Artikel Ilmiah : F1C020047 a.n. ADENISA NURUL FATHIMAH

Kembali Update Delete

NIMF1C020047
NamamhsADENISA NURUL FATHIMAH
Judul ArtikelClimate Doomism dalam Media: Analisis Wacana Kritis Suara Merdeka Online tentang Perubahan Iklim dengan Nuansa Final Warning
Abstrak (Bhs. Indonesia)Artikel ini membahas tentang wacana climate doomism, yang diolah dengan nuansa bad storytelling, ditampilkan dalam rubrik “Internasional” di Banyumas Suara Merdeka Online. Penelitian dilakukan dengan analisis wacana kritis yang digagas oleh Norman Fairclough. Subjek penelitian adalah rubrik “Internasional” di Banyumas Suara Merdeka Online yang diterbitkan pada 08 Januari 2023 yang memuat partisipan publik sebagai narasumber, yaitu sebanyak empat partisipan dalam satu teks. Penelitian ini berfokus pada analisis teks dalam rubrik “Internasional”, serta wawancara mendalam kepada individu redaksi dan pihak dalam institusi yang berpengaruh terhadap produksi konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pada tataran analisis teks, climate doomism dalam teks wacana rubrik “Internasional” di Banyumas Suara Merdeka Online merepresentasikan isu perubahan iklim dengan nuansa final warning dalam bentuk komodifikasi dogma religius. (2) Pada tataran praktik kewacanaan, dogma religius menjadi komoditas, religious dogma as a comodity, dan masyarakat digiring kepada budaya konsumtif, religious dogma as a consumption. (3) Pada tataran praktik sosiokultural, mode operasi ini juga didukung oleh dilema dalam setting kultural masyarakat yang berorientasi kapital serta dominasi isu-isu media sosial atas isu-isu media lain, termasuk surat kabar Banyumas Suara Merdeka Online.
Abtrak (Bhs. Inggris)This article is directed to evaluate the climate doomism discourse, which is processed with a bad storytelling nuance, is written in "International" rubric in Banyumas Suara Merdeka Online. Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis is used in this research. It’s subject is "International" rubric in Banyumas Suara Merdeka Online published on January 08, 2023, that includes public participants as the resource person, as many as four participants in one text. It will focus to analyze the text in “International” rubric, and also interviewing editorial staffs and all sides involved in the institution to the content production. The research concludes that: (1) At the level of text analysis, climate doomism in the discourse text of the "International" rubric in Banyumas Suara Merdeka Online represents the issue of climate change with the nuance of a final warning in the form of commodification of religious dogma. (2) At the level of discursive practice, religious dogma becomes a commodity, religious dogma as a commodity, and society is led to a consumer culture, religious dogma as a consumption. This is based on the operating mode of online newspaper production which is behind market tastes by referring to the ideology of non-liberalism. (3) At the level of sociocultural practice, this mode of operation is also supported by the dilemma in the cultural setting of a capital-oriented society and the dominance of social media issues over other media issues, including the Banyumas Newspaper Suara Merdeka Online.
Kata kunciClimate Doomism; Analisis Wacana Kritis; Komodifikasi; Selera Pasar; Dilema Kultural
Pembimbing 1Dr. Edi Santoso, S.Sos., M.Si.
Pembimbing 2Itsna Hidayatul Khusna, S.I.Kom., M.A.
Pembimbing 3Dr. Mite Setiansah, S.IP., M.Si.
Tahun2024
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2024-08-26 09:01:52.174705
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.