Home
Login.
Artikelilmiahs
49451
Update
MUHAMMAD NABIEL DASAAD
NIM
Judul Artikel
The Role Of Fund Allocation For Investing In Social Media Marketing To Improve Sales (Case Study At Janma Coffee project)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran alokasi dana dalam investasi pemasaran media sosial terhadap peningkatan kinerja penjualan dan penguatan ekuitas merek pada Janma Coffee Project, sebuah usaha mikro di sektor makanan dan minuman. Dengan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi langsung, dokumentasi keuangan, dan wawancara semi-terstruktur dengan tujuh informan internal. Selanjutnya, data tersebut dianalisis menggunakan NVivo 12. Penganggaran pada pemasaran media sosial dilakukan secara adaptif dan terikat pada kapasitas keuangan usaha serta dampak dari pemasaran tersebut sesuai dengan kaidah analisis manfaat biaya (Cost-Benefit Analysis/CBA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalokasian sebesar Rp250.000–Rp500.000 per bulan, dengan kefokusan pemasaran pada Instagram dan Facebook, penjualan bulanan mengalami peningkatan dari sekitar Rp3,3 juta menjadi Rp5,3 juta, dengan estimasi 40% penjualan berasal dari interaksi media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa investasi strategis dengan anggaran terbatas dan sesuai dengan kaidah CBA pada kasus pemasaran dengan media sosial, mampu memberikan dampak signifikan terhadap visibilitas merek, loyalitas pelanggan, dan kinerja keuangan. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi UMKM untuk mengoptimalkan strategi pemasaran digital sebagai pendekatan pertumbuhan yang berkelanjutan dan hemat biaya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study explores the role of fund allocation in social media marketing investment to enhance sales performance and brand equity at Janma Coffee Project, a micro-enterprise in the food and beverage sector. Using a qualitative case study approach, data were collected through direct observation, financial documentation, and semi-structured interviews with seven internal informants. Thematic analysis was conducted using NVivo 12 software. Findings reveal that Janma Coffee Project allocates a monthly marketing budget of IDR 250,000–500,000, with approximately 80% directed toward social media platforms. Although the budgeting process is informal, it remains adaptive and responsive to financial capacity and prior content performance. Investment evaluation is conducted intuitively through cost-benefit analysis (CBA), focusing on customer engagement and sales impact. Since the implementation of consistent digital promotions, monthly sales have increased from around IDR 3.3 million to IDR 5.3 million, with an estimated 40% of sales driven by social media engagement. The study concludes that strategic investment in social media marketing, even with modest budgets and informal evaluation practices, can significantly improve brand visibility, customer loyalty, and financial performance. These findings offer practical implications for MSMEs seeking to optimize digital marketing as a scalable and cost-effective growth strategy. Keywords: MSMEs, Budgeting, social media marketing, fund allocation, cost-benefit analysis, sales performance.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save