Artikelilmiahs
Menampilkan 43.641-43.660 dari 48.810 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 43641 | 47009 | A1D020170 | PENGARUH PEMBERIAN FABA DAN PUPUK NZEO-SRPLUS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) | Jagung manis dikenal dengan nama sweetcorn banyak dikembangkan di Indonesia. Peningkatan efektivitas dan efisiensi pemupukan dapat dilakukan dengan pemberian pupuk yang berimbang dan harus sesuai dengan kebutuhan tanaman jagung agar produktivitasnya meningkat, salah satunya dengan pemberian pupuk FABA dan NZEO-SR Plus. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh pupuk FABA dan NZEO-SRPlus terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian telah dilaksanakan di Desa Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan dengan percobaan faktorial 2 x 3 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama dosis pupuk NZEO-SRPlus (N) dengan 4 aras yaitu N0 (0 kg/h, kontrol), N1 (100 kg/h), N2 (200 kg/h), N3 (300 kg/h). Faktor kedua dosis FABA (F) dengan 3 aras yaitu F0 (0 kg/h, kontrol), F1 (5.000 kg/h), F2 (10.000 kg/h). data yang diperoleh dari penelitian di analisis ragam dan apabila menunjukkan adanya perbedaan nyata maka dilakukan uji lanjut menggunakan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa dosis NZEO-SRPlus berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, kehijauan daun, diameter tongkol, panjang tongkol berkelobot, bobot tongkol, bobot akar segar, bobot akar kering, bobot brangkasan segar, bobot brangkasan kering, dan indeks panen. Dosis FABA (Fly Ash Bottom Ash) berpengaruh terhadap panjang tongkol berkelobot, bobot akar segar, bobot akar kering, dan indeks panen. Interaksi antara dosis pupuk NZEO-SRPlus dan dosis FABA (Fly Ash Bottom Ash) berpengaruh terhadap variabel tinggi tanaman, kehijauan daun, diameter tongkol, panjang tongkol, bobot akar segar, bobot akar kering, dan indeks panen. | Sweet corn is widely cultivated in Indonesia. Increasing the effectiveness and efficiency of fertilization can be done by providing balanced fertilizers and must be in accordance with the needs of corn plants so that productivity increases, one of which is by providing FABA and NZEO-SR Plus fertilizers. The purpose of this study was to determine the effect of FABA and NZEO-SRPlus fertilizers on the growth and yield of sweet corn plants. The study was conducted in Karangwangkal Village, North Purwokerto District, Banyumas Regency. The study was conducted with a 2 x 3 factorial experiment using a Randomized Block Design (RAK). The first factor was the dose of NZEO-SRPlus fertilizer (N) with 4 levels, namely N0 (0 kg/h, control), N1 (100 kg/h), N2 (200 kg/h), N3 (300 kg/h). The second factor is the FABA dose (F) with 3 levels, namely F0 (0 kg/h, control), F1 (5,000 kg/h), F2 (10,000 kg/h). The data obtained from the study were analyzed using variance and if there was a significant difference, further testing was carried out using DMRT (Duncan's Multiple Range Test) at an error level of 5%. The results showed that the dose of NZEO-SRPlus affected plant height, number of leaves, leaf greenness, cob diameter, cob length with husk, cob weight, fresh root weight, dry root weight, fresh stalk weight, dry stalk weight, and harvest index. The dose of FABA (Fly ash bottom ash) affected the length of cob with husk, fresh root weight, dry root weight, and harvest index. The interaction between the dose of NZEO-SRPlus fertilizer and the dose of FABA (Fly ash bottom ash) affected the variables of plant height, leaf greenness, cob diameter, cob length, fresh root weight, dry root weight, and harvest index. | |
| 43642 | 47010 | G1A021089 | Pengaruh Durasi Paparan Elektromagnetik Telepon Seluler Terhadap Kadar SGOT dan SGPT pada Tikus Wistar | Penggunaan berbagai perangkat nirkabel, termasuk telepon seluler dengan jaringan 4G 2100 MHz yang terus meningkat mengakibatkan peningkatan polusi elektromagnetik secara cepat. Salah satu dampak buruk dari paparan elektromagnetik adalah kondisi stres oksidatif. Hepar merupakan salah satu organ yang paling rawan mengalami gangguan fungsi akibat kondisi tersebut. Penanda yang umum dijadikan sebagai gambaran fungsi hepar adalah kadar SGOT dan SGPT. Mengetahui pengaruh durasi paparan elektromagnetik telepon seluler terhadap kadar SGOT dan SGPT pada tikus Wistar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain post-test only with control group. Penelitian dilakukan pada 28 tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok A (kontrol sehat), kelompok B (paparan elektromagnetik telepon seluler 4G 2100 MHz 2 jam per hari selama 15 hari), kelompok C (paparan elektromagnetik telepon seluler 4G 2100 MHz 2 jam per hari selama 30 hari), dan kelompok D (paparan elektromagnetik telepon seluler 4G 2100 MHz 2 jam per hari selama 45 hari). Kadar SGOT dan SGPT diuji dengan metode UV test dan hasilnya dianalisis dengan One way ANOVA dilanjutkan dengan uji post hoc Tukey. Hasil penelitian pada kelompok A, B, C, dan D berturut-turut menunjukkan rerata kadar SGOT sebesar 133; 128; 137,6; dan 106,43 IU/L serta rerata kadar SGPT sebesar 69,7; 96,7; 78,83; dan 78,86 IU/L. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan kadar SGOT (p=0.002) dan SGPT (p<0.001) antarkelompok. Pada penelitian ini, didapatkan hasil perbedaan rerata kadar SGOT dan SGPT yang signifikan pada durasi yang berbeda, tetapi perubahan yang terjadi tidak sejalan dengan peningkatan durasi paparan | The increasing use of various wireless devices, including 4G 2100 MHz mobile phones, has led to a rapid rise in electromagnetic pollution. One of the adverse effects of electromagnetic exposure is oxidative stress. The liver is one of the organs most vulnerable to functional disturbances due to this condition. Common markers used to assess liver function are SGOT and SGPT levels. This study aimed to determine effect of electromagnetic exposure duration from mobile phones on SGOT and SGPT levels in Wistar rats. This experimental study employed a post-test-only control group design. The study was conducted on 28 male Wistar rats, which were divided into 4 groups: group A (healthy control), group B (exposed to electromagnetic radiation from 4G 2100 MHz mobile phones for 2 hours per day for 15 days), group C (exposed for 2 hours per day for 30 days), and group D (exposed for 2 hours per day for 45 days). SGOT and SGPT levels were tested using the UV test method and analyzed using One-Way ANOVA followed by Tukey post hoc test. The mean SGOT levels in Groups A, B, C, and D are 133; 128; 137.6; and 106.43 IU/L, respectively, while the mean SGPT levels are 69.7; 96.7; 78.83; and 78.86 IU/L; respectively. The study shows significant differences in SGOT (p=0.002) and SGPT (p<0.001) levels among the groups. This study finds significant differences in mean SGOT and SGPT levels across varying durations of exposure, but the observed changes do not correspond linearly with increasing exposure duration. | |
| 43643 | 47011 | F1B021107 | Analisis Implementasi Penjenjangan Kinerja Pemerintah Kabupaten Banyumas Berdasarkan Isu Strategis Optimalisasi Tata Kelola Pemerintahan | Penyusunan Penjenjangan Kinerja Pemerintah Kabupaten Banyumas merupakan tugas dan fungsi dari Bappedalitbang sebagai leading sector dalam perencanaan pembangunan daerah.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana proses, tantangan, serta kendala pada implementasi penjenjangan kinerja dalam Isu Strategis Optimalisasi Tata Kelola Pemerintahan. Metode Penelitian yang digunakan adalah Metode Kualitatif dengan data yang didapatkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta sumber data sekunder yang diperoleh dari laporan dan jurnal yang berkaitan dengan pembahasanterkait Penjenjangan Kinerja. Validitas dan reliabilitas dalam penelitian ini yakni menggunakan teknik Triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada aspek kepatuhan dalam implementasi penyusunan Penjenjangan Kinerja Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2024-2026 yang disusun pada tahun 2023 menunjukan Laporan Hasil Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan menunjukan hasil “Baik” tetapi dalam penyusunan nya masih terdapat kekurangan yaitu kurangnya tahapan penyusunan Penjenjangan Kinerja yaitu tidak menerapkan Critical Success Factor (CSF) sebagai mana yang seharusnya terdapat 5 tahapan dalam Permenpan RB No.89 Tahun 2021, artinya belum terdapat kepatuhan terhadap pedoman. Pada aspek lancarnya rutinitas fungsi dan dampak yang dikehendaki sudah menunjukan hasil yang optimal. | Preparing Banyumas Regency Government Performance Rankings is the task and function of Bappedalitbang as the leading sector in regional development planning. The aim of this research is to find out and analyze the process, challenges and obstacles in implementing performance levels in the Strategic Issue of Optimizing Government Governance. The research method used is a qualitative method with data obtained through interviews, observation and documentation, as well as secondary data sources obtained from reports and journals related to discussions related to Performance Grading. Validity and reliability in this research use source triangulation techniques. The results of this research show that in the compliance aspect in the implementation of the preparation of the Banyumas Regency Government Performance Leveling for the 2024-2026 Regional Development Plan (RPD) which was prepared in 2023, the Government Agency Performance Accountability System Evaluation Results Report shows "Good" results but in its preparation it is still there is a deficiency, namely the lack of stages in preparing Performance Grading, namely not implementing Critical Success Factor (CSF) as there should be 5 stages in Permenpan RB No.89 of 2021, meaning there has been no compliance with the guidelines. In terms of the smooth functioning of routine functions and the desired impact, optimal results have been shown. | |
| 43644 | 47012 | G1A020032 | Prevalensi dan Karakteristik Penderita HIV/AIDS Di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Tahun 2022-2023 | Latar belakang : Virus HIV adalah masalah kesehatan global yang signifikan yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan dapat menyebabkan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) pada tahap lanjut. Pada tahun 2023, terdapat sekitar 1,3 juta kasus baru di seluruh dunia, dan Indonesia mengalami peningkatan kasus yang cukup signifikan, terutama di Jawa Tengah dan Banyumas. Tujuan : Mengetahui prevalensi dan karakteristik penderita HIV/AIDS di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo tahun 2022-2023. Metode : Dengan menggunakan pendekatan observasional deskriptif cross sectional, penelitian ini akan mengumpulkan data pasien baru HIV/AIDS dari tahun 2022 hingga 2023, dengan fokus pada total kasus, usia, jenis kelamin, pekerjaan, kelompok risiko, dan cara penularan. Data akan bersumber dari website SIHA di poli VCT RSUD Margono Soekarjo. Hasil :Total kasus baru HIV/AIDS di RSUD Margono Soekarjo tahun 2023 meningkat dari tahun 2022 dengan selisih sebesar 1,6%. Prevalensi HIV/AIDS di RSUD Margono meningkat 0,01% di tahun 2023 dari tahun 2022. Usia penderita yang mendominasi kasus baru tersebut yaitu usia 25-49 tahun namun angkanya turun 1,2% di tahun 2023. Jenis Kelamin penderita HIV/AIDS yang mendominasi yaitu laki-laki, namun angkanya naik 7,6% di tahun 2023. Karyawan menjadi pekerjaan yang paling banyak dimiliki oleh penderita baru HIV/AIDS di Margono, namun angkanya naik 5,4% di tahun 2023. Kelompok risiko yang paling banyak pada kasus baru HIV/AIDS di Margono yaitu populasi umum dan angkanya naik 1,9% di tahun 2023 dari tahun sebelumnya. Cara penularan melalui hubungan seksual pada heteroseksual menjadi penularan yang paling sering terjadi dan angkanya naik 4,71% di tahun 2023 dari tahun 2022. Kesimpulan : Terdapat kenaikan kasus baru HIV/AIDS di RSUD Margono tahun 2023 dibanding tahun 2022 yang didominasi oleh kelompok usia 25-49 tahun, penderita laki-laki, pekerjaan karyawan, kelompok populasi umum, dan penularan melalui hubungan seksual heteroseksual. | Background: HIV virus is a significant global health problem that attacks the immune system and can cause Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) in advanced stages. By 2023, there will be approximately 1.3 million new cases worldwide, and Indonesia is experiencing a significant increase in cases, especially in Central Java and Banyumas. Objective: To determine the prevalence and characteristics of HIV/AIDS patients at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital in 2022-2023. Methods: Using a cross sectional descriptive observational approach, this study will collect data on new HIV/AIDS patients from 2022 to 2023, focusing on total cases, age, gender, occupation, risk groups, and mode of transmission. Data will be sourced from the SIHA website at the VCT clinic of Margono Soekarjo Hospital. Results:The total number of new HIV/AIDS cases in RSUD Margono Soekarjo in 2023 increased from 2022 with a difference of 1.6%. The prevalence of HIV/AIDS in RSUD Margono Soekarjo increased by 0.01% in 2023 from 2022. The age of the patients who dominated the new cases was 25-49 years old but the number decreased by 1.2% in 2023. The dominating gender of HIV/AIDS sufferers is male, but the number will increase by 7.6% in 2023. Employees are the most common occupation for new HIV/AIDS patients in Margono, but the number will increase by 5.4% in 2023. The most common risk group for new HIV/AIDS cases in Margono is the general population and the number increased by 1.9% in 2023 from the previous year. The mode of transmission through sexual intercourse in heterosexuals is the most common transmission and the number increased by 4.71% in 2023 from 2022. Conclusion: There was an increase in new HIV/AIDS cases at Margono Hospital in 2023 compared to 2022 which was dominated by the age group 25-49 years, male patients, employee occupations, general population groups, and transmission through heterosexual intercourse. | |
| 43645 | 47014 | I1E020006 | STUDI BENTUK PERTIMBANGAN ORANG TUA DALAM MEMUTUSKAN AKTIVITAS FISIK DI LUAR JAM SEKOLAH BAGI ANAK PADA SEKOLAH SEPAKBOLA INDONESIA MUDA PURWOKERTO | Latar Belakang: Mayoritas aktivitas fisik anak saat ini menurun, dikarenakan lebih banyak bermain di dalam rumah dari pada di luar rumah. Hal tersebut menimbulkan kecemasan orang tua terhadap aktivitas gerak yang dilakukan anaknya, dengan jangka panjang jika diteruskan akan menimbulkan dampak negatif. Di Purwokerto, Sekolah Sepak Bola Indonesia Muda menjadi pilihan bagi orang tua untuk mengembangkan bakat anak, meskipun keputusan ini melibatkan berbagai pertimbangan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan orang tua dalam memilih aktivitas fisik anak di luar jam sekolah. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Populasi yang digunakan adalah orang tua siswa SSB dengan total sampel berjumlah 23 responden .Penelitian dilaksanakan pada 07 juli 2024. Hasil Penelitian: Hasil Penelitian mengenai pertimbangan orang tua memasukkan anak ke Sekolah Sepak Bola (SSB) Indonesia Muda Purwokerto menunjukkan bahwa SSB memiliki fasilitas yang baik, berdasarkan hasil wawancara menunjukkan bahwa anak memiliki ketertarikan terhadap sepak bola sehingga orang tua memasukan anaknya ke SSB kemudian orang tua memberikan fasilitas penunjang kepada anak. Kesimpulan: Orang tua mempertimbangkan minat anak, manfaat kesehatan, dan pengembangan moral dalam memilih aktivitas fisik seperti sepak bola di Sekolah Sepak Bola Indonesia Muda Purwokerto. Dengan prioritas pada keamanan, kesehatan, dan kenyamanan anak, dukungan orang tua mencakup penyediaan fasilitas, finansial, dan emosional untuk mendukung perkembangan anak secara holistik. | Background: The majority of children's physical activities have decreased, as they spend more time playing indoors rather than outdoors. This raises parents' concerns about their children's physical activities, which, if continued in the long term, could have negative impacts. In Purwokerto, the Indonesian Young Football School has become a choice for parents to develop their children's talents, although this decision involves various considerations. This research aims to identify the factors that influence parents' decisions in choosing their children's physical activities outside of school hours. Methodology: This research uses a descriptive qualitative method with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The population used consists of the parents of SSB students, with a total sample of 23 respondents.The research was conducted on July 7, 2024. Research Results: The research results regarding parents' considerations in enrolling their children in the Indonesia Muda Purwokerto Football School (SSB) show that the SSB has good facilities. Based on the interview results, it was found that the children have an interest in football, which led the parents to enroll their children in the SSB, and subsequently, the parents provided supporting facilities for the children. Conclusion: Parents consider their child's interests, health benefits, and moral development when choosing physical activities such as soccer at the Indonesian Young Football School in Purwokerto. With a priority on the child's safety, health, and comfort, parental support includes the provision of facilities, financial assistance, and emotional support to foster the child's holistic development. | |
| 43646 | 47013 | I2B023032 | PENGARUH AUTOMATIC COUNTING STABILIZER CARDIOPULMONARY RESUSCITATION (ACOUNT STAR CANARI) TERHADAP KUALITAS KOMPRESI PADA RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP) | Latar Belakang: Kualitas kompresi dada sesuai standar sangat penting diimplementasikan, namun masih terdapat kendala yang sering dihadapi sehingga diperlukan inovasi teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Automatic Counting Stabilizer Cardiopulmonary Resuscitation terhadap kualitas kompresi pada Resusitasi Jantung Paru. Metode: Desain penelitian tahap I Research and Development, tahap II quasy experiment. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa keperawatan semester 7, total sampel adalah 80 responden (40 kelompok intervensi dan 40 kelompok kontrol) dengan teknik simple random sampling. Kelompok intervensi menggunakan Automatic Counting Stabilizer Cardiopulmonary Resuscitation, kelompok kontrol menggunakan prosedur standar. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengobservasi kecepatan kompresi dengan memperhitungkan kedalaman kompresi. Instrumen penelitian menggunakan Automatic Counting Stabilizer Cardiopulmonary Resuscitation, manekin RJP, Usability USE Questionnaire, dan kuesioner pakar. Penelitian menggunakan analisis deskriptif dan analisis bivariat uji Mann-Whitney. Hasil: Hasil menunjukkan Automatic Counting Stabilizer Cardiopulmonary Resuscitation berpengaruh terhadap kualitas kompresi pada Resusitasi Jantung Paru (p-value < 0,001). Nilai mean rank pada kelompok intervensi sebesar 53,44 dan sum rank sebesar 2137,5 lebih besar dibandingkan dengan mean rank kelompok kontrol sebesar 27,56 dan sum rank sebesar 1102,5. Kesimpulan: Automatic Counting Stabilizer Cardiopulmonary Resuscitation mampu meningkatkan kualitas kompresi pada Resusitasi Jantung Paru, sehingga dapat menjadi inovasi teknologi yang mendukung penatalaksanaan kompresi dada yang sesuai standar. | Background: High-quality chest compressions are essential in CPR, presently challenges persist, requiring technological innovation. This study aims to investigate the effect of Automatic Counting Stabilizer Cardiopulmonary Resuscitation on chest compression quality. Methods: This study used a Research and Development design for phase I and a quasi-experimental design for phase II. The study sample consists of 80 nursing students in the 7th semester, with 40 respondents in the intervention group and 40 in the control group, selected with simple random sampling. The intervention group used the Automatic Counting Stabilizer Cardiopulmonary Resuscitation, while the control group with the standard procedure. The study observed compression speed while considering compression depth. Instruments used the Automatic Counting Stabilizer Cardiopulmonary Resuscitation device, CPR manikins, the Usability USE Questionnaire, and an expert questionnaire. Descriptive analysis and bivariate analysis using the Mann-Whitney test are employed for data analysis. Results: The results show that the Automatic Counting Stabilizer Cardiopulmonary Resuscitation significantly affected the quality of chest compressions in CPR (p-value < 0.001). In comparison to the mean rank of the control group which is 27,56 and the sum rank is 1102,5 but the mean rank of the intervention group is 53,44 and the sum rank is 2137,5 which is greater. Conclusion: The Automatic Counting Stabilizer Cardiopulmonary Resuscitation can improve the quality of chest compressions in CPR, thus representing a technological innovation that supports the management of chest compressions in accordance with established standards. | |
| 43647 | 47015 | L1A020048 | Struktur Populasi Ikan Ceba (Systomus rubripinnis) Di Sungai Kecepek Kabupaten Kebumen Jawa Tengah | Kabupaten Kebumen secara geografis terletak 7°27’-7°50' S dan 109°33’-109°50’ T. Sungai Kecepek mengalir sepanjang Desa Pesantren, Desa Primbun Kidul, dan Desa Gebangsari. Struktur populasi merupakan strategi memprediksi kondisi populasi dalam suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur populasi, rasio kelamin, TKG, hubungan panjang berat serta faktor ikan ceba. Ikan Ceba (Systomus rubripinnis) memiliki bintik hitam disisi belakang operculum dan sirip ekor. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode purposive random sampling dengan analisis data berupa analisis statistik dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan yang tertangkap didominasi individu berukuran 4-6 dan 6-8 cm. Rasio kelamin pada bulan Mei seimbang sedangkan pada Juni tidak seimbang. Ikan yang tertangkap didominasi ikan dengan TKG 2. Pertumbuhan ikan ceba menunjukkan tipe allometrik negatif, dengan nilai b≠3. Faktor kondisi ikan menunjukkan bahwa ikan tergolong kurang montok dan struktur populasi ikan ceba dalam kondisi yang baik. | Kebumen Regency is located at coordinates 7°27’-7°50’ S and 109°33’-109°50’ T, with the Kecepek River flowing through Pesantren Village, Primbun Kidul Village, and Gebangsari Village. Population structure is a strategy to predict the population condition in aquatic environments. This study aims to examine the population structure, sex ratio, gonad maturnity stages, length-weight relationship, and condition factor of the ceba fish (Systomus rubripinnis) which has black spots on the side of the operculum and tail fin. The method used is purposive random sampling with data analysis consisting of statistical and descriptive analysis. The result show that the ceba fish caught were dominated by individuals measuring 4-6 and 6-8 cm. The sex ratio in May was balanced while in June it was unbalanced. The fish caught were mostly in gonad maturnity stage 2. The growth pattern of the Ceba fish was allometric negative with a b value b≠3. The condition factor of the fish indicates that the fish are considered to be in poor condition and the population structure of the ceba fish in good condition. | |
| 43648 | 47016 | I1B021044 | Hubungan Kepercayaan Diri dan Kesejahteraan Subjektif pada Mahasiswa Kesehatan Tingkat Akhir | Latar Belakang: Proses penyelesaian skripsi menimbulkan banyak tantangan bagi mahasiswa tingkat akhir sehingga memunculkan perasaan tidak menyenangkan. Perasaan tidak menyenangkan menandakan terdapat permasalahan kesejahteraan subjektif. Salah satu hal yang memengaruhi kesejahteraan subjektif adalah kepercayaan diri. Adanya kepercayaan diri dapat menghantarkan mahasiswa kepada kepuasan hidup yang merupakan indikator dari kesejahteraan subjektif. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode korelasi dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 94 mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner kepercayaan diri dan kesejahteraan subjektif. Analisis data pada penelitian ini adalah univariat dengan menggunakan uji normalitas data dan analisis bivariat menggunakan uji Somers’d. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini diketahui nilai tengah usia responden 21 tahun, mayoritas berjenis kelamin perempuan (78,72%), berasal dari jurusan kesehatan masyarakat (27,66%), tinggal di kos atau kontrak (70,21%) dengan uang saku per-bulan 500.000-1.500.000 (56,39%). Mayoritas kepercayaan diri responden berada pada kategori tinggi sebesar 78,7% (74 responden). Sedangkan untuk kesejahteraan subjektif mayoritas responden berada pada kategori tinggi dengan persentase 59,58% (56 responden). Kepercayaan diri berhubungan signifikan dengan kesejahteraan subjektif (p-value=0,03, r=0,284). Kesimpulan: Semakin tinggi kepercayaan diri maka semakin tinggi kesejahteraan subjektif mahasiswa kesehatan tingkat akhir. | Background: The process of completing a thesis posed many challenges for final-year students, leading to unpleasant feelings. These unpleasant feelings indicated problems with subjective well-being. One factor that affected subjective well-being was self-confidence. Self-confidence helped students achieve life satisfaction, which is an indicator of subjective well-being. Method: This study used a correlational method with a cross-sectional approach and involved 94 final-year students from the Faculty of Health Sciences at Universitas Jenderal Soedirman. The research instruments used self-confidence and subjective well-being questionnaires. Data analysis in this study was univariate using a normality test and bivariate analysis using the Somers’ d test. Results: The results showed that the median age of the respondents was 21 years. The majority were female (78.72%), from the public health department (27.66%), lived in boarding houses or rented accommodation (70.21%), and had a monthly allowance of 500,000-1,500,000 IDR (56.39%). The majority of respondents had high self-confidence, with 78.7% (74 respondents) in the high category. Regarding subjective well-being, most respondents also had high subjective well-being, with 56.58% (56 respondents) in the high category. Self-confidence was significantly related to subjective well-being (p-value = 0.03, r = 0.284). Conclusion: The higher the self-confidence, the higher the subjective well-being of final-year health students. | |
| 43649 | 47017 | I1B021028 | Hubungan Self Disclosure dengan Stres Akademik Mahasiswa Keperawatan Unsoed yang Memiliki Second Account Instagram | Latar Belakang: Pengungkapan diri adalah contoh mekanisme koping yang dapat digunakan sebagai solusi alternatif saat berhadapan dengan stresor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pengungkapan diri dengan tingkat stres akademik pada mahasiswa keperawatan yang memiliki second account Instagram. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif analisis korelasi dengan studi cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 175 peserta dengan pengambilan sampel acak bertingkat proporsional. Analisis data yang digunakan adalah tes Spearman. Hasil: Karakteristik usia peserta memiliki nilai median 20, sebagian besar adalah perempuan (94,3%), angkatan 2023 (45,1%), dan memiliki partisipasi dalam organisasi (63,4%). Nilai rata-rata frekuensi posting adalah 5 kali seminggu dengan jumlah pengikut rata-rata adalah 60. Mayoritas peserta memiliki tingkat pengungkapan diri yang sedang (70,3%) dan stres akademik (65,1%). Hasil uji analisis Spearman diperoleh p value=0,365. Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengungkapan diri dan tingkat stres akademik pada mahasiswa keperawatan Unsoed yang memiliki akun Instagram kedua. Peneliti lain dapat meneliti lebih banyak tentang pengungkapan diri dengan media yang berbeda atau pada tingkat stres yang lebih luas. | Background: Self-disclosure is an example of a coping mechanism that can be used as an alternative solution when dealing with stressors. The purpose of this study is to analyze the relationship between self-disclosure and the level of academic stress in nursing students with second Instagram account. Methodology: This study uses quantitative research design of correlational analysis with cross-sectional studies. The sample in this study was 175 participants with proportionate stratified random sampling. The data analysis used was Spearman test. Results: The age characteristics of the participants had a median value of 20, most of them were women (94.3%), class of 2023 (45.1%), and had participation in organizations (63.4%). The median value of posting frequency is 5 times a week with number of followers average is 60. The majority of participants had moderate level of self-disclosure (70.3%) and academic stress (65.1%). The results of Spearman analysis test obtained p value=0.365. Conclusion: There was no significant relationship between self-disclosure and the level of academic stress in Unsoed nursing students who had a second Instagram account. Other researchers can research more about self-disclosure with different media or on a broader level of stress. | |
| 43650 | 47018 | J1A021013 | URBANIZATION AND ENVIRONMENTAL DEGRADATION IN ‘WHERE DO THE CHILDREN PLAY’ MUSIC VIDEO (2020): AN ECO-SEMIOTICS ANALYSIS | Analisis ekosemioka mengungkapkan isu urbanisasi dan degradasi lingkungan yang digambarkan dalam video musik Cat Stevens "Where Do the Children Play?". Dengan menganalisis elemen visual dan lirik melalui kerangka Eco-semiotics, penelitian ini mengungkapkan bagaimana lagu-lagu ini membangun narasi ekologis yang mengangkat isu industrialisasi dan degradasi lingkungan. Studi ini menekankan bagaimana integrasi elemen visual dan lirik dalam musik populer mencerminkan dan membentuk persepsi masyarakat terhadap isu-isu lingkungan. Melalui pendekatan Eco-semiotics, temuan menunjukkan peran penting ekspresi artistik dalam meningkatkan kesadaran lingkungan dan mengadvokasi keberlanjutan ekologis. | An Eco-semiotics analysis reveals urbanization and environmental degradation issues as as depicted in the music videos of Cat Stevens' "Where Do the Children Play?" analyzing the visual and lyrical elements through an Eco-semiotics framework, this research reveals how these songs construct ecological narratives that brought up industrialization and environmental degradation issues. This study emphasizes how the integration of visual and lyrical elements in popular music reflects and shapes societal perceptions of environmental issues. Through Eco-semiotics approach, the findings shows the significant role of artistic expression in fostering environmental awareness and advocating for ecological sustainability. | |
| 43651 | 47019 | C1B021012 | PENGARUH KOMUNITAS ONLINE DAN KETERLIBATAN PELANGGAN YANG DIMEDIASI DENGAN ULASAN PELANGGAN ONLINE PADA MINAT BELI | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dari Komunitas Online dan Keterlibatan Pelanggan yang dimediasi dengan Ulasan Pelanggan Online terhadap Minat Beli. Dalam penelitian ini terdapat 175 responden yang secara aktif berkuliah di Universitas Jenderal Soedirman dengan rentang usia 17-25 tahun yang merupakan pengikut akun dari akun autobase @Unsoedfess1963 dan membaca postingan mengenai ulasan makanan yang ada di akun @Unsoedfess1963 minimal tiga kali dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data Structural Equation Modelling (SEM) dengan alat Smart Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukan: (1) Keterlibatan Pelanggan berpengaruh positif terhadap Minat Beli (2) Keterlibatan Pelanggan berpengaruh positif terhadap Ulasan Pelanggan Online (3) Keterlibatan Pelanggan yang dimediasi dengan Ulasan Pelanggan Online berpengaruh positif terhadap Minat Beli (4) Komunitas Online berpengaruh positif terhadap Minat Beli (5) Komunitas Online berpengaruh positif terhadap Ulasan Pelanggan Online (6) Komunitas Online yang dimediasi oleh Ulasan Pelanggan Online berpengaruh positif terhadap Minat Beli (7) Ulasan Pelanggan Online berpengaruh positif terhadap Minat Beli. Penelitian ini menunjukan bahwa dengan menijngkatkan keterlibatan pelanggan dengan konten produk yang ada dan memanfaatkan komunitas-komunitas online yang ada di media sosial dapat meningkatkan minat beli. | This study analyzes the effect of customer engagement and online communities mediated by online customer reviews on purchase intention. In this study, 175 respondents were active students of Jenderal Soedirman University with an age range of 17-25 years who were followers of the @Unsoedfess1963 autobase account and had read posts related to food reviews on the @Unsoedfess1963 account at least three times in the last three months. The research model was tested empirically using SmartPLS software, which showed that: (1) Customer Engagement has a positive effect on Purchase Intention (2) Customer Engagement has a positive effect on Online Customer Reviews (3) Customer Engagement mediated by Online Customer Reviews has an effect on Purchase Intention (4) Online Community has a positive effect on Purchase Intention (5) Online Community has a positive effect on Online Customer Reviews (6) Online Community mediated by Online Customer Reviews has a positive effect on Purchase Intention (7) Online Customer Reviews have a positive effect on Purchase Intention. This research shows that by increasing customer engagement with existing product content and utilizing online communities on social media can increase purchase intention. | |
| 43652 | 47020 | G1A020107 | Gambaran Histopatologi Jaringan Paru Tikus (Rattus norvegicus) Pada Beberapa Keadaan Tenggelam di Air Tawar | Latar Belakang: Tenggelam masih menjadi salah satu penyebab kematian yang signifikan dengan patofisiologi yang kompleks dan sulit didiagnosis. Pemeriksaan histopatologi jaringan paru adalah salah satu pemeriksaan yang dapat menunjang diagnosis cause of death dan manner of death pada kasus tenggelam. Tujuan: Mengetahui gambaran histopatologi jaringan paru tikus yang tenggelam di air tawar dalam beberapa keadaan: hidup, tidak sadar dan mati. Metode: Penelitian deskriptif eksperimental dengan membagi tikus dalam tiga kondisi, tenggelam dalam keadaan hidup, tidak sadar dan mati (post-mortem). Tikus ditenggelamkan lalu jaringan paru diambil, diproses, diwarnai dengan pewarna hematoksilin eosin lalu diamati gambaran histopatologinya di bawah mikroskop. Hasil pembacaan preparat disajikan dalam bentuk deskriptif dan skoring. Hasil: Pada kelompok 1 ditemukan gambaran edema alveoli dengan skor 2, perdarahan skor 4, infiltrasi sel radang skor 2,2 dan penebalan alveoli skor 2,4, pada kelompok 2 ditemukan skor edema alveoli 2, skor perdarahan 4, skor infiltrasi sel radang 2,2 dan penebalan alveoli 2,4 sedangkan kelompok 3 ditemukan skor gambaran edema alveoli 1, skor perdarahan 4, skor infiltrasi sel radang 4 dan skor penebalan alveoli 3. Kesimpulan: Histopatologi jaringan paru tikus yang tenggelam dalam keadaan hidup tampak edema alveoli sedang, perdarahan masif, infiltrasi sel radang sedang dan penebalan alveoli sedang. Tikus yang tenggelam tidak sadar tampak edema alveoli sedang, perdarahan masif, infiltrasi sel radang sedang dan penebalan alveoli sedang. Tikus yang tenggelam setelah mati tampak edema alveoli minimal, perdarahan masif, infiltrasi sel radang massif dan penebalan alveoli berat. | Background: Drowning remains a significant cause of mortality, with complex pathophysiological mechanisms that are often challenging to diagnose. Histopathological examination of the lung is one of the tests that supports the diagnosis of the cause of death and manner of death in drowning cases. Objective: This study aims to characterize the histopathological features of rat lung tissues subjected to freshwater drowning in different states: alive, unconscious and deceased. Methods: A descriptive experimental study by dividing the rats into three conditions, alive, unconscious and deceased during drowning (post-mortem). The lung tissues collected from the drowned rats, processed, colored with hematoxylin eosin stains and observed under the microscope. The results stated in descriptive form and scores. Results: In group 1, there was a picture of alveolar edema with a score of 2, bleeding with a score of 4, inflammatory cell infiltration with a score of 2.2 and alveolar thickening with a score of 2.4, in group 2, there was a score of alveolar edema with a score of 2, bleeding with a score of 4, inflammatory cell infiltration with a score of 2.2 and alveolar thickening with a score of 2.4, while in group 3, there was a picture of alveolar edema with a score of 1, bleeding with a score of 4, inflammatory cell infiltration with a score of 4 and alveolar thickening with a score of 3. Conclusion: Histopathology of lung tissue of rats that drowned alive showed moderate alveolar edema, massive hemorrhage, moderate inflammatory cell infiltration and moderate alveolar thickening. Rats that drowned unconsciously showed moderate alveolar edema, massive hemorrhage, moderate inflammatory cell infiltration and moderate alveolar thickening. Rats that drowned after death showed minimal alveolar edema, massive hemorrhage, massive inflammatory cell infiltration and severe alveolar thickening. | |
| 43653 | 47021 | F1B021041 | Analisis Implementasi Strategi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Pemula pada Pemilu 2024 di KPU Kabupaten Banyumas | Banyaknya pemilih pemula dari total 209 sekolah menengah dan kampus yang ada di Kabupaten Banyumas 69 di antaranya tidak terjangkau sosialisasi dan pendidikan pemilih secara langsung oleh KPU karena terbatasnya sumber daya manusia dan padatnya kegiatan KPU dalam menyiapkan Pemilu 2024 menjadi permasalahan yang serius karena akan berpengaruh besar pada tingkat partisipasi masyarakat pada penyelenggaraan pemilihan umum. KPU Kabupaten Banyumas idealnya memiliki strategi untuk mengatasi permasalahan tersebut dalam upaya mewujudkan visi dan misi terkait optimalisasi partisipasi masyarakat, khususnya pemilih pemula dalam Pemilu 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi strategi sosialisasi dan pendidikan pemilih pemula pada Pemilu 2024 di KPU Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Implementasi Strategi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Pemula pada Pemilu 2024 di KPU Kabupaten Banyumas yang dinilai dapat mengatasi permasalahan tersebut adalah adanya strategi sosialisasi dan pendidikan pemilih pemula dengan memanfaatkan platform media sosial, seperti Instagram, Facebook, Twitter/X, TikTok, dan Youtube. Dilihat dari kacamata Manajemen Strategi yang meliputi tiga aspek, yaitu Program, Anggaran, dan Prosedur, strategi dinilai sangat optimal, efektif, dan efisien hingga membawa KPU Kabupaten Banyumas pada penghargaan yang diberikan oleh KPU RI. | The large number of beginner voters from a total of 209 high schools and campuses in Banyumas Regency, 69 of whom cannot be reached by voter socialization and education directly by the Banyumas Regency General Election Commission due to limited human resources and the busy activities of the General Election Commission in preparing for the 2024 Elections, is a serious problem because it will affect large level of community participation in holding general elections. The Banyumas Regency General Election Commission ideally has a strategy to overcome these problems in an effort to realize the vision and mission related to optimizing community participation, especially beginner voters in the 2024 Election. This research aims to find out how strategy implementation of the socialization and education for beginner voters in the 2024 Election at the Banyumas Regency General Election Commission is. This research uses descriptive qualitative research methods. The data collection techniques use interview, observation, and documentation study methods. The results of this research can be concluded that the strategy implementation of the socialization and education for beginner voters in the 2024 Election at the Banyumas Regency General Election Commission which is considered to be able to overcome these problems is the existence of a socialization and education strategy for beginner voters by utilizing social media platforms, such as Instagram, Facebook, Twitter/X, TikTok, and YouTube. Viewed from the perspective of Strategic Management which includes three aspects, namely Program, Budget, and Procedures, the strategy is considered very optimal, effective, and efficient, bringing the Banyumas Regency General Election Commission to an award given by the General Election Commission of the Republic of Indonesia. | |
| 43654 | 47022 | K1B020004 | Solusi Persamaan Osilator Van der Pol Menggunakan Metode Lindstedt-Poincare | Persamaan osilator Van der Pol merupakan persamaan diferensial nonlinier. Persamaan ini sulit dicari solusinya menggunakan metode analitik. Pada penelitian ini, solusi persamaan osilator Van der Pol diselesaikan menggunakan metode perturbasi. Metode perturbasi yang digunakan untuk menyelesaikan persamaan osilator Van der Pol adalah metode Lindstedt-Poincare. Penyelesaian dilakukan terhadap persamaan osilator Van der Pol tanpa gaya luar dan dengan gaya luar sampai orde kedua. Hasil simulasi menunjukkan bahwa solusi persamaan osilator Van der Pol dengan gaya luar membentuk gelombang yang lebih banyak dibandingkan dengan solusi persamaan osilator Van der Pol tanpa gaya luar. Hal ini dipengaruhi oleh frekuensi sudut yang diperoleh. Semakin besar nilai frekuensi sudut, maka semakin banyak gelombang yang terbentuk. | The Van der Pol oscillator equation is a nonlinear differential equation. This equation is difficult to find a solution using analytical methods. In this research, the solution to the Van der Pol oscillator equation is solved using the perturbation method. The perturbation method used to solve the Van der Pol oscillator equation is the Lindstedt-Poincare method. The solution is carried out to the unforced Van der Pol oscillator equation and forced Van der Pol equation up to second order. The simulation results show that the solution to the forced Van der Pol oscillator equation forms more waves than the solution to the unforced Van der Pol oscillator equation. This is influenced by the angular frequency obtained. The greater the value of angular frequency, the more waves are formed. | |
| 43655 | 47023 | F1B021077 | IMPLEMENTASI CORE VALUES ASN BER-AKHLAK PADA PEGAWAI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN RISET DAN INOVASI DAERAH KOTA TEGAL | Berdasarkan Surat Edaran KemenPAN-RB Nomor 20 Tahun 2021, seluruh instansi pemerintah diwajibkan mengimplementasikan dan menginternalisasikan nilai ASN BerAKHLAK, namun hasil survei menunjukkan Bapperida Kota Tegal hanya mencapai skor 65,70% pada tahun pertama implementasi, mengindikasikan penerapan yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Core Values ASN BerAKHLAK pada pegawai Bapperida Kota Tegal melalui pendekatan compliance menurut Ripley dan Franklin menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokuemntasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Core Values ASN BerAKHLAK pada pegawai Bapperida Kota Tegal telah berjalan dengan baik, tercermin dalam berbagai aktivitas kerja seperti pendekatan partisipatif, pelaporan e-kinerja, peningkatan kompetensi, pelaksanaan apel, penegmbanagan website dan kerja sama lintas bidang. Meskipun demikian, penerapan ini masih dipengaruhi oleh budaya organisasi sebelumnya, yaitu PRIMA yang telah lebih dahulu menjadi bagian dari budaya kerja. Selain itu, terdapat hambatan pada penerapan nilai Adaptif akibat rotasi pegawai. | In accordance with the Ministry of Administrative and Bureaucratic Reform Circular Letter No. 20 of 2021, all government agencies are mandated to internalize and implement the core values of ASN BerAKHLAK, all government institutions are required to internalize the ASN BerAKHLAK values. However, survey results show that Bapperida Kota Tegal achieved a score of only 65.70% in the first year of implementation, indicating suboptimal application. This study aims to analyze the implementation of ASN BerAKHLAK Core Values among Bapperida Kota Tegal employees using the compliance approach by Ripley and Franklin through a qualitative descriptive method, with data collected via interviews, observations, and documentation. The findings reveal that the implementation of ASN BerAKHLAK Core Values among Bapperida Kota Tegal employees has been progressing well, as reflected in various work activities such as participatory approaches, e-performance reporting, competency development, regular flag ceremonies, website development, and cross-department collaboration. Nevertheless, the implementation remains influenced by the pre-existing organizational culture, PRIMA, which had been established earlier as part of the work culture. Additionally, there are challenges in applying the Adaptable value due to employee rotations. | |
| 43656 | 47024 | G1A020088 | Hubungan Antara Personal Hygiene dan Karakteristik Tempat Tinggal Dengan Pediculosis Capitis Pada Santriwati Pondok Pesantren Darul Quran Karang Tengah Baturraden | Latar Belakang : Pediculosis capitis merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh Pediculus humanus capitis yang dapat menyerang rambut dan kulit kepala. Penyakit ini merupakan masalah kesehatan yang telah mendunia yang terjadi paling banyak pada perempuan yang disebabkan karena personal hygiene buruk dan tingkat kepadatan hunian yang tinggi. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan personal hygiene dan karakteristik tempat tinggal dengan pediculosis capitis pada santriwati Metode : Penelitian observasional analitik dengen proses pendekatan kasus cross sectional study. Analisis data menggunakan uji Chi Square, Uji Fisher, dan Uji Pearson. Hasil : Jumlah kejadian pediculosis capitis terbanyak didapatkan hasil 42,9% pada usia 13 tahun. Hasil uji Chi Square menunjukkan hubungan yang tidak signifikan antara personal hygiene dengan pediculosis capitis. Uji Fisher menunjukkan hubungan yang signifikan antara kepadatan hunian dengan pediculosis capitis. Uji Pearson tidak terdapat korelasi antara personal hygiene dengan pediculosis capitis dan terdapat korelasi antara kepadatan hunian dengan pediculosis capitis. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang tidak signifikan antara personal hygiene dengan pediculosis capitis dan terdapat hubungan yang signifikan antara kepadatan hunian dengan pediculosis capitis di pondok pesantren Darul Quran Karang Tengah Baturraden tahun 2024. Kata Kunci : Karakteristik Tempat Tinggal, Kepadatan Hunian, Pediculosis capitis, Personal hyiene | Background : Pediculosis capitis is a skin disease caused by Pediculus humanus capitis which can attack the hair and scalp. This disease is a global health problem that occurs mostly in women due to poor personal hygiene and high levels of residential density. Objective : To determine the relationship between personal hygiene and residence characteristics with pediculosis capitis in female students. Results : The highest number of cases of pediculosis capitis was 42.9% at the age of 13 years. The Chi Square test results showed an insignificant relationship between personal hygiene and pediculosis capitis. Fisher's test showed a significant relationship between residential density and pediculosis capitis. The Pearson test found no correlation between personal hygiene and pediculosis capitis and there was a correlation between residential density and pediculosis capitis. Conclusion : There is an insignificant relationship between personal hygiene and pediculosis capitis and there is a significant relationship between residential density and pediculosis capitis at the Darul Quran Karang Tengah Baturraden Islamic boarding school in 2024. Keyword : Residential Characteristics, Residential Density, Pediculosis capitis, Personal hygiene | |
| 43657 | 47025 | G1A020098 | Perbedaan Faktor Risiko Skabies pada Laki-Laki dan Perempuan di Pondok Pesantren A.P.I Darul 'Ulum Cilacap | Latar belakang: Prevalensi skabies global masih tinggi, mencapai 300 juta kasus per tahun. Meskipun intervensi edukasi dan perilaku telah diterapkan di pondok pesantren, penurunan kasus belum signifikan. Faktor-faktor penyebabnya, termasuk peran jenis kelamin dalam risiko skabies, perlu diteliti lebih lanjut. Tujuan: Mengetahui perbedaan faktor risiko skabies pada laki-laki dan perempuan di Pondok Pesantren A.P.I Darul ‘Ulum Cilacap. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel terdiri dari 37 santri Pondok Pesantren A.P.I Darul ‘Ulum Cilacap periode Februari hingga Maret 2024, dipilih menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pemeriksaan fisik, kemudian dianalisis menggunakan uji Fisher untuk perbedaan antarvariabel. Hasil: Kejadian skabies ditemukan pada 10,8% responden (4 dari 37 santri) dan semuanya laki-laki. Mayoritas responden memiliki personal hygiene buruk (73,0%) dan status gizi normal (56,8%). Terdapat perbedaan signifikan kejadian skabies menurut jenis kelamin (p=0,036), tingkat pengetahuan (p<0,001), dan status gizi (p=0,003). Tidak ditemukan perbedaan signifikan antara tingkat personal hygiene dan kejadian skabies (p=0,557). Responden laki-laki dengan status gizi underweight dan tingkat pengetahuan rendah memiliki risiko lebih tinggi terhadap skabies. Kesimpulan: Terdapat perbedaan faktor risiko skabies pada laki-laki dan perempuan di Pondok Pesantren A.P.I Darul ‘Ulum Cilacap. | Background: The global prevalence of scabies remains high, with 300 million cases reported annually. Despite the implementation of educational and behavioral interventions in Islamic boarding schools, the reduction in cases has been insignificant. The contributing factors, including the role of gender in scabies risk, need further investigation. Objective: To determine the differences in scabies risk factors between males and females at A.P.I Darul ‘Ulum Islamic Boarding School, Cilacap. Methods: This study employed an observational analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 37 students from A.P.I Darul ‘Ulum Islamic Boarding School, Cilacap, during the February to March 2024 period, selected using total sampling. Data were collected through questionnaires and physical examinations and analyzed using the Fisher's exact test to examine relationships between variables. Results: Scabies was identified in 10.8% of the respondents (4 out of 37 students), all of whom were males. The majority of respondents had poor personal hygiene (73.0%) and normal nutritional status (56.8%). There were significant differences in the incidence of scabies based on gender (p=0.036), knowledge level (p<0.001), and nutritional status (p=0.003). No significant difference was found between personal hygiene level and the incidence of scabies (p=0.557). Male respondents with underweight nutritional status and low knowledge levels had a higher risk of scabies. Conclusion: There are differences in scabies risk factors between males and females at A.P.I Darul ‘Ulum Islamic Boarding School, Cilacap. | |
| 43658 | 47026 | C1G020022 | THE INFLUENCE OF LENGTH OF BUSINESS, CAPITAL AND WORKING HOURS ON THE INCOME OF CULINARY SELLERS IN SOUTH TANGERANG (Case Study of Culinary Sellers in East Ciputat District) | Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan data primer, dan di uji dengan menggunakan Uji Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan pedagang kuliner di Kecamatan Ciputat Timur dipengaruhi oleh variabel-variabel yang digunakan pada peneilitian ini yaitu lama usaha, modal, dan jam kerja. (1) Lama usaha berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pedagang kuliner di Kecamatan Ciputat Timur. (2) Modal berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pedagang kuliner di Kecamatan Ciputat Timur. (3) Jam kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pedagang kuliner di Kecamatan Ciputat Timur. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah para pedagang kuliner di Kecamatan Ciputat Timur disarankan untuk lebih bijak dalam mengelola modal usaha, seperti mengalokasikan dana untuk peningkatan kualitas produk atau investasi yang efisien dalam peralatan usaha. Selain itu, pedagang dapat mempertimbangkan untuk mengikuti pelatihan atau program pemerintah guna meningkatkan kemampuan manajerial serta strategi pengelolaan modal agar dapat bertahan dalam kondisi pasar yang tidak menentu. Pemanfaatan modal juga dapat diarahkan pada inovasi produk atau strategi pemasaran yang lebih menarik untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan. Tujuannya adalah untuk mendorong para pedagang kuliner di Kecamatan Ciputat Timur untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan modal usaha, sehingga dapat meningkatkan daya saing, memperluas pasar, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan mereka. | This research is a type of quantitative research using primary data, and is tested using the Multiple Linear Regression Test. The results showed that the income of culinary sellers in East Ciputat District was influenced by the variables used in this study, namely length of business, capital, and working hours. (1) Length of business has a significant effect on the income of culinary sellers in East Ciputat District. (2) Capital has a significant effect on the income of culinary sellers in East Ciputat District. (3) Working hours have no significant effect on the income of culinary sellers in East Ciputat District. The implication of the results of this study is that culinary sellers in East Ciputat District are advised to be wiser in managing business capital, such as allocating funds to improve product quality or efficient investment in business equipment. In addition, sellers can consider participating in training or government programs to improve managerial skills and capital management strategies in order to survive in uncertain market conditions. Capital utilization can also be directed towards product innovation or more attractive marketing strategies to expand the market and increase revenue. The aim is to encourage culinary sellers in East Ciputat District to improve efficiency and effectiveness in managing business capital, so as to increase competitiveness, expand markets, and ultimately increase their income. | |
| 43659 | 47027 | I1C021078 | PENDEKATAN NON-TARGETED METABOLOMIC DAN KEMOMETRIK DALAM PROFILING MINYAK ATSIRI Zingiber officinale DAN Zingiber cassumunar SERTA AKTIVITAS ANTIBAKTERINYA TERHADAP Pseudomonas aeruginosa DAN MRSA | Resistensi antibiotik merupakan masalah global yang memerlukan solusi mendesak, salah satunya melalui eksplorasi senyawa antibakteri baru. Minyak atsiri tanaman menjadi target potensial karena kandungan senyawa bioaktifnya. Penelitian ini mengeksplorasi minyak atsiri Zingiber cassumunar dan Zingiber officinale, yang secara empiris telah digunakan sebagai obat, untuk membandingkan profil metabolit serta aktivitas antibakterinya terhadap Pseudomonas aeruginosa dan MRSA. Analisis metabolit dilakukan menggunakan pendekatan non-targeted metabolomic dengan GC-MS yang dikombinasikan kemometrik, sementara uji antibakteri menggunakan metode broth microdilution (BMD). Sebanyak 169 metabolit terdeteksi, dengan 85 metabolit teranotasi. Hasil uji menunjukkan bahwa minyak atsiri Z. cassumunar dan Z. officinale memiliki aktivitas antibakteri sedang terhadap MRSA dan aktivitas lemah terhadap P. aeruginosa. Pendekatan metabolomik ini terbukti efektif untuk mendeteksi metabolit secara komprehensif, sedangkan uji antibakteri mengonfirmasi potensi keduanya sebagai agen antibakteri alternatif. | Antibiotic Antibiotic resistance is a global issue requiring urgent solutions, including the exploration of new antibacterial compounds. Plant essential oils are a potential target due to their bioactive compound content. This study explores the essential oils of Zingiber cassumunar and Zingiber officinale, which have been empirically used as medicine, to compare their metabolite profiles and antibacterial activity against Pseudomonas aeruginosa and MRSA. Metabolite analysis was performed using a non-targeted metabolomic approach with GC-MS combined with chemometrics, while antibacterial activity was evaluated using the broth microdilution (BMD) method. A total of 169 metabolites were detected, with 85 metabolites successfully annotated. The antibacterial tests revealed that the essential oils of Z. cassumunar and Z. officinale exhibited moderate activity against MRSA and weak activity against P. aeruginosa. The metabolomic approach proved effective in comprehensively detecting metabolites, while antibacterial testing confirmed the potential of these essential oils as alternative antibacterial agents. | |
| 43660 | 47028 | G1A021103 | PENGARUH PAPARAN BENZO[A]PYRENE TERHADAP BERAT BADAN TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR WISTAR | Latar Belakang: Benzo[a]pyrene (BaP) merupakan salah satu contoh Polisiklik Aromatik Hidrokarbon (PAH). PAH adalah senyawa yang terdiri atas atom karbon dan hidrogen yang memiliki sifat hidrofobik. Senyawa PAH terutama ditemukan dalam minyak bumi beserta turunannya dalam bentuk BaP. Pada mamalia, BaP mudah diserap dengan cara inhalasi, pemberian oral, atau melalui kulit. Paparan BaP melalui udara, banyak didapat pada pekerja tambang dan pengolahan minyak bumi, polisi lalu lintas, tukang parkir, serta pekerja yang berada di sekitar jalan raya, sehingga BaP masuk dalam kategori polusi udara. Polusi udara berhubungan dengan kejadian obesitas melalui jalur peradangan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan BaP terhadap berat badan tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni, pre and post-test with control group design dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pengambilan sampel menggunakan rumus Federer dengan total sampel sebesar 6 tikus setiap kelompok ditambah 2 sebagai drop out sehingga total keseluruhan adalah 32 tikus dibagi dalam 4 kelompok perlakuan. Setiap kelompok diberikan variasi dosis yang berbeda yaitu 0 μg (K), 2,5 μg (P1) , 5 μg (P2), dan 10 μg (P3). Penelitian selama 21 hari dengan ditetesi BaP di hidung (inhalasi). Hasil: Berat badan hewan coba ditimbang setiap minggu dan didapatkan hasil rerata pada minggu ke-3 adalah 226,13 g (K), 218 g (P1), 235,86 g (P2), dan 238, 38 g (P3). Hasil selisih rerata pre dan post test didapatkan 16,75 g (K), 28,29 g (P1), 42 g (P2), dan 35 g (P3) Analisis data menggunakan one-way ANOVA Kesimpulan: Berdasarkan analisis statistik diperoleh nilai p value sebesar 0,155 (p value dikatakan bermakna jika <0,05) sehingga disimpulkan behawa tidak ada hubungan bermakna antara pengaruh paparan BaP dengan berat badan tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar. | Background: Benzo[a]pyrene (BaP) is an example of Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAH), compounds composed of carbon and hydrogen atoms with hydrophobic properties. PAHs are primarily found in petroleum and its derivatives, including BaP. In mammals, BaP is easily absorbed through inhalation, oral administration, or skin exposure. BaP exposure via air is common among workers in mining and petroleum processing, traffic police, parking attendants, and workers near highways, making BaP a significant air pollutant. Air pollution is associated with obesity through inflammatory pathways. Objective: This study aims to investigate the effect of BaP exposure on the body weight of Wistar rats (Rattus norvegicus). Methods: The research is a pure experimental study with a pre-and post-test control group design using a Completely Randomized Design (CRD). The sample size was determined using the Federer formula, resulting in six rats per group with an additional two for potential dropout, yielding a total of 32 rats divided into four treatment groups. Each group was exposed to different doses of BaP: 0 μg (K), 2.5 μg (P1), 5 μg (P2), and 10 μg (P3). The study lasted for 21 days, with BaP administered intranasally (inhalation). Results: The body weight of the test animals was measured weekly, and the average body weights on the third week were 226.13 g (K), 218 g (P1), 235.86 g (P2), and 238.38 g (P3). The differences between pre- and post-test means were 16.75 g (K), 28.29 g (P1), 42 g (P2), and 35 g (P3). Conclusion: Data analysis was conducted using a one-way ANOVA, which yielded a p-value of 0.155 (statistical significance is determined at p < 0.05). It was concluded that there is no significant relationship between BaP exposure and the body weight of Wistar rats (Rattus norvegicus). |