Artikel Ilmiah : J1C019021 a.n. WAHYU SETO ADJI DAMAR DJATI
| NIM | J1C019021 |
|---|---|
| Namamhs | WAHYU SETO ADJI DAMAR DJATI |
| Judul Artikel | KONSEP IKIGAI DAN PSIKOANALISIS DALAM ANIME ZETSUEN NO TEMPEST |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | ABSTRAK Penelitian ini berfokus pada konsep ikigai serta psikoanalisis yang dikembangkan oleh Erich Froom dalam anime Zestuen no Tempest. metode penelitian konten analisis diterapkan dalam penelitian ini dengan menggunakan data yang berasal dari anime yang menjadi objek penelitian, berupa sejumlah scene berserta dialog yang ada dan ditemani sedikit deskipsi yang menjelaskan konteks cerita. data yang dikumpulkan menggunakan Teknik simak dan catat guna mengumpulkan data yang lengkap mengenai episode termasuk catatan Waktu termasuk dialog dan konteks yang terjadi dalam jalannya cerita. hasil dari penelitian mengidentifikasi bahwa Melalui Psikoanalisis kita dapat mengerti pentingnya pemahaman dan penerimaan diri dalam melihat well=being “kesejahteraan” dalam hidup dengan menjaga hubungan yang harmonis dengan dunia di sekitarnya. Sebagaimana tujuan awal dari konsep Ikigai yang memberikan seseorang tujuan yang jelas dalam hidup yang membuat mereka hidup menjadi berharga juga merasa terpuaskan dan terpenuhi. Dengan kata lain, well-being adalah jawaban atau hasil alami dari menemukan dan menjalani ikigai seseorang. Hidup dengan ikigai berarti hidup dengan makna, kebahagiaan, kepuasan, dan hubungan yang kuat, semuanya adalah komponen utama dari well-being. Secara keseluruhan, well-being adalah hasil dari menjalani hidup dengan ikigai. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | ABSTRACT This study focuses on the concept of ikigai and the psychoanalysis developed by Erich Fromm within the anime Zetsuen no Tempest. The content analysis method is applied in this research, utilizing data derived from the anime, which serves as the object of the study. The data includes several scenes and corresponding dialogues, accompanied by brief descriptions that explain the story's context. The data was collected using the listening and note-taking techniques to ensure comprehensive information regarding episodes, including time stamps, dialogues, and the contextual progression of the narrative. The findings of the study indicate that, through psychoanalysis, we can understand the importance of selfawareness and acceptance in achieving well-being by maintaining harmonious relationships with the surrounding world. As the primary goal of the ikigai concept suggests, it provides individuals with a clear purpose in life, making life valuable and fostering a sense of satisfaction and fulfillment. In other words, well-being is the natural outcome of discovering and living out one’s ikigai. Living with ikigai entails living a life of meaning, happiness, satisfaction, and strong relationships, all of which are essential components of well-being. Ultimately, well-being is the result of living a life aligned with ikigai. |
| Kata kunci | Ikigai, Psikoanalisis, anime, Zetsuen no Tempest |
| Pembimbing 1 | Dr. Yusida Lusiana , S.S. , M.Si. , M.Pd. |
| Pembimbing 2 | Nadia Wirda Ummah , S.S. , M.A. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 96 |
| Tgl. Entri | 2024-11-20 21:15:11.087087 |