Artikel Ilmiah : C1A021006 a.n. PIDAH FEBRIYANTI
| NIM | C1A021006 |
|---|---|
| Namamhs | PIDAH FEBRIYANTI |
| Judul Artikel | Analisis Sensitivitas Permintaan Uang Kartal: Estimasi Shadow Economy Pasca Tax Amnesty di Indonesia |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Dalam beberapa tahun terakhir, target penerimaan pajak di Indonesia secara konsisten tidak mencapai target yang telah ditetapkan, sebagian besar disebabkan oleh banyaknya aktivitas shadow economy yang bertujuan untuk menghindari pajak. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur sensitivitas permintaan uang tunai sebagai metode untuk mengestimasi shadow economy di 34 provinsi di Indonesia pada periode pasca amnesti pajak tahun 2016-2022, serta mengevaluasi dampaknya terhadap potensi kehilangan pajak. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan pendekatan regresi data panel yang diestimasi menggunakan Random Effect Model. Shadow economy diukur dengan menggunakan model pendekatan moneter, berdasarkan sensitivitas permintaan uang tunai. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah jumlah permintaan uang kartal dan potensi pajak, sedangkan variabel independen meliputi beban pajak, tingkat inflasi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), inovasi keuangan dan teknologi yang diwakili oleh penggunaan internet untuk tujuan keuangan, dan shadow economy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban pajak, inflasi, dan inovasi keuangan dan teknologi tidak berpengaruh terhadap permintaan uang kartal, sedangkan pendapatan berpengaruh positif signifikan terhadap permintaan uang kartal. Lebih lanjut, shadow economy terbukti secara signifikan mempengaruhi potensi kerugian pajak. Studi ini menunjukkan bahwa di 34 provinsi di Indonesia, shadow economy rata-rata sebesar Rp 292,152 miliar dengan potensi kehilangan pajak rata-rata sebesar Rp 35,306 miliar. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | In recent years, tax revenue targets in Indonesia consistently fail to meet the set goals, largely due to extensive shadow economy activities aimed at tax evasion. This study aims to measure the sensitivity of cash demand as a method for estimating the shadow economy across 34 provinces in Indonesia during the post-tax amnesty period from 2016 to 2022 and to evaluate its impact on potential tax losses. The methodology employed in this research is quantitative analysis using a panel data regression approach, estimated through the Random Effect Model. The shadow economy is measured using a monetary approach model, based on the sensitivity of demand for cash. The dependent variables in this study are the total demand for currency and potential taxes, while the independent variables include tax burden, inflation rate, Gross Regional Domestic Product (GRDP), financial and technological innovation represented by the use of the internet for financial purposes, and the shadow economy. The results indicate that tax burden, inflation, and financial and technological innovations do not significantly affect cash demand, while income has a significant positive impact on cash demand. Furthermore, the shadow economy is shown to have a significant impact on potential tax losses. The study reveals that, across 34 provinces in Indonesia, the shadow economy averages IDR 292.152 billion, with an average potential tax loss of IDR 35.306 billion. |
| Kata kunci | Shadow economy, Tax Amnesty, Permintaan Uang Kartal, Pajak, Pendekatan Moneter |
| Pembimbing 1 | Herman Sambodo |
| Pembimbing 2 | |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2024-12-27 10:22:55.024489 |