Artikelilmiahs

Menampilkan 43.761-43.780 dari 48.840 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4376147130C1A020003Analisis Daya Saing dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Ekspor Lada Putih Indonesia di Pasar AsiaIndonesia merupakan negara yang identik dengan sektor pertanian, sehingga sebagian besar penduduknya mengandalkan pertanian sebagai sumber pendapatan utama. Lada putih menjadi salah satu komoditas unggulan yang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi melalui kegiatan ekspor. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data panel dengan periode tahun 2015-2022. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Revealed Comparative Advantage (RCA) guna melihat tingkat daya saing lada putih Indonesia di Pasar Asia dan analisis regresi linear beganda untuk menganalisis pengaruh GDP negara importir, nilai tukar, dan harga lada putih internasional terhadap nilai ekspor lada putih Indonesia dalam runtut waktu dari tahun 2015 hingga tahun 2022. Negara-negara yang menjadi objek penelitian ini adalah Vietnam, India, Jepang, Taiwan, Malaysia, dan Singapura. Hasil analisis data menunjukan bahwa komoditas lada putih Indonesia memiliki daya saing di Vietnam, India, Jepang, Taiwan, Malaysia, dan Singapura. GDP negara importir, nilai tukar, dan harga lada putih internasional secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai ekspor lada putih Indonesia. GDP negara impor memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap nilai ekspor lada putiih Indonesia. Implikasi penelitian yaitu dapat dilakukan dengan melakukan inovasi baru berupada produk olahan yang dapat memberikan nilai jual yang lebih baikIndonesia is a country that is identical to the agricultural sector, so that most of its population relies on agriculture as their main source of income. White pepper is one of the leading commodities that contributes to economic growth through export activities. This study uses secondary data in the form of panel data with a period of 2015-2022. The analytical tool used in this study is Revealed Comparative Advantage (RCA) to see the level of competitiveness of Indonesian white pepper in the Asian Market and multiple linear regression analysis to analyze the effect of GDP of importing countries, exchange rates, and international white pepper prices on the value of Indonesian white pepper exports in a time series from 2015 to 2022. The countries that are the objects of this study are Vietnam, India, Japan, Taiwan, Malaysia, and Singapore. The results of the data analysis show that Indonesian white pepper commodities are competitive in Vietnam, India, Japan, Taiwan, Malaysia, and Singapore. The GDP of importing countries, exchange rates, and international white pepper prices together have a significant influence on the value of Indonesian white pepper exports. The GDP of importing countries has a significant negative influence on the value of Indonesian white pepper exports. The implications of the research are that it can be done by making new innovations in the form of processed products that can provide better selling value.
4376247132C1A020020FAKTOR PRODUKSI PADI DALAM MENDORONG KETAHANAN PANGAN DI INDONESIAPangan selalu menjadi isu strategis dalam pembangunan baik tingkat global maupun nasional, karena pemenuhan pangan merupakan hak setiap warga negara yang harus terjamin dari segi kuantitas maupun kualitas, aman dan bergizi. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif menggunakan analisis deskriptif dan analisis data panel guna menganalisis pengaruh luas panen padi, produktivitas padi, konsumsi beras perkapita, dan realisasi pupuk bersubsidi terhadap ketahanan pangan. Periode penelitian tahun 2013-2022 dari 34 provinsi di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pada tahun 2022 terdapat 15 provinsi di Indonesia yang masuk dalam status tahan pangan dan 19 provinsi berada di status belum tahan pangan. Berdasarkan hasil regresi data panel diketahui bahwa luas panen secara statistik berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketahanan pangan. Produktivitas padi berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketahanan pangan. Konsumsi beras perkapita berpengaruh negatif terhadap ketahanan pangan. Realisasi pupuk berpengaruh positif terhadap ketahanan pangan. Food has always been a strategic issue in development at both global and national levels, because fulfilling food is the right of every citizen which must be guaranteed in terms of quantity and quality, safe and nutritious. The type of research used is quantitative research using descriptive analysis and panel data analysis to analyze the influence of rice harvest area, rice productivity, per capita rice consumption, and the realization of subsidized fertilizer on food security. Research period 2013-2022 from 34 provinces in Indonesia. Based on the research results, it is known that in 2022 there will be 15 provinces in Indonesia that will be in food secure status and 19 provinces will be in food insecure status. Based on panel data regression results, it is known that harvest area statistically has a positive and significant effect on food security. Rice productivity has a positive and significant effect on food security. Per capita rice consumption has a negative effect on food security. Fertilizer realization has a positive effect on food security.
4376347135I1A021057Implementasi Layanan Upaya Berhenti Merokok (UBM) untuk Menurunkan Prevalensi Perokok Aktif sebagai Pengendalian Penyakit Tidak Menular di Puskesmas Wangon ILatar Belakang: Layanan Upaya Berhenti Merokok (UBM) dapat menjadi strategi untuk menurunkan prevalensi perokok aktif sebagai pengendalian penyakit tidak menular. Puskesmas Wangon I merupakan salah satu puskesmas pelopor yang menyelenggarakan layanan UBM di Kabupaten Banyumas meskipun dalam pelaksanaannya mengalami beberapa kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi layanan UBM di Puskesmas Wangon I ditinjau dari empat aspek berupa komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan pengabsahan data melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema utama.
Hasil penelitian: Layanan UBM di Puskesmas Wangon I ditinjau dari aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi didapatkan hasil bahwa informasi yang diberikan belum mampu menjangkau seluruh lapisan sasaran, sehingga program menjadi kurang jelas. Selain itu, keterbatasan sumber daya yang tidak memenuhi standar turut menghambat kelancaran program. Oleh karena itu, diperlukan komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan layanan UBM. Kondisi saat ini juga menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan belum sepenuhnya sesuai dengan struktur birokrasi yang telah ditetapkan.
Kesimpulan: Implementasi layanan UBM di Puskesmas Wangon I belum berjalan dengan optimal. Hal ini dikarenakan masih terdapat tantangan di setiap aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi yang menghambat layanan UBM. Untuk itu, perlu ditetapkan aturan yang konkret dan pendampingan secara rutin agar layanan UBM dapat berlangsung dengan baik.
Background: Smoking cessation program can be a strategy to reduce the prevalence of active smokers as a control of non-communicable diseases. Wangon I Community Health Center is one of the pioneer health centers that organizes smoking cessation program in Banyumas Regency, although in its implementation it experienced several obstacles. This study aims to determine the implementation of smoking cessation program at Wangon I Community Health Center in terms of four aspects that is communication, resources, disposition, and bureaucratic structure.
Methods: This research used a qualitative method with a case study approach that validates data through technical triangulation and source triangulation. The data obtained was then analyzed using thematic analysis to identify patterns and main themes.
Results: Smoking cessation program at Wangon I Community Health Center in terms of communication, resources, disposition, and bureaucratic structure found that the information provided has not been able to reach all levels of the target, so that the program becomes less clear. In addition, limited resources that do not meet the standards also hamper the smooth running of the program. Therefore, a strong commitment from all stakeholders is needed to optimize smoking cessation program. Current conditions also show that the implementation of services is not fully in accordance with the established bureaucratic structure.
Conclusion: The implementation of smoking cessation program at Wangon I Community Health Center has not been running optimally. This is because there are still challenges in every aspect of communication, resources, disposition, and bureaucratic structure that hinder smoking cessation program. For this reason, it is necessary to establish concrete rules and regular assistance so that smoking cessation program can take place properly.
4376447136C1A021022ANALISIS PENGARUH JUMLAH WISATAWAN, JUMLAH AKOMODASI HOTEL, INVESTASI DAN BELANJA MODAL TERHADAP PAD JAWA TENGAH Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Pulau Jawa menunjukkan peningkatan pada setia tahun dalam rentang tahun 2019-2023. Provinsi Jawa Tengah yang merupakan salah satu provinsi di Pulau Jawa memiliki rata-rata PAD berada urutan kedua teratas selama lima tahun terakhir yakni tahun 2019-2023 Meskipun demikian, realisasi pendapatan asli daerah di Provinsi Jawa Tengah lebih rendah daripada provinsi lain di sekitarnya dalam rentang tahun 2019-2023. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh dari Jumlah Wisatawan, Jumlah Akomodasi dan Hotel, Investasi, dan Belanja Modal terhadap pendapatan asli daerah (PAD) di kabupaten/kota Provinsi Jawa Tengah periode waktu 2019-2023 secara bersama-sama dan secara parsial. Metode penelitian ini menggunakan analisis estimasi regresi data panel dengan Fixed Effect Model (FEM) sebagai model terbaik yang terpilih dengan menggunakan software Eviews 12. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa (1) jumlah wisatawan, jumlah akomodasi dan hotel, investasi, dan belanja modal secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jawa Tengah tahun 2019-2023, (2) Secara parsial variabel investasi dan jumlah akomodasi hotel berpengaruh positif terhadap Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jawa Tengah. Sementara variabel jumlah wisatawan dan belanja modal tidak berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jawa Tengah. The realization of Regional Original Revenue (PAD) on the island of Java shows an increase in the faithful year in the 2019-2023 range. Central Java Province, which is one of the provinces on the island of Java, has an average PAD that ranks second in the top for the last five years, namely 2019-2023. However, the realization of local revenue in Central Java Province is lower than other surrounding provinces in the 2019-2023 year range. The purpose of this study is to analyze the effect of the number of tourists, the number of accommodations and hotels, investment, and capital expenditure on local own-source revenue (PAD) in the district / city of Central Java Province in the 2019-2023 time period together and partially. This research method uses panel data regression estimation analysis with the Fixed Effect Model (FEM) as the best model selected using Eviews 12 software. The results of the research that have been carried out show that (1) the number of tourists, the number of accommodations and hotels, investment, and capital expenditure together have a significant effect on Regional Original Revenue of Central Java Province in 2019-2023, (2) Partially, the investment variable and the number of hotel accommodations have a positive effect on Regional Original Revenue of Central Java Province. While the variables of the number of tourists and capital expenditure have no effect on Regional Original Revenue of Central Java Province.
4376547138C1A021023FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI EKONOMI PRODUKSI BERAS ANTAR KECAMATAN DI KABUPATEN BANYUMASSalah satu kabupaten penghasil padi di Provinsi Jawa Tengah adalah Kabupaten Banyumas (Sofianita et al., 2022). Namun disisi lain produksi beras di Kabupaten Banyumas pada tahun 2023 memiliki angka yang cukup rendah yaitu 173.739,11 ton. Dibandingkan dengan kabupaten lain seperti Kabupaten Cilacap dengan total produksi beras 478.943,15 ton dan Kabupaten Grobogan dengan produksi berasnya 420.557,25 ton (Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyumas, 2024). Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang menganalisis mengenai pengaruh luas panen, ketinggian wilayah, pupuk dan jumlah petani terhadap nilai ekonomi produksi beras antar kecamatan di Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh luas panen, ketinggian wilayah, pupuk dan jumlah petani terhadap nilai ekonomi produksi beras. Populasi dalam penelitian ini adalah pada 27 Kecamatan di Kabupaten Banyumas. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa: (1) luas panen, ketinggian wilayah, pupuk dan jumlah petani secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap nilai ekonomi produksi beras, (2) luas panen dan ketinggian wilayah berpengaruh signifikan terhadap nilai ekonomi produksi beras, (3) pupuk dan jumlah petani tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai ekonomi produksi beras.One of the rice producing districts in Central Jawa Province is Banyumas Regency (Sofianita et al., 2022). However, on the other hand, rice production in Banyumas Regency in 2023 will be quite low, namely 173,739.11 tons. Compared to other districts such as Cilacap Regency with total rice production of 478,943.15 tons and Grobogan Regency with rice production of 420,557.25 tons (Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyumas, 2024). This research is a type of quantitative research that analyzes the influence of harvest area, altitude, fertilizer and number of farmers on the economic value of rice production between sub-districts in Banyumas Regency. The aim of the research is to analyze the influence of harvest area, altitude, fertilizer and number of farmers on the economic value of rice production. The population in the study was 27 sub-districts in Banyumas Regency. Based on the results of research and data analysis using multiple linier regression analysis, it shows that: (1) harvest area, altitude, fertilizer and number of farmers together have a significant effect on the economic value of rice production, (2) harvest area and altitude have a significant effect on the economic value of rice production, (3) fertilizer and the number of farmers do not have a significant effect on the economic value of rice production.
4376647139C1A021018PENGARUH KONTRIBUSI INFRASTRUKTUR, INVESTASI, JUMLAH PENDUDUK DAN SEKTOR PARIWISATA TERHADAP PAD DI 5 KABUPATEN/KOTA JAWA TENGAHPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kontribusi Infrastruktur, Investasi, Jumlah Penduduk, dan Sektor Pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di 5 Kabupaten/Kota Jawa Tengah periode 2016-2023 secara parsial dan secara bersama-sama. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan model terbaik Fixed Effect Model (FEM) dengan menggunakan software Eviews 12.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Secara parsial pada variabel jumlah penduduk dan sektor pariwisata berpengaruh positif signifikan terhadap pendapatan asli daerah. Sementara itu, variabel kontribusi infrastruktur dan investasi tidak berpengaruh terhadap pendapatan asli daerah, (2) Secara bersama-sama variabel kontribusi infrastruktur, investasi, jumlah penduduk, dan sektor pariwisata berpengaruh signifikan terhadap pendapatan asli daerah. Implikasi penelitian ini terhadap pemerintah daerah, diharapkan pemerintah daerah dapat menerapkan kebijakan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah, seperti menyediakan program pelatihan dan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja, mendorong penciptaan lapangan kerja, baik di sektor formal maupun informal, meningkatkan kualitas dan layanan hotel sesuai dengan standar internasional atau minimal lokal untuk meningkatkan daya saing, meningkatkan kualitas dan kuantitas destinasi wisata guna menarik lebih banyak wisatawan seperti pengembangan wisata berbasis budaya, alam, dan ekowisata dapat memperluas pasar pariwisata sekaligus memperkuat daya tarik daerah.
This study aims to analyze the effect of Infrastructure Contribution, Investment, Population, and Tourism Sector on Regional Original Revenue (PAD) in 5 Regency / City of Central Java for the period 2016-2023 partially and together. This research is a quantitative study using secondary data. The research method used is panel data regression analysis with the best model Fixed Effect Model (FEM) using Eviews 12 software.
The results showed that (1) Partially, the variables of population and tourism sector had a significant positive effect on local revenue. Meanwhile, the variable contribution of infrastructure and investment has no effect on local revenue, (2) jointly the variable contribution of infrastructure, investment, population, and tourism sector has a significant effect on local revenue. The implications of this research for local governments are that local governments are expected to implement policies to increase local revenue, such as providing training and education programs that are relevant to labor market needs, encouraging job creation, both in the formal and informal sectors, improving hotel quality and services in accordance with international or minimum local standards to increase competitiveness, improving the quality and quantity of tourist destinations to attract more tourists such as the development of cultural, nature, and ecotourism-based tourism can expand the tourism market while strengthening regional attractiveness.
4376747137C1A021067PENGARUH PDRB PERKAPITA, TINGKAT PENGANGGURAN, DAN IPM TERHADAP KEMISKINAN DI WILAYAH KABUPATEN/KOTA EKS KARESIDENAN KEDU
Kemiskinan masih menjadi tantangan utama, baik bagi negara maju maupun berkembang. Tingginya tingkat kemiskinan di Jawa Tengah, termasuk wilayah Eks Karesidenan Kedu menunjukkan proses pembangunan ekonomi yang belum merata. Dengan demikian diperlukan adanya analisis untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis PDRB Per Kapita, Tingkat Pengangguran, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap kemiskinan di wilayah Kabupaten/Kota Eks Karesidenan Kedu dari tahun 2010-2023. Penelitian ini mengggunakan data sekunder dengan data cross section terdiri dari 6 Kabupaten/Kota di wilayah Eks Karesidenan Kedu dan data time-series yaitu tahun 2010-2023. Alat analisis yang digunakan dalam mengestimasi model regresi data panel yaitu Random Effect Model (REM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDRB per kapita dan IPM berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Sedangkan Tingkat Pengangguran tidak berpengaruh terhadap kemiskinan. Poverty is still a major challenge, both for developed and developing countries. The high level of poverty in Central Java, including the former Kedu Residency area, shows that the economic development process has not been evenly distributed. Thus, analysis is needed to determine the factors that influence poverty. The aim of this research is to analyze GRDP per capita, unemployment rate and human development index (HDI) on poverty in the former Kedu Residency Regency/City from 2010-2023. This research uses secondary data with cross section data consisting of 6 regencies/cities in the former Kedu Residency area and time-series data, namely 2010-2023. The analytical tool used to estimate the panel data regression model is the Random Effect Model (REM). The research results show that GDP per capita and HDI have a negative and significant effect on poverty. Meanwhile, the unemployment rate has no effect on poverty.
4376847140K1C021067Pendugaan Zona Permeabilitas Berdasarkan Densitas Kelurusan dan Anomali Magnetik di Gunung BaturGunung Batur merupakan salah satu gunungapi aktif yang terletak di Provinsi Bali. Pada tahun 2009 tejadi peningkatan aktivitas vulkanisme tetapi tidak menyebabkan letusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui zona permeabilitas menggunakan densitas kelurusan dan divalidasi dengan metode magnetik. Analisis didasarkan pada diagram rose yang terbentuk dari kelurusan citra SAR dan kelurusan anomali magnetik. Hasil diagram rose dari masing-masing data menunjukan arah yang sama dengan struktur geologi yaitu timur laut hingga barat daya menunjukan bahwa adanya keterkaitan antara struktur bawah permukaan dan struktur permukaan menggunakan densitas kelurusan. Kemudian densitas kelurusan dan anomali magnetik dioverlay dengan peta geologi, menunjukan anomali magnetik rendah dan densitas kelurusan berada tepat di mata air panas, hal ini semakin menunjukan bahwa adanya zona permeabilitas baik di area anomali magnetik rendah dan densitas kelurusan tinggi.Mount Batur is one of the active volcanoes located in Bali Province. In 2009 there was increase in volcanic activity but no eruption. The research aims to determine the permeability zone using lineament density and validated by magnetic methods. The analysis is based on rose diagrams from SAR image lineament and magnetic anomaly lineament. The result of the rose diagram of each data show the same direction as the geological structure, namely northeast to southwest, indicating that there is a connection between subsufcare structure and surface structures using lineament density. Then the lineament density and magnetic anomaly are overlaid with a geological map, showing that the low magnetic anomaly and lineament density are right in the hot spring, this futher indicates that there is a permeability zone both in the area of the low magnetic anomaly and hight lineament density.
4376947141D1A020180KEPUASAN PETERNAK SAPI JABRES TERHADAP KINERJA PETUGAS PENYULUH DI KABUPATEN BREBES JAWA TENGAHPenyuluhan merupakan program sistem pendidikan non formal dari pemerintah dan disampaikan oleh penyuluh untuk memberikan informasi secara perternak dengan tujuan untuk mensejahterakan kehidupan peternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan peternak Sapi Jabres terhadap kinerja petugas penyuluh di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis hubungan antara kinerja petugas penyuluh dan sarana prasarana dengan kepuasan peternak. Metode yang digunakan adalah survei dengan sampel yang diambil secara purposive sampling dari beberapa desa di Kecamatan Bantarkawung. Analisis data dilakukan menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para peternak mayoritas merasa puas terhadap kinerja petugas penyuluh dan puas terhadap sarana prasarana yang disediakan oleh penyuluh. Hubungan antara kinerja petugas penyuluh dan kepuasan peternak berada pada kategori sangat kuat (0,704), sedangkan hubungan antara sarana prasarana dan kepuasan peternak tergolong lemah (0,252). Faktor lain selain kinerja dan sarana prasarana dapat mempengaruhi kepuasan peternak. Semakin tingginya kepuasan peternak terhadap petugas penyuluh akan mempermudah adanya kegiatan penyuluhan serta permanfaatan inovasi terbaru yang disampaikan oleh petugas penyuluh.Extension services are a non-formal education program provided by the government and delivered by extension officers to inform farmers with the aim of improving their welfare. This study aims to evaluate the satisfaction level of Jabres cattle farmers with the performance of extension officers in Brebes Regency, Central Java. Additionally, the study analyzes the relationship between the performance of extension officers and the available facilities and infrastructure with farmers' satisfaction. The method used was a survey, with samples selected through purposive sampling from several villages in Bantarkawung District. Data analysis was conducted using the Spearman Rank test. The results of the study showed that the majority of farmers were satisfied with the performance of extension officers and with the facilities and infrastructure provided by them. The relationship between the performance of extension officers and farmers' satisfaction was categorized as very strong (0.704), while the relationship between facilities and infrastructure and farmers' satisfaction was classified as weak (0.252). Other factors beyond performance and facilities may influence farmers' satisfaction. Higher satisfaction levels among farmers with extension officers will facilitate extension activities and the adoption of the latest innovations delivered by the officers.
4377047142J1E018006TEACHER’S PERCEPTION ON THE IMPLEMENTATION OF “BAAMBOOZLE” AS A MEDIA IN TEACHING ENGLISH VOCABULARY

(A Descriptive Qualitative Study on Teacher’s Perception of The Implementation of Baamboozle as the Media in Teaching English Vocabulary to Students of 8th grade Junior High School 3 Kebasen)
Krismaningrum, Tri Oktafia. 2024. Persepsi Guru terhadap Penerapan Baamboozle sebagai Media Pengajaran Kosakata Bahasa Inggris. Skripsi. Pembimbing 1: Slamet Riyadi, S. S., M. Pd. Pembimbing 2: Novita Pri Andini, S.Pd., M.Pd. Ketua Penguji Eksternal: Dian Adiarti, S.Pd., M.Hum. Penguji Eksternal: Mustasyfa Thabib Kariadi, S.Pd., M.Pd. Kementerian, Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Pendidikan Bahasa, Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris, Purwokerto.

Kosakata menjadi salah satu aspek penting yang harus dipelajari oleh siswa. Namun, disamping itu, siswa menghadapai kesulitan dalam mempelajari kosakata Bahasa Inggris. Saat ini, perkembangan teknologi semakin maju dan menciptakan berbagai macam perangkat yang dapat membuat manusia semakin mudah melakukan suatu hal, termasuk dalam belajar. Salah satunya yaitu gamification. Yaitu pengintegrasian antara permainan dengan proses belajar. Dalam penelitian ini, peneliti memilih salah satu sekolah yang telah menerapkan gamification ini dengan menggunakan website game Baamboozle. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif. Tujuannya adalah untuk menyelidiki implementasi dan mengeksplorasi persepsi guru tentang Baamboozle sebagai media untuk mengajarkan kosakata bahasa Inggris. Partisipan dalam penelitian ini adalah seorang guru bahasa Inggris dan siswa kelas delapan, khususnya kelas delapan A, D dan E di SMP Negeri 3 Kebasen. Dua instrumen penelitian digunakan: observasi dan wawancara. Observasi digunakan untuk melihat bagaimana guru mengimplementasikan permainan Baamboozle di dalam kelas, sementara wawancara dilakukan untuk mengumpulkan persepsi guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan website game Baamboozle sebagai media untuk memperkuat kosakata bahasa Inggris yang telah dipelajari sebelumnya selama waktu pembelajaran. Peneliti menemukan bahwa guru bahasa Inggris memiliki persepsi positif terhadap penerapan Baamboozle sebagai media untuk mengajar kosakata bahasa Inggris kepada siswa. Guru bahasa Inggris percaya bahwa dengan menggunakan Baamboozle, proses pembelajaran kosakata bahasa Inggris menjadi lebih mudah dipahami oleh siswa dan menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan.
Krismaningrum, Tri Oktafia. 2024. Teacher’s Perception of The Implementation of Baamboozle as the Media in Teaching English Vocabulary. Thesis. Supervisor 1: Slamet Riyadi, S. S., M. Pd. Supervisor 2: Novita Pri Andini, S.Pd., M.Pd. Chief External Examiner: Dian Adiarti, S.Pd., M.Hum. External Examiner: Mustasyfa Thabib Kariadi, S.Pd., M.Pd. Ministry of Education, Culture, research and Technology, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, Department of Language Education, English Education Study Program, Purwokerto.

Vocabulary is one of the essential aspects that students must learn. However, students face difficulties in learning English vocabulary. Currently, technological advancements have created various devices that can make it easier for humans to do things, including learning. One of them is gamification, which is the integration of games into the learning process. In this study, the researcher chose a school that has implemented gamification using the Baamboozle game website. This research employed a qualitative research design. The objective was to investigate the implementation and to explore the teacher's perception of Baamboozle as a media for teaching English vocabulary. The participants in this research were an English teacher and eight-grade students, especially 8A, 8D and 8E students at SMP 3 Kebasen. Two research instruments were utilized: observation and interviews. Observation was used to examine how the teacher implemented the Baamboozle game in the classroom, while interviews were conducted to gather the teacher's perceptions.The result of this research showed that the Baamboozle game website was implemented by the teacher as a media to strengthen previously learned material of English vocabulary during the subject learning time. The researcher found that the English teacher had a positive perception of the implementation of Baamboozle as a media for teaching English vocabulary to students. The English teacher believe that by using Baamboozle, the process of learning English vocabulary becomes easier for students to understand and create a more enjoyable learning atmosphere.
4377147143C1B021008PERAN EVENT MARKETING DALAM MEMBANGUN BRAND FIDELITYPenelitian ini menganalisis peran Event Marketing dalam membangun Brand Fidelity pada konsumen
Wardah. Survei dilakukan terhadap 145 konsumen yang memenuhi kriteria tertentu, dan data
dianalisis menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa innovation of event dan
efficiency of event berpengaruh positif terhadap Brand Love, sementara appropriateness of event
tidak. Ketiga dimensi Event Marketing berdampak positif pada Brand Experience, yang kemudian
meningkatkan Brand Love dan Brand Fidelity. Penelitian ini memberikan arahan bagi perusahaan
untuk merancang strategi Event Marketing yang inovatif dan efisien, seperti memanfaatkan
teknologi AR dan mengadakan Exclusive VIP Events, guna memperkuat loyalitas konsumen.
Kata Kunci: Event Marketing, Brand Experience, Brand Love, Brand Fidelity, Wardah
This study examines the role of Event Marketing in fostering Brand Fidelity among Wardah consumers. Using
data collected from 145 consumers who had participated in more than two Event Marketing activities and
purchased Wardah products more than twice, the analysis was conducted with SmartPLS software. The results
demonstrate that the innovation of events and the efficiency of events positively influence Brand Love, while
the appropriateness of events does not. Furthermore, all three dimensions of Event Marketing positively
impact Brand Experience, which in turn enhances Brand Love and strengthens Brand Fidelity. The study
suggests practical strategies for companies, such as utilizing AR technology, organizing Exclusive VIP Events,
and optimizing consumer feedback to improve customer loyalty and emotional connection with the brand.
Keywords: Event Marketing, Brand Experience, Brand Love, Brand Fidelity, Wardah
4377247144F1B021111IMPLEMENTASI SURAT EDARAN NOMOR 09 TAHUN 2024 TENTANG PENERAPAN BOSS DI LINGKUP LAYANAN BIDANG REHABILITASI BNNK BANYUMASPenelitian ini mengkaji implementasi Surat Edaran Nomor 09 Tahun 2024 tentang Program BNN One Stop Service (BOSS) di Badan Narkotika Nasional Kabupaten Banyumas, khususnya dalam administrasi pembuatan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN). Program ini bertujuan meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akurasi layanan administrasi melalui pemanfaatan teknologi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan pegawai BNNK Banyumas dan klien SKHPN sebagai informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan accidental sampling. Data dianalisis secara interaktif dengan validitas melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan BOSS telah meningkatkan efisiensi dan efektivitas administrasi SKHPN. Namun, terdapat hambatan seperti persepsi masyarakat tentang biaya yang tinggi, ketidakstabilan jaringan, dan keterbatasan akses pembayaran. Kesimpulannya, meskipun implementasi kebijakan BOSS ini berhasil meningkatkan kualitas layanan sesuai dengan tujuan awal, langkah perbaikan diperlukan untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut dan memastikan pencapaian tujuan kebijakan secara optimal.This research examines the implementation of Circular Letter Number 09 of 2024 regarding the BNN One Stop Service (BOSS) Program at the Banyumas National Narcotics Agency, specifically in the administration of the Narcotics Examination Result Certificate. This program aims to improve the efficiency, transparency, and accuracy of administrative services through the use of technology. The research uses qualitative methods with a descriptive approach, involving BNNK Banyumas employees and SKHPN clients as informants selected using purposive and accidental sampling techniques. Data were analyzed interactively with validation through source triangulation. The research results show that the implementation of the BOSS policy has improved the efficiency and effectiveness of SKHPN administration. However, there are obstacles such as public perception of high costs, network instability, and limited payment access. In conclusion, although the implementation of the BOSS policy has successfully improved service quality in line with the initial objectives, corrective measures are needed to address these obstacles and ensure the optimal achievement of the policy's goals.
4377347145F1B021112KERJA SAMA ANTAR INSTANSI PEMERINTAH DAERAH DALAM PENANGGULANGAN STUNTING DI KABUPATEN BANYUMAS
Stunting adalah kondisi dimana balita memiliki tinggi badan atau panjang yang kurang jika dibandingkan dengan yang seharusnya jika dibandingkan dengan umur. Hingga tahun 2023 prevalensi stunting di Jawa Tengah adalah sebesar 20,7% dan di Kabupaten Banyumas adalah 20,9%. Angka tersebut memiliki jumlah yang lebih besar dibandingkan prevalensi di Jawa Tengah. Berbagai upaya penanggulangan stunting terus dilakukan pemerintah dalam rangka menjalankan reformasi birokrasi dengan menjadikan stunting sebagai salah satu program nasional dan terdapat target penurunan stunting hingga angka 14% di tahun 2024. Penelitian ini bertujuan menganalisa bagaimana proses kerja sama antar pemerintah dalam penanggulangan stunting di Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui proses wawancara, dokumentasi, dan observasi serta menggunakan konsep collaborative governance menurut Ansell dan Gash. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama antar instansi pemerintah daerah dalam penanggulangan stunting di Kabupaten Banyumas dalam rangka pengentasan kemiskinan sudah terjalin dengan baik meski belum optimal. Hal tersebut dilihat antar perangkat daerah sudah memenuhi indikator proses kolaborasi menurut Ansell dan Gash, yang terdiri dari face to face dialogue, trust building, commitment to the process, shared understanding, dan intermediate outcomes serta terdapat hubungan antar pemerintah dan pembagian peran.
Stunting is a condition where toddlers have insufficient height or length compared to what is expected for their age. As of 2023, the prevalence of stunting in Central Java was 20.7%, and in Banyumas Regency, it was 20.9%. This rate is higher than the overall prevalence in Central Java. Various efforts to address stunting have been continuously carried out by the government as part of bureaucratic reforms, with stunting being one of the national programs, aiming to reduce stunting prevalence to 14% by 2024. This study aims to analyze the process of cooperation between governments in tackling stunting in Banyumas Regency. The method used in this research is qualitative, with data collection through interviews, documentation, and observation, employing the concept of collaborative governance according to Ansell and Gash. The research findings indicate that government-to-government collaboration in addressing stunting in Banyumas Regency as part of poverty alleviation efforts has been well-established, although not yet optimal. This can be seen in the collaboration process among local government agencies, which has met the collaboration indicators according to Ansell and Gash, including face-to-face dialogue, trust building, commitment to the process, shared understanding, and intermediate outcomes, as well as a clear relationship between governments and role distribution.
4377447148C1H021002The Influence Of Employee Engagement, Job Satisfaction, And Work-Life Balance On Organizational
Citizenship Behavior (OCB) Among Coffee Shop Employees In Purwokerto.
Penelitian ini mengkaji dampak dari employee engagement, job satisfaction, dan work-life balance terhadap organizational citizen behavior (OCB) pada karyawan kedai kopi Purwokerto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa employee engagement yang kuat akan menghasilkan dedikasi yang tinggi, sedangkan rekan kerja yang suportif akan menghasilkan kepuasan kerja yang tinggi. Untuk meningkatkan dedikasi, manajemen harus menjelaskan bagaimana ide-ide karyawan akan memberikan manfaat bagi perusahaan dan diri mereka sendiri. Meningkatnya kesempatan promosi dapat meningkatkan loyalitas dan OCB. Work-life balance yang baik akan memberikan kontribusi pada kebahagiaan karyawan dan mengurangi stres. Mendorong keterbukaan di antara karyawan juga dapat meningkatkan OCB.This research examines the impact of employee engagement, job satisfaction, and work-life
balance on organizational citizenship behavior (OCB) in Purwokerto coffee shop employees. The study
found that strong employee engagement leads to high dedication, while supportive coworkers drive
high job satisfaction. To improve dedication, management should explain how employees' ideas benefit
the company and themselves. Increased promotion opportunities can lead to higher loyalty and OCB. A
good work-life balance contributes to employee happiness and reduces stress. Encouraging openness
among employees can also increase OCB.
4377547149I1A021092ANALISIS FAKTOR RISIKO YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI DI DESA KEDUNGWRINGIN TAHUN 2024Latar Belakang : Desa Kedungwringin adalah desa dengan jumlah kasus hipertensi tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Jatilawang yaitu 433 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi di Desa Kedungwringin tahun 2024.

Metode : Desain penelitian menggunakan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 84 sampel. Data kasus diperoleh dari Puskesmas Jatilawang dari bulan Januari-Oktober 2024. Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Variabel yang diteliti antara lain suhu, kebisingan, kebiasaan merokok, jumlah prokok aktif dalam keluarga, lama paparan asap rokok, dan konsumsi garam.

Hasil Penelitian : Hasil analisis menunjukkan, sebagian besar responden berusia dewasa (19-59 tahun) (56%), berjenis kelamin perempuan (58,3%), dan memiliki tekanan darah ≥140/90mmHg dan tergolong hipertensi (59,5%). Hasil analisis multivariat, variabel yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi di Desa Kedungwringin yaitu, kebiasaan merokok (p-value = 0,022, OR = 3,780) dan lama paparan asap rokok (p-value = 0,008, OR = 4,173). Sedangkan variabel yang tidak berpengaruh terhadap kejadian hipertensi, yaitu suhu (p-value = 0,367, OR = 3,717), kebisingan (p-value = 1,000, OR = 1,375), dan konsumsi garam (p-value = 0,626, OR = 1,372).

Kesimpulan : Kebiasaan merokok dan lama paparan asap rokok merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian hipertensi di Desa Kedungwringin. Diharapkan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang pola hidup sehat dan lingkungan yang sesuai syarat kesehatan sehingga dapat mencegah dan meminimalisir kejadian hipertensi. Bagi peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel yang mungkin berhubungan dengan kejadian hipertensi.

Kata Kunci : hipertensi, faktor risiko, kebiasaan merokok, lama paparan asap rokok
Background : The village of Kedungwringin is the one with the highest incidence of hypertension in the Puskesmas Jatilawang of 433. The study was intended to know the risk factors that affected the incidence of hypertension in the Kedungwringin village of 2024.

Methods : Research design used a cross-sectional. Research samples number 84. Case data obtained from the Jatilawang medical center from January-October 2024. Sampling using consecutive sampling. Data analysis uses univariate, bivariate, and multivariate analysis. Among the variables studied are temperature, noise, cigarette habits, the number of active protubers in the family, long exposure to tobacco smoke, and salt consumption.

Results : Analysis results show, the majority of respondents were adult (19-59) (56%), of female sex (58.3%), and had blood pressure ≥140/90mmHg and are hypertensive (59.5%). Based on multivariate analysis, the variables that affected the incidence of hypertension in the Kedungwringin, the habit of smoking (p-value = 0.022, OR = 3,780) and long exposure to cigarette smoke (p-value = 0.008, OR = 4.173). While variables that do not affect the incidence of hypertension, which are temperature (p-value = 0.367, OR = 3,717), noise (p-value = 1,000, OR = 1.375), and salt consumption (p-value = 0,626, OR = 1,372).

Conclusion : Smoking habits and old cigarette smoke exposure are among the most influential variables on the incidence of hypertension in the kedungwringin village. It is expected that people will increase their knowledge and awareness of the healthy patterns of life and health-care environments to prevent and minimise the incidence of hypertension. For researchers it might add variables that may be related to the incidence of hypertension.

Keywords : hypertension, risk factors, smoking habits, old cigarette smoke exposure
4377647150I1A021009PENGARUH FAKTOR RISIKO PAPARAN PESTISIDA TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI PADA PETANI
DI DESA JINGKANG KECAMATAN AJIBARANG KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak

PENGARUH FAKTOR RISIKO PAPARAN PESTISIDA TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI PADA PETANI DI DESA JINGKANG KECAMATAN AJIBARANG KABUPATEN BANYUMAS
Fatmah Trilatifah, Agnes Fitria Widiyanto, Suratman
Latar Belakang: Hipertensi adalah penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian di dunia. Pada petani di Desa Jingkang, hipertensi dipengaruhi oleh paparan pestisida yang mengandung zat toksik, sehingga dapat menghambat enzim asetilkolinesterase, meningkatkan aktivitas sistem simpatis, dan memicu peningkatan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor risiko paparan pestisida, seperti frekuensi penyemprotan, masa kerja, penggunaan alat pelindung diri (APD), waktu penyemprotan, lama kerja, dan arah penyemprotan terhadap kejadian hipertensi pada petani di Desa Jingkang.
Metodologi: Penelitian ini dilakukan pada September–Desember 2024 menggunakan desain case-control dengan melibatkan Kelompok kasus terdiri dari 21 responden (total sampling), sedangkan kelompok kontrol (purposive sampling) 1:2. Variabel bebas meliputi frekuensi penyemprotan, masa kerja, lama kerja, dan arah penyemprotan, dengan variabel terikat kejadian hipertensi. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat.
Hasil Penelitian: Variabel yang berhubungan dengan kejadian hipertensi adalah frekuensi penyemprotan (p=0,000), masa kerja (p=0,023), penggunaan APD (p=0,003), lama kerja (p=0,000), dan arah penyemprotan (p=0,047). Waktu penyemprotan (p=1,000) tidak berhubungan. Variabel yang berpengaruh adalah frekuensi penyemprotan (p=0,007; OR = 5,333) dan lama kerja (p=0,015; OR = 4,589).
Kesimpulan: faktor yang mempengaruhi kejadian Hipertensi di Desa Jingkang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas adalah frekuensi penyemprotan dan lama kerja
Kata kunci: Kejadian Hipertensi, Paparan Pestisida, Petani
Abstract
THE EFFECT OF PESTICIDE EXPOSURE RISK FACTORS ON THE INCIDENCE OF HYPERTENSION IN FARMERS IN JINGKANG VILLAGE, AJIBARANG SUB-DISTRICT, BANYUMAS DISTRICT
Fatmah Trilatifah, Agnes Fitria Widiyanto, Suratman

Background: Hypertension is a non-communicable disease that is the leading cause of death in the world. In farmers in Jingkang Village, hypertension is influenced by exposure to pesticides containing toxic substances, which can inhibit the enzyme acetylcholinesterase, increase sympathetic system activity, and trigger an increase in blood pressure. This study aims to analyze the influence of risk factors for pesticide exposure, such as spraying frequency, working period, use of personal protective equipment (PPE), spraying time, length of work, and spraying direction on the incidence of hypertension in farmers in Jingkang Village.
Methods: This study was conducted in September-December 2024 using a case-control design involving a case group consisting of 21 respondents (total sampling), while the control group (purposive sampling) was 1:2. The independent variables included frequency of spraying, tenure, length of work, and direction of spraying, with the dependent variable being the incidence of hypertension. Univariate, bivariate, and multivariate analyses were conducted.
Results: Variables associated with hypertension were spraying frequency (p=0.000), length of service (p=0.023), use of PPE (p=0.003), length of service (p=0.000), and spraying direction (p=0.047). Spraying time (p=1.000) was not associated. The influential variables were spraying frequency (p=0.007; OR = 5.333) and length of work (p=0.015; OR = 4.589).
Conclusion: The factors that influence the incidence of hypertension in Jingkang Village, Ajibarang Subdistrict, Banyumas Regency are the frequency of spraying and length of work.
Keywords: Hypertension, Pesticide Exposure, farmer.

4377747146J1B020038Analisis Semiotika Riffaterre Pada Puisi Bertema COVID-19 dalam Sepotong Hati di AngkringanPenelitian ini membahas analisis semiotika Riffaterre pada puisi bertema pandemi COVID-19 dalam buku *Sepotong Hati di Angkringan* karya Joko Pinurbo, dengan fokus pada puisi berjudul “Maut Tersenyum”. Pandemi COVID-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia, memicu lahirnya berbagai karya sastra yang merefleksikan kondisi sosial, emosional, dan spiritual masyarakat. Puisi ini menampilkan personifikasi "maut" sebagai tokoh yang ramah dan peduli, menghadirkan kritik dan refleksi terhadap situasi pandemi. Pendekatan semiotika Riffaterre digunakan untuk mengungkap makna puisi melalui pembacaan heuristik dan hermeneutik, identifikasi ketidaklangsungan ekspresi, serta pencarian matriks, model, varian, dan hipogram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi ini membangun ironi dan paradoks melalui citra maut yang tersenyum, mengulurkan mawar, dan mengecup, yang mengubah persepsi kematian menjadi simbol refleksi dan adaptasi. Model "Maut tersenyum" menjadi inti simbolisme, dengan varian-varian seperti mawar sebagai simbol virus, kecupan sebagai transformasi kasih sayang, dan pembersih dosa sebagai upaya spiritual. Hermeneutika mendalam mengungkap perubahan persepsi manusia terhadap kesepian, rumah, dan ketakutan selama pandemi. Penelitian ini menunjukkan bagaimana sastra dapat menjadi media refleksi dan kritik terhadap kondisi sosial, menawarkan makna baru terhadap ketakutan dan kematian melalui narasi pandemi.This study discusses Riffaterre's semiotic analysis of a COVID-19 themed poem in the book Sepotong Hati di Angkringan by Joko Pinurbo, with a focus on the poem titled "Maut Tersenyum" (Death Smiles). The COVID-19 pandemic, which affected the world, including Indonesia, triggered the creation of various literary works reflecting the social, emotional, and spiritual conditions of society. This poem presents the personification of "death" as a friendly and caring character, offering critique and reflection on the pandemic situation. Riffaterre's semiotic approach is used to uncover the meaning of the poem through heuristic and hermeneutic readings, identification of discontinuous expression, and the search for matrix, model, variant, and hypogram. The findings show that the poem constructs irony and paradox through the image of death smiling, offering a rose, and kissing, transforming the perception of death into a symbol of reflection and adaptation. The model of "Death smiles" becomes the core of the symbolism, with variants such as the rose symbolizing the virus, the kiss as a transformation of affection, and the cleanser of sins as a spiritual effort. Deep hermeneutics reveal changes in human perception of loneliness, home, and fear during the pandemic. This study demonstrates how literature can serve as a medium for reflection and critique of social conditions, offering new meanings of fear and death through the narrative of the pandemic.
4377847151D1A020135PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK LACSACPRO PADA PAKAN
TERHADAP WARNA DAN pH KUNING TELUR ITIK TEGAL YANG
DIPELIHARA SECARA TEKURUNG
Penelitian ” Pengaruh Penambahan Probiotik Lacsacpro Pada Pakan
Terhadap Warna dan pH Kuning Telur Itik Tegal Yang Dipelihara Secara Terkurung”
telah terlaksana pada 16 Juni – 14 Agustus 2023, bertempat di Kelompok Tani Ternak
Itik "Berkah Abadi" yang berlokasi di Kelurahan Pesurungan Lor, Kecamatan
Margadana, Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia dan Laboratorium Produksi
Ternak Unggas Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh penambahan dan komposisi
probiotik Lacsacpro terhadap warna dan pH kuning telur Itik Tegal yang dipelihara
secara terkurung. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap
yang terdiri dari 3 perlakuan dan 6 kali ulangan, sehingga terdapat 18 unit percobaan .
Setiap unit percobaan terdiri dari 30 ekor Itik Tegal. Materi penelitian yang digunakan
dalam penelitian ini adalah Itik Tegal sebanyak 540 ekor berumur 12 bulan. Perlakuan
yang diberikan adalah penambahan probiotik lacsacpro yang terdiri atas L1 : Lacsacpro
dengan starter 65 ml Lactobacillus casei dan 15 g Saccharomyces cerevisiae. L2 :
Lacsacpro dengan starter 130 ml Lactobacillus casei dan 10 g Saccharomyces
cerevisiae. L3 : Lacsacpro dengan starter 195 ml Lactobacillus casei dan 5 g
Saccharomyces cerevisiae. Peubah yang diukur meliputi warna kuning telur dan pH
kuning telur. Analisis data menggunakan analisis variansi (ANAVA). Hasil rataan
warna kuning telur yaitu 1,69 ± 0,16 sampai dengan 1,70 ± 0,27. Hasil rataan pH kuning
telur yaitu 5,87 ± 0,02 sampai dengan 5,97 ± 0,06. Hasil analisis variansi menunjukkan
bahwa penambahan probiotik lacsacpro belum mampu meningkatkan warna kuning
telur. Akan tetapi sudah dapat mempertahankan pH kuning telur dalam standar normal.
Warna kuning telur paling tinggi diperoleh pada perlakuan berupa Lacsacpro dengan
starter 130 ml Lactobacillus casei dan 10 g Saccharomyces cerevisiae. pH kuning telur
paling tinggi diperoleh pada perlakuan berupa Lacsacpro dengan starter 65 ml
Lactobacillus casei dan 15 g Saccharomyces cerevisiae. Berdasarkan hasil penelitian
dapat disimpulkan bahwa penambahan probiotik untuk warna kuning dan pH kuning
telur yang baik adalah L1 karena pH kuning telur yang diperoleh rendah.
The research "The Effect of Adding the Probiotic Lacsacpro to Feed on the
Color and pH of Tegal Duck Egg Yolks Raised in Confinement" was carried out on 16
June - 14 August 2023, at the "Berkah Abadi" Duck Farming Group located in
Pesurungan Lor Village, Margadana District , Tegal City, Central Java Province,
Indonesia and Poultry Production Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal
Soedirman University, Purwokerto. The research aims to determine the differences in
the effect of the addition and composition of the probiotic Lacsacpro which has the
greatest influence on the color and pH of Tegal duck egg yolks which are kept in
captivity. The research design used was a completely randomized design consisting of 3
treatments and 6 replications, so there were 18 experimental units. Each experimental
unit consisted of 30 Tegal ducks. The research material used in this study was 540
Tegal ducks aged 12 months. The treatment given was the addition of the probiotic
Lacsacpro consisting of L1: Lacsacpro with 65 ml Lactobacillus casei starter and 15 g
Saccharomyces cerevisiae. L2: Lacsacpro with starter 130 ml Lactobacillus casei and
10 g Saccharomyces cerevisiae. L3: Lacsacpro with starter 195 ml Lactobacillus casei
and 5 g Saccharomyces cerevisiae. The variables measured include egg yolk color and
egg yolk pH. Data analysis uses analysis of variance (ANOVA). The average egg yolk
color results were 1.69 ± 0.16 to 1.70 ± 0.27. The average pH of egg yolk was 5.87 ±
0.02 to 5.97 ± 0.06. The results of the analysis of variance showed that the addition of
the probiotic lacsacpro was not able to increase the color of egg yolk. However, it can
maintain the pH of egg yolk within normal standards. The highest egg yolk color was
obtained in the Lacsacpro treatment with 130 ml Lactobacillus casei starter and 10 g
Saccharomyces cerevisiae. The highest egg yolk pH was obtained in the Lacsacpro
treatment with 65 ml Lactobacillus casei starter and 15 g Saccharomyces cerevisiae.
Based on the research results, it can be concluded that the addition of probiotics for
yellow color and good egg yolk pH is L1 because the egg yolk pH obtained is low.
4377947152I1A021003ANALISIS PENCAPAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS SOKARAJA 1 KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2024Latar Belakang: Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Kabupaten Banyumas belum sepenuhnya mencapai target layanan sebesar 100% terutama pada SPM hipertensi. Puskesmas Sokaraja I masuk dalam kategori puskesmas dengan capaian SPM hipertensi paling rendah yaitu 94,2% pada tahun 2023. Diperlukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui proses penyelenggaraan SPM hipertensi di Puskesmas Sokaraja I.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Sokaraja I pada bulan Agustus – Desember 2024. Subjek penelitian terdiri dari 7 orang informan yang diperoleh melalui purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis tematik.
Hasil Penelitian: Kegiatan SPM pada penderita hipertensi di Puskesmas Sokaraja I disusun sesuai dengan pedoman PMK No. 4 Tahun 2019 terdiri atas kegiatan kunjungan rumah dan pelatihan kader. Namun, kunjungan rumah tidak dilaksanakan oleh pihak puskesmas. Kegiatan SPM pada penderita hipertensi dilaksanakan oleh PJ SPM hipertensi, bidan desa, dan kader lalu dipertanggungjawabkan kepada manajemen puskesmas dan Dinas Kesehatan. Pelaksanaan kegiatan mengalami banyak kendala pada pencatatan dan pelaporan, koordinasi dan kerjasama tim hingga pada peran manajemen puskesmas dan stakeholder.
Kesimpulan: Penyelenggaraan SPM pada penderita hipertensi di Puskesmas Sokaraja I belum mencapai target dengan capaian sebesar 72,27% dari 100% layanan. Kegiatan kunjungan rumah perlu dilakukan agar sesuai dengan ketentuan pemerintah. Kegiatan sosialisasi tentang peraturan SPM serta pemberlakuan pemberian reward dan punishment kepada jejaring perlu dilakukan untuk mengatasi permasalahan pada pencatatan dan pelaporan jejaring di Puskesmas Sokaraja I.
Kata Kunci: Pencapaian, Standar Pelayanan Minimal, Hipertensi
Background: The achievement of Minimum Service Standards (MSS) in Banyumas Regency did not fully achieve the 100% service target, especially MSS for hypertension. Sokaraja I health center falls into the category of health center with the lowest MSS for hypertension achievement of 94.2% in 2023. Further analysis is needed to find out the process of administering MSS for hypertension suspects at Sokaraja I health center.
Methods: This study uses a qualitative research design with a phenomenological approach. This research was conducted at Sokaraja I health center in August – December 2024. The research subjects consisted of 7 informants who were obtained through purposive sampling. Data analysis uses thematic analysis.
Result: The activities of MSS for hypertension at Sokaraja I health center are prepared according to Minister of Health Regulation Number 4 Year 2019 where activities consist of home visits and cadre training. However, home visits were not carried out by the health center.The activities of MSS for hypertension are carried out by programmer MSS hypertension, village midwives, and cadres and then accounted for to puskesmas management and the Health Office. The implementation of activities experienced many obstacles in recording and reporting, coordination and teamwork to the role of health center management and stakeholders.
Conclusion: The implementation of MSS for hypertension at Sokaraja I health center has not reached the target with an achievement of 72.27% of 100% service. Home visits need to be conducted in accordance with government regulations. Socialisation of MSS regulations as well as the implementation of rewards and punishments for networks need to be to overcome problems with network recording and reporting at the Sokaraja I health center.
Keywords: Achievement, Minimum Service Standards, Hypertension
4378047154E1A020165PERLINDUNGAN HUKUM AKUPUNTUR SEBAGAI TENAGA
KESEHATAN TRADISIONAL DALAM PELAYANAN KESEHATAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan dan bentuk
perlindungan hukum akupuntur sebagai tenaga kesehatan tradisional dalam
pelayanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis
normatif dengan metode pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan
analitis, dan pendekatan konsep. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah
inventarisasi hukum positif, sinkronisasi hukum, dan penemuan hukum in concreto
dengan jenis data sekunder dan dilakukan dengan studi kepustakaan. Metode
analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis isi dan analisis komparatif.
Beradasarkan hasil penelitian, pengaturan perlindungan hukum akupuntur sebagai
tenaga kesehatan tradisional dalam pelayanan kesehatan telah menunjukkan taraf
sinkronisasi vertikal. Artinya peraturan yang lebih rendah telah didasarkan oleh
peraturan yang lebih tinggi dan peraturan tersebut tidak saling bertentangan antara
satu dengan yang lain. Bentuk perlindungan hukum akupuntur sebagai tenaga
kesehatan tradisional dalam pelayanan kesehatan, meliputi: jaminan pengaturan
memperoleh perlindungan hukum sepanjang melaksanakan pekerjaannya sesuai
dengan standar profesi, standar pelayanan, dan standar prosedur operasional;
jaminan pengaturan mendapatkan informasi yang lengkap dan benar dari pasien
atau keluarganya; jaminan pengaturan memperoleh perlindungan terhadap risiko
kerja yang berkaitan dengan tugasnya sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan; jaminan pengaturan mendapatkan gaji/upah, imbalan jasa,
dan tunjangan kinerja yang layak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan; jaminan pengaturan mendapatkan jaminan kesehatan dan jaminan
ketenagakerjaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; jaminan
pengaturan mendapatkan pelindungan atas perlakuan yang tidak sesuai dengan
harkat dan martabat manusia, moral, kesusilaan, serta nilai sosial budaya; jaminan
pengaturan mendapatkan penghargaan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan; jaminan pengaturan mendapatkan kesempatan untuk
mengembangkan diri melalui pengembangan kompetensi, keilmuan, dan karier di
bidang keprofesiannya; jaminan pengaturan menolak keinginan pasien atau pihak
lain yang bertentangan dengan standar profesi, standar pelayanan, standar prosedur
operasional, kode etik, atau ketentuan peraturan perundang-undangan; jaminan
pengaturan mendapatkan hak lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
This study aims to determine the synchronization of arrengements and forms of
legal protection for acupuncturists as traditional health workers in health services.
This research used normative juridical research methods. The approach methods
used are the statue approach, analytical approach, and conceptual approach. The
research specifications used are positive legal inventory, legal synchronization, and
legal discovery in concreto. The type of data used in this research is secondary data
and is done by literature study. The data analysis method in this research uses the
content analysis and comparative analysis. Based on the results of the research, the
regulation of the legal protection for acupuncturists as traditional health workers
in health services has shown a level of vertical synchronization. This means that
lower regulations have been based on higher regulations and also do not contradict
each other. The form of legal protection for acupuncturists as traditional health
workers in health services, include: regulatory guarantee to obtain legal protection
as long as carrying out work in accordance with professional standards, service
standards and standard operational procedures; guarantee arrangements to obtain
complete and correct information from the patient or his family; guarantee provide
protection against work risks related to their duties in accordance with regulatory
provisions legislation; guarantee arrangements for getting salary/wages, service
benefits, and appropriate performance allowances in accordance with regulatory
provisions legislation; guarantee arrangements for obtaining health insurance and
employment guarantee in accordance with regulatory provisions legislation;
guarantee arrangements to obtain protection for treatment which is not in
accordance with human dignity, morals, morality, as well as socio-cultural values;
guarantee arrangements to obtain awards in accordance with the provisions of the
legislation; guarantee arrangements get the opportunity to develop themselves
through developing competence, knowledge and careers in the field his profession;
guarantee get protection against wishes patients or other parties who are contrary
to professional standards, service standards, standard operational procedures,
code of ethics, or the provisions of the legislation; guarantee arrangements to
obtain other rights in accordance with the provisions of the legislation.