Artikelilmiahs
Menampilkan 42.721-42.740 dari 48.836 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 42721 | 46100 | F1A017027 | STRATEGI BERTAHAN HIDUP KELUARGA MISKIN (ANALISIS SEMIOTIKA PADA FILM PARASITE 2019) | Kemiskinan dan kesenjangan sosial merupakan fenomena yang terjadi di banyak negara, tak terkecuali di Korea Selatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kehidupan keluarga miskin dan strategi bertahan hidup yang Keluarga Kim lakukan dalam film Parasite. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan analisis semiotika Ferdinand de Saussure dengan penanda dan petanda sebagai metode analisis data. Data primer berasal dari hasil tangkapan layar (screenshot) adegan yang berkaitan dengan latar kehidupan dan strategi bertahan hidup yang dilakukan oleh Keluarga Kim. Data sekunder berasal dari jurnal, buku, dan artikel yang relevan tentang kehidupan Keluarga Kim dan strategi bertahan hidup mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehidupan keluarga miskin di Korea Selatan yang digambarkan di film Parasite yaitu bahwa Keluarga Kim tinggal di banjiha, semacam apartemen semi basement yang sempit tanpa akses internet, anak-anak mereka tidak dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Strategi bertahan hidup yang dilakukan yaitu dengan melakukan pekerjaan apapun meskipun diberi upah kecil, mencuri akses internet, dan melakukan segala cara untuk memperoleh pekerjaan seperti memalsukan ijazah dan merebut pekerjaan orang lain dengan cara menyingkirkan pekerja lama dengan cara memfitnah. Keluarga Kim menjadi representasi keluarga miskin yang memiliki banyak keterbatasan dan bertahan hidup dengan cara tidak terpuji serta menjadi parasit di rumah Keluarga Park. | Poverty and social inequality are phenomena that occur in many countries, including South Korea. This research aims to analyze the lives of poor families and the survival strategies that Kim’s family use as depicted in the film Parasite. The research method used is a qualitative approach using Ferdinand de Saussure's semiotic analysis with signifiers and signified as a data analysis method. Primary data comes from screen shots of scenes that have been selected based on discussion topics related to the background of life and survival strategies carried out by Kim’s family. Secondary data comes from relevant journals, books and articles about the lives of Kim’s family and their survival strategies. The results of this research show that the lives of poor families in South Korea as seen in the film Parasite is that Kim’s family live in banjiha, a cramped semi-basement apartment without internet access, their children cannot continue their education to college. Survival strategies include doing any job even if it pays little, stealing internet access, doing everything possible to get a job, such as falsifying diplomas and taking other people's jobs by eliminating people who have previously worked by slandering them. Kim’s family is representation of poor families who have many limitations and survive by not being commendable and working as a parasite at the Park Family’s house. | |
| 42722 | 46101 | F1B017111 | Implementasi Kebijakan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa Cisembada di Desa Cingebul Kecataman Lumbir Kabupaten Banyumas | Penelitian ini berjudul Implementasi Kebijakan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa Cisembada di Desa Cingebul Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilatar belakangi kurangnya SDM yang mengelola BUMDes tidak sebanding dengan jumlah unit usaha yang dikekola, kurangnya promosi dan pengetahuan mendalam masyarakat Desa Cingebul mengenai keberadaan BUMDes, sehingga dalam pelaksanaan pengeloaan BUMDes menjadi kurang maksimal, hal ini menyebabkan menjadi kurang optimalnya pencapaian tujuan BUMDes Cisembada di Desa Cingebul. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan dan mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi implementasi kebijakan BUMDes di Desa Cingebul Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas dengan aspek proses dan hasil (output) dengan melihat fator-faktor yang mempengaruhi implementasi yaitu dari komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pengelolaan BUMDes di Desa Cingebul sudah berjalan dengan cukup baik. Proses implementasi sesuai dengan aturan dan kebijakan Peraturan Desa Cingebul Nomor : 8 Tahun 2017 tentang pendirian BUMDes Cisembada Desa Cingebul, aktor implementasi dan masyarakat Desa Cingebul mendukung adanya BUMDes. Hasil (output) dari BUMDes selama ini jika dilihat dari persentase kenaikan yang tidak terlalu signifikan masih dalam kategori kecil, sehingga tujuan dari BUMDes Cisembada belum sepenuhnya tercapai. Ada beberapa kendala seperti kurangnya partisipasi masyarakat, kurangnya pemahaman masyarakat mengenai BUMDes, serta kurangnya SDM yang mengelola BUMDes. | This research is entitled Implementation of Management Policies for Cisembada Village-Owned Enterprises in Cingebul Village, Lumbir District, Banyumas Regency. This research is motivated by the lack of human resources managing BUMDes which is not commensurate with the number of business units being managed, the lack of promotion and in-depth knowledge of the Cingebul Village community regarding the existence of BUMDes, so that the implementation of BUMDes management is less than optimal, this results in less than optimal achievement of the goals of Cisembada BUMDes in Cingebul Village. The aim of this research is to describe and find out what factors influence the implementation of BUMDes policies in Cingebul Village, Lumbir District, Banyumas Regency with aspects of process and results (output) by looking at the factors that influence implementation, namely communication, resources, disposition and bureaucratic structure. The research results show that the implementation of BUMDes management policies in Cingebul Village has gone quite well. The implementation process is in accordance with the rules and policies of Cingebul Village Regulation Number: 8 of 2017 concerning the establishment of BUMDes Cisembada Cingebul Village, implementation actors and the Cingebul Village community support the existence of BUMDes. The results (output) of BUMDes so far, if seen from the percentage increase, which is not too significant, are still in the small category, so the objectives of BUMDes Cisembada have not been fully achieved. There are several obstacles such as lack of community participation, lack of public understanding about BUMDes, and lack of human resources to manage BUMDes. | |
| 42723 | 46102 | F1A017091 | KEMITRAAN PETANI KOPI DESA PURBAYAN DENGAN KEDAI OEMAH KOPI DI KABUPATEN PURWOREJO | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses, prinsip, dan pola hubungan kemitran yang terjadi antara petani kopi Desa Purbayan dengan Kedai Oemah Kopi di Kabupaten Purworejo. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan wawancara mendalam sebagai teknik pengumpulan data. Informan dalam penelitian ini adalah Su, Ni, Yu, Kh, Mi sebagai petani kopi Desa Purbayan dan AT sebagai Pemilik Kedai Oemah Kopi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kemitraan ini berdampak baik bagi Petani Kopi maupun desa. Hal tersebut dikarenakan pertukaran yang terjadi dalam kemitraan ini sangat dibutuhkan bagi masing masing pihak yang terlibat. Terdapat empat unsur dasar dalam proses terjadinya kemitraan yaitu aktor, sumber daya, struktur dan proses tersebut terdapat pada penelitian ini. Selain itu dalam hubungan kemitraan yang terbangun antara petani dengan Kedai Oemah Kopi memenuhi 3 prinsip kunci dalam membangun sebuah kemitraan. Prinsip kunci tersebut yaitu kesetaraan, keterbukaan, dan azas manfaat terpenuhi. Kemitraan ini termasuk kedalam pola kemitraan inti plasma. Pola kemitraan inti plasma tidak hanya terdapat hubungan ketergantungan, namun juga terdapat peningkatan usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Dalam penelitian ini, hubungan kemitraan antara petani kopi dengan Kedai Oemah Kopi terpenuhi semua aspek dalam hubungan kemitraan inti plasma dimana hal tersebut dapat dilihat ketika masing-masing pihak yang menjalin kemitraan. | This study aims to analyze the process, principles, and patterns of the partnership between coffee farmers in Purbayan Village and Kedai Oemah Kopi in Purworejo Regency. The research employs a qualitative approach with in-depth interviews as the data collection technique. The informants in this study include Su, Ni, Yu, Kh, and Mi, who are coffee farmers from Purbayan Village, and AT, the owner of Kedai Oemah Kopi. The results of the study indicate that this partnership has a positive impact on both the coffee farmers and the village. This is because the exchange that occurs within the partnership is highly needed by both parties involved. Four basic elements of the partnership process are identified in this study: actors, resources, structure, and process. Additionally, the partnership between the farmers and Kedai Oemah Kopi adheres to three key principles for building a partnership: equality, openness, and mutual benefit. The partnership falls into the core plasma partnership model. This model not only involves a relationship of dependency but also contributes to business development and economic growth. The study shows that the partnership between the coffee farmers and Kedai Oemah Kopi fulfills all aspects of the core plasma partnership model, as evidenced by the interactions between the parties involved | |
| 42724 | 46112 | J0A021015 | Creating English Promotional TikTok Video Content For Luminor Hotel Purwokerto | Laporan akhir ini disusun berdasarkan kegiatan magang yang dilaksanakan di Luminor Hotel Purwokerto dari tanggal 14 Agustus hingga 24 November 2023, di Divisi Marketing Communication. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membuat 6 video promosi Luminor Hotel Purwokerto dalam bahasa Inggris. Data untuk laporan ini dikumpulkan melalui observasi terhadap jenis konten media sosial dan strategi pemasaran Luminor Hotel Purwokerto, serta wawancara langsung dengan Bapak Al Ghozali, staf Marketing Communication, untuk memperoleh informasi mendalam tentang tujuan dan efektivitas strategi pemasaran yang diterapkan. Pada awal magang, dijelaskan bahwa Luminor Purwokerto memiliki tujuan untuk memperluas target pasarnya ke kalangan anak muda berusia 16-25 tahun, yang dikenal sebagai Gen Z. Oleh karena itu, penulis membuat enam konten video TikTok yang relevan dengan platform dan gaya yang digemari oleh mayoritas pengguna media sosial dari kalangan Gen Z pada saat itu. Selama fase pra-produksi, direncanakan enam konten video pendek dengan thumbnail yang sama untuk menciptakan ciri khas. Dari enam konten tersebut, tiga dibuat berdasarkan permintaan Bapak Al Ghozali, Manajer Marketing Luminor, yang mencakup fasilitas kamar, acara banket, dan acara sosial. Tiga konten lainnya disesuaikan dengan konsep, termasuk acara banket, fasilitas Luminor, dan departemen makanan dan minuman. Meskipun menghadapi beberapa kendala, seperti kesulitan dalam memilih anggota pemeran, tantangan dalam mengedit ulang video arsip agar sesuai dengan ciri khas yang diinginkan, dan kerusakan perangkat yang menyebabkan hilangnya beberapa rekaman, penulis berhasil menyelesaikan magang dan pembuatan konten berbahasa Inggris tanpa hambatan yang berarti dengan memanfaatkan kerja tim, menerima bimbingan dari Bapak Al Ghozali, dan menggunakan cadangan data. | This final report was based on an internship conducted at Luminor Hotel Purwokerto from August 14 to November 24, 2023, in the Marketing Communication Division. The aim of this activity was to create 6 promotional videos for Luminor Hotel Purwokerto in English. Data for this report was collected through observation of social media content types and marketing strategies of Luminor Hotel Purwokerto, as well as direct interviews with Mr. Al Ghozali, Marketing Communication staff, to obtain in-depth information about the goals and effectiveness of the implemented marketing strategies. At the beginning of the internship, it was explained that Luminor Purwokerto aimed to expand its target market to young people aged 16-25, known as Gen Z. Therefore, the author created six TikTok video contents that were relevant to the platform and style favored by the majority of Gen Z social media users at that time. During the pre-production phase, six short video contents were planned with the same thumbnail to create a distinctive feature. Of these six contents, three were made based on requests from Mr. Al Ghozali, the Marketing Manager of Luminor, covering room facilities, banquet events, and social events. The other three contents were tailored to the concept, including banquet events, Luminor facilities, and the food and beverages department. Despite facing several obstacles, such as difficulties in selecting cast members, challenges in re-editing archived videos to match the desired style, and a device malfunction that led to the loss of some footage, the author successfully completed the internship and the creation of English-language content without significant hindrances by leveraging teamwork, receiving guidance from Mr. Al Ghozali, and utilizing data backups. | |
| 42725 | 46103 | J1C019037 | MAKNA KANYOUKU YANG MENGANDUNG KANJI API「火」 | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis serta makna kanyouku dengan kanji api “火”. Teori yang digunakan yaitu semantik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka dengan teknik analisis data berupa teknik analisis deskriptif menurut Arikunto. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, terdapat 27 kanyouku dengan kanji api yang terdapat dalam Koji Kotowaza Kanyouku Jiten dan Reikai Kanyouku Jiten. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan bentuknya, 21 data termasuk ke dalam kelompok doushi kanyouku, 1 data termasuk keiyoushi kanyouku, dan 5 data termasuk meishi kanyouku, sedangkan berdasarkan maknanya, 3 data termasuk dalam kankaku, kanjou o arawasu, 3 data termasuk karada, seikaku, taido o arawasu, 4 data termasuk ke dalam koui, dousa, koudou o arawasu, 12 data termasuk joutai, teido, kachi o arawasu, dan 5 data termasuk ke dalam shakai, bunka, seikatsu o arawasu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kanyouku yang mengandung kanji api paling banyak berbentuk doushi kanyouku karena dalam bahasa Jepang, kata kerja merupakan elemen utama yang menentukan makna kalimat. Kemudian kanyouku yang mengandung kanji api banyak digunakan untuk menggambarkan suatu situasi berbahaya, konflik, dan masalah yang mencerminkan sifat api yang destruktif. | This research aims to describe the types and meanings of kanyouku containing the kanji "火". The theory used is semantics. This research is a descriptive qualitative study. The data collection technique used is literature review and data analysis technique used is descriptive analysis according to Arikunto. Based on the analysis conducted, there are 27 kanyouku containing fire kanji found in Koji Kotowaza Kanyouku Jiten and Reikai Kanyouku Jiten. The results of this study show that based on their forms, 21 data are doushi kanyouku, 1 data is keiyoushi kanyouku, and 5 data are meishi kanyouku. Based on their idiomatic meanings, 3 data belong to kankaku, kanjou o arawasu category, 3 data belong to karada, seikaku, taido o arawasu category, 4 data belong to koui, dousa, koudou o arawasu category, 12 data belong to joutai, teido, kachi o arawasu category, and 5 data belong to shakai, bunka, seikatsu o arawasu category. The conclusion of this research are the majority of kanyouku containing fire kanji are in the form of doushi kanyouku because in Japanese, the verb is the main element that determines the meaning of the sentence. Then kanyouku containing fire kanji are mostly used to describe dangerous situations, conflicts, and problems that reflect the destructive nature of fire. | |
| 42726 | 46104 | J1B020035 | MASALAH SOSIAL MASYARAKAT INDONESIA YANG DIANGKAT DALAM NOVEL AYAH DAN SIRKUS POHON KARYA ANDREA HIRATA | Penelitian ini berjudul “Masalah Sosial Masyarakat Indonesia yang Diangkat dalam Novel Ayah dan Sirkus Pohon Karya Andrea Hirata.” Rumusan masalah penelitian ini adalah apa saja masalah sosial masyarakat di Indonesia yang direpresentasikan dalam novel Ayah dan Sirkus Pohon. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan dan menganalisis masalah sosial yang ada dalam masyarakat Indonesia yang diceritakan dalam novel. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra dan teori masalah sosial. Teknik pengumpulan data menggunakan baca catat dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menemukan beberapa masalah sosial yang ditemukan pada masyarakat Indonesia yang disinggung dalam novel seperti perceraian, masalah pendidikan, dan kemiskinan. | This research is entitled "Social Problems in Indonesian Society Raised in the Novel Ayah dan Sirkus Pohon by Andrea Hirata." The formulation of the research problem is what social problems in Indonesia are represented in the Novel Ayah dan Sirkus Pohon. This research aims to describe and analyze the social problems that exist in Indonesian society, as described in the novel. This research is a qualitative descriptive study using a literary of sociology and social problem theory. The data collection techniques used were note-taking and a literature study. The results of this research revealed several social problems found in Indonesian society that were touched upon in the novel, such as divorce, educational problems, and poverty. | |
| 42727 | 46105 | F1D020031 | POLITIK ANTI KOLONIALISME INDONESIA DAN DUKUNGAN PERJUANGAN KEMERDEKAAN PALESTINA Analisis Wacana Kritis Pidato Soekarno Let a New Asia and Africa be Born dan Relevansinya Kini | Kajian dari artikel ini mengenai kekuatan retorika Bung Karno saat berpidato di Konferensi Asia Afrika tahun 1955 yang bertempat di Bandung. Pidato yang berjudul “Let a New Asia and Africa be Born” memproklamirkan semangat solidaritas negara Asia dan Afrika untuk menentang segala bentuk kolonialisme dan penindasan terhadap sebuah bangsa oleh bangsa yang lain. Pidato tersebut memiliki power dalam meneguhkan sikap Indonesia terhadap anti kolonialisme dan pemenuhan nilai kemanusiaan. Sang Proklamator yang dikenal dengan pemikiran revolusioner ini membuktikan bahwa di masa modern pun penjajahan masih eksis, salah satunya penjajahan Israel terhadap bangsa Palestina yang belum usai. Penelitian ini difokuskan untuk menelaah pidato Bung Karno berjudul Let a New Asia and Africa be Born dalam konsistensi Indonesia memperjuangkan kemerdekaan Palestina yang mana direalisasikan ke dalam kebijakan politik luar negeri Indonesia sebagai bentuk implementasi dari nilai semangat anti kolonialisme bagi semua bangsa yang selalu dideklarasikan oleh pendiri bangsa, salah satunya yaitu Bung Karno. Dengan menggunakan metodologi kualitatif dan analisis wacana kritis atau critical discourse analysis, artikel ini menguraikan bagaimana gagasan yang terkandung di dalam pidato Bung Karno dapat mempengaruhi kebijakan politik luar negeri Indonesia untuk terus lantang menyuarakan perjuangan kemerdekaan Palestina dan menentang segala bentuk penjajahan maupun penindasan. Hal tersebut menjadi elemen dari upaya untuk mewujudkan tatanan dunia yang damai berbasis pada nilai kemanusiaan dan anti kolonialisme. Hasil artikel ini memuat kesimpulan bahwa pidato Bung Karno memberikan kekuatan anti kolonialisme dan nilai kemanusiaan sehingga melahirkan kebijakan politik luar negeri Indonesia yang konsisten mendukung Palestina dan menentang segala bentuk penjajahan dan penindasan. | The study of this article is about Bung Karno's rhetorical power during his speech at the 1955 Asian-African Conference held in Bandung. The speech entitled ‘Let a New Asia and Africa be Born’ proclaimed the spirit of solidarity of Asian and African countries to oppose all forms of colonialism and oppression of one nation by another. The speech had the power to affirm Indonesia's stance on anti-colonialism and the fulfilment of human values. The Proclaimer, who is known for his revolutionary thoughts, proved that even in modern times colonialism still exists, one of which is Israel's occupation of the Palestinian people which has not yet ended. This research focuses on examining Bung Karno's speech entitled Let a New Asia and Africa be Born in Indonesia's consistency in fighting for Palestinian independence which is realised in Indonesia's foreign policy as a form of implementation of the value of the spirit of anti-colonialism for all nations that has always been declared by the founding fathers, one of which is Bung Karno. Using qualitative methodology and critical discourse analysis, this article outlines how the ideas contained in Bung Karno's speech can influence Indonesia's foreign policy to continue to loudly voice the struggle for Palestinian independence and oppose all forms of colonisation and oppression. This is an element of efforts to realise a peaceful world order based on humanitarian values and anti-colonialism. The results of this article contain the conclusion that Bung Karno's speech gave the strength of anti-colonialism and humanitarian values so as to give birth to Indonesia's foreign policy that consistently supports Palestine and opposes all forms of colonialism and oppression. | |
| 42728 | 46106 | E1A017270 | IMPLEMENTASI ATURAN PENGGUNAAN DANA DESA UNTUK PADAT KARYA TUNAI SAAT PANDEMI COVID-19 (Studi di Desa Ledug Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas) | Pandemi Covid-19 telah memukul perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa, sehingga mendorong pemerintah desa untuk memanfaatkan dana desa sebagai sarana mengurangi dampak sosial-ekonomi melalui program padat karya tunai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi aturan penggunaan dana desa untuk padat karya tunai saat pandemi Covid-19 dan faktor-faktor yang mempengaruhi impelementasinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris, dan spesifikasi penelitian deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder melalui metode wawancara, studi pustaka dan studi dokumen. Metode pengolahan data dengan reduksi data, display data dan kategorisasi data. Penyajian data dalam bentuk matriks kualitatif dan teks naratif. Metode analisis data dilakukan secara analisis kualitatif dengan menggunakan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi aturan penggunaan dana desa untuk padat karya tunai saat pandemi Covid-19 di Desa Ledug telah terlaksana dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari 4 (empat) parameter yang meliputi: kesesuaian jenis padat karya tunai pada pemanfaatan sumber daya alam telah terlaksana dengan baik; penerapan prinsip pelaksanaan padat karya tunai telah terlaksana dengan baik; penerapan kriteria padat karya tunai telah terlaksana dengan baik; penerapan besaran anggaran upah kerja telah terlakasana dengan baik. Faktor-faktor yang memengaruhi implementasi aturan penggunaan dana desa untuk program padat karya tunai saat pandemi Covid- 19 di Desa Ledug meliputi faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung yaitu terdapat masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan; sarana dan prasarana yang memerlukan perbaikan; dukungan pemerintah desa; dan kesepakatan program padat karya tunai dalam musyawarah desa. Faktor penghambat meliputi cuaca buruk; keterbatasan anggaran; dan kurangnya keterampilan tenaga kerja. Kata Kunci: Covid-19; Dana Desa; Padat Karya Tunai | The Covid-19 pandemic has hit the economy and welfare of village communities, thus encouraging village governments to utilize village funds as a means of reducing socio-economic impacts through cash-intensive labor programs. This study aims to determine the implementation of the rules for the use of village funds for cash-intensive labor during the Covid-19 pandemic and the factors that influence its implementation. This study uses a qualitative research method with an empirical legal approach, and descriptive research specifications. The types of data used are primary data and secondary data through interview methods, literature studies and document studies. Data processing methods with data reduction, data display and data categorization. Data presentation in the form of qualitative matrices and narrative texts. The data analysis method is carried out using qualitative analysis using content analysis. The results of the study indicate that the implementation of the rules for the use of village funds for cash-intensive labor during the Covid-19 pandemic in Ledug Village has been carried out well. This can be seen from 4 (four) parameters which include: the suitability of the type of cash- intensive labor in the utilization of natural resources has been carried out well; the application of the principles of implementing cash-intensive labor has been carried out well; the application of cash-intensive labor criteria has been carried out well; the application of the amount of the work wage budget has been carried out well. Factors influencing the implementation of village fund usage regulations for cash- intensive work programs during the Covid-19 pandemic in Ledug Village include supporting and inhibiting factors. Supporting factors include people who are unemployed; facilities and infrastructure that require repair; support from the village government; and agreement on cash-intensive work programs in village meetings. Inhibiting factors include bad weather; budget constraints; and lack of workforce skills. Keywords: Covid-19; Village Fund; Cash Labor Intensive | |
| 42729 | 46113 | F1F020023 | STRATEGI ADVOKASI AMNESTY INTERNATIONAL DALAM MENANGANI PELANGGARAN HAM ATAS KEBIJAKAN WAR ON DRUGS DI FILIPINA TAHUN 2017-2022 | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penerapan kebijakan War on Drugs di era Presiden Rodrigo Duterte yang bertujuan untuk menekan angka kejahatan narkoba di Filipina. Penerapan kebijakan tersebut dikarenakan Filipina menjadi negara dengan peredaran narkoba yang cukup tinggi di kawasan Asia, karena letak geografis dari Filipina yang sangat strategis. Namun, penerapan kebijakan War on Drugs ini menuai pro dan kontra dari aktor lokal maupun internasional dikarenakan implementasi kebijakan War on Drugs melanggar HAM berta yakni extrajudicial killing. PAHRA sebagai NGO lokal ruang geraknya untuk menyuarakan isu pelanggaran HAM menjadi terbatas dikarenakan blokade ynag dilakukan pemerintah Filipina. Amnesty International sebagai aktor yang lebih kuat hadir untuk menyuarakan isu pelanggaran HAM yang terjadi di Filipina menggunakan empat strategi advokasi yaitu information politics, symbolic politics, leverage politics, dan accountability politics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa advokasi yang dilakukan oleh Amnesty International berhasil sampai pada tahap aktor internasional seperti negara lain dan organisasi internasional berpihak pada apa yang disuarakan oleh Amnesty International, namun sayangnya tidak dapat mengubah kebijakan dan perilaku Filipina terkait War on Drugs. Pemerintah Filipina tetap menunjukkan bahwa apa yang dilakukannya bukanlah hal yang salah, bahkan Presiden Duterte sebagai pemimpin Filipina tetap anti-kritik terhadap masyarakat internasional yang tidak setuju dengan implementasi kebijakan War on Drugs. | This research is motivated by the implementation of the War on Drugs policy during President Rodrigo Duterte's era, which aimed to reduce drug-related crime in the Philippines. This policy was introduced because the Philippines had a notably high level of drug trafficking in Asia, partly due to its strategic geographical location. However, the War on Drugs policy has faced both support and opposition from local and international actors due to human rights violations, specifically extrajudicial killings. PAHRA, as a local NGO, has had its ability to voice concerns about human rights violations limited by government blockades. Amnesty International, as a more powerful actor, has sought to address these human rights issues in the Philippines using four advocacy strategies: information politics, symbolic politics, leverage politics, and accountability politics. The research findings indicate that Amnesty International’s advocacy has successfully reached international actors such as other countries and international organizations, which have aligned with Amnesty’s stance. However, it has unfortunately been unable to change the Philippines' policy or behavior regarding the War on Drugs. The Philippine government continues to assert that its actions are justified, with President Duterte maintaining a stance | |
| 42730 | 46108 | J1A020018 | CHILDREN'S PERCEPTION OF VIOLENCE IN TOM AND JERRY'S RIVALRY IN THE NEW SERIES OF TOM AND JERRY SHORT MOVIES BY CARLENE TAN (2023): A STUDY OF ENCODING AND DECODING | Studi ini mengkaji bagaimana anak-anak memandang isu kekerasan dalam film pendek Tom and Jerry karya Carlene Tan tahun 2023. Sebelas anak berusia 4-14 tahun diwawancarai, dan data dianalisis menggunakan teori Encoding dan Decoding dari Stuart Hall. Analisis pertama mengidentifikasi bagaimana produser mengkodekan persaingan antara Tom dan Jerry (Encoding), yang kemudian digunakan untuk menentukan interpretasi anak-anak (Decoding). Enam responden menganggap persaingan tersebut sebagai hiburan yang lucu, sesuai dengan posisi dominan. Namun, lima responden lainnya melihatnya sebagai hiburan, tetapi juga menyadari perilaku negatif dan berbahaya yang ditampilkan, mencerminkan posisi negosiasi. Studi ini menyimpulkan bahwa sebagian besar anak-anak memandang Tom dan Jerry sebagai kartun yang tidak berbahaya, tanpa menyadari adanya isu kekerasan di dalamnya. | This study examines how children perceive the issue of violence in Carlene Tan's 2023 Tom and Jerry short films. Eleven children, aged 4-14, were interviewed, and the data were analyzed using Stuart Hall's Encoding and Decoding theory. The analysis first identified how the producer encoded the rivalry between Tom and Jerry (Encoding), which was then used to determine the children's interpretation (Decoding). Six respondents viewed the rivalry as purely entertaining and funny, aligning with the dominant reading position. However, five respondents saw it as entertaining but also recognized the negative and potentially dangerous behaviors, reflecting a negotiating position. The study concludes that most children view Tom and Jerry as a harmless cartoon, unaware of the underlying issue of violence. | |
| 42731 | 46109 | C1B020044 | Pengaruh Kepemimpinan Perempuan, Perceived Organizational Support, dan Organizational Justice terhadap Kinerja Karyawan UMKM di Banyumas | Usaha mikro, kecil, dan menengah memiliki sejumlah kesulitan terkait sumber daya manusia, yang paling utama adalah rendahnya kualitas tenaga kerja mereka. Kinerja karyawan menurun akibat kualitas yang tidak memadai ini, yang selanjutnya berdampak pada kinerja UMKM secara keseluruhan. Kinerja setiap karyawan memainkan peran utama dalam menentukan keberhasilan bisnis ini. Tujuan dan sasaran UMKM akan lebih mudah dicapai ketika karyawan bekerja secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja karyawan. Faktor-faktor yang diteliti meliputi kepemimpinan wanita, dukungan organisasi yang dirasakan dan keadilan organisasi. Metode survei digunakan dalam penelitian ini. Kuesioner digunakan sebagai alat untuk memperoleh data. Karyawan yang dipimpin oleh perempuan pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Kabupaten Banyumas menjadi populasi penelitian. Pendekatan purposive sampling, sebuah metodologi pengambilan sampel non-probabilitas, digunakan dalam proses pengambilan sampel. Jumlah sampel sebanyak 100 dihitung dengan menggunakan rumus Cochran; namun, hanya 81 yang dapat diolah. Berdasarkan hasil temuan, kepemimpinan wanita secara signifikan mempengaruhi kinerja karyawan, dukungan organisasi yang dirasakan tidak secara signifikan mempengaruhi kinerja karyawan, keadilan organisasi secara signifikan mempengaruhi kinerja karyawan. | Micro, small, and medium-sized enterprises have a number of human resource-related difficulties, among them is the poor caliber of their labor force. Employee performance suffers as a result of this inadequate quality, which further impacts MSMEs' overall performance. Each employee's performance plays a major role in determining the success of these businesses. The goals and objectives of MSMEs are more easily attained when employees work effectively. This study aims to determine the variables that influence employee performance. The study's factors include female leadership, perceived organizational support and organizational justice. The survey method was employed in this study. A questionnaire was used as a tool to gather data. Employees of female-led Banyumas Regency's Micro, Small, and Medium-Sized Enterprises made up the research population. The purposive sampling approach, a non-probability sampling methodology, was employed in the sample process. A sample size of 100 was calculated using the Cochran formula; however, only 81 were processed. According to the findings, female leadership significantly influences employee performance, perceived organizational support does not significantly influence employee performance, organizational justice significantly influences employee performance. | |
| 42732 | 46110 | E1A017187 | TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP TENAGA KESEHATAN YANG TERPAPAR RADIASI SINAR X | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi vertikal pengaturan dan bentuk tanggung jawab hukum rumah sakit terhadap tenaga kesehatan yang terpapar radiasi sinar x pada struktur peraturan perundang-undangan Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan (Statute Approach), pendekatan analitis (Analytical Approach), pendekatan konseptual (Conceptual Approach). Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah inventarisasi hukum, sinkronisasi hukum dan penemuan hukum in concreto. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan kemudian dianalisis dengan metode content analysis dan comparative analysis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengaturan tanggung jawab hukum rumah sakit terhadap tenaga kesehatan yang terpapar radiasi sinar x telah menunjukkan adanya sinkronisasi. Artinya peraturan yang lebih rendah derajatnya telah sejalan/sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi derajatnya dan peraturan yang lebih tinggi derajatnya menjadi dasar pembentukan peraturan yang lebih rendah. Bentuk tanggung jawab hukum rumah sakit terhadap tenaga kesehatan yang terpapar radiasi sinar x pada struktur peraturan perundang-undangan di Indonesia berupa pertanggungjawaban secara administratif sebagimana diatur dalam Pasal 30, Pasal 31, Pasal 32, Pasal 33, Pasal 34Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2018 tentang Kewajiban Rumah Sakit dan Kewajiban Pasien, dan Pasal 189 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. | This research aims to determine the vertical synchronization of regulations and forms of hospital legal responsibility for health workers who are exposed to x-ray radiation in the structure of Indonesian laws and regulations. The research method used in this research is a normative juridical method with a statutory approach, an analytical approach, and a conceptual approach. The research specifications used are legal inventory, legal synchronization and legal discovery in concreto. The type and source of data used is secondary data obtained through literature study and then analyzed using content analysis and comparative analysis methods. Based on the research results, it can be concluded that the regulation of hospitals' legal responsibilities towards health workers who are exposed to x-ray radiation has shown synchronization. This means that regulations of a lower degree are in line/in accordance with regulations of a higher degree and regulations of a higher degree are the basis for the formation of lower regulations. The form of hospital legal responsibility for health workers who are exposed to x-ray radiation in the structure of statutory regulations in Indonesia is in the form of administrative responsibility as regulated in Article 30, Article 31, Article 32, Article 33, Article 34 of the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 4 2018 concerning Hospital Obligations and Patient Obligations, and Article 189 paragraph (2) of Law Number 17 of 2023 concerning Health. | |
| 42733 | 46111 | J0A021016 | Producing Company Profile Marketing Video for Radio Republik Indonesia (RRI) Purwokerto | Laporan ini berjudul "Producing a Company Profile Marketing Video for Radio Republik Indonesia Purwokerto,". Bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan magang di RRI Purwokerto dan memproduksi video profil perusahaan, serta mengidentifikasi kesulitan dan solusi selama proses produksi. Penulis menggunakan metode observasi, wawancara, dan praktik langsung. Observasi mencakup pemantauan aktivitas harian di RRI Purwokerto, sementara wawancara dilakukan dengan personel kunci untuk mengumpulkan informasi faktual. Praktik langsung melibatkan penerapan pengetahuan untuk memproduksi video dengan membagi proses menjadi pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Proyek ini bertujuan menggunakan storytelling visual untuk memperkuat kehadiran RRI Purwokerto, menarik audiens baru, serta menampilkan sejarah stasiun, komitmen komunitas, dan program-programnya. Selama proses, tantangan yang dihadapi meliputi pemilihan tema yang tepat, kondisi cuaca, gangguan kebisingan, lalu lintas pejalan kaki, keterlambatan komunikasi dengan videografer, dan ukuran file video yang besar. Solusi yang diterapkan adalah berkonsultasi dengan tim hubungan masyarakat untuk memilih tema dan membuat alur cerita yang sesuai, penyesuaian jadwal pengambilan gambar, serta perbaikan komunikasi dengan videografer dan penggunaan perangkat memori eksternal untuk mengelola file besar. | This job training report entitled "Producing a Company Profile Marketing Video for Radio Republik Indonesia Purwokerto," aims to explain the internship at RRI Purwokerto, to produce a company profile video, and to identify the difficulties and solutions encountered during the video production process. The writer employed observation, interviews, and hands-on practice as methods. Observation involved monitoring daily activities at RRI Purwokerto, while interviews were conducted with key personnel to gather factual information. Hands-on practice entailed applying knowledge to produce the video, dividing the process into pre-production, production, and post-production stages. The project aims to use visual storytelling to strengthen RRI Purwokerto’s presence, to attract new audiences, and to showcase the station's history, community commitment, and diverse programs. Challenges included selecting the right theme, weather conditions, noise disturbances, pedestrian traffic, delays in communication with the videographer, and large video file sizes. The solution was consulting with the public relations team for theme selection and storyline development, adjusting the shooting schedule, improving communication with videographers, and using external memory devices to manage large files. | |
| 42734 | 46126 | J1C019046 | Kebudayaan Daerah Peternakan di Hokkaido Melalui Pendekatan Cultural Studies Pada Manga Gin no saji | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebudayaan yang terdapat pada daerah peternakan di Hokkaido dalam manga Gin no Saji. Teori yang digunakan adalah teori cultural studies yang dikemukakakan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa manga Gin no Saji oleh Hiromu Arakawa, berupa potongan dialog serta gambar yang terdapat di manga yang mengandung kebudayaan Jepang berupa sistem ie dan balap kuda Jepang. Data diperoleh menggunakan dokumentasi lalu dianalisis dengan teknik analisis data kontekstual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 22 data mengenai kebudayaan menurut cultural studies Morrison. Terdapat 15 data yang sesuai dengan cultural studies Morrison mengenai kebudayaan peternakan, 4 data mengenai sistem ie dan 3 data mengenai balap kuda di Jepang. Berdasarkan hasil analisis data tersebut menggunakan poin-poin dalam cultural studies berupa ideologi budaya, hegemoni budaya, struktur kekuasaan, dan decoding informasi diketahui bahwa ideologi budaya mengubah sepenuhnya budaya Hokkaido lama yang dikuasai suku Ainu menjadi budaya Jepang sekarang, hegemoni budaya menjadikan budaya yang telah menang yaitu budaya Jepang modern menjadi budaya mayoritas di Hokkaido, struktur kekuasaan menjelaskan dominasi penuh pemerintah dalam perubahan budaya tersebut, dan decoding informasi menjadikan budaya yang telah diterapkan sebagai budaya baru dari daerah Hokkaido. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah peranan budaya yang mengontrol kehidupan masyarakat setempat, masyarakat mayoritas yang membawa kebudayaan baru menggeser kebudayaan lama yang telah menetap lama pada daerah peternakan di Jepang. | This study aims to describe the culture found in the livestock area in Hokkaido in the Gin no Saji manga. The theory used is cultural studies theory. This research is a descriptive research with qualitative method. The data in this research is in the form of Gin no Saji manga by Hiromu Arakawa, in the form of pieces of dialogue and images contained in the manga that contain Japanese culture in the form of the ie system and Japanese horse racing. The data were obtained using documentation and then analysed using contextual data analysis technique. The results of this study show that there are 22 data about culture according to Morrison's cultural studies. There are 15 data that are in accordance with Morrison's cultural studies about animal husbandry culture, 4 data about the ie system and 3 data about horse racing in Japan. Based on the results of the data analysis using the points in cultural studies in the form of cultural ideology, cultural hegemony, power structure, and information decoding, it is known that cultural ideology completely changes the old Hokkaido culture controlled by the Ainu tribe into the current Japanese culture, cultural hegemony makes the culture that has won, namely modern Japanese culture, the majority culture in Hokkaido, power structure explains the full dominance of the government in the cultural change, and information decoding makes the culture that has been applied as a new culture of the Hokkaido area. The conclusion that can be obtained from this research is the role of culture that controls the lives of local people, the majority community that brings new culture shifts the old culture that has been settled for a long time in the farming area in Japan. | |
| 42735 | 46114 | I1C020004 | Aktivitas Antioksidan Lotion Ekstrak Etanol Daun Awar-Awar (Ficus septica) dengan dan tanpa Dicuci menggunakan N-Heksan | Ekstrak etanol daun awar-awar memiliki aktivitas antioksidan yang salah satu penggunaannya untuk uv protection. Daun awar-awar berwarna hijau tua mengkilat karena terdapat lapisan lilin. Lilin mengandung lemak yang dapat menurunkan aktivitas antioksidan. Sehingga perlu dilakukan penelitian pengaruh pencucian menggunakan pelarut nonpolar terhadap aktivitas antioksidan lotion daun awar-awar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium yang diawali dengan maserasi daun awar-awar menggunakan etanol 96%. Kemudian sebagian ekstrak dicuci menggunakan n-heksan. Ekstrak yang tanpa dicuci dan ekstrak yang dicuci n-heksan diformulasi menjadi lotion dengan konsentrasi 1,5%; 2%; dan 2,5%. Formula lotion dilakukan uji sifat fisik serta aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dengan kontrol positif lotion Citra. Semua formula lotion telah memenuhi persyaratan sifat fisik. Semua lotion memiliki aktivitas antioksidan karena persen inhibisi yang berbeda terhadap kontrol negatif (p<0,05). Persen inhibisi lotion ekstrak yang dicuci n-heksan lebih tinggi dibandingkan lotion ekstrak yang tidak dicuci (p: 0,000; 0,000; 0,011). Lotion ekstrak yang dicuci n-heksan dengan konsentrasi 2% dan 2,5% memiliki aktivitas yang setara dengan kontrol positif (p: 0,334; 0,869). Formula lotion memenuhi persyaratan sifat fisik dan mempunyai aktivitas antioksidan terhadap DPPH. Pencucian ekstrak etanol daun awar-awar menggunakan n-heksan dapat meningkatkan aktivitas antioksidan. | Ethanol extract of awar-awar leaves has antioxidant activity, which is used for uv protection. Awar-awar leaves are shiny dark green because there is a layer of wax. Wax contains fat that can reduce antioxidant activity. So, it is necessary to study the effect of cleansing using nonpolar solvents on antioxidant activity of awar-awar leaf lotion. This study is laboratory experimental study that begins with maceration of awar-awar leaves using 96% ethanol. Then half of the extract was cleansed using n-hexane. Uncleased extract and n-hexane cleansed extract were formulated into lotion with 1.5%; 2%; and 2.5% concentrations. Lotion formula was evaluated for physical properties and antioxidant activity using the DPPH method with positive control of Citra lotion. All lotion formulas fulfilled physical properties requirements. All lotions have antioxidant activity due to different percent inhibition against negative control (p<0.05). Percent inhibition of n-hexane cleansed extract lotion was higher than uncleansed extract lotion (p: 0.000; 0.000; 0.011). N-hexane cleansed extract lotion with 2% and 2.5% concentration had equivalent activity to positive control (p: 0.334; 0.869). Lotion formulas fulfilled physical properties requirements and had antioxidant activity against DPPH. Cleansed ethanol extract of awar-awar leaves using n-hexane can increase antioxidant activity. | |
| 42736 | 46074 | E1B019044 | AUTHORITY OF THE MINISTER OF FINANCE OVER APPLICATIONS FOR PKPU IN STATE-OWNED ENTERPRISES BASED ON ARTICLE 223 OF LAW NUMBER 37 OF 2004 ON BANKRUPTCY AND PKPU (STUDY OF DECISION NUMBER 1454 K/Pdt.Sus-Pailit/2022) | Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) merupakan salah suatu upaya pemberian kesempatan kepada Debitor untuk melakukan restrukturisasi utangnya yang meliputi pembayaran seluruh utang atau sebagian utangnya kepada Kreditor untuk menghindari kepailitan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kewenangan permohonan PKPU terhadap Badan Usaha Milik Negara dalam putusan nomor 1454 K/Pdt.Sus-Pailit/2022 antara Greylag Goose Leasing 1410 Designated Activity Company dan Greylag Goose Leasing 1446 Designated Activity Company melawan PT. Garuda Indonesia (Persero), Tbk, apabila ditinjau dari Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan Dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penundaan kewajiban pembayaran utang bagi BUMN dalam hal ini PT. Garuda Indonesia (Persero), Tbk diberikan perlindungan sementara dari tuntutan kreditor dan memberikan ruang bagi debitur untuk memperbaiki kondisi keuangan mereka, Penelitian ini mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari prosedur penundaan, termasuk dampaknya terhadap hubungan antara debitur dan kreditor, serta efektivitas mekanisme perlindungan yang tersedia bagi kedua belah pihak. | Postponement of Debt Payment Obligations (PKPU) is an effort to provide an opportunity for Debtors to restructure their debts which include payment of all debts or part of their debts to Creditors to avoid bankruptcy. The purpose of this study is to determine how the authority of the PKPU application against State-owned enterprises in decision number 1454 K/Pdt.Sus-Bankruptcy/2022 between Greylag Goose Leasing 1410 Designated Activity Company and Greylag Goose Leasing 1446 Designated Activity Company against PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk, when viewed from Law Number 37 of 2004 concerning Bankruptcy and Suspension of Debt Payment Obligations. This research uses a normative legal method with a legislative approach, a case approach, and a conceptual approach. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the postponement of debt payment obligations for state-owned enterprises, in this case PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk, provides temporary protection from the demands of creditors and provides space for debtors to improve their financial condition. This study also identifies the strengths and weaknesses of the postponement procedure, including its impact on the relationship between debtors and creditors, as well as the effectiveness of the protection mechanisms available to both parties. | |
| 42737 | 46076 | E1B018022 | JURIDICAL REVIEW OF THE CANCELLATION OF THE INDUSTRIAL DESIGN OF SUITCASE GENERATOR PRODUCTS BASED ON LAW NUMBER 31 OF 2000 CONCERNING INDUSTRIAL DESIGN (Study Case Number 78/Pdt.Sus-HKI/Industrial Design/2022/PN Niaga Jkt.Pst) | Permasalahan desain industri di Indonesia sering muncul dari tidak adanya kesadaran pihak-pihak yang melanggar atas hasil karya orang lain yang telah menciptakan ciptaan tersebut dengan berkorban banyak hal, mulai dari tenaga, pikiran, waktu, bahkan dana untuk menghasilkan ciptaannya. Penelitian ini menganalisis tentang bagaimana perlindungan hukum dan akibat hukum terhadap putusan 78/Pdt.Sus-HKI/Desain Industri/2022/PN Niaga Jkt.Pst. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tergugat dalam kasus ini bersalah karena telah melakukan Perbuatan Melanggar Hukum atas produk genset koper yang memiliki kemiripan/sama persis dengan genset inverter milik Penggugat, dimana Tergugat mendaftarkan produknya dengan itikad tidak baik saat mengetahui bahwa produk miliknya memiliki kemiripan/sama persis dengan produk milik Penggugat. Tergugat mengajukan permohonan pendaftaran produknya tertanggal 14 Desember 2020, jauh setelah Penggugat telah memperjualbelikan produk miliknya. Penggugat sebagai pendaftar yang terlebih dahulu berhak mendapatkan perlindungan atas haknya. Mengetahui hal ini Penggugat mengajukan gugatan kepada Tergugat untuk menghapuskan pendaftaran produk milik Tergugat. Pembatalan pendaftaran produk milik Tergugat mengakibatkan dihapuskannya hak dan perlindungan hukum yang dimiliki Tergugat terhadap produk desain industri miliknya. Tergugat juga dibebankan untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp. 1.240.000. Dengan ini diharapkan pihak-pihak yang akan mendaftarkan produk desain industri untuk dapat lebih memahami peraturan tentang desain industri agar tidak terjadi suatu perbuatan melawan hukum yang dapat menimbulkan sengketa. | Industrial design issues in Indonesia often arise from the lack of awareness of the parties who infringe on the work of other people who have created these creations by sacrificing many things, starting from energy, thoughts, time, and even funds to produce their creations. This research analyzes the legal protection and legal consequences of decision 78/Pdt.Sus-HKI/Desain Industri/2022/PN Niaga Jkt.Pst. This research uses a normative juridical method with a legislative approach, a case approach and a conceptual approach. The research results show that the Defendant in this case is guilty of committing an unlawful act regarding a suitcase generator product which is similar/exactly the same as the Plaintiff's inverter generator, where the Defendant registered his product in bad faith when he knew that his product was similar/exactly the same as Plaintiff's product. The Defendant submitted an application for registration of his product on December 14th, 2020, long after the Plaintiff had been selling his product. The plaintiff as the first registrant is entitled to protection of his rights. Knowing this, the Plaintiff filed a lawsuit against the Defendant to cancel the registration of the Defendant's product. The cancellation of the registration of the Defendant's product resulted in the elimination of the legal rights and protection that the Defendant had for his industrial design product. The defendant is also charged with paying court costs in the amount of Rp. 1,240,000. With this, it is hoped that parties who will register industrial design products will be able to better understand the regulations regarding industrial design so that there are no unlawful acts that could give rise to disputes. | |
| 42738 | 46116 | J1A020031 | Translation Strategies of Idioms in Marvel Series Moon Knight (2022) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengklasifikasi idiom yang muncul dalam serial Marvel Moon Knight (2022) serta menganalisis strategi penerjemahan yang digunakan untuk menerjemahkan idiom-idiom yang terdapat dalam serial tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif sebagai pedoman dalam menganalisis idiom yang terdapat dalam serial Marvel Moon Knight. Tema ini dipilih dengan pertimbangan akan luasnya rentang usia yang menonton Marvel Cinematic Universe. Penelitian ini mengidentifikasi idiom dan mengklasifikasikan masing-masing idiom ke dalam beberapa jenis, serta meneliti strategi yang digunakan untuk menerjemahkan idiom tertentu. Dalam serial Marvel Moon Knight, penelitian ini menemukan data sebagai berikut: literal idiom, semi-idiom, dan pure idiom muncul dengan frekuensi yang hampir sama. Frekuensi yang seimbang ini menunjukkan bahwa serial ini menggunakan berbagai idiom untuk mencerminkan kedalaman dan kompleksitas bahasa yang digunakan. Paraphrase adalah strategi yang paling sering digunakan (75,5%), hal ini menunjukkan bahwa penerjemah memprioritaskan penyampaian makna idiom dalam bentuk yang dapat diterima oleh budaya dan struktur linguistik target audiens. Dengan frekuensi penggunaan yang lebih rendah untuk strategi transfer (15,1%) dan deletion (9,4%) menunjukkan bahwa terjemahan secara langsung kurang sesuai, dan penghapusan idiom jarang diperlukan terutama dalam fokus untuk menjaga ekspresi asli di dalam subtitle terjemahan. Data menunjukkan bahwa strategi paraphrase jauh lebih sering digunakan dibandingkan strategi lainnya. Hal ini terjadi, terutama karena paraphrase memungkinkan penerjemah untuk menyesuaikan ekspresi idiomatik dengan nuansa budaya dan linguistik bahasa target. Dengan menggunakan strategi paraphrase, penerjemah dapat mengubah bagaimana ucapan itu sendiri terdengar dalam bahasa Indonesia, memastikan bahwa terjemahan itu beresonansi dengan audiens selagi mempertahankan makna dan nada aslinya. Strategi ini sangat penting untuk menerjemahkan ekspresi literal dan semi-idiomatik, di mana terjemahan langsung mungkin tidak akan bisa mencapai hasil yang diinginkan, serta penerjemahan pure idiom, di mana konteks budaya sangat penting. Strategi paraphase memungkinkan penerjemah untuk menyusun kembali idiom tersebut, menjadikan idiom-idiom tersebut lebih dapat dimengerti dan lebih alami untuk audiens yang ditargetkan. | This research aims to analyze the types of idioms that appears in the Marvel series Moon Knight (2022) and the usage of translation strategy that is used to translate the idioms found in the series. This research uses descriptive qualitative method, as a guideline for this research to analyze the idioms found in Marvel series Moon Knight. The theme was chosen in consideration of the wide range of ages that watches Marvel Cinematic Universe. This research identified idioms and classified each of them into different types while also investigating the strategy used to translate a specific idiom. In the Marvel series Moon Knight, this research has found the data as mentioned: Literal idioms, semi-idioms, and pure idioms all appear with almost equal frequency. This balanced occurrence shows that the series uses a wide variety of idioms to reflect the depth and complexity of the language used. Paraphrase was the most commonly used translation strategy (75.5%), indicating that translators prioritized conveying the meaning of idioms in a way that was culturally and linguistically appropriate for the target audience. The lower frequency of transfer (15.1%) and deletion (9.4%) suggests that direct translations were less suitable, and that removing idioms was rarely required, focusing on the importance of preserving original expressions in translated subtitles. The data show that the paraphrase strategy is far more frequently used than other strategies. This is mainly because paraphrasing allows the translator to adjust idiomatic expressions to the cultural and linguistic nuances of the target language. Using paraphrase, the translator can change how the utterance sounds in Indonesian, ensuring that it resonates with the audience while retaining the original meaning and tone. This approach is especially important for literal and semi-idiomatic expressions, where a direct translation may not achieve the intended result, as well as pure idioms, where cultural context is important. Paraphrasing allows you to rephrase these expressions, making them more accessible and natural to the intended audience. | |
| 42739 | 46115 | F1A020096 | PENGARUH GAYA HIDUP DAN PENGETAHUAN LINGKUNGAN TERHADAP PERILAKU MASYARAKAT DALAM MEMBUANG SAMPAH DI KECAMATAN TEGAL TIMUR, KOTA TEGAL | Sampah menjadi masalah kebersihan yang dapat menciptakan suasana yang tidak menyenangkan akibat timbunan sampah yang berserakan. Permasalahan sampah terdapat problematika dalam pengelolaan sampah di Kota Tegal yang masih menjadi evaluasi yang sangat penting mengingat sistem pengelolaan sampah yang belum optimal dimana capaian kinerja pengelolaan sampah yang belum optimal, karena kinerja dan ketersediaan sarana prasarana antara lain pewadahan dan pemilahan belum dilakukan dengan baik. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh dominan antara gaya hidup dan pengetahuan lingkungan terhadap perilaku masyarakat dalam membuang sampah di Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Metode penelitian ini adalah menggunakan metode kuantitaif dengan instrumen kuesioner dan pendekatan penelitian menggunakan penjelasan (explanatory research). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah masyarakat di Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal yang berjumlah sekitar 86,700 orang. Jumlah sampel sebanyak 100 responden dengan teknik pengambilan proporsional random sampling (pengambilan sampel dengan karakteristik dan kriteria tertentu). Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa pengaruh gaya hidup dan pengetahuan lingkungan terhadap perilaku membuang sampah di Kecamatan Tegal Timur adalah gaya hidup (t=0,001) dan pengetahuan lingkungan (t=0,504). Dari hasi analisis korelasi terdapat hubungan secara bersama-sama antara pengaruh gaya hidup (t=0,001) dan pengetahuan lingkungan (t=0,504) terhadap perilaku membuang sampah Masyarakat di Kecamatan Tegal Timur. Untuk mengetahui pengaruh dominan variabel bebas, berdasarkan hasil olah data diperoleh nilai signifikansi F (0,001) < Level of Significant (0,05), maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Gaya Hidup dan Pengetahuan Lingkungan berpengaruh secara bersamaan terhadap Perilaku Masyarakat. | Waste is a cleanliness issue that can create an atmosphere which is unpleasant due to accumulation scattered rubbish. The waste problem is that there are problems in waste management in Tegal City which are still a very important evaluation considering that the waste management system is not yet optimal, where the performance of waste management is not yet optimal, because the performance and availability of infrastructure, including storage and sorting, have not been carried out properly. The aim of this research is to determine the dominant influence between lifestyle and environmental knowledge on people's behavior in disposing of waste in East Tegal District, Tegal City. This research method is to use a quantitative method with a questionnaire instrument and a research approach using explanations (explanatory research). This study uses a quantitative approach. The population of this research is the community in East Tegal District, Tegal City, totaling around 86,700 people. The total sample was 100 respondents using sampling techniques proporsional ranndom sampling (sampling with certain characteristics and criteria). The results of this research show that the influence of lifestyle and environmental knowledge on waste disposal behavior in Tegal Timur District is lifestyle (t=0.001) and environmental knowledge (t=0.504). From the results of the correlation analysis, there is a joint relationship between the influence of lifestyle (t=0.001) and environmental knowledge (t=0.504) on people's waste disposal behavior in Tegal Timur District. To determine the dominant influence of the independent variable, based on the results of data processing, the significance value F is obtained (0,001) < Level of Significant (0.05), then Ho is rejected and Ha is accepted, so it can be concluded that the variables Lifestyle and Environmental Knowledge simultaneously influence Community Behavior. | |
| 42740 | 46118 | J1C019013 | Analisis Kepribadian Tokoh Utama Dalam Film Okuribito Dalam Teori Kepribadian Marxian Erich Fromm | Penelitian ini menganalisis kepribadian tokoh utama dalam film Okuribito melalui pendekatan teori kepribadian Marxian dari Erich Fromm. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kebutuhan dan mekanisme pelarian diri tokoh utama. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui teknik simak-catat terhadap dialog dan tangkapan layar adegan-adegan dalam film Okuribito dan dianalisis menggunakan teori kepribadian Marxian Erich Fromm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepribadian tokoh utama sesuai dengan karakteristik yang dijelaskan dalam teori kepribadian Marxian, di mana kebutuhan tokoh utama dipenuhi melalui pengalaman emosional dan profesional yang kompleks, dan mekanisme pelarian diri yang muncul adalah otoritarianisme dan penyesuaian. Penelitian ini berkontribusi dalam memperdalam pemahaman terhadap penerapan teori kepribadian Marxian dalam konteks karakter film, serta membuka peluang untuk studi lebih lanjut mengenai aplikasi teori ini pada media lain atau karakter dalam konteks yang berbeda. | This study analyzes the personality of the main character in the film Okuribito through the lens of Erich Fromm's Marxian personality theory. The aim of this research is to describe the needs and escape mechanisms of the main character. This research employs a qualitative descriptive method, with data collected through observation and note-taking techniques on the dialogues and screenshots of scenes in the film Okuribito and analyzed using Erich Fromm's Marxian personality theory. The results of the study show that the personality of the main character aligns with the characteristics described in Marxian personality theory, where the main character's needs are fulfilled complex emotional and professional experiences., and the escape mechanisms that emerge are authoritarianism and conformity. This study contributes to a deeper understanding of the application of Marxian personality theory in the context of film characters and opens opportunities for further studies on the application of this theory to other media or characters in different contexts. |