Artikelilmiahs

Menampilkan 46.161-46.180 dari 48.741 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4616149528H1D021082Integrasi Sistem Pakar dan XGBoost Untuk Prediksi Serangan Hama Padi Berdasarkan Data CuacaSektor pertanian memiliki kerentanan terhadap perubahan iklim, salah satunya faktor cuaca seperti suhu, kelembaban, curah hujan, dan kecepatan angin. Kondisi cuaca yang ekstrem dapat meningkatkan risiko persebaran hama. Sebagai salah satu makanan pokok Indonesia, padi merupakan komoditas yang paling terdampak oleh serangan hama. Kurangnya persiapan terhadap serangan hama yang akan terjadi membuat produktivitas padi menurun. Oleh karena itu, dibuat sistem untuk memprediksi serangan hama padi berdasarkan cuaca dengan mengintegrasikan sistem pakar dan xgboost. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan peringatan dini kepada petani terhadap potensi serangan hama yang akan muncul. Output dari penelitian ini berupa website agar mudah diakses pengguna. Pengembangan sistem dilakukan dengan metode Expert System Development Life Cycle (ESDLC) dan diuji dengan confusion matrix. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tingkat akurasi 82% dan dapat memberikan hasil prediksi serangan hama penggerek batang padi, wereng batang coklat, hama putih palsu, walang sangit, dan tidak ada serangan pada tanggal yang dipilih. Hasil prediksi yaitu dapat memberikan peringatan pada petani maksimal 3 hari lebih awal. Selain memberikan prediksi, sistem juga dapat menampilkan potensi datangnya hama yang akan menyerang selain prediksi utama model. Hal tersebut membuktikan bahwa penelitian ini dapat memberikan peringatan dini kepada petani dalam mengatasi serangan hama.The agricultural sector is vulnerable to climate change, particularly due to weather factors such as temperature, humidity, rainfall, and wind speed. Extreme weather conditions can increase the risk of pest outbreaks. As a primary staple food in Indonesia, rice is the commodity most affected by pest attacks. A lack of preparation for potential pest attacks leads to decreased rice productivity. Therefore, a system was developed to predict rice pest attacks based on weather by integrating an expert system with XGBoost. The objective of this research is to provide an early warning to farmers regarding potential pest outbreaks. The output of this research is a website to ensure easy access for users. The system was developed using the Expert System Development Life Cycle (ESDLC) and evaluated with a confusion matrix. The results of this research show an accuracy rate of 82%. The model can predict attacks by rice stem borer, brown planthopper, rice leaf folder, and rice stink bug, as well as periods of no attack, for a selected date. The prediction results can provide farmers with a warning up to three days in advance. In addition to the main prediction, the system also displays the potential risk of other pests. This demonstrates that the research's objective to provide an early warning for farmers, has been successfully achieved.
4616249529D1A021055Sistem Mixed Cropping Tanaman Rumput Pakchong-Gamal Pengaruhnya Terhadap Jumlah Daun dan Diameter Batang Rumput Pakchong pada Berbagai Umur PanenPenelitian berjudul “Sistem Mixed Cropping Tanaman Rumput Pakchong-Gamal Pengaruhnya Terhadap Jumlah Daun dan Diameter Batang Rumput Pakchong pada Berbagai Umur Panen”. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Maret-September 2024 di lahan Experimental Farm Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh sistem mixed cropping dan umur panen berbeda terhadap jumlah daun dan diameter batang rumput pakchong. Materi yang digunakan adalah rumput pakchong yang ditanam dengan sistem monokultur dan mixed cropping serta telah melalui proses trimming pada umur 90 hari. Penanaman dilakukan pada lahan seluas 230,4 m2 dengan ukuran setiap petak 3 x 3,2 m dan jarak tanam 0,8 x 0,6 m. Metode penelitian menggunakan split plot design (SPD) berbasis rancangan acak kelompok (RAK) dengan pola 2 x 3 yang terbagi menjadi 4 kelompok. Perlakuan faktor pertama (main plot) yaitu sistem tanam (T) yang terdiri dari sistem tanam monokultur dan sistem mixed cropping rumput pakchong-gamal. Perlakuan faktor kedua (sub plot) yaitu umur panen (P) 42; 56; dan 70 hari setelah tanam (HST). Hasil dari sistem mixed cropping berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah daun dan diameter batang rumput pakchong. Faktor umur panen 42, 56, dan 70 HST berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap jumlah daun dan diameter batang rumput pakchong. Berdasarkan hasil disimpulkan bahwa sistem mixed cropping rumput pakchong-gamal dapat meningkatan jumlah daun dan diameter batang rumput pakchong.The study is titled "Mixed Cropping System of Pakchong-Gamal Grass Plants: Its Effect on the Number of Leaves and Stem Diameter of Pakchong Grass at Various Harvest Ages". The research was carried out in March-September 2024 on the land of the Experimental Farm, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University. The purpose of the study was to determine the effect of mixed cropping systems and different harvest ages on the number of leaves and the stem diameter of pakchong grass. The material used is pakchong grass, which is grown with monoculture and mixed cropping systems and has gone through a trimming process at the age of 90 days. Planting was carried out on an area of 230.4 m2 with a size of 3 x 3.2 m per plot and a planting distance of 0.8 x 0.6 m. The research method used a split plot design (SPD) based on randomized complete block design (RCBD) with a 2 x 3 pattern which was divided into 4 groups. The first factor treatment (main plot) is the planting system (T) which consists of a monoculture planting system and a mixed cropping system of pakchong-gamal grass. The treatment of the second factor (sub-plot) is the harvest age (P) 42; 56; and 70 days after planting (HST). The results of the mixed cropping system had a significant effect (P<0.05) on the number of leaves and the stem diameter of pakchong grass. Harvest age factors of 42, 56, and 70 HST had a very significant effect (P<0.01) on the number of leaves and the stem diameter of pakchong grass. Based on the results, it was concluded that the mixed cropping system of pakchong-gamal grass can increase the number of leaves and the stem diameter of pakchong grass.
4616349532L1A021039KEANEKARAGAMAN DAN RASIO KELAMIN IKAN DI HULU SUNGAI KLAWING
KABUPATEN PURBALINGGA JAWA TENGAH
Penelitian ini berjudul “Keanekaragaman dan Rasio Kelamin Ikan di Hulu Sungai Klawing,
Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Keanekaragaman ikan merupakan variasi jumlah
dan jenis ikan di suatu perairan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui keanekaragaman
dan rasio kelamin ikan di hulu Sungai Klawing. Penelitian dilakukan pada bulan MaretMei 2024 di 3 stasiun pengambilan sampel yaitu Stasiun 1 (Karangturi), Stasiun 2
(Banjaran), Stasiun 3 (Lamongan). Metode penelitian yakni survei dan purposive
sampling. Data dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener dan uji
Chisquare. Ada 9 spesies ikan yang tertangkap di hulu Sungai Klawing. Indeks
keanekaragaman ikan di hulu Sungai Klawing termasuk dalam kategori sedang dengan
H’ sebesar 2,19 dan rasio kelamin ikan secara keseluruhan relatif seimbang.
This research is entitled “Fish Diversity and Sex Ratio in the Upstream of Klawing River,
Purbalingga Regency, Central Java.” Fish diversity refers to the variation in the number and
species of fish in the waters. The research aimed to determine the diversity and sex ratio of
fish in the upstream of Klawing River. The research was conducted between March-May
2024 at three sampling stations, i.e Station 1 (Karangturi), Station 2 (Banjaran), and
Station 3 (Lamongan). The research methods is a survey and purposive sampling. Data were
analyzed using the Shannon-Wiener diversity index and the Chi-square test. There are 9
species of fish caughted in the upstream of the Klawing River. The diversity index in the
upstream of Klawing River were into the moderate category with an H’ value of 2.19, and
the overall sex ratio of fish relatively balanced.
4616449533J0A022076Bilingual Booklet on ‘Kancil’ Innovation: Promoting Public Services of Immigration Office Class I TPI CilacapLaporan Tugas Akhir ini berjudul “Bilingual Booklet On ‘Kancil’ Innovation: Promoting Public Services of Immigration Office Class I TPI Cilacap”, ditulis berdasarkan kegiatan magang yang dilaksanakan pada 20 Agustus – 04 Desember 2024 di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cilacap. Isi laporan ini mencakup aktivitas selama magang, proses pembuatan booklet dua bahasa (Indonesia dan Inggris), serta tantangan dan solusi yang dihadapi. Booklet ini dirancang sebagai sarana informasi layanan ‘Kancil’ bagi pemohon layanan, baik Warga Negara Indonesia maupun Warga Negara Asing. Isinya mencakup rincian utama seperti definisi, manfaat, jadwal layanan, dan dokumen yang diperlukan.
Pembuatan booklet ini melibatkan beberapa tahapan penting, mulai dari pengumpulan data hingga distribusi akhir. Prosesnya dimulai dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan staf Kantor Imigrasi Cilacap. Selain itu, dokumentasi berupa foto-foto aktivitas dan fasilitas layanan juga dilakukan sebagai pelengkap visual. Setelah konten selesai, proses desain dilakukan dengan menggunakan Canva, di mana font, skema warna, dan tata letak yang tepat dipilih untuk memastikan booklet yang informatif dan menarik secara visual. Langkah akhir dari booklet ini adalah mendistribusikannya. Booklet versi cetak dibuat sebanyak 20 eksemplar dan disebarkan ke titik-titik strategis di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cilacap, sedangkan versi digital disebarluaskan melalui kode QR yang dipasang dalam bentuk banner di lokasi dekat area customer service untuk memastikan visibilitas yang tinggi bagi para pengunjung kantor.
Selama proses penyusunan booklet, beberapa kendala ditemui dan solusi ditemukan. Kendala-kendala tersebut meliputi pengaturan tata letak yang sesuai dengan dua bahasa sekaligus menjaganya agar tetap menarik secara visual dan memastikan isinya tetap relevan bagi penduduk lokal dan orang asing. Untuk mengatasi hal ini, saya secara teratur berkonsultasi dengan dosen pembimbing, berkoordinasi dengan petugas di Kantor Imigrasi Cilacap, dan merevisi booklet beberapa kali untuk meningkatkan kualitas visual dan kejelasan konten.
This final report, entitled “Bilingual Booklet On ‘Kancil’ Innovation: Promoting Public Services of Immigration Office Class I TPI Cilacap”, is written based on job training activities carried out on August 20 – December 04, 2024 at the Immigration Office Class I TPI Cilacap. The contents of this report include activities during the job training, the process of creating a bilingual booklet (Indonesian and English), as well as the obstacles and solutions faced during the job training. This booklet is designed to provide information on ‘Kancil’ innovations for service users, both Indonesian and foreign citizens. The contents include key details such as the definition, benefits, service schedules, and required documents.
The creation of the bilingual booklet involves several key stages, starting from data collection to the final distribution. The process begins with the data collection through observation and interview with Cilacap Immigration Office staff. In addition, documentation in the form of photos of activities and service facilities is also carried out as a visual complement. Once the content is finalized, the design process is carried out using Canva, where appropriate fonts, color schemes, and layouts are selected to ensure the bilingual booklet is both informative and visually appealing. The final step of the bilingual booklet is distribution. The printed version of the booklet was made into 20 copies and distributed to strategic spots in the Immigration Office Class I TPI Cilacap, while the digital version was distributed via QR code installed in the form of banners at a location near the customer service area to ensure high visibility for office visitors.
During the process of creating the bilingual booklet, several obstacles were encountered and solutions were found. These obstacles involved arranging the layout to suit two languages while keeping it visually appealing and ensuring the content remained relevant for both locals and foreigners. To address these, I regularly consulted with the supervising lecturer, coordination with officers at the Cilacap Immigration Office, and revised the bilingual booklet several times to improve both visual quality and content clarity.
4616549534J0A022075Creating Bilingual Posters To Increase Human Trafficking Awarness At The Cilacap Class I Immigration Office Laporan tugas akhir ini berjudul "Creating Bilingual Posters to Increase Human Trafficking Awarness at The Cilacap Class I Immigration Office". Laporan tugas akhir ini disusun berdasarkan kegiatan magang yang berlangsung selama tiga setengah bulan, yakni sejak 20 Agustus hingga 3 Desember 2024, di Kantor Imigrasi Kelas I Cilacap. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk merancang tiga poster dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, yang berisi informasi serta imbauan terkait maraknya kasus perdagangan orang di masa kini. Laporan tugas akhir ini mencakup seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilakukan selama magang, berbagai tantangan yang dihadapi, serta proses pembuatan ketiga poster dwibahasa tersebut.
Proses pembuatan poster, dalam bentuk digital dan cetak, dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahapan pembuatan poster dimulai dengan kegiatan observasi, dokumentasi, serta wawancara dengan Kepala Subbagian Teknologi dan Informasi. Setelah itu, dilanjutkan ke tahap perancangan poster menggunakan platform Canva, yang mencakup pemilihan latar belakang, jenis dan ukuran font, warna, elemen visual, serta penataan layout. Selain aspek desain, penentuan konten juga menjadi fokus utama, dengan memastikan informasi yang disampaikan relevan, jelas, dan penting terkait isu perdagangan manusia.
Selama pelaksanaan magang serta proses pembuatan poster sebagai produk tugas akhir, saya menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa di antaranya adalah penyesuaian tata letak desain, merancang tema yang berbeda namun tetap saling berkaitan antar poster, serta menentukan informasi yang tepat untuk dimasukkan agar pesan yang disampaikan dapat dipahami dengan jelas oleh pembaca. Proses ini juga melibatkan sesi konsultasi bersama Kepala Subbagian Teknologi dan Informasi selaku penanggung jawab pengelolaan media informasi, serta dengan dosen pembimbing. Melalui kegiatan praktik kerja lapangan ini, dapat disimpulkan bahwa Kantor Imigrasi Kelas I Cilacap membutuhkan materi informasi mengenai isu perdagangan orang, khususnya dalam dua bahasa (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) mengingat pengunjung kantor tersebut berasal dari kalangan warga lokal maupun asing.
This job training report is entitled "Creating Bilingual Posters to Increase Human Trafficking Awarness at the Cilacap Class I Immigration Office”. The report is based on an internship that took place over three and a half months, from August 20 to December 3, 2024, at the Cilacap Class I Immigration Office. The main objective of this job training report was to creating three bilingual posters in both Indonesian and English containing informative and persuasive content aimed at raising awareness about the increasing prevalence of human trafficking. Moreover, this job training report outlines the entire series of activities carried out during the internship, the challenges encountered, and the process of creating the three bilingual posters.
The creation of the posters, both in digital and printed formats, went through several stages. These included observation, documentation, and interviews with the Head of the Subdivision of Technology and Information. The next phase involved designing the posters using the Canva platform, which included selecting the background, font types and sizes, color schemes, visual elements, and overall layout. In addition to the design aspects, content development was a crucial focus, ensuring the information presented was relevant, clear, and significant in addressing the issue of human trafficking.
During the internship and the poster development process as the final project output, I faced a number of challenges. These included adjusting the design layout, creating distinct but thematically connected posters, and carefully selecting the information to ensure that the message conveyed was meaningful and easily understood by the audience. This process also involved consultation sessions with the Head of the Subdivision of Technology and Information, who is responsible for managing information media, as well as with the academic advisor. The internship experience highlighted that the Cilacap Class I Immigration Office requires accessible information regarding human trafficking, particularly in both Indonesian and English, due to the diverse background of its visitors, both local and international individuals.
4616649537F2C021008ANALISIS STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DIGITAL
BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) CABANG GOMBONG
DALAM UPAYA MENINGKATKAN JUMLAH PENGGUNA APLIKASI BRIMO
Abstrak
Transformasi digital perbankan telah mendorong Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengembangkan BRImo sebagai super app untuk layanan keuangan. Namun, di wilayah semi-perkotaan seperti Gombong, adopsi BRImo belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran digital yang diterapkan oleh BRI Cabang Gombong dalam meningkatkan jumlah pengguna BRImo. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa strategi komunikasi BRI Gombong mengacu pada model AISAS yang ditopang oleh konten edukatif dan promosi digital, serta didukung pendekatan personal seperti edukasi komunitas dan aktivasi nasabah. Hambatan utama adalah rendahnya literasi digital, persepsi risiko keamanan, dan keterbatasan infrastruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi digital yang adaptif dan partisipatif efektif dalam mendorong adopsi BRImo.
Kata Kunci: komunikasi pemasaran digital, BRImo, BRI Gombong, model AISAS, literasi digital
Abstract
The digital transformation of banking has driven Bank Rakyat Indonesia (BRI) to develop BRImo as a financial service super app. However, in semi-urban areas such as Gombong, BRImo adoption remains suboptimal. This study aims to analyze the digital marketing communication strategy implemented by BRI Gombong Branch to increase the number of BRImo users. A qualitative case study approach was applied, using in-depth interviews, observations, and documentation. The results reveal that BRI Gombong’s communication strategy is based on the AISAS model, supported by educational content and digital promotions, alongside personal approaches such as community education and user activation. Key barriers include low digital literacy, perceived security risks, and limited infrastructure. The study concludes that adaptive and participatory digital communication strategies effectively promote BRImo adoption.
Keywords: digital marketing communication, BRImo, BRI Gombong, AISAS model, digital literacy
4616749538C1B020094EKSPLORASI MINAT BELI KONSUMEN PADA CAFE DI KABUPATEN BANYUMAS DAN
PURBALINGGA
Penelitian ini mengeksplorasi peran Social Media Optimization terhadap Minat Beli pada cafe di
Kabupaten Banyumas dan Purbalingga, Jawa Tengah. Dalam penelitian kuantitatif ini, data
dikumpulkan melalui survei menggunakan kuesioner yang disebar kepada masyarakat aktif
menggunakan media sosial dan cafe yang sudah menggunakan media sosial. Hasil penelitian
menunjukkan beberapa temuan utama. Pertama, Social Media Optimization tidak memiliki
pengaruh langsung terhadap Minat Beli konsumen. Meskipun pemilik usaha cafe berupaya
memanfaatkan media sosial untuk promosi dan informasi, hal ini belum secara signifikan
mempengaruhi minat beli konsumen. Kedua, SMO memiliki pengaruh positif terhadap Brand
Awareness. Cafe -ce fe di daerah tersebut aktif menggunakan berbagai platform media sosial untuk
memasarkan produk mereka, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keberadaan
mereka, dan mendukung potensi penjualan. Namun, temuan ketiga menyatakan bahwa Brand
Awareness tidak memiliki pengaruh langsung terhadap Minat Beli konsumen. Meskipun pemilik
usaha berusaha meningkatkan nilai tambah produk dan membuat signature menu, hal ini belum
secara langsung memengaruhi minat beli konsumen. Temuan keempat menunjukkan bahwa
Brand Awareness memediasi hubungan antara SMO dan Minat Beli. Artinya, kesadaran merek
dapat menjadi perantara penting untuk mempengaruhi minat beli konsumen. Terakhir, Brand
Exposure tidak mampu memoderasi hubungan antara SMO dan Minat Beli. Meskipun cafe -cafe di
daerah tersebut berupaya meningkatkan Brand Exposure melalui promosi dan branding,
pengaruhnya tidak cukup signifikan dalam memoderasi hubungan antara SMO dan Minat Beli.
Dengan demikian, penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana SMO,
Brand Awareness, dan Brand Exposure saling berhubungan di konteks UMKM cafe , dengan
implikasi pada upaya meningkatkan minat beli konsumen.
This research explores the role of Social Media Optimization on Purchase Intention in cafes in
Banyumas and Purbalingga Regencies, Central Java. In this quantitative study, data were collected
through surveys using questionnaires distributed to individuals actively using social media and cafes
that already utilize social media. The research findings reveal several key insights. Firstly, Social
Media Optimization does not have a direct influence on consumer Purchase Intention. Despite café
owners' efforts to leverage social media for promotion and information, it has not significantly
impacted consumer purchasing intentions. Secondly, SMO has a positive influence on Brand
Awareness. Cafés in the region actively use various social media platforms to market their products,
enhance public awareness of their existence, and support potential sales. However, the third finding
states that Brand Awareness does not have a direct influence on consumer Purchase Intention. this
has not directly influenced consumer purchasing intentions. The fourth finding indicates that Brand
Awareness mediates the relationship between SMO and Purchase Intention. This implies that Brand
Awareness can be a crucial mediator in influencing consumer purchasing intentions. Finally, Brand
Exposure is unable to moderate the relationship between SMO and Purchase Intention. Despite cafes'
efforts to increase Brand Exposure through promotions and branding, its influence is not significant
enough to moderate the relationship between SMO and Purchase Intention. Therefore, this research
provides a profound understanding of how SMO, Brand Awareness, and Brand Exposure are
interrelated in the context of UMKM cafes, with implications for efforts to enhance consumer
purchase intentions.
4616849539F1A021060Representasi Sifat Pemimpin Perempuan dalam Film A Man Called Otto (2022)
Kajian pemimpin perempuan dalam film relatif masih jarang dikaji. Padahal banyak cerita sukses tentang pemimpin perempuan. Kajian ini menelaah film A Man Called Otto yang menampilkan sosok perempuan bernama Marisol. Tokoh Marisol dalam film digambarkan sebagai tokoh yang berperan penting dalam mengubah kehidupan Otto. Otto merupakan pria paruh baya yang kehilangan semangat hidup. Kajian ini bertujuan mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan menganalisis representasi sifat pemimpin yang dimiliki oleh perempuan dalam film A Man Called Otto. Penelitian ini menggunakan metode semiotik Roland Barthes yang mencakup analisis pada tingkat denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menemukan representasi sifat pemimpin perempuan yang digambarkan dalam film A Man Called Otto yaitu kemampuan perempuan menyelesaikan masalah, mempunyai keberanian dalam membela hal yang benar, dan kemampuan pantang menyerah. Representasi sifat pemimpin yang dimiliki perempuan dalam film A Man Called Otto secara tidak langsung melawan konstruksi sosial. Stereotipe dalam dunia patriarki cenderung memiliki keraguan atas kemampuan perempuan menjadi pemimpin. Penelitian ini diharapkan mampu membantu mengubah pandangan bahwa perempuan tidak mampu menjadi memimpin. The study of female leaders in film is relatively rarely studied. Yet there are many success stories about female leaders. This study examines the movie A Man Called Otto, which features a woman named Marisol. The character Marisol in the movie is portrayed as a character with an important role in changing Otto’s life. Otto is a middle-aged man who has lost his passion for life. This study aims to identify, analyze, and describe the representation of leader traits possessed by woman in the film A Man Called Otto. This study uses Roland Barthes’ semiotic method, which includes analysis at the level of denotation, connotation, and myth. The results of the study found representations of female leadership traits portrayed in the film, which are the ability of women to solve problems, have the courage to defend the right thing, and the ability to never give up. The representation of women leaders shown in the movie A Man Called Otto is indirectly against social construction. Stereotypes and patriarchy tend to have doubts about the ability of women to become leaders. This study is expected to help change the perception that women are incapable of being leaders.
4616949540F1A021046Penggunaan Bahasa dalam Media Sosial X untuk Mengungkapkan Permasalahan Akademik Mahasiswa (Analisis Wacana Kritis Akun @unsoedmfs)Akun @unsoedmfs dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk meluapkan berbagai permasalahan akademik.Dalam akun tersebut, ditemukan unggahan yang mengandung kalimat bernada menyinggung ataupun provokatif. Para pengguna juga kurang memperhatikan penggunaan bahasa. Pemilihan kata atau gaya bahasa tersebut memicu tanggapan negatif dari pengguna lain. Kondisi ini tidak jarang menimbulkan kegaduhan atau perdebatan di kolom komentar.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan bahasa pada akun @unsoedmfs dalammengungkapkan permasalahan akademik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis data wacana kritis model Norman Fairclough. Penelitian ini fokus pada tiga dimensi, yaitu dimensi tekstual (mikrostruktural), praktik produksi teks (mesostruktural), dan praktik sosial budaya (makrostruktural). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan gaya bahasa informal, slang, singkatan, dan simbol emosional seperti emoji untuk mengekspresikan tekanan akademik. Unggahan-unggahan tersebut tidak hanya menjadi tempat curhat, tetapi juga mencerminkan dinamika sosial kampus yang tidak bisa disampaikan secara langsung melalui jalur formal. Penelitian ini menemukan bahwa media sosial dapat berfungsi sebagai wadah interaksi sosial yang membentuk solidaritas, empati, dan wacana kolektif di kalangan mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahasa yang digunakan dalam akun komunitas digital tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai praktik sosial yang mencerminkan ketimpangan relasi kekuasaan, kritik terhadap sistem, serta kebutuhan akan ruang aman dan bebas untuk berekspresi.The @unsoedmfs account is utilized by students to express various academic issues. Within this account, several posts were found to contain provocative or offensive language. Users also often pay little attention to their language use. Such word choices orlanguage styles frequently provoke negative responses from other users. This condition occasionally leads to commotion or debates in the comment sections. The aim of this research is to analyze the use of language on the @unsoedmfs account in expressing academic problems. This study employs a qualitative method using Norman Fairclough’s model of critical discourse analysis. The research focuses on three dimensions: textual (microstructural), text production practices (mesostructural), and sociocultural practices (macrostructural). The findings indicate that students use informal language styles, slang, abbreviations, and emotional symbols such as emojis to express academic stress. These posts not only serve as a medium for venting but also reflect campus social dynamics that cannot be conveyed through formal channels. The study finds that social media serves as a platform for social interaction, fostering solidarity, empathy, and collective discourse among students. The research concludes that the language used in digital community accounts functions not only as a communication tool but also as a social practice that reflects power imbalances, critiques of the system, and the need for a safe and free space for self-expression.
4617049541L1C021001Percampuran Turbulen Laut Banda Bagian Barat Hingga Celah Lifamatola Pada Bulan November 2014Laut Banda memiliki dinamika oseanografi yang kompleks karena terhubung dengan Celah
Lifamatola, jalur utama masuknya massa air dalam dari Samudra Pasifik ke perairan Indonesia
timur. Penelitian ini bertujuan menganalisis profil hidrografi serta mengestimasi tingkat kestabilan
dan percampuran vertikal turbulen massa air dari Laut Banda bagian barat hingga Celah
Lifamatola pada November 2014. Data CTD dari ekspedisi EWIN diolah menggunakan SBE Data
Processing. Ditemukan dua massa air utama dari Pasifik, yaitu NPSW (Smax 34,65 PSU), SPSW
(Smax 34,97 PSU), dan NPIW (Smin 34,55 PSU). Secara umum, peningkatan laju disipasi energi
turbulen berkorelasi dengan naiknya difusivitas eddy vertikal, menandakan terjadinya
pencampuran massa air. Nilai tertinggi tercatat di lapisan termoklin Stasiun 14 (Celah Lifamatola),
yakni disipasi energi 10⁻⁶ W/kg dan difusivitas eddy 10⁻³ m²/s. Nilai ini mencerminkan intensitas
percampuran yang tinggi akibat interaksi massa air berbeda dan pengaruh arus kuat di celah sempit
tersebut
The Banda Sea exhibits complex oceanographic dynamics due to its connection with the
Lifamatola Passage, a major pathway for deep water masses entering eastern Indonesian waters
from the Pacific Ocean. This study aims to analyze hydrographic profiles and estimate the stability
and rate of vertical turbulent mixing of water masses from the western Banda Sea to the Lifamatola
Passage in November 2014. CTD data from the EWIN expedition were processed using SBE Data
Processing software. Two primary Pacific-origin water masses were identified: NPSW (Smax
34.65 PSU), SPSW (Smax 34.97 PSU), and NPIW (Smin 34.55 PSU). In general, higher turbulent
kinetic energy dissipation rates coincide with increased vertical eddy diffusivity, indicating
ongoing mixing processes. The highest values of both parameters were found in the thermocline
layer at Station 14 (Lifamatola Passage), with a dissipation rate of 10⁻⁶ W/kg and vertical eddy
diffusivity of 10⁻³ m²/s. These elevated values suggest intense turbulent mixing, likely driven by the
interaction of contrasting water masses and strong currents passing through the narrow strait.
4617149543K1C021042IDENTIFIKASI LAPISAN BAWAH PERMUKAAN SULAWESI DENGAN MENGGUNAKAN DATA GRAVITASI WGM 2012 DAN MAGNETIK EMAG2V3 UNTUK POTENSI GEOTERMALPulau Sulawesi merupakan wilayah tektonik aktif yang terletak pada pertemuan tiga lempeng utama, yaitu Lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik. Kompleksitas geologi ini menjadikan Sulawesi sebagai salah satu wilayah dengan potensi panas bumi yang signifikan, baik pada sistem vulkanik maupun non-vulkanik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lapisan bawah permukaan dan mengevaluasi parameter termal kerak bumi yang berkaitan dengan potensi panas bumi di Sulawesi, menggunakan data gravitasi WGM-12 dan data magnetik EMAG2v3. Pengolahan data gravitasi dilakukan untuk mengidentifikasi kelurusan geofisika melalui metode Tilt Derivative, Total Horizontal Derivative, dan Horizontal Tilt Angle Derivative sementara data magnetik digunakan untuk estimasi Curie Point Depth (CPD) dengan pendekatan spectral modified centroid dan defractal. Nilai CPD tersebut kemudian digunakan untuk menghitung gradien geothermal dan aliran panas (heat flow) dengan pendekatan konduktif. Hasil analisis menunjukkan bahwa arah kelurusan dominan berada pada orientasi barat laut–tenggara (NW–SE) dan timur laut–barat daya (NE–SW), searah dengan struktur sesar utama seperti Sesar Palukoro, Matano, dan Lawanopo. Nilai CPD yang diperoleh berkisar antara 15 hingga 25 km, dengan sebaran heatflow yang tinggi terdeteksi pada zona sesar aktif dan wilayah sekitar intrusi magmatik. Pola kelurusan yang rapat dan kontras anomali termal yang tinggi menunjukkan bahwa zona-zona tersebut berperan sebagai jalur migrasi fluida reservoir panas bumi. Integrasi antara data potensial gravitasi dan magnetik global memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai struktur dan karakteristik termal bawah permukaan Sulawesi. Temuan ini mendukung pemetaan zona prospektif untuk eksplorasi panas bumi, khususnya pada sistem non-vulkanik, serta menjadi dasar untuk studi lanjutan dalam pemodelan geologi dan potensi energi terbarukan di wilayah Indonesia bagian timur.Sulawesi Island is a tectonically active region situated at the convergence of three major lithospheric plates: the Eurasian, Indo-Australian, and Pacific plates. This complex geological setting endows the island with significant geothermal potential, including both volcanic and non-volcanic systems. This study aims to delineate subsurface layers and assess the thermal parameters of the crust associated with geothermal potential in Sulawesi, utilizing global gravity data from the WGM-12 model and magnetic data from EMAG2v3. Gravity data were processed to extract geophysical lineaments using Tilt Derivative, Total Horizontal Derivative, and Horizontal Tilt Angle Derivative, while magnetic data were analyzed to estimate the Curie Point Depth (CPD) using spectral modified centroid and defractal methods. CPD values were subsequently used to calculate the geothermal gradient and heat flow through conductive modeling approaches. The results indicate dominant lineament orientations trending northwest–southeast (NW–SE) and northeast–southwest (NE–SW), aligning with major fault systems such as the Palukoro, Matano, and Lawanopo faults. CPD values range between 15 and 25 km, with elevated heat flow observed near active fault zones and magmatic intrusions. The presence of dense lineament clusters and high thermal anomalies suggests potential pathways for hydrothermal fluid migration. The integration of global gravity and magnetic potential field data provides a comprehensive understanding of the structural and thermal characteristics of Sulawesi’s subsurface. These findings contribute to the delineation of prospective zones for geothermal exploration, particularly in non-volcanic systems, and offer a scientific basis for further geological and renewable energy studies in eastern Indonesia.
4617249545D1A021166UMUR DEWASA KELAMIN DAN PERSENTASE TELUR TETAS AYAM PARENT STOCK DENGAN JENIS PAKAN YANG BERBEDA DI PT JAPFA COMFEED CIMERAKPenelitian berjudul “Umur dewasa kelamin dan persentase telur tetas ayam parent stcok dengan jenis pakan yang berbeda di PT Japfa comfeed Cimerak” bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan berbeda terhadap umur dewasa kelamin dan persentase telur tetas pada ayam parent stock di PT Japfa Comfeed Unit Cimerak. Penelitian dilaksanakan di Desa Sukajaya, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Materi dan Metode. Materi yang digunakan adalah ayam Parent stock strain Lohmann Indian River umur 21 - 28 minggu dengan populasi awal 10.500 ekor. Metode penelitian yang digunakan dengan perlakuan pemberian jenis pakan jadi berbeda yang terdiri atas p1 = pakan PAR L I LB dan p2 = PAR L II LB kemudian dilakukan analisis menggunakan uji t. Hasil. Hasil rataan umur dewasa kelamin hari 183 pada p1 dan 188 hari pada p2, kemudian hasil rataan persentase telur tetas pada p1 yaitu 75,88 % dan p2 69,72%. Kesimpulan. Ayam yang diberi pakan dengan kode pakan L I pada p1 mencapai umur dewasa kelamin lebih cepat dan memiliki rataan persentase telur tetas lebih tinggi dibandingkan p2.
The study titled “Sexual maturity age and hatchability percentage of parent stock chickens with different types of feed at PT Japfa comfeed Cimerak” aims to determine the effect of different feeding on age at sex maturity and percentage of hatching eggs in parent stock chickens at PT Japfa Comfeed Unit Cimerak. The research was conducted in Sukajaya Village, Cimerak District, Pangandaran Regency, West Java. The material used was Lohmann Indian River strain parent stock chickens aged 21-28 weeks with an initial population of 10,500 birds. The research method used with the treatment of giving different types of finished feed consisting of p1 = PAR L I LB feed and p2 = PAR L II LB and then analyzed using the t test. The average age of sex maturity was 183 days in p1 and 188 days in p2, then the average percentage of hatching eggs in p1 was 75.88% and p2 was 69.72%. Chickens fed with feed code L I in p1 reached sexual maturity faster and had a higher average percentage of hatching eggs than p2.
4617349544J1B020020Kode Bahasa dan Dialek dalam Interaksi Jual Beli di Pasar Rakyat Manis Purwokerto (Kajian Sosiolinguistik)Bahasa umumnya digunakan masyarakat manusia untuk berkomunikasi. Bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi inilah yang disebut dengan kode dalam ilmu sosiolinguistik. Sebagai penelitian sosiolinguistik, fokus dari penelitian ini adalah penggunaan kode berbentuk bahasa dan dialek serta mengetahui faktor yang melatarbelakangi pemberian kode dalam tuturan jual beli di Pasar Rakyat Manis Purwokerto. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang pengumpulan datanya menggunakan metode simak bebas libas cakap dan cakap. Penelitian ini dianalisis menggunakan metode padan intralingual dan padan ekstralingual yang kemudian disajikan dalam bentuk natural language. Hasil dari penelitian ini berupa 18 data yang terdiri dari bahasa Indonesia, bahasa Jawa standar, bahasa asing, dialek regional, dan dialek sosial. Ditemukan pula faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan kode tersebut, yaitu asal daerah, penghormatan, keakraban, pekerjaan, serta permintaan dan/atau penawaran. Dari penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kode bahasa dan dialek yang tidak lepas dari pengaruh sosial penutur maupun lingkungan sekitar tuturan terjadi, menjadi sebab kelancaran berkomunikasi antarpenutur.Language is generally used by human society to communicate. The language used to communicate is called code in sociolinguistics. As a sociolinguistic study, the focus of this study is the use of codes in the form of language and dialects and to determine the factors behind the provision of codes in buying and selling speech at Pasar Rakyat Manis Purwokerto. This study is a qualitative descriptive study whose data collection uses the free hearing method and interviewing. This study was analyzed using the intralingual and extralingual equivalent methods which were then presented in the form of natural language. The results of this study are 18 data consisting of Indonesian, standard Javanese, foreign languages, regional dialects, and social dialects. Factors that influence the use of the code were also found, namely regional origin, respect, familiarity, occupation, and demand and/or supply. From the research that has been done, it can be concluded that language and dialect codes that are inseparable from the social influence of speakers and the environment around the speech occur, are the cause of smooth communication between speakers.
4617449546K1B018006Vector Error Correction Model dalam Menganalisis Pengaruh Inflasi, Nilai Tukar, dan Suku Bunga Terhadap Indeks Harga Saham GabunganPasar modal di Indonesia merupakan pasar modal yang sedang berkembang dimana sangat rentan terhadap kondisi ekonomi makro. Perkembangan perekonomian suatu negara dapat dilihat dari keadaan pasar modalnya. Indikator yang umum digunakan adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Perkembangan pasar modal berkaitan dengan perubahan berbagai variabel ekonomi makro seperti inflasi, nilai tukar, dan suku bunga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi, nilai tukar, dan suku bunga terhadap IHSG. Data yang digunakan adalah data inflasi, nilai tukar, suku bunga, dan IHSG dari bulan Januari 2014 sampai Desember 2023. Metode analisis yang digunakan adalah Vector Error Correction Model. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IHSG, nilai tukar berpengaruh positif dan signifikan terhadap IHSG, suku bunga berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap IHSG. Sedangkan dalam jangka pendek, inflasi, nilai tukar, dan suku bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap IHSG.The Indonesian capital market is a developing market that is highly vulnerable to macroeconomic condotions. A country’s economic development can be seen from the state of its capital markets. A commonly used indicator is the composite stock price index. Capital market development is related to changes in various macroeconomic variables such as inflation, exchange rates, and interest rates. The study aims to analyze the effect of inflation, exchange rates, and interest rates on the composite stock price index. The data used includes inflation data, exchange rates, interest rates, and the composite stock price index from January 2014 to December 2023. The analysis method used is the Vector Error Correction Model. The results of the analysis show that in the long term, inflation has a negative and significant effect on the composite stock price index, the exchange rates has a positive and significant effect on the composite stock price index, and the interest rates have a negative and insignificant effect on the composite stock price index. Meanwhile, in the short term, inflation, the exchange rate, and interest rates do not have a significant effect on the composite stock price index.
4617549548F1A021042HUBUNGAN KEMAMPUAN ADAPTASI DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN TINGKAT KESEHATAN MENTAL DI FISIP UNSOED Mahasiswa pendatang harus menyesuaikan diri dengan lingkungan dan berpisah dengan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kemampuan adaptasi dengan kesehatan mental, mengetahui hubungan dukungan sosial dengan kesehatan mental, serta mengetahui hubungan kemampuan adaptasi dan dukungan sosial terhadap kesehatan mental mahasiswa pendatang. Penelitian ini menggunakan metode survei dan dilakukan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan teknik pengambilan sampel yaitu proportionate random sampling dengan 222 sampel yang merupakan mahasiswa FISIP angkatan 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan positif antara kemampuan adaptasi dan kesehatan mental dengan nilai korelasi 0,377 yang menunjukkan kategori lemah. Hal ini berarti kemampuan adaptasi dapat memengaruhi kesehatan mental. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa adanya hubungan positif antara dukungan sosial dengan kemampuan adaptasi dengan nilai korelasi sebesar 0,237 yang menunjukkan kategori lemah. Hal ini berarti dukungan sosial dapat memengaruhi kesehatan mental, walaupun tidak memiliki pengaruh yang kuat. Hal ini menunjukkan adanya hubungan kausalitas mengenai tingkat kemampuan adaptasi dan dukungan sosial yang diterima mahasiswa pendatang memengaruhi kesehatan mental.New students from outside the area must adapt to their new environment and separate from their families. The purpose of this study is to examine the relationship between adaptive ability and mental health, the relationship between social support and mental health, and the combined influence of adaptive ability and social support on the mental health of newcomer students. This research uses a survey method and was conducted at the Faculty of Social and Political Sciences using a proportionate random sampling technique, involving 222 students from the 2023 cohort. The results show a positive correlation between adaptive ability and mental health, with a correlation coefficient of 0.377, which falls into the weak category. This indicates that adaptive ability can influence mental health. The results also show a positive relationship between social support and adaptive ability, with a correlation coefficient of 0.237, which is also categorized as weak. This suggests that social support can influence mental health, although the effect is not strong. These findings indicate a causal relationship in which the level of adaptive ability and social support received by newcomer students affects their mental health.
4617649547B1B021018Amylase and Lipase Activities of Nile Tilapia (Oreochromis niloticus) Supplemented with Spirulina platensis and Chlorella vulgaris in FeedIkan Nila (Oreochromis niloticus) memiliki potensi akuakultur yang tinggi di Indonesia karena kemampuan adaptasinya tinggi, pertumbuhannya cepat, serta kandungan gizi yang tinggi, tetapi pada fase benih ikan ini lebih rentan terhadap stres dan penyakit. Spirulina platensis dan Chlorella vulgaris mengandung protein, lemak, vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif yang berpotensi meningkatkan aktivitas enzim pencernaan. Hal ini dapat mendukung pemanfaatan nutrisi yang efisien dan mendorong pertumbuhan ikan yang optimal. Suplementasi mikroalga tersebut dapat menjadi solusi untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan ikan, terutama saat fase benih yang lebih rentan terhadap stres dan cemaran lingkungan. Penelitian ini secara khusus meneliti efek gabungan kedua mikroalga terhadap aktivitas enzim pencernaan, khususnya amilase dan lipase pada Ikan Nila yang masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas amilase dan lipase Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang diberi suplemen Spirulina platensis dan Chlorella vulgaris dalam pakan, serta untuk mengetahui perbedaan aktivitas amilase dan lipase pada organ pencernaan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang diberi suplemen Spirulina platensis dan Chlorella vulgaris dalam pakan yang diamati pada hari ke-28 dan ke-56.
Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat kali ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah aktivitas amilase dan lipase sebagai variabel terikat dan jenis suplementasi pakan serta organ pencernaan (hepatopankreas, lambung, usus depan, usus tengah, dan usus belakang) sebagai variabel bebas. Parameter yang diukur adalah jumlah mikromol maltosa yang dilepaskan per menit per miligram protein supernatan dan jumlah mikrogram p-nitrofenol yang dilepaskan per menit per miligram protein supernatan. Aktivitas amilase dan lipase diukur menggunakan spektrofotometer. Parameter pendukung yang diukur adalah kadar proksimat pakan. Penelitian ini dilakukan selama delapan bulan mulai Desember 2024 sampai Juli 2025 di Stasiun Percobaan, Laboratorium Fisiologi Hewan, Laboratorium Genetika dan Biologi Molekuler, Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman. Analisis data hasil pengukuran aktivitas amilase dan lipase dianalisis menggunakan Two-ways Analysis of Variance (ANOVA) dengan tingkat akurasi 95% menggunakan SPSS versi 30.0 Windows software dan selanjutnya diuji dengan uji Duncan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P4 (S.platensis 6 g·kg⁻¹ pakan dan C.vulgaris 4 g·kg⁻¹ pakan) secara konsisten menghasilkan aktivitas amilase tertinggi pada Ikan Nila (O.niloticus) pada hari ke-28, diikuti oleh P5 dan kemudian P2 dan P3, dan perlakuan kontrol (P1) menunjukkan aktivitas terendah, pola ini serupa pada hari ke-56 dengan penurunan keseluruhan dalam aktivitas enzim tetapi perlakuan gabungan (P4 dan P5) tetap lebih unggul daripada perlakuan tunggal dan kontrol, berdasarkan paired t-test. Perlakuan P4 menghasilkan aktivitas lipase tertinggi pada hari ke-28, diikuti oleh P3, P2, dan P5, sedangkan P1 memiliki aktivitas terendah, dan pada hari ke-56 baik P4 maupun P3 mempertahankan aktivitas lipase yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lain, hasil paired t-test menyatakan, terjadi peningkatan aktivitas lipase secara keseluruhan dari hari ke-29 hingga ke-57. Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa suplementasi S. platensis dan C. vulgaris menyebabkan perbedaan dalam aktivitas enzim amilase dan lipase pada Ikan Nila (O. niloticus), serta aktivitas kedua enzim tersebut berbeda secara signifikan pada hari ke-28 dan ke-56.

Kata Kunci: aktivitas amilase, aktivitas lipase, Chlorella vulgaris, Ikan Nila, Spirullina platensis.
Nile Tilapia (Oreochromis niloticus) has high aquaculture potential in Indonesia due to its adaptability, rapid growth, and nutritional value, although juveniles are more vulnerable to stress and disease. The addition of Spirulina platensis and Chlorella vulgaris to fish feed, which are rich sources of protein, fat, vitamins, minerals, and bioactive compounds, has the potential to enhance digestive enzyme activity. This can support efficient nutrient utilization and promote optimal fish growth. Such supplementation may serve as a solution to improve fish growth and health, especially during early developmental stages when fish are more susceptible to environmental stress and infections. However, research specifically investigating the combined effect of these two microalgae on the activity of digestive enzymes particularly amylase and lipase in Nile Tilapia remains very limited. This research aims to determine the amylase and lipase activity of Nile Tilapia (Oreochromis niloticus) supplemented with Spirulina platensis and Chlorella vulgaris in feed, and to determine the differences in amylase and lipase activity in digestive organs Nile Tilapia (Oreochromis niloticus) supplemented with Spirulina platensis and Chlorella vulgaris in feed, observed on days 28 and 56.
This research was carried out experimentally using a Completely Randomized Design (CRD) with four replications. The variables observed in this study were amylase and lipase activity as the dependent variable and type of feed supplementations and digestive organs (hepatopancreas, stomatch, foregut, midgut, and hindgut) as the independent variables. The parameters measured were the number of micromoles of maltose released per minute per milligram of supernatant protein and the number of micrograms of p-nitrophenol released per minute per milligram of supernatant protein. Amylase and lipase activity was measured using a spectrophotometer. The supporting parameters measured were feed proximate levels. The research was carried out for eight months from December 2024 to July 2025 at the Experiment Station, Animal Physiology Laboratory, Genetics and Molecular Biology Laboratory, Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University. Analysis of data from measurements of amylase and lipase activity was analyzed using Two-ways Analysis of Variance (ANOVA) with an accuracy level of 95% using the Windows software version of SPSS 30.0 and further tested with the Duncan test
The research findings show that treatment P4 (S. platensis 6 g·kg⁻¹ of feed and C. vulgaris 4 g·kg⁻¹ of feed) consistently produced the highest amylase activity in Nile Tilapia (O. niloticus) by day 28, followed by P5 and then P2 and P3, with the control group (P1) showing the lowest levels, this pattern persisted through day 56 with a slight overall decline in enzyme activity but the combined treatments (P4 and P5) remained superior to single treatments and control according to paired t-test. Treatment P4 yielded the highest lipase activity at day 28, followed by P3, P2, and P5, while P1 again had the lowest levels, and by day 56 both P4 and P3 sustained significantly higher lipase activity compared to the other groups, with paired t-test confirming an overall increase in lipase from days 29 to 57. In this study, it can be concluded that supplementation of S. platensis and C. vulgaris causes differences in the activity of amylase and lipase enzymes in Nile Tilapia (O. niloticus), and that the activity of the two enzymes differs significantly on the 28 and 56 days.

Keywords: amylase activity, Chlorella vulgaris, lipase activity, Nile Tilapia, Spirullina platensis.
4617749549K1B021068Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Indeks Kedalaman Kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023 menggunakan Regresi Logistik OrdinalKemiskinan masih menjadi tantangan besar di berbagai negara. Untuk mengukur tingkat kemiskinan secara akurat, digunakan Indeks Kedalaman Kemiskinan (IKK). Penelitian ini menerapkan regresi logistik ordinal untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi IKK di Provinsi Jawa Tengah tahun 2023, dengan kategori variabel respon yaitu rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari delapan variabel yang digunakan, terdapat dua variabel yang berpengaruh signifikan terhadap IKK, yaitu PDRB dan jumlah rumah sakit umum. Berdasarkan nilai odds ratio untuk masing-masing variabel, dapat disimpulkan bahwa setiap kenaikan satu juta rupiah PDRB akan menurunkan odds kategori IKK suatu kabupaten/kota. Sebaliknya, setiap kenaikan satu unit variabel jumlah rumah sakit umum dapat meningkatkan odds kategori IKK suatu kabupaten/kota.Poverty remains a major challenge in many countries. To measure the level of poverty accurately, the Poverty Depth Index (IKK) is used. This study applies ordinal logistic regression to analyze the factors that affect IKK in Central Java Province in 2023, with response variable categories: low, medium, high, and very high. The result of study show that of the eight variable used there are two variables that have a significant affect on the IKK are PDRB and number of general hospitals. Based on the odds ratio value for each variable, it can be concluced that every one million rupiah increase in the PDRB will decrease the odds ratio of IKK category in district/city. Conversely, every one unit increase in the variable number of general hospitals can increase the odds ratio of IKK category in a district/city.
4617849550C1C021023PENGARUH KINERJA KEUANGAN DAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP PENGUNGKAPAN SUSTAINABILITY REPORT PADA PERUSAHAAN SEKTOR ENERGI DENGAN UMUR PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL PEMODERASIPenelitian ini berjudul “Pengaruh Kinerja Keuangan dan Good corporate governance Terhadap Pengungkapan Sustainability report Pada Perusahaan Sektor Energi Dengan Umur Perusahaan Sebagai Variabel Pemoderasi”. Fokus penelitian ini adalah pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021 hingga 2023. Penelitian ini menggunakan data sekunder serta menggunakan teori stakeholder dan teori legitimasi sebagai rujukan. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi data panel. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) profitabilitas tidak berpengaruh terhadap pengungkapan sustainability report, (2) likuiditas tidak berpengaruh terhadap pengungkapan sustainability report, (3) komite audit tidak berpengaruh terhadap pengungkapan sustainability report, (4) dewan direksi berpengaruh terhadap pengungkapan sustainability report, (5) dewan komisaris independen tidak berpengaruh terhadap pengungkapan sustainability report, (6) umur perusahaan tidak dapat memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap pengungkapan sustainability report, (7) umur perusahaan tidak dapat memoderasi pengaruh likuiditas terhadap pengungkapan sustainability report, (8) umur perusahaan tidak dapat memoderasi pengaruh komite audit terhadap pengungkapan sustainability report, (9) umur perusahaan memoderasi (memperlemah) pengaruh dewan direksi terhadap pengungkapan sustainability report, dan (10) umur perusahaan tidak dapat memoderasi pengaruh dewan komisaris independen terhadap pengungkapan sustainability report.This study is titled “The Influence of Financial Performance and Good corporate governance on Sustainability report Disclosure in Energy Sector Companies with Company Age as a Moderating Variable.” The focus of this study is on energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the period from 2021 to 2023. This study uses secondary data and references stakeholder theory and legitimacy theory. Data analysis techniques use panel data regression analysis. The research findings reveal that: (1) profitability does not influence sustainability report disclosure, (2) liquidity does not influence sustainability report disclosure, (3) the audit committee does not influence sustainability report disclosure, (4) the board of directors influences sustainability report disclosure, (5) the independent board of commissioners does not influence sustainability report disclosure, (6) company age cannot moderate the influence of profitability on sustainability report disclosure, (7) company age cannot moderate the influence of liquidity on sustainability report disclosure, (8) company age cannot moderate the influence of the audit committee on sustainability report disclosure, (9) Company age moderates (weakens) the influence of the board of directors on sustainability report disclosure, and (10) Company age cannot moderate the influence of the independent board of commissioners on sustainability report disclosure.
4617949552I1C021030PENGARUH PEMBERIAN NANOPARTIKEL POLY(LACTIC-CO-GLYCOLIC ACID) EKSTRAK ETANOL SAMBILOTO (Andrographis paniculata) TERHADAP PARAMETER BIOKIMIA GINJAL TIKUS WISTAR YANG DIINDUKSI CARBON TETRACHLORIDEPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi terapeutik nanopartikel Poly(Lactic-co-Glycolic Acid) (PLGA) yang mengandung ekstrak etanol sambiloto (Andrographis paniculata) terhadap peningkatan kadar urea dan kreatinin, serta penurunan kadar albumin pada tikus Wistar yang diinduksi dengan Carbon Tetrachloride (CCl4). Sambiloto, yang mengandung andrographolide, dikenal memiliki sifat antioksidan. Studi menggunakan desain pretest-posttest pada 35 tikus Wistar yang dibagi menjadi lima kelompok, termasuk kelompok kontrol sehat, kontrol sakit (diinduksi CCl4), dan perlakuan dengan ekstrak etanol sambiloto, nanopartikel PLGA, dan nanopartikel kosong. Induksi CCl4 diberikan secara intraperitoneal sebanyak 2x seminggu selama 5 minggu, diikuti dengan pemberian perlakuan oral 2x seminggu selama dua minggu. Parameter yang diukur meliputi kadar urea, kreatinin, dan albumin, dianalisis menggunakan uji one-way ANOVA. Hasil menunjukkan bahwa nanopartikel PLGA ekstrak etanol sambiloto secara signifikan efektif dalam menurunkan kadar urea dan kreatinin pada tikus yang diinduksi CCl4. Namun, kadar albumin tidak menunjukkan penurunan yang signifikan pada kelompok pemberian induksi CCl4. Kesimpulannya, nanopartikel sambiloto ini memiliki potensi sebagai agen penurun kadar urea dan kreatinin akibat toksisitas CCl4.This study aimed to evaluate the therapeutic potential of Poly(Lactic-co-Glycolic Acid) (PLGA) nanoparticles containing ethanol extract of sambiloto (Andrographis paniculata) in reducing elevated urea and creatinine levels and preventing albumin reduction in Wistar rats induced with Carbon Tetrachloride (CCl₄). Sambiloto, which contains andrographolide, is known for its antioxidant properties. The study employed a pretest–posttest design with 35 Wistar rats divided into five groups, including a healthy control group, a disease control group (CCl₄-induced), and treatment groups receiving ethanol extract of Sambiloto, PLGA nanoparticles, and blank nanoparticles. CCl₄ was administered intraperitoneally twice a week for five weeks, followed by oral treatment given twice a week for two weeks. The measured parameters included urea, creatinine, and albumin levels, which were analyzed using one-way ANOVA. Results showed that PLGA nanoparticles containing ethanol extract of Sambiloto were significantly effective in lowering urea and creatinine levels in CCl₄-induced rats. However, albumin levels did not show a significant reduction in the CCl₄-induced groups. In conclusion, these Sambiloto-loaded nanoparticles have potential as agents for reducing urea and creatinine levels resulting from CCl₄ toxicity.
4618049553I1C021038PENGARUH PEMBERIAN NANOPARTIKEL POLY-(LACTIC-CO-GLYCOLIC ACID) EKSTRAK ETANOL SAMBILOTO (Andrographis paniculata) TERHADAP HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI CARBON TETRACHLORIDE Latar Belakang: Kerusakan hepar merupakan kondisi fisiologi tubuh yang terjadi akibat efek samping obat, konsumsi alkohol, dan xenobiotik. Penelitian terkait pengobatan untuk mengatasi kerusakan hepar terus dilakukan salah satunya dengan pemanfaatan obat herbal diantaranya tanaman sambiloto (Andrographis paniculata) yang dikembangkan dalam bentuk nanopartikel berbasis polimer PLGA untuk meningkatkan efektivitasnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas nanopartikel PLGA ekstrak etanol sambiloto secara in vivo menggunakan hewan uji tikus yang diinduksi CCl4.
Metodologi: Penelitian eksperimental ini dilakukan terhadap 35 ekor tikus putih yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan secara acak yaitu Kelompok A (tikus sehat), Kelompok B (hanya diinduksi CCl4), Kelompok C (diinduksi CCl4 dan diberi ekstrak etanol sambiloto), Kelompok C (diinduksi CCl4 dan diberi nanopartikel PLGA ekstrak etanol sambiloto), dan Kelompok E (diinduksi CCl4 dan diberi nanopartikel PLGA tanpa ekstrak). Nanopartikel PLGA ekstrak etanol sambiloto yang digunakan dikarakterisasi berdasarkan ukuran, PDI, dan zeta potensial. Preparat histopatologi hepar diwarnai menggunakan Hematoxylin-Eosin dan dianalisis berdasarkan degenerasi hidropik, degenerasi lemak, dan nekrosis.
Hasil Penelitian: Nanopartikel PLGA ekstrak etanol sambiloto yang dihasilkan berukuran 840.57 ± 3.55 nm, PDI 0.9867 ± 0.0231, dan zeta potensial −29.11 ± 0.0436 mV. Hasil pengamatan dan analisis data histopatologis menunjukkan kondisi hepar kelompok D lebih baik secara signifikan dibandingkan kelompok B, C, dan E dengan nilai signifikansi p < 0,0001.
Kesimpulan: Pemberian nanopartikel PLGA ekstrak etanol sambiloto memberikan efek perbaikan histopatologi hepar yang signifikan pada tikus yang diinduksi CCl4. Dengan demikian, nanopartikel PLGA ekstrak etanol sambiloto sangat berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai salah satu alternatif terapi penyakit liver.
Kata Kunci: Nanopartikel PLGA, ekstrak etanol sambiloto, histopatologi hepar, tikus, CCl4.
Background: Liver damage is a physiological condition caused by drug side effects, alcohol, and xenobiotics exposure. Herbal medicines, such as Andrographis paniculata (sambiloto), are being explored for liver damage treatment. To increase the effectiveness, sambiloto ethanolic extract was developed into PLGA polymer-based nanoparticle. This study aimed to determine the effectiveness of sambiloto ethanolic extract PLGA nanoparticle in vivo using CCl4-induced rats.
Methodology: This experimental study was conducted on 35 rats which were randomly divided into five treatment groups: Group A (healthy rats), Group B (only induced by CCl4), Group C (CCl4 induced and given sambiloto ethanolic extract), Group D (CCl4 induced and given PLGA nanoparticles of sambiloto ethanolic extract), and Group E (CCl4 induced and given PLGA nanoparticles without extract). The PLGA nanoparticles of sambiloto ethanolic extract were characterized by size, PDI, and zeta potential before used. Liver histopathology was prepared using Hematoxylin-Eosin staining based and analyzed based on hydropic degeneration, fatty degeneration, and necrosis.
Research Results: The PLGA nanoparticles of sambiloto ethanolic extract measured 840.57 ± 3.55 nm, PDI 0.9867 ± 0.0231, and zeta potential −29.11 ± 0.0436 mV. Histopathological observations and analysis showed that the liver condition of Group D was significantly better than Group B, C, and E with a significance value of p < 0.0001.
Conclusion: Administration of sambiloto ethanolic extract PLGA nanoparticles significantly improved liver histopathology CCl4-induced rats. Therefore, PLGA nanoparticles of sambiloto ethanolic extract have great potential for further development as an alternative therapy for liver disease.
Keywords: PLGA Nanoparticle, Andrographis paniculata ethanolic extract, liver histopathology, rats, CCl4