Home
Login.
Artikelilmiahs
48559
Update
DYKAANA OKTA WAHYONO
NIM
Judul Artikel
Makna Religiusitas Pada Buku Kumpulan Puisi Berjalan dalam Ingatan Karya Dharmadi Tema Ramadan (Analisis Semiotika Riffaterre)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini membahas makna religiusitas dalam buku Berjalan dalam Ingatan karya Dharmadi yang dilatarbelakangi bahwa puisi tidak dapat dimaknai secara kosong namun perlu adanya analisis semiotika Riffaterre sebagai kajiannya. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan makna religiusitas dalam puisi buku Berjalan dalam Ingatan yang bertema Ramadan yaitu Kembali Siuman, Seribu Bulan, dan Mulut. Dalam penelitian ini digunakan metode pembacaan heuristik dan hermeneutik, penentuan matriks, model, dan varian. Metode tersebut mengkaji signifikansi puisi. Ditemukan makna religiusitas setelah ditemukannya signifikansi puisi. Kembali Siuman memiliki makan religiusitas tentang senantisa berjuang melawan hawa nafsu, sementara Seribu Bulan memiliki makna malam Lailatul Qadar sebagai cara memperoleh kesejahteraan dan mendekatkan diri kepada Tuhan, sedangkan pada Mulut sebagai sarana intropeksi diri.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research discusses the meaning of religiosity in the book Berjalan dalam Ingatan by Dharmadi, based on the premise that poetry cannot be understood empty-handed but requires Riffaterre's semiotic analysis as its study. This research falls under qualitative descriptive research that describes the meaning of religiosity in the poems of the book Berjalan dalam Ingatan with Ramadan themes, namely Kembali Siuman, Seribu Bulan, and Mulut. This study uses heuristic and hermeneutic reading methods, determination of matrices, models, and variants. These methods examine the significance of the poetry. The meaning of religiosity is found after determining the significance of the poems. Kembali Siuman has a religious meaning about constantly striving against lust, Seribu Bulan signifies the night of Lailatul Qadar as a means to achieve well-being and come closer to God, and Mulut serves as a means of self-introspection.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save