Artikelilmiahs

Menampilkan 46.101-46.120 dari 48.741 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4610149462D1A020144ANALISIS STRENGTH, WEAKNESS, OPPORTUNITIES, AND THREATS PETERNAKAN SAPI POTONG DI SAPI JALU FARM KECAMATAN CIGANDAMEKAR KABUPATEN KUNINGANPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan usaha peternakan sapi potong di Sapi Jalu Farm, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan menggunakan pendekatan SWOT. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara dan observasi dilapangan, kemudian dianalisis secara kuantitatif dengan matriks IFAS dan EFAS untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi usaha. Hasil penelitian menunjukkan skor IFAS sebesar 3,3 untuk kekuatan, 2,8 untuk kelemahan, sedangkan skor EFAS 2,8 untuk peluang, dan 3,0 untuk ancaman, yang menempatkan Sapi Jalu Farm pada kuadran I matriks SWOT, mengindikasikan potensi yang kuat untuk pengembangan usaha dengan strategi agresif. Berdasarkan hasil perhitungan dapat diketahui bahwa Sapi Jalu Farm memiliki kekuatan berupa siklus produksi terencana, sumber daya manusia kompeten, dan produksi pakan mandiri, serta peluang pasar yang stabil dan meningkat terutama saat musim Idul Adha dan Idul Fitri. Namun, terdapat kelemahan seperti keterbatasan lahan hijauan dan diversifikasi produk yang perlu diperbaiki, serta ancaman dari risiko penyakit dan fluktuasi harga bahan baku. Berdasarkan analisis, Sapi Jalu Farm berada pada posisi strategis untuk menerapkan strategi agresif yang memaksimalkan kekuatan dan peluang guna meningkatkan efisiensi, daya saing, dan keberlanjutan usaha peternakan sapi potong di wilayah Kabupaten Kuningan.This study aims to analyze the development strategy of the beef cattle farming business at Sapi Jalu Farm, located in the Cigandamekar Subdistrict of Kuningan Regency, through the SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) analytical framework. Employing a descriptive qualitative research design with a case study approach, primary data were obtained through structured interviews and direct observations. The data were analyzed using the Internal Factor Analysis Summary (IFAS) and External Factor Analysis Summary (EFAS) matrices to assess the internal and external factors influencing the enterprise. The IFAS analysis yielded a score of 3.3 for strengths and 2.8 for weaknesses, while the EFAS matrix showed scores of 3.6 for opportunities and 3.0 for threats. These results place Sapi Jalu Farm in Quadrant I of the SWOT matrix, indicating a favorable position for adopting an aggressive growth-oriented strategy. The farm’s key strengths include a well-organized production cycle, skilled human resources, and the capability to formulate its own concentrate feed. It also benefits from stable and rising market demand, particularly during Islamic festive seasons such as Eid al-Adha and Eid al-Fitr. Nevertheless, challenges persist, including limited access to forage land, minimal product diversification, the risk of livestock diseases, and volatile feed prices. The study concludes that Sapi Jalu Farm is well-positioned to pursue an aggressive development strategy by capitalizing on its internal strengths and external opportunities to improve operational efficiency, competitiveness, and long-term sustainability in the beef cattle industry.
4610249463H1D021043Klasifikasi Cacar Monyet Menggunakan Convolutional Neural Networks (CNN) Arsitektur Pruned Residual Network-50 (ResNet-50) Pada Framework FlutterWabah cacar monyet yang sebelumnya hanya ditemui di Afrika telah menyebar ke benua lainnya termasuk Asia. Timbul kegelisahan dari masyarakat karena penyebaran ini terjadi setelah pandemi COVID-19 dinyatakan berakhir. Cacar monyet memiliki kesamaan gejala dengan penyakit kulit lain seperti cacar sapi, cacar air, dan campak. Berbagai penelitian mengenai model klasifikasi yang menerapkan Deep Learning (DL) kemudian dikembangkan untuk membantu tahap deteksi dini wabah tersebut. Penelitian tersebut menghasilkan set data seperti WSI, MSID, MCSI, dan MSLD v2 yang digunakan juga pada penelitian ini. Model pruned ResNet-50 dipilih sebagai model utama penelitian karena reputasinya yang cukup baik meskipun hanya dengan 50 layer. Model tersebut berbasis ResNet-50 dengan modifikasi pruning metode Global MP dan quantization metode QAT. Modifikasi tersebut membuka peluang menerapkan model DL besar pada perangkat ringkas seperti mobile android. Nilai akurasi, precision, recall, dan f1-score masing-masing adalah 94.44%, 94.12%, 94.71%, dan 94.16%. Sementara itu, pruning dan QAT mengurangi ukuran penyimpanan model menjadi 20.993 MB. Model kemudian diimplementasikan pada perangkat android menggunakan framework Flutter dan telah melewati tahap pengujian blackbox dengan baik.The monkeypox outbreak, which was previously only found in Africa, has spread to other continents including Asia. There is concern from the public because this spread occurred after the COVID-19 pandemic was declared over. Monkeypox has similar symptoms to other skin diseases such as cowpox, chickenpox and measles. Various studies on classification models that apply Deep Learning (DL) were then developed to help the early detection stage of the outbreak. These studies produced datasets such as WSI, MSID, MCSI, and MSLD v2 which were also used in this study. The pruned ResNet-50 model was chosen as the main model of the study due to its good reputation even with only 50 layers. The model is based on ResNet-50 with modifications to the Global MP pruning method and the QAT quantization method. The modification opens up opportunities to apply large DL models on compact devices such as mobile android. The accuracy, precision, recall, and f1-score values are 94.44%, 94.12%, 94.71%, and 94.16%, respectively. Meanwhile, pruning and QAT reduced the storage size of the model to 20,993 MB. The model was then implemented on an android device using the Flutter framework and has passed the blackbox testing stage successfully.
4610349464F1A021040Pola Interaksi Sosial dalam Praktik Kredit Informal Mindring: Studi Kualitatif di Kecamatan Lemahabang, Kabupaten CirebonPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kuatnya praktik kredit informal atau mindring di tengah masyarakat pedesaan, khususnya di Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Informan terdiri dari pengguna dan penyedia jasa mindring yang dipilih secara purposif. Analisis dilakukan menggunakan model interaktif dengan validasi melalui triangulasi data.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial dalam praktik mindring bersifat erat dan dinamis. Pola interaksi meliputi kerja sama, persaingan, kontravensi, konflik, dan akomodasi. Kerja sama terlihat dalam bentuk solidaritas antar debitur dan kelonggaran dari kreditur. Persaingan terjadi antar penyedia jasa dalam menawarkan skema cicilan yang menarik. Kontravensi dan konflik muncul akibat perbedaan kepentingan dan keterlambatan pembayaran, sementara akomodasi berlangsung secara informal tanpa pihak ketiga. Faktor-faktor yang mendorong interaksi sosial ini meliputi kedekatan fisik, keterbukaan komunikasi, simpati, dan kesamaan sosial. Di sisi lain, terdapat pula hambatan seperti perbedaan persepsi, tujuan pribadi, status ekonomi, usia, dan latar belakang etnis. Seluruh dinamika ini membentuk struktur sosial informal yang menopang praktik mindring.
Normalisasi mindring sebagai bagian dari kehidupan ekonomi sehari-hari menunjukkan bahwa praktik ini tidak lagi dipandang sebagai solusi darurat, melainkan telah menjadi kebiasaan kolektif. Dengan menggunakan perspektif ekonomi moral dan konsep embeddedness, praktik mindring dipahami sebagai aktivitas ekonomi yang melekat kuat dalam jaringan sosial masyarakat, mencerminkan adaptasi lokal terhadap keterbatasan sistem keuangan formal.
This research is motivated by the strong practice of informal credit ordiminutionin rural communities, especially in Lemahabang District, Cirebon Regency. The socio-economic conditions of the community are dominated by laborers, small traders, and informal workers with low incomes, as well as limited access to formal financial institutions, making informal credit the main choice. Ease of procedure, no collateral requirements, and social closeness between creditors and debtors are the main reasons for the sustainability of this practice.
The research was conducted using a qualitative approach and case study method, with data collection techniques through in-depth interviews, participant observation, and documentation. Informants consisted of users and providers of mindring services selected purposively. The analysis was conducted using an interactive model with validation through data triangulation. The research findings show that social interaction in mindring practices is close and dynamic. Interaction patterns include cooperation, competition, controversy, conflict, and accommodation. Cooperation is seen in the form of solidarity between debtors and leniency from creditors. Competition occurs between service providers in offering attractive installment schemes. Controversy and conflict arise due to differences in interests and late payments, while accommodation takes place informally without a third party. Factors that drive this social interaction include physical proximity, openness of communication, sympathy, and social similarity. On the other hand, there are also obstacles such as differences in perception, personal goals, economic status, age, and ethnic background. All of these dynamics form an informal social structure that supports the practice of mindring.
The normalization of mindring as part of daily economic life shows that this practice is no longer seen as an emergency solution, but rather has become a collective habit. By using the perspective of moral economy and the concept of embeddedness, mindring practices are understood as economic activities that are deeply rooted in the social networks of the community, reflecting local adaptations to the limitations of the formal financial system.
4610449465F1A021037Studi Fenomenologi Penggunaan Bot Unsoed Anonymous sebagai Media Pencarian Jodoh di Kalangan Mahasiswa UnsoedPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena penggunaan Bot Unsoed Anonymous sebagai media pencarian jodoh di kalangan mahasiswa Unsoed melalui perspektif teori hiperrealitas Jean Baudrillard. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melibatkan 12 informan dari 12 fakultas berbeda yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka selama satu bulan (Maret hingga April 2025). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi penggunaan bot terdiri dari motivasi intrinsik (rasa penasaran, kenyamanan, keamanan, kebutuhan relasi sosial, dan pemenuhan kebutuhan emosional) dan ekstrinsik (pengaruh teman dan media sosial). Interaksi pengguna meliputi tahap perkenalan, kedekatan emosional, validasi identitas, pertemuan langsung, dan hasil akhir hubungan. Selain itu, anonimitas memberikan dampak positif (ruang kebebasan berekspresi dan tanpa identitas) dan negatif (rawan pelecehan seksual, ghosting, pemalsuan identitas, dan perselingkuhan). Kesimpulan penelitian mengungkap bahwa mahasiswa mengalami hiperrealitas, dimulai dari simulasi (representasi identitas nyata) hingga simulakra (konstruksi identitas digital). Interaksi digital melalui bot tidak lagi sekadar meniru realitas sosial nyata, tetapi telah menciptakan realitas baru yang dianggap lebih nyata oleh penggunanya.This study aims to examine the phenomenon of utilizing the Bot Unsoed Anonymous as a medium for romantic partner-seeking among Unsoed students through the theoretical lens of Jean Baudrillard’s hyperreality. The research employs a qualitative method with a phenomenological approach, involving twelve informants from twelve different faculties, selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and literature review over the course of one month (March to April 2025). The findings reveal that the motivations for using the bot consist of intrinsic factors—including curiosity, a sense of comfort and security, the need for social connection, and emotional fulfillment—as well as extrinsic factors such as peer influence and social media trends. User interactions progress through several stages: initial introductions, emotional closeness, identity validation, in-person meetings, and final relational outcomes. Furthermore, anonymity produces both positive impacts (a space for free expression and detachment from real-life identity) and negative consequences (risk of sexual harassment, ghosting, identity falsification, and infidelity). The study concludes that students experience hyperreality, beginning with simulation (the representation of real identities) and culminating in simulacra (the construction of digital identities). Interactions within the bot are no longer mere reflections of social reality but have constituted a new reality perceived by users as more authentic than the original.
4610549466H1C021053Pemodelan Fault Seal Analysis untuk Mengetahui Karakteristik Sesar dan Implikasinya terhadap Migrasi Hidrokarbon Pada Formasi Gumai di Struktur Tempino, Cekungan Sumatera SelatanFault Seal Analysis (FSA) telah banyak diterapkan di bidang eksplorasi dan pengembangan. Struktur Tempino terletak di lapangan yang saat ini sedang dikembangkan. Studi ini menganalisis dampak pergerakan vertikal patahan (throw). Secara umum, hasil pergerakan patahan menghasilkan material klastik/granular yang dikenal sebagai gouge dan menyebabkan berbagai lapisan yang berinteraksi yang dikenal sebagai juxtaposition. Hasil tersebut dapat berfungsi sebagai penghalang/segel bagi hidrokarbon melintasi patahan. Kandungan gouge dapat dihitung menggunakan shale gouge ratio (SGR). Distribusi nilai SGR pada diagram Allan akan menentukan karakteristik penyegelan/kebocoran setiap patahan. Pada penelitian ini mengevaluasi 6 patahan yang mendeformasi batuan pasir ketat Formasi Gumai di sekitar Antiklin Tempino, yaitu patahan T1, T2, T3, T4, T5, dan T6. Pada studi ini dilakukan pemodelan sifat seperti lithofasies, vshale, dan porositas untuk mendistribusikan sifat-sifat tersebut pada diagram Allan. Studi ini menggunakan batas SGR 15-25% untuk menentukan sesar yang sealing atau leaking. Validasi hasil FSA menggunakan data produksi sumur dan tekanan. Mayoritas sesar di lokasi penelitian bersifat sealing, kecuali beberapa bagian sesar yang terdapat di sekitar closure antiklin. Penelitian ini tidak hanya untuk mengevaluasi perangkap hidrokarbon, tetapi juga untuk pengembangan lapangan kedepannya. Pada penelitian mengusulkan 2 area lead berdasarkan studi FSA ini untuk penelitian lebih lanjut.Fault Seal Analysis (FSA) has been widely applied in the field of exploration and development. The Tempino structure is located in a field that is currently being developed. This study analyzes the impact of vertical fault movement (throw). In general, the results of fault movement produce clastic/granular material known as gouge and cause various interacting layers known as juxtaposition. These results can function as a barrier/seal for hydrocarbons crossing the fault. Gouge content can be calculated using the shale gouge ratio (SGR). The distribution of SGR values on the Allan diagram will determine the sealing/leaking characteristics of each fault. In this study, we evaluated six faults that deforming the tight sandstone of the Gumai Formation around the Tempino Anticline, namely faults T1, T2, T3, T4, T5, and T6. This study doing some property modeling such as lithofacies, vshale, and porosity to distribute these properties on the Allan diagram. This study used an SGR threshold of 15–25% to determine whether a fault was sealing or leaking. The FSA results were validated using well production and pressure data. Most faults in the study area were sealing, except for some fault segments near the anticline closure. This study not only evaluated hydrocarbon traps but also aimed to inform the future development of the field. Based on this FSA study, two lead areas were proposed for further study.
4610649457L1A021003Biologi Reproduksi Ikan Palung (Hampala macrolepidota Kuhl & Van Hasselt, 1823) Di Hilir Sungai Klawing, Kabupaten Purbalingga, Jawa TengahPenelitian ini berjudul “Biologi Reproduksi Ikan Palung (Hampala macrolepidota Kuhl &
Van Hasselt, 1823) di Hilir Sungai Klawing, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah”. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui biologi reproduksi ikan palung (Hampala macrolepidota
Kuhl & Van Hasselt, 1823) di hilir Sungai Klawing, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.
Penelitian ini menggunakan metode survei dan teknik pengambilan sampel purposive
sampling serta menggunakan analisis data statistik. Pengambilan sampel pada bulan
November, Desember 2024 dan Januari 2025 di Hilir Sungai Klawing stasiun Jetis, Bokol,
dan Kedungbenda. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan rasio kelamin 1:1,35.
Berdasarkan uji ANOVA (p<0,05) terhadap nilai IGS, IHS, dan IVS. Analisis korelasi IGS,
IHS dan IVS menunjukkan hubungan yang positif. IGS tertinggi pada ikan palung betina
(Bokol) sebesar 13,08% ± 0,37, IHS tertinggi pada ikan betina (Kedungbenda) sebesar
8,80% ± 0,39, dan IVS tertinggi pada ikan betina (Bokol) sebesar 12,09% ± 0,54 hal ini
menunjukkan bahwa ikan palung siap melakukan pemijahan.
This study is titled “Reproductive Biology of the Deepwater Fish (Hampala macrolepidota
Kuhl & Van Hasselt, 1823) in the Lower Reaches of the Klawing River, Purbalingga Regency,
Central Java.” The objective of this study is to investigate the reproductive biology of the
deepwater fish (Hampala macrolepidota Kuhl & Van Hasselt, 1823) in the lower reaches of
the Klawing River, Purbalingga Regency, Central Java. This study employed survey methods
and purposive sampling techniques, along with statistical data analysis. Sampling was
conducted in November, December 2024, and January 2025 at the Jetis, Bokol, and
Kedungbenda stations in the lower reaches of the Klawing River. The results of the study
showed a sex ratio of 1:1.35. Based on an ANOVA test (p<0.05) of IGS, IHS, and IVS values,
the correlation analysis of IGS, IHS, and IVS showed a positive relationship. The highest IGS
value was found in female deep-water fish (Bokol) at 13.08% ± 0.37, the highest IHS value
was in female fish (Kedungbenda) at 8.80% ± 0.39, and the highest IVS value was in female
fish (Bokol) at 12.09% ± 0.54. This indicates that deep-water fish are ready for spawning.
4610749468H1B021017Analisis Waste Material Tulangan Pada Proyek Konstruksi GedungPelaksanaan proyek konstruksi gedung mengalami ketidakefisiensian berupa berbagai pemborosan, salah satu bentuk pemborosan yang sering terjadi pada proyek konstruksi adalah adanya waste material. Waste material menjadi salah satu penyebab utama kerugian atau pemborosan dalam pelaksanaan proyek konstruksi, karena pengelolaan dan pemanfaatannya masih kurang mendapat perhatian. Identifikasi waste material pada proyek studi kasus berupa sisa potongan besi dari proses pekerjaan penulangan, sisa dengan ukuran yang tidak memenuhi spesifikasi untuk pekerjaan lain dan tidak memiliki nilai fungsi lagi. Material pada konstruksi terdiri dari berbagai macam, salah satu material yang umum digunakan adalah material beton bertulang. Material tersebut banyak digunakan sebagai rangka struktur pada suatu bangunan. Besar persentase waste material ditentukan oleh selisih besar material kebutuhan dengan material pengadaan. Penelitian ini memperhitungkan waste material pada material tulangan dengan menggunakan Ms. Excel dengan hasil waste material sebesar 3,06%. Penelitian ini juga memperhitungkan inefisiensi biaya berdasarkan hasil perhitungan waste material. Inefisiensi biaya yang dihasilkan sebesar Rp. 106.771.810,99.The implementation of building construction projects often faces inefficiencies in various forms of waste, with one of the most common forms of waste being waste material. Waste material is a primary cause of financial losses or inefficiencies in construction projects due to insufficient attention to its management and utilization. In the case study project, the identified material waste includes rebar cut-offs from reinforcement work, remnants with sizes that do not meet the required specifications for reuse, and materials that no longer possess its functional value. Construction materials cover a wide range, with reinforced concrete being a commonly used material, frequently employed for structural frameworks in buildings. The percentage of material waste is determined by calculating the difference between the required material and the procured material. This study calculates the waste material of rebar waste using Microsoft Excel, resulting in a material waste percentage of 3.06%. This study also estimates the cost inefficiency based on the material waste calculation. The result of cost inefficiency amounted to IDR. 106,771,810.99.
4610849470F1C021037Peran Penulis Naskah dalam Penciptaan Karya Film "Cowongsewu: Harmoni di Balik Transformasi Ritus Banyumasan"Di era modernisasi, ritual pemanggil hujan khas daerah Banyumas yaitu Cowongan berkembang menjadi sebuah acara teatrikal bernama Cowongsewu. Hal tersebut diinisiasi oleh seorang pelaku seni untuk mengonstruksi pertunjukan seni yang dapat diterima oleh masyarakat modern, tetapi juga tidak melupakan makna filosofis di balik kebudayaannya. Film dokumenter sebagai salah satu format penayangan audiovisual dipilih agar dapat menyampaikan tujuan pembuatan karya jika perubahan budaya lokal tersebut merupakan hasil modifikasi dari sebuah kearifan lokal. Dalam proses kreasinya, seorang penulis naskah memiliki peranan dari tahap pra-produksi hingga pasca produksi seperti perumusan ide, eksekusi naskah, koordinasi narasumber, pengisian suara, sampai agenda distribusi. Keterlibatannya mengarahkan batasan dalam pembuatan film yang menyoroti bahwa transformasi pertunjukan Cowongsewu ditujukan agar dapat melibatkan partisipasi masyarakat luas, sehingga Cowongsewu dikenal sebagai perayaan yang mengusung kesinambungan antara manusia dan sekitarnya.In the era of modernization, the traditional rain-calling ritual of the Banyumas region, Cowongan, has evolved into a theatrical event called Cowongsewu. This was initiated by an artist to construct an artistic performance that is acceptable to modern society, but also does not forget the philosophical meaning behind its culture. Documentary films as one of the audiovisual presentation formats were chosen to convey the purpose of creating the work if the local cultural change is the result of a modification of local wisdom. In the creative process, a scriptwriter has a role from the pre-production to post-production stages such as researching, script execution, coordinating talents, dubbing, to the distribution agenda. This involvement directs the boundaries in filmmaking, highlighting that the transformation of the Cowongsewu performance is intended to involve wider community participation, so that Cowongsewu is known as a celebration that promotes continuity between humans and their surroundings.
4610949471F1A021010ANALISIS HERMENEUTIKA REPRESENTASI STEREOTIP GENDER DALAM LAGU ‘THE MAN’ TAYLOR SWIFT (2019) Penelitian ini menganalisis representasi stereotip gender dalam lirik lagu The Man karya Taylor Swift serta bagaimana sudut pandang dan konteks sosial sang artis membentuk narasi lagu. Menggunakan pendekatan sosiologi sastra dan teori realisme sosial Georg Lukács, lagu ini dipilih karena menyuarakan kritik terhadap ketidaksetaraan gender, terutama dalam industri hiburan dan masyarakat patriarkal. Analisis menunjukkan bahwa Swift menyoroti standar ganda terkait kepemimpinan, kesuksesan, dan kebebasan berekspresi, di mana perempuan dinilai tidak adil dan harus bekerja lebih keras untuk mendapat pengakuan setara. Melalui liriknya, Swift mengungkap frustrasi terhadap norma sosial yang membatasi perempuan dan memuji pria atas perilaku serupa, sehingga The Man menjadi bentuk kritik sosial atas ketimpangan gender yang sistemik.This study analyzes the representation of gender stereotypes in the lyrics of The Man by Taylor Swift and examines how the artist’s perspective and social context shape the song’s narrative. Using a literary sociology approach and Georg Lukács’s theory of social realism, the song was chosen for its explicit critique of gender inequality, particularly in the entertainment industry and patriarchal society. The analysis reveals that Swift highlights double standards in leadership, success, and freedom of expression, where women are judged unfairly and must work harder to gain equal recognition. Through her lyrics, Swift expresses frustration with social norms that constrain women while praising men for the same behaviors, making The Man a strong form of social criticism against systemic gender inequality.
4611049472E1A021033KEBERLAKUAN OPSEN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR
SETELAH BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2022
TENTANG HUBUNGAN KEUANGAN ANTARA PEMERINTAH PUSAT
DAN PEMERINTAHAN DAERAH
(Studi di Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan)
KEBERLAKUAN OPSEN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR
SETELAH BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2022
TENTANG HUBUNGAN KEUANGAN ANTARA PEMERINTAH PUSAT
DAN PEMERINTAHAN DAERAH
(Studi di Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan)
Disusun Oleh:
RHAKA FAJAR ALAMSYAH
E1A021033
ABSTRAK
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara
Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD) memperkenalkan materi
muatan baru dengan memberikan kewenangan pemungutan opsen yang merupakan
pungutan tambahan pajak menurut persentase tertentu. Salah satu opsen yang
dipungut pemerintah daerah kabupaten/kota adalah opsen atas pajak kendaraan
bermotor (Opsen PKB). Jumlah kendaraan bermotor di Kabupaten Kuningan
selama lima tahun terakhir (2020 – 2024) mengalami peningkatan hingga mencapai
5,17% melebihi rata-rata pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor secara
keseluruhan di Provinsi Jawa Barat sebesar 2,38%. Peningkatan jumlah kendaraan
bermotor idealnya diiringi dengan peningkatan penerimaan pendapatan daerah dari
sektor perpajakan kendaraan bermotor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
keberlakuan dan strategi dalam pemungutan Opsen PKB setelah berlakunya UU
HKPD di Kabupaten Kuningan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan statute approach, conseptual
approach dan historical approach. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan
bahwa keberlakuan Opsen PKB setelah berlakunya UU HKPD di Kabupaten
Kuningan merupakan bagian dari skema pemerintah dalam mewujudkan
desentralisasi fiskal melalui penguatan local taxing power dengan mengubah pola
penerimaan dana bagi hasil PKB. Strategi Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan
dalam pemungutan Opsen PKB dilaksanakan dengan cara sinergi dengan
Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui skema berbagi peran dan berbagi
pendanaan.
THE ENFORCEABILITY OF THE MOTOR VEHICLE TAX OPSEN
FOLLOWING THE ENACTMENT OF LAW NUMBER 1 OF 2022
ON FINANCIAL RELATIONS BETWEEN THE CENTRAL GOVERNMENT
AND REGIONAL GOVERNMENTS
(A Case Study of the Regional Government of Kuningan Regency)
Written by:
RHAKA FAJAR ALAMSYAH
E1A021033
ABSTRACT
Law No. 1 of 2022 on Financial Relations between the Central Government and
Local Governments (HKPD Law) introduces new content material by authorizing
the collection of opsen, which is an additional tax levy according to a certain
percentage. One of the accents levied by district/city governments is the accent on
motor vehicle tax (Opsen PKB). The number of motorized vehicles in Kuningan
Regency over the past five years (2020 - 2024) has increased to reach 5.17%,
exceeding the average growth in the number of motorized vehicles as a whole in
West Java Province by 2.38%. The increase in the number of motorized vehicles
should ideally be accompanied by an increase in local revenue from the motor
vehicle taxation sector. This study aims to analyze the applicability and strategy in
collecting PKB Opsen after the enactment of the HKPD Law in Kuningan Regency.
The method used in this research is normative legal research with statute approach,
conceptual approach and historical approach. The results of the research and
discussion show that the implementation of Opsen PKB after the enactment of the
HKPD Law in Kuningan Regency is part of the government's scheme in realizing
fiscal decentralization through strengthening local taxing power by changing the
pattern of PKB revenue sharing funds. The Kuningan District Government's
strategy in collecting Opsen PKB is carried out by synergizing with the West Java
Provincial Government through a role-sharing and cost-sharing scheme.
4611149982K1A021073SINTESIS MATERIAL KOMPOSIT Ag3PO4/BiSI SEBAGAI AGEN PENURUNAN KONSENTRASI RHODAMIN BAg3PO4 merupakan fotokatalis yang sangat potensial untuk diaplikasikan dalam degradasi polutan organik melalui cahaya tampak, tetapi masih memiliki kekurangan yaitu rekombinasi elektron dan hole yang besar serta fotokorosi. BiSI merupkan fotokatalis yang memiliki celah energi sempit dan dapat digunakan sebagai agen peningkatan fotokatalis dibawah sinar tempak. Penelitian ini bertujuan untuk membuat material komposit Ag3PO4/BiSI dan menguji aktivitas fotokatalitiknya dibawah sinar tampak (sinar biru) dalam mendegradasi zat warna Rhodamin B. Komposit Ag3PO4/BiSI disintesis menggunakan metode kopresipitasi. Kandungan BiSI dalam komposit tersebut divariasikan berdasarkan % mol kation Bi3+ terhadap total kation (Bi3+ dan Ag+) bahan yang digunakan pada sintesis komposit tersebut, dengan variasi 0,5%, 1%, 2%, dan 5%. Karakterisasi material diamati melalui XRD, UV-Vis DRS, SEM, FTIR, PL, dan Raman. Hasil karakterisasi XRD menunjukan bahwa komposit BiSI/Ag3PO4 telah terbentuk. Ikatan BiSI pada Ag3PO4 telah mempengaruhi energi celah pita, spektra raman, vibrasi infra merah, dan spektra fotoluminisens Ag3PO4. Komposit Ag3PO4/BiSI dengan 1% mol kation Bi3+ menghasilkan kinerja tertinggi. Kinerja tinggi tersebut disebabkan oleh aktivitas radikal ion superoksida yang tinggi.Ag3PO4 is a very potential photocatalyst to be applied in the degradation of organic pollutants through visible light, but it still has the disadvantages of large electron and hole recombination and photocorrosion. BiSI is a photocatalyst that has a narrow energy gap and can be used as a photocatalyst enhancement agent under visible light. This study aims to make Ag3PO4/BiSI composite material and test its photocatalytic activity under visible light (blue light) in degrading Rhodamine B dye. Ag3PO4/BiSI composite was synthesized using coprecipitation method. The BiSI content in the composite was varied based on the mole % of Bi3+ cations to the total cations (Bi3+ and Ag+) of the materials used in the composite synthesis, with variations of 0.5%, 1%, 2%, and 5%. Material characterization was observed through XRD, UV-Vis DRS, SEM, FTIR, PL, and Raman. The XRD characterization results show that the BiSI/Ag3PO4 composite has been formed. The bonding of BiSI to Ag3PO4 has affected the band gap energy, Raman spectra, infrared vibrations, and photoluminescence spectra of Ag3PO4. The Ag3PO4/BiSI composite with 1% mole Bi3+ cation produced the highest performance. The high performance is due to the high radical activity of superoxide ions.
4611249983L1C020011Kandungan Mikroplastik Pada Kerang Totok (Geloina expansa) di
Ekosistem Mangrove Desa Tritih Kulon, Cilacap
Pencemaran mikroplastik di ekosistem mangrove Indonesia, yang berfungsi sebagai penyangga biodiversitas
pesisir, telah menjadi ancaman kritis bagi biota laut khususnya organisme filter feeder seperti kerang totok
(Geloina expansa). Konsumsi kerang terkontaminasi berpotensi memicu risiko kesehatan manusia melalui
transfer toksin dan patogen. Penelitian ini menganalisis secara komprehensif kelimpahan, karakteristik fisik
(bentuk, ukuran, warna), komposisi polimer, serta sumber kontaminasi mikroplastik pada jaringan Geloina
expansa di ekosistem mangrove Desa Tritih Kulon, Cilacap. Sebanyak 34 sampel kerang dari tiga stasiun
diproses melalui digesti alkali (KOH 10%, 24 jam pada suhu 60°C), dilanjutkan proses filtrasi menggunakan
Whatman 0,45 μm, identifikasi visual dengan mikroskop stereo 40× (berdasarkan protokol NOAA), dan
karakterisasi polimer menggunakan FTIR-ATR. Hasil menunjukan kelimpahan mikroplastik pada Geloina
expansa sebesar 0,41 partikel/g, di dominasi fiber (72%) dan film (28%) berukuran 487,69–10.376,96 μm
dengan variasi warna: hitam (72%), biru (8%), hijau (6%), dan transparan (14%). Analisis FTIR
mengidentifikasi empat polimer utama: polyphenylene oxide (PPO), campuran PPO/PA (NORYL), poly ethyl
methacrylate (PEMA), dan polyvinyl butyral (PVB) jenis material yang ditemukan bersumber dari industri
otomotif, kemasan, dan pelapis. Konsentrasi tertinggi terdeteksi di Stasiun 3 (muara sungai), menunjukkan
kontribusi signifikan dari aktivitas antropogenik daratan.
Microplastic pollution in Indonesia’s mangrove ecosystems, which serve as critical buffers for coastal
biodiversity, poses a severe threat to marine biota particularly filter-feeding organisms like the blood clam
(Geloina expansa). Consuming contaminated clams may transfer toxins and pathogens, elevating human health
risks. This study comprehensively analyzed the abundance, physical characteristics (shape, size, color), polymer
composition, and contamination sources of microplastics in Geloina expansa tissues within the mangrove
ecosystem of Tritih Kulon Village, Cilacap. 34 bivalve samples from 3 stations were processed via alkaline
digestion (10% KOH, 24h at 60°C), filtration (0.45 μm Whatman membrane), visual identification under 40×
stereo microscopy (following NOAA protocols), and polymer characterization using FTIR-ATR. Results
revealed a mean abundance of 0.41 particles/gram tissue, dominated by fibers (72%) and films (28%) sized
487.69–10,376.96 μm in black (38%), blue (29%), green (19%), and transparent (14%). FTIR analysis identified
four primary polymers: polyphenylene oxide (PPO), PPO/PA blend (NORYL), poly ethyl methacrylate (PEMA),
and polyvinyl butyral (PVB) materials commonly used in automotive, packaging, and coating industries. The
highest contamination occurred at station 3 (near the river estuary), indicating significant microplastic pollution
from anthropogenic riverine activities.
4611349473H1E021028Usulan Perbaikan Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Lingkungan Fakultas Teknik UNSOED dengan Metode HIRARCDi Indonesia aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sering kali tidak diperhatikan, hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya kasus kecelakaan kerja dan permasalahan K3 lainnya yang terjadi karena kurang perhatiannya sebuah organisasi terhadap aspek K3 dan abai dalam mengimplementasikan prinsip K3 sesuai dengan standar [1]. Berbagai aktivitas yang dilaksanakan di Fakultas Teknik Unsoed tidak terlepas dari adanya potensi bahaya seperti kebakaran, kecelakaan di laboratorium dan gedung yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, dan lain-lain. Sering terjadinya insiden terpleset di lapangan olahraga dan pernah terjadi adanya ledakan trafo di depan gedung perkuliahan pada saat kondisi hujan menjadi salah satu latar belakang penulis melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengidentifikasi bahaya, melakukan penilaian risiko, dan memberikan usulan pengendalian untuk meminimalisir terjadinya potensi bahaya yang ditemukan. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode HIRARC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 111 potensi bahaya dan 115 risiko yang terdapat di lingkungan FT Unsoed dengan presentase kategori 56,62% kategori low, 22,60% kategori medium, dan 20,86% kategori high. Usulan perbaikan diberikan berdasarkan 5 tingkatan hirarki pengendalian yang terdiri dari 3 usulan eliminasi, 3 usulan substitusi, 10 usulan rekayasa teknis, 14 usulan pengendalian administratif, dan 2 usulan pengendalian penggunaan APD.In Indonesia, the Occupational Health and Safety (OHS) aspect is often ignored, this can be seen from the many cases of work accidents and other K3 problems that occur due to the lack of attention of and organization to the K3 aspect and neglect in implementing K3 principles according to standards [1]. Various activities carried out at the Faculty of Engineering Unsoed are inseparable from the potential for danger such as fires, accidents in laboratories and buildings used for teaching and learning activities, and others. The frequent occurrence of slipping incidents on the sports field and the occurrence of a transformer explosion in front of the lecture building during rainy conditions are one of the reasons why the author conducted research with the aim of identifying hazards, conducting risk assessments, and providing control proposals to minimize the occurrence of potential hazards found. This research approach using the HIRARC method. The results of the study showed that there were 111 potential hazards and 115 risks in the FT Unsoed environment with a percentage of 56,62% low category, 22,60% medium category, and 20,86% high category. Improvement proposals were given based on 5 levels of control hierarchy consisting of 3 elimination proposals, 3 substitution proposals, 10 technical engineering proposals, 14 administrative control proposals, and 2 proposals for controlling the use of PPE.
4611449474J0A022046Creating an Information Booklet about Passenger Transport Unit in PT KAI DAOP 5Laporan praktik kerja berjudul "Creating an Information Booklet about Passenger Transport Unit in PT KAI DAOP 5" disusun berdasarkan praktik kerja lapangan yang telah dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus - 22 November 2024 di PT KAI DAOP 5 Purwokerto. Tujuan dari praktik kerja ini adalah untuk membuat buklet dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, yang berisi informasi mengenai Unit Angkutan Penumpang. Isi buklet mencakup visi dan misi, tujuan, latar belakang, serta program pemasaran dari Unit Angkutan Penumpang sebagai upaya untuk menarik perhatian mitra kerja. Dalam pelaksanaan praktik kerja lapangan ini, penulis menggunakan empat metode, yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan praktik langsung. Metode observasi dilakukan pada minggu pertama praktik kerja lapangan, yang bertempat di Kantor PT KAI DAOP 5 Purwokerto. Metode wawancara dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang lebih mendalam. Penulis mewawancarai Bapak Heri Bastian selaku Manajer Unit Angkutan Penumpang guna memperoleh data dan informasi yang relevan sebagai dasar dalam penyusunan isi buklet. Metode dokumentasi mencakup pengumpulan foto, catatan lapangan, serta hasil diskusi dengan staf Unit Angkutan Penumpang. Semua dokumen tersebut kemudian disusun secara sistematis dan dijadikan sebagai referensi dalam penyusunan buklet. Selain itu, penulis juga menerapkan metode praktik langsung dengan menggunakan lima tahapan dalam model ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Dalam proses pembuatan produk, penulis menghadapi beberapa kendala. Salah satu kendala utama adalah terbatasnya waktu untuk melakukan observasi. Selain itu, penulis juga mengalami kesulitan dalam menentukan isi dari booklet, terutama dalam memilih informasi yang relevan dan sesuai dengan tujuan pembuatan buklet. Untuk mengatasi keterbatasan waktu observasi, penulis melakukan pencarian informasi tambahan melalui internet yang berkaitan dengan Unit Angkutan Penumpang dan PT KAI DAOP 5. Solusi lainnya adalah menjadwalkan waktu observasi yang lebih fleksibel, menyesuaikan dengan ketersediaan waktu narasumber. Sementara itu, untuk mengatasi kesulitan dalam menentukan isi booklet, penulis melakukan diskusi langsung dengan Manajer Unit Angkutan Penumpang guna memperoleh referensi yang tepat dan dibutuhkan.The job training report entitled “Creating an Information Booklet about Passenger Transport Unit in PT KAI DAOP 5” was prepared based on field job training report that was carried out on August 19 - November 22, 2024 at PT KAI DAOP 5 Purwokerto. The purpose of this job training report is to create a booklet in two languages, namely Indonesian and English, which contains information about the Passenger Transport Unit. The content of the booklet includes the vision and mission, purpose, background, and marketing programs of the Passenger Transport Unit as an effort to attract the attention of partners. In the implementation of this field job training report, the author used four methods, namely observation, interviews, documentation, and direct practice. The observation method was carried out in the first week of field job training report, which took place at the PT KAI DAOP 5 Purwokerto Office. The interview method was carried out to collect more in-depth information. The author interviewed Mr. Heri Bastian as the Passenger Transport Unit Manager in order to obtain relevant data and information as a basis for preparing the content of the booklet. The documentation method included the collection of photos, field notes, and the results of discussions with Passenger Transport Unit staff. All documents were then systematically organized and used as references in the preparation of the booklet. In addition, the author also applied the hands-on method by using the five stages in the ADDIE model, namely Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. In the process of making the product, the author faced several obstacles. One of the main obstacles was the limited time to conduct observations. In addition, the author also experienced difficulties in determining the content of the booklet, especially in selecting information that was relevant and in accordance to the purpose of making the booklet. Due to to the limited observation time, the author searched for additional information via the internet related to the Passenger Transport Unit and PT KAI DAOP 5. Another solution was to schedule a more flexible observation time, adjusting to the availability of the source's time. Meanwhile, to overcome the difficulties in determining the content of the booklet, the author cunduct direct consultations with the Passenger Transport Unit Manager to obtain the right and necessary references.
4611549475E1A021242PERBUATAN MELAWAN HUKUM PT ASURANSI ALLIANZ LIFE
INDONESIA AKIBAT PENOLAKAN KLAIM YANG TIDAK SESUAI
DENGAN IDENTITAS DATA TERTANGGUNG
(STUDI PUTUSAN NOMOR 369/Pdt.G/2023/PN Mdn)
Penolakan klaim asuransi yang diakibatkan tidak sesuainya identitas data
Tertanggung dengan identitas data yang ada di perusahaan asuransi mengakibatkan
kerugian bagi Penggugat. Hal ini terjadi pada putusan Nomor 369/Pdt.G/2023/PN
Mdn. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim
dalam mengkualifisir perbuatan melawan hukum Para Tergugat atas penolakan
klaim yang diakibatkan ketidaksesuaian identitas data Tertanggung dan
menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan ganti rugi atas
perbuatan melawan hukum Para Tergugat. Penelitian ini menggunakan jenis
penelitian yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang, kasus dan
konseptual. Spesifikasi penelitiannya menggunakan preskriptif analisis, sumber
data yakni data sekunder yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Data
disajikan secara naratif dengan metode analisis normatif kualitatif. Berdasarkan
hasil penelitian dan pembahasan, Majelis Hakim dalam pertimbangannya tidak
mengkualifisir perbuatan melawan hukum dan tidak menguraikan secara rinci Pasal
1365 KUH Perdata dalam mengabulkan tuntutan ganti rugi. Penulis berpendapat
bahwa Para Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum yaitu
bertentangan dengan hak subyektif atas harta kekayaan dan bertentangan dengan
kepatutan yang harus diindahkan dalam pergaulan masyarakat mengenai diri atau
orang lain, karena Para Tergugat tidak memiliki itikad baik dalam melaksanakan
kewajibannya untuk membayar klaim asuransi kepada Penggugat.. Tuntutan ganti
rugi materiil sebesar Rp2.150.000.000 telah dikabulkan oleh Majelis Hakim dan
tuntutan ganti rugi imateriil sebesar Rp333.250.000 telah ditolak oleh Majelis
Hakim karena tidak beralasan hukum.
The rejection of an insurance claim due to the inconsistency of the Insured's
identity data with the identity data held by the insurance company resulted in losses
for the Plaintiff. This occurred in decision Number 369/Pdt.G/2023/PN Mdn. This
study aims to analyze the judge's legal considerations in qualifying the Defendants'
unlawful acts for the rejection of claims due to the inconsistency of the Insured's
identity data and analyze the judge's legal considerations in granting compensation
for the Defendants' unlawful acts. This study uses a normative juridical research
type with a statutory, case and conceptual approach. The research specifications
use prescriptive analysis, data sources are secondary data collected through
literature studies. Data are presented narratively with a qualitative normative
analysis method. Based on the results of the research and discussion, the Panel of
Judges in its considerations did not qualify the unlawful acts and did not elaborate
in detail on Article 1365 of the Civil Code in granting compensation claims. The
author is of the opinion that the Defendants have committed an unlawful act,
namely contrary to subjective rights to property and contrary to the propriety that
must be respected in social interactions regarding oneself or others, because the
Defendants do not have good faith in carrying out their obligations to pay insurance
claims to the Plaintiff. The claim for material compensation of Rp2,150,000,000
has been granted by the Panel of Judges and the claim for immaterial compensation
of Rp333,250,000 has been rejected by the Panel of Judges because it has no legal
basis.
4611649476F1F021005Pengembangan Potensi Desa Alasmalang Menuju Desa Wisata Rintisan Melalui Community Based Tourism (CBT) Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan potensi Desa Alasmalang sebagai desa wisata rintisan melalui pendekatan Community Based Tourism (CBT). Desa Alasmalang memiliki potensi utama berupa budidaya durian bawor yang telah menjadi ikon lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran komunitas, seperti Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani, PKK, Karang Taruna, dan Pokdarwis “Berkah Durian”, sangat penting dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Namun, belum semua indikator CBT terpenuhi secara optimal, terutama dalam aspek infrastruktur dan literasi pariwisata masyarakat. Pengembangan desa wisata Alasmalang masih memerlukan pendampingan dari berbagai pihak serta peningkatan kapasitas SDM lokal agar potensi agrowisata dapat dikelola secara berkelanjutan dan inklusif. This research aims to analyze the development of Alasmalang Village’s potential as an emerging tourist village through the Community Based Tourism (CBT) approach. Alasmalang Village is known for its flagship commodity, durian bawor, which has become a local icon. The study uses a descriptive qualitative method, collecting data through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that community groups such as Farmers Group, Women Farmers Group, PKK, Karang Taruna, and the tourism awareness group Pokdarwis “Berkah Durian” play a key role in supporting community-based tourism development. However, not all CBT indicators have been fully achieved, especially regarding infrastructure and community tourism literacy. The development of Alasmalang as a tourist village still requires assistance from multiple stakeholders and improvement in local human resources to ensure sustainable and inclusive agrotourism management.
4611749467C2C023039PENGARUH BEBAN KERJA DAN KOMPENSASI TERHADAP KESEJAHTERAAN MENTAL GURU MTS DI KABUPATEN BANYUMAS BAGIAN BARAT YANG DIMODERASI OLEH OPENNESS TO EXPERIENCEPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja dan kompensasi terhadap kesejahteraan mental guru, serta peran Openness to Experience sebagai variabel moderasi dalam hubungan tersebut. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya menjaga kesejahteraan mental guru dalam menghadapi tuntutan pekerjaan yang semakin kompleks. Beban kerja yang berlebihan dan kompensasi yang tidak memadai dapat berdampak negatif terhadap kondisi psikologis guru, sehingga perlu dikaji lebih lanjut secara ilmiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Populasi penelitian adalah guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Banyumas bagian Barat. Teknik sampling yang digunakan adalah sampel jenuh, dengan jumlah responden sebanyak 200 guru. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup berbasis skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji asumsi klasik, serta analisis regresi moderasi (Moderated Regression Analysis) dengan bantuan software SPSS versi 26.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kesejahteraan mental guru, sedangkan kompensasi berpengaruh positif dan signifikan. Selain itu, Openness to Experience terbukti secara signifikan memoderasi pengaruh beban kerja maupun kompensasi terhadap kesejahteraan mental. Guru yang memiliki tingkat keterbukaan tinggi cenderunglebih mampu mengelola tekanan pekerjaan dan merespons insentif secara lebih positif. Dapat disimpulkan bahwa kesejahteraan mental guru tidak hanya
dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti beban kerja dan kompensasi, tetapi juga oleh faktor internal berupa kepribadian. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi peningkatan kesejahteraan guru secara lebih holistik, mencakup pengelolaan beban kerja, pemberian kompensasi yang layak, serta penguatan kapasitas psikologis guru.
This study aims to examine the effect of workload and compensation on the mental well-being of teachers, with Openness to Experience as a moderating variable. The research is based on the importance of maintaining teachers’ mental well-being amidst increasing demands in the modern educational environment. Excessive workload and inadequate compensation may negatively affect teachers’ psychological conditions, making this issue worthy of academic investigation.
The study employed a quantitative approach with a causal associative design. The population consisted of teachers at Madrasah Tsanawiyah (MTs) in the western region of Banyumas Regency. A saturated sampling technique was used, involving 200 respondents. Data were collected through a closed-ended Likert-scale questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using descriptive statistics, classical assumption tests, and moderated regression analysis (MRA) with SPSS version 26.
The results showed that workload had a negative and significant effect on teachers' mental well-being, while compensation had a positive and significant effect. In addition, Openness to Experience significantly moderated the effects of both workload and compensation on mental well-being. Teachers with a high level of openness demonstrated better adaptability and more positive responses to job pressure and incentives.
In conclusion, mental well-being is influenced by both external factors, such as workload and compensation, and internal personality traits. This research offers theoretical and practical insights for educational institutions in designing strategies to enhance teachers’ well-being in a more comprehensive manner.

Workload, Compensation, Mental well-being, Openness to Experience,
MTs teachers
4611849480K1B021024Perbandingan Metode Fuzzy Time Series Model Chen dan Lee untuk Meramlakan Nilai Tukar Petani Di Provinsi Jawa TengahNilai Tukar Petani (NTP) merupakan salah satu bagian penting dalam mendukung perekonomian negara. Fluktuasi pada NTP menggambarkan tingkat variasi kesejahteraan petani, sehingga penting untuk dikaji. Salah satunya adalah dengan metode peramalan Fuzzy Time Series (FTS). Dua metode metode FTS yang popular diantaranya adalah metode FTS Chen dan Lee. Penelitian ini mengkaji kedua metode tersebut dan membandingkan akurasi model dalam meramalkan data NTP di Provinsi Jawa Tengah Januari 2019 hingga Desember 2024. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa MAPE model Chen sebesar 2,52% dan model Lee sebesar 1,18%. Dengan demikian, model Lee lebih akurat dalam meramalkan NTP di Provinsi Jawa Tengah.Farmer Exchange Rate (NTP) is an important part of supporting the country's economy. Fluctuations in NTP illustrate the level of variation in farmer welfare, so it is important to study. One of them is the Fuzzy Time Series (FTS) forecasting method. Two popular FTS methods include the Chen and Lee FTS methods. This study examines the two methods and compares the accuracy of the models in forecasting NTP data in Central Java Province from January 2019 to December 2024. The results of this study show that the MAPE of the Chen model is 2.52% and the Lee model is 1.18%. Thus, the Lee model is more accurate in forecasting NTP in Central Java Province.
4611949481E1A021005IMPLEMENTASI PRODEO DI PENGADILAN AGAMA BANYUMAS
KELAS IB
Penerapan bantuna hukum prodeo di Pengadilaan Agama Banyumas Kelas IB merupakan implementasi PERMA Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemberian Layanan Hukum Bagi Masyarakat Tidak Mampu di Pengadilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prodeo dan pertimbangan Ketua Pengadilan atau Hakim di Pengadilan Agama Banyumas dalam menerima dan menolak permohonan prodeo. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prodeo telah terlaksana sesuai dengan pedoman PERMA Nomor 1 Tahun 2014, dibuktikan dengan data statistik prodeo di tahun 2024 sebanyak 161 permohonan prodeo dengan rincian155 penerima bantuan hukum gratis dan 6 permohonan ditolak. Pertimbangan Ketua Pengadilan dalam pertimbangan menerima atau menolak permohonan prodeo yaitu melihat kelengkapan dokumen persyaratan berupa Surat Keterangan Tidak Mampu dan Hakim memertimbangkan melalui sidang insidentil. Berjalannya layanan prodeo ini terdapat kendala yang dihadapi, yaitu kurangnya pemahaman masyarakat terhadap adanya bantuan hukum prodeo sehingga di Pengadilan Agama Banyumas Kelas IB pada tahun 2024 pemohon prodeo hanya menerima perohonan prodeo bidang perceraian. Studi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi peningkatan sistem peradilan yang lebih efektif, efisien dan ekonomis.The Implementation of Legal Aid (Prodeo) at the Banyumas Class IB Religious Court as the Application of Supreme Court Regulation (PERMA) Number 1 of 2014 on the Provision of Legal Services for the Poor in Court. The implementation of legal aid (prodeo) at the Banyumas Class IB Religious Court represents the application of Supreme Court Regulation (PERMA) Number 1 of 2014 concerning the Provision of Legal Services for the Poor in Court. This study aims to analyze the implementation of prodeo and the considerations made by the Chief Judge or Judges at the Banyumas Religious Court in approving or rejecting prodeo applications. The research method used is empirical juridical with a qualitative approach. The findings indicate that the implementation of prodeo has been carried out in accordance with the guidelines of PERMA Number 1 of 2014, as evidenced by statistical data in 2024 showing a total of 161 prodeo applications, of which 155 were granted free legal aid and 6 were rejected. The Chief Judge considers the completeness of required documents, particularly the Certificate of Financial Inability (Surat Keterangan Tidak Mampu/SKTM), while the judges further assess the eligibility through incidental hearings. Despite the proper execution of the prodeo service, challenges remain—particularly the lack of public awareness regarding the availability of legal aid. As a result, in 2024, the prodeo applications received by the Banyumas Class IB Religious Court were limited to divorce cases only. This study is expected to contribute to the enhancement of a more effective, efficient, and economical judicial system.
4612049479K1A021036“Penambatan Molekul Peptida Antikanker
Hidrolisat Protein Kacang Tunggak Terhadap Human Epidermal Growth Factor
Receptor 2 (HER2)
Kanker payudara merupakan tumor yang paling ganas dan telah menjadi isu
penyakit global. Metode pengobatan kanker payudara yang ada saat ini seperti
antibodi monoklonal menimbulkan efek samping pada pasien dan timbulnya
resistensi di beberapa kasus sehingga diperlukan eksplorasi pengobatan yang tidak
menimbulkan efek samping dan minim resistensi. Kacang tunggak (Vigna
unguiculata L.Walp) melalui proses hidrolisis enzimatis menghasilkan protein yang
berperan sebagai peptida bioaktif dan dilaporkan memiliki sifat sebagai peptida
antikanker terhadap sel MCF-7. Penelitian ini bertujuan untuk menambatkan
molekul peptida kacang tunggak terhadap reseptor HER2 (ID PDB: 3PP0) secara
in silico menggunakan penambatan molekul sehingga diketahui aktivitasnya
sebagai inhibitor kanker payudara berdasarkan parameter berupa nilai afinitas
ikatan dan interaksi yang terbentuk, seperti ikatan hidrogen dan interaksi
hidrofobik. Hasil penambatan molekul peptida menggunakan HADDOCK 2.4
menunjukkan peptida EQQQQQQEESWEVQR (P7) membentuk pengikatan yang
stabil dengan reseptor HER2 dengan afinitas ikatan -11.6 kkal/mol dan membentuk
ikatan hidrogen pada asam amino Cys805, Arg849 sebanyak 3 ikatan, Ser728,
Gly732, Arg897, Gly882, Phe731, Ala730, dan Val884 dengan panjang ikatan
berkisar 2.63–3.15 Å serta distabilkan oleh 15 interaksi hidrofobik. Adapun
penambatan menggunakan CABS-dock menghasilkan peptida
EQQQQQQEESWEVQR (P7) membentuk ikatan paling stabil dengan reseptor
HER2 dengan nilai afinitas ikatan sebesar -11.3 kkal/mol. Interaksi spesifik yang
dihasilkan berupa ikatan hidrogen pada residu Lys736, Ser1007, Lys921, Glu914
pada panjang ikatan 2.73–3.35 Å dan 16 interaksi hidrofobik
Breast cancer is the most aggressive tumor and has become a global health
issue. Current breast cancer treatment methods, such as monoclonal antibodies,
have side effects on patients and resistance has developed in some cases,
necessitating the exploration of treatments that do not cause side effects and have
minimal resistance. Cowpea (Vigna unguiculata L.Walp) through enzymatic
hydrolysis produces proteins that act as bioactive peptides and have been reported
to have anticancer peptide properties against MCF-7 cells. This study aims to dock
cowpea peptide molecules to the HER2 receptor (PDB ID: 3PP0) in silico by
molecular docking, to determine their activity as breast cancer inhibitors based on
parameters such as binding affinity values and formed interactions, such as
hydrogen bonds and hydrophobic interactions. The results of peptide docking using
HADDOCK 2.4 show that the peptide EQQQQQQEESWEVQR (P7) forms a stable
binding with the HER2 receptor with a binding affinity of -11.6 kcal/mol and
establishes hydrogen bonds with the amino acids Cys805, Arg849 (three bonds),
Ser728, Gly732, Arg897, Gly882, Phe731, Ala730, and Val884 with bond lengths
ranging from 2.63 to 3.15 Å, and is stabilized by 15 hydrophobic interactions.
Meanwhile, docking using CABS-dock results in the peptide
EQQQQQQEESWEVQR (P7) forming the most stable bond with the HER2
receptor with a binding affinity value of -11.3 kcal/mol. The specific interactions
produced include hydrogen bonds with residues Lys736, Ser1007, Lys921, Glu914
at bond lengths of 2.73 to 3.35 Å and 16 hydrophobic interactions.