Artikelilmiahs

Menampilkan 43.381-43.400 dari 48.831 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4338146748K1C020073IDENTIFIKASI POTENSI AIR TANAH DI WILAYAH KECAMATAN
KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS BERDASARKAN DATA
RESISTIVITAS - 1D
Identifikasi potensi air tanah pada kawasan Cekungan Air Tanah PurwokertoPurbalingga di wilayah Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas telah
dilakukan dengan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Schlumberger.
Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan litologi struktur batuan bawah
permukaan dan penampang hidrostratigrafi batuan bawah permukaan di wilayah
Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Akuisisi data dilakukan pada 5
pengambilan data dengan panjang setiap lintasan 300 meter. Pengolahan data
dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel 2021, sehingga
diperoleh nilai resistivitas semu (ρa), kemudian diinversi dengan perangkat lunak
Progress 3.0 untuk memperoleh nilai resistivitas sebenarnya (ρ). Korelasi antar
lintasan dilakukan menggunakan perangkat lunak Rockworks 16. Berdasakan
interpretasi litologi, daerah penelitian tersusun atas tanah penutup atau top soil
dengan nilai resistivitas 13,11 - 31,83 Ωm, pasir lempungan dengan nilai
resistivitas 5,29 - 58,86 Ωm, lempung, lanau, dan pasir dengan nilai resistivitas
13,11- 63,77 Ωm, lempung pasiran dengan nilai resistivitas 7,55 - 38,92 Ωm,
batupasir dan napal berkapur dengan nilai resistivitas 9,54 - 111,20 Ωm, dan
batupasir kasar dengan nilai resistivitas sebesar 4,36 - 27,74 Ωm. Jenis akuifer
yang diperoleh pada daerah penelitian berupa akuifer dangkal pada kedalaman
1,31 – 5,33 meter dan akuifer dalam pada kedalaman lebih dari 28,79 meter pada
formasi batuan tapak.
The identification of groundwater potential in the Purwokerto-Purbalingga
Groundwater Basin area in Kalibagor Subdistrict, Banyumas Regency has been
conducted using the Schlumberger configuration resistivity geoelectric method.
This research aims to interpret the lithology of subsurface rock structure and
hydrostratigraphic cross section of subsurface rock in Kalibagor District,
Banyumas Regency. Data acquisition was carried out in 5 data retrievals with the
length of each track of 300 meters. Data processing was carried out using
Microsoft Excel 2021 software, so that the apparent resistivity value (ρa) was
obtained, then inversed with Progress 3.0 software to obtain the actual resistivity
value (ρ). Correlation between passes was done using Rockworks 16 software.
Based on lithological interpretation, the study area is composed of top soil with a
resistivity value of 13.11 - 31.83 Ωm, clayey sand with a resistivity value of 5.29 -
58.86 Ωm, clay, silt, and sand with a resistivity value of 13.11 - 63.77 Ωm, sandy
clay with resistivity value of 7.55 - 38.92 Ωm, calcareous sandstone and marl with
resistivity value of 9.54 - 111.20 Ωm, and coarse sandstone with resistivity value
of 4.36 - 27.74 Ωm. The type of aquifer obtained in the study area is a shallow
aquifer at a depth of 1.31 - 5.33 meters and deep aquifer at a depth of more than
28.79 meters in the tapak rock formation.
4338246754J1C019042Budaya Konsumen Terhadap Produk Skincare Jepang dan Korea pada Mahasiswi Sastra Jepang Universitas Jenderal Soedirman

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan memaparkan perilaku konsumen terhadap minat penggunaan skincare Jepang dan skincare Korea pada Mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman. Teori yang digunakan dalam penelitian ini, Konsumerisme Jean Budrillard dan teori kecantikan Naomi Wolf. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan data berupa tabel, grafik, diagram, disertai narasi. Penelitian ini menggunakan teknik menyebarkan angket atau kuisioner secara online yang diidentifikasi dan diklasifikasikan. Teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Populasi mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman ada 150 mahasiswi. Sumber data dalam penelitian ini adalah hasilnya 53 orang. Terdiri dari 25 mahasiswi angkatan 2019, 15 mahasiswi angkatan 2020, dan 13 mahasiswi angkatan 2021 dari mahasiswi sastra Jepang Universitas Jenderal Soedirman. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa banyaknya pemakaian pada skincare Jepang 53,1% alasannya hasilnya lebih cerah, bersih, bersinar. Sedangkan pemakaian skincare Korea hasilnya 46,9% alasannya mengurangi bekas jerawat. Dengan alasan yang dapat disimpulkan karakteristik individu dan motivasi diri yang berperan kuat mempengaruhi diri sendiri dalam pemanfaaatan makna kecantikan diri.This research aims to describe and explain consumer behavior regarding interest in using Japanese skincare and Korean skincare among female students at Jenderal Soedirman University. The theories used in this research are Jean Budrillard's consumerism and Naomi Wolf's theory of beauty. This research is quantitative descriptive research with data in the form of tables, graphs, diagrams, accompanied by narrative. This research uses the technique of distributing questionnaires or questionnaires online which are identified and classified. The data analysis technique in this research consists of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The student population of Jenderal Soedirman University is 150 students. The data source in this research is the results of 53 people. Consisting of 25 students from the class of 2019, 15 students from the class of 2020, and 13 students from the class of 2021 from the Japanese literature students at Jenderal Soedirman University. Based on the results of data analysis, it can be concluded that the number of uses in Japanese skincare is 53.1% because the results are brighter, cleaner, shinier. Meanwhile, using Korean skincare results are 46.9% because it reduces acne scars. For reasons that can be concluded, individual characteristics and self-motivation play a strong role in influencing oneself in utilizing the meaning of personal beauty.

Keywords: beauty, consumerism, female students, skincare
4338346807F1B020030IMPLEMENTASI PENGGUNAAN APLIKASI NADIN-E DI KPPN TIPE A1
PURWOKERTO
Revolusi Industri 4.0 membuat dunia berlomba untuk memberikan inovasi dan pengembangan
mulai dari bisnis hingga pemerintah. Organisasi pemerintah mengupayakan adopsi teknologi
digital untuk tetap eksis. Keterlambatan proses penyampaian informasi disebabkan oleh
proses manual yang kompleks, komunikasi internal pegawai yang lemah, dan sumber daya
manusai yang tidak kompeten. Aplikasi Nadin-e merupakan suatu sistem informasi dalam
merekam, menyimpan, memroses, dan menyajikan informasi naskah dinas dalam bentuk
digital. Aplikasi Nadin-e merupakan suatu bentuk modernisasi dengan fitur yang
mendukung efisiensi, efektifitas, dan produktivitas. KPPN Purwokerto menghadapi tuntutan
digitalisasi dalam Upaya peningkatan produktivitas dan efisiensi kerja pegawai, Peneliti ingin
melihat implementasi aplikasi Nadin-e dalam meningkatkan Produktivitas kerja Pegawai
KPPN Purwokerto.
Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan aplikasi Nadin-e mampu meningkatkan
produktivitas kerja pegawai, hal tersebut disebabkan oleh berubahnya alur kerja birokrasi
yang semakin sederhana. Pegawai KPPN Purwokerto memanfaatkan aplikasi Nadin-e
untuk meningkatkan kolaborasi dan mempercepat pengambilan Keputusan. Optimalisasi
sumber daya merupakan dampak baik adanya aplikasi Nadin-e karena mendukung paperless
sehingga mampu menghemat anggaran. Kemudahan sangat terlihat pada aspek komunikasi
dan struktur birokrasi dimana alur pengajuan naskah dinas lebih sederhana tanpa ada
pemborosan waktu dalam proses pengajuannya. Aplikasi Nadin-e memberikan kesederhanaan
alur pengajuan naskah dinas dan kemudahan mendapatkan informasi.
The Industrial Revolution 4.0 has prompted the world to compete in providing innovations
and developments across various sectors, from business to government. Government
organizations are striving to adopt digital technologies to remain relevant. Delays in
information delivery are caused by complex manual processes, weak internal
communication among employees, and incompetent human resources. The Nadin-e
application is an information system designed to record, store, process, and present official
documents in digital form. The Nadin-e application represents a modernization effort with
features that support efficiency, effectiveness, and productivity.
The informants in this study include Functional Officials, Heads of General Subsections,
Financial Sections, Verification and Accounting Sections, Banking Sections, Management
Sections of work units and Internal Compliance, and Secretaries. The research results
indicate that the use of the Nadin-e application can enhance employee productivity due to
a simplified bureaucratic workflow. Employees at KPPN Purwokerto utilize the Nadin-e
application to improve collaboration and expedite decision-making processes. Resource
optimization is a positive impact of the Nadin-e application as it supports paperless
operations, leading to budget savings. The ease of use is particularly evident in communication
aspects and bureaucratic structure, where the submission process for official documents
is more straightforward without wasting time. The Nadin-e application provides simplicity in
submitting official documents and facilitates access to information
4338446740J1E020060THE IMPACT OF USING COMPOSITE PICTURES ON STUDENTS’ READING COMPREHENSION (Pre-experimental Research at Grade 5B of SD Negeri 1 Grendeng in the Academic Year of 2024/2025)Pemahaman membaca adalah keterampilan penting yang mempengaruhi pemahaman siswa dalam teks lisan dan tulisan. Pemahaman membaca harus dilatih melalui kegiatan di kelas, termasuk media pembelajaran interaktif seperti gambar komposit. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui tingkat signifikan atau tidak signifikannya pengaruh penggunaan gambar komposit terhadap pemahaman membaca siswa; (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan gambar komposit terhadap pemahaman membaca siswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian pra-eksperimen. Peneliti menggunakan convenience sampling, salah satu jenis purposive sampling, untuk memilih 24 sampel siswa kelas 5B SD Negeri 1 Grendeng. Instrumen penelitian yang pertama adalah tes, yaitu pre-test dan post-test dengan total sepuluh pertanyaan pilihan ganda. Kedua, kuesioner tertutup dan terstruktur yang terdiri dari 12 pernyataan. Ketiga, dokumentasi, termasuk buku pegangan siswa dari pemerintah, lembar kegiatan siswa, dan catatan guru.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gambar komposit secara signifikan berdampak pada pemahaman membaca siswa kelas 5B di SD Negeri 1 Grendeng pada tahun ajaran 2024/2025. Nilai rata-rata siswa sebelum perlakuan adalah 55,00, sedangkan nilai rata-rata setelah perlakuan meningkat menjadi 82,9, yang menunjukkan bahwa tingkat membaca siswa berada di tingkat mandiri. Data dari kuesioner menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan gambar komposit adalah faktor pemahaman, motivasi, dan fasilitas atau sumber bacaan. Peneliti menyarankan agar guru menerapkan gambar komposit dan menjadikannya sebagai salah satu media pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan pemahaman membaca siswa.
Reading comprehension is a crucial skill influencing students' understanding in both spoken and written texts. Reading comprehension must be trained through class activities, including interactive learning media like composite pictures. The aims of this research are: (1) to determine the significance or insignificance level of the impact of using composite pictures on students’ reading comprehension; (2) to find factors influencing the use of composite pictures on students’ reading comprehension.
This research utilized a quantitative approach with a pre-experimental research design. The researcher used convenience sampling, one of the purposive sampling types, to select 24 samples of students in Grades 5B of SD Negeri 1 Grendeng. The first research instruments were tests, which were pre-test and post-test with a total of ten multiple-choice questions. Second, a closed and structured questionnaire consisting of 12 statements was used. Third, documentation included a student handbook from the government, student activity sheets, and teacher notes.
The research results showed that using composite pictures significantly impacted the reading comprehension of grade 5B students at SD Negeri 1 Grendeng in the academic year of 2024/2025. The average student score before the treatment was 55.00, while the average score after the treatment increased to 82.9, indicating that the student's reading level was independent. The data from the questionnaire showed the factors influencing the use of composite pictures are understanding factors, motivation, and reading facilities or sources. The researcher suggests that teachers implement composite pictures and make them one of the teaching media used to improve students' reading comprehension.
4338546751F1A020082PERILAKU HOMESICKNESS MAHASISWA RANTAU (STUDI PADA MAHASISWA RANTAU ASAL JABODETABEK TAHUN PERTAMA FISIP UNSOED)Mahasiswa rantau adalah individu yang tengah menuntut ilmu di perguruan tinggi yang terletak di luar daerah asalnya, sehingga harus meninggalkan kampung halaman dan jauh dari rumah, orang tua, keluarga serta teman lama. Akibatnya mereka berpotensi mengalami homesick. Individu yang mengalami homesick akan mengalami kerinduan terhadap suasana rumah dan seisinya, kesepian, merindukan teman, serta sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Penelitian kuantitatif ini melibatkan 100 responden yang berasal dari mahasiswa rantau asal Jabodetabek angkatan 2023 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman dikarenakan populasinya yang banyak jika dibandingkan dengan mahasiswa rantau asal daerah lainnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku homesick pada mahasiswa rantau asal Jabodetabek tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar mahasiswa rantau asal Jabodetabek angkatan 2023 Fisip Unsoed memiliki perilaku homesick yang sedang, dengan persentase 52%. Adapun perilaku homesick tersebut antara lain, mayoritas responden yang mencoba untuk membuka diri di lingkungan barunya serta aktif berkegiatan di luar perkuliahan maupun kegiatan yang mereka sukai atau positif dan produktif dibandingkan mengalihkannya kepada hal-hal negatif. Selain itu, intensitas untuk kembali pulang ketika merasa homesick juga rendah dengan hanya kembali ke rumah ketika libur semester serta dengan tidak mencoba mencari hal/keadaan/makanan yang memang familiar dengan lingkungan sebelumnya.
Kata kunci: Homesickness, Mahasiswa Rantau, Jabodetabek
Overseas Students are individuals who are pursuing their studies at universities located outside their hometowns, thus having to leave their hometowns and be far from home, parents, family, and old friends. As a result, they are at risk of experiencing homesickness. Individuals who experience homesickness will feel longing for the atmosphere of home and everything in it, loneliness, missing friends, and difficulty adapting to a new environment. This quantitative research involves 100 respondents from the 2023 batch of students from Jabodetabek studying at the Faculty of Social and Political Sciences, Jenderal Soedirman University, due to their larger population compared to students from other regions. Therefore, this research aims to understand the homesick behavior among students from Jabodetabek who are studying away from home. The research results show that the majority of students from Jabodetabek, batch 2023, Faculty of Social and Political Sciences, Jenderal Soedirman University, exhibit moderate homesick behavior, with a percentage of 52%. The homesick behavior includes, among others, the majority of respondents trying to adapt to their new environment and being actively involved in extracurricular activities or activities they enjoy, which are positive and productive, rather than turning to negative things. Furthermore, the intensity of returning home when feeling homesick is also low, with students only going back home during semester breaks and not trying to find things/situations/food that are familiar from their previous environment.
Keywords: Homesickness, Overseas Students, Jabodetabek
4338646752E1A019173KEWENANGAN BADAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN (BPSK) DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PERJANJIAN PEMBIAYAAN KONSUMEN MELALUI PROSES ARBITRASE (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Nomor 1/Pdt.Sus-BPSK/2023/PN.LLG)Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (yang selanjutnya disebut dengan
BPSK) dibuat sebagai lembaga alternatif penyelesaian sengketa konsumen di luar
pengadilan, namun Putusan Pengadilan Negeri Lubuklinggau Nomor 1/Pdt.Sus-
BPSK/2023/PN.LLG menyatakan pembatalan Putusan BPSK karena dinyatakan tidak
berwenang untuk mengadili secara arbitrase. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
dan menganalisis kewenangan BPSK dalam pelaksanaan penyelesaian sengketa
konsumen secara arbitrase dan pertimbangan hukum hakim dalam Putusan Pengadilan
Negeri Kota Lubuklinggau Nomor 1/Pdt.Sus-BPSK/2023/PN.LLG yang mengabulkan
bahwa BPSK tidak berwenang dalam menyelesaikan sengketa perjanjian pembiayaan
konsumen melalui proses arbitrase. Penelitian ini menggunakan metode penelitian
yuridis normatif melalui pendekatan perundang-undangan dan kasus yang dianalisis
secara normatif kualitatif menggunakan data sekunder berdasarkan studi kepustakaan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kewenangan BPSK berdasarkan Pasal
52 ayat (2) UUPK adalah menyelesaikan sengketa konsumen melalui proses mediasi,
konsiliasi dan arbitrase. Proses yang sederhana dengan berlandaskan asas kesukarelaan
para pihak membuat BPSK menjadi lembaga alternatif bagi konsumen dalam
penyelesaian sengketa. Konsumen cukup melakukan pengaduan ke BPSK, persidangan
akan dilakukan setelah berkas pengaduan diperiksa dan Majelis BPSK dibentuk.
Pertimbangan hukum Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Lubuklinggau telah
sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Pembatalan Putusan BPSK pada
sengketa a quo dilakukan karena telah bertentangan dengan asas kesukarelaan dari
ketentuan Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Perlindungan Konsumen.
The Consumer Dispute Settlement Agency (hereinafter referred as BPSK) was
established as an alternative institution for consumer dispute resolution outside of court
included the arbiration. However, District Convition Number 1/Pdt.Sus-
BPSK/2023/PN.LLG canceled BPSK's decision because it didn’t have the authority to
adjudicate. This research is to examine and analyze BPSK's authority in resolving
consumer disputes through arbitration and the judge's legal considerations in District
Convition Number 1/Pdt.Sus-BPSK/2023/PN.LLG which confirms that BPSK has no
authority to resolve consumer financing agreement disputes through arbitration. This
research employs a normative juridical research method using a legislative and case
approach, analyzed qualitatively and normatively based on secondary data through
literature review.
This research shows that BPSK's authority in Article 52 (2) of the Consumer
Protection Law is to resolve consumer disputes through mediation, conciliation and
arbitration with the principle of voluntariness of the parties. Consumers make a
complaints to BPSK and the report will be reviewed. BPSK council will be formed
after the report complete, then the arbitration court will be held. The legal
considerations of the Lubuklinggau District Court Judges are in accordance with the
prevailing regulations. The cancellation of the BPSK decision in the a quo dispute has
a contradiction with the principle of voluntarism as regulated in Article 45 (2) of the
Consumer Protection Law.
4338746753E1A020004TANGGUNG JAWAB PT. KALCO PATRA ENERGI ATAS PERBUATAN MELAWAN HUKUM OLEH KARYAWAN DALAM MENJALANKAN PEKERJAAN YANG DITUGASKAN KEPADANYA
(STUDI PUTUSAN NOMOR 129/Pdt.G/2022/PN.Pal)

Tanggung jawab majikan (tanggung jawab pengganti) adalah konsep hukum perdata dimana majikan dapat bertanggung jawab atas perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh karyawan selama menjalankan tugasnya, sesuai Pasal 1367 ayat (3) KUHPerdata. Contoh kasus mengenai hal tersebut yaitu terdapat pada Putusan Pengadilan Negeri Palu No: 129/Pdt.G/2022/Pn Pal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan tanggung jawab majikan dan pertimbangan hukum hakim dalam memutuskan besarnya ganti rugi dalam perkara No: 129/Pdt.G/2022/Pn Pal. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan menggunakan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Spesifikasi penelitian preskriftif analitis, sumber data yang digunakan adalah bahan hukum premier, skunder dan tersier yang dilakukan dengan studi kepustakaan. Data disajikan dalam bentuk teks naratif kemudian dianalisis secara normatif kualitatif. Penerapan tanggungjawab PT. KALCO PATRA ENERGI atas perbuatan melawan hukum oleh karyawan dalam Putusan Pengadilan Negri Palu Perkara Nomor:129/Pdt.G/2022/Pn.Pal sudah tepat Majelis Hakim dalam putusannya menyatakan bahwa Tergugat dan Turut Tergugat memiliki hubungan hukum yaitu hubungan kerja, dan menyatakan perbuatan Tergugat dan Turut Tergugat merupakan perbuatan melawan hukum, akan tetapi Majelis Hakim dalam pertimbangan hukumnya hanya menyebutkan dan tidak menguraikan secara jelas mengenai syarat-syarat/unsur-unsur perbuatan melawan hukum yang termasuk dalam Pasal 1365 KUHPerdata dan hanya menyebutkan Pasal 1367 tidak menyebutkan secara spesifik ayat berapa. Menurut penulis, seharusnya Majelis Hakim menggunakan Pasal 1365 KUHPerdata juncto Pasal 1367 ayat (3) KUHPerdata sebagai dasar tuntutan ganti rugi. Terkait tuntutan ganti rugi dalam gugatan ganti rugi materiil hanya dikabulkan sebagian yaitu Rp 40.000.000,00 dan menolak ganti rugi immateriil, dikarenakan tidak adanya bukti dan saksi sehingga dianggap tidak ada kerugian.

The employer liability (vicarious liability) is a civil law concept where the employer can be held liable for unlawful acts committed by employees while performing their duties, in accordance with Article 1367(3) of the Civil Code, an example of a case in this regard is found in the decision of the Palu District Court No. 129/Pdt.G/2022: 129/Pdt.G/2022/Pn Pal. The purpose of this study is to analyse the application of the employer's responsibility and the legal considerations of the judges in deciding the amount of compensation in the case No. 129/Pdt.G/2022/Pn Pal: 129/Pdt.G/2022/Pn Pal. This research is a normative juridicial research with the method of statutory approauch and case approauch. The research specifications are prescriptive analitycal, the data sources used are primary, secondary, and tertiary legal materials conducted by literature study.the data is presented in the form of narrative text and then analyzed normative qualitatively. The application of the responsibility of PT KALCO PATRA ENERGI for unlawful acts by employees in the Decision of the Palu District Court Case Number: 129/Pdt.G/2022/Pn.Pal is appropriate The Panel of Judges in their decision stated that the Defendant and the Co-Defendant had a legal relationship, namely an employment relationship, and stated that the actions of the Defendant and the Co-Defendant were unlawful, but the Panel of Judges in their legal considerations only mentioned and did not clearly elaborate on the terms/elements of unlawful acts included in Article 1365 of the Civil Code and only mentioned Article 1367, not specifically mentioning which paragraph. According to the author, the Panel of Judges should have used Article 1365 of the Civil Code in conjunction with Article 1367 paragraph (3) of the Civil Code as the basis for the claim for compensation. related to the claim for compensation in the lawsuit for material compensation was only partially granted, namely Rp 40,000,000.00 and rejected immaterial compensation, due to the absence of evidence and witnesses so that it was considered that there was no loss.
4338846755C1B021052PENGARUH PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP AGRESIVITAS PAJAK (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2023)Agresivitas Pajak merupakan upaya perencanaan pajak yang dilakukan perusahaan untuk meminimalkan beban pajaknya yang dapat dilakukan secara legal (tax avoidance) dan ilegal (tax evasion) dengan memanfaatkan celah hukum perpajakan (grey area). Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengungkapan corporate social responsibility dan good corporate governance yang meliputi kepemilikan institusional, komisaris independen, dan komite audit terhadap agresivitas pajak. Subyek dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sektor industri konsumsi periode 2019-2023 yang terdaftar di BEI dengan sampel sebanyak 23 perusahaan yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Metode analisis penelitian ini dilakukan dengan menggunakan regresi data panel dengan menggunakan alat analisis Stata 17. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pengungkapan corporate social responsibility dan komisaris independen berpengaruh negatif terhadap agresivitas pajak dengan arah koefisien yang positif. Selanjutnya kepemilikan institusional dan komite audit tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak.Tax Aggressiveness is a tax planning effort carried out by companies to minimize their tax burden which can be done legally (tax avoidance) and illegally (tax evasion) by exploiting loopholes in tax law (gray areas). This research aims to examine the effect of corporate social responsibility disclosures and good corporate governance which includes institutional ownership, independent commissioners, and audit committees on tax aggressiveness. The subjects in this research were manufacturing companies in the consumer industry sector for the 2019-2023 period registered on the IDX with a sample of 23 companies selected using purposive sampling. The data used in this research is secondary data. The analytical method of this research was carried out using panel data regression using the Stata 17 analysis tool. The test results show that corporate social responsibility disclosure and independent commissioners have negative effect on tax aggressiveness. Furthermore, institutional ownership and audit committees have no effect on tax aggressiveness.
4338946756C1B021002PENGAMBILAN RISIKO PADA BANK KONVENSIONAL INDONESIA DITINJAU DARI REGULASI PERMODALAN, TATA KELOLA PERUSAHAAN, DAN DISIPLIN PASARPandemi COVID-19 memberikan dampak nyata pada sektor perbankan dalam hal pengambilan risiko. Risiko berlebihan yang diambil bank dalam bentuk pemberian pinjaman aset berisiko dapat meningkatkan gagal bayar pengembalian bank, sehingga berdampak pada nasabah dan pemegang saham. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengambilan risiko bank yang dipengaruhi oleh peraturan permodalan, tata kelola perusahaan yang baik, dan disiplin pasar. Kami menggunakan regresi data panel yang mencakup 58 bank pada tahun 2019-2022. Pada variabel pengambilan risiko kami menggunakan Loan Loss Provision (LLPTA) dan Z-Score yang dapat mengukur risiko default dan risiko kredit. Secara keseluruhan, hasil penelitian kami menunjukkan bahwa regulasi permodalan yang diproksikan oleh CAR, disiplin pasar yang diproksikan oleh likuiditas pendanaan, dan tata kelola perusahaan yang diproksikan oleh ukuran dewan direksi berpengaruh positif terhadap pengambilan risiko. The COVID-19 pandemic has had a real impact on the banking sector in terms of risk taking. Excessive risks taken by banks in the form of lending risky assets can increase defaults on bank returns, thereby impacting customers and shareholders. This research aims to examine bank risk taking which is influenced by capital regulations, good corporate governance and market discipline. We use panel data regression covering 58 banks in 2019-2022. In the risk taking variable we use Loan Loss Provision (LLPTA) and Z-Score which can measure default risk and credit risk. Overall, our research results show that capital regulations proxied by CAR, market discipline proxied by funding liquidity, and corporate governance proxied by board size have a positive effect on risk taking.
4339046762I2A022005Faktor Risiko Sanitasi Lingkungan yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Stunting di Wilayah Kota dan Desa Di Kabupaten BanyumasLatar Belakang: Pada tahun 2022 prevalensi stunting di wilayah Kabupaten Banyumas sebanyak 17.532 balita (16,34%). Perlu dilakukan studi terkait faktor risiko stunting berdasarkan perkotaan dan perdesaan di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko sanitasi lingkungan yang berpengaruh terhadap kejadian stunting di wilayah kota dan desa di Kabupaten Banyumas.
Tujuan penelitian: Mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh faktor risiko sanitasi lingkungan terhadap kejadian stunting di wilayah kota dan desa.
Metode: Penelitian kuantitatif kasus kontrol dan menggunakan uji Mantel Haenszel. Sampel kasus 25 dan kontrol 25 di wilayah kota dan desa. Instrument penelitian menggunakan observasi (checklist) lapangan pada periode Februari-April 2024. Sampel kasus di ambil dari wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Timur 1 (kota) dan Puskesmas Sumbang 2 (desa).
Hasil: Hasil uji statistik pengaruh sanitasi lingkungan terhadap kejadian stunting p-value=0,000 (<0,05), penggunaan air bersih nilai OR 9,3, kualitas fisik air bersih nilai OR 5,3, keberadaan SPAL nilai OR 11,9, ketersediaan tempat sampah nilai OR 6,0, kebiasaan mencuci tangan nilai OR 9,3 dan kepemilikan jamban tidak ada pengaruh terhadap kejadian stunting p-value=0,758 (>0,05) dan nilai OR 1,2.
Kesimpulan: penelitian ini adalah faktor risiko sanitasi lingkungan yang dapat memengaruhi perkembangan anak dan dapat berefek pada peningkatan kejadian stunting pada balita, diantaranya secara signifikan penggunaan air bersih, kualitas fisik air bersih, keberadaan SPAL, ketersediaan tempat sampah, dan kebiasaan mencuci tangan terhadap kejadian stunting wilayah kota dan desa di Kabupaten Banyumas.
Background: the prevalence of stunting in Banyumas District In 2022 was recorded at 17,532 toddlers (16.34%). A study is needed to investigate the risk factors for stunting based on urban and rural areas in Banyumas District. This research aims to identify the environmental sanitation risk factors that influence the incidence of stunting in both urban and rural areas of Banyumas District.
Research Objectives: To describe and analyze the impact of environmental sanitation risk factors on the incidence of stunting in urban and rural areas.
Methods: This is a quantitative case-control study utilizing the Mantel-Haenszel test. The sample consisted of 25 cases and 25 controls from each urban and rural regions. The research instrument involved field observations (checklist) conducted from February to April 2024. Case samples were taken from Purwokerto Timur 1 Health Center (urban) and Sumbang 2 Health Center (rural).
Results: The statistical test results indicate that environmental sanitation has a significant effect on the incidence of stunting with a p-value of 0.000 (<0.05). The odds ratios (OR) were as follows: clean water usage OR 9.3, physical quality of clean water OR 5.3, existence of wastewater disposal systems (SPAL) OR 11.9, availability of trash bins OR 6.0, and handwashing habits OR 9.3. Conversely, the ownership of latrines showed no effect on the incidence of stunting, with a p-value of 0.758 (>0.05) and an OR of 1.2.
Conclusion: This study identifies environmental sanitation risk factors that can affect child development and contribute to the increased incidence of stunting in toddlers. Among these, clean water usage, the physical quality of clean water, existence of SPAL, availability of trash bins, and handwashing habits significantly influence the incidence of stunting in both urban and rural areas of Banyumas District.
4339146808C1C021018Pengaruh Pajak Daerah dan Dana Perimbangan terhadap Tingkat Kesejahteraan MasyarakatPenelitian ini mengkaji dampak pajak daerah dan dana perimbangan terhadap kesejahteraan masyarakat di Indonesia tahun 2022-2023 dengan menggunakan teori keagenan. Data yang digunakan adalah data sekunder laporan realisasi anggaran kabupaten/kota terpilih, dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang yang dipilih melalui quick count random sampling. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, uji goodness of fit, dan uji hipotesis.
Temuan menunjukkan bahwa pajak daerah, dana alokasi khusus, dana alokasi umum, dan dana bagi hasil semuanya berdampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Implikasi dari penelitian ini adalah: (1) Perusahaan dan perorangan sebaiknya meningkatkan partisipasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mematuhi kebijakan perpajakan daerah. (2) Pemerintah daerah perlu mengoptimalkan penggunaan dana alokasi khusus, dana alokasi umum, dan dana bagi hasil untuk program pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Memperkuat pengelolaan dan akuntabilitas dana sangat penting untuk memastikan penggunaannya efisien dan efektif.
This study examines the impact of local taxes and balancing funds on community welfare in Indonesia for 2022-2023 using agency theory. It utilizes secondary data from budget realization reports of selected districts/cities, with 30 samples chosen through quick count random sampling. Data analysis includes descriptive statistics, classical assumption tests, multiple regression analysis, goodness of fit testing, and hypothesis testing.
The findings indicate that local taxes, special allocation funds, general allocation funds, and revenue sharing all significantly impact community welfare. Implications of the study are: (1) Companies and individuals should increase participation in enhancing community welfare by complying with local tax policies. (2) Local governments need to optimize the use of special allocation funds, general allocation funds, and revenue sharing for development programs that directly impact community welfare. Strengthening fund management and accountability is crucial for ensuring their efficient and effective use.
4339246757E1A021121Analisis Yuridis Penetapan Hakim Dalam Mengabulkan Permohonan Pencatatan Perkawinan Penganut Agama Baha'i (Studi Penetapan Pengadilan Negeri Siak Sri Indrapura Nomor: 96/Pdt.P/2023/PN Sak)Syarat sah perkawinan tercantum dalam Pasal 2 ayat (1) dan (2) UU Perkawinan di mana perkawinan dilaksanakan menurut agama dan kepercayaan serta harus dicatatkan. Penetapan Pengadilan Negeri Siak Sri Indrapura Nomor: 96/Pdt.P/2023/PN Sak dan hakim mengabulkan permohonan pencatatan perkawinan agama Baha’i. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan permohonan pencatatan perkawinan agama Baha’i dan bagaimana akibat hukumnya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan dan disajikan dalam bentuk teks preskriptif. Data dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam perkara Nomor 96/Pdt.P/2023/PN Sak mengacu pada Pasal 2 ayat (1) dan (2) UU Perkawinan, Pasal 28E ayat (2) dan Pasal 29 UUD NRI Tahun 1945 dan Putusan MK Nomor 97/PUU-XIV/2016, Surat Kementerian Agama Nomor SJ/B.VII/1/HM.00/675/2014 yang menyatakan bahwa perkawinan Baha’i dapat dicatatkan, namun pertimbangan hakim yang menyamakan Baha’i sebagai aliran kepercayaan adalah keliru dan seharusnya hakim menambahkan Pasal 39 PP Nomor 40 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pencatatan Perkawinan Bagi Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan yang Maha Esa. Akibat hukumnya adalah perkawinan agama Baha’i dapat dicatatkan dan dapat menjadi yurisprudensi bagi agama lain yang belum diakui untuk mencatatkan perkawinannya.

The requirements for a valid marriage are stated in Article 2 paragraphs (1) and (2) of the Marriage Law, where the marriage is carried out according to religion and belief and must be registered. Siak Sri Indrapura District Court Stipulation Number: 96/Pdt.P/2023/PN Sak and the judge granted the request for registration of Baha'i religious marriages. The problem in this research is how the judge considers the law in granting the request for registration of Baha'i religious marriages and what the legal consequences are. This research uses a normative juridical approach with prescriptive research specifications. The data source used is secondary data. The data collection method was carried out by literature study and presented in the form of prescriptive text. Data were analyzed using qualitative normative methods. The results of the research show that the judge's legal considerations in case Number 96/Pdt.P/2023/PN Sak refer to Article 2 paragraphs (1) and (2) of the Marriage Law, Article 28E paragraph (2) and Article 29 of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia and the Decision MK Number 97/PUU-XIV/2016, Letter from the Ministry of Religion Number SJ/B.VII/1/HM.00/675/2014 which states that Baha'i marriages can be registered. However, the judge's consideration of equating Baha'i as a religious belief is wrong and the judge should have added Article 39 PP Number 40 of 2019 concerning Procedures for Registration of Marriages for Believers in the One and Only God. The legal consequence is that Baha'i religious marriages can be registered and this can become jurisprudence for other religions that have not been recognized to register their marriages.
4339346758A1A020032Analisis Preferensi Mahasiswa terhadap Keputusan Pembelian Tanaman Hias Sukulen di Ostia Kaktus Kabupaten BanyumasOstia Kaktus merupakan salah satu usaha tanaman hias sukulen skala rumahan di Kabupaten Banyumas yang melakukan budidaya dan menjual tanaman hias sukulen yang dikreasikan dalam bentuk greeny souvenir diantaranya buket sukulen, terrarium, hampers kit sukulen, dan miniature garden sukulen. Sukulen merupakan tanaman hias yang memiliki banyak variasi jenis diantaranya Echeveria, Graptopetalum, Pachypatum, Crassula, Haworthia, Gymnocalycium, Mammilaria, Sedum, Euphorbia, Agave, Lithops, dan Tillandsia. Jenis tanaman hias sukulen yang dimiliki oleh Ostia Kaktus masih cukup terbatas karena keterbatasan lahan untuk membudidayakan tanaman hias sukulen. Hal tersebut menjadi kelemahan usaha Ostia Kaktus dalam menghadapi persaingan pasar dan menyebabkan penjualan Ostia Kaktus menjadi fluktuatif dan belum memenuhi target. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atribut-atribut tanaman hias sukulen yang menjadi preferensi konsumen dan mengetahui urutan atribut yang dipertimbangkan konsumen dalam membeli tanaman hias sukulen di Ostia Kaktus.
Lokasi penelitian ditentukan secara purposive yaitu di Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Islam Negeri Profesor KH Saifuddin Zuhri Purwokerto, dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu cluster sampling dengan jumlah responden 112 mahasiswa. Analisis datapada penelitian ini menggunakan uji chi square dan analisis multiatribut fishbein.
Hasil penelitian ini menunjukkan atribut jenis, bentuk, warna, tekstur permukaan, harga, ketahanan, dan wadah pot/ variasi memiliki nilai X2 hitung lebih besar daripada X2 tabel artinya semua atribut tersebut merupakan atribut yang menjadi preferensi mahasiswa terhadap keputusan pembelian tanaman hias sukulen di Ostia Kaktus. Tanaman hias sukulen yang menjadi preferensi mahasiswa yaitu jenis sukulen Graptopetalum, bentuk sukulen rosette, warna sukulen hijau – merah, tekstur permukaan sukulen yang halus, ukuran sukulen sedang (diameter 7-10 cm), harga sukulen Rp26.000 – Rp50.000, sukulen yang tahan terhadap hama dan penyakit, dan sukulen dengan wadah pot/variasi terrarium. Hasil analisis multriatribut fishbein menunjukkan bahwa urutan atribut yang menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli tanaman hias sukulen di Ostia Kaktus dari yang paling sampai dengan yang kurang dipertimbangkan yaitu atribut warna, ketahanan, wadah pot/variasi, harga, ukuran, tekstur permukaan, bentuk, dan yang terakhir jenis sukulen.


Ostia Kaktus is a small-scale succulent ornamental plant businesses in Banyumas Regency that cultivates and sells succulent ornamental plants crafted into green souvenira, such as succulents bouquets, terrariums, succulents hampers kit, and miniature succulents gardens. Succulents are ornamental plants that have many variations of types including Echeveria, Graptopetalum, Pachypatum, Crassula, Haworthia, Gymnocalycium, Mammilaria, Sedum, Euphorbia, Agave, Lithops, and Tillandsia. The types of succulent ornamental plants owned by Ostia Kaktus are still quite limited due to the limited land for cultivating succulent ornamental plants. This is a weakness of Ostia Kaktus' business in facing market competition, causing Ostia Kaktus sales to fluctuate and not meet targets. Therefore, this study aims to determine the attributes of succulent ornamental plants that are consumer preferences and to determine the order of attributes that consumers consider when buying succulent ornamental plants at Ostia Kaktus.
The location of the research was determined purposively at Jenderal Soedirman University, Professor KH Saifuddin Zuhri State Islamic University of Purwokerto, and Muhammadiyah University of Purwokerto. The sampling technique used was cluster sampling, with 112 students as respondents. Data analysis in this research used the chi-square test and Fishbein multi-attribute analysis.
The results of this research indicate that the attributes of type, shape, color, surface texture, price, durability, and pot container/variation have a calculated X2 value greater than the X2 table, meaning that all of these attributes are attributes that are students' preferences for purchasing decisions for succulent ornamental plants at Ostia Kaktus. The succulents preferred by students include the Graptopetalum species, a rosette shape, green-red color, smooth surface texture, medium size (diameter of 7-10 cm), a price range of Rp26,000 – Rp50,000, pest and disease resistance, and terrarium pot/container variations. The results of the Fishbein multi-attribute analysis show that the order of attributes that consumers consider in purchasing succulent ornamental plants at Ostia Kaktus from the most considered to the least considered are the attributes of color, durability, pot container/variation, price, size, surface texture, shape, and finally the type of succulent.
4339446759B1A020082PENGARUH KONSENTRASI ROOTONE-F TERHADAP PERTUMBUHAN STEK Dombeya wallichii (Lindl.) Benth ex. Baill.Dombeya wallichii (Lindl.) Benth ex. Baill. merupakan tanaman berbunga yang banyak digunakan untuk tanaman hias dan pendukung budidaya lebah madu karena bentuk dan warna bunganya yang menarik. Untuk meningkatkan produksi, D. wallichii sering diperbanyak menggunakan metode stek batang. Zat pengatur tumbuh ditambahkan untuk mendukung keberhasilan stek, dan salah satu yang sering digunakan adalah Rootone-F. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Rootone-F terhadap pertumbuhan stek batang D. wallichii dan menentukan konsentrasi Rootone-F terbaik yang dapat memacu pertumbuhan stek batang D. wallichii.
Penelitian dilakukan di Cilengko Farm Pabuaran, Purwokerto pada bulan Mei-Agustus dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Split Plot. Petak utama terdiri atas cabang ke-3, cabang ke-4, dan cabang ke-5. Anak petak terdiri atas konsentrasi Rootone-F yaitu 0 mg/l (kontrol), 50 mg/l, 100 mg/l, dan 150 ppm. Blok atau ulangan terdiri atas bagian pangkal, tengah, dan pucuk. Data yang didapatkan dianalisis dengan ANOVA taraf 5% dan 1% dan uji lanjut DMRT taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Rootone-F berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah akar dan berpengaruh nyata terhadap panjang akar pada umur 12 minggu setelah tanam. Konsentrasi Rootone-F yang terbaik yaitu 100 ppm untuk pertumbuhan jumlah akar dan panjang akar. Posisi stek yang paling baik diambil dari bagian pucuk.
Dombeya wallichii (Lindl.) Benth ex. Baill. is a flowering plant that are widely used as ornamental plants and support apiculture because of the attractive shape and colour of their flowers. To increase production, the propagation of D. wallichii was often carried out by using the stem-cutting method. Plant growth regulators are added to support the success of cuttings, and one that is often used is Rootone-F. This study aims to determine the effect of Rootone-F on the growth of D. wallichii stem cuttings and to identify the best concentration of Rootone-F that can stimulate the growth of D. wallichii stem cuttings.
This research was conducted at Cilengko Farm, Pabuaran, Purwokerto from May to August using the Split Plot Randomized Block Design method. The main plot consists of the 3rd, 4th, and 5th branches. The sub-plot consists of Rootone-F concentrations of 0 ppm (control), 50 ppm, 100 ppm, and 150 ppm. The blocks consist of the base, middle, and tip sections. The data obtained were analyzed by ANOVA at 5% and 1% and DMRT at 5%.
The results showed that the application of Rootone-F had a very significant effect on the number of roots and a significant effect on root length at the age of 12 weeks after planting. The best Rootone-F concentration treatment level is 100 ppm for root number and root length growth. The best position for cuttings is taken from the tip section.
4339546760C1L020036PENGARUH IMPLEMENTASI PROBLEM BASED LEARNING, LITERASI DIGITAL DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KEMAMPUAN PROBLEM SOLVING SISWAPenelitian ini memiliki tujuan menganalisis pengaruh implementasi problem based learning, literasi digital dan motivasi berprestasi terhadap kemampuan problem solving siswa di SMA Negeri 1 Majenang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pengambilan data menggunakan kuesioner. Populasi pada penelitian ini merupakan siswa kelas
X fase E.1 sampai fase E.10 sejumlah 360 dengan jumlah sampel 115 yang diambil dengan teknik
random sampling. sumber data penelitian ini didapatkan dari kuesioner penelitian, buku, serta
artikel atau jurnal ilmiah yang terpublikasi. Kuesioner disajikan dalam bentuk kuesioner tertutup menggunakan skala likert. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu uji validitas, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji koefien determinasi (R2),
regresi linear berganda, uji statistik F, dan uji statistik t. Data kuesioner penelitian ditransformasi menjadi data interval menggunakan Method of Successive Intervals (MSI) berbantuan Microsoft Excel, dan analisis data menggunakan program SPSS versi 29.
Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) PBL berpengaruh positif signifikan secara parsial
terhadap kemampuan problem solving siswa dan hipotesis dinyatakan diterima. Implikasi dari penelitian ini siswa dilatih turut aktif mengembangkan pembelajaran dengan memberikan kebebasan untuk menentukan arah belajar yang memenuhi tuntutan kompetensi di abad 21; (2) Literasi digital juga berpengaruh positif terhadap kemampuan problem solving siswa dan hipotesis dinyatakan diterima. Implikasi dari penelitian ini diharapkan peran guru membimbing peserta didik dalam penggunaan handphone, laptop dan alat elektronik untuk dilatih kemampuan literasi digitalnya sehingga mempengaruhi kemampuan problem solving siswa; (3) Motivasi berprestasi berpengaruh positif signifikan secara parsial terhadap kemampuan problem solving siswa dan hipotesis dinyatakan diterima. Implikasi dari penelitian ini diharapkan guru mampu membekali
siswa dengan pengajaran yang mampu membangkitkan motivasi berprestasi siswa yang
membentuk tingginya kemampuan problem solving tiap diri siswa.
This study aims to analyze the effect of the implementation of problem-based learning, digital literacy and achievement motivation on students' problem solving abilities at SMA Negeri 1 Majenang. This study is a quantitative study with a data collection method using a questionnaire. The population in this study were 360 students in grade X from phase E.1 to phase E.10 with a sample size of 115 taken using a random sampling technique. The data sources for this study were obtained from research questionnaires, books, and published scientific articles or journals. The questionnaire
was presented in the form of a closed questionnaire using a Likert scale. The data analysis techniques
used in the study were validity test, normality test, multicollinearity test, heteroscedasticity test, coefficient of determination test (R2), multiple linear regression, F statistical test, and t statistical test. The research questionnaire data was transformed into interval data using the Method of Successive Intervals (MSI) assisted by Microsoft Excel, and data analysis using the SPSS version 29
program. The results of the study showed that: (1) PBL has a significant positive effect partially on
students' problem solving abilities and the hypothesis was accepted. The implications of this study are that students are trained to actively participate in developing learning by providing the freedom
to determine the direction of learning that meets the demands of competency in the 21st century; (2)
Digital literacy has a positive effect on students' problem solving abilities and the hypothesis is stated
as accepted. The implications of this study are expected to be the role of teachers in guiding students in the use of cellphones, laptops and electronic devices to train their digital literacy skills so that they affect students' problem solving abilities; (3) Achievement motivation has a significant positive effect partially on students' problem solving abilities and the hypothesis is stated as accepted. The
implications of this study are expected to be that teachers are able to provide students with teaching
that can arouse students' achievement motivation which forms the high problem solving abilities of
each student.
4339646761K1C018052PEMODELAN PESAWAT LINAC DAN PENENTUAN DOSIS SERAP RADIASI ELEKTRON DARI PESAWAT LINAC UNTUK TERAPI KANKER KULIT MELANOMA MENGGUNAKAN SOFTWARE PARTICLE AND HEAVY ION CODE TRANSPORT (PHITS) Kanker kulit melanoma merupakan tumor ganas di daerah kulit yang hingga saat ini masih memiliki angka kejadian cukup tinggi di dunia, khususnya di Indonesia sebanyak 1609 kasus. Pengobatan kanker kulit melanoma dapat dilakukan salah satunya dengan menggunakan alat Linear Accelarator. Penelitian pemodelan linac ini dimodelkan dengan geometri dan komposisi material sesuai parameter standar dari pesawat Linac Siemen Primus dengan tujuan untuk memperoleh pemodelan bentukalat linac yang sesuai yang digunakan pada pengobatan kanker kulit melanoma menggunakan elektron dengan melakukan simulasi menggunakan Program PHITS versi 3.27. Hasilnya, pemodelan telah berhasil menampilkan bagian sumber elektron, primary collimator, secondary collimator, dan phantom. Phantom MIRD berbentuk lengan yang terdiri dari kulit, otot, tulang, GTV, CTV kulit, CTV otot, PTV kulit, PTV otot. Hasil pemodelan juga sudah memenuhi syarat untuk terapi kanker kulit, karena sumber elektron telah memancarkan radiasi yang mengenai target yaitu kanker kulit pada lengan. Hasil perhitungan dosis serap yang diperoleh dari hasil simulasi sebesar 1,89 Gy perfraksi dan dosis serap total sebesar 56,7 Gy. Hasil yang diperoleh mendekati dengan referensi.
Melanoma skin cancer is a malignant tumor in the skin area that until now still has a fairly high incidence rate in the world, especially in Indonesia as many as 1609 cases. Treatment of melanoma skin cancer can be done by using the Linear Accelator tool. This linac modeling research was modeled with geometry and material composition according to the standard parameters of the Siemen Primus Linac aircraft with the aim of obtaining a modeling of the appropriate shapeof the linac device used in the treatment of melanoma skin cancer using electrons by conducting simulations using the PHITS Program version 3.27. As a result, the modeling has successfully displayed the electron source section, primary collimator, secondary collimator, and phantom. Phantom MIRD is an arm consisting of skin, muscle, bone, GTV, cutaneous CTV, muscle CTV, cutaneous PTV, muscle PTV. The modeling results are also eligible for skin cancer therapy, because the electron source has emitted radiation that hits the target, namely skin cancer in the arm. The results of the absorption dose calculation obtained from the simulation results were 1.89 Gy per fraction and the total absorption dose was 56.7 Gy. The results obtained are close to the reference.
4339746763G1B020007PERBANDINGAN MOTIVASI PENGGUNA PERANTI ORTODONTI CEKAT PADA PASIEN DENGAN OPERATOR ORTODONTIS DAN NON ORTODONTIS (Studi pada Mahasiswa Aktif S1 Universitas Jenderal Soedirman)
Individu dengan maloklusi membutuhkan perawatan ortodonti seperti peranti cekat. Pemilihan operator perawatan ortodonti cekat menjadi hal penting karena kesalahan pemilihan operator dapat menyebabkan komplikasi seperti gingivitis, periodontitis, kegoyangan gigi hingga penurunan kualitas hidup. Faktor motivasi seperti aspek estetika, fungsional, psikologis, biaya, dan motivasi tren mempengaruhi pemilihan operator, baik ortodontis maupun non ortodontis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan motivasi pengguna peranti ortodonti cekat pada pasien dengan operator ortodontis dan non ortodontis. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman yang menggunakan peranti cekat, dengan sampel sebanyak 106 responden dipilih melalui metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner yang bersifat valid dan reliabel secara daring. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi estetika dan motivasi tren penggunaan peranti cekat berbeda secara signifikan antara operator ortodontis dan non ortodontis (p<0,05), sedangkan motivasi fungsional, psikologis, dan biaya tidak menunjukkan perbandingan yang signifikan (p>0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah motivasi estetika merupakan motivasi utama bagi individu dalam mencari perawatan ortodonti cekat, dan terdapat perbandingan motivasi tren yang signifikan antara pasien dengan operator ortodontis (21,2%) dan non ortodontis (60%). Individuals with malocclusion or misaligned teeth often require orthodontic treatment, such as fixed appliances. The choice of an orthodontic care provider is crucial, as an incorrect choice maylead to complications like gingivitis, periodontitis, tooth mobility, and a decreased quality of life. Motivational factors, such as aesthetic, functional, psychological, economic, and trend-related aspects, influence the selection of orthodontic operators, whether orthodontists or non orthodontists. The aim of this study is to compare the motivations of users of fixed appliances in choosing orthodontist and non orthodontic operators. This research uses an observational analytical method with a cross-sectional approach. The population for this study was Universitas Jenderal Soedirman students who use fixed appliances, with a sample of 106 respondents selected through purposive sampling. Data were collected through a valid and reliable online questionnaire. Data analysis was conducted using Mann-Whitney test. The results showed that aesthetic and trends motivation in used of fixed appliances differed significantly between orthodontist and non-orthodontist (p<0,05), while functional, psychological, and cost-related motivations did not showed significant comparisons (p>0,05). The conclusion of this study is that aesthetic motivation is the primary factors for individuals in seeking fixed orthodontic treatment, and there is a significant comparison in trend-related motivation between patients treated by orthodontists (21,2%) and non-orthodontists (60%).
4339846764C1L020028Efektivitas Model Pembelajaran Teams Game Tournament Berbantuan Teka-Teki Silang Terhadap Berpikir Kritis dan Kreativitas Siswa Kelas XI SMAN 3 Purwokerto Penelitian ini bertujuan mengkaji apakah model pembelajaran teams games tournament
(TGT) berbantuan teka-teki silang (TTS) efektif terhadap kemampuan berpikir kritis dan
kreativitas siswa kelas XI pada mata pelajaran ekonomi di SMAN 3 Purwokerto tahun pelajaran
2024/2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif quasy experimental design dengan
nonequivalent control group design yang pada proses penelitian menggunakan dua kelas yaitu
kelas kontrol dan kelas eksperimen. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 98 siswa yang
merupakan jumlah seluruh siswa kelas XI-F3 (jurusan ekonomi) di SMAN 3 Purwokerto. Teknik
pengambilan sampel yang digunakan yaitu Purposive Sampling. Oleh karena itu, sampel dalam
penelitian ini diperoleh 66 responden yang terdiri dari siswa kelas XI-F3A sebagai kelas kontrol
dan kelas XI-F3B sebagai kelas eksperimen. Hasil penelitian dan analisis data dengan
menggunakan uji independent sample t-test diperoleh: (1) pada variabel berpikir kritis nilai thitung
6,192 > ttabel 1,99962 dengan signifikansi 0,000 < 0,05 pada aspek kognitif dan nilai thitung 2,958 >
ttabel 2,00404 dengan signifikansi 0,005 < 0,05 pada aspek afektif, sehingga model pembelajaran
TGT berbantuan TTS efektif terhadap kemampuan berpikir kritis baik pada aspek kognitif
maupun afektif siswa. (2) pada variabel kreativitas nilai thitung 4,822 > ttabel 1,99962 dengan
signifikansi 0,000 < 0,05 pada aspek kognitif dan nilai thitung 4,050 > ttabel 1,99834 dengan
signifikansi 0,000 < 0,05 pada aspek afektif, sehingga model pembelajaran TGT berbantuan TTS
efektif terhadap kemampuan kreativitas siswa.
This research aims to examine whether the teams games tournament (TGT) learning model
assisted by crossword puzzles (TTS) is effective in enhancing the critical thinking and creativity
skills of eleventh-grade students in economics at SMAN 3 Purwokerto for the 2024/2025
academic year. This study employs a quantitative quasi-experimental design with a nonequivalent
control group design, utilizing two classes in the research process, namely the control class and
the experimental class. The population in this study consists of 98 students, which represents the
total number of students in class XI-F3 (economics major) at SMAN 3 Purwokerto. The sampling
technique used is Purposive Sampling. Therefore, the sample in this study comprises 66
respondents, consisting of students from class XI-F3A as the control class and class XI-F3B as the
experimental class. The results of the research and data analysis using the independent sample t-
test obtained: (1) for the critical thinking variable, the t-value is 6.192 > t-table 1.99962 with a
significance of 0.000 < 0.05 in the cognitive aspect and the t-value is 2.958 > t-table 2.00404 with
a significance of 0.005 < 0.05 in the affective aspect, thus the TGT learning model assisted by TTS
is effective in enhancing students' critical thinking skills in both cognitive and affective aspects.
(2) for the creativity variable, the t-value is 4.822 > t-table 1.99962 with a significance of 0.000 <
0.05 in the cognitive aspect and the t-value is 4.050 > t-table 1.99834 with a significance of 0.000
< 0.05 in the affective aspect, thus the TGT learning model assisted by TTS is effective in enhancing
students' creativity skills.
4339946765G1B020006Pengaruh Gel Ekstrak Etanol Daun Carica (Vasconcellea Pubescens) Terhadap Kepadatan Kolagen Dan Kontraksi Luka Pada Proses Penyembuhan Luka Pasca Insisi Gingiva (Studi In Vivo Pada Tikus Galur Wistar)
Penyembuhan luka secara umum terbagi menjadi 3 fase yang terjadi secara overlapping atau tumpang tindih. Fase inflamasi ditandai dengan adanya jaringan granulasi yang mengandung fibroblas. Fibroblas ini akan menyimpan tropokolagen dan menghasilkan kolagen. Di tahap akhir fibroblas akan berproliferasi menjadi miofibroblas dan menyebabkan terjadinya kontraksi luka. Daun carica (Vasconcellea pubescens) merupakan bahan alam yang memiliki kandungan flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, triterpenoid yang bermanfaat dalam penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Vasconcellea pubescens terhadap kepadatan kolagen dan kontraksi luka. Jenis penelitian ini adalah true experimental laboratoris menggunakan gel ekstrak etanol daun Vasconcellea pubescens 3%, 6% dan 12%. Sebanyak 60 ekor tikus galur wistar dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok perlakuan menggunakan gel ekstrak etanol daun carica konsentrasi 3%, 6% dan 12%, kontrol positif menggunakan Aloclair® Plus Gel dan kontrol negatif menggunakan gel tanpa ekstrak. Kepadatan kolagen dilihat pada gambaran histologis dan kontraksi luka melihat ukuran luka yang diukur menggunakan jangka sorong. Pengamatan dilakukan pada hari ke-3, 5 dan 7. Analisis data kepadatan kolagen menggunakan uji uji Post Hoc Mann-Whitney, sedangkan kontraksi luka menggunakan uji Post-Hoc Tukey HSD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh kelompok perlakuan terdapat perbedaan signifikan (p<0,05) dengan kontrol negatif. Simpulan dalam penelitian ini terdapat pengaruh ekstrak daun carica 3%, 6% dan 12% terhadap kepadatan kolagen dan kontraksi luka dan ekstrak 12% merupakan ekstrak yang paling baik karena yang tertinggi setelah kelompok kontrol positif.Wound healing is generally divided into three phases that overlap with each other. The inflammatory phase was marked by the presence of granulation tissue, within which fibroblasts stored tropocollagen, and collagen was produced. Fibroblasts reached their final stage, and wound contraction occurred. Vasconcellea pubescens is a natural substance that contains flavonoids, tannins, saponins, alkaloids, and triterpenoids, which are beneficial in wound healing. This study aimed to investigate the effect of Vasconcellea pubescens on collagen density and wound contraction. The type of study was a true experimental laboratory study using an extract gel of Vasconcellea pubescens leaves at concentrations of 3%, 6%, and 12%. A total of 60 Wistar rats were divided into 5 groups: Carica leaf ethanol extract gel at concentrations of 3%, 6%, and 12%, a positive control using Aloclair® Plus Gel, and a negative control using a gel without extract. Collagen density was observed through histological images, and wound contraction was measured by the wound size using calipers. Observations were made on days 3, 5, and 7. Data analysis for collagen density was performed using the Post Hoc Mann-Whitney test, while wound contraction was analyzed using the Post-Hoc Tukey HSD test. The results of this study showed a significant difference (p<0,05) between all treatment groups and the negative control. In conclusion, the study found that Carica leaf extract at 3%, 6%, and 12% concentrations affected collagen density and wound contraction, with the 12% extract being the most effective, after the positive control group.
4340046766I1A021107Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pencegahan Depresi pada Remaja Peremouan (Studi pada Siswi SMK Ma’arif NU 1 Cilongok)Latar belakang : Prevalensi depresi terus meningkat hingga 70% dalam kurun waktu 25 tahun terakhir dengan risiko lebih tinggi terjadi pada remaja perempuan. Namun, perilaku pencegahan depresi belum bisa dilakukan secara optimal. Oleh karena itu, peneliti
bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan
depresi pada remaja perempuan di SMK Ma’arif NU 1 Cilongok.

Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Dari total 741 populasi siswi SMK Ma’arif NU 1 Cilongok, 120 responden dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian meggunakan angket. Tahap analisis data meliputi univariat, bivariat
menggunakan uji chi-square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda.

Hasil : Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan
yang baik (59,2%), sikap yang baik (55,8%), dukungan keluarga yang mendukung (50,8%),
dukungan teman sebaya yang kurang mendukung (55,0%), akses informasi yang baik (54,2%), dan perilaku pencegahan depresi yang baik (53,3%) Variabel yang memiliki
hubungan sekaligus paling berpengaruh terhadap perilaku pencegahan depresi pada remaja
perempuan adalah dukungan keluarga (p-value=0,001;OR=3,988) dan dukungan teman
sebaya (p-value=0,003;OR=3,347). Sementara itu, variabel pengetahuan (p-value=0,543),
sikap (p-value=0,165), dan akses informasi (p-value=0,298) tidak memiliki hubungan dan pengaruh terhadap perilaku pencegahan depresi pada remaja perempuan.

Kesimpulan : Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku perilaku pencegahan depresi
pada siswi SMK Ma’arif NU 1 Cilongok adalah dukungan keluarga dan dukungan teman sebaya. Oleh karena itu, perlu dibentuk program peer konseling dan edukasi bagi orang tua sebagai dukungan utama untuk upaya pencegahan depresi yang efektif.
Background : The prevalence of depression continue to increase by 70% in the last 25
years with a higher risk occurring in female adolescents. However, depression prevention
behavior has not been carried out optimally and there is limited research on this matter. Therefore, this study aims to determine the factors influencing depression prevention
behavior in female adolescents or students at SMK Ma’arif NU 1 Cilongok.

Methods : This study used a quantitative design with cross-sectional approach. From a total population of 741 female students, 120 respondents were selected using the proportionate stratified random sampling technique. The research instrument was a
questionnaire. The stages of data analysis included univariate, bivariate (chi-square test), and multivariate (multiple logistic regression test).

Results : The results showed that the majority of respondents had good knowledge (59.2%), good attitudes (55.8%), good family support (50.8%), less supportive peer support
(55.0%), good access to information (54.2%), and good depression prevention behavior (53.3%). The variables associated and had the most influence on depression prevention
behavior in female adolescent were family support (p-value=0.001; OR=3.988) and peer
support (p-value=0.003; OR=3.347), whereas knowledge (p-value=0.543), attitude (p-value=0.165), and access to information (p-value=0.298) did not.

Conclusion : The factors influencing depression prevention behavior in female adolescents
or students at SMK Ma’arif NU 1 Cilongok encompassed family support and peer support.
Therefore, establishing a peer counselling and education program for parents is necessary
for effective depression prevention efforts.