Home
Login.
Artikelilmiahs
47895
Update
NURVITA ALVINA RAHMA SUYATNO
NIM
Judul Artikel
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIUM BOVINE SERUM ALBUMIN DAN LAMA INKUBASI TERHADAP MOTILITAS DAN ABNORMALITAS SPERMATOZOA X HASIL SEPARASI SEKS PADA KAMBING SAANEN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian separasi seks ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya interaksi antara pengaruh gradien pada medium Bovine Serum Albumine (BSA) dan lama inkubasi terhadap motilitas dan abnormalitas spermatozoa pada Kambing Saanen. Prosedur penelitian menggunakan medium BSA dengan dua gradien yaitu g1 (4% : 8%) dan g2 (5% : 10%), serta lama inkubasi dengan waktu yang berbeda yaitu selama 30, 45, dan 60 menit untuk memisahkan spermatozoa dengan kromosom X yang berjenis kelamin betina. Hasil perhitungan analisis variansi menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara lama inkubasi dengan gradien BSA. Selain itu, lama inkubasi terdapat pengaruh nyata terhadap motilitas dan abnormalitas spermatozoa pada Kambing Saanen. Sedangkan gradien medium BSA tidak menunjukkan adanya pengaruh nyata terhadap motilitas dan abnormalitas spermatozoa X pada Kambing saanen. Namun g1 dapat menunjukkan hasil yang lebih optimal terhadap motilitas dan abnormalitas spermatozoa X pada Kambing Saanen dibandingkan dengan g2. Hasil analisis variansi juga menyatakan bahwasannya blok menunjukkan adanya pengaruh nyata terhadap motilitas dan abnormalitas spermatozoa X pada Kambing Saanen. Dapat disimpukan bahwa g1 dan lama inkubasi selama 30 menit direkomendasikan untuk proses separasi seks pada Kambing Saanen, karena kombinasi ini efektif dalam menjaga kualitas spermatozoa yang diperlukan untuk menentukan hasil kelahiran.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This sex separation study aims to determine whether or not there is an interaction between the influence of gradients on the medium of Bovine Serum Albumine (BSA) and the incubation time on motility and spermatozoa abnormalities in Saanen Goats. The research procedure used BSA medium with two gradients, namely g1 (4%: 8%) and g2 (5%: 10%), as well as incubation periods with different times, namely 30, 45, and 60 minutes to separate spermatozoa from female X chromosomes. The results of the variance analysis calculation showed that there was no interaction between the incubation time and the BSA gradient. In addition, the incubation period has a real effect on motility and spermatozoa abnormalities in Saanen Goats. Meanwhile, the BSA medium gradient did not show any real effect on the motility and abnormality of spermatozoa X in saanen goats. However, g1 may show more optimal results on motility and spermatozoa X abnormalities in Saanen goats compared to g2. The results of the variance analysis also stated that the block showed a real influence on the motility and abnormality of X spermatozoa in Saanen Goats. It can be concluded that g1 and an incubation period of 30 minutes are recommended for the process of sex separation in Saanen Goats, as this combination is effective in maintaining the quality of spermatozoa necessary to determine the birth outcome.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save