Home
Login.
Artikelilmiahs
47914
Update
FIRDA ISHMAH
NIM
Judul Artikel
Efisiensi Teknis Penggunaan Faktor Produksi Pada Perajin Tahu di Desa Randudongkal Kecamatan Randudongkal Kabupaten Pemalang
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Industri pembuatan tahu memiliki peluang yang cukup besar untuk dikembangkan sebagai industri rumah tangga yang berbasis masyarakat, terutama di daerah pedesaan. Namun, proses produksi usaha industri rumah tangga tahu saat ini belum dilakukan secara optimal, sehingga perlu dilakukan perbaikan dan pertimbangan dalam penggunaan input untuk menghasilkan output yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui tingkat efisiensi teknis produksi tahu pada industri rumah tangga tahu di Desa Randudongkal, Kabupaten Pemalang; 2) mengetahui tingkat efisiensi skala usaha; dan 3) mengetahui tingkat efisiensi alokatif produksi tahu di daerah tersebut. Data diperoleh melalui metode survei di Desa Randudongkal yang merupakan salah satu sentra produksi tahu di Kabupaten Pemalang, dengan menggunakan kuesioner sebagai data primer dan studi literatur sebagai data sekunder. Variabel input meliputi kedelai, garam, kunyit, minyak goreng, kayu bakar, solar, kemanyu, dan tenaga kerja, sedangkan variabel output adalah hasil produksi. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, Microsoft Excel dan Data Envelopment Analysis (DEA). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 12 DMU dinyatakan inefisien, sedangkan 48 DMU lainnya efisien. Pada skala efisiensi produksi 22 DMU dalam skala Constant Return to Scale (CRS), sedangkan 38 DMU lainnya dalam skala Decreasing Return to Scale (DRS). Produsen tahu yang dinilai tidak efisien perlu melakukan penyesuaian input dengan berfokus pada kualitas bahan baku yang digunakan untuk memaksimalkan produksi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The tofu-making industry presents a significant opportunity for development as a community-based household industry, especially in rural regions. However, the current production process of the household industry business has not been done optimally, so it is necessary to make improvements and consider the use of inputs to produce a maximum output. This study aims to 1) know the technical efficiency level of tofu production among the industries in Randudongkal Village, Pemalang Regency; 2) comprehend the scale efficiency; and 3) know the allocative efficiency of tofu production in the area. Data were obtained through a survey method in Randudongkal Village, one of the centres of tofu production in Pemalang Regency, using questionnaires as the primary data and a literature study as the secondary data. The input variables include soybean, salt, turmeric, cooking oil, firewood, diesel, kemanyu, and worker, while the output variable is the result of production. The data were then analyzed using descriptive analysis, Microsoft Excel and Data Envelopment Analysis (DEA). The results showed that 12 DMUs were declared inefficient, while the other 48 DMUs were efficient. On the production efficiency scale, 22 DMUs were in the Constant Return to Scale (CRS) scale, while the other 38 DMUs were in the Decreasing Return to Scale (DRS) scale. Tofu producers, who are considered inefficient, need to adjust the inputs by focusing on the quality of raw materials used to maximize production.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save