Artikelilmiahs

Menampilkan 42.701-42.720 dari 48.838 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4270146077A1F018086OPTIMASI PROPORSI PASTA EDAMAME DAN DAUN KELOR PADA PRODUKSI MI BERBASIS TEPUNG SINGKONG TERMODIFIKASIProduk mi yang beredar di pasaran umumnya berbahan dasar tepung terigu. Selama ini kebutuhan tepung terigu di Indonesia diperoleh dari impor gandum dalam jumlah besar. Pada penelitian sebelumnya telah ditemukan alternatif penggunaan tepung singkong termodifikasi sebagai pengganti tepung terigu dan diperoleh produk yang baik, namun produk tersebut memiliki kekurangan yaitu kadar protein yang rendah. Oleh karena itu, dilakukan modifikasi dengan menambahkan pasta edamame dan daun kelor untuk meningkatkan kadar protein pada mi mocaf. Hasil penelitian ini menghasilkan formula mi mocaf kering optimum dengan proporsi pasta edamame 17,53% dan daun kelor 1,46%. Hasil uji sensoris menunjukkan bahwa peningkatan proporsi pasta edamame menyebabkan peningkatan respon intensitas warna hijau dan coklat, flavor kacang, elastisitas, waktu rehidrasi, dan kemuluran, sedangkan flavor singkong dan kekenyalan menurun. Peningkatan proporsi daun kelor menyebabkan peningkatan respon intensitas warna hijau dan rasa hijau, sedangkan intensitas warna coklat, rasa singkong, dan tingkat kesukaan menurun. Produk mi optimum memiliki karakteristik sensori berupa intensitas warna hijau, rasa kacang, rasa hijau, dan kekenyalan yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk kontrol; karakteristik fisik berupa waktu rehidrasi yang lebih lama dibandingkan dengan produk kontrol; karakteristik kimia berupa kadar air, lemak, dan karbohidrat yang lebih tinggi, serta kadar protein yang lebih rendah dibandingkan dengan produk kontrol.Noodle products on the market are usually made from wheat flour. So far, the need for wheat flour in Indonesia has been obtained from wheat imports in large volumes. In previous research, an alternative to the use of modified cassava flour as a substitute for wheat flour has been found and a good product has been obtained, but the product has the disadvantage of low protein content. Therefore, modifications were made by adding edamame paste and moringa leaves to increase the protein content in mocaf noodles. The result of this study produced the optimum formula for dry mocaf noodles with the proportion of 17.53% edamame paste and 1.46% moringa leaves. The results of sensory tests showed that increasing the proportion of edamame paste caused an increase in the response of green and brown color intensity, beany flavor, elasticity, rehydration time, and elongation, while cassava flavor and chewiness decreased. Increasing the proportion of moringa leaves caused an increase in the response of green color intensity and green flavor, while brown color intensity, cassava flavor, and preference level decreased. The optimum noodle product had sensory characteristics in the form of higher green color intensity, beany flavor, green flavor, and chewiness compared to the control product; physical characteristics in the form of higher rehydration time compared to the control product; chemical characteristics in the form of higher moisture, fat, and carbohydrate content, and lower protein content compared to the control product.
4270246091I1D020076HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI MAN 2 BANYUMAS
Latar Belakang : Masa remaja mengalami fase perubahan yang signifikan, salah satu permasalahan gizi utama yang sering dihadapi oleh remaja adalah kejadian anemia. Angka kejadian anemia pada remaja putri di putri di MAN 2 Banyumas sebesar 80%. Sarapan dapat meningkatkan fokus saat belajar dan memperbaiki kemampuan dalam memahami pelajaran, yang pada akhirnya meningkatkan pencapaian akademis bagi para pelajar, sarapan membantu memenuhi sekitar 15-30% kebutuhan gizi harian. Kadar hemoglobin dalam darah dipicu secara signifikan oleh aktivitas fisik manusia. Individu yang berolahraga secara teratur dapat mengalami peningkatan kadar hemoglobin, karena sel atau jaringan membutuhkan lebih banyak oksigen saat melakukan aktivitas tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan dan aktivitas fisik dengan kejadian anemia.
Metode : Metode penelitian ini menggunakan analitik observasional dan pendekatann cross sectional. Sampel penelitian remaja putri MAN 2 Banyumas sejumlah 88 siswi dengan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Data kebiasaan sarapan diperoleh menggunakan wawancara food recall, data aktivitas fisik diperoleh menggunakan wawancara International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) dan data kadar hemoglobin diperoleh dengan menggunakan alat easy touch GCHB. Data analisis menggunakan uji chi-square.
Hasil Penelitian : Hasil dari penelitian menunjukkan kebiasaan sarapan tidak cukup 70,5%, aktivitas fisik sedang-berat 58%, dan kejadian anemia 79,5%. Analisis data menggunakan chi-square dengan p-value <0,05. Dari penelitian ini terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan dan aktivitas fisik dengan kejadian anemia.
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan dan aktivitas fisik dengan kejadian anemia.
Background : Adolescence experiences a significant phase of change, one of the main nutritional problems often faced by adolescents is the incidence of anemia. The incidence of anemia among adolescent girls at MAN 2 Banyumas is 80%. Breakfast can increase focus while learning and improve comprehension, which in turn increases academic achievement for students, breakfast helps fulfill about 15-30% of daily nutritional needs. Hemoglobin levels in the blood are significantly triggered by human physical activity. Individuals who exercise regularly may experience an increase in hemoglobin levels, as cells or tissues require more oxygen while performing the activity. The purpose of this study was to determine the relationship of breakfast habits and physical activity with the incidence of anemia.
Methods : The research method used observational analytic and cross sectional approach. The research sample was 88 adolescent girls of MAN 2 Banyumas with sampling using simple random sampling technique. Data on breakfast habits were obtained using the food recall interview, physical activity data were obtained using the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) interview and hemoglobin level data were obtained using the easy touch GCHB tool. Data analysis using chi-square test.
Results : The results of the study showed insufficient breakfast habits 70.5%, moderate-heavy physical activity 58%, and the incidence of anemia 79.5%. Data analysis used chi-square with p-value <0.05. From this study there is a relationship between breakfast habits and physical activity with the incidence of anemia.
Conclusion : there are relationship between breakfast habits and physical activity with the incidence of anemia.
4270346078J0A019021Translating Lily Rothman’s ‘After the Bomb’ Time’s Article (English to Indonesian)Laporan Tugas Akhir dengan judul “Translating Lily Rothman’s ‘After the Bomb’ Time’s Article (English to Indonesian)” ini disusun berdasarkan praktik kerja yang telah dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2022 hingga 21 September 2022. Artikel ini dipilih untuk diterjemahkan karena relevansinya dalam menggambarkan peristiwa sejarah Jepang dengan bom atom serta pesan-pesan moral dan kehidupan yang signifikan. Dalam menerjemahkan artikel ini bertujuan untuk menyampaikan wawasan dan pembelajaran penting dari para penyintas kepada pembaca dan generasi mendatang.
Tujuan dari praktik kerja ini adalah untuk menerjemahkan artikel dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia serta untuk memastikan bahwa makna dan pesannya tersampaikan secara efektif. Hal ini mencakup penjelasan mengenai pelaksanaan praktik kerja, merinci proses penerjemahan, serta mengatasi kendala yang dihadapi dan solusinya, sehingga memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para pembaca dengan bahasa Indonesia.
Jenis terjemahan yang digunakan untuk menerjemahkan artikel ini adalah terjemahan idiomatik. Dalam menerjemahkan artikel, terdapat empat tahap proses penerjemahan yang digunakan, meliputi analisis, transfer, restrukturisasi, evaluasi dan revisi. Ada pula berbagai teknik penerjemahan juga diterapkan, yaitu adaptasi, peminjaman, kalke, kompensasi, penerjemahan literal, modulasi, transposisi.
Dalam melakukan suatu hal tentu tidak lepas dari yang namanya kendala. Selama proses penerjemahan, penulis menemui beberapa kendala, seperti kurangnya pengetahuan kosa kata, kesulitan memahami istilah-istilah asing dan memahami kalimat yang memiliki makna tersirat. Untuk mengatasi kendala tersebut, penulis melakukan beberapa pendekatan, seperti menggunakan kamus daring atau luring, aplikasi pembelajaran bahasa untuk memperbanyak kosa kata, menyisihkan kalimat-kalimat sulit untuk ditinjau nanti, dan berkonsultasi dengan dosen pembimbing untuk mendapatkan saran dan masukan.
The final report, “Translating Lily Rothman’s ‘After the Bomb’ Time’s Article (English to Indonesian)”, was completed during job training from August 18th to September 21st, 2022. The article was selected for translation due to its relevance in depicting Japan’s historical experiences with atomic bombings and its significant life and moral messages. Translating this piece aims to convey crucial insights and lessons from survivors to readers and future generations.
The purpose of the job training is to translate the ‘After the Bomb’ Time’s article from English to Indonesian and to ensure that its meanings and messages are effectively conveyed. This includes explaining the implementation of the job training, detailing the translation process, and addressing the problems encountered and their solutions, to provide readers with a deeper understanding in the Indonesian language.
The type of translation used to translate the article is idiomatic translation. While translating the article, there are four stages process of translation that were used, including analysis, transfer, restructuring, evaluation and revision. Additionally, various translation techniques were applied, they are adaptation, borrowing, calque, compensation, literal translation, modulation, transposition.
When doing something, it certainly cannot be separated from obstacles. During the translation process, several obstacles are encountered, such as a lack of vocabulary, difficulty understanding unfamiliar words, and the challenge of understanding nuanced meanings from sentences. To overcome those obstacles, multi-step approach is done, such as, using online dictionaries, thesauruses, and language learning apps to build vocabulary, setting aside difficult sentences for later review, and consulting supervisors for advice and feedback.
4270446079D1A019120Pengaruh Lokasi Kandang Terhadap Mortalitas Dan Konversi Pakan Ayak BroilerPenelitian “Pengaruh Lokasi Kandang terhadap Mortalitas dan konversi pakan Ayam Broiler”
bertujuan untuk mengetahui perbandingan lokasi terhadap mortalitas dan FCR ayam broiler. Sampel
yang digunakan pada penelitian ini adalah ayam broiler sebanyak 63.000 ekor per kandang.
Penelitian dilaksanakan selama 13 minggu pada tanggal 30 Maret – 09 Juli 2022, yang bertempat di
kandang Pak Riswiyadi yang terletak di Desa Wonosari, Kec. Sadang, Kab. Kebumen memiliki letak
geografi dataran tinggi dan kandang Pak Amat Riyadi yang terletak di Desa Mirit, Kec. Mirit, Kab.
Kebumen memiliki letak geografi dataran rendah dan wilayah pesisir. Perlakuan yang diberikan
berupa perbandingan lokasi kandang. Variabel yang diamati dalam penelitian ini diantaranya yaitu
mortalitas dan FCR ayam broiler. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimental.
Analisis data menggunakan metode tabulasi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu kendang
yang di dataran tinggi lebih baik dari segi mortalitas dan konversi pakan.
The research "effect of Cage Locations on Mortality and feed convertion of Broiler Chickens" aims
to determine the comparison of location on mortality and feed convertion of broiler chickens. The
samples used in this research were 63,000 broiler chickens per cage. The research was carried out
for 13 weeks on March 30 – July 9, 2022, which took place at Mr. Riswiyadi's cage located in
Wonosari Village, Sadang District, Kebumen Regency has a highland geography location and Pak
Amat Riyadi's cage located in Mirit Village, Mirit District, Kebumen Regency has a lowland and
coastal area geography. The treatment given was a comparison of cage locations. The variables
observed in this study included mortality and FCR of broiler chickens. The method used in this
research is experimental. Data analysis used the tabulation. The results obtained in this research is
cage that is on plateau is better in terms of mortality and feed convertiton.
4270546080I1C020020AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL, FRAKSI LARUT DAN TIDAK LARUT N-HEKSAN DAUN AWAR-AWAR (Ficus septica Burm.f) Daun awar awar diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang dapat mengatasi radikal bebas. Kandungan senyawa kimia pada daun tersebut berpotensi sebagai antioksidan, tetapi daun ini memiliki warna hijau tua mengkilat, menandakan adanya kandungan lemak yang mempengaruhi aktivitas antioksidannya. Sehingga, perlu dilakukan penelitian untuk melihat pengaruh fraksinasi menggunakan pelarut non-polar terhadap aktivitas antioksidan. Metode penelitian meliputi pembuatan simplisia, maserasi menggunakan etanol 96%. Hasil sebagian ekstrak dilakukan fraksinasi menggunakan n-heksan. Ekstrak etanol, fraksi larut n-heksan, dan fraksi tidak larut n-heksan dilanjutkan uji aktivitas antioksidan. Aktivitas antioksidan terhadap radikal DPPH dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 516 nm. Hasil uji aktivitas fraksi tidak larut n-heksan diperoleh nilai IC50 78,24 ppm dengan kategori kuat, ekstrak etanol dengan nilai IC50 132,31 ppm kategori sedang, dan fraksi larut n-heksan dengan nilai IC50 562,54 ppm kategori tidak memiliki aktivitas antioksidan. Hasil uji statistic juga menunjukkan nilai yang signifikan (p<0,05) menggambarkan adanya perbedaan bermaksan dari ketiga sampel. Kesimpulan penelitian menunjukkan fraksi tidak larut n-heksan daun awar awar yang merupakan pembebasan lemak memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dan sebaliknya fraksi larut n-heksan yang mengandung lemak tidak memiliki aktivitas antioksidan.Awar awar leaves are known to have antioxidant activity that can overcome free radicals. The chemical compound content in the leaves has the potential as an antioxidant, but these leaves have a shiny dark green color, indicating the presence of fat content that affects its antioxidant activity. Therefore, research is needed to see the effect of fractionation using non-polar solvents on antioxidant activity. The research method includes making simplicia, maceration using 96% ethanol. The results of some of the extracts were fractionated using n-hexane. Ethanol extract, n-hexane soluble fraction, and n-hexane insoluble fraction were continued with antioxidant activity test. Antioxidant activity against DPPH radicals was analyzed using a UV-Vis spectrophotometer at a wavelength of 516 nm. The results of the n-hexane insoluble fraction activity test obtained an IC50 value of 78.24 ppm with a strong category, ethanol extract with an IC50 value of 132.31 ppm in the moderate category, and n-hexane soluble fraction with an IC50 value of 562.54 ppm in the category of having no antioxidant activity. The results of the statistical test also showed a significant value (p<0.05) describing the existence of a meaningful difference between the three samples. The conclusion of the study showed that the insoluble fraction of n-hexane awar awar leaves which is the release of fat has strong antioxidant activity and conversely the soluble fraction of n-hexane containing fat has no antioxidant activity.
4270646083J0B019026Pembuatan Buklet Berbahasa Mandarin Sebagai Media Informasi Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja Purbalingga Di era globalisasi, komunikasi lintas bahasa menjadi hal yang semakin penting.
Komunikasi lintas bahasa memerlukan elemen penting seperti penerjemahan dan buklet.
Penerjemahan merupakan sebuah proses mengubah teks dari satu bahasa ke bahasa lain.
Buklet merupakan publikasi ringkas dan digunakan untuk menyampaikan informasi
singkat tentang instansi, salah satunya museum. Museum memiliki peran yang penting
dalam pelestarian sumber informasi sejarah dan budaya. Saat ini, museum daerah
Kabupaten Purbalingga yang bernama Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja
masih memiliki kendala dalam memberikan pelayanan berupa media informasi kepada
pengunjung berlatar belakang bahasa Mandarin. Sebagai upaya mengatasi kendala
tersebut, penulis melakukan pembuatan buklet berbahasa Mandarin sebagai media
informasi Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja. Metode penerjemahan yang
dilakukan menggunakan metode penerjemahan komunikatif untuk menjamin akurasi
dalam konteks sosial budaya yang sesuai. Buklet terjemahan ini diharapkan dapat
meningkatkan pelayanan museum kepada pengunjung berbahasa Mandarin, serta dapat
menjadi media informasi yang mudah dipahami oleh pengunjung bahasa sasaran.
In the era of globalization, cross-language communication is becoming increasingly
important. Cross-language communication requires important elements such as translation
and booklets. Translation is a process of changing text from one language to another. A
booklet is a concise publication and is used to convey brief information about an institution,
one of which is a museum. Museums have an important role in preserving historical and
cultural information sources. Currently, the regional museum of Purbalingga Regency,namely the Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja Museum, still has obstacles in providing
services in the form of information media to visitors with a Mandarin background. As an
effort to overcome these obstacles, the author made a Mandarin booklet as an information
media for the Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja Museum. The translation method used
is the communicative translation method to ensure accuracy in the appropriate socio-
cultural context. This translated booklet is expected to improve museum services to
Mandarin-speaking visitors, and can be an information media that is easy to understand for
visitors to the target language.
4270746085J0B021001Video Profil Agrowisata Bhumi Merapi Yogyakarta Berbahasa Mandarin Dalam Media Sosial Tiktok Laporan Praktik Kerja praktik kerja ini berjudul “Video Profil Agrowisata Bhumi Merapi Yogyakarta Berbahasa Mandarin Melalui Media Sosial Tiktok”. Praktik kerja dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 –Maret 2024. Tujuan dari praktik kerja ini adalah menghasilkan video profil untuk memberikan informasi mengenai semua fasilitas yang ada di Agrowisata Bhumi Merapi kepada penutur bahasa Mandarin. Belum adanya media promosi berbahasa Mandarin melatarbelakangi penulis membuat sebuah video profil berbahasa Mandarin. Penulis menggunakan 4 metode dalam mengumpulkan data yaitu, jelajah internet, observasi, wawancara. dan dokumentasi. Dalam proses penerjemahan penulis menggunakan metode penerjemahan komunikatif untuk menerjemahkan informasi dalam video profil, karena metode ini memperhatikaan keefektifan bahasa terjemahan, dan tata bahasa disesuaikan dengan bahasa sasaran. Hasil dari praktik kerja ini adalah video profil berbahasa Mandarin yang akan diunggah dalam media sosial Tiktok milik Agrowisata Bhumi Merapi. Dengan adanya video profil berbahasa Mandarin ini akan memudahkan penutur bahasa Mandarin mendapatkan informasi yang lengkap tentang semua fasilitas yang ada di Agrowisata Bhumi Merapi.
This internship report is entitled "Video Profile of Agrowisata Bhumi Merapi Yogyakarta in Mandarin Through Tiktok Social Media". The internship was carried out in October 2023 - March 2024. The purpose of this internship is to produce a profile video to provide information about all the facilities at Agrowisata Bhumi Merapi to Mandarin speakers. The absence of Mandarin-language promotional media is the background for the author to create a Mandarin-language profile video. The author uses 4 methods in collecting data, namely, internet browsing, observation, interviews. and documentation. In the translation process, the author uses the communicative translation method to translate the information in the profile video, because this method pays attention to the effectiveness of the translated language, and the grammar is adjusted to the target language. The result of this internship is a Mandarin-language profile video that will be uploaded to Agrowisata Bhumi Merapi's Tiktok social media. With this Mandarin-language profile video, it will be easier for Mandarin speakers to get complete information about all the facilities at Agrowisata Bhumi Merapi.
4270846087A1F018088KARAKTERISASI SIFAT SENSORI DAN FISIKOKIMIA SERBUK MINUMAN BIJI
CARICA DENGAN PENAMBAHAN KOPI DAN REMPAH-REMPAH
Pengembangan produk pada biji carica merupakan upaya diversifikasi produk untuk mengurangi limbah yang dihasilkan dari pengelolaan buah carica dan meningkatkan nilai ekonomis buah carica. Salah satu upaya dalam diversifikasi produk adalah pengolahan biji carica menjadi serbuk minuman. Pada penelitian ini dilakukan modifikasi serbuk biji carica dengan penambahan kopi dan rempah-rempah yang diharapkan dapat meningkatkan hasil sensoris produk. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor. Analisis sensoris menggunakan 2 metode yaitu uji skoring dan uji hedonik. Penilaian sensoris dilakukan oleh 25 panelis semi terlatih. Parameter uji skoring meliputi warna coklat, homogenitas, kekeruhan, aroma sangrai, dan rasa pahit dan parameter uji hedonik meliputi aroma, rasa, dan daya terima keseluruhan. Analisis kimia meliputi kadar air, kadar abu, antioksidan, dan total fenol. Data yang diperoleh akan dianalisis secara statistik dengan analisis variansi (ANOVA) menggunakan Microsoft Excel dan aplikasi SPPS Statistic 25. Apabila terdapat perbedaan nyata (p<0,05) maka akan dilakukan analisis ulang menggunakan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Serbuk biji carica dengan penambahan rempah-rempah, kopi arabika, dan kopi robusta memperoleh nilai tertinggi pada intensitas warna coklat (8,33), kekeruhan (2,93), aroma sangrai (7,17), dan rasa pahit (6,79) karena penambahan kopi robusta yang lebih tinggi. Tingkat penerimaan kesukaan terhadap serbuk minuman biji carica mengalami peningkatan dengan penambahan variasi kopi terutama pada kopi robusta. Kombinasi perlakuan terbaik berdasarkan variabel sensori diperoleh dari perlakuan B4 dan B5. Perlakuan B4 yaitu serbuk biji carica dengan penambahan rempah-rempah dan kopi arabika (64%:6%:30%) memperoleh nilai aroma sensoris tertinggi yaitu 3,55 dan perlakuan B5 yaitu serbuk biji carica dengan penambahan rempah-rempah, kopi arabika, dan kopi robusta (64%:6%:10%:20%) memperoleh penilaian skor sensoris tertinggi pada rasa (3,63) dan daya terima keseluruhan (3,56). Kombinasi perlakuan terbaik berdasarkan variabel kimia diperoleh dari perlakuan B5 yaitu serbuk biji carica dengan penambahan rempah-rempah, kopi arabika, dan kopi robusta (64%:6%:10%:20%). Produk ini menghasilkan serbuk minuman biji carica dengan kadar air 5,03%, kadar abu 5,09%, antioksidan 93,21%, dan total fenol 2,99 mg GAE/gram.Product development on carica seeds is a product diversification effort to reduce waste generated from carica fruit management and to increase the economic value of carica fruit. One of the efforts in product diversification is processing carica seeds into beverage powder. In this study, modifications were made to carica seed powder with the addition of coffee and spices which are expected to improve the sensory results of the product. This study uses the Complete Random Design (RAL) method with 1 factor. Sensory analysis uses 2 methods, namely the scoring test and the hedonic test. The sensory assessment was carried out by 25 semi-trained panelists. The scoring test parameters included brown color, homogeneity, turbidity, roasted aroma, and bitter taste and hedonic test parameters included aroma, taste, and overall acceptability. Chemical analysis includes moisture content, ash content, antioxidants, and total phenols. The data obtained will be analyzed statistically by analysis of variance (ANOVA) using Microsoft Excel and the SPPS Statistic 25 application. If there is a real difference (p<0.05), it will be re-analyzed using the Honest Real Difference (BNJ) at the level of 5%. The results
showed that: Carica seed powder with the addition of spices, arabica coffee, and robusta coffee obtained the highest scores on brown intensity (8.33), turbidity (2.93), roasted aroma (7.17), and bitter taste (6.79) due to the addition of higher robusta coffee. The rate of acceptance of preference for carica bean drink powder has increased with the addition of coffee variations, especially in robusta coffee. The best combination of treatments based on sensory variables was obtained from B4 and B5 treatments. B4 treatment, namely carica seed powder with the addition of spices and Arabica coffee (64%:6%:30%), obtained the highest score of aroma sensory score of 3.55, and B5 treatment, namely carica seed powder with the addition of spices, Arabica coffee, and robusta coffee (64%:6%:10%:20%) obtained the highest assessment of sensory score on taste (3.63), and overall acceptability (3.56). The best combination of treatments based on chemical variables was obtained from the B5 treatment, namely carica seed powder with the addition of spices, arabica coffee, and robusta coffee (64%:6%:10%:20%). The product produces carica seed drink powder with a moisture content of 5.03%, ash content of 5.09%, antioxidants of 93.21%, and a total of phenol of 2.99 mg GAE/gram.
4270946084F1B017096Efektivitas Pengelolaan Dana Desa di Desa Karangtengah Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas Jawa TengahKemiskinan merupakan salah satu permasalahan yang paling berat dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. tingginya angka kemiskinan di Indonesia membuat pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan, salah satu kebijakan tersebut adalah dana desa. Dana desa merupakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang diberikan kepada desa di transfer melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) atau Kota yang digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan, kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat desa. Kenapa penyelesaian kemiskinan harus di mulai dari desa? karena desa merupakan ujung tombak pembangunan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, selain itu ternyata masih banyak permasalahan kemiskinan di daerah pedesaan seperti tingginya angka pengangguran dan minimnya lapangan pekerjaan di desa. Desa Karangtengah merupakan desa yang menerima dana desa terbanyak di daerah Kecamatan Baturraden, tingginya anggaran dana desa yang diterima ternyata belum sepenuhnya dirasakan oleh Masyarakat Desa Karangtengah, meskipun pembangunan selalu berjalan namun pembangunan ini belum sepenuhnya merata, program-program pembinaan masyarakat yang belum tepat guna dan sasaran juga menjadikan anggaran dana desa ini kurang dirasakan kebermanfaatannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pengelolaan dana desa di Desa Karangtengah Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas berdasarkan Teori Efektivitas yang dikemukakan oleh Duncan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan dana desa di Desa Karangtengah berdasarkan Teori Efektivitas Duncan sudah efektif. Berikut hasil penelitian berdasarkan aspek kajian tersebut: 1) Aspek Pencapaian Tujuan, pada aspek ini pencapaian tujuan untuk masing-masing bidang dalam pengelolaan Dana Desa sudah efektif, 2) Integrasi ini sudah cukup efektif terlihat dalam kemampuan pemerintah desa dalam menyelenggarakan sosialisasi dalam hal ini berupa musyawarah rencana pembangunan desa, 3) Aspek Adaptasi, pemerintah dilihat dari cara menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi sudah cukup baik.Poverty is one of the most severe problems in economic development in Indonesia. The high poverty rate in Indonesia has made the government issue various policies, one of which is the village fund. Village funds are State Expenditure Budget (APBN) funds given to villages transferred through the Regional Expenditure Budget (APBD) or City which is used to finance the implementation of government, the implementation of development, coaching, community affairs and empowerment of village communities. Why should poverty settlement start from the village? Because the village is the spearhead of development that is in direct contact with the community, in addition, it turns out that there are still many poverty problems in rural areas such as the high unemployment rate and the lack of jobs in the village. Karangtengah Village is the village that receives the most village funds in the Baturraden District area, the high village fund budget received has not been fully felt by the Karangtengah Village Community, although development is always going on but this development is not completely evenly distributed, community development programs that are not yet appropriate and the target also makes this village fund budget less useful. The purpose of this study is to determine the effectiveness of village fund management in Karangtengah Village, Baturraden District, Banyumas Regency based on the Effectiveness Theory proposed by Duncan. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The results of this study show that the management of village funds in Karangtengah Village based on the Duncan Effectiveness Theory is effective. The following are the results of the research based on the aspect of the study: 1) Aspect of Goal Achievement, in this aspect the achievement of goals for each field in the management of Village Funds has been effective, 2) This integration is quite effective seen in the ability of the village government to organize socialization in this case in the form of deliberation of village development plans, 3) Adaptation aspect, the government seen from the way of adjusting to the changes that occur is quite good.
4271046086H1D020045IMPLEMENTASI METODE AUTOREGRESSIVE INTEGRATED MOVING AVERAGE (ARIMA) UNTUK PREDIKSI HARGA SAHAM PT XL AXIATA TBK DENGAN VISUALISASI DASHBOARD BERBASIS WEBSITEPasar keuangan merupakan sektor yang dinamis dan penuh ketidakpastian, dengan saham menjadi salah satu instrumen investasi yang paling umum digunakan. PT XL Axiata Tbk, perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai saham blue chip, menarik perhatian banyak investor karena stabilitas finansial dan kinerja yang konsisten. Analisis teknikal, khususnya dengan metode ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average) digunakan untuk memprediksi harga. Penelitian ini memfokuskan pada penggunaan metode ARIMA dalam memprediksi harga penutupan saham PT XL Axiata Tbk dan implementasi visualisasi hasil prediksi melalui dashboard berbasis website. Hasil analisis didapatkan model terbaik untuk prediksi saham adalah ARIMA(2,1,2) dengan RMSE dan MAPE berturut-turut adalah 50,743 dan 0,01653. Hasil prediksi harga penutupan saham untuk 10 hari berturut-turut adalah 2.190; 2.194; 2.193; 2.196; 2.194; 2.197; 2.195; 2.197; 2.195; dan 2.197. Visualisasi untuk hasil prediksi ini berbasis website dengan framework Streamlit yang menyajikan hasil analisis prediksi saham. Adanya visualisasi dashboard berbasis website dapat membantu pembaca dalam mengetahui hasil prediksi dengan mudah dan interaktif.The financial market is a dynamic and uncertain sector, with stocks being one of the most commonly used investment instruments. PT XL Axiata Tbk, a telecommunications company listed on the Indonesia Stock Exchange as a blue chip stock, attracts the attention of many investors due to its financial stability and consistent performance. Technical analysis, particularly the ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average) method is used to predict prices. This research focuses on the use of the ARIMA method in predicting the closing price of PT XL Axiata Tbk shares and the implementation of visualization of prediction results through a web-based dashboard. The results of the analysis obtained the best model for stock prediction is ARIMA (2,1,2) with RMSE and MAPE are 50.743 and 0.01653, respectively. The closing price prediction results for 10 consecutive days are 2,190; 2,194; 2,193; 2,196; 2,194; 2,197; 2,195; 2,197; 2,195; and 2,197. Visualization for the results of this prediction is based on a website with the Streamlit framework that presents the results of stock prediction analysis. The existence of a website-based dashboard visualization can help readers find out the prediction results easily and interactively.
4271146088K1A020014Sintesis dan Karakterisasi MnO2/rGO dari Arang Tempurung Kelapa Serta Aplikasinya Sebagai Fotokatalis Pendegradasi Methylene BluePencemaran lingkungan merupakan salah satu permasalahan besar yang sulit diatasi, salah satu contohnya yaitu pencemaran limbah cair hasil pengolahan industri tekstil berwarna, dengan zat pewarna yang sering ditemukan adalah methylene blue. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan penelitian berupa degradasi kadar methylene blue menggunakan fotokatalis. Material fotokatalis yang digunakan yaitu material semikonduktor MnO2. Semikonduktor tersebut terbukti aktif di hadapan cahaya tampak, serta memiliki stabilitas termal yang tinggi dan kompatibilitas yang baik dengan bahan karbon untuk membentuk suatu komposit. Untuk mendukung kemampuan aktivitas katalitiknya, maka dilakukan modifikasi dengan material pendukung berbahan karbon yaitu rGO. rGO merupakan material berbahan dasar grafit, yang pada penelitian ini berasal
dari arang tempurung kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas MnO2/rGO dalam mendegradasi methylene blue. Proses yang dilakukan meliputi sintesis dan karakterisasi MnO2/rGO, serta melihat aktivitas fotokatalitik MnO2/rGO. Komposit MnO2/rGO yang berhasil disintesis dikarakterisasi menggunakan SEM, XRD, dan DRS. Berdasarkan data penelitian, didapatkan morfologi MnO2/rGO yang berbentuk nanorods dan thin sheets disekitarannya pada fase tetragonal, dan memiliki energi celah pita sebesar 2.62 eV. Zat warna methylene blue berhasil didegradasi menggunakan komposit MnO2/rGO dengan perbandingan massa yang terbaik sebesar 1:2, dengan kondisi optimum pada pH 7 selama 210 menit menggunakan sinar tampak biru sebesar 7 watt. Aktivitas fotokatalitik terbaik yang dihasilkan yaitu sebesar 36.07% dengan penurunan total
sebesar 71.16%. Komposit ini menunjukkan perbedaan yang signifikan ketika pengujian kedapatan penggunaan kembali, dengan persentase penurunan total setiap kali pengulangan hingga siklus ke-4 adalah 26.49; 6.68; dan 6.30 %.
Environmental pollution is one of the big problems that is difficult to overcome, one example is the pollution of liquid waste from the processing of colored textil industry, with dyes that are often found is methylene blue. To overcome these problems, research was conducted in the form of degradation of methylene blue levels using photocatalysts. The photocatalyst material used is MnO2 semiconductor material. The semiconductor is proven to be active in the presence of visible light, and has high thermal stability and good compatibility with carbon materials to form a composite. To support the ability of its catalytic activity, modification is carried out with carbon-based supporting materials, namely rGO. rGO is a graphite-based material, which in this study comes from coconut shell charcoal. This research aims to see the effectiveness of MnO2/rGO in degrading methylene blue. The process includes the synthesis and characterization of MnO2/rGO, as well as looking at the photocatalytic activity of MnO2/rGO. The successfully synthesized MnO2/rGO composite was characterized using SEM, XRD, and DRS. Based on the research data, the morphology of MnO2/rGO is obtained in the form of nanorods and thin sheets around it in the tetragonal phase, and has a band gap energy of 2.62 eV. Methylene blue dye was successfully degraded using MnO2/rGO composite with the best mass ratio of 1:2, with optimum conditions at pH 7 for 210 minutes using blue visible light of 7 watts. The best photocatalytic activity produced was 36.07% with total decreased of 71.16%. This composite showed a significant difference when the test was reused, with a decrease in the percentage of total decreased after each repetition until the 4th cycle was 26.49; 6.68; and 6.30%.
4271246089J1B017065Register Kegiatan Pecinta Alam Pada Organisasi UPL MPA UnsoedPenelitian ini membahas mengenai register bahasa kegiatan pecinta alam dalam kegiatan organisasi pecinta alam UPL MPA Unsoed. Tujuan dari penelitian ini ialah mendeskripsikan register bahasa beserta fungsi bahasa pada kegiatan pecinta alam organisasi UPL MPA Unsoed. Metode pengumpulan data penelitian ini ialah menggunakan teknik simak libat cakap dengan teknik lanjutan teknik cakap. Selanjutnya juga teknik cakap juga digunakan pada penilitian ini untuk mendapatkan validasi yang ada pada data. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini ialah metode padan pragmatis. Metode penyajian data penelitian ini menggunakan metode informal.
Hasil dari penelitian ini adalah deskripsi register yang berfokus pada pengkajian bentuk, makna, dan fungsi dari register. Pada bagian bentuk, data register dibagi menjadi enam bagian berdasarkan satuan lingualnya serta asal bahasa dari register tersebut. Pada bagian fungsi dibagi menjadi empat bagian berupa register yang mengandung fungsi direktif, referensial/denotative/informatif, metalingual, dan imaginative.

Kata kunci: Register, Sosiolinguistik, Kegiatan Pecinta Alam
This research discusses the language register of nature lovers activities in the activities of the UPL MPA Unsoed nature lovers organization. The purpose of this study is to describe the language register and language functions in the activities of nature lovers of the UPL MPA Unsoed organization. The data collection method of this research is to use the technique of simak libat cakap with the advanced technique of cakap. Furthermore, the discourse technique is also used in this research to obtain validation in the data. The analysis method used in this research is the pragmatic equivalent method. The data presentation method of this research uses informal method.
The result of this research is a description of the register that focuses on the assessment of the form, meaning, and function of the register. In the form part, the register data is divided into six parts based on the lingual unit and the language origin of the register. In the function part, it is divided into four parts in the form of registers containing directive, referential/denotative/informative, metalingual, and imaginative functions.
Keywords: Registers, Sociolinguistics, Nature Lovers Activities
4271346090I1D020016BODY MASS INDEX DAN KADAR HDL WANITA DISLIPIDEMIA DENGAN OBESITAS YANG DIINTERVENSI YOGURT KECAMBAH KACANG TANAH SARI AKAR ALANG-ALANG (YOCAMTALA)Latar Belakang : Dislipidemia berkaitan dengan peningkatan stres oksidatif dan memicu komplikasinya, seperti pembentukan aterosklerosis yang dapat menyebabkan penyakit jantung koroner (PJK). Produk yogurt berbasis kecambah kacang tanah dengan penambahan sari akar alang-alang (Yocamtala) mengandung senyawa antioksidan fenolik yang diharapkan dapat menghambat perkembangan dislipidemia dengan menurunkan Body Mass Index (BMI) dan meningkatkan kadar HDL.

Metodologi: Pre-posttest with control group design yang dilakukan pada 20 penderita dislipidemia, dibagi secara acak masing-masing 10 orang. Responden diberi 200 mL yocamtala selama 2 bulan. Pengukuran BMI dan HDL dilakukan sebelum dan sesudah penelitian. Kemudian data dianalisis menggunakan paired t-test.

Hasil Penelitian: Pemberian Yocamtala tidak berpengaruh pada BMI (p=0,322). Kadar HDL setelah pemberian plasebo selama 2 bulan meningkat dari 48,9 mg/dL menjadi 58,9 mg/dL (p=0,021). Peningkatan kadar HDL pada Yocamtala demgan permberian yogurt selama 2 bulan lebih besar yaitu dari 48,2 mg/dL menjadi 65,4 mg/dL (p=0,004).

Kesimpulan: Yocamtala tidak mampu menurunkan BMI, namun dapat meningkatkan kadar HDL.
Background: Dyslipidemia is associated with increased oxidative stress, which can trigger complications such as the formation of atherosclerosis, potentially leading to coronary heart disease (CHD). Yogurt products based on peanut sprouts with the addition of Imperata cylindrica root extract (Yocamtala) contain phenolic antioxidant compounds that are expected to inhibit the development of dyslipidemia by reducing Body Mass Index (BMI) and increasing HDL levels.

Methodology: A pre-posttest design with a control group was conducted on 20 dyslipidemic patients, randomly divided into two groups of 10 each. Respondents were given 200 mL of Yocamtala for 2 months. BMI and HDL levels were measured before and after the study. The data were then analyzed using paired t-test.

Research Results: The administration of Yocamtala did not affect BMI (p=0.322). HDL levels after placebo administration for 2 months increased from 48.9 mg/dL to 58.9 mg/dL (p=0.021). The increase in HDL levels in the control group receiving Yocamtala for 2 months was greater, from 48.2 mg/dL to 65.4 mg/dL (p=0.004).

Conclusion: Yocamtala was not able to reduce BMI, but it did increase HDL levels.
4271446092J0A019045Writing English News for Cilacap Immigration Office Class I of Border ControlsLaporan praktik kerja ini berjudul “Writing English News for Cilacap Immigration Office Class I of Border Controls”. Praktik kerja dilakukan pada tanggal 17 Maret 2022 hingga 28 April 2022. Tujuannya adalah untuk menulis berita, mengetahui kesulitan apa saja yang dihadapi serta solusi yang bisa diterapkan dalam menulis berita berbahasa Inggris di instansi pemerintah berupa kantor imigrasi.

Dalam pelaksanaan praktik kerja, dihasilkan dua berita yang ditulis dalam Bahasa Inggris dan dipublikasikan secara mandiri atas izin dari supervisor kantor imigrasi. Berita yang dihasilkan berupa laporan mengenai kegiatan yang dilaksanakan oleh seksi Inteldakim dan juga seksi Infotekim. Berita dihasilkan dari proses berupa pengumpulan data dari berbagai metode, kemudian tahap penulisan dan penyuntingan, lalu diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris.

Dalam proses penulisan berita, beberapa kesulitan yang dihadapi berupa penyesuaian terhadap aturan dan etika penulisan kantor imigrasi. Dari kendala yang dihadapi, kemudian diterapkan beberapa solusi seperti berkonsultasi dengan supervisor dan para pegawai. Sehingga proses praktik kerja berjalan lancar dan sesuai dengan harapan.
This job training report is entitled "Writing English News for Cilacap Immigration Office Class I of Border Controls". The job training was conducted from March 17, 2022 to April 28, 2022. The purpose is to write news, to find out what difficulties that would be encountered and the solutions that can be applied in writing English news in government agencies such as immigration offices.

In the implementation of the job training, two news articles are written in English and published independently with the permission of the immigration office supervisor. The news produced were reports on activities carried out by the Inteldakim section and also the Infotekim section. The news was produced from a process of collecting data from various methods, then the writing and editing stages, later translated into English.

In the process of writing the news, several difficulties such are adjusting to the rules and ethics of writing by the immigration office. From the encountered obstacles, the solutions given are consulting to the supervisor and the employees. By doing so, the job training process would run efficiently and meet the prospects.
4271546093I1D020001HUBUNGAN TINGKAT KECUKUPAN KALSIUM, OMEGA-3 DAN VITAMIN E DENGAN KEJADIAN DISMENOREA PRIMER PADA MAHASISWI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Latar Belakang: Dismenorea merupakan gejala umum yang terjadi pada mahasiswi ketika haid yang penyebabnya belum jelas. Namun beberapa penelitian menyebutkan asupan kalsium, omega-3 dan vitamin E menjadi faktor penyebab terjadinya dismenorea primer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecukupan kalsium, omega-3 dan vitamin E dengan kejadian dismenorea pada mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman
Metodologi: Desian penelitian ini menggunakan desain cross sectional terhadap 110 responden berusia 19-23 tahun menggunakan teknik proportional sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Numeric rating Scale (NRS) untuk dismenorea primer. Konsumsi kalsium, omega-3 dan vitamin e diperoleh dari hasil SQ-FFQ. Analisis data menggunakan Uji Fisher’s Exact.
Hasil Penelitian: Responden dengan tingkat kecukupan kalsium defisit 95,5%, omega-3 defisit 94,5%, vitamin E defisit 50% dan mengalami dismenorea primer nyeri berat dan sedang 95,5%. Terdapat hubungan antara tingkat kecukupan omega-3 dengan kejadian dismenorea primer dengan p value 0,000 dan nilai Prevalence Ratio 2,971. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecukupan kalsium (p=0,211) dan tingkat kecukupan vitamin E (p=0,057) dengan kejadian dismenorea primer.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecukupan omega-3 dengan kejadian dismenorea primer serta tidak terdapat hubungan antara tingkat kecukupan kalsium dan tingkat kecukupan vitamin E dengan kejadian dismenorea primer.
Background: Dysmenorrhea is a common symptom that occurs in female students during menstruation and the cause is not clear. However, several studies have stated that intake of calcium, omega-3 and vitamin E is a factor causing primary dysmenorrhoea. This study aims to determine the relationship between adequate levels of calcium, omega-3 and vitamin E and the incidence of dysmenorrhea in female students at Jenderal Soedirman University.
Methodologi: This research design used a cross sectional design with 110 respondents aged 19-23 years using proportional sampling techniques. The instrument used was the Numeric Rating Scale (NRS) for primary dysmenorrhoea. Consumption of calcium, omega-3 and vitamin e was obtained from the SQ-FFQ results. Data analysis used Fisher's Exact Test.
Research Findings: Respondents with a sufficient level of calcium deficit of 95.5%, omega-3 deficit of 94.5%, vitamin E deficit of 50% and experiencing primary dysmenorrhoea with severe and moderate pain were 95.5%. There is a relationship between adequate levels of omega-3 and the incidence of primary dysmenorrhoea with a p value of 0.000 and a Prevalence Ratio value of 2.971. There was no significant relationship between calcium adequacy levels (p=0.211) and vitamin E adequacy levels (p=0.057) with the incidence of primary dysmenorrhoea.
Conclusion: There is a significant relationship between adequate levels of omega-3 and the incidence of primary dysmenorrhoea and there is no relationship between adequate levels of calcium and adequate levels of vitamin E and the incidence of primary dysmenorrhoea.
4271646094K1A020019Sintesis Komposit TiO2/Bentonit/Alginat dan Uji Eefektivitasnya sebagai Fotokatalis dalam Degradasi Congo RedPenggunaan zat warna sintesis congo red pada industri tekstil perlu diimbangi dengan pengolahan limbah yang baik dan benar. Keberadaan zat warna congo red dalam lingkungan perairan dapat merusak berbagai spesies makhluk hidup karena mempunyai toksisitas cukup tinggi. Metode fotodegradasi dengan komposit TiO2/Bentonit/Alginat sebagai fotokatalis menggunakan sinar UV dan tampak dapat dilakukan untuk degradasi congo red. Komposit TiO2/Bentonit/Alginat disintesis menggunakan metode impregnasi basah dan dropping untuk menghasilkan material berbentuk beads. Karakteristik UV-Vis DRS komposit TiO2/Bentonit/Alginat (B) menunjukkan penurunan energi celah pita menjadi 3,07 eV akibat modifikasi TiO2 oleh bentonit dan alginat. Puncak-puncak difraksi TiO2
fase anatase, bentonit, dan alginat semi-kristalin ditunjukkan oleh karakteristik XRD. Morfologi sphere-like tidak beraturan dengan permukaan cenderung kasar terlihat melalui karakteristik SEM. Komposit TiO2/Bentonit/Alginat menunjukkan aktivitas fotokatalitik dengan perbandingan massa TiO2:Bentonit terbaik pada komposit B (2:4) pada pH optimum 7 selama 3 jam dengan persen degradasi sebesar 38,85595% pada sinar UV dan 44,95392% pada sinar tampak.
The use of synthetic congo red dye in the textile industry needs to be balanced with good and proper waste treatment. The presence of congo red dye in aquatic environments can harm various species of living organisms due to its high toxicity.The photodegradation method using TiO2/Bentonite/Alginate composite as a photocatalyst with UV and visible light can be used for congo red degradation. The TiO2/Bentonite/Alginate composite was synthesized using wet impregnation and dropping methods to produce bead-shaped materials. The UV-Vis DRS characteristics of the TiO2/Bentonite/Alginate (B) composite show a decrease in bandgap energy to 3.07 eV due to the modification of TiO2 by bentonite and alginate. The XRD characteristics show peaks of anatase TiO2, semi-crystalline bentonite, and alginate semi-crystalline. The SEM characteristics show irregular
sphere-like morphology with a rough surface. The TiO2/Bentonite/Alginate composite exhibits photocatalytic activity with the best mass ratio of TiO2:Bentonite at composite B (2:4) at pH 7 for 3 hours, resulting in a degradation percentage of 38.85595% under UV light and 44.95392% under visible light.
4271746095F1B020070TRANSFER KEBIJAKAN REFORMASI BIROKRASI NASIONAL (STUDI KASUS ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KABUPATEN BANYUMAS)Sejak jatuhnya rezim Soeharto pada 1998, Reformasi Birokrasi Nasional (RBN) memainkan peran yang besar dalam agenda pemerintahan di Indonesia. Kebijakan ini diikuti dengan berbagai regulasi ini, menjadi mandat top-down yang menciptakan kendali serta kontrol yang seragam (one size fits all) bagi seluruh instansi pemerintah di Indonesia melalui penyusunan road map RB yang berlaku pada tahun 2020-2024. Dengan menghadirkan konsep transfer kebijakan sebagai dasar analisis, penelitian ini berupaya menunjukan bagaimana proses difusi/transfer kebijakan RBN yang one-size-fits-all dalam membentuk road map RB di Kabupaten Banyumas melalui model transfer kebijakan menurut Dolowitz & Marsh (2000). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dengan pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebijakan RBN selain ditransfer secara one size fits all juga telah ditransfer pada level voluntarily-but driven by perceived necessity hingga coercive. Dimana, kebijakan ini bertemu dengan konteks yang beragam sehingga membentuk road map RB dengan kategori incompleted transfer. Komitmen dan kesiapan aktor serta didorong oleh kesadaran akan adopsi secara kontekstual dengan nilai-nilai lokal yang ada, membuat proses transfer kebijakan tetap berjalan dalam membentuk road map RB di Kabupaten Banyumas.

Kata Kunci: Difusi/Transfer Kebijakan, Reformasi Birokrasi Nasional, Road Map Reformasi Birokrasi
Since the fall of the Soeharto regime in 1998, National Bureaucratic Reform (RBN) has played a large role in the government agenda in Indonesia. This policy is followed by various regulations, becoming a mandate top-down which creates uniform control and control (one size fits all) for all government agencies in Indonesia through the preparation of a RB road map which will take effect in 2020-2024. By presenting the concept of policy transfer as a basis for analysis, this research seeks to show how the RBN policy diffusion/transfer process occurs one-size-fits-all in forming RB road map in Banyumas Regency through the policy transfer model according to Dolowitz & Marsh (2000). This research uses a descriptive qualitative method with a case study approach with data collection through interviews and documentation. The research results show that RBN policies are not only transferred indirectly one size fits all has also been transferred on level voluntarily-but driven by perceived necessity until coercive. Where, this policy meets various contexts to form an RB road map with categories incompleted transfer. The commitment and readiness of actors and driven by awareness of contextual adoption with existing local values, keeps the policy transfer process ongoing in forming the RB road map in Banyumas Regency.
4271846096F1B020019Implementasi E-government Melalui Aplikasi Sentuh Tanahku Di Kantor Pertanahan Kota TegalPenelitian ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat Kota Tegal yang enggan mengakses Aplikasi Sentuh Tanahku, yakni kebijakan yang berbasis teknologi. Meskipun Kantor Pertanahan telah menerima kebijakan baru tersebut dengan baik, yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan publik, Kantor Pertanahan Kota Tegal masih membatasi penyebaran dan pengenalan Aplikasi Sentuh Tanahku kepada masyarakat Kota Tegal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan menurut teori Edward III yang mana menyangkutkan implementasi Aplikasi Sentuh Tanahku dengan 4 aspek yaitu Komunikasi, Ketersediaan Sumber Daya, Sifat Komitmen (Disposisi), dan Struktur Birokrasi. Dimana implementasi e-government yang terselenggara melalui Aplikasi Sentuh Tanahku masih belum berjalan baik secara maksimal. Untuk aspek Komunikasi, pihak Kantor Pertanahan sudah berupaya memperkenalkan kepada masyarakat yang tetap saja tidak mencoba untuk melakukan pembaruan kebijakan. Dalam aspek Ketersediaan Sumber Daya memuat pengenalan Aplikasi Sentuh Tanahku melalui spanduk atau banner yang dibuat oleh Kantor Pertanahan Tegal. Disposisi (sifat komitmen) yang terjadi saat Aplikasi Sentuh Tanahku masuk ke dalam ranah Kantor Pertanahan sudah diterima dan dievaluasi baik oleh para pegawai dan staf. Dan untuk aspek Struktur Birokrasi, aturan yang dibuat oleh Kantor Pertanahan Tegal sudah memenuhi kebutuhan pelaksana harus dapat mendukung kebijakan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kebijakan e-government melalui Aplikasi Sentuh Tanahku masih diharapkan bisa berjalan secara efektif, walaupun saat dilahirkannya kebijakan e-government ini masih dibilang masih terburu-buru dan hanya mengandalkan status teknologi yang pesat.
The results of this research show that there are still many Tegal City residents who are reluctant to access the Touch Tanahku Application, which is a technology-based policy. Even though the Land Office has well received the new policy, which aims to improve public services, the Tegal City Land Office is still limiting the distribution and introduction of the Touch My Land Application to the people of Tegal City. By using an approach according to Edward III's theory which involves the implementation of the Touch My Land Application with 4 aspects, namely Communication, Availability of Resources, Nature of Commitment (Disposition), and Bureaucratic Structure. Where the implementation of e-government which is carried out through the Touch Tanahku Application is still not running optimally. For the Communication aspect, the Land Office has tried to introduce it to the public who still do not try to update the policy. In the aspect of Resource Availability, it includes the introduction of the Touch My Land Application through banners made by the Tegal Land Office. The disposition (commitment nature) that occurred when the Touch Tanahku Application entered the Land Office's domain has been well received and evaluated by employees and staff. And for the Bureaucratic Structure aspect, the rules made by the Tegal Land Office have met the needs of implementers and must be able to support policies. The conclusion in this research is that the e-government policy through the Touch Tanahku Application is still expected to run effectively, even though at the time of the birth of this e-government policy it was still said to be in a hurry and only relied on rapid technological status.
4271946097F1B020090Implementasi Kebijakan Identitas Kependudukan Digital (IKD) Dalam Meningkatkan Pelayanan Publik Di Kabupaten BanyumasIdentitas Kependudukan Digital (IKD) terbentuk dengan tujuan mempermudah serta mempercepat transaksi layanan, baik bersifat publik maupun privat dalam format digital dan meningkatkan pemanfaatan digitalisasi administrasi kependudukan untuk masyarakat. Namun pada kenyataannya masih terdapat beberapa permasalahan dalam pengimplementasianya, baik dari isi aplikasi yang belum sesuai harapan kelompok sasaran dan non-teknis, seperti belum mencapai target yang sudah ditentukan, handphone pengguna belum support digunakan, kurangnya sosialisasi dari Disdukcapil sehingga masyarakat masih banyak yang tidak tahu IKD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian proses implementasi kebijakan Identitas Kependudukan Digital di Kabupaten Banyumas yaitu: 1) aspek kebijakan yang diidealkan, pada tahap ini disdukcapil dalam mengimplementasikan kebijakan menunjukkan upaya yang berkelanjutan serta koomunikasi dilakukan secara bertahap; 2) aspek kelompok sasaran, menunjukkan belum tercapainya target yang sudah ditentukan oleh kemendagri; 3) aspek organisasi pelaksana, disdukcapil melakukan inovasi dengan memberikan hak aksesbilitas kepihak lembaga nonkementerian; 4) aspek faktor sosial, pada aspek tersebut IKD di Kabupaten Banyumas memberikan pengaruh yang kurang baik terutama masih kurangnya pemahaman kelompok sasaran mengenai IKD dan faktor ekonomi karena pasyarat pengguna belum bisa dipenuhi oleh sebagian masyarakat.

Kata Kunci: Kebijakan Publik, Implementasi Kebijakan Publik, Identitas Kependudukan Digital
Identitas Kependudukan Digital (IKD) was formed with the aim of facilitating and accelerating service transactions, both public and private in digital format and increasing the utilization of digitization of population administration for the community. But in reality there are still some problems in its implementation, both from the content of the application that has not met the expectations of the target group and non-technical, such as not reaching the predetermined target, the user's cellphone has not been supported, the lack of socialization from Disdukcapil so that many people still do not know IKD. This research uses a qualitative approach with purposive sampling technique. The results of the research on the implementation process of the Digital Population Identity policy in Banyumas Regency are: 1) aspects of the idealized policy, at this stage the disdukcapil in implementing the policy shows continuous efforts and communication is carried out in stages; 2) aspects of the target group, showing that the targets set by the Ministry of Home Affairs have not been achieved; 3) aspects of the implementing organization, the disdukcapil innovates by giving accessibility rights to non-ministerial institutions; 4) the terms of social factors, IKD in Banyumas Regency has had a less favorable impact, especially in terms of the target group's lack of understanding of IKD and economic factors because the user requirements cannot be met by some people.

Keywords: Public Policy, Public Policy Implementation, Digital Population Identity
4272046099I1E020005PENGARUH LATIHAN SETTER TRAINING BALL TERHADAP KEMAMPUAN PASSING ATAS ATLET CLUB AKADEMI
VOLI BANYUMAS (AVOBA)
Latar Belakang: Berdasarkan hasil wawancara dengan pelatih, didapatkan informasi bahwa passing atas anggota CLUB AVOBA Banyumas masih belum maksimal. Peneliti melakukan pengukuran terhadap 10 atlet (AVOBA) mendapat kreteria sedang 4 (atlet) dan kreteria kurang 6 (atlet) menunjukan bahwa kemampuan passing atas atlet tersebut masih belum maksimal. Oleh karena itu dibutuhkan model latihan yang efektif untuk meningkatkan kemampuan passing atas. Maka dari itu peneliti akan melakukan peningkatan latihan kemampuan passing atas tentunya untuk meningkatkan performa permainan pada atlet Club Akademi Banyumas (AVOBA) dengan menggunakan latihan passing atas dengan Setter training ball .
Metodologi Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan Pretest-Posttest-Control-Group-Design yang digunakan untuk mencari pengaruh latihan latihan menggunakan setter training ball dan Latihan bola standar. Pemgambilan sampel menggunakan Purposive Sampling.
Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil uji hipotesis, pengaruh latihan setter training ball (X1) terhadap kemampuan passing atas (Y) memperoleh nilai signifikansi 0,000. Pengaruh latihan bola voli standar (X2) terhadap kemampuan passing atas (Y) memperoleh nilai signifikansi 0,000. Dan Perbedaan pengaruh antara latihan setter training ball (X1) dan bola voli standar (X2) terhadap peningkatan kemampuan passing atas (Y) memperoleh nilai signifikansi 0,000. Latihan setter training ball lebih efisien dalam meningkatkan kemampuan passing atas bola voli dari pada latihan bola voli standar berdasarkan hasil uji paired sample t-test dengan nilai T kelompok Setter Training Ball -31.754> - 28,290 kelompok bola standar.

Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisis data, dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh latihan setter training ball terhadap kemampuan passing atas Club AVOBA Banyumas, Terdapat pengaruh latihan bola voli standar terhadap kemampuan passing atas atlet. Club AVOBA Banyumas, dan terdapat perbedaan pengaruh antara latihan menggunakan setter training ball dan latihan bola voli standar terhadap kemampuan passing atas Club AVOBA Banyumas.
Background: Based on the results of interviews with the coach, information was obtained that the top passing of AVOBA Banyumas Club members was still not optimal. Researchers measured 10 athletes (AVOBA) getting 4 (athletes) medium criteria and 6 (athletes) less criteria, indicating that the athlete's upper passing ability was still not optimal. Therefore, an effective training model is needed to improve the upper passing ability. Therefore, the researcher will increase the training of upper passing ability of course to improve game performance in Banyumas Academy Club athletes (AVOBA) by using upper passing training with Setter training ball.
Research Method: This type of research is experimental research with Pretest-Posttest-Control-Group-Design which is used to find the effect of training exercises using setter training ball and standard ball training, using Purposive Sampling.
Research Results: Based on the results of hypothesis testing, the effect of setter training ball (X1) on upper passing ability (Y) obtained a significance value of 0.000. The effect of standard volleyball training (X2) on upper passing ability (Y) obtained a significance value of 0.000. And the difference in influence between training setter training ball (X1) and standard volleyball (X2) on improving upper passing ability (Y) obtained a significance value of 0.000. Setter training ball training is more efficient in improving the ability to pass over volleyball than standard volleyball training based on the results of the paired sample t-test with the T value of the Setter Training Ball group -31.754> - 28.290 standard ball group.
Conclusion: Based on the results of data analysis, it can be concluded that there is an effect of setter training ball training on the upper passing ability of CLUB AVOBA Banyumas, there is an effect of standard volleyball training on the upper passing ability of athletes. Club AVOBA Banyumas, and there is a difference in influence between training using setter training ball and standard volleyball training on the upper passing ability of Club AVOBA Banyumas.