Artikelilmiahs
Menampilkan 42.681-42.700 dari 48.838 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 42681 | 46059 | I1C020038 | FORMULASI DAN KARAKTERISASI SOLID LIPID NANOPARTIKEL EKSTRAK ETANOL SAMBILOTO (Andrographis paniculata) SEBAGAI HEPATOPROTEKTOR | Latar belakang: Penyakit hati menyebabkan sekitar 56.585 kematian setiap tahun, menjadikannya penyebab kematian ke-9 di dunia. Sambiloto (Andrographis paniculata) memiliki efek hepatoprotektor berkat andrografolid, namun bioavailabilitasnya rendah. Solid Lipid Nanoparticle (SLN) dapat meningkatkan bioavailabilitas dengan melindungi zat aktif dari degradasi kimia dan enzimatik. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk membuat SLN dari ekstrak etanol sambiloto menggunakan metode High Shear Homogenization, yang memiliki karakteristik baik. Metodologi: SLN ekstrak etanol sambiloto dibuat menggunakan metode High Shear Homogenization dengan bahan-bahan mencakup lipid asam stearat dan surfaktan Tween 80 dan PEG 400. Karakterisasi SLN meliputi ukuran partikel, distribusi ukuran nanopartikel, morfologi, zeta potensial, dan stabilitas fisik. Hasil Penelitian: Formula SLN ekstrak etanol sambiloto terpilih yaitu ekstrak etanol sambiloto 0,1 g dengan menggunakan asam stearat 0,5 g. SLN ekstrak etanol sambiloto yang terpilih berbentuk sferis atau bulat perjal dengan ukuran rata – rata partikel 23,037 ± 7,96 nm, nilai Polydispersity Index (PDI) 0,244 ± 0,0488, nilai zeta potensial sebesar -27,30 ± 11,19 mV, dan memiliki stabilitas fisik yang baik. Kesimpulan: SLN ekstrak etanol sambiloto yang terbentuk merupakan partikel berukuran nanometer, distribusi ukuran partikelnya baik, morfologinya berbentuk sferis atau bulat perjal, bermuatan negatif dan memiliki stabilitas fisik yang baik | Background: Liver disease causes approximately 56,585 deaths annually, making it the 9th leading cause of death globally. Andrographis paniculata (Sambiloto) has hepatoprotective effects due to its main compound, andrographolide, but its bioavailability is low. Solid Lipid Nanoparticles (SLN) can enhance bioavailability by protecting active compounds from chemical and enzymatic degradation. Objective: This study aims to formulate SLN from Andrographis paniculata ethanol extract using High Shear Homogenization with desirable characteristics. Methodology: SLN were prepared using High Shear Homogenization with stearic acid as the lipid and Tween 80 and PEG 400 as surfactants. Characterization included particle size, nanoparticle size distribution, morphology, zeta potential, and physical stability. Results: The optimal SLN formulation contained 0.1 g of Andrographis paniculata ethanol extract and 0.5 g of stearic acid. The SLN were spherical with an average particle size of 23.037 ± 7.96 nm, a Polydispersity Index (PDI) of 0.244 ± 0.0488, a zeta potential of -27.30 ± 11.19 mV, and good physical stability. Conclusion: The formulated SLN of Andrographis paniculata ethanol extract are nanometer-sized particles with good size distribution, spherical morphology, negative charge, and good physical stability. | |
| 42682 | 46060 | B1B017044 | ESTIMATION OF CARBON STOCK OF PINE (Pinus merkusii Jungh et de Vriese) IN TAMAN WISATA ALAM GUNUNG PANCAR | Pemanasan global terjadi akibat efek rumah kaca yang disebabkan oleh peningkatan konsentrasi karbon dioksida (CO2) dan gas atmosfer lainnya. Konsentrasi CO2 di atmosfer dapat menurun melalui penyerapan oleh vegetasi hutan dan menyimpannya dalam biomassa. Oleh karena itu, tumbuhan atau pepohonan di hutan berfungsi sebagai penyimpan karbon. Pohon pinus merupakan salah satu jenis pohon yang bisa diandalkan sebagai penyimpan karbon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan umur pohon pinus dengan simpanan karbon serta mengetahui pada umur berapa simpanan karbon tertinggi di Hutan Pinus Taman Wisata Alam Gunung Pancar. Kajian stok karbon ini menggunakan metode nondestruktif. Pohon pinus dikelompokkan berdasarkan umur pohon yaitu 10 tahun, 17 tahun, dan 20 tahun. Parameter yang diamati adalah kepadatan populasi pohon dan diameter batang setinggi dada. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) yang dilanjutkan dengan analisis Least Significant Difference (LSD) dengan tingkat kesalahan 5%. Selain itu, analisis regresi juga dilakukan untuk mengetahui hubungan umur pohon pinus dengan cadangan karbon serta umur tegakan pinus yang optimal dalam menyimpan karbon. Analisis varians dan analisis regresi dilakukan dengan menggunakan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur tegakan pinus sangat mempengaruhi biomassa dan cadangan karbon pada berbagai umur yang diteliti. Pinus menyimpan cadangan karbon paling banyak pada umur 20 tahun yaitu sebesar 399.380 ton.ha-1, dan pada umur 10 tahun mempunyai simpanan karbon paling rendah yaitu sebesar 89.287 ton.ha-1 . Hasil tersebut menunjukkan bahwa umur tegakan pinus mempunyai pola hubungan eksponensial terhadap biomassa dan cadangan karbon tegakan pinus. | Global warming occurs due to the greenhouse effect caused by increasing concentrations of carbon dioxide (CO2) and other atmospheric gases. The concentration of CO2 in the atmosphere can decrease through absorption by forest vegetation and storing it in biomass. Therefore, plants or trees in the forest function as carbon storage and depositors. A pine tree is one type of tree that can be relied on as a carbon store. The purpose of this study was to determine the relationship between the age of pine trees and carbon storage and to determine at what age the highest carbon storage is in the Pine Forest of Taman Wisata Alam Gunung Pancar. This carbon stock study used a nondestructive method. Pine trees were grouped based on tree age, namely 10 years, 17 years, and 20 years. The parameters observed are tree population density and trunk diameter at breast height. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) followed by Least Significant Difference (LSD) analysis with a 5% error rate. In addition, regression analysis was also carried out to determine the relationship between pine tree age and carbon stock and the optimal age of pine stands in storing carbon. Variance analysis and regression analysis were carried out using SPSS software. The results showed that the age of pine stands greatly affected biomass and carbon stocks at various ages studied. Pine stored the most extensive carbon stock at the age of 20 years, with an amount of 399,380 tons.ha-1, and at the age of 10 years, it had the lowest carbon stock, with an amount of 89,287 tons.ha-1. These results indicate that the age of pine stands has an exponential relationship pattern with the biomass and carbon stocks of pine stands. | |
| 42683 | 46061 | B1B017018 | ESTIMATION OF BIOMASS AND CARBON STOCK OF AUSTRALIAN PINE (Casuarina equisetifolia L) IN TEGALKAMULYAN BEACH CILACAP | Pemanasan global disebabkan oleh gas rumah kaca di atmosfer akibat aktivitas industri yang menggunakan bahan bakar fosil. Tumbuhan mempunyai peran sebagai penyerap CO2 dari udara. Mereka memiliki kemampuan asimilasi karbon yang tinggi dan tingkat penyerapan. Besarnya laju fotosintesis suatu tegakan berkaitan dengan kandungan klorofil, jumlah stomata pada daun, dan umur tegakan. Jasa ekosistem penting dari hutan pantai, termasuk perkebunan pinus Australia baru-baru ini mendapat pengakuan besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan umur dengan simpanan karbon serta mengetahui pada umur berapa simpanan karbon lebih tinggi pada pinus Australia di Pantai Tegalkamulyan, Cilacap, Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah cluster random sampling dengan analisis ANOVA. Kemudian, hasil analisis tersebut dilanjutkan dengan pengujian lebih lanjut menggunakan LSD dengan tingkat kesalahan 5% untuk menentukan umur pinus Australia yang paling optimal dalam menyimpan biomassa dan stok karbon. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya korelasi positif antara kelas umur dan estimasi stok karbon pada pinus Australia. Perhitungan cadangan karbon menunjukkan bahwa cadangan karbon terendah terdapat pada kelompok umur 3 tahun dengan rata-rata 19,9 ton ha-1, sedangkan cadangan karbon tertinggi terdapat pada kelompok umur 8 tahun dengan rata-rata 78,03 ton. ha-1. Pinus Australia mempengaruhi biomassa dan stok karbon, semakin tua tegakan maka biomassa dan stok karbon yang dihasilkan semakin besar. Usia pinus Australia mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap biomassa dan stok karbon. Umur tegakan yang optimal untuk menyimpan biomassa dan cadangan karbon adalah tegakan yang berumur antara 8 tahun. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa umur tegakan dan stok karbon memiliki hubungan eksponensial, dimana 94,8% stok karbon pinus Australia dipengaruhi oleh umur tegakan dan 5,2% dipengaruhi oleh faktor lain. | Global warming is caused by greenhouse gases in the atmosphere resulting from industrial activities that use fossil fuels. Plants have a role as CO2 absorbers from the air. They have high carbon assimilation ability and an absorption rate. The magnitude of the stand's photosynthesis rate is related to the chlorophyll content, the amount of stomata in the leaves, and the age of the stands. Important ecosystem services from coastal forests, including Australian pine plantations have recently received great recognition. This study was aimed to determine the relationship between age and stored carbon and to find out at what age the stored carbon was higher in Australian pine at Tegalkamulyan Beach, Cilacap, Central Java. The method used was a cluster random sampling with analysis of ANOVA. Then, the results of the analysis were followed by further tests using LSD with an error rate of 5% to determine the age of the most optimum Australian pine in storing biomass and carbon stocks. The results of this study indicated a positive correlation between age classes and estimates of carbon stock in Australian pine. The carbon stock calculation showed that the lowest carbon stock is in the 3-year age group, with an average of 19.9 ton.ha-1, while the taller carbon stock is in the 8-years age group with an average of 78.03 ton.ha-1. Australian pine affected biomass and carbon stock, the older the stand, the greater the biomass and carbon stock produced. The age of the Australian pine has a significant effect on biomass and carbon stocks. The stand age, which is optimum for storing biomass and carbon stock are stands that are between the ages of 8 years. The regression analysis results showed that the age of the stands and the carbon stock had an exponential relationship, with 94.8% of the Australian pine carbon stock being influenced by the stand age and 5.2% being influenced by other factors. | |
| 42684 | 46062 | K1C018054 | KAJIAN TINGKAT KERAWANAN GEMPA BUMI WILAYAH KECAMATAN KALIBENING KABUPATEN BANJARNEGARA BERDASARKAN KEADAAN GEOLOGI DAN ANALISIS PEAK GROUND ACCELERATION (PGA) | Peak Ground Acceleration (PGA) merupakan nilai percepatan getaran tanah yang tertinggi pada suatu wilayah ketika terjadinya bencana alam gempa bumi. Penelitian kali ini bertujuan untuk memetakan kerwanan gempa bumi berdasarkan kekuatan maghnitudo, dengan menentukan nilai Peak Ground Acceleration (PGA) menggunakan persamaan Fukushima Tanaka sebesar 0,00911-0,050 g serta keadaan geologi di daerah Kecamatan Kalibening Banjarnegara. Data gempa bumi Kecamatan Kalibening Kabupaten Banjarnegara tahun 2018 di dapatkan dari rekaman alat Accelorograph BMKG Senin, 18 April 2018 pukul 06.28 WIB dengan kedalaman 12 km Koordinat 7,21o LS dan 109,67o BT dengan kekuatan M > 4. Kemudian data gempa bumi di olah dan di buat peta kerawanan dengan menggunakan software ArcMap 10.4 dengan menggunakan metode skoring AHP (Analytic Hierarchy Process) berdasarkan keadaan geologi di Kecamatan Kalibening. Hasil pengolahan serta perhitungan menunjukan desa paling rawan terhadap guncangan gempa bumi berada pada desa gunung langit bagian barat, sikumpul bagian barat, sidakangen bagian barat, kali bombong bagian timur, dan desa kalisat kidul bagian barat. | Peak Ground Acceleration (PGA) is the highest ground vibration acceleration value in an area when an earthquake occurs. This research aims to map earthquake vulnerability based on magnitude, by determining the Peak Ground Acceleration (PGA) value using the Fukushima Tanaka equation of 0.00911-0.050 g as well as the geological conditions in the Kalibening Banjarnegara District area. Earthquake data for Kalibening District, Banjarnegara Regency in 2018 was obtained from recordings from the BMKG Accelorograph tool Monday, April 18 2018 at 06.28 WIB with a depth of 12 km with coordinates 7.21o South Latitude and 109.67o East Longitude with a strength of M > 4. Then the earthquake data was processed and a vulnerability map was created using ArcMap 10.4 software using the AHP (Analytic Hierarchy Process) scoring method based on the geological conditions in Kalibening District. The results of processing and calculations show that the villages most vulnerable to earthquake shocks are the western part of Gunung Langit village, the western part of Sikumpul, the western part of Sidakangen, the eastern part of Kali Bombong, and the western part of Kalisat Kidul village. | |
| 42685 | 46082 | J0B019016 | Pembuatan video kompilasi berita berita baturaden dari portal berita daring iNews berbahasa mandarin sebagai upaya promosi wisata baturaden | Penelitian ini bertujuan untuk mempromosikan Baturaden sebagai destinasi wisata yang berlokasi di lereng Gunung Slamet, Jawa Tengah melalui video promosi berbahasa Mandarin. Baturraden dikenal karena keindahan alam dan kekayaan budaya lokalnya. Untuk memperluas jangkauan pasar internasional, terutama wisatawan berbahasa Mandarin, maka diperlukan promosi yang lebih efektif. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menganalisis berita daring tentang Baturraden dari portal iNews yang diterbitkan antara tahun 2017 hingga 2022. Berita-berita ini diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin dan kemudian digunakan untuk membuat video promosi dengan teknik voice-over. Video ini kemudian diunggah ke TikTok karena popularitasnya di kalangan pengguna media sosial internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video promosi berbahasa Mandarin efektif dalam meningkatkan kesadaran dan minat wisatawan asing terhadap Baturraden. TikTok terbukti sebagai platform distribusi yang efektif dalam menjangkau audiens global, khususnya pengguna berbahasa Mandarin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa digitalisasi dan pemanfaatan media sosial, seperti TikTok, sangat penting dalam strategi promosi pariwisata untuk meningkatkan citra dan daya tarik destinasi di tingkat internasional. | This research aims to promote Baturaden as a tourist destination located on the slopes of Mount Slamet, Central Java through a promotional video in Mandarin. Baturraden is known for its natural beauty and rich local culture. To expand the reach of the international market, especially Chinese-speaking tourists, more effective promotion is needed. The method used is qualitative with a case study approach. This research analyzed online news about Baturraden from the iNews portal published between 2017 and 2022. These news stories were translated into Mandarin and then used to create a promotional video with voice-over techniques. The video was then uploaded to TikTok due to its popularity among international social media users. The results showed that the Chinese promotional video was effective in increasing foreign tourists' awareness and interest in Baturraden. TikTok proved to be an effective distribution platform in reaching a global audience, especially Chinese-speaking users. This research concludes that digitalization and the utilization of social media, such as TikTok, are essential in tourism promotion strategies to improve the image and attractiveness of destinations at the international level. | |
| 42686 | 46098 | F1C020073 | KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DI KALANGAN MAHASISWA FISIP UNSOED (STUDI KASUS MAHASISWA ETNIS BANYUMAS DAN MAHASISWA ETNIS JAKARTA) | Lingkungan kampus sebagai tempat berkumpulnya mahasiswa dari beragam etnis semakin membuka lembar terjadinya interaksi yang dilakukan oleh mahasiswa dengan latar belakang budaya yang berbeda. Terjadinya interaksi yang dilakukan oleh mahasiswa dengan latar belakang budaya yang berbeda menciptakan sebuah komunikasi antarbudaya. Pada dasarnya komunikasi antarbudaya dapat menimbulkan hambatan dan kesalahpahaman dalam prosesnya. Keefektifan menjadi hal penting bagaimana komunikasi dapat tetap berjalan walaupun dengan latar belakang budaya berbeda. Kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman merupakan institusi pendidikan yang menampung mahasiswa dari beragam latar belakang budaya yang berbeda. Pemilihan lokasi Kampus FISIP Unsoed sebagai lokasi penelitian dipilih penulis karena didasari adanya kerasan yang dialami penulis dalam berkehidupan kampus sehari-hari. Dengan menggunakan deskriptif kualitatif sebagai sarana penulis dalam melakukan pengambilan data yang berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, dokumen pribadi, catatan memo, dan dokumen resmi lainnya yang dideskripsikan dalam bentuk narasi. Untuk lebih memutlakkan data yang telah didapat dari hasil wawancara, maka penulis memilih informan yang benar-benar dirasa memiliki kapasistas dalam penelitian ini. Serta pemilihan penyusunan data kualitatif milik Miles and Huberman dengan tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Landasan teori yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah teori Akomodasi Komunikasi yang menjelaskan terkait penyesuaian budaya yang dilakukan pembicara ketika melakukan komuniasi dengan individu yang memiliki latar belakang budaya berbeda. Hasil dari penelitian ini menunjukan fenomena komunikasi antarbudaya yang terjadi di kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman antara etnis Banyumas dan etnis Jakarta. Menunjukan bagaimana ketika mahasiswa dihadapkan dengan permasalahan komunikasi yang memiliki perbedaan kosa kata, bahasa, logat, dialek, dan perilaku. Adanya penyesuaian dan sikap saling menghargai menjadi fenomena yang mungkin muncul dalam komunikasi antarbudaya. | The campus environment as a gathering place for students from various ethnicities increasingly opens up the pages of interactions carried out by students with different cultural backgrounds. The interactions carried out by students with different cultural backgrounds create intercultural communication. Basically, intercultural communication can cause obstacles and misunderstandings in the process. Effectiveness is an important thing in how communication can continue even with different cultural backgrounds. The Faculty of Social and Political Sciences, Jenderal Soedirman University is an educational institution that accommodates students from various cultural backgrounds. The selection of the FISIP Unsoed Campus as the location of the research was chosen by the author because it was based on the comfort experienced by the author in everyday campus life. By using qualitative descriptive as a means for the author to collect data from interview scripts, field notes, personal documents, memo notes, and other official documents described in narrative form. To further validate the data obtained from the interview results, the author chose informants who were truly felt to have the capacity in this study. And the selection of qualitative data compilation by Miles and Huberman with the stages of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The theoretical basis used by the author in this study is the Communication Accommodation theory which explains the cultural adjustments made by speakers when communicating with individuals who have different cultural backgrounds. | |
| 42687 | 46063 | I1C020086 | FORMULASI DAN KARAKTERISASI NANOPARTIKEL EKSTRAK AIR PANAS KUNYIT (Curcuma longa) MENGGUNAKAN KITOSAN | Kunyit (Curcuma longa) adalah tanaman herbal yang memiliki kandungan senyawa bioaktif yang memiliki manfaat kesehatan salah satunya yaitu bisakuron yang memiliki manfaat untuk penyakit hati. Namun pemanfaatan klinis sering kali terhambat oleh beberapa faktor, seperti kelarutan yang rendah dalam air, bioavaibilitas yang rendah, dan stabilitas yang terbatas. Untuk mengatasi kendala tersebut dimanfaatkan teknologi nanopartikel yang memiliki skala nanometer yang dapat meningkatkan kelarutan, stabilitas dan bioavaibilitas senyawa aktif. Formulasi dan Karakterisasi Nanopartikel Ekstrak Air Panas Kunyit dibuat dengan metode gelas ionik, dikeringkan dengan freeze dry, dikarakterisasi ukuran partikel, distribusi ukuran partikel, zeta potensial, morfologi partikel, Fourier Transform Infrared Spectroscopy dan Diffrential Scanning Calorymetry. Formulasi nanopartikel ekstrak air panas kunyit (Curucuma longa) memiliki ukuran partikel 75,933±83,357 nm, PDI 0,105±0,081, Zeta potensial -54,8166±0,37899, Morfologi partikel berbentuk bulat, FTIR dan DSC dengan formulasi terpilih menunjukkan ekstrak air panas kunyit (C.longa) sudah ter-loading kedalam nanopartikel. Formulasi dan karakterisasi nanopartikel ekstrak air panas kunyit (C.longa) didapatkan bahwa formulasi 2 memiliki karakteristik nanopartikel yang baik. | Turmeric (Curcuma longa) is an herbal plant that contains bioactive compounds with health benefits, including bisacurone, which is beneficial for liver diseases. However, its clinical application is often hindered by several factors such as low water solubility, low bioavailability, and limited stability. To overcome these challenges, nanoparticle technology is utilized. Nanoparticles, with their nanometer scale, can enhance the solubility, stability, and bioavailability of active compounds. Formulation and Characterization of Hot Water Extract Turmeric Nanoparticles Prepared by Ionic Gelation Method, Dried by Freeze Drying, Characterized by Particle Size, Particle Size Distribution, Zeta Potential, Particle Morphology, Fourier Transform Infrared Spectroscopy and Diffrential Scanning Calorymetry. The formulation of hot water extract turmeric (Curcuma longa) nanoparticles has a particle size of 75.933±83.357 nm for formulation 1 and 37.233±0.230 nm for formulation 2. The PDI (polydispersity index) is 0.105±0.081 for formulation 1 and 2.363±1.027 for formulation 2. The zeta potential is - 54.8166±0.37899 for formulation 1 and 36.033±35.503 for formulation 2. The particle morphology is spherical. Characterization was performed using FTIR and DSC with the selected formulation showed that the hot water extract of turmeric (C.longa) had been loaded into the nanoparticles. Formulation and characterization of hot water extract nanoparticles of turmeric (C.longa) showed that formulation 2 has good nanoparticle characteristics. | |
| 42688 | 46064 | F1B017115 | IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI DESA KARANGKEMIRI, KECAMATAN PEKUNCEN, KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini berjudul Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Karangkemiri, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilatar belakangi oleh masalah kemiskinan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Banyumas. Dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinan, maka pada tahun 2007 Pemerintah Indonesia melaksanakan Program Keluarga Harapan (PKH). Desa Karangkemiri merupakan salah satu desa di Kecamatan Pekuncen yang masuk ke dalam daftar desa miskin ekstrem dengan jumlah Kelompok Penerima Manfaat (KPM) terbanyak ketiga setelah Desa Pekuncen dan Cibangkong. Pada tahun 2013 untuk pertama kalinya Desa Karangkemiri melaksanakan PKH. Dalam pelaksanaannya terdapat kegiatan rutin oleh pendamping yaitu Pertemuan Peningkatan Kemampuan Kelompok (P2K2). Penelitian ini menggunakan model implementasi Edward III yang memuat 4 aspek yaitu komunikasi, sumber daya, sikap, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan P2K2 dalam implementasi PKH di Desa Karangkemiri pelaksanaannya belum maksimal. Pada aspek komunikasi menunjukkan komunikasi yang terjalin sudah baik dan tidak terjadi miss komunikasi. Aspek sumber daya menunjukkan bahwa ketersediaan sumber daya, petunjuk/arahan maupun fasilitas yang tersedia sudah memadai dan sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Aspek sikap para pelaksana kegiatan sudah baik. Namun terkendala kegiatan P2K2 yang vacum sementara karena pergantian pendamping. Aspek struktur birokrasi PKH sudah disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan oleh KPM dan pelaksanaannya sudah sesuai dengan SOP yang berlaku. | This research is entitled Implementation of the Family Hope Program (PKH) in Karangkemiri Village, Pekuncen District, Banyumas Regency. This research is based on the problem of poverty that occurs in Indonesia, especially in Banyumas Regency. In order to accelerate poverty alleviation, in 2007 the Government of Indonesia implemented the Family Hope Program (PKH). Karangkemiri Village is one of the villages in Pekuncen District that is included in the list of extreme poor villages with the third highest number of Beneficiary Groups (KPM) after Pekuncen and Cibangkong Villages. In 2013, for the first time, Karangkemiri Village carried out PKH. In its implementation, there are routine activities by the companions, namely Group Capacity Improvement Meetings (P2K2). This study uses the Edward III implementation model which contains 4 aspects, namely communication, resources, attitudes, and bureaucratic structure. The results of this study show that P2K2 activities in the implementation of PKH in Karangkemiri Village have not been optimally implemented. In the aspect of communication, it shows that the communication that is established is good and there is no miscommunication. The resource aspect shows that the availability of resources, instructions/directions and available facilities is adequate and in accordance with the applicable standard operating procedures (SOP). The attitude aspect of the activity implementers is good. However, there are constraints on P2K2 activities that are temporarily vacant due to the change of companions. The aspect of the PKH bureaucratic structure has been adjusted to what is needed by the KPM and its implementation is in accordance with the applicable SOPs. | |
| 42689 | 46065 | I1C020074 | PENGARUH SUHU PENYIMPANAN HUMAN PLATELET LYSATE (HPL) TERHADAP KUALITAS PROLIFERASI KULTUR SEL PRIMER GINJAL MENCIT (Mus musculus) | Human platelet lysate (HPL) merupakan bahan yang digunakan sebagai alternatif dari Fetal Bovine Serum (FBS) untuk media kultur sel. HPL berasal dari Thrombocyte Concentrate (TC) dengan kualitas tinggi yang disimpan selama 3-5 hari. HPL dibuat melalui siklus freeze thawing. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suhu penyimpanan HPL terhadap kadar glukosa dan protein total serta menentukan konsentrasi HPL yang efektif mendukung proliferasi kultur sel primer ginjal mencit. Penelitian dilakukan terhadap HPL konsentrasi 5% (A), 10% (B), dan FBS 10% (C) disimpan pada suhu -20oC (1) dan -80oC (2) selama 4 minggu. Uji in vitro menggunakan sel ginjal mencit dengan 6 kelompok perlakuan yaitu (A1); (B1); (A2); (B2) dan (C) sebagai kontrol positif, serta kontrol negatif (tanpa serum). Sel ginjal mencit dikultur selama 2 hari dalam medium DMEM yang disuplementasi dengan serum uji, 5% penicillin-streptomycin, dan 0,5% fungizone. Viabilitas dan densitas sel dievaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HPL (2) mengalami penurunan pada kadar glukosa sedangkan (1) mengalami peningkatan. HPL (1) pada kadar protein mengalami penurunan sedangkan HPL (2) mengalami kenaikan. Sel ginjal mencit yang dikultur selama 2 hari memiliki viabilitas yang baik pada (A2) 83,13±2,71. Sedangkan pada densitas sel memiliki densitas yang baik pada (A2) 200000±55226,8. Kadar glukosa HPL suhu -20oC lebih stabil dibandingkan -80oC; kadar protein total HPL yang disimpan pada suhu - 20oC dan -80oC mengalami penurunan. HPL yang sesuai untuk mendukung viabilitas dan pembelahan sel adalah HPL 5% yang disimpan pada suhu - 80oC. | Human platelet lysate (HPL) is a material used as an alternative to Fetal Bovine Serum (FBS) for cell culture media. HPL comes from high-quality Thrombocyte Concentrate (TC) stored for 3-5 days. HPL is made through a freeze-thawing cycle. The study aims to evaluate the effect of HPL storage temperature on glucose and total protein levels and to determine the effective concentration of HPL to support the proliferation of primary mouse kidney cell cultures. The study was conducted on HPL concentrations of 5% (A), 10% (B), and 10% FBS (C) stored at temperatures of -20oC (1) and - 80oC (2) for 4 weeks. In vitro tests used mouse kidney cells with 6 treatment groups, namely (A1); (B1); (A2); (B2) and (C) as positive controls, and negative controls (without serum). Mice kidney cells were cultured for 2 days in DMEM medium supplemented with test serum, 5% penicillinstreptomycin, and 0.5% fungizone. Cell viability and density were evaluated. The results showed that HPL (2) decreased in glucose levels while (1) increased. HPL (1) decreased in protein levels while HPL (2) increased. Mice kidney cells cultured for 2 days had good viability at (A2) 83.13±2.71. While the cell density had good density at (A2) 200000±55226.8. The glucose levels of HPL at -20oC were more stable than at -80oC; the total protein levels of HPL stored at -20oC and -80oC decreased. The appropriate HPL to support cell viability and division is 5% HPL stored at -80oC. | |
| 42690 | 46067 | C1L018026 | PENGARUH EFIKASI DIRI, PROSPEK LAPANGAN KERJA, DAN MINAT MENJADI GURU DENGAN GENDER SEBAGAI VARIABEL MODERASI TERHADAP KEPUTUSAN MAHASISWA MEMILIH PROGRAM STUDI (Studi Kasus Pada Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FEB UNSOED) | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif pada mahasiswa Pendidikan Ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri, prospek lapangan kerja, dan minat menjadi guru dengan gender sebagai variabel moderasi terhadap keputusan mahasiswa memilih program studi. Teknik pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan proportional random sampling dimana responden yang dijadikan sampel diambil acak berdasarkan strata atau kelompok secara proporsional. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linear berganda, uji instrumental, uji asumsi klasik, uji hipotesis, dan uji sub group. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa: (1) Efikasi diri, prospek lapangan kerja, dan minat menjadi guru berpengaruh positif terhadap keputusan mahasiswa memilih program studi Pendidikan Ekonomi FEB UNSOED. (2) Gender dapat memoderasi pengaruh efikasi diri, prospek lapangan kerja, dan minat menjadi guru terhadap keputusan mahasiswa memilih program studi Pendidikan Ekonomi FEB UNSOED. Berdasarkan dari pengolahan data yang menghasilkan hasil penelitian memunculkan beberapa implikasi, yaitu: (1) Efikasi diri mahasiswa dapat ditingkatkan dengan adanya bantuan atau peran dari orang sekitar misalnya dukungan orang tua, teman, maupun keluarga. (2) Mahasiswa lebih menyiapkan/membekali dirinya dengan skill yang menunjang saat di perkuliahan dan untuk prospek lapangan kerja dapat ditingkatkan dengan adanya bantuan dan peran dari pemerintah (3) Pihak instansi pendidikan atau pemerintah dapat melakukan perbaikan jenjang karir guru dan pemerataan pendidikan ke berbagai daerah (4) Pihak universitas, fakultas atau program studi dapat lebih memberikan faktor baru atau lebih meperkenalkan program studi Pendidikan Ekonomi melalui penyuluhan atau seminar agar gender laki-laki juga memiliki ketertarikan untuk memilih program studi Pendidikan Ekonomi. | This research is a quantitative research with descriptive method on Economic Education students. This study aims to determine the effect of self-efficacy, job prospects, and interest in becoming a teacher with gender as a moderating variable on students' decisions to choose a study program. The sample selection technique in this study used proportional random sampling where the respondents who were sampled were taken randomly based on strata or groups proportionally. The data analysis techniques used were multiple linear regression analysis, instrumental test, classical assumption test, hypothesis test, and subgroup test. Based on the results of the research and analysis that have been carried out, it shows that: (1) Self-efficacy, job prospects, and interest in becoming a teacher have a positive effect on students' decisions to choose the Economic Education study program, FEB UNSOED. (2) Gender can moderate the influence of self-efficacy, job prospects, and interest in becoming a teacher on students' decisions to choose the Economic Education study program, FEB UNSOED. Based on the data processing that produces the results of the study, several implications arise, namely: (1) Students' self-efficacy can be increased with the help or role of people around them, such as support from parents, friends, or family. (2) Students better prepare/equip themselves with skills that support them during their studies and job prospects can be improved with assistance and the role of the government. (3) Educational institutions or the government can improve teacher career levels and equalize education in various regions. (4) Universities, faculties or study programs can provide new factors or introduce the Economics Education study program through outreach or seminars so that males also have an interest in choosing the Economics Education study program. | |
| 42691 | 46069 | J1D020059 | Pembelajaran Menulis Teks Biografi Siswa Kelas X-9 di SMA Negeri 1 Banjarnegara. | Penelitian ini berfokus pada pembelajaran menulis teks biografi di kelas X-9 SMA Negeri 1 Banjarnegara. Berlatar belakang dari pentingnya keterampilan menulis pada pembelajaran teks biografi pada siswa kelas X SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, asesmen, kendala, serta solusi yang dilakukan dalam menghadapi kendala yang terjadi pada proses pembelajaran menulis teks biografi di kelas X-9 SMA Negeri 1 Banjarnegara. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa perencanaan yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran menulis teks biografi siswa kelas X-9 di SMA Negeri 1 Banjarnegara adalah merumuskan tujuan pembelajaran dan menyusun alur tujuan pembelajaran, merancang pembelajaran serta asesmen. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan melalui tahap kegiatan awal, inti, dan penutup. Asesmen formatif yang dilakukan oleh guru dalam bentuk tugas dan project. Guru mengalami kendala dari perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran menulis teks biografi di kelas X-9 berlangsung. Solusi yang dilakukan oleh guru secara keseluruhan adalah dengan dengan melakukan evaluasi diri atau refleksi untuk membangun proses pembelajaran selanjutnya yang lebih baik lagi, serta mengikuti komunitas belajar sebagai wujud dari pengembangan diri. | This research focuses on learning to write biographical texts in class X-9 of SMA Negeri 1 Banjarnegara. The background is the importance of writing skills in learning biographical texts in class X high school students. This research aims to find out and describe the planning, implementation, assessment, obstacles and solutions carried out in dealing with obstacles that occur in the learning process of writing biographical texts in class X-9 of SMA Negeri 1 Banjarnegara. The approach used in this research is a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques used in this research include observation, interviews and documentation. Data analysis was carried out by collecting data, reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results of data analysis show that the planning carried out by the teacher in learning to write biographical texts for students in class Learning is carried out through initial, core and closing activity stages. Formative assessments carried out by teachers in the form of assignments and projects. Teachers experience problems in planning and implementing learning to write biographical texts in class X-9. The solution taken by teachers as a whole is to carry out self-evaluation or reflection to build a better learning process, as well as participating in learning communities as a form of self-development. | |
| 42692 | 46068 | I1D020054 | HUBUNGAN LAMA MENJALANI HEMODIALISIS DAN ASUPAN PROTEIN DENGAN MASSA OTOT PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS | ABSTRAK HUBUNGAN LAMA MENJALANI HEMODIALISIS RUTIN DAN ASUPAN PROTEIN DENGAN MASSA OTOT PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS (Studi pada Pasien Instalasi Dialisis RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto) Yasmin Alifya Nidaankhofiya, Yovita Puri Soebardjo, Umi Faza Rokhmah Latar Belakang: PERNEFRI melaporkan 130.931 pasien gagal ginjal kronis (GGK) di Indonesia aktif menjalani hemodialisis (HD) pada tahun 2020. Semakin lama HD yang dijalani, semakin banyak kehilangan zat gizi, ketidakseimbangan asam-basa, dan inflamasi kronis yang dialami pasien sehingga membutuhkan peningkatan asupan protein. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan lama menjalani HD dan asupan protein dengan massa otot pasien GGK di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metodologi: Penelitian cross sectional dilakukan pada 70 pasien HD Instalasi Dialisis RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Lama menjalani HD dan karakteristik responden diperoleh berdasarkan wawancara dan rekam medis, asupan protein menggunakan Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire, dan massa otot menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan Spearman. Hasil Penelitian: Mayoritas responden adalah perempuan (54,3%), berusia 44 – 55 tahun (47,1%), berstatus gizi normal (54,3%), lama menjalani HD 31±22,84 bulan, asupan protein 34,5 (17,4–68,8) g, dan massa otot 29,6± 6,80%. Uji korelasi Pearson menunjukkan tidak ada hubungan antara lama menjalani HD dengan massa otot (p=0,782). Uji korelasi Spearman menunjukkan tidak ada hubungan asupan protein dengan massa otot (p=0,151). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara lama menjalani hemodialisis dan asupan protein dengan massa otot pasien GGK di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Kata Kunci: Gagal Ginjal Kronis; Lama Menjalani Hemodialisis; Asupan Protein; Massa Otot. | ABSTRACT THE RELATION BETWEEN MAINTENANCE HEMODIALYSIS VINTAGE AND DIETARY PROTEIN INTAKE WITH MUSCLE MASS OF CHRONIC KIDNEY DISEASE PATIENTS Yasmin Alifya Nidaankhofiya, Yovita Puri Soebardjo, Umi Faza Rokhmah Background: PERNEFRI reported that 130,931 chronic kidney failure (CKD) patients in Indonesia were actively undergoing hemodialysis (HD) in 2020. The longer HD is undertaken, the more nutritional loss, acid-base imbalance, and chronic inflammation experienced by patients requiring increased protein intake. This research was conducted to determine the relationship between HD vintage and protein intake with muscle mass in CKD patients at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital. Methodology: A cross-sectional study was conducted among 70 HD patients the Dialysis Installation of RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Data were collected based on patient’s interview and medical record for respondent characteristic and hemodialysis vintage, Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire for dietary protein intake, and Bioelectrical Impedance Analysis for muscle mass. Data were analyzed using the Spearman & Pearson Correlation Test. Result: The majority of respondents were women (54.3%), aged 44 – 55 years (47.1%), had normal nutritional status (54.3%), HD vintage 31 ± 22.84 months, protein intake 34.5 (17.4–68.8) g, and muscle mass 29.6± 6.80%. The Pearson correlation test showed that there was no relationship between HD vintage with muscle mass (p=0,782). The Spearman correlation test showed there was no relationship between protein intake with muscle mass in patients with CKD (p=0.151). Conclusion: There was no significant relationship between hemodialysis vintage and protein intake with muscle mass in patients with CKD at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Keywords: Chronic Kidney Disease; Hemodialysis Vintage; Dietary Protein Intake; Muscle Mass. | |
| 42693 | 46070 | I1E017019 | Tingkat Keterampilan Teknik Dasar Bermain Futsal Peserta Ekstrakurikuler Futsal SMP Islam Ta'allumul Huda Bumiayu | Latar Belakang: Menurut Mulyono (2017) futsal adalah salah satu cabang olahraga yang termasuk bentuk permainan bola besar. Permainan ini dapat dimainkan di dalam atau di luar lapangan. Keterampilan dasar futsal adalah kemampuan individu yang harus dikuasai oleh setiap pemain futsal sebagai pondasi suatu tim agar menjadi tim yang kuat, keterampilan dasar dalam futsal meliputi passing – controlling, dribbling dan shooting. Pembinaan ekstrakurikuler futsal harus dimulai dari teknik dasar yang baik. Dari hasil observasi awal dengan pembina ekstrakurikuler futsal SMP Islam Ta’allumul Huda Bumiayu, para peserta ekstrakurikuler masih terdapat kekurangan dalam penguasaan teknik dasar futsal. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode survei. Penentuan sampel menggunakan teknik total sampling dengan sampel pada penelitian ini berjumlah 20 peserta. Pengujian dalam penelitian ini menggunakan Instrumen Tes Futsal Penjas Unsoed. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis data menggunakan Instrumen Tes Futsal Penjas Unsoed, menghasilkan nilai rata – rata sebesar 6,4 untuk tingkat keterampilan teknik dasar passing – controlling, kemudian diperoleh nilai rata – rata sebesar 26,94 untuk tingkat keterampilan teknik dasar dribbling dan diperoleh nilai rata – rata sebesar 24 untuk tingkat keterampilan teknik dasar shooting. Kesimpulan: Tingkat keterampilan teknik dasar passing – controlling termasuk dalam kategori kurang, tingkat keterampilan teknik dasar dribbling termasuk dalam kategori kurang dan tingkat keterampilan teknik dasar shooting termasuk dalam kategori cukup. Kata kunci: Futsal, Keterampilan Teknik Dasar, Ekstrakurikuler | Background: According to Mulyono (2017) futsal is a branch of sport that includes a form of large ball game. This game can be played inside or outside the field. Basic futsal skills are individual abilities that must be mastered by each futsal player as the foundation of a team to become a strong team, basic skills in futsal include passing - controlled, dribbling and shooting. Extracurricular futsal coaching must start from good basic techniques. From the results of initial observations with the extracurricular futsal coach of SMP Islam Ta'allumul Huda Bumiayu, the extracurricular participants still have shortcomings in mastering basic futsal techniques. Methodology: This study uses a survey method. Determination of the sample using the total sampling technique with a sample in this study totaling 20 participants. Testing in this study used the Unsoed Physical Education Futsal Test Instrument. Research Results: Based on the results of data analysis using the Unsoed Physical Education Futsal Test Instrument, it produces an average value of 6.4 for the basic passing-controlled technique skill level, then an average value of 26.94 is obtained for the basic dribbling technique skill level and an average value of 24 is obtained for the basic shooting technique skill level. Conclusion: The level of basic passing-controlled technique skills is included in the less category, the level of basic dribbling technique skills is included in the less category and the level of basic shooting technique skills is included in the sufficient category. Keywords: Futsal, Basic Technique Skills, Extracurricular | |
| 42694 | 46071 | F1F020071 | Kebijakan Internasionalisasi Renminbi di Kawasan Asia Tenggara Melalui Perspektif Kekuatan Struktural Susan Strange Tahun 2018-2023 | Internasionalisasi RMB merupakan bagian dari kebijakan strategis China untuk memperkuat pengaruh ekonominya di panggung global dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptifanalitis, berdasarkan data sekunder yang diperoleh dari laporan lembaga keuangan, publikasi pemerintah, dan literatur akademik. Penelitian ini juga akan memberikan pandangan Susan Strange dalam melihat kebijakan internasionalisasi mata uang China ini melalui perspektif kekuatan struktural, termasuk struktur produksi, finansial, keamanan, serta pengetahuan. Hasil penelitian ini berusaha menunjukkan bahwa proses internasionalisasi RMB di Asia Tenggara didorong oleh beberapa faktor utama seperti adanya kekuatan ekonomi China yang terus meningkat, kebijakan perdagangan dan investasi yang proaktif, serta berbagai perjanjian mata uang yang terjalin oleh China dengan beberapa negara lain. Penelitian ini menemukan bahwa internasionalisasi mata uang China harus melalui beberapa tahap, sebelum akhirnya dapat menjadi mata uang yang dapat diakui penggunaannya secara global. Dalam internasionalisasi RMB, mata uang ini masih terus dikembangkan melalui pendekatan secara regional dalam wilayah sekitar geografis China itu sendiri, khususnya Asia Tenggara. Namun dalam proses pengembangannya, hal ini juga turut menimbulkan beberapa respon dari negara lain yang telah lama memperhatikan gerak ekonomi agresif milik China seperti Amerika Serikat, Jepang, Inggris, serta Uni Eropa. | The internationalization of the RMB is part of China's strategic policy to strengthen its economic influence on the global stage and reduce dependence on the US dollar. This study uses a qualitative approach with a descriptive-analytical method, based on secondary data obtained from financial institution reports, government publications, and academic literature. This research will also provide Susan Strange's view of China's currency internationalization policy through structural power perspective, including production structure, finance, security, and knowledge. The results of this research seek to show that the process of RMB internationalization in Southeast Asia is driven by several key factors such as China's growing economic strength, proactive trade and investment policies, as well as various currency agreements entered into by China with several other countries. This research found that the internationalization of China's currency must go through several stages, before it can finally become a currency that can be recognized for use globally. In the internationalization of the RMB, this currency is still being developed through a regional approach within the geographical vicinity of China itself, especially Southeast Asia. But in the process of development, this also caused some responses from other countries that have long noticed China's aggressive economic movements such as the United States, Japan, Britain, and the European Union. | |
| 42695 | 46072 | I1D020050 | HUBUNGAN PENGELUARAN PANGAN DAN KONSUMSI FAST FOOD DENGAN KERAGAMAN PANGAN PADA MAHASISWA INDEKOS | ABSTRAK HUBUNGAN PENGELUARAN PANGAN DAN KONSUMSI FAST FOOD DENGAN KERAGAMAN PANGAN PADA MAHASISWA INDEKOS JURUSAN ILMU GIZI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Latar Belakang: Keberagaman konsumsi makan pada mahasiswa gizi masih kurang meskipun pengetahuan tentang makanan beragam sudah mumpuni. Mahasiswa indekos dianggap lebih rentan memiliki keragaman pangan yang rendah terkait dengan pengeluaran pangan dan konsumsi fast food. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengeluaran pangan dan konsumsi fast food pada mahasiswa indekos jurusan ilmu gizi. Metodologi: Desain cross sectional, sejumlah 104 mahasiswa aktif Jurusan Ilmu Gizi Unsoed (18-24 tahun) dan berstatus indekos yang ditentukan menggunakan proportionate stratified random sampling. Data pengeluaran pangan diperoleh menggunakan kuesioner pengeluaran pangan. Data konsumsi fast food diperoleh melalui food frequency questionnaire. Data keragaman pangan diperoleh melalui food recall 1x 24 jam dan diukur menggunakan formulir Dietary Diversity Score (DDS). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil Penelitian: Konsumsi 81,7% mahasiswa tidak beragam. Terdapat korelasi yang signifikan antara pengeluaran pangan (p-value = 0,000 dan r = 0,476) dan konsumsi fast food (p-value = 0,041 dan r = -0,201) dengan keragaman pangan Kesimpulan: Pengeluaran pangan dan konsumsi fast food secara signifikan berkorelasi dengan keragaman pangan pada mahasiswa indekos. Kata Kunci: fast food, keragaman pangan, pengeluaran pangan | THE RELATIONSHIP BETWEEN FOOD EXPENDITURE AND FAST FOOD CONSUMPTION WITH FOOD DIVERSITY IN BOARDING STUDENTS Background: Dietary diversity of nutrition science student is still lacking despite their knowledge of diverse foods. Boarding students are considered more vulnerable to having low food diversity related to food expenditure and fast food consumption. This study aims to analyze the relationship between food expenditure and fast food consumption in boarding students majoring in nutrition science. Methodology: Cross sectional design, a total of 104 active students of the Department of Nutrition Science Unsoed (18-24 years old) and boarding house status were determined using proportionate stratified random sampling. Food expenditure data were obtained using a food expenditure questionnaire. Fast food consumption data were obtained through food frequency questionnaire. Food diversity data was obtained through 1x 24-hour food recall and measured using the Dietary Diversity Score (DDS) form. Data were analyzed using Spearman correlation test. Results: The consumption of 81.7% of students was not diverse. There was a significant correlation between food expenditure (p-value = 0.000 and r = 0.476) and fast food consumption (p-value = 0,041 and r = -0,201) with food diversity. Conclusion: Food expenditure and fast food consumption are significantly correlated with dietary diversity in boarding students. Keywords: dietary diversity score, fast food, food expenditure | |
| 42696 | 46073 | F1A018087 | HUBUNGAN PEMAHAMAN NILAI SILA PERSATUAN INDONESIA DENGAN SIKAP NASIONALISME PEMUDA PANCASILA DI KABUPATEN BANYUMAS | Pemuda Pancasila sebagai organisasi masyarakat yang cukup terkenal hampir di seluruh pelosok Indonesia salah satunya di Kabupaten Banyumas memiliki tujuan untuk menyebarkan nilai-nilai pancasila. Namun sangat disayangkan, muncul berita-berita negatif yang melibatkan oknum-oknum Pemuda Pancasila. Misalnya, di Banyumas Pemuda Pancasila dan Lowo Ireng pernah berkonflik di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait sikap nasionalisme yang dimiliki Pemuda Pancasila. Tulisan ini didasarkan pada hasil penelitian kuantitatif, data diperoleh dengan menggunakan survei. Survei dilakukan kepada anggota-anggota Pemuda Pancasila yang berdomisili di Desa Gandatapa, Desa Kradenan, dan Desa Banteran. Survei dilakukan untuk menilai seberapa besar pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila sila Persatuan Indonesia dan implementasinya dalam mewujudkan sikap nasionalisme. Hasil survei menunjukkan sikap nasionalisme sangat bergantung pada pemahaman nilai-nilai Pancasila anggota Pemuda Pancasila. Anggota yang memiliki pemahaman yang menyeluruh dan komprehensif tentang nilai-nilai Pancasila akan menunjukkan sikap nasionalisme yang kuat, sebaliknya anggota yang kurang memiliki pemahaman nilai-nilai Pancasila cenderung menunjukkan sikap yang kurang nasionalis. Hal ini dibuktikan dengan hasil nilai taraf signifikansi sebesar 99% yang menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut memiliki hubungan yang signifikan. Nilai koefisien korelasi antara dua variabel sebesar 0,474 yang artinya nilai tersebut menunjukkan nilai koefisien korelasi dengan hubungan yang sedang atau dalam makna lain tidak terlalu kuat dan juga tidak terlalu lemah. Oleh karena itu, dari hasil nilai tersebut menyatakan bahwa sikap nasionalis Pemuda Pancasila di Kabupaten Banyumas sangat bergantung pada pemahaman komprehensif masing-masing anggota. | Pemuda Pancasila as a community organization that is quite well-known in almost all corners of Indonesia, one of which is in Banyumas Regency, has the goal of spreading the values of Pancasila. However, it is very unfortunate that negative news has emerged involving certain Pemuda Pancasila members. For example, in Banyumas, Pemuda Pancasila and Lowo Ireng once had a conflict in Gandatapa Village, Sumbang District, Banyumas Regency. This raises questions regarding the nationalistic attitude of Pemuda Pancasila. This article is based on the results of quantitative research, data obtained using a survey. The survey was conducted on members of Pemuda Pancasila who live in Gandatapa Village, Kradenan Village, and Banteran Village. The survey was conducted to assess the extent of understanding of the values of Pancasila, the principle of the Unity of Indonesia, and its implementation in realizing a nationalistic attitude. The survey results show that the attitude of nationalism is very dependent on the understanding of the Pancasila values of Pemuda Pancasila members. Members who have a thorough and comprehensive understanding of the values of Pancasila will show a strong nationalist attitude, conversely members who have less understanding of the values of Pancasila tend to show a less nationalist attitude. This is evidenced by the results of the significance level value of 99% which shows that the two variables have a significant relationship. The correlation coefficient value between the two variables is 0.474, which means that the value shows a correlation coefficient value with a moderate relationship or in other words, not too strong and not too weak. Therefore, the results of this value state that the nationalist attitude of the Pancasila Youth in Banyumas Regency is very dependent on the comprehensive understanding of each member. | |
| 42697 | 46133 | J0A021003 | CREATING A BILINGUAL LEAFLET TO PROVIDE INFORMATION AND PROMOTION ABOUT “KUB BATIK PRINGMAS” IN BANYUMAS SUBDISTRICT | Laporan praktik kerja ini berjudul “Creating A Bilingual Leaflet To Provide Information and Promotion about “KUB BATIK PRINGMAS” in Banyumas Subdistric”. Laporan ini ditulis berdasarkan praktik kerja yang dilaksanakan pada tanggal 1 September - 1 Desember 2023 dan bertujuan untuk membuat leaflet promosi dalam bahasa inggris sebagai media promosi. Selain itu, dimaksudkan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi serta mencari solusinya. Untuk memperoleh informasi dan data dalam laporan ini, metode yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasilnya menunjukkan bahwa KUB Batik Pringmas saat itu belum memiliki leaflet dalam versi bahasa inggris. Kemudian, melalui praktik kerja ini, leaflet berbahasa inggris dibuat untuk membantu mempromosikan produk KUB Batik Pringmas. Leaflet ini dibuat menggunakan aplikasi bernama Canva. Ada beberapa kendala yang dihadapi dalam pembuatan leaflet bilingual ini, yaitu kurangnya ide design, kurangnya bahan foto untuk dijadikan sampul, keterbatasan kemampuan mengambil foto dan beberapa fitur di Canva yang berbayar. Namun, hal tersebut dapat diatasi dengan mencari referensi berbagai design leaflet yang menarik di aplikasi bernama Pinterest, menggunakan foto model terbaru yang menggunakan produk batik Pringmas yang dikirimkan oleh Ibu Iin untuk dijadikan sampul, mengambil gambar sebanyak-banyaknya dari berbagai sudut dan membeli Canva Premium. | This job training report is entitled “Creating A Bilingual Leaflet To Provide Information and Promotion about “KUB BATIK PRINGMAS” in Banyumas Subdistrict”. The report is written based on the job training held on September 1 - December 1, 2023 and is aimed at creating promotional leaflet in English as a promotional media. Besides, it was intended to figure out the obstacles as well as find the solutions. To obtain information and data for this report, the methods used were observation, documentation, and interviews. The result show that KUB Batik Pringmas, at that time, have not had leaflet in English version. Then, through this job training, English-language leaflet were produced to help promoting KUB Batik Pringmas product. These leaflet were created using an application called Canva. There were several obstacles faced in making this bilingual leaflet, namely lack of the design ideas, lack of photo material to use as a cover, limited ability to take photos and several features in Canva were paid for. However, this can be overcome by looking for references for various interesting leaflet designs on the Pinterest application, using photos of the latest models using Pringmas batik products sent by Mrs. Iin to be used as a cover photo, take as many pictures as possible from various angles and buying Canva Premium. | |
| 42698 | 46236 | H1A017058 | ANALISIS KOORDINASI PROTEKSI PADA PH 3 LOMANIS PT. KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL RU IV CILACAP | Sistem proteksi di PT. Kilang Internasional RU IV Cilacap terinttegrasi dengan sistem kelistrikan PLN. Hal ini menyebabkan kompleks dalam koordinasi proteksi, terutama pada PH 3 Lomanis. Koordinasi proteksi sangat penting untuk memastikan sistem beroperasi dengan aman dan terkendali..Tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisis koordinasi proteksi pada PH 3 Lomanis menggunakan software ETAP. Analasis dengan simulasi arus hubung singkat,arus beban lebih pada gangguan feeder 67EE311P1 dan 67EE310P1. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis koordinasi proteksi menggunakan software ETAP 12.6 khususnya terkait dengan gangguan arus hubung singkat pada feeder 67EE311P1 dan 67EE310P1, dan menekankan perlunya menyesuaikan waktu relai keselamatan operasional untuk koordinasi yang baik. Hasil Berdasarkan data dari Power House 3 Lomanis Disisi PLN 20 kV yang tercatat pada Tabel 4.16, Beban 67EE312 disisi PLN mengalami 2 kali trip pada 1 tahun, saluran dari gangguan ekternal gangguan arus hubung singkat dapat dikurangi. Untuk peralatan selanjutnya dapat mengambil hasil yang sama dengan penambahan peralatan proteksi lain seperti Relay OCR atau GFR atau Load Break Switch (LBS) dan menambahkan koordinasi proteksi PMT sisi incoming untuk mencapi. | The protection system at PT. The RU IV Cilacap International Refinery is integrated with PLN's electricity system. This causes complexes in the coordination of protection, especially in PH 3 Lomanis. Coordination of protection is essential to ensure that the system operates safely and under control. This final project aims to analyze the coordination of protection in PH 3 Lomanis using ETAP software. Analysis by simulation of short-circuit current, over-load current on feeder faults 67EE311P1 and 67EE310P1. This study aims to analyze the protection coordination using ETAP 12.6 software, especially related to short-circuit current disturbances in the 67EE311P1 and 67EE310P1 feeders, and emphasizes the need to adjust the timing of operational safety relays for good coordination. Results Based on data from Power House 3 Lomanis on the PLN 20 kV side recorded in Table 4.16 The load of 67EE312 on the PLN side experiences 2 trips in 1 year, the channel from external disturbances of short-circuit current disturbances can be reduced. For the next equipment can take the same result as the addition of other protection equipment such as Relay OCR or GFR or Load Break Switch (LBS) and add PMT protection coordination on the incoming side to achieve. | |
| 42699 | 46075 | H1B017042 | Analisis Perencanaan Drainase Pada Jalan Tol CISUMDAWU Seksi 5B STA 48+725 – STA 50+651.989 | Drainase atau drainage yang berarti mengalirkan, menguras, membuang atau mengalihkan aliran air. Drainase secara umum biartikan sebagai suatu tindakan teknis untuk mengurangi kelebihan air, baik yang berasal dari hujan, rembesan, maupun kelebihan air irigasi dari suatu kawasan/lahan tidak terganggu. Drainase menyangkut tidak hanya permukaan tapi juga air tanah. (suripin, 2004). Sistem drainase dapat juga di definisikan sebagai serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan/atau membuang kelebihan air dari suatu Kawasan atau lahan, sehingga dapat difungsikan secara optimal. (Suripin, 2004). Pada perencanaan drainase terdapat 2 tahapan yaitu analisis hidrologi dan analisis hidraulika, yang dimana keduanya sangat penting dalam perencanaan drainsae. Dari data yang diperoleh analisis hidrologi, bisa membuat aspek yang nantinya untuk analisis hidraulika sehingga terbuatnya dimensi saluran drainase. Ada beberapa metode yang digunakan dalam perencanaannya. Dalam pembuatan saluran drainase ini dimulai dengan identifikasi masalah yang ada, lalu tahapan selanjutnya yaitu pengumpulan data. Adapun yang dikumpulkan yaitu data terkait hidrologi dan hidraulika, serta data peta. Dari perhitungan hujan wilayah didapat debit banjir yang nantinya digunakan untuk merencanakan dimensi saluran drainase. Setelah didapat dimensi, dilakukan evaluasi terhadap drainase jalan. Jika terjadi backwater maka dilakukan normalisasi Sungai. Kata kunci – Drainase, Analisis Hidrologi, Analisis Hidrolika | Drainage means draining, draining, throwing away or diverting the flow of water. Drainage is generally defined as a technical action to reduce excess water, whether from rain, seepage or excess irrigation water from an undisturbed area/land. Drainage concerns not only surface but also groundwater. (Suripin, 2004). A drainage system can also be defined as a series of water structures that function to reduce and/or dispose of excess water from an area or land, so that it can function optimally. (Suripin, 2004). In drainage planning there are 2 stages, namely hydrological analysis and hydraulic analysis, both of which are very important in drainage planning. From the data obtained by hydrological analysis, aspects can be made that will later be used for hydraulic analysis so that the dimensions of the drainage channel can be created. There are several methods used in planning. In making drainage channels, it starts with identifying existing problems, then the next stage is data collection. What is collected is data related to hydrology and hydraulics, as well as map data. From regional rainfall calculations, flood discharge is obtained which will later be used to plan the dimensions of drainage channels. After obtaining the dimensions, an evaluation of the road drainage is carried out. If backwater occurs, river normalization is carried out. Keyword - Drainage, Hydraulic Analysis, Hydrological Analysis | |
| 42700 | 46029 | J1C019006 | ANALISIS BENTUK DAN PENGGUNAAN ONOMATOPE DALAM LIRIK LAGU PENYANYI BAND BABYMETAL | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan penggunaan onomatope dalam lirik lagu Babymetal. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat, serta analisis data dari Miles dan Huberman, dan juga teori pendukung semantik. Penelitian ini menemukan bahwa onomatope dalam lirik Babymetal dapat diklasifikasikan menjadi 5 jenis yaitu giseigo, giongo, gitaigo, giyougo, dan gijougo, serta 8 karakteristik yaitu gokon, oto wo tsumeru, oto wo haneru, cho'on, keitaiso "ri", hanpukukei, oto no ichibu koutai, dan seion to dakuon no tai. Gijougo merupakan jenis yang paling banyak ditemukan karena Babymetal sering menggunakan elemen emosional untuk mengekspresikan emosi dan perasaan dalam musik mereka, sementara hanpukukei adalah karakteristik yang paling sering muncul karena kemampuannya untuk memperkuat emosi dan memudahkan pendengar mengingat lirik. Temuan ini menunjukkan bahwa onomatope memainkan peran penting dalam memberikan kedalaman emosional di lirik lagu Babymetal. Implikasi penelitian ini meliputi kontribusi terhadap studi semantik dalam musik, referensi bagi musisi dan penulis lagu, serta aplikasi dalam pengajaran bahasa Jepang. Penelitian ini menyoroti pentingnya onomatope dalam menciptakan ekspresi emosional dalam lirik Babymetal, serta membuka peluang untuk analisis lebih lanjut di bidang linguistik dan studi musik. | This study aims to analyze the form and use of onomatopoeia in Babymetal song lyrics. Using descriptive qualitative method with listening and note techniques, as well as data analysis from Miles and Huberman, and also semantic supporting theory. This study found that onomatopoeia in Babymetal lyrics can be classified into 5 types namely giseigo, giongo, gitaigo, giyougo, and gijougo, and 8 characteristics namely gokon, oto wo tsumeru, oto wo haneru, cho'on, keitaiso "ri", hanpukukei, oto no ichibu koutai, and seion to dakuon no tai. Gijougo is the most common type because Babymetal often uses emotional elements to express emotions and feelings in their music, while hanpukukei is the most frequently occurring characteristic due to its ability to amplify emotions and make it easier for listeners to remember lyrics. The findings suggest that onomatopoeia plays an important role in providing emotional depth in Babymetal's song lyrics. Implications of this research include contributions to the study of semantics in music, references for musicians and songwriters, and applications in Japanese language teaching. This research highlights the importance of onomatopoeia in creating emotional expression in Babymetal's lyrics, and opens up opportunities for further analysis in the fields of linguistics and music studies. |