Home
Login.
Artikelilmiahs
49286
Update
TONY GUNAWAN
NIM
Judul Artikel
Kalibrasi Nilai-Nilai Pelayanan Publik; Penggunaan Nilai Empati, Etika, Keterlibatan, dan Keadilan Sosial Dalam Program Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan Narkoba di Kabupaten Purbalingga
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Abstrak Program rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba seringkali belum optimal, ditandai dengan tingginya potensi kekambuhan (relapse) dan tidak tuntasnya program oleh klien. Penelitian ini, yang dilakukan di Kabupaten Purbalingga dengan metode kualitatif, menganalisis implementasi program rehabilitasi menggunakan nilai-nilai empati, etika, keterlibatan, dan keadilan sosial untuk menemukan model manajemen kebijakan rehabilitasi yang lebih optimal. Studi kualitatif ini menemukan bahwa meskipun nilai-nilai tersebut telah digunakan dalam proses rehabilitasi, pelaksanaannya belum optimal karena rendahnya motivasi klien, karakteristik klien compulsory, intervensi eksternal yang mengganggu proses rehabilitasi, serta minimnya keterlibatan masyarakat yang memperburuk stigma sosial. Untuk itu, diperlukan model layanan rehabilitasi yang lebih inklusif, humanis, dan berkeadilan guna mendukung reintegrasi sosial yang berkelanjutan. Kata Kunci: empati, etika, keadilan sosial, keterlibatan, rehabilitasi
Abtrak (Bhs. Inggris)
Abstract Rehabilitation programs for drug abusers are often suboptimal, characterized by a high potential for relapse and clients not completing the program. This study, conducted in Purbalingga Regency using qualitative methods, analyzed the implementation of rehabilitation programs using the values of empathy, ethics, involvement, and social justice to find a more optimal rehabilitation policy management model. This qualitative study found that although these values have been used in the rehabilitation process, implementation has been suboptimal due to low client motivation, the characteristics of compulsory clients, external interventions that disrupt the rehabilitation process, and minimal community involvement that exacerbates social stigma. Therefore, a more inclusive, humane, and equitable rehabilitation service model is needed to support sustainable social reintegration. Keywords: empathy, engagement, ethics, rehabilitation, social equity
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save