Artikelilmiahs

Menampilkan 45.981-46.000 dari 48.741 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4598149346C2C023029MENINGKATKAN NIAT BELI DENGAN ADOPSI TEKNOLOGI VR MELALUI PENGALAMAN PENGGUNA DAN KETERLIBATAN MEREK Penelitian ini merupakan penelitian survey pada penggunaan teknologi Virtual Reality dalam platfrom Virtual Retail Experience IKEA Indonesia Penelitian ini mengambil judul “Meningkatkan Niat Beli Dengan Adopsi Teknologi VR Melalui Pengalaman Pengguna Dan Keterlibatan”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Virtual Reality terhadap Niat beli dan Pengalaman Pengguna dengan Keterlibatan Merek sebagai peran mediasi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan data di satu waktu (cross section). Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang telah menggunakan teknologi Virtual Reality (VR) dalam pengalaman belanja di IKEA. Ukuran sampel dalam penelitian ini 140 responden.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan SEM-PLS, menunjukkan bahwa (1) Virtual Reality memiliki pengaruh signifikan terhadap Niat Beli,(2) Virtual Reality memiliki pengaruh signifikan terhadap Pengalaman Pengguna.(3) Virtual Reality memiliki pengaruh signifikan terhadap Keterlibatan Merek,(4) Pengalaman pengguna memiliki pengaruh signifikan terhadap Niat Beli,(5) Keterlibatan Merek memiliki pengaruh signifikan terhadap Niat Beli,(6) Pengalaman Pengguna memediasi pengaruh Virtual Reality terhadap Niat Beli,(7) Keterlibatan Merek memediasi pengaruh Virtual Reality terhadap Niat Beli
Implikasi dari Kesimpulan di atas adalah penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan teknologi Virtual Reality pada platfrom IKEA berpengaruh signifikan terhadap niat beli, baik secara langsung maupun melalui pengalaman pengguna dan keterlibatan merek sebagai mediator. Hasil ini menunjukkan bahwa keberhasilan IKEA tidak hanya ditentukan oleh fitur teknologinya, tetapi juga oleh seberapa baik Virtual Reality (VR) tersebut menciptakan pengalaman yang menyenangkan dan membangun ikatan emosional dengan pengguna.
This study aims to determine the effect of Virtual Reality (VR) on purchase intention with user experience and brand engagement as mediating variables. Data were collected through questionnaires distributed to 120 respondents who had used the IKEA Virtual Reality feature. The analysis method used was Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) with the SmartPLS 4.0 tool. The results show that Virtual Reality has a significant effect on user experience and brand engagement. However, VR has a negative direct effect on purchase intention. User experience and brand engagement positively affect purchase intention and serve as mediating variables that connect the influence of VR to purchase intention. Among the two, brand engagement is the most dominant factor affecting purchase intention. This study supports the S-O-R theory and emphasizes the importance of creating immersive and meaningful virtual interactions to strengthen consumer-brand relationships and influence purchasing behavior.
4598249348C2C023013Memprediksi Penggunaan Excessive Product Packaging terhadap Green Brand Equity dengan Greenwashing dan Green Skepticsm Sebagai Variabel Mediasi pada Perilaku Pembelian Hijau Avoskin di IndonesiaPenelitian ini merupakan penelitian teoritis dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan dimensi waktu cross-section. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Excessive Product Packaging terhadap Green Brand Equity dengan greenwashing dan green skepticism sebagai variabel mediasi, serta pengaruh Green Brand Equity terhadap Green Purchasing Behavior pada konsumen produk kosmetik Avoskin di Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang menggunakan produk Avoskin di seluruh Indonesia, dengan sampel sebanyak 230 responden yang ditentukan berdasarkan rule of thumb Hair et al. (2019) terhadap 23 indikator pertanyaan.
Metode analisis yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan program AMOS berbasis kovarians. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Excessive Product Packaging berpengaruh positif terhadap Green Brand Equity. Selain itu, greenwashing dan green skepticism terbukti memediasi hubungan tersebut, dengan jalur mediasi melalui green skepticism menunjukkan pengaruh yang lebih kuat. Selanjutnya, Green Brand Equity memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap Green Purchasing Behavior, menunjukkan bahwa persepsi positif terhadap merek hijau mendorong perilaku pembelian ramah lingkungan.
Implikasi teoritis dari penelitian ini adalah memperkaya literatur mengenai pengaruh EPP dalam konteks ekuitas merek hijau dan kompleksitas persepsi konsumen terhadap klaim keberlanjutan. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan wawasan bagi perusahaan kosmetik dalam merancang strategi kemasan dan komunikasi keberlanjutan agar selaras dengan ekspektasi konsumen atas brand produk hijau dan meningkatkan loyalitas terhadap produk hijau.
This research is a theoretical study employing a quantitative approach with a cross-sectional time dimension. The purpose of this study is to analyze the effect of Excessive Product Packaging on Green Brand Equity, with greenwashing and green skepticism as mediating variables, as well as the effect of Green Brand Equity on Green Purchasing Behavior among Avoskin cosmetic product consumers in Indonesia. The population consists of consumers of Avoskin products across Indonesia, with a sample of 230 respondents determined based on Hair et al. (2019) rule of thumb for 23 questionnaire indicators.
The analysis method used is Structural Equation Modeling (SEM) with the assistance of the AMOS software based on covariance. The results reveal that Excessive Product Packaging has a positive effect on Green Brand Equity. Furthermore, greenwashing and green skepticism are found to mediate the relationship, with green skepticism demonstrating a stronger mediating effect. Green Brand Equity also shows a highly significant influence on Green Purchasing Behavior, indicating that positive perception of green brands drives environmentally friendly purchasing behavior.
Theoretically, this study contributes to the literature by enriching the understanding of EPP's impact within green brand equity and the complexity of consumer perception toward sustainability claims. Practically, the findings provide insights for cosmetic companies in designing packaging and sustainability communication strategies that align with consumer expectations of green product brands and enhance loyalty toward green products.

4598349349C1C021065PENGARUH MODAL INTELEKTUAL DAN INOVASI KEBERLANJUTAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN DAN REPUTASI PERUSAHAAN DENGAN TRANSFORMASI DIGITAL SEBAGAI FAKTOR PEMODERASIPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal intelektual dan inovasi keberlanjutan terhadap kinerja keuangan dan reputasi perusahaan serta peran transformasi digital dalam memperkuat pengaruh modal intelektual dan inovasi keberlanjutan terhadap kinerja keuangan. Penelitian ini didasarkan pada teori berbasis sumber daya (resource based theory) (RBT). Populasi dalam penelitian ini yaitu perusahaan sektor teknologi terdaftar di BEI tahun 2022-2024. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan diperoleh sejumlah 17 perusahaan sehingga terdapat 51 data observasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis statistik deskriptif dan uji partial least square (PLS) dengan menggunakan alat analisis SMART PLS 4.1.1.2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Modal intelektual berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, (2) Inovasi keberlanjutan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan, (3) Transformasi digital tidak memperkuat hubungan antara modal intelektual dan kinerja keuangan, (4) Transformasi digital tidak memperkuat hubungan antara inovasi keberlanjutan dan kinerja keuangan, dan (5) Kinerja keuangan berpengaruh positif terhadap reputasi perusahaan.This study aims to analyze the influence of intellectual capital and sustainability innovation on financial performance and corporate reputation, as well as the role of digital transformation in strengthening the effects of intellectual capital and sustainability innovation on financial performance. This research bases its study on the resource based theory (RBT). The population in this study consists of technology sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2022–2024. The sampling technique employed is purposive sampling, resulting in a total of 17 companies and 51 observational data points. The data analysis techniques used in this study are descriptive statistical analysis and partial least squares (PLS) test using the SMART PLS 4.1.1.2 analysis tool. The research results indicate that: (1) Intellectual capital has a positive effect on financial performance, (2) Sustainability innovation has no significant effect on financial performance, (3) Digital transformation does not strengthen the relationship between intellectual capital and financial performance, (4) Digital transformation does not strengthen the relationship between sustainability innovation and financial performance, and (5) Financial performance positively affects corporate reputation.
4598449350E1A021066TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA POLIGAMI (Studi Perbandingan Putusan Nomor 1106/Pdt.G/2024/PA.Cbn dan Putusan Nomor 2485/Pdt.G/2023/PA.Smdg)Pembatalan perkawinan dapat diajukan apabila syarat sahnya suatu perkawinan tidak terpenuhi, termasuk dalam hal poligami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar pertimbangan hukum hakim dan akibat hukum dari pembatalan perkawinan karena poligami dalam Putusan PA Cibinong dan Putusan PA Sumedang. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, perbandingan, kasus dan konseptual. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa permohonan pembatalan perkawinan karena poligami antara Putusan PA Cibinong dan Putusan PA Sumedang Majelis Hakim memutus berbeda. Dalam Putusan PA Cibinong, permohonan dikabulkan karena perkawinan kedua dianggap bertentangan sebab tidak adanya izin dari istri pertama. Sementara, dalam Putusan PA Sumedang, permohonan ditolak karena perkawinan pertama tidak tercatat secara resmi (perkawinan siri). Mejelis Hakim menyimpulkan bahwa perkawinan harus sah menurut agama dan negara. Hal ini menimbulkan akibat hukum terhadap status perkawinan para pihak. Dalam Putusan PA Cibinong, perkawinan para Termohon dinyatakan batal demi hukum dan status para pihak kembali seperti semula yaitu Termohon I tetap sebagai suami dari pemohon, sedangkan Termohon II berstatus belum menikah. Sementara, dalam Putusan PA Sumedang, perkawinan antara Pemohon dan Termohon tetap dinyatakan sah karena tidak terbukti adanya poligami yang bertentangan dengan hukum.
Marriage annulment can be filed if the requirements for a valid marriage are not met, including in the case of polygamy. This study aims to analyze the legal basis for judges' considerations and the legal consequences of annulment due to polygamy in the Cibinong and Sumedang District Court Decisions. The method used is normative juridical, with a statutory, comparative, case-based, and conceptual approach. The data used is secondary data collected through literature review and analyzed using qualitative normative methods.
The results show that the Panel of Judges ruled differently in the Cibinong and Sumedang District Court Decisions regarding annulment requests due to polygamy. In the Cibinong District Court Decision, the petition was granted because the second marriage was deemed incompatible due to the lack of permission from the first wife. Meanwhile, in the Sumedang District Court Decision, the petition was rejected because the first marriage was not officially registered (a secret marriage). The Panel of Judges concluded that a marriage must be valid according to religion and the state. This has legal consequences for the marital status of the parties. In the Cibinong District Court Decision, the Respondents' marriage was declared null and void, and the parties' statuses were restored to their original status: Respondent I remained the applicant's husband, while Respondent II remained unmarried. Meanwhile, in the Sumedang District Court Decision, the marriage between the Petitioner and Respondent remained valid because there was no evidence of polygamy, which violates the law.
4598549351H1B021002PENGARUH PENGGUNAAN ASPAL MODIFIKASI ZEOLIT TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN BERASPAL HANGAT HOT ROLLED SHEET-WEARING COURSE (HRS-WC)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan aspal modifikasi zeolit terhadap karakteristik Marshall pada campuran beraspal hangat Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC). Penggunaan Warm Mix Asphalt (WMA) bertujuan menurunkan suhu pencampuran dan pemadatan sehingga lebih ramah lingkungan. Zeolit yang digunakan berasal dari Gunung Kidul dan tertahan saringan No. 200, dengan variasi kadar zeolit yang digunakan adalah 0,1%, 0,2%, dan 0,3% terhadap berat aspal, dengan perbandingan terhadap aspal konvensional Pen 60/70. Sebelum pembuatan sampel, dilakukan analisis viskositas untuk menentukan perubahan suhu pencampuran dan pemadatan akibat penambahan zeolit. Campuran diuji menggunakan metode Marshall untuk mengevaluasi parameter-parameter seperti stabilitas, flow, density, VIM , VMA, VFA, dan MQ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspal modifikasi zeolit mampu menurunkan suhu pencampuran dan pemadatan. Secara umum, campuran dengan aspal modifikasi zeolit menunjukkan kinerja Marshall yang lebih baik dibandingkan campuran dengan aspal tanpa zeolit. Nilai stabilitas, density, VFA, dan MQ meningkat seiring bertambahnya kadar zeolit, sedangkan nilai flow, VIM, dan VMA cenderung menurun. Meskipun terdapat anomali data pada kadar aspal 7% dengan aspal Pen 60/70, eliminasi data outlier memberikan tren hasil yang lebih sesuai terhadap hipotesis. Penelitian ini menunjukkan bahwa zeolit alam dapat berfungsi efektif sebagai aditif dalam campuran WMA HRS-WC, meningkatkan kinerja mekanis campuran sekaligus mendukung upaya konstruksi berkelanjutan.This study aims to analyze the effect of the use of zeolite modified asphalt on Marshall characteristics in warm asphalted mixtures of Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC). The use of Warm Mix Asphalt (WMA) aims to reduce the temperature of mixing and compaction so that it is more environmentally friendly. The zeolite used comes from Gunung Kidul and is retained in filter No. 200, with variations in the zeolite content used are 0.1%, 0.2%, and 0.3% to the weight of asphalt, in comparison to conventional asphalt Pen 60/70. Prior to sampling, viscosity analysis was performed to determine changes in mixing and compaction temperatures due to the addition of zeolites. The mixture was tested using the Marshall method to evaluate parameters such as stability, flow, density, VIM, VMA, VFA, and MQ. The results of the study show that zeolite modified asphalt is able to reduce the mixing and compaction temperature. In general, mixtures with zeolite modified asphalt show better Marshall performance than mixtures with asphalt without zeolite. Stability, density, VFA, and MQ values increase as zeolite levels increase, while flow, VIM, and VMA values tend to decrease. Although there was a data anomaly at 7% asphalt content with Pen 60/70 asphalt, the elimination of the outlier data provided a more hypothetical yield trend. This study shows that natural zeolite can function effectively as an additive in WMA HRS-WC mixtures, improving the mechanical performance of the mixture while supporting sustainable construction efforts.
4598649352A1C021074IDENTIFIKASI PERUBAHAN FISIK BIJI KOPI ROBUSTA TERFERMENTASI YEAST DENGAN METODE PENGOLAHAN CITRA DIGITAL (IMAGE PROCESSING) DAN MACHINE LEARNINGPersaingan ketat di pasar kopi global mendorong produsen untuk menghasilkan produk yang tidak hanya unik, tetapi juga bermutu tinggi dan berkelanjutan. Fermentasi terkontrol menggunakan kultur starter menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kualitas sensori kopi. Proses fermentasi diketahui dapat memodifikasi sifat fisik dan kimia biji kopi, sehingga dibutuhkan metode analisis yang cepat, efisien, dan aplikatif untuk memantau perubahan mutu. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis kualitas fisik biji kopi robusta terfermentasi menggunakan image processing, 2) mengembangkan model machine learning untuk mengklasifikasikan biji kopi berdasarkan karakteristik fisik, dan 3) menentukan model terbaik. Penelitian dilakukan di Pusat Riset Teknologi Tepat Guna BRIN pada Oktober 2024–Februari 2025, menggunakan desain dua faktor: waktu fermentasi dan jenis media fermentasi. Sebanyak 13 parameter fisik dianalisis menggunakan image processing. Data diuji menggunakan Kruskal Wallis dan tiga model machine learning: support vector machine (SVM), random forest (RF), dan k-nearest neighbors (KNN). Hasil menunjukkan adanya perubahan fisik signifikan antar perlakuan. Model SVM memberikan akurasi tertinggi, yaitu 80,9% (24 jam), 88,7% (48 jam), dan 78,0% (72 jam), mengungguli RF dan KNN. Temuan ini membuktikan bahwa SVM lebih efektif dalam mengklasifikasikan biji kopi berdasarkan fitur citra digital.The intense competition in the global coffee market drives producers to develop products that are not only unique but also high in quality and aligned with sustainability principles. Controlled fermentation using starter cultures has emerged as an effective approach to enhance the sensory quality of coffee. This fermentation process can alter the physical and chemical properties of coffee beans, thus requiring a rapid, efficient, and applicable analytical method to monitor quality changes. This study aims to: 1) analyze the physical quality of yeast-fermented Robusta coffee beans using image processing techniques, 2) develop machine learning models to classify fermented coffee beans based on their physical characteristics, and 3) determine the best-performing model. The research was conducted at the Center for Appropriate Technology Research, BRIN, from October 2024 to February 2025, using a two-factor experimental design: fermentation time and type of fermentation media. A total of 13 physical parameters were extracted through image processing. Data were analyzed using the Kruskal-Wallis test and three machine learning models: Support Vector Machine (SVM), Random Forest (RF), and K-Nearest Neighbors (KNN). The results showed significant physical differences among treatments. SVM consistently achieved the highest accuracy: 80.9% (24 hours), 88.7% (48 hours), and 78.0% (72 hours), outperforming RF and KNN. These findings indicate that SVM is more effective in classifying coffee beans based on digital image features.
4598749353L1B021055Pengaruh Waktu Hidrolisis Protein dari Bahan Baku Ikan Rucah dengan Enzim Protease Terhadap Aktivitas Enzim dan Proksimat Hidrolisat Protein IkanHidrolisat protein merupakan produk yang dihasilkan dari hidrolisis protein. Hidrolisis protein dapat diaplikasikan pada bahan baku ikan rucah. Hidrolisis protein secara enzimatis dapat menghasilkan penurunan ukuran peptida. Waktu hidrolisis merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi efektivitas pemecahan protein. Tujuan penelitian ini, yaitu mengetahui pengaruh waktu hidrolisis protein ikan rucah dengan enzim protease berdasarkan data aktivitas enzim, pH, suhu, dan proksimat hidrolisat protein. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental, Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu hidrolisis protein pada jam ke-0, 6, 12, 18, 24, 30, dan jam ke-36. Analisis data yang digunakan menggunakan analisis data regresi dan korelasi dengan Microsoft Excel dan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu hidrolisis terbaik pada jam ke-6 dengan aktivitas enzim tertinggi pada pH 6,97 dan suhu 26˚C. Hasil hidrolisat protein ikan rucah diperoleh nutrisi dengan kadar air 9,63%; kadar abu 13,39%; kadar lemak 11,43%; kadar karbohidrat 31,10%; kadar protein 34,46% dengan kandungan 18 asam amino yaitu 9 asam amino esensial dan 9 asam amino non-esensial.Protein hydrolysate is a product produced from protein hydrolysis. Protein hydrolysis can be applied to raw materials of bycatch. Enzymatic protein hydrolysis can result in a decrease in peptide size. Hydrolysis time is one of the factors that can affect the effectiveness of protein breakdown. The purpose of this study was to determine the effect of protein hydrolysis time with protease enzyme based on enzyme activity data, pH, temperature, and protein hydrolysate proximate. The method used in this research was experimental, completely randomised design (CRD) with 7 treatments and 3 replicates, namely protein hydrolysis at the 0th hour, 6, 12, 18, 24, 30, and 36th hours. Data analysis used regression and correlation data analysis with Microsoft Excel and Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). The results showed that the best hydrolysis time was at the 6th hour with the highest enzyme activity at pH 6.97 and temperature 26˚C. The results of the protein hydrolysate of raw fish obtained nutrients with a moisture content of 9.63%; ash content 13.39%; fat content 11.43%; carbohydrate content 31.10%; protein content 34.46% with a content of 18 amino acids, namely 9 essential amino acids and 9 non-essential amino acids.
4598849355H1B021020PEMETAAN ZONASI KERAWANAN LONGSOR BERBASIS JARINGAN SARAF TIRUAN DI KABUPATEN PURBALINGGALongsor merupakan salah satu bencana alam yang memiliki dampak signifikan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah dengan kondisi geomorfologi yang kompleks seperti Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kerawanan longsor berbasis spasial dengan pendekatan kombinasi antara analisis parameter fisik dan pemodelan Artificial Neural Network (ANN). Lima parameter yang digunakan dalam analisis yaitu jenis batuan, kemiringan lereng, tutupan lahan, jenis tanah, dan kedalaman tanah keras. Setiap parameter diberi skor berdasarkan tingkat pengaruh terhadap longsor, kemudian dilakukan pembobotan menggunakan ANN dengan software Orange berdasarkan 356 titik sampel (178 titik longsor dan 178 titik tidak longsor). Skor total hasil pembobotan diklasifikasikan ke dalam lima kelas kerawanan: sangat rendah hingga sangat tinggi.
Hasil pemodelan divisualisasikan dalam bentuk peta kerawanan longsor. Validasi dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu validasi spasial menggunakan 45 titik longsor dari BPBD (2019 – 2025) dan validasi model ANN. Hasilnya menunjukkan bahwa 95.556% titik longsor berada di zona kerawanan kelas 3 – 5, dan 88.889% titik berhasil dikenali oleh model ANN. Berdasarkan hasil tersebut, peta yang dihasilkan dinilai layak sebagai alat bantu dalam perencanaan mitigasi bencana longsor di Kabupaten Purbalingga.

Landslides are one of the natural disasters that significantly impact social and economic conditions, particularly in regions with complex geomorphological characteristic, such as Purbalingga Regency. This study aims to map landslide susceptibility using a spatial-based approach by combining physical parameters and Artificial Neural Network (ANN) modelling five key parameters were used in the analysis: rock type, slope, land cover, soil type, and depth to hard soil. Each parameter was scored based on its influence on landslide occurrence and weighted using ANN in Orange software, utilizing 356 sample points (178 landslide points and 178 non-landslide points). The total weighted score was classified into five susceptibility levels: very low to very high.
The modelling results were visualized into a landslide susceptibility map. Validation was conducted through two approaches: spatial validation using 45 landslide locations from BPBD (2019 – 2025) and model validation using the ANN prediction output. The results show that 95.556% of the landslide points fall within the medium to very high susceptibility zones (classes 3 – 5), and 88.889% of the points were correctly identified by the ANN model. Based on these results, the produced susceptibility map is considered suitable as a supporting tool for landslide disaster mitigation planning in Purbalingga Regency.
Keywords: landslide, neural network, Purbalingga, spatial analysis, susceptibility mapping.
4598949356C1C019115Pengaruh Arus Kas Bebas, Ukuran Perusahaan, Leverage, dan Profitabilitas Terhadap Manajemen Laba Pada Perusahaan Sektor Konstruksi Bangunan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2023Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh arus kas bebas, ukuran perusahaan, leverage, dan profitabilitas terhadap manajemen laba selama kurun waktu 2019-2023. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel perusahaan sektor konstruksi bangunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019-2023, yang dipilih melalui metode purposive sampling. Arus kas bebas, ukuran perusahaan, leverage, dan profitabilitas berperan sebagai variabel independen, sedangkan manajemen laba berperan sebagai variabel dependen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa arus kas bebas berpengaruh negatif terhadap manajemen laba, ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap manajemen laba, leverage berpengaruh positif terhadap manajemen laba, dan profitabilitas berpengaruh positif terhadap manajemen laba. Temuan ini diperoleh bahwa dari empat variabel yang telah diamati dihasilkan bahwa terdapat dua variabel yang sesuai dengan teori yaitu ukuran perusahaan dan profitabilitas serta dua variabel mengalami anomali yaitu arus kas bebas dan leverage. Berdasarkan hasil temuan ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pihak-pihak yang mempunyai kepentingan untuk lebih memperhatikan faktor-faktor yang dapat yang mempengaruhi praktik manajemen laba. Secara praktis, penelitian ini memberikan implikasi bagi manajemen (agen) yaitu diharapkan berguna untuk perusahaan agar terus mempertahankan keyakinan investor dengan menyajikan laporan keuangan yang riil karena total aset dan tingkat keuntungan yang dilaporkan merupakan salah satu yang menentukan calon investor dalam mengambil keputusan.This research aims to analyze the effect of free cash flow, company size, leverage, and profitability on earnings management during the period of 2019-2023. The study uses a quantitative approach with a sample of construction sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2019-2023, selected through purposive sampling method. Free cash flow, company size, leverage, and profitability act as independent variables, while earnings management acts as the dependent variable. The results of this study indicate that free cash flow has a negative effect on earnings management, company size has a negative effect on earnings management, leverage has a positive effect on earnings management, and profitability has a positive effect on earnings management. The findings show that out of the four observed variables, two variables align with the theory, namely company size and profitability, while two variables exhibit anomalies, namely free cash flow and leverage. Based on these findings, it is expected to contribute to stakeholders who have an interest in paying more attention to the factors that can influence earnings management practices. Practically, this research provides implications for management (agents) that it is expected to be useful for companies to continue to maintain investor confidence by presenting real financial statements, as total assets and reported profit levels are among the determinants for prospective investors in making decisions.
4599049358K1C021032Pemodelan Dua Dimensi Struktur Bawah Permukaan Kawasan Sesar Pati Berdasarkan Data Anomali Gravitasi GGMPlus Menggunakan Analisis DerivativeAktivitas tektonik Pulau Jawa dipengaruhi pergerakan Lempeng Indo-Australia
yang bertumbukan dengan Lempeng Eurasia. Hal ini menyebabkan terbentuknya
berbagai struktur geologi di Pulau Jawa, termasuk adanya sesar. Daerah dengan
sesar aktif, seperti Sesar Pati, berisiko mengalami gempabumi. Jika Sesar Pati
bergeser, gempa dapat dirasakan di wilayah sekitarnya sehingga perlu
meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman gempabumi. Penelitian ini
menggunakan metode gravitasi citra satelit GGMPlus untuk mengidentifikasi tipe
patahan Sesar Pati dengan analisis First Horizontal Derivative dan Second Vertical
Derivative serta pemodelan 2D. Prosesnya mencakup perhitungan Anomali
Bouguer Sederhana (ABS) dan Anomali Bouguer Lengkap (ABL), analisis
spektrum, reduksi ke bidang datar, pemisahan anomali regional dan residual dengan
Upward Continuation, analisis derivative, serta pemodelan 2D. Hasil analisis First
Horizontal Derivative dan Second Vertical Derivative pada data anomali residual
dari lima lintasan mengidentifikasi patahan naik dengan arah barat daya–timur laut.
Sedangkan hasil pemodelan 2D menunjukkan jika kawasan Sesar Pati tersusun dari
beberapa formasi batuan, yaitu Aluvium (Qa) dengan densitas batuan 1,76 – 2,15
g/cm3, Formasi Lidah (QTpl) dengan densitas batuan 2,4 – 2,41 g/cm3, Formasi
Mundu (Tmpm) dengan densitas batuan 2,51 – 2,54 g/cm3, Formasi Bulu (Tmb)
dengan densitas batuan 2,64 – 2,72 g/cm3 dan Formasi Ngrayong (Tmn) dengan
densitas batuan 2,46 – 2,57 g/cm3.
The tectonic activity of Java Island are influenced by the movement of the Indo
Australian Plate which collides with the Eurasian Plate. This has led to the
formation of various geological structures on the island of Java, including the
existence of faults. Areas with active faults, such as the Pati Fault, are at risk of
earthquakes. If the Pati Fault shifts, earthquakes can be felt in the surrounding
area, so it is necessary to increase awareness of the potential threat of earthquakes.
This study uses the GGMPlus satellite image gravity method to identify the type of
Starch Fault fault with First Horizontal Derivative and Second Vertical Derivative
analysis and 2D modeling. The process includes calculations of Simple Bouguer
Anomalies (SBA) and Complete Bouguer Anomalies (CBA), spectrum analysis,
reduction to flat planes, separation of regional and residual anomalies with Upward
Continuation, derivative analysis, and 2D modeling. The results of the analysis of
the First Horizontal Derivative and Second Vertical Derivative on residual anomaly
data from five trajectories identified the thrust fault in a southwest-northeast
direction. Meanwhile, the results of 2D modeling show that the Pati Fault area is
composed of several rock formations, namely the Aluvium (Qa) with a rock density
of 1.76 – 2.15 g/cm3, the Lidah Formation (QTpl) with a rock density of 2.4 – 2.41
g/cm3, the Mundu Formation (Tmpm) with a rock density of 2.51 – 2.54 g/cm3, the
Bulu Formation (Tmb) with a rock density of 2.64 – 2.72 g/cm3 and the Ngrayong
Formation (Tmn) with a rock density of 2.46 – 2.57 g/cm3.
4599149360C1B021097PENGARUH KEPEMIMPINAN TOKSIK DAN LINGKUNGAN KERJA FISIK TERHADAP TURNOVER INTENTION YANG DIMEDIASI OLEH KEPUASAAN KERJAPenelitian ini menganalisis pengaruh kepemimpinan toksik dan lingkungan kerja fisik terhadap turnover intention dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian kuantitatif ini dilakukan pada karyawan CV Sumber Utama Baru, Kudus, Jawa Tengah dengan melibatkan 78 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Metode analisis menggunakan regresi linear berganda dengan software SPSS untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan toksik berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, namun tidak berpengaruh langsung terhadap turnover intention. Lingkungan kerja fisik terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, tetapi tidak berpengaruh langsung terhadap turnover intention. Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap turnover intention. Temuan penting menunjukkan bahwa kepuasan kerja memediasi pengaruh baik kepemimpinan toksik maupun lingkungan kerja fisik terhadap turnover intention. Penelitian ini berkontribusi pada literatur manajemen SDM dengan menunjukkan pentingnya kepuasan kerja sebagai mekanisme mediasi dalam hubungan antara faktor kepemimpinan dan lingkungan kerja dengan intensi turnover karyawan di sektor manufaktur. Kata Kunci: Kepemimpinan Toksik, Lingkungan Kerja Fisik, Kepuasan Kerja, Turnover Intention, Mediasi, ManufakturThis research analyzes the influence of toxic leadership and physical work environment on turnover intention with job satisfaction as a mediating variable. This quantitative study was conducted on employees of CV Sumber Utama Baru, Kudus, Central Java, involving 78 respondents determined using the Slovin formula. The analysis method used multiple linear regression with SPSS software to test direct and indirect relationships between variables. The results show that toxic leadership has a significant effect on job satisfaction but does not directly affect turnover intention. The physical work environment has a significant effect on job satisfaction but does not directly affect turnover intention. Job satisfaction significantly affects turnover intention. Important findings show that job satisfaction mediates the influence of both toxic leadership and physical work environment on turnover intention. This research contributes to the HRM literature by demonstrating the importance of job satisfaction as a mediating mechanism in the relationship between leadership factors and work environment with employee turnover intention in the manufacturing sector.
Keywords: Toxic Leadership, Physical Work Environment, Job Satisfaction, Turnover Intention, Mediation, Manufacturing
4599249362K1C021029ANALISIS DEFORMASI TANAH SEBELUM DAN SESUDAH ERUPSI GUNUNG AGUNG TAHUN 2018 DENGAN METODE DINSAR BERDASARKAN CITRA SAR SENTINEL-1A Erupsi gunung api terjadi ketika fluida mengalir melalui material padat dan terperangkap dalam celah atau rongga, sehingga membangun tekanan yang pada akhirnya dapat menyebabkan deformasi. Deformasi yang terjadi dapat berupa kenaikan muka tanah (uplift) dan penurunan muka tanah (subsidence). Gunung Agung merupakan salah satu gunung berapi aktif di Indonesia. Erupsi Gunung Agung 2018 terjadi pada 2 Juli 2018, dengan abu vulkanik mencapai ketinggian hingga 2.000 meter. Pada studi ini, deformasi tanah yang terjadi diamati menggunakan metode DInSAR (Differential Interferometry Synthetic Aperture Radar). DInSAR menggunakan pasangan gambar SAR yang diakuisisi oleh satelit pada waktu yang berbeda dan di berbagai posisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati deformasi permukaan Gunung Agung menggunakan PyGMTSAR, menentukan nilai deformasi dengan QGIS, serta membandingkan peta deformasi yang dihasilkan dari PyGMTSAR, SNAP, dan Comet LiCS. Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu enam pasang citra satelit sentinel-1A. Analisis QGIS menunjukkan kenaikan elevasi sebelum erupsi dengan nilai kenaikan 0,046 meter di puncak gunung. Kenaikan terdeteksi dalam rentang -0,07 hingga 0,07 meter (horizontal) dan -0,06 hingga 0,06 meter (vertikal). Setelah erupsi, terjadi penurunan dengan rentang -0,04 hingga 0,11 meter (horizontal) dan -0,04 hingga 0,07 meter (vertikal), dengan penurunan di puncak sebesar -0,013 meter. Hasil pengolahan dari PyGMTSAR, SNAP, dan Comet LiCS menunjukkan pola yang sama, yaitu adanya kenaikan permukaan tanah sebelum erupsi dan penurunan permukaan tanah setelah erupsi Gunung Agung. Volcanic eruptions occur when fluid flows through solid material and gets trapped in a gap or cavity, thus building pressure that can eventually lead to deformation. The deformation that occurs can be in the form of uplift and subsidence. Mount Agung is one of the active volcanoes in Indonesia. The 2018 eruption of Mount Agung occurred on July 2, 2018, with volcanic ash reaching heights of up to 2,000 meters. In this study, the soil deformation that occurred was observed using the DInSAR (Differential Interferometry Synthetic Aperture Radar) method. DInSAR uses SAR image pairs acquired by satellites at different times and in different positions. This study aims to observe the surface deformation of Mount Agung using PyGMTSAR, determine the value of deformation with QGIS, and compare the deformation maps produced from PyGMTSAR, SNAP, and Comet LiCS. The data used in this study are six pairs of sentinel-1A satellite images. QGIS analysis showed an increase in elevation before the eruption with an increase value of 0.046 meters at the top of the mountain. The increase was detected in the range of -0.07 to 0.07 meters (horizontal) and -0.06 to 0.06 meters (vertical). After the eruption, there was a decrease in the range of -0.04 to 0.11 meters (horizontal) and -0.04 to 0.07 meters (vertical), with a decrease at the peak of -0.013 meters. The processing results from PyGMTSAR, SNAP, and Comet LiCS showed the same pattern, namely the increase in land level before the eruption and the decrease in the land level after the eruption of Mount Agung.
4599349363J0A022037Internship Experience as a Waiter in the Food and Beverage Department: Sala Bar and Yue Restaurant at Sheraton Petaling Jaya Hotel MalaysiaLaporan praktik kerja berjudul "Internship Experience as A Waiter in the Food and Beverage Department: Sala Bar and Yue Restaurant at Sheraton Petaling Jaya Hotel Malaysia" membahas tentang upaya pembuatan buku saku sebagai motivasi dan edukasi untuk para pelajar serta menjelaskan beberapa pengalaman kerja di dunia perhotelan. Buku saku ini berisi beberapa sudut pandang pengalaman kerja di berbagai bidang pelayanan makanan dan minuman seperti Sala Bar dan Yue. Dalam praktik kerja ini, penulis mendapat berbagai pengalaman kerja yang menarik serta memahami hal baru dalam sistem kerja di perhotelan. Pada pembuatan buku saku ini, penulis mengidentifikasi elemen apa saja yang mendukung untuk dimasukkan ke dalam buku saku ini. Proses ini melibatkan beberapa metode pengumpulan data seperti observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati bagaimana sistemnya kerjanya secara langsung. Wawancara dilakukan untuk mengetahui prosedur apa saja yang harus dilakukan selama praktik kerja berlangsung. Dokumentasi dilakukan untuk menjadi pendukung visual yang menyoroti aspek-aspek informasi dari setiap department tersebut. Sebagai hasilnya pengumpulan data diolah dalam bentuk tulisan dan gambar yang mendukung dan dituangkan ke sebuah layout sebagai tahap pengembangan produk. Buku saku yang dihasilkan bertujuan untuk memberikan motivasi dan edukasi untuk menarik perhatian para pelajar yang ingin mencari pengalaman kerja di luar negeri serta mendukung untuk berkembang lebih baik.
Pada proses pembuatan produk, penulis menghadapi beberapa kendala, seperti kesulitan merangkai kata-kata yang tepat untuk dituangkan ke dalam buku saku ini. Hal tersebut menghambat proses pembuatan karena penulis terus-menerus merevisi kata-kata yang sudah dibuat dan tidak pernah merasa puas. Selain itu, penentuan desain layout juga menjadi tantangan tersendiri. Kendala-kendala ini diatasi dengan beberapa cara, termasuk: fokus untuk menyelesaikan konten terlebih dahulu sebelum merevisinya, merencanakan tata letak dengan hati-hati sebelum memulai desain, memberikan detail penting dalam desain, dan menggunakan gambar yang mudah diingat untuk menyampaikan pesan dalam buku saku. Strategi-strategi ini membantu memastikan bahwa produk akhir yang dihasilkan jelas, informatif, dan menarik secara visual.
The job practice report entitled "Internship Experience as a Waiter in the Food and Beverage Department: Sala Bar and Yue Restaurant at Sheraton Petaling Jaya Hotel Malaysia" discusses about process creating a pocket book as motivation and education for students and explain some work experiences in the world of hospitality. This pocket book contains several points of view of work experience in food and beverage service such as Sala Bar and Yue. This job training the author gets a variety of interesting work experiences and understands new things in the work system in hospitality. In making this pocket book, the author identifies what elements support to be included in this pocket book. This process involves several data collection methods such as observation, interviews and documentation. Observation was done to directly observe how the system worked. Interviews were conducted to find out the procedures that had to be carried out during the job training. Documentation was done as visual support to highlight informational aspects from each department. As a result, the collected data was processed in the form of writing and supporting images, which were then laid out as part of the product development stage. The resulting pocket book aims to provide motivation and education to attract the attention of students who want to seek work experience abroad and support to grow better.
During the production process, the author encountered several obstacles, such as difficulty in finding the right words to put into this pocket book. This hindered the production process because the author constantly revised the words that had already been written and was never satisfied. In addition, determining the layout design was also a challenge in itself. These obstacles were overcome in several ways, including: focusing on completing the content first before revising it, carefully planning the layout before starting the design, providing important details in the design, and using memorable images to convey the message in the pocket book. These strategies helped ensure that the final product was clear, informative, and visually appealing.
4599449364J0A022014Developing an Informational Video of Using Livin' Merchant at Bank Mandiri Area PurwokertoSebagai bagian dari kegiatan magang di Bank Mandiri Area Purwokerto pada divisi Transaction Banking Retail, penulis membuat video informasi penggunaan Livin’ Merchant yang berfokus pada penggunaan Livin’ Merchant yang bertujuan sebagai panduan untuk menjelaskan fitur-fitur yang terdapat pada Livin’ Merchant. Selain itu, projek ini juga bertujuan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam mempromosikan dan membantu nasabah dalam penggunaan Livin’ Merchant selama magang dan memberikan solusi untuk mengatasi kendala-kendala yang dihadapi seperti kendala teknis dan kebingungan nasabah. Melalui pengamatan langsung, penulis menganalisa masalah dan memberikan Solusi yang relevan untuk meningkatkan proses pelayanan. Terdapat tiga metode yang digunakan penulis, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan beberapa bulan sebelum kegiatan magang berlangsung. Wawancara dilakukan untuk meningkatkan informasi yang kredibel yang akan dikumpulkan dan untuk mendapatkan informasi yang lebih komprehensif mengenai praktik perusahaan. Dokumentasi dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih jelas mengenai Perusahaan untuk proses pembuatan video informasi. Berdasarkan observasi saat melakukan kegiatan magang, penulis mendapatkan data yang berupa keluhan dari pelanggan tentang audio-visual produk tentang bagaimana penggunaan Livin’ Merchant. Berdasarkan data yang diperoleh melalui guide book Livin’ Merchant, penulis mengembangkan informasi video yang mendeskripsikan fitur dan keuntungan Livin’ Merchant dengan visual dan narasi. Proses pembuatan informasional video mencakupi pre-production yang yang berupa gagasan ide, penulisan naskah, dan pembuatan storyboard. Production mencakup rekaman video, proses edit, dan rekaman suara. Post-production berupa tahapan terakhir untuk penyelesaian edit untuk memastikan semuanya selaras dengan storyboard dan naskah. Hambatan yang penulis hadapi saat pembuatan produk adalah kesulitan dalam mencari ide dan tidak adanya platform untuk mengunggah produk penulis. Penulis mengatasi hambatan saat pembuatan informasional video dengan mengumpulkan saran dari mentor dan pembimbing untuk mendapatkan ide dan memutuskan untuk memberikan informasional video kepada divisi Transaction Banking Retail yang bertanggungjawab atas Livin’ Merchant untuk menyerahkan ke nasabah dan merchant tentang Livin’ Merchant.The author developed an informational video of using Livin’ Merchant during the internship at Bank Mandiri Area Purwokerto in the Transaction Banking Retail division as their focus on Livin’ Merchant with the aim as a guidance to explain about the features of Livin’ Merchant for customers. Additionally, the project was produced to find out any obstacles encountered in promoting and assisting customers with Livin’ Merchant during internship and propose potential solutions to overcome the obstacles such as technical challenges and customers confusion. Through the direct observation, the author was able to analyze the issues and give relevant solutions to improve the service process.There are three methods were used by the author, namely observation, interview, and documentation. The observation was conducted several months before the internship period start. The interview conducted to enhanced the reliability of the information gathered and gain more comprehensive of the company’s practices. The documentation was conducted to provide data documentation to gain a clearer understanding within company, which is essential in process of developing the promotional video.Based on the observation during the internship, the author gained data which some complaints from customers about the audio-visual product about the use of Livin’ Merchant. By gained data through the guide book of Livin’ Merchant, the author developing the informational video that reflects the features and benefits of Livin’ Merchant with combination of visuals and narration. Production including video recording, voice recording, and voice recording. The production process of developing an informational video including were pre-production that including generating idea, scriptwriting, and storyboarding. Post-production including final stage to finalized the edit to make sure everything aligned with the storyboard and script. Obstacle that author faced during developing the informational video were the lacked of generating idea and the platform for uploading the author's product was not available. The author overcomes the obstacles with gathering feedbacks from mentors and supervisors to gained ideas and decided to give the product to Transaction Banking Retail division which is the one who responsible for the Livin’ Merchant to deliver the informational video to the customers and merchant about Livin’ Merchant.
4599549365J1C021040Omotenashi Furumai pada Aspek Pelayanan Restoran Jimgu di Hotel Enowa Yufuin Oita JepangPenelitian ini mengkaji implementasi furumai pada aspek pelayanan Omotenashi di Restoran Jimgu, Hotel Enowa Yufuin. Omotenashi merupakan filosofi keramahtamahan Jepang yang mendalam, berakar pada ketulusan tanpa mengharapkan imbalan, dengan furumai sebagai perwujudan perilaku nyatanya. Kesenjangan dalam literatur mengenai eksplorasi langsung furumai dari perspektif pelaku layanan menjadi motivasi utama penelitian ini. Tujuan utama penelitian adalah mendeskripsikan bentuk penerapan furumai dalam pelayanan di Restoran Jimgu. Dengan menggunakan pendekatan autoetnografi, penelitian ini memanfaatkan pengalaman pribadi penulis selama magang sebagai sumber data primer dan lensa analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa furumai di Restoran Jimgu diwujudkan melalui empat nilai utama: sassuru (kepekaan implisit terhadap kebutuhan tamu, seperti penyesuaian meja untuk tamu kidal dan pemantauan halus melalui cermin/CCTV), saki mawari (antisipasi proaktif kebutuhan tamu sebelum diminta, didukung oleh laporan harian terperinci dan respons cepat terhadap isyarat nonverbal), magokoro (ketulusan hati dalam setiap tindakan pelayanan, tercermin dalam penjelasan menu yang penuh semangat, sesi mencicipi hidangan oleh staf, dan panduan etika internal), serta teinei (kesopanan dan ketelitian dalam penampilan dan tindakan, meliputi standar grooming ketat, gestur penyajian yang elegan, dan penggunaan bahasa hormat). Implementasi furumai ini bukan sekadar prosedur, melainkan praktik budaya yang terinternalisasi secara mendalam, mengubah pelayanan menjadi pengalaman yang holistik, empatik, dan berkesan bagi tamu.This research examines the implementation of furumai within the Omotenashi service aspect at Jimgu Restaurant, Enowa Yufuin Hotel. Omotenashi is a profound Japanese hospitality philosophy rooted in sincerity without expecting reciprocation, with furumai being its tangible behavioral manifestation. A gap in the literature regarding direct exploration of furumai from the service provider's perspective served as the primary motivation for this study. The main objective of the research is to describe the forms of furumai application in service at Jimgu Restaurant. Utilizing an autoethnographic approach, this study leverages the author's personal internship experience as the primary data source and analytical lens. The findings indicate that furumai at Jimgu Restaurant is manifested through four key indicators: sassuru (implicit sensitivity to guest needs, such as proactive table adjustments for left-handed guests and subtle monitoring via mirrors/CCTV), saki mawari (proactive anticipation of guest desires before explicit requests, supported by detailed daily reports and quick responses to non-verbal cues), magokoro (sincerity of heart in every service action, reflected in passionate menu explanations, staff menu tasting sessions, and internal ethical guidelines), and teinei (politeness and meticulousness in appearance and conduct, encompassing strict grooming standards, graceful serving gestures, and the use of honorific language). This implementation of furumai is not merely procedural but a deeply internalized cultural practice, transforming service into a holistic, empathetic, and memorable experience for guests.
4599649366C1C021017Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Penggunaan Aplikasi Akuntansi SIAPIK pada UMKM Binaan Bank Indonesia PurwokertoPenelitian ini meneliti mengenai minat perilaku menggunakan aplikasi akuntansi SIAPIK pada UMKM binaan Bank Indonesia Purwokerto. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan kondisi dimana sekitar 77,5% UMKM di Indonesia tidak memiliki laporan keuangan. Dalam rangka membantu UMKM mengatasi kendala terkait pembuatan laporan keuangan, Bank Indonesia mengembangkan aplikasi SIAPIK. Namun dari 8 UMKM binaan BI Purwokerto yang ditinnjau, terdapat 4 UMKM yang tidak menggunakan aplikasi akuntansi SIAPIK.
Technology Acceptance Model (TAM) merupakan model penelitian ini yang menjadi dasar pembentukan hipotesis penelitian dimana semakin besar atau tinggi pengetahuan akuntansi, persepsi kegunaan, persepsi kemudahan untuk penggunaan, dan sikap penggunaan maka akan sejalan dengan semakin besarnya minat perilaku UMKM untuk menggunakan aplikasi akuntansi SIAPIK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 73 namun yang dapat diolah hanya 52 pelaku UMKM binaan BI Purwokerto yang berlokasi di empat kabupaten yaitu Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Cilacap. Metode pengukuran variable menggunakan skala likert pada semua variabelnya. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu uji validitas, uji reliabilitas, uji discriminant validity, uji R-Square dan Q-Square, serta uji hipotesis.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan Smart Partial Least Squares (SmartPLS): (1) persepsi kegunaan dan (2) persepsi kemudahan untuk penggunaan berpengaruh positif terhadap sikap penggunaan, (3) pengetahuan akuntansi tidak berpengaruh terhadap sikap penggunaan, dan (4) sikap penggunaan berpengaruh positif terhadap minat perilaku menggunakan aplikasi akuntansi SIAPIK. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa persepsi kegunaan, persepsi kemudahan, dan sikap penggunaan yang semakin positif maka akan sejalan dengan semakin tingginya minat menggunakan aplikasi akuntansi SIAPIK. Namun pengetahuan akuntansi belum mampu mempengaruhi sikap penggunaan aplikasi akuntansi SIAPIK karena perbedaan tingkat pengetahuan akuntansi yang dimiliki oleh UMKM binaan tidak berpengaruh terhadap minat mereka menggunakan aplikasi akuntansi SIAPIK.
Implikasi dari hasil penelitian ini yaitu sebagai bukti atas teori TAM, dan sebagai masukan bagi Bank Indonesia serta Dinas Koperasi dan UKM untuk dapat menentukan kebijakan, memberikan sosialisasi dan pelatihan terkait pengelolaan keuangan UMKM menggunakan aplikasi SIAPIK. Keterbatasan penelitian ini yaitu kurangnya informasi selain dari UMKM binaan sehinigga tidak ada pandangan yang menjadi pembeda, dan penelitian yang dilakukan secara offline serta online menyebabkan tidak terdampinginya semua responden secara langsung.
This study examines the behavioral intention to use the SIAPIK accounting application among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) fostered by Bank Indonesia in Purwokerto. The research is motivated by the fact that approximately 77.5% of MSMEs in Indonesia do not have financial statements. To help MSMEs overcome challenges related to financial reporting, Bank Indonesia developed the SIAPIK application. However, out of the eight MSMEs reviewed in the Purwokerto region, four of them were not using the SIAPIK accounting application.
This study adopts the Technology Acceptance Model (TAM) as the theoretical framework, which posits that higher levels of accounting knowledge, perceived usefulness, perceived ease of use, and user attitude are positively associated with a greater behavioral intention to use the application. A quantitative approach was employed using a survey method. The study initially targeted 73 respondents; however, only 52 MSME actors from Bank Indonesia’s fostered MSMEs across four regencies—Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, and Cilacap—provided usable data. All variables were measured using a Likert scale, and data were analyzed using SmartPLS through validity tests, reliability tests, discriminant validity, R-Square and Q-Square tests, and hypothesis testing.
The findings reveal that: (1) perceived usefulness and (2) perceived ease of use have a positive effect on user attitude; (3) accounting knowledge has no significant effect on user attitude; and (4) user attitude positively influences behavioral intention to use the SIAPIK accounting application. These results suggest that the more positive the perception of usefulness, ease of use, and user attitude, the stronger the intention to use the SIAPIK application. Conversely, accounting knowledge does not influence user attitude, indicating that differences in accounting knowledge levels among the fostered MSMEs do not affect their intention to use the application.
The implications of this study provide empirical support for TAM and offer insights for Bank Indonesia and the Office of Cooperatives and MSMEs in formulating policies, conducting socialization efforts, and providing training related to financial management using the SIAPIK application. The limitations of this study include the lack of comparison with non-fostered MSMEs, which limits broader perspectives, and the use of both online and offline data collection methods, which hindered direct assistance to all respondents.
4599749367A1D021033Potensi Trichoderma atroviride dalam Mengendalikan Penyakit Karat Daun KopiKarat daun kopi yang disebabkan Hemileia vastatrix dapat menurunkan produksi kopi mencapai 35%. Pengendalian secara hayati perlu dilakukan agar produktivitas meningkat tanpa risiko pencemaran terhadap hasil produk dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Trichoderma atroviride dalam menghambat H. vastatrix menggunakan T. atroviride dalam formula padat. Penelitian dilaksanakan Agustus 2024-April 2025 di Fakultas Pertanian Unsoed. Pengujian meliputi aktivitas enzim kitinase, protease, dan glukanase, uji pertumbuhan T. atroviride pada media padat beras, jagung, dan dedak; uji penghambatan perkecambahan H. vastatrix dan pengaplikasian formula padat T. atroviride. Pengujian formula aplikasi dilakukan dengan 6 ulangan dan perlakuan terdiri dari kontrol, formula padat T. atroviride konsentrasi 10 g/L, 25 g/L, dan 50 g/L. Variabel yang diamati meliputi intensitas penyakit, laju infeksi, AUDPC, dan kemampuan kolonisasi T. atroviride terhadap H. vastatrix. Hasil penelitian menunjukkan T. atroviride menghasilkan enzim pendegradasi dinding sel yaitu kitinase, protease, dan glukanase, T. atroviride mampu menghambat perkecambahan H. vastatrix sebesar 42%. Aplikasi formula padat T. atroviride konsentrasi 25 g/L dan 50 g/L mampu menurunkan perkembangan penyakit masing-masing sebesar 46,93% dan 48,93% melalui parasitisme dan produksi enzim pendegradasi dinding sel.Coffee leaf rust caused by Hemileia vastatrix can reduce coffee production by up to 35%. Biological control is needed to increase productivity without the risk of contamination of products and the environment. This study aims to determine the ability of Trichoderma atroviride to inhibit H. vastatrix using T. atroviride in a solid formula. The study was conducted from August 2024 to April 2025 at the Faculty of Agriculture, Unsoed. Tests include the activity of chitinase, protease, and glucanase enzymes, growth tests of T. atroviride on solid media of rice, corn, and bran; germination inhibition test of H. vastatrix and application of solid formula of T. atroviride. The application formula test was carried out with 6 replications and the treatments consisted of control, solid formula of T. atroviride with concentrations of 10 g/L, 25 g/L, and 50 g/L. The variables observed included disease intensity, infection rate, AUDPC, and colonization ability of T. atroviride against H. vastatrix. The results showed that T. atroviride produces cell wall degrading enzymes, namely chitinase, protease, and glucanase, T. atroviride is able to inhibit the germination of H. vastatrix by 42%. Application of solid formula T. atroviride concentrations of 25 g/L and 50 g/L can reduce the development of the disease by 46.93% and 48.93% through parasitism and production of cell wall degrading enzymes.
4599849368A1D018070PERBEDAAN PANJANG PENDEKNYA STEK DAN KONSENTRASI PUPUK DAUN TERHADAP HASIL PERTUMBUHAN TANAMAN SIRIH HIJAU (Piper Betle L)Sirih hijau (Piper betle L.) adalah tanaman dari keluarga Piperaceae yang memiliki potensi ekonomi, tersebar luas di Asia dan Afrika. Tumbuh subur di daerah tropis, sirih hijau berkhasiat untuk kesehatan, termasuk sebagai antikanker dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan panjang stek dan konsentrasi pupuk terbaik guna memaksimalkan pertumbuhan tanaman.
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, selama 3 bulan dari bulan Desember sampai Maret 2025. Penelitian dilaksanakan dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL), Perlakuan yang dicoba adalah Empat konsentrasi pupuk daun (32-10-10). Konsentrasi yang digunakan 1,5 g/L, 1 g/L, 0,5 g/L, dan kontrol 0 g/L, dan panjang tanaman 5 cm, 10 cm, 15 cm, masing masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati yaitu panjang tunas, jumlah tunas, jumlah daun, luas daun, panjang akar, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, bobot segar akar, bobot kering akar. Data penelitian diuji dengan uji F dan dilanjutkan dengan DMRT pada taraf α 5%.
Beberapa parameter seperti panjang akar, jumlah daun, jumlah akar, dan indeks kehijauan daun memberikan respons yang signifikan terhadap perlakuan dan waktu pengamatan. perlakuan u1 (0,5 g/l) menghasilkan jumlah daun tertinggi dan berbeda nyata dibandingkan 0 g/l dan 1,5g/l, sedangkan nilai kehijauan daun tertinggi diperoleh pada u2 (1 g/l). perlakuan u2 juga menunjukkan nilai tertinggi pada parameter kehijauan daun (23,51), jumlah akar (11,6 helai), serta bobot segar dan kering tajuk, terutama pada kombinasi u2y1. stek pendek (y1) menghasilkan nilai lebih tinggi pada kehijauan daun daun, jumlah daun, dan panjang akar, menunjukkan efektivitas panjang stek pendek dalam sistem hidroponik. kombinasi u2y1 memberikan respons pertumbuhan paling tinggi dibandingkan kombinasi perlakuan lainnya.
Green betel (Piper betle L.) is a plant from the Piperaceae family with significant economic potential, widely distributed across Asia and Africa. The plant thrives in tropical regions and contains essential nutrients with notable health benefits, including anticancer and antibacterial properties. This research aims to determine the optimal cutting length and foliar fertilizer concentration for enhancing the growth of green betel.
This research was carried out at the Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman, over a period of three months, from August to November 2024. A randomized complete block design (RCBD) was used, and four treatments were tested using foliar fertilizer (32-10-10) at concentrations of 1.5 g/L, 1 g/L, 0.5 g/L, and a control (0 g/L). Each treatment was repeated three times. The observed variables included plant height, number of shoots, number of leaves, leaf area, root length, fresh plant weight, dry plant weight, fresh root weight, and dry root weight. The research data were tested using an F-test, followed by DMRT at a significance level of 5%
Several parameters, including root length, leaf number, root number, and value leaves, responded significantly to the treatments and observation times. The U1 treatment (0.5 g/L) resulted in the highest number of leaves and was significantly different from U0 and U3, while the highest value was recorded in U2 (1 g/L). The U2 treatment also showed the highest values for leaf green (23.51), root number (11.6), and both fresh and dry shoot weight, particularly in the U2Y1 combination. The short cutting (Y1) produced higher values in leaf green meter, leaf number, and root length, indicating its effectiveness in hydroponic systems. The combination of U2 and Y1 resulted in the most optimal plant growth response compared to other treatment combinations.
4599949369J1C021056REPRESENTASI NILAI BUDAYA JEPANG DALAM NOVEL KONO USO GA BARENAI UCHI NI KARYA KAWAGUCHI TOSHIKAZUPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis representasi nilai-nilai budaya Jepang dalam novel Kono Uso Ga Barenai Uchi Ni karya Kawaguchi Toshikazu. Fokus utama penelitian ini adalah empat nilai budaya Jepang, yaitu enryo(menahan diri), giri (kewajiban moral), ninjou (perasaan kemanusiaan), dan amae (ketergantungan emosional). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendejatan Close Reading dan New Criticism untuk mengkaji teks secara mendalam berdasarkan struktur, makna, dan konteks kutipan. Hasil analisis menunjukkan bahwa keempat nilai budaya tersebut terungkap secara kuat melalui konflik emosional, hubungan antar tokoh, serta simbol-simbol dalam novel. Temuan ini memperlihatkan bahwa karya sastra dapat menjadi cerminan nilai budaya suatu bangsa serta memperkaya pemahaman lintas budaya dalam kajian sastra.


This study aims to identify and analyze the representation of Japanese culture values in the novel Kono Uso Ga Barenai Uchi Ni by Kawaguchi Toshikazu. The main focus of this research is on four core Japanese values: enryo(self-restraint), giri (moral obligation), ninjou (human feeling), dan amae (emotional dependence). Using a qualitative descriptive method, the study applies Close Reading and New Criticism to examine the literary text in depth through its structure, meaning, and contextual elements. The analysis reveals that these values are strongly expressed through emotional conflicts, character relationships, and symbolic elements in the narrative. The findings demonstrate that literature can serve as a reflection of a nation’s cultural values and enrich intercultural understanding in literary studies.


4600049370D1A020141Analisis Trend Jumlah Pemotongan Sapi dan Harga Daging Sapi di Kabupaten Banyumas Penelitian yang berjudul “Analisis Trend Jumlah Pemotongan Sapi dan Harga Daging Sapi di Kabupaten Banyumas” bertujuan untuk menganalisis trend jumlah pemotongan sapi dan harga sapi di Kabupaten Banyumas dan menganalisis hubungan antara jumlah pemotonan sapi dengan harga daging di Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan menggunakan data utama yaitu data sekunder, metode yang digunakan berupa dokumenter dari Dinas Perikanan dan Peternakan dan KEPOKMAS, data yang diambil yaitu 24 bulan terakhir (2023-2024). Lokasi Penelitian di wilayah Kabupaten Banyumas. Analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linear dan korelasi. Hasil analisis didapatkan persamaan regresi jumlah pemotongan Y = 415.79 + 1.1204X dengan koefesien determinasi sebesar 0.0082 dan harga daging sapi Y = 132.286 + 641.99X dengan koefesien determinasi sebesar 0.3984. Hasil korelasi antara keduanya menunjukkan hubungan yang lemah dengan nilai korelasi Rxy = 0,3821. Menunjukkan tidak berhubungan nyata antara jumlah pemotongan dengan harga daging sapi.
The research titled “Analysis of the Trend in the Number of Cattle Slaughter and Beef Prices in Banyumas Regency” aims to analyze the trend in the number of cattle slaughter and beef prices in Banyumas Regency and to examine the relationship between the number of cattle slaughter and beef prices in Banyumas Regency. The study was conducted using primary data, specifically secondary data, with methods derived from documentation from the Department of Fisheries and Animal Husbandry and KEPOKMAS, covering the last 24 months (2023-2024). The research location is in Banyumas Regency. The data analysis used are linear regression and correlation analysis. The analysis results show the regression equation for the number of slaughter Y = 415.79 + 1.1204X with a coefficient of determination of 0.0082, and for beef prices Y = 132.286 + 641.99X with a coefficient of determination of 0.3984. The correlation results between the two indicate a weak relationship with a correlation value of Rxy = 0.3821, indicating no significant relationship between the number of cattle slaughter and beef prices.