Artikel Ilmiah : J1A021024 a.n. MEISYA PUTRI ANANDITA

Kembali Update Delete

NIMJ1A021024
NamamhsMEISYA PUTRI ANANDITA
Judul ArtikelAnalysis of Translation Strategies and Accuracy of Expressive Speech Act in the Subtitles of Tilik (2018)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini berjudul “Analisis Strategi Penerjemahan dan Akurasi Tindak Tutur Ekspresif dalam Subtitle Film Pendek Tilik (2018),” yang bertujuan untuk mengkaji bagaimana tindak tutur ekspresif diterjemahkan dalam subtitle Bahasa Inggris film pendek Indonesia Tilik. Berdasarkan klasifikasi dari Searle dan Vanderveken (1985), ditemukan bahwa hanya enam dari dua belas jenis tindak tutur ekspresif yang muncul dalam film, dengan jenis protes (38,46%) dan mengeluh (36,54%) sebagai yang paling dominan. Dominasi kedua jenis ini mencerminkan tema utama film yang berkaitan dengan gosip, norma sosial, dan konflik antarpribadi dalam masyarakat Jawa. Melalui pendekatan strategi penerjemahan dari Gottlieb dan Gambier (2001), penelitian ini mengidentifikasi tujuh strategi subtitling yang digunakan, dengan paraphrase sebagai strategi yang paling sering dipakai (61.54%). Hal ini menunjukkan bahwa penerjemah lebih mengutamakan penyampaian makna dan konteks budaya daripada terjemahan harfiah. Tingkat akurasi subtitle, yang dinilai menggunakan model Nababan (2012) oleh tiga orang penilai, menunjukkan presentase akurasi yang tinggi sebesar 80.77%. Sebagian besar ujaran berhasil menyampaikan pesan yang dimaksud lebih rendah karena berbagai faktor linguistik maupun konteks penerjemahan. Temuan ini menunjukkan kompleksitas dalam menerjemahkan ekspresi emosional dalam media audiovisual, yang memerlukan keseimbangan antara kejelasan makna, relevansi budaya, dan ketepatan emosi. Secara keseluruhan, strategi penerjemahan yang digunakan dalam Tilik berhasil menjaga pesan serta nuansa emosional film, sehingga dapat diterima dan dipahami oleh penonton internasional.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research, entitled “Analysis of Translation Strategies and Accuracy of Expressive Speech Act in the Subtitle of Tilik (2018),” examines how expressive speech acts are translated and conveyed through the English subtitles of the Indonesian short film Tilik. Drawing on Searle and Vanderveken’s (1985) theory, the study finds that only six out of the twelve expressive speech act types appear in the film, with protest (38.46%) and complaint (36.54%) being the most frequently used. These dominant categories reflect the film’s themes surrounding gossip, social expectations, and interpersonal tension within a Javanese setting. Employing Gottlieb and Gambier’s (2001) framework, the study identifies seven subtitling strategies, with paraphrasing being the most prevalent (61.54%). This suggests that the translator prioritized conveying meaning and cultural context over literal translation. The accuracy of the subtitles, assessed using Nababan’s (2012) model by three raters, reveals a high accuracy rate of 80.77%, with most utterances clearly conveying the intended message, while a small portion received lower ratings due to various linguistic or contextual factors. These results demonstrate the challenges of translating expressive content in audiovisual media, where clarity, cultural relevance, and emotional fidelity must be carefully balanced. Overall, the study concludes that the translation strategies used in Tilik effectively preserve the film’s original message and emotional depth, enabling it to resonate with international audiences.
Kata kunciTilik, Subtitles, Translation Strategies, Accuracy, Expressive Speech Act
Pembimbing 1Dr.Raden Pujo Handoyo, S.S.,M.Hum
Pembimbing 2Dyah Raina Purwaningsih, S.S.,M.Hum
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman49
Tgl. Entri2025-05-21 11:21:25.267046
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.