisis menggunakan NVivo 12. Penganggaran pada pemasaran media sosial dilakukan secara adaptif dan terikat pada kapasitas keuangan usaha serta dampak dari pemasaran tersebut sesuai dengan kaidah analisis manfaat biaya (Cost-Benefit Analysis/CBA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalokasian sebesar Rp250.000–Rp500.000 per bulan, dengan kefokusan pemasaran pada Instagram dan Facebook, penjualan bulanan mengalami peningkatan dari sekitar Rp3,3 juta menjadi Rp5,3 juta, dengan estimasi 40% penjualan berasal dari interaksi media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa investasi strategis dengan anggaran terbatas dan sesuai dengan kaidah CBA pada kasus pemasaran dengan media sosial, mampu memberikan dampak signifikan terhadap visibilitas merek, loyalitas pelanggan, dan kinerja keuangan. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi UMKM untuk mengoptimalkan strategi pemasaran digital sebagai pendekatan pertumbuhan yang berkelanjutan dan hemat biaya. | This study explores the role of fund allocation in social media marketing investment to enhance sales performance and brand equity at Janma Coffee Project, a micro-enterprise in the food and beverage sector. Using a qualitative case study approach, data were collected through direct observation, financial documentation, and semi-structured interviews with seven internal informants. Thematic analysis was conducted using NVivo 12 software. Findings reveal that Janma Coffee Project allocates a monthly marketing budget of IDR 250,000–500,000, with approximately 80% directed toward social media platforms. Although the budgeting process is informal, it remains adaptive and responsive to financial capacity and prior content performance. Investment evaluation is conducted intuitively through cost-benefit analysis (CBA), focusing on customer engagement and sales impact. Since the implementation of consistent digital promotions, monthly sales have increased from around IDR 3.3 million to IDR 5.3 million, with an estimated 40% of sales driven by social media engagement. The study concludes that strategic investment in social media marketing, even with modest budgets and informal evaluation practices, can significantly improve brand visibility, customer loyalty, and financial performance. These findings offer practical implications for MSMEs seeking to optimize digital marketing as a scalable and cost-effective growth strategy. Keywords: MSMEs, Budgeting, social media marketing, fund allocation, cost-benefit analysis, sales performance. | |
| 46085 | 48776 | C1C021087 | PENGARUH DEWAN KOMISARIS, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, PROFITABILITAS, DAN LIKUIDITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN FOOD & BEVERAGES YANG TERDAFTAR DI BEI | Penelitian ini merupakan penelitian korelasional pada nilai perusahaan dari perusahaan food & beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dewan komisaris, kepemilikan institusional, profitabilitas, dan likuiditas terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kriteria tertentu. Sampel perusahaan diperoleh sebanyak 38 perusahaan dan total sampel sebanyak 86 perusahaan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi data panel dengan menggunakan EViews 12 untuk mengolah data. | This research is a correlational study on the firm value of food & beverages companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The purpose of research is to find out the influence of the board of commissioner, institutional ownership, profitability, and liquidity on firm value. This study uses the purposive sampling method, which is a sampling method based on specific criteria. The sample consisted as many as 38 companies with a total of 86 companies. The data analysis technique in this study uses panel data regression analysis with EViews 12 to process the data. | |
| 46086 | 49444 | C1C021041 | PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, DAN INVESTMENT OPPORTUNITY SET TERHADAP KEBIJAKAN PEMBAYARAN DIVIDEN PADA PERUSAHAAN SUBSEKTOR OIL, GAS, AND COAL YANG TERDAFTAR DI BEI | Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemilikan manajerial, profitabilitas, likuiditas, dan investment opportunity set terhadap kebijakan pembayaran dividen pada perusahaan subsektor oil, gas, and coal yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024. Metode yang digunakan adalah regresi data panel menggunakan software Eviews12 dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 24 perusahaan yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial dan profitabilitas berpengaruh negatif signifikan terhadap kebijakan dividen, sementara likuiditas dan investment opportunity set tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini mendukung teori agensi bahwa distribusi dividen berperan dalam mengendalikan konflik kepentingan antara manajer dan pemegang saham. | This study is a correlational study that aims to analyze the influence of managerial ownership, profitability, liquidity, and investment opportunity set on dividend payment policies in oil, gas, and coal subsector companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2022–2024 period. The method used is panel data regression using Eviews12 software with a quantitative approach. The research sample consisted of 24 companies selected by purposive sampling technique. The results showed that managerial ownership and profitability had a significant negative effect on dividend policy, while liquidity and investment opportunity set had no significant effect. These findings support the agency's theory that dividend distribution plays a role in controlling conflicts of interest between managers and shareholders. | |
| 46087 | 49632 | I1D021043 | HUBUNGAN TINGKAT KECUKUPAN PROTEIN DAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTED PADA BALITA | Latar Belakang: Desa Sumbang, Kecamatan Sumbang, tercatat sebagai salah satu desa lokus stunting di Kabupaten Banyumas dengan prevalensi 14,4%. Faktor penyebab stunted pada balita diantaranya kecukupan protein dan pemberian ASI Eksklusif. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat kecukupan protein dan riwayat pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunted pada balita usia 24-59 bulan di desa tersebut. Metodologi: Penelitian menggunakan desain studi case control dengan sampel sebanyak 37 balita stunted dan 37 balita non-stunted di Desa Sumbang, responden dipilih menggunakan cluster sampling dengan matching berupa usia ±2 bulan dan wilayah posyandu. Pengambilan data menggunakan kuesioner SQ-FFQ dan kuesioner riwayat ASI Eksklusif SKI. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square 2x2 dengan IBM SPSS versi 25. Hasil Penelitian: Hasil analisis bivariat variabel tingkat kecukupan protein berhubungan dengan kejadian stunted pada balita usia 24-59 bulan (p=0,000; OR=6,781; 95%CI=2,1-20,1), sedangkan riwayat pemberian ASI Eksklusif tidak berhubungan dengan kejadian stunted pada balita usia 24-59 bulan (p=0,163). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat kecukupan protein dengan kejadian stunted pada balita usia 24-59 bulan. Balita dengan tingkat kecukupan protein yang kurang berisiko mengalami stunted 6,781 kali lebih besar dibandingkan balita dengan tingkat kecukupan protein cukup. | Background: Sumbang Village in Sumbang Subdistrict is listed as one of the stunting-prone villages in Banyumas Regency with a prevalence of 14.4%. Factors contributing to stunting in toddlers include protein adequacy and exclusive breastfeeding. The study was designed to investigate the relationship between protein adequacy, exclusive breastfeeding history, and stunting in toddlers aged 24-59 months in the village. Methodology: The study used a case-control design with a sample of 37 stunted infants and 37 non-stunted infants in Sumbang Village. Respondents were selected using cluster sampling with matching based on age ±2 months and posyandu (community health post) area. Data collection used the SQ-FFQ questionnaire and the SKI exclusive breastfeeding history questionnaire. Bivariate analysis was performed using the 2x2 chi-square test with IBM SPSS version 25. Research Results: The results of bivariate analysis of protein adequacy levels were associated with stunting in children aged 24–59 months (p=0.000; OR=6.781; 95%CI=2.1–20.1), while a history of exclusive breastfeeding was not associated with stunting in children aged 24–59 months (p=0.163). Conclusion: There is a significant association between protein sufficiency levels and stunting in children aged 24–59 months. Children with insufficient protein sufficiency levels are 6.781 times more likely to experience stunting than children with adequate protein sufficiency levels | |
| 46088 | 49478 | A1D021050 | Uji Formula Biofertilizer Padat Bacillus velezensis terhadap Pertumbuhan Padi | Padi merupakan tanaman utama di Indonesia, karena hampir dari setengah penduduk di Indonesia mengonsumsi beras sebagai makanan pokok. Namun, produksi padi pada tahun 2023 mengalami penurunan sebanyak 1,4 %. Faktor dominan penyebab penurunan produksi padi adalah penggunaan pupuk yang tidak sesuai anjuran serta kebutuhan pupuk yang tinggi. Pupuk yang digunakan oleh petani Indonesia pada umumnya kurang ramah lingkungan dan menurunkan kandungan bahan organik tanah. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pemupukan yang ramah lingkungan, yaitu dengan menggunakan pupuk hayati. Penelitian ini bertujuan untuk menguji formula berbasis B. velezensis terhadap pertumbuhan padi dan mendapatkan formula terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan padi. Bahan yang digunakan adalah tanaman padi, tepung beras, tepung tapioka, tepung jagung, CMC, CaCO3, dan isolat B. velezensis. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dan di Screenhouse Desa Tambaksari Kidul Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula biofertilizer padat B. velezensis memiliki potensi meningkatkan pertumbuhan padi terutama formula dengan bahan pembawa tepung beras. Aplikasi formula biofertilizer padat B. velezensis dengan bahan pembawa tepung beras menunjukkan hasil terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan padi berdasarkan variabel jumlah daun. | Rice is the main staple crop in Indonesia, with nearly half of the population relying on it as a primary food source. However, rice production in 2023 experienced a 1.4% decline. The primary factors contributing to this decrease include the use of fertilizers that do not comply with recommended guidelines and the high overall demand for fertilizers. Moreover, the fertilizers commonly used by Indonesian farmers are often not environmentally friendly and contribute to the depletion of soil organic matter. Therefore, an alternative, eco-friendly fertilization approach is needed, such as the use of biofertilizers. The objectives are to evaluate the effectiveness of the B. velezensis-based formulation on rice plant growth and to identify the most effective carrier material for promoting rice development. The materials used included rice plants, rice flour, tapioca flour, corn flour, CMC, CaCO₃, and an isolate of B. velezensis. The research was conducted using an experimental method with a completely randomized design (CRD) consisting of four treatments and six replications. The study took place at the Plant Protection Laboratory and Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, as well as in a screenhouse located in Tambaksari Kidul Village, Kembaran District, Banyumas Regency. The results showed that the solid biofertilizer formulation of B.f velezensis has the potential to enhance rice growth, especially the formulation using rice flour as a carrier. The application of the solid biofertilizer with a rice flour carrier yielded the best results in promoting rice growth, as indicated by the number of leaves. | |
| 46089 | 49453 | D1A020084 | Studi Kasus : Pertambahan Bobot Badan Harian Sapi Peranakan Limousin dan Sapi Peranakan Simmental di CV Sapi Jalu Farm | Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2023 di CV Sapi Jalu Farm. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui performa sapi potong peranakan Limousin dan peranakan Simmental. Materi yang digunakan adalah 182 ekor sapi jantan terdiri dari sapi peranakan Limousin dan sapi peranakan Simmental dengan bobot awal berkisar 300, 400 dan 500 kg dengan jumlah masing-masing 62 ekor, 20 ekor dan 9 ekor sapi peranakan Limousin. 55 ekor, 25 ekor dan 11 ekor sapi peranakan Simmental selama 90 hari penggemukan pada kondisi lingkungan dan pakan yang sama. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji sampel independen melalui software IBM SPSS Statistics 26. Pertambahan bobot badan harian (PBBH) rata-rata sapi peranakan Limousin pada bobot awal 300, 400 dan 500 kg masing-masing ialah 0,83±0,18, 0,73±0,12 dan 0,44±0,13 kg/hari sedangkan PBBH rata-rata sapi peranakan Simmental pada bobot awal 300, 400 dan 500 kg masing-masing ialah 0,80±0,13, 0,66±0,07 dan 0,47±0,08 kg/hari. Sapi peranakan Limousin pada bobot kurang dari 500kg memiliki PBBH lebih tinggi jika dibandingkan dengan sapi peranakan Simmental sebaliknya pada bobot >500 kg sapi Limousin memiliki PBBH yang lebih rendah jika dibandingkan pada sapi peranakan Simmental. | This research was conducted from March to June 2023 at CV Sapi Jalu Farm to assess the performance of Limousin crossbreed and Simmental crossbreed. The material used was 182 bulls consisting of Limousin crossbreed and Simmental crossbreed cattle with initial weights ranging from 300, 400 and 500 kg with a total of 62, 20 and 9 Limousin crossbreed cattle 55, 25 and 11 Simmental crossbreed cattle, respectively, for 90 days of fattening under the same environmental conditions and feed.. Data processing was carried out using descriptive analysis and independent sample tests using IBM SPSS Statistics 26 software. The average daily gain (ADG) of Limousin crossbreed cattle at an initial weight of 300, 400 and 500 kg is 0.83 ± 0.18, 0.73 ± 0.12 and 0.44 ± 0.13 kg/day respectively, while the ADG of Simmental cross breed cattle at an initial weight of 300, 400 and 500 kg is 0.80 ± 0.13, 0.66 ± 0.07 and 0.47 ± 0.08 kg/day respectively. Limousin crossbred cattle weighing less than 500 kg have a higher ADG compared to Simmental crossbred cattle. Conversely, at a weight of >500 kg, Limousin cattle have a lower ADG compared to Simmental crossbred cattle. | |
| 46090 | 49454 | D1A021042 | Hubungan Umur dan Jumlah Anggota Keluarga Peternak dengan Kinerja Peternak Sapi Perah di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat | Kinerja peternak sapi perah memiliki peranan yang penting dalam produktivitas peternakan sapi perah. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan umur peternak dan jumlah anggota keluarga peternak dengan kinerja peterak di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode survei dengan sasaran peternak sapi perah yang menjadi anggota Koperasi Serba Usaha (KSU) Karya Nugraha Jaya di Kabupaten Kuningan. Wilayah ditentukan berdasarkan metode purposive sampling yaitu di Kecamatan Cigugur dan Jalaksana. Responden ditentukan menggunakan metode random sampling dan jumlah responden ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan margin of error 10% sehingga didapatkan sebanyak 90 peternak. Pengambilan data dilakukan menggunakan metode wawancara berbasis kuesioner dan pengamatan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternak sapi perah berumur 36−60 tahun dengan rata-rata umur 47 tahun. Peternak sebagian besar memiliki 4−6 orang jumlah anggota keluarga dengan rata-rata 4 orang. Kinerja peternak berada pada kategori cukup yaitu sebesar 72,46%. Kinerja peternak perlu ditingkatkan melalui anjang karya anjang sana, pelatihan, penyuluhan dan dukungan dari kelembagaan yang terkait agar produktivitas dapat menjadi optimal. Hasil analisis korelasi rank spearman menunjukkan hubungan sangat lemah dan berkorelasi negatif antara umur peternak dengan kinerja peternak, dan hubungan sangat lemah antara jumlah anggota keluarga peternak dengan kinerja peternak. | This study aims to analyze the relationship between farmers’ age and household size with the performance of dairy farmers in Kuningan Regency, West Java. The research employed a survey method involving 90 respondents, who were randomly selected from members of the Karya Nugraha Jaya Multi-Purpose Cooperative (KSU). The study areas, Cigugur and Jalaksana sub-districts, were chosen purposively. Data were collected through structured interviews using questionnaires and direct field observations. The data were analyzed using descriptive statistics and Spearman’s rank correlation.The findings indicate that the majority of dairy farmers are aged between 36 and 60 years, with an average age of 47. Most farmers have 4 to 6 family members, with an average of 4 per household. The overall performance of dairy farmers falls into the “moderate” category, with an average performance score of 72.46%. Despite this, further efforts are needed to enhance performance through extension services, training programs, peer learning, and institutional support to optimize productivity.Spearman’s correlation analysis reveals a very weak negative correlation between farmers’ age and performance, and a similarly weak positive correlation between household size and performance. These results suggest that neither variable significantly influences dairy farmers’ performance in the study area. | |
| 46091 | 49477 | F1F021014 | ANALISIS PERBEDAAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI KOREA SELATAN PADA MASA KEPEMIMPINAN LEE MYUNG-BAK (2008-2013) DAN MOON JAE-IN (2017-2022) DALAM KONTEKS UNIFIKASI KOREA | Pembagian Korea adalah sesuatu yang tidak dapat diterima. Para pemimpin Korea Utara dan Korea Selatan melihat pendirian rezim terpisah sebagai tragedi dan menginginkan unifikasi segera. Oleh karena itu, penelitian ini akan menganalisis kebijakan unifikasi Korea Selatan terutama pada pemerintahan Lee Myung-bak dan Moon Jae-In. Analisis difokuskan pada perbedaan kebijakan Unifikasi dan faktor-faktor yang melatarbelakangi perbedaan tersebut. Penelitian ini menggunakan teori Decision Making dan konsep Unifikasi, dengan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan kebijakan unifikasi Lee Myung-bak dan Moon Jae-in dipengaruhi oleh situasi Internal, Eksternal, dan Situasi Sosial. Pada situasi internal dan sosial opini negatif, krisis finansial 2008, dan Partai Konservatif memegang peran penting dalam keputusan Lee. Pada situasi eksternal dipengaruhi oleh provokasi Korea Utara dan arah kebijakan luar negeri Obama. Sedangkan pada masa pemerintahan Moon, situasi internal dikendalikan oleh opini publik yang kecewa pada kebijakan unifikasi, adanya penutupan KIC, dan peran partai Progresif. Kemudian pada situasi eksternal, arah kebijakan Trump memegang kendali pada setiap tindakan Moon. Hasil temuan selanjutnya memperlihatkan perbedaan dimensi unifikasi kedua pemerintahan, yaitu pada pemerintahan Lee, unifikasi mencapai tahap Unification Process A, sedangkan pada pemerintahan Moon, unifikasi mencapai tahap Unification Process B. | The division of Korea is unacceptable. The leaders of North and South Korea view the establishment of separate regimes as a tragedy and desire immediate unification. Therefore, this study will analyze South Korea's unification policy, particularly during the administrations of Lee Myung-bak and Moon Jae-in. The analysis will focus on the differences in unification policy and the factors behind these differences. This study employs Decision Making theory and the concept of unification, using qualitative research methods. The results revealed that the differences in unification policies between Lee Myung-bak and Moon Jae-in were influenced by internal, external, and social situations. In internal and social situations, negative public opinion, the 2008 financial crisis, and the Conservative Party played a significant role in Lee's decisions. In external situation, North Korea's provocations and Obama's foreign policy direction influenced the decisions. During Moon's administration, the internal situation was controlled by public dissatisfaction with unification policies, the closure of the KIC, and the role of the Progressive Party. In external situations, Trump's policy direction controlled every action taken by Moon. Further findings revealed differences in the unification dimensions of the two administrations: under Lee's administration, unification reached Unification Process A, while under Moon's administration, unification reached Unification Process B. | |
| 46092 | 49455 | F1C021040 | PERAN DIRECTOR OF PHOTOGRAPHY (DOP) DALAM PENCIPTAAN KARYA FILM “COWONGSEWU, HARMONI DI BALIK TRANSFORMASI RITUS BANYUMASAN” | Tugas akhir penciptaan karya ini membahas peran Director of Photography (DoP) dalam proses penciptaan Film Dokumenter “Cowongsewu, Harmoni di Balik Trasformasi Ritus Banyumasan”, yang mengangkat perubahan ritual budaya Cowongan di Banyumas menjadi seni pertunjukan. Transformasi ini dilakukan sebagai respons atas modernisasi, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai spiritual budaya lokal. Salah satu transformasi tersebut adalah aturan dalam ritual Cowongan yang tidak berlaku dalam seni pertunjukan, seperti harus diperagakan oleh wanita yang suci atau sedang tidak haid. Selain itu, ritual Cowongan dalam bentuk seni pertunjukan telah beralih fungsi dari ritual pemanggil hujan menjadi sebuah hiburan bagi masyarakat setempat. Film dokumenter ini bertujuan menjelaskan apa saja transformasi budaya ritual Cowongan menjadi seni pertunjukan. Dalam proses kreasinya, seorang director of photography memiliki peranan dari tahap pra-produksi hingga pasca produksi. Keterlibatannya mengarahkan batasan dalam pembuatan film yang menyoroti bahwa transformasi pertunjukan Cowongsewu ditujukan agar dapat melibatkan partisipasi masyarakat luas, sehingga Cowongsewu dikenal sebagai perayaan yang mengusung kesinambungan antara manusia dan sekitarnya. Penciptaan karya ini menggunakan pendekatan teori kritis Habermas untuk menganalisis dimensi sosial, subjektif dan objektif dalam perubahan budaya tersebut. Hasilnya menunjukan bahwa penyuntingan visual yang tepat mampu memperkuat narasi dokumenter dan menjaga kesinambungan makna antara tradisi dan bentuk pertunjukan modern. Karya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal. Selain itu, dokumenter ini juga dapat menjadi referensi akademik bagi penciptaan karya serupa di masa mendatang. | This final project discusses the role of director of photography in the process of creating the documentary film “Cowongsewu, Harmony Behind the Transformation of Banyumasan Rite”, which describes the transformation of the Cowongan cultural ritual in Banyumas into a performing art. This transformation was carried out as a response to modernization, while still maintaining the spiritual values of local culture. One of the transformations is the rules in the Cowongan ritual that do not apply in performing arts, such as having to be performed by women who are pure or not menstruating. In addition, the Cowongan ritual in the form of performance art has shifted its function from a rain-calling ritual to an entertainment for the local community. This documentary aims to explain what are the cultural transformations of the Cowongan ritual into performing arts. In the creation process, a director of photography has a role from pre-production to post-production. His involvement directs the boundaries of filmmaking that highlights that the transformation of Cowongsewu performances is intended to involve the participation of the wider community, so that Cowongsewu is known as a celebration that carries the continuity between humans and their surroundings. The creation of this work uses Habermas' critical theory approach to analyze the social, subjective and objective dimensions of cultural change. The results show that proper visual editing can strengthen the documentary narrative and maintain the continuity of meaning between tradition and modern performance forms. This work is expected to increase public awareness of the importance of preserving local culture. In addition, this documentary can also be an academic reference for the creation of similar works in the future. | |
| 46093 | 49456 | H1C021026 | Karakteristik Endapan Paleotsunami Berdasarkan Analisis Granulometri dan Foraminifera Pada Daerah Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten | Daerah Selat Sunda merupakan wilayah yang rawan terhadap bencana tsunami karena keberadaan Gunung Anak Krakatau sebagai gunung api aktif yang dapat memicu terjadinya tsunami. Meskipun sejarah tsunami di kawasan ini cukup intens, seperti kejadian pada tahun 1883 dan 2018, studi mengenai endapan paleotsunami di daerah ini masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan dan karakteristik endapan paleotsunami di wilayah pesisir Selat Sunda melalui analisis granulometri dan foraminifera. Hasil penelitian menunjukkan adanya lapisan endapan pasir paleotsunami pada kedalaman 16–32 cm yang memiliki ukuran butir antara coarse sand hingga medium sand, dengan sortasi yang buruk dan kecenderungan dominasi butiran halus, menandakan energi pengendapan yang tinggi dan variatif. Analisis foraminifera mengidentifikasi 11 spesies yang berasal dari zona neritik luar hingga zona litoral, mengindikasikan gelombang tsunami menggerus material sedimen dari kedalaman laut tersebut. Temuan ini memperkuat bukti adanya kejadian tsunami di masa lalu dan memberikan informasi penting untuk mitigasi bencana di kawasan Selat Sunda. | The Sunda Strait region is highly vulnerable to tsunami hazards due to the presence of Anak Krakatau, an active volcano that can trigger tsunami events. Although the area has a significant history of tsunamis, such as those in 1883 and 2018, research on paleotsunami deposits in this region remains limited. This study aims to identify the presence and characteristics of paleotsunami deposits along the coastal area of the Sunda Strait using granulometric and foraminiferal analyses. The results reveal a paleotsunami sand deposit layer at a depth of 16–32 cm, characterized by grain sizes ranging from coarse sand to medium sand, poor sorting, and a tendency for fine grain dominance, indicating high and variable depositional energy. Foraminiferal analysis identified 11 species originating from the outer neritic to litoral zones, suggesting that tsunami waves eroded sediment material from these marine depths. These findings strengthen the evidence of past tsunami events and provide important information for disaster mitigation in the Sunda Strait region. | |
| 46094 | 49458 | K1A021081 | Purifikasi Parsial dan Karakterisasi Enzim Urease dari Biji Kedelai Hitam (Glycine max (L.) Merrill) Menggunakan Aseton | Kedelai hitam merupakan salah satu tanaman potensial yang dapat menghasilkan enzim urease. Urease merupakan enzim yang berperan sebagai katalis dalam proses hidrolisis urea menjadi NH3 dan CO2, serta telah banyak dimanfaatkan dalam berbagai proses industri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan ekstraksi, fraksinasi, dan karakterisasi enzim urease dari biji kedelai hitam. Penelitian dimulai dengan melakukan ekstraksi biji kedelai hitam dan diperoleh ekstrak kasar enzim urease. Ekstrak kasar enzim selanjutnya dilakukan fraksinasi menggunakan aseton dengan perbedaan tingkat kejenuhan 20, 40, 60, dan 80%. Hasil fraksi yang memiliki aktivitas spesifik tertinggi dikarakterisasi meliputi variasi suhu inkubasi, pH, konsentrasi substrat, waktu penyimpanan pada suhu 4 °C, dan penetapan berat molekul menggunakan SDS-PAGE. Aktivitas spesifik tertinggi pada penelitian ini ditunjukkan pada fraksi dengan tingkat kejenuhan aseton 60% (F60) yang memiliki tingkat kemurnian 2,6 kali dibandingkan ekstrak kasarnya. Kondisi optimum F60 berada pada suhu inkubasi 35 °C, pH 7, konsentrasi substrat 550 ppm dengan nilai aktivitas spesifik sebesar 0,042 U/mg, dan didapatkan pula nilai Vmaks dan KM berturut-turut pada ekstrak kasar adalah 0,0343 ppm/menit; 0,00423 M, sedangkan pada F60 adalah 0,0541 ppm/menit; 0,00279 M. Nilai aktivitas spesifik enzim urease F60 sisa 40% pada hari ke-4 dalam penyimpanan suhu 4 °C. Terdapat pula tujuh pita protein pada sampel hasil fraksi 60% dengan berat molekul 104,4; 98,3; 74,7; 48,7; 35,9; 16,2; dan 12,7 kDa. | Black soybean is one of the potential plants that can produce urease enzyme. Urease is an enzyme that acts as a catalyst in the process of urea hydrolysis into NH3 and CO2, and has been widely utilized in various industrial processes. This research aims to extract, fractionate, and characterize urease enzyme from black soybean seeds. The research began with the extraction of black soybean seeds and obtained crude extract of urease enzyme. The enzyme crude extract was then fractionated using acetone with different saturation levels of 20, 40, 60, and 80%. The fraction with the highest specific activity was characterized including variations in incubation temperature, pH, substrate concentration, storage time at 4 °C, and molecular weight determination using SDS-PAGE. The highest specific activity in this study was shown in the fraction with 60% acetone saturation level (F60) which has a purity level of 2.6 times compared to the crude extract. The optimum conditions of F60 were at incubation temperature of 35 °C, pH 7, substrate concentration of 550 ppm with a specific activity value of 0.042 U/mg, and also obtained Vmax and KM values in the crude extract were 0.0343 ppm/min; 0.00423 M, while in F60 were 0.0541 ppm/min; 0.00279 M, respectively. The specific activity value of urease enzyme F60 remained 40% on the fourth day of storage at 4 °C. There were also seven protein bands in the 60% fraction sample with a molecular weight of 104.4; 98.3; 74.7; 48.7; 35.9; 16.2; and 12.7 kDa. | |
| 46095 | 49459 | K1A021071 | Sintesis Membran Selulosa Nata De Coco Termodifikasi NA2EDTA Untuk Adsorpsi Logam Berat Timbal (Pb) | Pencemaran logam timbal (Pb) di perairan menjadi masalah serius yang dapat mengancam keseimbangan ekosistem. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas membran selulosa nata de coco termodifikasi Na2EDTA sebagai adsorben logam Pb melalui pembentukan senyawa kompleks stabil. Karakterisasi membran dilakukan menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) dan analisis berat molekul relatif, sedangkan kinerja adsorpsi diuji dengan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada variasi pH (4, 7, 9), waktu kontak (30-120 menit), dan konsentrasi Pb (10-30 mg/L). Analisis data dilakukan dengan model kinetika adsorpsi dan isoterm. Hasil menunjukkan penyerapan tertinggi pada pH 7 (31,82%), waktu kontak 90 menit (6,38%), dan konsentrasi logam Pb 20 mg/L (64,45%) dengan konstanta laju kinetika orde satu (k1) = 3,99 x 10-4 menit-1. Analisis isoterm sesuai dengan model Freundlich (R2 = 0,814), mengindikasikan proses adsorpsi multilayer pada permukaan heterogen. Membran termodifikasi ini berpotensi sebagai material alternatif untuk remediasi limbah logam berat. | Lead metal (Pb) pollution in waters is a serious problem that can threaten the balance of the ecosystem. This study aimed to analyze the effectiveness of Na2EDTA-modified nata de coco cellulose membrane as a Pb metal adsorbent through the formation of stable complex compounds. Membrane characterization was conducted using Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) and relative molecular weight analysis. Meanwhile, adsorption performance was tested with an Atomic Absorption Spectrophotometer (SSA) at various pH (4, 7, 9), contact time (30-120 min), and Pb concentration (10-30 mg/L). Data analysis was performed with adsorption kinetics and isotherm models. The results showed the highest adsorption at pH 7 (31,82%), a contact time of 90 minutes (6,38%), and a Pb metal concentration of 20 mg/L (64,45%), with a first-order kinetics rate constant (k1) of 3,99 × 10-4 min-1. The isotherm analysis fitted the Freundlich model (R2 = 0,814), indicating a multilayer adsorption process on the heterogeneous surface. This modified membrane had potential as an alternative material for heavy metal waste remediation. | |
| 46096 | 49745 | F1F021052 | Analisis Perubahan Kebijakan Pembangunan Tembok Amerika Serikat-Meksiko Era Kepemiminan Joe Biden Pada Tahun 2023 | Penolakan Biden terhadap pembangunan tembok perbatasan saat kampanye berubah menjadi persetujuan atas sebagian proyek pada 2023, yang menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi kebijakannya. Untuk memahami perubahan ini, digunakan pendekatan karakteristik individu dari Hermann (1980) dengan menelaah empat aspek dalam kepemimpinannya: kepercayaan, motif, gaya pengambilan keputusan, dan gaya interpersonal. Analisis menunjukkan bahwa nilai-nilai liberal dan pendekatan humanis tetap menjadi dasar pertimbangannya tetapi realitas politik dan hukum memaksa Biden mengambil keputusan yang kompromistis menjelang pemilu. Langkah ini bukan bentuk perubahan ideologi, melainkan adaptasi rasional terhadap kondisi yang kompleks. Temuan ini menekankan pentingnya memahami karakter personal pemimpin dalam membaca arah kebijakan, khususnya dalam isu yang sensitif seperti imigrasi dan keamanan perbatasan. | Biden’s opposition to the border wall during his campaign shifted into partial approval in 2023, raising questions about the consistency of his policy direction. To examine this shift, the study applies Hermann’s (1980) leadership traits framework, focusing on four components: beliefs, motives, decision style, and interpersonal style. The analysis finds that liberal and humanitarian values remained central to Biden’s approach. Still, legal and political realities led him to a compromise-oriented decision ahead of the election. This response does not reflect an ideological change, but rather a rational adaptation to complex conditions. The findings highlight the significance of individual character in shaping policy outcomes, especially in sensitive issues such as immigration and border security. | |
| 46097 | 49971 | L1C021018 | ESTIMASI STOK KARBON BIOMASSA DAN PROFIL KARBON ORGANIK SEDIMEN PERMUKAAN DI EKOSISTEM MANGROVE KALI IJO, KEBUMEN | Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam mitigasi perubahan iklim melalui kemampuannya sebagai penyerap dan penyimpan karbon khususnya pada sistem penyimpanan karbon biru. Potensi karbon di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Kali Ijo penting untuk menyediakan data ilmiah yang mendukung upaya konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerapatan mangrove, mengestimasi stok karbon pada biomassa dan sedimen, serta mengkaji hubungan antara jenis sedimen dengan kandungan karbon organik di ekosistem mangrove KEE Kali Ijo, Kebumen. Lokasi dan tempat Metode yang digunakan adalah survei lapangan dengan analisis data kerapatan, perhitungan stok karbon biomassa menggunakan persamaan alometrik, analisis karbon organik sedimen melalui metode Walkley-Black, dan uji korelasi Pearson untuk menganalisis hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan total stok karbon biomassa mencapai 1539,76 ton C ha-1 dengan dominasi dari spesies R. stylosa, sementara rata-rata kandungan karbon organik sedimen tergolong tinggi yaitu sebesar 3,46% C. Analisis korelasi membuktikan adanya hubungan positif yang sangat kuat dengan nilai r=0,806 antara fraksi liat dengan karbon sedimen, dan hubungan negatif yang kuat dengan nilai r=-0,770 dengan fraksi pasir. Hal ini membuktikan bahwa persentase karbon sedimen dipengaruhi oleh jenis fraksi sedimen mangrove. | Mangrove ecosystems have a important role in climate change mitigation through their capacity as blue carbon sinks. Understanding the carbon potential in the Essential Ecosystem Area (KEE) of Kali Ijo is vital for providing scientific data to support conservation efforts. This study aimed to analyze mangrove density, estimate carbon stocks in biomass and sediment, and examine the relationship between sediment type and organic carbon content in the KEE Kali Ijo mangrove ecosystem, Kebumen. The study employed a field survey method, with data analysis including mangrove density, biomass carbon stock calculation using allometric equations, sediment organic carbon analysis via the Walkley-Black method, and Pearson's correlation test to analyze the relationships between variables. The results revealed a total biomass carbon stock of 1539.76 tons C/ha, dominated by the species R. stylosa, while the average sediment organic carbon content was high at 3.46% C. Correlation analysis confirmed a very strong positive relationship (r=0.806) between the clay fraction and sediment carbon, and a strong negative relationship (r=-0.770) with the sand fraction. This proves that the percentage of sediment carbon is influenced by the mangrove sediment fraction. | |
| 46098 | 50032 | E1A021103 | EFEKTIVITAS PENDAMPINGAN ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL OLEH UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK (UPTD PPA) KABUPATEN BANYUMAS | Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Banyumas terus meningkat dan membutuhkan penanganan melalui pelayanan khusus berupa pendampingan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pelaksanaan serta menganalisis efektivitas pendampingan anak korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh UPTD PPA Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan sumber data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan dilakukan melalui tahapan asesmen, pengelolaan kasus, pendampingan korban melalui surat rujukan oleh UPTD PPA kepada instansi pihak ketiga, monitoring dan evaluasi, hingga terminasi kasus. Pelaksanaan pendampingan anak korban kekerasan seksual oleh UPTD PPA Kabupaten Banyumas belum efektif karena anak korban kekerasan seksual belum sepenuhnya memperoleh layanan pendampingan rehabilitasi sosial dan reintegrasi sosial, yang disebabkan oleh terbatasnya jumlah pendamping. Oleh karena itu, diperlukan penambahan jumlah pendamping serta penguatan koordinasi dengan instansi terkait guna memastikan seluruh kebutuhan korban dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terpadu sesuai standar pelayanan yang berlaku. | Cases of sexual violence against children in Banyumas Regency continue to increase, requiring special handling through assistance services provided by the Regional Technical Implementation Unit for the Protection of Women and Children (UPTD PPA). This study aims to identify the implementation and analyze the effectiveness of assistance for child victims of sexual violence carried out by UPTD PPA Banyumas. The research method used is empirical juridical with primary and secondary data sources. The results indicate that the assistance process includes assessment, case management, victim referral by UPTD PPA to third-party institutions, monitoring and evaluation, and case termination. The implementation of assistance has not been fully effective, as many child victims have not received adequate social rehabilitation and reintegration services. This is mainly due to the limited number of available assistants. Therefore, it is necessary to increase the number of assistants and strengthen coordination with related institutions to ensure that all victims’ needs can be addressed promptly, appropriately, and in an integrated manner according to the applicable service standards. | |
| 46099 | 49460 | K1A021021 | AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIINFLAMASI PEPTIDA BIOAKTIF HASIL HIDROLISIS PROTEIN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) MENGGUNAKAN PROTEASE Bacillus subtillis B209 | Penyakit degeneratif yang disebabkan oleh radikal bebas memunculkan pengembangan senyawa antioksidan dan antiinflamasi alami, salah satunya dari peptida bioaktif. Peptida bioaktif dapat diperoleh salah satunya melalui hidrolisis enzimatik menggunakan protein ikan lele (Clarias gariepinus). Tahapan penelitian meliputi isolasi protein ikan lele, produksi ekstrak kasar enzim protease dari bakteri Bacillus subtilis B209, serta karakterisasi suhu dan pH. Protein ikan lele dihidrolisis menggunakan ekstrak kasar enzim variasi waktu 10, 20, 30, 40, 50, dan 60 menit pada kondisi optimum dan ditentukan nilai derajat hidrolisis serta diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Protein hidrolisat dengan persentase inhibisi tertinggi ditentukan nilai IC50, AAI (Antioxidant Activity Index), aktivitas antiinflamasi, SDS-PAGE, dan uji hemolisis. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas optimum enzim bekerja pada suhu 45 °C dan pH 8. Nilai derajat hidrolisis tertinggi tercapai pada waktu hidrolisis 60 menit sebesar 65,823%. Persentase inhibisi tertinggi terhadap radikal DPPH sebesar 35,61% terjadi pada waktu inkubasi 10 menit dengan nilai IC50 sebesar 1,4364 mg/mL dan AAI sebesar 0,013. Aktivitas antiinflamasi ditunjukkan dengan persentase inhibisi sebesar 26,61%. Keberadaan pita protein analisis SDS-PAGE yakni PIL pada 11; 35-48; dan 180 KDa, sementara PHL-10 pada <11 KDa. Persentase hemolisis diperoleh sebesar 4,93% yang menunjukkan bahwa protein hidrolisat ikan lele sedikit lisis terhadap sel darah merah. | Degenerative diseases caused by free radicals have led to the development of natural antioxidant and anti-inflammatory compounds, one of which is bioactive peptides. Bioactive peptides can be obtained through enzymatic hydrolysis using catfish protein (Clarias gariepinus). The research stages included isolation of catfish protein, production of protease enzyme crude extract from Bacillus subtilis B209 bacteria, and characterization of temperature and pH. Catfish protein was hydrolysed using enzyme crude extract for various a times of 10, 20, 30, 40, 50, and 60 minutes at optimum conditions and the degree of hydrolysis was determined and tested for antioxidant activity using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method. Protein hydrolysate with the highest inhibition percentage were determined for IC50, AAI (Antioxidant Activity Index), anti-inflammatory activity, SDS-PAGE, and hemolysis test. The results showed that the optimum activity of the enzyme worked at a temperature of 45 °C and pH 8. The highest degree of hydrolysis was achieved at a hydrolysis time of 60 minutes at 65,823%. The highest percentage of inhibition against DPPH radicals of 35,61% occurred at an incubation time of 10 minutes with an IC50 value of 1,4364 mg/mL and AAI of 0,013. Anti-inflammatory activity shown with a percentage inhibition of 26.61%. The existance of protein bands in SDS-PAGE analysis, namely PIL at 11; 35-48; and 180 KDa, while PHL-10 at <11 KDa. The percentage of hemolysis obtained was 4,93%, indicating that catfish protein hydrolysate slightly lysed red blood cells. | |
| 46100 | 49461 | L1B021004 | Profil Pertumbuhan Udang Vannamei (Litopenaeus Vannamei) di CV. Cemarasewu Sumber Rejeki Cilacap Jawa Tengah | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pertumbuhan udang vannamei (Litopenaeus vannamei) pada sistem budidaya intensif di CV. Cemarasewu Sumber Rejeki, Cilacap, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan selama 65 hari pemeliharaan menggunakan metode deskriptif kuantitatif pada empat kolam dengan padat tebar tinggi (194–205 ekor/m²). Parameter yang diamati meliputi Average Daily Growth (ADG), Average Body Weight (ABW), Feed Conversion Ratio (FCR), Efisiensi Pemanfaatan Pakan (EPP), Survival Rate (SR), panen aktual, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan nilai ADG berkisar antara 0,26–0,39 g/hari dan ABW antara 29,3–31,8 g. Kisaran nilai FCR sebesar 0,84-1,28, dengan efisiensi pemanfaatan pakan 78,3–99,8%. Tingkat kelangsungan hidup (SR) berkisar antara 79,9–88,3%. Seluruh parameter kualitas air seperti suhu, pH, salinitas, oksigen terlarut, dan amonia berada dalam batas toleransi optimal untuk budidaya udang vannamei. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem budidaya intensif yang diterapkan di CV. Cemarasewu mampu mendukung pertumbuhan, efisiensi pakan, dan kelangsungan hidup udang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pertumbuhan udang vannamei (Litopenaeus vannamei) pada sistem budidaya intensif di CV. Cemarasewu Sumber Rejeki, Cilacap, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan selama 65 hari pemeliharaan menggunakan metode deskriptif kuantitatif pada empat kolam dengan padat tebar tinggi (194–205 ekor/m²). Parameter yang diamati meliputi Average Daily Growth (ADG), Average Body Weight (ABW), Feed Conversion Ratio (FCR), Efisiensi Pemanfaatan Pakan (EPP), Survival Rate (SR), panen aktual, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan nilai ADG berkisar antara 0,26–0,39 g/hari dan ABW antara 29,3–31,8 g. Kisaran nilai FCR sebesar 0,84-1,28, dengan efisiensi pemanfaatan pakan 78,3–99,8%. Tingkat kelangsungan hidup (SR) berkisar antara 79,9–88,3%. Seluruh parameter kualitas air seperti suhu, pH, salinitas, oksigen terlarut, dan amonia berada dalam batas toleransi optimal untuk budidaya udang vannamei. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem budidaya intensif yang diterapkan di CV. Cemarasewu mampu mendukung pertumbuhan, efisiensi pakan, dan kelangsungan hidup udang secara optimal. | This study aims to determine the growth profile of vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) in an intensive aquaculture system at CV. Cemarasewu Sumber Rejeki, Cilacap, Central Java. The research was conducted over a 65-day cultivation period using a descriptive quantitative method in four ponds with high stocking densities (194 205 individuals/m²). The observed parameters included Average Daily Growth (ADG), Average Body Weight (ABW), Feed Conversion Ratio (FCR), Feed Utilization Efficiency (FUE), Survival Rate (SR), actual harvest, and water quality. The results showed that ADG ranged from 0.26 to 0.39 g/day and ABW ranged from 29.3 to 31.8 g. The FCR ranged from 0.84 to 1.28, with feed utilization efficiency between 78.3% and 99.8%. The survival rate (SR) ranged from 79.9% to 88.3%. All water quality parameters, including temperature, pH, salinity, dissolved oxygen, and ammonia, were within the optimal tolerance limits for vannamei shrimp cultivation. These results indicate that the intensive aquaculture system applied at CV. Cemarasewu is capable of supporting optimal shrimp growth, feed efficiency, and survival rate. |