Home
Login.
Artikelilmiahs
48548
Update
KANAYA KHAIRAN SHAUMI
NIM
Judul Artikel
ACCEPTABILITY AND TRANSLATION PROCEDURES OF INDONESIAN CULTURAL TERMS IN ENGLISH TRANSLATION OF “ARUNA AND LIDAHNYA” MOVIES SUBTITLES
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini mengkaji jenis-jenis istilah budaya berdasarkan teori Newmark (1988), prosedur penerjemahan menurut kerangka kerja Davies (2003), serta kualitas keterterimaan terjemahan berdasarkan kriteria Nababan (2012), khususnya dalam konteks subtitle bahasa Inggris film Aruna dan Lidahnya. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk mengeksplorasi bagaimana prosedur penerjemahan memengaruhi pemahaman audiens terhadap istilah-istilah budaya. Data dikumpulkan dari dialog dan subtitle film, lalu dievaluasi oleh tiga penilai menggunakan kriteria penilaian tertentu. Peneliti mengidentifikasi 43 data istilah budaya yang dikategorikan ke dalam empat jenis: budaya material (62,79%), budaya sosial (25,58%), organisasi sosial (6,98%), dan ekologi (4,65%). Enam prosedur penerjemahan ditemukan, dengan transformation sebagai yang paling sering digunakan (41,86%), karena memodifikasi istilah budaya agar lebih sesuai dengan bahasa sasaran. Selanjutnya adalah preservation (18,60%), addition (18,60%), globalization (11,63%), localization (4,65%), dan omission (4,65%). Meskipun prosedur seperti transformation, addition, dan globalization sering diterapkan, temuan menunjukkan bahwa penggunaannya tidak selalu menghasilkan terjemahan yang dapat diterima. Analisis keterterimaan menunjukkan bahwa 58,14% terjemahan dianggap dapat diterima, 37,21% kurang dapat diterima, dan 4,65% tidak dapat diterima. Hampir setengah dari terjemahan dinilai kurang dapat diterima, yang menunjukkan bahwa meskipun umumnya dapat dipahami, banyak yang masih memerlukan perhatian dan penyempurnaan lebih lanjut. Oleh karena itu, meskipun kualitas keseluruhan keterterimaan terjemahan dapat dikatakan cukup baik, masih terdapat ruang untuk perbaikan guna mencapai kealamian dan kejelasan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study examines the types of cultural terms based on Newmark’s (1988) theory, translation procedures according to Davies’s (2003) framework, and the translation quality of acceptability following Nababan’s (2012) criteria, specifically within the context of the English subtitles of Aruna dan Lidahnya. A descriptive qualitative approach is employed to explore how translation procedures affect audience comprehension of cultural terms. The data was collected from the movie’s dialogue and subtitles, and then evaluated by three raters using specific assessment criteria. The researcher identified 43 instances of cultural terms, categorized into four types: material culture (62.79%), social culture (25.58%), social organization (6.98%), and ecology (4.65%). Six translation procedures were observed, with transformation being the most frequently applied (41.86%), as it modifies cultural terms to make them more suitable for the target language. This was followed by preservation (18.60%), addition (18.60%), globalization (11.63%), localization (4.65%), and omission (4.65%). Although procedures such as transformation, addition, and globalization were commonly used, the findings reveal that their application does not always guarantee acceptable translations. The acceptability analysis shows that 58.14% of the translations were considered acceptable, 37.21% less acceptable, and 4.65% unacceptable. Nearly half of the translations were rated less acceptable, indicating that while generally understandable, many still require further attention and refinement. Therefore, although the overall translation acceptability quality can be considered satisfactory, there remains room for improvement in achieving greater naturalness and clarity.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save