Artikelilmiahs
Menampilkan 43.341-43.360 dari 48.831 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 43341 | 46706 | K1B020038 | Analisis Faktor Terhadap Perilaku Konsumtif Penggemar K-pop | Indonesia merupakan negara yang terkenal akan keanekaragaman budayanya yang tidak hanya melibatkan tradisi lokal, tetapi juga menerima pengaruh dari berbagai budaya asing. Salah satu budaya asing yang masuk ke Indonesia adalah budaya Korea Selatan dan menghasilkan suatu fenomena yang dinamakan Hallyu. Musik K-pop menjadi salah satu budaya Korea Selatan yang sangat diminati di Indonesia. Penggemar K-pop biasa membeli berbagai produk yang berkaitan dengan idolanya seperti merchandise sehingga menjadikan mereka memiliki sikap yang cenderung berlebihan dan konsumtif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku konsumtif penggemar K-pop dalam membeli merchandise idolanya. Responden dalam penelitian ini adalah penggemar K-pop pengikut akun X @coppamagz. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Faktor dengan 7 variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 5 faktor yang mempengaruhi perilaku konsumtif penggemar K-pop dalam membeli merchandise. Faktor pertama yaitu preferensi belanja, faktor kedua yaitu keterhubungan emosional, faktor ketiga yaitu nilai dan estetika produk, faktor keempat yaitu eksklusivitas, faktor kelima yaitu media sosial. | Indonesia is a country known for its cultural diversity, which not only involves local traditions but also embraces influences from various foreign cultures. One of the foreign cultures that has entered Indonesia is South Korean culture, which has resulted in a phenomenon known as Hallyu. K-pop music is one of the South Korean cultures that is highly popular in Indonesia. K-pop fans often buy and use various products related to their idols, such as merchandise, which leads them to exhibit excessive and consumptive behavior. This research aims to identify the factors influencing the consumptive behavior of K-pop fans when purchasing their idol's merchandise. The respondents in this research are K-pop fans following the X (Twitter) account @coppamagz. The analysis method used in this research is common factor analysis with 7 variables. The results of the research indicate that there are 5 factors influencing the consumptive behavior of K-pop fans in buying merchandise. The first factor is shopping preferences, the second is emotional connection, the third is product value and aesthetics, the fourth is exclusivity, and the fifth is social media. | |
| 43342 | 46707 | I1E020028 | Kemampuan Daya Tahan Kardiovaskular Siswa Sekolah Dasar Ditinjau Berdasarkan Perbedaan Ketinggian Wilayah Tempat Tinggal | Daya tahan kardiovaskular adalah sistem organ yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh dan digunakan dalam proses metabolisme tubuh, berfungsi sebagai ketahanan tubuh terhadap kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kemampuan daya tahan kardiovaskular pada siswa sekolah dasar yang tinggal di dataran rendah dan dataran tinggi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif komparatif, dengan instrumen Multi-stage Fitness Test. Teknik pengambilan sampling menggunakan teknik purposive sampling dimana siswa daerah dataran tinggi sebanyak 58 siswa dan siswa dataran rendah sebanyak 122 siswa. Berdasarkan hasil uji hipotesis, didapat nilai signifikansi 0,001 untuk perbedaan VO2 Max. Nilai rata-rata siswa dataran tinggi 29,9968 untuk laki-laki dan 24,6444 untuk perempuan. Nilai rata-rata siswa dataran rendah 28,3436 untuk laki-laki dan 23,4507 untuk perempuan. Terdapat perbedaan tingkat VO2 Max yang signifikan antara siswa SD di daerah dataran tinggi dan siswa SD di dataran rendah, dimana siswa di dataran tinggi lebih baik nilai VO2 Maxnya dibandingkan siswa dataran rendah. | Cardiovascular endurance is an organ system that circulates blood throughout the body and is used in the body's metabolic processes, which functions as the body's resistance to fatigue. The objective of this study is to ascertain whether there are discernible differences in cardiovascular endurance abilities between elementary school students residing in lowland and highland regions. This research used a comparative descriptive research design, where the instruments used were the Multi-stage Fitness Test. The sampling technique is purposive sampling with 58 highland students and 122 lowland students. Test results showed a significant difference in VO2 Max between highland and lowland students. The mean values were 29,9968 for males and 24,6444 for females in the highlands and 28,3436 for males and 23,4507 for females in the lowlands. A notable discrepancy exists in VO2 Max levels between elementary school students residing in highland and lowland regions. Students in the highlands exhibit superior VO2 Max values compared to their lowland counterparts. | |
| 43343 | 46708 | E1A018284 | PENERAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) BERDASARKAN PASAL 74 UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DI PT. PERMODALAN NASIONAL MADANI (PERSERO) | Perseroan Terbatas sebagai perusahaan yang menyelenggarakan kegiatan perekonomian negara tidak hanya fokus mendapatkan keuntungan, tetapi juga harus memberikan manfaat kepada masyarakat dengan cara melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sebagai kewajiban yang telah diatur pada Paasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Kewajiban tersebut harus dilaksanakan oleh perusahaan dalam bentuk Perseroan Terbatas, termasuk PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) di PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Berdasarkan Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan metode pengumpulan data berdasarkan studi dokumenter dan studi kepustakaan yang kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif yang sistematis, logis dan rasional serta menggunakan metode analisis normatif kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa PT Permodalan Nasional Madani (Persero) yang selanjutnya disebut dengan PT PNM telah menerapkan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sesuai dengan ketentuan Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas, Peraturan Menteri BUMN Nomor PER- 01/MBU/03/2023 tentang Penugasan Khusus dan Tanggung Jawab Sosial, dan Lingkungan Badan Usaha Milik Negara. | A Limited Liability Company, as an entity conducting economic activities for the nation, is not only focused on making profits but also must provide benefits to society by carrying out Corporate Social Responsibility (CSR), which is an obligation regulated in Article 74 of Law No. 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies. This obligation must be carried out by companies in the form of a Limited Liability Company, including PT Permodalan Nasional Madani (Persero). This research aims to understand and analyze the implementation of Corporate Social Responsibility (CSR) at PT Permodalan Nasional Madani (Persero) based on Article 74 of Law No. 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies. This research is a normative legal study using a juridical-normative approach. The data used is secondary data, with data collection methods based on documentary studies and literature reviews, which are then presented in the form of systematic, logical, and rational narrative texts, employing a qualitative normative analysis method. The results of the research and discussion show that PT Permodalan Nasional Madani (Persero), hereinafter referred to as PT PNM, has implemented Social and Environmental Responsibility in accordance with the provisions of Article 74 of Law No. 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies, Government Regulation No. 47 of 2012 concerning Corporate Social and Environmental Responsibility of Limited Liability Companies, and Minister of State-Owned Enterprises Regulation No. PER-01/MBU/03/2023 concerning Special Assignments and Corporate Social and Environmental Responsibility of State- Owned Enterprises. | |
| 43344 | 46709 | E1A020283 | URGENSI RATIFIKASI KONVENSI INTERNATIONAL LABOUR ORGANIZATION NOMOR 190 TAHUN 2019 (Studi tentang Perlindungan Tenaga Kerja Wanita dari Tindak Kekerasan dan Pelecehan dalam Dunia Kerja di Indonesia) | Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Never Okay Project bersama International Labour Organization wanita cenderung menjadi korban kekerasan dan pelecehan di dunia kerja. Perlindungan hukum yang dimiliki Indonesia bagi kasus kekerasan dan pelecehan di dunia kerja saat ini adalah Kepmenaker Nomor 88 Tahun 2023 tentang Pedoman Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Tempat Kerja yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang TPKS. Di sisi lain, ILO telah mengesahkan Konvensi ILO Nomor 190 tentang Penghapusan Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Kerja pada tahun 2019, namun hingga saat ini Indonesia belum meratifikasi konvensi tersebut. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis urgensi Indonesia dalam meratifikasi Konvensi ILO Nomor 190 Tahun 2019 tentang Penghapusan Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Kerja dan menganalisis penerapan perlindungan tenaga kerja wanita dari tindak kekerasan dan pelecehan dalam dunia kerja di Indonesia. Tipe penelitian yaitu yuridis normatif dengan metode pendekatan yang digunakan adalah statute approach dan analytical approach. Spesifikasi penelitian yaitu deskriptif analitis. Metode pengumpulan data yaitu studi kepustakaan dengan menggunakan data sekunder yang disajikan dalam bentuk uraian sistematis yang kemudian dianalisis secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, urgensi Indonesia dalam meratifikasi Konvensi ILO 190 yaitu untuk menjamin kepastian hukum perlindungan tenaga kerja wanita dari tindak kekerasan dan pelecehan di dunia kerja serta sebagai langkah strategis untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan nomor lima terkait kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Penerapan perlindungan tenaga kerja yang diberikan Kepmenaker No. 88 Tahun 2023 dan UU TPKS berupa perlindungan preventif untuk pencegahan dan perlindungan represif. Perlindungan preventif diberikan dengan adanya kewajiban perusahaan untuk mengatur larangan kekerasan dan pelecehan di tempat kerja dalam peraturan perusahaan. Perlindungan represif diberikan Kepmenaker No. 88 Tahun 2023 berupa sanksi administratif bagi pelaku, sedangkan untuk sanksi pidana dikaitkan dengan UU No. 12 Tahun 2022 tentang TPKS. Perlindungan tersebut hanya terfokuskan pada kekerasan dan pelecehan seksual. | According to a survey conducted by the Never Okay Project in collaboration with the International Labour Organization (ILO), women tend to be the victims of violence and harassment in the workplace. Indonesia currently has legal protections for workplace violence and harassment cases through the Ministry of Manpower Decree No. 88 of 2023 on Guidelines for the Prevention and Handling of Sexual Violence in the Workplace, which refers to Law No. 12 of 2022 on the Prevention and Eradication of Sexual Violence (TPKS). On the other hand, the ILO adopted Convention No. 190 on the Elimination of Violence and Harassment in the World of Work in 2019, but Indonesia has yet to ratify this convention. The purpose of this study is to analyze the urgency for Indonesia to ratify ILO Convention No. 190 of 2019 on the Elimination of Violence and Harassment in the World of Work, and to examine the application of legal protection for female workers against violence and harassment in the workplace in Indonesia according to ILO Convention No. 190. This is a normative juridical study using a statute approach and an analytical approach. The study is descriptive-analytical in nature, and the data collection method is through literature review, using secondary data which is presented in a systematic narrative and then analyzed qualitatively in a normative manner. Based on the results of the research, Indonesia's urgency in ratifying ILO Convention 190 is to ensure legal certainty in protecting women workers from violence and harassment in the world of work and as a strategic step to support sustainable development goal number five related to gender equality and women's empowerment. The implementation of labour protection provided by Kepmenaker No. 88 of 2023 and the TPKS Law is in the form of preventive protection for prevention and repressive protection. Preventive protection is provided by the company's obligation to regulate the prohibition of violence and harassment in the workplace in the company's regulations. Repressive protection is provided by Kepmenaker No. 88 of 2023 in the form of administrative sanctions for perpetrators, while criminal sanctions are associated with Law No. 12 of 2022 concerning TPKS. These protections are only focused on sexual violence and harassment. | |
| 43345 | 46710 | C1B019121 | PENGARUH CITRA WISATA, ULASAN PENGGUNA MEDIA SOSIAL DAN KEUNIKAN WISATA TERHADAP NIAT BERKUNJUNG KEMBALI DENGAN TOURISM ENGAGEMENT SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi Pada Objek Wisata Pedesaan di Kabupaten Banyumas) | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh citra wisata, ulasan positif pengguna media sosial, dan keunikan wisata, kepada niat wisatawan berkunjung kembali engan tourist engagement sebagai variabel mediasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif pendekatan survey. Subjek penelitian ini adalah pengunjung wisata pedesaan di Kabupaten Banyumas tahun 2023 sebanyak 131 responden. Metode pengumpulan data yang dipakai yakni dengan kuesioner. Data dalam penelitian ini dianalisis memakai pendekatan Structural Equation Modeling-Partial Least Square. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan beberapa poin kesimpulan. Pertama. Citra wisata, ulasan positif pengguna media sosial, keunikan wisata, dan tourist engagement secara parsial berpengaruh positif terhadap niat berkunjung kembali. Berikutnya, Tourist engagement hanya mampu memediasi pengaruh citra objek wisata dan keunikan wisata, terhadap niat berkunjung kembali pada wisatawan di wisata pedesaan di Banyumas. Implikasi penelitian ini adalah pihak pengelola juga bisa menyediakan customer service bagi para wisatawan yang membutuhkan informasi atau ada keluhan yang dirasakan oleh wisatawan selama berkunjung. | The purpose of this study was to determine the effect of tourism image, positive reviews from social media users, and uniqueness of tourism, on the intention of tourists to revisit with tourist engagement as a mediating variable. The research method used is a quantitative survey approach. The subjects of this study were 131 respondents from rural tourism visitors in Banyumas Regency in 2023. The data collection method used was a questionnaire. The data in this study were analyzed using the Structural Equation Modeling-Partial Least Square. Based on the results of the study, several points of conclusion were shown. First. Tourism image, positive reviews from social media users, uniqueness of tourism, and tourist engagement partially have a positive effect on the intention to revisit. Next, Tourist engagement is only able to mediate the influence of the image of tourist objects and uniqueness of tourism, on the intention to revisit tourists in rural tourism in Banyumas. | |
| 43346 | 46514 | B1A019066 | PERTUMBUHAN, KELANGSUNGAN HIDUP, DAN KEBIASAAN PAKAN LARVA IKAN YANG DIPELIHARA DENGAN SISTEM GREEN WATER | Sistem green water merupakan salah satu sistem pemanfaatan media pemeliharaan untuk mengatasi permasalahan ketersediaan pakan bagi larva ikan dengan menggunakan mikroalga. Larva ikan memiliki masa kritis setelah yolk atau cadangan pakannya habis (post-larva). Ketersediaan pakan yang sesuai, mudah dicerna, dan ukurannya sesuai dengan bukaan mulut larva ikan penting pada saat masa kritis. Mikroalga memiliki manfaat sebagai sumber nutrisi dan juga sebagai pakan alami larva ikan serta menjaga kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan, kelangsungan hidup, dan kebiasaan pakan larva ikan pada pemeliharaan sistem green water. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian dosis PF-0 dengan dosis berbeda pada larva ikan nila dan nilem yang dipelihara pada sistem green water tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan berat mutlak dan laju pertumbuhan spesifik. Pemberian pakan PF-0 dosis 0% atau P1 memberikan pengaruh paling baik terhadap pertumbuhan panjang mutlak dengan larva ikan nilem memiliki nilai lebih baik dibandingkan larva ikan nila sebesar 0,99 cm ± 0,33 cm pada larva ikan nilem. Sedangkan nilai hubungan panjang berat dan nilai faktor kondisi pada larva ikan nilem memiliki pertumbuhan lebih tinggi dari larva ikan nila. Pemberian dosis PF-0 yang berbeda pada larva ikan nila dan nilem dengan pemeliharaan pada sistem green water tidak memberikan pengaruh terhadap tingkat kelangsungan hidup, namun kelangsungan hidup tertinggi terdapat pada ikan nilem perlakuan dosis pakan PF-0 sebesar 1% pemeliharaan sistem green water. Nilai indeks preponderansi isi lambung kedua jenis larva ikan menunjukkan nilai >25% pada fitoplankton sehingga memanfaatkan mikroalga sebagai pakan utamnya. Pemeliharaan dengan sistem green water dapat meningkatkan pertumbuhan serta kelangsungan hidup pada larva ikan nila dan nilem. Kedua jenis larva ikan ini mampu memanfaatkan mikroalga sebagai pakan utamanya. | The green water system is a system of utilising rearing media to overcome the problem of food availability for fish larvae using microalgae. Fish larvae have a critical period after their yolk or feed reserves are depleted (post-larvae). The availability of feed that is suitable, easily digestible, and sized to fit the mouth opening of the fish larvae is important during this critical period. Microalgae have benefits as a source of nutrients and also as a natural food for fish larvae and maintain water quality. This study aims to determine the growth, survival, and feeding habits of fish larvae in green water system maintenance. The results showed that feeding PF-0 with different doses to tilapia and nilem larvae reared in green water system did not affect the absolute weight growth and specific growth rate. Feeding of 0% or P1 dose of PF-0 gave the best effect on absolute length growth with nilem fish larvae having a better value than tilapia larvae of 0.99 cm ± 0.33 cm in nilem fish larvae. While the value of the length-weight relationship and the value of the condition factor in tilapia larvae has higher growth than tilapia larvae. Giving different doses of PF-0 to tilapia and nilem larvae with maintenance in the green water system did not affect the survival rate, but the highest survival rate was found in nilem fish treated with 1% PF-0 feed dose maintenance in the green water system. The preponderance index value of the stomach contents of both types of fish larvae shows a value of >25% in phytoplankton so that they utilise microalgae as their main food. Maintenance with a green water system can increase growth and survival in tilapia and nilem larvae. Both species of fish larvae are able to utilise microalgae as their main food. | |
| 43347 | 46711 | H1A020055 | RANCANG BANGUN PROTOTYPE SISTEM KONTROL CASE ERECTOR GUNA MENDUKUNG PENGEMBANGAN OTOMATIS PADA AREA PACKAGING SYSTEM MENGGUNAKAN ARDUINO MEGA | Otomatisasi industri menjadi tren global di bidang manufaktur dan proses pengemasan adalah salah satu yang paling banyak digunakan di dalam industri. Dibandingkan dengan pengemasan manual, pengemasan otomatis lebih banyak menawarkan kelebihan diantaranya dalam hal efisiensi, kualitas, keamanan, skalabilitas, dan keberlanjutan. Namun, pada kenyataannya banyak perusahaan yang masih menggunakan cara manual dalam mengemas produknya. Seiring dengan permintaan pasar yang semakin tinggi, perusahaan berinisiatif untuk mengembangkan area packaging system yang terotomatisasi. Untuk mendukung pengembangan tersebut, langkah awal yang dilakukan adalah membuat prototipe case erector. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode rancang bangun prototype sistem kontrol menggunakan Arduino Mega. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan metode sekuensial, dimana setiap tahapannya dilakukan secara berurutan. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, metode ini mampu menjalankan setiap state atau tahapan dengan baik. Sensor 1 dan 2 mampu mendeteksi objek dengan masing-masing jarak kurang dari 3,8 cm dan 25,05 cm. Selain itu sensor 2 juga mampu menghitung jumlah master box yang sudah diproses. Semua komponen aktuator seperti pneumatik yang diwakilkan oleh relay dapat menampilkan keluaran sesuai dengan perintah yang diberikan pada setiap state untuk masing-masing ukuran master box. Waktu siklus antara satu sequence dengan sequence lainnya tergolong stabil. Hal ini dibuktikan dengan perbedaan penyelesaian waktu siklus per sequence tidak melebihi dari 1 detik. Rancang bangun prototype ini berhasil menawarkan kesederhanaan implementasi. Penggunaan mikrokontroler Arduino Mega masih cukup kompatibel untuk melakukan proses pengerjaan industri yang tidak terlalu kompleks. Untuk mengoptimalkan penggunaan energi, pemrosesan master box dikelompokkan menjadi dua berdasarkan ukuran, yaitu kecil dan besar. Saat melakukan pemrosesan master box kecil, hanya kelompok relay vakum yang terkait dengan master box kecil tersebut yang diaktifkan. | Industrial automation has become a global trend, particularly in manufacturing and packaging processes. Compared to manual packaging, automated packaging offers numerous advantages, including efficiency, quality, safety, scalability, and sustainability. However, many companies still rely on manual packaging methods. With increasing market demand, companies are taking the initiative to develop automated packaging systems. To support this development, the initial step is to create a prototype case erector. This research employed a prototype system design methodology utilizing an Arduino Mega microcontroller. A sequential method was adopted, where each stage was executed in order. Based on the conducted tests, this method successfully executed each state or stage. Sensors 1 and 2 were capable of detecting objects at distances less than 3.8 cm and 25.05 cm, respectively. Additionally, Sensor 2 could count the number of processed master boxes. All actuator components, such as pneumatics represented by relays, could produce outputs corresponding to the commands given for each state and for each master box size. The cycle time between sequences was relatively stable. This was evidenced by the difference in cycle time completion per sequence not exceeding 1 second. This prototype design successfully offered simplicity of implementation. The use of an Arduino Mega microcontroller remains sufficiently compatible for carrying out non-complex industrial processes. To optimize energy usage, the processing of master boxes was categorized into two sizes: small and large. When processing small master boxes, only the group of vacuum relays associated with those small master boxes was activated. | |
| 43348 | 46712 | I1E020040 | HUBUNGAN KESEIMBANGAN, KOORDINASI MATA TANGAN, DAN KECEPATAN REAKSI DENGAN KETEPATAN SERANGAN ANGGAR SENJATA FLORET ATLET KABUPATEN BOGOR | Latar Belakang: Ketepatan serangan merupakan komponen penting dalam olahraga anggar, yang dipengaruhi oleh faktor fisik seperti keseimbangan, koordinasi mata-tangan, dan kecepatan reaksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ketiga faktor tersebut dengan ketepatan serangan atlet anggar senjata floret di Kabupaten Bogor. Metodologi Penelitian: Penelitian merupakan penelitian deskripsi kuantitatif menggunakan desain studi korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 13 atlet anggar, yang meliputi 8 laki-laki dan 5 perempuan berusia 13–17 tahun. Uji normalitas menggunakan uji shapiro-wilk, uji linearitas, dan uji hipotesis menggunakan uji regresi sederhana dan berganda. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes dynamic balance, lempar tangkap bola, electric fencing target, dan kuhadja fencing test. Analisis data dilakukan untuk menguji hubungan dan kontribusi masing-masing variabel. Hasil Penelitian: Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara keseimbangan (p = 0,002), koordinasi mata-tangan (p = 0,008), dan kecepatan reaksi (p = 0,001) terhadap ketepatan serangan. Secara simultan, ketiga variabel ini memiliki kontribusi signifikan terhadap ketepatan serangan (p = 0,012). Kontribusi terbesar berasal dari kecepatan reaksi, diikuti keseimbangan, dan koordinasi mata-tangan. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara keseimbangan, koordinasi mata tangan, dan kecepatan reaksi dengan ketepatan serangan atlet anggar senjata floret Kabupaten Bogor dengan nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,012 < 0,05. | Background: Attack accuracy is a crucial component in fencing, influenced by physical factors such as balance, hand-eye coordination, and reaction speed. This study aims to analyze the relationship between these three factors and the attack accuracy of floret fencing athletes in Bogor Regency. Methodology: The research is a quantitative descriptive study employing a correlational design with a cross-sectional approach. The sample consists of 13 fencing athletes, including 8 males and 5 females aged 13–17 years. Normality testing was conducted using the Shapiro-Wilk test, linearity testing, and hypothesis testing were carried out using simple and multiple regression tests. Data collection utilized instruments such as the dynamic balance test, ball throw-and-catch test, electric fencing target, and Kuhadja fencing test. Data analysis was performed to examine the relationships and contributions of each variable. Results: The results revealed significant relationships between balance (p = 0.002), hand-eye coordination (p = 0.008), and reaction speed (p = 0.001) with attack accuracy. Collectively, these three variables contributed significantly to attack accuracy (p = 0.012). Reaction speed contributed the most, followed by balance and hand-eye coordination. Conclusion: Based on the findings, it can be concluded that balance, hand-eye coordination, and reaction speed are significantly related to the attack accuracy of floret fencing athletes in Bogor Regency, with a significance value of 0.012 < 0.05. | |
| 43349 | 46713 | D1A018044 | PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN PENGENTAL YANG BERBEDA TERHADAP PERSENTASE PRODUK, PRODUKSI WHEY ASAM DAN TEKSTUR CONCENTRATED YOGURT SUSU KAMBING | Penelitian dengan judul Pengaruh Penambahan Bahan Pengental yang Berbeda Terhadap Persentase Produk, Produksi Whey Asam dan Tekstur Concentrated yogurt Susu Kambing dilaksanakan pada 03 Agustus hingga 13 Agustus 2024 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan bahan pengental yang berbeda terhadap persentase produk, produksi whey asam dan tekstur concentrated yogurt susu kambing. Materi penelitian yang digunakan di antaranya 5.000 g susu kambing murni dengan penambahan starter yogurt 10 g dan bahan pengental yaitu skim 0,5 % (5 g), karagenan 0,5 % (5 g), gelatin 0,5 % (5 g) dan pektin 0,5 % (5 g). Variabel yang diukur adalah persentase produk, produksi whey asam dan tekstur. Metode penelitian secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah kontrol (P0), penambahan skim 0,5% (P1), karagenan 0,5% (P2), gelatin 0,5% (P3) dan pektin 0,5 % (P4). Data dianalisis menggunakan analisis variansi (ANAVA) dan dilakukan uji lanjut menggunakan analisis Beda Nyata Jujur (BNJ) apabila data berpengaruh nyata menggunakan program GraphPad Prism 10.2.3. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan bahan pengental yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap persentase produk, produksi whey asam dan hardness, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap stickiness concentrated yogurt susu kambing. Rataan persentase produk sebesar 56,98 %, rataan produksi whey asam sebesar 29,85%, rataan tekstur hardness sebesar 5,21% dan rataan tekstur stickiness -6,73%. Kesimpulan penambahan bahan pengental 0,5% yang berbeda meningkatkan persentase produk, menurunkan produksi whey asam serta mempengaruhi tekstur stickiness concentrated yogurt susu kambing. | The research titled The Effect of Different Thickeners on Product Percentage, Acid Whey Production, and Texture of Concentrated Goat Milk Yogurt was conducted from August 3 to August 13, 2024, at the Livestock Product Technology Laboratory, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The objective of the study was to determine the effect of adding different thickeners on product percentage, acid whey production, and the texture of concentrated goat milk yogurt. The materials used in the study included 5,000 g of pure goat milk, with the addition of 10 g of yogurt starter and 0.5% (5 g) of each thickener: skim, carrageenan, gelatin, and pectin. The variables measured were product percentage, acid whey production, and texture. The research method was experimental, using a Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. The treatments applied were: control (P0), addition of 0.5% skim (P1), 0.5% carrageenan (P2), 0.5% gelatin (P3), and 0.5% pectin (P4). The data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), followed by the Honest Significant Difference (HSD) test when the data showed significant effects, using the GraphPad Prism 10.2.3 software. The results of the analysis showed that the addition of different thickeners significantly affected product percentage, acid whey production, and hardness, but had no significant effect on the stickiness of the concentrated goat milk yogurt. The average product percentage was 56.98%, the average acid whey production was 29.85%, the average hardness texture was 5.21%, and the average stickiness texture was -6.73%. In conclusion, the addition of 0.5% of different thickeners increased product percentage, reduced acid whey production, and affected the stickiness texture of concentrated goat milk yogurt. | |
| 43350 | 46714 | C1C019090 | PENGARUH LITERASI KEUANGAN, LAMA USAHA, UKURAN USAHA, DAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN UMKM (Studi Empiris Pada Kedai Kopi di Cilacap) | Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan metodologi kuantitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan, lama usaha, ukuran usaha, dan penerapan sistem informasi akuntansi terhadap kualitas laporan keuangan UMKM pada kedai kopi di Cilacap. Resource Based Theory sebagai dasar dalam membatasi variabel-variabel pada penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini menggunakan jenis data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kedai kopi yang ada di Cilacap dengan total populasi 68 kedai kopi dengan metode sampel jenuh. Teknik analisis data yang dilakukan adalah uji kualitas data, statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data ini menunjukkan bahwa: (1) Literasi keuangan tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan; (2) Lama usaha berpengaruh positif secara signifikan terhadap kualitas laporan keuangan; (3) Ukuran usaha berpengaruh positif secara signifikan terhadap kualitas laporan keuangan; (4) Penerapan sistem informasi akuntansi berpengaruh positif secara signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. | This research is survey research with quantitative methodology. The aim of this research is to determine the influence of financial literacy, length of business, business size, and implementation of accounting information systems on the quality of MSME financial reports at coffee shops in Cilacap. Resource Based Theory as the basis for limiting the variables in this research. This research uses quantitative methods. This research uses primary data obtained from distributing questionnaires. The population in this study were all coffee shops in Cilacap with a total population of 68 coffee shops using a saturated sampling method. The data analysis techniques used were data quality testing, descriptive statistics, classical assumption testing, multiple linear regression analysis, and hypothesis testing. Based on the results of this research and data analysis, it shows that: (1) Financial literacy has no effect on the quality of financial reports; (2) Length of business has a significant positive effect on the quality of financial reports; (3) Business size has a significant positive effect on the quality of financial reports; (4) The implementation of an accounting information system has a significant positive effect on the quality of financial reports. | |
| 43351 | 46715 | J0B021012 | Penyediaan Buklet Wisata Berbahasa Mandarin di Taman Wisata Karangresik Tasikmalaya dengan Metode Penerjemahan Komunikatif | Laporan praktik kerja ini berjudul “Penyediaan Buklet Wisata Berbahasa Mandarin di Taman Wisata Karangresik Tasikmalaya dengan Metode Penerjemahan Komunikatif”. Kegiatan praktik kerja ini dilaksanakan pada tanggal 9 Oktober 2023 hingga 1 Maret 2024. Tujuan dilaksanakannya praktik kerja ini adalah untuk menyediakan buklet wisata berbahasa Mandarin sebagai media informasi di Taman Wisata Karangresik yang mudah dipahami oleh pengunjung berbahasa Mandarin. Hal yang melatarbelakangi adalah adanya kendala yaitu belum tersedianya buklet wisata berbahasa Mandarin di Taman Wisata Karangresik sedangkan Taman Wisata Karangresik sendiri merupakan tempat wisata berpotensi di Tasikmalaya. Metode pengumpulan data yang digunakan oleh penulis yaitu metode wawancara, metode studi pustaka, dan metode jelajah internet. Pada kegiatan pembuatan buklet wisata berbahasa Mandarin ini, penulis menggunakan metode penerjemahan komunikatif. Penulis menggunakan metode penerjemahan komunikatif karena metode ini memperhatikan tata bahasa pembaca sasaran sehingga pesan yang disampaikan berupa informasi-informasi terkait wahana wisata dapat dengan mudah untuk dipahami dan dimengerti oleh pengunjung berbahasa Mandarin yang ada di Taman Wisata Karangresik. Hasil yang diperoleh dari kegiatan praktik kerja ini adalah buklet wisata Taman Wisata Karangresik berbahasa Mandarin sebagai media informasi bagi pengunjung berbahasa Mandarin di Taman Wisata Karangresik. Pada kegiatan praktik kerja ini, penulis berharap agar pengunjung berbahasa Mandarin mendapatkan layanan informasi berupa buklet wisata yang mudah dipahami dan dimengerti terkait Taman Wisata Karangresik Tasikmalaya. | This internship report is titled "Provision of Mandarin Language Tourist Booklet at Karangresik Tourist Park Tasikmalaya Using the Communicative Translation Method." This internship activity was conducted from October 9, 2023, to March 1, 2024. The purpose of this internship is to provide a Mandarin-language tourist booklet as an information medium at Karangresik Tourism Park, which is easily understood by Mandarin-speaking visitors. The underlying issue is the lack of a Mandarin-language tourist brochure at Taman Wisata Karangresik, whereas Taman Wisata Karangresik itself is a potential tourist destination in Tasikmalaya. The data collection methods used by the author are the interview method, the literature study method, and the internet browsing method. In the activity of creating a Mandarin-language tourist booklet, the author used the communicative translation method. The author used the communicative translation method because this method considers the grammar of the target audience, so the conveyed message, which consists of information related to tourist attractions, can be easily understood and comprehended by Mandarin-speaking visitors at Karangresik Tourist Park. The result obtained from this internship activity is a Mandarin-language tourist booklet for Karangresik Tourist Park as an information medium for Mandarin-speaking visitors at Karangresik Tourist Park. In this internship activity, the author hopes that Mandarin-speaking visitors receive information services in the form of a tourist booklet that is easy to understand and comprehend regarding Karangresik Tourist Park, Tasikmalaya. | |
| 43352 | 46716 | I1C019092 | EFEK MADU LEBAH KLANCENG (Tetragonula biroi) TERHADAP KADAR ASAM URAT PADA MODEL TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) HIPERURISEMIA | Hiperurisemia adalah suatu keadaan terjadinya peningkatan kadar asam urat serum di atas normal. Madu lebah klanceng (Tetragonula biroi) mengandung flavonoid yang di duga mampu menurunkan kadar asam urat dalam tubuh, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas madu lebah klanceng sebagai pendamping pengobatan hiperurisemia pada model tikus putih hiperurisemia. Jenis penelitian ini adalah eksperimen laboratorium dengan Pre-Test Post-Test Control Group Design. Subjek penelitian terdiri dari 25 ekor tikus putih jantan yang terbagi ke dalam 5 kelompok perlakuan : kelompok I (kontrol normal), kelompok II (jus hati ayam), kelompok III (jus hati ayam + madu klanceng), kelompok IV (jus hati ayam + allopurinol), kelompok V (jus hati ayam + allopurinol + madu klanceng). Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan uji One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian jus hati ayam pada tikus dapat meningkatkan kadar asam urat pada tikus. Pemberian madu klanceng dan allopurinol terbukti lebih efektif dibanding pemberian allopurinol saja. Madu lebah klanceng mampu menurunkan kadar asam urat pada tikus. Pemberian kombinasi allopurinol dan madu lebah klanceng sebagai pendamping memiliki efektivitas penurunan kadar asam urat yang lebih baik dibandingkan monoterapi allopurinol atau madu lebah klanceng. | Hyperuricemia is a condition of increased serum uric acid levels above normal. Klanceng bee honey (Tetragonula biroi) contains flavonoids which are thought to be able to reduce uric acid levels in the body, so further research needs to be done which aims to determine the effectiveness of klanceng bee honey as a companion to hyperuricemia treatment in hyperuricemia white rat models. This type of research is a laboratory experiment with Pre-Test PostTest Control Group Design. The research subjects consisted of 25 male white rats divided into 5 treatment groups: group I (normal control), group II (chicken liver juice), group III (chicken liver juice + klanceng honey), group IV (chicken liver juice + allopurinol), group V (chicken liver juice + allopurinol + klanceng honey). The data obtained were statistically analyzed using One Way ANOVA test. The results showed that giving chicken liver juice to rats can increase uric acid levels in rats. Giving klanceng honey and allopurinol proved to be more effective than giving allopurinol alone. Klanceng bee honey is able to reduce uric acid levels in rats. Giving a combination of allopurinol and klanceng bee honey as a companion has a better effectiveness in reducing uric acid levels than allopurinol or klanceng bee honey monotherapy. | |
| 43353 | 46717 | I1D020068 | HUBUNGAN ANTARA ASUPAN PROTEIN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN MASSA OTOT MAHASISWA PENDIDIKAN JASMANI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Mahasiswa jurusan Pendidikan Jasmani mempunyai potensi untuk menjadi seorang atlet pada cabang olahraga tertentu. Seorang atlet yang memiliki kebiasaan berolahraga akan mengalami peningkatan massa otot yang lebih besar. Asupan protein dan aktivitas fisik yang teratur menjadi dua faktor utama yang mempengaruhi pembentukan massa otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan protein dan aktivitas fisik dengan massa otot Mahasiswa Pendidikan Jasmani Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilakukan secara cross sectional pada 49 responden. Sampel diambil secara total sampling. Pengambilan asupan protein dilakukan menggunakan wawancara food recall 2x24 jam, aktivitas fisik menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire-Short Form (IPAQ-SF) dan massa otot menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Analisis data dilakukan dengan uji statistik Likelihood Ratio. Sebagian besar asupan protein responden termasuk kurang sebesar 77,6%, aktivitas fisik responden termasuk kategori rendah sebesar 42,9% dan massa otot responden termasuk kategori tinggi sebesar 34,7%. Tidak terdapat hubungan antara asupan protein dengan massa otot (p=0,610). Tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan massa otot (p=0,317). Tidak terdapat hubungan antara asupan protein dan aktivitas fisik dengan massa otot (p>0,05). | Students majoring in Physical Education have the potential to become an athlete in certain sports. An athlete who has a habit of exercising will experience a greatar increase in muscle mass. Protein intake and regular physical activity are the two main factors that influence the formation of muscle mass. This study aims to determine the relationship between protein intake and physical activity with muscle mass of Physical Education Students of Jenderal Soedirman University. The study was conducted cross sectionally on 49 respondents The samples was taken by total sampling. Protein intake was taken using a 2x24 hour food recall interview, physical activity using the International Physical Activity Questionnaire-Short Form (IPAQ-SF) questionnaire and muscle mass using Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Data analysis was analyzed using the Likelihood Ratio statistical test. Most of respondents protein intake was poor at 77,6%, physical activity was low at 42,9% and muscle mass was high at 34,7%. There is no correlation between protein intake and muscle mass (p=0,610). There is no correlation between physical activity and muscle mass (p=0,317). There was no correlation between protein intake and physical activity with muscle mass (p>0,05). | |
| 43354 | 46718 | C1G020005 | THE INFLUENCE OF INFRASTRUCTURE ON HUMAN DEVELOPMENT IN INDONESIA | Penelitian ini mengkaji seberapa besar infrastruktur memegang peranan dan mempengaruhi pembangunan manusia. Pembangunan manusia diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Provinsi-provinsi di Indonesia memiliki ketimpangan pembangunan infrastruktur. Daerah yang letaknya sangat jauh dari ibu kota kurang diperhatikan dalam hal pelayanan atau fasilitas umum. Seharusnya ada korelasi antara pembangunan infrastruktur dengan kualitas IPM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak infrastruktur terhadap rata-rata tahun sekolah dan harapan hidup di Indonesia. Populasi penelitian diambil dari data provinsi-provinsi di Indonesia. Data tersebut terdiri dari rata-rata lama sekolah, angka harapan hidup, panjang jalan, akses listrik, ketersediaan air, dan jumlah sekolah. Data yang digunakan diperoleh dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2022. Jenis metode analisis data yang digunakan adalah regresi data panel, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis yang terdiri dari koefisien determinasi, uji F, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) panjang jalan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap rata-rata tahun sekolah 2) akses listrik dan rasio sekolah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap rata-rata tahun sekolah. 3) panjang jalan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harapan hidup. 4) akses terhadap listrik, ketersediaan air dan jumlah sekolah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harapan hidup. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil penelitian dapat membuktikan bahwa infrastruktur memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembangunan manusia. Oleh karena itu, infrastruktur berupaya meningkatkan kualitas Indeks Pembangunan Manusia dengan fasilitas atau layanan publik yang sesuai dengan kebutuhan warga negara. Hal ini dapat menjadi salah satu contoh layanan publik sebagai cara untuk meningkatkan produktivitas dan kondisi kehidupan. | This research investigates on how much infrastructure held an influence on human development. Human development is measured by Human Development Index (HDI). Indonesia provinces have inequality of infrastructure development. Region that are located very far from capital city are neglected in terms of public services or facility. There should be a correlation between infrastructure development with HDI quality. The purpose of research is to find out the impact of infrastructure on mean years of schooling and life expectancy in Indonesia. The research population are retrieved from data provinces in Indonesia. Data consist of mean years of schooling, life expectancy, length of roads, access to electricity, water availability, and number of schools. The data used was obtained from year 2017 to year 2022. The type data analysis method was used is panel data regression, classic assumption test, and hypothesis test that consists of coefficient of determination, F-test, and t-test.The results show that: 1) length of roads does not have significant influence towards mean years of schooling 2) access to electricity and school ratio have significant influence towards mean years of schooling. 3) length of roads does not have significant influence towards life expectancy. 4) access to electricity, water availability and number of schools have significant influence towards life expectancy. The results imply that research result could prove that infrastructure does have significant influence on human development. Therefore, infrastructure make its efforts through increasing the quality of Human Development Index with public facilities or services suitable with citizens’ need. It could one of various example of public services as a way to improve productivity and living conditions. | |
| 43355 | 46719 | D1A021033 | Studi tentang Konsumsi Pakan Kumulatif dan Pertambahan Bobot Badan Ayam Niaga Pedaging pada Lantai Atas dan Bawah | Latar Belakang. Penelitian berjudul “Studi tentang Konsumsi Pakan Kumulatif dan Pertambahan Bobot Badan Ayam Niaga Pedaging pada Lantai Atas dan Bawah”. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lantai atas dan bawah dengan konsumsi pakan kumulatif dan pertambahan bobot badan ayam niaga pedaging. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 12 Agustus – 18 November 2023 di Kandang Teguh, Desa Cipawon, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Materi dan Metode. Materi penelitian yang digunakan yaitu ayam niaga pedaging strain cobb dengan populasi 19.000 ekor/lantai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Variabel yang diukur adalah konsumsi pakan kumulatif dan pertambahan bobot badan ayam niaga pedaging strain cobb pada lantai atas dan bawah di kandang Closed House. Metode analisis yang digunakan yaitu indipendent T-test. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pakan kumulatif dan pertambahan bobot badan ayam niaga pedaging pada lantai atas dan bawah terdapat perbedaan yang nyata (p<0,05). Simpulan. Pemeliharaan ayam niaga pedaging pada lantai atas dan bawah berpengaruh terhadap konsumsi pakan kumulatif dan pertambahan bobot badan. | Background. The research entitled “A Study on Cumulative Feed Consumption and Body Weight Gain of Broiler Chicken on The Upper and Lower Floors.” The research aims to analyze the relationship between upper and lower floors with feed consumption and body weight gain of broiler chicken. The research was carried out on 12 August – 18 November 2023 in Cipawon Village, Bukateja District, Purbalingga Regency, Central Java. Materrials and Methods. The research materrials used was Cobb strain brolier chickens with a population of 19.000 birds/floor. The method used in this research is a observation method. The variables measured were cumulative feed consumption and body weight gain of Cobb strains broiler chickens on the upper and lower floors in closed house. The analytical method used is the independent T-test. Results. The results showed that cumulative feed consumption and body weight gain on the upper and lower floors had significant effect (p<0,05). Conclusion. The placement of broiler chickens on upper and lower floors has an impact on cumulative feed consumption and body weight gain. | |
| 43356 | 46720 | D1A021014 | PENCAPAIAN PEMELIHARAAN AYAM BROILER DITINJAU BERDASARKAN KONSUMSI PAKAN, KONVERSI PAKAN, RATAAN BOBOT BADAN, DAN INDEKS PERFORMA DIBANDINGKAN DENGAN STANDAR PRODUKSI NEW ASSA FARM | Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kesesuaian performa ayam broiler dengan standar produksi perusahaan di New Assa Farm. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada 17 Oktober – 30 November 2023 di Poultry Business Kemitraan New Assa Farm, Kabupaten Kebumen. Strain ayam yang digunakan CP 707 dengan bobot awal rata-rata 41 – 43 g/ekor yang diberi pakan S00 (1- 7 hari), S11S (7 – 21 hari), dan S12GS (umur >21 hari). Data yang digunakan diperoleh dari survei lapangan berupa data primer dari pengamatan,kegiatan partisipatif, dan wawancara dengan peternak; serta data sekunder berdasarkan recording, selanjutnya dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil pengamatan menunjukkan performa ayam broiler di New Assa Farm diperoleh rataan konsumsi pakan sebesar 3.235,98 g/ekor; nilai konversi pakan (FCR) sebesar 1,330 ± 0,278, nilai bobot badan ratarata (ABW) sebesar 2.580 ± 0,72 g/ekor; dan indeks performa (IP) hingga akhir pemeliharaan sebesar 443. Nilai ABW, FCR, dan IP tersebut sudah di atas standar produksi perusahaan, namun nilai konsumsi pakan masih di atas standar sehingga perlu dilakukan evaluasi untuk mengoptimalkan pemeliharaan ayam broiler | This study aims to compare the suitability of broiler chicken performance with the company's production standards at New Assa Farm. The research was carried out on October 17 – November 30, 2023 at the New Assa Farm Poultry Business Partnership in Kebumen Regency. The chicken strain was CP 707 with an average initial weight of 41 – 43 g which was fed S00 (1-7 days), S11S (7-21 days), and S12GS (aged >21 days). The data were obtained from field surveys in the form of primary data from observation, participatory activities and interviews with farmers; while secondary data based on recording, then analyzed using descriptive analysis. The results showed that the performance of broiler chickens at New Assa Farm obtained were: average feed consumption of 3,235.98 g/head; feed conversion ratio (FCR) value of 1.330 ± 0.278, average body weight (ABW) value of 2,580 ± 0.72 g; and a performance index (IP) until the end of maintenance of 443. The ABW, FCR, and IP values were above the company's production standards, but the feed consumption values were still above the standards so it is necessary for evaluation to optimize broiler chicken performance. | |
| 43357 | 46721 | C1C020016 | PENGARUH MODAL, PENGETAHUAN AKUNTANSI, DAN DIGITAL MARKETING TERHADAP KINERJA USAHA MIKRO KERAJINAN GENTING KABUPATEN KEBUMEN | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal, pengetahuan akuntansi, dan digital marketing terhadap kinerja usaha mikro pada kerajinan genting di Kabupaten Kebumen. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan penentuan sampel menggunakan metode convenience sampling. Data diperoleh dari hasil pengisian kuisioner. Jumlah responden yang didapat adalah 65 responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) modal berpengaruh positif terhadap kinerja usaha mikro; (2) pengetahuan akuntansi tidak berpengaruh terhadap kinerja usaha mikro; (3) digital marketing berpengaruh positif terhadap kinerja usaha mikro pada kerajinan genting di Kabupaten Kebumen. Implikasi dari penelitian adalah modal dan digital marketing sangat menentukan kinerja usaha mikro. Beberapa solusi yang mungkin bisa dilakukan antara lain dengan terus memperkuat struktur modal usahanya ke arah yang lebih efisien melalui kombinasi yang tepat antara jumlah modal sendiri dengan jumlah modal pinjaman yang digunakan dalam operasi usahanya, terus berupaya untuk memanfaatkan modal tambahan secara lebih efektif, serta melakukan kerja sama dengan lembaga keuangan yang kredibel dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan modal. Selain itu, para pelaku usaha mikro pada kerajinan genting di Kabupaten Kebumen juga perlu terus berupaya untuk menerapkan strategi pemasaran digital (digital marketing) secara tepat agar dapat memperluas pangsa pasar serta meningkatkan efisiensi biaya promosi dan waktu transaksi dengan para pelanggannya. | This research aims to analyze the influence of capital, accounting knowledge, and digital marketing on the micro business performance of roof tile crafts in Kebumen Regency. The sampling technique used simple random sampling with the convenience sampling method determining the sample. Data was obtained from the results of filling out the questionnaire. The number of respondents obtained was 65 respondents. The data analysis technique used in the research is multiple linear regression analysis. The research results show that: (1) capital has a positive effect on the micro business performance; (2) accounting knowledge has no effect on the micro business performance; (3) digital marketing has a positive effect on the micro business performance of roof tile crafts in Kebumen Regency. The implication of the research is that capital and digital marketing greatly determine the micro business performance. Some possible solutions include continuing to strengthen its business capital structure more efficiently through the right combination between the amount of own capital and the amount of loan capital used in the business operations. Continue to strive to utilize the additional capital more effectively and collaborate with credible financial institutions in order to meet their business capital needs. Additionally, micro-business actors in the tile craft in Kebumen Regency also need to implement digital marketing strategies appropriately in order to expand market share as well as increase the efficiency of promotional costs and transaction time with their customers. | |
| 43358 | 46722 | C1A020114 | PENGARUH IPM, KONTRIBUSI PDRB SEKTORAL DAN PENYERAPAN PEKERJA INFORMAL TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI 16 PROVINSI INDONESIA TAHUN 2012-2022 | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Kontribusi PDRB sektoral (sektor primer, sektor sekunder, dan sektor tersier), dan penyerapan pekerja informal terhadap tingkat kemiskinan di 16 provinsi Indonesia dengan tingkat kemiskinan di atas rata-rata nasional selama periode 2012-2022. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan Model Fixed Effect (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPM dan Kontribusi PDRB Sektoral (sektor primer, sekunder dan tersier) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di 16 provinsi di Indonesia, sedangkan penyerapan pekerja informal tidak bepengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di 16 provinsi penelitian. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan di Indonesia dan merekomendasikan bahwa peningkatan pembangunan manusia, peningkatan dan penguatan kontribusi sektor primer, sekunder dan tersier, serta dukungan terhadap pekerja informal dapat menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan kemiskinan. | This study aims to analyze the influence of the Human Development Index (HDI), sectoral GDP contributions (primary, secondary, and tertiary sectors), and informal labor absorption on poverty levels in 16 provinces of Indonesia with poverty rates above the national average during the 2012–2022 period. The data used in this research are secondary data. The analytical method employed is panel data regression with the Fixed Effect Model (FEM). The results of the study indicate that HDI and sectoral GDP contributions (primary, secondary, and tertiary sectors) have a negative and significant effect on poverty levels in the 16 provinces of Indonesia, while informal labor absorption does not have a significant effect on poverty levels in these provinces. This research contributes to understanding the factors influencing poverty in Indonesia and recommends that enhancing human development, strengthening and increasing contributions from the primary, secondary, and tertiary sectors, as well as supporting informal labor can serve as solutions to address poverty issues. | |
| 43359 | 46723 | E1A020154 | Pemenuhan Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Anak Binaan Untuk Mereduksi Potensi Residivis Anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas I Kutoarjo | Pendidikan dan pelatihan keterampilan diberikan kepada Anak Binaan dengan tujuan untuk Anak dapat mempersiapkan masa depan Anak dan untuk mereduksi potensi terjadinya residivis. Tujuan penulisan dalam penelitian ini adalah untuk menunjukkan relevansi pemenuhan pendidikan dan pelatihan kerja untuk mereduksi potensi residivis dan melakukan observasi efektivitas dari pendidikan dan pelatihan kerja tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis yang menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini didapat di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas I Kutoarjo melalui wawancara kepada seorang Petugas Pemasyarakatan dan 3 anak binaan, kemudian data sekunder menggunakan regulasi dan referensi. Temuan dalam penelitian ini, pertama bahwa relevansi pendidikan dan pelatihan kerja untuk mereduksi residivis berwujud fasilitasi ijazah dan sertifikat keterampilan. Kedua, penyediaan pendidikan dan pelatihan kerja terkendala dengan dua faktor utama yaitu penjara pendek dan kurangnya kerjasama yang diinisiasi LPKA dengan pihak lainnya. Fasilitasi ijazah dan sertifikat keterampilan dapat membuat anak binaan memiliki kesempatan yang sama dengan anak-anak lainnya di luar penjara. Namun, fasilitasi ini belum efektif karena LPKA belum dapat menemukan solusi dari kendala-kendala dimaksud. Penelitian ini menyarankan agar Kementerian Hukum dan HAM, LPKA Klas I Kutoarjo, Orangtua Anak Binaan, dan Anak Binaan untuk meningkatkan pelayanan akses pendidikan dan pelatihan kerja sebagai intisari pembinaan. | Education and skills training are provided to fostered children with the aim that they can prepare for their future and reduce the potential for recidivism. The purpose of writing in this article is to find the relevance of the fulfillment of education and job training to reduce the potential for recidivism and to observe the effectiveness of education and job training. This research is a juridical research that uses primary data and secondary data. Primary data in this study were obtained at the Klas I Kutoarjo Special Development Children's Prison through interviews with a Correctional Officer and 3 foster children, then secondary data using regulations and references. The findings in this study are, first, that the relevance of education and job training to reduce recidivism is in the form of facilitation of diplomas and skills certificates. Second, the provision of education and job training is constrained by two main factors, namely short imprisonment and the lack of cooperation initiated by LPKA with other parties. The facilitation of diplomas and certificates of skills can make foster children have the same opportunities as other children outside prison. However, this facilitation has not been effective because LPKA has not been able to find solutions to these obstacles. This study suggests that the Ministry of Law and Human Rights, LPKA Klas I Kutoarjo, Parents of Fostered Children, and Fostered Children to improve services for access to education and job training as the essence of coaching. | |
| 43360 | 46724 | K1B018029 | PENERAPAN MODEL MATRIKS LESLIE DALAM MEMPREDIKSI LAJU PERTUMBUHAN POPULASI DAN PEMANENAN POPULASI HEWAN TERNAK | Model matriks Leslie merupakan model pertumbuhan populasi yang dapat digunakan untuk memprediksi jumlah dan laju pertumbuhan populasi yang berjenis kelamin perempuan pada penduduk dan betina pada hewan. Pada populasi hewan, model matriks Leslie dapat digunakan dalam pemanenan. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model matriks Leslie dalam memprediksi jumlah dan laju pertumbuhan populasi sapi betina serta menentukan proporsi pemanenan populasi sapi betina. Populasi sapi betina yang digunakan adalah sapi perah betina dan sapi potong betina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prediksi jumlah populasi sapi perah betina pada tahun 2022 – 2025 mengalami penurunan setiap tahunnya. Sedangkan untuk populasi sapi potong betina menunjukkan bahwa hasil prediksi jumlah populasi selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Selanjutnya untuk menentukan pemanenan hanya diterapkan pada populasi sapi potong betina. Pada pemanenan merata diperoleh hasil sebesar 11,4% dari populasi setiap kelas umur dan untuk pemanenan kelas termuda diperoleh hasil sebesar 50,5% dari populasi kelas umur pertama. | Leslie matrix model is a population growth model that can be used to predict the number and growth rate of populations that are female in population and female in animals. In animal populations, the Leslie matrix can be used in harvesting. This study aims to apply the Leslie matrix model to predict the number and growth rate of female cattle and determine the proportion of female cattle population harvesting. The female cattle populations used were female dairy cattle and female beef cattle. The results showed that the prediction of female dairy cattle population in 2022 - 2025 decreased every year. As for the female beef cattle population, the prediction results show that the number populaton always increase every year. Furthermore, to determine harvesting is only applied to the female beef cattle population. For uniform harvesting, the result is 11.4% of the population of each class and for the youngest class, the result is 50.5% of the population of the first age class. |