Home
Login.
Artikelilmiahs
46597
Update
DEA ANANDA BANJAR NAHOR
NIM
Judul Artikel
Optimalisasi Produksi Pada Agroindustri Tahu Di Desa Selanegara Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Desa Selanegara menjadi sentra tahu di Kabupaten Purbalingga dengan kebutuhan baku sebanyak 339.736 kg per bulan. Para produsen tahu di Desa Selanegara memproduksi dua jenis tahu yaitu tahu putih dan tahu goreng. Para produsen tahu memiliki beberapa masalah atau kendala dalam melakukan proses produksi. Perencanaan jumlah dan kombinasi tahu masih berdasarkan perkiraan menjadi masalah utama. Karena hal tersebur berdampak pada keuntungan yang diperoleh belum maksimal. Selain itu, masalah mengenai keterbatasan sumber daya yang meliputi kedelai, minyak goreng, garam, kayu bakar, dan jam tenaga kerja. Untuk menyelesaikan pernasalahan tersebut perlu dilakukannya optimalisasi produksi. Analisis menggunakan program linear dengan metode simpleks dengan tujuan untuk memaksimumkan laba dan dilanjutkan analisis sensitivitas yang bertujuan untuk menilai dampak perubahan kombinasi produksi serta kendala-kendala terhadap hasil yang mungkin terjadi. Pengambilan data diperoleh dari survei dengan cara melakukan wawancara kepada para produsen tahu di Desa Selanegara yang memproduksi tahu putih dan tahu goreng sebanyak 25 orang. Setelah dilakukan optimasi dengan bantuan software POM-QM diperoleh solusi optimal, dimana rata-rata para produsen akan memperoleh keuntungan sebesar Rp267.490,21 dengan kombinasi produk tahu putih sebanyak 574 potong dan tahu goreng sebanyak 2.406 potong. Berdasarkan hasil analisis program linear dengan metode simpleks dapat diketahui bahwa terdapat kendala terbatas atau nilai dual-nya (slack/surplus) bernilai bukan nol yang berarti sumber daya tersebut termasuk aktif sehingga setiap penambahan satu-satuan sumber daya tersebut akan meningkatkan keuntungan. Kedelai dan minyak goreng termasuk sumber daya aktif. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa koefisien fungsi tujuan memiliki selang kepekaan tahu goreng dan pada nilai RHS yaitu kedelai dan minyak goreng.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Selanegara Village has become a center for tofu production in Purbalingga Regency, with a raw material requirement of 339,736 kg per month. The tofu producers in Selanegara Village produce two types of tofu: white tofu and fried tofu. These producers face several challenges in the production process. The planning of the quantity and combination of tofu is still based on estimates, which is the main issue. This affects the profits obtained, which are not maximized. There are problems regarding the limitation of resources, including soybeans, cooking oil, salt, firewood, and labor hours. To solve problem, production optimization is necessary. The analysis uses linear programming with simplex method aimed at maximizing profit, followed by sensitivity analysis to assess the impact of changes in production combinations and constraints on possible outcomes. Data collection was conducted through surveys by interviewing 25 tofu producers who produce both white tofu and fried tofu. After optimization using the POM-QM software, an optimal solution was obtained, where the average producers would earn a profit of IDR 267.490,21 with a product combination of 574 pieces of white tofu and 2,406 pieces of fried tofu. Based on the linear programming analysis method simplex, it can be observed that there are limited constraints or non-zero dual values (slack/surplus), indicating that these resources are active. This means that any increase in these resources will enhance profit. Soybeans and cooking oil are considered active resources. The results of the sensitivity analysis show that the coefficients of the objective function have sensitivity ranges for fried tofu and at the RHS values for soybeans and cooking oil.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save