Artikel Ilmiah : I1C020056 a.n. MAUREEN ASTIA HILARDI

Kembali Update Delete

NIMI1C020056
NamamhsMAUREEN ASTIA HILARDI
Judul ArtikelUJI EFEKTIVITAS NANOEMULSI MINYAK KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) TERHADAP Pseudomonas aeruginosa dan Staphyloccocus aureus
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kayu manis (Cinnamomum burmannii) memiliki kandungan utama sinamaldehida yang diketahui memiliki efektivitas antibakteri diantaranya terhadap bakteri penyebab otitis externa yaitu P. aeruginosa dan S. aureus. Kedua bakteri ini mulai mengalami resistensi terhadap antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas nanoemulsi minyak atsiri kayu manis dengan melihat diameter zona hambat dan konsentrasi hambat minimum (KHM) terhadap bakteri penyebab otitis externa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium yang menguji efektivitas sediaan nanoemulsi minyak atsiri kayu manis terhadap P. aeruginosa dan S. aureus dengan metode difusi cakram dan mikrodilusi. Kontrol yang digunakan yaitu sediaan tetes telinga dengan kandungan polymixin dan neomycin sebagai kontrol positif dan sediaan nanoemulsi tanpa minyak atsiri kayu manis (F0) sebagai kontrol negatif. Pada metode difusi cakram, nanoemulsi minyak atsiri kayu manis menunjukkan diameter zona hambat sebesar19,01±5,027 mm terhadap P. aeruginosa dan sebesar 21,15±6,317 mm terhadap S. aureus. Hasil uji Post-Hoc Tukey’s memiliki P value < 0,05, terdapat perbedaan signifikan antara kontrol negatif dengan kelompok perlakuan lainnya. Lalu, pada metode mikrodilusi didapatkan KHM 1,5% untuk bakteri P. aeruginosa dan 3% untuk bakteri S. aureus. Hasil uji One-Way ANOVA memiliki P value > 0,05 sehingga tidak terdapat perbedaan signifikan diantara kelompok perlakuan. Nanoemulsi minyak atsiri kayu manis memiliki efektivitas setara dengan minyak atsiri kayu manis saja dan sediaan tetes telinga yang mengandung polymixin dan neomycin.
Abtrak (Bhs. Inggris)Keywords:
Nanoemulsion, Cinnamon essential oil, Antibacterial Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa Cinnamon (Cinnamomum burmannii) contains cinnamaldehyde, which is the main component of cinnamon that is known to have antibacterial effect, including against bacteria that causes otitis externa, namely P. aeruginosa and S. aureus. These two bacterias are starting to develop resistance to antibiotics. This study aims to determine the effectiveness of cinnamon essential oil nanoemulsion by determining the diameter of the inhibition zone and minimum inhibitory concentration (MIC) against bacteria that cause otitis externa. This research is a laboratory experimental study that studies the effectiveness of cinnamon oil nanoemulsion against P. aeruginosa and S. aureus using disc diffusion and microdilution methods. The controls used were the ear drops containing polymixin B and neomycin as a positive control and the nanoemulsion preparation without cinnamon essential oil (F0) as a negative control. : In the disc diffusion method, cinnamon essential oil nanoemulsion showed an inhibitory zone diameter of 19.01 ± 5.027 mm against P. aeruginosa and 21.15 ± 6.317 mm against S. aureus. Post-Hoc Tukey’s test showed P value > 0,05 which means there is a significant difference but is only found on negative control and the other test groups. Then, for the microdilution method, the MIC was found to be 1.5% for P. aeruginosa and 3% for S. aureus. One-way ANOVA test showed P value < 0,05 which means there is no significant difference between the test groups. Cinnamon essential oil nanoemulsion showed antibacterial activity that is comparable with cinnamon essential oil alone and positive control that is eardrops containing polymixin and neomycin.
Kata kunciNanoemulsi, Minyak atsiri kayu manis, Antibakteri, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa
Pembimbing 1apt. Dhadhang Wahyu K, M.Sc., Ph.D.
Pembimbing 2Dr. dr. Anton Budhi D, M.Kes., Sp. THT-KL (K)
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2024-08-26 08:36:48.456529
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.