Artikelilmiahs
Menampilkan 42.641-42.660 dari 48.844 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 42641 | 46019 | H1E019042 | USULAN PERBAIKAN DARI ANALISIS BIOMEKANIKA KERJA DAN LINGKUNGAN FISIK KERJA PADA PROSES PRODUKSI DI SENTRA INDUSTRI KERAJINAN BATOK KELAPA PURBALINGGA | Industri kerajinan merupakan sektor yang dianggap memiliki kapasitas dan potensi yang cukup besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Peran sektor industri juga terus meningkat di seluruh provinsi di Indonesia, termasuk Provinsi Jawa Tengah. Menurut DPMPTSP Kabupaten Purbalingga, Purbalingga secara umum sudah dikenal sebagai wilayah pengembangan beragam komoditas industri. Salah satu dari komoditas industri tersebut yaitu kerajinan batok kelapa. Berdasarkan hasil wawancara langsung yang dilakukan pada sentra batok kelapa Purbalingga, proses produksi di sentra ini melibatkan 25 pekerja. Pada proses produksi tersebut terlihat beberapa pekerja yang terindikasi melakukan posisi yang tidak ergonomis. Hal ini dapat memunculkan keluhan rasa nyeri di beberapa segmen tubuh pekerja. Apa bila risiko tersebut tidak diperhatikan dan dikendalikan, bisa berpotensi menyebabkan terjadinya keluhan musculoskeletal disorder (MSDs). Ergonomi terbagi dalam beberapa kelompok dua di antaranya yaitu lingkungan dan biomekanika. Biomekanika merupakan disiplin ilmu yang menggabungkan pengetahuan dalam bidang fisika, terutama mekanika, dan teknik, dengan dasar pengetahuan biologi dan lingkungan. Beberapa permasalahan biomekanika dan postur kerja dapat diatasi dengan beberapa solusi seperti dengan perbaikan posisi kerja dengan menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA). Berdasarkan permasalahan di atas maka akan melibatkan pengukuran keluhan gangguan musculoskeletal disorder menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) serta pengukuran postur kerja dengan menerapkan metode REBA untuk mengevaluasi tingkat risiko postur kerja para pekerj | The craft industry is a sector that is considered to have considerable capacity and potential to improve the community's economy. The role of the industrial sector also continues to increase in all provinces in Indonesia, including Central Java Province. According to the DPMPTSP of Purbalingga Regency, Purbalingga is generally recognized as an area for the development of various industrial commodities. One of these industrial commodities is coconut shell crafts. Based on the results of direct interviews conducted at the Purbalingga coconut shell center, the production process in this center involves 25 workers. In the production process, some workers are indicated to perform positions that are not ergonomic. This can lead to complaints of pain in several segments of the worker's body. If these risks are not considered and controlled, they can potentially cause musculoskeletal disorders (MSDs). Ergonomics is divided into several groups, two of which are environment and biomechanics. Biomechanics is a discipline that combines knowledge in physics, especially mechanics, and engineering, with a knowledge base of biology and the environment. Some biomechanical problems and work postures can be overcome with several solutions such as improving work positions using the Rapid Entire Body Assessment (REBA) method. Based on the above problems, it will involve measuring complaints of musculoskeletal disorders using REBA. | |
| 42642 | 46017 | I1C020002 | Formulasi dan Karakterisasi Nanopartikel Ekstrak Air Panas Kunyit (Curcuma longa) Berbasis Kitosan-Alginat untuk Kandidat Terapi Penyakit Hati | Kunyit (Curcuma longa) dikenal mengandung kurkumin dan bisakuron yang memiliki efek hepatoprotektif. Beberapa studi menunjukkan potensi ekstrak air panas kunyit sebagai agen terapeutik penyakit hati. Nanoteknologi dapat meningkatkan aktivitas biologi herbal, dan kombinasi kitosan-alginat mampu melindungi biomolekul serta mengendalikan enkapsulasi dan pelepasan obat. Penelitian ini mengembangkan formulasi nanopartikel ekstrak air panas kunyit menggunakan polimer kitosan-alginat dan karakterisasinya. Pembuatan nanopartikel ekstrak air panas kunyit (C. longa) menggunakan kitosan dan alginat melalui metode gelasi ionotropik dengan rasio massa kitosan-alginat 0,02:1, 0,04:1, dan 0,08:1. Karakterisasi nanopartikel meliputi penentuan ukuran partikel, distribusi ukuran partikel, zeta potensial, morfologi, analisis Fourier Transform Infrared Spectroscopy, dan Differential Scanning Calorimetry. Dipilih formula I dengan rasio massa kitosan-alginat (0,02:1) karena tidak menunjukkan adanya agregasi atau endapan selama studi pendahuluan. Hasil karakterisasi berupa ukuran partikel 700,3±10,2 nm, PDI 0,64±0,07, zeta potensial -25,91±0,41 mV, dan morfologi berbentuk kubus. Analisis FTIR menunjukkan peningkatan intensitas pada gugus O-H serta puncak baru pada 2931,94 cm⁻¹ dan 994,53 cm⁻¹, mengindikasikan ekstrak air panas kunyit terjerap dalam nanopartikel. Analisis DSC menunjukkan peristiwa termal spesifik pada 98,46°C, 133,03°C, 148,52°C, dan 181,90°C yang sesuai dengan karakteristik termal kitosan, alginat, dan ekstrak air panas kunyit. | Turmeric (Curcuma longa) is known to contain curcumin and bisacuron, which have hepatoprotective effects. Several studies indicate the potential of hot water turmeric extract as a therapeutic agent for liver diseases. Nanotechnology can enhance the biological activity of herbal extracts, and the combination of chitosan and alginate can protect biomolecules and control drug encapsulation and release. This study develops and characterizes a nanoparticle formulation of hot water turmeric extract using chitosan-alginate polymers. Nanoparticles of hot water turmeric extract (C. longa) were prepared using chitosan and alginate through the ionotropic gelation method with chitosan-alginate mass ratios of 0.02:1, 0.04:1, and 0.08:1. Characterization of the nanoparticles included determining particle size, particle size distribution, zeta potential, morphology, Fourier Transform Infrared Spectroscopy analysis, and Differential Scanning Calorimetry. Formula I with a chitosan-alginate mass ratio of 0,02:1 was selected because it did not show aggregation or sedimentation during the preliminary study. Characterization results showed a particle size of 700.3±10.2 nm, PDI of 0.64±0.07, zeta potential of -25.91±0.41 mV, and cubic morphology. FTIR analysis revealed an increase in the intensity of O-H groups and new peaks at 2931.94 cm⁻¹ and 994.53 cm⁻¹, indicating that the turmeric hot water extract was adsorbed into the nanoparticles. DSC analysis showed specific thermal events at 98.46°C, 133.03°C, 148.52°C, and 181.90°C, corresponding to the thermal characteristics of chitosan, alginate, and turmeric hot water extract. | |
| 42643 | 46020 | J1B020006 | Jenis Tindak Tutur Ilokusi pada Gelar Wicara Mata Najwa Episode "Tiga Bacapres Bicara Gagasan" | Tindak tutur ilokusi merupakan salah satu kajian pragmatik yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Tindak tutur ilokusi tidak hanya ditemukan pada ragam tulisan namun juga ditemukan dalam bentuk ragam lisan. Salah satu fenomena tindak tutur ilokusi dengan bentuk ragam lisan yang serin ditemukan adalah gelar wicara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis tindak tutur ilokusi yang terdapat pada tayangan gelar wicara Mata Najwa episode “Tiga Bacapres Bicara Gagasan”. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tuturan-tuturan yang terindikasi mengandung tindak tutur ilokusi dalam tayangan gelar wicara Mata Najwa episode “Tiga Bacapres Bicara Gagasan”. Data tersebut diambil dari tayangan yang diunggah dalam kanal YouTube resmi Najwa Shihab pada tanggal 19 September 2023. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode simak yang diterapkan dengan teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasar yang digunakan berupa teknik sadap, sedangkan teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik simak bebas libat cakap. Metode analisis data pada penelitian ini adalah metode padan pragmatik yang dilanjutkan dengan teknik pilah unsur penentu. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pragmatik dengan menggunakan teori tindak tutur Searle (1979). Teori tersebut digunakan untuk menganalisis tuturan yang terdapat pada tayangan gelar wicara Mata Najwa episode “Tiga Bacapres Bicara Gagasan”. Berdasarkan hasil penelitian terhadap analisis jenis tindak tutur dan fungsi tindak tutur yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ditemukan tindak tutur ilokusi yang meliputi: (a) asertif dengan wujud menyatakan, mengemukakan pendapat, menyangkal, menyebutkan, meragukan, menilai, menjelaskan, mengungkapkan pencapaian, dan penilaian pribadi; (b) direktif dengan wujud memperingatkan, meminta, menyarankan, mengajak, menasehati, mengarahkan, dan memerintah; (c) deklaratif dengan wujud mengizinkan dan memutuskan; (d) ekspresif dengan wujud memuji, mengucapkan terima kasih, mengelak, menghibur dan menenangkan; (e) komisif dengan wujud menjanjikan dan menawarkan. | Illocutionary speech acts are one of the pragmatic studies that are close to people's lives. Illocutionary speech acts are not only found in the written variety but also found in the form of oral variety. One of the phenomena of illocutionary speech acts with a variety of oral forms that are often found is a speech degree. This study aims to analyze the types of illocutionary speech acts contained in the Mata Najwa talk show episode “Three Bacapres Talk about Ideas”. The data used in this study are the utterances that are indicated to contain illocutionary speech acts in the Mata Najwa talk show episode “Three Bacapres Talking about Ideas”. The data is taken from the show uploaded on Najwa Shihab's official YouTube channel on September 19, 2023. Data collection employed the methods of observation and eavesdropping, supplemented by techniques such a free conversation observation and note-taking. The data analysis method in this research is the pragmatic exemplar method. The basic technique in this research is the decisive element sorting technique. data analysis was conducted using congruence method, involving both the fundamental technique of specific element categorization. The approach used in this research is pragmatics by using Searle's (1979) speech act theory. The theory is used to analyze the speech acts contained in the Mata Najwa talk show episode “Three Bacapres Talk about Ideas”. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that there are illocutionary speech acts which include: (a) assertive with forms of stating, expressing opinions, denying, mentioning, doubting, assessing, explaining, expressing achievements, and personal judgment; (b) directive in the form of warning, requesting, suggesting, inviting, advising, directing, and commanding; (c) declarative in the form of allowing and deciding; (d) expressive in the form of praising, thanking, evading, comforting, and calming; (e) commissive in the form of promising and offering. | |
| 42644 | 46021 | J0A021025 | Creating Bilingual Promotional Video Based on Testimonial Statements of Training Class Trainees at Hicolleagues | Laporan praktik kerja ini berjudul “Creating Bilingual Promotional Video Based on Testimonial Statements of Training Class Trainees At Hicolleagues”. Laporan ini ditulis berdasarkan praktik kerja yang dilaksanakan di Yogyakarta pada tanggal 14 Agustus hingga 31 Desember 2023. Tujuan utamanya adalah membuat video promosi berdasarkan pernyataan testimoni dari peserta kelas pelatihan. Terdapat tiga metode yang digunakan dalam membuat video promosi yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari laporan ini adalah video promosi tentang kelas pelatihan Hicolleagues dan testimoni dari peserta kelas. Video ini berdurasi dua menit tigapuluh dua detik dan diunggah ke LinkedIn. Dalam membuat video promosi, terdapat tiga kendala yaitu, perizinan kegiatan acara karena masalah privasi, tempat acara yang memiliki pencahayaan yang buruk, dan kurangnya persiapan peserta untuk sesi wawancara. Solusi yang digunakan adalah konfirmasi kembali tentang acara yang akan dibuat video promosi, cek tempat pelatihan untuk mengetahui kondisi tempatnya dan menginformasi ke peserta bahwa ada sesi interview. Meskipun mengalami berbagai kendala, semua kendala tersebut dapat diatasi dengan baik. | This job training report is entitled “Creating Bilingual Promotional Video Based on Testimonial Statements of Training Class Trainees At Hicolleagues”. This job training activity was carried out in Yogyakarta from August 14 to December 31, 2023. The main purpose is to create a promotional video based on testimonials statements of a training class trainess. There are three methods used in creating promotional videos, namely, observation, interviews, and documentation. The result is promotional video about Hicolleagues training class and testimonial from class participants. This promotional video is two minutes and thirty two seconds in duration and uploaded in LinkedIn During the making of the promotional video, there were three obstacles, such as licensing the event activities due to privacy issues, the venue having poor lighting, and the participant’s lack of preparation for the interview session. The solution used was reconfirm the availibility of the event being covered, confirm the condition of the venue used and inform the participants there will be an interview session. Despite experiencing various obstacles, all of these obstacles can be resolved properly. | |
| 42645 | 46022 | H1C017038 | GEOLOGI DAERAH JATISABA DAN SEKITARNYA, KECAMATAN CILONGOK, KABUPATEN BANYUMAS, JAWATENGAH | Geologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang bumi ini berkaitan dengan struktur, sejarah, komposisi, asal, proses alami dan perkembangan kehidupan sebelum terbentuk, yang sedang berlangsung dan juga saat ini. Ilmu geologi merupakan ilmu terapan yang berdasarkan dari pengamatan dari suatu objek geologi di lapangan. Pemetaan geologi merupakan kegiatan yang dilakukan pada suatu daerah tertentu dengan cara mengambil informasi geologi lengkap berupa singkapan, litologi, kedudukan singkapan (strike dan dip), dan gejala geologi lainnya seperti susunan stratigrafi,struktur geologi ataupun pengamatan geomorfologi. Penelitian dilakukan pada daerah Jatisaba dan sekitarnya, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah untuk mengetahui kondisi geologi daerah tersebut. Metode penelitian berupa pemetaan geologi serta pengamatan sayatan tipis batuan atau petrografi. Satuan geomorfologi daerah penelitian terbagi menjadi lima satuan berdasarkan klasifikasi bentuk muka bumi Budi Brahmantyo (2006), yaitu Satuan Geomorfologi Dataran Aluvial Dukuh Lor, Satuan Geomorfologi Dataran Aliran Lahar Karangmangu, Satuan Geomorfologi Dataran Homoklin Tembalang, dan Satuan Geomorfologi Punggungan Homoklin Sawangan. Urutan tratigrafi yang terdapat pada daerah penelitian terbagi menjadi tiga satuan geologi dengan urutan dari tua ke muda yaitu: Satuan Breksi Monomik, Satuan Perselingan Batupasir Batulempung, Satuan Endapan Lahar,dan Satuan Endapan Aluvial. | Geology is the study of the earth is related to the structure, history, composition, origin, natural processes and development of life before it formed, which is ongoing and also present. Geology is an applied science based on observations of geological objects in the field. Geological mapping is an activity carried out in a certain area by taking complete geological information in the form of outcrops, lithology, outcrop positions (strike and dip), and other geological symptoms such as stratigraphic arrangement, geological structure or geomorphological observations. The research was conducted in Jatisaba and surrounding areas, Cilongok District, Banyumas Regency, Central Java Province to determine the geological conditions of the area. Research methods in the form of geological mapping and observation of thin incisions of rocks or petrography. The geomorphological unit of the study area is divided into five units based on the classification of the shape of the earth Budi Brahmantyo (2006), namely the Dukuh Lor Alluvial Plain Geomorphological Unit, the Karangmangu Lava Flow Plain Geomorphological Unit, the Tembalang Homocline Plain Geomorphology Unit, and the Sawangan Homocline Ridge Geomorphology Unit. The tratigraphic sequence contained in the study area is divided into three geological units in order from old to young, namely: Monomic Breccia Unit, Claystone Sandstone Interlude Unit, Lava slate deposition unit, and alluvial sediment units. | |
| 42646 | 46015 | H1E019029 | Usuluan Peningkatan Kualitas Pelayanan Menggunakan Quality Function Deployment Berbasis Service Quality Dan Kano Model Pada Barbershop HAX | Kualitas pelayanan adalah upaya dalam memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan serta mengevaluasinya berdasarkan persepsi mereka, sementara kepuasan pelanggan timbul dari hasil perbandingan antara kinerja yang dirasakan dengan harapan yang dimiliki pelanggan terhadap suatu produk atau jasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kualitas pelayanan Barbershop HAX menggunakan Quality Function Deployment (QFD) dan integrasi metode Service Quality (Servqual) dengan Kano Model. Metode Servqual digunakan untuk mengukur kesenjangan antara harapan dan persepsi pelanggan terhadap pelayanan, sementara Kano Model digunakan untuk mengkategorikan atribut pelayanan berdasarkan pengaruhnya terhadap kepuasan pelanggan. Dari hasil analisis terhadap 27 atribut pelayanan, ditemukan bahwa nilai persepsi pelanggan secara umum lebih rendah dibandingkan dengan nilai harapan mereka. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara ekspektasi pelanggan dan realitas layanan yang mereka terima. Hasil penelitian ini adalah rancangan usulan perbaikan yang terstruktur dan sistematis berdasarkan pada hasil pengolahan data, dengan pengimplementasian activity network diagram untuk merencanakan urutan dan prioritas pelaksanaan setiap langkah perbaikan. | Service quality is the effort to meet customer needs and expectations and evaluate them based on their perceptions, while customer satisfaction arises from comparing perceived performance with expectations for a product or service. This study aims to identify and analyze the service quality of Barbershop HAX using Quality Function Deployment (QFD) and integrating the Service Quality (Servqual) method with the Kano Model. The Servqual method measures the gap between customer expectations and perceptions of service, while the Kano Model categorizes service attributes based on their impact on customer satisfaction. Analysis of 27 service attributes revealed that overall, customer perceptions were lower than their expectations, indicating a gap between customer expectations and the reality of the service provided. The study results in a structured and systematic proposal for improvement based on data processing, utilizing activity network diagrams to plan the sequence and prioritize implementation of each improvement step. | |
| 42647 | 46023 | F1F020032 | Efektivitas Gerakan Sosial 'No Japan' di Korea Selatan (2019-2022) | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemarahan masyarakat Korea Selatan terhadap kebijakan pembatasan ekspor bahan semi konduktor, penghapusan Korea Selatan dari white list ekspor, serta penolakan Jepang terhadap pemberian ganti rugi sesuai tuntutan Mahkamah Agung tahun 2018. Hal tersebut kemudian menyebabkan sentimen anti-Jepang bergejolak di Korea Selatan. Masyarakat Korea Selatan mengutarakan protesnya dengan cara bersatu dalam gerakan sosial ‘No Japan’. ‘No Japan’ yang menjadi simbol aksi protes terhadap Jepang mengajak masyarakat Korea Selatan untuk memboikot produk dan layanan milik Jepang serta melakukan unjuk rasa di berbagai tempat terutama di Kedutaan Besar Jepang. Penelitian ini akan menganalisis mengenai efekitivitas, dan faktor penentu dari hasil yang tercapai oleh gerakan tersebut. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori Resource Mobilization Theory (RMT) dan konsep efektivitas gerakan sosial dengan tujuan untuk mengetahui mengenai efektivitas dan faktor yang menentukan hasil dari gerakan. Dalam penelitian ini akan menggunakan metode analisis kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah gerakan sosial ‘No Japan’ tidak efektif karena tidak mendapatkan tanggapan serta perubahan kebijakan yang menguntungkan bagi tujuan dari gerakan. Kegagalan ini disebabkan karena ‘No Japan’ tidak memobilisasikan sumber daya yang dimilikinya dengan baik sehingga hasil yang didapatkan berupa kegagalan. | This research is motivated by the anger of the South Korean people towards the policy of limiting exports of semiconductor materials, the removal of South Korea from the export white list, and Japan's refusal to compensate according to the demands of the South Korean Supreme Court in 2018. This then caused anti-Japanese sentiment to flare up in South Korea. South Koreans expressed their protest by uniting in the 'No Japan' social movement. 'No Japan', which symbolizes the protest against Japan, invites South Koreans to boycott Japanese products and services and hold demonstrations in various places, especially at the Japanese Embassy. This research will analyze the effectiveness and the determining factors of the results achieved by the movement. This research is analyzed using Resource Mobilization Theory (RMT) and the concept of social movement effectiveness to know about the effectiveness and factors that determine the results of the movement. This research will use a qualitative analysis method with a literature study approach. The result of this research is that the 'No Japan' social movement is ineffective because it does not get responses and policy changes that are favorable to the goals of the movement. This failure is because 'No Japan' did not mobilize its resources properly so the results were obtained in the form of failure. | |
| 42648 | 46024 | I1C020045 | FORMULASI ALGINATE BUBBLE EKSTRAK AIR PANAS KUNYIT (Curcuma longa) | Ekstrak Air Panas Kunyit (Hot-Water Extract of Curcuma longa, HWEC) diketahui memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan efek hepatoprotektif. Formulasi HWEC dalam bentuk alginate bubble sebagai matriks penghantaran dapat meningkatkan penerimaan dan konsumsi kunyit. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi alginate bubble yang mengandung HWEC. Penelitian dilakukan dengan ekstraksi kunyit menggunakan metode dekokta dengan pelarut air. Alginate bubble dibuat dengan metode frozen reverse spherification dengan variasi konsentrasi alginat (1, 2, 3, 4%). Karakterisasi meliputi pengukuran diameter, ketebalan membran, dan morfologi, serta hardness dilakukan untuk menentukan formula terbaik. Alginate bubble yang dihasilkan berbentuk bulat semi padat yang berisi cairan, morfologi permukaan membran bubble berongga, memiliki diameter 16,83-19,98 mm; ketebalan membran 0,22-0,37 mm; dan hardness 3,53-8,43 N. Formulasi alginate bubble HWEC dengan konsentrasi alginat 3% memiliki karakteristik yang paling baik, sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai suplemen makanan. | Turmeric Hot Water Extract (Hot-Water Extract of Curcuma longa, HWEC) is known to have antioxidant activity, anti-inflammatory and hepatoprotective effects. HWEC formulation in the form of alginate bubbles as a delivery matrix can increase the acceptance and consumption of turmeric. This research aims to develop an alginate bubble formulation containing HWEC. The research was carried out by extracting turmeric using the decoction method with water as a solvent. Alginate bubbles were made using the frozen reverse spherification method with varying alginate concentrations (1, 2, 3, 4%). Characterization includes measuring diameter, membrane thickness, morphology, and hardness to determine the best formula. The produced alginate bubble is semi-solid spherical in shape containing liquid, the surface morphology of the bubble membrane is hollow, has a diameter of 16.83-19.98 mm; membrane thickness 0.22-0.37 mm; and hardness 3.53-8.43 N. HWEC alginate bubble formulation with 3% alginate concentration has the best characteristic, so it has the potential to be developed as a food supplement | |
| 42649 | 45414 | B1A020083 | STUDI IDENTIFIKASI SPESIES GENUS TRISTANIOPSIS DI KEBUN RAYA BOGOR DENGAN PRIMER ITS (Internal Transcribed Spacer) DAN ANALISIS KARAKTER MORFOLOGI | Identifikasi spesies berperan krusial dalam pemahaman mengenai ekologi, konservasi, dan taksonomi tumbuhan. Namun, proses identifikasi spesies seringkali menjadi tantangan kompleks, terutama jika hanya mengandalkan karakter morfologi. Oleh karena hal tersebut, kombinasi analisis morfologi yang dipadukan dengan metode analisis molekuler menjadi solusi yang tepat. Tantangan dalam melakukan identifikasi tingkat spesies juga dialami oleh salah satu pusat konservasi tumbuhan di Indonesia, yaitu Kebun Raya Bogor, salah satunya yaitu identifikasi tingkat spesies pada koleksi genus Tristaniopsis. Genus Tristaniopsis merupakan kelompok tumbuhan yang cukup sering ditemukan pada hutan di dataran rendah dan merupakan anggota dari keluarga Myrtaceae. Salah satu ciri khas yang dimiliki Tristaniopsis yaitu bentuk daun yang menyirip dan kulit kayu kemerahan yang mengelupas, batang berkayu, tipe daun tunggal, tersebar dan berhadapan, tepi daun rata dan tidak berstipula, serta mengandung minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nama spesies yang belum teridentifikasi pada koleksi genus Tristaniopsis di Kebun Raya Bogor dengan menganalisis dan mengintegrasikan data hasil analisis morfologi dan analisis molekuler dengan primer ITS (Internal Transcribed Spacer). Penelitian dan pengambilan sampel dilakukan di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Kebun Raya Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis molekuler dan morfologi pada sampel tumbuhan nomor XIX.A.18 merupakan spesies Planchonella chartacea, dan bukanlah Tristaniopsis seperti yang tertera pada identitas yang diberikan oleh Kebun Raya Bogor. Hal tersebut menunjukkan adanya data yang tidak sesuai dan perlu adanya perbaikan. Berdasarkan analisis molekuler pada sampel tumbuhan nomor V.A.62 berhasil dilakukan hingga tingkat genus, karena adanya keterbatasan data sekuens ITS pada spesies Tristaniopsis whiteana yang dimiliki oleh genebank NCBI. Berdasarkan analisis molekuler dan morfologi, dapat dikonfirmasi bahwa tumbuhan nomor V.A.62 memang benar Tristaniopsis whiteana | Identification of species plays a crucial role in understanding ecology, conservation, and plant taxonomy. However, the process of species identification is often a complex challenge, especially when relying solely on morphological characteristics. Due to this, a combination of morphological analysis integrated with molecular analysis methods becomes an appropriate solution. One of the botanical conservation centers in Indonesia, the Bogor Botanical Gardens, also faces challenges in species-level identification, particularly for the Tristaniopsis genus collection. The Tristaniopsis genus is a group of plants commonly found in lowland forests and belongs to the Myrtaceae family. One of the distinctive features of Tristaniopsis is its pinnate leaves and reddish, peeling bark, woody stems, simple leaves, scattered and opposite leaf arrangement, entire leaf margins without stipules, and the presence of essential oils. This study aims to identify the species names that have not yet been identified in the Tristaniopsis genus collection at the Bogor Botanical Gardens by analyzing and integrating data from morphological analysis and molecular analysis using ITS (Internal Transcribed Spacer) primers. The research and sample collection will be conducted at the National Research and Innovation Agency (BRIN) Bogor Botanical Gardens. The results showed that based on molecular and morphological analysis of plant sample number XIX.A.18 is a species of Planchonella chartacea, and not Tristaniopsis as stated in the identity provided by the Bogor Botanical Garden. This indicates the existence of data that does not match and needs improvement. Based on molecular analysis of plant sample number V.A.62, it was successfully carried out up to the genus level, due to limited ITS sequence data on Tristaniopsis whiteana species owned by NCBI genebank. Based on molecular and morphological analysis, it can be confirmed that plant number V.A.62 is indeed Tristaniopsis whiteana. | |
| 42650 | 46030 | I1C020055 | Formulasi dan Uji Aktivitas Krim Anti Jerawat Minyak Atsiri Kulit Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) dengan Kombinasi Tween 80 dan Gliserin terhadap Staphylococcus epidermidis | Latar Belakang: Jerawat dapat disebabkan oleh bakteri Staphylococcus epidermidis. Penggunaan terapi antibiotik jangka panjang dapat menyebabkan resistensi. Minyak atsiri kulit kayu manis mengandung sinamaldehid yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri S. epidermidis. Minyak atsiri kulit kayu manis diformulasikan dalam bentuk sediaan krim dengan kombinasi Tween 80 sebagai surfaktan dan gliserin sebagai humektan. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh kombinasi Tween 80 dan gliserin terhadap sifat dan stabilitas fisik serta aktivitas antibakteri krim. Metodologi: Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium. Sediaan dibuat dengan variasi Tween 80 & gliserin F1 (15:10%), F2 (12,5:12,5%), F3 (10:15%). Evaluasi sediaan krim meliputi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan stabilitas freeze-thaw. Aktivitas antibakteri terhadap S. epidermidis diuji dengan metode difusi sumuran dengan krim eritromisin 2% sebagai kontrol positif. Hasil Penelitian: Seluruh formula krim minyak atsiri kulit kayu manis memenuhi persyaratan sifat dan stabilitas fisik krim yang baik. Hasil uji aktivitas antibakteri krim terhadap S. epidermidis menunjukkan daya hambat F1 16,67 mm; F2 16 mm; F3 16 mm; dan kontrol positif 29 mm. Kesimpulan: F1 sebagai formula terpilih memiliki sifat fisik yang baik, stabil, dan aktivitas antibakteri yang kuat dalam menghambat pertumbuhan S. epidermidis. | Background: Acne can be caused by the bacteria Staphylococcus epidermidis. Long-term use of antibiotic therapy can lead to resistance. Cinnamon bark essential oil contain cinnamaldehyde, which can inhibit the growth of S. epidermidis. The oil is formulated into a cream with Tween 80 as surfactant and glycerin as a humectant. This study evaluates the effect of the combination of Tween 80 and glycerin on the properties, physical stability and antibacterial activity of the cream. Methodology: The study used laboratory experimental method. Creams were formulated with variations of Tween 80 & glycerin F1 (15:10%), F2 (12,5:12,5%), F3 (10:15%). The evaluation included organoleptic, homogeneity, pH, viscosity, spreadability, adhesiveness, and freeze-thaw stability. Antibacterial activity against S. epidermidis was tested using the well-diffusion method with 2% erythromycin cream as a positive control. Results: All formulations of cinnamon bark essential oil cream met the requirements for good physical properties and stability test. The results of the antibacterial activity test of the cream against S. epidermidis showed inhibition zones of F1 16,67 mm; F2 16 mm; F3 16 mm; and positive control 29 mm. Conclusion: F1, as the selected formula, has good physical properties, stability, and strong antibacterial activity in inhibiting the growth of S. epidermidis. | |
| 42651 | 46031 | I1C020052 | HUMAN PLATELET LYSATE (HPL) SEBAGAI ALTERNATIF SERUM PADA MEDIUM KULTUR PRIMER SEL GINJAL MENCIT (Mus musculus) | HPL dari Platelet Concentrate kedaluwarsa berpotensi sebagai alternatif serum pada media kultur sel. Penelitian bertujuan untuk menentukan konsentrasi HPL efektif dalam mendukung proliferasi sel. Penelitian dilakukan secara in vitro menggunakan kultur primer sel dengan metode CCK-8 dan dye exclusion untuk mengetahui nilai viabilitas dan densitas sel. Viabilitas sel ginjal mencit pada pemberian HPL dengan konsentrasi 1,25; 2,5; 5; 7,5; dan 10% menggunakan metode dye exclusion berturut-turut 90,55±1,23%; 91,76±1,01%; 92,25±0,45%; 92,55±0,21%; 94,36±1,43%, pada metode CCK-8 berturut-turut 169,01±81,02%; 185,71±115,43%; 94,92±111,85%; -272,64 ± 166,29%; 394,92±232,13%. Jumlah sel yang hidup yang didapatkan berturut-turut 23,875x106; 23,750 x106; 24,875x106; 25,125x106 sel/mL. Analisis statistik menunjukkan viabilitas dan densitas sel pada HPL 10% lebih tinggi dan berbeda signifikan (p<0,05) dibandingkan FBS 10%. HPL konsentrasi 10% berpotensi sebagai alternatif serum pada medium kultur untuk mendukung proliferasi sel pada kultur primer sel ginjal mencit. | HPL produced from expired Platelet Concentrate has the potential as an alternative serum in cell culture media. This study aims to determine the effective concentration of HPL for enhancing cell proliferation. The research was conducted in vitro using a primary cell culture with the CCK-8 and dye exclusion assay to determine cell viability and density. The cell viability of mice kidney cells with HPL concentrations of 1,25; 2,5; 5; 7,5; and 10% using the dye exclusion method respectively were 90,55±1,23%; 91,76±1,01%; 92,25±0,45%; 92,55±0,21%; 94,36±1,43%. Using the CCK-8 method, the viability were 169,01± 81,02%; 185,71±115,43%; 94,92±111,85%; -272,64 ±166,29%; 394,92 ± 232,13%, respectively. The number of viable cells obtained were 23,875x106; 23,750x106; 24,875x106; 25,125x106 cells/mL, respectively. Statistical analysis showed that cell viability and density with 10% HPL were significantly higher and differed significantly (p<0,05) compared to 10% FBS. HPL at a concentration of 10% was capable to support cell proliferation of the kidney primary cell culture. | |
| 42652 | 47747 | C2D022026 | PEMETAAN BIBLIOMETRIK DENGAN VOSVIEWER TERHADAP HUTANG USAHA DARI DAMPAK PANDEMI COVID-19 | Kajian ini bertujuan untuk mengetahui peta perkembangan penelitan permasalahan hutang yang dialami masyarakat pada masa pandemic covid-19. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memperluas kajian terkait masalah hutang dimasa pandemi covid 19 sehingga dapat menemukan solusi dari permasalahan yang ada. Pelaksanakan kajian dilakukakan di bulan September 2022 melalui penelusuran database google scholar dengan kata kunci debt dan covid. Hasil dari penelurusan tersebut kemudian dianalisis secara deskriptif berdasrakan tahun terbit publikasi, nama jurnal/publikasi, produktivitas peneliti dan subjek penelitan. Untuk mendapatkan peta perkembangan penelitian, data tersebut di ekspor ke format file comma separated values (CSV). Data hasil ekspor kemudian diolah dan dianalisis menggunakan program aplikasi VOSViewer untuk mengetahui peta bibliometric perkembangan penelitian terhadap hutang dari dampak pandemi covid 19 tahun 2020 – 2022, yang mengalami peningkatan pada tahun 2021 dan menurun pada tahun 2022. Penelitian ini terbanyak dipublikasikan dalam SSRN Elibrary. Peneliti asing yang paling produktif adalah Oxford Analytica. Subjek terbanyak terkait hutang usaha dari dampak pandemi covid 19 adalah melalui visualisasi network menunjukkan bahwa peta perkembangan penelitian bidang pertanian terbagi menjadi 5 kluster. Kluster 1 terdiri dari 8 topik, kluster 2 terdiri 5 topik, kluster 3 terdiri 4 topik, kluster 2 terdiri 4 topik, kluster 5 terdiri dari 3 topik. | This study aims to find out the map of the development of research on debt problems experienced by the community during the COVID-19 pandemic. With this research, it is hoped that it can increase attention related to debt problems during the COVID-19 pandemic so that they can find solutions to existing problems. The study was carried out in September 2022 through a google scholar database search with the keywords debt and covid. The results of the search are then analyzed descriptively based on the year of publication, researchers, researchers and research subjects. To get a map of research developments, the data is exported to a comma Separated Values (CSV) file format. The export data are then processed and analyzed using the VOSViewer application program to find out a bibliometric map of the development of research on debt from the impact of the COVID-19 pandemic in 2020 – 2022, which will increase in 2021 and decrease in 2022. This research is the largest in the SSRN Elibrary. The most prolific foreign researcher was Oxford Analytica. The biggest subject related to accounts payable from the impact of the COVID-19 pandemic is through network visualization showing that the agricultural development map is divided into 5 clusters. Cluster 1 consists of 8 topics, cluster 2 consists of 5 topics, cluster 3 consists of 4 topics, cluster 2 consists of 4 topics, and cluster 5 consists of 3 topics. | |
| 42653 | 46033 | I1C020047 | Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Pasien terhadap Penggunaan Telefarmasi di Purwokerto | Telefarmasi merupakan pemberian layanan kefarmasian dari jarak jauh melalui teknologi dan informasi oleh apoteker. Penilaian kepuasan pasien menjadi indikator penting dalam mengevaluasi kualitas layanan, termasuk telefarmasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kepuasan masyarakat Purwokerto terhadap layanan telefarmasi serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan cross-sectional dengan pengambilan data melalui kuesioner yang disusun berdasarkan literatur terkait, dan melibatkan 106 responden yang dipilih secara accidental sampling pada periode 1 Juni hingga 30 Juni 2024. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman rank untuk mengukur pengaruh usia, tingkat pendidikan, dan pendapatan terhadap kepuasan pasien, serta uji ANOVA untuk mengevaluasi perbedaan tingkat kepuasan berdasarkan jenis pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien tertinggi berada pada dimensi empati (empathy) (88,38%), diikuti oleh dimensi jaminan (assurance) (87,15%), ketanggapan (responsiveness) (86,85%), kehandalan (reliability) (84,67%), dan bukti langsung (tangible evidence) (82,55%). Ditemukan pengaruh signifikan antara usia terhadap tingkat kepuasan pasien (p-value 0,044), sedangkan tingkat pendidikan dan pendapatan tidak menunjukkan pengaruh signifikan dengan p-value masing-masing 0,860 dan 0,359, serta jenis pekerjaan juga tidak menunjukkan perbedaan signifikan terhadap tingkat kepuasan pasien (p-value 0,222). Kesimpulannya, tingkat kepuasan pasien terhadap telefarmasi di Purwokerto dikategorikan sangat puas pada kelima dimensi dan terdapat pengaruh yang signifikan antara usia pada tingkat kepuasan pasien terhadap telefarmasi di Purwokerto. | Telepharmacy is the provision of pharmaceutical services remotely through technology and information by pharmacists. Assessment of patient satisfaction is an important indicator in evaluating service quality, including telepharmacy. This study aims to describe the level of satisfaction of Purwokerto community towards telepharmacy services and identify the factors that affect it. The study was conducted using a cross-sectional approach with data collection through a questionnaire prepared based on related literature, and involved 106 respondents selected by accidental sampling in the period June 1 to June 30, 2024. Data were analyzed using the Spearman rank correlation test to measure the effect of age, education level, and income on patient satisfaction, and the ANOVA test to evaluate differences in satisfaction levels based on occupation type. The results showed that the highest level of patient satisfaction was in the empathy dimension (88.38%), followed by the assurance dimension (87.15%), responsiveness (86.85%), reliability (84.67%), and tangible evidence (82.55%). There was a significant correlation between age and the level of patient satisfaction (p-value 0.044), while the level of education and income did not show a significant correlation with a p-value of 0.860 and 0.359 respectively, and the type of occupation also did not show a significant difference in the level of patient satisfaction (p-value 0.222). In conclusion, the level of patient satisfaction with telepharmacy in Purwokerto is categorized as very satisfied in all five dimensions and there is a significant correlation between age and the level of patient satisfaction with telepharmacy in Purwokerto. | |
| 42654 | 47884 | J1D021002 | Pengembangan Instrumen Tes Penalaran untuk Mengukur Logika Berbahasa Siswa Kelas XI SMA di Purwokerto | Penelitian ini dilatarbelakangai oleh tidak adanya soal tes bentuk penalaran untuk mengukur logika berbahasa dan rendahnya literasi di Indonesia. Tujuan penelitian ini, yaitu mengembangkan produk instrumen tes penalaran untuk mengukur logika berbahasa siswa kelas XI SMA di Purwokerto. Bentuk penelitian research and development (R&D) dengan model analysis, design, development, implementation, and evaluation (ADDIE) dengan 10 langkah pengembangan instrument tes Heri Retnawati. Populasi penelitian siswa kelas XI SMA Negeri di Purwokerto. Sampel yang digunakan siswa kelas XI SMA Negeri 2 Purwokerto, SMA Negeri 3 Purwokerto, dan SMA Negeri 5 Purwokerto. Hasil pengembangan menunjukkan instrumen tes dinyatakan valid dengan menggunakan indeks Aiken V sebesar 0,90. Hasil uji reliabilitas memperoleh nilai 0,699. Tingkat kesukaran butir soal mayoritas berkategori mudah. Daya pembeda soal kurang baik dalam membedakan kelompok atas dan bawah. Hasil yang diperoleh dari perhitungan total skor peserta tes menunjukkan skor tertinggi 125 menandakan bahwa 6,71% peserta tes menguasai soal dan mempunyai tingkat penalaran dalam berlogika berbahasa sangat baik. Hasil pengembangkan diperoleh bahwa kemampuan logika berbahasa siswa dapat diwujudkan melalui sebuah instrumen tes penalaran. | This research is motivated by the absence of reasoning test questions to measure language logic and low literacy in Indonesia. The purpose of this research is to develop a reasoning test instrument product to measure the language logic of grade XI high school students in Purwokerto. The form of research and development (R&D) research with the analysis, design, development, implementation, and evaluation (ADDIE) model with 10 steps of Heri Retnawati's test instrument development. The research population was XI grade students of public high schools in Purwokerto. The sample used XI grade students of SMA Negeri 2 Purwokerto, SMA Negeri 3 Purwokerto, and SMA Negeri 5 Purwokerto. The development results showed that the test instrument was declared valid using the Aiken V index of 0.90. The reliability test results obtained a value of 0.699. The difficulty level of the majority of items is categorized as easy. The distinguishing power of the question is not good in distinguishing the upper and lower groups. The results obtained from the calculation of the total score of the test participants showed the highest score of 125 indicating that 6.71% of the test participants mastered the question and had a very good level of reasoning in language logic. The development results showed that students' language logic skills can be realized through a reasoning test instrument. | |
| 42655 | 46034 | F1F017069 | Sikap Korea Selatan pada Masa Presiden Yoon Sukyeol Terkait Isu Wartime Forced Labor | Korea Selatan diketahui menjadi salah satu negara yang tunduk dibawah pemerintah kolonial Jepang pada masa Perang Dunia II dimana pada masa kependudukan Jepang di Korea Selatan ini, banyak perilaku buruk yang diterima oleh rakyat Korea Selatan oleh pemerintah Jepang, salah satunya adalah pemberlakuan kerja paksa atau forced work. Hal buruk yang terjadi pada masa Perang Dunia II ini kemudian menjadi masalah tersendiri bagi hubungan antara Korea Selatan dan Jepang di masa sekarang karena adanya perbedaan pandangan di antara kedua negara terkait penyelesaian isu wartime forced labor ini. Puncak dari memburuknya hubungan Korea Selatan dan Jepang adalah pada tahun 2019, ketika Jepang memutuskan untuk membatasi ekspor beberapa bahan kimia, yang dibutuhkan Korea Selatan sebagai komponen penting dari industri elektronik mereka. Selanjutnya, penelitian ini akan membahas sikap Yoon Suk Yeol dalam menghadapi isu wartime forced labor menggunakan teori pilihan rasional atau rational choice. | South Korea is known to be one of the countries under Japanese colonial rule during World War II. During the Japanese occupation of South Korea, many of the bad behaviors accepted by the South Korean people by the government of Japan, one of which is the imposition of forced labor. The peak of the deterioration in South Korea-Japan relations was in 2019, when Japan decided to restrict exports of some chemicals, which South Korea needed as an important component of their electronics industry. This research will further discuss the issue of wartime forced labor under Yoon Suk Yeol administration using rational choice theory. | |
| 42656 | 46035 | I1C020079 | Analisis Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Fraksi Metanol Ko-kultur Jamur Simbion Nudibranchia dan Bakteri Sinomicrobium sp. PAP.21 terhadap Mycobacterium smegmatis | Senyawa bioaktif yang dihasilkan oleh jamur simbion invertebrata laut seperti nudibranchia telah menunjukkan potensi aktivitas biologis. Namun, pada kondisi laboratorium standar terdapat beberapa klaster gen biosintetik tidak aktif, sehingga dilakukan pendekatan ko-kultur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jamur simbion nudibranchia, menganalisis profil KLT, dan mengevaluasi aktivitas antibakteri fraksi metanol (MeOH) terhadap M. smegmatis. Penelitian ini dilakukan dengan menginokulasi jamur simbion nudibranchia kode 8B pada media PDA hingga diperoleh isolat murni dan diidentifikasi morfologi secara makroskopis dan mikroskopis. Fermentasi dilakukan dengan metode ko-kultur jamur dengan bakteri pada media beras. Kemudian diekstraksi dengan EtOAc dan difraksinasi dengan metode ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut metanol-air dan n-heksana. Skrining fitokimia dilakukan dengan metode KLT dan uji aktivitas antibakteri terhadap M. smegmatis dengan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Jamur simbion kode 8B yang diisolasi dari nudibranchia teridentifikasi secara morfologi sebagai Penicillium sp. Fraksi MeOH ko-kultur mengandung beragam metabolit sekunder diantaranya alkaloid, flavonoid, dan steroid. Ekstrak EtoAc monokultur bakteri dan ekstrak EtoAc monokultur jamur dapat menghambat pertumbuhan bakteri M. smegmatis dengan zona hambat sebesar 2,67 ± 2,31 mm dan 4,67 ± 2,31 mm yang termasuk kategori lemah. Sementara fraksi MeOH ko-kultur menunjukkan aktivitas antibakteri sebesar 8,33 ± 1,15 mm yang termasuk kategori sedang. Dengan demikian, fraksi MeOH ko-kultur jamur Penicillium kode 8B dengan bakteri Sinomicrobium sp. PAP.21 pada media beras menunjukkan adanya aktivitas antibakteri terhadap M. smegmatis sehingga metode ko-kultur ini dinyatakan berhasil dalam menginduksi keragaman metabolit aktif. | Bioactive compounds produced by fungal symbionts of marine invertebrates such as nudibranchia possess biological activity. However, most of biosynthetic gene clusters are inactive under standard laboratory culture conditions, leading to the application of co-culture strategy. This study aimed to identify the fungal symbionts of nudibranchia, to analyze its phytochemical, and to evaluate its antibacterial activity against Mycobacterium smegmatis. Fungal symbionts of nudibranchia were inoculated on PDA media until a pure isolate obtained, and then identified morphologically through macroscopic and microscopic. Fermentation was carried out on rice media using the co-culture method between fungus and bacterium. The ethyl acetate (EtOAc) extracts were then fractionated using a liquid-liquid extraction technique using methanol-water and n-hexane. The TLC method was performed to identify the phytochemical content. While the Kirby-Bauer disk diffusion method was employed to assess the antibacterial activity against M. smegmatis. Morphological analysis suggested that the fungal symbiont 8B isolated from nudibranchia was identified as Penicillium sp. The MeOH fraction of the co-culture contained secondary metabolites, including alkaloids, flavonoids, and steroids. The EtOAc extract from the bacterial and fungal monoculture inhibited the growth of M. smegmatis, with inhibition zone diameters of 2.67 ± 2.31 and 4.67 ± 2.31 mm which categorized as weak. Meanwhile, the MeOH fraction of the co-culture showed antibacterial activity, with inhibition zone diameter of 8.33 ± 1.15 mm, which was categorized as moderate. MeOH fraction from co-culture of the Penicillium and Sinomicrobium sp.PAP.21 in rice media revealed antibacterial activity against M. smegmatis. This supposes that co-culture approach was capable of inducing various secondary metabolites. | |
| 42657 | 46037 | I1D020038 | Hubungan Asupan Serat, Durasi Tidur dan Perilaku Sedentari dengan Tekanan Darah pada Mahasiswa Kost Universitas Jenderal Soedirman | Latar Belakang: Mahasiswa merupakan salah satu kelompok usia yang rentan terkena hipertensi. Prevalensi hipertensi pada usia ≥18 tahun di Indonesia diketahui sebesar 34,1%. Terdapat berbagai faktor risiko terjadinya hipertensi pada mahasiswa yaitu asupan serat, durasi tidur, dan perilaku sedentari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan serat, durasi tidur, dan perilaku sedentari dengan mahasiswa kost Universitas Jenderal Soedirman. Metodologi: Penelitian cross sectional terhadap 96 responden usia 19-22 tahun mahasiswa kost dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data asupan serat diperoleh dengan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire, durasi tidur dengan Sleep Timing Questionnaire, dan perilaku sedentari dengan Sedentary Behavior Questionnaire. Analisis data statistik menggunakan uji Chi-Square dan Uji Likelihood ratio. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan asupan serat sangat kurang sebanyak 52,1%, responden dengan durasi tidur kurang sebanyak 78,1%, responden dengan perilaku sedentari tinggi sebanyak 83,3%, dan responden hipertensi sebanyak 9,4%. Terdapat hubungan antara durasi tidur (p=0,023) dengan tekanan darah. Tidak terdapat hubungan antara asupan serat (p=0,843) dan perilaku sedentari (p=0,553) dengan tekanan darah Kesimpulan: Terdapat hubungan antara durasi tidur dengan tekanan darah pada mahasiswa kost Universitas Jenderal Soedirman dan tidak terdapat hubungan antara asupan serat dan perilaku sedentari dengan tekanan darah pada mahasiswa kost Universitas Jenderal Soedirman Kata Kunci: Asupan Serat, Durasi Tidur, Perilaku Sedentari, Tekanan Darah | Introduction: College students are vulnerable to hypertension. The prevalence of hypertension among individuals aged ≥18 years in Indonesia is 34,1%. Various risk factors contribute to hypertension among students are is fiber intake, sleep duration, and sedentary behavior. This study aims to analyze the relationship between fiber intake, sleep duration, and sedentary behavior with blood pressure of boarder students at Jenderal Soedirman University. Methods: The cross-sectional study was conducted with 96 students aged 19-22 years were boarding students selected using purposive sampling. The data were obtained using Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire, Sleep Timing Questionnaire, and Sedentary Behavior Questionnaire to measure fiber intake, sleep duration, and sedentary behavior respectively. Chi-square and likelihood ratio analysis were used to analyze the data. Results: The results of this study showed that respondents with very low fiber intake 52,1%, respondents with insufficient sleep duration 78,1%, respondents with high sedentary behavior 83,3%, and respondents with hypertension 9,4%. There is a relationship between sleep duration (p=0,023) and blood pressure. There was no relationship between fiber intake (p=0,843) and sedentary behavior (p=0,553) with blood pressure. Conclusion: There is a relationship between sleep duration and blood pressure in boarding students at Jenderal Soedirman University. There is no relationship between fiber intake and sedentary behavior in boarding students at Jenderal Soedirman University. Keywords: Fiber intake, sleep duration, sedentary behavior, blood pressure | |
| 42658 | 46038 | I1D020012 | Hubungan Antara Tingkat Kecukupan Energi, Lemak Dan Aktivitas Fisik Dengan Status Gizi Pada Remaja Sma Diponegoro Sampang | Latar Belakang : Masalah gizi kurang maupun gizi lebih rentan dialami remaja. Status gizi dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti asupan energi, lemak dan aktivitas fisik. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 sebanyak 26,9% remaja berusia 16 sampai 18 tahun dengan status sangat pendek. Remaja dalam kelompok usia yang sama sebanyak 8,1% tergolong sangat kurus dan prevalensi obesitas sebanyak 13,5%. Oleh karena itu, peneliti tertarik melakukan penelitian untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecukupan energi, lemak, dan aktivitas fisik dengan status gizi pada remaja SMA Diponegoro Sampang. Metode: Penelitian Cross Sectional ini diikuti oleh 44 siswa SMA Diponegoro Sampang, pengambilan data dengan pengukuran atropometri untuk mengukur status gizi, kuesioner GPAQ untuk pengukuran aktivitas fisik, dan food recall 2x24 jam untuk pengukuran asupan makan. Analisis data dilakukan menggunakan Uji Likelihood Ratio. Hasil Penelitian : Sebanyak 24 responden (54,5% ) dengan memiliki asupan energi defisit, sebanyak 27 responden (61,4%) memiliki tingkat asupan lemak adekuat, sebanyak 24 responden (54,5% ) dengan aktivitas fisik sedang, dan sebanyak 35 responden (79,5% ) memiliki status gizi baik. Terdapat hubungan antara tingkat kecukupan energi dan lemak dengan status gizi pada remaja SMA Diponegoro Sampang. Tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan status gizi pada remaja SMA Diponegoro Sampang. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara tingkat kecukupan energi dan lemak dengan status gizi. Tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan status gizi. | Bacground : Teenagers are more vulnerable to malnutrition and malnutrition problems. Nutritional status is influenced by several factors such as energy intake, fat and physical activity. Based on 2018 Basic Health Research (Riskesdas) data, 26.9% of teenagers aged 16 to 18 years were very short. 8.1% of teenagers in the same age group are classified as very thin and the prevalence of obesity is 13.5%. Therefore, researchers are interested in conducting research to determine the relationship between adequate levels of energy, fat and physical activity with nutritional status in teenagers at Diponegoro Sampang High School. Method: This cross sectional research was attended by 44 students of Diponegoro Sampang High School, data was collected using athropometric measurements to measure nutritional status, GPAQ questionnaires to measure physical activity, and 2x24 hour recall to measure food intake. Data analysis was carried out using the Likelihood Test. Results: A total of 24 respondents (54.5%) had a deficit level of energy intake, 27 respondents (61.4%) had an adequate level of fat intake, 24 respondents (54.5%) had moderate physical activity, and 35 respondents (79%) .5% ) have good nutritional status. There are a relationship between the level of energy and fat sufficiency and nutritional status in teenagers at Diponegoro Sampang High School. There are no relationship between physical activity and nutritional status in teenagers at Diponegoro Sampang High School. Conclusion: There are a relationship between the level of adequate energy and fat and nutritional status. There are no relationship between physical activity and nutritional status. | |
| 42659 | 46036 | H1B019088 | DETEKSI LONGSOR BERBASIS DATA SATELIT MENGGUNAKAN MODEL REGRESI LOGISTIK DAN SUPPORT VECTOR MACHINE DI PROVINSI JAWA TENGAH | Pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi bahwa lebih dari 124 juta jiwa penduduk Indonesia tersebar di lebih dari 270 kota/kabupaten yang rentan terhadap ancaman bencana tanah longsor. Jumlah kejadian bencana tanah longsor paling banyak dijumpai di Pulau Jawa dengan jumlah kejadian 60% diikuti oleh Pulau Sumatera 23 % dan Sulawesi 7%. Tingginya tingkat kerentanan bencana, disebabkan karena Indonesia berada pada wilayah tropis yang ditandai dengan banyak kejadian hujan lebat. Di samping itu, sebagian besar wilayah Indonesia memiliki topografi pegunungan dan perbukitan sehingga banyak terdapat lereng atau tebing dengan kemiringan yang terjal. Pengaruh Perubahan iklim ekstrim global dan kerusakan lingkungan pun ikut serta memperparah tingkat kerentanan Indonesia terhadap bahaya tanah longsor khususnya di Pulau Jawa. Model yang mampu menggabungkan faktor penyebab tanah longsor yang bersifat relatif tetap (seperti kondisi topografi, tanah dan geologi serta tata guna dan tutupun lahan) dengan faktor pemicu yang bersifat dinamis (seperti curah hujan) merupakan hal yang penting untuk dikembangkan sebagai perkuatan sistem mitigasi risiko bencana tanah longsor. Hasil pemodelan regresi logistik yang telah dilakukan, didapatkan koefisien-koefisien dari parameter yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu intercept (-1.68002 - -0.45724), DEM (0,013502 - 0,017175), slope (0. 0,471901 - 0,64329), Hujan (0,193510 - 0,1323645), LULC (- 0,24301 - 0,965770), soil (--0,76336 - -0,515020). Dan dari uji kehandalan didapatkan rata-rata tingkat akurasi pada validasi pemodelan regresi logistik sebesar 87,25096%. | The Indonesian government has identified that more than 124 million people in Indonesia are spread across more than 270 cities/regencies that are vulnerable to landslide threats. The highest number of landslide incidents is found on the island of Java, with 60% of incidents, followed by Sumatra with 23%, and Sulawesi with 7%. The high level of disaster vulnerability is due to Indonesia's tropical location, which is characterized by frequent heavy rainfall. In addition, much of Indonesia has mountainous and hilly terrain, resulting in many steep slopes or cliffs. The impacts of global extreme climate change and environmental degradation further exacerbate Indonesia's vulnerability to landslide hazards, particularly on the island of Java. A model that can integrate relatively constant landslide causative factors (such as topography, soil, geology, and land use and cover) with dynamic triggering factors (such as rainfall) is crucial for strengthening landslide risk mitigation systems. The results from the logistic regression modeling obtained coefficients for the aforementioned parameters: intercept (-1.68002 - -0.45724), DEM (0.013502 - 0.017175), slope (0.471901 - 0.64329), Rainfall (0.193510 - 0.1323645), LULC (-0.24301 - 0.965770), soil (-0.76336 - -0.515020). The reliability test showed an average accuracy rate of 87.25096% in the logistic regression model validatin. | |
| 42660 | 46039 | E1A019295 | PENEGAKAN HUKUM ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN MENJADI PERUMAHAN DI KABUPATEN CILACAP TAHUN 2020-2023 | Mekanisme alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan dapat dilaksanakan dengan baik oleh pemerintah maupun pihak yang memiliki tanggung jawab dalam proses alih fungsi lahan dilakukan sesuai dengan hukum yang berlaku, proses alih fungsi lahan memiliki beberapa prosedur yang di terapkan oleh pemerintah. Alih fungsi lahan pertanian yang telah dilaksanakan perlu menyediakan lahan pengganti sebagai syarat dalam proses alih fungsi lahan pertanian pangan berkelanjutan menurut ketentuan No 41 tahun 2009. Penegakan Hukum Alih fungsi yang dilakukan pemerintah daerah meliputi pengawasan serta penerapan sanksi, pengawasan sebagai suatu kegiatan yang ditujukan untuk menjamin sikap tindak pemerintah/aparat administrasi negara agar berjalan sesuai dengan hukum yang berlaku serta mnerapkan sanksi diterapkan guna menegakkan hukum yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme alih fungsi lahan pertanian ke perumahan di Kabupaten Cilacap telah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 dan bertujuan mengalisis penegakan hukum yang dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap untuk mengendalikan alih fungsi tanah pertanian ke perumahan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, spesifikasi penelitian deskriptif. Jenis dan sumber data yang disajikan adalah data primer dan sekunder, metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan studi pustaka, data disajikan secara teks naratif dan metode analisis data menggunakan analisis isi. Berdasarkan hasil dan penelitian pemerintah Kabupaten Cilacap telah melaksanakan mekanisme dan penegakan hukum sesuai dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 melakukan pengawasan pada para pihak yang telah melaksanakan alih fungsi lahan dan melakukan kewajibannya dengan baik dalam menyediakan lahan pengganti bagi lahan pertanian berkelanjutan yang berubah fungsinya tidak lagi sebagai lahan pertanian. | carried out properly by the government and parties who have responsibility in the process of land conversion carried out in accordance with applicable law, the process of land conversion has several procedures applied by the government. The conversion of agricultural land that has been implemented needs to provide replacement land as a requirement in the process of changing the function of sustainable food agricultural land according to the provisions of No. 41 of 2009. Law Enforcement of land conversion carried out by the local government includes supervision and application of sanctions, supervision as an activity aimed at ensuring the attitude of government / state administration officials to run in accordance with applicable law and applying sanctions applied to enforce applicable law. This research aims to analyze the mechanism of agricultural land conversion to housing in Cilacap Regency in accordance with Law Number 41 of 2009 and aims to analyze law enforcement carried out by the Cilacap Regency Regional Government to control the conversion of agricultural land to housing. This research uses normative juridical methods, descriptive research specifications. The types and sources of data presented are primary and secondary data, data collection methods by observation. Interviews and literature studies, data are presented in narrative text and data analysis methods using content analysis. Based on the results and research, the Cilacap Regency government has implemented mechanisms and law enforcement in accordance with Law Number 41 of 2009 supervises parties who have carried out land conversion and carried out their obligations properly in providing replacement land for sustainable agricultural land that changes its function no longer as agricultural land. |