Home
Login.
Artikelilmiahs
47083
Update
MUHAMMAD NUR ZAIN
NIM
Judul Artikel
PENERAPAN KEBIJAKAN HILIRISASI KAKAO TERHADAP DAYA SAING EKSPOR BIJI KAKAO INDONESIA DI PASAR INTERNASIONAL
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Food and Agriculture Organization (FAO) pada tahun 2023 menyatakan Indonesia sebagai negara produsen biji kakao terbesar ketiga di dunia dengan rata-rata kontribusi sebesar 12,90% pada periode 2017-2021. Potensi biji kakao yang besar menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara pemasok bahan mentah industri olahan kakao di negara lain. Pemerintah memberlakukan kebijakan bea keluar dan tarif bea keluar ekspor biji kakao yang berlandaskan pada Permenkeu No. 67/PMK.011/2010 dalam rangka untuk meningkatkan nilai tambah kakao dan menghidupkan kembali industri kakao domestik. Implementasi dari kebijakan hilirisasi masih menghadapi berbagai tantangan yang mempengaruhi daya saing ekspor kakao di pasar internasional terutama untuk biji kakao dengan kode HS (Harmony System) 1801. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (a) Mengetahui keunggulan komparatif dan kompetitif ekspor biji kakao Indonesia di pasar internasional; (b) Mengetahui posisi perdagangan Indonesia untuk komoditas biji kakao di pasar internasional; (c) Menganalisis dampak penerapan kebijakan hilirisasi terhadap daya saing ekspor biji kakao Indonesia di pasar internasional. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif-deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus pada negara Indonesia mengenai dampak penerapan kebijakan hilirisasi terhadap daya saing ekspor biji kakao. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dalam bentuk runtut waktu (time series) selama periode 2010-2023 sebagai dampak penerapan kebijakan hilirisasi yang akan dibandingkan dengan data sebelum kebijakan tahun 2005-2009. Teknik pengambilan data dilakukan secara digital pada situs-situs resmi dinas dan badan terkait. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Revealed Comparative Adventage (RCA), Export Product Dynamics (EPD), Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP), dan analisis data deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan kebijakan hilirisasi biji kakao berpengaruh terhadap daya saing ekspor biji kakao Indonesia di mana mengalami penurunan daya saing ekspor biji kakao baik secara komparatif maupun kompetitif dan mengubah kecenderungan sebagai negara eksportir menjadi negara importir. Hal ini berbanding jauh dengan hasil perhitungan periode 2005-2009 sebelum penerapan kebijakan hilirisasi kakao di mana daya saing ekspor biji kakao Indonesia masih kuat secara komparatif maupun kompetitif dan memiliki kecenderungan sebagai negara eksportir. Efektivitas dalam penerapan instrumen kebijakan bea keluar ini tidak seluruhnya dalam kontrol pemerintah, sehingga tidak hanya berdampak positif tetapi juga berdampak negatif seperti meningkatnya impor biji kakao untuk pemenuhan kebutuhan domestik yang belum dapat tercukupi dari penawaran domestik biji kakao Indonesia.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The Food and Agriculture Organization (FAO) in 2023 declared Indonesia as the third-largest cocoa bean producer in the world, with an average contribution of 12,90% during the period from 2017 to 2021. The large potential of cocoa beans has made Indonesia one of the key suppliers of raw materials for cocoa processing industries in other countries. The government has implemented export duties and tariffs based on Ministry of Finance Regulation No. 67/PMK.011/2010 to increase the added value of cocoa and revitalize the domestic cocoa industry. However, the implementation of downstream policies still faces various challenges that affect the competitiveness of cocoa bean exports in the international market, particularly for cocoa beans with HS (Harmonized System) code 1801. The objectives of this study are: (a) to determine the comparative and competitive advantages of Indonesia's cocoa bean exports in the international market; (b) to assess Indonesia's trade position for cocoa beans in the international market; (c) to analyze the effects of the downstreaming policy on the competitiveness of Indonesia’s cocoa bean exports in the international market. This research is a quantitative-descriptive study using a case study method on Indonesia regarding the effects of implementing the downstreaming policy on the competitiveness of cocoa bean exports. The data used is secondary data in the form of time series from 2010 to 2023 to assess the effects of the downstreaming policy, which will be compared with data from the period before the policy, from 2005 to 2009. The data collection technique was conducted digitally through official websites of relevant departments and agencies. The data analysis methods used in this study include Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Product Dynamics (EPD), Trade Specialization Index (TSI), and descriptive analysis. The results of this study show that the implementation of the downstreaming policy on cocoa beans has affected the competitiveness of Indonesia's cocoa bean exports, with a decline in both comparative and competitive advantages, shifting Indonesia’s position from an exporter to an importer. This contrasts sharply with the findings from the 2005-2009 period, prior to the implementation of the downstreaming policy, when Indonesia still had strong comparative and competitive advantages and was a net exporter. The effectiveness of the export duty policy instrument is not entirely under government control, leading to both positive and negative impacts, such as an increase in cocoa bean imports to meet domestic needs that are not sufficiently covered by the domestic supply of Indonesian cocoa beans.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save