Artikelilmiahs

Menampilkan 43.801-43.820 dari 48.774 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4380147176F1A020080 Analisis Kontribusi Program “Peduli Guru” Lazismu
Banyumas Terhadap Kesejahteraan Guru
Lazismu Banyumas sebagai organisasi pengelola zakat menaruh kepedulian besar terhadap pendidikan. Di tahun 2023 pendistribusian dana pada bidang pendidikan mencapai Rp 455.265.500,- tertinggi diantara bidang lain seperti ekonomi, sosial, dakwah, dan kesehatan. Peduli Guru sebagai salah satu program dibidang pendidikan belum mendapat banyak perhatian para peneliti. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan bertujuan untuk melihat bagaimana pelaksanaan Program Peduli Guru dan kontribusinya terhadap kesejahteraan guru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Data diperoleh melalui wawancara kepada pihak Lazismu Banyumas dan guru penerima program. Informan dipilih dengan metode purposive sampling dengan jumlah enam orang. Data selanjutnya dianalisis dengan metode analisis interaktif dengan tahapan kondensasi data dan penyajian data. Kemudian data diolah terus-menerus hingga memperoleh kesimpulan akhir. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pelaksanaan Program Peduli Guru secara managemen dan pelaksanaan program berjalan dengan baik, hal tersebut terlihat dari tidak adanya keluhan dari pelaksana program dan penerima bantuan program. Kontribusi Program Peduli Guru adalah 1) kontribusi ekonomi, meski jumlah bantuan kecil dan belum mampu menyejahterakan guru penerima program terbantu karena dana yang diterima lebih dari gaji poko; 2) motivasi mengajar, ekonomi bukan faktor utama penerima program menjadi guru tetapi Program Peduli Guru memberikan apresiasi kepada mereka sehingga meningkatkan motivasi mengajar.Lazismu Banyumas, as a Zakat management organization, demonstrates significant concern for education. In 2023, the distribution of funds in the education sector reached IDR 455,265,500, making it the highest allocation compared to other sectors such as economy, social welfare, religious outreach (dakwah), and healthcare. Peduli Guru, one of the programs in the education sector, has not received much attention from researchers. Therefore, this study aims to examine the implementation of the Peduli Guru program and its contributions to teachers’ welfare. This research employs a qualitative method with a field study approach. Data were collected through interviews with Lazismu Banyumas representatives and recipient teachers of the program. The informants were selected using purposive sampling, with six participants. The data were analyzed using an interactive method, including data condensation and presentation stages. The analysis was continuously refined until conclusions were drawn. The findings reveal that implementing the Peduli Guru program, both in management and execution, is running effectively. The effectiveness is evident from the absence of complaints from program implementers and beneficiaries. The contributions of the Peduli Guru program are as follows: 1) Economic Contribution: Although the amount of assistance is relatively small and insufficient to ensure the welfare of the recipient teachers fully, it does provide significant relief since the funds received exceed their basic salary. 2) Teaching Motivation: While financial compensation is not the primary reason for the recipients to pursue a teaching career, the Peduli Guru program is a form of appreciation that enhances their motivation to teach.
4380247177F1B021104Analisis Faktor yang Mempengaruhi Organizational Citizenship Behavior Pegawai Deputi Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik IndonesiaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan transformasional, motivasi kerja, budaya organisasi terhadap organizational citizenship behavior pegawai Deputi Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis korelasi. Dalam menentukan sampel digunakan teknik random sampling yang berjumal 78 orang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner, observasi, dan wawancara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah perhitungan statistik Korelasi Rank Spearman dan Korelasi Konkordansi Kendall W. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional, motivasi kerja, dan budaya organisasi berpengaruh kuat terhadap organizational citizenship behavior pegawai Deputi Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi, namun secara bersama sama pengaruh kepemimpinan transformasional, motivasi kerja, dan budaya organisasi terhadap organizational citizenship behavior menunjukkan hubungan yang sangat lemahThis study aims to determine the effect of transformational leadership style, work motivation, organizational culture on organizational citizenship behavior of employees of the Deputy for Public Services of the Ministry of Administrative Reform and Bureaucratic Reform. This research is a correlation type quantitative research. In determining the sample used random sampling technique which amounted to 78 people. The data collection techniques used in this study are questionnaires, observations, and interviews. The analysis method used in this research is the statistical calculation of Spearman Rank Correlation and Kendall W Concordance Correlation. The results of the study indicate that transformational leadership, work motivation, and organizational culture have a strong effect on organizational citizenship behavior of employees of the Deputy for Public Services of the Ministry of Administrative Reform and Bureaucratic Reform, but together the influence of transformational leadership, work motivation, and organizational culture on organizational citizenship behavior shows a very weak relationship.
4380347180E1A021194IMPLEMENTASI HUKUM PERUBAHAN ELEMEN DATA KARTU
KELUARGA PADA DOKUMEN KEPENDUDUKAN
(Studi di Kelurahan Purwokerto Kulon, Kecamatan Purwokerto Selatan,
Kabupaten Banyumas
Kartu Keluarga dapat mempermudah verifikasi identitas seseorang dalam
berbagai situasi bagi masyarakat, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi hukum terkait perubahan elemen data Kartu Keluarga dan faktor-faktor yang memengaruhi implementasi hukum terkait perubahan elemen data
Kartu Keluarga di Kelurahan Purwokerto Kulon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis dan menggunakan spesifikasi penelitian deskriptif. Lokasi penelitian di Kelurahan Purwokerto Kulon. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data
sekunder. Metode pengumpulan data primer dengan wawancara, sedangkan sekunder dengan studi pustaka dan studi dokumenter. Metode pengolahan data dengan reduksi data, display data, dan kategorisasi data. Penyajian data dalam bentuk teks naratif dan matriks kualitatif. Metode analisis data dilakukan dengan analisis kualitatif menggunakan metode analisis konten dan analisis komparatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hukum terkait perubahan elemen data Kartu Keluarga di Kelurahan Purwokerto Kulon telah terlaksana dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari parameter yang meliputi terlaksananya
komponen perubahan elemen data Kartu Keluarga dengan baik, terlaksananya syarat-syarat administrasi perubahan elemen data Kartu Keluarga dengan baik,
terlaksananya prosedur pembuatan Kartu Keluarga dengan baik. Faktor yang berpengaruh terhadap implementasi hukum perubahan elemen data kartu keluarga pada dokumen kependudukan di Kelurahan Purwokerto Kulon berupa faktor hukumnya sendiri yaitu adanya regulasi dan standar yang jelas, faktor
penegak hukum adanya kesigapan petugas dalam memberikan pelayanan, faktor sarana atau fasilitas tersedianya sistem secara online dan offline, faktor masyarakat meliputi partisipasi masyarakat, dan faktor kebudayaan meliputi masyarakat yang selalu ingin mendapat pelayanan yang cepat.
The Family Card can facilitate verification of a person's identity in various situations for the community, this study aims to determine the implementation of the law related to changes in Family Card data elements and factors that influence the
implementation of the law related to changes in Family Card data elements in Kelurahan Purwokerto Kulon. This research uses qualitative research methods with a juridical sociological approach and uses descriptive research specifications. The research location is Kelurahan Purwokerto Kulon. The types of data used are
primary data and secondary data. Primary data collection methods with interviews, while secondary with literature studies and documentary studies. Data processing methods with data reduction, data display, and data categorization. Data presentation in the form of narrative text and qualitative matrix. The data analysis method is carried out with qualitative analysis using the content analysis method and comparative analysis. The results showed that the implementation of the law related to changes in the data elements of the Family Card in Kelurahan Purwokerto Kulon was well implemented. This can be seen from the parameters which include the implementation of the components of changing the data elements of the Family Card well, the implementation of the administrative requirements for changing the data elements of the Family Card well, the implementation of the procedures for making Family Cards well. Factors that influence the implementation of the law on changes in family card data elements in population documents in Kelurahan Purwokerto Kulon are the legal factors themselves, namely the existence of clear regulations and standards, law enforcement factors, the alertness of officers in providing services, facilities or facilities factors for the availability of online and offline systems, community factors including community participation, and cultural factors including people who always want to get fast service.
4380447181F1B021064Manajemen Program Sistem Informasi Izin PenelitianSistem ini diharapkan dapat mempercepat proses pengajuan dan persetujuan izin penelitian, mengurangi birokrasi. Namun, meskipun sistem informasi ini telah diperkenalkan, namun penerapannya masih terdapat beberapa kendala, seperti keluhan pengguna mengenai kemudahan akses, kecepatan layanan.Penelitian ini akan mengkaji manajemen program sistem informasi izin penelitian di Bappelitbangda Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode peneletian kualitatif, yaitu menghasilkan data deskriptif, dengan sasaran penelitian yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Dianalisis menggunakan metode analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa manajemen program yang dilakukan Bappelitbangda dalam mengelola sistem informasi izin penelitian (Si-Intan) sudah baik. Adanya rencana jangka pendek dan jangka panjang. Untuk lebih mengefektifkan dan mengefisiensikan pelayanan publik yang diberikan Si-Intan. Kesimpulan dari penelitian pelaksanaan fungsi manajemen sudah cukup baik untuk pengelolaan website Si-Intan. Namun masih kekurangan dalam bentuk pengawasan yang masih sangat sederhana. Tetapi Bappelitbangda terus berusaha maksimal untuk membuat pelayanan publik terkait perizinan penelitian menjadi lebih efektif dan efisien.This system is expected to speed up the process of applying for and approving research permits, reducing bureaucracy. However, even though this information system has been introduced, there are still several obstacles to its implementation, such as user complaints regarding ease of access and speed of service. This research will examine the management of the research permit information system program at Bappelitbangda Purbalingga. This research uses a qualitative research method, namely producing descriptive data, with research targets determined through purposive sampling techniques. Data collection was carried out through interviews, observation and documentation. Analyzed using the Miles and Huberman interactive analysis method. The results of this research show that the program management carried out by Bappelitbangda in managing the research permit information system (Si-Intan) is good. There are short and long term plans. To more effectively and efficiently provide public services provided by Si-Intan. The conclusion from the research is that the implementation of management functions is good enough for managing the Si-Intan website. However, it still lacks a very simple form of supervision. However, Bappelitbangda continues to make every effort to make public services related to research licensing more effective and efficient.
4380547182F1B021103Manajemen Program Usaha Mikro Kecil Menengah Naik Kelas Di Kabupaten PurbalinggaProgram UMKM Naik Kelas merupakan salah satu program prioritas yang dibuat untuk mengatasi angka kemiskinan ekstrem yang terjadi pada suatu daerah yang menargetkan Usaha Kecil sebagai sasarannya. Melalui program UMKM Naik Kelas diharapkan dapat mengurangi angka kemiskinan ekstrem dan meningkatkan pertumbuhan perekonomian pada daerah tertentu. Oleh karena itu, manajemen di dalam suatu program merupakan salah satu kegiatan penting yang perlu dlakukan agar dapat mencapai tujuan yang ditentukan. Penelitian mendeskripsikan manajemen program UMKM Naik Kelas yang dijalankan oleh Organisasi Pemerintah Daerah terkait. Metode penelitian ini adalah Kualitatif Deskriptif, data yang diperoleh melalui wawancara,observasi, dan dokumentasi. Sumber data sekunder diperoleh melalui laporan dan jurnal yang berkaitan dengan manajemen program UMKM Naik Kelas. Validitas dan reliabilitas menggunakan Teknik Triangulasi Sumber. Hasil penelitian menunjukkan manajemen dalam program UMKM Naik Kelas berjalan dengan cukup baik. Planning, proses perencanaan dan penentuan sasaran dan tujuan untuk Usaha Mikro. Organizing, menjelaskan bahwa pembagian kerja sudah jelas. Assembling of Resources, sumber daya yang dimiliki diperlukan pengembangan skill. Directing, pengarahan yang dilakukan melalui FGD. Controlling, efektif dilakukan melalui rapat setiap tiga bulan. Simpulan, manajemen program UMKM Naik Kelas sudah cukup baik. Namun, diperlukannya peningkatan kualitas sdm untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program UMKM Naik Kelas.The MSME Upgrading Program is one of the priority programs created to overcome the extreme poverty rate that occurs in an area that targets Small Businesses as its target. Through the MSME Upgrade program, it is hoped that it can reduce extreme poverty rates and increase economic growth in certain areas. Therefore, management in a program is one of the important activities that needs to be carried out in order to achieve the specified goals. The research describes the management of the MSME Upgrade program which is run by the relevant Regional Government Organization. This research method is qualitative descriptive, data obtained through interviews, observation and documentation. Secondary data sources were obtained through reports and journals related to the management of the MSME Upgrade program. Validity and reliability using Source Triangulation Technique. The research results show that management in the MSME Upgrade program is running quite well. Planning, the process of planning and determining targets and objectives for Micro Enterprises. Organizing, explaining that the division of work is clear. Assembling of Resources, the resources you have require skill development. Directing, direction carried out through FGD. Effective control is carried out through meetings every three months. In conclusion, the management of the MSME Upgrade program is quite good. However, it is necessary to improve the quality of human resources to increase community participation in the MSME Upgrade program.
4380647178F1B021011Implementasi Kebijakan Program Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggara Pelayanan Publik Di Badan Pengawas Obat dan Makanan PusatBadan Pengawas Obat dan Makanan berupaya meningkatkan pelayanan publik yang berkualitas pada seluruh Unit Penyelenggara Pelayanan Publik (UPP) yang berada di dalam lingkupnya melalui program Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggara Pelayanan Publik Mandiri (PEKPPP Mandiri) di BPOM. Merujuk pada hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis tentang keberhasilan BPOM dalam mengimplementasikan kebijakan PEKPPP Mandiri. Penelitian ini menggunakan kerangka berpikir yang dimiliki oleh George C. Edward terkait aspek-aspek yang mempengaruhi keberhasilan implementasi kebijakan yakni aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan analisis data yang dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui model interaktif (Matthew B Miles et al., 2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi seluruhnya berpengaruh terhadap keberhasilan kebijakan PEKPPP Mandiri yang dilaksanakan oleh BPOM. Kesimpulan implementasi program PEKPPP Mandiri di BPOM sudah berjalan dengan baik dan turut dipengaruhi oleh aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi, hanya saja diperlukan adanya peningkatan pada aspek komunikasi dan sumber daya. The Food and Drug Administration seeks to improve quality public services in all Public Service Provider Units (UPP) within its scope through the Independent Public Service Provider Performance Monitoring and Evaluation (PEKPPP Mandiri) program at BPOM. Referring to this, this research aims to examine and analyze the success of BPOM in implementing the PEKPPP Mandiri policy. This research uses the framework of George C. Edward's framework related to aspects that influence the success of policy implementation, namely aspects of communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. Data collection methods in this study used interviews, observations, and documentation with data analysis carried out descriptively qualitative through the interactive model of Miles and Huberman (2011). The results showed that the aspects of communication, resources, disposition, and bureaucratic structure all influence the success of the PEKPPP Mandiri policy implemented by BPOM. The conclusion is that the implementation of the PEKPPP Mandiri program at BPOM has been running well and is also influenced by aspects of communication, resources, disposition, and bureaucratic structure, it is only necessary to improve the aspects of communication and resources.
4380747183F1B021008Pengaruh Knowledge Sharing dan Absorptive Capacity terhadap Produktivitas Karyawan PT. PLN (Persero) UPT PurwokertoProduktivitas karyawan merupakan faktor penting dalam keberhasilan organisasi, terutama di sektor publik seperti PT PLN (Persero) UPT Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh parsial dan simultan antara knowledge sharing dan absorptive capacity terhadap produktivitas karyawan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan sampel jenuh sebanyak 63 karyawan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh parsial dan simultan variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, knowledge sharing (p = 0,007) dan absorptive capacity (p = 0,000) memiliki pengaruh signifikan terhadap produktivitas karyawan. Secara simultan, kedua variabel tersebut menjelaskan 64,3% variasi produktivitas karyawan dengan nilai R² sebesar 0,643. Uji ANOVA menghasilkan nilai F sebesar 53,947 (p < 0,001), mengonfirmasi model yang signifikan secara statistik. Kesimpulannya, sinergi antara knowledge sharing dan absorptive capacity menciptakan lingkungan kerja yang adaptif, meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas karyawan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan strategi berbagi pengetahuan dan pengembangan kapasitas absorptif melalui pelatihan dan pemanfaatan teknologi.Employee productivity is an important factor in the success of an organization, especially in the public sector, such as PT PLN (Persero) UPT Purwokerto. This study aims to analyze the partial and simultaneous effects of knowledge sharing and absorptive capacity on employee productivity. A quantitative method was used with a saturated sample of 63 employees. Data was collected through a Likert scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression to test the partial and simultaneous effects of the independent variables on the dependent variable. The results show that, partially, both knowledge sharing (p = 0.007) and absorptive capacity (p = 0.000) have a significant impact on employee productivity. Simultaneously, the two variables explain 64.3% of the variation in employee productivity with an R² value of 0.643. An ANOVA test yielded an F value of 53.947 (p < 0.001), confirming the statistical significance of the model. In conclusion, the synergy between knowledge sharing and absorptive capacity creates an adaptive work environment, improving operational efficiency and employee productivity. This study recommends strengthening knowledge sharing strategies and developing absorptive capacity through training and the use of technology. Keywords: Knowledge Sharing, Absorptive Capacity, Employee Productivity, PT. PLN
4380847184C1B021054The Effect of Operational Efficiency and Capital Adequacy Ratio on Bank Rakyat Indonesia Stability Moderated by Inflation and Economic Policy UncertaintyPenelitian ini menginvestigasi dampak efisiensi operasional, rasio kecukupan modal, inflasi, ketidakpastian kebijakan ekonomi terhadap Stabilitas Bank Rakyat Indonesia. Menggunakan sampel laporan keuangan triwulanan BRI dari tahun 2006 sampai dengan 2024 dengan jumlah observasi sebanyak 74 observasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Smart PLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi operasional, rasio kecukupan modal, dan ketidakpastian kebijakan ekonomi berpengaruh negatif signifikan terhadap stabilitas Bank BRI. Inflasi memiliki dampak positif signifikan terhadap stabilitas Bank BRI. Analisis tambahan menunjukkan bahwa ketidakpastian kebijakan ekonomi dapat memperlemah pengaruh rasio kecukupan modal terhadap stabilitas bank BRI. Temuan penelitian ini menyoroti EPU sebagai faktor prosiklikal tambahan yang mempengaruhi perilaku, strategi, dan kebijakan bank.This paper investigates the impact of operational efficiency, capital adequacy ratio, inflation, economic policy uncertainty on Bank Rakyat Indonesia Stability. Using a sample of BRI quarterly financial statements from 2006 to 2024 with a total of 74 observations. Data analysis in this research used Smart PLS 3.0. The results show that operational efficiency, capital adequacy ratio, and economic policy uncertainty have a significant negative impact on the stability of BRI Bank. Inflation has a significant positive impact on the stability of BRI Bank. Additional analysis shows that economic policy uncertainty can weaken the influence of the capital adequacy ratio on the stability of BRI bank. The findings of this study highlight EPU as an additional procyclical factor influencing bank behavior, strategies and policies.
4380947185C1H021048Analysis The Effect of Memorable Tourism Experience on Revisit Intention: The Mediating Role of Destination Satisfaction and Destination Advocacy (Study on Baturraden Tourist)Penelitian ini mengkaji dampak Memorable Tourism Experience (MTE) terhadap niat kunjungan ulang, dengan kepuasan destinasi dan advokasi destinasi sebagai variabel mediasi, yang berfokus pada kawasan wisata Baturaden. MTE, yang mencakup dimensi seperti hedonisme, kebaruan, dan budaya lokal, dianggap penting untuk meningkatkan kepuasan wisatawan dan mendorong advokasi. Dengan menggunakan metode survei, data dikumpulkan dari wisatawan yang berkunjung ke Baturaden, dengan total sampel sebanyak 210 responden. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa MTE berpengaruh signifikan terhadap niat kunjungan ulang, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kepuasan destinasi dan advokasi. Kepuasan memainkan peran penting dalam memperkuat koneksi emosional positif, sementara advokasi meningkatkan promosi dari mulut ke mulut (word-of-mouth). Temuan ini menegaskan pentingnya menciptakan pengalaman yang berkesan untuk meningkatkan loyalitas wisatawan. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengelola destinasi harus memprioritaskan peningkatan pengalaman wisatawan, menjamin kualitas layanan, serta memanfaatkan aset budaya lokal untuk meningkatkan kepuasan dan advokasi. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur pariwisata dengan menjelaskan peran saling keterkaitan antara MTE, kepuasan, dan advokasi dalam mendorong pertumbuhan destinasi yang berkelanjutan.This study investigates the impact of Memorable Tourism Experience (MTE) on revisit intention, with destination satisfaction and destination advocacy as mediating variables, focusing on the Baturaden tourism area. MTE, comprising dimensions like hedonism, novelty, and local culture, is critical for enhancing tourist satisfaction and fostering advocacy. Employing a survey method, data were collected from tourists who visited Baturaden, with a total sample of 210 respondents. Structural Equation Modeling (SEM) was applied for data analysis. The findings reveal that MTE significantly influences revisit intention both directly and indirectly through destination satisfaction and advocacy. Satisfaction plays a vital role in reinforcing positive emotional connections, while advocacy enhances word-of-mouth promotion. These results underscore the importance of creating memorable experiences to improve tourist loyalty. Practical implications suggest destination managers should prioritize enriching tourists' experiences, ensuring quality service, and leveraging local cultural assets to foster satisfaction and advocacy. The study contributes to tourism literature by elucidating the interconnected roles of MTE, satisfaction, and advocacy in promoting sustainable destination growth.

4381047186F1B021017PENGEMBANGAN KAPASITAS KECERDASAN EMOSIONAL PEGAWAI
BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN CABANG PURBALINGGA DALAM MENANGANI KELUHAN PESERTA BPJS
BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan Kantor Cabang Purbalingga
sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional, bertugas untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pegawai BPJS Kesehatan juga bertanggung jawab menangani keluhan dan permasalahan yang dihadapi peserta BPJS. Namun dalam pelaksanaannya, masih ditemukan permasalahan pelayanan penanganan keluhan peserta BPJS. Salah satu permasalahannya adalah masih ditemukan pegawai yang merespons keluhan peserta BPJS dengan cara yang kurang memuaskan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pentingnya upaya pengembangan kapasitas kecerdasan emosional pegawai dalam menangani keluhan peserta BPJS menuju peningkatan kualitas pelayanan berkelanjutan di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan konsep kecerdasan emosional menurut Daniel Goleman yang terdiri dari kesadaran diri, pengelolaan emosi, motivasi, empati, dan ketrampilan sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik yang digunakan dalam pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis interaktif oleh Miles and Huberman. Sedangkan validitas data menggunakan triangulasi sumber yaitu dengan membandingkan dan mengecek kembali tingkat kepercayaan suatu informan yang diperoleh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep kecerdasan emosional dalam menangani keluhan peserta BPJS belum diterapkan secara optimal oleh Pegawai BPJS Kesehatan Cabang Purbalingga. BPJS Kesehatan melaksanakan berbagai upaya untuk mengembangkan kapasitas kecerdasan emosional pegawai, seperti mengadakan pendidikan dan pelatihan (diklat) pelayanan prima, pelatihan beauty class, sertifikasi BNSP, evaluasi rutin, dan program refreshmen pegawai. Dalam proses penanganan keluhan peserta BPJS, masih ada beberapa pegawai yang belum sepenuhnya menerapkan kemampuan kecerdasan emosional.
BPJS (Social Security Administering Agency) Health Purbalingga Branch Office as the
institution responsible for administering national health insurance, is tasked with providing
health services to the community. BPJS Health employees are also responsible for handling complaints and problems faced by BPJS participants. However, in its implementation, there are still problems with BPJS participant complaint handling services. One of the problems is that there are still employees who respond to BPJS participant complaints in an unsatisfactory way. The aim of this research is to analyze the importance of efforts to develop employee emotional intelligence capacity in handling complaints from BPJS participants towards improving the quality of sustainable services in Purbalingga Regency. This research uses the concept of emotional intelligence according to Daniel Goleman which consists of self awareness, emotional management, motivation, empathy and social skills. This research uses descriptive qualitative research methods. The technique used in selecting informants used purposive sampling. Data collection uses interviews, observation and documentation. The analytical method used is interactive analysis by Miles and Huberman. Meanwhile, data validity uses source triangulation, namely by comparing and re-checking the level of confidence of an informant obtained. The results of this research indicate that the concept of emotional intelligence in handling BPJS participant complaints has not been implemented optimally by BPJS Health Purbalingga Branch employees. BPJS Health carries out various efforts to develop the emotional intelligence capacity of employees, such as providing excellent service education and training (training), beauty class training, BNSP certification, routine evaluations, and employee refreshment programs. In the process of handling complaints from BPJS participants, there are still several employees who have not fully implemented emotional intelligence skills.
4381147187C1A021094Determinan Volume Ekspor Teh IndonesiaTeh merupakan salah satu komoditas yang konsisten menyumbangkan nilai ekspor bagi Indonesia setiap tahun. Namun, dalam 15 tahun terakhir, volume dan nilai ekspor teh Indonesia terus menurun. Kondisi ini memerlukan perhatian khusus karena teh berkontribusi terhadap pendapatan negara. Selain itu, Indonesia merupakan bagian dari sepuluh eksportir teh terbesar dunia. Jika penurunan tren ini terus terjadi, maka Indonesia berpotensi kehilangan salah satu sumber pemasukkannya dan bergeser posisinya keluar dari bagian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai faktor yang memengaruhi volume ekspor teh Indonesia selama periode 2008-2022. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan menggunakan sumber data sekunder yang bersumber dari berbagai situs resmi. Data yang digunakan adalah jenis data time series, serta dianalisis dengan regresi linear berganda menggunakan EViews 10. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor teh Indonesia, yaitu Luas Lahan Panen berpengaruh positif, Nilai Tukar berpengaruh negatif, Harga Ekspor juga berpengaruh negatif. Sementara itu, variabel Jumlah Produksi dan Harga Teh Internasional tidak berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor teh Indonesia. Selain itu, variabel Kebijakan Tarif dihapus karena terkena efek multikolinearitas. Dengan demikian, seluruh variabel yang tersisa secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor teh Indonesia. Implikasi yang dapat dilakukan dari hasil penelitian ini ialah pembuatan regulasi yang mendukung produksi teh, peremajaan perkebunan teh, peningkatkan kualitas teh, mempertahankan konsistensi rasa teh, stabilisasi nilai tukar, pengoptimalisasi pemasaran teh di pasar global, serta menjalin kerja sama dengan negara pengimporTea is one of the commodities that consistently contributes export value to Indonesia every year. However, in the last 15 years, the volume and value of Indonesian tea exports have continued to decline. This condition requires special attention because tea contributes to state revenue. In addition, Indonesia is part of the world's ten largest tea exporters. If this downward trend continues, Indonesia has the potential to lose one of its sources of income and be pushed out of that section. This study aims to analyze various factors influencing the volume of Indonesian tea exports from 2008 to 2022. This study uses quantitative methods and uses secondary data sources from various official websites. The data uses time series data and is analyzed using multiple linear regression through EViews 10. The results show that some factors significantly impact export volume. Harvested Land Area has a positive effect. Exchange Rate negatively impacts, Export Price also negatively impacts. However, Production Volume and International Tea Prices do not significantly impact the export volume of Indonesian tea. Additionally, the Tariff Policy variable was excluded due to multicollinearity issues. Overall, the remaining variables together significantly influence the volume of Indonesia's tea exports. The implications that can be derived from this study’s findings are the creation of regulations that support tea production, rejuvenation of tea plantations, improving tea quality, maintaining the consistency of tea taste, stabilizing exchange rates, optimizing tea marketing in the global market, and establishing cooperation with importing countries.
4381247188H1C019031ANALISIS SPASIAL KERENTANAN AIR TANAH TERHADAP PENCEMARAN DAERAH KEDUNGBENDA DAN SEKITARNYA, KECAMATAN KEMANGKON, KABUPATEN PURBALINGGA, JAWA TENGAH.Daerah penelitian berada di daerah Kedungbenda, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Kehidupan sehari-hari manusia atau penduduk yang berada di daerah penelitian sangat bergantung dengan air yang bersumber dari sumur gali. Keterdapatan air pada sumur gali bersumber dari akuifer dangkal, yang dimana pada akuifer dangkal sangat rentan terhadap pencemaran. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerentanan terhadap pencemaran di daerah penelitian sebagai mitigasi awal. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode analisis GOD, dimana metode ini sangat cocok untuk analisis akuifer dangkal yang sangat rentan terhadap pencemaran. Metode ini membutuhkan 3 (tiga) parameter utama untuk analisisnya. Parameter G (jenis akuifer) dan O (jenis lapisan pembatas) didapatkan melalui pengambilan data menggunakan metode resistivitas, dan kemudian untuk parameter D (kedalaman muka air tanah) didapatkan melalui metode pemetaan hidrogeologi. Dari masing-masing jenis akuifer, jenis litologi lapisan pembatas, dan kedalaman muka air tanah memiliki nilainya sendiri pada analisis GOD. Pada titik STA 4 didapatkan nilai kerentanan GOD 0,378 tingkat moderate, hal ini diakibatkan oleh jenis litologi lapisan pembatas pada sistem akuifer sumur tersebut berupa batupasir sehingga kontaminasi dari permukaan cukup cepat menyebar kedalam akuifer karena permeabilitias batupasir yang cukup baik. Kemudian pada STA 2 didapatkan nilai kerentanan GOD 0,27 tingkat low, hal ini diakibatkan karena lapisan pembatas berupa batulempung. Dan untuk titik lainnya memiliki nilai kerentanan GOD yang sama yaitu 0,216 tingkat low dengan lapisan pembatas soil.The research area is located in Kedungbenda Village, Kemangkon Subdistrict, Purbalingga Regency, Central Java. The daily lives of people or residents in this area are highly dependent on water sourced from dug wells. The water in these wells originates from shallow aquifers, which are highly vulnerable to pollution. Therefore, this study aims to analyze the vulnerability level to pollution in the research area as an initial mitigation effort. The method used in this study is the GOD analysis method, which is highly suitable for analyzing shallow aquifers that are particularly vulnerable to pollution. This method requires three main parameters for analysis: G (aquifer type), O (type of confining layer), and D (depth to groundwater table). The G and O parameters are obtained through data collection using the resistivity method, while the D parameter is obtained through hydrogeological mapping. Each aquifer type, confining layer type, and groundwater depth has its own value in the GOD analysis. At the STA 4 point, a GOD vulnerability score of 0.378, classified as moderate. This is due to the confining layer lithology of the aquifer system being sandstone, which allows surface contamination to spread relatively quickly into the aquifer due to the high permeability of sandstone. At STA 2, the GOD vulnerability value was 0.27, classified as low, attributed to the confining layer being claystone. Other points had the same GOD vulnerability value of 0.216, classified as low, with the confining layer being soil.
4381347189I1B021011Pengaruh Pemberian Herbal Compress Ball terhadap Skala Nyeri Dismenorea Primer pada Mahasiswi UKM Bela Diri Universitas Jenderal SoedirmanABSTRAK
PENGARUH PEMBERIAN HERBAL COMPRESS BALL TERHADAP SKALA NYERI DISMENOREA PRIMER PADA MAHASISWI
UKM BELA DIRI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Yesi Febriani¹, Mekar Dwi Anggraeni², Nina Setiawati³
Latar Belakang: Dismenorea primer adalah nyeri menstruasi yang dialami perempuan, disebabkan oleh ketidakseimbangan prostaglandin yang menyebkan kontraksi uterus sehingga perlu adanya penanganan. Tindakan pemberian herbal compress ball merupakan salah satu terapi non-farmakologi yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri dismenorea primer.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan quasy experiment with control group pretest and postest. Jumlah keseluruhan sampel penelitian yaitu 40 partisipan dengan jumlah masing-masing kelompok yaitu 20 partisipan. Instrumen yang digunakan adalah Numeric Rating Scale (NRS). Intervensi yang diberikan berupa terapi herbal compress ball dengan mengompres sebanyak satu kali pada hari pertama menstruasi saat mengalami dismenorea primer. Data dianalisis menggunakan Wilcoxon dan Mann Whitney.
Hasil: Hasil penelitian pada analisis Wilcoxon menunjukkan hasil yaitu terdapat perbedaan yang signifikan skala nyeri dismenorea primer sebelum dan sesudah pemberian herbal compress ball pada kelompok intervensi p=0,000 <0,05. Pada analisis Mann Whitney menunjukkan hasil yaitu terdapat perbedaan signifikan skala nyeri dismenorea primer sesudah pemberian terapi herbal compress ball antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol p=0,039<0,05.
Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian herbal compress ball terhadap skala nyeri dismenorea primer.
Kata kunci: Dismenorea primer, Herbal compress ball, Menstruasi.
ABSTRACT
THE EFFECT OF HERBAL COMPRESS BALL ON THE PAIN SCALE OF PRIMARY DYSMENORRHOEA IN STUDENTS AT UKM MARTIAL ARTS AT GENERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY
Yesi Febriani¹, Mekar Dwi Anggraeni², Nina Setiawati³
Background: Primary dysmenorrhea is menstrual pain experienced by women, caused by an imbalance of prostaglandins that cause uterine contractions so that it needs treatment. The action of giving herbal compress ball is one of the non-pharmacological therapies that can be used to reduce primary dysmenorrhea pain.
Method: This research is a quantitative study used quasy experiment with control group pretest and postest. The total number of research samples was 40 participants with the number of each group being 20 participants. The instrument used is the Numeric Rating Scale (NRS). The intervention provided in the form of herbal compress ball therapy by compresed once on the first day of menstruation when experiencing primary dysmenorrhea. Data were analyzed used Wilcoxon and Mann Whitney.
Results: The results of the Wilcoxon analysis showed that there was a significant difference in the primary dysmenorrhea pain scale before and after giving herbal compress ball in the intervention group p=0.000 <0.05. The Mann Whitney analysis showed that there was a significant difference in the primary dysmenorrhea pain scale after giving herbal compress ball therapy between the intervention group and the control group p=0.039 <0.05.
Conclusion: There is an effect of giving herbal compress ball on the pain scale of primary dysmenorrhea.
Keywords: Herbal compress ball, Menstruation, Primary Dysmenorrhea.
4381447190I1A019047Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kelengkapan Pengobatan TPT pada Tuberkulosis Laten Usia Dewasa di Kota TangerangTuberkulosis (TB) laten merupakan fase dorman infeksi Mycobacterium tuberculosis (MTB) yang dapat berkembang menjadi TB aktif jika tidak ditangani. Pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) menjadi strategi penting untuk mencegah aktivasi TB laten. Namun, tingkat kepatuhan pengobatan TPT di Indonesia, termasuk di Kota Tangerang, belum maksimal. Data menunjukkan kurang dari 50% penerima TPT di Kota Tangerang menyelesaikan pengobatan pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kelengkapan pengobatan TPT pada penderita TB laten usia dewasa di Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan studi cross sectional yang dilakukan pada Februari-Maret 2024. Populasi penelitian adalah penerima TPT Januari-Mei 2023 di Kota Tangerang yang tercatat di Laporan TB.15 SITB, dengan sampel 94 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan univariat, bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistik). Hasil analisis menunjukkan efek samping TPT adalah faktor yang paling memengaruhi kelengkapan pengobatan TPT pada ILTB (p-value: 0,023) (OR: 32,641). Variabel lain seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pengetahuan, persepsi manfaat, persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi hambatan, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan, dan akses fasilitas kesehatan tidak memengaruhi kelengkapan pengobatan (p-value: 0,05). Penderita TB laten yang tidak mengalami efek samping selama menjalani TPT lebih mungkin untuk menyelesaikan TPT dibandingkan penderita TB laten yang mengalami efek samping.Latent Tuberculosis is a dormant phase of Mycobacterium tuberculosis (MTB) infection that can progress to active TB if untreated. Tuberculosis Preventive Therapy (TPT) is crucial for preventing latent TB activation and supporting global TB elimination. However, TPT adherence in Indonesia, including in Tangerang City, remains suboptimal, with data showing that less than 50% of TPT recipients in Tangerang completed their treatment in 2022. This study aims to analyze factors influencing TPT completion among adults with latent TB in Tangerang City. This research utilizes a cross-sectional design, conducted in Tangerang City from February to March 2024. The population includes TPT recipients in Tangerang City recorded in the TB.15 SITB from January to May 2023, with 94 participants. Data are collected using a validated and reliable questionnaire and analyzed using univariate, bivariate (chi-square), and multivariate (logistic regression). Results show that TPT side effects are the most significant factor affecting the completion of TPT in latent TB patients (p-value: 0.023) (OR: 32.641). Factors such as age, gender, education, employment status, income, knowledge, perceived benefits, perceived vulnerability, perceived severity, perceived barriers, family support, healthcare worker support, and access to healthcare facilities do not influence treatment completion (p-value > 0.05). Patients who do not experience side effects are more likely to complete their TPT compared to those who do.
4381547191K1B020005PENGELOMPOKAN SAHAM-SAHAM YANG TERDAFTAR PADA JAKARTA ISLAMIC INDEX MENGGUNAKAN FUZZY C-MEANS CLUSTERING UNTUK MENENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL DENGAN METODE CAPITAL ASSET PRICING MODELInvestasi merupakan aktivitas penanaman dana atau modal dengan tujuan memperoleh keuntungan di masa depan. Salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih adalah saham, khususnya saham yang tergabung dalam indeks pasar modal, seperti Jakarta Islamic Index (JII). Dalam upaya memaksimalkan keuntungan (return) dan meminimalkan risiko maka dilakukan pembentukan portofolio. Pengelompokan saham berdasarkan kinerja keuangannya dapat dilakukan dengan menggunakan metode Fuzzy C-Means Clustering, yang merupakan metode pengelompokan data berdasarkan derajat keanggotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan saham-saham yang terdaftar pada JII menggunakan algoritma Fuzzy C-Means Clustering dengan menggunakan empat rasio keuangan, yaitu Return on Assets, Current Ratio, Debt to Equity Ratio, dan Total Asset Turnover. Hasil pengelompokan kemudian digunakan untuk membentuk portofolio optimal dengan metode Capital Asset Pricing Model (CAPM), yang bertujuan untuk menghitung expected return dan risiko dari setiap portofolio. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi pustaka dan studi kasus pada saham-saham yang terdaftar pada JII. Berdasarkan nilai Silhouette coefficient secara optimal penelitian ini menghasilkan pengelompokan saham-saham yang terdaftar pada JII sebanyak tiga cluster. Pembentukan portofolio dengan metode CAPM menghasilkan saham-saham INKP dan UNVR pada cluster 1, dengan bobot investasi masing-masing sebesar 5% dan 95%. Pada cluster 2, saham ACES, ADMR, EMTK, ICBP, ITMG, dan MIKA membentuk portofolio dengan bobot investasi masing-masing sebesar 1%, 1%, 1%, 1%, 1%, dan 95%. Pada cluster 3, saham ADRO, AKRA, ANTM, ASII, BRIS, BRMS, CPIN, EXCL, INDF, INTP, PGAS, SMGR, dan UNTR, membentuk portofolio dengan bobot investasi masing-masing sebesar 6,66%, 2,01%, 4,95%, 20,86%, 7,65%, 10,68%, 6,69%, 5,64%, 21,08%, 3,14%, 1,91%, 3,98%, dan 4,75%. Evaluasi kinerja portofolio menggunakan Sharpe ratio menunjukkan hasil negatif, yaitu -0,2501 untuk cluster 1, -0,0405 untuk cluster 2, dan -0,0587 untuk cluster 3. Dengan demikian, investor akan lebih disarankan untuk berinvestasi pada portofolio cluster 2 atau memilih aset bebas risiko.Investment is the activity of allocating funds or capital with the aim of generating future profits. One of the most popular investment instruments is stocks, particularly those included in capital market indices such as the Jakarta Islamic Index (JII). To maximize returns and minimize risks, portfolio formation is carried out. Stock grouping based on financial performance can be done using the Fuzzy C-Means Clustering method, which clusters data based on membership degrees. This study aims to cluster stocks listed in the JII using the Fuzzy C-Means Clustering algorithm, employing four financial ratios: Return on Assets (ROA), Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), and Total Asset Turnover (TATO). The clustering results are then utilized to form an optimal portfolio using the Capital Asset Pricing Model (CAPM), which calculates the expected return and risk of each portfolio. Based on the Silhouette Coefficient, the optimal clustering divides JII-listed stocks into three clusters. Cluster 1 includes INKP and UNVR, with investment weights of 5% and 95%, respectively. Cluster 2 consists of ACES, ADMR, EMTK, ICBP, ITMG, and MIKA, with respective investment weights of 1%, 1%, 1%, 1%, 1%, and 95%. Cluster 3 comprises ADRO, AKRA, ANTM, ASII, BRIS, BRMS, CPIN, EXCL, INDF, INTP, PGAS, SMGR, dan UNTR, with respective investment weights of 6.66%, 2.01%, 4.95%, 20.86%, 7.65%, 10.68%, 6.69%, 5.64%, 21.08%, 3.14%, 1.91%, 3.98%, and 4.75%. Portfolio performance evaluation using the Sharpe Ratio indicated negative results of -0.2501 for cluster 1, -0.0405 for cluster 2, and -0.0587 for cluster 3. Hence, investors are recommended to either invest in the portfolio from cluster 2 or for risk-free assets.
4381647192H1D019063PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PRESENSI MAHASISWA
MENGGUNAKAN TEKNOLOGI QR CODE DAN GEOLOCATION BERBASIS WEB
PADA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Presensi mahasiswa merupakan proses penting dalam mendukung kegiatan akademik di perguruan tinggi,
termasuk di Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem
informasi presensi berbasis web menggunakan teknologi QR Code dan geolokasi untuk meningkatkan efisiensi
dan akurasi pencatatan kehadiran mahasiswa. Sistem ini dikembangkan menggunakan framework Laravel 11
dengan beberapa komponen utama, yaitu Simple QR Code untuk menghasilkan dan menampilkan kode QR, Leaflet
untuk menampilkan peta lokasi, dan JavaScript Geolocation API untuk mendeteksi dan memvalidasi lokasi
mahasiswa saat melakukan presensi.Sistem memungkinkan mahasiswa melakukan presensi dengan memindai QR
Code yang dihasilkan secara dinamis dan memvalidasi lokasi mereka dalam radius yang telah ditentukan. Proses
presensi mengurangi potensi manipulasi data. Metode pengembangan sistem menggunakan pendekatan waterfall,
meliputi tahap analisis kebutuhan, desain, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan.Hasil pengujian
menunjukkan bahwa sistem dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan, mendukung proses presensi secara efektif.
Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses presensi dan menjadi solusi digital yang handal untuk
mendukung kegiatan akademik di Universitas Jenderal Soedirman.
Student attendance is an important process in supporting academic activities in higher education, including at
Jenderal Soedirman University. This study aims to design and build a web-based attendance information system
using QR Code and geolocation technology to improve the efficiency and accuracy of student attendance
recording. This system is developed using the Laravel 11 framework with several main components, namely Simple
QR Code to generate and display QR codes, Leaflet to display location maps, and JavaScript Geolocation API to
detect and validate student locations when taking attendance.The system allows students to take attendance by
scanning the dynamically generated QR Code and validating their location within a predetermined radius. The
attendance process reduces the potential for data manipulation. The system development method uses the waterfall
approach, including the stages of needs analysis, design, implementation, testing, and maintenance.The test results
show that the system can run according to needs, supporting the attendance process effectively. This system is
expected to improve the efficiency of the attendance process and become a reliable digital solution to support
academic activities at Jenderal Soedirman University.
4381747193J1C020008Impression Management Tokoh Umaru Doma dalam Anime Himouto! Umaru-chan
Penelitian ini mengkaji pengelolaan kesan pada tokoh utama, Umaru Doma, dalam anime Himouto! Umaru-chan menggunakan teori dramaturgi dari Erving Goffman. Fokus penelitian meliputi tiga aspek: perilaku, akademik, dan cara Umaru menginginkan sesuatu, yang dianalisis melalui dua wilayah interaksi, yaitu front stage dan back stage. Pada front stage, Umaru menampilkan diri sebagai siswi ideal yang aktif, ramah, dan berprestasi untuk memenuhi harapan sosial, sedangkan di back stage, ia menunjukkan sisi pribadinya yang lebih malas dan santai ketika berada di rumah. Studi ini juga mengeksplorasi konsep budaya Jepang seperti wa (harmoni), ganbaru (usaha keras), dan amae (ketergantungan emosional) untuk memahami strategi pengelolaan kesan yang digunakan Umaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Umaru secara sadar menampilkan citra tertentu di ruang publik untuk mendapatkan simpati dan penerimaan sosial, sementara di ruang privat ia lebih bebas mengekspresikan dirinya tanpa tekanan sosial. Temuan ini mencerminkan bagaimana individu dapat menggunakan pengelolaan kesan dalam interaksi sehari-hari untuk mencapai tujuan pribadi.
This study examines the impression management of the main character, Umaru Doma, in the anime Himouto! Umaru-chan using Erving Goffman’s dramaturgical theory. The research focuses on three aspects behavior, academics, and how Umaru expresses her desires analyzed through two interaction areas: front stage and back stage. In the front stage, Umaru presents herself as an ideal, active, friendly, and accomplished student to meet social expectations, while in the back stage, she reveals a more relaxed and lazy side when at home. This study also explores Japanese cultural concepts such as wa (harmony), ganbaru (perseverance), and amae (emotional dependence) to understand the impression
management strategies Umaru employs. The results show that Umaru consciously
portrays a specific image in public spaces to gain social acceptance and sympathy, while in private, she freely expresses her true self without social pressure. These findings reflect how individuals may use impression management in daily interactions to achieve personal goals.
4381847194A1D020166PENGARUH APLIKASI IBA DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN SUBKULTUR
ANGGREK HASIL PERSILANGAN DENDROBIUM STRATIOTES X DENDROBIUM
LINEALE BLUE
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari respons pertumbuhan PLB (Protocorm Like
Bodies) terhadap pemberian tunggal IBA dan BAP, serta mempelajari interaksi pemberian IBA
dengan BAP terhadap PLB anggrek hasil persilangan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret
2024 hingga Juli 2024 yang berlokasi di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Fakultas Biologi,
Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Rancangan penelitian yang digunakan
adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama
yaitu konsentrasi IBA (0 µM, 5 µM, 10, µM, 15 µM). Faktor kedua yaitu BAP (0 µM, 5 µM, 10,
µM, 15 µM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian IBA dengan konsentrasi 5 µM
memberikan hasil yang terbaik pada jumlah daun (2,81 helai), tinggi tunas (1,08 mm), waktu
muncul akar (61,75 HST), jumlah akar (2,51 mm), dan panjang akar (1,1 mm). Pemberian BAP
dengan konsentrasi 15 µM memberikan hasil yang terbaik pada waktu muncul tunas (41,67 HST),
jumlah tunas (1,29 buah), dan jumlah daun (2,49 helai). Interaksi IBA (0 µM) + BAP (15 µM)
memberikan pengaruh terbaik pada waktu muncul tunas (34,67 HST) dan jumlah tunas (1,63 buah).
Interaksi IBA (5 µM) + BAP (0 µM) memberikan pengaruh terbaik pada waktu muncul akar (45
HST), jumlah akar (3,58 buah), dan panjang akar (1,53 mm). Serta, interaksi IBA (5 µM) + BAP
(5 µM) memberikan pengaruh terbaik pada jumlah daun (3,41 buah).
This study aims to study the growth response of PLB (Protocorm Like Bodies) to single factors
IBA and BAP, and to study the interaction of IBA with BAP on PLB of crossbred orchids. This study
was conducted from March 2024 to July 2024 at the Plant Physiology Laboratory, Faculty of
Biology, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Central Java. The research design used was
a factorial completely randomized design with 2 factors and 3 replications. The first factor is the
concentration of IBA (0 µM, 5 µM, 10, µM, 15 µM). The second factor is BAP (0 µM, 5 µM, 10,
µM, 15 µM). The results showed that the addition of IBA with a concentration of 5 µM gave the
best results on the number of leaves (2.81 pieces), shoot height (1.08 mm), root emergence time
(61.75 days), root number (2.51 mm), and root length (1.1 mm). The addition of BAP with a
concentration of 15 µM gave the best results on the time of shoot emergence (41.67 days), number of shoots (1.29 pieces), and number of leaves (2.49 pieces). The interaction of IBA (0 µM) + BAP
(15 µM) gave the best effect on the time of shoot emergence (34.67 days) and number of shoots
(1.63 pieces). The interaction of IBA (5 µM) + BAP (0 µM) gave the best effect on the time of root
emergence (45 days), number of roots (3.58 pieces), and root length (1.53 mm). Also, the
interaction of IBA (5 µM) + BAP (5 µM) had the best effect on the number of leaves (3.41 leaves).
4381947195C1G021025The Effect of Government Expenditure on Economic Growth With Regional Competitiveness Index As a Moderating VariablePenelitian ini menganalisis dampak pengeluaran pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi dengan Indeks Daya Saing Daerah (IDS) sebagai variabel moderasi pada 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah selama periode 2019-2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis data panel, meliputi uji Chow, uji Hausman, dan regresi moderasi. Data diperoleh dari sumber resmi, termasuk Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Badan Pusat Statistik, dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeluaran pemerintah memiliki pengaruh yang bervariasi terhadap pertumbuhan ekonomi. Belanja modal memiliki pengaruh positif dan signifikan, dimana peningkatan sebesar Rp1 juta dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar Rp24,64 juta. Sebaliknya, belanja pegawai memiliki pengaruh negatif dan signifikan, dimana peningkatan sebesar Rp1 juta dapat menurunkan pertumbuhan ekonomi sebesar Rp1,59 juta. Sementara itu, belanja barang dan jasa tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Sebagai variabel moderasi, RCI tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan dalam memperkuat atau memperlemah hubungan antara pengeluaran pemerintah dan pertumbuhan ekonomi. Hal ini mengindikasikan bahwa efektivitas pengeluaran pemerintah belum optimal, terutama pada daerah yang memiliki daya saing rendah. Namun demikian, RCI tetap menjadi indikator penting dalam menilai potensi daerah untuk mengefektifkan kebijakan fiskal. Penelitian ini memberikan rekomendasi kepada para pembuat kebijakan untuk mengoptimalkan alokasi anggaran.This research analyzes the impact of government expenditure on economic growth with the Regional Competitiveness Index (RCI) as a moderating variable in 35 regencies/cities in Central Java Province during the period of 2019-2023. This study employs a quantitative method with panel data analysis, including Chow test, Hausman test, and moderation regression. Data were obtained from official sources, including the Directorate General of Treasury, Central Statistics Agency, and Directorate General of Financial Balance. The results indicate that government expenditure has varying effects on economic growth. Capital expenditure has a positive and significant influence, where an increase of Rp1 million can boost economic growth by Rp24.64 million. Conversely, employee expenditure has a significant negative effect, with an increase of Rp1 million reducing economic growth by Rp1.59 million. Meanwhile, goods and services expenditure does not show a significant effect on economic growth. As a moderating variable, RCI does not demonstrate a significant influence in strengthening or weakening the relationship between government expenditure and economic growth. This indicates that the effectiveness of government expenditure has not been optimal, particularly in areas with low competitiveness. However, RCI remains an important indicator in assessing the potential of regions to effectively leverage fiscal policy. This research provides recommendations for policymakers to optimize budget allocation to support more equitable and sustainable economic growth in Central Java.
4382047208F1A021012REPRESENTASI KEKERASAN BERBASIS GENDER YANG DIALAMI PEREMPUAN DALAM 3 (TIGA) FILM INDONESIAPenelitian ini mengkaji tentang kekerasan berbasis gender terhadap perempuan dalam tiga film Indonesia: “Story of Kale:When Someone in Love (2020)”, “Penyalin Cahaya (2021)” dan “Yuni (2021)”. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan konstruksionis Stuart Hall, penelitian ini menganalisis enam scene dan dialog yang merepresentasikan kekerasan terhadap perempuan. Analisis yang digunakan adalah analisis semiotik Ferdinand de Saussure berupa penanda dan petanda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai bentuk kekerasan berbasis gender yang direpresentasikan dalam film yaitu kekerasan fisik dan psikis dalam hubungan yang tidak sehat atau toxic relationship dalam film “Story of Kale:When Someone in Love (2020)”, pelecehan seksual dan victim blaming dilingkungan kampus dalam film “Penyalin Cahaya (2021)” serta tekanan budaya patriarki melalui tradisi pernikahan dini dan kekerasan ekonomi dalam film “Yuni (2021)”. Budaya patriarki dan relasi kekuasaan yang asimetris menjadi akar terjadinya kekerasan yang dialami perempuan. Penelitian ini menekankan pentingnya edukasi tentang kekerasan berbasis gender, pemberdayaan perempuan dan penguatan kebijakan perlindungan terhadap korban kekerasan seksual yang berkelanjutan khususnya di institusi pendidikan.This research examines gender-based violence against women in three Indonesian films: “Story of Kale: When Someone in Love (2020)”, “Penyalin Cahaya (2021)” and “Yuni (2021)”. Using qualitative research methods and Stuart Hall's constructionist approach, this research analyzes six scenes and dialogues that represent violence against women. The analysis used is Ferdinand de Saussure's semiotic analysis in the form of signifiers and signifieds. The research results show that there are various forms of gender-based violence represented in films, namely physical and psychological violence in unhealthy relationships or toxic relationships in the film "Story of Kale: When Someone in Love (2020)", sexual harassment and blaming the victim in the environment. campus. in the film "Penyalin Cahaya (2021)" as well as the pressure of patriarchal culture through the tradition of early marriage and economic violence in the film "Yuni (2021)". Patriarchal culture and asymmetrical power relations are the root of the violence experienced by women. This research emphasizes the importance of education about gender-based violence, empowering women and strengthening sustainable policies for the protection of victims of sexual violence, especially in educational institutions.