Artikelilmiahs
Menampilkan 42.741-42.760 dari 48.839 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 42741 | 46027 | J1C019026 | RESPON PEMBACA TERHADAP MANGA JUJUTSU KAISEN ARC: SHIBUYA INCIDENT KARYA GEGE AKUTAMI (KAJIAN RESEPSI SASTRA WOLFGANG ISER) | Bagi sastrawan dan juga karya sastra, pembaca merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Imajinasi pembaca berperan penting dalam memahami teks sastra, membantu mereka terhubung dengan cerita dan mengembangkan interpretasi pribadi. Teks sastra bersifat menghibur, menggugah emosi, dan menyampaikan pesan melalui imajinasi penulis sastra. Manga adalah bentuk sastra populer Jepang yang menggunakan komik untuk menyampaikan pesan dan budaya. Manga Jujutsu Kaisen adalah salah satu manga terpopuler karena memberikan narasi, karakter, dan tema yang menarik. Dalam pendekatan resepsi sastra pembaca memiliki peran penting dalam menciptakan makna dari karya tersebut. Melalui reader response theory dari Wolfgang Iser yang membahas bagaimana teks sastra berinteraksi dengan pembaca melalui konsep "terimplikasi", yaitu makna yang seolah-olah ada di luar teks tetapi diaktifkan oleh pembaca selama proses membaca. Analisis terhadap respon pembaca manga Jujutsu Kaisen Arc: Shibuya Incident menemukan variasi respon emosional yang intens, menunjukkan keterlibatan mendalam pembaca dengan narasi dan karakter. Pembaca memiliki harapan dan strategi tertentu saat membaca arc ini, yang ketika terpenuhi cenderung memberikan penilaian positif. Imajinasi pembaca terhadap teks dipicu oleh perubahan drastis dalam alur cerita, memicu re-evaluasi makna cerita. Konsep kesenjangan teks meningkatkan interaksi pembaca dalam mengisi celah pada narasi, menjadikan pengalaman membaca lebih dinamis. | For both the writer and the literary work, the reader is an integral part. Readers' imaginations play an important role in understanding literary texts, helping them connect with the story and develop personal interpretations. Literary texts entertain, evoke emotions, and convey messages through the imagination of literary authors. Manga is a popular Japanese literary form that uses comics to convey messages and culture. The Jujutsu Kaisen manga is one of the most popular manga because it provides interesting narratives, characters, and themes. In the literary reception approach, the reader has an important role in creating the meaning of the work. Through Wolfgang Iser's reader response theory which discusses how literary texts interact with readers through the concept of “implication”, which is meaning that seems to exist outside the text but is activated by the reader during the reading process. The analysis of readers' responses to the manga Jujutsu Kaisen Arc: Shibuya Incident found a variety of intense emotional responses, indicating readers' deep engagement with the narrative and characters. Readers have certain expectations and strategies when reading this arc, which when fulfilled tend to give a positive assessment. Readers' imagination of the text is triggered by drastic changes in the storyline, triggering a re-evaluation of the story's meaning. The concept of text gaps enhances reader interaction in filling in the gaps in the narrative, making the reading experience more dynamic. | |
| 42742 | 46120 | I1C020056 | UJI EFEKTIVITAS NANOEMULSI MINYAK KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) TERHADAP Pseudomonas aeruginosa dan Staphyloccocus aureus | Kayu manis (Cinnamomum burmannii) memiliki kandungan utama sinamaldehida yang diketahui memiliki efektivitas antibakteri diantaranya terhadap bakteri penyebab otitis externa yaitu P. aeruginosa dan S. aureus. Kedua bakteri ini mulai mengalami resistensi terhadap antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas nanoemulsi minyak atsiri kayu manis dengan melihat diameter zona hambat dan konsentrasi hambat minimum (KHM) terhadap bakteri penyebab otitis externa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium yang menguji efektivitas sediaan nanoemulsi minyak atsiri kayu manis terhadap P. aeruginosa dan S. aureus dengan metode difusi cakram dan mikrodilusi. Kontrol yang digunakan yaitu sediaan tetes telinga dengan kandungan polymixin dan neomycin sebagai kontrol positif dan sediaan nanoemulsi tanpa minyak atsiri kayu manis (F0) sebagai kontrol negatif. Pada metode difusi cakram, nanoemulsi minyak atsiri kayu manis menunjukkan diameter zona hambat sebesar19,01±5,027 mm terhadap P. aeruginosa dan sebesar 21,15±6,317 mm terhadap S. aureus. Hasil uji Post-Hoc Tukey’s memiliki P value < 0,05, terdapat perbedaan signifikan antara kontrol negatif dengan kelompok perlakuan lainnya. Lalu, pada metode mikrodilusi didapatkan KHM 1,5% untuk bakteri P. aeruginosa dan 3% untuk bakteri S. aureus. Hasil uji One-Way ANOVA memiliki P value > 0,05 sehingga tidak terdapat perbedaan signifikan diantara kelompok perlakuan. Nanoemulsi minyak atsiri kayu manis memiliki efektivitas setara dengan minyak atsiri kayu manis saja dan sediaan tetes telinga yang mengandung polymixin dan neomycin. | Keywords: Nanoemulsion, Cinnamon essential oil, Antibacterial Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa Cinnamon (Cinnamomum burmannii) contains cinnamaldehyde, which is the main component of cinnamon that is known to have antibacterial effect, including against bacteria that causes otitis externa, namely P. aeruginosa and S. aureus. These two bacterias are starting to develop resistance to antibiotics. This study aims to determine the effectiveness of cinnamon essential oil nanoemulsion by determining the diameter of the inhibition zone and minimum inhibitory concentration (MIC) against bacteria that cause otitis externa. This research is a laboratory experimental study that studies the effectiveness of cinnamon oil nanoemulsion against P. aeruginosa and S. aureus using disc diffusion and microdilution methods. The controls used were the ear drops containing polymixin B and neomycin as a positive control and the nanoemulsion preparation without cinnamon essential oil (F0) as a negative control. : In the disc diffusion method, cinnamon essential oil nanoemulsion showed an inhibitory zone diameter of 19.01 ± 5.027 mm against P. aeruginosa and 21.15 ± 6.317 mm against S. aureus. Post-Hoc Tukey’s test showed P value > 0,05 which means there is a significant difference but is only found on negative control and the other test groups. Then, for the microdilution method, the MIC was found to be 1.5% for P. aeruginosa and 3% for S. aureus. One-way ANOVA test showed P value < 0,05 which means there is no significant difference between the test groups. Cinnamon essential oil nanoemulsion showed antibacterial activity that is comparable with cinnamon essential oil alone and positive control that is eardrops containing polymixin and neomycin. | |
| 42743 | 48243 | J1C021047 | Bentuk dan Fungsi Aizuchi dalam Dorama Yuru Camp Live Action | Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana aizuchi diklasifikasikan dan mendeskripsikan apakah ada perbedaan makna atau maksud dari aizuchi yang dilakukan secara verbal maupun nonverbal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan teknik simak dan cakap dengan pendekatan pragmatik. Pragmatik dapat membantu dalam menginterpretasikan makna yang terkandung dalam setiap penggunaan aizuchi ini. Penelitian ini menggunakan teori definisi aizuchi menurut Mizutani & Mizutani (1987), teori bentuk aizuchi menurut Horiguchi dalam (dalam Khotimah, 2019), teori fungsi aizuchi menurut Kubota (dalam Maghfiroh, et al. 2022), teori pragmatik menurut Leech (1993), teori tindak tutur ekspresif menurut Searle (1979), dan teori konteks menurut Leech (1983). Data penelitian berupa potongan dialog dalam drama yang mengandung unsur aizuchi dan dilengkapi dengan konteks penggunaannya dalam percakapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak total 29 aizuchi ini dilakukan pada episode satu yang diklasifikasikan menurut bentuk dan fungsinya. Hal ini menunjukkan bahwa aizuchi sering dilakukan pada saat berdialog dengan orang lain di Jepang, karena itu menjadi penting untuk mengetahui makna aizuchi dan bagaimana penerapannya sehingga komunikasi dapat berjalan dengan lancar. Dengan demikian, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pembelajar bahasa Jepang yang tertarik dengan budaya aizuchi. | The purpose of this study is to describe how aizuchi is classified and to describe whether there are differences in the meaning or intent of aizuchi performed verbally and nonverbally. This research uses descriptive research method with listening and speaking technique with pragmatics approach. Pragmatics can help in interpreting the meaning contained in each use of aizuchi. This research uses the theory of aizuchi definition according to Mizutani & Mizutani (1987), the theory of aizuchi form according to Horiguchi in (in Khotimah, 2019), the theory of aizuchi function according to Kubota (in Maghfiroh, et al. 2022), the theory of pragmatics according to Leech (1993), the theory of expressive speech acts according to Searle (1979), and the theory of context according to Leech (1983). The research data are pieces of dialog in the drama that contain aizuchi elements and are equipped with the context of their use in conversation. The results showed that a total of 29 aizuchi were performed in episode one which were classified according to their form and function. This shows that aizuchi is often practiced when dialoguing with others in Japan, so it is important to know the meaning of aizuchi and how it is applied so that communication can run smoothly. Thus, it is hoped that this study can contribute to Japanese language learners who are interested in aizuchi culture. | |
| 42744 | 48907 | H1D021050 | IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI VISUALISASI PETA MENGGUNAKAN LEAFLET UNTUK MENDATA PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI KABUPATEN TEGAL DENGAN METODE PROTOTYPE | Pertumbuhan sektor pertanian di Kabupaten Tegal menghadapi tantangan dalam pengelolaan data lahan dan pencatatan komoditas hasil pertanian yang masih dilakukan secara manual, sehingga kurang efisien dan rentan terhadap kesalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi visualisasi peta menggunakan Leaflet yang dapat memetakan persebaran lahan pertanian serta mendigitalisasi pencatatan hasil pertanian secara akurat. Metode prototype digunakan dalam pengembangan sistem untuk memastikan sistem sesuai dengan kebutuhan pengguna melalui iterasi cepat antara tahapan analisis kebutuhan, perancangan, pembuatan prototype, dan evaluasi. Pengujian blackbox diterapkan untuk memastikan bahwa sistem memiliki kualitas fungsionalitas yang optimal dan memenuhi kebutuhan pengguna. Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu mendukung pengelolaan data pertanian secara lebih terorganisir, membantu proses perencanaan dan pengambilan keputusan, serta menyediakan informasi pertanian yang lebih terstruktur untuk berbagai pihak terkait. | The growth of the agricultural sector in Tegal Regency faces challenges in land data management and the recording of agricultural commodity outputs, which are still done manually, making them inefficient and prone to errors. This research aims to develop a map visualization information system using Leaflet to map the distribution of agricultural land and digitize the recording of agricultural outputs accurately. The prototype method is used in the system development to ensure that the system meets user needs through rapid iterations between the stages of requirements analysis, design, prototyping, and evaluation. Blackbox testing is applied to ensure that the system has optimal functionality and meets user requirements. The results of this study are expected to support more organized agricultural data management, assist in planning and decision-making processes, and provide more structured agricultural information for relevant stakeholders. | |
| 42745 | 49286 | F2A023014 | Kalibrasi Nilai-Nilai Pelayanan Publik; Penggunaan Nilai Empati, Etika, Keterlibatan, dan Keadilan Sosial Dalam Program Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan Narkoba di Kabupaten Purbalingga | Abstrak Program rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba seringkali belum optimal, ditandai dengan tingginya potensi kekambuhan (relapse) dan tidak tuntasnya program oleh klien. Penelitian ini, yang dilakukan di Kabupaten Purbalingga dengan metode kualitatif, menganalisis implementasi program rehabilitasi menggunakan nilai-nilai empati, etika, keterlibatan, dan keadilan sosial untuk menemukan model manajemen kebijakan rehabilitasi yang lebih optimal. Studi kualitatif ini menemukan bahwa meskipun nilai-nilai tersebut telah digunakan dalam proses rehabilitasi, pelaksanaannya belum optimal karena rendahnya motivasi klien, karakteristik klien compulsory, intervensi eksternal yang mengganggu proses rehabilitasi, serta minimnya keterlibatan masyarakat yang memperburuk stigma sosial. Untuk itu, diperlukan model layanan rehabilitasi yang lebih inklusif, humanis, dan berkeadilan guna mendukung reintegrasi sosial yang berkelanjutan. Kata Kunci: empati, etika, keadilan sosial, keterlibatan, rehabilitasi | Abstract Rehabilitation programs for drug abusers are often suboptimal, characterized by a high potential for relapse and clients not completing the program. This study, conducted in Purbalingga Regency using qualitative methods, analyzed the implementation of rehabilitation programs using the values of empathy, ethics, involvement, and social justice to find a more optimal rehabilitation policy management model. This qualitative study found that although these values have been used in the rehabilitation process, implementation has been suboptimal due to low client motivation, the characteristics of compulsory clients, external interventions that disrupt the rehabilitation process, and minimal community involvement that exacerbates social stigma. Therefore, a more inclusive, humane, and equitable rehabilitation service model is needed to support sustainable social reintegration. Keywords: empathy, engagement, ethics, rehabilitation, social equity | |
| 42746 | 46121 | I1C020008 | PROFIL KLT SENYAWA ANDROGRAFOLID DALAM EKSTRAK ETANOL HERBA SAMBILOTO (Andrographis paniculata) DENGAN & TANPA DEKOLORISASI KARBON AKTIF | Latar Belakang: Berkembangnya penelitian etnomedisin telah mendorong penggunaan ekstrak tanaman herbal termasuk herba sambiloto (Andrographis paniculata (Burm. f)) yang mengandung senyawa aktif andrografolid. Namun, ekstrak etanol kental memiliki pigmen hijau gelap berlebih yang mempengaruhi tampilan dan kejernihan. Untuk mengurangi pigmen ini, dekolorisasi dengan adsorben berupa karbon aktif dapat digunakan. Karbon aktif dengan sifat non-selektif dapat menjerap pigmen dan senyawa aktif dalam ekstrak. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan profil organoleptik, kualitatif, dan kadar andrografolid pada ekstrak etanol herba sambiloto dengan dan tanpa dekolorisasi karbon aktif. Metodologi: Dekolorisasi karbon aktif dalam ekstrak etanol herba sambiloto dilakukan menggunakan corong pemisah. Proses dekolorisasi dilakukan dengan variasi waktu kontak untuk ekstrak cair herba sambiloto dan variasi bobot karbon aktif untuk ekstrak kental herba sambiloto. Kemudian dilakukan evaluasi terkait profil organoleptik, profil kualitatif menggunakan uji Salkowski dan KLT, serta perhitungan kadar senyawa andrografolid menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil: Profil organoleptik ekstrak etanol herba sambiloto menunjukkan peningkatan kecerahan setelah dekolorisasi. Profil kualitatif mengkonfirmasi keberadaan senyawa terpenoid dan andrografolid. Nilai Rf ekstrak, baik sebelum maupun sesudah dekolorisasi, tidak berbeda signifikan dari standar andrografolid. Kadar andrografolid tertinggi, sebesar 17,051 ± 0,011%, dicapai pada perlakuan waktu kontak 10 menit. Kesimpulan: Dekolorisasi karbon aktif dapat meningkatkan kecerahan warna dengan mereduksi pigmen berlebih pada ekstrak etanol herba sambiloto tanpa mempengaruhi kadar senyawa aktif yaitu andrografolid yang terkandung di dalam ekstrak. | Background: The advancement of ethnomedicine research has led to the increased use of herbal plant extracts, including sambiloto (Andrographis paniculata (Burm. f)), which contains the active compound andrographolide. However, thick ethanol extracts often have excessive dark green pigments that affect their appearance and clarity. To reduce these pigments, decolorization using an adsorbent such as activated carbon can be employed. Activated carbon, with its non-selective properties, can adsorb both pigments and active compounds in the extract. This study aims to compare the organoleptic profile, qualitative profile, and andrographolide content in ethanol extracts of sambiloto with and without activated carbon decolorization. Methodology: Decolorization using activated carbon in ethanol extracts of sambiloto was performed using a separating funnel. The decolorization process was carried out with varying contact times for the liquid extract of sambiloto and varying weights of activated carbon for the thick extract. Subsequently, evaluations were conducted to assess the organoleptic profile, qualitative profile using the Salkowski test and TLC, and the andrographolide content using UV-Vis spectrophotometry. Results: The organoleptic profile of the ethanol extract of sambiloto showed improved brightness after decolorization with activated carbon. The qualitative profile confirmed the presence of terpenoid compounds and andrographolide. The Rf values of the extract, both before and after decolorization, did not differ significantly from the standard andrographolide. The highest andrographolide content, 17.051 ± 0.011%, was achieved with a 10-minute contact time. Conclusion: Activated carbon decolorization can enhance the color brightness by reducing excess pigments in ethanol extracts of sambiloto without affecting the content of the active compound andrographolide present in the extract. | |
| 42747 | 46122 | I1D020045 | PERBEDAAN PERSEN LEMAK BERDASARKAN KONSUMSI MINUMAN BERPEMANIS DAN AKTIVITAS FISIK PADA WANITA DEWASA OVERWEIGHT-OBESE | Latar Belakang: Status gizi overweight-obese dapat meningkatkan risiko peningkatan persen lemak tubuh. Salah satu faktor penyebabnya adalah konsumsi karbohidrat sederhana melalui minuman berpemanis dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan persen lemak tubuh berdasarkan konsumsi minuman berpemanis dan aktivitas fisik pada wanita usia dewasa overweight-obese di Kabupaten Banyumas. Metodologi: Desain penelitian ini adalah cross-sectional dengan total sampel 137 responden wanita usia 19-45 tahun Kabupaten Banyumas, memiliki IMT≥25 kg/m2 dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) untuk konsumsi minuman berpemanis, Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) untuk aktivitas fisik, dan Bio-Impedance Analysis (BIA) untuk persen lemak. Analisis menggunakan Mann-Whitney dengan nilai signifikansi 0,05. Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan jumlah paling banyak pada frekuensi konsumsi minuman berpemanis pada kategori sering (59,1%), asupan gula kategori tidak berlebih (89,8%), aktivitas fisik kategori non-sedentary (61,3%), IMT kategori obese (69,3%), dan seluruh responden berkategori overfat (100%). Hasil bivariat tidak menunjukkan terdapat perbedaan persen lemak tubuh berdasarkan frekuensi konsumsi minuman berpemanis, asupan gula, dan aktivitas fisik responden wanita usia dewasa overweight-obese di Kabupaten Banyumas dengan p>0,05. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan persen lemak tubuh berdasarkan konsumsi minuman berpemanis dan aktivitas fisik pada wanita usia dewasa overweight-obese di Kabupaten Banyumas. | Background: Overweight-obese can be influenced by consuming simple carbohydrates like sweetened beverages. Nutritional status can affect body fat percentage. This study aims to determine differences in body fat percentage based on the consumption of sweetened beverages and physical activity in overweight-obese adult women in Banyumas Regency. Methods: The design of this research was cross-sectional with a total sample of 137 female respondents aged 18-45 years, having a BMI≥25 kg/m2 using a purposive sampling technique. The research instrument used the Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) of Sugar-sweetened beverages, Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) for physical activity, and Bio-Impedance Analysis (BIA) for body fat. Analysis used Mann-Whitney with a significance value of 0.05. Results: The result shows that the highest frequency of sugar-sweetened beverages is in the frequent category (59.1%), sugar intake in the non-excessive category (89.8%), physical activity in the non-sedentary category (61.3%), BMI in the category obese (69.3%), and all respondents were in the overfat category (100%). Bivariate results did not show a difference in body fat percentage based on the frequency of consumption of sugar-sweetened beverages, sugar intake, and physical activity of overweight-obese adult womenin Banyumas Regency with p>0.05. Conclusion: There is no difference in body fat percentage based on consumption of sweetened drinks and physical activity in overweight-obese adult women in Banyumas Regency. | |
| 42748 | 46123 | F1C020047 | Climate Doomism dalam Media: Analisis Wacana Kritis Suara Merdeka Online tentang Perubahan Iklim dengan Nuansa Final Warning | Artikel ini membahas tentang wacana climate doomism, yang diolah dengan nuansa bad storytelling, ditampilkan dalam rubrik “Internasional” di Banyumas Suara Merdeka Online. Penelitian dilakukan dengan analisis wacana kritis yang digagas oleh Norman Fairclough. Subjek penelitian adalah rubrik “Internasional” di Banyumas Suara Merdeka Online yang diterbitkan pada 08 Januari 2023 yang memuat partisipan publik sebagai narasumber, yaitu sebanyak empat partisipan dalam satu teks. Penelitian ini berfokus pada analisis teks dalam rubrik “Internasional”, serta wawancara mendalam kepada individu redaksi dan pihak dalam institusi yang berpengaruh terhadap produksi konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pada tataran analisis teks, climate doomism dalam teks wacana rubrik “Internasional” di Banyumas Suara Merdeka Online merepresentasikan isu perubahan iklim dengan nuansa final warning dalam bentuk komodifikasi dogma religius. (2) Pada tataran praktik kewacanaan, dogma religius menjadi komoditas, religious dogma as a comodity, dan masyarakat digiring kepada budaya konsumtif, religious dogma as a consumption. (3) Pada tataran praktik sosiokultural, mode operasi ini juga didukung oleh dilema dalam setting kultural masyarakat yang berorientasi kapital serta dominasi isu-isu media sosial atas isu-isu media lain, termasuk surat kabar Banyumas Suara Merdeka Online. | This article is directed to evaluate the climate doomism discourse, which is processed with a bad storytelling nuance, is written in "International" rubric in Banyumas Suara Merdeka Online. Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis is used in this research. It’s subject is "International" rubric in Banyumas Suara Merdeka Online published on January 08, 2023, that includes public participants as the resource person, as many as four participants in one text. It will focus to analyze the text in “International” rubric, and also interviewing editorial staffs and all sides involved in the institution to the content production. The research concludes that: (1) At the level of text analysis, climate doomism in the discourse text of the "International" rubric in Banyumas Suara Merdeka Online represents the issue of climate change with the nuance of a final warning in the form of commodification of religious dogma. (2) At the level of discursive practice, religious dogma becomes a commodity, religious dogma as a commodity, and society is led to a consumer culture, religious dogma as a consumption. This is based on the operating mode of online newspaper production which is behind market tastes by referring to the ideology of non-liberalism. (3) At the level of sociocultural practice, this mode of operation is also supported by the dilemma in the cultural setting of a capital-oriented society and the dominance of social media issues over other media issues, including the Banyumas Newspaper Suara Merdeka Online. | |
| 42749 | 46124 | C1C019108 | ANALISIS PENGARUH PERSEPSI MANFAAT, KEMUDAHAN, RISIKO, DAN TARIF TERHADAP MINAT PENGGUNAAN QRIS (QUICK RESPONSE CODE INDONESIAN STANDARD) PADA UMKM DI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi manfaat, kemudahan, risiko, dan tarif terhadap minat penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada UMKM di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan sampel sebanyak 100 UMKM di bidang kuliner. Data dikumpulkan menggunakan purposive sampling method dan dianalisis dengan program SPSS. Metode analisis meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji non respon bias, uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik (uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas), dan uji hipotesis (koefisien determinasi, uji F, uji t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi manfaat dan persepsi kemudahan berpengaruh positif terhadap minat penggunaan QRIS, sedangkan persepsi risiko tidak berpengaruh signifikan dan tarif MDR berpengaruh negatif. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah pentingnya penyedia layanan QRIS untuk fokus pada manfaat dan kemudahan penggunaan, serta meningkatkan sistem keamanan untuk meningkatkan kepuasan pengguna. Bagi UMKM, penggunaan QRIS diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi dan akuntabilitas pencatatan keuangan. | This study aims to analyze the impact of perceived benefits, ease of use, risk, and fees on the intention to use Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) among MSMEs in Banyumas Regency. The research employs a survey method with a sample of 100 MSMEs in the culinary sector. Data were collected using purposive sampling method and analyzed with SPSS software. The analysis includes validity testing, reliability testing, non-response bias testing, descriptive statistics, classical assumption testing (normality test, multicollinearity test, heteroscedasticity test), and hypothesis testing (coefficient of determination, F test, t test). The findings indicate that perceived benefits and ease of use have a positive effect on the intention to use QRIS, while perceived risk does not significantly affect and MDR fees have a negative effect. The implications of these results are that QRIS service providers should focus on benefits and ease of use, as well as enhance security systems to increase user satisfaction. For MSMEs, QRIS use is expected to improve transaction efficiency and financial record accountability. | |
| 42750 | 46119 | J1A017020 | An Analysis of First Language Acquisition in Sentence by Four Year Old Child | Oktorina, Nevada. 2024. Analisis Perolehan Bahasa Pertama pada Kalimat Anak Usia Empat Tahun. Tesis. Pembimbing 1 : Ika Maratus Sholikhah, S.S., M.A. Pembimbing 2 : Tri Wahyu Setiawan Prasetyoningsih, S.S., M.Hum. Penguji : Dr. Chusni Hadiati, S.S., M.Hum. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Bahasa Inggris, Program Studi Sastra Inggris, Purwokerto. Penelitian yang berjudul “An Analysis of First Language Acquisition in Sentences by Four Year Old” ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kalimat yang diucapkan oleh anak usia 4 tahun dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi pemerolehan bahasa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah percakapan sehari-hari anak usia 4 tahun. Teknik pengumpulan data melalui video YouTube kemudian direkam dan dikaji. Data diperoleh dari percakapan sehari-hari anak dengan orang tuanya dan orang-orang disekitarnya. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ada 4 jenis kalimat yang dihasilkan. Jenis kalimat tersebut adalah kalimat deklaratif, kalimat interogatif, kalimat imperatif, kalimat interjektif. Dan ada 2 faktor yang mempengaruhi saat pemerolehan bahasa. Faktor usia dan lingkungan merupakan 2 faktor yang mempengaruhi pemerolehan bahasa pada anak. | Oktorina, Nevada. 2024. An Analysis of First Language Acquisition in Sentence by Four Year Old. Thesis. Supervisor 1: Ika Maratus Sholikhah, S.S., M.A. Supervisor 2: Tri Wahyu Setiawan Prasetyoningsih, S.S., M.Hum. Examiner: Dr. Chusni Hadiati, S.S., M.Hum. Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, English Department, English Literature Study Program, Purwokerto. This research entitled "An Analysis of First Language Acquisition in Sentence by Four Year Old" aims to describe the types of sentences spoken by 4 year old children and describe the factors that influence language acquisition. This research is descriptive research with a qualitative approach. The subject of this research is the daily conversations of 4 year old children. Data collection techniques via YouTube videos were then recorded and reviewed. Data was obtained from children's daily conversations with their parents and people around them. The results of this study concluded that there were 4 types of sentences produced. These types of sentences are declarative sentences, interrogative sentences, imperative sentences, interjective sentences. There are 2 factors that influence during language acquisition. Age and environmental factors are 2 factors that influence language acquisition in children. | |
| 42751 | 46125 | J1C019041 | USAHA PEMENUHAN KEBUTUHAN KARAKTER MAFUYU PADA GAME PROJECT SEKAI (ANALISIS TEORI KEPRIBAIDAN ‘MARXIAN’ ERICH FROMM) | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konflik psikis dalam upaya yang dialami karakter Mafuyu untuk memenuhi kebutuhan manusianya dalam game Project Sekai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Sumber data dalam penelitian ini adalah game Project Sekai Colourfull Stage Feat. Hatsune Miku yang dikembangkan SEGA dan Colorful Palette. Data pada penelitian ini berupa teks dialog atau percakapan karakter Mafuyu yang merepresentasikan kepribadian marxian Erich Fromm. Data diperoleh melalui teknik simak catat dan dianalisis menggunakan teknik analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 22 data upaya pemenuhan kebutuhan manusia karakter Mafuyu. Kebutuhan keterhubungan 2 data, kebutuhan keberakaran 3 data, kebutuhan menjadi pencipta 1 data, kebutuhan kesatuan 1 data, kebutuhan identitas 4 data, kebutuhan kerangka kesetiaan 2 data, dan kebutuhan keefektifan 1 data. Mekanisme pelarian diri dari kebebasan otoritarianisme 3 data, perusakan 2 data, penyesuaian 3 data. Kesimpulan dari penelitian ini adalah upaya yang dilakukan karakter Mafuyu untuk memenuhi kebutuhan manusianya tidak sepenuhnya berhasil sehingga mendorong karakter Mafuyu untuk melakukan mekanisme pelarian diri kebebasan dan mempengaruhi perilaku serta kepribadian karakter Mafuyu. | This study aims to describe the psychological conflicts experienced by the character Mafuyu in her efforts to fulfill human needs in the game Project Sekai. The research method used is descriptive qualitative with a literary psychology approach. The data source for this research is the game Project Sekai Colorful Stage Feat. Hatsune Miku, developed by SEGA and Colorful Palette. The data in this study consist of dialogue texts or conversations of the character Mafuyu, representing Erich Fromm's Marxian personality. Data were obtained through observation and note-taking techniques, then analyzed using content analysis techniques. The results show that there are 22 data points of Mafuyu's efforts to fulfill human needs. These include the need for relatedness 2 data points, the need for rootedness 3 data points, the need for creativity 1 data point, the need for unity 1 data point, the need for identity 4 data points, the need for a frame of orientation 2 data points, and the need for effectiveness 1 data point. The mechanisms of escape from freedom identified are authoritarianism 3 data points, destructiveness 2 data points, and conformity 3 data points. The conclusion of this study is that Mafuyu's efforts to fulfill her human needs are not entirely successful, thus driving the character to employ mechanisms of escape from freedom, which subsequently influence Mafuyu's behavior and personality. | |
| 42752 | 46127 | I1D020034 | HUBUNGAN POLA KONSUMSI BUAH DAN SAYUR SERTA KEPATUHAN DIET TERHADAP GRADE TEKANAN DARAH PASIEN JANTUNG KORONER | HUBUNGAN POLA KONSUMSI BUAH DAN SAYUR SERTA KEPATUHAN DIET TERHADAP GRADE TEKANAN DARAH PASIEN JANTUNG KORONER Kholifatun Nasya1, Yovita Puri Subardjo2, Umi Faza Rokhmah2 Jurusan Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu – Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman Email: kholifatun.nasya@mhs.unsoed.ac.id Latar Belakang: Penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian tertinggi ke-2 di Indonesia. Hipertensi yang terjadi pada pasien jantung koroner dapat memperparah kerusakan jantung dan pembuluh darah. Oleh karena itu dilakukan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola konsumsi buah dan sayur serta tingkat kepatuhan diet terhadap grade tekanan darah pasien jantung koroner RSUD Banyumas. Metodologi: Penelitian menggunakan metode cross sectional pada 74 subjek pasien jantung koroner di Poli Jantung RSUD Banyumas. Pengambilan data menggunakan kuesioner FFQ buah dan sayur, kuesioner kepatuhan diet serta tensimeter digital. Hasil data kemudian dianalisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil Penelitian: Mayoritas subjek berusia 45-64 tahun (63,5%), laki–laki (60,8%), pendidikan terakhir SD (48,6%), tidak bekerja (58,1%), didagnosis selama 1-5 tahun (41,9%), tidak memiliki riwayat merokok (68,9%), dan tanpa penyakit penyerta (56,8%). Mayoritas subjek (51,4%) mengkonsumsi buah dan sayur dibawah rata-rata (<213,78). Sebanyak 45,9% subjek patuh terhadap diet. Hasil uji hubungan antara pola konsumsi buah dan sayur terhadap grade tekanan darah (p-value 0,055) dan hubungan antara tingkat kepatuhan diet terhadap grade tekanan darah (p-value 0,000). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara pola konsumsi buah sayur terhadap grade tekanan darah namun ditemukan adanya hubungan antara tingkat kepatuhan diet terhadap grade tekanan darah pasien jantung koroner RSUD Banyumas. Kata kunci: Jantung koroner, kepatuhan diet, pola konsumsi buah sayur, tekanan darah | THE CORRELATION OF FRUIT, VEGETABLE CONSUMPTION PATTERNS AND DIET COMPLIANCE WITH THE BLOOD PRESSURE GRADE OF CORONARY HEART PATIENTS Kholifatun Nasya1, Yovita Puri Subardjo2, Umi Faza Rokhmah2 Jurusan Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu – Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman Email: kholifatun.nasya@mhs.unsoed.ac.id Abstract Background: Coronary heart disease is the 2nd highest cause of death in Indonesia. Hypertension that occurs in coronary heart disease patients can worsen damage to the heart and blood vessels. Therefore, this research was conducted to determine the correlations between fruit and vegetable consumption patterns and the level of dietary compliance with the blood pressure grade of coronary heart patients at RSUD Banyumas. Methods: The study used a cross sectional method on 74 subjects with coronary heart disease at the Heart Clinic RSUD Banyumas. Data collection used a fruit and vegetable FFQ questionnaire, a diet compliance questionnaire and a digital blood pressure meter. The data results were then analyzed univariately and bivariately with the chi square test. Results: The majority of subjects were aged 45-64 years (63.5%), men (60.8%), had at least elementary school education (48.6%), did not work (58.1%), were diagnosed within 1- 5 years (41.9%), no history of smoking (68.9%), and no comorbidities (56.8%). The majority of subjects (51.4%) consumed fruit and vegetables below the average (<213.78). A total of 45.9% of subjects adhered to the diet. Test results of the correlation between fruit and vegetable consumption patterns and blood pressure grades (p-value 0.055) and the correlation between the level of diet compliance and blood pressure grades (p-value 0.000). Conclusion: There was no correlation between fruit and vegetable consumption patterns and blood pressure grades, but a correlation was found between the level of dietary compliance and blood pressure grades of coronary heart patients at RSUD Banyumas. Keywords: Blood pressure, coronary heart disease, diet compliance, fruit and vegetable consumption patterns. | |
| 42753 | 46128 | F1F020058 | PERUBAHAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT PADA MASA PRESIDEN BARACK OBAMA DAN DONALD TRUMP TERHADAP EAS (EAST ASIA SUMMIT) PADA TAHUN 2009-2019 | Skripsi ini menganalisis “Perubahan Kebijakan Luar Negeri AS di era Obama dan Trump terhadap EAS pada tahun 2009-2019”. Tujua dari penelitian ini adalah Untuk menganalisis dampak perubahan kebijakan di era Barack Obama dan Donald terhadap EAS pada tahun 2009-2019, Untuk memahami dampak perubaha kebijakan di era Barack Obama dan Donal Trump terhadap EAS pada tahun 2009-2019 dan Untuk mengetahui dampak perubahan yang terjadi terhadap EAS pada masa Barack Obama dan Donald Trump pada tahun 2009-2019. Melalui variabel dan indikator teori Kebijakan Luar Negeri William D. Coplin. Kebijakan luar negeri AS terhadap East Asia Summit di era Obama lebih berfokus pada kerjasama multilateral dan diplomasi, sementara di era Trump lebih menekankan pada kepentingan nasional dan pendekatan unilateral. Kedua pendekatan ini mencerminkan perubahan besar dalam bagaimana AS memandang dan berinteraksi dengan kawasan Asia Timur dan dunia secara lebih luas. Jenis penelitian ini adalah deskriptif studi kasus menggunakan sumber data sekunder seperti studi kepustakaan. Kebijakan ini juga dipengaruhi oleh variabel dan indikator yang disediakan oleh D.Coplin. Selain itu, kebijakan ini juga dipengaruhi oleh pandangan Obama adanya faktor eksternal yang mempengaruhi perubahan kebijakan AS yaitu, Kemunculan China sebagai negara kekuatan baru ternyata membuat Amerika Serikat khawatir akan kehilangan pengaruhnya di kawasan tersebut. Selain itu, Amerika Serikat juga merasa terancam akan kehadiran China di dalam EAS yang juga cukup mendominasi forum dialog tersebut. | This thesis analyzes "Changes in US Foreign Policy in the Obama and Trump eras towards the EAS in 2009-2019". The purpose of this study is to analyze the impact of policy changes in the Barack Obama and Donald eras on the EAS in 2009-2019, to understand the impact of policy changes in the Barack Obama and Donald Trump eras on the EAS in 2009-2019 and to determine the impact of changes that occurred on the EAS during the Barack Obama and Donald Trump eras in 2009-2019. Through the variables and indicators of William D. Coplin's Foreign Policy theory. US foreign policy towards the East Asia Summit in the Obama era focused more on multilateral cooperation and diplomacy, while in the Trump era it emphasized more on national interests and a unilateral approach. Both of these approaches reflect major changes in how the US views and interacts with the East Asian region and the world more broadly. This type of research is a descriptive case study using secondary data sources such as literature studies. This policy is also influenced by the variables and indicators provided by D.Coplin. In addition, this policy is also influenced by Obama's view that there are external factors that influence changes in US policy, namely, the emergence of China as a new power country has made the United States worried about losing its influence in the region. In addition, the United States also feels threatened by China's presence in the EAS which also dominates the dialogue forum. | |
| 42754 | 46130 | J1A016066 | Gender Differences in Language Features in Enola Holmes (2020) : A Sociolinguistic Analysis | Valentin, Vena Ise. Gender Diffe- rences In Language Features In Enola Holmes(2020): A Sociolin- guistics Study. Thesis. Pembimbing 1: Ika Mar’atus Solikhah, S.S.,M.A Pembimbing 2: Imam Subuhi, S.S., M.Hum Penguji: Usep Muttaqin, S. S.,M.Hum. Kementrian Riset, Tekn- ologi dan Pendidikan Tinggi, Unive- rsitas JenderalSoedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Bahasa dan Sas- tra Inggris, Program StudiSastra Ing- gris, Purwokerto. Penelitianyang berjudul “Gender Diff- erences In Language Features In Enola Holmes (2020): A Sociolinguistics Study” bert- ujuan untuk menganalisis jenis-jenis fitu bahasayang digunakan oleh karakter utama yang berbeda jenis kelamin dan untukmenganalisis kon- sistensi penggunaan fitur bahasa. Penel- itian ini menggunakan metodekuali- tatif untuk menganalisis datanya. Data utamanya adalah dialog yang diuc- apkanoleh karakterutama dalam film, Enola dan Tewksburry. Untuk mene- mukan jenis fiturbahasa yang digu- nakan, teori fitur bahasa wanita dari Lakoff dan bahasa laki-laki dariCoates digunakan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Enola mengg- unakansembilan dari sepuluh fitur bahasa wanita diantaranya adalah, lex- ical hedges denganenam belas ujaran (12.21%), intensifiers dengan empat belas ujaran (10.7%), tagquestions dengan tujuh ujaran (5.4%), empty adjectives dengan delapan ujaran(6. 11%), super polite dengandua puluh duaujaran (16.8%), rising intonation with duapuluh delapan ujaran (21.4%), avoid strong swear words delapan uja- ran (6.11%), andemphatic stress den- gan dua puluh lima ujaran (19.08%) . Di sisi lain, Tewksburrymenggunak- antujuhdari sepuluhfitur bahasa wan- ita seperti lexical hedges dengan tiga belas ujaran (26%), intensifiers den- gan tujuh ujaran (14%), tag ques- tions dengandelapan ujaran (16%), super polite dengan lima ujaran (10%), rising intonation empatujaran (8%), and emphatic stress dengan dua belas ujaran (24%) . Untuk bahasa lakilaki, keduanya juga memakainya. Enola menggunakan questions dengan dua puluhlima ujaran (44%), minimal resp- onses dengan empatujaran (7%), comp- liments denganenam ujaran (10.5%), strong swear words dengan satu ujaran (1.5%) and commandsdengan dua puluh satu ujaran (37%). Tewksburry menggunakan questions dengandua puluh delapan ujaran (49%), min- imal responses dengan tujuh uja- ran (12%),compliments dengan lima ujaran (9%), swea strong words den- gan dua ujaran (3.5%)and commands dengan lima belas ujaran (26%) . Kons- istensi menunjukan baik Enolamau- pun Tewksburry tidakkonsisten dalam menggunakan fitur bahasa. | Valentin, Vena Ise. Gender Differences In Language Features In Enola Holmes (2020): A Sociolinguistics Study. Thesis. Supervisor 1: Ika Mar’atus Solikhah, S.S., M.A Supervisor 2: Imam Subuhi, S.S., M.Hum External Examiner: Usep Muttaqin, S.S., M.Hum. Ministry of Research, Technology, and Higher Education, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, English Department, English Literature Study Program, Purwokerto. This research entitled “Gender Differences In Language Features In Enola Holmes (2020): A Sociolinguistics Study” is aimed to analyse the form of language features used by the main characters that have different gender and to analyze the consistency of language features. This research uses qualitative method to analyse the data. The primary data is the dialogue uttered by the main characters, Enola and Tewksburry. To find the language features, the theory of women’s language features by Lakoff and men language features by Coates are used. The result of this research shows that Enola uses nine out of ten women’s language features which are lexical hedges with sixteen instance (12.21%), intensifiers with fourteen instances (10.7%), tag questions with seven instances (5.4%), empty adjectives with eight instances (6.11%), super polite with twenty two instances (16.8%), rising intonation with twenty eight instances (21.4%), avoid strong swear words with eight instances (6.11%), and emphatic stress with 25 instances (19.08%). On the other hand, Tewksburry employs seven out of ten women’s language features which are lexical hedges with thirteen instances (26%), intensifiers with seven instances (14%), tag questions with eight instances (16%), super polite with five instances (10%), rising intonation with four instances (8%), and emphatic stress with twelve instances (24%). For men’s language both of them also use it. Enola uses questions with twenty five instances (44%), minimal responses with four instances (7%), compliments with six instances (10.5%), strong swear words with one instance (1.5%) and commands with twenty one instances (37%). Tewksburry uses questions with twenty eight instances (49%), minimal responses with seven instances (12%), compliments with five instance (9%), swea strong words with two instances (3.5%) and commands with fiveteen instances (26%). The consistency showed that both Enola and Tewksburry are inconsistent of using the language features. | |
| 42755 | 46131 | F1F020018 | Peran Imigran dalam Industri Sepak Bola Prancis sebagai Instrumen Efektif Promosi Integrasi Nasional melalui Pendekatan Affirmative Action | Prancis, negara yang memiliki kompleksitas sejarah dengan isu imigrasi dan multikulturalisme, telah lama menanggung permasalahan struktural yang menyangkut konflik horizontal karena perbedaan budaya dan perdebatan terkait posisi imigran dalam masyarakat Prancis. Sepak bola, sebagai olahraga yang sangat populer dan berpengaruh di Prancis, telah menjadi medium penting bagi imigran untuk menunjukkan kontribusi mereka, mulai dari pembinaan di tingkat akar rumput hingga dalam lingkup liga profesional dan tim nasional. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan analisis terhadap data sekunder yang mencakup berbagai literatur akademik dan studi kasus yang relevan, serta menggunakan kerangka teoritis tindakan afektif dan integrasi nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan imigran dalam sepak bola tidak hanya memperkaya kualitas kompetisi domestik saja, tetapi juga membantu mengubah persepsi masyarakat Prancis terhadap keberagaman. Kesuksesan tim nasional Prancis pada Piala Dunia 1998 dan 2018, yang diwarnai oleh partisipasi imigran menjadi simbol kohesi sosial dan bukti bahwa integrasi dapat dicapai melalui representasi yang inklusif. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap diskursus mengenai hubungan antara olahraga, multikulturalisme, integrasi nasional, serta menawarkan perspektif baru dalam memahami peran tindakan afektif dalam konteks kebijakan publik di Prancis | France, a country with a complex history of immigration and multiculturalism, has long faced structural issues related to horizontal conflict stemming from cultural differences and debates concerning the role of immigrants within French society. Football, as a highly popular and influental sport in France, has become an important medium for immigrants to demonstrate their contributions, ranging from grassroots development to the professional league and national team levels. This study employs a descriptive qualitative approach, with an in-depth analysis of secondary data encompassing various academic literature and relevant case studies, and uses the theoritical framework of affective action and national integration. The findings indicate that the presence of immigrants in football not only enriches the quality of domestic competition but also helps change the French public's perception of diversity. The success of the French national team in the 1998 and 2018 World Cups, marked by the participation of immigrants, became a symbol of social cohesion and evidence that integration can be achieved through inclusive representation. This research contributes to the discourse on the relationship between sports, multiculturalism, national integration, and offering a new perspective on understanding the role of affective action in the context of public policy in France. | |
| 42756 | 46132 | J0A019042 | TRANSLATING SHORT FILM “THE SILENT CHILD” FROM ENGLISH INTO INDONESIAN | Salah satu film pendek yang diupload oleh @NITVShort karya Rachel Shenton yang berjudul “The Silent Child” menjadi objek penerjemahan yang selaras dengan tujuan praktek kerja ini. Film pendek tersebut belum memiliki subtitle berbahasa Indonesia, yang mana subtitle berbahasa Indonesia akan memperluas jangkauan penonton Indonesia. Film pendek tersebut mampu memberikan manfaat bagi orang tua anak penyandang disabilitas (tuli) dan sekolah umum yang tidak ramah bagi anak anak penyadang disabilitas. Observasi adalah metode yang digunakan untuk merangkum pencapaian short film ini. Proses penerjemahan ini melalui tiga tahap yaitu analisis, transfer, dan restrukturisasi. Proses penerjemahan film pendek “The Silent Child” menggunakan 11 teknik penerjemahan. Teknik yang digunakan adalah Peminjaman, Kalke, Deskripsi, Amplifikasi Linguistik, Kompresi Linguistik, Penerjemahan Harfiah, Modulasi, Reduksi, Transposisi, dan Variasi. Penerjemahan harfiah menjadi teknik yang paling banyak digunakan dalam proses penerjemahan karena banyak dialog yang disampaikan secara harfiah. Adapun kendala yang dialami dalam proses penerjemahan yaitu menyelesaikan tepat waktu, dialog percakapan terlalu cepat, dan sulit menemukan padanan kata yang sesuai. Solusi yang dilakukan adalah manajemen waktu, mendengarkan dengan teliti, dan konsultasi dengan dosen pembimbing. Metode dan teknik penerjemahan berperan penting dalam proses penerjemahan untuk meningkatkan hasil terjemahan yang bagus. Kemudian, dalam mengerjakan laporan tugas akhir memerlukan adanya niat, motivasi, ketelitian, kemampuan berpikir logis, dan kritis. | One of the short films uploaded by @NITVShort entitled "The Silent Child" produced by Rachel Shenton became the object of translation in line with the purpose of this job training. The short film has not yet had Indonesian-language subtitles, whose Indonesians will extend the reach of the Indonesia audience. The short film gives beneficial for parents of children with disabilities and public schools that are unfriendly to children of disabled children. Observation is the method used to summarize the accomplishments of this short film. This translation process goes through three stages: analysis, transfer, and restructuring. In the translation process of the short film "The Silent Child" used 11 translation techniques. The techniques used are Borrowing, Calking, Descriptions, Linguistic Amplification, linguistic Compression, Literal Translation, Modulation, Reduction, Transposition, Variation. Literal translation is the most widely used technique in the translation process because of the many dialogues delivered literally. As for the constraints that the translation process encounters, the timely completion of the dialogue, the conversations too fast, the difficulty of finding the equivalent word. The solution is managing time, listening carefully, consulting with a supervisor. Translation methods and techniques play an important role in the translation process to improve good translation results. The things required in working on the job training report are intention, motivation, rigour, logical and critical thinking skills. | |
| 42757 | 46135 | D1A017160 | Pengaruh Jenis Susu terhadap Kadar Air, Sineresis dan Warna Concentrated Yogurt | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Jenis Susu Terhadap Kadar Air, Sineresis Dan Warna Yogurt Konsentrat”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Jenis Susu Terhadap Kadar Air, Sineresis Dan Warna Yogurt Konsentrat. yaitu susu sapi pasteurisasi 1,5 liter, susu kambing pasteurisasi 1,5 liter, susu komersial full fat 1 liter, susu komersial low fat 1 liter, starter yoghurt kering 10 gram, dan kolagen 10 gram rancangan Randomisasi Lengkap (RAL). Perlakuan pada penelitian ini sebanyak 5 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan yang dilakukan pada penelitian P0 : susu sapi segar pasteurisasi, P1 : susu kambing segar pasteurisasi, P2 : susu sapi komersil (low fat), P3 : susu sapi komersil (full fat), P4 : susu kombinasi (susu sapi + susu kambing). Hasil analisis ragam menunjukkan perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar air dan warna serta berpengaruh nyata (P<0,05) pada sineresis. Hasil penelitian diperoleh hasil rata-rata kadar air 87,63±4.06 %, sineresis 9,62±7.19 %, Warna 35,66±2,15 . Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis susu yang berbeda mempengaruhi sineresis dan tidak mempengaruhi kadar air dan warna yogurt. | This study is entitled "The Influence of Types of Milk on Water Content, Syneresis and Color of Concentrated Yogurt”. The purpose of this research is to determine the effect of milk types on water content, syneresis and color of concentrated yogurt. material that used were 1.5 liters of pasteurized cow's milk, 1.5 liters of pasteurized goat's milk, 1 liter of full fat commercial milk, 1 liter of low-fat commercial milk, 10 grams of dry yogurt starter, and 10 grams of collagen. The research method is an experiment using Completely Randomized Design (CRD). The treatment in this study are 5 treatments and each treatment repeated 4 times. The treatment carried out in the study P0: fresh cow's milk pasteurization, P1 : pasteurized fresh goat's milk, P2 : commercial cow's milk (low fat), P3 : commercial cow’s milk (full fat), P4 : combination milk (cow's milk + goat's milk). The results showed that treatment had no significant effect (P<0.05) on water content and color and significant effect (P<0.05) on syneresis. The results of the study obtained the average result water content 87,63±4.06%, syneresis 9,62±7.19%, color 35,66±2,15. This study concludes that different types of milk affect syneresis and does not affect the water content and color of the yogurt. | |
| 42758 | 46136 | J1C020006 | GASTRONOMI WAGASHI DALAM ANIME DEAIMON | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek gastronomi wagashi dalam anime Deaimon menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pendekatan ini bertujuan menggambarkan fenomena sosial secara mendalam dan akurat, dengan data berupa penggalan percakapan atau dialog dan gambar dari adegan dalam anime Deaimon. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak catat dan dianalisis menggunakan teori gastronomi. Hasil penelitian ini mengidentifikasi 1 data wagashi yang mencakup aspek seni, makanan, dan budaya. Terdapat data tentang aspek seni yang mencakup metode pembuatan, dan warna wagashi, kemudian data tentang aspek makanan yang menggambarkan bahan wagashi, serta data tentang aspek budaya yang meliputi penyajian wagashi dalam perayaan, ritual dan tradisi. | This research aims to describe the gastronomic aspects of wagashi in Deaimon anime using descriptive qualitative method. qualitative method. This approach aims to describe social phenomena phenomenon in depth and accurately, with data in the form of fragments of conversation or dialog and images from scenes in the Deaimon anime. Data collection is done with method and analyzed using gastronomic theory. The results of this study identified 1 wagashi data that includes aspects of art, food, and culture. includes aspects of art, food, and culture. There is data about the artistic aspect which includes the method of making, and the color of wagashi, then data about the food aspect which includes the wagashi, then data on food aspects that describe wagashi ingredients, as well as data on the describing the ingredients of wagashi, and data about the cultural aspects of wagashi which include the presentation of wagashi in celebrations. cultural aspects which include the presentation of wagashi in celebrations, rituals, and traditions. | |
| 42759 | 46139 | J1C017058 | Analisis Strukturalisme Robert Stanton dalam Cerpen Hanasaka Jiisan Karya Teruo Teramura | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur cerita melalui unsur intrinisik yakni fakta-fakta cerita dan sarana-sarana sastra yang terdapat pada cerpen Hanasaka Jiisan karya Teruo Teramura. Jenis penelitian kualitatif, dengan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah cerpen Hanasaka Jiisan yang terdapat di buku Nihon Mukashi Banashi 2 dari halaman 88-109 (22 halaman). Data dalam penelitian ini adalah pernyataan atau kalimat yang tertuang dalam teks cerpen Hanasaka Jiisan karya Teruo Teramura yang mendeskripsikan strukturalisme Robert Stanton yang dikategorikan menjadi dua bagian yakni fakta-fakta cerita dan sarana-sarana sastra. Fakta-fakta cerita terdiri dari alur, karakter latar dan tema sedangkan sarana-sarana sastra terdiri dari judul, sudut pandang, gaya dan tone, simbolisme dan juga ironi. Cerpen Hanasaka Jiisan karya Teruo Teramura menceritakan tentang kisah sepasang Kakek dan Nenek yang menemukan kotak kecil yang di dalamnya berisi anjing. Anjing itu bukanlah anjing biasa. Dia bisa menuntun Kakek ke tempat yang terdapat harta karun dan membuat tetangga yang melihat hal itu merasa iri. Kata Kunci: Strukturalisme Robert Stanton, Fakta-fakta cerita, Sarana-sarana sastra, Cerpen, Hanasaka Jiisan | This research aims to describe the structure of the story through intrinsic elements, namely story facts and literary devices found in the short story Hanasaka Jiisan by Teruo Teramura. This type of qualitative research, with qualitative descriptive methods. The data source used is the short story Hanasaka Jiisan contained in the book Nihon Mukashi Banashi 2 from pages 88-109 (22 pages). The data in this research are statements or sentences contained in the text of the short story Hanasaka Jiisan by Teruo Teramura which describes Robert Stanton's structuralism which is categorized into two parts, namely story facts and literary devices. Story facts consist of plot, background characters and theme, while literary devices consist of title, point of view, style and tone, symbolism and irony. The short story Hanasaka Jiisan by Teruo Teramura tells the story of a grandfather and grandmother who find a small box containing a dog. That dog is not an ordinary dog. He could lead Grandpa to a place where there was treasure and make the neighbors who saw it feel jealous. Keywords: Robert Stanton structuralism, story facts, literary devices, short stories, Hanasaka Jiisan | |
| 42760 | 46140 | H1A020063 | ANALISIS KOORDINASI SISTEM PROTEKSI PADA PENYULANG KALIBAKAL 11 20 KV | Tenaga listrik yang dihasilkan melalui proses pembangkitan akan ditrans-misikan dan didistribusikan ke pelanggan melalui serangkaian tahapan. PT.PLN ULP Purwokerto Kota bertanggung jawab atas distribusi listrik di wilayah Pur-wokerto dan sekitarnya, dengan pemasok energi dari Gardu Induk (GI) Kalibakal dan Rawalo. Gangguan yang terjadi, baik sementara maupun permanen, dapat menyebabkan pemadaman listrik. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan sistem proteksi seperti Pengaman Manual Terpantau (PMT) dan recloser. Sistem proteksi ini penting untuk meminimalisir gangguan, melindungi transformator, serta menjaga keselamatan manusia dan dampak ekonomi. Komponen penting dalam sistem proteksi meliputi Over Current Relay (OCR), Ground Fault Relay (GFR), dan recloser. Keandalan sistem proteksi sangat diperlukan untuk menjaga kontinuitas penyaluran energi listrik. Dalam konteks penyulang KBL (Kalibakal), terjadi peningkatan gangguan dan belum ada koordinasi waktu kerja antara relay proteksi, seperti yang terlihat dari setting awal relay proteksi di beberapa titik distribusi. Pada metode penelitian dilakukan dengan mencari referensi unutk mengidentifikasi permasalahan yang akan dibahas dan dilanjutkan dengan mennetukan objek lokasi dan data penelitian yang dibutuhkan.Untuk menentukan koordinasi kerja relay dan mencari arus hubung singkat digunakaan simulasi menggunaakan ETAP19.0.1 kemudian dilkukan perhitungan manual untuk membandingkan data. | The generation of electrical power is followed by transmission and distribution stages to supply customers. PT PLN ULP Purwokerto Kota is responsible for distributing electricity in the Purwokerto area and its surroundings, receiving energy from the Kalibakal and Rawalo Main Substations (GI). Power disturbances, whether temporary or permanent, can lead to outages. To address this issue, a protection system such as Monitored Manual Safety (PMT) and recloser is necessary. This protection system plays a vital role in minimizing disruptions, safeguarding transformers, and ensuring human safety and minimizing economic impact. Key components of the protection system include the OverCurrent Relay (OCR), Ground Fault Relay (GFR), and recloser. A reliable protection system is crucial for maintaining the continuity of electrical energy distribution. In the context of the KBL (Kalibakal) feeder, there have been issues with increased disruptions and lack of coordination between protection relays, evident from the initial settings at multiple distribution points. The research approach involves identifying the problems, determining the object's location, and collecting necessary research data through references. Simulations using ETAP 19.0.1 are conducted to determine relay coordination and analyze short circuit currents, followed by manual calculations to compare the data . |