Artikelilmiahs

Menampilkan 46.121-46.140 dari 48.741 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4612149482I1D021062PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF USIA 0-6 BULAN SETELAH PEMBERIAN EDUKASI KESEHATAN MENGGUNAKAN EMO DEMO
DI BANYUMAS

Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan bayi terbaik terutama dalam periode bayi baru lahir sampai usia 6 bulan. Data Dinas Kesehatan menunjukkan penurunan penerimaan ASI Eksklusif di Jawa Tengah. Teknik promosi kesehatan dengan metode emotional demonstration (emo demo) meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang ASI Eksklusif. Penelitian ini bertujuan melihat perbedaan pengetahuan dan sikap pemberian ASI Eksklusif usia 0-6 bulan setelah pemberian edukasi kesehatan menggunakan emo demo.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode quasy experimental one group pre-test posttest, melibatkan 29 responden. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak tiga kali pertemuan. Instrumen penelitian meliputi kuesioner penelitian dan modul metode emo demo ASI Eksklusif. Analisis data variabel pengetahuan dan sikap tidak berdistribusi normal, sehingga uji yang digunakan Wilcoxon.

Hasil Penelitian: Sebagian besar usia responden 20-35 tahun sebanyak 24 responden, usia kehamilan 13-28 minggu 22 responden, paritas nullipara 15 responden, pendidikan terakhir SMA 18 responden, pekerjaan IRT 21 responden. Terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 3,4-44,8 % dengan nilai p 0,000 dan peningkatan sikap sebesar 75%-98% dengan nilai p 0,006

Kesimpulan: Terdapat perbedaan edukasi Kesehatan menggunakan Emo Demo pada ibu hamil terhadap pengetahuan dan sikap pemberian ASI Eksklusif usia 0-6 bulan
Backround: Breast milk is the best source of nutrition for infants, particularly from birth to six months of age. However, data from the health office indicates a decline in exclusive breastfeeding rates in Central Java. The emotional demonstration (emo demo) method, as a health promotion technique, has been shown to improve pregnant woman’s knowledge and attituudes toward exclusive breastfeeding. This study aims to differences in knowledge and attitudes regarding exclusive breastfeeding among infants aged 0-6 months after health education using the emo demo

Methodology: This study used a quasi-experimental one group pre-test-posttes design involving 29 respondents. This intervention was conducted over three sessions. This research instrumnets included a questionnaire and an exclusive breastfeeding emo demo module. Data analysis was conducted using the Wilcoxon test, as the knowledge and attidude variables were not normally distributes.
Results: The majority of respondents were aged 20-35 years (24 respondents), with gestational age betwwn 13-38 weeks (22 respondents), nulliparious status (15 respondents), high school education as their highest level of education (18 respondents), and were housewives (21 respondents). There was an increase in knowledge ranging from from 3.4% to 44,4% (p=0,000), and an improvement in attitude from 75% to 98% (p=0,006)
Conclusion: Health education using the Emo Demo method has an effect on pregnant mother’s knowledge and attitudes toward exclusive breastfeeding for infants aged 0-6 months.
4612249484K1C021014PEMODELAN DAN ANALISIS KARAKTERISTIK
PERCENTAGE DEPTH DOSE DAN PROFIL DOSIS PADA
PESAWAT LINAC 6 MV DENGAN VARIASI LUAS
LAPANGAN PENYINARAN
Pemeriksaan kendali mutu pesawat Linear Accelerator (Linac) harus mencakup
pemeriksaan berkas radiasi. Simulasi merupakan salah satu alternatif dalam
pengukuran berkas radiasi ketika proses pengukuran langsung pada pasien sulit
dilakukan karena banyaknya tahapan proses. Parameter yang menunjukkan
kualitas berkas radiasi ditunjukkan oleh Percentage Depth Dose (PDD) dan profil
dosis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik percentage depth
dose dan profil dosis pada pesawat Linac 6 MV dengan variasi luas lapangan
penyinaran. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Monte Carlo
program PHITS. Program PHITS digunakan untuk memodelkan kepala pesawat
Linac Elekta Precise sebagai sumber radiasi dan phantom air sebagai objek
penyinaran. Luas lapangan penyinaran yang digunakan bervariasi yaitu berukuran
5 5, 10 10, 15 15, 20 20 dan 25 25 cm2
. Pemodelan pesawat Linac dan
phantom air telah berhasil. Modelnya divisualisasikan dalam gambar 2D dan 3D.
Hasil simulasi menunjukkan jejak partikel melewati komponen-komponen kepala
pesawat Linac hingga menembus phantom air. Kurva PDD di daerah build-up
menunjukkan bahwa pada lima variasi luas lapangan penyinaran diperoleh dosis
maksimum berada pada kedalaman 1.5 cm. Kurva profil dosis pada lima variasi
luas lapangan penyinaran dan lima kedalaman menghasilkan nilai flatness yang
berbeda-beda. Nilai flatness yang diperoleh pada lima variasi luas lapangan
penyinaran di kedalaman 10 cm berkisar antara 0.70%-1.95%. Homogenitas profil
dosis di kedalaman 10 cm menunjukkan hasil yang baik dengan nilai flatness <3%
sesuai batas toleransi klinis.
Quality assurance procedures for linear accelerators (Linas) must include
comprehensive evaluation of the radiation beam. In situations where direct
measurement on patients is impractical due to the complexity of clinical
procedures, simulation serves as a viable alternative. Key indicators of beam
quality include the Percentage Depth Dose (PDD) and dose profile. This study
aims to investigate the characteristics of PDD and dose profiles for a 6 MV Linac
across various field sizes using the Monte Carlo method implemented through the
PHITS simulation program. The Elekta Precise Linac head was modeled as the
radiation source, with an air phantom used as the irradiation medium.
Simulations were conducted for five square field sizes: 5×5, 10×10, 15×15,
20×20, and 25×25 cm². The Linac head and air phantom models were
successfully constructed and visualized in both 2D and 3D. The simulation results
demonstrated particle trajectories traversing the Linac head components and
penetrating the air phantom. PDD curves in the build-up region showed that the
maximum dose for all field size variations occurred at a depth of 1.5 cm. Dose
profile analysis at various depths and field sizes yielded distinct flatness values.
At a depth of 10 cm, the flatness ranged between 0.70% and 1.95%. Overall, dose
profile homogeneity at this depth was found to be clinically acceptable, with
flatness values remaining below the 3% tolerance threshold recommended in
clinical guidelines.
4612349485F1C020029Analisis Pembentukan Citra pada Production House Palari FilmsPembentukan citra merupakan salah satu aspek sentral dalam praktik kehumasan modern, terutama dalam konteks industri kreatif seperti perfilman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana proses pembentukan citra dilakukan oleh Palari Films, sebuah rumah produksi film independen yang dikenal dengan pendekatan artistik dan naratif yang khas. Citra perusahaan tidak hanya memengaruhi persepsi publik, tetapi juga menjadi faktor strategis dalam membangun reputasi, kredibilitas, serta posisi kompetitif dalam pasar yang semakin jenuh. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan paradigma konstruktivis, melalui teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan utama terdiri dari aktor strategis dalam manajemen komunikasi Palari Films. Kerangka teori yang digunakan adalah Teori Citra Frank Jefkins serta konsep manajemen reputasi dari James E. Grunig. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan citra Palari Films tidak dibentuk melalui strategi komunikasi korporat konvensional, tetapi melalui konsistensi kualitas produk film, kredibilitas artistik, keterlibatan dalam ekosistem festival film, dan promosi word-of-mouth. Citra yang terbentuk merupakan elaborasi dari citra harapan (the wished image), yang terepresentasi dalam identitas visual, seleksi konten, jejaring kolaborasi, serta nilai-nilai kultural yang diartikulasikan Palari Films melalui produk film dan komunikasi digitalnya. Penelitian ini menegaskan bahwa dalam konteks industri kultural, citra perusahaan tidak hanya dikonstruksi melalui PR eksternal, tetapi juga melalui nilai simbolik produk budaya yang ditawarkan. Corporate image plays a crucial role in contemporary public relations, particularly within the creative industries such as film. This study examines the image formation process of Palari Films, an independent Indonesian production house known for its distinctive artistic identity and socially driven narratives. In a competitive and saturated film market, image is not only a matter of perception, but also a strategic asset in shaping reputation, credibility, and market positioning. This research employs a descriptive-qualitative methodology grounded in a constructivist paradigm, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. Key informants were selected from strategic roles within the company’s communication structure. The study adopts Frank Jefkins’ Image Theory and James E. Grunig’s reputation management framework as its theoretical foundation. Findings indicate that Palari Films’ image is shaped not through conventional corporate PR tactics, but through the consistency of its filmic quality, artistic credibility, engagement in the festival circuit, and organic word-of-mouth promotion. The company’s image emerges as a composite of the wished image, current image, and mirror image, articulated through visual branding, content strategy, collaborative networks, and symbolic cultural values embedded in its film products and digital communications. This study highlights the centrality of symbolic production in corporate image formation within cultural industries, suggesting that strategic communication must extend beyond publicity to include the meaning-making processes inherent in cultural work.
4612449486A1C021036PENGUJIAN PROBE SENSOR SALINITAS UDARA TIPE BATANG PARALEL DENGAN VARIASI JENIS MATERIAL DAN UKURANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran panjang probe paling optimal pada sensor yang dapat mendeteksi salinitas udara secara maksimal, mengetahui pengaruh jenis material batang probe terhadap sensitivitas sensor, serta uji performansi sensor salinitas udara tipe batang paralel. Adapun metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan variable nilai salinitas udara, ukuran panjang probe sensor, jenis material probe sensor, waktu pemaparan sensor, dan jarak pemaparan sensor. Hasil penelitian menunjukkan probe dengan ukuran panjang 10 cm merupakan ukuran paling optimal dalam mendukung kinerja sensor, dengan tingkat linearitas terbaik pada sensor A3B1C1 (stainless steel, kasa, 10 cm) dengan nilai R2 = 0 ,9804, A3B1C2 (stainless steel, spons, 10 cm) dengan nilai R2 = 0 ,9678, A3B2C1 (kuningan, kasa, 10 cm) dengan nilai R2 = 0 ,9871, dan A3B2C2 (kuningan, spons, 10 cm) dengan nilai R2 = 0,9662. Uji pengaruh penggunaan jenis material probe menunjukkan interaksi antara jenis material probe, waktu, dan jarak pemaparan sensor berpengaruh terhadap salinitas udara yang dihasilkan. Material probe yang digunakan pada sensor merupakan material logam berbahan kondukfif, sehingga sifat daya hantar listrik dan tingkat korosi pada material tersebut dapat mempengaruhi sensitivitas pada sensor. Hasil uji performansi pada sensor salinitas udara tipe batang paralel dengan jenis material probe stainless steel dan kuningan, menghasilkan nilai error yang relatif rendah dan tingkat akurasi sensor tergolong tinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa sensor salinitas udara tipe batang paralel dapat berfungsi dengan baik dan optimal.

This study aims to determine the most optimal probe length for a sensor that can maximally detect air salinity, to understand the effect of probe rod material on sensor sensitivity, and to test the performance of the parallel rod air salinity sensor. The method used is a quantitative method with variables including air salinity values, sensor probe length, probe sensor material type, sensor exposure time, and sensor exposure distance. The results show that a probe length of 10 cm is the most optimal size in supporting sensor performance, with the best linearity level on sensor A3B1C1 (stainless steel, mesh, 10 cm) with an R2 value of 0.9804, A3B1C2 (stainless steel, sponge, 10 cm) with an R2 value of 0.9678, A3B2C1 (copper, mesh, 10 cm) with an R2 value of 0.9871, and A3B2C2 (copper, sponge, 10 cm) with an R2 value of 0.9662. The material of the probe, the exposure time, and the distance of the sensor's exposure affect the salinity of the air produced. The probe material used in the sensor is made of conductive metal, so the electrical conductivity and corrosion levels in this material can influence the sensitivity of the sensor. The performance test results on the parallel bar type air salinity sensor with stainless steel and brass probe materials show relatively low error values and a high accuracy level of the sensor. This indicates that the parallel bar type air salinity sensor can function well and optimally.
4612549487I1B018059GAMBARAN SELF-REGULATED LEARNING DALAM MENYELESAIKAN TUGAS ESAI PADA MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANLatar Belakang : Self-Regulated Learning (SRL) adalah kemampuan penting untuk mendukung kemandirian serta keberhasilan belajar mahasiswa terutama dalam pendidikan keperawatan. Salah satu tugas mahasiswa adalah membuat esai. Penelitian ini akan menggali bagaimana SRL mahasiswa dalam menyelesaikan tugas esai.
Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 86 mahasiswa keperawatan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Self-Regulated Learning yang telah divalidasi, mencakup aspek penetapan tujuan, penataan lingkungan, strategi belajar, pengaturan waktu, mencari bantuan, dan evaluasi diri.
Hasil : Dalam menyelesaikan esai, mayoritas mahasiswa berada pada kategori SRL baik sebanyak 59 partisipan (69%). Aspek dengan skor tertinggi adalah penetapan tujuan dengan 25 partisipan (29%) pada kategori baik lalu 4 partisipan (5%) pada kategori buruk, dan penataan lingkungan belajar dengan 29 partisipan (34%) pada kategori baik lalu 3 partisipan (3%) kategori buruk. Sedangkan aspek terendah pengaturan waktu dengan 14 partisipan (16%) pada kategori buruk.
Kesimpulan : Mahasiswa keperawatan telah memiliki kesadaran regulasi diri yang baik, terutama dalam penetapan tujuan dan penataan lingkungan. Namun, diperlukan intervensi lebih lanjut, seperti pelatihan manajemen waktu dan strategi belajar, untuk mengoptimalkan keseluruhan kemampuan SRL mereka.
Kata Kunci : Self-Regulated Learning, mahasiswa keperawatan
Background: Self-Regulated Learning (SRL) is an important skill in order to support independence and success of student learning; especially, in nursing education. One of the student's assignments is to write an essay. This study will explore how students' SRL in completing essay assignments.

Method: This study used a quantitative descriptive approach involving 86 nursing students. Moreover, data were collected by using a validated Self-Regulated Learning questionnaire, covering aspects of goal setting, environmental arrangement, learning strategies, time management, seeking help, and self-evaluation.
Results: In completing the essay, the majority of students are in the good SRL category with 59 participants (69%). The aspect with the highest score is goal setting with 25 participants (29%) in the good category, 4 participants (5%) in the bad category, and learning environment arrangement with 29 participants (34%) in the good category and 3 participants (3%) in the bad category. Meanwhile, the lowest aspect is time management with 14 participants (16%) categorized in the bad category.

Conclusion: Nursing students have good self-regulation awareness; especially, in goal setting and environmental arrangement. However, further interventions; such as, time management training and learning strategies, are needed in order to optimize their overall SRL abilities.

Key words: Self-Regulated Learning, nursing students
4612649488K1C021084PENENTUAN NILAI DIAGNOSTIC REFERENCE LEVEL (DRL) PADA PEMERIKSAAN CT CARDIAC BERDASARKAN BODY MASS INDEX (BMI) DAN KETEBALAN OBJEKPenelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai Diagnostic Reference Level (DRL) lokal pada pemeriksaan CT Cardiac serta menganalisis pengaruh Body Mass Index (BMI) dan ketebalan objek terhadap dosis radiasi yang diterima pasien. Pemeriksaan CT Cardiac merupakan prosedur pencitraan dengan paparan radiasi yang relatif tinggi, sehingga penetapan nilai DRL sangat penting untuk memastikan keselamatan pasien sesuai dengan prinsip ALARA (As Low As Reasonably Achievable). Penelitian ini dilakukan di Instalasi Radiologi RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto terhadap 66 pasien, dengan parameter dosis yang dianalisis meliputi CTDIvol (Computed Tomography Dose Index volume) dan DLP (Dose Length Product). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai DRL lokal (Q2) yang diperoleh adalah sebesar 11,04 mGy untuk CTDIvol dan 438,25 mGy.cm untuk DLP. Sedangkan nilai kuartil ketiga (Q3) adalah 14,39 mGy (CTDIvol) dan 606,3 mGy.cm (DLP). Nilai Q3 ini masih berada jauh di bawah standar yang ditetapkan oleh BAPETEN, yaitu 47 mGy untuk CTDIvol dan 1200 mGy.cm untuk DLP, yang menandakan bahwa protokol pemeriksaan CT Cardiac di rumah sakit ini masih berada dalam batas aman. Selain itu, hasil analisis juga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara peningkatan BMI dan ketebalan objek dengan peningkatan dosis radiasi. Pasien dengan BMI tinggi dan ketebalan objek >25 cm cenderung menerima dosis CTDIvol dan DLP yang lebih besar untuk mendapatkan citra diagnostik yang optimal. Oleh karena itu, penting untuk menyesuaikan parameter pemindaian dengan karakteristik fisik pasien guna menjamin kualitas citra tetap baik tanpa memberikan dosis yang berlebihan.

This study aims to determine the local Diagnostic Reference Level (DRL) for CT Cardiac examinations and to analyze the influence of Body Mass Index (BMI) and object thickness on the radiation dose received by patients. CT Cardiac is a diagnostic procedure with relatively high radiation exposure; thus, establishing DRL values is essential to ensure patient safety in accordance with the ALARA (As Low As Reasonably Achievable) principle. The study was conducted at the Radiology Department of RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto involving 66 patients. The dose parameters analyzed were CTDIvol (Computed Tomography Dose Index volume) and DLP (Dose Length Product). The results showed that the local DRL (Q2) values were 11.04 mGy for CTDIvol and 438.25 mGy.cm for DLP. Meanwhile, the third quartile (Q3) values reached 14.39 mGy (CTDIvol) and 606.3 mGy.cm (DLP). These Q3 values are still far below the national DRL standards set by BAPETEN, which are 47 mGy for CTDIvol and 1200 mGy.cm for DLP, indicating that the CT Cardiac protocols applied at this hospital remain within safe limits. Furthermore, the study found a significant relationship between increased BMI and object thickness with higher radiation dose. Patients with high BMI and object thickness greater than 25 cm tended to receive higher CTDIvol and DLP values to produce diagnostically adequate images. Therefore, adjusting scan parameters according to patient body characteristics is crucial to maintaining image quality without exceeding safe radiation dose levels.

4612749489C1L021002DAMPAK MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL) TERHADAP
PARTISIPASI AKTIF SISWA DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS X SMK
DIPONEGORO 3 KEDUNGBANTENG TAHUN PELAJARAN 2024/2025
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen yang bertujuan
untuk menganalisis dampak model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap partisipasi aktif
siswa dan hasil belajar akuntansi pada siswa kelas X SMK Diponegoro 3 Kedungbanteng tahun pelajaran
2024/2025. Permasalahan dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi aktif siswa dan
capaian hasil belajar akuntansi yang masih berada di bawah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran
(KKTP). Sampel penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan total 58 siswa, yang dibagi
ke dalam dua kelompok: kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran PjBL dan kelas kontrol
menggunakan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi
untuk mengukur partisipasi aktif dan soal tes pilihan ganda untuk mengukur hasil belajar. Analisis data
menggunakan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan
yang signifikan dalam partisipasi aktif siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai thitung
sebesar 7,052 > ttabel 2,002; (2) terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang diajar
dengan model PjBL dan model konvensional dengan nilai thitung sebesar 4,540 > ttabel 2,002. Temuan ini
memperkuat bahwa penerapan model PjBL berpengaruh positif terhadap peningkatan partisipasi aktif
siswa dan hasil belajar akuntansi.
This research is a quantitative study using a quasi-experimental method aimed at analyzing the
impact of the Project Based Learning (PjBL) model on students’ active participation and accounting learning
outcomes among 10th-grade students at SMK Diponegoro 3 Kedungbanteng in the 2024/2025 academic
year. The study was motivated by the issue of low student participation and accounting achievement, with
many students performing below the Minimum Learning Mastery Criteria (KKTP). The sample was selected
using purposive sampling, involving a total of 58 students divided into two groups: the experimental class,
which applied the PjBL model, and the control class, which used conventional teaching methods. Data
collection techniques included observation sheets to assess student participation and multiple-choice tests
to measure learning outcomes. Data were analyzed using the independent sample t-test. The results showed
that: (1) there is a significant difference in students’ active participation between the experimental and
control groups, with a t-value of 7.052 > t-table 2.002; (2) there is a significant difference in learning
outcomes between students taught with the PjBL model and those taught with conventional methods, with
a t-value of 4.540 > t-table 2.002. These findings confirm that the implementation of the PjBL model has a
positive effect on increasing student participation and accounting learning outcomes.
4612849490K1A021058Pemurnian Urease dari Biji Pare dengan Fraksinasi Amonium Sulfat dan Amobilisasi pada Agar-Agar KomersialEnzim urease merupakan enzim yang mengkatalis hidrolisis urea menjadi karbon dioksida dan amonia. Enzim urease dalam penelitian ini diisolasi dari biji
pare (Momordica charantia L.). Penelitian ini bertujuan untuk memurnikan enzim urease dari biji pare (Momordica charantia L.) melalui fraksinasi amonium sulfat dan mengamobilisasinya dalam matriks agar-agar komersial. Pemurnian dilakukan melalui fraksinasi bertingkat dengan konsentrasi kejenuhan 0-15% (F15), 15-30% (F30), dan 30-45 (F45), dilanjutkan dengan dialisis. Uji aktivitas enzim urease dilakukan menggunakan metode Nessler dan uji kadar protein menggunakan metode Lowry. Fraksi terbaik kemudian dikarakterisasi variasi suhu, pH, dan konsentrasi substrat, serta diamobilisasi menggunakan agar-agar dengan variasi konsentrasi 1, 2, dan 3%. Urease hasil pemurnian (F30) menunjukkan karakteristik
optimum pada pH 7, suhu inkubasi 35 °C, dan konsentrasi substrat 1000 ppm dengan aktivitas spesifik sebesar 1,429 U/mg dengan tingkat kemurnian 75,2 kali dibandingkan ekstrak kasar. Nilai kinetika menunjukkan bahwa urease murni (F30) memiliki nilai KM sebesar 0,0242 M dan Vmaks sebesar 1,499 ppm/menit, sedangkan urease yang diamobilisasi menunjukkan nilai KM sebesar 0,0259 M dan Vmaks sebesar 0,2414 ppm/menit. Aktivitas optimum urease amobil diperoleh pada konsentrasi agar-agar 2% dengan aktivitas sebesar 0,473 U/mL dan efisiensi teramobil sebesar 99%. Urease teramobil dapat digunakan secara berulang hingga 5 kali dengan aktivitas sisa 50%.
Urease is an enzyme that catalyzes the hydrolysis of urea into carbon dioxide and ammonia. In this study, urease was isolated from bitter melon seeds (Momordica charantia L.). The aim of this study was to purify urease from Momordica charantia L. seeds through ammonium sulfate fractionation and to immobilize it in a commercial agar matrix. Purification was conducted using stepwise ammonium sulfate precipitation with saturation levels of 0-15% (F15), 15-30% (F30), and 30-45% (F45), followed by dialysis. Urease activity was measured using the Nessler method, and protein concentration was determined using the Lowry method. The best fraction was then characterized for optimal temperature, pH, and substrate concentration, and immobilized in agar with concentrations of 1%, 2%, and 3%. The purified urease (F30) showed optimal activity at pH 7, an incubation temperature of 35 °C, and a substrate concentration of 1000 ppm, with a specific activity of 1.429 U/mg and a purification fold of 75.2 compared to the crude extract. Kinetic analysis revealed that the purified urease (F30) had a KM value of 0.0242 M and a Vmax of 1.499 ppm/min, while the immobilized urease showed a KM of 0.0259 M and a Vmax of 0.2414 ppm/min. The highest activity of immobilized urease was obtained at a 2% agar concentration, with an activity of 0.473 U/mL and an immobilization efficiency of 99%. The immobilized urease could be reused up to five times with a residual activity of 50%.
4612949491K1A021038Desain dan Pembuatan Spektrofotometer Sederhana Multi Panjang Gelombang Berbasis Arduino Uno Untuk Penentuan Kadar Zat Aditif BerbahayaMakanan merupakan kebutuhan dasar hidup yang harus dipilih dengan cermat terutama keamanannya terhadap penggunaan zat aditif berbahaya seperti boraks, formalin, dan sulfit yang dilarang karena dampak negatifnya terhadap kesehatan. Analisis kandungan zat aditif ini dapat dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis karena dapat menentukan konsentrasi suatu senyawa yang sangat kecil. Akan tetapi, instrumen ini memiiki keterbatasan karena harganya yang relatif mahal dan perlu keahlian khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan spektrofotometer sederhana menggunakan miktokontroler Arduino Uno, sensor cahaya TSL2591, dan LED RGB yang dapat diatur untuk menghasilkan beberapa panjang gelombang dalam rentang visible (410, 545, dan 575 nm). Uji kinerja spektrofotometer sederhana dilakukan dengan analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank yang tidak menunjukkan adanya perbedaan signifikan dibandingkan dengan spektrofotometer UV-Vis komersial pada analisis zat aditif berbahaya formalin, boraks, dan sulfit. Validasi metode analisis spektrofotometer sederhana menghasilkan persamaan regresi linear y = 0,1014x + 0,0639 dengan koefisien determinasi R2 = 0,9986 dan koefisien korelasi r = 0,9993. Rentang metode yang diperoleh berada pada rentang konsentrasi 0,981 – 7,258 ppm, dengan LOQ 0,294 ppm dan LOD 0,981 ppm. Uji presisi diperoleh RSD sebesar 1,28% dan HORRAT sebesar 0,12 sedangkan presisi antara diperoleh RSD sebesar 1,60% dan HORRAT sebesar 0,15. Akurasi menunjukkan nilai % recovery sebesar 100,16% serta selektivitas yang cukup baik dalam mendeteksi formalin dengan adanya senyawa pengganggu. Spektrofotometer sederhana yang telah dikembangkan terbukti valid karena telah memenuhi beberapa parameter validasi metode analisis untuk pengujian kadar formalin pada spike sampel tahu.Food is a basic necessity that must be selected carefully, particularly in terms of its safety from harmful additives such as borax, formalin, and sulfite, which are banned due to their adverse health effects. The analysis of these additives can be conducted using UV-Vis spectrophotometry, which is capable of detecting very low concentrations of compounds. However, this method has limitations due to the high cost of the instrument and the need for specialized expertise. This study aims to develop a simple, low-cost spectrophotometer using an Arduino Uno microcontroller, a TSL2591 light sensor, and an adjustable RGB LED capable of emitting light at selected visible wavelengths (410, 545, and 575 nm). Performance testing of the developed spectrophotometer was conducted through statistical analysis using the Wilcoxon Signed-Rank test, which showed no significant difference compared to a commercial UV-Vis spectrophotometer in detecting formalin, borax, and sulfite. Method validation yielded a linear regression equation of y = 0.1014x + 0.0639 with a determination coefficient (R²) of 0.9986 and a correlation coefficient (r) of 0.9993. The method range was found to be 0.981–7.258 ppm, with a limit of detection (LOD) of 0.981 ppm and a limit of quantification (LOQ) of 0.294 ppm. Precision testing showed a relative standard deviation (RSD) of 1.28% with a HORRAT value of 0.12, while intermediate precision yielded an RSD of 1.60% and a HORRAT of 0.15. The method demonstrated high accuracy, with a recovery rate of 100.16%, and good selectivity in detecting formalin in the presence of interfering substances. The developed simple spectrophotometer meets several analytical method validation parameters and is suitable for formalin detection in spiked tofu samples.
4613049492H2B023002PENGARUH BUBUK DARI LIMBAH GENTENG SOKKA TERHADAP KUAT TEKAN MORTARKabupaten Kebumen merupakan salah satu wilayah produksi genteng Sokka yang menghasilkan 305.424 ton pertahun, 5% dari produksi genteng tersebut merupakan genteng yang cacat dan merupakan produk gagal sehingga menghasilkan limbah produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemungkinan pemanfaatan limbah genteng sebagai material substitusi semen pada campuran mortar. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian sifat fisik, pengujian sifat kimia, pengujian sifat mekanik dan pengujian kuat tekan mortar. Pengujian sifat mekanis dan kuat tekan mortar terdiri dari 5 sampel campuran mortar dengan persentase substitusi bubuk limbah genteng sebesar 0% (sebagai kontrol), 10% , 20%, 30% dan 50%. Dari pengujian didapat nilai kehalusan material semen 4.399,5 cm2/g dan nilai kehalusan material bubuk limbah genteng yaitu 2.753 cm2/g. Pada pengujian initial setting time didapat peningkatan waktu dari sampel 10% hingga 50% sebesar 7,62% - 37,75%, sedangkan pada pengujian final setting time didapat peningkatan waktu sebesar 6,59% - 41,77%. Dari hasi uji kuat tekan pada pengujian yang dilakukan sesuai dengan syarat nilai flow mortar (110 ± 5) serta pengujian dengan campuran jumlah air sebanyak 236 ml, sama-sama menunjukkan penurunan kuat tekan karena pengaruh substitusi bubuk limbah genteng. Semakin banyak prosentase substitusi maka nilai kuat tekan semakin kecil. Kebumen Regency is one of the Sokka roof tile production areas that produces 305,424 tonnes per year, 5% of the roof tile production is defective roof tiles and is a failed product that produces production waste. The purpose of this research is to determine the possibility of utilising roof tile waste as a substitute material for cement in mortar mixtures. The tests carried out include physical properties testing, chemical properties testing, mechanical properties testing and mortar compressive strength testing. Mechanical properties and compressive strength testing consisted of 5 mortar mix samples with the percentage of tile waste powder substitution of 0% (as control), 10%, 20%, 30% and 50%. From the test, the fineness value of cement material was 4,399.5 cm2/g and the fineness value of tile waste powder material was 2,753 cm2/g. In the initial setting time test, an increase in time was obtained from 10% to 50% samples by 7.62% - 37.75%, while in the final setting time test an increase in time was obtained by 6.59% - 41.77%. From the results of the compressive strength test in the tests carried out in accordance with the requirements of the flow mortar value (110 ± 5) as well as testing with a mixture of 236 ml of water, both show a decrease in compressive strength due to the influence of tile waste powder substitution. The more the percentage of substitution, the smaller the compressive strength value.
4613149493H1B020087PROSEDUR PEMBUATAN CN GRID SEBAGAI DASAR PENENTUAN PENENTUAN NILAI CN DALAM PERHITUNGAN DEBIT LIMPASAN LANGSUNG UNTUK SIMULASI GENANGAN BANJIRDaerah Aliran Sungai (DAS) merupakan kawasan yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air hujan melalui sungai. Karakteristik fisik dan curah hujan pada DAS dapat mempengaruhi debit air dan limpasan langsung penyebab banjir. Curved Number (CN) merupakan indeks yang dikembangkan oleh Soil Conservation Service untuk mengukur resapan air hujan ke tanah dan jumlah limpasan permukaan yang berperan penting dalam analisis hidrologi DAS. Penelitian ini mengkaji prosedur pembuatan CN Grid sebagai dasar penentuan nilai CN dalam perhitungan debit limpasan langsung untuk simulasi genangan banjir di DAS Klawing. Mengingat perhitungan CN secara manual untuk wilayah luas memerlukan waktu yang panjang, penelitian ini memanfaatkan teknologi Geographical Information System (GIS) melalui software QGIS untuk pemodelan CN Grid, kemudian HEC-HMS untuk pemodelan debit limpasan dengan metode SCS-CN, dan HEC-RAS untuk simulasi genangan banjir. Prosedur pembuatan CN Grid meliputi input data DEM, delineasi DAS, input data tata guna lahan dan hydrological soil group, proses clip, reclassify, dan analisis nilai CN grid. Hasil penelitian menunjukkan rentang nilai CN pada DAS Klawing bervariasi antara 71-100. Analisis debit puncak dilakukan pada enam model subbasin (1, 3, 5, 7, 9, dan 11) dengan kala ulang 25, 50, dan 100 tahun, menghasilkan debit puncak tertinggi pada kala ulang 100 tahun pada model 1 subbasin mencapai 2529,5 m³/s, sedangkan pada model 11 subbasin mencapai 1853,9 m³/s. Pemodelan genangan banjir dengan HEC-RAS menunjukkan area genangan mencapai 28,287 km² pada periode kala ulang 25 tahun, dengan dampak tersebar di 11 desa di Kabupaten Purbalingga dan 7 desa di Kabupaten Banyumas.A watershed is an area that functions to collect, store, and drain rainwater through rivers. The physical characteristics and rainfall in watersheds can influence water discharge and direct runoff that causes flooding. The Curve Number (CN) is an index developed by the Soil Conservation Service to measure the absorption of rainwater into the soil and the amount of surface runoff, which plays an important role in watershed hydrological analysis. This research examines the procedure for creating a CN Grid as a basis for determining CN values in calculating direct runoff discharge for flood inundation simulation in the Klawing watershed. Considering that manual CN calculations for large areas require extensive time, this research utilizes Geographical Information System (GIS) technology through QGIS software for CN Grid modeling, followed by HEC-HMS for runoff discharge modeling using the SCS-CN method, and HEC RAS for flood inundation simulation. The CN Grid creation procedure includes DEM data input, watershed delineation, land use and hydrological soil group data input, clipping, reclassifying, and CN grid value analysis. The results show that the CN values in the Klawing watershed vary between 71-100. Peak discharge analysis was conducted on six subbasin models (1, 3, 5, 7, 9, and 11) with return periods of 25, 50, and 100 years, resulting in the highest peak discharge for the 100-year return period in the 1-subbasin model reaching 2529.5 m³/s, while in the 11-subbasin model reaching 1853.9 m³/s. Flood inundation modeling with HEC-RAS shows that the inundation area reaches 28,287 km² for the 25-year return period, with impacts spread across 11 villages in Purbalingga Regency and 7 villages in Banyumas Regency.
4613249494C1C019089PENGARUH JENJANG PENDIDIKAN, PELATIHAN AKUNTANSI, SKALA USAHA, DAN LAMA USAHA TERHADAP PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI PADA UKM BIDANG KULINER DI PURWOKERTO TIMURPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh jenjang pendidikan, pelatihan akuntansi, skala usaha, dan lama usaha terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UKM Bidang Kuliner di Purwokerto Timur. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh pelaku UKM cafe dan resto di Kecamatan Purwokerto Timur. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan purposive sampling dan diperoleh sebanyak 100 UKM yang memenuhi kriteria. Alat analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda dengan aplikasi SPSS. Adapun teknik analisa data yang digunakan diantaranya yaitu statistic deskriptif, uji asumsi klasik, uji model dan pengujian hipotesis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jenjang pendidikan tidak berpengaruh terhadap pemanfaatan informasi akuntansi pada UKM kuliner Purwokerto Timur. Pelatihan akuntansi berpengaruh positif terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UKM bidang kuliner di Purwokerto Timur. Skala usaha tidak berpengaruh terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UKM bidang kuliner di Purwokerto Timur. Lama usaha berpengaruh positif terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UKM bidang kuliner di Purwokerto Timur. This study aims to determine whether there is an influence of educational level, accounting training, business scale, and length of business on the use of accounting information in culinary SMEs in East Purwokerto. The population in this study were all cafe and restaurant SMEs in East Purwokerto District. The sampling technique for this study used purposive sampling and obtained 100 SMEs that met the criteria. The analytical tool in this study was multiple linear regression analysis with the SPSS application. The data analysis techniques used included descriptive statistics, classical assumption tests, model testing, and hypothesis testing. The results of this study indicate that educational level does not affect the use of accounting information in culinary SMEs in East Purwokerto. Accounting training has a positive effect on the use of accounting information in culinary SMEs in East Purwokerto. Business scale does not affect the use of accounting information in culinary SMEs in East Purwokerto. Length of business has a positive effect on the use of accounting information in culinary SMEs in East Purwokerto.
4613349495L1A021021Analisis Total Petroleum Hydrocarbon pada Ceriops Tagal dan
Ceriops Decandra di Segara Anakan, Cilacap
Sumber masuknya senyawa hidrokarbon di perairan Segara Anakan berasal dari aktivitas
industri kilang minyak yang berpotensi menimbulkan dampak pada ekosistem mangrove.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi TPH pada air, sedimen, dan potensi
pada mangrove, bioakumulasi faktor (BAF) dan translokasi faktor (TF) pada mangrove Ceriops
tagal dan Ceriops decandra, serta menggambarkan potensi TPH pada Ceriops tagal dan
Ceriops decandra. Metode pengambilan sampel menggunakan metode random sampling
pada 2 stasiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi TPH pada air
stasiun 1 sebesar 100 mg/L dan stasiun 2 sebesar 166,67 ± 57,74 mg/L, yang menunjukan
bahwa konsentrasi tersebut sudah melewati ambang batas baku mutu berdasarkan PP No. 22
Tahun 2021. Sedangkan rata-rata konsentrasi TPH pada sedimen stasiun 1 sebesar
32.666,67 ± 8621,68 mg/kg dan stasiun 2 sebesar 68.333,33 ± 10016,65 mg/kg, yang
mengindikasikan bahwa kondisi sedimen kedua stasiun telah mengalami kontaminasi berat.
Hasil akumulasi TPH pada mangrove Ceriops tagal sebesar 20.000 mg/kg dan Ceriops
decandra sebesar 8.766,67 mg/kg. Menurut perhitungan BAF dan TF Ceriops tagal dan
Ceriops decandra relatif tidak mampu dalam mengakumulasi dan mentranslokasi senyawa
TPH di tubuhnya.
The source of hydrocarbon compounds in Segara Anakan waters comes from oil refinery
industrial activities that have the potential to impact the mangrove ecosystem. This study aims
to analyze the concentration of TPH in water, sediment, and potential in mangroves,
bioaccumulation factors (BAF) and translocation factors (TF) in Ceriops tagal and Ceriops
decandra mangroves, and describe the potential of TPH in Ceriops tagal and Ceriops
decandra. The sampling method used a random sampling method at 2 stations. The results
showed that the average TPH concentration in water at station 1 was 100 mg/L and station 2
was 166.67 ± 57.74 mg/L, which indicates that the concentration has exceeded the quality
standard threshold based on PP No. 22 of 2021. Meanwhile, the average TPH concentration
in the sediment at station 1 was 32,666.67 ± 8,621.68 mg/kg and at station 2 was 68,333.33 ±
10,016.65 mg/kg, indicating that the sediment conditions at both stations had experienced
heavy contamination. The results of TPH accumulation in the mangrove Ceriops tagal were
20,000 mg/kg and Ceriops decandra were 8,766.67 mg/kg. According to BAF and TF
calculations, Ceriops tagal and Ceriops decandra are relatively incapable of accumulating and
translocating TPH compounds in their bodies.
4613449496J0A022001Creating a Digital Leaflet to Promote Tourist Destinations in Banyumas RegencyLaporan praktik kerja ini berjudul “Creating a Digital Leaflet to Promote Tourist Destinations in Banyumas Regency”. Laporan tertulis berdasarkan praktik kerja yang dilaksanakan di Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Banyumas di sektor pariwisata. Tujuan dari laporan ini adalah untuk mendeskripsikan promosi destinasi wisata di Kabupaten Banyumas yang dinaungi oleh Dinporabudpar. Lima destinasi wisata terpilih untuk dipromosikan dalam bentuk selebaran digital yaitu, Desa Melung, Grojogan Ratu, Taman Apung Mas Kemambang, Lokawisata Baturraden, dan Bukit Tengtung. Pembuatan selebaran digital bertujuan untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan mempermudah memperoleh informasi mengenai destinasi wisata di Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam membuat selebaran digital ini meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan dengan mengamati website Dinporabudpar untuk mendapatkan informasi mengenai destinasi wisata. Wawancara dengan karyawan Dinporabudpar terutama dalam sektor pariwisata untuk mengetahui informasi mengenai perkembangan Dinporabudpar dalam mempromosikan destinasi wisata. Beberapa pengunjung juga di wawancarai untuk mendapatkan sudut pandang mereka mengenai layanan yang ditawarkan di destinasi wisata. Dokumentasi mengenai fasilitas destinasi wisata, dalam bentuk gambar digunakan untuk elemen pendukung pada selebaran digital. Dalam proses pembuatan selebaran digital, beberapa masalah yang dihadapi yaitu, dalam memilih jenis produk karena kurangnya pengalaman desain, kesulitan dalam menentukan tempat yang akan dibahas didalam selebaran digital, perusahaan menyediakan fasilitas yang kurang memadai bagi peserta magang. Untuk mengatasi permasalahan tersebut melakukan observasi contoh desain selebaran digital, dengan menentukan tempat yaitu melalui website Dinporabudpar, dan mengatasi fasilitas yang kurang memadai dengan berkomunikasi pada pendamping disektor pariwisata.This job training report is entitled “Creating a Digital Leaflet to Promote Tourist Destinations in Banyumas Regency”. It is written based on job training carried out at the Department of Youth, Sports, Culture, and Tourism of Banyumas Regency in the tourism sector. The purpose of this report is to describe the promotion of tourist destinations in Banyumas Regency under the supervision of Dinporabudpar Banyumas. Five tourist destinations were selected to be promoted in the form of a digital leaflet. They were Melung Village, Grojogan Ratu, Mas Kemambang Floating Park, Lokawisata Baturraden, and Bukit Tengtung. Digital leaflet creation aimed to reach a wider audience and make them easier to obtain information about tourist destinations in Banyumas Regency. The methods used in this digital leaflet creation included observation, interview, and documentation. The observation was conducted by examining the Dinporabudpar website to obtain information about tourist destinations. The Interviews were held with Dinporabudpar tourism sector staff to learn about the development of Dinporabudpar in promoting tourist destinations. Some visitors were also interviewed to gain their perspectives on the service offered there. The documentation of the facilities at the tourist destinations in the form of images is used as a supporting element in the digital leaflet. During the process of preparing this digital leaflet, some problems encountered are in choosing the type of product due to a lack of design, difficulty in determining the places to be discussed in the digital leaflet, and the company provided inadequate facilities for interns. To overcome these issues, examples of digital leaflet designs were observed by determining the locations through the Dinporabudpar website, and inadequate facilities were addressed by communicating with the supervisor in the tourism sector.

4613549498H1B020017PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH PERDESAAN DI DUSUN 1 DESA KRACAK, KECAMATAN AJIBARANG, KABUPATEN BANYUMAS DENGAN SOFTWARE WATERNETPenyediaan air bersih di Desa Kracak, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten
Banyumas, menjadi tantangan utama karena fasilitas Pamsimas yang tersedia
belum mencakup seluruh penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis kapasitas produksi air bersih SPAM Desa Kracak dan
merencanakan sistem penyediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan
selama 10 tahun ke depan. Metode penelitian melibatkan survei lapangan dan
simulasi hidraulik menggunakan software WaterNet untuk mengevaluasi
kinerja jaringan. Hasil proyeksi menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih
penduduk Dusun 1 Desa Kracak dapat terpenuhi secara memadai. Simulasi
WaterNet mengindikasikan bahwa jaringan hidraulik berfungsi optimal tanpa
kendala berarti, ditandai dengan hasil simulasi yang memenuhi kebutuhan di
setiap wilayah layanan. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk
pengelolaan sistem air bersih yang berkelanjutan
The provision of clean water in Kracak Village, Ajibarang District, Banyumas
Regency, faces challenges as the existing Pamsimas facilities do not cover all
residents. This study aims to analyze the clean water production capacity of
the Kracak Village SPAM and to plan a water supply system to meet demand
for the next 10 years. The research method involved field surveys and
hydraulic simulation using WaterNet software to evaluate network
performance. The projection results show that the clean water needs of
residents in Hamlet 1, Kracak Village, can be adequately met. The WaterNet
simulation indicates that the hydraulic network operates optimally without
significant issues, as evidenced by simulation results that fulfill the needs of
all service areas. This study provides recommendations for sustainable water
system management.
4613649499D1A021197STUDI KASUS PEMBERIAN PAKAN PADA USAHA
PENGGEMUKAN DOMBA EKOR GEMUK DI CV. LANCARJAYA
FARM
Domba merupakan salah satu jenis ternak yang memiliki prospek masa depan
yang menjanjikan karena mudah dipelihara, cepat berkembang biak, dan
adaptabel terhadap pakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dan
mendalami managemen pemberian pakan di CV. Lancarjaya Farm. Waktu
pelaksanaan kegiatan praktek Kerja Lapangan ini dilaksanakan selama 40 hari,
mulai tanggal 2 Mei sampai dengan 9 Juni 2024. Kegiatan magang dilaksanakan di
CV. Lancarjaya Farm, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan observasi. Analisis
data yang dilakukan adalah dengan Rancangan Acak Lengkap untuk mengetahui
PBBH pada domba yang bobot awalnya berbeda, sedangkan untuk mengetahui
perbedaan rerata perlakuan dilakukan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test).
Kebutuhan domba dewasa di CV Lancarjaya Farm telah terpenuhi dengan pakan
konsentrat dan hijauan. Evaluasi kecukupan pakan menunjukan terdapat
kelebihan pada kandungan nutrien BK, PK, dan TDN yang masing-masing sebesar
0,464; 0,076; 0,071 kg. Rataan pertambahan bobot badan domba yang diamati
mulai dari kelompok 9-11; 12-15; 16-19 kg. PBBH pada domba yang diamati
menunjukan bahwa PBBH selama 30 hari pemeliharaan yang dicapai berbeda
tidak nyata (P>0.05) meskipun ada perbedaan yang sangat nyata (P<0.01) antara
bobot awal dan bobot akhir. Konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan
konversi pakan pada domba ekor gemuk tidak terlalu dipengaruhi oleh waktu
pemberian pakan konsentrat dan hijauan. Konsentrat umumnya lebih produktif
jika diberikan 4 jam sebelum hijauan. Pemberian pakan di CV. Lancarjaya Farm
sudah dilakukan dengan baik, hal ini terlihat dari evaluasi pemberian pakan
domba yang diamati sudah efisien karena selisih antara konsumsi dengan
kebutuhan BK, PK, dan TDN ternak domba berlebih hanya beberapa gram saja.
Pertambahan bobot badan harian ternak juga berpengaruh terhadap kefisienan
manajemen pakan ternak, hal ini karena PBBH merupakan faktor yang
menentukan tingkat kualitas pakan yang diberikan. Semakin tinggi PBBH ternak,
maka akan semakin baik manajemen dan kualitas pakannya.
Sheep are a type of livestock that have promising future prospects because they are
easy to raise, reproduce quickly, and adapt to feed. The purpose of this study is to
understand and deepen the management of feeding at CV. Lancarjaya Farm. The
implementation time of this fieldwork practice activity was carried out for 40 days,
from May 2 to June 9, 2024. The internship was carried out at CV. Lancarjaya Farm,
Kramat District, Tegal Regency. The method used in this study was descriptive and
observational. Data analysis was carried out using a Completely Randomized
Design to determine the PBBH in sheep with different initial weights, while to
determine the average difference in treatment, the DMRT (Duncan's Multiple Range
Test) was carried out. The needs of adult sheep at CV Lancarjaya Farm have been
met with concentrate feed and greens. Evaluation of feed adequacy showed that
there was an excess in the nutrient content of DM, CP, and TDN, which were 0.464;
0.076; 0.071 kg, respectively. The average weight gain of the sheep observed ranged
from 9-11; 12-15; 16-19 kg. The observed weight gain (PBH) of the sheep showed
that the PBBH achieved during the 30 days of maintenance was not significantly
different (P>0.05), although there was a very significant difference (P<0.01)
between the initial and final weights. Feed consumption, body weight gain, and feed
conversion in fat-tailed sheep were not significantly affected by the timing of
concentrate and forage feeding. Concentrates were generally more productive
when given 4 hours before forage. Feeding at CV. Lancarjaya Farm has been carried
out well, this is evident from the evaluation of the sheep feeding observed to be
efficient because the difference between consumption and the needs of excess BK,
PK, and TDN of sheep was only a few grams. Daily body weight gain of livestock also
affects the efficiency of livestock feed management, this is because PBBH is a factor
that determines the level of feed quality provided. The higher the PBBH of livestock,
the better the management and quality of feed.
4613749505H1B018073STRATEGI MITIGASI BENCANA TSUNAMI MELALUI PENERAPAN ALAT KESELAMATAN RINGAN DAN PRAKTISIndonesia merupakan negara yang sangat rawan terhadap bencana tsunami karena berada di kawasan subduksi aktif tiga lempeng tektonik utama. Wilayah pesisir, khususnya, sering kali minim infrastruktur mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji pelampung darurat berbahan bekas seperti styrofoam dan rubber foam sebagai strategi mitigasi berbasis komunitas. Metode yang digunakan adalah pendekatan eksperimen rekayasa dengan membuat dua prototipe pelampung (ST-1 dan RF-1), lalu diuji berdasarkan daya apung, kenyamanan, dan ketahanan sesuai standar ISO 12402-5:2020 dan SNI 12402-2:2012. Hasil uji menunjukkan bahwa rubber foam memiliki daya apung lebih stabil dan tidak menyerap air dibanding styrofoam. Namun, kedua bahan memerlukan penyesuaian ukuran agar mampu menopang tubuh dewasa secara optimal. Studi ini menunjukkan bahwa limbah rumah tangga dapat didaur ulang menjadi alat keselamatan yang fungsional, terjangkau, dan layak dijadikan bagian dari edukasi kebencanaan di wilayah pesisir serta juga menjadi alat mitigasi parsial untuk menopang pencegahan mitigasi lainnyaIndonesia is highly vulnerable to tsunami disasters due to its position at the intersection of three major tectonic plates. Coastal areas, in particular, often lack sufficient disaster mitigation infrastructure. This research aims to design and test emergency flotation devices made from recycled materials such as Styrofoam and rubber foam, as a community-based mitigation strategy. The study employs an engineering experimental method by developing two prototypes (ST-1 and RF-1) and evaluating their buoyancy, comfort, and durability based on ISO 12402-5:2020 and SNI 12402-2:2012 standards. The test results indicate that rubber foam provides better buoyancy and water resistance than Styrofoam. However, both materials need size adjustment to optimally support an adult body. This study demonstrates that household waste can be repurposed into affordable and functional safety devices, with strong potential for use in disaster education in coastal communities then, coastal areas can also function as a complementary mitigation measure, supporting the implementation of broader disaster prevention strategies
4613849500L1A021053Analisis Total Petroleum Hydrocarbon (TPH) Mangrove Rhizophora
mucronata dan Rhizophora apiculata di Segara Anakan, Cilacap
Penelitian ini berjudul Analisis Total Petroleum Hydrocarbon (TPH) pada
Mangrove Jenis Rhizophora mucronata dan Rhizophora apiculata di Segara Anakan,
Cilacap. Mangrove memiliki kemampuan mengakumulasi pencemar seperti
TPH. Karakteristik mangrove yang berbeda-beda mempengaruhi tingkat
akumulasi terhadap pencemar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
konsentrasi TPH pada air, sedimen, dan jaringan mangrove, serta menganalisis
BAF dan TF spesies Rhizophora mucronata dan Rhizophora apiculata. Penelitian
dilakukan pada bulan Desember 2024. Metode yang digunakan deskriptif
kuantitatif, penentuan lokasi pengambilan sampel dengan metode random
sampling pada tiga stasiun. Hasil penelitian TPH pada air terendah 100 mg/L,
sedangkan tertinggi 367 mg/L. Hasil konsentrasi TPH pada sedimen terendah
yaitu 32.667 mg/kg dan tertinggi 79.633 mg/kg. Konsentrasi TPH pada
mangrove jenis Rhizophora apiculata memiliki konsentrasi rata-rata tertinggi yaitu
16.000 ± 3930 mg/kg dibandingkan Rhizophora mucronata yaitu 12.183 ± 2588
mg/kg. Nilai BAF dan TF dari kedua spesies tersebut ≤ 1 yang artinya tumbuhan
kurang memiliki kemampuan mengakumulasi dan mentranslokasi kontaminan
TPH dalam organnya.
The entitled is Analysis of Total Petroleum Hydrocarbon (TPH) in Rhizophora
mucronata and Rhizophora apiculata Mangroves in Segara Anakan, Cilacap. Mangroves
have the ability to accumulate pollutants including TPH. Mangrove have the different
characteristics to accumulation potential of TPH. This study aimed to analyze the
concentration of TPH in water, sediment, mangrove, and to analyze the BAF and TF of
Rhizophora mucronata and Rhizophora apiculata species. The study was conducted in
December 2024. The method used quantitative descriptive, determining the location of
sampling using the random sampling method at three stations. The results of the study
showed that the lowest TPH in the water was 100 mg/L, while the highest was 367 mg/L.
The results of the lowest TPH concentration in sediment were 32.667 mg/kg and the
highest was 79.633 mg/kg. The concentration of TPH in mangrove species Rhizophora
apiculata has the highest average concentration of 16.000 ± 3930 mg/kg compared to
Rhizophora mucronata which is 12.183 ± 2588 mg/kg. The BAF and TF values of both
species are ≤ 1, which means that plants have less ability to accumulate and translocate
TPH contaminants in their organs.
4613949501C1C019029Pengaruh Kepemilikan Manajerial dan Kepemilikan Institusional Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan Kinerja Keuangan Sebagai Variabel Moderasi
(Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2021-2022)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional terhadap pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan kinerja keuangan sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan metode pendekaan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2021-2022. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan kriteria yang telah ditentukan dan memperoleh sampel 40 perusahaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan, laporan tahunan, dan laporan keberlanjutan masing-masing perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu regresi linear berganda. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional berpengaruh terhadap pengungkapan CSR serta kinerja keuangan tidak mampu memoderasi pengaruh kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional terhadap pengungkapan CSR. Implikasi dari hasil penelitian ini yaitu perusahaan diharapkan melakukan pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) atas segala operasional bisnis yang telah dilakukan secara komprehensif dan bijak. The purpose of this study is to analyze the influence of managerial ownership and institutional ownership on Corporate Social Responsibility (CSR) disclosure with financial performance as a moderating variable. This research uses a quantitative approach method. The population in this study are all manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2021-2022. The sampling technique used in this study is purposive sampling with predetermined criteria and obtained a sample of 40 companies. The data used in this research are secondary data sourced from financial reports, annual reports, and sustainability reports of each company. The data analysis technique used is multiple linear regression. The results of this research shows that managerial ownership and institutional ownership have influence on CSR disclosure and financial performance is not able to moderate the influence of managerial ownership and institutional ownership on CSR disclosure. The implication of the results of this study is that companies are expected to disclose Corporate Social Responsibility (CSR) for all business operations that have been carried out comprehensively and wisely.
4614049502H1B018093PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI ALAT MITIGASI DIRI SEDERHANA
YANG MURAH DAN EFEKTIF UNTUK SITUASI DARURAT BENCANA TSUNAMI
Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap bencana tsunami karena letaknya yang berada di jalur pertemuan tiga lempeng tektonik aktif. Mitigasi bencana, khususnya mitigasi mandiri, sangat penting untuk mengurangi risiko korban jiwa saat terjadi tsunami. Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan alat pelampung sederhana dari bahan daur ulang, seperti styrofoam dan PET, sebagai solusi murah dan efektif untuk evakuasi darurat. Metode yang digunakan mencakup studi literatur, pengujian laboratorium terhadap daya apung material, serta simulasi penggunaan alat dalam kondisi darurat. Hasilnya menunjukkan bahwa alat ini memiliki daya apung yang stabil selama lebih dari 48 jam dan dapat diproduksi dengan biaya rendah. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam inovasi mitigasi bencana berbasis masyarakat, khususnya di daerah pesisir yang minim infrastruktur evakuasi.

Indonesia is highly vulnerable to tsunami disasters due to its location at the convergence of three active tectonic plates. Disaster mitigation, especially self-rescue strategies, is crucial to reduce casualties during tsunami events. This research designs and implements a simple flotation device made from recycled materials such as styrofoam and PET as a low-cost and effective emergency evacuation solution. The methods include literature studies, laboratory testing of material buoyancy, and simulation of device use under emergency conditions. The results show that the device maintains buoyancy for over 48 hours and is feasible for low-cost production. This study contributes significantly to community-based disaster mitigation innovations, particularly in coastal areas lacking evacuation infrastructure.