Artikelilmiahs

Menampilkan 42.621-42.640 dari 48.838 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4262145994B1A020097Pengaruh Ukuran Kotak Berbahan Kayu Albasia Terhadap Jumlah Sel Anakan, Sel Madu, dan Sel Polen Lebah Tetragonula biroiBudidaya lebah tanpa sengat Tetragonula biroi menggunakan kotak sarang berbahan kayu menjadi memiliki potensi tinggi bagi peternak lebah di Indonesia. Pada pembuatan kotak, ukuran dan bahan dasar menjadi hal yang harus diperhatikan karena berhubungan dengan kualitas sarang. Ukuran kotak sarang akan mempengaruhi bagaimana suasana sarang yang meliputi suhu dan kelembapan. Suhu dan kelembapan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup lebah klanceng mulai dari perkembangan sel anakan dan produktivitas lebah dalam memproduksi madu dan mencari pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai ukuran kotak sarang berbahan kayu albasia terhadap jumlah sel anakan, sel madu, dan sel polen koloni lebah T. biroi.
Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental dan dirancang menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Penelitian ini bertempat di halaman depan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Kotak sarang berbahan kayu albasia yang diamati memiliki ukuran 17 x 14 x 21 cm3, 20 x 17 x 21 cm3 dan 21 x 18 x 22 cm3 dimana setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali dengan jumlah total 15 kotak sarang yang diamati dan didokumentasikan seminggu sekali dalam kurun waktu dua bulan. Parameter yang diamati adalah sel anak, sel madu dan sel polen. Data penelitian dianalisis menggunakan uji ANOVA. Hasil dari uji ANOVA menunjukkan ukuran sarang berbahan kayu albasia tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap jumlah sel anakan, sel madu, dan sel polen koloni lebah T. biroi. Hal tersebut dikarenakan suhu dan kelembapan pada ketiga ukuran kotak tidak berbeda secara signifikan.
Cultivating stingless bees, Tetragonula biroi, using wooden nest boxes has high potential for beekeepers in Indonesia. When making boxes, the size and basic materials must be considered because they relate to the quality of the nest. The size of the nest box will affect the atmosphere of the nest, including temperature and humidity. Temperature and humidity greatly influence the survival of the Klanceng bee, starting from the development of daughter cells and the productivity of the bees in producing honey and finding food. This research aims to determine the effect of various sizes of albizia wood nest boxes on the number of baby cells, honey cells and pollen cells of T. biroi bee colonies.
This research was conducted using an experimental method and was designed using a randomized block plan. This research took place on the front page of the Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University. The albizia wood nest boxes observed had dimensions of 17 x 14 x 21 cm3, 20 x 17 x 21 cm3 and 21 x 18 x 22 cm3 where each treatment was repeated 5 times with a total of 15 nest boxes observed and documented once a week over a period of two months' time. The parameters observed were daughter cells, honey cells and pollen cells. Research data was analyzed using the ANOVA test. The results of the ANOVA test showed that the size of the nest made from albizia wood did not show a significant effect on the number of brood cells, honey cells and pollen cells of the T. biroi bee colony. This is because the temperature and humidity in the third box size do not differ significantly.
4262246683J1C020007Estetika Mono no Aware pada Kimono dalam Film Memoirs of a Geisha Pada penelitian ini mengkaji bentuk representasi estetika mono no aware pada kimono dalam film Memoirs of a Geisha. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah semiotika Rolan Barthes dan konsep estetika mono no aware. Penelitian ini bertujuan mengurai relasi penandaan berupa denotasi, konotasi dan mitos yang berhubungan dengan konsep mono no aware pada motif kimono yang dikenakan oleh Satsu, Sayuri dan Pumpkin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi visual film dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif kimono dalam film mencerminkan nuansa mono no aware, memperkuat penggambaran emosi dan perjalanan hidup karakter utama. Motif seperti bunga sakura, bunga plum, dan pola seigaiha selain hiasan, juga merupakan simbol perubahan, harapan, dan melankolia yang menyertai hidup geisha. Analisis ini memperkaya pemahaman tentang bagaimana elemen visual dalam sinema dapat digunakan untuk merefleksikan nilai-nilai budaya Jepang yang mendalam.This research aims to described the aesthetic representation of mono no aware in kimonos within the film Memoirs of a Geisha. The approach used in this study is Roland Barthes semiotics and the aesthetic concept of mono no aware. The research aims to unravel the relationships of signification, including denotation, connotation, and myth, related to the concept of mono no aware in the kimono motifs worn by Satsu, Sayuri, and Pumpkin. This study employs a qualitative method with data collection techniques that include visual observation of the film and descriptive analysis. The findings indicate that the kimono motifs in the film reflect the essence of mono no aware, enhancing the portrayal of emotions and the life journey of the main characters. Motifs such as cherry blossoms, plum blossoms, and seigaiha patterns serve not only as decorations but also as symbols of change, hope, and the melancholy that accompanies the lives of geishas. This analysis enriches our understanding of how visual elements in cinema can be used to reflect profound cultural values in Japan.
4262345995F1F020042Kerja Sama Local Currency Settlement di Indonesia, Malaysia, dan Thailand sebagai Upaya Perwujudan Integrasi Ekonomi di Kawasan Asean pada Tahun 2018-2022Kerja sama Local Currency Settlement yang dilakukan oleh Indonesia, Malaysia, dan Thailand hadir sebagai upaya dari ketiga negara untuk mengurangi ketergantungan dolar AS dalam transaksi dan untuk mencapai integrasi ekonomi kawasan ASEAN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jalannya kerja sama Local Currency Settlement sebagai upaya perwujudan integrasi ekonomi di kawasan ASEAN pada tahun 2018-2022. Jenis penelitian yang digunakan dalam menyusun penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori integrasi ekonomi menurut Bela Balassa, prakondisi integrasi dan tahapan integrasi menurut Dominick Salvatore, untuk mendukung penelitian juga digunakan konsep Local Currency Settlement. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa, Indonesia, Malaysia, dan Thailand telah memenuhi faktor prakondisi integrasi yang mendukung ketiga negara mencapai tahapan integrasi yang lebih tinggi melalui implementasi LCS. Penggunaan LCS juga secara sedikit demi sedikit mulai naik tiap tahunnya sehingga penggunaan dolar AS berkurang, hal ini mendukung terciptanya kestabilan mata uang lokal di ketiga negara dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.Local Currency Settlement cooperation between Indonesia, Malaysia, and Thailand represents a joint effort by these three countries to reduce dependence on the US dollar in transactions and to achieve economic integration within the ASEAN region. This research aims to understand the implementation of the Local Currency Settlement cooperation as an effort towards economic integration in the ASEAN region from 2018 to 2022. The type of research used in this study is descriptive qualitative. In this study, the researchers used Bela Balassa's theory of economic integration, the preconditions for integration and stages of integration according to Dominick Salvatore, and the concept of Local Currency Settlement. This study found that Indonesia, Malaysia, and Thailand have met the preconditions for integration, enabling them to achieve higher stages of integration through the implementation of LCS. The use of LCS has gradually increased each year, leading to a reduction in the use of the US dollar, this supports stabilizing local currencies in the three countries and reduces their dependence on the US dollar.
4262445996A1A017028ANALISIS KELAYAKAN INDUSTRI RUMAH TANGGA GROPAK DI DESA KARANGDADAP KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMASKondisi ekonomi perajin gropak hingga kini masih belum nyata perkembangannya.
Perlu diketahui besarnya biaya dalam proses produksi serta analisis kelayakan finansial.
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis biaya dan keuntungan industri rumah
tangga gropak di Desa Karangdadap; 2) Menganalisis kelayakan finansial industri rumah tangga gropak di Desa Karangdadap; dan 3) Menganalisis sensitivitas industri
rumah tangga gropak di Desa Karangdadap terhadap kenaikan harga bahan baku dan
penurunan volume produksi. Penelitian ini dilaksanakan bulan Juni 2024, bertempat di
Desa Karangdadap. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik
sensus karena mengikutsertakan seluruh populasi sebagai responden penelitian. Analisis
yang digunakan yaitu analisi biaya, penerimaan dan keuntungan, serta analisis
kelayakan lainnya seperti analisis Break Even Point, Revenue Cost Ratio, dan analisis
sensitivitas. Hasil penelitian menunjukan rata-rata biaya produksi, penerimaan, dan
keuntungan industri rumah tangga gropak kecil di Desa Karangdadap selama periode
Juni 2024 masing-masing adalah sebesar Rp4.960.397, Rp6.987.000, dan Rp2.026.603.
Rata-rata biaya produksi, penerimaan dan keuntungan industri rumah tangga gropak
besar di Desa Karangdadap selama periode Juni 2024 masing-masing adalah sebesar
Rp12.765.933, Rp16.967.178, dan Rp4.201.178. Industri rumah tangga gropak layak
untuk diusahakan karena usaha tersebut memiliki nilai R/C ratio > 1, jumlah produksi
> BEP unit produksi, nilai penerimaan > BEP penerimaan, dan nilai harga > BEP harga.
Industri rumah tangga gropak kecil di Desa Karangdadap masih layak dijalankan
walaupun terdapat kenaikan harga bahan baku sebesar 10%, 20%, dan 30% serta
penurunan volume produksi sebesar 10%, 20%, tetapi tidak layak saat menghadapi
penurunan volume produksi sebanyak 30%.
The current state of the perajin gropak economy is still rather unstable. To understand
the nature of the fees that are charged to employees during the production process as
well as financial analyses. This study aims to: 1) Analyze the costs and benefits of the
gropak home industry in Karangdadap Village. 2) Examine the financial situation of the
gropak home industry in Karangdadap Village. 3) Examine the sensitivity of the gropak
home industry in Karangdadap Village with regard to changes in raw material prices
and production volume. This research was conducted in June 2024, located in
Karangdadap Village. In this study, sample selection using a sensuous technique since
all respondents were included as study participants. The analysis that is used includes
cost, profit, and loss analysis as well as other types of analysis such revenue cost ratio,
break-even point, and sensitivity analysis. The analysis's results show that, for the month
of June 2024, the average production costs, earnings, and benefits of small gropak home
industries in Karangdadap Village during the June 2024 period are Rp4,960,397,
Rp6,987,000 and Rp2,026,603. The production costs, earnings, and profits of of the
large gropak home industry in Karangdadap Village during the June 2024 period are
Rp 12,765,933, Rp16,967,178 and Rp 4,201,178. The Gropak home industry is worth
pursuing because the business has an R/C ratio > 1, production quantity > BEP of
production units, revenue value > Revenue BEP, and price value > Price BEP. The
small gropak home industry in Karangdadap Village is relatively easy to start up, even
if there are fluctuations in raw material prices of 10%, 20%, 30% and a decrease in
production volume of 10%, 20%, and it is not easy to deal with volume production losses
of more than 30%.
4262546004H1E019019STUDI ERGONOMI VISUAL DENGAN MEMANFAATKAN EYE TRACKER DALAM MENGEVALUASI EMOSI DAN PREFERENSI PENGUNJUNG UNTUK MENINGKATKAN DAYA TARIK PADA MUSEUM PANGLIMA BESAR TNI JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTOMuseum Panglima Besar Soedirman terletak di Jl. Patimura No.240a, RW No.1, Dusun II, Pasir Kidul, Kec. Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Terdapat permasalahan terkait menurunnya jumlah kunjungan. Fenomena jumlah pengunjung yang terus menurun merupakan dampak dari penurunan minat pengunjung. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu pembenahan baik dari segi visual atau tampilan dan informasi yang diberikan dari benda yang dipamerkan maupun dari segi emosional atau pengalaman dan kepuasan pengunjung. Metodologi penelitian pada penelitian berupa penyebaran kuesioner Profile of Mood States (POMS) dan Simulasi menggunakan Eye tracker pada area musem. Hasil penelitian dengan menggunaka kuesioner Profile of Mood States (POMS) mendapatkan hasil emosi penasaran yang jauh berbeda pada sebelum dan sesudah simulasi yang berarti responden memiliki ekspektasi yang tinggi sebelum melakukan simulasi, namun setelah melakukan simulasi rasa penasaran responden sudah jauh berkurang dan adanya perubahan yang lumayan signifikan pada emosi bosan. Pada hasil area foto yang paling menarik responden terdapat pada area patung foto 1, area diorama foto 3, area diorama foto 4, area diorama foto 6 dan area diorama kanan foto 7.The Great Commander Soedirman Museum is located on Jl. Patimura No.240a, RW No.1, Dusun II, Pasir Kidul, Kec. Purwokerto, Banyumas Regency, Central Java. There are problems related to the decreasing number of visits. The phenomenon of the number of visitors continuing to decline is the impact of declining visitor interest. To overcome this problem, improvements are needed both in terms of visuals or the appearance and information provided from the objects on display as well as in terms of emotions or visitor experience and satisfaction. The research methodology in the study consisted of distributing Profile of Mood States (POMS) questionnaires and simulations using an Eye Tracker in the museum area. The results of research using the Profile of Mood States (POMS) questionnaire showed that the results of emotions of curiosity were much different before and after the simulation, which means that respondents had high expectations before carrying out the simulation, but after carrying out the simulation, respondents' curiosity was much reduced and there was a significant change. significantly on the emotion of boredom. In the results, the photo areas that most attracted respondents' attention were the statue area in photo 1, the diorama area in photo 3, the diorama area in photo 4, the diorama area in photo 6 and the right diorama area in photo 7.
4262645998L1A020039Distribusi Spasio-Temporal Total Suspended Solid (TSS) Di Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu Jawa Tengah Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu memiliki peran penting pada kehidupan masyarakat Jawa Tengah khususnya bagi masyarakat di sekitar DAS Serayu sehingga perlu adanya kegiatan monitoring terhadap parameter kualitas perairan seperti Total Suspended Solid (TSS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi dan pola persebaran TSS pada DAS Serayu serta mengetahui faktor lingkungan yang mempengaruhi konsentrasi TSS pada DAS Serayu, Jawa Tengah. Metode yang dilakukan pada penelitian ini yaitu Principal Componen Analysis (PCA). Hasil penelitian ini diketahui bahwa konsentrasi TSS pada DAS Serayu mengalami fluktuasi disetiap tahunnya. Selama periode 3 tahun, nilai TSS pada DAS Serayu berkisar antara 0,062 mg/L - 2,13 mg/L. Hasil nilai TSS yang didapatkan masih sangat jauh dibawah nilai ambang batas yang telah ditentukan yaitu 50 mg/L (PP no. 22 tahun 2021), hal ini menandakan bahwa perairan DAS Serayu masih dalam kondisi yang baik. Pola variabel TSS pada tahun 2021 dan 2022 menunjukkan bahwa kenaikan nilai TSS akan diikuti oleh kenaikan nilai nitrat dan DO, namun berbanding terbalik nilai fosfat. Pada tahun 2023 pola nilai TSS akan diikuti oleh nilai suhu dan fosfat, kenaikan nilai TSS tidak diikuti dengan naiknya nilai DO dan nitrat. The Serayu Watershed has an important role in the lives of the people of Central Java, especially for the communities around the Serayu Watershed, so it is necessary to monitor water quality parameters such as Total Suspended Solid (TSS). The purpose of this study is to determine the concentration and distribution pattern of TSS in the Serayu watershed and to determine the environmental factors that affect the concentration of TSS in the Serayu watershed, Central Java. The method used in this research is Principal Componen Analysis (PCA). The results of this study showed that the TSS concentration in the Serayu watershed fluctuated every year. During the 3-year period, the TSS value in the Serayu watershed ranged from 0.062 mg/L - 2.13 mg/L. The results of the TSS value obtained are still very far from the predetermined threshold value of 50 mg/L (PP no. 22 of 2021), indicating that the waters of the Serayu watershed are still in good condition. The pattern of TSS variables in 2021 and 2022 shows that the increase in TSS values will be followed by an increase in nitrate and DO values, but inversely proportional to phosphate values. In 2023 the pattern of TSS values will be followed by temperature and phosphate, the increase in TSS values is not followed by an increase in DO and nitrate.
4262745999J1B020026PERUBAHAN BENTUK VARIASI ALUR NOVEL GADIS KRETEK
KARYA RATIH KUMALA KE DALAM FILM (KAJIAN EKRANISASI)
Ekranisasi merupakan proses adaptasi atau pelayarptuihan novel ke dalam film. Penelitian
ini membahas mengenai salah satu ekranisasi, yaitu pperubahan bervariasi pada alur. Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan analisis perubahan bentuk variasi pada alur antara novel Gadis
Kretek karya Ratih Kumala yang diadaptasikan menjadi film Gadis Kretek yang disutradari oleh
Kamila Andini dan Ifa Isfansyah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif
kualitatif. Terdapat dua sumber data dalam penelitian ini, yakni novel Gadis Kretek karya Ratih
Kumala dan film Gadis Kretek yang disutradarai oleh Kamila Andini dan Ifa Isfansyah. Teknik
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik membaca, teknik menonton,
dan teknik mencatat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses ekranisasi yang terjadi pada
perubahan bervariasi pada unsur alur. Perubahan bentuk variasi alur dalam film Gadis Kretek, yaitu
sebanyak 6 alur yang cukup menonjol.
Ecranization is the process of adapting or translating a novel into a film. This research
discusses one of the ekranization, namely the change of variation in the plot. This study aims to describe
the analysis of changes in the form of variations in the plot between the novel Gadis Kretek by Ratih
Kumala which was adapted into the film Gadis Kretek directed by Kamila Andini and Ifa Isfansyah. The
method used in this research is descriptive qualitative. There are two data sources in this research, namely
the novel Gadis Kretek by Ratih Kumala and the movie Gadis Kretek directed by Kamila Andini and Ifa
Isfansyah. The data collection techniques used in this research are reading technique, watching technique,
and note-taking technique. The result of this research shows that the process of ecranization that occurs in
the change varies in the plot element. Changes in the form of plot variations in the movie Gadis Kretek,
which are as many as 6 grooves that are quite prominent.
4262846001H1E019034STUDI ERGONOMI VISUAL DALAM MENGEVALUASI EMOSI DAN PREFERENSI PENGUNJUNG DENGAN MEMANFAATKAN EYE
TRACKER UNTUK MENINGKATKAN DAYA TARIK TAMAN WISATA PANCURAN MAS
Provinsi Jawa Tengah khususnya di Purbalingga, terdapat wisata rekreasi yang bernama Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas yang berada di Desa Purbayasa Kecamatan Padamara. Terdapat permasalahan terkait menurunnya jumlah kunjungan. jumlah pengunjung menurun dapat disebabkan oleh libur sekolah yang telah usai atau daya tarik dari wisata tersebut. Namun, Menurut Setyaningsih (2018), fenomena jumlah pengunjung yang terus menurun merupakan dampak dari penurunan minat berkunjungnya. Penurunan minat berkunjung merupakan dampak dari kurangnya daya tarik dari wisata itu
sendiri (Wiradipoetra & Brahmanto, 2016). Untuk mengatasi masalah tersebut perlu pembenahan baik dari segi visual atau tampilan dan informasi yang diberikan objek wisata dari segi emosional atau pengalaman dan kepuasan pengunjung. Metodologi penelitian pada penelitian berupa penyebaran kuesioner Profile of Mood States (POMS) dan Simulasi menggunakan Eye tracker. Hasil penelitian dengan menggunakan kuesioner Profile of Mood States (POMS) mendapatkan hasil emosi tertarik yang jauh berbeda pada sebelum dan sesudah simulasi yang berarti responden memiliki ekspektasi yang tinggi sebelum melakukan
simulasi, namun setelah melakukan simulasi rasa tertarik responden sudah jauh berkurang dan adanya perubahan yang lumayan signifikan pada emosi bosan. Simulasi Eye Tracker menghasilkan bahwa adanya
4 area yang harus dilakukan perbaikan.
Central Java, especially in Purbalingga, there is a recreational tourism called Purbasari Pancuran Mas Educational Tourism Park located in Purbayasa Village, Padamara District. There are problems related to
the decreasing number of visits. the number of visitors decreasing can be caused by school holidays that
have ended or the attractiveness of the tour. However, according to Setyaningsih (2018), the phenomenon
of the number of visitors continuing to decline is the result of a decrease in interest in visiting. The decline
in interest in visiting is the impact of the lack of attractiveness of the tour itself (Wiradipoetra & Brahmanto,
2016). To overcome this problem, it is necessary to improve both in terms of visual or appearance and
information provided by tourist objects in terms of emotional or experience and visitor satisfaction. The
research methodology in the research is in the form of distributing Profile of Mood States (POMS)
questionnaires and simulations using eye trackers. The results of the study using the Profile of Mood States
(POMS) questionnaire obtained the results of far different emotions of interest before and after the
simulation, which means that the respondents had high expectations before doing the simulation, but after doing the simulation the respondents' interest was much reduced and there was a fairly significant change in the emotion of boredom. Eye Tracker simulation results in 4 areas that must be improved.
4262946002H1D019024Penerapan Fuzzy C-Means untuk Klasterisasi UMKM di Kabupaten KebumenPenelitian ini membangun aplikasi web yang dapat membantu mengumpulkan data
UMKM di Kabupaten Kebumen dan di dalamnya menerapkan algoritma Fuzzy CMeans untuk klasterisasi data berdasarkan omset dan aset. Klasterisasi UMKM dapat
membantu pihak Disperindag dalam memantau kondisi UMKM dan menentukan
kebijakan yang tepat menyesuaikan karakteristik masing-masing cluster. Algoritma
Fuzzy C-Means yaitu salah satu algoritma yang digunakan untuk klasterisasi data yang
keberadaan tiap-tiap titik data dalam suatu cluster ditentukan oleh derajat keanggotaan.
Hasil dari penelitian pengelompokan 645 data UMKM yaitu sistem berhasil
mengelompokkan UMKM menjadi 2 cluster sebagai jumlah cluster terbaik dengan
nilai DBI 0.8714, terdiri dari cluster 0 sebanyak 243 UMKM dan cluster 1 sebanyak
402 UMKM. Cluster 0 merupakan UMKM yang memiliki omset dan aset sedang,
sedangkan cluster 1 memiliki aset dan pendapatan yang rendah.
This study builds a web application that can help collect MSME data in Kebumen
Regency and in it apply Fuzzy C-Means algorithm for data clustering based on
turnover and assets. Clustering of SMEs can help Disperindag in monitoring the
condition of SMEs and determining appropriate policies to adapt the characteristics
of each cluster. Fuzzy C-Means algorithm is one of the algorithms used for data
clustering in which the existence of each data point in a cluster is determined by the
degree of membership. The result of the research of grouping 645 MSME data is that
the system managed to group SMEs into 2 clusters as the best number of clusters with
a DBI value of 0.8714, consisting of cluster 0 of 243 MSMEs and cluster 1 of 402
MSMEs. Cluster 0 represents SMEs that have moderate turnover and assets, while
cluster 1 has low assets and income.
4263046003H1A017079ANALISA KOORDINASI PROTEKSI OVERCURRENT RELAY PADA GARDU INDUK KALIBAKAL PENYULANG KALIBAKAL 07 (KBL07) MENGGUNAKAN SIMULASI ETAPKeperluan sumber listrik di Indonesia dalam era modern sangat besar baik di perkotaan atau di pedesaan, bahkan banyak industri yang masih menggunakan energi listrik dari PLN untuk beroperasi. Energi listrik disalurkan menggunakan jaringan dengan konduktor telanjang bebas di udara sampai ke konsumen ataupun pelanggan agar saat melakukan pendistribusian tidak terjadi gangguan hubung singkat antara fasa ke fasa dan satu fasa ke tanah. Terjadinya gangguan disebabkan adanya arus lebih yang berada disistem transmisi yang menyebabkan terjadi gangguan terputusnya arus listrik ke beban dan mengakibatkan terjadinya kerugian pada jaringan transmisi ataupun ke pelanggan energi listrik Hubung singkat yaitu terjadinya hubungan penghantar bertegangan atau penghantar tidak bertegangan secara langsung dan tidak langsung melalui media (resistor atau beban), sehingga menyebabkan aliran arus tidak normal. Memperkecil kerusakan yang terjadi dapat dilakukan dengan alat pengaman seperti OCR. Arus lebih yang berada dalam sistem transmisi menyebabkan terjadinya putus arus listrik ke beban, sehingga menimbulkan kerugian pada jaringan transmisi maupun pada pelanggan energi listrik. Gangguan tersebut bisa diatasi dengan memasang alat proteksi pada transformator.
Alat proteksi yang digunakan pada Gardu induk Kalibakal yaitu relay arus lebih (overcurrent relay). Relay arus lebih (over current relay) adalah relay proteksi yang akan bekerja saat terjadi gangguan dengan pemutusan tenaga (Circuit Breaker) dan relay akan membaca masukan nilai besaran arus dengan membandingkan nilai pada setting. Penelitian bertujuan untuk mengetahui nilai setting relay yang berada di relay arus lebih. Metode yang digunakan adalah mencari data parameter, arus gangguan dan mencari nilai tripping time setiap gangguan.
The need for electricity sources in Indonesia in the modern era is very large, both in urban and rural areas, and many industries still use electricity from PLN to operate. Electrical energy is distributed using a network with bare conductors free in the air to consumers or customers so that during distribution there is no short circuit interference between phase to phase and one phase to ground. The occurrence of disturbances is caused by overcurrent in the transmission system which causes interruptions in the electric current to the load and results in losses to the transmission network or to electrical energy customers. Short circuits are the connection of live or non-live conductors directly and indirectly through the medium ( resistor or load), thereby causing abnormal current flow. Minimizing the damage that occurs can be done with security tools such as OCR. The protection device used at the Kalibakal substation is the overcurrent relay. The overcurrent relay is a protection relay that will work when a disturbance occurs with a power cut (Circuit Breaker) and the relay will read the input current value by comparing the value in the setting. The research aims to determine the relay setting value in the overcurrent relay. The method used is to look for parameter data, fault current and look for the tripping time value for each fault
4263146005K1B019032Penyelesaian Persamaan Fitzhugh-Nagumo dengan Menggunakan Metode Perturbasi HomotopiPersamaan Fitzhugh-Nagumo merupakan persamaan diferensial yang didapatkan dari penyederhanaan persamaan Hodgkin-Huxley. Persamaan ini menggambarkan mengenai transmisi impuls syaraf. Transmisi impuls syaraf ini menjelaskan mengenai mekanisme terbuka dan tertutupnya saluran membran syaraf tempat di mana terjadinya pertukaran ion-ion Na+, K+, Cl-, dan A-. Selanjutnya, penelitian ini bertujuan untuk menentukan penyelesaian dari persamaan tersebut menggunakan metode perturbasi homotopi. Metode ini digunakan karena sistem persamaan Fitzhugh-Nagumo merupakan sistem perturbasi. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui simulasi dari penyelesaian persamaan tersebut. Dari simulasi tersebut diambil beberapa kemungkinan nilai 𝛼 dan waktu t sehingga dapat ditarik kesimpulan nilai 𝛼 yang memenuhi agar penyelesaian dari persamaan tersebut mendekati penyelesaian eksak atau analitik yang diperoleh dengan bantuan aplikasi Maple 22.The Fitzhugh-Nagumo equation is a differential equation obtained from simplifying the Hodgkin-Huxley equation. This equation describes the transmission of nerve impulses. This nerve impulse transmission explains the mechanism of open and closed nerve membrane channels where the exchange of Na+, K+, Cl-, and A- ions occurs. Furthermore, this study aims to determine the solution of the equation using the homotopy perturbation method. This method is used because the Fitzhugh-Nagumo equation system is a perturbation system. In addition, this study aims to determine the simulation of the solution of the equation. From the simulation, several possible values of 𝛼 and time t are taken so that it can be concluded that the value of 𝛼 that meets the solution of the equation is close to the exact or analytical solution obtained with the help of Maple 22 application.
4263246007I1E018023PROGRAM LATIHAN PERMAINAN BOLA VOLI PADA KLUB DI KABUPATEN CIAMISLatar Belakang: Banyak klub-klub bola voli yang ada di Kabupaten Ciamis dengan potensi yang baik dalam mengembangkan kemampuan atletnya. Klub-klub ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan pada atletnya serta untuk meraih kemenangan dalam pertandingan. Setiap klub memiliki program latihan dalam permainan bola voli sebagai strategi dalam pertandingan. Program latihan ini biasanya diberikan oleh pelatih kepada atletnya sebagai variasi dalam pertandingan yang bertujuan untuk merobohkan pertahanan lawan dan memperkuat pertahanan tim.
Metodologi: Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan desain penelitian kualitatif dengan maksud untuk memahami dan menggali lebih dalam mengenai fenomena Program latihan pada permainan bola voli. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengamatan (observasi), wawancara dan dokumentasi.
Hasil Penelitian: Program latihan permainan bola voli pada klub di Kabupaten Ciamis yaitu program latihan secara makro telah disusun dalam bentuk program tahunan dan program latihan bulanan dan secara mikro dalam bentuk program latihan mingguan dan harian. Kendala yang dihadapi oleh klub di Kabupaten Ciamis dalam menerapkan program latihan permainan bola voli ialah sarana dan prasarana yang dimiliki oleh klub bola voli Kabupaten Ciamis kurang memadai. Hal ini dapat dilihat dari kurangnya lapangan bola voli dan prasarana yang sangat minim.
Kata kunci: Program Latihan, Bola Voli
Background: There are many volleyball clubs in Ciamis Regency with great potential for developing their athletes' skills. These clubs are designed to enhance their athletes' abilities and achieve victories in competitions. Each club has a training program for volleyball as a strategy for matches. This training program is usually provided by the coach to the athletes as a variation in gameplay, aiming to break through the opponent's defense and strengthen the team's defense.
Methodology: In this study, the researcher uses a qualitative research design with the aim of understanding and exploring more deeply the phenomenon of training programs in volleyball. The data collection techniques used in this research are observation, interviews, and documentation.
Research Results: The volleyball training program at clubs in Ciamis Regency is structured on a macro level as an annual program and a monthly training program, and on a micro level as weekly and daily training programs. The challenges faced by clubs in Ciamis Regency in implementing the volleyball training program include inadequate facilities and infrastructure. This is evident from the lack of volleyball courts and the very limited infrastructure available.
Keywords: Program Training, Volleyball
4263346008A1A020083Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Padi di Kecamatan Kebasen Kabupaten BanyumasKetahanan pangan adalah keadaan di mana kebutuhan pangan suatu rumah tangga terpenuhi sepenuhnya, yang tercermin dari ketersediaan pangan yang cukup baik dari segi jumlah maupun kualitas. Sebagian besar penduduk Kecamatan Kebasen bermata pencarian sebagai petani. rata-rata luas panen padi sawah di Kabupaten Banyumas sebesar 2.362,63 ha dengan jumlah luas panen padi sebesar 63.791,00. Kacamatan Kebasen memiliki luas panen padi sawah sebesar 1.943,00 ha. Luas lahan panen padi sawah yang dimiliki Kecamatan Kebasen dibawah rata-rata luas panen padi sawah Kabupaten Banyumas. Luas lahan panen yang terbatas mempengaruhi terhadap jumlah produksi padi yang dihasilkan dan dapat mempengaruhi pendapatan yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat dan faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh rumah tangga petani padi yang ada di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas dan sampel dari penelitian
ini adalah rumah tangga petani padi yang memiliki lahan pribadi dan memperoleh pendapatan dari usahatani tersebut. Jumlah responden pada penelitian ini berjumlah 50 petani padi. Penelitian ini menggunakan metode analisis pangsa pengeluaran pangan sebagai indikator ketahanan pangan dan analisis linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui nilai PPP sebesar 41,91% dan variabel yang mempengaruhi ketahanan pangan diantaranya adalah pendapatan usahatani, pendapatan non usahatani, pengeluaran pangan, pengeluaran non pangan, dan tingkat pendidikan ibu rumah tangga.
Food security refers to the condition where a household's food needs are met, reflected in the availability of food in adequate quantity and quality. Most of the population in Kebasen District earn their livelihood as farmers. The average area of rice paddy harvest in Banyumas Regency is 2,362.63 hectares with a total harvested area of 63,791.00 hectares. Kebasen District has a rice paddy harvest area of 1,943.00 hectares. The harvested area in Kebasen District is below the average harvested area of rice paddy in Banyumas Regency. The limited harvested land area affects the amount of rice production and can influence the income generated. The aim of this study is to determine the level and factors affecting food security. The population of this study consists of all rice farming households in Kebasen District, Banyumas Regency, and the sample includes rice farming households with private land who earn income from this farming activity. The number of respondents in this study is 50 rice farmers. This study uses the food expenditure share analysis method as an indicator of food security and multiple linear regression analysis. Based on the research results, the PPP value is 41.91%, and the variables affecting food security include farming income, non-farming income, food expenditure, non-food expenditure, and the level of education of the household head.
4263446009D1A017214Analisis Kinerja Ekonomi Usaha Sapi Potong di Kabupaten BanyumasPenelitian dengan judul “Analisis Usaha Ekonomi Sapi Potong di Kabupaten Banyumas” ini bertujuan untuk menilai kelayakan ekonomi usaha peternakan sapi potong melalui perhitungan BEP Harga dan rasio R/C, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi BEP harga dan rasio R/C pada usaha peternakan sapi potong di Kabupaten Banyumas. Metode pengambilan sampel wilayah pada penelitian menggunakan metode purposive sampling yaitu memilih tiga kecamatan yang terdiri dari Kecamatan Sumbang, Kecamatan Kalibagor, dan Kecamatan Kembaran yang memiliki populasi sapi potong terbanyak di Kabupaten Banyumas. Pengambilan sampel peternak menggunakan Accidental sampling dan didapatkan 46 responden. Variabel yang diamati yaitu variabel dependent yang meliputi BEP Harga dan rasio R/C, variabel independent meliputi penerimaan, jumlah ternak, umur peternak dan pola pemeliharaan. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis regresi berganda r square, uji f dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Break Even Point yang selanjutnya disebut BEP Harga peternakan sapi potong di Kabupaten Banyumas sebesar Rp 15.041.608,50/ST dan rasio R/C 1,06. Faktor yang berpengaruh terhadap BEP Harga yaitu pola pemeliharaan, sedangkan faktor yang berpengaruh terhadap R/C yaitu jumlah ternak dan pola pemeliharaan.Research with the title "Economic Business Analysis of Beef Cattle in Banyumas Regency" aims to assess the economic feasibility of beef cattle farming businesses through calculating BEP price and R/C ratio, identifying factors that influence BEP prices and R/C ratios in beef cattle farming businesses in Banyumas Regency. The regional sampling method in this study used a purposive sampling method, namely selecting 3 sub-districts consisting of Sumbang District, Kalibagor District, and Kembaran District which have the largest population of beef cattle in Banyumas Regency. The farmer sample was taken using accidental sampling and obtained 46 respondents. The variables observed are the dependent variable which includes BEP Price and R/C ratio, the independent variables include revenue, number of livestock, age of breeder and maintenance pattern. The analytical methods used are descriptive analysis, r square multiple regression analysis, f test and t test. The research results show that the Break Even Point, hereinafter referred to as BEP, price for beef cattle farming in Banyumas Regency is IDR 15,041,608.50/ST and the R/C ratio is 1.06. Factors that influence BEP prices are maintenance patterns, while factors that influence R/C are the number of livestock and maintenance patterns.
4263546006J1C017036Kedisiplinan Etos Kerja Jepang Tokoh Kobayashi dalam Novel Madogiwa no Totto ChanBudaya disiplin dan etos kerja merupakan salah satu nilai yang tertanam di dalam novel Madogiwa no Totto-chan. Sikap dan perilaku yang dimiliki oleh guru Kobayashi ini mencerminkan etos kerja yang tinggi dalam melakukan pekerjaannya menjadi guru. Nilai etos kerja yang dimiliki guru Kobayashi dalam Novel Madogiwa no Totto-Chan sangat menarik dikaji terkait etos kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang etos kerja dan konsep 3M dari prinsip kaizen pada guru Kobayashi serta perubahan perilaku Totto chan menggunakan pendekatan humanistik setelah bertemu guru Kobayashi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah guru Kobayashi memiliki indikator etos kerja sebagai rahmat, amanah, panggilan, aktualisasi, ibadah, seni, kehormatan, dan pelayanan. Guru Kobayashi juga menerapkan konsep 3M dari prinsip kaizen yaitu Muda, Mura dan Muri. Metode pengajaran dari guru Kobayashi bisa membuat perubahan perilaku yang lebih positif pada Totto chan seperti menjadi percaya diri, menghargai orang lain, mengajari kemandirian, serta bisa bertanggung jawab.The culture of discipline and work ethic is one of the values embedded in the novel Madogiwa no Totto-chan. Kobayashi's attitude and behavior reflect a high work ethic in doing his job as a teacher. The value of Kobayashi's work ethic in Madogiwa no Totto-Chan is very interesting to study regarding his work ethic. This study aims to find out about the work ethic and the 3M concept of the kaizen principle in teacher Kobayashi as well as changes in Totto Chan's behavior using a humanistic approach after meeting teacher Kobayashi. The method used is descriptive qualitative. The result of this research is that Kobayashi teacher has work ethic indicators as grace, trust, vocation, actualization, worship, art, honor, and service. Kobayashi teachers also apply the 3M concept of the kaizen principle, namely Muda, Mura and Muri. The teaching method from teacher Kobayashi can make more positive behavioral changes in Totto Chan such as being confident, respecting others, teaching independence, and being able to take responsibility.
4263646010K1C019042Analisis Ground Shear Strain Berdasarkan Data Mikrotremor Menggunakan Metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio di Wilayah Kecamatan PundongGempabumi merupakan bencana yang sering terjadi di Indonesia. Salah satu gempabumi di Indonesia yaitu gempabumi Yogyakarta 27 Mei 2006. Gempabumi tersebut menyebabkan kerusakan sehingga perlu dilakukan mitigasi dengan memetakan daerah rawan bencana menggunakan data mikrotremor. Penggunaan mikrotremor dengan metode HVSR telah digunakan secara luas untuk memetakan daerah bawah permukaan. Oleh karena itu, penelitian dilakukan di Kecamatan Pundong untuk mengetahui nilai frekuensi dominan dan amplifikasi untuk mengetahui nilai indeks kerentanan seismik, peak ground acceleration (PGA), dan ground shear strain (GSS) yang digunakan untuk mengetahui fenomena yang terjadi akibat dari getaran gempabumi. Berdasarkan hasil analisis data mikrotremor diperoleh nilai frekuensi dominan antara 0,89 – 16,3 Hz, nilai amplifikasi 1,13 – 8,75, nilai indeks kerentanan seismik 0,21 – 56,98, nilai PGA 141,24 – 620,09 gal dan nilai GSS 2,13×10^(-4) -6,14×10^(-2). Fenomena yang mungkin terjadi di Kecamatan Pundong berdasarkan nilai GSS untuk 10^(-4) dan 10^(-3) adalah getaran, retakan, dan penurunan tanah. Sedangkan fenomena yang mungkin terjadi berdasarkan nilai GSS untuk 10^(-2) adalah likuifaksi karena Kecamatan Pundong termasuk daerah dataran rendah.Earthquakes are disasters that often occur in Indonesia. One of the earthquakes in Indonesia was the Yogyakarta earthquake on May 27 2006. This earthquake caused damage so mitigation needs to be carried out by mapping disaster-prone areas using microtremor data. The use of microtremors with the HVSR method has been widely used to map subsurface areas. Therefore, research was carried out in Pundong District to determine the dominant frequency and amplification values to determine the values of the seismic vulnerability index, peak ground acceleration (PGA), and ground shear strain (GSS) which were used to determine a phenomenon that occurs as a result of earthquake vibrations. Based on the results of microtremor data analysis, the dominant frequency value was between 0,89 – 16,3 Hz, the amplification value was 1,13 – 8,75, the seismic vulnerability index value was 0,21 – 56,98, the PGA value was 141,24 – 620,09 gal and GSS value 2,13×10^(-4) -6,14×10^(-2). Phenomena that may occur in Pundong District based on the GSS values for 10^(-4) and 10^(-3) are vibrations, cracks and land subsidence. Meanwhile, phenomena that may occur based on the GSS value of 10^(-2) is liquefaction because Pundong District is a lowland areas.
4263746011A1C020068Pengaruh Pupuk Organik dan Pupuk Kimia terhadap Tingkat Pemadatan Tanah Akibat Perlintasan Traktor Roda Dua pada Kedalaman 0 - 50 cmPenggunaan traktor roda dua untuk pengolahan tanah dapat berdampak negatif berupa pemadatan tanah yang dapat menekan pertumbuhan tanaman. Disisi lain, kegiatan pemupukan diyakini dapat memperbaiki sifat fisika tanah dan menambah unsur hara kedalamnya. Kebanyakan kajian pemupukan lebih berfokus pada perbaikan sifat fisika tanah dalam kaitannya dengan pertumbuhan tanaman. Masih sedikit kajian pemupukan dalam kaitannya dengan perbaikan sifat fisika tanah dan dampak pemadatan tanah akibat perlintasan traktor. Lebih dari itu, kedalaman yang dikaji lebih terfokus pada kedalaman 0 – 30 cm, sementara perakaran tanaman ada yang dapat menembus lebih dari 30 cm. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perbedaan pengaruh pupuk organik, pupuk kimia, dan pupuk campuran terhadap tingkat pemadatan tanah pada kedalaman 0 – 50 cm, serta (2) mengetahui hubungan antara beberapa variabel sifat fisik tanah terkait pengaruh pupuk organik, pupuk kimia, dan pupuk campuran terhadap tingkat pemadatan tanah pada kedalaman 0 – 50 cm.
Penelitian dilakukan pada bulan Desember – Maret 2024 dengan tempat pengambilan sampel tanah di lahan pertanian Desa Karangduren, Sokaraja dan pengukuran sifat fisik tanah di Laboratorium Terpadu 1 IAB, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor dan satu kontrol pada 4 taraf perlakuan yaitu: tanpa pupuk (P_0), pupuk organik (P_1), pupuk kimia (P_2), dan pupuk campuran (P_3). Pengambilan sampel tanah tidak terganggu dilakukan pada kedalaman 0 – 10, 10 – 20, 20 – 30, 30 – 40, dan 40 – 50 cm dengan jumlah ulangan sebanyak 5 kali untuk setiap kedalaman, sehingga total sampel yang diambil adalah 100. Alat dan bahan yang digunakan meliputi traktor roda dua tipe Quick/G 3000 ZEVA, soil ring sampler 100 cm3, head core ring sampler, oven, timbangan digital, jangka sorong, cawan alumunium, falling head meter, meteran, stopwatch, pupuk organik, pupuk kimia, pupuk campuran, dan 4 petakan lahan berukuran 2 m × 1 m. Variabel yang diukur adalah dry bulk density, hydraulic conductivity, porositas, dan kadar air. Analisis data menggunakan analisis regresi serta Analysis of variance (ANOVA) dengan uji lanjut menggunakan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik dan pupuk campuran cenderung menghasilkan penurunan nilai dry bulk density, yang diikuti dengan peningkatan nilai porositas dan konduktivitas hidrolik jenuh, sedangkan pupuk kimia menghasilkan hal yang sebaliknya. Pupuk organik paling efektif dalam mengurangi dampak pemadatan tanah akibat perlintasan traktor roda dua. Peningkatan kedalaman tanah cenderung menghasilkan penurunan nilai dry bulk density serta peningkatan nilai porositas dan konduktivitas hidrolik jenuh. Hasil regresi menunjukkan bahwa dry bulk density memiliki hubungan linear negatif dengan konduktivitas hidrolik jenuh (R2 = 0,6956), sedangkan porositas dan kadar air keduanya memiliki hubungan linear positif dengan konduktivitas hidrolik jenuh (R2 masing-masing adalah 0,6956 dan 0,5697).
The use of two-wheeled tractors for tillage can have a negative impact in the form of soil compaction which can suppress plant growth. On the other hand, fertilization activities are believed to improve the physical properties of the soil and add nutrients to it. Most fertilizer studies focus more on improving soil physical properties in relation to plant growth. There are still few studies on fertilization in relation to improving soil physical properties and the impact of soil compaction due to tractor crossings. Moreover, the depth studied is more focused on a depth of 0 – 30 cm, while some plant roots can penetrate more than 30 cm. Therefore, this research aims to (1) determine the differences in the effects of organic fertilizers, chemical fertilizers and mixed fertilizers on the level of soil compaction at a depth of 0 – 50 cm, and (2) determine the relationship between several variables of soil physical properties related to the influence of organic fertilizers, chemical fertilizers, and mixed fertilizers on the level of soil compaction at a depth of 0 – 50 cm.
The research was carried out in December – March 2024 with soil samples taken on agricultural land in Karangduren Village, Sokaraja and measurements of the physical properties of the soil at the Integrated Laboratory 1 IAB, Jenderal Soedirman University. The experimental design used a Completely Randomized Design (CRD) with one factor and one control at 4 treatment levels, namely: no fertilizer (P_0), organic fertilizer (P_1), chemical fertilizer (P_2), and mixed fertilizer (P_3). Undisturbed soil samples were taken at depths of 0 – 10, 10 – 20, 20 – 30, 30 – 40, and 40 – 50 cm with 5 repetitions for each depth, so that the total samples taken were 100. Tools and materials used include a Quick/G 3000 ZEVA type two-wheeled tractor, 100 cm3 soil ring sampler, head core ring sampler, oven, digital scale, vernier caliper, aluminum cup, falling head meter, tape measure, stopwatch, organic fertilizer, chemical fertilizer, manure mixed, and 4 plots of land measuring 2 m × 1 m. The variables measured are dry bulk density, hydraulic conductivity, porosity, and water content. Data analysis used regression analysis and Analysis of variance (ANOVA) with further tests using Duncan's Multiple Range Test (DMRT) 5%.
The research results show that the application of organic fertilizer and mixed fertilizer tends to result in a decrease in dry bulk density values, which is followed by an increase in porosity and saturated hydraulic conductivity values, while chemical fertilizers produce the opposite. Organic fertilizer is most effective in reducing the impact of soil compaction due to the crossing of two-wheeled tractors. Increasing soil depth tends to result in a decrease in dry bulk density values as well as an increase in porosity and saturated hydraulic conductivity values. The regression results show that dry bulk density has a negative linear relationship with saturated hydraulic conductivity (R2 = 0.6956), while porosity and water content both have a positive linear relationship with saturated hydraulic conductivity (R2 are 0.6956 and 0.5697 respectively).
4263846012L1B017008PROFIL DARAH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) YANG DIBUDIDAYAKAN DI DESA BEJI DAN DESA KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini berjudul Profil Darah ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang di budidayakan di Desa Beji dan Desa Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Status Kesehatan ikan merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam kegiatan budidaya. Parameter yang diamati untuk melihat status Kesehatan ikan antara lain kadar Hematokrit, Hemoglobin, dan Glukosa darah . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil darah pada ikan nila meliputi kadar hematokrit, kadar hemoglobin, dan glukosa darah. Data tersebut dapat dijadikan sebagai informasi status kesehatan ikan nila di Desa Beji dan Desa Kedungbanteng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive random sampling dengan jumlah ikan sampel masing masing kolam 15 ekor. Hasil penelitian menunjukan untuk kadar hematokrit tidak berbeda nyata Desa Beji 25,20±3,24a dan Desa Kedungbanteng 25,28±5,03a , kadar hemoglobin tidak berbeda nyata Desa Beji 8,40±1,08a dan Desa Kedungbanteng 8,43±1,68a, sedangkan untuk nilai glukosa darah menunjukkan berbeda nyata Desa Beji 189.20±71,49a dan Desa Kedungbanteng 139,93±51,10b . Hasil kualitas air mendapatkan kisaran suhu 26°C -29°C; pH 6-7; dan DO 5-6 pada masing masing kolam dan masih berada pada batas optimal pemeliharaan ikan Nila . This study is entitled Blood Profile of Tilapia Fish (Oreochromis niloticus) cultivated in Beji Village and Kedungbanteng Village, Banyumas Regency. Fish health status is one of the important things that must be considered in cultivation activities. Parameters observed to see the health status of fish include Hematocrit, Hemoglobin, and Blood Glucose levels. The purpose of this study was to determine the blood profile of tilapia fish including hematocrit levels, hemoglobin levels, and blood glucose. The data can be used as information on the health status of tilapia fish in Beji and Kedungbanteng Village. The method used in this study was purposive random sampling with the number of sample fish in each pond of 15 fish. The results of the study showed that hematocrit levels were not significantly different in Beji Village 25,20±3,24a and Kedungbanteng Village 25,28±5,03a, hemoglobin levels were not significantly different in Beji Village 8,40±1,08a and Kedungbanteng Village 8,43±1,68a, while blood glucose values showed significantly different in Beji Village 189.20±71,49a and Kedungbanteng Village 139,93±51,10b The results of water quality obtained a temperature range of 26 ° C -29 ° C; pH 6-7; and DO 5-6 in each pond and were still within the optimal limits for maintaining Tilapia.
4263946013J0A021013CREATING PROMOTIONAL BILINGUAL BOOKLET OF
“PRINGMAS BATIK GALLERY”
Laporan praktik kerja ini berjudul "Creating Promotional Bilingual Booklet of
Pringmas Batik Gallery”, kegiatan praktik kerja ini dilaksanakan pada 1 September - 1
Desember 2023 di Gallery Batik Pringmas. Praktik kerja ini bertujuan untuk membuat
booklet baru yang berisi informasi yang lengkap sebagai salah satu media promosi,
mengetahui masalah dan menemukan solusi dalam pembuatan booklet sebagai media
promosi di Gallery Batik Pringmas. Dalam melakukan praktik kerja ini, data di kumpulkan
dengan menggunakan metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi.
Hasil dari praktik kerja magang ini adalah sebuah booklet dwi bahasa yang berisi
informasi lengkap mengenai galeri batik Pringmas. Proses pembuatan booklet memiliki
beberapa tahapan, antara lain menentukan booklet sebagai media promosi, menentukan isi
booklet, mencari informasi dan data, menyusun booklet, mengambil dan memilih foto,
mendesain booklet, proses editing, dan final drafting.
Terdapat beberapa kendala dalam membuat booklet atau saat proses dokumentasi
seperti produk yang belum ready untuk di foto dan kurang nya peralatan yang mendukung.
Namun, terdapat beberapa solusi untuk menghadapi kendala tersebut seperti mencari angel
yang cocok untuk mendapatkan foto yang bagus dan memanfaatkan sebaik mungkin proses
editing foto agar hasil terlihat bagus.
This job training report is entitled "Creating Promotional Bilingual Booklet of
Pringmas Batik Gallery", and it is written based on a job training activity on September
1 - December 1, 2023 at Gallery Batik Pringmas. This job training aims to create a new
booklet that contains complete information as one of the promotional media, find out the
problems and find solutions in making booklets as promotional media at Gallery Batik
Pringmas. In doing this job training, the data is collected by observation method,
interview and documentation.
The result of the job training is a bilingual booklet that contains detailed
information about Pringmas batik gallery. The process of creating a booklet has several
stages, including determining the booklet as promotional media, determining the content
of the booklet, finding the information and data, composing the booklet, taking and
choosing the photo, designing a booklet, editing process, and final drafting.
There are several obstacles in making booklets or during the documentation process
such as products that are not ready to be photographed and lack of supporting equipment.
There are several solutions to overcome these obstacles, such as finding a suitable angel
to get a good photo and making the best use of the photo editing process so that the results
look good.
4264046018J0A021020Developing Instagram of RRI Purwokerto As a Media To Promote RRI Website and RRI Annual ProgramsLaporan praktik kerja ini berjudul “Developing Instagram of RRI Purwokerto As a Media To Promote RRI Website and RRI Annual Programs”, yang di susun setelah kegiatan praktik kerja yang dilaksanakan pada 15 Agustus – 15 November 2023 di RRI Purwokerto. Tujuan Praktik kerja ini yaitu mengembangkan Instagram RRI Purwokerto sebagai media promosi yang berisi informasi untuk mempromosikan website RRI dan program tahunan RRI. Data dikumpulkan dengan metode wawancara, observasi, dan praktik langsung.
Selama praktik kerja, dilakukan identifikasi terhadap akun Instagram humas.rripurwokerto terkait kelebihan dan kekurangan yang ada, serta membuat langkah-langkah pengembangan Instagram terkait pembuatan konten. Hasil yang dicapai adalah dua postingan berbahasa Inggris, yaitu video iklan website RRI dan kegiatan program tahunan RRI yang disertai dengan caption berbahasa Inggris.
Terdapat hasil dari pengembangan Instagram, seperti bertambahnya jumlah audiens, tampilan di Instagram, dan penambahan konten video yang dapat dinikmati oleh masyarakat. Kendala yang dihadapi adalah akun Instagram yang belum bisa diakses secara penuh, kurangnya peralatan pendukung seperti kamera, dan sedikit kesulitan dalam pembuatan motion graphic. Namun, ada solusi untuk mengatasi kendala tersebut dengan membuat jadwal kegiatan, mengatur kualitas kamera menjadi resolusi 4k, dan belajar melalui YouTube.
This job training report is entitled “Developing Instagram of RRI Purwokerto As a Media To Promote RRI Website and RRI Annual Programs”, which was compiled after job training activities carried out on August 15 - November 15, 2023, at RRI Purwokerto. The purpose of this job training is to develop Instagram RRI Purwokerto as a promotional media that contains information to promote RRI website and RRI annual programs. The data was collected by some interviews, observation, and hands-on activity.
During the job training, identification of the Instagram account of humas.rripurwokerto was made regarding the advantages and disadvantages that exist, as well as making Instagram development steps related to content creation. The results achieved are two English-language posts, namely RRI website advertising videos and RRI annual program activities accompanied by English captions.
There are results from the development of Instagram, such as the increase in the number of audiences, the appearance on Instagram, and the addition of video content that can be enjoyed by the public. The obstacles encountered are the Instagram account that could not be fully accessed, a lack of supporting equipment such as cameras, and a little difficulty in making motion graphics. However, there are solutions to overcome these obstacles by making a schedule of activities, setting the camera quality to 4k, and learning through YouTube.