Artikelilmiahs
Menampilkan 43.721-43.740 dari 48.763 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 43721 | 47083 | A1A021007 | PENERAPAN KEBIJAKAN HILIRISASI KAKAO TERHADAP DAYA SAING EKSPOR BIJI KAKAO INDONESIA DI PASAR INTERNASIONAL | Food and Agriculture Organization (FAO) pada tahun 2023 menyatakan Indonesia sebagai negara produsen biji kakao terbesar ketiga di dunia dengan rata-rata kontribusi sebesar 12,90% pada periode 2017-2021. Potensi biji kakao yang besar menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara pemasok bahan mentah industri olahan kakao di negara lain. Pemerintah memberlakukan kebijakan bea keluar dan tarif bea keluar ekspor biji kakao yang berlandaskan pada Permenkeu No. 67/PMK.011/2010 dalam rangka untuk meningkatkan nilai tambah kakao dan menghidupkan kembali industri kakao domestik. Implementasi dari kebijakan hilirisasi masih menghadapi berbagai tantangan yang mempengaruhi daya saing ekspor kakao di pasar internasional terutama untuk biji kakao dengan kode HS (Harmony System) 1801. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (a) Mengetahui keunggulan komparatif dan kompetitif ekspor biji kakao Indonesia di pasar internasional; (b) Mengetahui posisi perdagangan Indonesia untuk komoditas biji kakao di pasar internasional; (c) Menganalisis dampak penerapan kebijakan hilirisasi terhadap daya saing ekspor biji kakao Indonesia di pasar internasional. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif-deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus pada negara Indonesia mengenai dampak penerapan kebijakan hilirisasi terhadap daya saing ekspor biji kakao. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dalam bentuk runtut waktu (time series) selama periode 2010-2023 sebagai dampak penerapan kebijakan hilirisasi yang akan dibandingkan dengan data sebelum kebijakan tahun 2005-2009. Teknik pengambilan data dilakukan secara digital pada situs-situs resmi dinas dan badan terkait. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Revealed Comparative Adventage (RCA), Export Product Dynamics (EPD), Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP), dan analisis data deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan kebijakan hilirisasi biji kakao berpengaruh terhadap daya saing ekspor biji kakao Indonesia di mana mengalami penurunan daya saing ekspor biji kakao baik secara komparatif maupun kompetitif dan mengubah kecenderungan sebagai negara eksportir menjadi negara importir. Hal ini berbanding jauh dengan hasil perhitungan periode 2005-2009 sebelum penerapan kebijakan hilirisasi kakao di mana daya saing ekspor biji kakao Indonesia masih kuat secara komparatif maupun kompetitif dan memiliki kecenderungan sebagai negara eksportir. Efektivitas dalam penerapan instrumen kebijakan bea keluar ini tidak seluruhnya dalam kontrol pemerintah, sehingga tidak hanya berdampak positif tetapi juga berdampak negatif seperti meningkatnya impor biji kakao untuk pemenuhan kebutuhan domestik yang belum dapat tercukupi dari penawaran domestik biji kakao Indonesia. | The Food and Agriculture Organization (FAO) in 2023 declared Indonesia as the third-largest cocoa bean producer in the world, with an average contribution of 12,90% during the period from 2017 to 2021. The large potential of cocoa beans has made Indonesia one of the key suppliers of raw materials for cocoa processing industries in other countries. The government has implemented export duties and tariffs based on Ministry of Finance Regulation No. 67/PMK.011/2010 to increase the added value of cocoa and revitalize the domestic cocoa industry. However, the implementation of downstream policies still faces various challenges that affect the competitiveness of cocoa bean exports in the international market, particularly for cocoa beans with HS (Harmonized System) code 1801. The objectives of this study are: (a) to determine the comparative and competitive advantages of Indonesia's cocoa bean exports in the international market; (b) to assess Indonesia's trade position for cocoa beans in the international market; (c) to analyze the effects of the downstreaming policy on the competitiveness of Indonesia’s cocoa bean exports in the international market. This research is a quantitative-descriptive study using a case study method on Indonesia regarding the effects of implementing the downstreaming policy on the competitiveness of cocoa bean exports. The data used is secondary data in the form of time series from 2010 to 2023 to assess the effects of the downstreaming policy, which will be compared with data from the period before the policy, from 2005 to 2009. The data collection technique was conducted digitally through official websites of relevant departments and agencies. The data analysis methods used in this study include Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Product Dynamics (EPD), Trade Specialization Index (TSI), and descriptive analysis. The results of this study show that the implementation of the downstreaming policy on cocoa beans has affected the competitiveness of Indonesia's cocoa bean exports, with a decline in both comparative and competitive advantages, shifting Indonesia’s position from an exporter to an importer. This contrasts sharply with the findings from the 2005-2009 period, prior to the implementation of the downstreaming policy, when Indonesia still had strong comparative and competitive advantages and was a net exporter. The effectiveness of the export duty policy instrument is not entirely under government control, leading to both positive and negative impacts, such as an increase in cocoa bean imports to meet domestic needs that are not sufficiently covered by the domestic supply of Indonesian cocoa beans. | |
| 43722 | 47084 | F1B018107 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KADER DALAM MENINGKATKAN AKSESIBILITAS MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN POSYANDU DI KELURAHAN GRENDENG PURWOKERTO UTARA | Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Keberadaan kader, menjadi salah satu faktor yang berperan dalam perbaikan kesehatan ibu dan anak, sehingga keberhasilan Posyandu menjadi tanggung jawab bersama. Belum tercapainya target cakupan balita ditimbang dan masih adanya bayi lahir dengan bobot kurang, bahkan gizi kurang serta adanya data kasus stunting juga menunjukkan bahwa kader Posyandu masih belum maksimal dalam memberikan penyuluhan kesehatan bagi ibu selama masa kehamilan sampai melahirkan dan mengindikasikan aksesibilitas ibu balita dalam memanfaatkan Posyandu dan memanfaatkan pelayanan lain dari Posyandu dalam upaya pemantauan pertumbuhan masih belum optimal. Peneliti mencoba menganalisis kemampuan kader Posyandu dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakat untuk berkunjung ke Posyandu berdasarkan aspek predisposisi, pendukung, dan pendorong. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif, dan penentuan informan menggunakan teknik Purposive sampling dengan memilih informan yang dianggap mengetahui informasi dan masalah dan dapat dipercaya menjadi sumber data yang tepat terdiri dari Ketua Tim Penggerak PKK, Tenaga Kesehatan (Bidan Puskesmas), Ketua dan Kader Posyandu dan ibu Balita sebagai pengguna Posyandu. Penilaian menggunakan model analisis data interaktif dengan komponen pengumpulan data (collection), kondensasi data (condendation), penyajian data (display), dan penarikan kesimpulan (conclusing drawing). Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik triangulasi. Tiga aspek yang digunakan untuk meningkatkan peran kader antara lain aspek predisposisi, pendorong dan pendukung. Kesimpulan dari penelitian bahwa sebagian besar kader berusia 35-56 tahun dengan tingkat pendidikan SMA dan sebagian besar kader adalah Ibu Rumah Tangga. Kader itu memiliki pengetahuan yang baik terkait dengan peran, fungsi maupun tugasnya. Penelitian juga menunjukkan posyandu memiliki sarana dan prasarana yang yang memadai seperti: meja, timbangan, timbangan dewasa, alat ukur bayi, dan buku-buku adminitrasi kegiatan posyandu, namun Posyandu Tunas Bangsa belum memiliki gedung khusus untuk melakukan kegiatan posyandu, biasanya kegitan Posyandu Tunas Bangsa masih dilakukan di salah satu rumah warganya. Selain itu juga fasilitas seperti media untuk mencatatat dan kursi masih belum lengkap. Penelitian juga menyimpulkan tokoh masyarakat ikut berperan dalam kegiatan posyandu terdiri dari Kepala Kelurahan, Ketua PKK Kelurahan, dan warga masyarakat yang memberikan seperti bidan kelurahan maupun tenaga kesehatan dari puskesmas itu terjalin dengan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan Posyandu. Dilihat dari komunikasi tenaga kesehatan menujukkan bahwa komunikasi anatara kader dan tenaga kesehatan baik. | Posyandu is a form of Community Resource Health Effort (UKBM) which is managed from, by, for and with the community, in order to empower the community and make it easier for the community to obtain basic health services. The existence of cadres is one of the factors that plays a role in improving maternal and child health, so that the success of Posyandu is a shared responsibility. The target for coverage of children under five being weighed has not been achieved and there are still babies born with underweight, even malnutrition and the data on stunting cases also shows that Posyandu cadres are still not optimal in providing health education for mothers during pregnancy until delivery and indicates the accessibility of mothers under five in utilizing Posyandu and utilizing other services from Posyandu in efforts to monitor growth is still not optimal. Researchers try to analyze the ability of Posyandu cadres to increase community accessibility to visit Posyandu based on predisposing, supporting and encouraging aspects. The conclusion from the research is that most of the cadres are aged 35-56 years with a high school education level and most of the cadres are housewives. These cadres have good knowledge regarding their roles, functions and duties. Research also shows that posyandu has adequate facilities and infrastructure such as: tables, scales, adult scales, baby measuring instruments, and posyandu activity administration books, but Tunas Bangsa Posyandu does not yet have a special building to carry out posyandu activities, usually Tunas Bangsa Posyandu activities still carried out in one of the residents' homes. Apart from that, facilities such as media for taking notes and chairs are still incomplete. The research also concluded that community leaders played a role in posyandu activities, consisting of the Head of the Village, the Head of the Village PKK, and community members who provided support for the implementation of Posyandu activities. Judging from the communication of health workers, it shows that communication between cadres and health workers such as sub-district midwives and health workers from community health centers is well established. | |
| 43723 | 47086 | C1G021010 | THE INFLUENCE OF THE USE OF QRIS, PROMOTION, AND PRICE ON CONSUMER BUYING INTEREST IN MSEMs IN THE PASAR MINGGON GOR SATRIA PURWOKERTO | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Penggunaan QRIS, Promosi, dan Harga terhadap Minat Beli Konsumen di Pasar Minggon GOR Satria Purwokerto”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan QRIS yang meliputi persepsi kemudahan, kecepatan, dan keamanan, serta promosi dan harga terhadap minat beli konsumen. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui kuesioner yang disebarkan kepada populasi penelitian yaitu konsumen di Pasar Minggon dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 100 responden. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel persepsi kemudahan, kecepatan penggunaan QRIS, dan promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Sebaliknya, persepsi keamanan dan harga tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Implikasi dari hasil penelitian ini menekankan pentingnya UMKM di Pasar Minggon untuk menyediakan QRIS untuk meningkatkan kemudahan bertransaksi, serta perlunya promosi yang lebih gencar untuk menarik minat konsumen di tengah ketatnya persaingan. | This study is entitled "The Effect of QRIS Usage, Promotion, and Price on Consumer Purchase Interest in Pasar Minggon GOR Satria Purwokerto". The study aimed to analyze the effect of QRIS usage, which includes perceptions of convenience, speed, and security, as well as promotions and prices on consumer buying interest. The method used is quantitative with primary data collection through questionnaires distributed to the research population, namely consumers at Pasar Minggon with a total research sample of 100 respondents. Data analysis was carried out by multiple linear regression. The results showed that the variables of perceived convenience, speed of use of QRIS, and promotion had a positive and significant effect on consumer buying interest. In contrast, perceived security and price do not show a significant effect. The implications of these results emphasize the importance of MSMEs in Pasar Minggon to provide QRIS to increase the ease of transactions, as well as the need for more aggressive promotion to attract consumer interest in the midst of intense competition. | |
| 43724 | 47088 | E1B018048 | GUGATAN GANTI KERUGIAN AKIBAT PERBUATAN MELAWAN HUKUM TERHADAP PERJANJIAN SEWA MENYEWA ALAT BERAT YANG DI PUTUSKAN SECARA SEPIHAK (Studi Putusan Perkara Nomor 944/Pdt.G/2021/PN Jkt.brt.) | GUGATAN GANTI KERUGIAN AKIBAT PERBUATAN MELAWAN HUKUM TERHADAP PERJANJIAN SEWA MENYEWA ALAT BERAT YANG DI PUTUSKAN SECARA SEPIHAK (Studi Putusan Perkara Nomor 944/Pdt.G/2021/PN Jkt.brt.) Oleh : Mochammad Aulia Maryono ABSTRAK Penelitian ini mengkaji mengenai bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam mengkualifisir unsur-unsur perbuatan melawan hukum dan bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan tuntutan ganti kerugian perbuatan melawan hukum dalam Putusan Perkara Nomor 944/Pdt.G/2021/PN.Jkt.Brt, metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Spesifikasi penelitian preskriptif analitis, sumber data sekunder dengan metode penyajian dalam bentuk teks naratif dan disusun secara sistematis menggunakan metode analisis normatif kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa Majelis Hakim mempertimbangkan perbuatan Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi telah melakukan perbuatan melawan hukum tanpa mengkualifisir unsur mana yang dilanggar. Menurut pendapat penulis, perbuatan Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi telah melakukan perbuatan melawan hukum yaitu bertentangan dengan hak subyektif berupa hak atas harta kekayaan (hak uang sewa alat berat dan truck, dan hak Penggugat Rekonvensi/Tergugat Konvensi karena dialangi oleh Tergugat Rekonvensi/ Penggugat Konvensi untuk mengambil, menguasai 19 unit alat berat dan truck milik Penggugat Rekonvensi/Tergugat Konvensi), Perbuatan Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi melanggar unsur kepatutan yang harus diindahkan dalam pergaulan masyarakat (mengenai penempelan kertas dengan tulisan “unit ini sedang dalam sengketa” pada alat berat dan truck milik Penggugat Rekonvensi/Tergugat Konvensi yang berada dibawah peguasaan Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi sehingga merugikan Penggugat Rekonvensi/Tergugat Konvensi). Majelis Hakim mengabulkan tuntutan ganti rugi materiil Penggugat Rekonvensi/ Tergugat Konvensi sebesar Rp. 5.247.929.800. Penggugat Rekonvensi/ Tergugat Konvensi telah memenuhi semua syarat menuntut ganti kerugian sesuai dengan Pasal 1365 KUH Perdata. Bentuk ganti kerugian akibat dari perbuatan melawan hukum yang dibebankan kepada Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi termasuk kedalam ganti rugi kompensasi/actual Tergugat Rekonvensi/ Penggugat Konvensi memberikan sejumlah upah atau pembayaran kepada Penggugat Rekonvensi/ Tergugat Konvensi atas dan sebesar kerugian yang benar dialami oleh Penggugat dari suatu perbuatan melawan hukum. Jenis ganti kerugian menurut Pasal 1243 KUH Perdata, kerugian yang dikabulkan oleh Majelis Hakim termasuk dalam schaden (rugi) yaitu belum dibayarnya uang sewa alat berat dan truck oleh Tergugat Rekonvensi/ Penggugat Konvensi dan tindakan Tergugat Rekonpensi/ Penggugat Konvensi yang menghalangi Penggugat Rekonvensi/ Tergugat Konvensi untuk mengambil, menguasai 19 unit alat berat dan truck miliknya sehingga karena perbuatan tersebut selama alat berat dan truck berada dibawah penguasaan Penggugat Konvensi/ Tergugat Rekonvensi belum dapat dipastikan dapat beroperasi secara normal. | LAWSUIT FOR COMPENSATION DUE TO UNLAWFUL ACTS AGAINST HEAVY EQUIPMENT LEASE AGREEMENTS THAT WERE UNILATERALLY DECIDED (Study of Case Decision Number 944/Pdt.G/2021/PN Jkt.brt.) By: Mochammad Aulia Maryono ABSTRACT This study examines how the judge's legal considerations in qualifying the elements of unlawful acts and how the judge's legal considerations in granting the claim for compensation for unlawful acts in Case Decision Number 944/Pdt.G/2021/PN.Jkt.Brt, a normative juridical method with a statutory approach and a case approach. Specification of analytical prescipitative research, secondary data sources with presentation methods in the form of narrative texts and systematically arranged using qualitative normative analysis methods. The results of the research and discussion show that the Panel of Judges considers the actions of the Reconciliation Defendant/Convention Plaintiff to have committed an unlawful act without qualifying which elements were violated. In the author's opinion, the actions of the Reconvention Defendant/Convention Plaintiff have committed an unlawful act, which is contrary to the subjective rights in the form of property rights (the right to rent heavy equipment and trucks, and the right of the Reconvention Plaintiff/Convention Defendant because it is controlled by the Reconvention Defendant/Convention Plaintiff to take and control 19 units of heavy equipment and trucks belonging to the Reconvention Plaintiff/Convention Defendant), The actions of the Reconciliation Defendant/Convention Plaintiff violate the element of propriety that must be heeded in community relations (regarding the affixing of paper with the inscription "this unit is in dispute" on heavy equipment and trucks belonging to the Reconciliation Plaintiff/Convention Defendant which are under the supervision of the Reconciliation Defendant/Convention Plaintiff so as to the detriment of the Reconciliation Plaintiff/Convention Defendant). The Panel of Judges granted the claim for material damages of the Reconciliation Plaintiff/Convention Defendant in the amount of Rp. 5,247,929,800. The Reconciliation Plaintiff/ Convention Defendant has fulfilled all the conditions for claiming compensation in accordance with Article 1365 of the Civil Code. The form of compensation resulting from unlawful acts charged to the Reconvention Defendant/Convention Plaintiff is included in the compensation/actual compensation damages of the Reconvention Defendant/Convention Plaintiff providing a certain amount of wages or payments to the Reconvention Plaintiff/Convention Defendant and the amount of the losses actually suffered by the Plaintiff from an unlawful act. According to Article 1243 of the Civil Code, the losses granted by the Panel of Judges are included in schaden (loss), namely the unpaid rent of heavy equipment and trucks by the Reconciliation Defendant/Convention Plaintiff and the actions of the Reconciliation Defendant/Convention Plaintiff that obstruct the Reconciliation Plaintiff/Convention Defendant from taking and controlling 19 units of heavy equipment and trucks belonging to the Plaintiff so that because of these acts as long as the heavy equipment and trucks are under the control of the Plaintiff The Convention/Reconvention Defendant cannot be ascertained to operate normally. | |
| 43725 | 47087 | F1B021038 | Kualitas Pelayanan PT Pegadaian (Persero) Unit Pelayanan Cabang Mersi | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana kualitas pelayanan di PT Pegadaian (Persero) Unit Pelayanan Cabang Mersi melalui pengukuran kualitas pelayanan menurut Zeithaml, Parassuraman, dan Berry yang terdiri dari lima aspek. Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa, kualitas pelayanan merupakan suatu hal yang penting bagi perkembangan perusahaan dan harus diperhatikan pelaksanannya setiap waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas pelayanan yang ada di PT Pegadaian UPC Mersi dalam memberikan pelayanan kepada nasabahnya. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil temuan penelitian berdasarkan kelima aspek yaitu sebagai berikut: (1) Tangible, fasilitas kantor yang tersedia sudah lengkap dan menunjang kegiatan pelayanan (2) Reliability, pegawai sudah profesional dan handal dalam memberikan pelayanan kepada nasabah (3) Responsiveness, waktu pelayanan masih perlu ditingkatkan karena masih terbilang lambat, untuk itu dibutuhkan penambahan pegawai seperti customer service (4) Assurance, pegawai sudah memberikan jaminan dalam pelayanan, masih perlu ditingkatkan pada jaminan waktu (5) Empathy, pegawai sudah bersikap ramah, sopan, dan santun serta tidak melakukan diskriminasi pelayanan. | This study aims to identify and describe the service quality at PT Pegadaian (Persero) Mersi Branch Service Unit by measuring service quality based on Zeithaml, Parasuraman, and Berry's framework, which consists of five aspects. As one of the companies engaged in the service sector, service quality is crucial for the company's growth and must be consistently maintained. This research focuses on understanding the service quality at PT Pegadaian Mersi Branch Service Unit in providing services to its customers. This study employs a descriptive qualitative research method. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The findings based on the five aspects reveal that: (1) Tangible, the available office facilities are complete and support service activities; (2) Reliability, employees are professional and reliable in providing services to customers; (3) Responsiveness, service time still needs improvement as it is considered slow, requiring additional employees such as customer service staff; (4) Assurance, employees provide guarantees in service, but there is still need for improvement in time assurance; (5) Empathy, employees are friendly, polite, and courteous and do not practice service discrimination. | |
| 43726 | 47093 | G1A021067 | UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) TERHADAP ISOLAT Aspergillus niger DARI PASIEN OTOMIKOSIS SECARA IN VITRO | Latar Belakang: Otomikosis merupakan infeksi jamur superfisial pada canalis auditorius externus yang sering disebabkan oleh Aspergillus niger. Resistensi antifungal terhadap A. niger semakin meningkat sehingga diperlukan alternatif terapi untuk pengobatan otomikosis akibat A. niger. Kayu manis (Cinnamomum burmannii) diketahui memiliki senyawa aktif sinamaldehid, flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin yang diduga memiliki aktivitas antijamur. Tujuan: Mengetahui aktivitas antijamur ekstrak kayu manis (C. burmannii) pada konsentrasi 1,5%, 2%, 4%, dan 8% terhadap pertumbuhan A. niger dari pasien otomikosis secara in vitro. Metode: Penelitian ini menggunakan metode true experimental post test only control group design. Ekstrak C. burmannii diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antijamur dilakukan dengan metode well diffusion dengan mengukur diameter zona hambat. Variabel bebas penelitian ini yaitu ekstrak C. burmannii konsentrasi 1,5%, 2%, 4%, dan 8%. Kontrol negatif berupa aquadest steril, kontrol pelarut DMSO 10%, dan kontrol positif itraconazole (8 µg/ml). Hasil pengukuran dianalisis secara deskriptif dan analisis statistik menggunakan SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ekstrak C. burmannii 1,5%, 2%, 4%, dan 8% tidak membentuk zona hambat di sekitar sumuran, menandakan tidak adanya penghambatan terhadap pertumbuhan A. niger. Hasil ini dikarenakan kemungkinan konsentrasi senyawa fitokimia C. burmannii tidak cukup besar untuk menghambat pertumbuhan A. niger dari isolat pasien otomikosis. Kesimpulan: Ekstrak C. burmannii 1,5%, 2%, 4%, dan 8% tidak menunjukkan aktivitas antijamur terhadap A. niger dari isolat pasien otomikosis. | Background: Otomycosis is a superficial fungal infection of the external auditory canal predominantly caused by Aspergillus niger. The increasing antifungal resistance against A. niger necessitates alternative therapeutic approaches for treating A. niger-induced otomycosis. Cinnamon (Cinnamomum burmannii) contains active compounds including cinnamaldehyde, flavonoids, alkaloids, saponins, and tannins that are hypothesized to possess antifungal activity. Objective: To evaluate the in vitro antifungal activity of cinnamon (C. burmannii) extract at concentrations of 1.5%, 2%, 4%, and 8% against A. niger isolated from otomycosis patients. Method: This research employed a true experimental posttest-only control group design. C. burmannii extract was obtained through maceration using 96% ethanol as solvent. The antifungal activity test was conducted using the well diffusion method by measuring the inhibition zone diameter. The independent variable was C. burmannii extract at concentrations of 1.5%, 2%, 4%, and 8%. Sterile distilled water served as negative control, 10% DMSO as solvent control, and itraconazole (8 µg/ml) as positive control. The measurement results were analyzed using descriptive and statistical analysis with SPSS. Results: The study revealed that C. burmannii extract at concentrations of 1.5%, 2%, 4%, and 8% produced no inhibition zones around the wells, indicating absence of growth inhibition against A. niger. This outcome may be attributed to insufficient concentrations of C. burmannii phytochemical compounds required to inhibit the growth of A. niger isolated from otomycosis patients. Conclusion: C. burmannii extract at concentrations of 1.5%, 2%, 4%, and 8% demonstrated no antifungal activity against A. niger isolated from otomycosis patients. | |
| 43727 | 47094 | I1J021006 | THE LEVEL OF KNOWLEDGE OF DISASTER MITIGATION AND STUDENT PREPAREDNESS UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN TOWARDS A DISASTER PREPARED CAMPUS | Latar Belakang: Indonesia memiliki kondisi geografis yang rawan bencana karena terletak di pegunungan Pasifik dan Mediterania serta di garis khatulistiwa yang mempengaruhi iklim dengan musim hujan dan kemarau. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam penanggulangan bencana melalui Tridarma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pendidikan kebencanaan di perguruan tinggi bertujuan untuk mewujudkan kampus siaga bencana, yaitu kampus yang mampu mengelola risiko bencana dengan melibatkan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat pengetahuan dan kesiapsiagaan mitigasi bencana di kalangan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman yang berlokasi di Banyumas, Jawa Tengah, sebuah wilayah yang rentan terhadap bencana alam karena keberadaan gunung berapi aktif, khususnya Gunung Slamet. Metodologi: Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional dengan jumlah populasi 25.798 orang. Pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling dengan jumlah responden penelitian sebanyak 438 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan menggunakan skala guttman dan analisis univariat. Hasil Penelitian: Hasil karakteristik responden didapatkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan 70,3%, rata-rata usia responden 45,9% pada rentang usia 17-19 tahun dan 54,1% pada rentang usia 20-22 tahun, pendidikan terbanyak pada angkatan 2024 35,2%. Mayoritas responden memiliki pengetahuan dalam kategori cukup 56,6% dan kesiapsiagaan dalam kategori baik 27,6%. Kesimpulan : Tingkat pengetahuan tentang mitigasi bencana pada mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman berada pada kategori cukup, sedangkan tingkat kesiapsiagaan berada pada kategori baik. | Background: Indonesia has disaster-prone geographical conditions because it is located on the Pacific and Mediterranean mountain ranges and on the equator, which affects the climate with rainy and dry seasons. Universities play an important role in disaster management through the Tridarma of education, research, and community service. Disaster education in higher education aims to create a disaster-prepared campus, which is a campus that is able to manage disaster risks by involving students. This study aims to assess the level of disaster mitigation knowledge and preparedness among students of Universitas Jenderal Soedirman located in Banyumas, Central Java, an area vulnerable to natural disasters due to the presence of active volcanoes, particularly Mount Slamet. Methodology: This research design is quantitative with a cross sectional research design with a population of 25,798 people. Sampling using stratified random sampling with 438 research respondents. The research instrument was a questionnaire using a guttman scale and univariate analysis. Research Results: The results of the characteristics of respondents obtained the majority of respondents were female 70.3%, the average age of respondents was 45.9% in the age range of 17-19 years and 54.1% in the age range of 20-22 years, the most education generation from the 2024 generation 35.2%. The majority of respondents had knowledge in the moderate category 56.6% and preparedness in the good category 27.6%. Conclusion: The level of knowledge about disaster mitigation in students of Universitas Jenderal Soedirman is in the moderate category, while the level of preparedness is in the good category preparedness. | |
| 43728 | 47097 | I1B021088 | HUBUNGAN TIPE KEPRIBADIAN BIG FIVE DENGAN EFIKASI DIRI PADA MANAJEMEN DIRI DIABETES KLIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS SUMBANG 1 | Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) adalah penyakit kronis yang membutuhkan manajemen jangka panjang. Self-efficacy, yang didefinisikan sebagai keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya dalam mengelola penyakit, memiliki peran penting dalam keberhasilan manajemen. Salah satu faktor yang memengaruhi self-efficacy adalah kepribadian, yang dapat dijelaskan melalui lima dimensi kepribadian Big Five Personality: Openness to Experience (Keterbukaan terhadap Pengalaman), Conscientiousness (Ketelitian), Extraversion (Ekstraversi), Agreeableness (Kesepakatan), dan Neuroticism (Neurotisisme). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tipe kepribadian Big Five Personality dengan self-efficacy pada klien DM yang mengikuti program Prolanis di Puskesmas Sumbang 1. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 61 responden yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner IPIP untuk mengukur sifat kepribadian dan kuesioner DMSES untuk menilai self-efficacy. Analisis data dilakukan dengan uji Spearman rank untuk menentukan hubungan antar variabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dimensi kepribadian Big Five Personality dengan self-efficacy (p < 0,05). Dimensi Extraversion menunjukkan korelasi terkuat (r = 0,668), diikuti oleh Openness to Experience (r = 0,433), Agreeableness (r = 0,425), dan Conscientiousness (r = 0,389). Sebaliknya, dimensi Neuroticism menunjukkan korelasi negatif (r = -0,296). Sebagian besar responden memiliki tingkat self-efficacy yang rendah (47,5%) dan karakteristik sifat kepribadian yang sedang. Kesimpulan: Kepribadian berperan penting dalam membentuk self-efficacy pada klien diabetes melitus. Dimensi seperti Extraversion dan Conscientiousness perlu menjadi prioritas dalam pengembangan intervensi yang bertujuan meningkatkan self-efficacy. | Background: Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease requiring long-term management. Self-efficacy, defined as an individual's belief in their ability to manage the disease, plays a crucial role in successful management. One factor influencing self-efficacy is personality, which can be explained through the five dimensions of the Big Five Personality traits: Openness to Experience, Conscientiousness, Extraversion, Agreeableness, and Neuroticism. This study aims to analyze the relationship between Big Five Personality types and self-efficacy among DM clients participating in the Prolanis program at Puskesmas Sumbang 1. Methodology: This study employed a quantitative analytic design with a cross-sectional approach, involving 61 respondents selected through total sampling. Data were collected using the IPIP questionnaire to measure personality traits and the DMSES questionnaire to assess self-efficacy. The Spearman rank test was utilized for data analysis to determine the relationships between variables. Results: The results revealed a significant relationship between the dimensions of the Big Five Personality traits and self-efficacy (p < 0.05). The Extraversion dimension showed the strongest correlation (r = 0.668), followed by Openness to Experience (r = 0.433), Agreeableness (r = 0.425), and Conscientiousness (r = 0.389). Conversely, the Neuroticism dimension exhibited a negative correlation (r = -0.296). Most respondents had low levels of self-efficacy (47.5%) and moderate personality trait characteristics. Conclusion: Personality plays a significant role in shaping the self-efficacy of diabetes mellitus clients. Dimensions such as Extraversion and Conscientiousness should be prioritized when developing interventions aimed at enhancing self-efficacy. | |
| 43729 | 47098 | C1H021042 | SERVQUAL AND IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (IPA) METHODS IN EVENT ORGANIZER SERVICES CV. BROTHER INDONESIA | Faktor keunggulan yang dapat menjadi keunggulan kompetitif adalah kualitas layanan yang diberikan perusahaan kepada pelanggannya. Perusahaan jasa seperti event organizer (EO) merupakan perusahaan yang mengutamakan pelayanan. Untuk menentukan strategi peningkatan kualitas layanan dapat menggunakan metode service quality. Metode pengukuran ini mengukur kualitas layanan dari atribut masing-masing dimensi meliputi kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti konkrit sehingga diperoleh nilai gap. Nilai gap merupakan selisih antara harapan dengan layanan aktual yang diterima. Pada perusahaan jasa event organizer CV Brother Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian usulan perbaikan yang diberikan terkait dengan kelengkapan pekerjaan sarana dan prasarana pendukung, ketepatan waktu acara, sumber daya manusia, dan kru pemecah masalah selama acara berlangsung yang masih kurang memuaskan menurut klien. | A superior factor that can become a competitive advantage is the quality of service the company provides to its customers. Service companies such as event organizers (EO) are companies that prioritize service. To determine strategies for improving service quality, you can use the service quality method. This measurement method measures service quality from the attributes of each dimension including reliability, responsiveness, assurance, empathy, and concrete evidence to obtain a gap value. The gap value is the difference between expectations and the actual service received. At the event organizer service company CV Brother Indonesia. Based on the research results, the proposed improvements given are related to the completeness of work supporting facilities and infrastructure, timeliness of the event, human resources, and problem-solving crew during the event which is still not satisfactory according to the client. | |
| 43730 | 47099 | G1B021043 | PENGARUH DENTAL BLEACHING PATCH EKSTRAK BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) TERHADAP PERUBAHAN WARNA DAN PRISMA ENAMEL GIGI PASCA PERENDAMAN TEH | Diskolorasi gigi merupakan salah satu masalah dalam bidang kedokteran gigi. Salah satu prosedur untuk meningkatkan kecerahan warna gigi adalah dental bleaching. Prosedur dental bleaching melibatkan penggunaan bahan aktif yang dapat menimbulkan dampak negatif pada rongga mulut. Belimbing wuluh berpotensi menjadi salah satu alternatif bahan alam untuk dental bleaching karena dapat memutihkan warna gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dental bleaching patch ekstrak belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap perubahan warna dan prisma enamel gigi pasca perendaman teh. Jenis penelitian ini adalah true experimental laboratoris secara in vitro dengan pretest-posttest control group design. Sampel sebanyak 40 gigi premolar dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan dental bleaching patch ekstrak belimbing wuluh 20%, 40%, 60% (P1,P2,P3), kontrol positif hidrogen peroksida 5,25% (KP), dan kontrol negatif tanpa perlakuan apapun (KN). Tiap kelompok terbagi menjadi dua durasi perlakuan yaitu 7 hari dan 14 hari. Sampel dilakukan pengamatan sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan shade guide dan CIELab, serta dilakukan uji SEM setelah perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis dilanjutkan Uji Post-Hoc Mann Whitney. Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan terdapat perbedaan signifikan (p<0,05) rerata kecerahan dan intensitas warna gigi metode shade guide dan CIELab antar kelompok. Hasil uji Post-Hoc Mann Whitney menunjukkan terdapat perbedaan signifikan (p<0,05) antar kelompok perlakuan dan kelompok kontrol negatif pada kedua durasi perlakuan yaitu 7 hari dan 14 hari. Hasil uji SEM menunjukkan mikrostruktur prisma enamel paling baik pada kelompok perlakuan 20% dan kontrol negatif pada kedua durasi yaitu 7 hari dan 14 hari. Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian dental bleaching patch ekstrak belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap perubahan warna dan prisma enamel gigi pasca perendaman teh. | Tooth discoloration is one of the problems in dentistry. One procedures to improve the brightness of tooth color is dental bleaching. Dental bleaching procedures involve the use of active ingredients that can have negative effects on the oral cavity. Belimbing wuluh has the potential to be an alternative natural ingredient for dental bleaching because it can whiten teeth color. This study aims to determine the effect of giving a dental bleaching patch of belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) extract on changes in color and prism of tooth enamel after tea soaking. This type of research is a true experimental laboratory in vitro with a pretest-posttest control group design. A sample of 40 premolar teeth was divided into 6 treatment groups of 20%, 40%, 60% dental bleaching patch of belimbing wuluh extract (P1, P2, P3), 5.25% hydrogen peroxide as positive control (KP), and negative control without any treatment (KN). Each group was divided into two treatment durations, namely 7 days and 14 days. The samples were observed before and after treatment using shade guide and CIELab, and SEM test was carried out after treatment. Data were analyzed using the Kruskal Wallis test followed by the Mann Whitney Post-Hoc Test. The Kruskal Wallis test results showed a significant difference (p<0.05) in the average brightness and intensity of tooth color using the shade guide and CIELab methods between groups. The Mann Whitney Post-Hoc test results showed a significant difference (p<0.05) between the treatment group and the negative control group at both treatment durations, namely 7 days and 14 days. The SEM test results showed that the best enamel prism microstructure was in the 20% treatment group and the negative control at both durations, namely 7 days and 14 days. The conclusion of this study is that there is an effect of giving a dental bleaching patch of belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) extract affects changes in tooth color and enamel prism after tea soaking. | |
| 43731 | 47100 | I1B021043 | Hubungan antara Kualitas Tidur dan Tekanan Darah pada SIswa SMK N 2 Purwokerto | Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu permasalahan kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk pada remaja. Kualitas tidur buruk pada remaja menjadi faktor risiko potensial yang dapat memengaruhi peningkatan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur dan tekanan darah pada siswa SMK di Purwokerto. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini melibatkan 312 siswa dengan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan pengukuran tekanan darah yang menggunakan tensimeter digital. Analisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Somers’ D. Hasil penelitian: Partisipan memiliki kualitas tidur buruk sebesar 40,38% dan memiliki permasalahan tekanan darah sebebsar 45,84%. Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan tekanan darah pada siswa SMK N 2 Purwokerto (p<0,001) dengan kekuatan hubungan negatif dan termasuk dalam kategori kuat dengan nilai r=-0,517. Kesimpulan: Kualitas tidur yang buruk berhubungan dengan peningkatan tekanan darah pada remaja. | Background: Hypertension is a global health problem with increasing prevalence, including in adolescents. Poor sleep quality in adolescents is a potential risk factor that can affect the increase in blood pressure. This study aims to analyze the relationship between sleep quality and blood pressure in vocational students in Purwokerto. Methodology: This study is a correlation study with a cross-sectional approach. This study involved 312 students with a stratified random sampling technique. The research instruments were the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire and blood pressure measurement using a digital sphygmomanometer. The analysis used univariate analysis and bivariate analysis with the Somers' D test. Results: 40.38% of participants had poor sleep quality, and 45.84% had blood pressure problems. There is a significant relationship between sleep quality and blood pressure in students of SMK N 2 Purwokerto (p < 0.001) with a negative relationship strength and is included in the strong category with a value of r = 0.517. Conclusion: Poor sleep quality is associated with increased blood pressure in adolescents. | |
| 43732 | 47101 | C1B021116 | TEA PRICE PREDICTION USING HYBRID ARIMA-BP NEURAL NETWORK MODEL | Penelitian ini menguji efektivitas model hibrida ARIMA-BP Neural Network dalam memprediksi harga teh global. Model ini mengintegrasikan ARIMA untuk menangkap tren linear dan Back Propagation Neural Network (BP NN) untuk menangani pola non-linear, menggabungkan kekuatan keduanya untuk meningkatkan akurasi peramalan. Dengan menggunakan data harga teh bulanan dari tahun 2015 hingga 2022 yang diperoleh dari Index Mundi, penelitian ini mengevaluasi kinerja model hybrid terhadap ARIMA tunggal. Stasioneritas data dicapai melalui pembedaan orde pertama, dan pemilihan model didasarkan pada Akaike Information Criterion (AIC) dan pemeriksaan diagnostik. Model hibrida menunjukkan akurasi prediksi yang unggul, mencapai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar 6,32%, dibandingkan dengan 12,79% untuk ARIMA saja. Hasil-hasil ini menggarisbawahi potensi model hibrida untuk pasar komoditas yang bergejolak, yang menawarkan implikasi praktis untuk manajemen risiko dan pengambilan keputusan di industri teh. Para pemangku kepentingan dapat memanfaatkan model ini untuk mengantisipasi fluktuasi harga, mengoptimalkan operasi, dan meningkatkan perencanaan keuangan. Penelitian di masa depan dapat mengeksplorasi pendekatan hibrida pada komoditas lain dan memasukkan variabel prediktif tambahan. | This study examines the effectiveness of a hybrid ARIMA-BP Neural Network model in predicting global tea prices. The model integrates ARIMA to capture linear trends and Back Propagation Neural Network (BP NN) to address non-linear patterns, combining their strengths for improved forecasting accuracy. Using monthly tea price data from 2015 to 2022 obtained from Index Mundi, the study evaluates the hybrid model's performance against standalone ARIMA. Stationarity of the data was achieved through first-order differencing, and model selection was based on Akaike Information Criterion (AIC) and diagnostic checks. The hybrid model demonstrated superior predictive accuracy, achieving a Mean Absolute Percentage Error (MAPE) of 6.32%, compared to 12.79% for ARIMA alone. These results underscore the potential of hybrid models for volatile commodity markets, offering practical implications for risk management and decision-making in the tea industry. Stakeholders can leverage this model to anticipate price fluctuations, optimize operations, and enhance financial planning. Future research could explore hybrid approaches in other commodities and incorporate additional predictive variables. | |
| 43733 | 47102 | D1A021070 | PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN Desmanthus virgatus DI LAHAN REKLAMASI TAMBANG KAPUR | Latar belakang : Lahan pascatambang kapur perlu dilakukan reklamasi, salah satu upaya reklamasi yang terintegrasi dengan peternakan adalah melalui penanaman hijauan pakan yang adaptif. Tujuan: mengetahui pengaruh pemberian kombinasi pupuk kandang dan pupuk NPK pada tanah pascatambang kapur terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, produksi segar, dan produksi bahan kering Desmanthus virgatus. Materi dan metode: lahan penelitian seluas 0,7056 ha, Desmanthus virgatus yang telah disemai selama 14 hari, pupuk NPK, dan pupuk kandang. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3x4 dengan 3 kali ulangan. Hasil: hasil anava didapatkan pengaruh sangat nyata (P<0,01) antara pupuk kandang dan NPK terhadap tinggi tanaman, produksi segar, dan produksi bahan kering (BK). Kombinasi pemberian pupuk kandang 10 ton/ha dan NPK 150 kg/ha merupakan kombinasi terbaik untuk meningkatkan tinggi tanaman, sedangkan kombinasi terbaik untuk meningkatkan produksi segar dan produksi bahan kering yaitu pupuk kandang 10 ton/ha yang dikombinasikan dengan NPK 100 kg/ha. Kesimpulan: interaksi antara pupuk kandang dan NPK dapat meningkatkan tinggi tanaman, produksi segar, dan produksi kering Desmanthus virgatus yang ditanam pada lahan pascatambang kapur. | Background: Post-lime mining land needs to be reclaimed, one of the reclamation efforts integrated with livestock farming is through planting adaptive forage. Objective: to determine the effect of giving a combination of manure and NPK fertilizer on post-lime mining land on plant height growth, fresh production, and dry matter production of Desmanthus virgatus. Materials and methods: research area of 0.7056 ha, Desmanthus virgatus that has been sown for 14 days, NPK fertilizer, and manure. The method used is a Randomized Block Design (RAK) factorial pattern 3x4 with 3 replications. Results: the results of the ANOVA showed a very significant effect (P <0.01) between manure and NPK on plant height, fresh production, and dry matter production (DM). The combination of giving 10 tons/ha of manure and 150 kg/ha of NPK is the best combination to increase plant height, while the best combination to increase fresh production and dry matter production is 10 tons/ha of manure combined with 100 kg/ha of NPK. Conclusion: The interaction between manure and NPK can increase plant height, fresh production, and dry production of Desmanthus virgatus planted on post-lime mining land. | |
| 43734 | 47103 | E1A021006 | Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Atas Pengalihan Bukti Pembayaran Oleh Karyawan PT Mulia Sukses Jaya Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen (Studi Kasus Putusan Nomor 727/Pdt.Sus-BPSK /2023/PN.Mdn) | Perkembangan pesat teknologi informasi dan telekomunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor bisnis, dengan memperkenalkan metode transaksi jual beli yang lebih cepat dan praktis, seperti transfer bank. Kemajuan ini juga membuka celah bagi munculnya sengketa hukum antara pelaku usaha dan konsumen, terutama terkait dengan pengalihan bukti pembayaran yang dapat merugikan hak-hak konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap konsumen atas pengalihan bukti pembayaran yang dilakukan oleh karyawan PT Mulia Sukses Jaya berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen pada Putusan Nomor 727/Pdt.Sus-BPSK/2023/PN.Mdn. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan spesifikasi deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder, yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, yang kemudian dianalisis secara normatif kualitatif dengan menyajikan data dalam bentuk teks naratif yang disusun secara logis dan sistematis. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa Putusan Pengadilan Negeri Medan belum sepenuhnya memberikan perlindungan hukum yang memadai kepada konsumen. Majelis hakim menolak gugatan konsumen dan mengabulkan keberatan pelaku usaha, padahal kerugian yang diderita konsumen disebabkan oleh kelalaian pelaku usaha dalam melakukan pengawasan terhadap pegawainya, akibat hukum dari putusan tersebut adalah terjadinya perubahan hubungan hukum antara konsumen dan pelaku usaha. | The rapid development of information and telecommunication technology has brought significant changes in various aspects of life, including the business sector, by introducing faster and more practical methods of conducting transactions, such as bank transfers. This progress has also created opportunities for legal disputes to arise between businesses and consumers, particularly concerning the transfer of payment receipts, which can harm consumer rights. This research aims to examine the legal protection for consumers regarding the transfer of payment receipts conducted by employees of PT Mulia Sukses Jaya, based on Law Number 8 of 1999 on Consumer Protection in Decision Number 727/Pdt.Sus-BPSK/2023/PN.Mdn. This study employs a normative juridical method with a descriptive analytical specification. The data sources used are secondary data, comprising primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. Data collection techniques involve literature studies, which are then analyzed normatively and qualitatively by presenting the data in a narrative text format organized logically and systematically. The research findings and discussion reveal that the Medan District Court's decision has not fully provided adequate legal protection to consumers. The panel of judges rejected the consumer's lawsuit and upheld the business actor's objections, even though the consumer's losses were caused by the negligence of the business actor in supervising its employees. The legal consequence of this decision is a change in the legal relationship between the consumer and the business actor. | |
| 43735 | 47104 | I1B021053 | Gambaran Perilaku Workaholism Pada Mahasiswa Kesehatan di Universitas Jenderal Soedirman | Latar Belakang: Mahasiswa saat ini dituntut untuk mencapai prestasi akademik, sekaligus menjadi individu yang kuat, mandiri dan produktif untuk mendapat pengakuan dari orang lain. Hal ini sesuai dengan Teori Hierarki Kebutuhan Dasar Maslow tingkat empat, yaitu Kebutuhan Harga Diri. Namun, adanya tuntutan tersebut mahasiswa berisiko memiliki perilaku workaholism. Perilaku workaholism yaitu perilaku individu yang tidak terkendali dengan pekerjaannya tanpa memikirkan waktu istirahat yang berdampak negatif terhadap kesehatan psikis, fisik dan hubungan sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran perilaku workaholism mahasiswa kesehatan di Unsoed Metodologi: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang melibatkan 347 mahasiswa kesehatan Unsoed dengan menggunakan cluster random sampling. Data diperoleh melalui pengisian kuesioner Workaholism Addiction Risk Test (WART) berbentuk google form kemudian diolah menggunakan analisis univariat. Hasil Penelitian: Responden penelitian ini mayoritas usia 20 tahun, berjenis kelamin perempuan, mengikuti kegiatan kepanitiaan dan responden terbanyak jurusan keperawatan. Responden berperilaku workaholism tingkat sedang sebanyak 198 mahasiswa (57,1%), tingkat rendah sebanyak 133 mahasiswa (38,3%), dan tingkat tinggi, sebanyak 16 mahasiswa (4,6%). Kesimpulan: Mayoritas responden berperilaku workaholism tingkat sedang dan tinggi cenderung berdampak negatif pada mahasiswa. Oleh karena itu, peneliti selanjutnya direkomendasikan meneliti jumlah dan durasi kegiatan setiap mahasiswa dengan perilaku workaholism. | Background: Students today must achieve academic excellence, become strong, independent, and productive individuals. This must be achieved to be recognized by others. This is related to Maslow's Hierarchy of Basic Needs Theory level four, namely the need for self-esteem. However, these demands put students at risk of having workaholism behavior to gain recognition and confidence. Workaholic behavior is the behavior of individuals who are uncontrollable with their work without thinking about rest time. Workaholism tends to have a negative impact on psychological health, physical health, and social relationships. The purpose of this study was to determine and identify the description of the workaholism behavior of health students at Unsoed. Methodology: Quantitative descriptive research with a cross-sectional approach involving 347 Unsoed health students using cluster random sampling. Data were obtained by filling out the Workaholism Addiction Risk Test (WART) questionnaire in a Google form and then processed using univariate analysis. Results: The majority of respondents in this study were 20 years old, female, participated in committee activities and the most respondents majored in nursing. Respondents of this study had moderate workaholism behavior in as many as 198 students (57.1%), low-level workaholism behavior in as many as 133 students (38.3%), and high-level workaholism behavior, in as many as 16 students (4.6%). Based on the characteristics of the respondents, moderate levels of workaholism behavior and the impact felt by students on the activities they participate in tend to have a negative impact on individuals. Conclusion: The majority of respondents have moderate levels of workaholism behavior so the impact felt by students tends to be negative towards the activities they participate in and some even have high levels of workaholism. Therefore, further research is recommended to examine the correlation between the number of activities of each student and workaholism behavior. | |
| 43736 | 47081 | F1F020068 | Peran UNICEF dalam Mengatasi Online Sexual Abuse Exploitation of Children (OSAEC) di Filipina Tahun 2020-2023 | Penelitian ini mengkaji peran UNICEF dalam mengatasi Online Sexual Abuse and Exploitation of Children (OSAEC) di Filipina pada 2020-2023 sebagai organisasi internasional yang berfokus pada perlindungan anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis data sekunder dari laporan organisasi, buku, artikel, dokumen terkait, maupun sumber dari internet. Melalui pendekatan teori organisasi internasional Clive Archer, penelitian ini menganalisis peran UNICEF sebagai arena, instrumen, dan aktor independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran UNICEF berhasil dan berkontribusi sebagai arena, UNICEF memfasilitasi kerja sama lintas sektoral melalui program SaferKidsPH. Sebagai instrumen, UNICEF mendukung advokasi kebijakan seperti Republic Act No. 11930 dan menggalang sumber daya dari donor publik serta hibah dari pemerintah Australia. Sebagai aktor independen, UNICEF mempublikasikan laporan dan penelitian untuk meningkatkan pemahaman tentang OSAEC. UNICEF secara efektif menjalankan perannya sebagai aktor organisasi internasional serta memberikan kontribusi nyata dalam upaya mengatasi OSAEC di Filipina pada 2020-2023. | This study examines UNICEF's role in addressing Online Sexual Abuse and Exploitation of Children (OSAEC) in the Philippines from 2020 to 2023 as an international organization focused on child protection. This research employs a descriptive qualitative method based on secondary data from organizational reports, books, articles, related documents, and internet sources. Using Clive Archer's international organization theory, this study analyzes UNICEF's role as an arena, instrument, and independent actor. The findings indicate that UNICEF has successfully and significantly contributed to addressing OSAEC. As an arena, UNICEF facilitates cross-sectoral collaboration through the SaferKidsPH program. As an instrument, UNICEF supports policy advocacy, such as Republic Act No. 11930, and mobilizes resources from public donors and grants from the Australian government. As an independent actor, UNICEF publishes reports and studies to enhance understanding of OSAEC. UNICEF has effectively fulfilled its role as an international organization actor and made a significant contribution to combating OSAEC in the Philippines from 2020 to 2023. | |
| 43737 | 47106 | F1B021093 | IMPLEMENTASI PERUBAHAN MODA SURVEI ANGKATAN KERJA NASIONAL DI BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2024 | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi perubahan moda pada Survei Angkatan Kerja Nasional 2024 di Badan Pusat Statistik Kabupaten Purbalingga yang tadinya menggunakan moda PAPI berubah menjadi moda CAPI khususnya untuk mengetahui kualitas data, kualitas sumber daya manusianya dan manajemen kualitas dalam menetapkan dan menjalankan kebijakan yang ada serta memastikan kualitas data yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan teori George C. Edwards III yang berpandangan bahwa implementasi kebijakan publik dapat berjalan efektif, tergantung dari empat faktor yang mempengaruhi yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi perubahan moda pelaksanaan Sakernas 2024 di Badan Pusat Statistik Kabupaten Purbalingga secara keseluruhan berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan perubahan moda Sakernas dari PAPI ke CAPI yaitu sebagai langkah Badan Pusat Statistik dalam melakukan adaptasi pemanfaatan teknologi dan informasi khususnya dalam hal pengambilan dan pengolahan data. Selain itu, proses perubahan ini juga berjalan sesuai dengan harapan yaitu tahapan kegiatan menjadi lebih efektif dan efisien dengan bukti Sakernas 2024 di Badan Pusat Statistik Kabupaten Purbalingga semua tahapan berjalan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan dan selesai tepat waktu bahkan lebih cepat daripada jadwal dengan memenuhi target sampel sebesar 100%. Hal itu tentu didukung kerja sama tim yaitu Petugas Pemeriksa Lapangan di instruksikan untuk melakukan pendampingan di awal kegiatan. | This research aims to describe the implementation of the mode change in the 2024 National Labor Force Survey at the Central Statistics Agency of Purbalingga Regency, which previously used the PAPI mode and changed to the CAPI mode, especially to determine the quality of data, the quality of human resources and quality management in establishing and implementing existing policies and ensure the quality of the data produced. This research uses George C. Edwards III's theory which holds that the implementation of public policy can be effective, depending on four influencing factors, namely communication, resources, disposition and bureaucratic structure. The method used in this research is qualitative. The informant selection technique uses purposive sampling technique. In-depth interviews, observation and documentation were used to collect data. The results of the research findings can be concluded that the implementation of the change in the mode of implementation of Sakernas 2024 at the Central Statistics Agency of Purbalingga Regency as a whole went well in accordance with the aim of changing the mode of Sakernas from PAPI to CAPI, namely as a step for the Central Statistics Agency in adapting the use of technology and information, especially in terms of taking and data processing. Apart from that, this change process is also proceeding according to expectations, namely that the stages of activities will become more effective and efficient with the evidence of Sakernas 2024 at the Central Bureau of Statistics for Purbalingga Regency, all stages are running according to the predetermined schedule and completed on time, even faster than schedule, by meeting targets. sample is 100%. This is of course supported by teamwork, namely Field Inspector Officers are instructed to provide assistance at the start of the activity. | |
| 43738 | 47107 | F1B021115 | KUALITAS LAYANAN ADMINISTRASI PERTANAHAN MELALUI SISTEM ONLINE (STUDI KASUS PELAYANAN HAK TANGGUNGAN ELEKTRONIK (HT-EL)) DI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN PURBALINGGA | Penelitian ini dilakukan untuk menilai kualitas layanan administrasi pertanahan melalui sistem online, khususnya dalam konteks pelayanan Hak Tanggungan Elektronik (HT-El) di Kantor Pertanahan Kabupaten Purbalingga. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan yang cepat dan efisien, penerapan sistem elektronik diharapkan dapat mengatasi berbagai kendala yang ada dalam proses pendaftaran secara manual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas dari layanan HT-El dalam memenuhi kebutuhan pengguna serta untuk mengidentifikasi mengenai tantangan yang ada dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan yang terlibat dalam penelitian ini terdiri dari pegawai Kantor Pertanahan, Staf Notaris, dan pengguna layanan HT-El. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem HT-El telah meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam proses pendaftaran hak tanggungan. Namun, masih terdapat tantangan dalam hal akurasi data, pemahaman pengguna terhadap sistem, dan keterbatasan infrastruktur teknologi. Masyarakat memberikan respons positif terhadap layanan ini. | This study aims to evaluate the quality of land administration services through an online system, particularly in the context of Electronic Mortgage Rights (HT-El) services at the Land Office of Purbalingga Regency. As public demand for fast and efficient services increases, the implementation of an electronic system is expected to overcome challenges associated with manual registration processes. The purpose of this research is to analyze the quality of HT-El services in fulfilling user needs and to identify the challenges in its implementation. A qualitative approach was used in this study, with data collected through in-depth interviews, observations, and documentation. The informants included Land Office employees, notary staff, and HT-El service users. The findings reveal that the HT-El system has enhanced efficiency and transparency in the mortgage registration process. However, issues such as data accuracy, user familiarity with the system, and technological infrastructure limitations remain significant challenges. Public feedback on this service has been largely positive. | |
| 43739 | 47108 | I1B020059 | PERBEDAAN TINGKAT STRES MAHASISWA YANG MENGERJAKAN SKRIPSI PADA KELAS SARJANA KEPERAWATAN REGULER DAN INTERNASIONAL | Latar Belakang: Mahasiswa tingkat akhir sering mengalami stres saat mengerjakan skripsi akibat hambatan seperti kesulitan dalam menentukan topik, mencari referensi, terbatasnya waktu penyelesaian serta dukungan sosial dari keluarga dan teman sebaya. Stres ini dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis mahasiswa.. Penelitian ini berfokus pada perbedaan tingkat stres pada mahasiswa kelas Sarjana Keperawatan reguler dan internasional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat stres mahasiswa yang mengerjakan skripsi pada kelas Sarjana Keperawatan Reguler dan Internasional di Universitas Jenderal Soedirman. Metodologi: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Berjumlah 112 responden yaitu dari mahasiswa keperawatan kelas reguler dan kelas internasional angkatan 2021 menggunakan teknik total sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner Perceived Stres Scale (PSS-10) dengan analisis univariat serta bivariate menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian: Terdapat perbedaan yang signifikan dalam tingkat stres pada mahasiswa yang mengerjakan skripsi pada kelas Sarjana Keperawatan reguler dan internasional. Mayoritas mahasiswa dari kedua kelas mengalami tingkat stres sedang, dengan mahasiswa kelas reguler cenderung mengalami tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa kelas internasional. Perbedaan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain, usia, jenis kelamin, skor STEP. Kesimpulan: Penelitian ini memberikan gambaran mengenai perbedaan tingkat stres mahasiswa yang mengerjakan skripsi pada kelas Sarjana Keperawatan reguler dan internasional yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, serta pentingnya dukungan sosial dalam mengurangi tingkat stres tersebut. Kata Kunci: kelas, keperawatan, reguler, internasional, skripsi, stres | Background: Final-year students often experience stress while working on their thesis due to challenges such as choosing a topic, finding references, limited time for completion, and lack of social support from family and peers. This stress can affect their psychological well-being. This study focuses on the differences in stress levels between regular and international Nursing Bachelor's students. Methodology: This study is a quantitative research with a cross-sectional approach, involving 112 respondents from regular and international nursing students of the 2021 intake, selected through total sampling. Data were collected using the Perceived Stress Scale (PSS-10) questionnaire and analyzed with univariate and bivariate analysis using the Chi-Square test. Result: There is a significant difference in stress levels between students working on their theses in the Regular and International Nursing Undergraduate Classes. The majority of students from both classes experience moderate stress, with regular class students tending to experience higher stress levels. This difference is influenced by factors such as age, gender, and STEP scores. Conclusion: This study provides an overview of the differences in stress levels between regular and international Nursing Undergraduate students working on their theses, influenced by several factors. Keywords: class, nursing, regular, international, thesis, stress | |
| 43740 | 47110 | F1B021029 | AKSESIBILITAS MASYARAKAT MISKIN PADA PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) DI KABUPATEN BANYUMAS (Studi Kasus di Kelurahan Kedungwuluh dan Desa Limpakuwus) | Kesehatan merupakan salah satu indikator utama kesejahteraan suatu bangsa. Program jaminan kesehatan seperti JKN di Indonesia bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat termasuk masyarakat miskin memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aksesibilitas masyarakat miskin pada program JKN di Kabupaten Banyumas dengan studi kasus di Kelurahan Kedungwuluh dan Desa Limpakuwus melalui penilaian aksesibilitas menurut Sheth dan Sisodia serta Reza A.A. Watimena yang terdiri dari dua aspek. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil temuan penelitian berdasarkan kedua aspek aksesibilitas, yaitu sebagai berikut: (1) Ketersediaan, instansi-instansi yang terlibat dalam penyelenggaraan program JKN telah memberikan ketersediaan akses yang baik bagi masyarakat miskin di Kabupaten Banyumas dalam mengakses JKN, hanya saja masih ada hambatan di proses penerimaan informasi seputar JKN (2) Kemudahan, kemudahan akses bagi masyarakat miskin di Kabupaten Banyumas dalam program JKN sudah baik, hanya saja masih ada hambatan dipendataan masyarakat pada DTKS. | Health is one of the primary indicators of a nation's welfare. Health insurance programs such as JKN in Indonesia aim to ensure that all societal groups, including the poor, have access to adequate healthcare services. This study aims to describe the accessibility of the poor to the JKN program in Banyumas Regency, using a case study in Kedungwuluh Village and Limpakuwus Village. The study evaluates accessibility based on the framework of Sheth and Sisodia, as well as Reza A.A. Watimena, which consists of two aspects. This research employs a qualitative descriptive method, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The findings of the study, based on the two aspects of accessibility, are as follows: (1) Availability, institutions involved in the implementation of the JKN program have provided good availability of access for the poor in Banyumas Regency to the program. However, there are still obstacles in the dissemination of information regarding JKN. (2) Ease of Access, the ease of access for the poor in Banyumas Regency to the JKN program is generally good, although challenges remain in the population data collection process for the DTKS. |