Artikel Ilmiah : D1A021029 a.n. RETNO KHUSNUL HOTIMAH

Kembali Update Delete

NIMD1A021029
NamamhsRETNO KHUSNUL HOTIMAH
Judul ArtikelPENGARUH SUBSTITUSI BUNGKIL KEDELAI MENGGUNAKAN AMPAS TAHU DAN PEMBERIAN PREMIKS TERHADAP KONSUMSI TERHADAP KONSUMSI DAN KECERNAAN BAHAN ORGANIK PAKAN DOMBA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang. Penelitian berjudul “Pengaruh Substitusi Bungkil Kedelai Menggunakan Ampas Tahu Dan Pemberian Premiks Terhadap Konsumsi Dan
Kecernaan Bahan Organik”. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh
substitusi bungkil kedelai menggunakan ampas tahu dan penambahan premiks
terhadap konsumsi bahan organik (KBO) dan kecernaan bahan organik (KcBO)
pakan domba telah dilaksanakan pada 11 Maret-16 Agustus 2024. Materi dan
Metode. Pakan yang diberikan berupa konsentrat (75%) dan jerami padi
amoniasi (25%) pada domba lokal jantan berumur 7-8 bulan berjumlah 18 ekor
dengan bobot 18 ± 2,5 kg. Metode eksperimental secara in vivo menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3x2. Perlakuan yang diberikan
pada Faktor A yaitu substitusi bungkil kedelai menggunakan ampas tahu dengan konsentrasi 0%(a0), 50%(a1) dan 100%(a2). Faktor B yaitu dengan penambahan
premiks 0% (b0) dan 0,5% (b1) dari BK pakan. Hasil. Hasil penelitian didapatkan
rata-rata KBO yaitu 594,40 gram/ekor/hari (P1), 474,93 gram/ekor/hari (P2),
617,05 gram/ekor/hari (P3), 643,74 gram/ekor/hari (P4), 611,44 gram/ekor/hari (P5), dan 587,14 gram/ekor/hari (P1). Rata-rata kecernaan
bahan organik yaitu 67,18% (P1), 62,45% (P2), 69,44% (P3), 67,98% (P4), 62,65% (P5), dan 65,22%. Hasil analisis Variansi (ANAVA) menunjukkan interaksi antara substitusi bungkil kedelai menggunakan ampas tahu dan penambahan premiks juga faktor B yaitu penambahan premiks tidak
berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap KBO dan KcBO, meskipun demikian
substitusi bungkil kedelai menggunakan ampas tahu berpengaruh nyata
(P<0,05) terhadap KBO dan KcBO. Hasil uji BNJ KBO tertinggi tercapai pada
substitusi bungkil kedelai mengggunakan ampas tahu 50%(a1) sebesar 696,46
gram/ekor/hari serta lebih tinggi sebesar 4,93% dibanding substitusi ampas
tahu 0%(a0). Hasil tersebut berbanding lurus dengan tingkat KcBO yang tertinggi
yaitu 68,71% (a1) dan lebih tinggi sebesar 5,67% dibanding substitusi ampas
tahu 0%(a0). Kesimpulan. Substitusi bungkil kedelai menggunakan ampas tahu
50% (a1) tanpa penambahan premiks mampu meningkatkan konsumsi bahan organik dan kecernaan bahan organik.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background. The research entitled “The Effect of Soybean Meal Substitution Using Crude Tofu and Provision of Premix on Organic Material Consumption and
Digestibility”. The study aims to determine the effect of soybean meal substitution
using crude tofu and the addition of premix on organic matter consumption (KBO) nd digestibility of organic matter (KcBO) of sheep feed has been carried out on March 11-August 16, 2024. Materials and Methods. Feed was given in the form of concentrate (75%) and ammoniated rice straw (25%) to local male sheep aged 7-8 months totaling 18 heads with a weight of 18 ± 2.5 kg. Experimental method in vivo
using a completely randomized design (CRD) 3x2 factorial pattern. The treatment given in Factor A is the substitution of soybean meal using crude tofu with a
concentration of 0% (a0), 50% (a1) and 100% (a2). Factor B is the addition of premix 0% (b0) and 0.5% (b1) of BK feed. Results. The results showed that the average KBO was 594.40 grams/head/day (P1), 474.93 grams/head/day (P2), 617.05
grams/head/day (P3), 643.74 grams/head/day (P4), 611.44 grams/head/day (P5), and 587.14 grams/head/day (P1). The average digestibility of organic matter is 67.18% (P1), 62.45% (P2), 69.44% (P3), 67.98% (P4), 62.65% (P5), and 65.22%. The results of analysis of variance (ANOVA) showed that the interaction between
the substitution of soybean meal using crude tofu and the addition of premix as well
as factor B, namely the addition of premix, had no significant effect (P>0.05) on KBO and KcBO, however the substitution of soybean meal using crude tofu had a significant effect (P<0.05) on KBO and KcBO. The highest KBO was achieved in the
substitution of soybean meal using 50% crude tofu (a1) at 696.46 grams/head/day
and higher by 4.93% than the substitution of 0% crude tofu (a0). These results are
directly proportional to the highest level of KcBO which is 68.71% (a1) and higher
by 5.67% than the substitution of 0% crude tofu (a0). Conclusion. The substitution
of soybean meal using 50% crude tofu (a1) without the addition of premix was able
to increase organic matter consumption and organic matter digestibility.
Kata kunciBungkil Kedelai, Ampas Tahu, Premiks, Konsumsi Bahan Organik, Kecernaan Bahan Organik, Domba.
Pembimbing 1Prof. Dr. Ir. F. M. Suhartati, SU
Pembimbing 2Prof. Dr. Ir. Caribu Hadi Prayitno, M.P., IPU., ASEAN Eng
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2025-04-14 06:54:40.377814
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.