Artikelilmiahs

Menampilkan 46.021-46.040 dari 48.746 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4602149391F1C021054STRATEGI KOMUNIKASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) SLEMAN DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN MASYARAKATPenelitian ini mengkaji strategi komunikasi yang dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sleman dalam meningkatkan kepuasan masyarakat melalui pelayanan yang berkualitas. Berdasarkan hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) yang dilakukan pada tahun 2021 – 2024, menunjukkan bahwa masyarakat mendapat kepuasan terhadap pelayanan di RSUD Sleman. Namun, nilai survei SKM menunjukkan bahwa terdapat ketidakstabilan dalam perolehan nilai. Penelitian ini menggunakan Teori Communication Goal, yaitu teori yang mengasumsikan bahwa komunikasi yang dilakukan oleh setiap individu atau kelompok pasti memiliki tujuan tertentu. Untuk mencapai tujuan tersebut, setiap individu atau kelompok membutuhkan strategi konkret yang dapat mendorong tercapainya tujuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan RSUD Sleman adalah memberikan informasi mengenai RSUD Sleman dan memberikan kepuasan masyarakat melalui komunikasi yang berkualitas serta melalui pelayanan prima. Strategi komunikasi yang dilakukan oleh RSUD Sleman untuk mencapai tujuan komunikasi adalah menerapkan langkah-langkah komunikasi SAJI yang terdiri dari sapa, ajak berkomunikasi, jelaskan dan berikan informasi, memanfaatkan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi, dan membangun komunikasi multikanal. Strategi komunikasi yang dilakukan oleh RSUD Sleman tetap memperhatikan komponen komunikasi, seperti komunikator, pesan, media, komunikan, dan efek.This research examines the communication strategy carried out by the RSUD Sleman in increasing public satisfaction through quality services. Based on the results of the Community Satisfaction Survey conducted in 2021 - 2024, it shows that the community is satisfied with the services at RSUD Sleman. However, the survey value shows that there is instability in the score. This research uses Communication Goal Theory, which is a theory that assumes that communication carried out by each individual or group must have certain goals. To achieve these goals, each individual or group needs a concrete strategy that can encourage the achievement of goals. This research uses descriptive qualitative methods with data collection techniques in the form of interviews and observations. The results showed that the purpose of RSUD Sleman is to provide information about RSUD Sleman and provide public satisfaction through quality communication and excellent service. The communication strategy carried out by RSUD Sleman to achieve communication goals is to apply “SAJI” communication steps consisting of greet, invite communication, explain and provide information, utilize social media as a means of disseminating information, and build multichannel communication. The communication strategy carried out by RSUD Sleman still pays attention to communication components, such as sender, message, channel, receiver, and feedback.
4602249393C1B021067PENGARUH KESEIMBANGAN KERJA, LINGKUNGAN FISIK KERJA, DAN KEAMANAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN PT (PERSERO) KAI DAOP 5 PURWOKERTO
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keseimbangan kerja, lingkungan fisik kerja, dan keamanan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan PT. KAI Daop 5 Purwokerto. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 104 karyawan yang telah bekerja minimal satu tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan fisik kerja dan keamanan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja, sedangkan keseimbangan kerja tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini memperkuat penerapan Teori Dua-Faktor Herzberg dengan menekankan pentingnya penciptaan lingkungan kerja yang aman dan nyaman. Penelitian ini juga menyarankan pentingnya intervensi organisasi terhadap keseimbangan kerja melalui kebijakan yang mendukung keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi.This study aims to analyze the influence of work balance, physical work environment, and work safety on employee job satisfaction at PT. KAI Daop 5 Purwokerto. The method used is a quantitative approach with purposive sampling of 104 employees who have worked for at least one year. Data was collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression with the help of SPSS. The results of the study indicate that the physical work environment and workplace safety have a significant positive impact on job satisfaction, while work-life balance does not have a significant impact. These findings reinforce the application of Herzberg's Two-Factor Theory, emphasizing the importance of creating a safe and comfortable work environment. The study also suggests the importance of organizational intervention regarding work-life balance through policies that support a balance between work and personal life.
4602349394C1B021039PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL, KECERDASAN EMOSIONAL, DAN MINDFULNESS TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA KARYAWAN PT (PERSERO) KAI DAOP 5 PURWOKERTOPenelitian ini menganalisis pengaruh dukungan sosial, kecerdasan emosional, dan Mindfulness terhadap kesejahteraan psikologis karyawan PT (Persero) KAI Daop 5 Purwokerto dengan pendekatan kuantitatif. Dari populasi 140 karyawan kantor, sebanyak 104 responden dipilih melalui purposive sampling. Data ikumpulkan menggunakan kuesioner dan diolah dengan regresi linier berganda (IBM SPSS 25). Hasil menunjukkan bahwa dukungan sosial dan Mindfulness berpengaruh positif terhadap kesejahteraan psikologis, sedangkan kecerdasan emosional tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Kerangka teoritis yang digunakan adalah Conservation of Resources (COR), yang menekankan bahwa individu berupaya mempertahankan dan mengembangkan sumber daya psikologis untuk menjaga kesejahteraan. Temuan ini mengisyaratkan perlunya organisasi memperkuat dukungan sosial di tempat kerja dan mengembangkan program peningkatan Mindfulness sebagai strategi menjaga dan meningkatkan kesejahteraan psikologis karyawan, sekaligus memberi kontribusi pada pengembangan penerapan teori COR dalam konteks kerja.This study analyzes the influence of social support, emotional intelligence, and mindfulness on the psychological well-being of employees at PT (Persero) KAI Daop 5 Purwokerto using a quantitative approach. From a population of 140 office employees, 104 respondents were selected through purposive sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed using multiple linear regression (IBM SPSS 25). The results indicate that social support and mindfulness have a positive effect on psychological well-being, while emotional intelligence does not show a significant effect. The theoretical framework used is the Conservation of Resources (COR) theory, which emphasizes that individuals strive to maintain and develop psychological resources to preserve well-being. These findings suggest the need for organizations to strengthen social support in the workplace and develop mindfulness enhancement programs as strategies to maintain and improve employee psychological well-being, while also contributing to the these findings suggest the need for organizations to strengthen social support in the workplace and develop mindfulness enhancement programs as strategies to maintain and improve employees' psychological well-being, while also contributing to
the development of COR theory application in the workplace context.
4602449396K1B021031FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP
INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA PROVINSI JAWA TENGAH: PENDEKATAN MODEL PERSAMAAN DATA PANEL DINAMIS SYSTEM GENERALIZED METHOD OF MOMENTS
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Jawa Tengah pada periode 2019–2024 dengan pendekatan model data panel dinamis menggunakan metode Generalized Method of Moments (GMM). Hasil estimasi menunjukkan bahwa model System-GMM (Sys-GMM) merupakan model terbaik dibandingkan First Difference-GMM (FD-GMM), berdasarkan signifikan tidaknya lag dependen dan nilai standar error yang lebih kecil. Dalam jangka pendek, faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap IPM adalah lag IPM, tingkat pengangguran terbuka (TPT), dan persentase rumah tangga dengan akses sanitasi layak (SN). Hasil estimasi model Sys-GMM menunjukkan bahwa koefisien lag IPM sebesar 1,0357, yang berarti bahwa peningkatan IPM pada tahun sebelumnya secara signifikan meningkatkan IPM tahun berjalan. Sementara itu, koefisien tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar -0,0637 dan koefisien persentase rumah tangga dengan akses sanitasi layak (SN) sebesar -0,0233, yang mengindikasikan bahwa peningkatan kedua variabel tersebut berpengaruh negatif terhadap IPM. Temuan ini memberikan implikasi bahwa kebijakan peningkatan IPM perlu mempertimbangkan dinamika jangka pendek serta mendorong penelitian lanjutan untuk mengkaji model jangka panjang dan variabel-variabel lainnya guna memperkuat hasil dan pemahaman teoritis.This study aims to analyze the factors influencing the Human Development Index (HDI) in Central Java Province during the 2019–2024 period using a dynamic panel data model approach through the Generalized Method of Moments (GMM). The estimation results show that the System-GMM (Sys-GMM) model is the best compared to the First Difference-GMM (FD-GMM), based on the significance of the lagged dependent variable and the smaller standard error. In the short term, the variables that significantly affect HDI are the lag of HDI, the open unemployment rate (TPT), and the percentage of households with access to proper sanitation (SN). The Sys-GMM estimation results indicate that the coefficient for the lag of HDI is 1.0357, meaning that an increase in HDI in the previous year significantly increases the current HDI. Meanwhile, the coefficients for TPT and SN are -0.0637 and -0.0233, respectively, indicating that increases in these variables negatively affect HDI. These findings imply that policies aimed at improving HDI need to consider short-term dynamics and encourage further research to explore long-term models and other variables to strengthen the results and theoretical understanding.
4602549395F1C021031MANAJEMEN PRIVASI DALAM PENGGUNAAN FITUR CLOSE FRIENDS INSTAGRAM PADA KELOMPOK EKSKLUSIFIsu kebocoran informasi pribadi menjadi perhatian serius karena semakin banyak kasus yang menunjukkan lemahnya kontrol terhadap data yang dibagikan di media sosial. Dalam menghadapi resiko tersebut, individu dituntut untuk menjadi pengelola utama atas informasi pribadinya dengan memilih secara selektif informasi yang dibagikan dan kepada siapa informasi ditujukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen privasi yang dilakukan pengguna Instagram melalui fitur Close Friends serta memahami pemaknaan pengguna terhadap fitur tersebut. Teori yang digunakan adalah Teori Communication Privacy Management oleh Sandra Petronio dan Teori Interaksionisme Simbolik oleh George Herbert Mead. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan model fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap lima informan yang merupakan pengguna aktif fitur Close Friends. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna Instagram mengelola informasi dengan menyusun daftar audiens berdasarkan kepercayaan, kedekatan, dan kondisi hubungan. Pengaturan tersebut bersifat fleksibel disesuaikan dengan isi konten dan dinamika relasi. Informasi yang dibagikan umumnya bersifat pribadi, meskipun tetap terdapat celah keamanan. Pengguna memaknai Fitur Close Friends tidak hanya sebagai alat pembatas audiens, tetapi juga ruang simbolik yang merepresentasikan kedekatan, kepercayaan, dan ekspresi diri. Fitur ini memberikan rasa aman, nyaman, dan kepuasan bagi penggunanya. Namun, dalam kondisi tertentu, kenyamanan ini dapat mendorong perilaku oversharing ketika kontrol diri melemah.The issue of personal information leakage is a serious concern as more and more cases show weak control over data shared on social media. In the face of these risks, individuals must be the main managers of their personal information by selectively choosing the information that is shared and to whom the information is addressed. This research aims to find out the privacy management carried out by Instagram users through the Close Friends feature and understand the user's meaning of the feature. The theories used are Communication Privacy Management Theory by Sandra Petronio and Symbolic Interactionism Theory by George Herbert Mead. Using a qualitative approach with a phenomenological model. Data were collected through in-depth interviews and observations of five informants who are active users of the Close Friends feature. The results indicate that Instagram users manage information by organizing audience lists based on trust, closeness, and relationship conditions. The arrangement is flexible according to the content and relationship dynamics. The information shared is generally private, although there are still security gaps. Users interpret the Close Friends feature not only as a tool to limit the audience, but also as a symbolic space representing closeness, trust, and self-expression. This feature provides its users a sense of security, comfort, and satisfaction for its users. However, under certain circumstances, this convenience can encourage oversharing behavior when self-control is weakened.
4602649354J1B021041Variasi Bahasa Komunitas Gensoed Area di Aplikasi X Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk variasi bahasa
dan faktor sosial yang mempengaruhi penggunaan variasi bahasa pada
komunitas gensoed area di aplikasi X, dengan menggunakan
pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui dua
metode, metode simak dan metode cakap. Kemudian, keduanya,
memiliki teknik lanjutan berupa teknik catat. Metode analisis data
yang digunakan adalah padan intralingual dan padan ekstralingual.
Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bentuk variasi fonologis dan
data bentuk variasi morfologis. Faktor sosial yang mempengaruhi
penggunaan variasi bahasa pada komunitas gensoed area di aplikasi X
diantaranya, faktor kelompok sosial, faktor usia, faktor, jenis kelamin,
faktor, asal daerah, faktor pekerjaan dan faktor situasi berbahasa.
The focus of this research is to describe the form of language variation
and social factors that influence the use of language variation in the
gensoed area community in X application, using a qualitative descriptive
approach. Data were collected through two methods, the simak method
and the cakap method. Based on the results of the analysis, phonological
variation and morphological variation data were found. Then, both of
them have advanced techniques in the form of note-taking techniques.
Social factors that influence the use of language variation in the gensoed
area community in application X include social group factors, age factors,
gender factors, regional origin factors, occupational factors and
language situation factors.
4602749397J0A022034Creating a Pocket Book: Internship Experience
at The Front Desk of Sheraton Petaling Jaya
Hotel Malaysia
Laporan praktik kerja yang berjudul “Creating a Pocket Book: Internship Experience at The Front Desk of Sheraton Petaling Jaya Hotel Malaysia” ini merupakan laporan praktik yang dibuat berdasarkan praktik kerja magang selama enam bulan yang dilaksanakan pada tanggal 9 Agustus 2024 sampai dengan 7 Februari 2025 di Sheraton Petaling Jaya Hotel, Malaysia, sebuah hotel berbintang 5 yang di bawah naungan Marriott Internasional. Sebagai seseorang yang magang di bagian resepsionis, tugas utama sangat luas dan beragam, bertanggung jawab untuk menciptakan suasana yang positif dan ramah bagi para tamu serta pengunjung. Peran ini juga melibatkan penganganan berbagai tugas, mulai dari menyambut tamu dan mengelola proses check-in hingga menjawab pertanyaan, mengelola reservasi, dan memberikan bantuan. Resepsionis adalah departemen penting yang sangat mempengaruhi pengalaman tamu. Selama menjalani masa praktik kerja, observation, interview, dan documentation untuk membuat pocket book. Observation membantu untuk mendapatkan informasi tentang lingkungan hotel, sedangkan interview untuk mendapatkan pendapat dari staf tentang hotel ini. Docummentation membantu untuk mengingatkan detail aktivitas atau prosedur selama menjalani masa praktik kerja, Salah satu tantangan yang dihadapi dalam pembuatan buku saku adalah kurangnya komunikasi yang efektif di antara anggota tim. Selain itu, terdapat waktu diskusi yang terbatas dan kurangnya inisiatif dalam menyelesaikan tanggung jawab masing-masing juga menjadi hambatan. Untuk menghadapi masalah ini, beberapa langkah diambil untuk meningkatkan komunikasi dalam tim dengan mendorong diskusi terbuka dan secara kolaboratif menentukan format serta desain buku saku.The Job Training Report entitled “Creating a Pocket Book: Internship Experience at The Front Desk of Sheraton Petaling Jaya Hotel Malaysia” this job training report based on job training during the six month internship conducted from August 9, 2024, to February 7, 2025, at Sheraton Petaling Jaya Hotel, Malaysia a five star hotel under managed by Marriott International. As a front office receptionist intern, the main duty scope is broad and multifaced, responsible for creating a positive and welcoming for guest and visitors. This role also involves handling a range of tasks, from welcoming guest and managing check-ins to addressing inquiries, managing reservations, and providing assistance. The front desk is a crucial department that greatly influence guest experience. During the job training, observation, interview, and documentation were used as methods to create a pocket book. Observation helped to gain information about the hotel environment, while interview to get insight opinion from the staff about this hotel. Docummentation helped for reminder detail activity or procedur during the job training. One of the the challenges faced in creating the pocket book was the lack of effective communication among the team. In addition, there was limited time for discussion and a lack of initiative in completing individual job responsibilities. To face these issues, steps were taken to enhance communication between the team by encouraging open discussions and collaboratively deciding on the format and design of the pocket book.
4602849398K1B021015ENERGI KETETANGGAAN DAN ENERGI JARAK PADA GRAF BENTENG
Energi ketetanggaan dari suatu graf adalah jumlah nilai mutlak semua nilai eigen dari matriks ketetanggaan. Selain matriks ketetanggaan, energi dari suatu graf juga dapat diperoleh dari matriks jarak sehingga dinamakan energi jarak. Penelitian ini menentukan bentuk umum energi ketetanggaan dan energi jarak pada graf benteng. Langkah yang dilakukan meliputi penyusunan persamaan karakteristik, penentuan spektrum, dan perhitungan energi. Hasil penelitian menunjukkan energi jarak selalu lebih besar dari energi ketetanggaan yang mencerminkan bahwa kontribusi keseluruhan jarak antar titik dalam graf benteng lebih besar dibandingkan keterhubungan langsung antar titik.
The adjacency energy of a graph is the sum of the absolute values of all eigenvalues of the adjacency matrix. In addition to the adjacency matrix, the energy of a graph can also be derived from the distance matrix, which is then referred to as distance energy. This study determines the general form of adjacency energy and distance energy for the rook's graph. The steps taken include forming the characteristic equation, determining the spectrum, and calculating the energy. The results show that distance energy is always greater than adjacency energy, reflecting that the overall contribution of distances between vertices in the rook's graph is greater than the direct connections between them.
Keywords: rook’s graph, adjacency matrix, distance matrix, graph spectrum, adjacency energy, distance energy.
4602949400J1D020027Aktualisasi Diri Tokoh Utama dalam Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu Karya J.S. KhairenAktualisasi diri merupakan proses menjadi diri sendiri dengan mengembangkan potensi yang
dimiliki untuk menjadi manusia yang lebih baik dan memperoleh kepuasan dalam hidup.
Perjuangan tokoh utama dalam novel Dompet Ayah Sepatu Ibu karya J.S. Khairen dalam
mencapai tujuan da cita-cita dalam hidup menunjukkan adanya aktualisasi diri. Penelitian ini
bertujuan mendeskripsikan aktualisasi diri dan karakteristik aktualisasi diri tokoh utama
dalam novel Dompet Ayah Sepatu Ibu karya J.S. Khairen. Penelitian ini menggunakan
penelitian kualitatif dengan metode analisis isi. Pengumpulan data dengan teknik baca dan
catat. Analisis data menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman. Teknik keabsahan
data menggunakan triangulasi teori. Hasil penelitian ditemukan tokoh utama berhasil
memenuhi kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan rasa memiliki dan dicintai,
kebutuhan akan harga diri, serta kebutuhan aktualisasi diri. Tokoh utama berhasil
mengaktualisasi diri dengan menjadi seorang guru sesuai dengan keinginan dan kemampuan
yang dimiliki. Selain itu, ditemukan karakteristik yang menunjukkan tokoh utama mampu mengaktualisasikan diri.
Self-actualization is the process of becoming oneself by developing one's potential to become a
better person and achieve satisfaction in life. The struggle of the main character in the novel
Dompet Ayah Sepatu Ibu by J.S. Khairen in achieving goals and aspirations in life shows the
existence of self-actualization. This study aims to describe self-actualization and the
characteristics of the main character's self-actualization in the novel Dompet Ayah Sepatu Ibu
by J.S. Khairen. This study uses qualitative research with content analysis methods. Data
collection uses reading and note-taking techniques. Data analysis uses Miles and Huberman's
data analysis techniques. Data validity techniques use theory triangulation. The results of the
study found that the main character succeeded in fulfilling physiological needs, the need for
security, the need for belonging and being loved, the need for self-esteem, and the need for self-
actualization. The main character succeeded in self-actualization by becoming a teacher
according to his desires and abilities. In addition, characteristics were found that indicate the
main character is able to self-actualize.
4603049401F1A021111Akulturasi Kimono dan Batik: Studi Kualitatif pada Komunitas “Eternal” di BanyumasPenelitian ini membahas terkait Akulturasi Batik Banyumas dan Kimono pada komunitas Eternal. Akulturasi masih menjadi persoalan dimana banyak orang menganggap Akulturasi hanya terjadi di kota-kota besar sehingga banyak yang belum mengetahui bahwa akulturasi juga terjadi di Banyumas, hal ini disebabkan oleh statusnya sebagai kota kecil yang kurang mendapatkan perhatian atau sorotan dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi kasus Sumber data didapatkan dari wawancara mendalam dengan komunitas Eternal, dalam periode wawancara yang dilakukan selama 5 bulanmulai dari Juni sampai November 2024 melakukan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan dokumentasi melalui komunitas Eternal dan para penikmat budaya Jepang. Hasil penelitian menunjukan bahwa akulturasi memiliki proses yang cukup Panjang dan dapat terjadi dimana saja dan memiliki dampak cukup baik terutama untuk ekonomi,kreatifitas,dan pelestarian budaya. Namun jika tidak dimanfaatkan dengan baik akulturasi dampak menimbulkan dampak buruk di suatu kelompok atau komunitas dimana dapat membuat budaya asli tergerus oleh perkembangan zaman.This research discusses the acculturation of Banyumas Batik and Kimono within the Eternal community. Acculturation remains an issue where many people believe that it only occurs in large cities, leading to a lack of awareness that acculturation also takes place in Banyumas. This is due to its status as a small city that receives less attention compared to other larger cities. The research employs a qualitative approach using a case study method. Data sources were obtained from in-depth interviews with the Eternal community over a period of five months, from June to November 2024, collecting data through in-depth interviews and documentation involving the Eternal community and Japanese culture enthusiasts. The results indicate that acculturation has a lengthy process and can occur anywhere, having a positive impact, especially on the economy, creativity, and cultural preservation. However, if not utilized properly, acculturation can lead to negative consequences for certain groups or communities, potentially eroding original cultures due to the pressures of modernization. If you need further assistance or modifications.
4603149402J1C021058Peran Ikigai dan Manajemen SDM terhadap Retensi Arubaito di Restoran Don Quijote JepangPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran ikigai dan manajemen sumber daya manusia (MSDM) dalam memengaruhi retensi pekerja paruh waktu (arubaito) di restoran Don Quijote cabang Jouhoku, Nagoya, Jepang. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis tematik, penelitian ini menelaah bagaimana motivasi intrinsik, sebagaimana dikonsepkan oleh teori ikigai Mieko Kamiya, serta praktik MSDM, turut membentuk niat para pekerja untuk tetap bertahan. Data dikumpulkan melalui kuesioner terbuka yang disebarkan kepada arubaito berkewarganegaraan Jepang dan Indonesia dengan lama kerja yang bervariasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen-elemen ikigai seperti tujuan hidup, kepuasan dalam rutinitas, dan hubungan interpersonal yang bermakna memiliki peran besar dalam memotivasi pekerja untuk bertahan. Di sisi lain, praktik MSDM seperti suasana kerja, dukungan dari atasan, serta sistem penghargaan juga turut berkontribusi terhadap retensi. Meski insentif material seperti Thanks Card dinilai kurang berpengaruh, faktor emosional dan sosial terbukti lebih signifikan dalam mendorong retensi. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami retensi kerja pada konteks lintas budaya dan sektor pekerjaan informal.This study aims to explore the role of ikigai and human resource management (HRM) in influencing the retention of part-time workers arubaito at the Don Quijote restaurant in Jouhoku, Nagoya, Japan. Using a descriptive qualitative method and thematic analysis, the research investigates how intrinsic motivations, as conceptualized by Mieko Kamiya's ikigai theory, alongside HRM practices, contribute to the intention of arubaito workers to stay. Data were collected through open-ended questionnaires distributed to Japanese and Indonesian arubaito with varying working periods. The findings reveal that elements of ikigai such as personal purpose, daily satisfaction, and meaningful relationships significantly shape workers’ motivation to continue. Additionally, HRM factors like workplace atmosphere, managerial support, and reward systems also play a vital role. While material incentives such as Thanks Cards have limited motivational effects, emotional and social factors are more influential. This research contributes to understanding employee retention in cross-cultural and informal employment contexts.
4603249403J1C021039FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TRANSFORMASI KARAKTER EREN YEAGER SEBAGAI TOKOH BYRONIC HEROPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap faktor-faktor penyebab transformasi karakter Eren Yeager dalam anime Attack on Titan menjadi tokoh Byronic Hero, dengan menggunakan pendekatan teori Byronic Hero dari Thorslev dan teori Self-Determination dari Deci dan Ryan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi dokumentasi terhadap dialog dan visual dari episode Attack on Titan Season 1 hingga Final. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi karakter Eren dipengaruhi oleh kebutuhan psikologis dasar seperti otonomi, kompetensi, dan keterhubungan yang mengalami distorsi akibat trauma, tekanan sosial, dan idealisme ekstrem. Karakteristik Byronic Hero pada Eren tampak dari sikap pemberontakan individualis, keterasingan, beban masa lalu, dan daya tarik simpatik yang gelap. Penelitian ini menunjukkan bahwa karakter Eren merupakan wujud kompleksitas moral dan psikologis dalam narasi modern, di mana kebutuhan motivasional dapat berubah menjadi destruktif jika tidak terpenuhi secara seimbang.This study aims to uncover the factors behind the character transformation of Eren Yeager in the anime Attack on Titan into a Byronic Hero, using Thorslev’s Byronic Hero theory and Deci and Ryan’s Self-Determination Theory. The research applies a descriptive qualitative method through documentation-based observation of visuals and dialogues from Attack on Titan Season 1 to the Final Season. The data were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model, consisting of data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that Eren's transformation is influenced by fundamental psychological needs—autonomy, competence, and relatedness—which become distorted due to trauma, social pressure, and extreme idealism. Eren's characteristics as a Byronic Hero are reflected in his rebellious individualism, alienation, dark past, and tragic yet sympathetic charm. This study demonstrates that Eren represents a moral and psychological complexity in modern narratives, where unmet motivational needs may evolve into destructive behavior.
4603349406D1A021210TINGGI TANAMAN, JUMLAH DAUN DAN PRODUKSI SEGAR RUMPUT ODOT
(Pennisetum purpureum Cv. Mott) PADA LAHAN PASCATAMBANG KAPUR
DENGAN PENAMBAHAN LEVEL PEMUPUKAN
Penelitian “Tinggi Tanaman, Jumlah Daun dan Produksi Segar Rumput Odot
(Pennisetum purpureum Cv. Mott) pada Lahan Pascatambang Kapur dengan
Penambahan Level Pemupukan” telah dilaksanakan pada 23 April s.d 22 Juni 2024 di
lahan pascatambang kapur PT. Sinar Tambang Arthalestari, Desa Pancasan, Kecamatan
Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh penambahan level pupuk kandang dan NPK terhadap tinggi
tanaman, jumlah daun, dan produksi segar rumput Odot yang ditanam pada lahan
pascatambang kapur. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah rumput Odot
yang ditanam pada lahan pascatambang kapur pada pemotongan ke 2 dengan umur
pemotongan 60 hari, dengan jarak tanam 50 x 100 cm pada petak tanam 3 x 4 m. Metode
yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan acak kelompok (RAK)
pola faktorial. Faktor pertama adalah pupuk kandang (K) dengan level K0 : 0 ton/ha, K1
: 5 ton/ha dan K2 : 10 ton/ha. Faktor kedua adalah pupuk NPK (N) dengan level N0 : 0
kg/ha, N1 : 100 kg/ha, N2 : 200 kg/ha dan N3 : 300 kg/ha. setiap kombinasi perlakuan
diulangi sebanyak 3 kali. Peubah yang diukur adalah tinggi tanaman, jumlah daun dan
produksi segar rumput Odot. Hasil analisis variansi menunjukkan interaksi antara
pupuk kandang dan pupuk NPK berpengaruh sangat nyata dalam meningkatkan
produksi segar akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan
jumlah daun rumput Odot. Level pupuk kandang yang meningkat memberikan
pengaruh nyata dalam meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun dan produksi segar
rumput Odot. Kesimpulannya adalah level kombinasi pupuk kandang dan pupuk NPK
pada lahan pascatambang kapur dapat meningkatkan produksi segar rumput Odot.
Level pupuk kandang yang semakin meningkat pada lahan pascatambang kapur dapat
meningkatkan jumlah daun, tinggi tanaman dan produksi segar rumput Odot.
The research titled "Plant Height, Number of Leaves, and Fresh Production of Dwarf
Elephant Grass (Pennisetum purpureum Cv. Mott) on Post-Limestone Mining Land with
Added Fertilizer Levels" was conducted from April 23 to June 22, 2024, on the post-
limestone mining land of PT. Sinar Tambang Arthalestari, Pancasan Village, Ajibarang
District, Banyumas Regency, Central Java. This study aims to determine the effect of
adding levels of organic fertilizer and NPK on plant height, number of leaves, and fresh
production of Dwarf Elephant Grass planted on post-limestone mining land. The
material used in this research is Dwarf Elephant Grass planted on post-limestone mining
land during the second cutting at 60 days of age, with a planting distance of 50 x 100 cm
in a planting plot of 3 x 4 m. The method used is an experimental method with a randomized block design (RBD) in a factorial pattern. The first factor is organic fertilizer
(K) with levels K0 : 0 ton/ha, K1 : 5 ton/ha and K2 : 10 ton/ha. The second factor is NPK
fertilizer (N) with levels N0 : 0 kg/ha, N1 : 100 kg/ha, N2 : 200 kg/ha and N3 : 300 kg/ha.
Each treatment combination is repeated three times. The measured variables are plant
height, number of leaves, and fresh production of Dwarf Elephant Grass. The results of
the analysis of variance show that the interaction between organic fertilizer and NPK
fertilizer has a very significant effect on increasing fresh production, but does not
significantly affect the height of the plants and the number of leaves of Dwarf Elephant
Grass. Increasing levels of organic fertilizer have a significant effect on increasing plant
height, number of leaves, and fresh production of Dwarf Elephant Grass. In conclusion,
the combination levels of organic fertilizer and NPK fertilizer on post-limestone mining
land can increase the fresh production of Dwarf Elephant Grass. Increasing levels of
organic fertilizer on post-limestone mining land can enhance the number of leaves, plant
height, and fresh production of Dwarf Elephant Grass.
4603449407D1A021026JUMLAH ANAKAN DAN TINGGI TANAMAN PADA SISTEM PERTANAMAN CAMPURAN RUMPUT PAKCHONG-GAMAL PADA BERBAGAI PERIODE DEFOLIASIPenelitian dengan judul Jumlah Anakan Dan Tinggi Tanaman Pada Sistem Pertanaman Campuran Rumput Pakchong-Gamal Pada Berbagai Periode Defoliasi telah dilaksanakan pada bulan Maret sampai September 2024 yang berlokasi di lahan Experimental Farm, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman. Tujuan penelitian. Mengetahui efektivitas penerapan sistem pertanaman campuran rumput Pakchong (Pennisetum purpureum cv Thailand) dan gamal (Gliricidia sepium) pada periode defoliasi berbeda terhadap jumlah anakan dan tinggi tanaman. Materi. Materiyang digunakan adalah rumput Pakchong, pupuk organik sebanyak 15 ton/ha dan pupuk NPK sebanyak 100 kg/ha. Luas lahan yang digunakan yaitu 230,4 m2 dengan ukuran setiap petak 3 m x 3,2 m, jarak tanam 0,8 m x 0,6 m. Metode. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) berbasis Split Plot Design 2 x 3 dengan 4 kelompok sehingga terdapat 24 unit percobaan. Perlakuan main plot yaitu sistem tanam monokultur (M1) dan sistem tanam campuran (M2). Perlakuan sub plot yaitu umur panen (U) 42; 56; 70 hari setelah tanam (HST). Uji lanjut menggunakan uji DMRT (Duncant multiple range test) dengan taraf 0,05 pada setiap faktor perlakuan. Hasil Penelitian. Penerapan sistem pertanaman campuran memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap jumlah anakan dan tinggi tanaman rumput Pakchong. Jumlah anakan pada perlakuan sistem pertanaman campuran sebesar 25.71 batang/rumpundan perlakuan sistem monokultur sebesar 23.35 batang/rumpun. Hasil tinggi tanaman pada perlakuan sistem pertanaman campuran sebesar 216.92 cm dan perlakuan sistem monokultur sebesar 209.72 cm. Faktor umur panen 42, 56, dan 70 HST memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah anakan sedangkan terhadap tinggi tanamanrumput Pakchong berpengaruh sangat nyata (P<0,01). Jumlah anakan pada umur panen 42, 56, dan 70 HST secara berurutan yaitu sebesar 24.48; 27.86; dan 21,25 batang/rumpun sedangkan tinggi tanaman secara berurutan yaitu 142.65; 224.88; dan 272.44 cm. Kesimpulan. Sistem pertanaman campuran dapat meningkatan pertumbuhan tanaman ditinjau dari karakteristik morfologi rumput pakchong melalui penyediaan nitrogen oleh legum.The research with the title Number of Tillers and Plant Height in the Pakchong-GamalGrass Mixed Planting System in Various Defoliation Periods has been carried out fromMarch to September 2024 located on the land of the Experimental Farm, Faculty ofAnimal Husbandry, Jenderal Soedirman University. Research objectives. To determinethe effectiveness of the application of mixed planting systems of Pakchong grass (Pennisetum purpureum cv Thailand) and gamal (Gliricidia sepium) in differentdefoliation periods on the parameters of the number of tillers and plant height.Material. The materials used were Pakchong grass, organic fertilizer as much as 15tons/ha and NPK fertilizer as much as 100 kg/ha. The area of land used is 230.4 m2 withthe size of each plot 3 m x 3.2 m, planting distance 0.8 m x 0.6 m. Method. The researchmethod used a Randomized Complete Block Design (RCBD) based on Split Plot Design 2x 3 with 4 groups so that there were 24 experimental units. The main plot treatment ismonoculture planting system (M1) and mixed planting system (M2). The treatment ofsub-plots is harvest age (U) 42; 56; 70 days after planting (DAP). Further tests used theDMRT (Duncant Multiple Range Test) test with a level of 0.05 for each treatment factor.Research Results. The application of the mixed planting system significant increase(P<0.05) on the number of tillers and the height of Pakchong grass plants. The numberof tillers in the mixed planting system treatment was 25.71 stems/clumps and the monoculture system treatment was 23.35 stems/clumps. The hight in the mixed crop system treatment was 216.92 cm and the monoculture system treatment was 209.72 cm. The harvest age factors of 42, 56, and 70 DAP had a significant increase (P<0.05) onthe number of tillers while the height of Pakchong grass plants had a a strongly significant effect (P<0.01). The number of tillers at harvest ages 42, 56, and 70 HSTrespectively was 24.48; 27.86; and 21.25 stems/clumps while the height of the plants inorder is 142.65; 224.88; and 272.44 cm. Conclusion. Mixed planting systems canincrease plant growth judging from the morphological characteristics of pakchong grassthrough the provision of nitrogen by legumes.
4603549408E1A021059ANALISIS YURIDIS UPAYA HUKUM PENINJAUAN KEMBALI YANG DITOLAK (Studi Putusan Nomor 840/PK/Pdt/2019 Juncto Putusan Nomor 1090/K/Pdt/2018)Hakim dalam memutus perkara perdata tidak diperbolehkan memutus lebih dari pada yang diminta (Pasal 178 ayat (3) HIR/Pasal 189 ayat (3) RBG). Putusan Kasasi Nomor 1090/K/Pdt/2018 oleh Pemohon PK dianggap terdapat putusan yang mengandung ultra petita sehingga diajukan peninjauan kembali oleh Pemohon dengan tujuan agar putusan kasasi dibatalkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam menolak permohonan peninjauan kembali dan akibat hukum putusan hakim yang menolak permohonan peninjauan kembali berdasarkan Putusan Nomor 840/Pdt/PK/2019. Metodologi penelitian yang digunakan merupakan yuridis-normatif dengan pendekatan kasus, undang-undang, dan konseptual. Spesifikasi penelitian yang digunakan preskriptif. Sumber data yang digunakan ialah data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Pengumpulan data melalui studi kepustakaan serta dokumen resmi. Penyajian data dengan kalimat deskriptif. Metode analisis data normatif-kualitatif. Hasil penelitian sepakat dengan pertimbangan hakim bahwa hal yang dianggap ultra petita oleh Pemohon bukan termasuk ultra petita karena landasan petitum subsidair. Akibat hukum atas ditolaknya permohonan peninjauan kembali adalah Putusan Nomor 1090/K/Pdt/2018 tetap berlaku dan mengikat serta tidak ada lagi upaya hukum yang dapat ditempuhJudges in deciding civil cases are not permitted to decide more than requested (Article 178 paragraph (3) HIR / Article 189 paragraph (3) RBG). The Cassation Decision Number 1090 / K / Pdt / 2018 by the PK Applicant is considered to contain a decision containing ultra petita so that a judicial review is submitted by the Applicant with the aim of canceling the cassation decision. This study aims to analyze the judge's legal considerations in rejecting the request for judicial review and the legal consequences of the judge's decision rejecting the request for judicial review based on Decision Number 840 / Pdt / PK / 2019. The research methodology used is juridical-normative with a case, statutory, and conceptual approach. The research specifications used are prescriptive. The data sources used are secondary data in the form of primary, secondary, and tertiary legal materials. Data collection through literature studies and official documents. Data presentation with descriptive sentences. Normative-qualitative data analysis method. The research findings agree with the judge's consideration that the matter considered ultra petita by the Applicant is not ultra petita due to the subsidiary petitum. The legal consequence of the rejection of the judicial review application is that Decision Number 1090/K/Pdt/2018 remains valid and binding, and there are no further legal remedies available.
4603649409J0B021047PEMBUATAN VIDEO PROFIL BERBAHASA MANDARIN MENGGUNAKAN TEKNIK SULIH SUARA ARTIFICIALL INTELLIGENCE DI RUANG MES 56 YOGYAKARTALaporan praktik kerja ini berjudul “Pembuatan Video profil Berbahasa Mandarin Menggunakan Teknik Sulih Suara Artificial Intelligence di Ruang Mes 56 Yogyakarta”. Kegiatan praktik kerja akan dilaksanakan di Ruang Mes 56 pada tanggal 25 Oktober 2023 sampai dengan 1 Maret 2024 untuk menghasilkan video profil menggunakan teknik sulih suara Artificial Intelligence. Latar belakang kegiatan praktik kerja ini adalah Ruang Mes 56 belum memiliki video profil berbahasa Mandarin, sehingga tidak dapat memberikan informasi lengkap kepada pengunjung penutur bahasa Mandarin. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu jelajah internet, wawancara, dan observasi partisipatif. Penulis menggunakan metode penerjemahan komunikatif karena metode tersebut lebih menekankan isi pesan dan makna kontekstual secara tepat, serta tata bahasa yang disesuaikan dengan bahasa sasaran. Selain itu, penulis juga menggunakan teknik sulih suara Artificial Intelligence karena teknik tersebut menghasilkan suara yang konsisten, stabil dan mudah didengar oleh manusia. Hasil dari praktik kerja ini berupa video profil berbahasa Mandarin untuk dapat meningkatkan pelayanan Ruang Mes 56 kepada pengunjung penutur bahasa Mandarin.Ruang Mes 56 does not yet have a Mandarin profile video, so there are obstacles in conveying information to Mandarin-speaking visitors. The purpose of this study is to produce a Mandarin profile video as an information product for prospective Mandarin-speaking visitors translated using a communicative method. The data collection methods used by the researcher are internet browsing, interviews, and participatory observation. The researcher used the communicative translation method because this method emphasizes the message content and contextual meaning appropriately, as well as grammar that is adapted to the target language. In addition, the researcher also used Artificial Intelligence voiceover techniques because this technique produces a consistent, stable and easily heard voice by humans. The result of this work practice is a Mandarin profile video to improve Ruang Mes 56's service to Mandarin-speaking visitors. The researcher hopes that visitors or prospective visitors can understand the information about Ruang Mes 56.
4603749410F1C021006STRATEGI MARKETING PUBLIC RELATIONS MANSAGO DMC DALAM MEMBANGUN BRAND IMAGE PERUSAHAAN MELALUI PAKET WISATA NUSA PENIDA TOURPenelitian ini mengkaji strategi Marketing Public Relations (MPR) Mansago Destination Management Company (Mansago DMC), sebuah biro perjalanan wisata yang berbasis di Bali sejak tahun 2014. Mansago DMC berupaya membangun brand image-nya dari nol setelah terdampak pandemi COVID-19. Di tengah keterpurukan dan tekanan industri pariwisata, Mansago DMC merintis kembali kepercayaan publik melalui pengembangan produk unggulannya, yaitu paket wisata Nusa Penida Tour. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Mansago DMC memanfaatkan strategi MPR dan pendekatan Integrated Marketing Communications (IMC) dalam membentuk citra perusahaan yang profesional, tepercaya, dan adaptif terhadap tren pariwisata. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mansago DMC berhasil membangun citra positif melalui pemanfaatan platform digital, inovasi layanan, kemudahan transaksi, serta kerja sama strategis. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi pemasaran yang terintegrasi dapat menjadi landasan penting bagi perusahaan pariwisata untuk membangun kembali eksistensinya dari titik nol.This study examines the Marketing Public Relations (MPR) strategy implemented by Mansago Destination Management Company (Mansago DMC), a Bali-based travel agency established in 2014. Mansago DMC sought to rebuild its brand image from the ground up after being severely affected by the COVID-19 pandemic. Amid the downturn and pressure in the tourism industry, Mansago DMC began to regain public trust by developing its flagship product, the Nusa Penida Tour package. This research aims to explore how Mansago DMC leveraged MPR strategies and the Integrated Marketing Communications (IMC) approach to shape a professional, trustworthy, and adaptive brand image in response to evolving tourism trends. A qualitative method with a case study approach was used, involving in-depth interviews, observations, documentation, and document analysis. The results show that Mansago DMC successfully built a positive image through the use of digital platforms, service innovation, transaction convenience, and strategic partnerships. These findings indicate that integrated marketing communication can serve as a crucial foundation for tourism companies to rebuild their presence from zero.
4603849411D1A021168PENGARUH PERBEDAAN LEVEL PUPUK KANDANG DAN NPK TERHADAP
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAHAN KERING RUMPUT PAKCHONG PADA
LAHAN PASCATAMBANG KAPUR
Penelitian dengan judul Pengaruh Perbedaan Level Pupuk Kandang dan NPK terhadap
Pertumbuhan dan Produksi Bahan Kering Rumput Pakchong pada Lahan Pascatambang
Kapur. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan level
pupuk kandang dan NPK terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang, dan
produksi bahan kering Rumput Pakchong (Pennisetum purpureum cv Thailand) pada
lahan pascatambang kapur. Materi. Materi pada penelitian berupa Rumput Pakchong,
pupuk kandang feses sapi potong, pupuk NPK Yaramila UNIK 16:16:16. Lahan
penanaman berupa lahan reklamasi pascatambang kapur PT. Sinar Tambang
Arthalestari Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah dengan
luasan petak 3 x 4 m dan jarak tanam 75 x 100 cm. Metode. Metode pada penelitian
berupa metode eksperimental dengan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial 3
x 4 dengan 3 kelompok dengan total 36 unit percobaan. Faktor pertama berupa
pemberian pupuk kandang (K) 0, 5 dan 10 ton/ha/pemotongan sementara faktor kedua
berupa pemberian pupuk NPK (N) 0, 100, 200 dan 300 kg/ha/pemotongan. Hasil. Hasil
analisis variansi menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara pemberian pupuk
kandang dan NPK (P<0,01) terhadap tinggi tanaman dan produksi bahan kering Rumput
Pakchong, namun pertumbuhan diameter batang tidak menunjukkan adanya interaksi
(P>0,05). Hasil rata-rata tertinggi pada parameter tinggi tanaman didapatkan hasil
sebesar 198.17±9,10 pada perlakuan K2N3, diameter batang sebesar 19.94±3,95 mm
pada perlakuan K2N3, serta produksi bahan kering seberat 5,03 ± 0,67 ton/ha pada
perlakuan K2N3. Simpulan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa tidak
terdapat interaksi antara penggunaan pupuk kandang dengan NPK pada pertumbuhan
diameter batang namun, terdapat interaksi pada pertumbuhan tinggi tanaman dan
produksi bahan kering Rumput Pakchong. Penambahan Pupuk kandang dan NPK dapat
meningkatkan tinggi tanaman, diameter batang, dan produksi bahan kering Rumput
Pakchong pada lahan pascatambang kapur.
Research entitled The Effect of Different Levels of Manure and NPK on the Growth and
Dry Matter Production of Pakchong Grass on Post-Lime Mining Land. Research
objectives. This study aims to determine the effect of different levels of manure and
NPK on the growth of plant height, stem diameter, and dry matter production of
Pakchong Grass (Pennisetum purpureum cv Thailand) on post-lime mining land.
Material. The material in the study was Pakchong Grass, cattle feces manure, YaramilaUNIK 16:16:16 NPK fertilizer. The planting land was a post-lime mining reclamation
land of PT. Sinar Tambang Arthalestari, Ajibarang District, Banyumas Regency, Central
Java Province with a plot area of 3 x 4 m and a planting distance of 75 x 100 cm. Method.
The method in the research was an experimental method with a 3 x 4 factorial
randomized complete block design (RCBD) within 3 groups with a total of 36
experimental units. The first factor was the application of manure (K) of 0, 5, and 10
tons/ha/cutting while the second factor was the application of NPK fertilizer (N) of 0,
100, 200, and 300 kg/ha/cutting. Results. The results of the analysis of variance showed
that there was an interaction between the application of manure and NPK (P<0.01) on
plant height and dry matter production of Pakchong Grass, but the growth of stem
diameter did not show any interaction (P>0.05). The highest average results on plant
height parameters were obtained at 198.17±9.10 in the K2N3 treatment, stem diameter
at 19.94±3.95 mm in the K2N3 treatment, and dry matter production at 5.03±0.67
tons/ha in the K2N3 treatment. Conclusion. Based on the results of the research, it was
concluded that there was no interaction between the use of manure and NPK on stem
diameter growth, however, there was an interaction on plant height growth and dry
matter production of Pakchong Grass. The addition of manure and NPK can increase
plant height, stem diameter, and dry matter production of Pakchong Grass on post-lime
mining land.
4603949412L1A021067Pengaruh Pemberian Daun Ketapang Terhadap Survival Rate Ikan Cupang (Betta splendens) Jantan Strain HalfmoonPenelitian ini berjudul “Pengaruh Pemberian Daun Ketapang Terhadap Survival Rate Ikan Cupang (Betta splendens) Jantan Strain Halfmoon”. Ikan cupang strain halfmoon adalah salah satu jenis ikan yang memiliki daya tarik yang khas. Salah satu ancaman yang dihadapi yaitu adanya penyakit. Bahan alami yang berpotensi sebagai bahan antibakteri, antiparasit dan antijamur adalah daun ketapang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian daun ketapang terhadap survival rate ikan cupang (Betta splendens) jantan strain halfmoon. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Desember 2024 – Januari 2025 di Laboratorium Organisme Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Jenderal Soedirman. Metode penelitian ini menggunakan RAL dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian daun ketapang dengan dosis A (1 g/L), B (1.5 g/L), C (2 g/L), D (kontrol), tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap survival rate ikan cupang jantan strain halfmoon yang didapatkan survival rate 100%, didukung oleh kualitas air yang tetap berada dalam kisaran optimal selama pemeliharaan. Pemberian daun ketapang pada penelitian ini tidak memberikan pengaruh terhadap survival rate ikan cupang (Betta splendens) jantan strain halfmoonThis research is titled "The Effect of Giving Ketapang Leaves on the Survival Rate of Male Halfmoon Strain Betta Fish (Betta splendens)". Halfmoon strain betta fish are one of the fish types with a unique appeal. One of the threats they face is the presence of diseases. Natural materials that have the potential as antibacterial, antiparasitic, and antifungal agents are ketapang leaves. This study aimed to analyze the effect of administering ketapang leaves on the survival rate of male Halfmoon strain betta fish (Betta splendens). Sampling was conducted from December 2024 to January 2025 at the Aquatic Organism Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Jenderal Soedirman University. This research method used a Randomized Complete Block Design (RCBD) with 4 treatments and 3 replications, and was analyzed descriptively quantitatively. The research results showed that the use of ketapang leaves at doses A (1 g/L), B (1.5 g/L), C (2 g/L), D (control), did not have a significant effect on the survival rate of male betta fish of the halfmoon strain, which achieved a survival rate of 100%, supported by water quality that remained within optimal ranges during the maintenance. The giving of ketapang leaves in this research did not affect the survival rate of male halfmoon strain betta fish (Betta splendens).
4604049413L1A021048Pengaruh Fotoperiod Berbeda Terhadap Warna Ikan Cupang (Betta splendens) Jantan Strain HalfmoonIkan cupang adalah ikan hias dengan warna tubuh dan ekor yang menarik. Warna pada ikan disebabkan oleh adanya kromatofora yang terdapat di lapisan dermis pada sisik. Fotoperiod atau lama pencahayaan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pigmentasi. Penelitian tentang pengaruh fotoperiod berbeda terhadap warna ikan cupang masih jarang ditemukan sehingga penelitian ini perlu untuk dilaksanakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fotoperiod berbeda terhadap warna ikan cupang jantan strain halfmoon. Metode eksperimen diterapkan melalui rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan 1 (P1 16 jam terang dan 8 jam gelap 16L-8D), perlakuan 2 (P2 8 jam terang dan 16 jam gelap 8L-16D), dan perlakuan 3 (P3 cahaya alami kontrol). Lampu penerangan berupa pijar 5W diatur timer elektrik. Hasil penelitian yaitu P 1 (peningkatan kepadatan warna merah dengan nilai 1,007 sedangkan kepadatan warna hijau dengan nilai 0,002 serta untuk kepadatan warna biru dengan nilai 0,003). Pada P 2 (peningkatan kepadatan warna merah dengan nilai 6,437 sedangkan kepadatan warna hijau dengan nilai 1,026 serta untuk kepadatan warna biru dengan nilai 0,556). Pada P 3 (peningkatan kepadatan warna merah dengan nilai 2,942 sedangkan kepadatan warna hijau dengan nilai 1,467 serta untuk kepadatan warna biru dengan nilai 0,928). Berdasarkan ANOVA perlakuan fotoperiod tidak berpengaruh terhadap warna ikan cupang jantan strain halfmoon.The betta fish is an ornamental species known for its attractive body and tail color. The coloration in fish is attributed to chromatophores located in the dermal layer of the scales. Photoperiod, or the duration of light exposure, is one of the factors influencing pigmentation. Research on the effects of different photoperiods on betta fish coloration remains limited, highlighting the need for further investigation. This study aimed to determine the effect of different routine photoperiods on the coloration of male halfmoon strain betta fish. An experimental method was employed using a completely randomized design (CRD) with three treatments in triplicates. Treatment 1 (P1) consisted of 16 hours of light and 8 hours of darkness (16L-8D), treatment 2 (P2) consisted of 8 hours of light and 16 hours of darkness (8L-16D), and treatment 3 (P3) served as the control with natural light. Illumination was provided by a 5W light-bulb controlled by an electric timer. The results for P1 showed an increase in red, green and blue color densities of 1.007, 0.002, and 0.003, consecutively. In P2, the increases were 6.437 for red, 1.026 for green, and 0.556 for blue. In P3, the increases were also 2.942 for red, 1.467 for green, and 0.928 for blue. According to ANOVA, routine photoperiods did not affect the coloration of male halfmoon strain betta fish.