Artikelilmiahs
Menampilkan 44.601-44.620 dari 48.759 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 44601 | 47979 | E1A018207 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS KEGAGALAN JASA KONSTRUKSI YANG MENGAKIBATKAN BANGUNAN RUNTUH BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (Study Putusan Nomor: 74/Pdt.Sus-BPSK/2024/PN Tpg). | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum terhadap konsumen atas kegagalan jasa konstruksi yang mengakibatkan bangunan runtuh berdasarkan undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Dalam pelaksanaan pengikatan perjanjian jual beli sering terjadi kesalah pahaman antara pelaku usaha dengan konsumen, pelaku usaha terkadang melanggar asas itikad baik pelaku usaha karena tidak melaksanakan klausula perjanjian yang sudah disepakati di awal, dalam kasus ini pelaku usaha telah secara sadar dan meyakinkan wanprestasi kepada konsumen, karena tidak pernah melakukan pemasangan pondasi dengan beton miring, dan hanya memberikan janji manis tanpa memberikan jawaban pasti kepada konsumen. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer dan sekunder yang dilakukan dengan studi kepustakaan. Data disajikan dalam bentuk uraian logis, sistematis, dan rasional kemudian dianalisis secara normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsumen pihak konsumen tidak mendapatkan perlindungan hukum, karena pelaku usaha hanya memberikan janji semata dan itupun hanya melalui pesan singkat aplikasi media sosial WhatsApp tanpa ada tindaklanjut yang berarti kepada pihak konsumen. Pelaku Usaha dalam penelitian ini tidak memberikan ganti rugi kepada konsumen karena secara sadar tidak membangun pondasi dengan batu miring yang dalam klausa perjanjian sudah dijelaskan, sehingga pelaku usaha telah terbukti melanggar hak konsumen Pasal 4 huruf h dan tanggung jawab pelaku usaha sebagaimana tercantum dalam Pasal 19 ayat (1), serta (2) Undang-Undang Perlindungan Konsumen | This study aims to determine how the legal protection of consumers over the failure of construction services resulting in building collapse based on law number 8 of 1999 concerning consumer protection. In the implementation of the binding of the sale and purchase agreement, there is often a misunderstanding between business actors and consumers, business actors sometimes violate the principle of good faith of business actors because they do not implement the clauses of the agreement that have been agreed upon at the beginning, in this case the business actors have knowingly and convincingly defaulted to consumers, because they never installed the foundation with sloping concrete, and only gave sweet promises without giving definite answers to consumers. This research uses a normative juridical approach method with analytical descriptive research specifications. The data source used is secondary data consisting of primary and secondary legal materials conducted by literature study. The data is presented in the form of logical, systematic, and rational descriptions and then analyzed normatively qualitatively. The results showed that consumers did not get legal protection, because business actors only made promises and even then only through short messages on WhatsApp social media applications without any meaningful follow-up to consumers. Business actors in this study did not provide compensation to consumers because they consciously did not build a foundation with sloping stones which in the agreement clause had been explained, so that business actors have been proven to violate consumer rights Article 4 letter h and the responsibilities of business actors as stated in Article 19 paragraph (1), and (2) of the Consumer Protection Law. | |
| 44602 | 47980 | G1B021013 | PENGARUH PASTA GIGI NANO-HIDROKSIAPATIT CANGKANG KEONG SAWAH KOMBINASI EKSTRAK DAUN KEMANGI TERHADAP KEKERASAN MIKRO PERMUKAAN ENAMEL GIGI SAPI | Latar Belakang. Karies gigi masih menjadi masalah kesehatan gigi dan mulut yang tinggi angka kejadiannya. Karies gigi terjadi akibat proses demineralisasi yang berkelanjutan. Fluoride telah lama digunakan sebagai agen remineralisasi utama, namun penggunaan fluoride dalam jumlah berlebih dapat menimbulkan efek samping. Alternatif non-fluoride seperti nano-hidroksiapatit (nano-HAp) mulai dikembangkan, terutama dalam kombinasi dengan ekstrak bahan alam. Cangkang keong sawah digunakan sebagai bahan alternatif sintesis nano-hidroksiapatit karena mengandung kalsium karbonat yang tinggi. Ekstrak daun kemangi mengandung senyawa yang potensial dapat dikembangkan sebagai antikaries. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pasta gigi berbasis nano-HAp dari cangkang keong sawah dengan kombinasi ekstrak daun kemangi terhadap kekerasan mikro permukaan enamel. Metode. Sebanyak 28 sampel enamel gigi sapi dibagi dalam empat kelompok perlakuan: pasta gigi nano-HAp cangkang keong sawah 5% kombinasi ekstrak daun kemangi 5%, pasta gigi nano-HAp cangkang keong sawah 10% kombinasi ekstrak daun kemangi 5%, pasta gigi ekstrak daun kemangi 5%, dan pasta gigi fluoride 1450 ppm sebagai kontrol. Setelah enam hari siklus pH, kekerasan mikro permukaan enamel diuji menggunakan Vickers Microhardness Tester. Hasil. Analisis One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05) antar kelompok. Uji Post-Hoc LSD menunjukkan perbedaan signifikan antar semua pasangan kelompok (p<0,05). Simpulan. Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh pasta gigi nano-HAp cangkang keong sawah kombinasi ekstrak daun kemangi terhadap kekerasan mikro permukaan enamel. Pasta gigi nano-HAp cangkang keong sawah 10% kombinasi ekstrak daun kemangi 5% paling berpengaruh dibandingkan konsentrasi lainnya, namun masih belum dapat menyamai kemampuan pasta gigi fluoride 1450 ppm. | Background. Dental caries remains a significant oral health issue with a high prevalence. It occurs due to continuous demineralization processes. Fluoride has long been used as the primary remineralizing agent, but excessive use can cause side effects. Non-fluoride alternatives, such as nano-hydroxyapatite (nano-HAp), are being developed, particularly in combination with natural extracts. Rice field snail shells are used as an alternative source for nano-HAp synthesis due to their high calcium carbonate content. Basil leaf extract contains compounds with potential anti-caries properties. Purpose. This study aims to determine the effect of nano-HAp-based toothpaste derived from rice snail shells combined with basil leaf extract on enamel surface microhardness. Methods. Twenty-eight bovine enamel samples were divided into four treatment groups: 5% nano-HAp rice snail shell toothpaste combined with 5% basil leaf extract, 10% nano-HAp rice snail shell toothpaste combined with 5% basil leaf extract, 5% basil leaf extract toothpaste, and 1450 ppm fluoride toothpaste as control. After six days of pH cycling, enamel microhardness was tested using a Vickers Microhardness Tester. Results. One-Way ANOVA showed significant differences (p<0.05) between groups. Post-Hoc LSD tests indicated significant differences (p<0.05) between all paired groups. Conclusions. The study concludes that nano-HAp rice snail shell toothpaste combined with basil leaf extract affects enamel microhardness. The 10% nano-HAp rice snail shell toothpaste with 5% basil leaf extract showed the most significant effect but did not match the efficacy of 1450 ppm fluoride toothpaste. | |
| 44603 | 47981 | E1A021244 | TINJAUAN TENTANG ASPEK KENEGARAAN DALAM MENGHADAPI KENAIKAN AIR LAUT MENURUT HUKUM INTERNASIONAL (Studi tentang Negara-Negara di Samudera Pasifik) | Perubahan iklim global menyebabkan kenaikan permukaan air laut yang secara langsung mengancam eksistensi fisik dan yuridis negara-negara kepulauan di kawasan Samudera Pasifik. Proyeksi tenggelamnya sebagian besar atau seluruh wilayah daratan negara-negara seperti Tuvalu, menimbulkan persoalan fundamental dalam hukum internasional. Fenomena ini menimbulkan persoalan hukum yang serius karena keberadaan wilayah merupakan salah satu unsur utama suatu negara dalam hukum internasional yang mensyaratkan adanya wilayah fisik (sebagaimana diatur dalam Konvensi Montevideo 1933). Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus; spesifikasi atau jenis penelitian yaitu inventarisasi hukum positif dan menemukan hukum in concreto; sumber data yang digunakan yaitu data sekunder dengan metode pengumpulan studi kepustakaan dan metode pengolahannya reduksi, editing, dan klasifikasi; data disajikan dengan metode teks naratif melalui analisisi kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akibat hukum kenaikan permukaan air laut terhadap status kenegaraan berdasarkan Konvensi Montevideo 1933 dan Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) 1982, serta menganalisis upaya hukum yang dilakukan oleh negara-negara di kawasan Samudera Pasifik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hilangnya wilayah daratan akibat kenaikan air laut dapat menyebabkan tidak terpenuhinya unsur konstitutif negara (wilayah, penduduk, pemerintah, kemampuan hubungan internasional) dan berimplikasi pada hilangnya kedaulatan atas wilayah laut yang batasnya diukur dari daratan. Negara-negara Pasifik melalui Pacific Islands Forum (PIF) dan didukung oleh Alliance of Small Island States (AOSIS) telah melakukan berbagai upaya adaptasi fisik dan diplomasi, termasuk mengeluarkan deklarasi yang menegaskan keberlanjutan status kenegaraan dan zona maritim mereka meskipun terjadi kenaikan permukaan air laut. Deklarasi ini masih bersifat soft law dan belum memiliki kekuatan hukum internasional yang mengikat (opinio juris), sehingga jaminan hukum atas keberlanjutan negara tanpa wilayah daratan masih belum pasti. | Global climate change is causing sea-level rise that directly threatens the physical and juridical existence of island nations in the Pacific Ocean region. The projected submergence of most or all land territories of nations like Tuvalu poses fundamental problems in international law. This phenomenon raises serious legal issues because the existence of territory is a primary element of statehood under international law, requiring physical land (as stipulated in the 1933 Montevideo Convention). This research employs a normative legal research method using statutory, conceptual, and case approaches. The research specification involves inventorying positive law and finding law in concreto. Secondary data was collected through literature review and processed using reduction, editing, and classification. Data is presented narratively through qualitative analysis. This study aims to analyze the legal consequences of sea-level rise on statehood status based on the 1933 Montevideo Convention and the UN Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982, and to analyze the legal efforts undertaken by nations in the Pacific Ocean region. The research findings indicate that the loss of land territory due to sea-level rise can lead to the non-fulfillment of the constitutive elements of a state (territory, population, government, capacity to enter into relations with other states) and implies a loss of sovereignty over maritime areas whose boundaries are measured from land. Pacific nations, through the Pacific Islands Forum (PIF) and supported by the Alliance of Small Island States (AOSIS), have undertaken various physical adaptation and diplomatic efforts, including issuing declarations asserting the continuity of their statehood status and maritime zones despite sea- level rise. These declarations remain soft law and lack binding international legal force (opinio juris), thus the legal guarantee for the continuity of states without land territory remains uncertain. | |
| 44604 | 47982 | E1A020022 | UPAYA PEMENUHAN HAK RESTITUSI ANAK KORBAN TINDAK PIDANA KEKERASAN YANG MENYEBABKAN MATI | Tindak Pidana Kekerasan terhadap anak adalah tindakan penganiayaan atau perlakuan salah yang dapat membahayakan anak, salah satunya tindak pidana kekerasan terhadap anak yang berupa kekerasan fisik seperti penganiayaan. Sistem Peradilan yang digunakan adalah peradilan khusus anak yang berpedoman kepada Undang–Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Oleh karena itu, tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui Kewenangan Penuntut Umum dalam upaya pemenuhan hak restitusi terhadap anak korban kekerasan yang menyebabkan mati pada proses penuntutan dalam Putusan Nomor 24/Pid.Sus-Anak/2023/PN.Idm. Serta untuk mengetahui Pertimbangan Hukum Hakim dalam menjatuhkan sanksi restitusi terhadap anak korban tindak pidana kekerasan anak yang menyebabkan mati dalam Putusan Nomor 24/Pid.Sus- Anak/2023/PN.Idm. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan metode pendekatan Perundang–Undangan dan kasus. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif dengan spesifikasi penelitian yaitu preskriptif analisis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kewenangan Penuntut Umum dalam upaya pemenuhan hak restitusi yaitu Mengajukan restitusi dan Melaksanakan hasil eksekusi dan atas putusan Hakim tersebut yaitu dikabulkan untuk sebagian restitusi mengenai permohonan restitusi yang diajukan oleh keluarga Korban Saksi An. WARNO Bin CARMAD (Alm) melalui kuasa hukumnya serta di bebankan kepada 2 orang tua pelaku. | Child Violence Crimes are acts of abuse or mistreatment that can endanger children, one of which is a crime of violence against children in the form of physical violence such as abuse. The justice system used is a special juvenile court which is guided by Law Number 11 of 2012 concerning the Child Criminal Justice System. Therefore, the purpose of writing this thesis is to determine the Authority of the Public Prosecutor in an effort to fulfill the right to restitution for child victims of violence that causes death in the prosecution process in Decision Number 24 / Pid.Sus-Anak / 2023 / PN.Idm. And to find out the Judge's Legal Considerations in imposing restitution sanctions on child victims of child violence that causes death in Decision Number 24 / Pid.Sus-Anak / 2023 / PN.Idm. This study uses a normative legal research method with a Legislation and case approach method. The data obtained are then processed and analyzed using a qualitative normative method with research specifications, namely prescriptive analysis. The results of this study indicate that the Public Prosecutor's Authority in an effort to fulfill the right to restitution is to file for restitution and carry out the results of the execution and based on the Judge's decision, it was granted for part of the restitution regarding the restitution application submitted by the family of the Victim Witness An. WARNO Bin CARMAD (Alm) through his attorney and was charged to the 2 parents of the perpetrator. | |
| 44605 | 47983 | E1A020128 | PENYIDIKAN TINDAK PIDANA CYBERCRIME YANG BERKAITAN DENGAN HOAX | Prosedur mengenai penyidikan diatur dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana. Terdapat teknis penanganan tersendiri dari jenis tindak pidana Kejahatan Siber yang terjadi, sehingga membutuhkan keahlian lebih dari tindak pidana biasa pada umumnya, seperti tindak pidana hoax. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jalannya penanganan tindak pidana cybercrime hoax beserta faktor-faktor yang menghambat upaya tersebut. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian menggunakan yuridis sosiologis, sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, metode pengumpulan data dengan observasi dan wawancara serta metode analisis data dengan menggunakan normatif kualitatif. Hasil penelitian untuk upaya penyidikan cybercrime yang berkaitan dengan hoax di Wilayah Hukum Polres Kebumen telah sesuai dengan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana. Dalam melaksanakan proses penyidikan, prosedur yang dilaksanakan oleh penyidik sama dengan tindak pidana lain yaitu sesuai dengan peraturan yang ada di KUHAP. Hanya saja dalam melakukan pemeriksaan terhadap tindak pidana cybercrime yang berkaitan dengan hoax, dalam beberapa perkara penyidik Kepolisian berkolaborasi dengan Mabes Polri maupun Polda juga. | Procedures regarding investigations are regulated inRegulation of the Chief of the Republic of Indonesia National Police Number 6 of 2019 concerning Criminal Investigation. There are separate handling techniques for the types of Cyber Crimes that occur, so they require more expertise than ordinary crimes in general, such as hoax crimes. This study aims to determine the course of handling cybercrime hoaxes and the factors that hinder these efforts. This study uses a sociological legal approach method with research specifications using sociological legal, data sources used are primary data and secondary data, data collection methods with observation and interviews and data analysis methods using qualitative normative. The results of the study for cybercrime investigation efforts related to hoaxes in the Kebumen Police jurisdiction are in accordance with the Regulation of the Chief of the Republic of Indonesia National Police Number 6 of 2019 concerning Criminal Investigation. In carrying out the investigation process, the procedures carried out by investigators are the same as for other crimes, namely in accordance with the regulations in the Criminal Procedure Code. It's just that in conducting examinations of cybercrime crimes related to hoaxes, in several cases the Police investigators collaborate with the National Police Headquarters and the Regional Police as well. | |
| 44606 | 47984 | I1A021007 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KELUHAN LOW BACK PAIN (LBP) PADA PETANI DI DESA SINGASARI KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS | Latar Belakang: Petani merupakan kelompok yang rentan mengalami LBP akibat aktivitas fisik seperti membungkuk, mengangkat beban, dan bekerja secara manual dalam waktu lama. Prevalensi tahunan LBP di kalangan petani mencapai 47,8% secara global, sementara di Indonesia angkanya mencapai 18%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keluhan LBP pada petani di Desa Singasari Metodologi: Desain pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dengan metode nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling, responden adalah 112 petani yang ada di Desa Singasari Kecamatan Karanglewas. Uji statistik pada penelitian ini menggunakan uji multivariat yaitu uji regresi logistik ganda. Hasil Penelitian: Hasil uji regresi logistik ganda menujukan bahwa terdapat pengaruh antara variabel posisi kerja (p= 0,000), jenis kelamin (p= 0,006), dan Indeks Massa Tubuh (IMT) (p= 0,021) terhadap keluhan LBP pada petani di Desa Singasari, Kecamatan Karanglewas. Variabel yang tidak berpengaruh adalah usia (p= 0,742), masa kerja (p= 0,216), durasi kerja (p= 0,504), gerakan berulang (p= 0,380), kebiasaan merokok (p= 0,077) beban kerja fisik (p= 0,939) dan tingkat pendidikan (p= 0,679). Kesimpulan: Faktor yang paling berpengaruh terhadap keluhan LBP pada petani di Desa Singasari adalah posisi kerja. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam upaya pencegahan LBP melalui perbaikan postur kerja, seperti menghindari posisi membungkuk dalam waktu lama dan menggunakan alat bantu pertanian ergonomis untuk mengurangi tekanan pada punggung. | Background: Farmers are a vulnerable group to low back pain (LBP) due to physically demanding activities such as bending, lifting heavy loads, and performing manual labor for extended periods. The global annual prevalence of LBP among farmers is 47.8%, while in Indonesia, it is 18%. This study aims to analyze the factors influencing LBP complaints among farmers in Singasari Village. Methodology: This study used a quantitative method with a cross-sectional approach. The sampling technique was non-probability sampling with purposive sampling, involving 112 farmers in Singasari Village, Karanglewas District. The statistical analysis used was multivariate analysis with multiple logistic regression. Results: The results of the multiple logistic regression test show that work position (p= 0,000), sex (p= 0,006), and body mass index (BMI) (p= 0,021) significantly influences Low Back Pain (LBP) among farmers in Singasari Village, Karanglewas District. However, age (p= 0,742), working period (p=0,216), duration of work (p= 0,504), repetitive movements (p= 0,380), smoking habits (p= 0,077), physical workload (p= 0,939), and education level (p= 0,679) do not show a significant effect. Conclusion: The most influential factor in LBP complaints among farmers in Singasari Village is work position. The findings of this study are expected to serve as a basis for LBP prevention efforts by improving work postures, such as avoiding prolonged bending positions and utilizing ergonomic agricultural tools to reduce back strain. | |
| 44607 | 47848 | C1H021029 | THE INFLUENCE OF ENVIRONMENTAL, SOCIAL, GOVERNANCE (ESG) SCORE AND CAPITAL STRUCTURE ON INVESTMENT DECISIONS WITH CAPITAL MARKET FLUCTUATIONS AND INTEREST RATES AS MODERATION VARIABLES | This research is a quantitative research on the Financial Services Industry listed on the Indonesia Stock Exchange in 2021-2024. This study is titled: "The Influence of Environment, Social, Governance (ESG) Score and Capital Structure on Investment Decisions with Capital Market Fluctuations and Interest Rates as Moderating Variables". The purpose of this study is to determine the influence of investment decisions based on ESG scores, capital structure, as well as capital market fluctuations, and interest rates as moderation variables between capital structure and investment decisions. The population in this study is all Financial Services companies listed on the IDX in 2021-2024 that have ESG scores. The number of samples used was 90 samples. The results of this study state that ESG score, and capital structure, have a significant impact on investment decisions. But, the capital structure moderated by interest rates and capital market fluctuation do not have a significant impact on investment decisions. | This research is a quantitative research on the Financial Services Industry listed on the Indonesia Stock Exchange in 2021-2024. This study is titled: "The Influence of Environment, Social, Governance (ESG) Score and Capital Structure on Investment Decisions with Capital Market Fluctuations and Interest Rates as Moderating Variables". The purpose of this study is to determine the influence of investment decisions based on ESG scores, capital structure, as well as capital market fluctuations, and interest rates as moderation variables between capital structure and investment decisions. The population in this study is all Financial Services companies listed on the IDX in 2021-2024 that have ESG scores. The number of samples used was 90 samples. The results of this study state that ESG score, and capital structure, have a significant impact on investment decisions. But, the capital structure moderated by interest rates and capital market fluctuation do not have a significant impact on investment decisions. | |
| 44608 | 47986 | F1F020052 | Implementasi Hydrogen Wave Oleh Hyundai Motor Group Dalam Mendukung Kebijakan Korean New Deal Tahun 2021-2023 | Korea Selatan merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi pesat dan memiliki komitmen tinggi terhadap isu lingkungan global, yang tercermin dari langkahnya meratifikasi Paris Agreement pada tahun 2016. Di bawah kepemimpinan Presiden Moon Jae In, pemerintah Korea Selatan meluncurkan kebijakan Korean New Deal pada tahun 2020 sebagai kebijakan strategis untuk mencapai emisi nol dan mendorong pertumbuhan ekonomi hijau. Penelitian ini kemudian mengkaji peran Hyundai Motor Group, sebagai perusahaan multinasional asal Korea Selatan, dalam mendukung kebijakan Korean New Deal melalui inisiatif Hydrogen Wave sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi sektor industri otomotif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, menggunakan konsep Corporate Social Responsibility (CSR) dan Green Capitalism sebagai landasan teoritisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara kebijakan pemerintah dan sektor swasta dapat mewujudkan integrasi antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan melalui pendekatan berbasis teknologi dan inovasi. Inisiatif Hydrogen Wave tidak hanya mendukung implementasi Korean New Deal, tetapi juga memperkuat posisi Hyundai sebagai aktor penting dalam transformasi menuju masyarakat hidrogen di Korea Selatan. | South Korea is one of the fastest-growing economies and demonstrates a strong commitment to global environmental issues, as evidenced by its ratification of the Paris Agreement in 2016. Under the leadership of President Moon Jae-in, the South Korean government launched the Korean New Deal in 2020 as a strategic policy aimed at achieving net-zero emissions and promoting green economic growth. This study examines the role of Hyundai Motor Group, a multinational corporation from South Korea, in supporting the Korean New Deal through the Hydrogen Wave initiative as part of its decarbonization strategy in the automotive sector. This research employs a descriptive qualitative approach, using the concepts of Corporate Social Responsibility (CSR) and green capitalism as its theoretical frameworks. The findings indicate that collaboration between government policy and the private sector can successfully integrate economic growth with environmental sustainability through innovation and technology-based approaches. The Hydrogen Wave initiative not only supports the implementation of the Korean New Deal, but also strengthens Hyundai's position as a key actor in the transformation toward a hydrogen society in South Korea. | |
| 44609 | 47987 | C1B021015 | STRATEGI PENGEMBANGAN EDUWISATA CIRCULAR ECONOMY PERTANIAN TERPADU PADA PERSPEKTIF PEMBELAJARAN-PERTUMBUHAN DAN PROSES BISNIS INTERNAL DALAM BALANCED SCORECARD (STUDI KASUS DI DESA PANCASAN) | Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi kasus yang dilakukan di Desa Pancasan, dengan tujuan merumuskan strategi pengembangan Eduwisata Circular Economy Pertanian Terpadu menggunakan Balanced Scorecard pada perspektif pembelajaran-pertumbuhan dan proses bisnis internal. Data diperoleh melalui wawancara dengan Pemerintah Desa Pancasan, BUMDes Berkah Banyu Makmur, dan koordinator unit usaha yang dipilih melalui teknik snowball. Hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa belum adanya strategi pengembangan Eduwisata Circular Economy Pertanian Terpadu. Melalui analisis SWOT dan analisis Balanced Scorecard, maka dihasilkan beberapa sasaran strategis dari tiga unit bisnis di dalam eduwisata. Sasaran strategis perspektif pertumbuhan-pembelajaran seperti peningkatan keterampilan karyawan, evaluasi pekerjaan, dan lingkungan kerja. Sasaran strategis perspektif proses bisnis internal seperti kelengkapan fasilitas eduwisata dan pengembangan inovasi produk dan kegiatan baru. Sasaran strategis tersebut menjadi kunci untuk merumuskan ukuran hasil, ukuran pemacu kinerja, target, serta inisiatif strategis yang akan dilaksanakan. Dalam penyusunan strategi pengembangan eduwisata, peneliti memberikan beberapa rekomendasi. Melalui penyusunan strategi yang terukur, maka dapat mempermudah untuk dievaluasi dan diperbaiki agar tetap selaras dengan visi dan misi dari BUMDes Berkah Banyu Makmur. | This study is a qualitative case study conducted in Pancasan Village, aiming to formulate a development strategy for the Integrated Agricultural Circular Economy Edu-Tourism by employing the Balanced Scorecard approach, particularly focusing on the learning and growth perspective and the internal business process perspective. Data were obtained through interviews with representatives of the Pancasan Village Government, BUMDes Berkah Banyu Makmur, and coordinators of the business units, selected using the snowball sampling technique. The findings and data analysis indicate the absence of a formal development strategy for the Integrated Agricultural Circular Economy Edu-Tourism. Through SWOT analysis and the application of the Balanced Scorecard framework, several strategic objectives were identified across the three business units involved in the edu-tourism initiative. Strategic objectives within the learning and growth perspective include enhancing employee competencies, implementing job performance evaluations, and improving the working environment. Meanwhile, strategic objectives from the internal business process perspective encompass the improvement of edu-tourism facilities and the development of innovative products and new activities. These strategic objectives serve as the foundation for determining outcome indicators, performance drivers, targets, and strategic initiatives to be implemented. In formulating the edu-tourism development strategy, the researcher proposes several recommendations. The formulation of a measurable and structured strategy is expected to facilitate monitoring and continuous improvement, thereby ensuring alignment with the vision and mission of BUMDes Berkah Banyu Makmur. | |
| 44610 | 47988 | J1D021021 | Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Materi MEMBACA PUISI di Kelas VIII SMP/MTs Berbasis Smart Apps Creator (SAC) | Proses pembelajaran membaca puisi di kelas VIII SMP menghadapi berbagai tantangan, seperti kesulitan siswa dalam mendeklamasikan puisi, keterbatasan referensi teknik membaca puisi, serta pemanfaatan teknologi yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pembelajaran dan mengembangkan media pembelajaran interaktif menggunakan Smart Apps Creator (SAC). Menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan pendekatan campuran dan model ADDIE, hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa 97,78% guru dan 91,48% siswa memerlukan media interaktif. Aplikasi Siswa Membaca Puisi (ASMP) divalidasi oleh ahli materi (0,92) dan ahli media (0,94), keduanya berkategori sangat layak. Uji coba terhadap 69 siswa menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 88,25% dan respons positif. Dengan tingkat kelayakan tinggi, ASMP dapat menjadi alat pendukung efektif dalam pembelajaran membaca puisi di SMP. | The process of learning poetry reading in eighth-grade junior high school faces several challenges, such as students' difficulties in declaiming poetry, limited references on poetry reading techniques, and the suboptimal use of technology. This study aims to analyze learning needs and develop an interactive learning media using Smart Apps Creator (SAC). Employing the R&D method with a mixed-methods approach and the ADDIE model, the needs analysis showed that 97.78% of teachers and 91.48% of students require interactive media. The Aplikasi Siswa Membaca Puisi (ASMP) was validated by content experts (0.92) and media experts (0.94), categorized as highly valid. A trial with 69 students yielded an 88.25% validity rating and positive responses. With its high validity, the ASMP application can serve as an effective supporting tool for poetry reading learning in junior high schools. | |
| 44611 | 47989 | E1A021062 | Kesesuaian Novum Dalam Peninjauan Kembali Kasus Saka Tatal Kota Cirebon | Peninjauan kembali merupakan salah satu bentuk upaya hukum luar biasa terhadap putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) yang diajukan karena merasa keberatan terhadap putusan pengadilan. Salah satu alasan diajukannya peninjauan kembali adalah adanya novum atau bukti baru. Penelitian ini membahas kesesuaian dan kekuatan pembuktian novum dalam pengajuan peninjauan kembali (PK) pada tindak pidana pembunuhan berencana, dengan studi kasus Saka Tatal Kota Cirebon. Saka Tatal merupakan salah satu pelaku yang terbukti bersalah turut serta melakukan pembunuhan berencana saat masih berusia 15 tahun terhadap almarhumah Vina dan almarhum Eky berdasarkan Putusan Nomor 16/Pid.Sus-Anak/2016/PN.Cbn dengan pidana 8 tahun penjara. Saka Tatal telah mengajukan upaya hukum sampai dengan kasasi dengan Putusan Nomor 2607K/Pid.Sus Anak/2017 yang menolak permohonan kasasi dan menguatkan putusan banding Nomor 50/Pid.Sus Anak/2016. Tahun 2024 Saka Tatal telah resmi bebas kemudian bersama penasihat hukumnya mengajukan peninjauan kembali dengan alasan adanya novum dan kekhilafan hakim. Putusan Nomor 1688/PK/PID.SUS/2024 menolak permohonan peninjauan kembali a quo. Novum yang diajukan dalam perkara ini menimbulkan perdebatan hukum mengenai relevansi dan akurasinya terhadap kasus yang ditinjau ulang. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konsep, dan kasus, spesifikasi preskriptif yang diperoleh dari data sekunder melalui studi kepustakaan yang dijelaskan secara teks naratif dengan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bukti baru Saka Tatal dalam peninjauan kembali belum sesuai dengan alasan pengajuan PK pada Pasal 263 Ayat (2) huruf a KUHAP sebagai novum sebagaimana pertimbangan majelis hakim dalam Putusan PK, namun perlu digarisbawahi pula terkait ketidakcermatan majelis hakim dalam pertimbangannya, yakni tidak menjelaskan secara rinci mengenai alasan-alasan penolakan terhadap novum yang diajukan. Kekuatan pembuktian novum yang diajukan Saka Tatal lemah karena hanya memberikan gambaran parsial dan tidak membuktikan keseluruhan unsur pidana atau meniadakan kesalahannya, meskipun salah satunya bukti elektronik seperti foto dan rekaman video sah secara hukum, tetap tidak cukup kuat untuk mengubah putusan | Judicial review (peninjauan kembali) is an extraordinary legal remedy against a court decision that has obtained permanent legal force (inkracht), submitted by a party who objects to the decision. One of the legal grounds for filing a judicial review is the presence of novum or new evidence. This study examines the relevance and evidentiary strength of novum in the submission of a judicial review (PK) in a premeditated murder case, with a case study of Saka Tatal in Cirebon City. Saka Tatal was one of the perpetrators proven guilty of participating in a premeditated murder at the age of 15, involving the late Vina and the late Eky, based on Decision No. 16/Pid.Sus-Anak/2016/PN.Cbn, and was sentenced to 8 years in prison. Saka Tatal pursued all available legal remedies up to the cassation level, which resulted in Decision No. 2607K/Pid.Sus Anak/2017 rejecting the cassation request and affirming the appellate decision No. 50/Pid.Sus Anak/2016. In 2024, after completing his sentence, Saka Tatal, with his legal counsel, filed a judicial review on the grounds of novum and judicial error (kekhilafan hakim). However, Decision No. 1688/PK/PID.SUS/2024 rejected the judicial review request. The novum submitted in this case triggered legal debate regarding its relevance and accuracy in the context of the case under review. This research employs a normative juridical method with statutory, conceptual, and case approaches, using a prescriptive specification derived from secondary data through literature study, presented in narrative text and analyzed qualitatively. The findings indicate that the new evidence submitted by Saka Tatal in the judicial review does not meet the legal grounds for novum as stipulated in Article 263 Paragraph (2) letter a of the Indonesian Criminal Procedure Code (KUHAP), as considered by the panel of judges in the PK decision. However, it is also important to underline the panel's lack of thoroughness in its legal reasoning, particularly its failure to explain in detail the reasons for rejecting the submitted novum. The evidentiary strength of the novum presented by Saka Tatal is weak, as it provides only a partial picture and fails to prove the overall criminal elements or eliminate his culpability. Although one piece of electronic evidence, such as photos and video recordings, is legally valid, it remains insufficient to overturn the existing decision. | |
| 44612 | 47990 | J1D021029 | Resistensi Perempuan dalam Novel Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut Karya Dian Purnomo (Kajian Ekofeminisme) | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh karya sastra yang merefleksikan berbagai isu kehidupan, salah satunya adalah eksploitasi lingkungan alam yang berdampak pada ekologi dan kehidupan perempuan. Novel Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut karya Dian Purnomo mengangkat kasus eksploitasi lingkungan oleh perusahaan tambang emas asing di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak pertambangan terhadap perempuan dan kondisi ekologi serta bentuk resistensi tokoh perempuan terhadap perusahaan tambang dalam novel tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa baca dan catat. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi, dan validasi data menggunakan triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak pertambangan meliputi krisis air, ancaman zat beracun, krisis pangan dan gizi, ancaman bom, serta kemiskinan. Bentuk resistensi perempuan terbagi menjadi resistensi terbuka dan tertutup. | environmental exploitation that affects both ecology and women's lives. The novel Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut by Dian Purnomo highlights the issue of environmental exploitation by a foreign gold mining company in the Sangihe Islands, North Sulawesi. This study aims to examine the impact of mining on women and ecological conditions, as well as the forms of resistance shown by female characters against the mining company in the novel. This is a qualitative research using a descriptive method, with data collected through reading and note-taking techniques. Data analysis was conducted using content analysis, and data validation was carried out through theoretical triangulation. The results show that mining causes water crises, toxic threats, food and nutrition shortages, bomb threats, and poverty. Female resistance is categorized into open and hidden resistance. | |
| 44613 | 40244 | H1A018039 | PERKIRAAN TOTAL HARMONIC DISTORTION (THD) TEGANGAN PADA MAIN DISTRIBUTION PANEL (MDP) DENGAN METODE ARTIFICIAL NEURAL NETWORK (ANN) DI TELKOM CORPORATE UNIVERSITY BANDUNG | Energi listrik merupakan suatu kebutuhan manusia yang sangat penting untuk rumah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, perkantoran dan keperluan industri. Efek kolektif dari beban domestik non-linier yang tersebar ini telah menyebabkan tingginya tingkat distorsi arus harmonik. Oleh karena itu, distorsi harmonik tegangan yang berlebihan dalam sistem distribusi dapat berakibat masalah yang semakin mengkhawatirkan. Salah satu cara adalah untuk melakukan simulasi menghitung rata-rata dari Total Harmonic Distortion tegangan yang didapat sebagai sumber data dengan menggunakan model backpropagation. oleh kWh meter dapat terjadi yang akan menimbulkan kerugian pada sisi pelanggan maupun pada sisi penyedia energi listrik. Penelitian ini dilakukan pengukuran pada main distribution panel gardu nomor 2 selama 4 hari menggunakan alat Power Quality Analyzer (PQA) Hioki 3196 untuk memperoleh data berupa tegangan, THD tegangan dan THD arus pada setiap saluran. Data yang sudah diperoleh digunakan untuk melakukan prediksi THD tegangan jam berikutnya menggunakan model backpropagation dengan software MATLAB. Dari hasil dari penelitian ini didapatkan arsitektur ANN terbaik yaitu 65 hidden layer dengan 10000 epoch menggunakan fungsi aktivasi logsig pada hidden layer dan output layer dengan nilai momentum 0,2 dan laju pembelajaran 0,01 yang menghasilkan nilai RMSE pelatihan sebesar 0,0038 dan RMSE pengujian sebesar 0,117. Maka didapatkan prediksi THD tegangan pada MDP Telkom Corporate University selama 12 jam berikutnya. | Electrical energy is a very important human need for homes, hospitals, shopping centers, offices and industrial needs. The collective effect of this non-linear domestic load has caused a high level of harmonic current distortion. Therefore, excessive voltage harmonic distortion in the distribution system can result in increasingly worrying problems. One way is to simulate calculating the average of the Total Harmonic Distortion voltage obtained as a data source using the backpropagation model. by kWh meter can occur which will cause losses on the customer side and on the electricity provider side. This study was conducted measurements on the main distribution panel of substation number 2 for 4 days using the Hioki 3196 Power Quality Analyzer (PQA) to obtain data in the form of voltage, voltage THD and current THD on each channel. The data that has been obtained is used to predict the next hour's voltage THD using the backpropagation model with MATLAB software. From the results of this study, the best ANN architecture was obtained, namely 65 hidden layers with 10,000 epochs using the logsig activation function on the hidden layer and output layer with a momentum value of 0.2 and a learning rate of 0.01 which resulted in a training RMSE value of 0.0038 and a testing RMSE of 0.117. Then the THD voltage prediction was obtained on the MDP Telkom Corporate University for the next 12 hours. | |
| 44614 | 47992 | C1B021037 | PENGARUH POSITIVE AFFECT DAN NEGATIVE AFFECT TERHADAP KUALITAS PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMIMPIN BUMDES DI BANYUMAS | Penelitian ini mengkaji pengaruh afek positif dan afek negatif, yang dipandang sebagai ciri emosional, terhadap kualitas pengambilan keputusan para pemimpin BUMDes di Banyumas. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan dari 40 pemimpin BUMDes yang dipilih secara acak melalui kuesioner survei. Analisis data dilakukan menggunakan regresi berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa afek positif berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, sementara afek negatif berdampak merugikan. Meskipun kualitas pengambilan keputusan para pemimpin tergolong tinggi yang dievaluasi berdasarkan proses, bukan hasil sebagian besar BUMDes masih berada pada tingkat status dasar. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat faktor-faktor lain di luar kualitas pengambilan keputusan yang memengaruhi kemajuan pembangunan BUMDes. Studi ini merekomendasikan penunjukan pendamping dari pihak pemerintah untuk membantu BUMDes melalui pelatihan kepemimpinan, restrukturisasi organisasi, dan strategi pembangunan berkelanjutan. Kata kunci: afek positif; afek negatif; kualitas pengambilan keputusan pemimpin; BUMDes. | This study examines the influence of positive and negative affect—viewed as emotional traits—on the decision-making quality of BUMDes (village-owned enterprises) leaders in Banyumas. Adopting a quantitative approach, data were collected from 40 randomly selected BUMDes leaders through survey questionnaires. The data were analyzed using multiple regression with the aid of IBM SPSS 25 software. The findings reveal that positive affect significantly enhances decision-making quality, whereas negative affect has a detrimental impact. Although the decision-making quality of the leaders was generally high—as evaluated by process rather than outcomes—most BUMDes remain at the basic status level. This suggests the presence of additional factors beyond decision-making quality that influence the development progress of BUMDes. The study recommends the appointment of government-affiliated advisors to support BUMDes through leadership training, organizational restructuring, and sustainable development strategies. Keywords: positive affect; negative affect; decision-making quality; leadership; BUMDes. | |
| 44615 | 47993 | C1A021040 | ANALISIS DAMPAK PERTANIAN TERPADU TERNAK KAMBING DAN PERTANIAN SAYUR ORGANIK TERHADAP PENDAPATAN PETANI DAN PETERNAK DI DESA MELUNG, KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini didasarkan pada fenomena perubahan iklim yang memberikan ancaman terhadap keberlanjutan pertanian di Indonesia. Inovasi dalam sistem pertanian diperlukan untuk dapat meningkatkan kualitas hasil panen dan mendukung kesejahteraan pelaku pertanian seperti petani, peternak, dan sebagainya. Inovasi yang dapat dilakukan salah satunya melalui pelaksanaan pertanian terpadu. Sistem pertanian terpadu (SPT) merupakan proses atau sistem pertanian yang terintegrasi antara kegiatan pertanian, peternakan, dan perikanan. Sistem pertanian terpadu yang dianalisis dalam penelitian ini merupakan bentuk integrasi antara ternak kambing dan pertanian sayur organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan petani dan peternak di Desa Melung, Kabupaten Banyumas setelah melaksanakan pertanian terpadu. Penelitian ini menggunakan pendekatan secara kuantitatif, dimana data primer diperoleh melalui wawancara langsung berdasarkan kuesioner terhadap petani dan peternak yang terlibat dalam pertanian terpadu. Analisis data menggunakan metode statistik deskriptif dan uji beda. Langkah pengujian hipotesis diawali dengan uji normalitas yang kemudian akan menentukan alat analisis yang digunakan antara uji parametrik atau non parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pendapatan petani dan peternak rata-rata sebesar 21,94% setelah adanya pertanian terpadu. Terjadi perbedaan persentase terkait peningkatan pendapatan antara petani dan peternak setelah adanya penerapan pertanian terpadu. Petani mengalami peningkatan pendapatan sebesar 65,67%, sedangkan peternak mengalami peningkatan pendapatan sebesar 13,29%. Implikasi dalam penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan pelaksanaan sistem pertanian terpadu agar dapat memaksimalkan peningkatan pendapatan usaha tani dan usaha ternak. Selanjutnya, perlu adanya dukungan dan keterlibatan secara lebih menyeluruh dari berbagai pihak terkait untuk dapat membantu dan mendukung pelaksanaan pertanian terpadu serta program-program lainnya yang dapat mengoptimalkan keberlanjutan usaha pertanian. | This research is based on the phenomenon of climate change that poses a threat to the sustainability of agriculture in Indonesia. Innovation in the agricultural system is needed to be able to improve the quality of crop yields and support the welfare of agricultural actors such as farmers, breeders, and so on. One of the innovations that can be done is through the implementation of integrated agriculture. Integrated farming system (IAS) is a process or system of agriculture that is integrated between agriculture, livestock, and fisheries activities. The integrated farming system analyzed in this study is a form of integration between goats and organic vegetable farming. The purpose of this study is to analyze the income of farmers and breeders in Melung Village, Banyumas Regency after implementing integrated farming. This study used a quantitative approach, where primary data were obtained through direct interviews based on questionnaires to farmers and breeders involved in integrated farming. Data analysis used descriptive statistical methods and t-test. The hypothesis testing step begins with a normality test which will then determine the analytical tool used between parametric or non-parametric tests. The results showed that there was an increase in the average income of farmers and breeders by 21.94% after integrated farming. There was a percentage difference related to the increase in income between farmers and breeders after the implementation of integrated agriculture. Farmers experienced an increase in income of 65.67%, while breeders experienced an increase in income of 13.29%. The implication of this study is to optimize the implementation of an integrated farming system in order to maximize the increase in farming and livestock business income. Furthermore, there needs to be more comprehensive support and involvement from various related parties to be able to assist and support the implementation of integrated agriculture and other programs that can optimize the sustainability of agricultural businesses. | |
| 44616 | 47994 | D1A021043 | PENGARUH BIOAKTIVATOR ASAL CAIRAN RUMEN DAN EKSTRAK RAYAP TERHADAP KINETIKA PH, SUHU, DAN KELEMBABAN KOMPOS BERBASIS FESES SAPI POTONG | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh bioaktivator asal cairan rumen dan ekstrak rayap terhadap kinetika pH, suhu, dan kelembaban kompos berbasis feses sapi potong dan memperoleh taraf terbaik penggunaan bioaktivator. Materi penelitian yang digunakan untuk kompos sebanyak 18 unit percobaan, yaitu feses sapi potong ± 3.600 kg, bioaktivator 10,8 L, abu 360 kg, serbuk gergaji 360 kg, dan kapur dolomit 72 kg. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan penelitian Repeated Measures ANOVA (RMA). Ada 3 perlakuan, yaitu P1 0,0%, P2 0,3%, 0,6% dari jumlah feses. Masing-masing perlakuan diulang 6 kali. Hasil penelitian penggunaan taraf bioaktivator yang berbeda menunjukkan pengaruh yang tidak nyata (P > 0,05) terhadap kinetika pH, suhu dan kelembaban, tetapi sangat nyata berdasarkan waktu pengamatan (P<0,01) terhadap kinetika pH, suhu dan kelembaban. Taraf terbaik yang diperoleh berdasarkan waktu pengamatan nilai pH pada P1 adalah pada hari ke-2 dengan pH optimal sebesar 4,7, P2 adalah hari ke-25 dengan pH optimal sebesar 5,1, dan P3 adalah hari ke-39 dengan pH optimal sebesar 5,3.Taraf terbaik yang diperoleh berdasar kan waktu pengamatan suhu pada P1 adalah pada hari ke-18 dengan suhu optimal sebesar 45oC, P2 adalah hari ke-21 dengan suhu optimal sebesar 40o C, dan P3 adalah hari ke-19 dengan suhu optimal sebesar 40o C. Berdasarkan hasil pengamatan pada tabulasi data diperoleh angka kelembaban pada tiap perlakuan (P1, P2, dan P3) sebesar 8 pada setiap harinya, yang berarti bahwa kelembaban kompos masih sangat basah selama 28 hari. Disimpulkan bahwa pemberian bioaktivator dengan taraf yang berbeda menghasilkan kinetika pH, suhu, dan kelembaban yang relativ sama, akan tetapi waktu pengamatan berdampak pada kinetika pH dan suhu kompos. | This study aims to examine the effects of bioactivators derived from rumen fluid and termite extract on the kinetics of pH, temperature, and moisture of compost based on beef cattle feces and to determine the optimal level of bioactivator usage. The research material consisted of 18 experimental units, including approximately 3,600 kg of beef cattle feces, 10.8 L of bioactivator, 360 kg of ash, 360 kg of sawdust, and 72 kg of dolomite lime. The study employed an experimental method with a Repeated Measures ANOVA (RMA) design. There were three treatments: P1 (0.0%), P2 (0.3%), and P3 (0.6%) based on the feces weight, with each treatment repeated six times. The results showed that different levels of bioactivator usage had no significant effect (P > 0.05) on the kinetics of pH, temperature, and moisture but had a highly significant effect (P < 0.01) based on observation time on the kinetics of pH, temperature, and moisture. The best levels obtained based on observation time were as follows: pH kinetics: P1: Day 2 with an optimal pH of 4.7; P2: Day 25 with an optimal pH of 5.1; P3: Day 39 with an optimal pH of 5.3. Temperature kinetics: P1: Day 18 with an optimal temperature of 45°C; P2: Day 21 with an optimal temperature of 40°C; P3: Day 19 with an optimal temperature of 40°C. Moisture: The moisture levels across all treatments (P1, P2, and P3) remained consistently high at a value of 8 for each day over a span of 28 days, indicating that the compost was still very wet. It is concluded that the application of bioactivators at different levels results in relatively similar kinetics of pH, temperature, and humidity; however, the observation time affects the kinetics of pH and compost temperature. | |
| 44617 | 47995 | D1A021065 | HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DAN LUAS LAHAN PETANI DENGAN MINAT PENGGUNAAN PUPUK KOMPOS KOTORAN KAMBING DI DESA MELUNG KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS | judul. penelitian ini berjudul hubungan antara tingkat pendidikan dan luas lahan petani dengan minat penggunaan pupuk kompos kotoran kambing di desa melung kecamatan kedungbanteng kabupaten banyumas. Latar Belakang. Desa Melung merupakan desa pertanian, selama ini pertanian di Desa Melung menggunakan pupuk kimia yang mana penggunaan pupuk kimia secara terus menerus dalam jangka panjang akan merusak sifat fisik dari tanah yang dapat menyebabkan lahan sulit diolah. Pupuk kompos menjadi salah satu terobosan dalam bidang pertanian agar keberlanjutan pertanian di Desa Melung dapat terjaga. Oleh karena itu perlu diupayakan untuk meningkatkan minat dari petani untuk menggunakan pupuk kompos dari kotoran kambing tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dan luas lahan petani dengan minat penggunaan pupuk kompos dari kotoran kambing di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Materi dan Metode. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Penetapan sampel wilayah diambil secara purposive sampling. Analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu Analisis Deskriptif dan Analisis Rank Spearman. Pemilihan responden dilakukan secara sensus kepada petani di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng berjumlah 30 orang. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani di Desa Melung memiliki tingkat pendidikan pada kategori rendah, luas lahan petani pada kategori rendah dan minat petani terhadap penggunaan pupuk kompos pada kategori sedang. Berdasarkan hasil analisis korelasi Rank Spearman terdapat hubungan yang kuat antara tingkat pendidikan petani dengan minat menggunakan pupuk kompos (0,683) dan terdapat hubungan yang sangat lemah antara luas lahan petani dengan minat menggunakan pupuk kompos (0,051) di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Simpulan. Terdapat hubungan bersifat positif yang kuat antara tingkat pendidikan petani dengan minat peggunaan pupuk kompos dan terdapat hubungan bersifat positif namun sangat lemah antara luas lahan petani dengan minat peggunaan pupuk kompos di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. | Heading. This study is entitled the relationship between education level and land area of farmers with interest in using goat manure compost fertiliser in melung village, kedungbanteng subdistrict, banyumas district. Background. Melung Village is an agricultural village, so far the agriculture in Melung Village uses chemical fertilisers which the continuous use of chemical fertilisers in the long run will damage the physical properties of the soil which can cause the land to be difficult to cultivate. Compost fertiliser is one of the breakthroughs in agriculture so that the sustainability of agriculture in Melung Village can be maintained. Therefore, it is necessary to increase the interest of farmers to use compost fertiliser from goat manure. This study was conducted with the aim to determine the relationship between education level and land area of farmers with interest in using compost fertiliser from goat manure in Melung Village, Kedungbanteng Subdistrict, Banyumas Regency. Materials and Methods. The method used in this study was the survey method. The determination of the sample area was taken by purposive sampling. The analyses used in this study were Descriptive Analysis and Spearman Rank Analysis. The selection of respondents was carried out by census to farmers in Melung Village, Kedungbanteng District, totalling 30 people. Result. The results showed that farmers in Melung Village had a low level of education in the low category, the farmer's land area in the low category and farmers' interest in the use of compost fertiliser in the medium category. Based on the results of the Rank Spearman correlation analysis, there is a strong relationship between farmers' education level and interest in using compost fertiliser (0.683) and there is a very weak relationship between farmers' land area and interest in using compost fertiliser (0.051) in Melung Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency Conclusion. The conclusion of this study is that there is a strong positive relationship between farmers' education level and interest in using compost fertiliser and there is a positive but very weak relationship between farmers' land area and interest in using compost fertiliser in Melung Village, Kedungbanteng Subdistrict, Banyumas Regency. | |
| 44618 | 47996 | D1A021054 | PENGARUH PENGGUNAAN GRADIEN BOVINE SERUM ALBUMIN DAN LAMA INKUBASI TERHADAP MOTILITAS DAN ABNORMALITAS SPERMATOZOA Y HASIL SEPARASI SEKS PADA DOMBA SAKUB | ABSTRAK Latar Belakang. Tujuan penelitian dilakukan adalah untuk mengetahui pengaruh Penggunaan Gradien Bovine Serum Albumin Dan Lama Inkubasi Terhadap Motilitas Dan Abnormalitas Spermatozoa Y Hasil Separasi Seks Pada Domba Sakub. Penelitian dilaksanakan di Teaching and Experimental Farm, Laboratorium Kesehatan Ternak Fakultas Peternakan dan Laboratorium Bioteknologi ternak Integrated Academic Building (IAB) Universitas Jenderal Soedirman.Metodologi. Penelitian ini menggunakan gradien Bovine Serum Albumin dengan perbedaan konsentrasi yaitu 4:8% dan 5:10%, serta lama inkubasi yaitu 30,45, dan 60 menit. Peubah yang diamati yaitu motilitas dan abnormalitas spermatozoa Y. Hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai motilitas pada g1 (70,78 ± 8,02%) dengan lama inkubasi 30 menit (73,67 ± 1,41%) dan lama inkubasi 45 menit (70,83 ± 0,71%). Nilai abnormalitas pada g1 (10,22 ± 2,25%) dengan lama inkubasi 30 menit (9,92 ± 1,06%) dan lama inkubasi 45 menit (10,00 ± 2,12%). Hasil statistik juga menandakan tidak ada pengaruh yang nyata (P>0,05) antara penggunaan gradien terhadap motilitas dan abnormalitas spermatozoa Y, namun dengan penggunaan lama inkubasi 30 – 45 menit dapat menghasilkan kualitas spermatozoa dengan motilitas dan abnormalitas leih baik.Simpulan. Penggunaan gradien medium Bovine Serum Albumin (BSA) sebesar 4:8% atau 5:10% dengan lama inkubasi 30 sampai 45 menit dapat memberikan hasil persentase motilititas dan abnormalitas yang baik, karna lebih efektif untuk digunakan pada proses separasi seks spermatozoa Y domba Sakub. | ABSTRACT Background. The purpose of this study was to determine the effect of the use of Bovine Serum Albumin Gradient and Incubation Time on the Motility and Abnormality of Y Sperm from Sex Separation in Sakub Sheep. The study was conducted at the Teaching and Experimental Farm, Animal Health Laboratory, Faculty of Animal Husbandry and Animal Biotechnology Laboratory, Integrated Academic Building (IAB), Jenderal Soedirman University.Methodology. This research method uses Bovine Serum Albumin gradient with different concentrations of 4:8% and 5:10%, and incubation times of 30, 45, and 60 minutes. The variables observed were motility and abnormality of Y spermatozoa.Results. The results showed that the motility value in g1 (70.78 ± 8.02%) with an incubation time of 30 minutes (73.67 ± 1.41%) and an incubation time of 45 minutes (70.83 ± 0.71%). The abnormality value in g1 (10.22 ± 2.25%) with an incubation time of 30 minutes (9.92 ± 1.06%) and an incubation time of 45 minutes (10.00 ± 2.12%).The statistical results also indicate that there is no significant effect (P>0.05) between the use of gradients on the motility and abnormalities of Y spermatozoa, but with the use of an incubation period of 30-45 minutes it can produce spermatozoa quality with better motility and abnormalities. Conclusion. It was concluded that the use of a Bovine Serum Albumin (BSA) medium gradient of 4:8% or 5:10% with an incubation period of 30 to 45 minutes can provide good results in the percentage of motility and abnormalities, because it is more effective for use in the process of sex separation of Y spermatozoa in Sakub sheep. | |
| 44619 | 47991 | D1A021213 | PENGARUH FORTIFIKASI MINERAL MAGNESIUM DAN SULFUR DALAM PAKAN TERHADAP SINTESIS PROTEIN MIKTROBA RUMEN DAN KECERNAAN PROTEIN SECARA IN VITRO | Penelitian ini berjudul pengaruh fortifikasi mineral magnesium dan sulfur dalam pakan terhadap sintesis protein mikroba rumen dan kecernaan protein secara in vtro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fortifikasi mineral magnesium dan sulfur dalam pakan terhadap sintesis protein mikroba rumen dan kecernaan protein secara in vtro telah dilaksanakan pada 16 November – 15 Desember 2024. Pakan yang diberikan berupa jerami padi amoniasi (50%) dan konsentrat (25%). Metode eksperimental secara in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) one way classification. Rata-rata sintesis protein mikroba pada penelitian ini yaitu sebesar 174,75 – 215,75 mg/20 ml. Rata-rata kecernaan protein yaitu 20,10 – 38,94%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa fortifikasi mineral magnesium dan sulfur berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap sintesis protein mikroba dan fortifikasi mineral magnesium dan sulfur memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap kecernaan protein. Hasil uji BNJ sintesis protein mikroba rumen tertinggi dicapai pada pakan yang tidak difortifikasi mineral magnesium dan sulfru (P1) yaitu sebesar 215,75 mg/20 ml dan kecernaan protein tertinggi dicapai pada pakan yang difortifikasi mineral magnesium (P2) yaitu sebesar 38,94%. Untuk mendapatkan kecernaan protein tertinggi pakan dengan imbangan hijauan 50% dan konsentrat 50% perlu difortifikasi mineral magnesium. | This study is entitled the effect of dietary magnesium and sulfur mineral fortification on rumen microbial protein synthesis and protein digestibility in vitro. This study aims to determine the effect of dietary magnesium and sulfur mineral fortification on rumen microbial protein synthesis and protein digestibility in vitro has been carried out on November 16 – December 15, 2024. The feed provided was in the form of ammonia rice straw (50%) and concentrate (50%). The experimental method in vitro used a Complete Random Design (CRD) one way classification. The average rumen microbial protein synthesis in this study was 174,75 – 215,75 mg/20 ml. The average of protein digestibility was 20,10 – 38,94%. The results showed that magnesium and sulfur mineral fortification had a significant effect (P < 0.05) on microbial protein synthesis and magnesium and sulfur mineral fortification had a very significant effect (P < 0.01) on protein digestibility. The BNJ test results of the highest rumen microbial protein synthesis was achieved in feed that was not fortified with magnesium and sulfru minerals (P1) which amounted to 215.75 mg/20 ml and the highest protein digestibility was achieved in feed fortified with magnesium minerals (P2) which amounted to 38.94%. The results of the BNJ test showed that the highest rumen microbial protein synthesis was achieved in feed without magnesium and sulfur fortification (P1) of 215,75 mg/20 ml and the highest protein digestibility was achieved in feed with magnesium fortification (P2) of 38,94%. To get the highest protein digestibility, feed with a balance of 50% forage and 50% concentrate needs to be fortified with the mineral magnesium. | |
| 44620 | 47997 | K1B021055 | Penerapan Metode Jackknife Ridge Regression untuk Mengatasi Multikolinearitas (Studi Kasus: Kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah) | Multikolinearitas merupakan salah satu masalah dalam regresi linier yang dapat menyebabkan estimasi parameter menjadi tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi multikolinearitas dalam model regresi linier berganda pada data kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah dengan menggunakan metode Jackknife Ridge Regression. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah tahun 2022-2023, dengan variabel tingkat kemiskinan sebagai variabel terikat dan delapan variabel bebas yang mencerminkan faktor-faktor penyebab kemiskinan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dan analisis data dengan software R. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Jackknife Ridge Regression berhasil mengatasi masalah multikolinearitas serta menghasilkan model regresi yang akurat. Model tersebut menunjukkan bahwa rata-rata lama sekolah, angka harapan hidup, tingkat partisipasi angkatan kerja, indeks pembangunan manusia, dan produk domestik regional bruto memiliki pengaruh negatif terhadap tingkat kemiskinan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan pengentasan kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah perlu difokuskan pada peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, partisipasi tenaga kerja, serta pertumbuhan ekonomi. | Multicollinearity is one of the problems in linear regression that can lead to unstable parameter estimates. This study aims to address multicollinearity issues in multiple linear regression models applied to poverty data in Central Java Province using the Jackknife Ridge Regression method. The data used are secondary data from the Central Java Provincial Statistics Agency for 2022-2023, with the poverty rate as the dependent variable and eight independent variables representing poverty-related factors. This research was conducted using a literature review method and data analysis with R software. The results show that the Jackknife Ridge Regression method successfully mitigates multicollinearity, producing an accurate model. The final model indicates that average years of schooling, life expectancy, labor force participation rate, human development indeks, and regional gross domestic product have a negative effect on the poverty rate. These findings highlight the importance of improving education quality, healthcare, human development, and access to basic infrastructure as key strategies for poverty alleviation in Central Java Province. |