Home
Login.
Artikelilmiahs
46130
Update
VENA ISE VALENTIN
NIM
Judul Artikel
Gender Differences in Language Features in Enola Holmes (2020) : A Sociolinguistic Analysis
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Valentin, Vena Ise. Gender Diffe- rences In Language Features In Enola Holmes(2020): A Sociolin- guistics Study. Thesis. Pembimbing 1: Ika Mar’atus Solikhah, S.S.,M.A Pembimbing 2: Imam Subuhi, S.S., M.Hum Penguji: Usep Muttaqin, S. S.,M.Hum. Kementrian Riset, Tekn- ologi dan Pendidikan Tinggi, Unive- rsitas JenderalSoedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Bahasa dan Sas- tra Inggris, Program StudiSastra Ing- gris, Purwokerto. Penelitianyang berjudul “Gender Diff- erences In Language Features In Enola Holmes (2020): A Sociolinguistics Study” bert- ujuan untuk menganalisis jenis-jenis fitu bahasayang digunakan oleh karakter utama yang berbeda jenis kelamin dan untukmenganalisis kon- sistensi penggunaan fitur bahasa. Penel- itian ini menggunakan metodekuali- tatif untuk menganalisis datanya. Data utamanya adalah dialog yang diuc- apkanoleh karakterutama dalam film, Enola dan Tewksburry. Untuk mene- mukan jenis fiturbahasa yang digu- nakan, teori fitur bahasa wanita dari Lakoff dan bahasa laki-laki dariCoates digunakan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Enola mengg- unakansembilan dari sepuluh fitur bahasa wanita diantaranya adalah, lex- ical hedges denganenam belas ujaran (12.21%), intensifiers dengan empat belas ujaran (10.7%), tagquestions dengan tujuh ujaran (5.4%), empty adjectives dengan delapan ujaran(6. 11%), super polite dengandua puluh duaujaran (16.8%), rising intonation with duapuluh delapan ujaran (21.4%), avoid strong swear words delapan uja- ran (6.11%), andemphatic stress den- gan dua puluh lima ujaran (19.08%) . Di sisi lain, Tewksburrymenggunak- antujuhdari sepuluhfitur bahasa wan- ita seperti lexical hedges dengan tiga belas ujaran (26%), intensifiers den- gan tujuh ujaran (14%), tag ques- tions dengandelapan ujaran (16%), super polite dengan lima ujaran (10%), rising intonation empatujaran (8%), and emphatic stress dengan dua belas ujaran (24%) . Untuk bahasa lakilaki, keduanya juga memakainya. Enola menggunakan questions dengan dua puluhlima ujaran (44%), minimal resp- onses dengan empatujaran (7%), comp- liments denganenam ujaran (10.5%), strong swear words dengan satu ujaran (1.5%) and commandsdengan dua puluh satu ujaran (37%). Tewksburry menggunakan questions dengandua puluh delapan ujaran (49%), min- imal responses dengan tujuh uja- ran (12%),compliments dengan lima ujaran (9%), swea strong words den- gan dua ujaran (3.5%)and commands dengan lima belas ujaran (26%) . Kons- istensi menunjukan baik Enolamau- pun Tewksburry tidakkonsisten dalam menggunakan fitur bahasa.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Valentin, Vena Ise. Gender Differences In Language Features In Enola Holmes (2020): A Sociolinguistics Study. Thesis. Supervisor 1: Ika Mar’atus Solikhah, S.S., M.A Supervisor 2: Imam Subuhi, S.S., M.Hum External Examiner: Usep Muttaqin, S.S., M.Hum. Ministry of Research, Technology, and Higher Education, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, English Department, English Literature Study Program, Purwokerto. This research entitled “Gender Differences In Language Features In Enola Holmes (2020): A Sociolinguistics Study” is aimed to analyse the form of language features used by the main characters that have different gender and to analyze the consistency of language features. This research uses qualitative method to analyse the data. The primary data is the dialogue uttered by the main characters, Enola and Tewksburry. To find the language features, the theory of women’s language features by Lakoff and men language features by Coates are used. The result of this research shows that Enola uses nine out of ten women’s language features which are lexical hedges with sixteen instance (12.21%), intensifiers with fourteen instances (10.7%), tag questions with seven instances (5.4%), empty adjectives with eight instances (6.11%), super polite with twenty two instances (16.8%), rising intonation with twenty eight instances (21.4%), avoid strong swear words with eight instances (6.11%), and emphatic stress with 25 instances (19.08%). On the other hand, Tewksburry employs seven out of ten women’s language features which are lexical hedges with thirteen instances (26%), intensifiers with seven instances (14%), tag questions with eight instances (16%), super polite with five instances (10%), rising intonation with four instances (8%), and emphatic stress with twelve instances (24%). For men’s language both of them also use it. Enola uses questions with twenty five instances (44%), minimal responses with four instances (7%), compliments with six instances (10.5%), strong swear words with one instance (1.5%) and commands with twenty one instances (37%). Tewksburry uses questions with twenty eight instances (49%), minimal responses with seven instances (12%), compliments with five instance (9%), swea strong words with two instances (3.5%) and commands with fiveteen instances (26%). The consistency showed that both Enola and Tewksburry are inconsistent of using the language features.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save