Artikelilmiahs

Menampilkan 42.661-42.680 dari 48.838 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4266146040F1F020027Analisis Kebijakan Astropolitik Pada Masa Kepemimpinan Vladimir Putin Tahun 2021-2024Penelitian ini berfokus pada astropolitik Rusia pada periode tahun 2021
hingga 2024, mengingat meningkatnya peran astropolitik secara global dan
terjadinya konflik geopolitik yang berpengaruh besar terhadap berbagai sektor
strategis Rusia. Perang Rusia-Ukraina pada tahun 2022 turut memberikan dampak
signifikan terhadap berbagai kebijakan Rusia, termasuk astropolitik. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi apakah terdapat perubahan signifikan dalam
kebijakan astropolitik Rusia, serta menjelaskan penyebabnya melalui analisis
kapabilitas astropolitik Rusia menggunakan enam dimensi astrostrategi. Dengan
pendekatan kualitatif, penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan astropolitik
Rusia mengalami pergeseran menuju diversifikasi kerja sama internasional guna
meminimalisir dampak sanksi dari negara-negara Barat. Terlihat dari terdapat
peningkatan kapabilitas astropolitik Rusia dalam tiga dari enam dimensi utama
astrostrategi: militer & teknologi, basis ekonomi, dan doktrin & teori yang juga
berkontribusi sebagai faktor penyebab perubahan kebijakan yang terjadi.
Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini juga mengindikasikan potensi
kemunculan aliansi dan rivalitas baru antara blok Barat dengan blok Rusia, serta
kemungkinan terulangnya fenomena "Space Race" dalam konteks pemanfaatan
medan luar angkasa.
This research focuses on Russian astropolitics in the period 2021 to 2024,
given the increasing role of astropolitics globally and the occurrence of
geopolitical conflicts that have a major effect on various Russian strategic sectors.
The Russia-Ukraine war in 2022 also had a significant impact on various Russian
policies, including astropolitics. This research aims to identify whether there are
significant changes in Russia's astropolitical policy, and explain the causes through
an analysis of Russia's astropolitical capabilities using six dimensions of
astrostrategy. Using a qualitative approach, this study concludes that Russia's
astropolitical policy has shifted towards diversifying international cooperation to
minimize the impact of sanctions from Western countries. Seen from the increase in
Russia's astropolitical capabilities in three of the six main dimensions of
astrostrategy: military & technology, economic base, and doctrine & theory which
also contributes as a contributing factor to the policy changes that occur. Based on
these findings, this research also indicates the potential emergence of new alliances
and rivalries between the Western bloc and the Russian bloc, as well as the
possibility of a repeat of the “Space Race” phenomenon in the context of space field
utilization.
4266246041A1F020004PENGARUH PENAMBAHAN KHAMIR DAN TEKNIK FERMENTASI TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA GREEN BEAN KOPI ARABIKA (Coffea Arabica) MERAPIPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan khamir dan teknik fermentasi terhadap sifat fisikokimia green bean kopi Arabika (Coffea arabica) yang ditanam di Merapi. Kopi Arabika dikenal sebagai kopi dengan cita rasa yang khas dan diminati di pasar dunia. Dalam penelitian ini, fermentasi digunakan sebagai proses penting dalam pengolahan biji kopi, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kopi, terutama dalam hal rasa, aroma, dan karakteristik fisikokimia lainnya.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental, di mana kopi Arabika difermentasi dengan penambahan khamir. Variabel yang diamati meliputi sifat fisik seperti rendemen, nilai cacat biji kopi, bulk density, diameter rata-rata, dan warna green bean, serta sifat kimia seperti activity water (Aw), kadar air, kadar abu, kadar kafein, pH, dan Total Yeast Plate Count (TYPC).
Penambahan 1% khamir dalam proses fermentasi mempengaruhi berbagai sifat fisik dan kimia dari green bean kopi. Teknik fermentasi yang diterapkan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kopi dengan mengubah karakteristik kimia dan fisiknya. Fermentasi yang terkontrol dengan penambahan 1% khamir dapat menghasilkan green bean kopi dengan kualitas yang lebih baik, termasuk tingkat cacat biji kopi. Fermentasi dengan penambahan khamir memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan fermentasi tanpa khamir. Sifat fisik rendemen menghasilkan 44,44% fermentasi aerob dan 45,08% anaerob, bulk density menghasilkan rata-rata 0,8-0,7 gr/cm3, diameter rerata menghasilkan rata-rata 7,3-7,7 mm, activity water dengan rata-rata 0,6 kadar air rata-rata yang di hasilkan 10,5-11,1%, kadar abu rata-rata 0,2-4,6%, dan pH denan rata-rata 5,7-6,9 semuanya dipengaruhi oleh teknik fermentasi dan penggunaan khamir dengan jumlah rata-rata yang dihasilkan 6,8161-7,1260 CFU/mL.
Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan khamir dan teknik fermentasi yang tepat dapat meningkatkan kualitas fisikokimia green bean kopi Arabika. Hal ini penting untuk mendukung upaya peningkatan mutu kopi yang sesuai dengan standar internasional, sehingga dapat memperkuat daya saing kopi Arabika Merapi di pasar global.
This study aims to examine the impact of yeast addition and fermentation techniques on the physicochemical properties of green beans from Arabica coffee (Coffea arabica) grown in Merapi. Arabica coffee is known for its distinctive flavor and is highly sought after in the global market. In this research, fermentation is used as a crucial process in coffee bean processing, aiming to enhance coffee quality, particularly in terms of taste, aroma, and other physicochemical characteristics.
The study was conducted using an experimental method, where Arabica coffee was fermented with the addition of yeast. The observed variables included physical properties such as yield, defect values of coffee beans, bulk density, average diameter, and green bean color, as well as chemical properties such as water activity (Aw), moisture content, ash content, caffeine content, pH, and Total Yeast Plate Count (TYPC).
The addition of 1% yeast in the fermentation process affects various physical and chemical properties of the green coffee beans. The applied fermentation techniques contributed to improving coffee quality by altering its chemical and physical characteristics. Controlled fermentation with the addition of 1% yeast can result in green coffee beans of higher quality, including a lower defect rate of coffee beans. Fermentation with yeast addition yields better results compared to fermentation without yeast. The physical properties showed a yield of 44.44% in aerobic fermentation and 45.08% in anaerobic fermentation; bulk density averaged 0.8-0.7 g/cm³; average diameter ranged from 7.3-7.7 mm; water activity averaged 0.6; moisture content averaged 10.5-11.1%; ash content averaged 0.2-4.6%; and pH ranged from 5.7-6.9. All these properties were influenced by the fermentation technique and the use of yeast, with an average yeast count of 6.8161-7.1260 CFU/mL.
This study demonstrates that the appropriate use of yeast and fermentation techniques can enhance the physicochemical quality of Arabica coffee green beans. This is crucial for supporting efforts to improve coffee quality in line with international standards, thereby strengthening the competitiveness of Merapi Arabica coffee in the global market.
4266346042A1C018048UJI PEFORMASI PORTABLE SPECTROMETER DENGAN MULTI-SPECTRAL SENSOR AS7265X UNTUK DETEKSI KEMURNIAN GULA KELAPA KRISTAL SECARA NON-DESTRUKTIFKualitas produk gula kelapa kristal sangat penting untuk memenuhi standar SNI3743:2021 yang telah ditetapkan. Salah satu permasalahan utama adalah adanya potensi pencampuran gula pasir dalam produksi, yang dapat mengurangi kemurnian produk. Penelitian ini bertujuan untuk menguji performa spektrometer portabel yang dilengkapi dengan multi-spectral sensor AS7265X sebagai solusi uji non-destruktif untuk deteksi kemurnian gula kelapa kristal. Percobaan dilakukan dengan variasi penambahan gula pasir sebesar 0%, 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%, guna menilai respon spektral terhadap masing-masing variasi. Data spektral yang diperoleh dianalisis menggunakan model Artificial Neural Network (ANN) dengan optimasi Grid Search. Parameter terbaik yang diperoleh mencakup normalisasi MinMax, fungsi pelatihan Levenberg-Marquardt, transfer function logsig, dan output function softmax. Hasil terbaik untuk klasifikasi kemurnian gula kelapa kristal (klasifikasi I) dicapai menggunakan 1 lapisan hidden layer dengan 70 neuron, sedangkan untuk klasifikasi tingkat pencampuran gula pasir (klasifikasi II) menggunakan 3 lapisan hidden layer dengan konfigurasi 72-36-18 neuron. Tingkat akurasi mencapai 99,7% untuk klasifikasi 1 dan 99,4% untuk klasifikasi 2, dengan nilai RMSE masing-masing sebesar 0,0647 dan 0,1293. F1-Score untuk klasifikasi I adalah 99,2, dan untuk klasifikasi II sebesar 94,12. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa portable spektrometer yang dikembangkan efektif untuk uji kualitas gula kelapa kristal secara cepat, akurat, dan non-destruktif.The quality of crystal coconut sugar products is crucial to meet the established SNI (Indonesian National Standard). One of the main challenges is the potential mixing of granulated sugar during production, which can reduce product purity. This study aims to test the performance of a portable spectrometer equipped with an AS7265X multi-spectral sensor as a non-destructive testing solution for detecting the purity of crystal coconut sugar. The experiment was conducted with variations of granulated sugar additions of 0%, 1%, 2%, 3%, 4%, and 5% to assess the spectral response to each variation. The obtained spectral data were analyzed using an Artificial Neural Network (ANN) model optimized with Grid Search. The best parameters included MinMax normalization, Levenberg-Marquardt training function, logsig transfer function, and softmax output function. The best results for crystal coconut sugar purity classification (classification I) were achieved using one hidden layer with 70 neurons, while for granulated sugar mixture level classification (classification II), three hidden layers with a 72-36-18 neuron configuration were used. The accuracy level reached 99.7% for classification 1 and 99.4% for classification 2, with RMSE values of 0.0647 and 0.1293, respectively. The F1 Score for classification I was 99.2, and for classification II was 94.12. The results of this study indicate that the developed portable spectrometer is effective for fast, accurate, and non-destructive quality testing of crystal coconut sugar.
4266446044H1E019022PERANCANGAN INTERVAL PEMELIHARAAN
PADA MESIN BINACCHI USN – 2200
DENGAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) II
(STUDI KASUS PT. GALENIUM PHARMASIA LABORATORIES)
Dampak pertumbuhan dan persaingan global yang cepat dalam industri farmasi, yang memaksa perusahaan untuk mempertahankan proses produksi yang efisien dan efektif. Fokus penelitian ini adalah pada pentingnya perawatan dan pemeliharaan mesin untuk memastikan kontinuitas produksi dan menghindari kerugian akibat kegagalan mesin. Studi kasus pada PT. Galenium Pharmasia Laboratories menunjukkan bahwa perusahaan ini belum menerapkan sistem pemeliharaan yang baik, yang menyebabkan tingginya downtime dan biaya pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang interval pemeliharaan yang dapat meningkatkan keandalan mesin menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) II, yang telah terbukti efektif dalam merancang penjadwalan interval pemeliharaan dan menurunkan downtime. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Reliability Centered Maintenance (RCM) II mampu menghasilkan interval perawatan yang efektif, dengan perubahan nilai kehandalan untuk komponen Pressure Distribution Valve sebesar 94%, untuk komponen Pneumatic Press sebesar 88%, untuk komponen Rotary Encoder sebesar 80%.The impact of rapid growth and global competition in the pharmaceutical industry, which forces companies to maintain efficient and effective production processes. The focus of this research is on the importance of machine care and maintenance to ensure production continuity and avoid losses due to machine failure. A case study at PT Galenium Pharmasia Laboratories shows that this company has not implemented a good maintenance system, which leads to high downtime and maintenance costs. This research aims to design maintenance intervals that can improve machine reliability using the Reliability Centered Maintenance (RCM) II method, which has been proven effective in designing maintenance interval scheduling and reducing downtime. The results showed that Reliability Centered Maintenance (RCM) II was able to produce effective maintenance intervals, with an change in reliability value for Pressure Distribution Valve components by 94%, for Pneumatic Press components by 88%, for Rotary Encoder components by 80%.
4266546047J1C020030Kaitan Ganbaru dengan Stres Kerja Karyawan dalam Anime Aggretsuko Karya RarechoJepang merupakan negara yang dikenal dengan etos kerja masyarakatnya yang sangat baik hingga mampu untuk meningkatkan perekonomian di negara tersebut. Masyarakat Jepang juga merupakan pekerja yang memiliki dedikasi tinggi untuk perusahaan dan berusaha bertahan dalam kondisi sesulit apapun yang didasari oleh pandangan hidup mereka yaitu ganbaru. Namun, masalah mental yang berkaitan dengan ganbaru mulai menjadi isu penting yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap efek negatif ganbaru pada stres kerja karyawan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif untuk mengungkap kaitan antara stres kerja karyawan dengan ganbaru. Teori psikologi kerja oleh Panji Anoraga digunakan sebagai alat analisis. Sumber data yang digunakan merupakan anime Aggretsuko dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang dikemukakan oleh Creswell. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak dan catat yang mengacu kepada teknik analisis data yang dikemukakan oleh Miles dan Hubberman untuk mengetahui keterhubungan sebuah teks, dialog, atau narasi terhadap suatu konteks yang ingin diteliti. Teknik ini mencakup tiga tahap, diantaranya reduksi data yaitu upaya menyimpulkan data, kemudian memilah-milah data dalam satuan konsep, kategori, atau tema tertentu, dilanjutkan dengan penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ganbaru memiliki efek negatif terhadap stres kerja karyawan, karena ganbaru dapat membuat karyawan bertahan dalam kondisi yang merugikan fisik dan mentalnya. Japan is a country known for its strong work ethic, which has significantly boosted its economy. The Japanese people are dedicated workers who strive to remain resilient in any situation, guided by their philosophy of ganbaru. However, mental health issues related to ganbaru have become a significant concern. This study aims to uncover the negative effects of ganbaru on employee work stress. This study is a qualitative descriptive research to uncover the relationship between employee work stress and ganbaru. The work psychology theory by Panji Anoraga is used as an analytical tool. The data source used is the anime Aggretsuko, utilizing the data collection techniques proposed by Creswell. The data analysis technique in this study employs the observation and note-taking method, referring to the data analysis techniques proposed by Miles and Huberman, to understand the relationship between text, dialogue, or narrative and the context being studied. This technique involves three stages: data reduction, which is the process of summarizing the data and sorting it into units of concepts, categories, or specific themes; followed by data presentation; and finally, drawing conclusions or verification. The results indicate that ganbaru negatively affects employee work stress, as ganbaru can lead employees to endure conditions detrimental to their physical and mental health.
4266646043F1B020005Implementasi Program Sulap Sampah Berubah Uang dalam Mendukung Zero Waste Zero Emission di Kabupaten Banyumas (Penelitian tentang Pengelolaan Sampah)Pengelolaan sampah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Banyumas, menghadapi tantangan serius dengan peningkatan volume sampah. Program sulap sampah berubah uang bertujuan mendukung zero waste dan zero emission melalui inovasi digital. Penelitian ini mengkaji proses implementasi program sulap sampah berubah uang dalam mendukung konsep zero waste zero emission di Kabupaten Banyumas dan memberikan base practice implementasi program sulap sampah berubah uang pada daerah-daerah lain di Indonesia. Penelitian ini dikaji menggunakan model implementasi Van Meter dan Van Horn (1975) yang terdiri dari aspek standar dan sasaran kebijakan, sumber daya, komunikasi antarorganisasi dan penguatan aktivitas, karakteristik agen pelaksana dan disposisi implementor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi program sulap sampah berubah uang di Kabupaten Banyumas telah berjalan, namun, implementasi program ini masih terhambat oleh kurangnya standar operasional yang jelas, keterbatasan anggaran, serta tantangan dalam komunikasi dan partisipasi masyarakat.Abstact
Waste management in Indonesia, including in Banyumas Regency, is facing a serious challenge with the increasing waste volume. The waste-to-money program aims to support zero waste and zero emission through digital innovation. This research examines the implementation process of the waste-turned-money program in supporting the concept of zero waste zero emission in Banyumas Regency and provides a basic practice of implementing the waste-to-money program in other regions in Indonesia. This research was studied using the Van Meter and Van Horn (1975) implementation model which consists of aspects of policy standards and objectives, resources, interorganizational communication and strengthening activities, characteristics of implementing agents and disposition of implementers. The method used in this research is a qualitative method with data collection through interviews, observation and documentation. This research shows that the implementation of the waste-to-money program in Banyumas Regency has been running, however, the implementation of this program is still hampered by the lack of clear operational standards, budget limitations, as well as challenges in communication and community participation.
4266746045I1A020068STUDI KOMPARASI FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENGGUNAAN JAMBAN SEHAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAWUNGANTEN KABUPATEN CILACAPLatar Belakang: Diare merupakan penyakit endemis dapat menyebabkan KLB disertai kematian. Kecamatan Kawunganten merupakan kecamatan kedua dengan kasus diare terbanyak di Kabupaten Cilacap. Desa dengan kejadian diare tertinggi dan terendah di Puskesmas Kawunganten yaitu Desa Bojong dan Desa Babakan. Cara mencegah penularan diare dengan menggunakan jamban sehat. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap penggunaan jamban sehat antara desa dengan kejadian diare tertinggi dan desa dengan kejadian diare terendah di wilayah Puskesmas Kawunganten.
Metodologi: Penelitian menggunakan penelitian kuantitatif observasional analitik studi komparatif Desa Bojong dan Desa Babakan, Kecamatan Kawunganten. Populasi yang digunakan seluruh kepala keluarga dan sampel yang digunakan 62 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan equal allocation random sampling.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh variabel budaya BABS masyarakat (p value 0,021) dan tidak terdapat pengaruh variabel tingkat pendidikan, pengetahuan mengenai jamban sehat, sikap mengenai penggunaan jamban sehat, pendapatan keluarga, ketersediaan air bersih, peran tenaga kesehatan, dan peran pemerintah desa. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Susanti (2023) dan Nanda (2023).
Kesimpulan: Budaya merupakah faktor berpengaruh terhadap penggunaan jamban sehat.
Kata Kunci: Jamban sehat, Diare, Puskesmas Kawunganten, Budaya BABS masyarakat 
Background: Diarrhea is an endemic disease that can cause outbreaks accompanied by fatalities. Kawunganten Subdistrict is the second-highest district for diarrhea cases in Cilacap Regency. The villages with the highest and lowest incidences of diarrhea at Kawunganten Health Center are Bojong Village and Babakan Village. The way to prevent diarrhea transmission is by using healthy latrines. This study aims to determine the factors influencing the use of healthy latrines between the village with the highest incidence of diarrhea and the village with the lowest incidence of diarrhea in the Kawunganten Health Center area.
Methodology: The research uses a quantitative observational analytic comparative study in Bojong and Babakan Villages, Kawunganten Subdistrict. The population includes all household heads, with a sample size of 62 individuals. The sampling technique used is equal allocation random sampling.
Results: The results show that there is an influence of the community's open defecation culture variable (p-value 0.021) and no influence of variables such as education level, knowledge about healthy latrines, attitudes toward using healthy latrines, family income, availability of clean water, the role of healthcare workers, and the role of village government. This study is in line with the research by Susanti (2023) and Nanda (2023).
Conclusion: The culture of open defecation is a factor influencing the use of healthy latrines.
Keywords: Healthy latrine, Diarrhea, Kawunganten Health Center, Community open defecation culture

4266846046I1A020049Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Baturraden 2 Kabupaten BanyumasLatar Belakang : Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri
Mycobacterium tuberculosis. Kasus tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas
Baturraden 2 mencapai 56 kasus. Tingginya kasus ini memerlukan penanganan
yang serius. Hal ini dapat dilakukan dengan mencari tahu faktor risikonya agar
dapat ditangani secara tepat.
Tujuan : Menganalisis faktor risiko terjadinya TB di wilayah kerja Puskesmas
Baturraden 2 dan mengidentifikasi faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap
kejadian TB.
Metode : Penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain studi case
control. Pengambilan data menggunakan wawancara dengan kuesioner dan
observasi. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Baturraden 2,
Kabupaten Banyumas pada bulan November 2023 sampai Desember 2023.
Responden berjumlah 50 orang kasus dan 50 orang kontrol.
Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mayoritas responden pada kelompok
kasus dan kontrol mayoritas tidak merokok (82%;84%), tidak memiliki komorbid
(88%), dan tinggal di hunian dengan luas ventilasi tidak memenuhi syarat
(84%;98%). Variabel riwayat kontak (p value = 0,000; OR =66,857) memiliki
hubungan dan merupakan faktor risiko kejadian TB. Variabel yang tidak
berhubungan atau bukan merupakan faktor risiko dengan kejadian TB yaitu umur,
jenis kelamin, pendidikan, jenis pekerjaan, kebiasaan merokok, komorbid,
kepadatan hunian, jenis dinding, jenis lantai, dan luas ventilasi. Hasil analisis
multivariat menunjukkan bahwa faktor yang paling mempengaruhi kejadian TB
adalah riwayat kontak (OR = 66,857).
Kesimpulan : Riwayat kontak merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap
kejadian TB dengan nilai OR = 66,857 yang artinya bahwa orang yang memiliki
riwayat kontak dengan penderita TB berisiko 66,857 kali tertular TB.
Kata Kunci : Tuberkulosis, Faktor Risiko.
Background : Tuberculosis is a disease caused by bacteria Mycobacterium
tuberculosis. Tuberculosis cases in the Baturraden 2 Community Health Center
work area reached 56 cases. This high number of cases requires serious treatment.
This can be done by finding out the risk factors so that they can be treated
appropriately.
Objective : Analyze the risk factors for TB in the working area of Puskesmas
Baturraden 2 and identify the risk factors that most influence the incidence of TB.
Method : Analytical observational research using case control study design. Data
collection using interviews with questionnaires and observations. This research was
carried out in the working area of the Baturraden 2 Health Center, Banyumas
Regency from November 2023 to December 2023. Respondents numbered 50 cases
and 50 controls.
Results : The results of this study showed that the majority of respondents in the
case and control groups did not smoke (82%; 84%), had no comorbidities (88%),
and lived in residences with inadequate ventilation (84%; 98%). The contact history
variable (p value = 0.000; OR = 66.857) has a relationship and is a risk factor for
TB incidence. Variables that are not related or are not risk factors for the incidence
of TB are age, gender, education, type of work, smoking habits, comorbidities,
residential density, wall type, floor type, and ventilation area. The results of
multivariate analysis showed that the factor that most influenced the incidence of
TB was contact history (OR = 66.857).
Conclusions : Contact history is the factor that has the most influence on the
incidence of TB with an OR value = 66.857, which means that people who have a
history of contact with TB sufferers have a 66.857 risk of contracting TB.
Keywords : Tuberculosis, Risk Factors
4266946048J1D019040Pelanggaran Prinsip Kerja Sama dan Prinsip Kesantunan Pada Film Jembatan Pensil (2017) Asmarani, Vera Widya Mughnii. 2024. “Pelanggaran Prinsip Kerja Sama Dan Prinsip Kesantunan Pada Film Jembatan Pensil (2017)”. Skripsi. Purwokerto: Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Jenderal Soedirman.

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pelanggaran prinsip kerja sama dan prinsip kesantunan pada film Jembatan Pensil (2017). Bentuk penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik simak dan catat. Untuk metode analisis data menggunakan metode padan pragmatis. Hasil analisis data pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 27 data yang melanggar prinsip kerja sama dan prinsip kesantunan pada film Jembatan Pensil (2017). Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa jumlah data pada prinsip kerja sama sebanyak 19 data dan jumlah data prinsip kesantunan sebanyak 8 data. Indikator pelanggaran prinsip kerja sama yang sering dilanggar yakni berlebihan, tidak sesuai dengan kebutuhan, mengulang kata, tidak sesuai dengan fakta sebenarnya, memberikan jawaban yang tidak relevan dengan topik pembicaraan, dan ambigu. Indikator pelanggaran pada prinsip kesantunan yang sering dilanggar adalah memaksa, memojokkan mitra tutur, menguntungkan diri sendiri, menghina, meremehkan, tidak menghargai, bersilang anggapan, memiliki sikap antipati dan tidak perduli. Dapat disimpulkan bahwa prinsip berbahasa yakni prinsip kerja sama dan prinsip kesantunan kurang di utamakan di dalam suatu film.
Asmarani, Vera Widya Mughnii. 2024. "Violations of Cooperative Principle and Politeness Principle in the movie 'Pencil Bridge' (2017)". Thesis. Purwokerto: Faculty of Cultural Sciences. Universitas Jenderal Soedirman.
This study aims to describe the violations of the cooperative principle and the politeness principle in the film "Jembatan Pensil" (2017). This research is a descriptive qualitative study. The data collection techniques used are observation and note-taking. The data analysis method employs the pragmatic equivalence method.The results of the data analysis show that there are 27 instances of violations of the cooperative principle and the politeness principle in the film "Jembatan Pensil" (2017). Specifically, there are 19 instances of violations of the cooperative principle and 8 instances of violations of the politeness principle.Indicators of violations of the cooperative principle include being excessive, not matching the needs, repetition of words, not aligning with actual facts, providing irrelevant answers to the topic of conversation, and ambiguity. Indicators of violations of the politeness principle include forcing, cornering the conversational partner, self-serving, insulting, demeaning, disrespecting, misunderstanding, showing antipathy, and indifference. It can be concluded that language principles, namely the cooperative principle and the politeness principle, are not given priority in the movie.
4267046049A1C019044Sistem Navigasi Robot Sprinkler Menggunakan Sensor Inframerah, Sensor Warna, dan Sensor Jarak Berbasis Mikrokontroler Arduino Mega 2560Sistem irigasi di Indonesia masih banyak menggunakan cara konvensional dengan
pengelolaan air yang belum optimal. Salah satunya adalah irigasi sprinkler konvensional
yang masih memiliki banyak kekurangan yaitu memiliki pengeluaran tenaga dan biaya
yang kurang efektif serta instalasi yang kurang layak digunakan pada lahan yang luas.
Maka dari itu diperlukan sistem yang dapat mengurangi kekurangan yang dapat terjadi
apabila menggunakan sistem irigasi secara konvensional. Salah satu caranya adalah dengan
membuat irigasi sprinkler yang dapat bergerak secara otomatis dan dilengkapi dengan
sistem kontrol penyebaran air. Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) merancang sistem
navigasi pada robot sprinkler menggunakan sensor inframerah, sensor warna, dan sensor
jarak berbasis mikrokontroler Arduino Mega 2560, serta (b) melakukan pengujian
performansi sehingga dapat mengetahui kinerja sistem navigasi pada robot sprinkler. Hasil
dari penelitian ini adalah sistem navigasi yang dirancang dengan mikrokontroler Arduino
Mega 2560, input yaitu sensor inframerah, sensor warna TC230, sensor jarak, RTC, serta
output yaitu driver motor dan LCD. Hasil pengujian menunjukkan gerak motor aktual pada
robot sudah tepat dengan perbandingan gerak motor target berdasarkan batasan-batasan
yang sudah diprogram, sehingga robot sudah dapat bergerak secara lancar pada jalur lurus
dan berbelok. Pengujian pada sensor jarak menghasilkan nilai MAPE 17.37% untuk sensor
1 dan 14.37% untuk sensor 2. Pengujian performansi yang tidak menggunakan jalur pada
lahan menghasilkan nilai MAPE sebesar 9.33% yang menunjukkan bahwa sistem sudah
akurat. Sedangkan uji performansi yang menggunakan jalur pada lahan menghasilkan nilai
MAPE sebesar 21% yang berarti sudah layak dipakai. Hasil pengujian tes halang yaitu nilai
MAPE sebesar 0%.
Many irrigation systems in Indonesia still use conventional methods with improper
water management that is not precise. One example is conventional sprinkler irrigation
which still has many shortcomings, namely having ineffective energy and cost expenditure
and installation that is less suitable for use on large areas of land. Therefore, a system is
needed that can reduce deficiencies that can occur when using a conventional irrigation
system. One way is to create sprinkler irrigation that can move automatically and is
equipped with a water distribution control system. The objectives of this research are: (a)
to design a navigation system on a sprinkler robot using infrared sensors and
microcontroller-based color sensors, and (b) to carry out performance testing so that we
can determine the performance of the navigation system on a sprinkler robot. The results
of this research is a navigation system designed with Arduino Mega 2560 microcontroller,
input is infrared sensor, color sensor, distance sensor, Real Time Clock, and output such
as motor driver and LCD. The results indicate the real motor motion test on the robot are
correct with the comparison of the target motor motion based on the programmed
limitations, so that the robot can move smoothly on straight and curved path. Testing on
the proximity sensor produced MAPE values of 17.37% for sensor 1 and 14.37% for sensor
2. The results of simulation performance testing produce MAPE value of 9.33%. While the
performance testing that uses paths on the land produces MAPE value of 21%. The position
of the robot’s wheels on the path is correct throughout the journey and has succeded in
detecting obstacles in the robot’s path with MAPE value of 0%..
4267145997L1A020047DISTRIBUSI SPASIAL-TEMPORAL CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD) PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) SERAYUDaerah Aliran Sungai (DAS) Serayu merupakan aliran sungai yang mengalir melewati Kabupaten Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas dan Cilacap. Banyaknya aktivitas manusia seperti pertanian, pertambangan pasir, wisata, dan pemukiman di kawasan ini dapat menyumbang limbah organik yang pada akhirnya meningkatkan kandungan COD. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kandungan COD dan distribusinya secara spasial-temporal di DAS Serayu tahun 2021 hingga 2023, serta mengetahui pengaruh parameter kualitas perairan lainnya (DO, nitrat, fosfat, TDS) terhadap COD. Data tahun 2021 dan 2022 menggunakan data sekunder yang didapatkan dari BPSDA Serayu-Citanduy, sedangkan data tahun 2023 menggunakan data primer. Pengambilan sampel berdasarkan metode purposive sampling dan dianalisis secara spektrofotometri sesuai SNI 6989.2:2019. Data hasil analisis selanjutnya didisplay distribusinya secara spasial dan temporal menggunakan ArcGIS dan dianalisis keterkaitannya dengan parameter lainnya dengan metode PCA. Berdasarkan analisis distribusi spasial temporal, didapatkan hasil bahwa kandungan COD paling tinggi pada tahun 2021 terdapat di bagian hulu DAS Serayu. Sedangkan pada tahun 2022 dan 2023 kandungan COD tertinggi terdapat pada bagian tengah. Parameter COD pada tahun 2021 searah (positif) dengan TDS dan nitrat, namun berlawanan arah dengan DO dan fosfat. Sedangkan COD pada tahun 2022 dan 2023 berlawanan arah dengan DO, namun serah dengan nitrat, fosfat, dan TDS.The Serayu Watershed flows through Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas and Cilacap. Many agricultural activities, sand mining, tourism and residential activities can contribute to organic waste which can increase COD content. The aim of this research is to determine the COD content and its spatial-temporal distribution in the Serayu Watershed in 2021-2023, as well as determine the influence of other water quality parameters (DO, nitrate, phosphate, TDS) on COD. Data for 2021 and 2022 uses secondary data from BPSDA Serayu-Citanduy, while data for 2023 uses primary data. Samples were taken based on the purposive sampling method and analyzed spectrophotometrically according to SNI 6989.2:2019. The distribution of the data from the analysis is then displayed using ArcGIS and analyzed for its relationship with other parameters using PCA. Spatial-temporal distribution analysis shows that the highest COD content in 2021 will be found in the upper reaches of the Serayu watershed. Meanwhile, 2022 and 2023 is in the middle. The COD parameters in 2021 are in the same direction as TDS and nitrate, but in the opposite direction to DO and phosphate. Meanwhile, COD in 2022 and 2023 is in the opposite direction to DO, but in line with nitrate, phosphate and TDS.
4267246050I1E017026 Analisa Minat Belajar Mata Pelajaran Penjasorkes Siswa SMA Negeri 1 SampangMinat diartikan sebagai suatu rasa lebih suka dan ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh. Pada dasarnya siswa mengikuti suatu kegiatan didasari oleh ajakan atau dorongan untuk mengikuti kegiatan tanpa tahu manfaat dan tujuannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat siswa dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan jasmani olahraga siswa SMAN 1 Sampang. Penelitian ini termasuk kedalam jenis penelitian deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan metode survei. Teknik pengambilan data menggunakan angket. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI di SMAN 1 Sampang. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dan didapat sampel sebanyak 47 siswa. Minat siswa kelas XI dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SMA Negeri 1 Sampang berada dalam kategori sedang dengan presentase yamg paling tinggi. Kategori “sangat rendah” sebesar 1,7% (1 siswa), “rendah” sebesar 21,7% (13 siswa), “sedang” sebesar 41,7% (25 siswa), “tinggi” sebesar 23,3% (14 siswa), dan “sangat tinggi” sebesar 11,6% (7 siswa).Keberhasilan pembelajaran Penjasorkes sangat bergantung pada tingkat minat siswa yang tinggi terhadap materi pembelajaran.Interest is defined as a feeling of preference and interest in something or activity without anyone telling you to. Basically, students take part in an activity based on an invitation or encouragement to take part in the activity without knowing the benefits and purpose. This research aims to determine students' interest in participating in physical education and sports lessons for students at SMAN 1 Sampang. This research is included in the type of quantitative descriptive research, using survey methods. The data collection technique uses a questionnaire. The population in this study were class XI students at SMAN 1 Sampang. This research sample was taken using a simple random sampling technique and a sample of 47 students was obtained. Class XI students' interest in participating in physical education, sports and health at SMA Negeri 1 Sampang is in the medium category with the highest percentage. The category "very low" was 1.7% (1 student), "low" was 21.7% (13 students), "medium" was 41.7% (25 students), "high" was 23.3% ( 14 students), and "very high" at 11.6% (7 students). The success of Physical Education learning is very dependent on the high level of student interest in the learning material.
4267346051F1A020055ANALISIS PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA PENGIKUT TREN OUTFIT OF THE DAY (OOTD) PADA APLIKASI TIKTOKGaya hidup konsumtif ini dikendalikan sepenuhnya oleh teknik pemasaran yang menguasai seluruh kesadaran masyarakat konsumen. Khususnya yang menyangkut diferensiasi diri. Dengan demikian, masyarakat konsumen akan melihat identitas diri ataupun kebebasan mereka sebagai kebebasan memproyeksikan keinginan pada barang-barang industri (Baudrillard). Konten video yang diposting di TikTok dirasa dapat menyampaikan informasi secara singkat dan menarik, hal ini digunakan oleh pengusaha untuk media iklan yang kemudian memunculkan fenomena tren OOTD (Outfit of The Day). Gaya hidup ditimbulkan media sosial telah menciptakan lifestyle konsumtif yaitu hedonisme juga westernisasi di kalangan anak muda Indonesia. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif adalah yaitu dengan menggambarkan secara faktual mengenai fakta lapangan dan sifat yang ada pada objek penelitian secara kualitatif. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa tren outfit of the day pada aplikasi tiktok dapat menimbulkan perilaku konsumtif pada kalangan mahasiswa. adanya kecenderungan untuk berperilaku konsumtif menyebabkan mahasiswa membeli tanpa memperhatikan kegunaan barang tersebut karena mahasiswa sekarang ini memiliki ketertarikan yang cukup besar untuk mengikuti tren yang beredar di pasaran.This consumptive lifestyle is fully controlled by marketing techniques that control the entire awareness of consumer society. Especially when it comes to differentiation. Thus, consumer society will see their self-identity or freedom as freedom to project their desires on industrial goods (Baudrillard). It is felt that video content posted on TikTok can convey information in a short and interesting manner, this is used by entrepreneurs for advertising media which then gave rise to the phenomenon of the OOTD (Outfit of The Day) tren. The lifestyle created by social media has created a consumptive lifestyle, namely hedonism and westernization among young Indonesians. In this study using a qualitative research method is to describe factually regarding the facts of the field and the characteristics that exist in the object of research qualitatively. The results of this study found that the outfit of the day tren in the tiktok application can lead to consumptive behavior among students. the tendency to behave consumptively causes students to buy without paying attention to the use of these goods because students now have a considerable interest in following the trens circulating in the market.
4267446052J1D020034KLASIFIKASI EMOSI DAN PENYEBAB EMOSI TOKOH-TOKOH DALAM NOVEL BUMI DAN LUKANYA KARYA REVIANA APRILIANDINIAprianti, Endah Rizki. 2024. “Klasifikasi Emosi dan Penyebab Emosi Tokoh-
Tokoh dalam Novel Bumi dan Lukanya Karya Reviana Apriliandini “.
Skripsi. Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman.

Penelitian ini berawal dari masalah masing-masing tokoh dan hubungan antar tokoh dalam novel Bumi dan Lukanya Karya Reviana Apriliandini yang saling berintaksi sehingga menciptakan permasalahan dan memicu emosi dalam cerita. Terdapat berbagai kejadian yang dialami tokoh sehingga menyebabkan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan klasifikasi emosi dan penyebab emosi tokoh-tokoh dalam novel Bumi dan Lukanya karya Reviana Apriliandini.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan klasifikasi emosi dan penyebab emosi tokoh-tokoh dalam novel Bumi dan Lukanya karya Reviana Apriliandini dengan metode analisis isi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik baca dan catat. Data dianalisis menggunakan teknik analisis Miles dan Huberman. Teknik yang digunakan untuk memvalidasi penelitian ini yaitu triangulasi teori.
Hasil penelitian terdapat emosi dan penyebab emosi pada tokoh Bumi, Senjani, Clarissa, Johan, Azri dan Janu sebanyak 104 data klasifikasi emosi dengan menggunakan kajian psikologi sastra prspektif David Krech antara lain: (1) emosi dasar berupa emosi kegembiraan, marah, takut, dan sedih 66 data (2) emosi yang berhubungan dengan stimulasi sensorik berupa emosi sakit dan kenikmatan 8 data (3) emosi yang berhubungan dengan penilaian diri sendiri berupa emosi sukses dan gagal, bangga dan malu, bersalah dan menyesal 16 data (4) emosi yang berhubungan dengan orang lain berupa emosi cinta dan benci 14 data. Emosi yang ada dari tokoh-tokoh tersebut disebabkan karena faktor penyebab emosi menurut Hude antara lain mahluk biologis 11 data, tekstur 2 data, suara 1 data, sikap dan tingkah laku 39 data, situasi dan kondisi 43 data, fantasi dan ilusi 8 data. Oleh karena itu klasifikasi emosi yang dominan adalah emosi dasar, sedangkan penyebab emosi yang dominan adalah karena situasi dan kondisi.
Aprianti, Endah Rizki. 2024. "Classification of Emotions and Causes of Emotions of the Characters in the Novel Bumi dan Lukanya By Reviana Apriliandini". Thesis. Faculty of Humanities, Universitas Jenderal Soedirman.

This research begins with the problems of each character and the relationship between characters in the novel Bumi dan Lukanya by Reviana Apriliandini who interact with each other to create problems and trigger emotions in the story. There are various events experienced by the characters that cause emotions. This study aims to describe the classification of emotions and the causes of emotions of the characters in the novel Bumi dan Lukanya by Reviana Apriliandini.
This research uses a descriptive qualitative approach that describes the classification of emotions and the causes of emotions of the characters in the novel Bumi dan Lukanya by Reviana Apriliandini using the content analysis method. The data collection techniques used were reading and note-taking techniques. The data were analysed using the Miles and Huberman analysis technique. The technique used to validate this research is theoretical triangulation.
The results of the study found emotions and causes of emotions in the characters of Bumi, Senjani, Clarissa, Johan, Azri and Janu as much as 104 data of emotion classification using David Krech's perspective literary psychology studies, among others: (1) basic emotions in the form of emotions of joy, anger, fear, and sadness 66 data (2) emotions related to sensory stimulation in the form of emotions of pain and pleasure 8 data (3) emotions related to self-assessment in the form of emotions of success and failure, pride and shame, guilt and regret 16 data (4) emotions related to other people in the form of emotions of love and hate 14 data. The existing emotions of the characters are caused by factors that cause emotions according to Hude, including biological creatures 11 data, texture 2 data, sound 1 data, attitudes and behaviour 39 data, situations and conditions 43 data, fantasy and illusion 8 data. Therefore, the dominant emotion classification is basic emotion, while the dominant cause of emotion is due to situations and conditions.


4267546053F1A020086PERAN EDUKASI ORANG TUA DALAM PEMBIASAAN PEMBERIAN MAKAN ANAK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING (STUDI DI DESA GANDATAPA KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS)Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan pengetahuan para orang tua balita terkait kasus stunting; upaya yang dilakukan orang tua balita untuk mencegah stunting; dan penerapan edukasi orang tua balita tentang pola makan untuk mencegah stunting pada balita. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sasaran penelitian ini yaitu 9 informan utama dengan kriteria , ibu yang memiliki balita stunting yang telah mengikuti kelas stunting, bayi dengan berat badan lahir rendah dan atau tinggi badan kurang, balita yang masi dalam MP-ASI; dan informan pendukung yaitu Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), serta tenaga kesehatan (ahli gizi). Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Kemudian, metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1)Pengetahuan orang tua balita terkait kasus stunting dapat terbagi menjadi tiga kategori, yaitu tingkat pemahaman tinggi, sedang dan rendah; 2) Upaya yang dilakukan orang tua balita untuk mencegah stunting pada balita dilakukan dengan pemberian edukasi dalam kelas stunting yang diadakan oleh pihak terkait dengan memfokuskan pada dua intervensi yakni intervensi gizi sensitive dan intervensi spesifik; 3) Penerapan edukasi orang tua balita tentang pola makan untuk pencegahan stunting menunjukkan bahwa sebenarnya orang tua memahami pola pemberian makan yang baik dan benar. Akan tetapi, beberapa informan merasa terkendala sebab adanya faktor ekonomi, pola pikir, dan lingkungan yang tidak mendukung. Hal tersebut kemudian berdampak pada kasus stunting yang terjadi di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten banyumas. This research aims to describe and explain the knowledge of parents of toddlers regarding stunting cases; efforts made by parents of toddlers to prevent stunting; and implementing education for parents of toddlers about eating patterns to prevent stunting in toddlers. This research uses descriptive qualitative methods. The targets of this research were 9 main informants with the following criteria: mothers who have stunted toddlers who have attended stunting classes, babies with low birth weight and/or low height, toddlers who are still on MP-ASI; and supporting informants, namely Family Planning Field Officers (PLKB), and health workers (nutrition experts). This research uses a purposive sampling technique. Then, the data collection method in this research uses observation techniques, in-depth interviews and documentation. The research results show that: 1) The knowledge of parents of toddlers regarding stunting cases can be divided into three categories, namely high, medium and low levels of understanding; 2) Efforts made by parents of toddlers to prevent stunting in toddlers are carried out by providing education in stunting classes held by related parties by focusing on two interventions, namely sensitive nutrition interventions and specific interventions; 3) The implementation of education by parents of toddlers about eating patterns to prevent stunting shows that parents actually understand good and correct feeding patterns. However, several informants felt constrained due to economic factors, thought patterns and an unsupportive environment. This then had an impact on stunting cases that occurred in Gandatapa Village, Sumbang District, Banyumas Regency.
4267646054F1A017093PENGGEMAR REPTIL BANYUMAS SATRIA DALAM UPAYA PELESTARIAN BINATANG REPTILPenelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena perilaku anggota Komunitas Pecinta Reptil Banyumas Satria dalam pelestarian hewan reptil. Banyaknya eksistensi penghobi hewan reptil menjadi dampak terancamnya hewan reptil. Gerakan perilaku anggota komunitas Pecinta Reptil Banyumas Satria menjadi bukti keperduliaan kelestarian hewan reptil di alam. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menggambarkan bagaimana komunitas ini berkontribusi pada pelestarian reptil melalui rescue, breeding, monitoring, dan edukasi kepada masyarakat. Penelitian mengadopsi Teori Sosiologi Organisasi Max Weber untuk memahami struktur dan kegiatan komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat masyarakat Banyumas yang meningkat terhadap hewan reptil berkontribusi pada peran aktif komunitas dalam menjaga populasi dan memberikan pemahaman tentang reptil. Proses organisasi komunitas yang terstruktur rapi dan kecintaan anggota terhadap reptil memfasilitasi gerakan pelestarian lingkungan yang telah menjadi tradisi dalam komunitas.This study is motivated by the behavior of members of the Banyumas Satria Reptile Lovers Community in reptile conservation. The growing number of reptile enthusiasts has led to concerns about the potential threats to reptile populations. The actions of the Banyumas Satria Reptile Lovers Community demonstrate their commitment to the conservation of reptiles in their natural habitat. Using a descriptive qualitative method, this research illustrates how the community contributes to reptile preservation through rescue operations, breeding programs, monitoring, and public education. The study employs Max Weber’s Theory of Organizational Sociology to understand the community's structure and activities. The findings reveal that the increasing interest in reptiles among the Banyumas population contributes to the community's active role in maintaining reptile populations and educating the public about reptiles. The well-structured organization of the community and the members' passion for reptiles facilitate environmental conservation efforts that have become a tradition within the community.
4267746055A1F017071Pengaruh Proporsi Xanthan Gum dan CMC (Carboxymethyl cellulose) serta Proses Pemasakan terhadap Sifat Fisik Mi Basah Berbasis Mocaf dan SpirulinaIndonesia tidak memproduksi gandum di dalam negeri dan sangat bergantung pada impor gandum untuk memenuhi permintaan pangan berbahan dasar tepung terigu. Walaupun impor gandum di Indonesia sempat mengalami penurunan, konsumsi mi instant yang merupakan produk makanan berbahan dasar tepung terigu masih sangat tinggi. Saat ini banyak olahan pangan lokal yang dikembangkan salah satunya adalah mi basah yang terbuat dari tepung mocaf. Namun dalam hal nutrisi, tepung mocaf memiliki kandungan protein yang lebih rendah daripada tepung terigu yang terbuat dari gandum. Penambahan spirulina pada mi basah diharapkan dapat berkontribusi memenuhi asupan kebutuhan protein harian. Namun, pembuatan mi dari tepung mocaf tanpa adanya campuran tepung terigu dapat berpengaruh pada beberapa variabel mutu produk mi sehingga perlu ditambahkan bahan lain yaitu sejenis hidrokoloid yang dapat membantu dalam memperbaiki pembentukan tekstur pada mi basah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari berbagai proporsi xanthan gum dan CMC terhadap sifat fisik pada mi basah, mengetahui pengaruh proses pemasakan terhadap sifat fisik pada mi basah, dan mengetahui kombinasi perlakuan hidrokoloid dan proses pemasakan terbaik dalam pembuatan mi basah. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan variasi proporsi xanthan gum dan carboxymethyl cellulose (CMC) secara signifikan mempengaruhi nilai warna (L*, a*, dan b*) dan tekstur (gumminess dan cohesiveness) pada mi basah. Variasi proses pemasakan, seperti pengukusan dan perebusan, memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai warna (L* dan a*) serta dalam parameter tekstur (gumminess dan stringiness). Perlakuan terbaik berdasarkan nilai warna yaitu sampel H6P1 (0% xanthan gum : 2% CMC, dikukus), sedangkan berdasarkan nilai tekstur yaitu sampel H5P1 (0,4% xanthan gum : 1,6% CMC, dikukus).Indonesia does not produce wheat domestically and relies heavily on wheat imports to meet the demand for wheat-based foods. Although wheat imports in Indonesia had decreased, the consumption of instant noodles, which is a food product made from wheat flour, is still very high. Currently, many local food preparations have been developed, one of which is wet noodles made from mocaf flour. But in terms of nutrition, mocaf flour has a lower protein content than wheat flour made from wheat. The addition of spirulina to wet noodles is expected to contribute to meeting daily protein intake. However, making noodles from mocaf flour without a mixture of wheat flour can affect several variables in the quality of noodle products so it is necessary to add other ingredients, namely a type of hydrocolloid that can help in improving the formation of texture in wet noodles. This study aims to determine the influence of various proportions of xanthan gum and CMC on the physical properties of wet noodles, to determine the influence of the cooking process on the physical properties of wet noodles, and to determine the combination of hydrocolloid treatment and the best cooking process in making wet noodles. Based on the results of the study, the use of variations in the proportions of xanthan gum and carboxymethyl cellulose (CMC) significantly affected the color value (L*, a*, and b*) and texture (gumminess and cohesiveness) in wet noodles. Variations in the cooking process, such as steaming and boiling, exert a significant influence on the color value (L* and a*) as well as in the texture parameters (gumminess and stringiness). The best treatment based on color value was H6P1 sample (0% xanthan gum: 2% CMC, steamed), while based on texture value, namely H5P1 sample (0.4% xanthan gum: 1.6% CMC, steamed).
4267846056C1C017087Pengaruh Leverage dan Growth Opportunity terhadap Earning Response Coefficient (ERC) dengan Kinerja Lingkungan sebagai Moderating VariablePenelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh leverage dan growth opportunity terhadap earning response coefficient serta menguji dan menganalisis peranan kinerja lingkungan dalam memoderasi pengaruh leverage dan growth opportunity terhadap earning response coefficient. Populasi pada penelitian ini mencakup perusahaan dalam klasifikasi industri pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023. Sampel diseleksi melalui metode purposive sampling berdasarkan beberapa kriteria sehingga diperoleh total sampel sebanyak 85 data perusahaan untuk periode observasi selama 5 tahun.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) leverage tidak berpengaruh terhadap earning response coefficient; (2) growth opportunity berpengaruh positif terhadap earning response coefficient; (3) kinerja lingkungan tidak memoderasi hubungan leverage dengan earning response coefficient; dan (4) kinerja lingkungan tidak memoderasi hubungan growth opportunity dengan earning response coefficient. Penelitian ini memberikan pandangan terkait pentingnya earning response coefficient bagi perusahaan dan merekomendasikan upaya yang dapat dilakukan perusahaan untuk meningkatkan respon pasar melalui peluang pertumbuhan (growth opportunity) perusahaan. Penelitian ini juga menekankan pada perusahaan untuk lebih memperhatikan relevansi nilai dari informasi laba yang akan dipublikasikan agar mendapatkan penilaian positif dari investor terkait kinerja perusahaan.
The purpose of this research is to test and analyze the effect of leverage and growth opportunity on the earning response coefficient and to test and analyze the role of environmental performance to moderate the effect of leverage and growth opportunity on the earning response coefficient. The population in this study includes companies in the mining industry classification listed on the Indonesia Stock Exchange in 2019-2023. The sample was selected through a purposive sampling method based on several criteria so that a total sample of 85 company data was obtained for an observation period of 5 years.
The results of this study indicate that: (1) leverage has no effect on the earning response coefficient; (2) growth opportunity has a positive effect on the earning response coefficient; (3) environmental performance does not moderate the relationship between leverage and earning response coefficient; and (4) environmental performance does not moderate the relationship between growth opportunity and earning response coefficient. This study provides insight into the importance of the earning response coefficient for companies and recommends efforts that companies can make to improve market response through the company's growth opportunities. This study also emphasizes that companies should pay more attention to the value relevance of the earnings information to be published in order to get a positive assessment from investors regarding the company's performance.
4267946272C1C020004PENGARUH LITERASI KEUANGAN, KOMPETENSI SUMBERDAYA MANUSIA, DAN DIGITALISASI MARKETING TERHADAP KINERJA UMKM BIDANG KULINER DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data primer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh literasi keuangan, kompetensi sumberdaya manusia, dan digitalisasi marketing terhadap kinerja UMKM bidang kuliner di Kabupaten Banyumas. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan metode penyebaran kuisioner secara offline dan online. Populasi penelitian adalah UMKM bidang kuliner di Kabupaten Banyumas yang terdapat pada akun instagram SSCPurwokerto. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 81 responden UMKM bidang kuliner dengan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Statistical Package for the Sosial Sciences (SPSS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Literasi keuangan berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM, (2) Kompetensi sumberdaya manusia berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM, (3) Digitalisasi marketing berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM. Implikasi pada penelitian ini yaitu diharapkan kepada pihak pemerintah untuk turut andil dalam peningkatan kinerja UMKM yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pelaku UMKM juga lebih meningkatkan lagi mengenai faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kinerja dari UMKM itu sendiri agar usaha yang dijalankan dapat berkembang dan jauh lebih baik untuk jangka yang panjang.This study is a quantitative research using primary data. This study aims to find out and analyze the influence of financial literacy, human resource competence, and marketing digitalization on the performance of MSMEs in the culinary sector in Banyumas Regency. The research data collection technique uses the offline and online questionnaire distribution method. The research population is MSMEs in the culinary sector in Banyumas Regency which is found on the SSCPurwokerto Instagram account. The sample in this study was 81 MSME respondents in the culinary field with a sampling technique, namely simple random sampling. The data analysis in this study uses the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). The results of this study show that: (1) Financial literacy has a positive effect on the performance of MSMEs, (2) Human resource competence has a positive effect on the performance of MSMEs, (3) Digitalization marketing has a positive effect on the performance of MSMEs. The implication of this study is that it is expected that the government will take part in improving the performance of MSMEs which is influenced by several factors. MSME actors also improve even more about what factors can affect the performance of the MSMEs themselves so that the business they run can develop and be much better in the long term.
4268046057H1D020090IMPLEMENTASI LARAVEL FULL STACK DEVELOPMENT DALAM PENGEMBANGAN SISTEM KERJA SAMA LPPM UNSOEDPerkembangan teknologi informasi saat ini berkembang sekian pesat, banyak sekali perusahaan maupun instansi yang ingin meningkatkan proses kerjanya dengan menggunakan sebuah sistem informasi untuk mengolah data agar lebih cepat, efisien, dan menghemat ruang. Sistem kerja sama LPPM Universitas Jenderal Soedirman dalam proses bisnisnya masih menggunakan cara konvensional dalam pengerjaannya. Hal itu dirasa kurang efisien dalam proses kerja sama mitra dengan pihak LPPM. Selain itu proses pemonitoran pun sulit untuk dilakukan bagi pihak internal LPPM untuk mengetahui progres dari setiap kerja sama yang diajukan. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh solusi bagi LPPM Unsoed dalam meningkatkan produktivitas proses bisnis kerja sama dengan mitra, yang diterapkan dalam sebuah sistem informasi kerja sama yang dibangun dengan framework laravel dan pada tahapannya menggunakan metode waterfall yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kinerja pihak LPPM Universitas Jenderal Soedirman. Hasil pengujian aplikasi dilakukan dengan metode Black Box Testing yang menunjukkan hasil valid pada setiap skenario uji.Information technology advancement is progressing rapidly, with many companies and institutions seeking to enhance their workflows by utilizing an information system to process data more quickly, efficiently, and with space savings. The collaboration system at LPPM Universitas Jenderal Soedirman still relies on conventional methods in its business processes. This approach is considered less efficient for managing collaborations between partners and LPPM. Additionally, monitoring the progress of each collaboration is challenging for LPPM's internal team. This research aims to provide a solution for LPPM Unsoed to improve the productivity of its business processes with partners, implemented through a collaboration information system built with the Laravel framework and developed using the waterfall method. It is hoped that this system will enhance the productivity of LPPM Universitas Jenderal Soedirman's performance. The application testing was conducted using Black Box Testing, which showed valid results for every test scenario.