Artikelilmiahs
Menampilkan 43.741-43.760 dari 48.771 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 43741 | 47115 | F1C020061 | Pengelolaan Media Sosial TikTok dalam Pengarusutamaan Isu Perubahan Iklim di Indonesia (Studi Kasus pada TikTok @econusa.id) | Perubahan iklim adalah terjadinya perubahan suhu dan cuaca yang tidak beraturan dan sudah terjadi di Indonesia sampai saat ini. EcoNusa Foudation melalui akun tiktoknya selain membagikan terkait keberagaman yang ada di Indonesia Timur (Papua dan Maluku), sering kali menyinggung terkait perubahan iklim yang terjadi di Indonesia. Dengan memanfaatkan social medianya yaitu TikTok, EcoNusa mengajak Masyarakat untuk lebih menyadari adanya perubahan iklim yang terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan TikTok EcoNusa dalam mengarusutamakan isu perubahan iklim di Indonesia melalui akun tiktoknya. Mulai dari tahap penentuan konten, perencanaan konten, dan evaluasi konten. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teori pemasaran sosial atau social marketing theory menjadi terkenal sejak diperkenalkan oleh Philip Kotler pada tahun 1971. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menerapkan deskriptif kualitatif dengan paradigma konstruktivis. Focus kajiannya adalah pada pengelolaan media sosial tiktok EcoNusa dalam pengarusutamaan isu perubahan iklim di Indonesia dalam rentan waktu September 2022-2023 serta dokumentasi data terkait tren engagement rate pada tahun tersebut. Pada penelitian ini menunjukan bahwa pengelolaan media sosial tiktok EcoNusa Foundation sudah dapat memberikan edukasi kepada audiens terkait isu perubahan iklim yang terjadi di Indonesia. Walaupun hasilnya belum maksimal jika di bandingkan dengan konten-konten non-isu perubahan iklim. Dari segi kuantitas sendiri produksi konten non-isu perubahan iklim jauh lebih banyak. Namun, EcoNusa Foundation terus berupaya melalui kampanye secara langsung, melalui kegiatan-kegiatannya yang melibatkan banyak anak muda. | Climate change is the occurrence of irregular changes in temperature and weather and has occurred in Indonesia to date. EcoNusa Foundation, through its TikTok account, apart from sharing about the diversity that exists in Eastern Indonesia (Papua and Maluku), often touches on climate change that is occurring in Indonesia. By utilizing its social media, namely TikTok, EcoNusa invites the public to be more aware of climate change that is occurring. The aim of this research is to find out how TikTok EcoNusa is managed in mainstreaming the issue of climate change in Indonesia through its TikTok account. Starting from the stages of determining content, planning content, and evaluating content. In this research, researchers use social marketing theory or social marketing theory which has become famous since it was introduced by Philip Kotler in 1971. This research uses a type of qualitative research by applying qualitative descriptive with a constructivist paradigm. The focus of the study is on managing EcoNusa's TikTok social media in mainstreaming the issue of climate change in Indonesia in the September 2022-2023 period as well as documenting data related to engagement rate trends for that year. This study shows that the management of the EcoNusa Foundation's Tiktok social media has been able to provide education to the audience regarding climate change issues that occur in Indonesia. Although the results are not optimal when compared to non-climate change content. In terms of quantity, the production of non-climate change content is much greater. However, the EcoNusa Foundation continues to strive through direct campaigns, through its activities that involve many young people. | |
| 43742 | 47111 | F1B021050 | Deliberative Governance Dalam Pembangunan Daerah (Analisis Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Ciamis) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan deliberative governance dalam pelaksanaan Musrenbang tingkat kecamatan dalam rangka penyusunan dokumen perencanaan pembangunan Pemerintah Kabupaten Ciamis. Penelitian menggunakan metode kualitatif, informan ditentukan secara purposive sampling, dan dikaji dengan menggunakan teori analisis demokrasi deliberatif Carson & Karp (2005). Berdasarkan hasil penelitian, Musrenbang kecamatan dilaksanakan secara delibertif (musyawarah). Namun Musrenbang hanya dianggap sebagai formalitas tahunan, hal ini disebabkan oleh kekecewaan masyarakat karena usulan yang diajukan tidak bisa terealisasi. Keterbatasan anggaran Kabupaten Ciamis yang mengakibatkan usulan yang disampaikan oleh masyarakat tidak bisa semua terakomodir. | This study aims to analyze the application of deliberative governance in the implementation of sub-district-level Musrenbang in order to prepare development planning documents for the Ciamis Regency Government. The study used a qualitative method, informants were determined by purposive sampling, and studied using the theory of deliberative democracy analysis by Carson & Karp (2005). Based on the results of the study, sub-district Musrenbang was implemented in a deliberative manner (deliberation). However, Musrenbang was only considered an annual formality, this was due to public disappointment because the proposals submitted could not be realized. The limited budget of Ciamis Regency resulted in the proposals submitted by the community not all being accommodated. | |
| 43743 | 47112 | F1B021073 | INOVASI M-PASPOR PADA LAYANAN PASPOR DI KANTOR IMIGRASI KELAS I TEMPAT PEMERIKSAAN IMIGRASI (TPI) JAKARTA TIMUR | M-Paspor merupakan suatu inovasi pelayanan paspor dalam rangka pengadaan praktik pelayanan publik berbasis e-government dan diterapkan secara serentak di seluruh kantor imigrasi, termasuk Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan apakah aplikasi M-Paspor dapat memenuhi atribut inovasi menggunakan lima kriteria inovasi Rogers (1983) yang terdiri dari relative advantage, compability, complexity, trialability dan observability dalam peningkatan layanan di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi M-Paspor telah memenuhi atribut inovasi dalam peningkatan layanan di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur pada aspek relative advantage, compability, trialability, dan observability. Namun, masih ditemukan kendala teknis dalam penggunaan M-Paspor pada aspek Complexity (kerumitan). | M-Passport is an innovation in passport services in the context of procuring public service practices based on e-government and it is implemented simultaneously in all immigration offices, including the East Jakarta Class I TPI Immigration Office. This study aims to determine and describe whether the M-Passport application can fulfil the innovation attributes using Rogers' (1983) five innovation criteria consisting of relative advantage, compability, complexity, trialability and observability in improving services at the East Jakarta Class I TPI Immigration Office. This research uses descriptive qualitative methods with data collection techniques using interviews, observation, and documentation methods. The results showed that the M-Passport application has fulfilled the attributes of innovation in improving services at the East Jakarta Class I TPI Immigration Office in the aspects of relative advantage, compability, trialability, and observability. However, there are still technical obstacles in using the M-Passport in the Complexity aspect. | |
| 43744 | 47113 | J1B020021 | KENAKALAN REMAJA PADA TOKOH ALFI DAN REGAN DALAM NOVEL DIGNITATE KARYA HANA MARGARETHA: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA | Penelitian ini menganalisis bentuk kenakalan remaja dan faktor penyebab kenakalan remaja pada tokoh Alfi dan Regan dalam novel Dignitate karya Hana Margaretha menggunakan pendekatan sosiologi sastra, teori sosiogenis. Analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik studi Pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kenakalan remaja yang ditampilkan di antaranya, sarkasme, geng motor, perkelahian, dan pencurian. Beberapa faktor penyebabnya adalah faktor keluarga, faktor lingkungan masyarakat, dan faktor keinginan diri sendiri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dalam novel Dignitate tidak hanya menggambarkan konflik remaja, tetapi juga merefleksikan realitas sosial tentang problematika kenakalan remaja. Penelitian ini diharapkan dapat memberi wawasan mengenai pentingnya peran keluarga, lingkungan, dan pengendalian diri dalam mencegah kenakalan remaja. | This study analyzes the forms of juvenile delinquency and its causes in the characters Alfi and Regan in the novel Dignitate by Hana Margaretha using a sociological literature approach and the sosiogenesis theory. The research uses a descriptive qualitative method with a literature study technique. The results of the study show that the delinquent behavior presented include sarcasm, gang activity, fights, and theft. The causes are identified as family factors, societal environment, and personal desires. The conclusion of this study is that the novel Dignitate not only portrays teenage conflicts but also reflects social realities about the problems of juvenile delinquency. This study aims to provide insights into the importance of family roles, environmental influence, and self-control in preventing juvenile delinquency. | |
| 43745 | 47114 | F1B021088 | TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK DALAM MENGINTEGRASIKAN DATA KEMISKINAN | Kemiskinan tingkat nasional, regional, dan global berkembang pesat setiap tahunnya. Kemiskinan di indonesia mengacu pada ketidakberdayaan dalam memenuhi bahan pokok. Data BPS per maret 2023 mencatat penduduk miskin di Indonesia mencapai 25,90 juta orang. Jika dibandingkan dengan daerah lain, Purbalingga menduduki peringkat ke 6 dengan angka kemiskinan terbesar se provinsi jawa tengah. Tugas Bappelitbangda untuk merencanakan kebijakan program dalam pengentasan kemiskinan dan tata kelola data penduduk miskin sangat mempengaruhi terhadap penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode peneletian kualitatif, yaitu menghasilkan data deskriptif, dengan sasaran penelitian yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Dianalisis menggunakan metode analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tata kelola pemerintahan yang dilakukan Bappelitbangda dalam mengintegrasikan data kemiskinan sudah baik. Adanya inovasi berbentuk aplikasi sipakisbangga untuk mengelola dan menyimpan data kemiskinan di kabupaten purbalingga. Untuk membantu program pengentasan kemiskinan dan menurunkan angka kemiskinan di Purbalingga. Kesimpulan dari penelitian adalah tata kelola pemerintahan yang baik untuk mengintegrasikan data kemiskinan dengan memanfaatkan sipakisbangga dan data P3KE. Namun masih ada kekurangan dalam ketepatan data. Tetapi Bappelitbangda terus berusaha maksimal untuk ketepatan sasaran data penduduk miskin. | National, regional, and global poverty is growing rapidly every year. Poverty in Indonesia refers to the inability to meet basic necessities. BPS data as of March 2023 recorded that the poor population in Indonesia reached 25.90 million people. When compared to other regions, Purbalingga is ranked 6th with the largest poverty rate in Central Java province. The task of Bappelitbangda to plan program policies in poverty alleviation and poor population data management greatly influences poverty alleviation in Purbalingga Regency. This study uses a qualitative research method, namely producing descriptive data, with research targets determined through purposive sampling techniques. Data collection was carried out through interviews, observations and documentation. Analyzed using the Miles and Huberman interactive analysis method. The results of this study indicate that the governance carried out by Bappelitbangda in integrating poverty data is good. There is an innovation in the form of the Sipakisbangga application to manage and store poverty data in Purbalingga Regency. To help poverty alleviation programs and reduce poverty rates in Purbalingga. The conclusion of the study is good governance to integrate poverty data by utilizing sipakisbangga and P3KE data. However, there are still shortcomings in data accuracy. But Bappelitbangda continues to make maximum efforts for the accuracy of poor population data targets. | |
| 43746 | 47116 | F1B021045 | ANALISIS RESILIENSI PEGAWAI PADA DIGITAL ORGANIZATION (DIGITALISASI ORGANISASI PUBLIK) Di Kantor Pengadilan Negeri Purwokerto | Realitanya dalam penerapan teknologi digital pada organisasi publik tidak hanya memiliki dampak positif, tetapi juga dihadapkan dengan berbagai tantangan. Salah satunya adalah kesiapan sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi publik. Oleh sebab itu perlu adanya sumber daya manusia yang resilien sehingga mampu dalam menghadapi percepatan tranformasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resiliensi yang dimiliki oleh pegawai di Pengadilan Negeri Purwokerto. Serta untuk mengetahui kebermanfaatan resiliensi pada penerapan digitalisasi di Pengadilan Negeri Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kantor Pengadilan Negeri Purwokerto telah memiliki pegawai yang resilien. Hal ini ditunjukan dengan terpenuhinya limas aspek resiliensi (Kathryn M. Connor & Jonathan R.T. Davidson, 2003). Hasil penelitian juga menunjukan bahwa pegawai yang Resilien lebih mudah untuk melakukan adaptasi terhadap perubahan teknologi yang sangat masif. Kata kunci : Digital Organization, Digitalisasi, Resiliensi. | The reality in the application of technology not only has a positive impact, but is also faced with various challenges. One of them is the readiness of human resources owned by public organizations. Therefore, there is a need for resilient human resources so that they are able to face the acceleration of digital transformation. This study aims to determine the resilience of employees at the Purwokerto District Court. As well as to determine the benefits of resilience in the application of digitalization at the Purwokerto District Court. This study uses a descriptive qualitative research method with a case study approach and data collection using interview, observation, and documentation techniques. The results of this study indicate that the Purwokerto District Court Office has resilient employees. This is indicated by the fulfillment of the five aspects of resilience (Kathryn M. Connor & Jonathan R.T. Davidson, 2003). The results of the study also show that Resilient employees are easier to adapt to massive technological changes. Keywords: Digital Organization, Digitalization, Resilience. | |
| 43747 | 47117 | C1B021055 | ANALYSIS AND RISK MITIGATION OF THE KAPULAGA SUPPLY CHAIN USING THE HOUSE OF RISK (HOR) METHOD (A Case Study on Kapulaga SMEs in Baseh Village, Kedungbanteng Subdistrict) | UMKM Kapulaga di Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, menghadapi tantangan dalam manajemen risiko rantai pasok, seperti menjaga kualitas produk, mengatasi pengembalian barang, serta fluktuasi harga dari perusahaan besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko rantai pasok dan merumuskan strategi mitigasi yang efektif. Metode yang digunakan adalah Supply Chain Risk Operations Reference (SCOR) untuk memetakan dan mengidentifikasi risiko pada aktivitas rantai pasok seperti plan, source, make, delivery, dan return. Selanjutnya, metode House of Risk (HOR) digunakan untuk mengukur dan menganalisis nilai Aggregate Risk Potential (ARP) dari setiap risiko yang teridentifikasi, serta menentukan prioritas mitigasi yang paling tepat. Berdasarkan hasil penelitian HOR tahap 1 diperoleh 25 risk event dan 24 risk agent. Setelah itu dilakukan perhitungan Aggregate Risk Potential (ARP) dan diperoleh 3 risk agent dengan nilai ARP tertinggi yaitu faktor cuaca, keterbatasan kapasitas alat produksi, dan keterbatasan jumlah pemasok. Kemudian masuk pada HOR tahap 2 dilakukan perancangan aksi mitigasi dan diperoleh 9 aksi mitigasi. Dari 9 aksi dipilih prioritas aksi mitigasi yaitu mencari sumber pendanaan untuk investasi alat baru, menambah atau memperbarui alat produksi dengan kapasitas yang lebih besar, menggunakan alat pengering modern (oven pengering), dan menjadwalkan produksi berdasarkan musim untuk memanfaatkan cuaca optimal. | The Kapulaga SME in Baseh Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency, faces challenges in supply chain risk management, such as maintaining product quality, addressing product returns, and dealing with price fluctuations from major companies. This study aims to identify supply chain risks and develop effective mitigation strategies. The methodology employed includes the Supply Chain Operations Reference (SCOR) framework to map and identify risks in supply chain activities such as planning, sourcing, making, delivering, and returning. Additionally, the House of Risk (HOR) method is used to measure and analyze the Aggregate Risk Potential (ARP) values of identified risks and prioritize the most appropriate mitigation measures. Based on the results of HOR Phase 1, 25 risk events and 24 risk agents were identified. The ARP calculation identified three risk agents with the highest ARP values: weather factors, limited production equipment capacity, and a lack of suppliers. Subsequently, HOR Phase 2 was conducted to design mitigation actions, resulting in nine proposed actions. From these, priority mitigation actions were selected, including securing funding sources to invest in new equipment, adding or upgrading production equipment with higher capacity, utilizing modern drying equipment (drying ovens), and scheduling production based on seasonal conditions to optimize weather utilization. | |
| 43748 | 47119 | C1A021070 | PENGARUH INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA, PENGANGGURAN, DAN SEKTOR UMKM TERHADAP ANGKA KEMISKINAN DI KABUPATEN/KOTA EKS KARESIDENAN KEDU | Kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang dari sudut pandang ekonomi tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya, baik makanan maupun non makanan, yang diukur dari sisi pengeluaran. Penelitian ini melihat seberapa besar pengaruh variabel independen yang terdiri dari Indeks Pembangunan Manusia, Pengangguran dan Sektor UMKM terhadap penerimaan Tingkat Kemiskinan di kabupaten/kota eks karesidenan kedua. Tujuan penelitian ini selain untuk mengetahui pengaruh ketiga variabel independen terhadap tingkat kemiskinan, juga untuk mengetahui pengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di kabupaten/kota eks karesidenan kedua. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, dengan metode pengumpulan data sekunder menggunakan dokumentasi yang diambil dari Badan Pusat Statistik (BPS) Eks Kabupaten/Kota Kedu dan Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah. Data yang diambil adalah data tahun 2013-2022 eks Kabupaten/Kota Karesidenan Kedua. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi berganda data panel dengan melakukan uji Chow, uji Hausman, dan uji Lagrange multiplier untuk memilih model regresi terbaik antara Common Effect Model (CEM), Random Effect Model (REM), dan Random Effect Model (REM). . Teknik pengolahan bantuan data penelitian ini menggunakan data panel dengan software Eviews 12. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa (1) Indeks Kemanusiaan berpengaruh negatif terhadap Tingkat Kemiskinan, (2) Pengangguran berpengaruh positif terhadap Tingkat Kemiskinan, (3) Sektor UMKM tidak berpengaruh terhadap Kemiskinan. Tingkat | Poverty is defined as a condition where someone from an economic perspective cannot fulfill their basic needs, both food and non-food, as measured from the expenditure side. This research looks at how big the influence of the independent variables consisting of the Human Development Index, Unemployment and the MSME Sector is on the acceptance of Poverty Levels in the second former residency district/city. The aim of this research is not only to determine the influence of the three independent variables on the poverty level, but also to determine the significant influence on the poverty level in the former second residency district/city. The type of research used is quantitative research, with secondary data collection methods using documentation taken from the Central Statistics Agency (BPS) of the Kedu Ex-Regency/City and the Central Java Statistics Agency (BPS). The data taken is 2013-2022 data from the former Second Residency Regency/City. The research method used is multiple regression analysis of panel data by conducting the Chow test, Hausman test, and Lagrange multiplier test to select the best regression model between the Common Effect Model (CEM), Random Effect Model (REM), and Random Effect Model (REM). . This research data assistance processing technique uses panel data with Eviews 12 software. Based on the research results, it is known that (1) the Human Index has a negative effect on the Poverty Level, (2) Unemployment has a positive effect on the Poverty Level, (3) the MSME sector has no effect on the Poverty Level. | |
| 43749 | 47118 | F1B021004 | MODEL WARWICK DALAM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 70 TAHUN 2019 TENTANG SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN DAERAH (SIPD) | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 70 Tahun 2019 Tentang Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) di Kabupaten Ciamis pada Tahapan Perencanaan dan Penganggaran, dan untuk menganalisis pegawai pemerintah daerah dalam melihat manfaat dan hambatan pada penggunaan SIPD dalam proses perencanaan dan penganggaran. Penelitian ini menggunakan teori Implementasi Kebijakan Warwick yang menyebutkan empat aspek penting seperti kemampuan organisasi, informasi, dukungan, dan pembagian potensi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan pada penelitian ini yaitu teknik purposive sampling. Sasaran penelitian ini yaitu Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, serta OPD pelaksana kebijakan SIPD. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Kabupaten Ciamis dengan Bappeda sebagai leading sector tahapan perencanaan dan BPKD sebagai leading sector tahapan penganggaran dapat dikatakan baik. Kemampuan organisasi, informasi, dukungan dan pembagian potensi yang dilakukan OPD sudah dikatakan baik. Namun dalam implementasi kebijakan ini masih banyak hambatan, seperti error system, keterbatasan kualitas sumber daya manusia, dan untuk transparansi nya pun belum sepenuhnya optimal. | This study aims to describe the implementation of the policy of the Minister of Home Affairs Regulation Number 70 of 2019 concerning the Regional Government Information System (SIPD) in Ciamis Regency at the Planning and Budgeting Stages, and to analyze local government employees in seeing the benefits and obstacles to the use of SIPD in the planning and budgeting process. This study uses Warwick's Policy Implementation theory which mentions four important aspects such as organizational capacity, information, support, and potential sharing. The research method used is a qualitative method through interviews, observations, and documentation. The informant selection technique in this study is the purposive sampling technique. The targets of this study were the Regional Development Planning Agency, as well as OPD implementing the SIPD policy. Based on the results of research conducted in Ciamis Regency with Bappeda as the leading sector for the planning stage and BPKD as the leading sector for the budgeting stage, it can be said to be good. The organizational capacity, information, support and potential sharing carried out by OPD have been said to be good. However, in the implementation of this policy there are still many obstacles, such as system errors, limited quality of human resources, and its transparency is not yet fully optimal. | |
| 43750 | 47120 | C1G021005 | THE EFFECT OF REGIONAL INVESTMENT ON REGIONAL TAX REVENUE: A STUDY ON REGENCY/CITY GOVERNMENTS IN CENTRAL JAVA PROVINCE IN 2019-2023 | Pajak, sebagai sumber utama pendapatan daerah, perlu diatur dengan baik. Penerimaan pajak yang maksimal dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun implementasi yang kurang baik dapat menimbulkan kesenjangan sosial terutama dalam distribusi pendapatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh investasi daerah melalui penanaman modal asing (PMA), penanaman modal dalam negeri (PMDN), kemiskinan (K) dan produk domestik regional bruto (PDRB) terhadap pajak daerah di kabupaten/kota Provinsi Jawa Tengah tahun 2019-2023. Penelitian ini menggunakan data sekunder dan teknik analisis regresi data panel pada aplikasi Eviews 12. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial DI, K, dan PDRB memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pajak daerah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah tahun 2019-2023. Sedangkan PMA memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap pajak daerah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah tahun 2019-2023. Seluruh variabel independen PMA, DI, K, dan PDRB secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pajak daerah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah tahun 2019-2023. | Taxes, as the main source of regional revenue, need to be properly regulated. Maximize tax revenue can improve people's welfare, but poor implementation can lead to social inequality, especially in the distribution of community income. This study aims to analyze the effect of regional investment through foreign direct investment (FDI), direct investment (DI), poverty (K) and gross regional domestic product (GRDP) on regional taxes in the regency / city of Central Java Province 2019-2023. This study uses secondary data and panel data regression analysis techniques in the Eviews 12 application. The results of this study indicate that partially DI, K, and GRDP have a positive and significant influence on regency/city regional taxes in Central Java Province in 2019-2023. Meanwhile, FDI has a positive but not significant influence on regency/city regional taxes in Central Java Province in 2019-2023. All independent variables FDI, DI, K, and GRDP simultaneously have a significant effect on regency/city regional taxes in Central Java Province in 2019-2023. | |
| 43751 | 47121 | C1B021059 | Strategies to Increase Purchase Intention through Integrated Marketing Communication with Brand Awareness as a Mediating Variable: A Study on Illona Tissue Products from PT Juragan Gemilang Indonesia | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas strategi untuk meningkatkan minat beli produk Tisu Illona oleh PT Juragan Gemilang Indonesia dengan menggunakan pendekatan Komunikasi Pemasaran Terpadu (IMC). Penelitian ini berfokus pada iklan media sosial, bundling harga, sponsorship acara, dan peran kesadaran merek sebagai variabel mediasi. Desain penelitian kausal-eksplanatif kuantitatif digunakan untuk menguji hubungan sebab-akibat di antara variabel-variabel ini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa iklan media sosial berdampak signifikan terhadap kesadaran merek tetapi tidak secara langsung memengaruhi minat beli. Bundling harga berdampak positif baik pada minat beli maupun kesadaran merek, tetapi kesadaran merek tidak memediasi hubungan di antara keduanya. Sponsorship acara berdampak signifikan terhadap kesadaran merek tetapi tidak berdampak langsung pada minat beli. Kesadaran merek berdampak signifikan terhadap minat beli dan memediasi pengaruh iklan media sosial dan sponsorship acara terhadap minat beli. Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti pentingnya bundling harga, sponsorship acara, dan kesadaran merek dalam meningkatkan minat beli, sementara iklan media sosial lebih efektif dalam membangun kesadaran merek daripada mendorong pembelian secara langsung. Penelitian ini menawarkan wawasan berharga untuk merancang strategi pemasaran yang lebih efektif bagi PT Juragan Gemilang Indonesia. | This study aims to analyze the effectiveness of strategies to enhance purchase intention for Illona Tissue products by PT Juragan Gemilang Indonesia using an Integrated Marketing Communication (IMC) approach. It focuses on social media advertising, price bundling, event sponsorship, and the role of brand awareness as a mediating variable. A quantitative, causal-explanatory research design was employed to test the cause-and-effect relationships among these variables. The findings show that social media advertising significantly impacts brand awareness but does not directly influence purchase intention. Price bundling positively affects both purchase intention and brand awareness, but brand awareness does not mediate the relationship between them. Event sponsorship significantly influences brand awareness but does not have a direct impact on purchase intention. Brand awareness significantly affects purchase intention and mediates the effects of social media advertising and event sponsorship on purchase intention. Overall, the study highlights the importance of price bundling, event sponsorship, and brand awareness in boosting purchase intention, while social media advertising is more effective in building brand awareness than driving purchases directly. The research offers valuable insights for designing more effective marketing strategies for PT Juragan Gemilang Indonesia. | |
| 43752 | 47122 | C1G020026 | PENGARUH LITERASI KEUANGAN, PENGGUNAAN METODE PEMBAYARAN TUNAI DAN NON TUNAI TERHADAP PENDAPATAN PEDAGANG DI PASAR MANIS KECAMATAN PURWOKERTO BARAT | Penelitian ini mengkaji pengaruh literasi keuangan, metode pembayaran tunai, dan metode pembayaran non-tunai terhadap pendapatan pedagang di Pasar Manis, Purwokerto Barat. Melalui metodologi kuantitatif, 124 pedagang disurvei menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengumpulkan data komprehensif tentang praktik keuangan dan tingkat pendapatan mereka. Literasi keuangan muncul sebagai faktor penting dalam membekali pedagang untuk membuat keputusan yang tepat, mengoptimalkan pengelolaan arus kas, dan meminimalkan risiko. Temuan penelitian menekankan bahwa pedagang dengan literasi keuangan yang lebih tinggi cenderung mengadopsi metode pembayaran yang beragam, yang secara signifikan meningkatkan operasi bisnis dan potensi pendapatan mereka. Selain itu, penelitian ini menyoroti peran penting sistem pembayaran digital, khususnya Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), dalam mentransformasi transaksi pasar tradisional. QRIS menyederhanakan proses pembayaran, mengurangi kesalahan transaksi, dan meningkatkan keamanan, menjadikannya metode yang disukai baik oleh pedagang maupun konsumen. Temuan ini menggarisbawahi perlunya pendidikan keuangan yang komprehensif dan adopsi teknologi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di lingkungan pasar tradisional. Penelitian ini memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi para pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan untuk mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif melalui program literasi digital dan keuangan. | This study investigates the influence of financial literacy, cash payment, and cashless payment methods on the income of traders in Pasar Manis, West Purwokerto. Through a quantitative methodology, 124 traders were surveyed using structured questionnaires to collect comprehensive data on their financial practices and income levels. Financial literacy emerged as a critical factor in equipping traders to make informed decisions, optimize cash flow management, and minimize risks. The findings emphasize that traders with higher financial literacy tend to adopt diversified payment methods, which significantly improve their business operations and income potential. Moreover, this research highlights the pivotal role of digital payment systems, especially the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), in transforming traditional market transactions. QRIS simplifies payment processes, reduces transaction errors, and enhances security, making it a preferred method for both traders and consumers. These findings underscore the necessity for comprehensive financial education and technological adoption to support economic growth in traditional market environments. The study provides actionable insights for policymakers and stakeholders to foster inclusive economic development through digital and financial literacy programs. | |
| 43753 | 47123 | F1B021049 | PENERAPAN E-COURT DALAM PERKARA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA PURWOKERTO KELAS IA | Layanan elektronik court atau e-Court hadir dengan tujuan agar persidangan dapat berjalan efektif dan efisien serta beradaptasi adanya perkembangan teknologi. E-Court dilaksanakan pada badan peradilan di bawah Mahkamah Agung salah satunya di Pengadilan Agama Purwokerto Kelas IA dengan perkara terbanyak adalah perceraian. tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Penerapan e- Court dalam Perkara Perceraian di Pengadilan Agama Purwokerto Kelas IA. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu para pengguna layanan baik masyarakat umum dan advokat. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan interaktif model menurut Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian ini menunjukan penerapan e-government melalui layanan e-Court di Pengadilan Agama Purwokerto sudah sesuai dengan aturan yang berlaku terdapat sumber daya keuangan dan sumber daya manusia dengan skill yang mumpuni, adanya sarana prasarana yang mendukung kegiatan e-Court. Dengan ini masyarakat dan advokat sebagai pengguna e-Court dapat merasakan manfaat layanan. Namun masih ditemukan kekurangan pada upaya sosialisasi karena masyarakat belum mengetahui adanya layanan ini. Akibatnya penggunaan e-Court tidak maksimal karena baru masif digunakan oleh advokat. | Electronic court services or e-Court are present with the aim that trials can run effectively and efficiently and adapt to technological developments. E-Court is implemented in judicial bodies under the Supreme Court, one of which is the Purwokerto Class IA Religious Court with the most cases being divorce. The purpose of this study is to describe the Implementation of e-Court in Divorce Cases at the Purwokerto Religious Court Class IA. The method used is qualitative descriptive with a case study approach. Determination of informants is carried out using purposive sampling techniques, namely service users, both the general public and advocates. Data collection is carried out through observation, interviews, and documentation. Data analysis uses an interactive model according to Miles, Huberman, and Saldana. The results of this study indicate that the implementation of e-government through e-Court services at the Purwokerto Religious Court is in accordance with applicable regulations, there are financial resources and human resources with qualified skills, and the existence of infrastructure that supports e- Court activities. With this, the public and advocates as e-Court users can feel the benefits of the service. However, there are still shortcomings in socialization efforts because the public is not yet aware of this service. As a result, the use of e-Court is not optimal because it has only been used massively by advocates. | |
| 43754 | 47125 | J1A021019 | Multimodal Discourse Analysis of YouTube Thumbnails in Good Mythical Morning | Penelitian ini menganalisis mode visual dan verbal pada thumbnail saluran YouTube *Good Mythical Morning*, dengan fokus pada bagaimana kedua mode tersebut berkontribusi terhadap makna representasional, interaktif, dan komposisional yang menarik perhatian audiens. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mengkaji thumbnail yang paling banyak ditonton dan disukai dari tiga tahun terakhir, dengan menerapkan kerangka *Multimodal Discourse Analysis* dari Kress dan Van Leeuwen (1996). Temuan menunjukkan bahwa elemen visual seperti partisipan, makanan, dan simbol, bersama dengan teks verbal, menciptakan struktur naratif dan konseptual. Struktur naratif disampaikan melalui aksi dan reaksi, sedangkan struktur konseptual menyoroti produk yang ditampilkan dan tindakan yang diantisipasi. Makna interaktif diidentifikasi melalui faktor-faktor seperti kontak mata, jarak, sudut pandang, dan modalitas, yang memengaruhi keterlibatan penonton. Makna komposisional disampaikan melalui nilai informasi, keutamaan, dan pembingkaian, yang membimbing perhatian serta menciptakan hubungan dalam gambar. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bagaimana elemen multimodal dalam thumbnail YouTube bekerja sama untuk secara efektif melibatkan audiens dan menarik minat pada konten video. | This study analyzes the visual and verbal modes in the thumbnails of the Good Mythical Morning YouTube channel, focusing on how these modes contribute to representational, interactive, and compositional meanings that attract audience attention. A qualitative approach was used to examine the channel's most-viewed and liked thumbnails from the past three years, applying Kress and Van Leeuwen's (1996) Multimodal Discourse Analysis framework. The findings show that visual elements like participants, food, and symbols, along with verbal text, create narrative and conceptual structures. The narrative structure is conveyed through actions and reactions, while the conceptual structure highlights featured products and anticipated actions. Interactive meaning is identified through factors like eye contact, proximity, angle, and modality, influencing viewer engagement. Compositional meaning is conveyed via information value, salience, and framing, which guide attention and create connections within the image. Overall, the study demonstrates how multimodal elements in YouTube thumbnails work together to effectively engage audiences and draw interest to video content. | |
| 43755 | 47124 | F1B021100 | KINERJA SISTEM APLIKASI SIGAP DI PERUM BULOG KANTOR CABANG BANYUMAS | Isu ketersediaan dan kestabilan harga pangan merupakan masalah global yang menjadi perhatian di Indonesia saat ini. Kinerja suatu program logistik pangan merupakan kebutuhan penting bagi lembaga yang bertanggung jawab atas ketahanan pangan, seperti BULOG. Sistem aplikasi SIGAP hadir sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam penginputan, pemantauan, dan pengelolaan logistik pangan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kinerja Sistem Aplikasi SIGAP Di BULOG Kantor Cabang Banyumas telah berjalan dengan baik meskipun belum optimal. Sistem ini berhasil mengintegrasikan data harga pangan, pengadaan, dan distribusi sehingga mempermudah proses pengambilan keputusan. | The issue of food availability and price stability is a global problem that is currently a concern in Indonesia. The performance of a food logistics program is an important need for institutions responsible for food security, such as BULOG. The SIGAP application system is present as a solution to improve the efficiency and effectiveness in the input, monitoring, and management of food logistics. The research method used is qualitative with a descriptive approach. Data collection was conducted through interviews, observations, and documentation. This study concludes that the performance of the SIGAP Application System at the BULOG Banyumas Branch Office has been good, although not yet optimal. This system successfully integrates food price data, procurement, and distribution. | |
| 43756 | 47126 | J1A021041 | A Violation of Politeness Maxims Analysis of Podcast Entitled “Nas Daily, Saya Di Tolak Masuk Indonesia!? Dengar Saya!! Nuseir Yassin – Deddy Corbuzier Podcast” | Kesopanan mengacu pada jenis perilaku komunikatif yang ditemukan di berbagai bahasa dan budaya. Namun, kesantunan sering kali dilanggar, terutama dalam acara bincang-bincang seperti podcast, yang semakin populer sejak tahun 2020. Penelitian ini meneliti pelanggaran maksim kesantunan Leech dalam episode podcast “NAS DAILY, SAYA DI TOLAK MASUK INDONESIA! DENGAR SAYA!! Nuseir Yassin - Deddy Corbuzier Podcast”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna yang dimaksudkan dari pelanggaran-pelanggaran tersebut dan klasifikasi tindak tutur. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini berfokus pada ujaran oleh pembawa acara, Deddy Corbuzier, dan narasumber, Nuseir Yassin (Nas Daily). Data dikumpulkan melalui purposive sampling, dengan cara mengunduh, mentranskrip, dan menganalisis podcast untuk mengetahui pelanggaran maksim kesantunan. Hasil penelitian menunjukkan adanya 19 kasus: Maksim kebijaksanaan (21%), maksim kedermawanan (11%), maksim penerimaan (21%), maksim kesepakatan (32%), maksim kerendahan hati (5%), dan maksim kesimpatian (10%). Pelanggaran berasal dari keyakinan, pengalaman, dan keinginan untuk mengekspresikan atau menyanggah pendapat. | Politeness refers to a type of communicative behavior found across various languages and cultures. However, politeness is often violated, particularly in talk shows like podcasts, which have gained significant popularity since 2020. This research examines violations of Leech’s politeness maxims in the podcast episode “NAS DAILY, SAYA DI TOLAK MASUK INDONESIA!? DENGAR SAYA!! Nuseir Yassin – Deddy Corbuzier Podcast.” It aims to analyze these violations’ intended meanings and speech act classifications. Using a qualitative method, the study focuses on utterances by the host, Deddy Corbuzier, and the guest, Nuseir Yassin (Nas Daily). Data were collected through purposive sampling, involving downloading, transcribing, and analyzing the podcast for politeness maxim violations. The results reveal 19 instances: Tact maxim (21%), Generosity maxim (11%), Approbation maxim (21%), Agreement maxim (32%), Modesty maxim (5%), and Sympathy maxim (10%). Violations stem from their beliefs, experiences, and a desire to express or refute opinions. | |
| 43757 | 47127 | C1H021032 | Crafting Customer Loyalty: A Structural Model of Experience, Commitment, and Engagement (Study On Customer of Bank Rakyat Indonesia) | Abstrak Penelitian ini menyelidiki hubungan antara pengalaman pelanggan, keterlibatan pelanggan, komitmen pelanggan, dan loyalitas pelanggan di sektor perbankan, dengan fokus khusus pada Bank Rakyat Indonesia (BRI). Menggunakan pendekatan model persamaan struktural (SEM), penelitian ini menganalisis data yang dikumpulkan dari 182 nasabah BRI di Purwokerto, Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi temuan yang tidak konsisten dalam penelitian sebelumnya mengenai pengaruh pengalaman pelanggan terhadap loyalitas pelanggan dengan memperkenalkan keterlibatan pelanggan dan komitmen sebagai variabel mediasi. Temuan utama menunjukkan bahwa pengalaman pelanggan berpengaruh positif terhadap keterlibatan dan komitmen pelanggan, yang pada gilirannya memengaruhi loyalitas pelanggan secara signifikan. Selain itu, korelasi antara keterlibatan pelanggan dan komitmen menyoroti peran saling terkait mereka dalam membangun hubungan pelanggan jangka panjang. Wawasan ini menekankan pentingnya strategi untuk meningkatkan pengalaman pelanggan guna membangun loyalitas, terutama melalui inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan dan komitmen pelanggan. Implikasi praktis dari penelitian ini memberikan panduan berharga bagi Bank BRI dan institusi keuangan lainnya dalam mengembangkan strategi retensi pelanggan yang efektif di pasar yang semakin kompetitif. | This study investigates the relationship between customer experience, customer engagement, customer commitment, and customer loyalty in the banking sector, with a specific focus on Bank Rakyat Indonesia (BRI). Employing a structural equation modeling (SEM) approach, the research analyzes data collected from 182 BRI customers in Purwokerto, Indonesia. The study aims to address inconsistent findings from previous research on the influence of customer experience on customer loyalty by introducing customer engagement and commitment as mediating variables. The result of this research, that customer experience positively impacts both customer engagement and commitment, which in turn significantly influence customer loyalty. Additionally, the correlation between customer engagement and commitment underscores their interconnected roles in fostering long-term customer relationships. These insights highlight the strategic importance of enhancing customer experience to cultivate loyalty, particularly through targeted engagement and commitment-building initiatives. The practical implications of this research offer valuable guidance for Bank BRI and other financial institutions in developing effective customer retention strategies in an increasingly competitive market. | |
| 43758 | 47128 | F1B021087 | IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DIGITALISASI ARSIP PADA PT KERETA API INDONESIA (PERSERO) DAERAH OPERASI 5 | PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 melaksanakan penerapan kebijakan digitalisasi arsip sesuai dengan PP Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) untuk mewujudkan sistem pemerintahan berbasis elektronik yang terpadu dan menyeluruh guna mencapai birokrasi pelayanan publik yang berkinerja tinggi. Namun pada pengimplementasianya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 memiliki beberapa kendala yang harus dihadapi. Penerapan kebijakan digitalisasi arsip oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 diharapkan dapat mewujudkan sistem pemerintahan berbasis elektronik yang terpadu dan menyeluruh guna mencapai birokrasi pelayanan publik yang berkinerja tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis implementasi kebijakan digitalisasi arsip. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori implementasi kebijakan model George C. Edwards III dengan mempertimbangkan empat faktor atau variabel kritis dalam mengimplementasikan kebijakan publik yaitu Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi, dan Struktur Birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan implementasi kebijakan digitalisasi arsip oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 sudah tercapai sesuai dengan ketentuan yang berlaku. | PT Kereta Api Indonesia (Persero) Operational Area 5 implements the implementation of archive digitization policy in accordance with Government Regulation Number 95 of 2018 concerning Electronic-Based Government System (SPBE) to realize an integrated and comprehensive electronic-based government system in order to achieve a high-performance public service bureaucracy. However, in its implementation, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Operational Area 5 has several obstacles that must be faced. The implementation of the archive digitization policy by PT Kereta Api Indonesia (Persero) Operational Area 5 is expected to realize an integrated and comprehensive electronic-based government system in order to achieve a high-performance public service bureaucracy. The purpose of this study is to determine and analyze the implementation of the archive digitization policy. This study uses a qualitative research method with a descriptive approach. The theory used is the George C. Edwards III model policy implementation theory by considering four critical factors or variables in implementing public policy, namely Communication, Resources, Disposition, and Bureaucratic Structure. The results of the study indicate that the implementation of the archive digitization policy by PT Kereta Api Indonesia (Persero) Operational Area 5 has been achieved in accordance with applicable provisions. | |
| 43759 | 47133 | I1A021001 | Analisis Penerimaan Masyarakat terhadap Program IVA di Puskesmas Sokaraja II Tahun 2024 | Latar belakang: Puskesmas Sokaraja II telah mengupayakan agar cakupan pemeriksaan IVA meningkat salah satunya dengan menggabungkan pelayanan IVA dengan program KB. Namun, angka cakupan IVA masih sangat rendah dan menempati posisi ketiga puskesmas dengan angka cakupan IVA terendah di Banyumas yakni hanya sebesar 2,2% di tahun 2023. Sehingga diperlukan analisis terkait penerimaan masyarakat terhadap program IVA di Puskesmas Sokaraja II menggunakan Theoretical Framework of Acceptability (TFA). Metode: Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Sokaraja II pada bulan Oktober hingga Desember 2024. Penentuan subyek penelitian menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil Penelitian: Penerimaan masyarakat terhadap program IVA dengan kerangka penerimaan TFA menemukan bahwa terdapat perbedaan sikap, beban, keyakinan terhadap efektivitas, serta pemahaman masyarakat yang berdampak terhadap penerimaan program IVA, rasa malu dan takut menjadi beban masyarakat mengikuti pemeriksaan IVA, adanya perbedaan keyakinan mengenai efektivitas pemeriksaan turut mempengaruhi penerimaan masyarakat, adanya perbedaan pengetahuan masyarakat mempengaruhi respon dan persepsi masyarakat terhadap program IVA, penyampaian informasi mengenai program IVA disampaikan menggunakan metode penyaluran yang bervariasi namun belum rutin dilakukan karena kendala dari segi tenaga kesehatan. Kesimpulan: Adanya permasalahan dari segi sikap afektif, beban, keyakinan pada efektivitas program, serta koherensi intervensi berdampak pada penerimaan masyarakat untuk mengikuti pemeriksaan IVA di Puskesmas Sokaraja II. Permasalahan tersebut dipengaruhi oleh pengetahuan masyarakat, persepsi ketidaknyamanan, sosialisasi IVA belum rutin dilaksanakan, dan keterbatasan tenaga kesehatan. Rekomendasi untuk permasalahan di atas yakni dengan peningkatan pemahaman masyarakat melalui edukasi yang tepat, adanya dukungan emosional dari tenaga kesehatan, serta pemberdayaan kader untuk terlibat dalam sosialisasi IVA. | Background: Sokaraja Community Health Center II has made efforts to increase the coverage of IVA examination by combining IVA services with family planning program. However, the IVA coverage rate is still very low and is the third community health center with the lowest IVA coverage rate in Banyumas, which is only 2,2% in 2023. Therefore, it is necessary to analyze the community acceptance of the IVA program at Sokaraja Community Health Center II using the Theoretical Framework of Acceptability (TFA). Methods: The study was conducted in the working area of Sokaraja Community Health Center II from October to December 2024. Determination of research subjects using purposive sampling. Data analysis used thematic analysis. Results: Community acceptance of the IVA program with the TFA acceptance framework using the affective attitude domain, burden, belief in perceived effectiveness, and intervention coherence found that there were differences in community attitudes related to the acceptance of the IVA program, embarrassment and fear were a burden for the community to take part in the IVA examination, differences in beliefs about the effectiveness of the examination also affected community acceptance, differences in community knowledge affected community responses and perceptions of the IVA program, delivery of information about the IVA program was delivered using a variety of distribution methods but was not routinely carried out due to constraints in terms of health workers. Conclusion: The existence of problems in terms of affective attitudes, burden, belief in the effectiveness of the program, and coherence of interventions have an impact on the acceptance of the community to take part in IVA examinations at Sokaraja Community Health Center II. These problems are influenced by community knowledge, perceptions of discomfort, IVA socialization has not been routinely implemented, and limited health workers. Recommendations for the above problems are to increase public understanding through appropriate education, emotional support from health workers, and empowerment of cadres to be involved in IVA socialization. | |
| 43760 | 47129 | C1A021043 | Analisis Pengaruh Dana Perimbangan Terhadap Upaya Pemungutan Pajak (Tax Effort) Kabupaten Kota di Jawa Tengah 2018 - 2022 | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dana perimbangan yang terdiri dari Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, dan Dana Bagi Hasil terhadap upaya pajak daerah di 35 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah dari tahun 2018 - 2022. Penelitian ini menggunakan metode regresi data panel untuk menganalisis data dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah selama tahun 2018–2022. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang bagaimana dana transfer, yaitu Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, dan Dana Bagi Hasil, mempengaruhi upaya pemungutan pajak daerah dan menawarkan rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan otonomi fiskal daerah dengan meningkatkan efektivitas pemungutan pajak daerah. Studi ini diharapkan dapat berkontribusi dalam memahami dinamika keuangan daerah dan memberikan dasar untuk merumuskan kebijakan yang lebih efektif untuk meningkatkan otonomi fiskal daerah. Setelah melakukan analisis regresi, hasil penelitian menyimpulkan bahwa dana alokasi umum memiliki efek positif namun tidak signifikan. Sementara itu, dana bagi hasil berpengaruh positif dan signifikan, dan dana alokasi khusus juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap upaya perpajakan 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah dari tahun 2018 hingga 2022 | This study aims to analyze the impact of equalization funds, which consist of the General Allocation Fund, Special Allocation Fund, and Revenue Sharing Fund, on local tax efforts in 35 regencies and cities in Central Java Province from 2018 - 2022. This study uses the panel data regression method to analyze data from all regencies and cities in Central Java Province during 2018–2022. The research findings are expected to provide insights into how the transfer funds, namely the General Allocation Fund, Special Allocation Fund, and Revenue Sharing Fund, affect local tax effort, as well as to offer policy recommendations for enhancing local fiscal autonomy by improving the effectiveness of local tax collection. This study is expected to contribute to understanding the dynamics of local finance and provide a basis for formulating more effective policies to enhance local fiscal autonomy. After conducting regression analysis, the research results conclude that general allocation funds have a positive but not significant effect. Meanwhile, revenue sharing funds have a positive and significant effect, and special allocation funds also have a positive and significant effect on the tax efforts of 35 regencies and cities in Central Java from 2018 to 2022. |