Home
Login.
Artikelilmiahs
49456
Update
ARIEF ALDIANSYAH
NIM
Judul Artikel
Karakteristik Endapan Paleotsunami Berdasarkan Analisis Granulometri dan Foraminifera Pada Daerah Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Daerah Selat Sunda merupakan wilayah yang rawan terhadap bencana tsunami karena keberadaan Gunung Anak Krakatau sebagai gunung api aktif yang dapat memicu terjadinya tsunami. Meskipun sejarah tsunami di kawasan ini cukup intens, seperti kejadian pada tahun 1883 dan 2018, studi mengenai endapan paleotsunami di daerah ini masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan dan karakteristik endapan paleotsunami di wilayah pesisir Selat Sunda melalui analisis granulometri dan foraminifera. Hasil penelitian menunjukkan adanya lapisan endapan pasir paleotsunami pada kedalaman 16–32 cm yang memiliki ukuran butir antara coarse sand hingga medium sand, dengan sortasi yang buruk dan kecenderungan dominasi butiran halus, menandakan energi pengendapan yang tinggi dan variatif. Analisis foraminifera mengidentifikasi 11 spesies yang berasal dari zona neritik luar hingga zona litoral, mengindikasikan gelombang tsunami menggerus material sedimen dari kedalaman laut tersebut. Temuan ini memperkuat bukti adanya kejadian tsunami di masa lalu dan memberikan informasi penting untuk mitigasi bencana di kawasan Selat Sunda.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The Sunda Strait region is highly vulnerable to tsunami hazards due to the presence of Anak Krakatau, an active volcano that can trigger tsunami events. Although the area has a significant history of tsunamis, such as those in 1883 and 2018, research on paleotsunami deposits in this region remains limited. This study aims to identify the presence and characteristics of paleotsunami deposits along the coastal area of the Sunda Strait using granulometric and foraminiferal analyses. The results reveal a paleotsunami sand deposit layer at a depth of 16–32 cm, characterized by grain sizes ranging from coarse sand to medium sand, poor sorting, and a tendency for fine grain dominance, indicating high and variable depositional energy. Foraminiferal analysis identified 11 species originating from the outer neritic to litoral zones, suggesting that tsunami waves eroded sediment material from these marine depths. These findings strengthen the evidence of past tsunami events and provide important information for disaster mitigation in the Sunda Strait region.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save