Artikel Ilmiah : F1B018107 a.n. SHOFA ' UL MUNA
| NIM | F1B018107 |
|---|---|
| Namamhs | SHOFA ' UL MUNA |
| Judul Artikel | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KADER DALAM MENINGKATKAN AKSESIBILITAS MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN POSYANDU DI KELURAHAN GRENDENG PURWOKERTO UTARA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Keberadaan kader, menjadi salah satu faktor yang berperan dalam perbaikan kesehatan ibu dan anak, sehingga keberhasilan Posyandu menjadi tanggung jawab bersama. Belum tercapainya target cakupan balita ditimbang dan masih adanya bayi lahir dengan bobot kurang, bahkan gizi kurang serta adanya data kasus stunting juga menunjukkan bahwa kader Posyandu masih belum maksimal dalam memberikan penyuluhan kesehatan bagi ibu selama masa kehamilan sampai melahirkan dan mengindikasikan aksesibilitas ibu balita dalam memanfaatkan Posyandu dan memanfaatkan pelayanan lain dari Posyandu dalam upaya pemantauan pertumbuhan masih belum optimal. Peneliti mencoba menganalisis kemampuan kader Posyandu dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakat untuk berkunjung ke Posyandu berdasarkan aspek predisposisi, pendukung, dan pendorong. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif, dan penentuan informan menggunakan teknik Purposive sampling dengan memilih informan yang dianggap mengetahui informasi dan masalah dan dapat dipercaya menjadi sumber data yang tepat terdiri dari Ketua Tim Penggerak PKK, Tenaga Kesehatan (Bidan Puskesmas), Ketua dan Kader Posyandu dan ibu Balita sebagai pengguna Posyandu. Penilaian menggunakan model analisis data interaktif dengan komponen pengumpulan data (collection), kondensasi data (condendation), penyajian data (display), dan penarikan kesimpulan (conclusing drawing). Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik triangulasi. Tiga aspek yang digunakan untuk meningkatkan peran kader antara lain aspek predisposisi, pendorong dan pendukung. Kesimpulan dari penelitian bahwa sebagian besar kader berusia 35-56 tahun dengan tingkat pendidikan SMA dan sebagian besar kader adalah Ibu Rumah Tangga. Kader itu memiliki pengetahuan yang baik terkait dengan peran, fungsi maupun tugasnya. Penelitian juga menunjukkan posyandu memiliki sarana dan prasarana yang yang memadai seperti: meja, timbangan, timbangan dewasa, alat ukur bayi, dan buku-buku adminitrasi kegiatan posyandu, namun Posyandu Tunas Bangsa belum memiliki gedung khusus untuk melakukan kegiatan posyandu, biasanya kegitan Posyandu Tunas Bangsa masih dilakukan di salah satu rumah warganya. Selain itu juga fasilitas seperti media untuk mencatatat dan kursi masih belum lengkap. Penelitian juga menyimpulkan tokoh masyarakat ikut berperan dalam kegiatan posyandu terdiri dari Kepala Kelurahan, Ketua PKK Kelurahan, dan warga masyarakat yang memberikan seperti bidan kelurahan maupun tenaga kesehatan dari puskesmas itu terjalin dengan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan Posyandu. Dilihat dari komunikasi tenaga kesehatan menujukkan bahwa komunikasi anatara kader dan tenaga kesehatan baik. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Posyandu is a form of Community Resource Health Effort (UKBM) which is managed from, by, for and with the community, in order to empower the community and make it easier for the community to obtain basic health services. The existence of cadres is one of the factors that plays a role in improving maternal and child health, so that the success of Posyandu is a shared responsibility. The target for coverage of children under five being weighed has not been achieved and there are still babies born with underweight, even malnutrition and the data on stunting cases also shows that Posyandu cadres are still not optimal in providing health education for mothers during pregnancy until delivery and indicates the accessibility of mothers under five in utilizing Posyandu and utilizing other services from Posyandu in efforts to monitor growth is still not optimal. Researchers try to analyze the ability of Posyandu cadres to increase community accessibility to visit Posyandu based on predisposing, supporting and encouraging aspects. The conclusion from the research is that most of the cadres are aged 35-56 years with a high school education level and most of the cadres are housewives. These cadres have good knowledge regarding their roles, functions and duties. Research also shows that posyandu has adequate facilities and infrastructure such as: tables, scales, adult scales, baby measuring instruments, and posyandu activity administration books, but Tunas Bangsa Posyandu does not yet have a special building to carry out posyandu activities, usually Tunas Bangsa Posyandu activities still carried out in one of the residents' homes. Apart from that, facilities such as media for taking notes and chairs are still incomplete. The research also concluded that community leaders played a role in posyandu activities, consisting of the Head of the Village, the Head of the Village PKK, and community members who provided support for the implementation of Posyandu activities. Judging from the communication of health workers, it shows that communication between cadres and health workers such as sub-district midwives and health workers from community health centers is well established. |
| Kata kunci | aspek predisposisi, pendorong dn pendukung. |
| Pembimbing 1 | Prof. Dr. Wahyuningrat, M. Si |
| Pembimbing 2 | Sendy Noviko, S.Sos., MPA |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 111 |
| Tgl. Entri | 2025-01-21 13:01:58.421624 |