Artikel Ilmiah : H1B019088 a.n. BINTANG SYAHRUL RAMADHAN

Kembali Update Delete

NIMH1B019088
NamamhsBINTANG SYAHRUL RAMADHAN
Judul ArtikelDETEKSI LONGSOR BERBASIS DATA SATELIT MENGGUNAKAN MODEL
REGRESI LOGISTIK DAN SUPPORT VECTOR MACHINE DI PROVINSI JAWA TENGAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi bahwa lebih dari 124 juta jiwa penduduk
Indonesia tersebar di lebih dari 270 kota/kabupaten yang rentan terhadap ancaman bencana
tanah longsor. Jumlah kejadian bencana tanah longsor paling banyak dijumpai di Pulau Jawa
dengan jumlah kejadian 60% diikuti oleh Pulau Sumatera 23 % dan Sulawesi 7%. Tingginya
tingkat kerentanan bencana, disebabkan karena Indonesia berada pada wilayah tropis yang
ditandai dengan banyak kejadian hujan lebat. Di samping itu, sebagian besar wilayah Indonesia
memiliki topografi pegunungan dan perbukitan sehingga banyak terdapat lereng atau tebing
dengan kemiringan yang terjal. Pengaruh Perubahan iklim ekstrim global dan kerusakan
lingkungan pun ikut serta memperparah tingkat kerentanan Indonesia terhadap bahaya tanah
longsor khususnya di Pulau Jawa. Model yang mampu menggabungkan faktor penyebab tanah
longsor yang bersifat relatif tetap (seperti kondisi topografi, tanah dan geologi serta tata guna
dan tutupun lahan) dengan faktor pemicu yang bersifat dinamis (seperti curah hujan) merupakan
hal yang penting untuk dikembangkan sebagai perkuatan sistem mitigasi risiko bencana tanah
longsor. Hasil pemodelan regresi logistik yang telah dilakukan, didapatkan koefisien-koefisien
dari parameter yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu intercept (-1.68002 - -0.45724), DEM
(0,013502 - 0,017175), slope (0. 0,471901 - 0,64329), Hujan (0,193510 - 0,1323645), LULC (-
0,24301 - 0,965770), soil (--0,76336 - -0,515020). Dan dari uji kehandalan didapatkan rata-rata
tingkat akurasi pada validasi pemodelan regresi logistik sebesar 87,25096%.
Abtrak (Bhs. Inggris)The Indonesian government has identified that more than 124 million people in
Indonesia are spread across more than 270 cities/regencies that are vulnerable to landslide
threats. The highest number of landslide incidents is found on the island of Java, with 60% of
incidents, followed by Sumatra with 23%, and Sulawesi with 7%. The high level of disaster
vulnerability is due to Indonesia's tropical location, which is characterized by frequent heavy
rainfall. In addition, much of Indonesia has mountainous and hilly terrain, resulting in many
steep slopes or cliffs. The impacts of global extreme climate change and environmental
degradation further exacerbate Indonesia's vulnerability to landslide hazards, particularly on the
island of Java. A model that can integrate relatively constant landslide causative factors (such as
topography, soil, geology, and land use and cover) with dynamic triggering factors (such as
rainfall) is crucial for strengthening landslide risk mitigation systems. The results from the
logistic regression modeling obtained coefficients for the aforementioned parameters: intercept
(-1.68002 - -0.45724), DEM (0.013502 - 0.017175), slope (0.471901 - 0.64329), Rainfall
(0.193510 - 0.1323645), LULC (-0.24301 - 0.965770), soil (-0.76336 - -0.515020). The
reliability test showed an average accuracy rate of 87.25096% in the logistic regression model
validatin.
Kata kunciBencana Tanah Longsor, Mitigasi Risiko Bencana, Model Regresi Logistik, Digital Elevation Model (DEM).
Pembimbing 1Dr.Ing. Ir. Suroso, S.T.,M.Sc.
Pembimbing 2Dr.Eng. Ir. Purwanto Bekti S,S.T,M.T.
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman29
Tgl. Entri2024-08-22 14:25:04.306504
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.