Artikel Ilmiah : A1A020044 a.n. FIRDA ISHMAH

Kembali Update Delete

NIMA1A020044
NamamhsFIRDA ISHMAH
Judul ArtikelEfisiensi Teknis Penggunaan Faktor Produksi Pada Perajin Tahu di Desa Randudongkal Kecamatan Randudongkal Kabupaten Pemalang
Abstrak (Bhs. Indonesia)Industri pembuatan tahu memiliki peluang yang cukup besar untuk
dikembangkan sebagai industri rumah tangga yang berbasis masyarakat, terutama
di daerah pedesaan. Namun, proses produksi usaha industri rumah tangga tahu
saat ini belum dilakukan secara optimal, sehingga perlu dilakukan perbaikan dan
pertimbangan dalam penggunaan input untuk menghasilkan output yang
maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui tingkat efisiensi teknis
produksi tahu pada industri rumah tangga tahu di Desa Randudongkal, Kabupaten
Pemalang; 2) mengetahui tingkat efisiensi skala usaha; dan 3) mengetahui tingkat
efisiensi alokatif produksi tahu di daerah tersebut.
Data diperoleh melalui metode survei di Desa Randudongkal yang
merupakan salah satu sentra produksi tahu di Kabupaten Pemalang, dengan
menggunakan kuesioner sebagai data primer dan studi literatur sebagai data
sekunder. Variabel input meliputi kedelai, garam, kunyit, minyak goreng, kayu
bakar, solar, kemanyu, dan tenaga kerja, sedangkan variabel output adalah hasil
produksi. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif,
Microsoft Excel dan Data Envelopment Analysis (DEA).
Hasil penelitian menunjukkan terdapat 12 DMU dinyatakan inefisien,
sedangkan 48 DMU lainnya efisien. Pada skala efisiensi produksi 22 DMU dalam
skala Constant Return to Scale (CRS), sedangkan 38 DMU lainnya dalam skala
Decreasing Return to Scale (DRS). Produsen tahu yang dinilai tidak efisien perlu
melakukan penyesuaian input dengan berfokus pada kualitas bahan baku yang
digunakan untuk memaksimalkan produksi.
Abtrak (Bhs. Inggris)The tofu-making industry presents a significant opportunity for
development as a community-based household industry, especially in rural
regions. However, the current production process of the household industry
business has not been done optimally, so it is necessary to make improvements
and consider the use of inputs to produce a maximum output. This study aims to 1)
know the technical efficiency level of tofu production among the industries in
Randudongkal Village, Pemalang Regency; 2) comprehend the scale efficiency;
and 3) know the allocative efficiency of tofu production in the area.
Data were obtained through a survey method in Randudongkal Village,
one of the centres of tofu production in Pemalang Regency, using questionnaires
as the primary data and a literature study as the secondary data. The input
variables include soybean, salt, turmeric, cooking oil, firewood, diesel, kemanyu,
and worker, while the output variable is the result of production. The data were
then analyzed using descriptive analysis, Microsoft Excel and Data Envelopment
Analysis (DEA).
The results showed that 12 DMUs were declared inefficient, while the
other 48 DMUs were efficient. On the production efficiency scale, 22 DMUs were
in the Constant Return to Scale (CRS) scale, while the other 38 DMUs were in the
Decreasing Return to Scale (DRS) scale. Tofu producers, who are considered
inefficient, need to adjust the inputs by focusing on the quality of raw materials
used to maximize production.
Kata kunciEfisiensi Teknis, Desa Randudongkal, Home Industry Tahu, Data Envelopment Analysis (DEA).
Pembimbing 1Alpha Nadeira M., S.P., M.P.
Pembimbing 2Syahrul Ganda Sukmaya, S.E., M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman141
Tgl. Entri2025-04-14 13:14:37.077171
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.